>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Membersihkan Gorong-Gorong Buntu di Otak

Senin, 18 Februari 2013
Manufacturing Hope 65

Sambil mengambil pisau bedah, Dokter Terawan mulai menyanyikan lagu kesukaannya, Di Doa Ibuku. Suaranya pelan, tapi sudah memenuhi ruang operasi itu.

Saya berbaring di depannya, di sebuah ruang operasi di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Jumat pagi lalu. Peralatan operasi sudah disiapkan dengan rapi. Para perawat juga sudah berada di posisi masing-masing.

Sebenarnya saya tidak dalam keadaan sakit. Juga tidak punya keluhan apa pun. Hanya, saya memang sudah lama ingin melakukan ini: cuci otak. Sejak masih jadi direktur utama Perusahaan Listrik Negara dulu. Keinginan itu tertunda terus oleh kesibukan yang padat, terutama setelah menjadi menteri BUMN. Bahkan, keinginan untuk coba-coba melakukan stem cell pun tertunda sampai sekarang.

Mencoba merasakan cuci otak ini bisa dianggap penting, bisa juga tidak. Saya ingin mencobanya karena ini merupakan metode baru untuk membersihkan saluran-saluran darah di otak. Agar terhindar dari bahaya stroke atau perdarahan di otak. Dua bencana itu biasanya datang tiba-tiba. Kadang tanpa gejala apa-apa. Dan bisa menimpa siapa saja.

Saya tahu, metode cuci otak Dokter Terawan ini masih kontroversial. Pendapat kalangan dokter masih terbelah. Masih banyak dokter yang belum bisa menerimanya sebagai bagian dari medical treatment.

Pengobatan model Dokter Terawan, ahli radiologi yang berumur 48 tahun, yang berpartner dengan Dokter Tugas, ahli saraf yang berumur 49 tahun, ini masih terus dipersoalkan. Dia masih sering “diadili” di rapat-rapat profesi kedokteran.

Saya terus mengikuti perkembangan pro-kontra itu. Termasuk ingin tahu sendiri secara langsung seperti apa cuci otak itu. Dengan cara menjalaninya. Kesempatan itu pernah datang, tapi beberapa kali tertunda. Sebab, ada pasien yang lebih mendesak untuk ditangani. Sebagai orang sehat, saya harus mengalah.

Kamis malam lalu kesempatan itu datang lagi. Seusai sidang kabinet di istana, saya langsung masuk RSPAD Gatot Subroto. Berbagai pemeriksaan awal dilakukan malam itu: periksa darah, jantung, paru-paru, dan MRI. Dan yang juga penting dilakukan Dokter Tugas adalah ini: pemetaan saraf otak.

Beberapa tes dilakukan. Untuk mengetahui kondisi saraf maupun fungsi otak.

Keesokan harinya, pagi-pagi, saya sudah bisa menjalani cuci otak di ruang operasi. Saya sudah tahu apa yang akan terjadi karena dua minggu sebelumnya istri saya sudah lebih dulu menjalaninya. Saat itu saya menyaksikan dari layar komputer.

Cuci otak ini dimulai dengan irisan pisau di pangkal paha. Saat mengambil pisau, seperti biasa, adalah saat dimulainya Dokter Terawan menyanyikan lagu kesukaannya, Di Doa Ibuku.

Perhatian saya pun terbelah: mendengarkan lagu itu atau siap-siap merasakan torehan pisau ke pangkal paha yang tidak dibius. Tiba-tiba Dokter Terawan mengeraskan suaranya yang memang merdu. Saya pun kian memperhatikan lagu itu.

Saat puncak perhatian saya ke lagu itulah, rupanya Dokter Terawan menorehkan pisaunya. Tipuan itu berhasil membuat rasa sakit hanya melintas sekilas.

Dan Dokter Terawan terus menyanyi:

Di waktu masih kecil
Gembira dan senang
Tiada duka kukenang
Di sore hari nan sepi
Ibuku berlutut
Sujud berdoa
Kudengar namaku disebut
Di doa ibuku

Sebuah lagu yang isinya kurang lebih saya alami sendiri saat saya masih kecil, sebelum ibu saya meninggal saat saya berumur 10 tahun. Otomatis perhatian saya ke lagu itu. Itulah cara Dokter Terawan membius pasiennya.

Saya jadi teringat saat memasuki ruang operasi menjelang ganti hati enam tahun lalu di RS Tianjin, Tiongkok. Ruang operasi dibuat ingar-bingar oleh lagu rock yang lagi top-topnya saat itu di sana: Mei Fei Se Wu, yang berarti bulu mata menari-nari. Sebelum lagu berbahasa Mandarin itu berakhir, saya sudah tidak ingat apa-apa lagi: Saya dimatikan selama 13 jam.

Demikian juga Dokter Terawan. Sambil terus menyanyikan Di Doa Ibuku, dia mulai memasukkan kateter dari luka di pangkal paha itu. Lalu mendorongnya menuju otak. Kateter pun terlihat memasuki otak kanan. “Sebentar lagi akan ada rasa seperti mint,” ujar Terawan.

Benar. Di otak dan mulut saya terasa pyar yang lembut disertai rasa Mentos yang ringan.

Itulah rasa yang ditimbulkan oleh cairan pembasuh yang disemprotkan ke saluran darah di otak. “Rasa itu muncul karena sensasi saja,” katanya.

Hampir setiap dua detik terasa lagi sensasi yang sama. Berarti Dokter Terawan menyemprotkan lagi cairan pembasuh lewat lubang di dalam kateter itu. Saya mulai menghitung berapa pyar yang akan saya rasakan. Kateter itu terus menjelajah bagian-bagian otak sebelah kanan. Pyar, pyar, pyar. Lembut. Mint. Ternyata sampai 16 kali.

Begitu dokter mengatakan pembersihan otak kanan sudah selesai, saya melirik jam. Kira-kira delapan menit.

Kateter lantas ditarik. Ganti diarahkan ke otak kiri. Rasa pyar-mint yang sama terjadi lagi. Saya tidak menghitung. Perhatian saya beralih ke pertanyaan yang akan saya ajukan seusai cuci otak nanti: Mengapa dimulainya dari otak kanan?

Usai mengerjakan semua itu, Terawan menjawab. “Karena terjadi penyumbatan di otak kiri Bapak,” katanya.

Hah? Penyumbatan? Di otak kiri? Mengapa selama ini tidak terasa? Mengapa tidak ada gejala apa-apa? Mengapa saya seperti orang sehat 100 persen?

Dokter Terawan, kolonel TNI-AD yang lulusan Universitas Gadjah Mada Jogjakarta dengan spesialisasi radiologi dari Universitas Airlangga Surabaya itu, lantas menunjuk ke layar komputer. “Lihat sebelum dan sesudahnya,” ujar Terawan.

Sebelum diadakan pencucian, satu cabang saluran darah ke otak kiri tidak tampak di layar. “Mestinya bentuk saluran darah itu seperti lambang Mercy. Tapi, ini tinggal seperti lambang Lexus,” katanya.

Setiap orang ternyata memiliki lambang Mercy di otaknya. “Nah, setelah yang buntu itu dijebol, lambang Mercy-nya sudah kembali,” katanya sambil menunjuk layar sebelahnya. Jelas sekali bedanya.

Karena saluran yang buntu itu, beban gorong-gorong di otak kanan terlalu berat. “Lama-lama bisa terjadi pembengkakan dan pecah,” katanya. “Lalu terjadilah perdarahan di otak,” tambahnya.

Alhamdulillah. Puji Tuhan. Saya pun langsung teringat Pak Sumaryanto Widayatin, deputi menteri BUMN bidang infrastruktur dan logistik yang hebat itu. Yang juga ketua alumni ITB itu. Yang idenya banyak itu. Yang terobosan birokrasinya tajam itu. Sudah hampir setahun terbaring tanpa bisa bicara dan hanya sedikit bisa menggerakkan anggota badan.

Saluran darah ke otaknya pecah justru di tengah tidurnya menjelang dini hari. Saya sungguh menyesal tidak menyarankannya ke Terawan sebelum itu. Penyesalan panjang yang tidak berguna. Kini, setelah perawatan yang panjang oleh istrinya yang hebat, Pak Sum memang terlihat kian segar dan pikirannya tetap hidup bergairah, tapi masih perlu banyak waktu untuk bisa bicara.

Setelah cuci otak ini berhasil membersihkan gorong-gorong yang buntu, saya kembali ke kamar. Kaki tidak boleh bergerak selama tiga jam. Tapi, sore itu saya sudah bisa terbang ke Surabaya. Untuk merayakan Imlek bersama masyarakat Tionghoa dan besoknya mengadakan khataman Alquran bersama para hufadz di rumah saya.

Tiap hari Dokter Terawan sibuk dengan antrean yang panjang. Ada yang karena sakit, ada juga yang karena ingin tetap sehat.

Bagi yang cito, akan langsung ditangani. Tapi, bagi yang sehat, antrenya sudah mencapai tiga bulan. Sebab, hanya sekitar 15 orang yang bisa ditangani setiap hari. Lebih dari itu, bisa-bisa Terawan sendiri yang akan mengalami perdarahan di otaknya.

Belum diterimanya metode itu oleh dunia kedokteran di seluruh dunia membuat gerak Terawan terbatas. Misalnya tidak bisa secara terbuka mengajarkan ilmunya itu ke dokter-dokter lain agar antrean tidak terlalu panjang. Sampai hari ini, baru dialah satu-satunya di dunia yang bisa melakukan cara itu.

Kalau profesi dokter tidak segera bisa menerima metode itu, jangan-jangan Persatuan Insinyur Indonesia yang akan segera mengakuinya. Anggap saja Terawan ahli membersihkan gorong-gorong yang buntu. Hanya, gorong-gorong itu letaknya tidak di Bundaran HI. (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

228 thoughts on “Membersihkan Gorong-Gorong Buntu di Otak

  1. Pertamax,
    Benar-benar cuci otak dalam arti sebenarnya, tapi gak pake sabun ;)

    Posted by Aldizy | 18 Februari 2013, 5:32 am
    • Baru kali ini dapat pertamax horeeeeeeee

      Posted by Aldizy | 18 Februari 2013, 5:33 am
      • pertamax plus aja deh…..
        ngikuutt..

        Posted by sdwi | 18 Februari 2013, 5:44 am
        • bnceng dah seneng q.

          Posted by Jack Puspa | 18 Februari 2013, 5:50 am
          • saya ikutan di gendong pertamaxx yaa…

            Posted by dityo | 18 Februari 2013, 7:25 am
          • apakah terapi semacam ini bisa menggunakan kartu sehat keluaran pak jokowi? kalo boleh daftar ah..

            Posted by mbah surip | 18 Februari 2013, 7:29 am
          • Teman-teman yang terhormat,

            Mari kita sampaikan aspirasi kita, usul kita secara pribadi kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, agar beliau mempertimbangkan/menjadikan Pak Dahlan Iskan menjadi calon Presiden dari Partai Demokrat. SMS center SBY adalah 9949 ingat ya 9949 dan jangan takut untuk sms, ingatlah beliau dahulu membuka keran itu untuk menerima aspirasi dari rakyatnya. Saya sudah beberapa kali kirim sms ke SBY via 9949.

            Kirimkan sebanyak-banyaknya rakyat indonesia yang menghendaki kemajuan negara kita. Integritas dan Antusias. Presiden adalah takdir Allah. Semoga dengan kita kirim sms aspirasi ke Bapak SBY, menjadi jalan takdir untuk Pak Dahlan Iskan menjadi Presiden RI 2014~2019. Semoga itu menjadi salah satu kontribusi besar Bpk. SBY Demi Indonesia. Demi Indonesia Bismillah…

            Salam hormat,
            bonzo – jakarta barat

            REFERENCE :

            http://finance.detik.com/read/2012/11/27/141356/2102691/4/sby-banyak-dapat-sms-soal-demo-buruh-dan-dahlan-iskan

            SBY Banyak Dapat SMS Soal Demo Buruh dan Dahlan Iskan

            Wahyu Daniel – detikfinance
            Selasa, 27/11/2012 14:18 WIB

            Jakarta – Selama periode 16 Oktober-31 Oktober 2012 Presiden SBY banyak mendapatkan aduan dan tanggapan lewat SMS soal demo buruh dan soal tindakan Menteri BUMN Dahlan membersihkan BUMN dari kongkalikong anggaran dengan DPR.

            Staf Khusus Presiden selaku Pengelola SMS dan PB BOX 9949 JKT 10000 Sardan Marbun mengatakan, unjuk rasa buruh diharapkan dilakukan dengan tujuan untuk meluruskan hal-hal yang dinilai tidak benar, sehingga unjuk rasa dilakukan dengan baik. Sardan meminta agar aksi demonstrasi tidak memaksa dan mengganggu produksi sebuah perusahaan.

            “Pemaksaan serta dampak buruk terhadap produksi perusahaan merupakan hal yang perlu dihindari. Di lain pihak, kesejahteraan buruh perlu disesuaikan dengan kondisi yang memadai dengan UMR sekitar Rp 2 juta,” kata Sardan dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa (27/11/2012).

            Selama kurun waktu 16-31 Oktober 2012, pihaknya telah menerima 1.930 pengaduan masyarakat.

            Selain soal buruh, pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait adanya oknum anggota DPR yang melakukan praktik kongkalikong dan meminta jatah kepada sejumlah BUMN memunculkan aduan dari masyarakat kepada SBY.

            Secara keseluruhan terdapat 118 SMS (91,47%) yang mendukung Dahlan Iskan dan 11 SMS (8,53%) menentang. Contoh SMS yang mendukung: “Bpk. Presiden harap Menneg BUMN tetap dapat dipertahankan, jangan BUMN dijadikan sapi perah oleh oknum anggota dewan”.

            Sementara SMS yang menentang: “Tindakan Dahlan Iskan tidak mencerminkan sikap pejabat, justru melemahkan lembaga negara, sepantasnya pejabat macam itu diganti yang lebih bermoral.”

            Dikatakan Sardan , dengan diterimanya 1.930 pengaduan masyarakat, maka sejak Juni 2005 saat mulai Kabinet Indonesia Bersatu II hingga 14 November 2012, SBY telah menerima 3.406.275 SMS dan 113.344 pucuk surat melalui PO BOX 9949 JKT 10000.

            (dnl/ang)
            ————————————-

            Menurut gue, ini adalah gerakan aksi, gak cuma basa-basi, gue gak peduli apa kata orang, itu didepan mata ada saluran yang bisa kita gunakan.., kenapa tidak!!! Teman-teman, mungkin dengan kita kirim SMS ke SBY, anggaplah itu merupakan sedekah Rp. 350 pulsa kita, dengan itu semoga menjadi pembuka jalan Bpk. Dahlan Iskan untuk Indonesia Presiden 2014~2019.

            Kita mungkin bukan siapa-siapa, yang mungkin belum bisa berbuat apa-apa untuk Indonesia, kita disini hanya bisa bicara, menganalisa, atau bahkan beretorika, namun hanya sebatas itu saja. Jadi menurut gue beliaulah yang bisa, melalui Bpk. SBY dan Bpk. DI, kami titipkan masa depan kami dan negeri ini, dari sabang sampai merauke (Lyric lagu Bang Iwan).

            Satu SMS dari kita DEMI INDONESIA.. BISMILLAH…

            Salam hormat,
            bonzo – jakarta barat

            Posted by bonzo | 18 Februari 2013, 11:18 am
    • Ngak dpt pertamax…hiks

      Posted by Ricky Gonzales | 18 Februari 2013, 5:58 am
    • Dari beberapa MH yg saya pelajari memang terkadang tidak terlalu menyangkut masalah BUMN…
      dari situ saya menyimpulkan bahwa MH ini lebih bersifat Global….
      Tidak hanya sebagai kapasitas beliau yaitu Men BUMN, tapi sebagai seorang rakyat yg memiliki DREAM…
      MANUFACTURING HOPE bisa saya artikan MEMBANGUN MIMPI/HARAPAN UNTUK DIBUAT MENJADI KENYATAAN… karena sebagian bangsa ini BAHKAN BERMIMPI SAJA MASIH PESIMIS…..

      saya pernah membaca, bahwa Wright bersaudara bermimpi bahwa manusia bisa terbang seperti burung…
      Dan dia dianggap ORANG GILA… pada masanya… (tapi sekarang siapa yg gila ya??? wong uda kejadian)…

      Apalagi Seperti Edison/Einstein yg ga lulus sekolah dan berteori diluar akan sehat… mereka tentunya dianggap gila oleh orang yg waras saat itu… dan ternyata waktu membuktikan orang yg waras itu yg gila…

      Sama halnya seperti yg dilakukan oleh Abah DIS… bener2 GILANI… OUT OF THE BOX…
      Dibilang Gila oleh Anggota DPR Komisi VII terutama nick ES dgn statementnya :
      ” Saya sarankan Dahlan dibawa ke psikiater, kata Wakil Ketua Komisi VII, Effendi MS Simbolon, di gedung DPR, Jakarta”
      Waktulah yg akan membuktikan siapa yg GILA dan GILANI (GOKIL)…

      Di MH yg release 65 (= 65 Minggu = 1th+3 bulan)
      Abah DIS menyajikan sesuatu yg GILANI Juga… yaitu CUCI OTAK… dalam arti yg sebenarnya… yaitu mencuci saluran2 darah di Otak dengan metode yg entahlah… saya juga baru dengar kali ini… Tapi yg perlu digaris bawahi adalah ini Teknologi yg satu-satunya di DUNIA…

      Ditengah byknya kasus STROKE AKUT…. dan JANTUNG juga… ada secercah harapan buat para pasien atau secara genetik mengidap jantung/stroke untuk bisa bisa memperlama waktu hidupnya…
      (orang tua saya juga meninggal kena serangan jantung, dan dalam kondisi sehat, sehabis berolahraga)…

      Sentilan DIS diakhir kalimat sangat menggelitik…
      “Kalau profesi dokter tidak segera bisa menerima metode itu, jangan-jangan Persatuan Insinyur Indonesia yang akan segera mengakuinya. Anggap saja Terawan ahli membersihkan gorong-gorong yang buntu. Hanya, gorong-gorong itu letaknya tidak di Bundaran HI. (*)”

      Saya sebagai Sarjana Mesin, Akan bersedia mempelajari ilmu tsb jika PERSATUAN INSINYUR INDONESIA memang yg ditunjuk… hahaha… seperti memperbaiki selang oli saja…
      Sekian.

      LIKE DIS
      DUKUNG DAN SEBARLUASKAN VIRUS2 MH…
      NKRI HARUS PUNYA MIMPI…
      HARUS PUNYA TUJUAN…
      JGN MAU DISETIR MULU…
      HARUS JADI TUAN RUMAH DINEGRI SENDIRI…
      HANCURKAN LINTAH2 PENGHISAP BANGSA…

      WAHAI PEMUDA…
      SIAPKAN DIRIMU…
      BANGUN BANGSA INI…
      BUAT ANAK CUCUMU SEJAHTERA…
      BIARLAH SKR KITA MENDERITA, KITA SAKIT, KITA BERJUANG…
      TAPI 5TH KEDEPAN KITA BENAR2 MERDEKA…

      SEPERTI YG DILAKUKAN PARA PEJUANG DAHULU
      SEWAKTU MEMPEREBUTKAN NEGARA INI…
      DGN MENGORBANKAN NYAWA…
      DENGAN BERDARAH2…
      UNTUK SIAPA???
      UNTUK ANAK CUCU MEREKA….
      YAITU ANDA……

      Putu

      Posted by PUTU | 18 Februari 2013, 10:54 am
      • Kalau benar sekarang ini jaman edan, maka siapa yg disebut waras?

        Posted by mang encep | 18 Februari 2013, 12:07 pm
        • yang waras kata pepatah jawa yang “eling lan waspada” ( yang selalu ingat dan waspada) bahwa ujian manusia adalah tidak hanya ujian yang bersifat kesedihan tetapi juga kebahagian, harta benda, dan kekuasaan, bukan begitu mang encep salam kenal

          Posted by bundashabrina | 19 Februari 2013, 8:19 am
          • Nah ini definisi Waras yg Bagus Bunda Shabrina…
            Para Pejabat baru dicoba dgn Kebahagiaan…
            Dikasi duit melimpah dan wanita cantik udah klepek2…. LUPA dgn MISINYA…
            GODAAN ” HARTA, TAHTA, WANITA” emang obatnya cuma satu, yaitu ketulusan-kejujuran-dan tanggungjawab.

