>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Tahun Dag-dig-dug Tidak Hanya untuk Politisi

Senin, 18 Maret 2013
Manufacturing Hope 69

Meninggalnya beberapa orang sakit yang tidak mendapatkan kamar di rumah sakit Jakarta menjadi salah satu topik diskusi dies natalis Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia awal bulan ini.

Sejak diberlakukannya Kartu Jakarta Sehat (KJS), jumlah orang yang datang ke rumah sakit memang meningkat tiga kali lipat. “Ibaratnya, digigit nyamuk pun sekarang masuk rumah sakit,” ujar seorang dokter di forum itu. “Akibatnya, yang sakit sungguhan tidak kebagian tempat,” tambahnya.

Saya mencatat seluruh pemikiran para dokter hari itu. Sebab, PT Askes (Persero) yang sekarang masih di bawah Kementerian BUMN harus bisa menyiapkan diri untuk menyambut era baru: Mulai 1 Januari 2014 keperluan kesehatan 86 juta orang miskin harus dilayani secara gratis. Pertanyaan besarnya: Siapkah Askes?

Dirut PT Askes yang baru, Dr dr Fachmi Idris, beserta seluruh jajarannya hari-hari ini berkonsentrasi penuh untuk mempersiapkan semua itu. Waktu tidak banyak lagi. Internal masih punya banyak masalah yang harus diselesaikan: bagaimana status pegawai Askes nanti setelah Askes bukan lagi BUMN, bagaimana jenjang karirnya, dan seterusnya.

Sambil memikirkan nasib diri sendiri itu, Askes harus memikirkan wujud pelayanannya nanti: bagaimana agar semua pemilik kartu sehat bisa terlayani, bagaimana agar rumah sakit bisa dibayar tepat waktu, bagaimana para dokter bisa tenang dalam bekerja.

Kesimpulan hari itu jelas: Kalau semua orang sakit diperbolehkan langsung masuk rumah sakit, akan banyak kasus orang meninggal dunia karena tidak kebagian kamar. Dan lagi, kata para dokter hari itu, tidak semua penyakit harus diatasi di rumah sakit. Banyak penyakit yang sudah bisa ditangani di tingkat puskesmas.

Bahkan, para dokter punya cita-cita yang besar: Banyak orang yang sebenarnya tidak perlu sakit kalau ada dokter yang khusus mencegah terjadinya penyakit di masyarakat.

Kalau pengaturan itu tidak jalan, bisa-bisa judul berita di sebuah surat kabar pekan lalu benar-benar akan terjadi: KJS membuat politisi dapat nama, membuat dokter kehilangan nama.

Untuk mencegah agar tidak semua orang sakit langsung datang ke rumah sakit, tidak ada jalan lain kecuali dikeluarkan aturan ini: Semua orang sakit harus ke puskesmas. Kecuali yang gawat darurat. Puskesmaslah yang akan menilai pasien tersebut cukup diobati di situ atau harus dirujuk ke rumah sakit.

Demikian pula sebaliknya. Rumah sakit hanya mau menerima pasien yang membawa surat pengantar dari puskesmas. Kecuali yang gawat darurat.

Direksi Askes sudah sepakat dengan gubernur DKI, Pak Jokowi, untuk melakukan uji coba sistem tersebut. Bulan depan sudah dimulai. Jakarta akan jadi pelopornya. Apalagi, puskesmas-puskesmas di Jakarta sudah cukup memadai.

Di Jakarta, puskesmas tidak hanya ada di tingkat kecamatan. Di satu kecamatan bisa ada lima puskesmas.

Setelah diskusi di FK UI itu, saya bersama Dr Fachmi Idris mengunjungi beberapa puskesmas di Jakarta. Juga melihat apa yang terjadi di salah satu rumah sakit di Jakarta yang sangat padat. Askes akan membangun sistem link online yang menghubungkan puskesmas dengan seluruh rumah sakit di Jakarta.

Pasien yang datang ke puskesmas dan harus dirujuk ke rumah sakit akan dirujuk secara online. Bahkan, di sistem itu sudah bisa dilacak di rumah sakit mana pasien tersebut harus ditangani. Di puskesmas itu bisa dilihat rumah sakit mana saja yang masih memiliki kamar yang kosong.

Dengan demikian, tidak terjadi pasien keliling dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain yang semuanya penuh. Ada waktu sembilan bulan untuk mencoba sistem tersebut. Kesalahan dan kekeliruan bisa dikoreksi segera. Kalaupun sistem itu gagal, sudah harus diketahui sebelum 1 Januari 2014. Kita juga belum tahu seberapa masyarakat bisa menerima kalau diharuskan ke puskesmas dulu.

“Dalam praktik, ada pemegang KJS yang tidak dapat kamar, lalu bertanya apakah ada kamar VIP. Setelah diberi tahu betapa mahal kamar itu dan akan di luar pertanggungan KJS, pasien tersebut minta VIP dan mengatakan mampu membayarnya,” ujar seorang dokter di diskusi itu.

Salah satu puskesmas yang saya kunjungi hari itu, Puskesmas Gambir, sebenarnya sudah bukan seperti puskesmas yang saya kenal dulu. Besar dan lengkap. Hanya, tidak ada kamar untuk opname rawat inap.

Saya melongok toilet-toiletnya, juga cukup bersih. Lab untuk memeriksa darah pun ada. Merekam jantung juga ada. Klinik gigi juga lengkap. Bahkan sampai mampu merehabilitasi mantan pecandu narkoba. Lebih dari 100 mantan pecandu narkoba tiap hari datang ke situ untuk minum obat anti kecanduan.

Dokter Deuis Nurhayati, kepala Puskesmas Gambir, mengatakan siap menerima sistem online dengan rumah sakit. Juga siap bila ada aturan baru bahwa semua pasien di kawasan itu harus ke puskesmas dulu.

Coba kita monitor bersama bagaimana jalannya uji coba sistem baru di Jakarta itu. Kalau bisa jalan, sungguh keteraturan mulai bisa dilaksanakan di negara kita. Tentu masih harus dicari jalan lain untuk daerah yang puskesmasnya belum sebaik dan sebanyak di Jakarta. Tapi, direksi Askes juga akan melakukan uji coba yang sama di beberapa daerah.

Yang kelihatannya masih sulit adalah pelaksanaan cita-cita besar para dokter tersebut: mencegah orang sakit. Dana negara kelihatannya belum cukup. Jatah anggaran dari negara untuk meng-Askes-kan 86 juta orang itu baru sekitar Rp 15.000 per orang per bulan. Itu pun sudah menghabiskan anggaran negara sebesar Rp 1,29 triliun setahun.

Kalau anggaran itu bisa dinaikkan menjadi Rp 25.000 per orang per bulan, sudah bisa dirancang akan ada sejumlah dokter yang tugasnya terus-menerus mengunjungi 86 juta orang tersebut justru sebelum mereka sakit.

Dengan demikian, puskesmas tidak akan kelebihan beban dan rumah sakit juga tidak penuh dengan pasien. Uang yang harus dikeluarkan negara memang lebih besar. Tapi, karena sakit bisa dicegah, pemborosan nasionalnya justru bisa dikurangi.

Meskipun mungkin negara belum bisa memenuhi keinginan itu tahun ini, ide tersebut tidak boleh dikubur. Suatu saat nanti pasti bisa dilaksanakan.

Bagi politisi, tahun ini adalah tahun politik. Banyak politikus yang dag-dig-dug bisa masuk daftar caleg atau tidak. Bagi dokter, tahun ini adalah tahun mempersiapkan era baru sistem pelayanan kesehatan. Juga dag-dig-dug.

Dan bagi PT Askes, tahun ini adalah tahun kerja keras menyiapkan sistem baru. Tidak kalah dag-dig-dugnya. Ada perekam jantung di Puskesmas Gambir untuk tiga-tiganya. (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

223 thoughts on “Tahun Dag-dig-dug Tidak Hanya untuk Politisi

  1. Puji syukur, Alhamdulillah saat sudah ada TheDahlanIskanWay.Wordpress.Com “Jejak Sepatu Kets Dahlan Iskan”. Blog ini berisi kumpulan2 tulisan atau KlipBlog dari orang2 yang pernah berinteraksi dengan Dahlan Iskan. KlipBlog ini dibuat sebagai pelengkap dari KlipBlog DahlanIskan.Wordpress.Com.

    Bagi yang ingin berdiskusi, komentar serta meng-share via facebook, twitter, atau socmed lain dipersilakan.

    berikut beberapa posting di KlipBlog TheDahlanIskanWay.Wordpress.Com :

    Terkaget-Kaget dengan Jurus Bisnis Dahlan Iskan :
    Ada ATM BCA, Ada Potensi Besar
    Pimpinan Harus Kalah Melawan Bawahan
    Modal Pintar Saja Tidak Cukup
    Pemimpin Dilarang Cengeng
    Surat Dahlan (Betulan)

    dan masih banyak lagi.

    Semoga bermanfaat

    Posted by administrator | 18 Maret 2013, 5:17 am
    • Bookmarked

      Posted by ayah chilla | 18 Maret 2013, 5:38 am
      • ikut dagdigdug, tuduhan darì politisi apalagi yg bakal ditujukan buat pak dis gara-gara ide ini.

        Posted by adhi | 18 Maret 2013, 6:08 am
        • Hahahah…Pak Dahlan Iskan bisa aja…masa’ politikus, dokter dan direktur ASKES mau rekam jantung di Gambir. Yg penting arah untuk memperhatikan rakyat kecil sudah start. Terimakasih pak.

          Posted by JOWI | 18 Maret 2013, 6:24 am
          • Hadir

            Posted by apasaja | 18 Maret 2013, 7:48 am
          • Teman-teman yang terhormat,

            Mari kita sampaikan aspirasi kita, usul kita secara pribadi kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, agar beliau mempertimbangkan/menjadikan Pak Dahlan Iskan menjadi calon Presiden dari Partai Demokrat. SMS center SBY adalah 9949 ingat ya 9949 dan jangan takut untuk sms, ingatlah beliau dahulu membuka keran itu untuk menerima aspirasi dari rakyatnya. Saya sudah beberapa kali kirim sms ke SBY via 9949.

            Kirimkan sebanyak-banyaknya rakyat indonesia yang menghendaki kemajuan negara kita. Integritas dan Antusias. Presiden adalah takdir Allah. Semoga dengan kita kirim sms aspirasi ke Bapak SBY, menjadi jalan takdir untuk Pak Dahlan Iskan menjadi Presiden RI 2014~2019. Semoga itu menjadi salah satu kontribusi besar Bpk. SBY Demi Indonesia. Demi Indonesia Bismillah…

            Salam hormat,
            bonzo – jakarta barat

            REFERENCE :

            http://finance.detik.com/read/2012/11/27/141356/2102691/4/sby-banyak-dapat-sms-soal-demo-buruh-dan-dahlan-iskan

            SBY Banyak Dapat SMS Soal Demo Buruh dan Dahlan Iskan

            Wahyu Daniel – detikfinance
            Selasa, 27/11/2012 14:18 WIB

            Jakarta – Selama periode 16 Oktober-31 Oktober 2012 Presiden SBY banyak mendapatkan aduan dan tanggapan lewat SMS soal demo buruh dan soal tindakan Menteri BUMN Dahlan membersihkan BUMN dari kongkalikong anggaran dengan DPR.

            Staf Khusus Presiden selaku Pengelola SMS dan PB BOX 9949 JKT 10000 Sardan Marbun mengatakan, unjuk rasa buruh diharapkan dilakukan dengan tujuan untuk meluruskan hal-hal yang dinilai tidak benar, sehingga unjuk rasa dilakukan dengan baik. Sardan meminta agar aksi demonstrasi tidak memaksa dan mengganggu produksi sebuah perusahaan.

            “Pemaksaan serta dampak buruk terhadap produksi perusahaan merupakan hal yang perlu dihindari. Di lain pihak, kesejahteraan buruh perlu disesuaikan dengan kondisi yang memadai dengan UMR sekitar Rp 2 juta,” kata Sardan dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa (27/11/2012).

            Selama kurun waktu 16-31 Oktober 2012, pihaknya telah menerima 1.930 pengaduan masyarakat.

            Selain soal buruh, pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait adanya oknum anggota DPR yang melakukan praktik kongkalikong dan meminta jatah kepada sejumlah BUMN memunculkan aduan dari masyarakat kepada SBY.

            Secara keseluruhan terdapat 118 SMS (91,47%) yang mendukung Dahlan Iskan dan 11 SMS (8,53%) menentang. Contoh SMS yang mendukung: “Bpk. Presiden harap Menneg BUMN tetap dapat dipertahankan, jangan BUMN dijadikan sapi perah oleh oknum anggota dewan”.

            Sementara SMS yang menentang: “Tindakan Dahlan Iskan tidak mencerminkan sikap pejabat, justru melemahkan lembaga negara, sepantasnya pejabat macam itu diganti yang lebih bermoral.”

            Dikatakan Sardan , dengan diterimanya 1.930 pengaduan masyarakat, maka sejak Juni 2005 saat mulai Kabinet Indonesia Bersatu II hingga 14 November 2012, SBY telah menerima 3.406.275 SMS dan 113.344 pucuk surat melalui PO BOX 9949 JKT 10000.

            (dnl/ang)
            ————————————-

            Menurut gue, ini adalah gerakan aksi, gak cuma basa-basi, gue gak peduli apa kata orang, itu didepan mata ada saluran yang bisa kita gunakan.., kenapa tidak!!! Teman-teman, mungkin dengan kita kirim SMS ke SBY, anggaplah itu merupakan sedekah Rp. 350 pulsa kita, dengan itu semoga menjadi pembuka jalan Bpk. Dahlan Iskan untuk Indonesia Presiden 2014~2019.

            Kita mungkin bukan siapa-siapa, yang mungkin belum bisa berbuat apa-apa untuk Indonesia, kita disini hanya bisa bicara, menganalisa, atau bahkan beretorika, namun hanya sebatas itu saja. Jadi menurut gue beliaulah yang bisa, melalui Bpk. SBY dan Bpk. DI, kami titipkan masa depan kami dan negeri ini, dari sabang sampai merauke (Lyric lagu Bang Iwan).

            Satu SMS dari kita DEMI INDONESIA.. BISMILLAH…

            Salam hormat,
            bonzo – jakarta barat

            —————————————————————————
            Kepada KELUARGA BESAR http://dahlaniskan.wordpress.com

            Ayo dong mulai promosi, ayo kita semua promosi ke keluarga besar kita, ke teman-teman kita, ke lingkungan kita, ke semuanya tentang Pak Dahlan Iskan Presiden 2014~2019.

            Ane sendiri di kantor promosi banget ke teman-teman kantor dan lingkungan rumah tentang Pak Dahlan Iskan. Sampai-sampai jika ada yang nyebut nama Dahlan Iskan, semua me_refer_nya ke ane

            Ayo dong bantu bergerak, sekecil apapun promosi kita ke orang lain, semoga Insya ALLAH jadi jalan takdir Pak Dahlan Iskan Presiden 2014~2019 DEMI INDONESIA BISMILLAH…

            Salam hormat,
            bonzo – jakarta barat

            Posted by bonzo | 18 Maret 2013, 8:41 am
          • Update Informasi Acara Kopdarnas DahlanIs
            – Edisi Minggu ke-4, 18-24 Maret 2013
            – Resume dari berbagai informasi di sosmed
            – Update bersifat sementara sampai ada release resmi dari Tim Enam.
            – Mohon koreksi jika ada kesalahan
            —–
            Nama Acara: KOPDAR PERTAMA DAHLANIS INDONESIA, “BANDUNG LAUTAN API”
            Hari & Tanggal : Sabtu-Minggu, 6-7 April 2013
            Waktu: Sabtu, 8:00 – Minggu, 16:00 (tidak termasuk acara serba-serbi hari Jum’at dan Senin jika ada)
            Lokasi:
            – Acara umum di Wisma Bina Marga, Jalan Riau, Bandung, Jawa Barat
            – Bedah buku bersama Dahlan Iskan di Aula Bandung Ekspress
            Pembicara/Undangan:
            – Bapak Dahlan Iskan, Menneg BUMN (Sabtu 14.00-selesai)
            – Prof Dr Hamdi Muluk, Konsultan Komunikasi (jika memungkinkan)
            – Rhenald Khasali, Konsultan Pemasaran (jika memungkinkan)
            – Uge A Ridwan, Konsultan Komunikasi (jika memungkinkan)
            Penyelenggara:
            – Fasilitator/EO: Team Enam
            – Ketua/Penanggung Jawab Tim Enam: Agung Pamujo.
            – Wakil: Aris Sudanang
            – Akomodasi: Bandung Ekspress
            – Kontributor: All DahlanIs
            Contact Person (No. HP bisa inbox di fb beliau-beliau):
            – Agung Pamujo, Tim Enam
            – Aris Sudanang, Tim Enam (b)
            – Bahar Maksum, Tim Enam
            – Djono W. Oesman (DWO), Tim Enam
            – Joko Intarto (JTO), Tim Enam
            – Surya Aris, Tim Enam (a)
            – Yu ‘Srie, Tim Enam
            – Baharmi Tjempaoe, Lurah DahlanIs Jatim
            – Siswo Nugroho, Lurah DahlanIs Jateng
            Draft Acara tanpa Ishoma:
            a. Acara wajib/inti:
            – Pembahasan dan Sosialisasi Tata tertib Kopdarnas (Sabtu 08.00-makan siang)
            – Bedah buku bersama Dahlan Iskan (Sabtu 14.00- selesai)
            – Pembahasan struktur dan tata kelola organisasi Dahlanis (Sabtu malam)
            – Pembahasan program kerja Dahlanis (Sabtu malam)
            – Sosialisasi Dahlanis (bersama PJTV car-free day)
            – Sosialisasi program kerja Dahlanis
            b. Acara pendukung lain (jika memungkinkan, dan masih menerima masukan)
            – Pameran UMKM
            – Seminar/Training
            – Donor darah
            Fasilitas:
            – Penginapan untuk 500 orang semalam (untuk yang datang Jum’at malam dipersilakan menginap di aula Bandung Ekspress)
            – Makan 5x
            Dress code: Bebas sopan
            Harga Tiket Masuk: Gratis

            Form pendaftaran:

            https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dEpPdGYzS0plRjNoWUR3eUl4ZG9qWEE6MA

            Jumlah peserta yang sudah conform untuk hadir: 160 orang
            (Data per 3/18 dari informasi Pak Baharmi tentang pendaftaran di google.docs. Ada juga peserta yang tidak mendaftar di sana tapi positif hadir)

            Info lain-lain:
            a. Untuk koordinasi per wilayah, silakan hubungi:
            – Batam, hubungi Agustian Hasan (fb)
            – Bandung, hubungi Fahmi (fb)
            – Bogor, hubungi Mang Encep (fb)
            – Brebes, Tegal, hubungi Aiz Scooterist (fb) atau Duren Zundha (fb)
            – Jabodetabek (- Bogor), hubungi Joko Intarto atau Tim 6 lainnya (fb, twitter)
            – Lamongan, hubungi Hendi Siswoyo (fb)
            – Madiun Karesidenan, hubungi Widodo Madiun (fb) atau Sitanggang Parsamosir (fb)
            – Malang, hubungi Yuni Widyawati Rasyad (fb)
            – Mojokerto, hubungi Warijan Satria Hadi (fb)
            b. Pemesanan
            – Pemesanan sepatu DI 299rb silakan hubungi Septi Elyska Bagus Sismianto, bendahara Pipit Yuswarsih
            – Pemesanan kaus DI, di Manufacturing Hope Clothings
            – Pemesanan tiket Surabaya-Bandung, dengan KA Pasundan Rp240.000, hubungi Pipit Yuswarsih, paling lambat 20 Maret 2013

            Web/blog/grup-grup afiliasi:
            http://www.dahlanis.com/
            http://dahlaniskan.wordpress.com/
            http://kickdahlan.wordpress.com/
            http://catatanmuriddahlan.wordpress.com/
            https://www.facebook.com/groups/dahlanis/
            https://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/
            https://www.facebook.com/Catatan.Dahlan.Iskan?fref=ts

            Posted by apasaja | 18 Maret 2013, 5:14 pm
          • Mas APASAJA,

            Saya appreciate atas update informasi Kopdarnas tersebut, terimakasih, karena waktunya sudah mulai mepet Hari-H, tolong di contact PIC acara tersebut untuk kepastiananya, agar teman-teman mungkin bisa meng-schedule-kan untuk ikut jika acara tersebut sudah FIX.

            Pertanyanya saya : Apakah Mas APASAJA adalah PIC acara tersebut?? (Nama kamu siapa?, involve di tim6 kah?). Atau tolong original Tim6 nongol disini, di blog ini, agar memberi informasi ke kami disini.

            Tolong Mas Pram (admin blog) turun tangan untuk informasi resmi acara Kopdarnas ini. Dan saya lihat kemarin ada Mas Erick, bener gak tuh beliau, gimana bang kabarnya, tolong bang acara Kopdarnas ini di followup kepastiannya.

            Terimaksih,

            Salam hormat,
            bonzo – jakarta barat

            Posted by bonzo | 19 Maret 2013, 8:49 am
          • 1. Mas Bonzo saya bukan PIC. Saya hanya resume dari berbagai informasi di group-group dahlanis di facebook, termasuk untuk saya sebarluaskan di sini.
            2. Saran saya, silakan daftar langsung di alamat tercantum, atau kontak nama-nama yang saya sebutkan. Untuk Jakarta silakan kontak salah satu dari Tim Enam (Joko Intarto (fb), Agung Pamujo (fb), Djono W. Oesman (fb), Aris A&B, Bahar Maksum, Yu Srie).
            3. Soal siapa saya, saya lebih nyaman pakai nick ini di sini, tapi kalau mau tahu silakan join di grup-grup di facebook, saya sebarkan informasi kopdar ini dengan nama asli :)
            4. Sebagai informasi tambahan, acara kemungkinan dimulai hari Sabtu jam 10, untuk memberi kesempatan yang dari jauh agar bis amandi dulu, dll. Jam 10-an itu membuat tatib kopdar. Sampai makan siang. Dari jam 2 Abah Dahlan Iskan akan bersama kita untuk dialog sampai puas gitu katanya. Untuk menjawab pertanyaan apapun seperti yang beliau lakukan di rumah beliau dulu. Agar para pendukung atau pengagum beliau tidak menyisakan pertanyaan atau keraguan, tahu siapa beliau sesungguhnya, dan tidak ada hal miring yang diberitakan media yang mengganjal. Jika memungkinkan, ada tambahan pembicaraan dari pakar komunikasi, dll, tapi lihat sikon juga barangkalli ngga cukup waktu.
            5. Soal kopdar ini, ini murni ide dari bawah, sehingga jika banyak kekurangan dalam persiapan, kita sama-sama maklumi aja. Mudah-mudahan lebih baik dari yang kita bayangkan.
            6. Man Bonzo mau ke Bandung kan? Bagaimana teknis pendaftarannya? Sudah bergabung di fb? Bisa daftar sendiri? Mau saya bantu daftarkan? Atau apa yang bisa saya bantu lagi terkait informasi yang dipertanyakan.

            Posted by apasaja | 19 Maret 2013, 9:40 am
          • Mas APASAJA,

            Insya ALLAH, saya akan datang ke bandung pada hari tersebut jika sudah FIX acaranya.

            Salam hormat,
            bonzo – jakarta barat (bonzo is my long time nickname)

            Posted by bonzo | 19 Maret 2013, 11:18 am
      • bonceng dong turun pertigaan

        Posted by swalayansusubundategal | 18 Maret 2013, 8:26 am
        • Saya suka ending dari tulisan di atas …………” …….Ada perekam jantung di Puskesmas Gambir untuk tiga-tiganya….” Khas dan Jlebbbb…!!!!!

          Mudah2an tahun depan ngga banyak politisi (caleg) yg pakai alat perekam jantung

          Posted by Damarta | 18 Maret 2013, 9:57 am
          • Sore Sobat.