            Abah DIS sudah menyadari itu, dan sudah dikatakan di MH sebelumnya (Tentang ujian bos RNI)…
            Kutipannya sbb :
            “Tentu banyak juga aktivis yang lupa diri: dulunya anti kemapanan, tapi menjadi sangat mapan ketika menduduki jabatan. Dulunya antikorupsi, tapi ikut-ikutan korupsi. Dulunya antibirokrasi, ternyata jadi birokrat yang ampun-ampun birokratiknya. Tidak ayal kalau belakangan sering muncul ejekan, “seseorang itu antikorupsi atau tidak bergantung apakah dia sudah mendapat kesempatan atau belum”.

            Ismed baru setahun menduduki jabatan Dirut RNI. Dia belum teruji untuk jangka panjang. Kemarin-kemarin dia masuk ke RNI dalam keadaan perusahaan tidak punya uang. Kini dia berada di puncak jabatan sebuah grup perusahaan yang mulai punya kekayaan. Ujian yang sebenarnya berada di depannya.”

            Saya Berharap, Godaan2 3T untuk para Pejabat bisa ditanggulangi…
            Karena Ujian yg paling susah adalah ujian kebahagiaan… (Kalau ujian kesedihan sudah byk yg lulus)…

            Salam Sukses selalu buat Semua Rekans Dahlanis,
            Putu

            Posted by PUTU | 19 Februari 2013, 10:14 am
          • Salam kenal juga Bunda. Salam Demi Indonesia.
            Saya sedang berusaha untuk menjadi orang yang waras sesuai definisi yang ditulis Bunda, hehe…

            Tapi saya dengan senang hati menerima penularan virus kerja kerja kerja….

            Posted by mang encep | 19 Februari 2013, 2:08 pm
      • “Hanya, gorong-gorong itu letaknya tidak di Bundaran HI”. Saya setuju pak. gorong2 itu buntunya di Senayan (gedung besar yang didepannya tertulis Gedung DPR/MPR)

        Posted by olan | 20 Februari 2013, 11:44 am
    • Wong Edan,,,
      Cuci Otak kok iklan Togel mbah,,
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      Posted by dajjalmintaraga1 | 18 Februari 2013, 5:07 pm
      • @ all readers

        Sebenarnya ada lagi tanda tanya besar yang masih mengganjal di otak –semoga cukup mengganjal saja, tidak sampai menyumbat otak. Biar tidak sampai BW. Hehehe- terkait ulasan MH ini:

        @ “…Berbagai pemeriksaan awal dilakukan malam itu: periksa darah, jantung, paru-paru, dan MRI………..Beberapa tes dilakukan. Untuk mengetahui kondisi saraf maupun fungsi otak.”

        @ “…Mengapa dimulainya dari otak kanan?……. Terawan menjawab. “Karena terjadi penyumbatan di otak kiri Bapak,”

        @ “… Hah? Penyumbatan? Di otak kiri? Mengapa selama ini tidak terasa? Mengapa tidak ada gejala apa-apa? Mengapa saya seperti orang sehat 100 persen?”

        Dari ketiga kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa dr. Terawan tidak memberitahu hasil dari serangkaian pemeriksaan pra-BW, padahal dari catatan medis itulah dr. Terawan mengetahui kalau di otak kiri Dahlan Iskan terjadi penyumbatan sehingga dr. Terawan memulai proses BW dari otak sebelah kanan.

        Oleh karena itu, ada pertanyaan yang dapat diajukan di sini,
        1. Bung DI tentu mengantongi catatan medis dari hasil serangkaian pemeriksaan pra-BW. Betulkah dalam catatan medis tersebut terdiagnosis ada indikasi penyumbatan di otak kiri?

        2. Sebelum Bung DI melakukan BW, dua minggu sebelumnya istri Beliau, Ibu Nafsiah Sabri telah melakukan BW terlebih dahulu. Bagaimanakah perbandingannya?

        Tentu saja tanda tanya-tanda tanya ini tidak memerlukan jawaban di sini. Biarlah tetap menjadi misterius.
        Akhirnya, mudah-mudahan Beliau tetap senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Diselamatkan keselamatannya, disehatkan kesehatannya, dan dimudahkan langkah-langkahnya. Amin YRA.

        Salam untuk DahlanIS.www

        Posted by aditam@putra | 25 Februari 2013, 12:03 am
        • Amiiiiin Yaa Rabb.
          Saatnya menikmati hidangan baru : MH 66.
          Masih berhubungan dengan otak.
          Kali ini berhadiah Rp 100 juta.
          Silakan mampir ke Kick Dahlan

          Posted by mang encep | 25 Februari 2013, 12:09 am
        • NARSISME, DARI CUCU OTAK SAMPAI KE KISAH CINTA

          saya suka komentar @ aditam yg tetap kritis dan tdk menelan mentah2 informasi, walaupun sumbernya dari seorang menteri. seperti kata anda, menteri adalah jabatan politis, sehingga informasi apasaja pasti bermuatan politis. informasi dari pejabat itu tdk selalu objektif dan berpihak rakyat. pasti ada tujuan dan maksud tertentu yg hendak dicapai.

          menurut saya, kisah cuci otak diatas, tokoh utamanya bukan dr terawan tapi DI sendiri. DI menulis kisahnya sendiri untuk menunjukkan karakternya yg sigap, solutif, pemberani dan suka akan terobosan. hal2 baru yg mempunyai potensi besar walau masih kontroversial akan selalu melekat pada seorang pemimpin besar. DI ingin menunjukkan calon pemimpin itu harus punya karakter yg kuat dan berbeda dengan pemimpin2 sebelumnya. anda tidak usah bingung menelaah kebenaran metode cuci otak, karena tujuan tulisan diatas bukan untuk itu. tapi seperti penulisan berbagai buku dan kisah hidup DI yg akhir2 ini marak dimunculkan. DI ingin populer dengan menjual kisah hidupnya.

          saya sangat setuju dengan salah satu komen diatas yg tdk peduli dgn kontroversial cuci otak asalkan mendapat manfaat dari informasi itu. dan saya telah mendapat pelajaran dari berbagai penulisan kisah hidup DI. pertama menulis/menjual kisah hidup dalam berbagai media seperti koran, buku, blog, film, dll, sangat efektif membuat populer tokohnya. masyarakat jadi tahu seluk beluk DI, dari ujung rambut sampai ujung kakinya, dari kisah masa kecil sampai kisah cintanya. informasi kisah hidup yg terus menerus bak iklan itu akan melekat menjadi bagian memori masyarakat, sehingga jika suatu saat nanti DI memproklamirkan diri menjadi capres, masyarakat sudah tahu trackrecord dan backgroundnya. kedua, pelajaran yg saya dapat adalah “kampanye” yg cerdas itu tidak mengeluarkan uang, tapi mendapatkan uang. model “kampanye” ala DI tidak saja membuatnya populer tapi juga menambah pundi2 kekayaannya. bagaimana tidak, berbagai buku tentang kisah hidupnya sangat laris dan dicetak berkali2. belum lagi pemasukan dari iklan, jadi pembicara, dan sebentar lagi mungkin ada filmnya. bagaikan manajemen artis papan atas. partai politik seharusnya mencontoh cara DI untuk mencari dana partai dengan cara yg halal. bagi DI lebih baik narsis daripada korupsi.

          Posted by G.Hariyanto | 25 Februari 2013, 9:21 am
          • hahahahaha, lebih baik narsis dapat duid , bermanfaat lagi daripada kprup —>..setuju

            Posted by saeful | 27 Februari 2013, 4:15 pm
    • Bismillah Pak Dahlan siap-siap menuju 2014, belum cuci otak saja beliau sudah sebegitu cepat tanggapnya berbuat untuk kebaikan Negeri Tercinta, apalagi sudah Cuci Otak.

      Posted by Hariyadi Ibrahim | 20 Februari 2013, 11:21 am
    • KALAU ANDA MAU ANGKA HARI INI PREDIKSI TOGEL SGP/HKG ATAU 2D,3D,4D,HASIL RITUAL SILAHKAN HUBUNGI AKY PANDAWA ARYA DI NOMOR;0852 1697 7745 DI JAMIN TEMBUS AKURAT.

      KALAU ANDA MAU ANGKA HARI INI PREDIKSI TOGEL SGP/HKG ATAU 2D,3D,4D,HASIL RITUAL SILAHKAN HUBUNGI AKY PANDAWA ARYA DI NOMOR;0852 1697 7745 DI JAMIN TEMBUS AKURAT.

      KALAU ANDA MAU ANGKA HARI INI PREDIKSI TOGEL SGP/HKG ATAU 2D,3D,4D,HASIL RITUAL SILAHKAN HUBUNGI AKY PANDAWA ARYA DI NOMOR;0852 1697 7745 DI JAMIN TEMBUS AKURAT.

      KALAU ANDA MAU ANGKA HARI INI PREDIKSI TOGEL SGP/HKG ATAU 2D,3D,4D,HASIL RITUAL SILAHKAN HUBUNGI AKY PANDAWA ARYA DI NOMOR;0852 1697 7745 DI JAMIN TEMBUS AKURAT.

      KALAU ANDA MAU ANGKA HARI INI PREDIKSI TOGEL SGP/HKG ATAU 2D,3D,4D,HASIL RITUAL SILAHKAN HUBUNGI AKY PANDAWA ARYA DI NOMOR;0852 1697 7745 DI JAMIN TEMBUS AKURAT.

      Posted by INFO TOGEL | 22 Februari 2013, 10:20 am
  2. …..Semangat pagi Indonesia…

    Posted by yuni | 18 Februari 2013, 5:32 am
  3. Pertamax juga lah….

    Posted by @ndokaja | 18 Februari 2013, 5:34 am
  4. semangatt pagi!
    absen dulu.

    Posted by wahid | 18 Februari 2013, 5:34 am
  5. tumben ga nyinggung BUMN sama sekali.

    Posted by adhi | 18 Februari 2013, 5:34 am
  6. pagi semuaaaa semangat

    Posted by Mahmud Arifien (@dagangproperty) | 18 Februari 2013, 5:36 am
  7. Pembersihan gorong-gorong tersumbat…

    Posted by yuni | 18 Februari 2013, 5:40 am
  8. Semangat pagi indonesia!

    Posted by subedjo | 18 Februari 2013, 5:42 am
  9. hehe yang taruhan MH pada kalah tuh
    btw, Dokter hebatnya kontroversial, pasiennya lebih “kontroversial” lagi,

    Posted by Daus | 18 Februari 2013, 5:45 am
  10. semangat pagi….salam kenal dahlanis semua…!!!

    Posted by diana | 18 Februari 2013, 5:47 am
  11. MHnya kok gini.. Kok g bahas bumn.. Kok mlh bhs urusan pribadi,, kok g asyik ya.. Mustinya jangan masukkan ke MH.. Gak pas

    Posted by yudhy muncul lagi.. | 18 Februari 2013, 5:50 am
  12. He he topik sekali sekali menyimpang dari biasanya…. Tapi bermanfaat …. itung2 refreshing tidak mikirin BUMN melulu …

    Posted by basuki | 18 Februari 2013, 5:53 am
  13. mestinya kirim ke gedung kura2 ijo tuh dokter,
    biar anggota dHewan yang katanya terhomat itu di bersihin yang tersumbat di otaknya…
    jangan jangan abah dis ada agenda taersembunyi nih..hehehe…

    Posted by sdwi | 18 Februari 2013, 5:54 am
  14. Semangat pagi…absen dulu

    Posted by Khairul | 18 Februari 2013, 5:54 am
  15. metode kedokteran memang terus berubah dan akan semakin maju untuk kebaikan umat manusia. semoga metode ini segera mendapat pengakuan dunia sebagai metode preventif stroke penyumbatan maupun perdarahan. sungguh luar biasa bangsa kita ini. baru kita yang bisa. mungkin kalo amerika yang memulai, sudah di setujui dari dulu.

    Posted by Didik | 18 Februari 2013, 5:56 am
  16. Semangat pagi.
    Lagi, bukti Indonesia bisa. Cuci otak dalam arti sebenarnya baru dokter Terawan yg bisa dan satu-satunya di dunia. Ini akan memperkuat program pa Dahlan untuk bersih2…

    Posted by mang encep | 18 Februari 2013, 5:59 am
  17. semangT pG…
    absen dlu baru baca
    petRomax nee

    Posted by abdillah Spt | 18 Februari 2013, 5:59 am
  18. bagus banget banget ,menjelaskan betapa potensi sdm kita itu hebat 2,biar pada tahu di segala bidang kita miliki yang hebat dan kreatif ,hope nya ,berkarya yang nyata hasilnya terserah sang pencipta ,TUHAN .

    Posted by ben | 18 Februari 2013, 6:01 am
  19. Wah..cuci otak?ngeri jga dengernya…tpi baca M ini kok sepertinya enjoy..Dr.Terawan selamat!

    Posted by sampurno74 | 18 Februari 2013, 6:03 am
  20. Pak Dis memang tidak hanya cocok jadi Meneg BUMN tp jadi Menkes pun nampaknya OKE. promotif banget.

    Posted by Didik | 18 Februari 2013, 6:05 am
  21. Rupanya hari ini pak dokter & produk batantekno ya, semangat terus ahli-ahli Indonesia…

    Posted by Fris | 18 Februari 2013, 6:06 am
  22. Yg mengakui Ir .Dahlan iskan, . Wah perlu ini. . Ir gorong gorong capiler. . .

    Posted by Posag | 18 Februari 2013, 6:14 am
  23. Tulisan Abah ini, menunjukkan beliau adlh nasionalis sejati. Saya bangga jadi warga Indonesia.

    Posted by Djoko Sawolo | 18 Februari 2013, 6:14 am
  24. Baru satu2nya dan itu dinindonesia. Maju terus bangsaku.

    Posted by @ndokaja | 18 Februari 2013, 6:16 am
  25. Ga nyoba totok darah juga Pak Dis….. Hehehehe… Saya sudah, dan serem….. Ga bakalan nyoba lagi, ga ada logika dan sama sekali ga higienis. Mudah ketularan penyakit orang lain.

    Posted by agungbsantoso | 18 Februari 2013, 6:18 am
  26. Masih berharap Tulisan Manufacturing Hope….

    Posted by Radiya | 18 Februari 2013, 6:21 am
  27. semangat pagi!!!
    sy dg profesi di bdg kshtn akhirnya mengetahui sudah adanya metode spt ini. kontroversial pasti ada krna semua metode terapi ataupun tindakan trlebih yg brsifat invasif haruslah sblmnya dilakukan uji coba.adapun uji coba tsb ada tahapan2nya,hal ini ditujukan demi kselamatan dan kenyamanan pasien. tahapan stlh akir penelitian adalah menerbitkan jurnal kedokteran yg bs diakses disegala penjuru dunia untuk memperkenalkan metode br ini sekaligus untuk mengukuhkan namanya sbg penemu atau pengembang.
    jauh dari semua itu,saya sangat mengapresiasi dr.Terawan dkk, semoga semangat belajar sepanjang hayat tetap terjaga.
    kerja kerja kerja!!!

    Posted by m0ojojojo | 18 Februari 2013, 6:31 am
  28. jaga terus kesehatan bapak. negeri ini masih membutuhkan orang2 kreatif seperti bapak. negeri ini masih membutuhkan orang yang mau memberikan dorongan dan perhatian untuk kemajuan teknologi, ekonomi dalam negeri seperti bapak. terus majukan bumn pak untuk kemakmuran negeri ini. Indonesia.

    pesan dari seorang anak indonesia untuk pak menteri dahlan iskan.

    Posted by bakti darmawan | 18 Februari 2013, 6:32 am
  29. apa yg terjadi setelah cuci otak? ojek

    Posted by apasaja | 18 Februari 2013, 6:47 am
  30. SEGERA PATENKAN TEMUAN PAK TERAWAN
    KEREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEN
    SETELAH NEMU OBAT DIABETES DARI PALA
    KINI PUTRA TERBAIK INDONESIA MAMPUH MENEMUKAN METODE “CUCI OTAK”

    KAYAKNYA HARUS ADA PROGRAM CICI OTAK UNTUK BAPAK2 ANGOTA DPR
    BIAR GA ADA PIKIRAN KOTOR UNTUK MENGHABISKAN UANG RAKYAT

    Posted by cak wafiq | 18 Februari 2013, 6:48 am
  31. biaya gak disinggung neh,

    Posted by Daus | 18 Februari 2013, 6:49 am
  32. siap2 dr terawan kebanjiran pasien. dan kita hrs bangga ada anak negeri ini yg akan menjadi dr top di dunia. abah DI cuma membantu mempercepat proses itu melalui MH ini. selamat abah, semakin sehat dan panjang umur, biar bisa membenahi bangsa ini semakin lama. saya akan mencoblos partai yg mengusung DI jadi RI1/RI2. kerja kerja kerja

    Posted by darrentt | 18 Februari 2013, 6:51 am
  33. Saya rasa msh omongin bumn, yaitu produknya batantek sama RS dan dokternya bumn gakya? tulisan pak Dahlan yang buat bikin kangen tiap senin pagi

    Posted by Royyan | 18 Februari 2013, 6:51 am
  34. satu kali cuci otak berapa tuh pa?

    Posted by Suhud Thea | 18 Februari 2013, 6:52 am
  35. Wkwkwkwkwk.. Pak DIS bisa-bisanya.. tuh.. dianggep beneran kan sama DISmania.
    ini kan bukan MH, tapi sekedar tulisan dari Pak DIS aja… kalau MH pasti sudah dituliskan di judulnya.

    Ini Mah cuman tulisan bebas beliaunya saja.

    intinya: cuci otak, seimbangkan antara otak kanan dan otak kiri, bagian Memori dan bagian Jasmani, jangan lupa pola bagian rohani.

    DISmania juga harus berfikir, jangan langsung percaya saja. nanti jadinya Taglid buta loh.

    Posted by Cukat | 18 Februari 2013, 6:57 am
  36. mungkin pak dahlan lagi kebahasan ide buat dibahas
    padahal seru tuh menceritakan kondisi merpati saat ini, apa akan dilikuidasi?
    atau dipertahankan?

    Posted by yudyud | 18 Februari 2013, 6:57 am
  37. IJIN UTK SHARE :

    “Kisah Nyata Dari mahasiswa Indonesia Di Australia”

    Suatu pagi, kami menjemput seorang klien di bandara. Orang itu sudah tua, kira-kira berumur 60 tahun. Bapak ini adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya melayu dan inggris, beliau menceritakan pengalaman-pengalaman hidupnya kepada kami yang masih muda.

    Beliau berkata, “U’re country is so rich!”…
    Ah biasa banget denger kata-kata itu, ujarku dalam hati.
    Tapi tunggu dulu. “Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia,”
    Lanjutnya : “Everything can be found here in Indonesia, U don’t need the world.”
    “Mudah saja, Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja semua hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can’t be rich without Indonesia. Lima ratus ribu orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen-apartemen terbaru kami yang beli orang-orang Indonesia, tidak peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah Rumah Sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat. Terus, kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk ??
    Ya, benar-benar panik..

    Sangat terasa, We Are Nothing. Kalian tau kan kalo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras. Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-mana, lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dalam rangka bisnis, karena pasirnya mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china, si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg. Saya liat ini sebagai PELUANG.

    Kalian sadar tidak kalau negara-negara lain selalu takut meng-Embargo Indonesia !!?

    Ya, karena Negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dari petani-petani sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik-pabrik sendiri. Tidak perlu import kalau bisa produk sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa MENGEMBARGO DIRI SENDIRI,

    INDONESIA WILL BE A RULE THE WORLD.!!

    (copas dari FB dwi cole.)

    Posted by merry | 18 Februari 2013, 6:58 am
    • Menginspirasi juga tulisan mbak Merry, terimakasih telah berbagi tulisan. God Bless You.

      Posted by ajipungkasan | 18 Februari 2013, 8:44 am
    • Bener mbak Merry..Indonesia kaya sekali lebih kaya dari Jepang yang disebut negara maju…Yang kurang dari kita adalah sistem pendidikan yang tidak mengedepankan kreativitas..tidak mengedapankan kemandirian..atau mmemeng ini di sengaja di buat sejak jaman dulu karena tahu penjajah kita Belanda dulu sudah melihat bahwa Indonesia bakal menjadi negara maju makanya dibuat agar bodoh..dan kebodohan itu diteruskan sampai sekarang karena pemimpin2 sekarang adalah produk jaman dulu yang pasti mudah dibodohin..mudah distir oleh notabene oleh negara yang di anggap negara maju. Coba kita punya prinsip sendiri..punya kreativity sendiri pastilah kita sudah negara maju dan ditakuti. Kita kaya sungguh kaya..ini yang bikin saya kadang gendek melihat sikap dan perilaku pemimpin kita dan apalagi yang menamakan dirinya anggota dewan yang mewakili rakyat. Mereka bukan mewakili rakyat tetapi mewakili dirinya sendiri keluarga dan kelompoknya…
      Tetapi mudah-mudahan orang-orang seperti Pak DIS, Pak JOkowi, Pak Basuki TP (Ahok) pak Mahfud MD akan banyak bermunculan sehingga negara ini akan cepet berubah…

      Posted by bundashabrina | 18 Februari 2013, 10:11 am
    • tapi kebangkitan indonesia jangan menunggu sumberdaya2 itu sudah keburu habis…. saatnyalah kita bertindak selagi bisa… biar sedikit yg penting action…. . maka dari itu kita dukung orang yang pikirannya maju untuk menjadi AGENT of CHANGE di negeri ini. Kalau memang pak DIS kecil kansnya untuk jadi RI1…kita dorong partai2 mau mencalonkannya menjadi RI2…..

      Posted by tunggul ametung | 18 Februari 2013, 12:57 pm
    • Hallo Dear MERRY, saya senang sekali membaca kiriman anda yang inspiratif… saat pekerjaan di sekolah lagi ” selangit” saya belum sempat ngirim tulisan lagi.

      Tulisan anda ( saya sebut kiriman karena kita bisa dapat darimana saja bukan ?). dengan menyajikan disini berarti makin banyak orang yang terkena VIRUS ACI (Aku Cinta Indonesia), kita sebar VIRUS ACI…

      Salam hangat untukmu dan orang-orang disekelilingmu. Salam ACI.Gbu.
      kalau ingin kontak personal bisa ke kontakwning@yahoo.co.id

      Posted by w.ning | 19 Februari 2013, 2:14 pm
  38. Semangat Pagi, mbak Yuni dan Dismania semua.
    Tampaknya mendekat ke pertamax lagi, ya Mbak.
    Semoga dengan semakin fit dan sehatnya otak P.Dis, semakin besar karya yang bisa beliau berikan untuk kejayaan bangsa ini.
    Kalau otak ‘kurang sehat’ saja sebegini heboh. Apalagi kalau betul2 fit.
    Untuk, mas Wong Asor, SPP nya Plosoklaten, yaa..

    Posted by Wanto Kdr | 18 Februari 2013, 7:00 am
  39. Selamat pagi….
    Alqamdulillah….akhirnya ada jg dokter tentara yg hebat di negeri ini.

    Posted by Muhammad a supriyanto | 18 Februari 2013, 7:04 am
  40. Horeeee,makin banyak aja nih putra terbaik bangsa dari listrik ampe kedokteran,dari pertanian ampe kelautan mentri yang laen apresiasi gak ya? Apa nunggu fee ajja dari penemu bangsa sendiri ?

    Posted by perbaiki selalu | 18 Februari 2013, 7:08 am
  41. Betul-betul cuci otak, sayang belum diakui dunia kedokteran. Produk Indonesia asli yg perlu didukung u mendunia krn sangat penting mencegah stroke sbg pembunuh utama manusia. Jadikan ilmu ini sbg solusi kesehatan. U p.dis semoga kesehatan semakin prima shg bs tetap bertugas dan berkarya u Indonesia lebih maju. Salam dahlanis

    Posted by Sulistiono | 18 Februari 2013, 7:17 am
  42. tulisan yang betul2 menyegarkan otak saya.

    Posted by yant | 18 Februari 2013, 7:30 am
  43. Nah ini baru cuci otak yg aseli…
    Cuci otak biar tambah sehat, bukan buat jadi lebih negatif…

    Dokter2 LN ga mau mengakui karena itu paten indonesia COY…
    coba ditemukan di singapura sudah dipromosikan abis2an…
    (kayak ga ngerti bisnis ajah…)

    disini abah DIS ikut berpromosi, sales marketingnya…
    diharapkan byk yg tertarik dan belajar…
    buat para mahasiswa kedokteran tunggu apa lagi…
    Kekayaan menanti anda… hahahaha (kalo mau belajar).

    Posted by PUTU | 18 Februari 2013, 7:44 am
  44. kok kausalitasnya kurang ya, harga sekali brain wash berapa?
    di Indonesia orang yang hipertensi dan stroke ribuan bahkan ratusan ribu atau mungkin jutaan, tapi memang selama ini pengobatannya belum sampai brain wash, oeeeeooo pak dahlan mau saja jadi kelinci percobaan, benar benar nekat.

    aliran darah ke otak jika tidak kuat bisa pecah, apalagi harus memikirkan 141 BUMN yang masalahnya segabreg,
    itu belum cucu cucunya, itu belum tikus tikusnya,

    lalu apa ubungannya sama BUMN? dipikir dibolakbalik belum ketemu antara tulisan ini sama BUMN,
    atau karena semua info BUMN sudah dikuliti abis sama media, sehingga susah untuk mengangat tema yang mana yang akan diangkat?

    masih kurang puas dengan tulisan kari ini, mungkin alangkah serunya jika untuk seperti ini diterbitkan hari jum’at saja sebagai kado untuk menyambut long weekend, untuk senin pagi tetap MH, heheheh, kan bisa jadi dua tullisan dalam satu minggu

    Posted by saeful | 18 Februari 2013, 7:51 am
  45. saat batantekno nemuin cara baru (tak ada yang lain di dunia) buat isotop (sori kalo salah, soale gak ngerti istilah yg bener nya) pak Dis yang jadi marketing-nya. sekarang cuci otak (tanpa sabun)…. eh pak Dis juga yg jadi marketing-nya. Indonesia memang perlu pak Dis untuk jadi marketing, agar rakyat Indonesia bangun dan yakin bahwa Indonesia juga bisa. makasih dr Terawan……makasih pak Dis…..Demi Indonesia-ku

    Posted by done | 18 Februari 2013, 7:53 am
  46. BAGI YANG BELUM FOLLOW, INI AKUN TWITTER ABAH YANG BARU: @katadahlan (MOHON DUKUNGANNYA).
    BAGI YANG TERTARIK SEPERTI APA ELEKTABILITAS ABAH, KLIK politicawave.com
    MUDAH-MUDAHAN ADA KEAJAIBAN. DEMI INDONESIA

    Posted by DEMI INDONESIA | 18 Februari 2013, 7:56 am
  47. akhirnya bisa komen lagi, 3 minggu jauh dari peradaban tanpa listrik dan sinyal :D baca MH-nya dirapel.

    Tumben nih om Admin belum kasih tautan ke artikel-artikel terkait MH kali ini.

    Posted by akal sehat | 18 Februari 2013, 7:58 am
  48. Aiiihh Pak Dahlan memang penantang resiko..Mebayangkan saja otak dimasuki pisau operasi sdh bergidik. Tapi hidup memang milik mereka yg berani mengambil resiko. Semoga terus sehat ya Pak..

    Posted by Evi | 18 Februari 2013, 7:59 am
  49. Membangun Harapan Indonesia tidak harus mengenai BUMN. Bila metode ini akhirnya diakui dunia, ada kemungkinan mendapatkan Nobel dibidang kedokteran. Betapa bangganya bangsa ini

    Posted by lumpiarivai | 18 Februari 2013, 8:07 am
  50. Maju terus ilmu kedokteran Indonesia.
    Semoga Pak DIS selalu dalam lindungan Allah Swt

    Posted by Andi Lala | 18 Februari 2013, 8:14 am
  51. Wew ngilu baca

    Posted by juniperxt | 18 Februari 2013, 8:15 am
  52. memang ini baru informasi, sayang harganya tidak diberi tahu.

    Posted by akik | 18 Februari 2013, 8:18 am
  53. Ngekekk.com

    Ada-ada saja pak Dahlan Iskan ini

    Sehat terus pak Dahlan Iskan… Hidupkan lagi asa kami yang hampir mati ini

    Posted by Area | 18 Februari 2013, 8:26 am
  54. “Di doa ibuku”

    Di waktu ku kecil, gembira dan senang
    Tiada duka kukenal, tak kunjung mengerang
    Disore hari nan sepi….ibuku bertelut
    Sujud berdoa ku dengar namaku disebut

    Di doa ibuku, namaku disebut
    Di doa ibuku kudengar, ada namaku disebut

    Seringlah ini kukenang, di masa yang berat
    Di kala hidup mendesak dan nyaris kutersesat
    Melintas gambar ibuku, sewaktu bertelut
    Kembali sayup kudengar, ….namaku disebut

    Di sore hari nan sepi… ibuku bertelut
    Sujud berdoa ku dengar namaku disebut
    Di doa ibuku, namaku disebut
    Di doa ibuku dengar ada namaku disebut….
    Ada namaku di sebut

    Posted by Jatra | 18 Februari 2013, 8:32 am
  55. Hebat, Abah memang sangat terbuka dengan hal baru. Sangat inovatif dan inspiratif. Semoga selalu diberikan kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah. Amin.

    Posted by Yanto Lurah Sastro | 18 Februari 2013, 8:47 am
  56. gara gara MERPATI AIR LIER (ketipu)

    Posted by ando | 18 Februari 2013, 8:48 am
  57. Selamat Pak,semoga dengan cuci otak DI bisa menciptakan terobosan2 baru dinegri ini jadi bangsa yg bermoral dan bermartabat dimata dunia,sebab orang Indonesia tdk lebih bodoh dari bangsa lain.semoga sehat trus tuk pimpin Indonesia.

    Posted by toga | 18 Februari 2013, 9:12 am
  58. wau..luar biasa…..selamat u pak kolonel terawan…seorang dokter yang punya inovasi luar biasa….smg ilmu ini berkembang lebih pesat dan bisa menjadi ilmu yg bermanfaat….washing brain bisa menjadi alternatife untuk penyembuhan penyakit stroke…..disamping memperlancar saluran2 otak yg selama ini karatan biar setelah dicuci lebih cling dan lebih berfikiran positife…..informasi yg sangat berguna….semakin berkembang tentu semakin murah……

    Posted by ep sard | 18 Februari 2013, 9:22 am
  59. Keberhasilan hanya milik orang yang mau menginjak rasa takutnya dan terus melangkah pada tujuan yang hendak dicapai. Bravo indonesiaq

    Posted by kang chip's | 18 Februari 2013, 9:25 am
  60. wow..1 lg penemuan anak bangsa yg luar biasa..kerja kerja kerja..!!

    Posted by koreksi diri | 18 Februari 2013, 9:30 am
  61. Catatan kali ini Pak Dahlan Iskan mempromosikan militer yang sekaligus menjadi dokter, artinya link abah meluas.

    Posted by Kka Kusnanto | 18 Februari 2013, 9:45 am
  62. Bisa nggak ya metode ini diterpakan kepada pasien yang mengkomsumsi obat warfarin (antikoagulan karena pernah operasi katup jantung) seperti saya. Karena badan tidak boleh terluka yang cukup lebar (di sayat pasti lebar kan)…mau deh biar otak saya makin encer …

    Posted by bundashabrina | 18 Februari 2013, 9:56 am
  63. selamat, untuk pak kolonel dr. Terawan yang telah berhasil melakukan inovasi alat medis, semoga ini memacu dokter-dokter lainnya untuk berinovasi, sehingga tidak perlu lagi berobat ke luar negeri,sehingga menghemat devisa. Dan salut pada pak Dis yang telah berani mencoba sehingga menambah kepercayaan pasien yang lainnya.

    Posted by koko | 18 Februari 2013, 10:12 am
  64. sepertikaaaaami pak yang jelas udah ada keputusan dari dinas tenaga kerja masih aja tidak taat dan patuh apa itu dak perluh dibersih kan gorong gorongnya ia pak

    Posted by sugeng riyadi | 18 Februari 2013, 10:14 am
  65. hati bersih…otak juga bersih… #menjelang2014. setujuuuuuuuuuuuuuu?

    Posted by Yamazaki Yamani | 18 Februari 2013, 10:22 am
  66. Pak DI kayaknya memberi sindiran yang jelas kepada Partai Demokrat agar segera cuci otak agar gambar mercynya jadi kelihatan lagi.

    Atau, karena otak P Dis sudah ada gambar mercy yang jelas dan terang, maka P Dis secara defacto adalah anggota PD, dan menjadi calon presiden PD?

    Maaf ini hanya otak-atik gathuk-mathuk disela-sela ngantuk.

    Posted by yoyokal | 18 Februari 2013, 10:34 am
    • Bang YOYOKAL…
      Kalo dikait2kan mkn bisa juga… dan rada nyambung juga…
      krena lagi kisruh2nya PD..
      Seperti yg saya sampaikan sebelumnya, tinggal tunggu waktu saja…
      timing yg pas adalah di pertengahan tahun… LIHAT AJA…

      Posted by PUTU | 18 Februari 2013, 11:04 am
      • Betul pak PUTU pertengahan tahun kira-kira mudah-mudahan Calonnya lihat saja, kalau sekarang ditembaki

        http://politik.kompasiana.com/2012/10/20/ini-isi-tulisan-judul-parabowo-subianto-atau-dahlan-iskan-yang-salah-ketik-502380.html

        Muhammad Nur Se

        Ini Isi Tulisan Judul Parabowo Subianto atau Dahlan Iskan yang Salah Ketik

        OPINI | 20 October 2012 | 13:16 Dibaca: 599 Komentar: 10 Nihil

        Pada tanggal 14 Oktober 2012 yang lalu Saya menulis Artikel yang berjudul Prabowo Subianto atau Dahlan Iskan dan seterusnya, tak tahu sama sekali bahwa saat itu Kompasiana sedang mengalami ganguan teknis, dengan susah payah saya mencoba berulang kali melakkan publish karena mengira belum bisa loading ternyata setelah itu ada 6 tulisan dengan judul yang sama muncul karena ada 4 yang salah tulis Nama Pa Prabowo Subianto jadi Prabowo Subinanto Saya mencoba berulang kali untuk menghapus tulisan itu dari dashbor tapi tak berhasil,malah isi tulisan yang hilang sedang judulnya masih saja tampil, untuk itu saya tampilkan kembali Isi tulisan tersebut sebagai Ralat dari judul sebelumnya, terima kasih.

        Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Prof. DR. Achmad Mubarok Sabtu kemarin ( 13/10/2012 ) kepada media online di jakarta mengatakan antara lain bahwa “ Partai Demokrat baru akan memunculkan sosok calon yang akan diusung oleh Partai Demokrat sebagai kandidat Presiden pada Pilpres 2014 akan ditentukan pada tahun 2013 mendatang “ ungkap Pa Mubarok.
        Katanya jika sekarang sosok Calon Presiden dari Partai Demokrat di munculkan saat ini takutnya ditembai oleh lawan Politik, semua yang dimunculkan sekarang ditembaki, saat ini kader Binaan Pa SBY Partai Demokrat sedang fokus bekerja untuk kepentingan rakyat.
        Mubarok juga nampaknya memberi sinyal yang baik kepada orang di luar partai beliau mengatakan bahwa ” Partai Demokrat tidak ngotot mengusung capres dari internal partai. Sosok yang akan diusung adalah yang elektabilitasnya tinggi dan paling relevan dalam menangani masalah bangsa “.
        Menelaah lebih jauh ungkapan Pa Mobarok bukankah pertanda atau semacam sinyal bahwa Orang-orang seperti Pa Prabowo Subianto, Dahlan Iskan, Ibu Ani Yudhoyono, Jokowi, Pa Joko Suyanto atau Pa Pramono Edhie Wibowo, bisa masuk dalam kolaborasi Capres dan Cawapres 2014 dari Partai Demokrat.
        Ungkapan Pa Mubarok Relevan dengan siapa saja yang elektabilitasnya tinggi dan paling relevan dengan masalah bangsa itu yang diusung, tidak harus dari internal partai. Sekarang (capres) masih satrio piningit,” pungkasnya.
        Sekali lagi Saya berpendapat atau opini penulis bila Demokrat takut ” ditembai ” oleh lawan Politiknya bila mengajukan Calon Presiden sekarang ini maka nama-nama seperti Prabowo, Dahlan Iskan, Jokowi, Hatta Rajasa, Pramono Edhie Wibowo,atau siapapun yang elemtabilitasnya tinggi dapat mendampingi Satrio Piningit untuk diusung, dapat disiapkan sejak dini untuk jadi kandidat Capres dan cawapres di 2014, jangan sampai terlamabat melakukan sosialisai atau konsolidasi sehingga di dahului oleh Capres dan Cawapres Partai lainnya untuk melakukan Star Awal yang kemungkinan bisa merugikan langkah Sang Calon itu sendiri menapaki pertarunngan di Pilpres yang semakin dekat ke 2014.
        Pertanyaan muncul kembali ketika Dewan Pembina Pa Mubarok berkata tentang Satrio Piningit, Siapa Satrio Piningit itu, apakah ada dari nama-nama yang Saya tulis tadi atau tidak , kita tunggu Saja perkembangan selanjutnya sebab Demokrat tentu akan mengajukan Calon Presdien dan Wapresnya sebelum Tahun 2014, Wait and see ?!***

        Posted by CAK YADI | 18 Februari 2013, 1:10 pm
    • Entah kebetulan.
      Entah isyarat.
      Walaupun hanya otak-atik gathuk-mathuk disela-sela ngantuk.
      SBY dan Anas perlu baca serial MH terutama yang ini lengkap dengan komennya !

      Masa mau baca sangkuni terus?

      Salam kenal Bung YOYOKAL

      Posted by mang encep | 18 Februari 2013, 11:06 am
  67. Mumpung ngomongin kesehatan, sekalian sharing tentang RS. Mungkin sudah banyak rekan Dahlanis yang tahu kalau RSCM mengembangkan RS dengan pelayanan pelayanan kesehatan yang sangat berkualitas dan terjamin dengan nama RSCM Kencana. Tidak usah lagi buang uang ke Singapura! Saya sudah merasakan berobat di RSCM Kencana. Saya merasakan pelayanannya sama dengan hotel berbintang 5. Dan informasi yang saya peroleh, RSCM Kencana adalah RS berbasis pelayanan dan sekaligus pelayanannya berbasis riset. Mungkin sudah ada temuan2 juga disana tetapi tidak terpublikasi, bahkan informasi RS inipun belum ter-expose. Mari kita ajak teman dan saudara2 kita untuk berobat di dalam negeri yang kualitasnya gak kalah dengan luar negeri

    Posted by Aldizy | 18 Februari 2013, 10:49 am
  68. Tulisan Pak Dahlan ini kan memang judulnya MANUFACTURING HOPE bukan BUMN REPORT jadi temanya pasti apapun yang menumbuhkan harapan yang tentunya dialami sendiri oleh Pak Dahlan ( Beliau tidak pernah menulis yang tidak dialami, dirasakan dan diselami sendiri). Di tulisan ini tentunya menumbuhkan harapan bagi banyak orang yang terancam stroke ( bahkan oleh orang yang merasa dirinya sehat ) dan sekaligus menyindir IDI agar berani memperjuangkan metode ini ke dunia internasional (tidak hanya mengekor metode dari barat) sebelum didahului para Insinyur :-)

    Posted by fadjarnug | 18 Februari 2013, 11:37 am
  69. sayang baru dapat informasi metode baru tsb hari ini
    ayah saya sedang kena stroke
    sudah yang ke 3 kali
    mgkn kalo info ini diketahui lebih awal
    pendarahan di otaknya tidak akan terjadi

    thnaks
    Manufacturing hope yang diluar ekspektasi saya

    Posted by inverter | 18 Februari 2013, 11:38 am
  70. Luar biasa MH kali ini. Saya membaca lebih dalam, lalu coba merenungkan. MH kali ini lebih filosofis. Pak Dahlan banyak menyinggung peristiwa aktual yang selama ini terjadi di Indonesia.