            Mantap. Pengobatan akan lebih mudah didapat untuk Rakyat.
            Untuk dokter-dokter di rumah sakit saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk kerja keras yg baik.
            Semoga tidak kapok merawat rakyat yg sangat membutuhkan perawatan.

            Lebih baik ke Puskesmas atau Rumah Sakit?
            Berdasarkan pengalaman pribadi, Penanganan Awal yg CEPAT & tepat sangat membantu.
            Kalau Puskemas lebih DEKAT & memadai, kenapa harus ke RS yg lebih Jauh?

            Ayah saya pernah terkena serangan jantung di Bandara SOETTA. Pada awalnya hanya terasa pusing, puyeng dan kesemutan. Jadi akan periksa ke dokter.

            Sembari menunggu kendaraan, Ayah di pijat oleh seseorg yg berada di dekat Ayah di terminal bandara. Pijatan itu ternyata membantu peredaran darah sehingga selama 1 jam perjalanan dari Bandara ke RS Husada di mana Om saya bekerja, keadaaan Ayah tetap stabil.

            Kemudian kalau ada pasien yg “Ibaratnya, digigit nyamuk pun sekarang masuk rumah sakit,” bisa dilakukan PEMERIKSAAN AWAL yg SINGKAT.
            Masyarakat awam terhadap penyakit & kedokteran sehingga Dokter beserta perawat yg mendiagnosa apakah ini pasien kategory mendesak & membahayakan (life threatening) atau tidak.

            Kemudian Mengutip di atas “Meninggalnya beberapa orang sakit yang tidak mendapatkan KAMAR di rumah sakit Jakarta…”

            Kenapa DOKTER menyia-nyiakan Kamar RS utk pasien yg “Ibaratnya, digigit nyamuk…”?

            Key Performance Indikator bisa jumlah pasien/ ranjang per hari. Kl 1 ranjang bisa utk menyembuhkan 2 pasien / hari, RS akan sangat efficient.

            Hemat saya, karena kondisi calon pasien beragam, ada yg gawat, parah, gejala awal dan ringan, maka Puskesmas ataupun Rumah Sakit lah dng Dokter2x yg banyak & berpengalaman yg melakukan PEMERIKSAAN AWAL. Kemudian mendiagnosa & menentukan tindakan medis selanjutnya.

            Pilih Puskesmas atau Rumah Sakit? Yang penting DEKAT.

            Posted by sutben | 18 Maret 2013, 6:49 pm
    • luar biasa, http://thedahlaniskanway.wordprress.com terima kasih admin..
      membacanya sungguh sangat menginspirasi & bermanfaat..

      Posted by imron khoirudin | 19 Maret 2013, 12:24 pm
    • Saran Buat Seluruh Media, ketika menyiarkan / memberitakan KJS dengan segala permasalahannya, haruslah komprehensip sekaligus dengan solusi yang telah dan akan dilaksanakan oleh pengambil dan pelaksana kebijakan, seperti hasil diskusi pak DIS yang telah dijelaskan kepada kita dalam tulisannya, agar bisa dipahami masalah yang sesungguhnya dan akan seperti apa selanjutnya, Saran buat Pak Dahlan Agar Punya Stasiun TV Nasional sehingga ide2 beliau dapat tersosialisasikan dengan baik keseluruh lapisan masyarakat, kendatipun beliau sudah punya Jawa Pos Group dan TV Lokal……Saye sangat Salut dan Hormat pada Pak Dis yang mendedikasikan sisa hidupnya buat Indonesia yang kita cintai……”DAHLANISME”……..mohon maaf dan terimakasih….

      Posted by adi, bengkalis..... | 19 Maret 2013, 3:33 pm
  2. tidak menyangka akan seperti ini….pertamax kah?

    Posted by mbah surip | 18 Maret 2013, 5:29 am
  3. pertama kali

    Posted by sima abadi | 18 Maret 2013, 5:30 am
  4. Pertamaxxxx………..

    Posted by masnawie | 18 Maret 2013, 5:31 am
  5. wah keduluan boss sima….

    semangat pagiii…..

    Posted by masnawie | 18 Maret 2013, 5:32 am
  6. mantaff habis,begitu hebat cara berfikir bapak ini … pada kemana kementerian terkait,apa saja yg dikerjakan hingga untuk sehatpun harus bumn yang nyenggol.
    upf… ampun dech.sibuk mempertahankan peraturan ,tapi lupa apa yg jadi kwajiban pokok…..

    Posted by ben | 18 Maret 2013, 5:32 am
  7. Mimin… Kok duluan fesbuk dahlan iskan ya MH nya……

    Posted by agungbsantoso | 18 Maret 2013, 5:38 am
  8. Bonceng ahhh

    Posted by perbaiki selalu | 18 Maret 2013, 5:38 am
  9. Berfikir cepat dan bertindak cepat adalah salah satu ciri Muhammad Dahlan IV. Semoga Abah selalu dalam lindungan Allah Swt. Amiin ya robbal alamiin

    Posted by Andi Lala | 18 Maret 2013, 5:41 am
  10. “Bagi politisi, tahun ini adalah tahun politik. Banyak politikus yang dag-dig-dug bisa masuk daftar caleg atau tidak. Bagi dokter, tahun ini adalah tahun mempersiapkan era baru sistem pelayanan kesehatan. Juga dag-dig-dug.
    Dan bagi PT Askes, tahun ini adalah tahun kerja keras menyiapkan sistem baru. Tidak kalah dag-dig-dugnya. Ada perekam jantung di Puskesmas Gambir untuk tiga-tiganya.” wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk………………………

    Posted by diana | 18 Maret 2013, 5:48 am
  11. ide pak dahlan iskan menjaga kesehatan masyarakat dari konsumsi yang banyak mengandung melamin, borax, dan zat kimia berbahaya lainnya tentu harus digulirkan sekencang-kencangnya agar tingkat kesehatan masyarakat terjamin disamping tindakan pengobatan dari dokter….saya kira ide ini yang harus politisi pikirkan jika betul2 berpihak kepada rakyat dan ini harganya bisa menghemat biaya pengobatan yg sangat besar jumlahnya apalagi jika sistem jaminan kesehatan diterapkan…….smga bisa menginspirasi banyak anak bangsa khususnya pengambil kebijakan…….salam dahlanis…………….

    Posted by Dahlan alex | 18 Maret 2013, 5:49 am
  12. mbomceng akh

    Posted by teguhris | 18 Maret 2013, 5:55 am
  13. berfikir maju dan bertindak nyata untuk kesejahteraan bangsa……joossssss

    Posted by jatmiko | 18 Maret 2013, 6:00 am
  14. nunut . 20 ikut.

    Posted by tyo | 18 Maret 2013, 6:01 am
  15. INDONESIA DARURAT SEHAT

    Posted by dityo | 18 Maret 2013, 6:02 am
  16. “Ada perekam jantung di Puskesmas Gambir untuk tiga-tiganya.”
    Heuheuheuheu… Ngakak guling-guling… (≧∇≦)

    “..akan ada sejumlah dokter yang tugasnya terus-menerus mengunjungi 86 juta orang tersebut justru sebelum mereka sakit.”
    Pendidikan akan kesehatan yang paling penting. Tukang pijat di desaku pun tau itu. Sering ngejek aku “kan udah diajarin di sekolahan”, tiap kali sakit minta pijet. Malu… ( >_< )

    Posted by Adit(pun) Bisa | 18 Maret 2013, 6:03 am
  17. betul ternyata semua tindakan yang terekam dalam ” amal ” adalah niat, mudah mudahan niat pak DI memperbaiki negara mendapat apresiasi dari masyarakat.
    Bagi dahlanis mania, sekarang ada “terjemahan’ lain dari kata “pencitraan” yang selalu memojokkan pak dahlan, beliau di twiter menyampaikan beberapa kali bahwa “PENCITRAAN = BUANG AIR BESAR”…ada ada saja…beliau mengomentari kata “pencitraan”….benar benar bahasa tingkat tinggi dari sudut “tasawuf’…

    Posted by Silla Keras | 18 Maret 2013, 6:03 am
  18. Absen dulu

    Posted by Royyan | 18 Maret 2013, 6:08 am
  19. Adudududuhh telat… gak bisa pertamax….. wkwkwkwkkk

    Posted by yudha aditya | 18 Maret 2013, 6:09 am
  20. Saya ada pengalaman dengan PT Askes. Tahun lalu istri saya didiagnosa menderita tumor di otak. Hasil dari scan di rumah sakit swasta di Pekan Baru. Karena kata dokter harus dioperasi, dan biayanya mahal ( kira-kira 350 juta), maka saya mengurus Askes karena istri saya PNS. Maka mulailah perjalanan administrasi yg menjengkelkan. Karena Harus dioperasi di RSUD Pekanbaru, sedangkan kami tinggal di di kecamatan yg jauh dari pekanbaru,maka kami harus mengurus surat rujukan dari puskesmas, RSUD kabupaten, baru dibawa ke pekanbaru, Aneh, karna hasil dari scan sdh jelas tumor, tapi harus minta rujukan ke puskesmas dst.Tidak sampai disitu masalahnya, Setelah kira-kira 1 bulan penuh bolak balik mengurus administrasi, sedangkan istri saya sdh hampir buta dan lumpuh ,pihak dokter di Rsud pekanbaru tidak mau mengoperasi karna kami meminta agar tdk ditransfusi darah. Maka kami berangkat ke Malasya dan disana istri saya dioperasi TANPA TRANSFUSI DARAH dan berhasil dgn biaya kira-kira 370 juta rupiah. sekarang Dia sdh sehat kembali dan tumornya sdh bersih, dan sdh bekerja lagi. Maka kami mencoba mengurus ke Askes Kabupaten utk klem agar biaya tsb bisa dibantu. Tapi 1 RUPIAHPUN tdk ada bantuan, padahal istri saya sudah PNS lebih 20 thn dan setiap bulan Askes memotong Gaji istri saya. Saya sangat kecewa dgn PT Askes yg membuat peraturan bahwa kalau berobat ke luar negeri tdk ada ganti rugi 1 Rupiahpun. Semoga ini menjadi perhatian Pak Dahlan utk PT Askes. trims

    Posted by sima abadi | 18 Maret 2013, 6:10 am
    • alhamdulillah istri bapak sdh sehat lg… tp alangkah baiknya klo sama2 ke swasta, di indonesia banyak jg yg lebih baik koq pak… sy cinta indonesia

      Posted by bandung bondowoso | 18 Maret 2013, 8:21 am
    • Kok tidak mau ditransfusi darah? Apa transfusi darah tidak ditanggung ansuransi Askes? …Memang benar sih ada berbagai syarat administrasi tapi kalau sudah genting apalagi sampai hampir buta dan lumpuh, harusnya ada kemudahan, karena biar bagaimana-pun nyawa pasien (warga negara) adalah segalanya

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 18 Maret 2013, 4:22 pm
      • Buat pak Sima dan rekan yang lain, RSCM Kencana Jl. Diponegoro Jakarta adalah RS canggih bertaraf internasional yang sudah menyaingi RS Singapura!! Saya sendiri sebagai testimoni layanan mereka. Jadi jangan membelanjakan uang kesehatan anda ke luar negeri. Dengan layanan yang sama, anda maksimal dikenakan biaya sekitar 50% saja dari biaya di luar negeri. Kalau mau disamakan dengan hotel, RSCM Kencana adalah hotel berbintang 5.
        Buat mas Erick, praktek layanan Askes di daerah sungguh buruk! Bahkan saya sering dengar banyak terjadi korupsi di Askes. Entah benar atau tidak kabar itu, tetapi kalau dilihat dari layanan Askes kepada client, kemungkinan memang terjadi korupsi.

        Posted by Aldizy | 18 Maret 2013, 4:47 pm
      • 1 Komandan Dismania telah kembali….

        Selamat Aktif kembali, Bung…

        Posted by Wanto Kdr | 19 Maret 2013, 7:20 am
    • Nah, ini balasan dari Fachmi Idris, anak buah Pak Dahlln yang memimpin ASKES…

      Baik segera kami lacak kejadian ini. Apabila diperlukan akan dilakukan customer visit untuk memahami persis masalahnya dan memenuhi harapan pelanggan sesuai ketentuan perusahaan.Kami akan urai secara khusus tentang pemahaman atas prosedur yang “menjengkelkan” tersebut. Penting sekali untuk koreksi manajemen pelayanan ASKES ke depan. U transfusi darah, memang ada keyakinan tertentu di masyarakat yang tidak mau menerima transfusi darah. Tatalaksana medis oleh rumah sakit memang bukan “domain” kami, namun teknologi terbaru yang evidence base mengenai operasi tertentu tanpa transfusi darah akan menjadi masukan berharga bagi dokter dokter ahli di bidang tersebut. Hal ini akan menjadi feedback yang sangat berharga.Sekali lagi terima kasih pak

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 19 Maret 2013, 9:02 am
  21. Ya Allah, kabulkan cita-cita Indonesia Sehat dan Sejahtera. Amin.

    Posted by Yanto Lurah Sastro | 18 Maret 2013, 6:11 am
  22. ide bahwa ‘mencegah’ lebih baik daripada ‘mengobati’ adalah inti pengobatan asli kita. memang butuh usaha keras dan membosankan seperti jamu. tetapi kecenderungannya sekarang orang lebih sering bertindak setelah sakit. jadi ide ‘mencegah’ bakal sulit diterapkan di sebagian besar masyarakat kita yg sudah terjangkit budaya instan dan boros.
    kalau misalnya askes dan jamsostek tidak akan menanggung biaya berobat karena kebiasaan dan gaya hidup yg tidak sehat, pasti gerakan ‘mencegah’ mudah dilaksanakan.

    Posted by adhi | 18 Maret 2013, 6:49 am
  23. WOOW, BPJS sudah diangkat, sebetulnya ini yang menurut saya paling berat bagi BUMN, mengapa ?

    program ini sebelumnya belum adaa, sistem kependudukan dan sistem penunjangpun masih amburadul,

    pro kontra iuran per orang pun belum beres ada yang ingin sepenuhnya dibayar oleh negara ada yang mau bayar iuran ada yang nggak mau tahu, welwh welweh ….

    PT. ASKES biasa hanya menghadapi PE EN ES yang sudah punya jaminan gajian jika kekurangan dan itu juga masih banyak mengeluh tentang layan askes apalagi ditambah tugas, aduuuuuuh babak belur nggak ya?

    Jamsostek langsung menaikan fasilitas kesehatannya sebelum di lebur,(operasi jantung de el el), sebelum diserahkan ke PT. ASKES, hehe, kok pas mau diserahkan saja dinaikan fasilitasnya, dulu dulu kemana ??, makin berat tugas PT.ASKES.

    Yang demo BPJS sampai sekarang masih pro kontra, hari ini demo Laksanakan BPJS dengan konsep dan sosialisasi belum jelas yang satu Tolak BPJS, apalagi pas rakyat miskin tahu bahwa BPJS harus iuran,

    jika memang harus iuran dan dikecualikan orang miskin yang bebas iuran, yakin deh, data orang miskin di indonesia pasti bertambah, ( mental pengemis masih tinggi)

    para dokter harus mau mengerima pasien dengan bayaran lebih rendah , asal jangan asal asalan aja periksanya, begitu juga obatnya..

    belum lagi para politisi, jika BPJS gagal atau berjalan buanyak masalah pas awal 2014 dengan enak mereka berkata, Pemerintah tidak Becus cus cus cus……

    tapi kalau program ini lancar mereka akan bilang ini adalah kerja keras kita sampai ikut demo degedung keong ijo yang faktanya rumah mereka sendiri, hhihihihih

    maaf ngelantur pagi pagi, masih panjang cerita BPJS di Indonesia, tapi tetap harus OPTIMIS

    Posted by saeful | 18 Maret 2013, 7:05 am
  24. selamat pagi…
    salam semuanya…
    menunggu MH muncul selewat subuh…
    di tunggu2 belum juga muncul…
    loh kok MH berubah ditulis dikoran2 mirip
    ucapan selamat dan sukses
    ada siluet wajah pak DI diatasnya….
    Aduhai beginilah kalau nunggu MH sambil baring2 di ranjang..MHku .terbawa mimpi.

    Posted by kangjamjam | 18 Maret 2013, 7:08 am
  25. Pak Dahlan, Pak Jokowi, Pak Ahok, Bu Risma…

    Posted by Jefyco Gueterez | 18 Maret 2013, 7:08 am
  26. Masyarakat kita sebetulnya kangen yang namanya Gratis……saya ingat ..waktu masih smp ..dipedesaan saya di blitar..setiap orang meletakkan kendi didepan rumah yang berisi air segar yang boleh diminum siapa saja yang lewat dan haus…sekarang kita harus bayar untuk sebotol air…..masyarakat rindu gratis….tapi mereka lebih rindu kebersamaan…

    Posted by seno | 18 Maret 2013, 7:16 am
  27. Yang perokok tidak boleh pakai KJS…setuuuujuuuu…… rokok bikin penyakit aja nggak bisa bikin uang…. semoga abah dahlan dan jajaran pemerintah terutama abah Jokowi berani menerapkan bahwa perokok tidak dapat memakai KJS…

    Posted by arofah | 18 Maret 2013, 7:24 am
  28. Jok*wi…harusnya kalo ada program..omong2 dulu laahh..kalo latar belakang seperti ini…yahh yang terima getahnya RS sama dokter dong…

    Posted by duki_1st | 18 Maret 2013, 7:51 am
    • Tidak masalah, Jokowi masih berproses dan perlu banyak belajar (kalau mau) untuk berpikir membuat program
      kerja yang menyeluruh dari hulu ke hilir.

      Semoga tetap fokus untuk memperbaikinya, dan tidak terseret-seret terus menjadi Jurkam teman-temannya.

      Posted by susanto | 18 Maret 2013, 11:40 am
  29. ya tinggal qt tunggu dag-dig-dug nya untuk rakyat sungguhan yg mana.

    Posted by www.heri-miarto.blogspot.com | 18 Maret 2013, 7:51 am
  30. KJS itu sudah baikPak..Dan rasanya program ini yg sangat ditunggu oleh rakya Indonesia yg secara ekonomi tak mampu. Kasus pasien kjs yg sanggup bayar VIP jangan dijadikan tameng atau buah mulut olh para dokter. Emang berapa orang sih yg seperti itu? Sekarang saatnya semua elemen kesehatan berpikir dalam kerangka mencari solusi. Bukan berdalih-dalih. Kita sdh bosan dengan dalih karena tak mengobati yg sakit

    Posted by Evi | 18 Maret 2013, 8:03 am
  31. wah ditunggu jam 5 belum nongol, setelah smp kantor baru nongol nich..
    menjadikan manusia-manusia Indonesia sehat jasmani dan rohaninya, biar tetap semangat membangun negeri tanpa korupsi….

    Posted by SUjatmoko | 18 Maret 2013, 8:05 am
  32. Yang saya sangat banggakan dari Abah semangat untuk mandiri sangat luar biasa, dan siapa saja yang mencoba untuk ikut belajar mandiri, pasti dah ujiannya amat berat dan musuhnya amat banyak,jangankan sekaliber Abah, saya saja semut hitam yang kecil waktu masih ikut kerja perusahaan orang lain pernah mencoba mandiri pake cara kerja saya sendiri yaah…, dihajar habis, dimusuhi dikatakan cari muka (kalau abah dikatakan pencitraan), dikucilkan, Alhamdulillah saya hadapi semua dengan senyum bisa saya buktikan cara kerja saya bisa digunakan (intinya gak boleh marah walau dicaci) sampai akhirnya perusahaan itu tutup dan saya termasuk bagian terakhir yang dikasih pesangon (tabah sampe ahir he..he..),nah bagi saudara-saudara yang mencoba mandiri siap-siap saja musuh akan banyak, tapi jangan takut dengan kerja kerja kerja musuh yang menentang anda untuk mandiri bisa dikalahkan, selamat berjuang untuk semua saudaraku calon-calon pengusaha….., semangat kerja kerja kerja dan sukses selalu.

    Posted by ajipungkasan | 18 Maret 2013, 8:05 am
  33. Semoga Allah selalu memberkahi kita semua selalu sehat dan tidak pernah memanfaatkan fasilitas rumah sakit. Semoga yang mengalami sakit segera dapat disembuhkan dan tidak pernah menggunakan fasilitas rumah sakit lagi karena selalu SEhat. Amin

    Posted by habib | 18 Maret 2013, 8:14 am
    • Amin Allahumma Amin, sehat memang mahal…., semoga kita bisa mensyukuri nikmat yang berharga ini dengan hidup sehat dan kerja kerja kerja…. sukses selalu bangsaku….

      Posted by ajipungkasan | 18 Maret 2013, 8:52 am
  34. bingung, kalau semua kerja keras selalu dituduh sebagai bentuk pentriaan.. tp kalau dg pencitraan ala pa dahlan seperti ini bisa mengubah negeri ini menjadi lebih baik, kenapa kita tak melakukan pencitraan bersama-sama.. lupakan komisi VII, lupakan PLTU tanjung batu, lupkan politikus yg dag dig dug… Kejar Harga Diri Bangsa

    Posted by DEMI INDONESIA | 18 Maret 2013, 8:15 am
  35. ………………

    Posted by ahmad | 18 Maret 2013, 8:18 am
  36. Pak DI menyentil keras jokowi… bisanya hanya bikin heboh2…. emang bisa dikerjakn sndiri… lha klo ada bagusnya dia yg petik untung… P.Dis dg sigap menyelamatknnya tanpa beban apapun…ikhlas demi rakyat, demi indonesia

    Posted by bandung bondowoso | 18 Maret 2013, 8:27 am
    • Ya begitulah…Pak DI ga mau mengkritik karena pak Jokowi adalah idola saat ini. Akan sangat menghabiskan waktu dan energi mengkritik Jokowi, karena akan di-bully pemujanya.
      Saya setuju yang dilakukan Abah, lebih baik energi itu kita gunakan untuk kerja, kerja, kerja memperbaikinya. Meski yang dapat nama tetap ae pak Jokowi hahaha. Kasusnya mirip dengan mobil Esemka, yang susah2 membuat projek dan menggelontorkan dana Mendiknas yang dapat nama Jokowi juga, sedikit sekali yg menginformasikan bahwa itu proyeknya Mendiknas haha…. dunia … dunia

      Posted by susanto | 18 Maret 2013, 11:48 am
      • Sesama tokoh panutan memang harus saling dukung …. Lanjutkan

        Posted by Djoko Sawolo | 18 Maret 2013, 1:37 pm
      • betul mas sus sing waras ngalah….ha ha ha,blusukan yang pertama abah, baju sederhana hitam putih abah, tanpa protokoler abah, cekatan dalam menyelesaikan masalah abah, tapi..ternyata sekarang kebalik, katanya abah yang niru untuk pencitraan……waduh ,politik itu memang licikkkkk…cik cik

        Posted by Silla Keras | 19 Maret 2013, 5:36 am
  37. Semangat senin pagi, keep positive & optimist….

    Posted by fris | 18 Maret 2013, 8:29 am
  38. Mantaps.
    Semangat pagi semua!

    Posted by subedjo | 18 Maret 2013, 8:50 am
  39. Tulisan pak dahlan semakin kering. Smg pak dahlan bisa menekan kembali keinginannya utk mjd presiden, dari 70% ke 0%. Biarlah tangan Tuhan yg bergerak, nafs hanya bergerak mengikuti kehendak Nya….

    Posted by syafiihkamil | 18 Maret 2013, 9:01 am
    • iya. aku jg merasa tulisan pak Bos (he2.., biar dikira mantan anak buahnya pak DI) kali ini kq kurang menginspirasi ya.. semangat semangat !!!!!!!!!!!!!!!!!!!

      Posted by ms | 18 Maret 2013, 10:05 am
    • Bisa iya, bisa tidak.

      Awal-awal tulisan MH muncul kondisi orang2 tidak ada hope, jadinya munculnya MH menjadi sinar terang yang menghebohkan menembus ke hati. Semakin hari sinar itu telah semakin biasa diterima orang2, sehingga ‘greng’ nya menjadi tidak terlalu terasa boleh jadi karena terbiasa, dan sudah sinkron dengan pak DI sehingga ‘alur’ pemikirannya pun terbaca.
      Dalam kondisi sepert ini saatnya untuk ikut bekerja, menebar hope, bekerja, dan menyebarluaskan hope… jangan hanya ingin disinari terus dengan MH-nya pak DI.