    Coba kita lihat dari beberapa phrase berikut ini:
    1. Nyanyian Di Doa Ibuku oleh Dr Terawan. Pendekatan seorang ahli dalam bekerja. Mencari cara membuat kita dan orang lain nyaman saat bekerja, meski sebenarnya apa yang dilakukan itu sesuatu yang menyakitkan.

    2. Kontroversi atau pro kontra. Menjadi seorang ahli, penemu, bekerja sungguh-sungguh untuk memecahkan masalah seperti Dr Terawan di Indonesia ini punya tantangan yang tidak ringan. Pak Dahlan juga merasakannya.

    3. Singgungan yang berarti: Latar belakang Dr Terawan yang seorang TNI-AD; lambang Mercy, lambangnya Partai Demokrat yang sedang gonjang-ganjing; gorong-gorong di Bundaran HI, menyinggung apa yang dilakukan Jokowi mengatasi banjir; dan masih banyak lagi (silahkan ditambahkan).

    Pak Dahlan tahu, pembaca MH saat ini tidak hanya para Dahlanis. Percaya atau tidak, Presiden SBY dan Ibu Ani juga penggemar MH. Mungkin juga Jokowi, dan orang-orang penting di Indonesia lainnya. Maka itu, Pak Dahlan kali ini memperluas ruang lingkup MH. Pak Dahlan bicara soal kedokteran, tapi menyentuh seluruh persoalan lain dari bangsa kita. Pak Dahlan seorang Menteri BUMN, tapi dapat pula berlaku sebagai Rakyat sekaligus Negarawan. Pak Dahlan tahu, menyelesaikan masalah BUMN juga harus menyentuh aspek lain dari kehidupan berbangsa. Dan, ini tahun politik bung! Singgungan isu politik kali ini, meski tersamar, memberikan signal …

    Berbahagia lah para Dahlanis, Rakyat Indonesia …

    Posted by Dedy Armayadi | 18 Februari 2013, 11:50 am
    • dua jempol untuk Mas Dedy,
      Pak Dahlan Iskan memang ahlinya soal sindir-menyindir dengan pesan tersembunyi dalam setiap MH-nya, bahkan yang disindir tidak tahu kalau jadi target. Kalau belajar ilmu komputer, beliau sudah mengimplementasikan Steganography. Cool !

      Posted by Aldizy | 18 Februari 2013, 5:34 pm
  71. saya kesulitan untuk membayangkan, memasukkan katerer dari luka di pangkal paha sampai ke otak, harus melewati berapa organ? kenapa harus di paha? kenapa tidak di leher atau ketiak sehingga lebih dekat? Saya membayangkan saja tidak bisa, ternyata ada yang bisa melakukannya, orang indonesia lagi….

    Posted by rahmat | 18 Februari 2013, 12:00 pm
    • sebenarnya seperti kateterisasi pada penderita penyempitan pembuluh jantung. Kalau nggak lewat pergelangan tangan atau lewat pangkal paha ( tepatnya pada lipatan pada sendi peluru antara kaki dan tulang selangkangan) karena di situ pembuluh darah besar yang bisa dimasuki selang kateter menuju pembuluh darah besar yang menuju ke otak)

      Posted by bundashabrina | 18 Februari 2013, 1:11 pm
  72. Heeebaaat

    SUNYOTO JL. KARIMATA GANG BUKIT PERMAI 16 JEMBER

    Posted by Sunyoto | 18 Februari 2013, 12:28 pm
  73. Ini Telepon Bagian MRI RSPAD, 021 3442475, atau telepon ke sentral 021 3840484, buat rekan2 Dahlanis semoga bermanfaat, dan saya beberapakali menghadap beliau, Kolonel dr. Terawan Sp.Rad memang Luar biasa.

    Posted by Budi | 18 Februari 2013, 12:46 pm
    • Salut buat bung BUDI yg sudah bertemu Dr. Terawan…
      Buat yg lain, monggo dicoba, mdh manjur…
      btw tarifnya boleh diinfo juga kah?
      1x cuci otak habis berapa duit, dan terapi berapa kali/berapa lama…

      Posted by PUTU | 18 Februari 2013, 1:57 pm
  74. Bangun tidur anda minum apa? Aqua? 74% sahamnya milik Danone (Perancis) atau Teh Sariwangi (100% saham milik Unilever, Inggris). Minum susu SGM (milik Sari Husada yg 82% sahamnya dikuasai Numico Belanda). Lalu mandi memakai Lux dan Pepsodent (Unilever). Santai sehabis makan rokoknya Sampoerna (97% saham milik Philip Morris, Amerika). Keluar rumah naik motor/mobil buatan Jepang, Eropa dan Amerika tinggal pilih. Kalau naik bus way juga bikinan Korea (Daewoo dan Hyundai). Sampe kantor nyalain AC buatan Jepang, Korea (LG dan Samsung), dan China. Menggunakan komputer buatan Amerika (Dell, HP dan Apple) dan Taiwan (Asus), Operator seluler Indosat, XL, Three dan Axis semuanya milik Qatar, Malaysia dan Arab Saudi). Yuk belanja ke Carrefour, punya Perancis (tapi 40% sekarang sudah dimiliki oleh Trans Corp). Malam-malam iseng ke Circle K dari Amerika. Bangun rumah pake semen Tiga Roda Indocement sekarang milik HeidelbergCement AG, Jerman (65,14%). Semen Cibinong punyanya Holcim, Swiss (77,33%). Masih banyak lagi kalo mau diterusin. Btw Blackberry Anda pun buatan China atau Canada. Lalu yang produk indonesia apa ya ? (http://indonesiabelajar.blogspot.com/2012/03/jangan-binis-gorengan-nasi-uduk-pecel.html)

    PRODUK INDONESIA YANG TERKENAL ADALAH KORUPTOR. PABRIKNYA BESARNYA ADA SEBUAH GEDUNG HIJAU DI JALAN GATOT SUBROTO JAKARTA

    Posted by yeribaru | 18 Februari 2013, 1:07 pm
    • Like this

      Salam hormat,
      bonzo – jakarta barat

      Posted by bonzo | 18 Februari 2013, 1:26 pm
    • Hahahaha…
      Suka2… walau udah baca berkali2 msh aja lucu…
      mengena bgt dgn kondisi bangsa ini…
      para pejabat dikasi angin surga sehingga rakyat dilupakan…
      pundi2 SDA terbang ke LN… karena SDMnya yg ga mau belajar…

      kalau mau serius mkn ada yg bisa berubah…
      Telkomsel 100% BUMN, Semen pakai Semen Indonesi 100%… naek mobil listrik ahmadi 100% NKRI…
      pakai HP Polytron aja, dan menggunakan Produk2 MASPION…. hahaha dll…

      mkn yg laen bisa nambahin… buat joke segar…

      Posted by PUTU | 18 Februari 2013, 1:42 pm
  75. seperti penemuan penemuan lainnya, awalnya akan ditolak, selanjutnya di pertimbangkan. setelah ada bukti efektivitas secara klinis, pasti akan diterima. saya yakin beberapa tahun kedepan metode ini akan di approve dan diajarkan keseluruh dokter di dunia. dan lagi, dengan ini, angka resiko stroke dapat diturunkan.
    semoga. karena indonesia memang bisa…:D

    Posted by Moersalijn | 18 Februari 2013, 1:24 pm
  76. dahlan nambah musuh lagi dengan DPR. Kali ini lawannya komisi IX DPR (http://skalanews.com/berita/detail/138285/Dahlan-Mangkir-Raker-Outsourcing-di-DPR)

    Dahlan Iskan Mangkir Raker Outsourcing di DPR
    “Dahlan Iskan tidak hadir, dan perwakilan BUMN satu pun tidak hadir, tanpa diwakili pihak eselon satupun yang datang ke DPR untuk melakukan Raker,

    Skalanews – Untuk kesekian kalinya Menteri Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan kembali mangkir, membuat kecewa para Anggota DPR.

    Kali ini, Dahlan Iskan mangkir dari panggilan Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan dan ketanagakerjaan, untuk melakukan raker mengenai outsourcing (pekerja paruh waktu).

    Menurut pimpinan Rapat Kerja Komisi IX DPR Irgan Chairul Mahfiz mengatakan, tidak ideal jika raker dilanjutkan, hal itu dikarenakan masalah outsourcing tidak bisa diselesaikan dengan satu kementerian saja.

    “Dahlan Iskan tidak hadir, dan perwakilan BUMN satu pun tidak hadir, tanpa diwakili pihak eselon satupun yang datang ke DPR untuk melakukan Raker,” kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/2).

    Padahal, lanjut dia pengguna jasa outsourcing terbanyak saat ini berasal dari perusahaan-perusahan BUMN. Tentunya DPR merasa kecewa karena ketidak hadiran Dahlan Iskan dalam rapat dengan komisi IX DPR.

    “Jadi lebih baik di tunda,” kata Irgan menegaskan.

    Hal yang sama dikatakan Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning yang menegaskan, jika Selasa pekan depan Menteri BUMN, Dahlan Iskan mangkir lagi maka pihaknya akan melayangkan suarat kepada pimpinan DPR.

    Surat itu dilayangkan agar menegur dan melakukan pemanggilan paksa terhadap Dahlan Iskan yang kerap kali mangkir dari DPR.

    “Menteri BUMN merupakan menteri yang bandel, maka kita harus laporkan kepada Ketua DPR untuk dipanggil secara paksa,” tegas Ribka.

    Ribka juga berharap, agar Dahlan Iskan selaku pejabat negara jangan selalu membuat pencitraan saja.

    “Ini merupakan pelecehan terhadap DPR dan Masyarakat, nanti kita suruh serikat buruh untuk panggil paksa Dahlan. Ini menyangkut aspirasi para buruh dan masyarakat,” tutupnya.

    Seperti diketahui, pada hari ini Senin (18/2) Komisi IX DPR, melakukan rapat kerja bersama Menteri BUMN, Menakertrans, Dirut Pertamina dan PLN untuk membahas permasalahan outsourcing.

    Di mana menurut komisi IX banyak perusahaan BUMN yang menggunakan jasa outsourcing tersebut. Sehingga Komisi IX DPR melakukan pemanggilan terhadap Menteri BUMN. (Wisnu Yusep/bus)

    Posted by Paradox Heterogenesis Amburadulovic | 18 Februari 2013, 1:37 pm
    • DPR ngajak rapat karena kalau rapat dia DIBAYAR bro… (ini nama baru ya mang Putul… qiqiqiqi)…
      Untuk kasus outsourching dikarenakan UU yg tidak jelas mengatur masalah ketenagakerjaan, sehingga gampang dijebol oleh pengusaha atau orang2 yg memanfaatkan ketidak jelasan tsb.
      Lagian kenapa ga manggil DIRUT ybs sich… pak DIS itu punya 141 Perusahaan induk dan 400 anak usaha…
      waktu jgn habis buat rapat yg notabene tidak bisa menghasilkan apa2….

      Note : Demo outsourching sudah dari bulan Desember 2012… kenapa baru dibahas DPR skr??? kemaren kemana aja…dan sebelum didemo DPR ngapain aja???

      Posted by PUTU | 18 Februari 2013, 1:55 pm
      • APA AN SIH TUH DPR, DEWAN PEMERAS RAKYAT YA…….KERJANYA MANGGIL METRI BUMN MELULU, NTAR KALO MASALAH ENERGI DIPANGGIL LAGI, MASALAH TEKNOLOGI PANGGIL LAGI……………KAPAN KERJA..DASAR BEGOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO LU…………..

        Posted by Bung Kar, | 19 Februari 2013, 9:49 pm
    • RIBKA ITU PENGARANG BUKU, ITU YA,POLITISI APA SIH, KAWANYA ES, DAN AB YA, PANTAS

      Posted by edhi | 18 Februari 2013, 3:58 pm
      • Saya baca sih aslinya lulusan dari kedokteran… dan politikus dari PDIP…
        Semangatnya sih sama spt sodara seperjuangannya yaitu ES, yakni menjatuhkan DIS…
        Biarlah kawan… kita lihat semangatnya apakah layu sebelum berkembang atau terus sampai akhir jabatan…

        Kalau feeling saya, selepas ES selesai kampanye Cagubsu juga udah hilang sendirinya…
        kelihatan bgt Mendompleng Pencitraan Dahlan Iskan… (maksudnya biar ikut beken juga, ga keluar duit)…

        Posted by PUTU | 18 Februari 2013, 6:03 pm
    • Alamak…………..
      Pak Dis aja mangkas model rapat rapat di dapurnya,
      eeee tetangga sebelah pada getol ngajak rapat.
      Dhewan yang nggak tau diri

      Selain rapat, apa yang bisa dilakukan Dhewan???

      Posted by novi | 19 Februari 2013, 7:43 am
    • Emang kerjanya DPR kan rapat dan kunjungan doang. Keja lain apa ya ?? Kayaknya ga ada … Justru kalau ga ada rapat dan kunjungan keliatan ga kerja … Makanya sukanya rapat dan kunjungan melulu dan setiap rapat dan kunjungan itu dapat duit …

      Posted by wonokairun | 19 Februari 2013, 10:52 am
      • Yah begitulah Kelakuan Pejabat kita…
        Ga perlu disesali…
        Yg penting tahun depan jgn dipilih lagi aja yg udah ketahuan belangnya…

        Sangat beda sekali dgn mental koorporasi yg digaungkan DIS, dimana rapat dikurangi, dipersingkat, bahkan bisa meeting via BBM… berapa byk penghematan dari waktu, tenaga dan duit… yg penting maksud tersampaikan..

        Kadang hal2 sepele spt itu tidak terpikirkan oleh para anggota dhewan…

        kalaupun soal tuntut-menuntut, saya bertanya kenapa Tugas DPR cuma bisa selesai 25% saja setahun… mentang2 ga diawasi kerja seenak udelnya…
        udah bayarnya mahal, minta asisten, minta gedung,kursi baru, toilet baru…
        HASILNYA CUMA 25%…

        Fungsi pengawasan pemerintah justru malah yg korup… ya jadinya spt ini… ga jelas… saling salah2an… mencari kambing hitam bukan mencari solusi…
        jadi habis dah energi… masalah bangsa menumpuk… karena selalu ditutup2i..
        sekian.
        #panjang urusannya kalo diteruskan

        Posted by PUTU | 19 Februari 2013, 2:06 pm
        • Banyak kasus di daerah, anggota Dhewan begitu menggebu mengeluarkan statement yang keras atas hasil temuan di lapangan (soal perizinan, penyimpangan atas pelaksanaan konstruksi, dll), akan tetapi biasanya terus “menyepi” meskipun penyimpangan2 itu terus berlangsung.

          Pantas dan sepantasnya warga yang lebih terpelajar jarang2 mau ke TPS atau kalaupun datang ke TPS sekedar masuk ke bilik suara dengan wajah tanpa ekspresi.

          Posted by mang encep | 19 Februari 2013, 2:27 pm
          • Iya nih Mang Encep… rada esmosi kalo denger kata2 anggota dhewan…
            Seperti Srigala Berbulu Domba…

            Posted by PUTU | 19 Februari 2013, 3:34 pm
  77. Alhamdulillah, semoga kita semua bisa saling menghargai kreasi dari bangsa sendiri

    Posted by habib | 18 Februari 2013, 2:26 pm
  78. Dahlan menuturkan, disamping baik untuk pikiran, metode cuci otak yang dilakukan di Dokter Terawan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta ini baik dilakukan bagi mereka yang sehat sebagai tindakan pencegahan. Sementara biaya untuk metode ini pun relatif mahal sekitar Rp 100 juta.

    Posted by merry | 18 Februari 2013, 3:43 pm
  79. Oh my God 100 Juta,,,,,

    Saya ada gejala struk, itupun tahu setelah ada keluhan pusing separo (Migran)!
    yg saya tahu, katanya ada gumpalan yg menghambat darah Getah dari/ke otak!
    Makanya Pusing

    Takut kenapa kenapa,,,
    saya pikir gimana caranya menarik gumpalan yg menuju ke otak itu!!!
    Prinsip dasarnya seperti itu,,,

    makanya saya cari totok darah, yg agak pinter dikit dan meyakinkan,,,
    H Dede namanya,,,
    Pada saat itu lagi berkunjung ke Jakarta dari Dayak Kaltim (Lupa daerahnya).

    Setelah tahu dia bisa pengobatan, aku sampaikan keluhan saya,,,,

    Dahi saya di keluarkan darahnya pakai stick perak,,,
    Memang agak takut,,,,

    Sdh biaya Gratis,,,,Sembuh pula,,,

    Saya sempet check up ke dokter, dan bilang Gumpalan sdh hilang,,,,
    Saya tdk cerita ke dokter itu,,,
    karena profesinya berbeda,,,,

    100 juta,,,Kesombongan tersendiri,,,,,,

    Posted by dajjalmintaraga1 | 18 Februari 2013, 4:36 pm
    • masalah duit mkn lebih bijak apabila mengukur kondisi keuangan masing2… bagi saya duit segitu cukup byk… tapi jika pilihannya menyangkut nyawa, mau ga mau pasti saya pilih… spt pilih mobil ilang sama nyawa ya saya pilih nyawa yg diselamatkan… untuk kasus DIS, beliau mkn tidak bayar… karena Dr Terawan Dokter Kepresidenan, dan mentri2 bisa menggunakan fasilitas kesehatannya… kalaupun bayar duit segitu ma spt ngeluarin duit 100rb… untuk riset 3M saja beliau rela rogoh kocek sendiri…
      #sekali lagi ini opini saya bro…

      Posted by PUTU | 18 Februari 2013, 6:32 pm
  80. dahlan iskan for president !! :)

    Posted by bonaparte | 18 Februari 2013, 4:38 pm
  81. puji syukur buat pak dahlan iskan,setelah proses cici otaknya berjalan lancar.

    Posted by yuli setiawan | 18 Februari 2013, 4:40 pm
  82. barangkali untuk bisa diakui dan go internasional mungkin perlu sampai 1000 pasien tanpa kesalahan, sama seperti pak DIS mencoba mobil listrik sampai 1000 km

    Posted by Atmawidya | 18 Februari 2013, 11:18 pm
  83. Dasar Abah!!!!

    Apalagi……???
    setelah nabrak tebing, tusuk otak, apa lagi….??? (resiko terjelek =…………….?)

    Apapun…………. I like Dis!!
    Kite yang sehat aja masih pikir pikir kalo digratisin tusuk otak, abah ini………

    Abah, ada lebih menantang lagi lo,
    Sering di Demo! Posternya dibakar! Disantet koruptor!
    Sikat preman! Entas rakyat miskin (dgn cepat)!!!

    jadi……………..RI 1 (or RI 2)????

    Posted by mpoknovi | 19 Februari 2013, 7:32 am
  84. Hahaha… saya suka tulisan kali ini. Selingan setelah berbicara BUMN terus. Dan jenaka. Tapi menyentil belakangnya. Hehehe.

    Posted by Mochamad Yusuf | 19 Februari 2013, 10:14 am
  85. demi lambang mercy atau demi pencitraan? dahlan pun latah. metode bedah yang belum teruji itupun dilabraknya.

    simak komentar seorang pakar neurointerventionist terkait cuci otak di sebuah milis kedokteran berikut. Intinya, lambang mercy bisa kelihatan atau tidak di setiap orang, dan itu NORMAL. TIdak perlu operasi segala. Karena memang belum tentu harus dihilangkan.

    ———————————————–
    Setelah membaca tentang tulisan DI, saya mencoba melihat gambaran cerebral angiografi yang kita kerjakan siang ini, luar biasa, saya menemukan Tanda Merci tersebut (terlampir).

    Gambar pertama tampak salah satu kaki merci terpotong (terbuntu ?), gambar kedua tampak kaki merci semuanya terbuka. Gambar pertama adalah fase vena dari injeksi Carotid Interna Kanan dari Anterior-Posterior (Tampak sinus sagitalis, sinus tranversus kanan, sinus tranversus kiri seolah terpotong). Gambar kedua adalah vase vena dari injeksi Carotid Interna kiri dari Anterior-Posterior (Tampak sinus sagitalis, sinus tranversus kiri dan kanan sama jelas).

    Kenapa yang pertama seolah terbuntu/ terpotong, sedang yang kedua semuanya terbuka ? Ini adalah hal yang wajar dan banyak ditemukan pada pasien normal. Fase vena selalu mengikuti fase arteri. Pengisian vena mengikuti pengisian arteri. Pengisian arteri kanan secara anatomis lebih miskin dibanding pengisian arteri kiri. jadilah tanda merci terpotong pada sisi kanan dan sempurna pada injeksi kontras kiri, hal ini bisa terjadi sebaliknya, atau sama sekali tidak terjadi (karena dua-duanya memiliki fase pengisian arteri yang baik).

    ————————–

    Posted by Citragetir | 19 Februari 2013, 11:25 am
    • Lampiran gambar mercy ada di sini:

      Posted by Citragetir | 19 Februari 2013, 11:27 am
    • yooo, salahkan terus, biarpun dia bertaruh dengan nyawanya + istrinya untuk promosi kemampuan dokter/kedokteran Indonesia. Beberapa waktu yang lalu bertaruh nyawa dengan Tuxuci, sekarang tambah Istri. Besok2 tambah anak trus cucu.

      Kita sebagai penonton cukup menyalahkan aja…aseeek, nyaaam. Tanpa modal, hasil maksimal utk membuat orang tak berharap, Indonesia pecundang hahaha.

      Posted by penonton | 19 Februari 2013, 12:51 pm
      • itulah bahayanya fanatik, sudah tidak mau terima kritik. tindakan dahlan saat cuci otak ini tidak sama ketika ganti hati dulu, yang katanya sampai minta 2nd bahkan 5th opinion dari dokter lain.

        akhirnya komunitas kedokteran pun turun tangan. masih bagus tulisan sang dokter yang juga profesor berikut ini tidak mengkritik secara pedas dan masih berbaik sangka. kalau saya pasti sudah saya hantam sampai akar-akarnya.

        http://health.liputan6.com/read/515965/pakar-saraf-tanggapi-testimoni-cuci-otak-dahlan-iskan

        Pakar Saraf Tanggapi Testimoni Cuci Otak Dahlan Iskan
        oleh Melly Febrida
        Posted: 19/02/2013 11:47

        Liputan6.com, Jakarta : Menteri BUMN Dahlan Iskan kesengsem dengan metode cuci otak (brain washing) yang dirintis Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K). Alhasil, ia mencoba metode cuci otak yang katanya bisa mengobati stroke. Padahal, metode ini masih diperdebatkan karena banyak dokter yang beranggapan cara pengobatan itu tidak tepat dan salah kaprah.

        Alasannya, metode itu dilakukan seorang dokter radiologi dan belum dilakukan serangkaian penelitian ilmiah yang menjamin cara itu aman.

        Ketua Persatuan Dokter Saraf Seluruh Indonesia (Perdossi) Prof. Dr. dr. Hasan Machfoed, SpS (K), MS, menanggapai ‘testimoni’ mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam tulisannya seperti dimuat Liputan6.com, Selasa (19/2/2013).

        Menurut Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) itu, banyak petinggi yang kesengsem dengan promosi yang gencar dari cuci otak karena takut kena stroke. Padahal, dari medis cara itu dinilai salah kaprah.

        “Prosedur Digital Subtraction Angiography (DSA) yang dilakukan pada cuci otak, telah dinaikan pangkat dari sarana diagnosis menjadi sarana terapi. Bahkan juga dibengkokan menjadi sarana prevensi. Sesuatu hal yang salah kaprah menurut medis,” ujar Profesor Hasan.

        Berikut tulisan lengkap Profesor Hasan:

        MEMBERSIHKAN GORONG-GORONG BUNTU DI OTAK DAHLAN ISKAN
        Oleh: Moh Hasan Machfoed | 19 February 2013 | 02:42 WIB

        Seperti biasa, tulisan Dahlan Iskan selalu menarik perhatian. Renyah, segar, enak dicerna, seenak semanggi Surabaya. Dibawah kolom: “Manufacturing Hope”, pak Dahlan selalu memaparkan hasil kerjanya, baik ketika menjadi Dirut PLN maupun setelah menjadi Menteri BUMN. Dengan tulisan-tulisan itu, Pak Dahlan dinilai masyarakat sebagai menteri yang kinerjanya terbaik. Memang benar, opini yang dibentuk Pak Dahlan sulit dibantah, karena yang dikemukakannya adalah fakta. Fakta yang membentuk persepsi masyarakat bahwa pak Dahlan seorang menager piawai.

        Tulisan pak Dahlan, Senin (18/02/2013),tak kalah menarik. Di bawah judul “Membersihkan Gorong-Gorong Buntu di Otak”, Pak Dahlan bercerita secara rinci, bagaimana ketika otaknya dicuci oleh dr Terawan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

        Seperti yang diceritakannya sendiri, cuci otak yang dilakukannya sekadar mencoba, ingin mengetahui bagaimana rasanya walaupun secara medis tidak jelas indikasinya. Dua minggu sebelumnya, otak isterinya juga dicuci. Kalau masalah mencoba, Pak Dahlan memang biangnya. Jangankan cuma cuci otak, menabrakan mobil Tucuxi yang mungkin saja merenggut jiwa sudah pernah dicobanya. Fenomena mencoba Pak Dahlan ini nampaknya dimiliki para petinggi lainnya, bisa dimaklumi.

        Sebagai orang awam di bidang medis, nampaknya para petinggi itu kesemsem dengan promosi gencar cuci otak. Mereka takut kena stroke, jadi perlu di prevensi dengan cuci otak. Siapa orangnya yang tidak ngeri kalau ditakuti bakal terkena stroke. Sungguh suatu promosi intelektual yang jitu dan luar biasa.

        Prosedur Digital Subtraction Angiography (DSA) yang dilakukan pada cuci otak, telah dinaikan pangkat dari sarana diagnosis menjadi sarana terapi, bahkan juga dibengkokan menjadi sarana prevensi. Sesuatu hal yang salah kaprah menurut medis. Tentu dr Terawan amat suka cita dengan testimoni Pak Dahlan. Mungkin inilah pengakuan terhebat di antara lainnya. Termasuk testomoni Benny Panjaitan yang hasilnya diragukan.

        Dengan testimoni ini dia memperoleh legitimasi sahih atas cuci otak yang dilakukannya, sekali pun belum terbukti sahih secara ilmiah. Dari sudut pandang ilmu kedokteran, testimoni semacam ini tak ada bedanya dengan testimoni Klinik Tong Fang. Hanya bedanya, kali ini dilakukan oleh seorang petinggi yang dipercaya masyarakat. Dari sudut etika, seorang dokter tidak boleh melakukan tindakan tanpa indikasi medis jelas.

        Dokter yang satu ini memang unik. Padahal ada ribuan dokter spesialis yang ahli di bidangnya, tapi mereka tidak pernah berpromosi, karena memang dilarang oleh etika.

        Pada bagian lain Pak Dahlan menulis sebagai berikut “Saya tahu, metode cuci otak Dokter Terawan ini masih kontroversial. Pendapat kalangan dokter masih terbelah. Masih banyak dokter yang belum bisa menerimanya sebagai bagian dari medical treatment”. Kalau saja ada 1.000 dokter, 400 orang setuju metode cuci otak dan 600 lainnya menolak, itu bisa dikatakan pendapat yang terbelah, karena jumlahnya hampir seimbang. Namun, kalau dari 1.000, hanya 20 orang saja yang setuju, itu bukan terbelah namanya. Kenyataannya, lebih dari 98% masyarakat kedokteran Indonesia belum menerima cuci otak.

        Mengapa masyarakat kedokteran Indonesia belum menerima cuci otak? Jawabnya sederhana yaitu, mereka perlu penjelasan secara tuntas prosedur cuci otak itu. Jangankan pada masyarakat, pada forum dilmiah kedokteran pun dr Terawan enggan membukanya. Contohnya, tanggal 4 Oktober 2011, ketika Tim Karotis RSCM yang diketuai Prof. Dr. Teguh Ranakusuma, Sp.S(K) minta keterangan dr Terawan obat apa yang dimasukan, beliau menolak menjelaskan. Tentu penolakan ini membuat para ahli RSCM itu kecewa.

        Sebenarnya, kalau cuci otak yang dilakukan itu sesuai prosedur dan memiliki dasar ilmiah yang benar tentu tidak perlu ada yang disembunyikan. Sikap ini tergolong unik, sekaligus langka. Dalam forum ilmiah, biasanya seorang dokter bersikap terbuka atas metode yang dilakukannya. Dari forum itu bisa dinilai dasar ilmiah dari tindakannya. Bila dinilai benar, maka yang bersangkutan memiliki legitimasi ilmiah dari koleganya. Bukan legitimasi testimoni masyarakat yang kebenarannya diragukan. Merahasiakan suatu metode pengobatan sangat bertentangan dengan etika kedokteran.

        Masyarakat kedokteran Indonesia tentu amat bangga bila seorang putra Indonesia menemukan terapi baru untuk stroke yang orisinil. Mungkin saja yang bersangkutan memperoleh hadiah Nobel. Tapi, untuk sampai kearah sana sangatlah tidak mudah. Diperlukan integritas ilmiah yang baik, kejujuran ilmiah terpercaya dan memenuhi prosedur ilmiah baku.

        Kalau semua syarat itu tidak terpenuhi, jangan harap memperoleh hadiah nobel. Memperoleh pengakuan ilmiah dari sejawatnya se-Tanah Air saja sepertinya jauh panggang dari api.

        Atas sikap rahasia dr Terawan tentang obat yang dimasukan, masyarakat kedokteran Indonesia hanya bisa menerka-nerka. Satu-satunya obat yang mampu menghancurkan bekuan darah penyumbat aliran otak hanyalah golongan obat yang disebut thrombolysis. Diantaranya adalah, recombinant tissue plasminogen activator (rTPA), streptokinase dan urokinase. Obat ini sangat bahaya bila diberikan lebih dari 8 jam setelah menderita stroke. Bahaya terbesar adalah perdarahan otak yang bisa merenggut nyawa pasien.

        Sementara ini belum ada obat lain yang dapat menghancurkan bekuan darah. Dan obat ini dilarang diberikan sebagai upaya prevensi model Pak Dahlan yang normal. Untuk lengkapnya silahkan klik http://en.wikipedia.org/wiki/Thrombolytic_drug

        Dari pola pikir di atas, pastilah cuci otak itu tidak menggunakan obat thrombolysis. Dr Terawan tentu tidak berani menganggung risiko perdarahan yang terjadi. Alasan lainnya, cuci otak ini diberikan kapan saja, tidak mengenal waktu kapan stroke mulai diderita. Lebih-lebih untuk tindakan prevensi untuk orang normal macam Pak Dahlan, bahaya perdarahan semakin besar, karena obat ini akan merusak proses pembekuan darah normal.

        Jadi obat yang diberikan pada Pak Dahlan itu, bukan thrombolysis, atau dengan kata lain pak Dahlan tidak memperoleh obat yang tepat untuk menghancurkan bekuan darah di otaknya. Atau mungkinkah Pak Dahlan memperoleh obat baru yang berasa mint? Mungkin saja itu obat baru thrombolysis.

        Setiap penemuan baru di bidang kedokteran, pasti akan segera diketahui oleh masyarakat ilmiah kedokteran sedunia. Itu akan dimuat secara besar-besaran dalam jurnal ilmiah kedokteran yang jumlahnya ribuan. Sayangnya hingga kini obat thrombolysis masih seperti yang disebut di atas, belum ada tambahan. Dari pengalaman beberapa neuro-interventionist, tidak ada satu pun obat thrombolysis yang berasa mint.

        Seorang dokter yang melakukan tindakan medis harus mampu menciptakan suasana psikologis yang bisa menaikan kepercayaan pasien kepadanya. Sekali kepercayaan ini diraih, selanjutnya si dokter akan menguasai psikologis pasien. Adanya harapan bahwa otaknya akan dibersihkan oleh dokter yang sangat terkenal dan berpengalaman, itu saja sudah menyita 60% kepercayaan psikologis terhadap dokter.

        Tak beda ketika melihat performance pilot yang akan menerbangkan pesawat yang kita tumpangi. Rasa aman langsung terasa, ketika melihat pilot yang cocok dihati. Sisa psikologis yang 40% dituntaskan ketika proses cuci otak berlangsung. Itu antara lain tempat yang nyaman, sikap dokter dan perawat yang ramah penuh perhatian, dokter yang tak henti-hentinya menyanyikan lagu ‘Di Doa Ibuku’, mulut terasa pyar yang lembut disertai rasa mentos yang ringan ketika disuntik obat, termasuk memperlihatkan bentuk saluran darah yang seperti lambang Lexus sebelum dicuci menjadi lambang Mercy setelah dicuci.

        Itulah semua yang diceritakan Pak Dahlan. Pada tahap kepercayaan psikologis yang mencapai 90% ini. Apapun yang dikatakan dokter pasti diamini pasien.

        Ketika pasien diberi keterangan tentang beda antara gambar Lexus and gambar Mercy, pasien akan percaya. Pada tahap ini dokter telah meraih 100% kepercayaan psikologis pasien. Gambar diatas adalah beda lambang Lexus dan Mercy. Gambar Lexus yang memiliki 2 kaki (gambar kiri), dianggap sebagai ada pembuluh darah yang terbuntu. Setelah dicuci gumpalan darahnya, maka bentuknya menjadi lambang Mercy dgn 3 kaki (gambar kanan). Benarkah demikian?

        Gambar di atas itu adalah gambar angiografi otak normal. Tidak ada pembuluh darah yang buntu. Adanya perbedaan lambang Lexus dan Mercy hanyalah beda fase pengisian kontras. Apabila kontras belum terisi sepenuhnya, maka bentuknya seperti Lexus. Namun, bila sudah terisi sempurna maka berubah menjadi bentuk Mercy. Jadi ada jeda waktu antara bentuk Lexus dan Mercy. Lexus lebih dahulu, baru kemudian Mercy. Dan ini yang paling sulit diterangkan pada cuci otak.

        Kalau saja ada pembuluh darah buntu sebesar itu pada otak Pak Dahlan, pasti sebelum cuci otak Pak Dahlan mengalami kelumpuhan separuh badan. Faktanya, Pak Dahlan tidak sakit apa-apa. Dan yang paling tak masuk akal, obat thrombolysis apa yang begitu fantastik yang dalam hitungan menit bisa menghancurkan bekuan yang begitu besar.
        Sebenarnya kalau mau, bisa saja Pak Dahlan minta second opinion gambar angiografi itu pada ahlinya.

        Dari sudut neurology, tidak ada tindakan intervensi untuk mencegah stroke pada orang normal. Tindakan yang paling baik untuk mencegah stroke adalah menghindari faktor risiko stroke. Itu, antara lain, hidup teratur penuh keseimbangan, olah raga, tidak merokok, tidak minum alkohol, mencegah kegemukan, menghindari stres, mengobati hipertensi, kencing manis, lemak tinggi, dan lain-lain.

        Jadi tindakan intervensi pada orang normal untuk mencegah stroke, hanyalah omong kosong belaka.

        Pada bagian akhir, Pak Dahlan menulis begini Tapi, bagi yang sehat, antrenya sudah mencapai tiga bulan. Sebab, hanya sekitar 15 orang yang bisa ditangani setiap hari. Lebih dari itu, bisa-bisa Terawan sendiri yang akan mengalami perdarahan di otaknya”. Benar sekali Pak, mestinya dr Terawan bisa mengajari banyak dokter agar antrenya tidak begitu panjang. Cuma saja mungkin beliaunya punya alasan lain…

        Posted by citragetir | 19 Februari 2013, 5:41 pm
        • sebelum dahlan-filia turun komentar, saya kasih hint dulu. Dahlan sudah begitu banyak pikiran, ancaman dan tantangan, sehingga kurang bisa berpikir jernih lagi. Kemudian ada promosi cuci otak dengan cepat maka gampang saja terbius.

          Posted by citragetir | 19 Februari 2013, 5:58 pm
        • Inti dari tulisan di atas adalah : “Benar sekali Pak, mestinya dr Terawan bisa mengajari banyak dokter agar antrenya tidak begitu panjang”. Kalimat tersebut sebenarnya ditujukan kepada teman sejawatnya yaitu dr. Terawan.

          Point penting lainnya adalah kekaguman penulis artikel tersebut kepada Dahlan Iskan. Bahkan point yg sangat mendasar segaimana tertuang dalam paragraf pertama. Penulis artikel sudah jatuh hati kepada Pak Dahlan Iskan sejak membaca CEO Notes sejak jadi Dirut PLN sampai Manufacturing Hope sejak menjadi MenBUMN. Mengapa? Coba saja simak bahwa artikel ini dibuka dg paragraf pertama yg isinya kesan positif tentang Dahlan Iskan, kemudian ditutup dengan paragraf terakhir yg menyatakan persetujuannya dg apa yg dikatakan Dahlan Iskan.

          Kesimpulan : Dahlan Iskan lebih dari layak untuk menjadi Presiden RI

          Lho koq apa hubungannya?
          Meminjam istilah Sujiwo Tejo, bahwa di dunia yang fana ini tidak ada hal apapun yang tidak berhubungan satu dengan yang lainnya. Bahkan dunia dengan akherat saja berhubungan sangat erat walaupun beda ruang dan waktu. Cuma kita saja yg kadang2 atau bahkan sering “ga ngeuh”

          Posted by mang encep | 19 Februari 2013, 9:40 pm
          • Gitu aja kok ga ngerti. Itu adalah sindiran sarkasme yang sudah diperhalus: sebuah bahasa retoris hiperbolis ameliorasi yang menunjukkan ketinggian budi profesornya. Artinya kira-kira: kalau memang metode itu benar teruji, tentu dr. Terawan dari dulu harus mengungkapkannya baik langsung ke rekan-rekannya maupun melalui forum ilmiah. Toh temuan baru atas metode kedokteran -sebagaimana rumus baru matematika dan IPA- tidak bisa dipatenkan (tidak bisa dikomersialisasikan), jadi tidak perlu ada rahasia2an. Prof. Hasan tentu lebih gampang untuk mengerti dan mengetahui seputar bedah otak dr. Terawan, karena dr. Terawan juga adalah bekas anak didik di Unair tempat sang Prof. mengajar. Dia masih menjaga wibawa almamater dengan tidak secara keras mengkritisi metode itu.

            kalau sebuah fanatisme telah membutakan hati maka akal sehatpun bisa mati.

            Posted by citrasindir | 19 Februari 2013, 11:21 pm
          • Sikap dan sifat skeptis memang penting bagi ilmu pengetahuan, akan tetapi ilmu pengetahuan tidak akan pernah berhenti pada satu kesimpulan. Sesempurna apapun kesimpulan tidak akan pernah mengalahkan fakta, karena ilmu pengetahuan sendiri tidak lebih dari rangkaian keterangan dari fakta-fakta. Dan, manusia yang akalnya sehat lebih antusias mengkaji fakta-fakta ketimbang mempersoalkan macam-macam teori dan prosedural-formal.

            Dan, akal sehat akan jadi lumpuh ketika hati dan fikiran didominasi oleh sifat apriori.
            Dan, sang pemilik apriori selalu berpatokan pada siapa yang berbicara bukan pada apa yang dibicarakan. Maka, ketahuilah bahwa yang demikian itu penyandang fanatisme yg sesungguhnya.

            Posted by mang encep | 20 Februari 2013, 12:49 am
          • 1. Yang satu tampak fanatis sama personal, padahal sesungguhnya fanatis akan harapan dan fakta yang diusungnya. Yang satu fanatis akan teori, prosedur, dan fikiran negatif walaupun jika dieksplorasi akan melahirkan fikiran positif penyeimbang. Ketika kedua yang disalingtuduhkan fanatik ini berhadapan, saya milih ngomentarin tentang hal tersebut ini aja ah, dan ngga ngomentarin di kontennya.
            2. Nasihat Minang yang sering diungkap Ricky Elson, Sebanyak orang yang suka, sebanyak iu juga orang yang benci kita. Di antaranya mungkin ada yang pura-pura suka, atau ada yang pura-pura benci. So, sukalah atau bencilah dengan biasa-biasa saja, dan jangan sampai kesukaan dan kebencian itu malah bikin diri sendiri sakit. Karena yang disukai atau dibenci, Pak Dahlan itu, ga ngaruh(-ngaruh banget) buat dia.
            3. Hak orang untuk bersikap terhadap kita, baik buruk, ga usah disalahin karena itu kiriman Allah untuk menguji mental kita. Kita sendirilah yang harus tahan dan tangguh menghadapinya. Dahlanpun demikian, fitnah terkejipun ditertawakan. Sefaham dengan saya, bahwa orang yang mencibir, mencubit, atau yang fanatik buta sekalipun, mereka harus disadari sebagai kiriman Tuhan untuk melengkapi warna hidup kita. Tinggal kita mau apa? Tangguhkan hati, dan selebihnya tetaplah tersenyum (yang katanya cengengesan padahal manis), maju terus, berbuat terus, kerja, ibadah.