      Salam

      Posted by susanto | 18 Maret 2013, 12:43 pm
  40. hitungan 1,29 T masih perlu dikali 12 bulan Pak

    Posted by ishak | 18 Maret 2013, 9:29 am
  41. Semoga para DOKTER bener-bener berpikiran bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati, karena ketika banyak yang sehat, penghasilan mereka berkurang …

    Posted by rahmat | 18 Maret 2013, 9:37 am
  42. mantabs. Pak menteri ini juga terjun mengurusi orang sakit.

    Posted by thapex | 18 Maret 2013, 9:44 am
  43. rakyat sehat negara kuat…asal pejabatnya ga ngembat!!!

    Posted by muh mundir | 18 Maret 2013, 9:45 am
  44. di puskesmas pasien juga membludak, bahkan di hari libur… jadi memang perlu terobosan yang luar biasa untuk mengurai karut-marut persoalan kesehatan di Indonesia… kita lihat saja apakah terobosan Pak Bos bisa jadi solusi untuk permasalahan bangsa

    Posted by Suma | 18 Maret 2013, 9:56 am
  45. “Meskipun mungkin negara belum bisa memenuhi keinginan itu tahun ini, ide tersebut tidak boleh dikubur. Suatu saat nanti pasti bisa dilaksanakan.” Indahnya kata-kata dan cita-cita, serta kebanggaan untuk meraihnya.

    “suatu saat nanti pasti bisa dilaksanakan” adalah motivasi hari ini. maju terus pak Dis, pak Jokowi dan orang-orang yang selau terus berusaha memajukan Indonesia-ku

    Posted by done | 18 Maret 2013, 11:10 am
  46. ..masyarakat kt sbagian besar ‘mental’ nya udh ‘lemah’,senenganya yg gratis smp yg kaya+mampu pun pengenya jg gratis.Smkin brkurang yg bnr2 msh pny hati nurani+malu..apakah ini krn tontonan sinetron/berita2 yg negatif itu,entahlah..yg jls kt prlu ketegasan,disiplin & daya juang utk bekerja keras DEMI INDONESIA..kerja kerja kerja !!

    Posted by koreksi diri | 18 Maret 2013, 11:10 am
  47. sekedar berbagi pengalaman.bukan pengalaman pribadi.tp pengalaman yg dialami langsung oleh orang2 di sekitar saya,saudara istri saya sebut saja namanya yn,sekitar 10 thn yg lalu pernah mengalami sakit di sekitar perut.ketika memeriksakan diri di salah satu klinik di kota kami (batam),dokter mengatakan klw yn menderita gejala usus buntu dan dirujuk kerumah sakit kesalah satu rumah sakit pemerintah dibatam.setibanya yn dirumah sakit yg dirujuk,dilakukanlah pemeriksaan.anehnya,kata dokter dirmh sakit rujukan tsb,diperut yn ada sesuatu dirahimnya,dan harus di lakukan operasi.karena kami org awam.kami menurut saja.parahnya,setelah diperutnya di belah untuk di operasi,dokter tidak menemukan apa2.akhirnya perutnya di jahit lg.setelah diperiksa lg.dokter mengatakn klw yn menderita usus buntu dan hrs dioperasi lg.akhirnya dalam 1 hari itu perut yn dua kali dioperasi.tp dibagian perut yg berbeda.kejadian kedua dialami teman saya yg bernama berinisial ic.ini terjadi baru beberapa bln yg lalu.suatu pagi setelah bangun tidur.ic merasakan perutnya taramat sangat sakit.makin lama tambah sakit,sampai2 berjalanpun ic susah.akhirnya diputuskanlah ic dibawa kerumah sakit.sesampainya dirmah sakit (salah satu rumah sakit besar dibatam).dokter memvonis klw ic menderita penyakit….(saya lupa penyakitnya,tp yg pasti salah satu penyakit berat).dan harus segara dioperasi.ic sudah pasrah.tp teman2 yg lain menyarankan agar ic jgn buru2 mengambil keputusan untuk operasi.akhirnya ic tidak jd dioperasi,hanya rawat jalan saja.dan alhamdulillah sampai sekarang penyakitnya tidak pernah kambuh.kejadian ketika dialami teman sekolah istri saya.ini terjadi br beberapa hr yg lalu.sebut saja namanya rn.beberap waktu yg lalu.rn merasakan ada benjolan di ketiaknya.akhirnya rn pergi memeriksakan diri kedokter.kata dokter itu adalah tumor yg hrs segera dioprasi.karena kurang ykn dengan dokter yg ada di rumah sakit dibatam.akhirnya rn memutuskan untuk melakukan opresai di malaysia.(bg sebagian penduduk batam,berobat di malaysia lebih murah daripada berobat di kota2 lain seperti jakarta dan kota2 lainnya dijawa,selain jaraknya relatif dekat.ongkos yg dikeluarkanpun lbh murah).sesampainya di malaysia.dokter mengatakan klw itu bukan tumor,hanya angin,dan tidak perlu dioperasi.akhirnya rn di beri obat sejenis salep untuk dioleskan.dan beberapa jam kemudian.benjolan diketiaknya la sung hilang.sebenarnya msh masih ada beberapa kejadian yg menimpa orang2 disekitar saya tentang ketidak profesionalnya dokter…yg terlalu panjang klw saya tulis disini.yg jd pertanyaan saya adalah,”menagapa begitu mudahnya dokter2 meyebutkan kata “operasi”,padahal penyakit tersebut semestinya bisa di obati tanpa operasi.maka jangan salahkan jika sebagian penduduk Indonesia ( meminjam kata2 bapak habibie),operasi kutilpun keluar negeri.karena rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada dokter2 negri sendiri.

    Posted by bendot | 18 Maret 2013, 11:20 am
  48. OOT

    To : Pak Dahlan Iskan, mohon Pesawat R80 didukung, Pak

    Wawancara Anak Sulung BJ Habibie
    Pesawat R80, The Next N-250 yang Siap Ungguli ATR
    Rista Rama Dhany – detikfinance
    Senin, 18/03/2013 08:10 WIB

    Jakarta – Anak sulung mantan Presiden Republik Indonesia BJ Habibie, Ilham Habibie mempunyai ambisi untuk melanjutkan impian ayahnya yakni memproduksi pesawat Regio Prop 80 (R80).

    Seperti diketahui, proyek pesawat N-250 yang dikomandani BJ Habibie dihentikan oleh International Monetary Fund (IMF) pada 1998 akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia.

    Jadi bagaimana R80 dibangun, bagaimana prospeknya? Apakah pesawat R80 sama dengan N-250? Berikut petikan wawancara detikFinance dengan Ilham ketika ditemui di kantornya di Kawasan Mega Kuningan, akhir pekan lalu.

    Apa bedanya Gatotkaca N-250 dari BJ Habibie dengan Regio Prop 80 dari seorang Ilham Habibie dan kawan-kawan?

    Beda, N-250 dengan R80 sangat berbeda sekali. Perbedaanya di antaranya dari ukuran, R80 jauh lebih besar dari pada N-250, karena R80 memiliki daya tampung hingga 80 kursi sementara N-250 hanya 50 kursi.

    Sayap pesawat jauh lebih besar dan panjang, karena ukurannya lebih besar jadi diperlukan sayap yang besar untuk mengangkat beban. Landing Gear juga jauh lebih besar dikarenakan badan pesawat lebih besar dari pada N-250.

    Kemudian teknologi kokpit, Aircraft flight control system juga berbeda, ya bisa dibayangkan proyek N-250 dimulai sejak 15 tahun lalu tentunya teknologi sekarang berubah, komputer saja berapa kali kita ganti, handphone sudah berapa kali berubah, pastinya teknologi di pesawat N-250 dan R80 akan jauh berbeda.

    Namun ada sedikit persamaan antara N-250 dengan R80, yakni sayap yang berada di atas badan pesawat, tetap menggunakan baling-baling sebagai penggerak pesawat dan jika dibelah badan pesawatnya lekukan atau konturnya hampir sama dengan N-250.

    Anda tetap mempertahankan mesin pesawat dengan baling-baling. Sebagian masyarakat masih ragu menggunakan pesawat yang menggunakan baling-baling?

    Ya kita pakai baling-baling. Itu lah yang sebenarnya, masyarakat harus banyak diberi penjelasan. Simpelnya saya mau tanya, awalnya pesawat menggunakan baling-baling atau mesin jet? baling-baling kan, ya secara teknologi baling-baling lebih matang, jika matang artinya lebih aman dong, begitu cara berpikirnya.

    Pesawat sekarang banyak yang memakai mesin jet dikarenakan pesawat bermesin jet memang dikhususkan untuk jarak jauh. Tapi sebenarnya antara mesin jet dengan mesin baling-baling pada pesawat sama saja, tidak terlalu berbeda karena mesinnya sama.

    Kalau Jet namanya Turbo Jet, kalau baling-baling namanya turbo prop. Jet lebih cepat karena dorongan jet memang lebih cepat karena dihembuskan dari belakang namun konsekuensinya konsumsi bahan bakar jauh lebih boros, bahkan sangat boros.

    Mengapa anda memilih R80 tetap menggunakan baling-baling?

    Pesawat baling-baling didesain untuk jarak tempuh yang pendek. Mengapa? dengan baling-baling konsumsi bahan bakar akan jauh lebih irit. Bandingkan jika maskapai menggunakan pesawat jet untuk jarak pendek, waduh itu luar biasa borosnya.

    Selain itu melihat luasnya negara kita dari Sabang-Marauke, yang terdiri banyak pulau dan jarak antara satu kota ke kota lainnya cukup dekat jika menggunakan pesawat. Asal tahu saja, saat ini semua maskapai sangat terbebani jika harga minyak (Avtur) naik, mereka pusing tujuh keliling, kenapa? Karena konsumsi avtur mencapai 50% lebih dari seluruh ongkos operasi.

    Beberapa negara juga saat ini menerapkan aturan, bahwa pesawat terbang harus irit bahan bakar, karena ini menyangkut dengan emisi dan lingkungan hidup, banyak orang bilang emisi di atas (pesawat) lebih berbahaya 8 kali bagi lapisan ozon dari pada yang dari daratan. Bahkan perusahaan pesawat memang diwajibkan produksi pesawat yang irit bahan bakar karena jika tidak mereka bisa kena pinalti atau denda pajak yang sangat tinggi.

    Dan R80 memang didesain untuk jarak tempuh yang kurang dari 600 km atau jarak pendek. Sehingga sudah pastinya R80 ini akan sangat irit bahan bakar. Makanya maskapai seperti Citilink, Wingsair memilih rute-rute pendek dengan menggunakan pesawat bermesin baling-baling seperti ATR.

    Anda terkesan sangat ambisius untuk bisa memproduksi pesawat? Punyakah anda uang?

    Ambisius? saya yakin masih banyak orang di Indonesia ini yang mempunyai semangat. Dirgantara dan saya salah satunya.

    Uang? saat ini dalam tahap awal diperlukan US$ 400 juta dolar. Tapi itu bukan dana dari pribadi saja sendiri, ada beberapa modal dari beberapa kalangan tetapi juga pribadi bukan dana perusahaan.

    Dan nanti suatu saat, ketika perusahaan atau R80 ini berkembang dan memerlukan dana besar, kita bisa melepas saham ke publik.

    Banyak orang salah paham juga, bahwa perusahaan yang kami dirikan yakni PT Ragio Aviasi Industri (RAI) yang merupakan perusahaan gabungan dari perusahaan miliknya yakni PT Ilthabie Rekatama dengan PT Eagle Cap adalah perusahaan miik Erry Firmansyah yang merupakan mantan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mendirikan pabrik pesawat menyaingi PT Dirgantara Indonesia (DI).

    Tidak, yang benar R80 akan produksi menggunakan pabrik PT DI, dan nantinya PT DI juga akan menjadi salah satu pemegang saham di PT RAI.

    R80 nanti kelasnya di mana? Menyaingi Airbus, Boeing atau ATR?

    Patokan kita harus di atas ATR. Acuan kita pasarnya ATR, sama-sama menggunakan baling-baling. Namun R80 akan di atas ATR, mengapa? Pertama kapasitas penumpang kita akan lebih besar yakni 80 kursi sementara ATR maksimal hanya 70 kursi, ATR sampai saat ini belum bisa memproduksi lebih dari 70 kursi.

    Kelebihan R80 lagi dari pada ATR, mesin kita lebih cepat namun lebih irit bahan bakar, tapi tidak lebih cepat dari pada jet, karena kalau sama kecepatannya dengan jet artinya sangat boros bahan bakar.

    Jadi patokan R80 harus di atas ATR namun harganya jauh lebih murah dari pada ATR. Lebih murah itu wajib karena produksi kita ada di Indonesia, suku cadang juga dibuat di Indonesia.

    Akankah R80 ini bisa bersaing dengan produsen pesawat di dunia? Akankah laris manis di pasar dalam negeri, tunggu pada 2018 nanti.

    Ya target kami R80 sudah bisa produksi pada 2018 nanti.

    (rrd/ang)

    http://finance.detik.com/read/2013/03/18/080410/2196356/459/pesawat-r80-the-next-n-250-yang-siap-ungguli-atr?f991107wawancara

    Posted by Marshall D.Teach | 18 Maret 2013, 11:47 am
  49. Selama ini silent reader,tp akhirnya kepengen juga ikut komen… sejak baca CEO NOTES, aku lgsg kagum sama DI, ini buku nonfiksi pertama yg aku lahap sekaligus dalam 1 kesempatan, alias langsung baca sampe lembar terakhir. Mdh2an Allah senantiasa memberikan nikmat sehat dan istiqomah untuk DI dan semoga makin banyak putra putri Indonesia yg menjadikan beliau sebagai contoh dan pemicu semangat untuk berkarya.
    Untuk Para Dismania,aku lg kesel liat Berita2 Miring Ttg DI,boleh Usul,setiap Membaca Berita Negatif Di Portal Berita Manapun,kirimkanlah Komentar Kita Untuk Meng-counter- berita Tersebut

    Posted by kirana | 18 Maret 2013, 1:25 pm
  50. kalau gini ceritanya, rasanya rakyat indonesia akan lebih semangat bayar pajak.
    Mantab….

    Wassalam.

    Posted by nuryadid | 18 Maret 2013, 1:43 pm
  51. Berbicara mengenai askes memang agak kompleks buat kita yang nota bene penghasilan masyarakat bawah yang masih hanya berstandard sekedar cukup makan. atau bahkan kurang sehingga mereka tidak memikirkan kesehatan, tetapi pihak lain banyak juga masyarakat kecil kita yg lebih mementingkan membeli rokok daripada untuk kesehatan. Makanya yang terpenting dulu adalah dipintarkan dulu masyarakatnya dengan pendidikan gratsi selama 9 tahun dan pendidikan karakter yg baik. Kalau berdasarkan pengalaman saya di Jepang, pasti Mas Putu juga tahu bahwa kita semua baik warga negara Jepang maupun warga negara asing yang tinggal harus ikut asuransi kesehatan, tetapi preminya tergantung penghasilan kita. Dengan 3 anak dan 1 suami saya harus membayar 105.000 yen per tahun ini dengan penghasilan saya (bukan beasiswa, kalau hanya beasiswa saja tidak dihitung sebagai penghasilan) sekitar 1.445.000 yen setahun. Ini karena saya mendapat part time sebagai research asistant. Tetapi tahhun pertama saya hanya bayar 40.000 yen. Tetapi kartu asuransinya bisa dipakai disemua rumah sakit serta praktek klinik maupun swasta sehingga semua pasien bisa dilayani, kalau membutuhkan penenagan yg lebih mendalam mereka dapat merujuk ke rumah sakit besar atau rujukan. Memeang tetep masih ada kontribusi karena kita ditanggung oleh asuransi sebesar 70% dari total pembayaran alias kita hanya membayar 30 % saja. Dan untuk pasien yg tidak mampu untuk tindakan tindakan yg besar misal operasi pembiayaan ditangggung oleh pemerintah kita hanya membayar bea sewa piyama dan makan. Sehingga bila KJS yang dicanangkan Jokowi dan preminya dibayarkan oleh balaikota sebenarnya sudah bagus, hanya karena sarana kesehatan terbatas hanya di puskesmas yg berada di setiap kecamatan menjadikan membludaknya warga miskin lari ke sana. Sedangkan di Jepang semua elemen perangkat kesehatan sampai ke dokter praktek bharus berintegrasi dengan asuransi dan kartu bisa dipakai di mana saja. Bahkan dokter prakteks spesialis sekalipun bisa menggunakan asuransi nasional ini. Kalau semua dokter praktek juga terintegrasi dengan asuransi mungin pasien KJS tidak akan membludak ke rumah sakit pemerintah saja tapi bisa terbagi-bagi di dokter praktek klinik maupun klinik dan rumah sakit swasta tanpa harus ada grundelan dan saling lempar tanggung jawab untuk pasien kritis yang harus segera tertangani. Semoga..

    Posted by bundashabrina | 18 Maret 2013, 2:52 pm
    • Betul3… kata upin ipin… Btw Bunda msh Disitu kah???
      Ya kalau dinegara maju hal ini bukan masalah yg rumit… karena emang mereka berkeinginan untuk maju…
      Dan Mereka juga prinsipnya menjaga kesehatan sehingga tidak mudah sakit…

      Di Indonesia ini yg rada Aneh…
      Yg Mudah dibuat susah…
      Mau bayar pun masih dipersulit…
      Yg GAMPANG BYK, TAPI WANI PIRO…

      dgn Gebrakan DIS yg Melaporkan KONG X KONG PEJABAT/Anggota Dhewan di BUMN… Yg kata orang Bisa masuk Nominasi 8 Keajaiban Dunia… sudah mengurangi 20% Korupsi Di Negri ini…

      JADI… Saya PERCAYA… Dgn KEMAUAN 24 KARAT dari DIS DAN REKAN2 BUMN…
      BPJS INI DAPAT TERLAKSANA SETAHUN LAGI…
      Atau Minimal 85% sudah Realisasi… dan BUKAN JANJI2 MANIS LAGI… DAN BUKAN O-M-D-O… (OMong DOang).

      Salam,
      Putu

      Posted by PUTU | 18 Maret 2013, 4:03 pm
  52. Mantab, surantab.

    Posted by Download Free Software | 18 Maret 2013, 3:05 pm
  53. Masalah KESEHATAN, PERUMAHAN DAN PENDIDIKAN…
    adalah menyangkut hajat hidup orang byk,
    menyangkut akhlak bangsa,
    menyangkut kebanggaan bangsa,
    menyangkut Kemajuan bangsa…
    CUMA KOK DISEPELEKAN OLEH BANGSA INI…
    KEMANA PEJABAT YG BERTANGGUNGJAWAB…

    Jangankan 1.2Triliun yg Bapak Dahlan Iskan Minta…
    Kalau Saya Presidennya Saya Kasi 20 Triliun….
    ASAL,,,
    SUBSIDI BBM DIKURANGI….
    SUBSIDI BBM Tahun 2012 SEBESAR 300TRILIUN ADALAH MASALAH BESAR…
    TAPI MASYARAKAT TIDAK DIBERI PENGERTIAN…
    SEHINGGA TIDAK MENGERTI…
    JADI UJUNG2NYA DEMO MELULU…

    COBA PEMERINTAH BERANI MENAIKAN BBM… GA USAH MAHAL2…
    CUKUP 1000-Perak Setiap 6 Bulan…
    Maka dgn asumsi penggunaan 50Jutakiloliter didapat saving kasar = 50 TRILIUN…
    JADI SEPERTI JANJI SAYA :
    20 TRILIUN Untuk BPJS –> RUMAH SAKIT KLAS 3 GRATIS POOLLL
    10 TRILIUN Untuk Subsidi Rumah Buruh… Atau Kelas Marunda-lah… Bonus TV dan Kulkas…
    15 Triliun Untuk Pendidikan Gratis Sampai SMA, PLus Buku2 gratis, PLus bonus Kuliah Gratis perguruan tinggi untuk siswa tidak mampu dan Berprestasi…
    5 TRILIUN Untuk Subsidi Langsung Tunai, buat mengcover Inflasi Dadakan…

    ITU JIKA SAYA MIMPI JADI PRESIDEN…
    GA MULUK2 JANJI SAYA DECH… hahahaha…

    Harapan Saya Jika DIS Menjadi RI-1, Masalah Cecereme ini sudah bisa terselesaikan….
    Ayo Dukung Beliau jika ANDA Ingin Perubahan ke INDONESIA BARU…
    Jakarta sudah Memulainya dgn Jokowi…
    Indonesia harus Memulainya dgn DAHLAN ISKAN…

    HIDUP BANGSAKU…. MERDEKA!!! (YG BENAR BENAR MERDEKA)…

    Salam Dahlanis,
    Putu

    Posted by PUTU | 18 Maret 2013, 3:53 pm
  54. Bukan hanya di di dinkes, disetiap jajaran SKPD DKI jg ada resistensi.
    dinkes dikuasai oleh dokter. dan mereka itu orang-orang “pinter” yang juga kelamaan berenang dalam kolam birokrasi yang lamban dan keruh……

    namun sy tidak hawatir karena diantara mereka pasti ada pandawanya, yang saat ini belum mencolok ke permukaan…..