            Posted by apasaja | 20 Februari 2013, 9:17 am
          • mendengarkan obrolan dahlan di smart fm, saya mendengar jangan jangan pradigma masyarakatnya yang sudah kaku kerena kelamaan, hal itu dikatakan kenapa pak dahlan seorang menteri seolah oleh centil, pake sepatu ket, pake seragam item putih kaya karyawan magang (hehehe), coba dokter terawan orang korea atau eropa wuiiiiih dah pada dipujo pujo , sedikit masukan kepada pak dahlan harusnya pak dahlan bilang bahwa dr. terawan itu orang eropa yang lahir sial di indonesia

            Posted by saeful | 20 Februari 2013, 9:50 am
        • Trims artikelnya…
          kalo menurut saya kalo secara medis blm diakui anggap saja pengobatan alternatif… toh indonesia ini berisi ribuan pengobatan alternatif yg tidak bisa dinalar secara medis, tapi bisa menyembuhkan juga…
          untuk yg menikmati penyembuhan ataupun merasakan efek negatif adalah si pasien itu sendiri…
          jadi tergantung testimoni si pasien, senang atau tidak…

          Spt klinik TongFang, kalo testimoninya emang benar ya sah2 saja kalo mencoba…
          yg lebih baik menurut saya adalah menjaga pola hidup dan pola makan sehingga tidak jatuh sakit…
          simple kan….

          Posted by PUTU | 19 Februari 2013, 10:28 pm
  86. Sampai segitunya pak DI, ada apa dengan Kemenkes?

    Kemaren Sapi, ketahuan ada masalah di Kementan.

    Posted by surontani | 19 Februari 2013, 1:02 pm
  87. kira….harga cuci otak berapa yah????…
    kalau cuman sejuta..ikut antri…..ah…

    Posted by farki | 19 Februari 2013, 1:21 pm
  88. Jika cuci otak ini kelak diakui oleh dunia kedokteran, kemungkinan besar akan banyak anggota Dhewan yang akan memeriksakan diri ………………………. Dengan catatan :
    biaya ditanggung negara !!!

    Hadddoohhh… jadi serba salah !

    Posted by mang encep | 19 Februari 2013, 2:34 pm
  89. SISI LAIN

    ….Saya hanya bisa mengandalkan kejujuran, integritas dan kerja keras sampai akhirnya orang menilai saya sukses. – Dahlan Iskan – (dari FB)

    Cuplikan kalimat yang saya sangat setujui …karena sayapun demikian. KESUKSES-AN itu berasal dari penilaian ORANG LAIN, tapi KEJUJURAN, INTEGRITAS dan KERJA KERAS harus dimualai DARI DIRI KITA…….

    Dengan segala kekurangan DIS ( kadang kurang sabar dan “ngoboi” sebagai sisi DI sebagai common person), tapi ada sisi lain yang tetap kita bisa ambil dan jadikan inspirasi.

    Bila kita kerja BUKAN karena (mengharap) pujian, melainkan dengan bekal kejujuran, integritas dan kerja keras , maka secara otomatis yang namanya IKHLAS itu akan menyertainya….

    Orang yang kerjanya IKHLAS biasanya akan MENIKMATI pekerjaannya…dan hasilnya bisa dilihat…akan memuaskan. Memuaskan bagi yang bersangkutan maupun pengguna / konsumennya…itu adalah BLESS yang diberikan Tuhan atas DEDIKASI yang telah dilakukan oleh umatNYA…

    Banyak orang berkarya , tapi hanya mengandalkan KEPANDAIAN atau MODAL…namun lupa menyertakan nurani dan dedikasi….maka hasilnya mengecewakan (mungkin sukses bagi yang melakukan, namun mengecewakan bagi orang lain). Contoh; hacker, pengusaha modal kuat yang efeknya menggusur pemodal kecil… dll.

    Marilah kita tanamkan ke 3 VIRUS ACI ini: – KEJUJURAN
    – INTEGRITAS dan
    – KERJA KERJA KERJA

    Kita pakai sebagai DASAR kerja kita, kemudian selain kita amalkan juga kita sebar…mulaidari diri sendiri, keluarga, teman di kantor tetangga saudara dst…. Insya Allah JAYALAH INDONESIA…

    Tak lupa saya sisipkan cuplikan cerita yang bisa menjadi perenungan kita…. selamat menikmati.

    “Jangan Pernah Meremehkan Orang Lain”

    Pada suatu hari, seorang anak masuk ke dalam rumah makan yang sangat terkenal dan mahal. Dia masuk seorang diri dan memakai pakaian biasa saja, tidak seperti anak-anak lain yang memakai pakaian yang bagus. Anak itu duduk di salah satu kursi lalu mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan.

    Seorang pelayan perempuan menghampiri anak kecil itu lalu memberikan buku menu makanan. Pelayan tersebut agak heran mengapa anak kecil itu berani masuk ke dalam rumah makan yang mahal, padahal dari penampilannya, pelayan itu tidak yakin bahwa sang anak kecil mampu membayar makanan yang ada.

    “Berapa harga es krim yang diberi saus strawberry dan cokelat?” tanya sang anak kecil.

    Sang pelayan menjawab, “Lima puluh ribu,”

    Anak kecil itu memasukkan tangan ke dalam saku celana lalu mengambil beberapa receh dan menghitungnya. Lalu dia kembali bertanya, “Kalau es krim yang tidak diberi saus strawberry dan cokelat?”

    Si pelayan mengerutkan kening, “Dua puluh ribu,”

    Sekali lagi anak kecil itu mengambil receh dari dalam saku celananya lalu menghitung. “Kalau aku pesan separuh es krim tanpa saus strawberry dan cokelat berapa?”

    Kesal dengan kelakuan pembeli kecil itu, pelayan menjawab dengan ketus, “Sepuluh ribu!”

    Sang anak lalu tersenyum, “Baiklah aku pesan itu saja, terima kasih!”

    Pelayan itu mencatat pesanan lalu menyerahkan pada bagian dapur lalu kembali membawa es krim pesanan. Anak itu tampak gembira dan menikmati es krim yang hanya separuh dengan suka cita. Dia melahap es krim sampai habis. Kemudian sang pelayan kembali datang memberikan nota pembayaran.

    “Semua sepuluh ribu bukan?” tanya anak itu lalu membayar es krim pesanannya dengan setumpuk uang receh. Wajah sang pelayan tampak masam karena harus menghitung ulang receh-receh itu. Lalu sang anak mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dari saku celana belakangnya, “dan ini tips untuk Anda!” ujar sang anak sambil menyerahkan selembar uang tersebut untuk si pelayan.

    Salam ACI. Yang ingin kontak pribadi bisa hub kontakwning@yahoo.co.id.

    Posted by w.ning | 19 Februari 2013, 2:58 pm
    • Wah Mba W.Ning ngeluarin tulisannya lagi… bagus2…
      Dari DIS saya juga byk belajar…
      Pemahaman saya mkn aga mirip2 yaitu seperti kutipan saya diatas :
      ==GODAAN ” HARTA, TAHTA, WANITA” emang obatnya cuma satu, yaitu ketulusan-kejujuran-dan tanggungjawab==… (secara konsep hampir sama)…

      Virus Kerja2 ini harus cepat ditularkan kepada rakyat indonesia, untuk menghancurkan virus PESIMIS dan virus Adudomba dari pihak2 yg senang jika NKRI ttp tertinggal…

      Dalam setahun ini, saya yakin Dahlanis akan bergerak massive untuk mengusung DIS ke level yg lebih tinggi lagi…
      “Satrio Piningit” sedang dipersiapkan untuk memutar roda NKRI berlari lebih kencang…

      Posted by PUTU | 19 Februari 2013, 3:45 pm
    • wkwkwkw..ga nyangka endingnya begitu…top

      Posted by merry | 19 Februari 2013, 6:08 pm
    • Setuju sekali …
      Namun saya mengamati selama belajar bahwa banyak hacker yang punya dedikasi menbantu, sedangkan terminology yang tepat untuk yang punya kepandaian, modal tapi gak ada nurani/dedikasi adalah cracker…

      Posted by Aldizy | 19 Februari 2013, 9:03 pm
  90. Dahlan Iskan. (Liputan6.com/Abdul Aziz Prastowo)
    Liputan6.com, Jakarta : Menteri BUMN Dahlan Iskan kesengsem dengan metode cuci otak (brain washing) yang dirintis Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K). Alhasil, ia mencoba metode cuci otak yang katanya bisa mengobati stroke. Padahal, metode ini masih diperdebatkan karena banyak dokter yang beranggapan cara pengobatan itu tidak tepat dan salah kaprah.

    Alasannya, metode itu dilakukan seorang dokter radiologi dan belum dilakukan serangkaian penelitian ilmiah yang menjamin cara itu aman.

    Ketua Persatuan Dokter Saraf Seluruh Indonesia (Perdossi) Prof. Dr. dr. Hasan Machfoed, SpS (K), MS, menanggapai ‘testimoni’ mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam tulisannya seperti dimuat Liputan6.com, Selasa (19/2/2013).

    Menurut Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) itu, banyak petinggi yang kesengsem dengan promosi yang gencar dari cuci otak karena takut kena stroke. Padahal, dari medis cara itu dinilai salah kaprah.

    “Prosedur Digital Subtraction Angiography (DSA) yang dilakukan pada cuci otak, telah dinaikan pangkat dari sarana diagnosis menjadi sarana terapi. Bahkan juga dibengkokan menjadi sarana prevensi. Sesuatu hal yang salah kaprah menurut medis,” ujar Profesor Hasan.

    Berikut tulisan lengkap Profesor Hasan:

    MEMBERSIHKAN GORONG-GORONG BUNTU DI OTAK DAHLAN ISKAN
    Oleh: Moh Hasan Machfoed | 19 February 2013 | 02:42 WIB

    Seperti biasa, tulisan Dahlan Iskan selalu menarik perhatian. Renyah, segar, enak dicerna, seenak semanggi Surabaya. Dibawah kolom: “Manufacturing Hope”, pak Dahlan selalu memaparkan hasil kerjanya, baik ketika menjadi Dirut PLN maupun setelah menjadi Menteri BUMN. Dengan tulisan-tulisan itu, Pak Dahlan dinilai masyarakat sebagai menteri yang kinerjanya terbaik. Memang benar, opini yang dibentuk Pak Dahlan sulit dibantah, karena yang dikemukakannya adalah fakta. Fakta yang membentuk persepsi masyarakat bahwa pak Dahlan seorang menager piawai.

    Tulisan pak Dahlan, Senin (18/02/2013),tak kalah menarik. Di bawah judul “Membersihkan Gorong-Gorong Buntu di Otak”, Pak Dahlan bercerita secara rinci, bagaimana ketika otaknya dicuci oleh dr Terawan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

    Seperti yang diceritakannya sendiri, cuci otak yang dilakukannya sekadar mencoba, ingin mengetahui bagaimana rasanya walaupun secara medis tidak jelas indikasinya. Dua minggu sebelumnya, otak isterinya juga dicuci. Kalau masalah mencoba, Pak Dahlan memang biangnya. Jangankan cuma cuci otak, menabrakan mobil Tucuxi yang mungkin saja merenggut jiwa sudah pernah dicobanya. Fenomena mencoba Pak Dahlan ini nampaknya dimiliki para petinggi lainnya, bisa dimaklumi.

    Sebagai orang awam di bidang medis, nampaknya para petinggi itu kesemsem dengan promosi gencar cuci otak. Mereka takut kena stroke, jadi perlu di prevensi dengan cuci otak. Siapa orangnya yang tidak ngeri kalau ditakuti bakal terkena stroke. Sungguh suatu promosi intelektual yang jitu dan luar biasa.

    Prosedur Digital Subtraction Angiography (DSA) yang dilakukan pada cuci otak, telah dinaikan pangkat dari sarana diagnosis menjadi sarana terapi, bahkan juga dibengkokan menjadi sarana prevensi. Sesuatu hal yang salah kaprah menurut medis. Tentu dr Terawan amat suka cita dengan testimoni Pak Dahlan. Mungkin inilah pengakuan terhebat di antara lainnya. Termasuk testomoni Benny Panjaitan yang hasilnya diragukan.

    Dengan testimoni ini dia memperoleh legitimasi sahih atas cuci otak yang dilakukannya, sekali pun belum terbukti sahih secara ilmiah. Dari sudut pandang ilmu kedokteran, testimoni semacam ini tak ada bedanya dengan testimoni Klinik Tong Fang. Hanya bedanya, kali ini dilakukan oleh seorang petinggi yang dipercaya masyarakat. Dari sudut etika, seorang dokter tidak boleh melakukan tindakan tanpa indikasi medis jelas.

    Dokter yang satu ini memang unik. Padahal ada ribuan dokter spesialis yang ahli di bidangnya, tapi mereka tidak pernah berpromosi, karena memang dilarang oleh etika.

    Pada bagian lain Pak Dahlan menulis sebagai berikut “Saya tahu, metode cuci otak Dokter Terawan ini masih kontroversial. Pendapat kalangan dokter masih terbelah. Masih banyak dokter yang belum bisa menerimanya sebagai bagian dari medical treatment”. Kalau saja ada 1.000 dokter, 400 orang setuju metode cuci otak dan 600 lainnya menolak, itu bisa dikatakan pendapat yang terbelah, karena jumlahnya hampir seimbang. Namun, kalau dari 1.000, hanya 20 orang saja yang setuju, itu bukan terbelah namanya. Kenyataannya, lebih dari 98% masyarakat kedokteran Indonesia belum menerima cuci otak.

    Mengapa masyarakat kedokteran Indonesia belum menerima cuci otak? Jawabnya sederhana yaitu, mereka perlu penjelasan secara tuntas prosedur cuci otak itu. Jangankan pada masyarakat, pada forum dilmiah kedokteran pun dr Terawan enggan membukanya. Contohnya, tanggal 4 Oktober 2011, ketika Tim Karotis RSCM yang diketuai Prof. Dr. Teguh Ranakusuma, Sp.S(K) minta keterangan dr Terawan obat apa yang dimasukan, beliau menolak menjelaskan. Tentu penolakan ini membuat para ahli RSCM itu kecewa.

    Sebenarnya, kalau cuci otak yang dilakukan itu sesuai prosedur dan memiliki dasar ilmiah yang benar tentu tidak perlu ada yang disembunyikan. Sikap ini tergolong unik, sekaligus langka. Dalam forum ilmiah, biasanya seorang dokter bersikap terbuka atas metode yang dilakukannya. Dari forum itu bisa dinilai dasar ilmiah dari tindakannya. Bila dinilai benar, maka yang bersangkutan memiliki legitimasi ilmiah dari koleganya. Bukan legitimasi testimoni masyarakat yang kebenarannya diragukan. Merahasiakan suatu metode pengobatan sangat bertentangan dengan etika kedokteran.

    Masyarakat kedokteran Indonesia tentu amat bangga bila seorang putra Indonesia menemukan terapi baru untuk stroke yang orisinil. Mungkin saja yang bersangkutan memperoleh hadiah Nobel. Tapi, untuk sampai kearah sana sangatlah tidak mudah. Diperlukan integritas ilmiah yang baik, kejujuran ilmiah terpercaya dan memenuhi prosedur ilmiah baku.

    Kalau semua syarat itu tidak terpenuhi, jangan harap memperoleh hadiah nobel. Memperoleh pengakuan ilmiah dari sejawatnya se-Tanah Air saja sepertinya jauh panggang dari api.

    Atas sikap rahasia dr Terawan tentang obat yang dimasukan, masyarakat kedokteran Indonesia hanya bisa menerka-nerka. Satu-satunya obat yang mampu menghancurkan bekuan darah penyumbat aliran otak hanyalah golongan obat yang disebut thrombolysis. Diantaranya adalah, recombinant tissue plasminogen activator (rTPA), streptokinase dan urokinase. Obat ini sangat bahaya bila diberikan lebih dari 8 jam setelah menderita stroke. Bahaya terbesar adalah perdarahan otak yang bisa merenggut nyawa pasien.

    Sementara ini belum ada obat lain yang dapat menghancurkan bekuan darah. Dan obat ini dilarang diberikan sebagai upaya prevensi model Pak Dahlan yang normal. Untuk lengkapnya silahkan klik http://en.wikipedia.org/wiki/Thrombolytic_drug

    Dari pola pikir di atas, pastilah cuci otak itu tidak menggunakan obat thrombolysis. Dr Terawan tentu tidak berani menganggung risiko perdarahan yang terjadi. Alasan lainnya, cuci otak ini diberikan kapan saja, tidak mengenal waktu kapan stroke mulai diderita. Lebih-lebih untuk tindakan prevensi untuk orang normal macam Pak Dahlan, bahaya perdarahan semakin besar, karena obat ini akan merusak proses pembekuan darah normal.

    Jadi obat yang diberikan pada Pak Dahlan itu, bukan thrombolysis, atau dengan kata lain pak Dahlan tidak memperoleh obat yang tepat untuk menghancurkan bekuan darah di otaknya. Atau mungkinkah Pak Dahlan memperoleh obat baru yang berasa mint? Mungkin saja itu obat baru thrombolysis.

    Setiap penemuan baru di bidang kedokteran, pasti akan segera diketahui oleh masyarakat ilmiah kedokteran sedunia. Itu akan dimuat secara besar-besaran dalam jurnal ilmiah kedokteran yang jumlahnya ribuan. Sayangnya hingga kini obat thrombolysis masih seperti yang disebut di atas, belum ada tambahan. Dari pengalaman beberapa neuro-interventionist, tidak ada satu pun obat thrombolysis yang berasa mint.

    Seorang dokter yang melakukan tindakan medis harus mampu menciptakan suasana psikologis yang bisa menaikan kepercayaan pasien kepadanya. Sekali kepercayaan ini diraih, selanjutnya si dokter akan menguasai psikologis pasien. Adanya harapan bahwa otaknya akan dibersihkan oleh dokter yang sangat terkenal dan berpengalaman, itu saja sudah menyita 60% kepercayaan psikologis terhadap dokter.

    Tak beda ketika melihat performance pilot yang akan menerbangkan pesawat yang kita tumpangi. Rasa aman langsung terasa, ketika melihat pilot yang cocok dihati. Sisa psikologis yang 40% dituntaskan ketika proses cuci otak berlangsung. Itu antara lain tempat yang nyaman, sikap dokter dan perawat yang ramah penuh perhatian, dokter yang tak henti-hentinya menyanyikan lagu ‘Di Doa Ibuku’, mulut terasa pyar yang lembut disertai rasa mentos yang ringan ketika disuntik obat, termasuk memperlihatkan bentuk saluran darah yang seperti lambang Lexus sebelum dicuci menjadi lambang Mercy setelah dicuci.

    Itulah semua yang diceritakan Pak Dahlan. Pada tahap kepercayaan psikologis yang mencapai 90% ini. Apapun yang dikatakan dokter pasti diamini pasien.

    Ketika pasien diberi keterangan tentang beda antara gambar Lexus and gambar Mercy, pasien akan percaya. Pada tahap ini dokter telah meraih 100% kepercayaan psikologis pasien. Gambar diatas adalah beda lambang Lexus dan Mercy. Gambar Lexus yang memiliki 2 kaki (gambar kiri), dianggap sebagai ada pembuluh darah yang terbuntu. Setelah dicuci gumpalan darahnya, maka bentuknya menjadi lambang Mercy dgn 3 kaki (gambar kanan). Benarkah demikian?