    Posted by syafiihkamil | 18 Maret 2013, 5:10 pm
  55. Update Informasi Acara Kopdarnas DahlanIs
    – Edisi Minggu ke-4, 18-24 Maret 2013
    – Resume dari berbagai informasi di sosmed
    – Update bersifat sementara sampai ada release resmi dari Tim Enam.
    – Mohon koreksi jika ada kesalahan
    —–
    Nama Acara: KOPDAR PERTAMA DAHLANIS INDONESIA, “BANDUNG LAUTAN API”
    Hari & Tanggal : Sabtu-Minggu, 6-7 April 2013
    Waktu: Sabtu, 8:00 – Minggu, 16:00 (tidak termasuk acara serba-serbi hari Jum’at dan Senin jika ada)
    Lokasi:
    – Acara umum di Wisma Bina Marga, Jalan Riau, Bandung, Jawa Barat
    – Bedah buku bersama Dahlan Iskan di Aula Bandung Ekspress
    Pembicara/Undangan:
    – Bapak Dahlan Iskan, Menneg BUMN (Sabtu 14.00-selesai)
    – Prof Dr Hamdi Muluk, Konsultan Komunikasi (jika memungkinkan)
    – Rhenald Khasali, Konsultan Pemasaran (jika memungkinkan)
    – Uge A Ridwan, Konsultan Komunikasi (jika memungkinkan)
    Penyelenggara:
    – Fasilitator/EO: Team Enam
    – Ketua/Penanggung Jawab Tim Enam: Agung Pamujo.
    – Wakil: Aris Sudanang
    – Akomodasi: Bandung Ekspress
    – Kontributor: All DahlanIs
    Contact Person (No. HP bisa inbox di fb beliau-beliau):
    – Agung Pamujo, Tim Enam
    – Aris Sudanang, Tim Enam (b)
    – Bahar Maksum, Tim Enam
    – Djono W. Oesman (DWO), Tim Enam
    – Joko Intarto (JTO), Tim Enam
    – Surya Aris, Tim Enam (a)
    – Yu ‘Srie, Tim Enam
    – Baharmi Tjempaoe, Lurah DahlanIs Jatim
    – Siswo Nugroho, Lurah DahlanIs Jateng
    Draft Acara tanpa Ishoma:
    a. Acara wajib/inti:
    – Pembahasan dan Sosialisasi Tata tertib Kopdarnas (Sabtu 08.00-makan siang)
    – Bedah buku bersama Dahlan Iskan (Sabtu 14.00- selesai)
    – Pembahasan struktur dan tata kelola organisasi Dahlanis (Sabtu malam)
    – Pembahasan program kerja Dahlanis (Sabtu malam)
    – Sosialisasi Dahlanis (bersama PJTV car-free day)
    – Sosialisasi program kerja Dahlanis
    b. Acara pendukung lain (jika memungkinkan, dan masih menerima masukan)
    – Pameran UMKM
    – Seminar/Training
    – Donor darah
    Fasilitas:
    – Penginapan untuk 500 orang semalam (untuk yang datang Jum’at malam dipersilakan menginap di aula Bandung Ekspress)
    – Makan 5x
    Dress code: Bebas sopan
    Harga Tiket Masuk: Gratis

    Form pendaftaran:

    https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dEpPdGYzS0plRjNoWUR3eUl4ZG9qWEE6MA

    Jumlah peserta yang sudah conform untuk hadir: 160 orang
    (Data per 3/18 dari informasi Pak Baharmi tentang pendaftaran di google.docs. Ada juga peserta yang tidak mendaftar di sana tapi positif hadir)

    Info lain-lain:
    a. Untuk koordinasi per wilayah, silakan hubungi:
    – Batam, hubungi Agustian Hasan (fb)
    – Bandung, hubungi Fahmi (fb)
    – Bogor, hubungi Mang Encep (fb)
    – Brebes, Tegal, hubungi Aiz Scooterist (fb) atau Duren Zundha (fb)
    – Jabodetabek (- Bogor), hubungi Joko Intarto atau Tim 6 lainnya (fb, twitter)
    – Lamongan, hubungi Hendi Siswoyo (fb)
    – Madiun Karesidenan, hubungi Widodo Madiun (fb) atau Sitanggang Parsamosir (fb)
    – Malang, hubungi Yuni Widyawati Rasyad (fb)
    – Mojokerto, hubungi Warijan Satria Hadi (fb)
    b. Pemesanan
    – Pemesanan sepatu DI 299rb silakan hubungi Septi Elyska Bagus Sismianto, bendahara Pipit Yuswarsih
    – Pemesanan kaus DI, di Manufacturing Hope Clothings
    – Pemesanan tiket Surabaya-Bandung, dengan KA Pasundan Rp240.000, hubungi Pipit Yuswarsih, paling lambat 20 Maret 2013

    Web/blog/grup-grup afiliasi:
    http://www.dahlanis.com/
    http://dahlaniskan.wordpress.com/
    http://kickdahlan.wordpress.com/
    http://catatanmuriddahlan.wordpress.com/
    https://www.facebook.com/groups/dahlanis/
    https://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/
    https://www.facebook.com/Catatan.Dahlan.Iskan?fref=ts

    Posted by apasaja | 18 Maret 2013, 5:15 pm
    • Mantaff informasinya Kang APASAJA…
      Mdh Sukses acaranya…
      Pengen ikutan cuma bingung ama anak istri nich… xixixixi…

      Posted by PUTU | 18 Maret 2013, 7:19 pm
      • Do’anya saja Bli kalo misal tidak bisa ikut mah. Saya juga ijin anak istri dulu, dapet surat jalan baru berani hehe. Tapi saya do’akan mudah-mudahan ada cara yang dipilihkan Tuhan sehingga bisa ikut. Kan Kakak Mang Encep berangkat satu Bogor, Bonzo mau juga tuh. Bli Putu juga dunk.

        Posted by apasaja | 19 Maret 2013, 9:47 am
        • KANG APASAJA, Terima Kasih Doanya…
          Saya dan Istri akan Kesana, mdh tidak ada kendala…
          Berangkat dari Bekasi Sabtu pagi, target kira2 jam 10-an sampe bandung… pulang minggu sore-lah…

          Saya coba ikut mendukung Gerakan Dahlanis Indonesia…
          Mudah2an Semangat Pembaharuan ini bisa terus bergerak dan membesar…
          Dan pada saatnya lagi mudah2an bisa jadi juru kampanye abah yg handal…

          Posted by PUTU | 19 Maret 2013, 6:42 pm
          • Jiahaha, sama dong dari Bekasinya mah. Beda jalan aja, ketemu di Bandung ya (kalau tidak ada kendala juga). Di dunia maya juga udah jadi jurkam Abah yang handal kok, di dunia nyatanyapun saya yakin akan begitu. Saat kopdar ini saat 1000% meyakinkan langsung dari tokoh yang diidolakan, supaya tidak ada ganjalan apalagi saat banyak berita miring tentang beliau.

            Posted by apasaja | 21 Maret 2013, 7:36 am
        • Oh ya, terakhir saya daftar udah sampai ke 181 orang…
          saya rasa 2 minggu lagi udah kuorum tuh…
          Hayo Hayo siapa menyusul lagi…

          Posted by PUTU | 19 Maret 2013, 6:48 pm
    • Informasinya lengkap Kang. Matur Nuwun.

      Posted by Manihot Ultissima | 19 Maret 2013, 2:01 pm
      • Nggih Kang Mas, sami-sami … Sampeuna tos asak teu? Asa waas mun ngary-ngaruy dina bale-bale, ngagetruk gula kawung jeung sampeu haneut. Nginumna cikopi. Bari jeung ngawangkong ngobrolkeun Abah Dahlan Iskan. Heuheuy deudeuh

        Posted by apasaja | 22 Maret 2013, 2:07 pm
    • mantap bro.. kapan ya bisa kopdar di surabaya atao di jawa timur tempat sang jendral dilahirkan?…saya pingin ikut tapi ….. mungkin saya sementara kirim doa aja semoga semua lancar dan sukses selalu..

      Posted by Suhardi | 19 Maret 2013, 6:39 pm
      • Setahu saya secara lokal di Surabaya atau Jatim sangat sering kopdar, apalagi yang per RT-nya. Terakhir mendampingi Ricky Elson … Coba hubungi lurah Jatim Baharmi Tjempaoe (facebook). Kalo untuk kopdarnas, mungkin Halo-halo Bandung dulu. Nanti kalo bisa jadi agenda rutin dahlanis, bisa aja muter, ke Jatim, Bali, Mataram, Papua, Atjeh, Batam, Palembang, Makassar, Hongkong, Korea, Eropa, dll. Gapapa toh? Semoga aja seiring kemakmuran merata di negeri ini kita semua mendapatkan kemungkinan menyelenggarakan acara di manapun tanpa harus banyak mikir biaya. Hehe.
        Thanks

        Posted by apasaja | 22 Maret 2013, 9:37 am
    • Baru mulai menerapkan 3K (kerja, kerja, kerja) dan fokus. Jadi engga bisa ngikut dulu. Nitip do’a buat kesuksesan acara. :)

      Posted by Adit(pun) Bisa | 19 Maret 2013, 6:50 pm
      • Amiin. Do’a juga sangat penting untuk keberlangsungan acara ini. Yang jelas, apapun yang dilakukan, semangat dan motivasi di baliknya itu yang terpenting, Demi Indonesia yang lebih baik.

        Posted by apasaja | 21 Maret 2013, 7:23 am
    • Di copy Kakak Apasaja….and Txqu..

      Posted by N. SORRI.. | 20 Maret 2013, 7:49 am
      • Abis dicopy, terus jangan lupa dipaste ya, hehe. Kakak N. Sorri datang kan?

        Posted by apasaja | 21 Maret 2013, 7:22 am
        • Insya Allah……Kakak Apasaja..
          Beta berangkat dari tgl.02 April Waingapu ke Makasar sm istri,
          kmd berkt ke Jkt tgl.05 April dan ke Bdg tgl.05 April hbis Azar
          dengan Bus Primajasa dari Ckg.(sendiri).
          Balik tgl 08 April pagi ke Mksr sklian jemput istri..
          kmd ke Kupang…(maklum sklian bawa paculan)..
          Mhn do’anya sobat Dahlanis,mdh2an sonde ada halangan…
          Mksih and salam Dahlanis..

          Posted by N. SORRI.. | 23 Maret 2013, 7:53 pm
    • Update peserta kopdarnas per kota
      Hidup Kakak Mang Encep, kompor Bogor …
      Ayooo yang lain. dari KL ada, Papua ada, Kalimantan, Sulawesi, NTB, Palembang, Batam ada. Ayooo, yang ayooo!!!!
      —–
      Kota Total Persen
      —–
      Bogor 55 30%
      Surabaya 15 8%
      Malang 13 7%
      Bandung 7 4%
      Bekasi 7 4%
      Jakarta 6 3%
      Pasuruan 5 3%
      Madiun 5 3%
      Gresik 5 3%
      Cianjur 5 3%
      Tasikmalaya 3 2%
      Tangerang 3 2%
      Serang 3 2%
      Mojokerto 3 2%
      Ciamis 3 2%
      Lamongan 3 2%
      Tanjungpinang 2 1%
      Depok 2 1%
      Sukabumi 2 1%
      Solo 2 1%
      Sidoarjo 2 1%
      Pekalongan 2 1%
      Nganjuk 2 1%
      Blitar 2 1%
      Brebes 2 1%
      Yogyakarta 1 1%
      Makassar 1 1%
      Batam 1 1%
      Manokwari 1 1%
      Magetan 1 1%
      Murung Raya 1 1%
      Lombok Timur 1 1%
      Palangka Raya 1 1%
      Palembang 1 1%
      Wonogiri 1 1%
      Lombok Tengah 1 1%
      Ponorogo 1 1%
      Semarang 1 1%
      Garut 1 1%
      Jember 1 1%
      Sidomulyo 1 1%
      Situbondo 1 1%
      Kuala Lumpur 1 1%
      Sragen 1 1%
      Kota Batu 1 1%
      Balikpapan 1 1%
      Karawang 1 1%
      Jombang 1 1%
      Cirebon 1 1%
      Tuban 1 1%
      Tulungagung 1 1%
      —-
      Grand Total 185 100%
      —-

      Posted by apasaja | 22 Maret 2013, 2:03 pm
  56. Pak DIS Ysh, saya bangga bahwa Bapak memikirkan rakyat ….. dimulai dari transportasi di atap kereta, jalan raya, peningkatan public service kini sudah ke kesehatan rakyat banyak..

    Pak DIS setelah kesehatan tolong Bapak bantu bagaimana harga-harga makanan supaya turun pak… harga makanan kini sangat mahal sementara rakyat/penduduk Indonesia harus makan setiap hari…
    Bagi golongan menengah keatas biaya makanan naik tidak terasa. karena uang untuk membeli mencukupi .. tetapi bagi rakyat kecil untuk makan sangat susah… sementara restaurant restaurant mewah dipenuhi banyak orang, korupsi membuat kita terperangah seorang jendral, pegawai pajak punya rumah lebih dari sepuluh dan rumah itu tidak dipelihara dengan baik… namun rakyat banyak yang tidak punya rumah , mengontrak rumah kecil dijejali banyak orang… untuk makan saja susaaah….

    Saya selaku pegawai masih bisa makan 3 x sehari, tinggal di tempat nyaman dan makan seminggu sekali ke restaurant.. tetapi dengan melonjaknya harga-harga makanan terbayang wajah-wajah rakyat banyak… gaji tidak naik… penghasilan susah… sementara kebutuhan hidup naik terus… mengapa pemerintah mengabaikan kenaikan harga-harga makanan? kenapa DPR hanya disibukan dengan saling fitnah saling tuding…menjelekan pemerintah… seharusnya pejabat-pejabat Lembaga negara bersatu padu menjalankan amanah agar rakyat sejahtera …. bukan mengurus segelintir orang dan golongan….

    Pak DIS bantu rakyat kecil pak… abaikan fitnah maupun kata-kata tidak etis dari wakil rakyat di DPR.. wakil rakyat iri kepada Pak DIS, karena Pak DIS selaku konglomerat dan menteri negara bisa turun kebawah… sebagian wakil rakyat merasa gengsi turun ke bawah… mereka masih ingin mempertahankan sikap sebagai seorang yg butuh dihormati dan takjub akan harta ….

    Saya yakin Pak DIS adalah pimpinan untuk rakyat kecil… berilah kesejahteraan kepada rakyat banyak… jangan kesejahteraan untuk segelintir orang… kita harus malu banyak rumah/apartemen kosong tdk terawat karena alasan investasi… padahal itu hanya keserakahan saja… pimpin rakyat agar mau bekerja bekerja bekerja… jangan mau uang mengalir dengan mudah …halal haram hantam…

    Maaf Pak DIS ini sekedar luapan hati seorang rakyat biasa yang tidak tega melihat ketidak adilan di kehidupan yang semakin berat ….

    Semoga Pak DIS selalu dalam lindunganNYa.

    Posted by dewi syahrul | 18 Maret 2013, 5:46 pm
    • Saya tahu dengan pasti bahwa telah banyak pemikiran, ucapan dan usaha yang Pak Dahlan gelontorkan demi kesejahteraan rakyat… Namun apa boleh buat, Pak Dahlan hanyalah seorang menteri dengan “nomor punggung” 42… masih banyak pihak lain yang kastanya lebih tinggi dari Pak Dahlan, dan tidak jarang (maksudnya sering kali) terobosan-terobosan Pak Dahlan dipandang sebelah mata bahkan dianggap sebuah ketololan oleh para senior-seniornya… Sekarang saya baru tahu betapa hinanya seorang Dahlan Iskan dimata orang-orang yang mengelilinginya. Tidak cuma hina dimata kebanyakan anggota dewan juga pemerintahan, tapi banyak juga jajaran BUMN yang diam diam masih mencerca dan menghina Pak Dahlan dibelakangnya… Tapi semoga hinaan, cercaan, dan fitnah terhadap Pak Dahlan semakin menyadarkan dia bahwa the only way to change this nation, is to lead it. Aamin

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 18 Maret 2013, 7:55 pm
      • Saya sedih sekali dengan kenyataan yang diungkapkan mas Erick ini. Ternyata orang-orang yang tidak mau maju di pemerintahan dan BUMN lebih banyak dari perkiraan saya. Pantas saja yang kerja keras hanyalah Dahlan Iskan sendiri, single fighter.
        Sepakat dengan mas Erick, dan mohon terus memotivasi Pak Dahlan Iskan untuk lead us, He must lead us to change our nation. Ya Allah makmurkan dan sejahterakanlah negeri Indonesia melalui tangan pak Dahlan Iskan sebagai presiden mendatang. Amin.

        Posted by Aldizy | 19 Maret 2013, 1:20 am
      • betul betul betul, ternyata sebagian besar pimpinan BUMN sekarang ini banyak yang menaruh salah satu kakinya ke PARTAI POLITIK, hitung hitungannya masih lama di BUMN dari pada masa jabatan pak dahlan, seperti yang saya lihat ada salah satu direktur BUMN melakukan “kampanye” dengan salah satu calon gubernur di suatu daerah….strategi yang jitu…ternyata tidak semua pimpinan BUMN loyal terhadap pimpinannya sekarang…,makanya program program yang dicanangkan oleh pak dahlan banyak yang macet ditengah jalan…”baru tau saya’..

        Posted by Silla Keras | 19 Maret 2013, 5:54 am
      • Bung Erick, Emang Ini Negri dongeng… yg salah dibenar2kan… yg benar disalah2kan…
        Tapi tak usah kuatir… dgn kemauan 24karat abah Dahlan Iskan saya rasa gonggongan anggota dhewan itu akan berlalu dgn sendirinya…

        Jika Abah sudah masuk bursa Capres saya akan dukung 24karat juga…
        saya punya pasukan 10rb-an lah yg bisa saya komporin untuk mendukung abah DIS… hehehe….

        Posted by PUTU | 19 Maret 2013, 5:54 pm
        • Mantap bli Putu , eh lupa met Galungan & Kuningan. Smg abah semakin dikuatkan dgn adanya kopdar dahlanis. Smg sukses dan bs berpindah tempat u mengakomodasi Dahlanis di daerah. Rakyat Indonesia akan dibawa kemana oleh pemimpin2 kita , ,mau ke jurang ato surga ?????

          Posted by Sulistiono | 22 Maret 2013, 8:49 am
          • Terima kasih bung Sulistiono..
            Rakyat Indonesia sudah pintar… terbukti di beberapa pilkada…
            tinggal pilpress,,, kalao pilihan benar, maka Indonesia akan meroket…

            Posted by PUTU | 22 Maret 2013, 9:32 pm
    • bu dewi bagaimana kalau kita berdoa bersama-sama agar ada ada tsunami besar yang akan menghabiskan orang – orang yang berfikir picik dan hanya mementingkan diri mereka sendiri tanpa mau melihat penderitaan masyarakat lainnya. orang – orang yang tidak ingin melihat rakyatnya sejahtera. orang – orang yang tidak bisa melihat orang yang bekerja dengan benar dikarenakan kacamata yang mereka pakai adalah kacamata birokrasi, bukan kacamata kesejahetraan bersama. (maaf lagi galau……………. jadi agak ngalantur)

      Posted by jatmiko | 21 Maret 2013, 8:55 am
  57. Aduh2… kalo sudah begini apa mau dikata…
    Bangsa ini emang kadang ga menghargai milik sendiri, ketika pindah haluan baru dech uring2an….

    http://forum.detik.com/wow-lion-air-dicuri-malaysia-pemerintah-kebakaran-jenggot-t654211.html?nd771104forum

    ===================================
    Thumbs up Wow Lion Air Dicuri Malaysia, Pemerintah Kebakaran Jenggot

    Suatudunia.com – Wow Lion Air Dicuri Malaysia, Pemerintah Kebakaran Jenggot – Kabar mengejutkan datang dari Lion Air, maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia. Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana mengatakan maskapai berlogo singa terbang itu akan memindahkan pangkalannya ke Malaysia.

    Gara-garanya, Lion Air kecewa berat dengan Perum Angkasa Pura I. Awalnya Lion Air ingin membuat hub di Manado yang akan menghubungkannya ke Jepang, China, Korea, dan Taiwan. Dana Rp 7 milyar sudah habis untuk pembelian dan pembebasan tanah. Peresmian peletakan baru pertama dilakukan langsung oleh Menteri Perhubungan Freddy Numberi. Eh, ujung-ujungnya Perum Angkasa Pura I meminta bagian saham Lion Air sebanyak 51%. Terang saja Rusdi Kirana marah besar.

    Malaysia jeli melihat peluang ini. Malaysia lantas menawari Lion Air untuk memindahkan hub-nya ke Johor Bahru di atas tanah seluas 2.5 hektar dengan sewa hanya $ 3600 perbulan (murah sekali!). Setelah 10 tahun kawasan itu akan sepenuhnya menjadi milik Lion Air. Dan tentu saja Lion Air tidak akan direcoki dengan permintaan aneh-aneh seperti yang dilakukan Perum Angkasa Pura I.

    Pemerintah kontan kebakaran jenggot. Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Perhubungan, Bambang Ervan mengatakan pemerintah menyayangkan langkah Lion Air itu dan berjanji akan membujuknya supaya jangan memindahkan investasi dari Indonesia. Jelas saja pemerintah takut dan panik, karena Malaysia sejak lama sudah menjadi hub AirAsia, maskapai penerbangan murah terbesar di Asia. Jika Lion Air pindah kesana maka lengkaplah dominasi Malaysia dalam bisnis penerbangan.

    Belum lagi kita bicara tentang Malaysia Airlines yang jaringannya merambah ke lima benua dan memiliki codesharing partners dengan aliansi SkyTeam serta Star Alliance. Jangan-jangan semua maskapai penerbangan di Indonesia bisa gulung tikar digilas Malaysia, termasuk Garuda Indonesia.

    Jangan selalu menyalahkan Malaysia sebagai negara maling. Mereka hanya memanfaatkan hal-hal yang dibuang di Indonesia. Ketika lagu daerah tidak lagi dinyanyikan oleh anak-anak kita, Malaysia lantas memanfaatkannya dan kita marah-marah. Ketika Sipadan-Ligitan kita telantarkan, Malaysia mengundang investor untuk masuk kesana, dan hal inilah yang menyebabkan Pengadilan Internasional di Den Haag memenangkan klaim Malaysia. Ketika doktor-doktor kita tidak dihargai di negara sendiri, Malaysia dengan senang hati memunguti doktor-doktor cerdas itu. Dan ketika Lion Air dipermainkan oleh Perum Angkasa Pura I, Malaysia mengundangnya untuk berinvestasi di negara jiran itu.

    Siapa yang salah? Jelas Indonesia. Tapi kenapa kita selalu marah-marah ketika negara lain memanfaatkan kedunguan kita? Dari sejak jaman Bung Karno sampai sekarang kita selalu marah-marah dengan Malaysia. Apa hasilnya? Nol. Zero. Nil. Kosong. Yang terjadi malah sebaliknya: kita semakin miskin dan tetap marah-marah, mereka semakin kaya sambil tetap tersenyum!

    Posted by PUTU | 18 Maret 2013, 5:54 pm
    • Itulah realitas di negara kita, tidak tanggap dengan potensi masa depan. Gak usah jauh-jauh Bli Putu menilai di scope nasional, utk scope kecil, tingkat universitas saja, saya sudah 2x melihat rekan sendiri yang punya rekam jejak yang outstanding, S3 lulusan universitas di Amerika dan Australia, di-black campaign, difitnah agar gagal menjadi pimpinan unit karena pesaingnya merasa tidak akan menang dan bisa menyaingi prestasi mereka berdua. Celakanya black campaign dan fitnah itu dipercaya orang lain. Akhirnya salah satu doktor tersebut dipungut oleh Malaysia.

      Posted by Aldizy | 19 Maret 2013, 12:56 am
  58. Mohon info dari dahlanis. Saya ingin belajar jurnalistik secara on line, saya sudah lama ingin belajar menulis berita yang ringan tapi menari seperti P DI. Tapi belajarnya lewat mana ya? tolong diberi link untuk saya. Percuma jadi penggemar p DI tetapi tidak mendapat setetes ilmunya. please ya kawan…

    Posted by merautharapanpadapelangi | 18 Maret 2013, 7:28 pm
  59. Insya Allah ikut…kalau langsung meluncur ke Bandung ngga apa2 kan?

    Posted by Dedy Armayadi | 18 Maret 2013, 8:24 pm
    • Meluncur ke Bandung langsung gapapa, tapi kalau bisa mendaftar atau memberikan pemberitahuan agar supaya panitia bisa sebaik mungkin menghitung perihal akomodasinya. Sampai saat ini persiapan untuk 500 orang, terdaftar 160-an. Jika yang datang langsung cukup banyak, dikhawatirkan kurang antisipasi nantinya. Tapi prinsipnya sih gapapa datang aja, sebanyak mungkin orang … Minimal memberitahu begini. Kalau boleh tahu lokasi di mana dengan berapa orang yang akan ke sana? (Untuk antisipasi) *nanti saya sampaikan ke panitia

      Posted by apasaja | 19 Maret 2013, 12:55 pm
  60. Buat Mas Erick dan kawan yg lain, terimakasih sdh mengomentari ttg tulisan saya mengenai Askes. Saya menolak transfusi darah bukan karena alasan biaya. Tapi memang karena menurut pengalaman bahwa kalau kita transfusi, ada penularan penyakit dari darah yg kita terima. tdk percaya? Silahkan riset di dunia kedokteran internasional. Pasti anda akan terkejut dengan bahaya transfusi Darah. Tapi saya memang setuju dengan tulisan mas Bendot diatas. Saya tkd begitu percaya lagi dengan para dokter dan terutama PT.ASKES di NKRI ini. Tega nian tdk ada ganti 1 Rupiahpun biaya berobat yg kami alami. Kalau boleh Saya mau pindah ke Asuransi kesehatan yg lain yg tdk mempersoalkan walau berobat ke luar negeri. Tapi itu tdk mungkin karena memang PNS Harus ASKES. Benar-benar NONOPOLI. Karena seingat saya, selama istri saya PNS 20 thn lebih kami tdk menggunakan Askes. Kami bayar sendiri.Jadi gaji yg dipotong selama ini bersih utk PT.ASKES. Yah…… Nasib, nasib.

    Posted by SIMA ABADI | 18 Maret 2013, 8:29 pm
  61. Sepertinya tidak hanya politikus, dokter, dan pt askes yang Dag-dig-dug di tahun 2012-b ini.
    Para DahlanIS maupun Dismania kayaknya juga ikutan Dag-dig-dug. Kenapa, hayo?
    tentu karena ini: Pk Dahlan Iskan masuk bursa Capres RI ga ya?

    Posted by boedhy | 18 Maret 2013, 11:49 pm
    • Pak boedhy salah, kami para dahlanis tdk ada rasa dag-dig-dug krn memkirkan ttg apakah akan masuk tidaknya pak dahlan iskan dlm bursa capres RI. krn spt kata pak dahlan jd presiden itu soal takdir, klo mmg ditakdirkan InsyaAllah psti akan jadi. tpi klo tidak maka itu jg adalah takdir maka beliau dan jg kami, para dahlanis smua akan sngat legowo menerimanya. lagi pula beliau-kan bilang bhwa beliau siap, mau n pingin jd presiden (siapa yg tdk) tp kpinginnya beliau itu tdk tlalu kepingin (mengalir aja). maka kami smua sbg manusia hny bs berusaha, hasilnya Tuhan yg pny kuasa. dan bagi kami jadi-tidaknya beliau sbg presiden, beliau telah dan tetap akan jd presiden (pemimpin), dan inspirator bagi kami.

      Posted by diana | 19 Maret 2013, 2:42 am
      • DIANA … Like a river flows surely to the sea .. (bagi Dahlanis)

        Posted by Djoko Sawolo | 19 Maret 2013, 8:26 am
        • Setuju sekali mbak Diana n p.joko. Maju ato tdk , ke pilih ato tdk Jd presiden, p.dis adalah tetap jd Presiden kami menuju tanah harapan baru n dunia dan tatanan baru. Semangat terus n pantang mundur u p.BOS dan seluruh dahlanis manis. Amin

          Posted by Sulistiono | 22 Maret 2013, 9:02 am
  62. Sama, Ending yang sangat mengesankan dan bikin Wkkkkkkkkk.
    Salam untuk Dahlanis semua

    Posted by Wanto Kdr | 19 Maret 2013, 5:38 am
  63. Dahlan Iskan selalu punya cara untuk untuk mengajarkan hidup sederhana kepada karyawannya. Pengen tahu bagaimana Dahlan mengajarkannya ? silakan baca “Ingin Pamer Malah Tekor” dan “Ketika Panther Menggantikan Mercy

    Ssstt … ternyata Dahlan Iskan pernah ditangkap Satpam Di Kantor Sendiri … Pengen baca pengalaman Dahlan Iskan yang lucu lain ? Yuk klik link berikut ini Nodong Sepatu, Demi Presiden dan
    Tak Ada Ijazah, Foto Wisuda pun Jadi

    Posted by Administrator | 19 Maret 2013, 9:30 am
  64. Referensi bacaan di atas merupakan bacaan wajib Dahlanis …

    Posted by Djoko Sawolo | 19 Maret 2013, 11:45 am
  65. Reblogged this on ROOTS BLOODY.

    Posted by nofanridzky | 19 Maret 2013, 11:52 am
  66. Tulisan dibawah adalah cerminan Dahlan Iskan Sebagai Dirinya sendiri…
    Ternyata Slogan Kerja-Kerja-Kerja sudah ada sejak 1998, dan dipakai sampai 2013 ini…
    Benar2 Seorang Tokoh Yg KONSISTEN…
    Benar2 Suri Tauladan… PENCITRAAN KELAS TINGGI… hahaha… (pencitraan yg ga bisa ditiru).

    Jauhi Politik. Kerja, Kerja, Kerja
    14 Maret 2013 01.09 / Tinggalkan Sebuah Komentar

    Akal Sehat Dahlan Iskan (16)

    Begitu rezim Soeharto jatuh, situasi politik begitu riuhnya. Partai-partai baru bermunculan. Semua orang merasa layak menjadi politisi. Hari-hari sibuk dengan obrolan politik. Dari café hotel hingga warung kopi. Semua sibuk mengincar kursi.

    Dahlan Iskan cemas kalau fenomena ini menjalar di lingkungan kantornya. Kalau euphoria politik tidak bisa dikendalikan, karyawan bisa lupa diri. Lupa bahwa di rumahnya sudah tidak punya nasi.

    Sebuah kampanye kemudian dirancang Dahlan. Lahirlah jargon “Kerja, Kerja, Kerja” pada tahun 1998. Lengkapnya, “Jauhi Politik. Kerja, Kerja, Kerja”. Pesannya jelas. Jangan terus-terusan berdekatan dengan politik. Kerja, kerja dan kerja, yang akan menyelesaikan krisis ekonomi.

    Selama dua tahun, jargon itu dipasang di halaman pertama semua koran Jawa Pos Group. Tujuannya agar spirit kerja, kerja, kerja menyebar luas di seluruh Indonesia. Semakin banyak yang sadar untuk menomorsatukan kerja, semakin cepat situasi diperbaiki.

    Ketika Dahlan menjadi Direktur Utama PLN, jargon itu dibawanya lagi. Tapi, kalimat “Jauhi Politik” dibuang, menjadi “Kerja, Kerja, Kerja” saja. Kata Dahlan dalam beberapa kali penjelasannya, kalimat “Jauhi Politik” tidak cocok untuk PLN. Sebab, bisa berakibat kesandung masalah politik.

    Spirit “Kerja, Kerja, Kerja” menurut Dahlan sangat sesuai diterapkan di mana saja. Sebab, hanya kerja, kerja, kerja, yang bisa mempercepat bangsa Indonesia dalam menyelesaikan persoalannya.

    Dalam sebuah kesempatan, Dahlan menjelaskan bahwa 8 dari 10 persoalan serius Indonesia adalah kemiskinan. Nah, kemiskinan ini hanya bisa diatasi dengan bekerja, bekerja dan bekerja. Kemiskinan tidak selesai dengan pidato. Kemiskinan juga tidak bisa dihibur hanya dengan menciptakan lagu.

    Saat memimpin Kementerian BUMN, Dahlan lagi-lagi membawa jargon “Kerja, Kerja, Kerja”. Juga tetap menanggalkan kalimat “Jauhi Politik”. Bagi Dahlan, untuk membenahi BUMN yang sebagian rugi itu, caranya hanya dengan bekerja, bekerja dan bekerja.

    Dahlan memang workaholic. Dia betah bekerja berjam-jam. Di mana saja, kapan saja, dia selalu bekerja. Sepertinya, bekerja adalah hiburan satu-satunya.

    Saat di Jawa Pos, Dahlan punya ritme bekerja yang sulit direncanakan. Malam hari, saya masih melihat Dahlan menulis di ruang redaksi. Pukul 08.00, dia sudah berada di Makassar. Sore dia sudah di Balikpapan. Malamnya sudah di Jakarta.

    Begitulah cara Dahlan bekerja setiap hari. Berkunjung dari satu kota ke kota lainnya, melihat langsung anak-anak perusahaan dan karyawannya. Dahlan sebenarnya mendapat laporan perusahaan setiap bulan. Tetapi dia selalu mengecek laporan itu dengan terjun langsung.

    Setiap kunjungan, Dahlan tidak pernah mau berlama. Dia bekerja memperhitungkan waktu yang sangat terbatas, sehingga terlatih bekerja secara efektif. Kalau dia ingin mengetahui percetakan, dia tiba-tina terbang ke satu kota hanya untuk ke percetakan saja.

    Yang repot, Dahlan datang dan pergi tanpa pemberitahuan. Lebih repot lagi, semua rencana perjalanan dikerjakannya sendiri. Tanpa ajudan. Tanpa sekretaris. Maka, kehadiran Dahlan di anak perusahaan selanjut mengejutkan.

    Karena mobilitasnya yang sangat tinggi, Dahlan menolak disediakan ruang kerja. Ketika Jawa Pos membangun kantor baru di Karah Agung, Surabaya, Dahlan mengubah ruang kerjanya menjadi perpustakaan. Namun, dia tidak melarang direksi dan manager punya ruang kerja sendiri-sendiri.

    Ketika kantor pusat Jawa Pos pindah ke Graha Pena yang berlantai 21, Dahlan lagi-lagi menolak ruang kerja. Tamu-tamu penting pun diterima di mana saja. Kadang di redaksi, kadang di ruang tamu lobi.

    “Kerja, Kerja, Kerja” adalah ethos seorang Dahlan sejak dulu. Jadi, banyak yang keliru menilai jargon itu sebagai kampanye pencitraan diri mengincar kursi menteri. Lebih salah lagi kalau mengartikan semboyan itu untuk mengincar kursi yang lebih tinggi lagi.

    Joko Intarto, sebuah pandangan pribadi

    Follow me @intartojoko

    Posted by PUTU | 19 Maret 2013, 1:31 pm
  67. @Ning Diana and Kang Djoko Sawolo. Bener nich… ga dag-dig-dug? Emang sich… sUngai mengalir pasti ke laut. Tapi, klo debit air yg dibawa t.e.r.l.a.l.u besar kan pasti juga akan meluap dan membajir ke mana2. Seperti di Jkt itu. Dan tentunya tdk hanya membuat dag-dig-dug aja, bahkan dag-dig-dug-derrrr…? Begitu juga jika sungai itu bernama Dahlan Iskan???

    Posted by boedhy | 19 Maret 2013, 3:41 pm
    • dag-dig-dug itu refleksi dr prasaan cemas dan takut terhadap suatu hal klo tidak kesampaian atas suatu harapan yg berlebihan hngga menyebabkan jantung berdebar sacara extra. sdangkan abah sendiri santai ngapain kami yg ngoyo. kami hny berkeinginan lalu berusaha mewujudkan keinginan tersebut dan untuk hasilnya itu urusan takdir yg akan menjawabnya. selesai.

      Posted by diana | 19 Maret 2013, 7:01 pm
  68. Nah Ini baru bagus… walau belum ada Monorelnya sudah ada Prototypenya dipajang…
    Sekalian Sosialisasi ke Masyarakat yg Awam bgt ini…..
    Takutnya pas launching pada berebut naek monorel… hahahaha….

    https://kickdahlan.wordpress.com/2013/03/19/dahlan-bulan-depan-ada-monorail-dipajang-di-bumn/

    ================================
    Dahlan: Bulan depan ada monorail dipajang di BUMN

    “Nanti sebentar lagi ada monorail di BUMN. Itu prototipe nanti di pinggir trotoar BUMN itu, satu bulan lagi lah biar masyarakat mulai mengenal itu,”

    Monorel (Foto:Jakarta Monorail)

    Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan waktu hingga akhir minggu ini kepada Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan, untuk mengurus izin pembangunan monorail. Rencananya meski izin belum dikeluarkan, Adhi Karya akan membuat prototipe monorail yang akan dipajang di trotoar gedung Kementerian BUMN di Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

    Dahlan mengatakan, izin pembangunan monorail harus menunggu Peraturan Presiden (Perpres) untuk merealisasikannya. “Dirut Adhi Karya mau berjuang satu bulan, kurang satu minggu lagi kita kasih waktu,” ucap Dahlan ketika ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (19/3).

    Menurut Dahlan, jika Kiswo tidak kunjung memperoleh izin (Perpres) maka Dahlan akan turun tangan mencari izin dari bawah yaitu pemda DKI dan pemda Bekasi. “Kalau satu minggu lagi nggak berhasil legalitas, berjuang cara lain urus perizinan dari bawah,” tegas Dahlan.

    Walaupun belum memperoleh izin resmi, Adhi Karya bersama konsorsium BUMN lainnya akan membuat prototipe monorail yang akan dipampang di Kementerian BUMN.

    “Nanti sebentar lagi ada monorail di BUMN. Itu prototipe nanti di pinggir trotoar BUMN itu, satu bulan lagi lah biar masyarakat mulai mengenal itu,” tutup Dahlan.

    Seperti yang telah diketahui, Adhi Karya berminat untuk turut dalam proyek pembuatan monorail seiring dengan pecahnya konsorsium bersama Jakarta Monorail. Rencananya, Adhi Karya akan membangun monorail yang akan menyambung kota pinggiran Jakarta menuju jaringan monorail pusat.

    [rin]

    http://www.merdeka.com/uang/dahlan-bulan-depan-ada-monorail-dipajang-di-bumn.html

    Posted by PUTU | 19 Maret 2013, 6:17 pm
    • Saya malah berdoa supaya MRT full dikerjakan oleh BUMN, bukan perusahaan yang ngundang asing untuk membuatnya.

      Posted by Aldizy | 19 Maret 2013, 8:08 pm
    • Amazing Abah … Mencapai keberhasilan harus dimotivasi dengan adanya visual harapan. Untuk case ini dibuat prototipe monorail yang ditempatkan di trotoar kementerian BUMN.
      Untuk mencapai keberhasilan ke Surga, apa harus dibuat prototipe surga dan ditempatkan di kamar kita ya???

      Posted by Djoko Sawolo | 20 Maret 2013, 12:30 pm
  69. OOT TAPI Aku Cinta Indonesia:
    Dari Kompas .

    Tim Saman Boyong Penghargaan World Unite Festival

    LONDON, KOMPAS.com–Tim tari saman Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leeds, Inggris, berhasil memboyong perhargaan Best Performance Award dalam acara Cultural Showcase yang digelar University of Leeds sebagai bagian dari World Unite Festival (WUF) 2013.

    Festival kebudayaan yang diadakan Leeds University Union (LUU) ini menunjukkan kekayaan kebudayaan dari berbagai pelosok dunia di University of Leeds, seperti pemutaran film-film dari berbagai negara, ujar Ketua PPI Leeds, Ivaldi Fabtra, kepada ANTARA London, Selasa.

    Dikatakannya dalam acara World Unite Festival 2013 juga digelar festival makanan, pameran karya seni tradisional, dan puncaknya adalah Cultural Showcase, dimana setiap international society menampilkan pertunjukan kebudayaannya.

    Leeds Indonesian Society LUU yang dipayungi PPI Leeds juga mengelar beberapa event seperti pemutaran film Rumah Dara di International Film Festival dan Indonesian Fair.

    Ivaldi Fabtra mengatakan mahasiswa dan mahasiswi Indonesia juga mendirikan stall-stall makanan dan souvenir dari Indonesia, serta mengadakan pertunjukan musik Indonesia dan pemutaran film Merantau dan The Raid, dua film Indonesia yang cukup terkenal di kalangan pelajar non-Indonesia.

    Puncak acara adalah Cultural Showcase dimulai dengan pertunjukan tarian-tarian dari beberapa negara Eropa, yang dilanjutkan dengan pertunjukan dari Asia. Setelah Brunei selesai dengan pertunjukan sandiwaranya yang sangat menghibur, tibalah giliran Indonesia.

    Dimulai dengan video pengantar yang menggugah emosi, tim saman PPI Leeds pun memulai aksi yang berhasil memukau penonton. Gemuruh tepuk tangan dan riuh teriakan yang penuh kekaguman selalu memenuhi ruangan setiap kesempatan.

    Acara dilanjutkan dengan peragaan busana kebaya dan batik koleksi R.Leny McDonnell dari Kebaya Lence UK yang juga mencuri hati penonton. Keunikan kain dan busana Indonesia yang beraneka ragam menunjukkan betapa kaya kebudayaan Indonesia.

    Ketua PPI Leeds, Ivaldi Fabtra, mengakui bahwa ia merasa bangga bisa menunjukkan kepada para pelajar di Leeds keragaman dan keunikan budaya Indonesia.

    Ivaldi Fabtra, yang juga menjadi pemain rebana pada pertunjukan tari Saman mengharapkan pandangan warga UK kepada bangsa Indonesia akan berubah menjadi lebih positif.

    Para pelajar Indonesia yang hadir di acara tersebut juga merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh tim saman PPI Leeds.

    Boya Subhono, mahasiswa S3 di Faculty of Engineering, University of Leeds, menikmati acara tersebut dan kagum dengan konsep acara ini, dimana keragaman budaya dari berbagai negara bisa dipentaskan dalam satu acara kesenian.

    Pasangan Munajat Tri Nugroho, mahasiswa S3, Institute of Transport Study dan Lusi Nuryanti, orang tua dari salah satu penari saman PPI Leeds, bangga dengan prestasi para penari dan mengakui tari saman ini memang pantas mendapatkan predikat sebagai Best Performance.

    Naunghathai Intakhantee, salah satu penonton yang berasal dari Thailand, berkomentar, acara ini luar biasa! Mereka tidak hanya menunjukkan kepada budaya yang indah tetapi juga menunjukkan semangat persatuan.

    Ed Elliot, yang merupakan Activities Officer di LUU, menuturkan kekagumannya terhadap pertunjukan tersebut. “Aku belum pernah melihat seperti kinerja memukau seperti ini. Benar luar biasa kinerja Indonesia. I love it!.”
    ————————————————————————————————————————————————

    Saya TUNGGU GEBRAKAN BUMN mencari DEVISA di bidang PARIWISATA ( perhotelan sudah kan…). Kalau saja kita bisa MENJUAL / PROMOSI dengan TEPAT ( dimodali) keluar negeri tentang budaya EKSOTIK kita… saya YAKIN, Malingsia ( eh Malaysia ding ) akan bisa kita libas….

    Posted by w.ning | 20 Maret 2013, 6:22 am
  70. OOT tapi Aku Cinta Indonesia. Cuplikan dari Kompas.

    LONDON, KOMPAS.com–Tim tari saman Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leeds, Inggris, berhasil memboyong perhargaan Best Performance Award dalam acara Cultural Showcase yang digelar University of Leeds sebagai bagian dari World Unite Festival (WUF) 2013.

    Festival kebudayaan yang diadakan Leeds University Union (LUU) ini menunjukkan kekayaan kebudayaan dari berbagai pelosok dunia di University of Leeds, seperti pemutaran film-film dari berbagai negara, ujar Ketua PPI Leeds, Ivaldi Fabtra, kepada ANTARA London, Selasa.

    Dikatakannya dalam acara World Unite Festival 2013 juga digelar festival makanan, pameran karya seni tradisional, dan puncaknya adalah Cultural Showcase, dimana setiap international society menampilkan pertunjukan kebudayaannya.

    Leeds Indonesian Society LUU yang dipayungi PPI Leeds juga mengelar beberapa event seperti pemutaran film Rumah Dara di International Film Festival dan Indonesian Fair.

    Ivaldi Fabtra mengatakan mahasiswa dan mahasiswi Indonesia juga mendirikan stall-stall makanan dan souvenir dari Indonesia, serta mengadakan pertunjukan musik Indonesia dan pemutaran film Merantau dan The Raid, dua film Indonesia yang cukup terkenal di kalangan pelajar non-Indonesia.

    Puncak acara adalah Cultural Showcase dimulai dengan pertunjukan tarian-tarian dari beberapa negara Eropa, yang dilanjutkan dengan pertunjukan dari Asia. Setelah Brunei selesai dengan pertunjukan sandiwaranya yang sangat menghibur, tibalah giliran Indonesia.

    Dimulai dengan video pengantar yang menggugah emosi, tim saman PPI Leeds pun memulai aksi yang berhasil memukau penonton. Gemuruh tepuk tangan dan riuh teriakan yang penuh kekaguman selalu memenuhi ruangan setiap kesempatan.

    Acara dilanjutkan dengan peragaan busana kebaya dan batik koleksi R.Leny McDonnell dari Kebaya Lence UK yang juga mencuri hati penonton. Keunikan kain dan busana Indonesia yang beraneka ragam menunjukkan betapa kaya kebudayaan Indonesia.

    Ketua PPI Leeds, Ivaldi Fabtra, mengakui bahwa ia merasa bangga bisa menunjukkan kepada para pelajar di Leeds keragaman dan keunikan budaya Indonesia.

    Ivaldi Fabtra, yang juga menjadi pemain rebana pada pertunjukan tari Saman mengharapkan pandangan warga UK kepada bangsa Indonesia akan berubah menjadi lebih positif.

    Para pelajar Indonesia yang hadir di acara tersebut juga merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh tim saman PPI Leeds.

    Boya Subhono, mahasiswa S3 di Faculty of Engineering, University of Leeds, menikmati acara tersebut dan kagum dengan konsep acara ini, dimana keragaman budaya dari berbagai negara bisa dipentaskan dalam satu acara kesenian.

    Pasangan Munajat Tri Nugroho, mahasiswa S3, Institute of Transport Study dan Lusi Nuryanti, orang tua dari salah satu penari saman PPI Leeds, bangga dengan prestasi para penari dan mengakui tari saman ini memang pantas mendapatkan predikat sebagai Best Performance.

    Naunghathai Intakhantee, salah satu penonton yang berasal dari Thailand, berkomentar, acara ini luar biasa! Mereka tidak hanya menunjukkan kepada budaya yang indah tetapi juga menunjukkan semangat persatuan.

    Ed Elliot, yang merupakan Activities Officer di LUU, menuturkan kekagumannya terhadap pertunjukan tersebut. “Aku belum pernah melihat seperti kinerja memukau seperti ini. Benar luar biasa kinerja Indonesia. I love it!.”
    ————————————————————————————————————————————————-

    Saya tunggu gebrakan dari BUMN merambah ke pariwisata ( perhotelan sudah kan) .Coba Indonesia bisa MENJUAL /PROMO keluar negeri tentang BUDAYA EKSOTIK kita dengan TEPAT( dimodali ) saya yakin Malingsia ( eh Malaysia ding) dapat KITA LIBAS… Salam ACI.GBU all

    Posted by w.ning | 20 Maret 2013, 6:33 am
  71. luar biasa,,semoga bapak tetap dalam lindungannya amin,,pak kirim salam dari para pengerajin tahu tempe desa puyung,,terima kasih setulus hati atas kunjungan bapak menteri pada hari jumat, 15/3/2013 ,,namun ada satu hal yang kami sampaikan bahwa sampai saat ini bantuan kedelai yang bapak kucurkan masih belum jelas, mutu kedelai yang tidak sesuai dan harga kedelai yang cukup tinggi, kiranya bapak menteri meninjau kembali kaitan dengan program pendampingan tersebut,,terima kasih wassalam. wr.wb.

    Posted by arif | 20 Maret 2013, 10:25 am
    • ARIF PUYUNG … mendukung informasi Side (sampeyan). Jika ada bantuan kedelai yang kurang bermutu harus diungkapkan, agar Abah mengetahuinya. Jika kedelainya kurang bermutu maka rasa tahu, tempe menjadi kurang pas.
      Salam khas rasa nasi puyung yang lezat dan puedes pol, dibungkus pakai daun.

      Posted by Djoko Sawolo | 21 Maret 2013, 11:13 am
  72. Pak Dahlan…atau siapun yang membaca pesan ini,

    Mohon klarifikasi pemberitaan tentang ulah Pejabat Angkasa Pura I yang meminta jatah saham 51% kepada Lion Air sehingga memaksa mereka untuk memindahkan hub dari Indonesia ke Malaysia. Jika benar terbukti, mohon diberi tindakan tegas setegas-tegasnya!