    Gambar di atas itu adalah gambar angiografi otak normal. Tidak ada pembuluh darah yang buntu. Adanya perbedaan lambang Lexus dan Mercy hanyalah beda fase pengisian kontras. Apabila kontras belum terisi sepenuhnya, maka bentuknya seperti Lexus. Namun, bila sudah terisi sempurna maka berubah menjadi bentuk Mercy. Jadi ada jeda waktu antara bentuk Lexus dan Mercy. Lexus lebih dahulu, baru kemudian Mercy. Dan ini yang paling sulit diterangkan pada cuci otak.

    Kalau saja ada pembuluh darah buntu sebesar itu pada otak Pak Dahlan, pasti sebelum cuci otak Pak Dahlan mengalami kelumpuhan separuh badan. Faktanya, Pak Dahlan tidak sakit apa-apa. Dan yang paling tak masuk akal, obat thrombolysis apa yang begitu fantastik yang dalam hitungan menit bisa menghancurkan bekuan yang begitu besar.
    Sebenarnya kalau mau, bisa saja Pak Dahlan minta second opinion gambar angiografi itu pada ahlinya.

    Dari sudut neurology, tidak ada tindakan intervensi untuk mencegah stroke pada orang normal. Tindakan yang paling baik untuk mencegah stroke adalah menghindari faktor risiko stroke. Itu, antara lain, hidup teratur penuh keseimbangan, olah raga, tidak merokok, tidak minum alkohol, mencegah kegemukan, menghindari stres, mengobati hipertensi, kencing manis, lemak tinggi, dan lain-lain.

    Jadi tindakan intervensi pada orang normal untuk mencegah stroke, hanyalah omong kosong belaka.

    Pada bagian akhir, Pak Dahlan menulis begini Tapi, bagi yang sehat, antrenya sudah mencapai tiga bulan. Sebab, hanya sekitar 15 orang yang bisa ditangani setiap hari. Lebih dari itu, bisa-bisa Terawan sendiri yang akan mengalami perdarahan di otaknya”. Benar sekali Pak, mestinya dr Terawan bisa mengajari banyak dokter agar antrenya tidak begitu panjang. Cuma saja mungkin beliaunya punya alasan lain…

    Posted by pray | 19 Februari 2013, 9:32 pm
  91. coba Dr. Terawan berkolaburasi dengan Mas Ari Ginanjar dalam melakukan “cuci otak ” pasti out put nya lbh sempurna.

    Posted by elvita | 19 Februari 2013, 11:58 pm
  92. Dahlan Iskan Masih “Mentah” dalam Politik
    Rabu, 30 Januari 2013 – 11:38 wib
    Angkasa Yudhistira – Okezone

    Dahlan Iskan (Foto: Heru/Okezone)
    enlarge this image
    JAKARTA – Seiring popularitasnya yang semakin menanjak Menteri BUMN Dahlan Iskan kian percaya diri terjun ke dunia politik. Dia bahkan menyatakan siap diusung sebagai calon presiden 2014.

    Meski demikian, sejumlah pihak masih memandang sebelah mata keteguhan niat dan percaya diri bos Jawa Pos Group ini. Dahlan dinilai belum cukup matang di dunia politik, meski terbilang populer di masyarakat lantaran kerap bertindak kontroversial.

    “Kalau saya pelajari, dia (Dahlan) ini bukan orang yang matang dalam politik,” ujar Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti di Gedung Badan Pengawas Pemilu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2013).

    Menurutnya, apa yang dilakukan Dahlan untuk meraih popularitas sudah salah jurusan. “Dia memang siap mencalonkan jadi presiden, tetapi dia tidak melakuakan apa-apa. Dia malah milih untuk bertengkar dengan banyak orang untuk popularitasnya sendiri,” tegasnya.

    Ray mencontohkan saat pria kelahiran Magetan, Jawa Tengah ini membuat heboh dengan melontarkan tudingan beberapa anggota DPR melakukan pemerasan terhadap beberapa BUMN. Namun belakangan dia merevisi orang-orang tersebut.

    “Ah, dia itu cari muka saja, jadi biarin sajalah. Dia sudah puas dengan begitu,” tutupnya.
    (ded)

    Share Artikel : Facebook | Twitter
    Dibaca 6.365 x  

    Posted by bahwa ada yang masih mentah didalam berpolitik ! mbok ya nyadar gitu loh...xixixiiiiiii | 20 Februari 2013, 2:59 am
    • Tolong kasi contoh yg matang berpolitik???
      Justru menurut saya pejabat2 yg menggunakan politik untuk memperkaya diri adalah sampah masyarakat…

      Dgn Usia 62th dan sebagai Wartawan plus Pemred plus CEO Jawapos, Mulai dari Sosial, Ekonomi, Politik, Budaya, Teknologi pastilah beliau kuasai…

      Bahkan ketika Ray Rangkuti msh asik dengan DOT-nya dan ingus melernya, abah sudah menjadi wartawan…
      Sangat lucu bila anak ingusan berani komentari eyangnya…

      Tidak ikut partai politik bukan berarti bukan berarti ga ngerti politik ya???
      Btw kalo pak Mahfud MD msh mentah juga ga ya???, tolong ditanyakan dong ke bang Rangkutinya…
      dia kan ga ikut partai juga…

      ditunggu yah jawabannya mas putul… ciyus…

      Oh ya sebagai bacaan buat anda dan rekans2 dahlanis, saya kasi artike menarik.
      =============================================================
      Korea Selatan Menjadi Maju bukan karena seorang politikus yg mahir…
      Pernah Sangat Miskin dan Menjadi Tukang sampah…
      Tapi Tekun dan tidak pantang menyerah…
      Menjadi Seorang Engineer handal…
      Lalu Menjadi CEO Handal…
      dan Menjadi Presiden yg Handal…
      #KorSel melalui expansi Teknologi Elektronik dan Otomotifnya membuat Jepang dan Amerika ketar ketir…
      Riwayat Hidupnya Mirip2 dgn Seorang DIS…
      Tinggal Tunggu Waktu apakah Takdirnya juga sama…

      Lee Myung Bak
      Tukang Sampah yang Menjadi Presiden

      Ia adalah orang yang beranjak naik secara bertahap dari kemiskinan yang membelit hidupnya hingga menjadi presiden di negaranya.

      Dia tumbuh dalam sebuah keluarga yang teramat miskin.Orang tuanya tidak mampu membiayai sekolahnya di tingkat sekolah atas.Ia harus berpindah-pindah pekerjaan semenjak SLTA hingga mampu belajar di sebuah universitas. Salah satu pekerjaan yang pernah dilakukannya adalah menjadi pemungut sampah.Ia pernah ditangkap di masa pemerintahan militer yang diktator dan dijebloskan ke dalam penjara selama 3 tahun.Di hari ulang tahunnya ke 66 tahun, ia menjadi pemenang pemilu korea selatan dan tercatat sebagai presiden pertama dari kalangan pekerja.

      Kemenangan Lee Myung Bak menjadi presiden di anggap sebagai sebuah keajaiban oleh mayoratis penduduk Korea Selatan. Alasannya, Lee adalah seorang anak yang lahir dan tumbuh dalam keluarga yang sangat miskin. Kedua orang tuanya hidup pas-pasan, bahkan tidak mampu membiayai sekolahnya hingga tingkat SMU. Oleh karena itu, Lee terpaksa harus berjualan makanan di salah satu pasar untuk membiayai studinya dan membantu keluarganya.

      Saat Kuliah, Lee pernah menjadi tukang sampah. Hal itu terjadi di masa pemerintahan diktator. Lee ditangkap dan dipenjara selama tiga tahun atas tuduhan memimpin demonstrasi mahasiswa melawan pemerintahan.

      Orang Korea Selatan menganggap kisah kesuksesan presiden baru, si anak lapar dan tukang sampah yang kekayaannya tidak lebih dari 37 juta dolar adalah kisah kesuksesan Korea Selatan yang pada tahun 90-an menjadi salah satu keajaiban perekonomian Asia.

      Setelah lulus, Lee bekerja di perusahaan Hyundai for Engineering and Development, dan dikenal dengan sebutan Buldozer, atau yang populer dengan ‘pekerja yang mencari gaji’ dilihat dari kemampuan manajerilnya yang kuat dan inovasinya yang mengesankan selama masa bekerjanya di perusahaan Hyundai, hingga ia mampu meraih jabatan CEO di perusahaan tersebut.

      Beberapa tahun kemudian, Lee mencalonkan diri menjadi walikota di pusat pemerintah Korea Selatan dan memfokuskan diri pada pemilihannya dengan modal yang sangat mengagetkan dan membuat takjub orang-orang Korea karena jumlahnya yang sedikit. Namun, pada akhirnya ia berhasil menjadi walikota untuk periode 2000-2004.

      Walikota Lee menghibahkan gajinya kepada anak-anak tukang sampah di jalanan dan para pegawai pemadam kebakaran.

      Ia hanya tidur 4 jam setiap malam. Ia adalah laki-laki yang giat dan kuat, memiliki daya konsentrasi tinggi dan kuat, bahkan saat ingin tidur di tengah malam sekalipun. Ia selalu bangun pagi sebelum matahari terbit. Padahal saat itu usianya telah mencapai 66 tahun.

      Di antara terobosan spektakulernya, ia mengundang sekitar 500 tukang sampah di jalanan untuk makan bersama di gedung biru, kantor walikotanya. Itu adalah salah satu usahanya untuk meluaskan pengetahuannya mengenai kesulitan ekonomi yang diderita orang Korea. Sepanjang makan siang, ia menekankan pentingnya pendidikan untuk mengalahkan kemeskinan yang menimpa warga negara yang memiliki pendapatan minim. Ia berpidato,”Pemerintah bertujuan untuk membantu murid-murid yang berprestasi untuk meraih ijazah S1-nya tanpa harus mengeluarkan biaya, bahkan akan membiayai studinya ke luar negeri. Dan, aku sendiri berharap dapat menyemangati orang-orang yang mengalami kesulitan bersama anak-anak mereka dan membantu para pelajar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.”

      Ia sering menghibahkan gajinya untuk orang-orang miskin dan yang membutuhkan selama 5 tahun masa jabatannya. Ia juga berusaha menaikkan tingkat persentase pertumbuhan ekonomi hingga 8%, dan meningkatkan pendapatan per-kapita selama masa jabatannya, sebagai upaya untuk menjadikan perekonomian Korea Selatan masuk dalam tujuh besar perekonomian dunia.

      Laki-laki itu berkata:Harga diri adalah dinamisator utama bagi bangsa Korea.
      Kita harus berpindah dari zaman Ideologi ke zaman Pemrograman.
      Untuk mewujudkan Korea yang maju, maka kita tidak boleh membeda-bedakan satu sama lain.
      Masa depan yang aku bayangkan untuk Korea adalah saat pemerintahan melayani rakyatnya dengan penuh ketulusan. Bangsa yang ekonominya kuat hingga dirasakan orang-orang lemah dan pinggiran. Bangsa di mana rakyat dan birokrat bekerja sama dalam satu irama yang sempurna.”
      Keajaiban akan terus berlangsung. Sejarah akan terus melaju.
      Jalur perusahaan adalah keterbukaan, kemandirian, dan kreativitas.
      Pekerjaan dan manajer adalah dua roda yang menggerakkan perusahaan. Apabila salah satunya berhenti melaju, maka perusahaan akan hancur.
      Mari kita bersatu, menjadi satu jiwa dan bergerak bersama. Saat kita menyatukan usaha kita, maka kita akan mampu mengalahkan kesulitan dengan lebih cepat dari negara lain. Kita akan mewujudkannya tanpa mengenal sejarah keterpurukan.

      Mereka mengomentarinya:Jalannya tidak mudah untuk mewujudkan cita-citanya, akan tetapi ia memiliki semangat yang kuat.
      Ia adalah presiden ke-17 Korea Selatan.
      Ia adalah laki-laki yang mampu menyelesaikan analisis biografi pribadinya di sejumlah republik bekas jajahan Rusia untuk memberikan harapan kepada pemuda rusia dan mereka yang berpendapatan sedikit.
      Ia adalah orang yang beranjak naik secara bertahap dari kemiskinan yang membelit hidupnya hingga menjadipresiden di negaranya.

      Di ambil dari buku: STRUGGLE FOR SUCCESS

      Posted by PUTU | 20 Februari 2013, 8:40 am
      • Maksih infonya.

        Posted by apasaja | 20 Februari 2013, 9:00 am
      • like this comment

        Posted by wakmus | 20 Februari 2013, 9:14 am
      • tambahan referensi….dari Indolife

        PRESIDEN TERMISKIN DI DUNIA

        Jose Alberto Mujica Cardano adalah Presiden Uruguay yang memerintah saat ini, 2010 – 2015. Sebelum menjadi presiden, pria berumur 77 tahun ini adalah gerilyawan sayap kiri dan pernah menjadi Mentri Pertanian, Peternakan, dan Perikanan.
        Ia dijuluki sebagai “Presiden Termiskin di Dunia” karena cara hidupnya yang sangat sederhana. Ia menolak tinggal di istana kepresidenan, atau dikawal dan dilayani oleh staf seperti presiden lainnya.
        Ia tinggal di rumah peternakan milik istrinya di pinggir kota, menggarap lahan, dan mobilnya pun hanya Volkswagen Beetle tua.
        Setiap bulan 90% gajinya disumbangkan pada para pengusaha kecil dan orang-orang miskin. Menurutnya, orang miskin adalah orang yang bekerja keras seumur hidupnya hanya untuk memenuhi gaya hidup mahal.

        Semoga yang ini gak dianggap sebagai “mentah” dalam berpolitik.
        Duh…..

        Dahlan Iskan for RI1

        Posted by NOENG | 22 Februari 2013, 8:18 am
    • Pak Dahlan Iskan itu motto awalnya aja jauhi politik, kerja kerja kerja. Jadi, ya memang aslinya tidak suka politicking. Soal berantem dengan DPR dan lain-lain, di dunia Indonesia yang carut marut ini, biarlah kami belajar sebuah keteguhan atas integritas. Ketika yang lainnya melobi partai dengan merendahkan diri atau menghilangkan idealisme, dan ketika nantinya sudah masuk dalam lingkaran kekuasaan ikut arus bahkan mungkin bersumbangsih lebih deras terhadap arus negatif itu, Dahlan Iskan berani melawan kong kalikong, permintaan suap, rapat berulang dengan esensi yang sama, dan atau pengambilan keputusan berlarut. Jika kemudian itu menjadi kelemahan, biarlah kami bangga melihat bahwa kelemahan dan aksi koboi itu menjadi pembeda dari pejabat kebanyakan, dan bahwa dengan status beliau di dunia politik itu, kami masih bisa percaya bahwa begitulah seharusnya memberikan shock therapy pada sistem yang kurang kondusif ini. Kita lihat saja. Masuk atau tidak ke dunia politik, beliau dan kami memang akan puas dan bersyukur dengan apa yang diperoleh, tapi tidak akan pernah puas menyebarkan harapan akan kemajuan bangsa ini.

      Posted by apasaja | 20 Februari 2013, 8:54 am
    • …Ray mencontohkan saat pria kelahiran Magetan, Jawa Tengah ini membuat heboh dengan melontarkan tudingan beberapa anggota DPR melakukan pemerasan terhadap beberapa BUMN. Namun belakangan dia merevisi orang-orang tersebut.

      Kalau lihat di http://kickdahlan.wordpress.com/2013/02/16/smart-evening-with-rosi-bersama-dahlan-iskan/ itu hanya taktiknya pak Dahlan saja, merevisi dengan mengurangi jumlahnya. Target utamanya adalah membentengi BUMN dari palakan DPR. Kalau menyebut segitu cukup ya sudah, tujuan terpenuhi. Menyebutkan jumlah pemalak bukan target utama.

      Perkara DPR mau bersih2 rumahnya atau tidak bukan urusan pak Dahlan.

      Dari sini aja sudah kelihatan siapa yang dangkal pemikiranya hahaha.

      Salut untuk yang copas berita, tetap berjuang mas…cari artikel yang lebih ber-nas lagi untuk menjelekkan pak Dahlan. Tenaaang tidak akan di-bully- seperti pengagum/simpatisan tokoh sebelah.

      Salam

      Posted by surontani | 21 Februari 2013, 12:53 pm
      • Sepakat dengan Mas Surontani. Mkanya biarpun jarang komen saya selalu mengikuti MH ini karena baik artikel MHnya maupun komen2nya sangat menginspirasi dan yang pasti rasa nasionalisme saya menjadi sering terangkat tinggi ketika membacanya…Mengenai kalimat terakhir biarpun tidak ingin membandingkan, memang beda banget pengagum pak Dahlan dengan pengagum tokoh sebelah (apalagi ketika membaca komentar2nya di forum media online)..hehehehe….

        Posted by Ardian | 22 Februari 2013, 11:50 am
      • Cakep linknya…
        Lagi Streaming nih… cuci otak harus byk2 baca artikel DIS dan Wawancara DIS…

        LIKE DIS YO…

        Posted by PUTU | 22 Februari 2013, 8:07 pm
  93. Membaca Manufacturing Hope adalah salah satu sarana untuk mencuci otak saya secara ghoib…
    kenapa bisa??? karena secara pasti, pikiran2 pesimis saya lama2 terkikis dan berganti dengan kebanggaan…
    Dulu saya pernah berbangga dgn Mr. Habibie sebagai bapak teknologi di indonesia… sekarang ditambah lagi dgn DIS sebagai bapak manajerial saya…

    Sekarang saya lebih suka membaca berita (online), dan juga suka untuk menulis… walaupun hanya sebatas komen2 ringan… dan sangat terasa manfaatnya… pergaulan jadi lebih luas dan jadi mengerti dgn masalah besar yg dihadapi oleh bangsa ini…

    Jika mundur ke November 2011, tepatnya saat MH mulai digaungkan target pertama adalah pembenahan sektor Hotel di Bali (Inna)… dan tak terasa hasilnya sudah terlihat nyata… hanya dalam hitungan 1 th, mengangkat hotel yg sudah ambruk menjadi hotel yg berkelas tinggi… misi beliau tergambar jelas pada apa yg ditulis beliau…
    Dan Jika ini memang sebuah pencitraan… saya berharap para pejabat meniru pencitraan ala Dahlan Iskan…

    ====================================== FLASHBACK…
    Langkah Pertama: Manufacturing Hope!
    Manufacturing Hope 1

    Industri apakah yang harus pertama-tama dibangun di BUMN? Setelah sebulan menduduki jabatan menteri negara badan usaha milik negara (BUMN) dan setelah mengunjungi lebih dari 30 unit usaha milik publik ini, saya bertekad untuk lebih dulu membangun industri yang satu ini: manufacturing hope! Industrialisasi harapan.

    Itu bisa saya lakukan setelah saya berketetapan hati untuk lebih memerankan diri sebagai seorang chairman/CEO daripada seorang menteri. Kepada jajaran Kementerian BUMN, saya sering” bergurau “lebih baik saya seperti chairman saja dan biarlah wakil menteri BUMN yang akan memerankan diri sebagai menteri yang sebenarnya”.

    Sebagai chairman/CEO Kementerian BUMN, saya akan lebih fleksible, tidak terlalu kaku, dan tidak terlalu dibatasi oleh tembok-tembok birokrasi. Dengan memerankan diri sebagai chairman/CEO, saya akan mempunyai daya paksa kepada jajaran korporasi di lingkungan BUMN.
    Meski begitu, saya akan tetap ingat batas-batas: seorang chairman/CEO bukanlah seorang president director/CEO. Ia bisa mempunyai daya paksa, tapi tidak akan ikut melaksanakan. Tetaplah penanggung jawab pelaksanaannya adalah president director/CEO di masing-masing korporasi BUMN.

    Dengan peran sebagai chairman/CEO, saya tidak akan sungkan dan tidak akan segan-segan ikut mencarikan terobosan korporasi. Ini sesuai saja dengan arahan Presiden SBY bahwa menteri yang sekarang harus bisa berlari kencang. Dengan memerankan diri sebagai chairman/CEO, saya akan bisa memenuhi harapan tersebut.