    Terima kasih

    Posted by Mang Juher | 20 Maret 2013, 2:19 pm
    • apakah pangsa pasar malayasia lebih menarik daripada pangsa pasar indonesia? , kalau Lion Air pindah ke Malayasia sama dengan bunuh diri karena target pasarnya di indonesia hehehe,

      Posted by saeful | 21 Maret 2013, 10:28 am
  73. KASUS KORUPSI PREMI ASURANSI PT. GARUDA DENGAN PT. JASINDO

    By @TrioMacan2000

    Eng ing eeeng….kembali tentang kasus korupsi PT. Jasindo. Kali ini
    terkait dgn perjanjian asuransi PT. Garuda Indonesia dgn Jasindo. Premi
    asuransi yg dibayar oleh Garuda Ind ke Jasindo utk pertangungan rangka
    pesawat (hull aviation) & Liability sekitar US$ 35-38 juta. Premi
    asuransi US$ 35 – 38 juta (330 – 370 M)per thn yg dibayar GIA ini ternyata
    ditemukan unsur mark up
    (penggelembungan). GIA sebenarnya selalu meminta penurunan premi
    asuransi ke Jasindo karena pengalaman klaim GIA tercatat sangat rendah.
    Tapi Jasindo selalu menolak permintaan penurunan premi asuransi dari GIA tsb dgn
    berbagai alasan. Barulah pada thn 2011 – 2012 Jasindo mau
    menurunkan premi asuransi GIA sebesar US$ 9 juta atau menjadi US$ 28
    juta per tahun. Manajamen GIA ternyata tdk cukup puas dgn penurunan
    premi asuransi sebesar US$ 9 juta tsb dan mencari info ke market
    International

    Hasil penelusuran harga premi ke market
    insurance internasional ternyata mengejutkan Direksi GIA. Kenapa ?.
    Direksi GIA kaget ketika mendapatkan harga internasional utk asuransi
    hull GIA tsb hny sekitar US$ 14 juta (135 M). Direksi GIA juga meninta
    data /info ttg harga premi yg wajar thdp GIA untuk beberapa tahun ke
    belakang. Hasilnya kurang lebih sama !. Berdasarkan informasi yg
    diperoleh GIA dari pelaku pasar insurance Hull Aviation & Liability
    Insurance, GIA ternyata tlh ditipu Jasindo. Penipuan yg dilakukan selama
    bertahun2 oleh Jasindo dgn modus mark up premi lbh dari 100% itu
    membuat GIA meradang. Bahkan sblm Jasindo berikan penurunan premi
    asuransi GIA sebesar US$ 9 juta, mark up premi yg dilakukan jasindo
    sekitar 150%. Atas tindak pidana penipuan / mark up premi asuransi GIA
    oleh Jasindo itu, GIA ajukan protes dan minta PENGEMBALIAN PREMI. GIA
    minta pengembalian premi asuransi dari Jasindo utk kelebihan bayar GIA
    selama bertahun2. Kerugian GIA lbh dari US$ 100 juta

    Jasindo yg
    juga BUMN asuransi terbesar selama ini dikenal sbg pusat korupsi dan
    pencucian uang para pejabat2 BUMN yg korup. Kami sdh pernah bongkar ttg
    modus korupsi Jasindo dan BP MIgas yg rugikan negara 300-400 M per
    tahun. Juga korupsi2 Jasindo yg lain. Saat ini Jasindo tetap menolak
    mengembalikan kelebihan premi asuransi hasil mark up yg dikorupsi oleh
    direksi / pejabat2 Jasindo. Jasindo menggunakan segala macam cara utk
    tidak mengembalikan kelebihan hasil mark uppremi asuransi GIA selama 10
    thn terakhir. Yang sdh pasti adalah, premi hasil mark up dari GIA itu
    sdh habis dibagi2 diantara sesama direksi dan sejumlah kadiv setiap
    tahunnya. Garuda Indonesia sampai detik ini msh ngotot agar Jasindo
    kembalikan kelebihan bayar premi asuransi sebesar 1 Triliun itu. Menurut
    informasi yg kami terima, keberatan Jasindo kembalikan uang premi hasil
    mark up Garuda itu jg disebabkan ada bagian suap ke GIA. Dgn kata lain,
    kelebihan bayar premi asuransi GIA yg lbh 150 M per tahun itu sdh jd
    bancakan antara direksi Jasindo dan Garuda. Belum diketahui apakah
    Direksi GIA akan melaporkan korupsi premi asuransi Hull Aviation &
    Liability Ins GIA oleh Jasindo ini ke Polisi. Yang sdh pasti, kerugian
    GIA yg mencapai lebih 1 Triliun itu tdk mungkin bisa dikembalikan
    sepenuhnya oleh Jasindo

    Sdh jd rhsia umum di kalangan
    industri asuransi nasional bhw mayoritas penutupan asuransi aset&
    risiko BUMN2 oleh Jasindo sarat korupsi. Korupsi premi BUMN yg
    kerugiannya triliunan per tahunnya itu umunya terjadi pada sektor
    asuransi migas, aviation, telekomunikasi, dll. Selama puluhan tahun
    Direksi Jasindo dan BUMN2 pesta pora nikmati hasil korupsi premi
    asuransi dgn aman dari jeratan hukum. Bahkan dirut Jasindo Budi Cahyono
    berani mengklaim bhw pihaknya dpt amankan bareskrim polri jika ada
    laporan pengaduan korupsi premi

    Dengan kerugian negara triliunan setiap tahunnya dgn modus mark up premi risiko
    dan asset BUMN ini, sdh saatnya KPK – Komisi Pemberantasan Korupsi bertindak.
    Secara umum ada beberapa modus korupsi premi asuransi yg dilakukan Jasindo.

    1) mark up premi sampai 300%
    2) komisi via broker fiktif
    3) komisi dari perusahan reasuransi di LN diluar Reinsurance Comm yg resmi
    diterima Jasindo.
    4) Kick back under table ke direksi BUMN2

    Korupsi premi asuransi di Jasindo ini sgt mudah ditemukan. Kasat mata.
    Umumnya krn premi asuransi Jasindo jauh lbh mahal drpd hrg pasar. Modus
    korupsi lainnya di Jasindo yg jg sgt besar adalah terkait dgn
    penyelesaian /pembayaran klaim asuransi. Nanti kami bahas tersendiri.
    Budaya korupsi di Jasindo ini luar biasa parah. Dulu juga menimpa PT.
    Tugu Pratama (prshn asuransi milik pertamina). Saking maraknya korupsi
    premi asuransi di Jasindo ini, direksi dan pejabat2 Jasindo selalu
    bergelimangan harta dan hidup mewah. Hsl korupsi Jasindo itu tdk
    dinikmati sendiri oleh direksi Jasindo. Selain bagi2 ke direksi BUMN, jg
    bagi2 ke pejabat2 KemenBUMN. Tdk heran, Budi Cahyono Dirut Jasindo
    disebut2 suap Deputi Jasa Keu & Wamen BUMN US$ 5 juta agar dirinya
    ditunjuk jd direksi Jasindo

    Mau sampai kapan pesta korupsij
    premi ass BUMN dan Jasindo triliunan yg notabene uang negara itu tetap
    dibiarkan? Jawabnya terpulang pd menteri Dahlan Iskan, setkabgoid, hatta
    rajasa polisi KPK dan pihak2 terkait. Sekian. MERDEKA !

    Posted by sebaiknya direksi jasindo dan garuda akur akur | 21 Maret 2013, 9:43 am
    • Abah … info ini perlu ditindaklanjuti. Lanjutkan

      Posted by Djoko Sawolo | 21 Maret 2013, 11:18 am
    • extra gratia ! menjadi modus yang selalu dilakukan didalam konteks asuransi. asyiiik beneerrr…apalagi sebenarnya pesawat pesawat tersebut sebenarnya punya warranty dari original equipment manufacture untuk setiap komponennya yang bisa diklaim dan mendapat kompensasi.

      hidup jasindo, hidup garuda, enak tuh duitnya… tinggal rakyat yang terlunta lunta…

      oh ya bung dahlan, anda kemana saja ?

      Posted by roker | 21 Maret 2013, 3:38 pm
    • Memang Benar BUMN itu sarangnya Korupsi… Lahan Sapi Perah Anggota Dhewan dan Pejabat…
      ITU DULU… CERITA LAMA…KALO MAU UNGKIT2AN SAMPAI MBOK DE JUGA BAKAL MASUK PENJARA BRO… Cuma Abah DIS tidak sefanatik itu…
      Agak Aneh juga Kasus2 Jaman Dulu dipakai untuk Nembak Dahlan Iskan…
      Cerita Dahlan Iskan ya mulai October 2011…

      Kalaupun memang @Triomacan punya data dan keberanian, silakan lapor ke KPK…
      tentunya itu lebih kesatria dibanding cuap2 tak kelihatan batang hidungnya seperti pengecut…
      Masalah salah atau benar adalah hakim yg memutuskan… tentunya dengan bukti2 yg terlampir…

      Giliran Dahlan Iskan Lapor ke BK DPR tentang BUMN yg diperas malah dibilang Pencitraan…
      Sebenernya maunya gimana sich bro…
      Bahasa Jawanya “Sak Ngarepmu ae lah…”

      Posted by PUTU | 21 Maret 2013, 5:40 pm
      • sama bro, dahlan juga waktu ngomong soal anggota dewan gak berani lapor ke kpk ?
        jadi sebenarnya ‘orang orang ini’ termasuk dahlan cuma cari sensasi saja !
        dasar negeri para pengecut dan pendosa !

        Posted by silent reader | 21 Maret 2013, 7:43 pm
        • Capek ngomong sama orang kayak ente bro, d komentar MH sebelumnya udah d bahas. Klo k KPK yg udah ada penyerahan suapnya, yg beliau laporkan k dewan etik DPR sudah tepat. Dasar aja mereka ember nyebutin nama2 yg dilaporkan pak dahlan, padahal beliau nggak pernah sebutin k publik. Jadi rame deh yg namanya disebut temennya sendiri d dewan etik DPR pada menyangkal, para dahlanis&dahlan mania tidak akan termakan provokasimu para pesimis nista.

          Posted by fris | 21 Maret 2013, 8:11 pm
        • Ha….ha…ha…a.., Silent Reader yang sedang ber-mimpi tapi sambil emosi.
          Tolong donk….,nggak usah pakai emosi segala,
          insya Allah di Negeri ini masih ada orang yang baik2….

          Kalau masalah : DAHLAN ISKAN kemaren2 dgn Mereka2 ;
          Sudah sangat tepat DAHLAN ISKAN memberi tahu ke BK.nya, setelah diminta BK.
          Dan itu bukan mencari “sensasi”,krn memang tdk ada Kamusnya DAHLAN ISKAN,unt mencari sensasi..

          KALAU DAHLAN ISKAN SEDANG MEMBERI : “TERAPI” PADA MEREKA2,
          ITU BARU BETA SEPAKAT..

          Ok….,semangat, optimis selalu..
          Salam Dahlanis…

          Posted by N. SORRI.. | 21 Maret 2013, 9:52 pm
        • ini nih komentar dari YANG BUKAN WARGA NEGARA INDONESIA alias musuh ! lihat saja tulisanya yang melecehkan BANGSA INDONESIA seperti ini “dasar negeri para pengecut dan pendosa !”

          Posted by Silla Keras | 22 Maret 2013, 5:43 am
        • Terlalu banyak orang pandir seperti si silent reader…sorri bos..kalo bodoh itu jangan di sebar ke orang lain ya…

          Posted by Ardian | 22 Maret 2013, 11:37 am
      • Beta setuju sekali dengan masukan Kakak Putu ;
        Mestinya,kalau Triomacan”dewasa” dan berpihak pada “rakyat”,
        tinggal datang aja ke KPK untuk Laporan…,
        apa lagi telah memiliki data cukup lengkap.

        Atau anda “sabar” saja (sambil ber do’a),klu benar data anda,coba perhatikan:
        Pada paragraf 1,2,dan 3,yang jelas Dirut Garuda sedang dan sudah ber-usaha,
        untuk melacak kebenaran Nilai-Premi (sampai ke LN) yang dirasakan,
        ada yang salah mulai : 10 Th yang lalu….(zamannya mbokde lg).

        He….he….he….e…,ternyata anda kurang “cerdas”,klu kesemuanya
        anda katakan : kesemuanya berpulang pada DAHLAN ISKAN….dll…dll..
        (Karena,sudah mulai 10Th yang lalu Kakak.. ).
        Karena anda mengetahui,mestinya berpulang pada diri anda juga…,
        tinggal kemauan anda, ada atau tidak untuk melaporkan….??? !!!

        Ngonooo lhoo Caq,semoga coretan diatas bisa mendewasakan “triomacan”,
        termasuk : sdr.sebaiknya direksi jasindo dan garuda akur akur..

        Semangat dalam kebenaran and salam Dahlanis….

        Posted by N. SORRI.. | 21 Maret 2013, 9:26 pm
  74. Laporkan yg berwajib. Insya Allah Abah akan bertindak tegas

    Posted by Fortuna | 21 Maret 2013, 12:05 pm
  75. 13 Kesalahan Terbesar Dahlan Iskan
    Tanggal 5 November 2012, Dahlan Iskan datang ke BK DPR untuk melaporkan 2 nama anggota DPR (Idris Laena dari Golkar, dan Soemaryoto dari PDIP) dalam kasus dugaan pemerasan terhadap 3 BUMN. Sedianya, akan menyusul pelaporan 8 nama lain. Kemudian pada 7 November 2012, Dahlan Iskan mengirimkan utusannya (Kepala Biro BUMN, Hambra) untuk menyerahkan surat yang isinya 6 nama anggota DPR yang juga diduga melakukan pemerasan.

    Dalam surat di atas Dahlan menjelaskan kronologi modus pemerasan yang dilakukan anggota-anggota DPR. Isi surat sekitar 2-3 lembar kertas. Karena sedikitnya data, sebagian anggota DPR menganggap omongan Dahlan Iskan itu hanya sampah belaka.  Bahkan Marzuki Alie bersiap melaporkan Dahlan ke presiden, kalau dia hanya asal tuduh, dengan tidak memberikan bukti-bukti kuat. “Kalau ternyata fitnah, kami akan membuat surat ke presiden bahwa Pak Dahlan Iskan menuduh anggota DPR tanpa bukti dan fakta,” kata Marzuki Ali (Warta Kota, 8 November 2012, hlm. 11).

    Uang BUMN Puluhan Trilun Dibuang-buang dalam Perjudian Manajemen yang Sangat Mengerikan.
    Terkait manuver-manuver Dahlan Iskan ini, setidaknya ada 13 kesalahan besar yang dia lakukan. Disini kita akan sebutkan kesalahan-kesalahan itu, berikut pendapat tokoh, jurnalis, serta perbandingan data.

    [1]. Dahlan Iskan tidak segera melaporkan kasus pemerasan ke aparat hukum. Menurut Ketua MK, Mahfud MD, Dahlan telah melanggar kewajiban (prosedur) hukum. Mahfud berkata, “Menurut saya, Dahlan melanggar kewajiban hukum.” Mahfud menjelaskan, Dahlan Iskan katanya mengetahui ada tindak pemerasan, mengapa dia tidak segera melapor ke aparat hukum (kepolisian)? Mengapa justru melapor ke BK DPR? Padahal lembaga itu hanya mengurusi masalah etika ke-DPR-an. Individu harus taat hukum dan tunduk pada aturan di dalamnya. Jika warga negara tahu ada kejahatan, dia wajib lapor ke aparat. (Republika, 7 November 2012, hlm. 10).

    [2]. Dahlan Iskan lebih memilih koar-koar di media. Dalam artikel di Republika, berjudul “Ingin Jadi Seperti Jokowi”, hasil tulisan EH Ismail, dia mengkritik langkah Dahlan Iskan yang cenderung berkoar-koar di media. “Saya hanya sedikit ingin mengkritik langkah Dahlan Iskan yang lebih memilih koar-koar di media dan “hanya” berbicara kepada BK DPR terkait anggota dewan pemeras. Kalau memang dia mengetahui secara pasti orang yang mencoba memeras BUMN, ya laporkan saja ke KPK. Ini masalah hukum,” tulis EH. Ismail. (Republika, 7 November 2012, hlm. 10).

    [3]. Dahlan Iskan tidak membawa bukti materiil terkait tuduhan pemerasan BUMN oleh anggota DPR. Dalam pertemuan dia ke BK DPR pada 5 November 2012, dan surat yang dikirimkan ke BK DPR tanggal 7 November. Di dalamnya Dahlan Iskan tidak membahas soal bukti-bukti materiil pemerasan. Tetapi hanya menyebutkan nama anggota DPR dan kronologi peristiwa pemerasan. Surat Dahlan sendiri hanya 2-3 lembar halaman, sehingga ia dianggap sebagai “data sampah”. Akbar Faisal dari Hanura berkata, “Saya takutnya kita mengembangkan informasi yang tidak jelas. Jadi saya menganggap info ini sampah. Lebih bagus Pak Dahlan bawa bukti ke KPK.” (Dahlan Iskan Informasinya Hanya Kertas Gombal, Voa-islam.com, 8 November 2012).

    [4]. Masalah pemerasan bukan isu baru, tetapi sudah seperti mendarah-daging di negeri ini. Tentu kita menolak cara-cara pemerasan itu, apapun motif dan modusnya. Tetapi kalau menjadikan masalah itu sebagai OPINI BESAR rasanya terlalu aneh. Masalah pemerasan begitu sudah lagu lama, banyak ceritanya, dan terjadi di berbagai bidang kehidupan. Ada pemerasan anggota DPR, ada pemerasan aparat polisi/TNI, ada pemerasan partai politik, ada pemerasan para purnawirawan, ada pemerasan oleh LSM, ada pemerasan oleh preman, ada pemerasan oleh wartawan “bodrex”, ada pemerasan oleh orang yang mengaku sebagai anggota KPK, ada pemerasan oleh ini dan itu. Maksudnya, kalau masalah begitu dijadikan MENU UTAMA, maka kita seperti orang yang tidak pernah mendengar berita pemerasan sama sekali. Seolah, sebelum Dahlan bicara, di Indonesia tidak ada modus-modus seperti itu.

    Dirut RNI, Ismed Hasan Putro, notabene adalah anak buah Dahlan Iskan; dia tak berani memastikan bahwa tindakan anggota DPR itu merupakan pemerasan. Ismed mengatakan, aksi si anggota DPR itu merupakan modus umum ketika meminta ke BUMN. “Tidak, tidak ada (paksaan permintaan). Yang saya sampaikan dari awal sebetulnya kan sangat sederhana. Itu kan modus, salah satu modus yang sebetulnya sudah menjadi rahasia umum,” kata Ismed Hasan Putro (Republika, 6 November 2012, hlm. 11).

    [5]. Dahlan Iskan berusaha mengalihkan fokus masalah, dari inefisiensi di tubuh PLN selama 2009-2010 yang merugikan keuangan BUMN hingga 37,6 triliun, ke isu pemerasan anggota oleh anggota DPR. Sesuai audit BPK, kerugian di PLN sudah terjadi, dengan nilai inefisiensi (buang-buang anggaran) senilai sekitar 18 triliun tahun 2009, dan sekitar 19,5 triliun pada tahun 2010. Mestinya, Dahlan fokus dan gentle bertanggung-jawab atas temuan BPK itu. Bukan malah membuat opini-opini yang bersifat mengalihkan isu ke masalah lain. Tidak masalah ada isu pemerasan, tetapi MAIN CASE Anda harus dihadapi secara laki-laki, bukan secara cewek. Katanya manajer handal, kok mengalihkan isu?

    [6]. Kerugian negara dalam masalah inefisiensi PLN amat sangat besar, hingga mencapai 37,6 triliun rupiah. Ia bisa senilai 5 kali Mega Skandal Bank Century yang merugikan negara senilai 6,7 triliun rupiah. Kalau untuk Bank Century ini DPR bisa mengadakan sidang paripurna, maka untuk kasus PLN, mestinya DPR bisa mengadakan sidang pari-pari-pari-pari-purna-nananana. Karena saking paripurnanya. Bangsa Indonesia harus meminta pertanggung-jawaban Dahlan Iskan terkait masalah ini. Jangan biarkan dia lolos, sebab nanti keuangan negara akan dihambur-hamburkan oleh para pejabat dengan seenak udelnya sendiri. Kalau kerugian di PLN ini dibiarkan, waduh benar-benar bakal ancur negara ini. Na’udzubillah min dzalik.

    [7]. Dahlan Iskan begitu meremehkan kerugian keuangan negara (BUMN). Hal itu tercermin dari kata-kata dia sendiri. “Benarkah BPK menemukan inefisiensi di PLN sebesar Rp 37 triliun saat saya jadi Dirut-nya? Sangat benar. Bahkan, angka itu rasanya masih terlalu kecil. BPK seharusnya menemukan jauh lebih besar daripada itu,” tulis Dahlan Iskan. Lihat, Temuan Inefisiensi yang Mestinya Melebihi Rp. 37 Triliun (dahlaniskan.wordpress.com). Hal ini menunjukkan, bahwa Dahlan Iskan begitu meremehkan keuangan negara. Seolah rugi 1, 2, 3 triliun tak masalah; rugi 37 triliun tak masalah; bahkan mestinya rugi sampai 100 triliun, kata dia. Ini adalah corak manusia bebal yang tidak memiliki sensitivitas, sok merasa pintar, sok paling visioner, sok paling “leadership”, dan sangat tidak empati dengan penderitaan finansial masyarakat luas. Manusia macam begini mestinya jangan sekali-kali didekatkan kepada jabatan negara. Bisa hancur negara ini.

    [8]. Tidak bisa membaca kasus hukum. Salah satu yang sangat disesalkan dari Dahlan Iskan adalah ketidak-mampuannya melihat masalah hukum. Untuk seorang wartawan senior, mantan pimpinan jaringan media Jawa Pos Grup, mantan Dirut PLN, bahkan kini sebagai Meneg BUMN; hal demikian adalah sangat ironis. Seorang Dahlan ternyata tidak paham masalah hukum. Dia begitu rajin mem-blow up isu pemerasan BUMN oleh anggota DPR. Tetapi pada waktu yang sama dia melupakan PEMBOROSAN keuangan PLN hingga mencapai 37.6 triliun rupiah.

    Kasus pemerasan yang dituduhkan Dahlan kepada sebagian anggota DPR sulit untuk dibawa ke ranah hukum, karena sulit menghadirkan bukti-bukti. Di sisi lain pemerasan itu sendiri belum menjadi kasus hukum, karena tidak ada kerugian materi pada BUMN. Coba tanyakan ke semua Dirut BUMN itu, apakah mereka sudah mengeluarkan uang sejumlah tertentu untuk diberikan kepada para anggota DPR? Dalam KUHP pasal 368, soal delik pemerasan, disana ada syarat: “Melawan hukum, menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dengan cara paksaan atau kekerasan.” Kalau sekedar mengucapkan kata-kata verbal, tanpa implikasi kerugian apapun bagi yang menerima ucapan itu, ia belum bisa disebut pemerasan. Misal, seseorang menelpon Meneg BUMN sambil berkata: “Berikan ke saya uang 10 juta rupiah!” Lalu ucapan itu diabaikan dan tidak dituruti, tidak ada uang yang diberikan sama sekali. Dalam hal ini si penelpon tidak bisa didakwa dengan delik pemerasan. Dia tidak berbuat kekerasan dan tidak ada kerugian materi pada obyek yang dia tuju.

    Dalam sebuah risalah hukum disebutkan: “Menguntungkan diri sendiri atau orang lain itu merupakan tujuan terdekat, dengan memakai paksaan dengan kekerasan, atau ancaman kekerasan. Jadi kalau keuntungan itu akan diperoleh secara tidak langsung, artinya masih diperlukan tahap-tahap tertentu untuk mencapainya, maka bukanlah pemerasan (JM. Van Bemmelen & WFC. Van Hattum, 1954: 291). Dengan adanya bagian inti untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain, maka delik ini ada persamaannya dengan delik penipuan yang disebut dalam pasal 378 KUHP, yaitu ada penyerahan sesuatu dari korban kepada pembuat (pemeras).” [Sekilas Tindak Pidana Pemerasan dalam KUHP. Sanghimawan.blogspot.com].

    [9]. Dahlan Iskan secara verbal mengakui adanya inefisiensi di tubuh PLN seperti hasil audit BPK. Dalam tulisannya berjudul, Temuan Inefisiensi yang Mestinya Melebihi Rp. 37 Triliun, di blog pribadi Dahlan Iskan, secara jelas dia mengatakan di awal tulisannya: “Benarkah BPK menemukan inefisiensi di PLN sebesar Rp 37 triliun saat saya jadi Dirut-nya? Sangat benar. Bahkan, angka itu rasanya masih terlalu kecil. BPK seharusnya menemukan jauh lebih besar daripada itu.” Kata-kata ini memiliki konsekuensi moral, manajerial, serta hukum. Dari sisi hukum, para penegak hukum harus segera membedah dapur PLN untuk menyingkap segala macam penyimpangan manajerial disana; sehingga karena semua itu perusahaan negara harus buang-buang uang hingga 37,6 triliun rupiah.

    Polri dan KPK harus bertindak cepat menyasar manajemen PLN, khususnya di era kepemimpinan Dahlan Iskan. Masyarakat Indonesia dalam kondisi penuh kesulitan, maka penghamburan dana hingga 37,6 triliun harus diminta pertanggung-jawaban serinci-rincinya. Setiap transaksi senilai 1 miliar harus jelas peruntukan dan prosedurnya, sehingga ada 37600 transaksi yang perlu diperiksa; untuk melihat apakah di semua poin itu Dahlan Iskan melanggar hukum atau tidak? Kalau kita bersikap keras kepada koruptor dengan angka kerugian negara Rp. 5 miliar, maka terhadap kasus PEMBOROSAN sampai puluhan triliun ini, harus tegas juga. Sebab esensinya sama, negara kehilangan dana sangat besar.

    [10]. Kasus inefisiensi atau buang-buang uang negara di PLN jauh lebih mengerikan dari Mega Skandal Bank Century. Kasus Bank Century sudah berjalan sejak tahun 2003, sementara pemborosan uang di PLN terjadi tahun 2009-2010. Dalam skandal Bank Century uang negara sebenarnya tidak hilang, tetapi dimasukkan ke Bank Mutiara dalam bentuk penyertaan modal. Nilai kerugian dalam kasus Bank Century senilai 6,7 triliun, sedangkan “Mega Skandal Listrik Dahlan Iskan” uang negara yang dihambur-hamburkan mencapai:  Rp. 37,6 triliun. Nilai kerugian pada kasus Bank Century nilainya sekitar 18 % dari kerugian uang negara di PLN. Artinya, nilai kerugian dalam kasus Bank Century tidak sampai 1/5 dari kasus buang-buang uang negara di tubuh PLN.

    [11]. Dahlan Iskan nekad menerima amanah menjadi Meneg BUMN. Dalam mengurusi satu BUMN, yaitu PLN, selama 2009-2010, Dahlan Iskan sudah melakukan pemborosan uang PLN hingga 37,6 triliun rupiah. Ini adalah contoh KEGAGALAN KEPEMIMPINAN yang sangat jelas, menyolok, dan merugikan keuangan Negara (BUMN). Namun mengapa setelah itu Dahlan mau menjadi Meneg BUMN untuk mengurusi ratusan BUMN di negeri ini? Mengurusi satu perusahaan saja sudah babak-belur, tapi kok beraninya memimpin Kementrian BUMN? Ini kan model kepemimpinan bonek (bondo nekad). Harusnya Dahlan jangan kabur dulu dari PLN, tapi pertanggung-jawabkan masalah pemborosan uang PLN hingga puluhan triliun rupiah itu!

    [12]. Dahlan bukan bertanggung-jawab secara gentle, tetapi malah sibuk melakukan pencitraan. Ini tipikal orang aneh. Seolah kerugian di PLN hingga 37,6 triliun itu dianggap sepele atau biasa saja. Masya Allah. Kalau diukur dari sisi standar kepemimpinan modern, manajemen yang menimbulkan inefisiensi hingga 37,6 triliun itu tidak ada sanksi yang lebih terhormat baginya, selain digantung di Monas (seperti ide Anas Urbaningrum). Sebab kalau tidak demikian, nanti semua Dirut BUMN akan seenak perutnya sendiri menghambur-hamburkan uang negara hingga puluhan triliun rupiah. Mereka bisa berkelit: “Ya semua ini hanya inefisiensi saja kok.”

    Salah satu model pencitraan Dahlan Iskan, meskipun sifatnya dipaksakan, ialah dengan peluncuran buku berjudul, “Sepatu Dahlan.”  Dahlan Iskan seperti ingin memperlihatkan dirinya sebagai manusia “paling sepatu kets” karena dinamis, enerjik, dan enggan basa-basi dalam soal birokrasi. Karena tidak mau prosedural itu pula, dia terjerumus memboroskan uang PLN hingga puluhan triliun rupiah. Kalau manusia “super sepatu kets” ini nanti jadi Presiden RI, kira-kira berapa ratus/ribu triliun uang APBN yang akan dia hambur-hamburkan atas nama “kepemimpinan sepatu kets”? Banyak modus-modus pencitraan yang dilakukan Dahlan Iskan. Untuk sosok seperti SBY yang kenes dan kemayu, kita sudah lelah melihat aneka pencitraannya. Lha kok Dahlan Iskan ikut-ikutan hobi membuat citraan-citraan manipulatif? Ini mau menjadi pemimpin bangsa, atau jadi pemain Ludrukan? Kalau memang berjiwa “sepatu kets” ya jangan suka begaya narsis begitu.

    [13]. Dahlan Iskan sangat lebay ketika membela diri. Dalam pembelaan di blog pribadinya berjudul:  Temuan Inefisiensi yang Mestinya Melebihi Rp 37 Triliun. Disana antara lain Dahlan mengatakan: “Akibatnya, PLN berada dalam dilema: menggunakan BBM atau mematikan saja listrik Jakarta. Pembangkit besar di Jakarta itu (Muara Karang dan Muara Tawar) memang hanya bisa dihidupkan dengan gas atau BBM. Tidak bisa dengan bahan bakar lain. Tentu PLN tidak mungkin memilih memadamkan listrik Jakarta. Bayangkan kalau listrik Jakarta dipadamkan selama berbulan-bulan. Maka, digunakanlah BBM. Kalau keputusan tidak memadamkan listrik Jakarta itu salah, saya siap menanggung risikonya. Saya berprinsip seorang pemimpin itu tidak boleh hanya mau jabatannya, tapi tidak mau risikonya. Maka, dia harus berani mengambil keputusan dan menanggung risikonya. Kalau misalnya sekarang saya harus masuk penjara karena keputusan saya itu, saya akan jalani dengan ikhlas seikhlas-ikhlasnya! Saya pilih masuk penjara daripada listrik Jakarta padam secara masif berbulan-bulan, bahkan bisa setahun, lamanya. Saya membayangkan, mati listrik dua jam saja, orang sudah marah, apalagi mati listriknya berbulan-bulan.”

    Perkataan demikian bukan model jawaban seorang pemimpin yang cerdas, ulet, dan kesatria. Ya kalau semua Dirut BUMN memakai jawaban seperti itu, maka semua masalah di BUMN-BUMN itu tidak akan ada solusinya. Semua orang disana akan dengan mudah berkata: “Coba kalau kami tidak mengirim beras ke Jakarta? Coba kalau kami tidak mensuplai bensin ke Jakarta? Coba kalau kami menutup bank-bank kami di Jakarta? Coba kalau kami meliburkan semua kantor pos kami di Jakarta? Coba kalau signal telekomunikasi di Jakarta kami padamkan saja? Coba pesawat terbang kami dikandangi saja di hangar-hanggar? Coba kalau kami tidak mengirim bahan baku teh, coklat, karet, CPO, kertas, dll. ke Jakarta?” Waduh, kalau semua Dirut BUMN bergaya alay seperti Dahlan, alamat hancur negeri ini.

    Kabar terakhir, Dahlan Iskan, mengangkat isu lebih politis. Dia mengatakan, ada kekuatan-kekuatan tertentu, bersifat non kabinet, yang menginginkan dia lengser dari jabatan Meneg BUMN. Sebagian media menyebut ada “empat kekuatan” di balik ide itu. Tetapi menurut saya, secara logis dan profesional, Dahlan Iskan tidak pantas menjadi Meneg BUMN. Dia sudah gagal di PLN, sehingga membuat BUMN negara itu babak-belur akibat pemborosan. Sudah semestinya dia tidak memimpin Kementrian BUMN; dan jangan sekali-kali melibatkan dia dalam kepemimpinan negara. Orang ini –sesuai audit BPK- jelas telah sembrono dalam mengatur keuangan milik negara.

    Kalau kasus buang-buang uang hingga puluhan 37,6 ini kita biarkan, kita abaikan, kita remehkan, hanya demi tersihir pesona “sepatu ket” Dahlan; sudahlah sebaiknya negara Indonesia bubaran saja! Sudahlah bubar saja! Uang sebesar itu yang mestinya sangat amat bermanfaat bagi kehidupan mayoritas masyarakat Indonesia yang menderita, harus dibuang-buang, diboros-boroskan seenaknya.

    Coba saja pikirkan, dimana itu rasa keadilan? Untuk bayar listrik, rakyat tidak boleh telat; untuk beli bensin, tidak boleh ngutang; untuk naik KA, harus beli karcis; untuk komunikasi ,harus beli pulsa; untuk mandi dan toilet, air harus bayar; untuk nabung di bank negara, dikenai pajak dan uang “pemeliharaan”; untuk masuk jalan tol, harus keluar ongkos; dan seterusnya. Rakyat harus bayar ini itu untuk mendapat layananan BUMN; apakah kita harus diam saja untuk pemborosan dana PLN hingga puluhan triliun rupiah? Dimana rasa keadilan Tuan, Nyonya, Abang, dan Nona?

    Semoga bangsa ini masih memiliki sisa akal sehat.  Dan semoga catatan sederhana ini bermanfaat, ikut mencerdaskan kesadaran bangsa ini. Amin Allahumma amin.

    (Aquwnee).

    Posted by sinta | 22 Maret 2013, 1:09 am
    • ini berita sudah BASI…….tp coba saya jawab singkat……..anda juga sangat keliru katanya kesalahan terbesar DAHLAN ISKAN ada 13 koq ini cuma 2. masalahan kongkalikong dan masalah PLN. untuk yang pertama sudah jelas itu adalah “JURUS MABUK” (karena membuat anggota dewan kelimpungan) dahlan untuk melindungi BUMN supaya tidak jadi sapi perah Anggota dewan yang menurut anda sudah menjadi RAHASIA UMUM. untuk yang 2. karena tidak ada ALOKASI GAS, kalau masih tidak terima dengan jawaban tersebut silahkan bawa ke KPK

      Posted by jatmiko | 22 Maret 2013, 2:06 am
    • oalah sin sin, “novel ” seperti itu disajikan disini, sudah basi dan sudah usang,..jawabnya sederhana kalau tidak terima suruh nuntut ke POLISI atau laporkan ke KPK, tapi MANA…?…MANA…..?

      Posted by Silla Keras | 22 Maret 2013, 5:39 am
    • masalah cuman 2 : kongkalikong dan inefisiensi
      kok bisa dibilang 13 ? atau mentang2 13 alinea, jadi kelihatan pinter, bisa menjabarkan 2 kesalahan jadi 13 kesalahan.
      ini lagu lama mbak Sinta, dan orang yg ngangkat kasus ini lg galau gara2 gagal di Pilkada,
      saran saya, kalo masih ga terima, adukan KPK saja. simple kan ?

      Posted by NORE | 22 Maret 2013, 7:25 am
    • sekalian dijelaskan berapa T kira-kira inefisiensi di gedung kura-kura…? saya yakin mbak/bu Sinta punya data agar kami rakyat kecil bisa tahu . kalo mbak/bu Sinta bisa kasih data inefisiensi di gedung kura2 saya baru salut.ok saya tunggu mbak/sinta salam.

      Posted by gellenon samba | 22 Maret 2013, 9:32 am
    • Halo Bro Sinta (kok pake nama cewe ya… apa kemayu…)…

      Untuk 13 Item itu saja Saya bisa Ringkas menjadi 2 item :
      1. MENJABAT DIRUT PLN…
      Temuan Ineficiency itu memang benar secara matematika… dan semua orang sudah tahu itu, termasuk para anggota dhewan yg sok pintar tapi Begonya minta ampun…
      (1). Pembangkit Listrik Dibuat menggunakan BBM dan GAS… Jika Menggunakan BBM tentunya makin boros, jika menggunakan Gas mau cari dimana, wong udah dijual murah ke Cina… menurut Hitungan Kurtubi, itu merugikan negara 350TRILIUN… dan Akan terus bertambah seiring waktu dan kenaikan Gas… ada yg pernah hitung skr menjadi 750TRILIUN… pertanyaan saya Besaran MANA???
      (2). Pada Zaman DIS, Ratio Elektrifikasi meningkat Drastis, dgn Gebrakan 1juta sambungan PER HARI… dan itu menuntaskan daftar tunggu yg bisa sampai 3th… Harusnya masuk Guiness Record tuh…
      (3). Kalaupun msh ada beberapa daerah yg msh byar-pet, itu adalah karena mesin2 yg sudah tua yg dulunya tidak termaintain dgn baik… trafonya MENANGIS, atau Trafonya HAMIL… anda ngerti kan??? kalo ga ngerti jgn copas bro…
      (4). Innovasi DIS dan Team PLN terus berlanjut… kedepan masyarakat terpencil pun akan menikmati listrik dgn metode batere dan Kincir Angin Listrik dll…
      yg bisa dipelajari dari PLN adalah TIDAK ADA YG MUSTAHIL dgn KERJA KERAS…
      ANDA BISA TANYA ITU KE PEGAWAI PLN… jgn ngarang2 berita yg basi
      (5). DPR Melapor DIS justrulah yg untuk pencitraan… yaitu untuk menaikkan rating EFENDI SIBLOON… Walau minta JOKOWI jadi JURKAM GA BAKALAN MENANG… Jokowi LUPA… dia bisa menang karena andil PRABOWO… dan skr PRABOWO Ditendang MBOK DE dibilang penumpang GELAP… ya itulah POLITIK…

      2. Terkait Masalah BUMN
      (1). Tidak Masalah menunjuk Ismed sebagai Dirut RNI… Hasil kerjanya Sangat EXCELLENT… Coba tanya sama Pegawai PG, apakah Senang atau tidak dapat BONUS 6x… yg dulunya tidak pernah ada… dan Skr RNI menjual produknya lewat RAJAWALI MARKET… Yg berhak menilai bagus tidaknya adalah karyawan ybs, bukan anda…
      (2). Masalah Pelaporan DIS sudah tepat, kenapa?? karena tujuan beliau hanya membentengi BUMN, bukan untuk menjatuhkan lawan politiknya… itu bukan style DIS…

      Masalah lain misal CENTURY… cobalah berpikir gimana seandainya Dana CENTURY tidak DIKUCURKAN???
      Anda Pernah NONTON FILM THE BUTTERFLY EFFECT???
      Bahwasanya sebuah tindakan akan menimbulkan konsekuensi yg berbeda2…
      Disini saya melihat, Secara hasil tindakan yg diambil sudah tepat. Kenapa??? karena kalau tindakan itu tidak diambil, maka kepercayaan publik akan menurun, dan akan terjadi RUSH Besar2an di perbankan INdonesia… dan jika itu terjadi maka ga ada bedanya dgn MESIR… (ngomong2 nyampe ga apa yg saya sampaikan ini???)
      Memang byk masyarakat yg dirugikan, tapi populasinya hanya sedikit, kalo rush terjadi Indonesia bisa bangkrut…

      Energi yg terkuras untuk mencari2 kambing hitam menurut saya lebih besar nilainya dibanding kehilangan itu sendiri…
      byk masalah yg lebih besar dari itu yg harusnya butuh pemikiran yg fokus… 6 Triliun dari 1500triliun itu cuma 0.04% masalah… masalah besar yg lain adalah BMM (300T), Pangan, Pendidikan, Perumahan…
      Anggota Dhewan mencoba menutupi kinerjanya yg cuma 25% dgn berita2 bombastis yg seakan2 membuat orang berpikir mereka bekerja keras untuk bangsa INI… jawaban saya cuma satu untuk anggota dhewan…
      ANDA TIDAK AKAN SAYA PILIH dan saya doakan semoga Anda menerima doa2 dari orang2 yg terzholimi…

      Buat Orang2 yg ingin menjatuhkan Dahlan Iskan, anda tak lebih dari penghianat bangsa…
      karena dahlan iskan sendiri sudah mewakafkan dirinya untuk kemajuan bangsa ini…
      =================================
      Sehari Satu Juta Sambungan: untuk Apa?

      TIDAK ada lagi upacara bendera untuk memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) tahun 2010 yang akan jatuh pada Rabu besok. Direksi PLN sudah sepakat hari listrik yang jatuh pada 27 Oktober itu akan diberi makna yang lebih substansif: memberikan pelayanan kepada masyarakat secara nyata dan luas.

      Apa bentuknya? Di antara berbagai ide yang muncul, dipilihlah satu ini: gerakan penyambungan listrik sebanyak-banyaknya. Seberapa banyak? Muncullah angka 1 juta sambungan yang harus diselesaikan dalam satu hari, tepat di Hari Listrik Nasional itu.

      Mengapa satu juta? Dasarnya adalah daftar tunggu yang sudah amat panjang di seluruh Indonesia. Konon, sudah 2,5 juta. Panjangnya antrean untuk mendapatkan listrik itu menjadi isu yang besar di negeri ini. Setara dengan isu korupsi, isu krisis listrik, dan isu buruknya pelayanan. Nama negara jatuh. Juga nama PLN. Panjangnya daftar tunggu itu sendiri tidak lain akibat krisis listrik yang berkepanjangan di masa lalu. Perumahan terus dibangun, tapi pembangunan pembangkit listriknya diabaikan. Pendapatan masyarakat terus bertambah, tapi kemampuan daya PLN justru menurun.

      Digambarkan bahwa daftar tunggu itu bukan hanya panjang, tapi juga ngeri: ada yang sudah lima tahun lamanya. Bayangkan orang minta listrik saja sampai harus menunggu lima tahun. Padahal, di bidang lain, telepon misalnya, perusahaan teleponlah yang justru berlomba cari pelanggan. Kalau enam bulan pertama 2010 lalu teman-teman PLN di bagian pembangkit listrik yang tegang (karena harus bisa mengatasi krisis listrik), enam bulan kedua 2010 ini ganti bagian distribusi yang kalang-kabut.

      Tidak gampang menyiapkan sambungan 1 juta sekaligus dalam satu hari. Tapi harus bisa. Toh daftar calon pelanggan sudah tersedia. Tiap hari saya melakukan mengecekan. Sudah seberapa siap gerakan penyambungan 1 juta sehari itu. Dari Jawa Timur, saya mendapat laporan mengejutkan. General Manajer PLN Jatim Sulastyo memastikan, dengan gerakan satu juta sambungan ini, daftar tunggu di Jatim sudah bisa menjadi nol sama sekali.

      Pimpinan PLN Wilayah Jabar Taufik Haji juga menyatakan demikian. Di Jateng dari daftar tunggu 170.000, memang masih akan tersisa 40.000, tapi bukan akibat kelemahan pimpinan Wilayah Jateng Ferry Krisna. Sisa 40.000 itu terjadi karena si calon pelanggan belum memiliki uang untuk membayar biaya sambungan.

      Di Jakarta, saya mendapat cerita dari Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun. Dia baru keliling ke rayon-rayon di Jakarta. Tiga hari sebelum tanggal 27 Oktober, ada satu rayon Ciputat yang sangat tertinggal. Di antara target yang dibebankan, baru 14 persen yang siap disambung pada hari itu. Ini bukan salah pimpinan di Ciputat.

      Daftar tunggu di rayon itu ternyata memang tidak sebesar yang tercatat selama ini. Dari laporan berbagai daerah memang ditemukan kenyataan ini: daftar tunggu itu ternyata tidak sebesar kenyataannya. Daftar tunggu 2,5 juta orang itu, misalnya, sangat mungkin nanti ternyata hanya sekitar 1,5 juta. Mengapa? Rupanya, selama ini banyak orang yang mendaftar melalui tiga jalur. Satu orang mendaftar ke perusahaan instalatir, tapi juga sekaligus mendaftar ke rayon.

      Ada pula yang masih mendaftar lagi ke PLN cabang. Banyak juga instalatir yang mendaftarkan ratusan perumahan baru, tapi sampai sekarang rumah-rumah tersebut belum jadi dibangun. Tentu ada juga penyebab lain. Ketika mendaftar dulu, dia sudah punya uang. Namun, ketika program 1 juta sambungan ini diluncurkan, uangnya sudah habis untuk keperluan lain.

      Berapa sih biayanya sampai ada yang tidak punya uang? Ternyata, seperti calon pelanggan di Ciputat itu, banyak yang mengira biayanya sampai Rp 1 atau Rp 2 juta. Itulah angka yang selama ini memang beredar di masyarakat. Sebuah angka yang jauh dari daftar resmi yang ada di loket-loket PLN. Inilah angka yang selalu menjadi perdebatan dan menimbulkan kesan negatif pada PLN.

      Berapa sih sebenarnya biaya penyambungan itu? Di sini memang masih terjadi perbedaan pendapat. Di antara unit PLN sendiri masih belum seragam. Banyak unit yang pemikirannya sudah sangat maju. Yakni hanya mengenakan biaya penyambungan yang memang menjadi tanggung jawab PLN.

      Tapi, memang masih ada yang belum berubah. Yakni menagihkan biaya-biaya yang sebenarnya bukan biaya untuk PLN. Yakni biaya untuk instansi lain seperti konsuil dan instalatir. Ini mungkin karena kebiasaan lama yang sudah mendarah-mendaging. Mereka menjadi gamang ketika harus berubah.

      Banyak unit, seperti Jatim, Jabar, dan Sulsel, yang untuk gerakan 1 juta sambungan ini hanya mengenakan biaya yang khusus untuk PLN. Mereka ini sudah bisa memisahkan mana biaya yang untuk PLN dan mana biaya yang sebenarnya bukan untuk PLN. Tapi, masih ada unit yang menarik semua biaya itu sehingga konsumen mengira semua biaya tersebut diterima PLN. Jatuhnya juga kelihatan mahal.

      Padahal, untuk menyambung listrik, biaya yang dikenakan oleh PLN sangat murah. Untuk 450 VA (volt ampere) hanya Rp 337.000. Untuk 900 VA hanya Rp 675.000. Tapi masih ada unit yang menagih ke calon pelanggan dengan nilai jauh lebih besar dari itu. Ini karena biaya untuk instansi lain seperti konsuil dan instalatir dia tagih sekaligus di situ.

      Calon pelanggan jadi banyak yang mengira bahwa PLN mengenakan biaya sangat mahal. Di Jatim, untuk gerakan ini, PLN hanya menagih biaya yang harus dibayar ke PLN. Biaya untuk instansi lain diserahkan ke pelanggan untuk membayarnya sendiri. Sulastyo berprinsip kalau calon pelanggan sudah membayar biaya penyambungan kepada PLN, kewajiban PLN-lah menyambung listriknya. Setelah listriknya tersambung, pekerjaan lain menjadi urusan pelanggan itu dengan konsuil dan instalatir. Jatim menempuh cara begini: setelah PLN menyambung listriknya, di dekat kWh meter itu ditempeli stiker dengan bunyi: (kira-kira) PLN telah selesai menyambung listrik Anda.

      Untuk menyalakannya, Anda harus menghubungi konsuil dan instalatir Anda! Selesai. Kewajiban PLN tuntas sudah. Nama PLN menjadi harum karena bisa melayani dengan cepat dan murah. Pelanggan juga sudah harus mulai tahu bahwa PLN serta konsuil dan instalatir itu instansi yang berbeda. Kewajiban maupun tanggung jawabnya!

      Kewajiban PLN adalah mengalirkan listrik ke rumah-rumah pelanggan. Kewajiban konsuil adalah menilai apakah jaringan listrik di rumah pelanggan itu sudah memenuhi syarat atau belum. Jangan sampai nanti, setelah listrik menyala, rumahnya terbakar. Kewajiban instalatir adalah memperbaiki jaringan listrik di rumah pelanggan itu kalau konsuil menyatakan masih harus ada yang diperbaiki. Dua instansi tersebut juga mengenakan biaya kepada pelanggan yang selama ini dijadikan satu di loket PLN.

      Rincian tugas dan kewajiban seperti itulah yang selama ini tidak dibedakan. Orang-orang PLN terlalu “baik” untuk ikut mengurus urusan instansi lain. Ibaratnya seperti contoh berikut ini: Sebuah mobil datang ke SPBU untuk mengisi bensin. Sebelum mengisikan bensin, petugas SPBU bertanya kepada pemilik mobil: apakah mobil Anda sudah dikir? Mana surat kirnya? Apakah mobil Anda sudah sesuai dengan hasil kir itu? Apakah mobil Anda ada STNK-nya? Apakah BPKB mobil Anda ini sah? Kalau mobil Anda belum menunjukkan bukti sudah dikir, petugas pompa bensin tidak mau menuangkan bensin ke mobil Anda. Lucu kan?