    Tengoklah, misalnya, bagaimana kita harus menghadapi persoalan hotel-hotel BUMN kita yang berada di Bali. Semuanya sudah berpredikat yang paling buruk. Inna Kuta Hotel sudah menjadi yang terjelek di kawasan Pantai Kuta. Inna Sanur (Bali Beach) sudah menjadi yang terjelek di kawasan Pantai Sanur. Inna Nusa Dua (Putri Bali) sudah pasti menjadi yang terjelek di kawasan Nusa Dua yang gemerlapan itu. Bukan hanya yang terjelek, tapi juga sudah mau ambruk.

    Padahal, pada zaman dulu, hotel-hotel ini tergolong yang terbaik di kelasnya. Kini, di arena bisnis perhotelan di Bali, hotel-hotel BUMN telah menjadi lambang kemunduran, keruwetan, dan kekumuhan.

    Memang pernah ada upaya untuk bangkit. Direksi kelompok hotel ini (Grup PT Hotel Indonesia Natour) pernah diperbarui. Bahkan tidak tanggung-tanggung. Jajaran direksinya diambilkan dari para profesional dari luar BUMN.

    Dengan semangat profesionalisme, grup ini?ingin mulai merombak dua hotelnya: di Padang dan di Kuta. Tapi, dua-duanya mengalami kesulitan. Yang di Padang over investasi. Yang di Kuta sudah enam bulan mengalami slow-down. Yang di Padang itu bisa disebut over investasi karena?jumlah kamarnya jauh lebih besar daripada pasarnya. Ini akan sangat sulit mengembalikan investasinya. Sedangkan yang di Kuta ada persoalan desain yang cukup serius.

    Mengapa yang di Padang bisa terjadi over investasi” Ini tak lain karena kultur BUMN yang belum bisa menghindar dari intervensi. Begitu ada perintah untuk membangun hotel dengan skala yang sangat besar, direksinya tidak mampu meyakinkan bahwa skala itu kebesaran. Terutama dilihat dari kemampuan perusahaan. Permasalahan yang di Kuta lebih rumit lagi karena ketambahan masalah birokrasi.

    Dua proyek ini kemudian menjadi isu yang ruwet. Ujung-ujungnya, direktur utama yang didatangkan dari luar BUMN itu tidak tahan lagi dan mengundurkan diri. Dalam suasana ruwet seperti itu, tidak mungkin perusahaan bisa maju. Bahkan, moral manajemen dan karyawannya pun bisa rusak, down, dan lalu putus harapan.

    Maka, dalam kesempatan tiga hari menghadiri KTT ASEAN di Bali pekan lalu, saya manfaatkan waktu untuk manufacturing hope. Selama di Bali, saya tidak tidur di hotel bintang lima di kompleks KTT berlangsung, tapi memilih tidur di Inna Hotel Kuta yang katanya terjelek itu. Saya ingin ikut merasakan kesulitan manajemen dan karyawan di hotel tersebut. Saya ingin mendalami persoalan yang menghadang mereka. Pagi-pagi saya turun naik di proyek setengah jadi itu.

    Menjelang senja kembali turun naik lagi entah sampai berapa kali. Saya ingin, kalau bisa, menerobos hambatannya. Setidaknya saya ingin mereka tidak merasa sendirian dalam kesulitannya. Bahkan, pada malam kedua, saya tidur di kamar mock-up di tengah-tengah proyek yang lagi slow-down itu. Saya melakukan ini tidak lain untuk manufacturing hope.

    Hasilnya, insya Allah, cukup baik. Pada hari kedua, semua persoalan bisa teruraikan. Proyek hotel yang sangat grand ini bisa dan harus berjalan kembali. Bahkan, tahun depan harus sudah jadi. Diputuskanlah hari itu: sebuah hotel baru dengan nama baru (Grand Inna Kuta) akan lahir dan menjadi sangat iconic. Apalagi, letaknya hanya di seberang Hard Rock Hotel dengan posisi yang jauh lebih baik karena langsung punya akses ke Pantai Kuta.

    Pun, selesai upacara pembukaan KTT ASEAN (selesai melihat cantiknya Perdana Menteri Thailand yang baru, Yingluck Sinawatra) saya copot jas, ganti sepatu kets, dan langsung meninjau luar dalam Hotel Inna Putri Bali. Lokasinya tidak jauh dari gedung megah untuk KTT ASEAN di Nusa Dua itu.

    Saya perhatikan mulai dapurnya, ruang cucinya, kamarnya, kebunnya, pantainya, hingga cottage-cottage-nya. Ternyata benar. Bukan hanya telah menjadi yang terjelek di Nusa Dua, tapi juga sudah mau ambruk. Di sini saya juga harus manufacturing hope. Tahun depan hotel yang sangat luas ini harus sudah mulai dibangun ulang.

    Setelah membuat keputusan soal Nusa Dua, malam ketiga saya memilih tidur di Sanur. Hotel seluas (duile!) 41 hektare ini juga perlu dibangkitkan. Inilah hotel berbintang yang pertama di Bali. Inilah warisan Bung Karno. Kondisinya sudah kalah dengan tetangga-tetangganya. Hotel ini memiliki garis pantai matahari terbit sejauh 1 km! Alangkah hebatnya. Mestinya.

    Saya tentu menginginkan tahun depan hotel besar ini juga ikut bangkit. Mengapa? Sebab, tiga-tiganya berada di Bali. Sebuah kawasan wisata yang pertumbuhannya sangat tinggi. Memang Grup Inna Hotel masih punya puluhan hotel lainnya di seluruh Indonesia (dan umumnya juga dalam keadaan termehek-mehek), namun sebaiknya fokus dulu di tiga hotel ini. Dari sinilah kelak hope akan ditularkan ke seluruh Indonesia.

    Tiga hotel besar inilah yang lebih dulu akan menjadi titik tolak kebangkitan entah berapa banyak hotel BUMN ke depan. Saya sebut “entah berapa banyak” karena banyak BUMN yang kini juga memiliki hotel. Grup Inna punya banyak hotel. Garuda Indonesia punya banyak hotel.

    Pertamina punya banyak hotel. Kontraktor seperti Perusahaan Perumahan punya banyak hotel. Bahkan, Jasa Marga, konon, juga sedang menyiapkan banyak hotel. Karena itu, keberhasilan tiga pioner di Bali tadi akan besar artinya bagi BUMN.

    Memang sebulan pertama ini baru hope yang bisa dibangun. Tapi, kalau sebuah hope bisa membuat hidup kita lebih bergairah, mengapa kita tidak manufacturing hope. Bahan bakunya gampang didapat: niat baik, ikhlas, kreativitas, tekad, dan totalitas. Semuanya bisa diperoleh secara gratis!

    Dahlan Iskan
    Menteri Negara BUMN

    Posted by PUTU | 20 Februari 2013, 1:27 pm
  94. Reblogged this on EMBUN DAN KACA and commented:
    akhir-akhir ini saya baca buku tentang otak. liat film tentang keunikan otak manusia yang mempengaruhi perilakunya. dan skrng dapat suguhan dari Pak DI tentang cuci otak. bukan dalam tanda petik. tapi cuci otak sungguhan. weleh… bukan pak DI kalo ndak suka nyoba-nyoba.. hee.. dan bukan Pak DI sepertinya kalo ndak nyrempet2 kontroversi… semoga diberi kesehatan y Pak ya.. kita memang butuh figur yang “berani” dan membumi.. :).

    Posted by embundankaca | 20 Februari 2013, 2:27 pm
  95. wah sekali-kali emang perlu bersih-bersih otak… semoga sehat selalu pak…

    Posted by parfum laundry kiloan | 20 Februari 2013, 3:20 pm
  96. Apa beda antara “orang nekat” dan “pemberani”?
    Kalo melihat Pak Dis dari dulu ya Pemberani.

    Posted by uyung | 20 Februari 2013, 6:45 pm
  97. Dikutip dari tulisan Prof.dr Hasan Machfoed yg menanggapi MH 65 abah DIs….Mengapa masyarakat kedokteran Indonesia belum menerima cuci otak? Jawabnya sederhana yaitu, ‘mereka perlu penjelasan secara tuntas prosedur cuci otak itu’.
    Jangankan pada masyarakat, pada forum ilmiah kedokteran pun dr Terawan enggan membukanya….saya jadi tersenyum membacanya bagaimana tidak orang-orang cerdas sekelas Dokter bahkan sampai professor hanya mau ‘menunggu penjelasan secara tuntas’, apa bedanya dengan kelas masyarakat awam yg cuma bisa menunggu. Seharusnya masyarakat kedokteran yg notabene orang-orang cerdas mencari tahu, melakukan riset dan menjadi pioneer dibidang ini karena dinegara lain belum menemukannya, bukan cuma menunggu apalagi hanya bisa mengkritik. Buktikan bahwa kalian memang ahli syaraf yg sesungguhnya (bukan ahli radiography), sebelum para insinyur merebut kesempatan ini.
    Kalau tidak mampu jangan salahkan kami memanggil kalian DOKTER SYARAF

    I LIKE DIS

    Posted by Ariabuzulfa | 21 Februari 2013, 1:16 am
    • dokter dan orang awam sama saja kalau tidak punya rasa antusiasme.
      orang yang profesinya sama sekalipun tidak akan pernah saling menghargai kalau saluran informasinya tidak satu frekwensi (saluran macam ini juga mungkin perlu dicuci).

      Dua paragraf terakhir dari MH65 sejatinya segera direspon oleh kalangan dokter dari spesialis yang sama atau sejenis, baik secara pribadi maupun kelembagaan. Bukan malah bersikap sebaliknya : skeptis bahkan apriori.

      Ini kutipannya : “Belum diterimanya metode itu oleh dunia kedokteran di seluruh dunia membuat gerak Terawan terbatas. Misalnya tidak bisa secara terbuka mengajarkan ilmunya itu ke dokter-dokter lain agar antrean tidak terlalu panjang. Sampai hari ini, baru dialah satu-satunya di dunia yang bisa melakukan cara itu.

      Kalau profesi dokter tidak segera bisa menerima metode itu, jangan-jangan Persatuan Insinyur Indonesia yang akan segera mengakuinya. Anggap saja Terawan ahli membersihkan gorong-gorong yang buntu. Hanya, gorong-gorong itu letaknya tidak di Bundaran HI.”

      Salam Bung Ariabuzulfa…

      Posted by mang encep | 21 Februari 2013, 8:48 am
    • Terimakasih Bung Ariabuzulfa, komentar anda ikut mengingatkan kita bahwa “jangan hanya menunggu” terutama bagi orang menganggap dirinya AHLI. Harus dibuktikan dengan kerja, kerja dan kerja !
      Saya pikir esensi masalahnya adalah obat yang disemprotkan itulah yang tidak diberitahu oleh dr. Terawan sehingga IDI belum mau mengakuinya. Keduanya saya anggap baik, karena IDI tidak mau gegabah memformalkan temuan itu karena menyangkut nyawa manusia, sedangkan dr. Terawan juga berhati-hati karena kemungkinan kalau dia beritahu obat semprot itu, maka dokter lain dapat dengan mudah mengklaim itu temuan mereka. Ada komentar negatif diatas yang menyatakan kalau metodenya gak bisa dipatenkan, mungkin betul tidak bisa, tetapi obat semprot itu yang bisa dipatenkan dan sepertinya dr. Terawan belum mau membukannya kalau hanya disuruh memberitahu tapi belum ada jaminan hak beliau dari IDI.

      Posted by Aldizy | 22 Februari 2013, 3:03 pm
  98. Hahaha, top markotop

    Posted by ariek | 21 Februari 2013, 5:56 am
  99. Show Dahlan Iskan Mulai Membosankan

    Dibaca: 272   Komentar: 0   Nihil

    Setelah membeberkan anggota DPR yang dituduh melakukan pemerasan, saya tergelak-gelak melihat lelucon baru si menteri. Bayangkan dari sepuluh yang dia sebut kemudian dilaporkan menjadi hanya dua, sebuah taktik kuno mengulur-ulur waktu dalam menjelaskan inefisiensi yang dilakukan oleh PLN.

    Siapa yang tidak tahu sejumlah rumor tentang BUMN yang menjadi sapi perahan tidak hanya oleh DPR, namun oleh polisi, jaksa, pemda, DPRD, LSM, wartawan dan siapapun yang bisa memeras termasuk massa. Namun, mengapa dengan mudah bisa diperas? Oh, kalau  bersih kenapa harus risih, demikian kata-kata yang dipopulerkan. Ini tentu berhubungan dengan perilaku mengurus perusahaan negara ini yang jauh dari prinsip good corporate governance. Itulah sebabnya uang suap yang kemudian bisa berubah menjadi diperas bisa berseliweran di perusahaan BUMN dengan mudah.

    Sekarang  apa yang sudah diilakukan pak menteri dahlan dalam menyelesaikan KRL setelah mondar mandir membawa segerombolan wartawan naik kereta, justru harga tiket naik dan pelayanan makin amburadul. Apa hasil marah-marah  di gerbang pintu tol? Seorang teman jurnalis berseloroh,apa bedanya jokowi dengan dahlan, kalau jokowi kami harus begadangan dan tak tahu besok agendanya apa, kalau menteri BUMN memang bawa wartawan kemana-mana hehehe. Semoga selorohan tersebut salah.

    Oke, kembali kesoal kalau bersih mengapa harus risih. Sebab, beberapa petinggi BUMN juga diisi oleh orang-orang pak menteri yang latar belakangnya adalah wartawan group media massanya dahulu. Sementara pembenahan di pertamina, migas, ptpn, bulog tak juga dilakukan. Akhirnya, tipis beda antara menyuap dan diperas dalam tradisi BUMN. Sebab kultur warisan tidak berubah.

    Akhirnya mengapa menjelaskan soal inefisiensi PLN kepada DPR harus berputar-putar semacam ini. Meskipun DPR citranya sangat buruk dan busuk, menjelaskan kepada DPR adalah kewajiban, mengajarkan penghormatan kepada institusi demokrasi yang ada. Kegaduhan yg tidak perlu dan membuang energi saja.

    ____________

    Posted by kalau dahlan nya sih so so lah... yang paling membosankan dan memuakkan adalah para begundalnya ! | 21 Februari 2013, 1:55 pm
    • niat banget ya cari bahan buat njelek2in abah DIS

      kasih data yg lengkap ya bung maho, ni aku bantu lengkapnya bung maho :

      Show Dahlan Iskan Mulai Membosankan
      OPINI | 06 November 2012 | 01:06 Dibaca: 272 Komentar: 0 Nihil
      —————————————————————————————–

      Kompasiana 6 November 2012, alamaaakk itu masih tahun naga bung maho, ini sudah tahun ular
      sekalian aja cari data jaman pak harto sana, biar rame

      Posted by NORE | 21 Februari 2013, 2:14 pm
    • oiya, kalo teman2 disini belum tahu artinya MAHO,
      MAHO = Bencong..
      kelakuannya persis kawan diatas, ga berani unjuk nama

      Posted by NORE | 21 Februari 2013, 2:16 pm
    • nah bener khan… begundalnya neh yang marah marah… huuuhhh membosankan dan memuakkan !c

      Posted by anti begundal ! | 21 Februari 2013, 3:25 pm
      • memang membosankan + memuakkan bung maho 2, tp walau bosen + muak, anda msh stay tune disini kan
        artinya, bosen tapi ngangenin, muak tapi bikin ketagihan..
        makasih pujiannya ya, daleeeemmm banget

        Posted by NORE | 21 Februari 2013, 3:33 pm
    • Sudah tau ini basecampnya Dahlanist… kalo ga suka lo tinggal cabut… atau muncul dan Digebukin…
      Takut jati diri ketauan, jadi pake ID Panjang…. hahahaha…
      baru tau ad ID panjang di Blog ini… aya2ae

      Posted by PUTU | 22 Februari 2013, 8:01 pm
  100. benar-benar cuci otak

    Posted by mitasen | 21 Februari 2013, 8:59 pm
  101. Semoga cepat sembuh pak

    Posted by Terapung | 21 Februari 2013, 10:59 pm
  102. Dahlan Iskan hari ini ke KBN?

    Posted by apasaja | 22 Februari 2013, 8:11 am
  103. ADA DUSTA DI BRAINWASHING

    Hebat, tidak Dahlan Iskan namanya kalau tidak sanggup membuat hal yang biasa menjadi luar biasa! Betapa tidak? Suguhan ceritera dengan bahasa yang sangat sederhana tentang “Cuci otak” sanggup mengguncangkan jagad kedokteran di negeri ini, padahal dilakukan hanya karena ingin coba-coba.

    Setelah saya mengikuti serunya opini-opini tentang brainwashing ini, ternyata ada kesimpulan dan sekaligus tanda tanya besar di otak ini: Ada Dusta di Brainwashing. Mengapa? Siapa?

    @ Dari hasil gambar angiografi, Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI menyatakan bahwa Dahlan Iskan SAKIT Karena terjadi penyumbatan di otak kiri. Sedangkan menurut Ketua Persatuan Dokter Saraf Seluruh Indonesia (Perdossi) Prof. Dr. dr. Hasan Machfoed, SpS (K), MS, guru dr. Terawan ketika di Unair Sby menyatakan sebaliknya, bahwa Dahlan Iskan dalam keadaan SEHAT wal afiat. Gambar tersebyt adalah gambar angiografi otak normal. Kalau saja ada pembuluh darah buntu sebesar itu pada otak Pak Dahlan, pasti sebelum cuci otak Pak Dahlan mengalami kelumpuhan separuh badan.

    Tidak mungkin kedua-duanya benar, pasti ada salah satu yang salah! Siapa? Yang jelas bukan Dahlan Iskan. Ataun hanya beda tafsir tentang apa yang dimaksud “sumbatan”?

    @ Pada Rabu, 21 September 2011 di astitbercerita.blogspot.com/…/dr-terawan-rising-sta. Benny Panjaitan, penyanyi itu, dikabarkan SEMBUH dengan brainwashing. Tetapi pada 1 Oktober 2012 di http://www.poskotanews.com/…/rp-1328-juta-terkumpul... Benny Panjaitan, penyanyi itu, dikabarkan masih SAKIT dengan kursi rodanya. Ada yang bohong? Ataukah kambuh lagi setelah 1 tahun?

    Sungguh ilegan apa yang telah dilakukan oleh Bung DI dengan mengangkat brainwashing sebagai tema pada MH 65 ini, tak lain adalah supaya kontraversi yang berkepanjangan tentang brainwashing segera ditemukan titik temunya karena akan sangat bermanfaat bagi dunia kedokteran di negri ini, bahkan dunia.

    Di sini Bung DI mendorong agar IDI, Perdossi, atau yang lainnya dengan sungguh-sungguh menjemput bola dengan sindiran halusnya: “Kalau profesi dokter tidak segera bisa menerima metode itu, jangan-jangan Persatuan Insinyur Indonesia yang akan segera mengakuinya
    Di sisi lain Bung DI juga mendorong agar Letkol CKM dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI dengan sungguh-sungguh bersedia mengoper bola, membuka diri kepada dunia kedokteran dengan sindiran yang halus pula: “… hanya sekitar 15 orang yang bisa ditangani setiap hari. Lebih dari itu, bisa-bisa Terawan sendiri yang akan mengalami perdarahan di otaknya”

    Salam untuk DahlanIS.www

    Posted by aditam@putra | 22 Februari 2013, 3:18 pm
    • Kalo Dokter Terawan mau buka kursus, saya seorang insinyur mesin MAU DAFTAR…
      Masalh kontorversi emang gw pikirin…
      Yg Jelas, jika itu bisa menyembuhkan dan dibutuhkan orang pasti byk yg datang…

      Dokter2 kayak ga ngerti aja, kalo dokter terawan kasi tau rumusnya tentu gampang ditiru oleh bangsa lain…
      EMANG GA MIKIR APA… salah bertindak PATEN BISA LARI KELUAR NEGRI…

      Posted by PUTU | 22 Februari 2013, 7:42 pm
      • sejak kapan metode kedokteran bisa dipatenkan.. lucu, lucu … di farmasi saja penemuan obat baru bisa memakan waktu 8 tahun untuk pengujiannya sampai bisa diterapkan di manusia.. apalagi ini metode kedokteran?

        bukan komunitas kedokteran yang harus jemput bola, tapi yang bersangkutanlah yang harus aktif sosialisasi dan presentasi.. itu kaidah umum ilmiah tidak hanya di Indonesia tapi di dunia..

        