      Begitulah PLN selama ini. Dia jadi “petugas pompa bensin” yang sangat rewel! Sampai sekarang masih banyak orang PLN yang berpikiran bahwa dirinya adalah juga sekaligus orang konsuil dan instalatir. Akibatnya, nama PLN ancur-ancuran. Inilah yang kita coba kita ubah. Tapi, masih banyak yang memang belum bisa berubah. Begitulah di PLN selama ini. PLN belum mau menyambung listrik ke rumah pelanggan kalau rumah itu belum diperiksa konsuil. Akibatnya, pelanggan mengira bahwa pelayanan PLN yang payah. Biaya pun dikira mahal, melebihi ketentuan. Apalagi kalau memang ada yang memanfaatkan situasi tersebut.

      Bahwa pelayanan selama ini payah, itu memang sudah menjadi kenyataan. Bahwa biayanya selama ini mahal, itu juga satu kenyataan. Sulit dibantah. Apalagi kalau keruwetan tersebut dimanfaatkan oleh banyak orang: orang dalam maupun orang luar.

      Maka, gerakan penyambungan 1 juta sekaligus ini adalah usaha untuk mencoba melakukan terobosan semua itu. Dengan gerakan 1 juta sambungan satu hari, daftar tunggu itu menjadi lebih pendek. Dengan gerakan 1 juta sambungan satu hari, transaksi-transaksi gelap mestinya akan hilang.

      Dengan gerakan 1 juta sambungan satu hari, teman-teman PLN kembali memperoleh kepercayaan diri bahwa program-program besar bisa dilakukan dengan sukses. Kalau dengan gerakan satu juta sambungan ini transaksi-transaksi gelap masih belum hilang sama-sekali, kami bertekad untuk melakukan gerakan satu juta sambungan lagi bulan April atau Mei tahun depan! Saya tentu mendengar banyaknya transaksi gelap yang melibatkan orang dalam dan orang luar PLN.

      Jumlah mereka sebenarnya tidak banyak jika dibandingkan dengan jumlah pelanggan yang ada. Namun, transaksi gelap itu telah menjadi nila setitik. Tidak mungkin bisa dilawan satu per satu. Akan memelahkan, memakan energi, dan belum tentu berhasil. Gerakan satu juta sambuangan ini adalah “mitraliur” atau kemoterapi yang bisa membasmi transaksi-transaksi gelap itu secara luas dan sekaligus.

      Kelak, kalau daftar tunggu sudah habis dan PLN bisa terus maju, jangan-jangan justru teman-teman PLN yang mengalami kesulitan mencari calon pelanggan sehingga petugas PLN harus keliling dari kampung ke kampung sambil berteriak: listrik?listrik?listrik!!! (**)

      Dahlan Iskan
      CEO PLN

      Posted by PUTU | 22 Maret 2013, 11:05 am
    • Dengan adanya tulisan sinta dan silent reader … komentar bisa mencapai angka 200

      Posted by Djoko Sawolo | 22 Maret 2013, 5:58 pm
      • Iya betul kang Djoko Sawolo…. seperti Yin dan Yan, dalam keburukan kadang mendatangkan kebaikan…
        begitu pula Dahlan Iskan, semakin Beliau dihujat dan Difitnah, maka namanya akan lebih bersinar…
        ASAL tak patah semangat dan tak mudah menyerah…

        Putu

        Posted by PUTU | 22 Maret 2013, 8:12 pm
    • Nah, sulit sekali kan cari kesalahan Dahlan. Makanya isu yg diangkat untuk menjatuhkan Dahlan paling hanya inefisiensi 37 T, atau yg terbaru soal tenaga kerja out nyosor shing. Selebihnya pasti bilang Dahlan cari panggung atau pencitraan. Inti semua itu adalah Sinta lebih senang membela yang batil, ketimbang yang benar. Coba cari lagi deh, kesalahan Dahlan. Tapi yg benar2 bisa menjebloskan Dahlan ke penjara, biar Dahlan tidak jadi menteri lagi dan jadi calon Presiden. Agar nanti, kebebasan berekspresi, kelompok Anda bisa merampok uang negara seperti dulu lagi. Cuma hati-hati saja. Melawan Dahlan itu tidak mudah loh. Kalau saja Dahlan mau, anggota DPR dan para politisi bakal kelimpungan. Tinggal suruh wartawannya saja menginvistigasi tindak tanduk anggota dewan dan politisi itu. Hasilnya tinggal dilaporkan ke KPK. Dahlan sekarang masih berbaik hati. Hati-hati ya, soalnya anggota DPR dan DPR kan para koruptor dan lembaga terkorup di Indonesia, bahkan di dunia. Hehe….eh setan, ups sinta ya….asal kamu tahu saja, pelaporan yg kemarin, Dahlan berhasil loh membentengi BUMN dari pemerasan BUMN. Sekarang ada ngga tuh yg berani meras BUMN? Hehehe…jadi Dahlan bukan lah pemimpin biasa. Anda tidak perlu tahu lebih jauh tentang Dahlan. Cari saja kejelekkan Dahlan, lalu kritisi lah. Itu akan membuat pemimpin kami semakin matang. Tapi jangan lupa, sampaikan yg baik-baik dari Dahlan. Misalnya selama jadi Dirut PLN dan Meneg BUMN, Dahlan tidak pernah menerima gaji. Ia pun membeli (tentu saja dengan uang pribadi) apartemen sendiri. Ia membawa mobil serta membayar sopir pribadi. Ia juga tulus membiayai mobil listrik nasional Yg akan digunakan pada saat KTT ngepek di Bali. Setan, eh lupa, Shinta ya, jadi hati-hati ya.

      Posted by Dedy Armayadi | 22 Maret 2013, 7:07 pm
  76. Selamat pagi dan jumpa lagi teruntuk Kakak Silla Keras ;
    He…he…he…e…,membaca komentar sdr.Shinta,beta sangat kasian sekali dengan “dia”.

    Su jelas secara terang benerang,kalau Novel tsb su “Kadaluarsa”, koq masih disampaikan disini..
    Kayaknya,sdr.Shinta perlu baca MH.01 sampai yang terkini secara ber-ulang2,biar pintar dan cerdas..
    Mosok “goblok” koq dipelihara..

    Xi….xi…xi…xi….i….

    Semangat dan Optimis selalu,salam Dahlanis..

    Posted by N. SORRI.. | 22 Maret 2013, 7:05 am
  77. hahahahahaaa… yang basi aja dimakan ama dahlanis, dasar pemakan segala ! sambil lidahnya menjulur julur berlimpah air liur, menjilat pantat !

    Posted by silent reader | 22 Maret 2013, 9:02 am
    • Maaf Pak Silent Reader. Saya fikir logikanya keliru deh. Yang basi itu kami buang, kami cuci, bahkan kalo perlu dilemparkan ke matahari biar terbakar. Satu lagi logika kelirunya nih. Anda kan Silent Reader, tapi kok berisik ya? Lebih dari 100 desibell deh … jadi kalo mau jadi Silent Reader duduklah yang manis (jangan lupa pake celana), tapi kalo mau rame ganti nick jadi Noisy Reader. Peace and grin brada

      Posted by apasaja | 22 Maret 2013, 9:19 am
    • Hehehe…kelihatan kan kalo si silent reader ini memang orang bodoh…sudah bodoh otaknya bodoh pula hatinya, ngomong nya aja jelek seperti itu. Kalo ngomongnya aja ngga baik seperti ini bagaimana orang seperti silent reader ini bisa diterima dimasysrakat ya???

      Posted by Ardian | 22 Maret 2013, 11:47 am
    • Dahlanis jilat pantat kau bilang. Ahhh pukimaknya kau ini. Kau dukung lah anggota DPR itu yg dana alquran pun dikorupsi, bolos rapat nomor wahid sedunia, studi banding nda ketulungan, nonton film porno, maen game saat sidang. Kau dukunglah Megawati yg jual Indosat, gas tangguh murah, dan yg buat peraturan outsoursing itu. Kau dukung lah Aburizal Bakrie yg bikin sengsara dg lumpur lapindo, ngemplang pajak stinggi langit. Kau dukunglah Prabowo yg menculik dan bunuh kawan-kawan ku. Ta*k kau tu.

      Posted by Dedy Armayadi | 22 Maret 2013, 7:39 pm
      • jenis pendukung dahlan iskan yang masuk kategori PREMAN LONTONG !(kata orang medan asli)
        yaaah sekeras kerasnya lontong, ketemu p*ki… ya meletot ! wakakakwakakakaaa…

        Posted by silent reader | 22 Maret 2013, 8:44 pm
    • spt yg saya bilang sebelumnya, seseorang dilihat dari cara dia bicara, bersikap, menulis..
      dari gaya bahasa sarkastik yg anda pakai saya bisa nilai anda bro…
      saya berharap jika anda mendapat keuntungan dari memfitnah orang lain tidak anda berikan ke keluarga anda..
      kasihan mereka yg tidak tahu apa2 kalau harus menanggung dosanya pula…

      Posted by PUTU | 22 Maret 2013, 7:52 pm
  78. sudahlah bung ” silet..keder”,ternyata kamu ini ternyata pasien saya yang kabur….ha ha ha cepetan pakai celana dan kembali ke Rsj…

    Posted by Silla Keras | 22 Maret 2013, 11:17 am
  79. Jadi inget pas ada anggota dhewan bilang ” Mungkin karena Bapak Dahlan Iskan berasal dari latar belakang dan background yang berbeda, juga mobilnya yang lucu seperti punya Mister Bean”… (Saat Pak DIS dipanggil komisi VII)

    Iya sih, memang Pak Dahlan Iskan berasal dari latar belakang yang berbeda, tapi berbedanya itu berarti latar belakang Pak DIS sama dengan jutaan orang penduduk Indonesia, berarti waktu itu Ibu anggota dhewan itu sama saja bilang kalau anggota dhewan itu berbeda dengan rakyat yang diwakilinya, ibu itu sugih, rakyat yg diwakilinya mlarat… dan ibu itu bilang latar belakang yg berbeda itulah yang bikin Pak Dahlan Iskan tidak etis.

    Heuheuheu… Padahal Pak DIS bisa beli helikopter lho

    Posted by Jumadi Jambul | 22 Maret 2013, 12:05 pm
  80. INILAH.COM, Jakarta – Selain melakukan kunjungan ke Prancis dan Rusia, DPR juga akan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke negara Belanda dan Inggris. Jika dikalkulasi, wakil rakyat itu akan menghabiskan uang negara sebesar Rp6.506.118.000.

    Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia Untuk Transparasi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi menjelaskan, alokasi anggaran DPR selama lima hari untuk empat negara membuang uang negara sebesar Rp6,5 miliar.

    “Sesuai Peraturan Menteri Keuangaan Republik Indonesia Nomor.37/PMK.02/2012 tentang Standar Biaya Tahun 2013, asumsi atau simulasi untuk total alokasi anggaran DPR untuk perjalanan ke luar negeri sebesar Rp6.506.118.000,” kata Uchok kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (22/3/2013).

    Perjalanan para anggota dewan ke luar negeri akan dilaksanakan selama lima hari, yaitu pada 14-19 April 2013. Untuk tujuan 4 negara yaitu Prancis, Rusia, Belanda, dan Inggris. Untuk masing-masing negara akan menghabiskan uang rakyat seperti penjelasan di bawah ini:

    1). Perjalanan ke luar negeri tujuan Prancis, dengan asumsi 13 anggota dewan, dua staf, dan tanpa mengikut serta keluarga akan menghabiskan anggaran sebesar Rp.1.673.226.000. Setiap orang akan menghabiskan ongkos pesawat sebesar US$10.724 untuk bangku eksekutif.

    2). Perjalanan ke luar negeri tujuan negara Rusia, dengan asumsi 13 anggota dewan, dua staf dan tanpa mengikuti serta keluarga akan menghabiskan anggaran sebesar Rp1.595.043.000. Setiap orang akan menghabiskan ongkos pesawat sebesar US$9.537 untuk bangku yang paling empuk, enak, dan nyaman, untuk kelas eksekutif.

    3). Perjalanan ke luar negeri tujuan Belanda, dengan asumsi 13 anggota dewan, dua staf, dan tanpa mengikuti keluarga akan menghabiskan anggaran sebesar Rp1.330.695.000. Setiap orang akan menghabiskan ongkos pesawat sebesar US$8126 untuk bangku yang paling empuk, enak, dan nyaman untuk kelas eksekutif

    4). Perjalanan ke luar negeri tujuan Inggris, dengan asumsi 13 anggota dewan, dua staf, dan tanpa mengikuti keluarga akan menghabiskan anggaran sebesar Rp1.907.154.000. Setiap orang akan menghabiskan ongkos pesawat sebesar US$10.980 untuk bangku eksekutif.

    Dari gambaran di atas, FITRA meminta DPR agar perjalanan dinas ke luar negeri, dibatalkan saja. “Karena untuk apa ke luar negeri, kalau DPR ingin membuat aturan hukum yang berdasarkan Pancasila, budaya dan karakter bangsa sendiri, tidak lagi menggunakan atau meniru aturan hukum negara lain,” jelas Uchok.

    Posted by aburachman | 22 Maret 2013, 2:24 pm
  81. sudah jelas si dahlan minta maaf ke beberapa anggota dpr yang difitnahnya, masih saja para penjilat ini ngeles sana sini… kasian bener dasar mental inlander !

    Posted by silent reader | 22 Maret 2013, 3:41 pm
  82. waduh nekat bener nih “si silet bunder”… cepat lah pakai celana malu dilihat …

    Posted by Gallus Soloensis | 22 Maret 2013, 4:36 pm
  83. lucu juga lihat para pendukung dahlan iskan main keroyokan lawan silent reader… levelnya kira kira sama dengan anjing anjing berebutan sepotong tulang, sementara tulangnya keras gak kemakan cuma kelontangan kesana kemari ditimpali riuh rendah gonggongan silih berganti id… hahahahahaaa…

    Posted by sinta | 22 Maret 2013, 7:29 pm
  84. Dibanding baca koment diatas ini,mending praktek-in berikut…
    ==================================
    SEPULUH kebiasaan BAIK dari Negeri Tirai Bambu, (TIONG-HUA) yang patut diterapkan dalam hidup:

    1.Mei bing ye yao ding qi ti yan
    (Walau TIDAK Sakit, harus RUTIN memeriksakan kondisi KESEHATAN)

    2. Bu ke ye dei duo he wen shui
    (Walau Tidak Haus, harus BANYAK minum Air hangat)

    3. Yu she nan jie ye dei xiang tong.
    (Walau Ketemu Masalah Sulit, harus TETAP diselesaikan)

    4. Mei you xi shi ye yao kuai le
    (Walau Tidak ada hal menyenangkan, harus tetap bergembira)

    5. You li ye yao rang ren san fen.
    (Walau berada di pihak yg BENAR, tidak ada Salahnya Mengalah)

    6. You quan ye yao di diao zuo ren.
    (Walau memiliki Kekuasaan/jabatan harus tetap berkepribadian LUHUR)

    7. Bu jue pi lao ye dei xiu xi
    (Walau Tidak merasa Lelah, harus tetap Beristirahat)

    8. Sheng huo fu yu ye yao zhi. zu.
    (Walau sudah kaya raya harus tetap dapat membatasi diri)

    9, Zai mang ye yao zhong shi duan lian.
    (Walau Sangat Sibuk, harus tetap ingat Berolah-Raga)

    10. Mei shi ye yao hu xiang guan ai.
    (Walau tak terjadi apa-apa, harus tetap saling Memperhatikan).

    SALAM SUPERR
    PUTU

    Posted by PUTU | 22 Maret 2013, 7:57 pm
  85. Terima kasih infonya Kakak Silla Keras ;
    Memang sangat bersahaja sekali DAHLAN ISKAN itu..

    Beta sangat tertarik dengan kalimatnya sbb :
    [...], dan berbuat yang terbaik saat ini, menurut pendapat saya : itulah yang paling “realitis”..
    Kalimat tersebut sangat sederhana,tapi arti dan manfaatnya sangat dalam sekali…

    Mudah2an,kebaikan-kebaikan dari apa2 yang telah,sedang dan akan dilakukan DAHLAN ISKAN,
    membawa “berkah”kepada Kita semua, chususnya Masyarakat Indonesia..
    Demi Peningkatan Kesejahteraan dan Kecerdasan Rakyat. AMIIN..

    Semangat dan Optimis selalu.
    Salaaam Dahlanis…

    Posted by N. SORRI.. | 22 Maret 2013, 8:12 pm
  86. Kisruh Buruh… Abah msh yg terdepan…
    Mana Anggota Dhewan yg berkoar2 tapi ga ada actionnya…
    kalau mau lawan pencitraan dgn kerja dong… bukan dengan demo atau Pitnah (pake “P”)…
    =========================
    Jakarta – Dahlan Siapkan Lahan Industri di Semarang untuk Pabrik yang Hengkang dari Jakarta

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyiapkan lahan industri di Semarang bagi pabrik-pabrik yang hengkang dari Jakarta dan sekitarnya gara-gara upah minimum provinsi (UMP) yang tinggi.

    Lahan ini merupakan milik PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), salah satu perusahaan pelat merah penyedia lahan industri. Saat ini, masih ada sekitar 70 hektar lahan kosong milik KIW, dari total 250 hektar yang tersedia. Sedangkan yang sudah disiapkan untuk tahun ini sebanyak 10 hektar.

    Saat ini banyak kawasan industri mau pindah dari Jakarta, Banten ke Semarang dengan berbagai alasan. Seperti untuk menghindari Jakarta (upah) yang lebih mahal, buruh bermasalah, sedangkan di sini masih bisa lebih mudah sehingga pada mau pindah ke Semarang,” kata Dahlan disampaikan oleh Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi kepada detikFinance.

    Dahlan juga sempat mengunjungi kawasan ini saat transit di Semarang dari Denpasar menuju Tegal. Komisaris Utama KIW Ihwan Sudrajat mengaku kaget dengan kunjungan dadakan itu.

    “Dalam sejarah KIW, baru pertama sekali ada menteri BUMN yang berkunjung ke kawasan ini. Mudah-mudahan kunjungan beliau ini semakin memberi keyakinan kepada KIW untuk lebih besar yang paling tidak memotivasi manajemen untuk bekerja lebih keras lagi sehingga tidak kalah dengan kawasan-kawasan industri lainnya yang memiliki aset jauh lebih besar dari PT KIW,” kata Ihwan.

    Saat ini, sudah ada 21 perusahaan yang masuk ke wilayah KIW. Perusahaan-perusahaan itu antara lain Pacific Traders yang bergerak di industri furnitur, Kemasan Cipta industri kemasan, dan dua perusahaan asing yang biasa menangani suku cadang Honda.

    “Ada hambatan jalan menuju pelabuhan, saya minta dipelajari untuk pembuatan jalan tol. Bukan instruksi, tapi untuk dipelajari kemungkinannya seperti jalan tol yang di atas laut di Bali,” ujar Dahlan.

    Posted by PUTU | 24 Maret 2013, 11:28 am
  87. Subhannallah, Kakak Putu betul2 jago Ref.nya.

    Inilah DAHLAN ISKAN ; betul2 berpikir “cerdas” dan bertindak “cepat”…,
    sehingga betul-betul : set…set…set….
    Mantab…..!!!

    Paling tidak, tetap memberi peluang para Pengusaha tetap: ber-Karya dan ber-Usaha,
    shg tetap memberi kesempatan peluang : Pekerjaan baru tu Masy.Semarang,
    ujung2nya harga tetap stabil demi meringankan kebutuhan Masyarakat..

    He.he.he.e.,diam2 ini juga salah satu pengurangan kemacetan Pintu jalan Tol Jakarta.
    Mudah2an,renc jalan Tol yang akan dibuat menuju ke Palabuhan , bisa menggunakan
    System-Ring, dan daerah2 tertentu sudah langsung dibuatkan :
    Pintu Jalan Masuk/Keluar Jalan Tol untuk pengembangan Kota….

    Semangat dan selalu ber-pikir cerdas…
    Salaaam Dahlanis.

    Posted by N. SORRI.. | 24 Maret 2013, 10:07 pm
  88. Untuk Nona Sinta dan Silet Rider, silakan nikmati hidangan MH70. Betapa komitnya Dahlan Iskan dan Jokowi mojok untuk orang miskin….

    Posted by mang encep | 25 Maret 2013, 12:23 am
    • Subhannallah..

      Memang DAHLAN ISKAN sangat “hebat” Kakak Mang Encep ;
      Sangat bersahajanya beliau,mau bicara masalah yang sangat penting
      demi saudara2 Kita yang kurang beruntung (miskin),
      cukup bicara dgn Jokowi sambil mojok .
      Tapi hasilnya : sangat “Evective” sekali….

      Alhamdulillah….

      Posted by N. SORRI.. | 25 Maret 2013, 11:31 am
  89. Demi Indonesia…. pokoke jempol papat buat pak Is..

    Posted by Imam Zulk | 10 April 2013, 8:25 am
  90. pak dahlan mhn infony solusi utk pnymbuhan pnykit hpatitis c genotipe tipe 1 jmlh vrus 1400,dmn kah tmpt pngbtan yg manjur…trims mhn blsan…

    Posted by rendra | 20 April 2013, 8:41 am
  91. Berbicara OUTSOURCING maupun ALIH-DAYA :
    Di perlukan : “KEJUJURAN” dan KEMAUAN 24 untuk memperbaiki Kesejahteraan :OUTSOURCING
    oleh Manajemen Perusahaan Pemberi Pekerjaan sesuai Undang2 Th.2003 tentang Ketenagaankerja …

    Jangan sampai mau berbicara : Penambahan jumlah SDM – ORGANIK saja,hanya terkendala krn :
    JUMLAH BIAYA OPERASIONIL PERUSAHAAN SUDAH TERLALU BESAR.
    Maka diambil JALAN-PINTAS : TENAGA ORGANIK dipaksa kerja melebihi Jam-Kerja krn Personel kurang,
    wlu ada Jam-Lembur. Kalau perlu TENAGA -OUTSOURCING dimasukkan sebagai TENAGA-INTI masuk SHIFF
    (Pagi,siang,malam) dengan mengabaikan LICENCE maupun RATING yang menjadi per-Syaratan-Mutlak
    bagi Pekerja-Tehnik dalam Perusahaan tertentu (Pelabuhan Laut apa lagi di Bandar Udara)…

    Tidak heran saat DAHLAN ISKAN menjabat DIRUT.PLN ,beliau melihat sendiri seperti yang dikatakan beliau
    hampir di seluruh PLN di Indonesia DAHLAN ISKAN selalu berjumpa dengan TENAGA-OUTSOURCING dilapangan..

    Ini suatu “Realita” tidak bisa dipungkiri..,tentu terjadi pelanggaran yang telah di-Amanatkan dalam Undang2,
    dan perilaku demikian sangat : M.E.M.A.L.U.K.A.N….

    Disinilah “awal” permasalahan yang sering terjadi,dikarenakan ada “KECEMBURUAN-SOSIAL” dari sisi pendapatan,
    disamping permasalahan2 lain nya….
    Semisal : sudah disebutkan masalah “seragam” : 2x/Th,besaran Gaji dll…dll…,di dalam Dokumen Kontrak,
    tapi dalam pelaksanaan-nya tidak keluar seperti yang tertera dalam Dokumen Kontrak.

    Mudah2an,dengan telah ter-bentuknya PANJA oleh Komisi IX .DPR.RI, massa depan OUTSOURCING yang telah
    jadi “Temuan” DAHLAN ISKAN secara langsung, akan mengalami perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku….

    Selamat bekerja PANJA,para Dahlanis ber-do’a selalu untuk-mu…,sehingga hasilnya Optimal….
    Semangat,Optimis bersama DAHLAN ISKAN..
    Salam Dahlanis…

    Posted by N. SORRI.. | 21 April 2013, 4:50 pm
  92. Semua kebijakan pasti ada kelemahannya, tugas pembuat kebijakanlah yg harus mampu mereduksi bahkan menghilangkan kelemahan2 tsb.

    Posted by kabulsuprapto | 8 Juni 2013, 5:29 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.557 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: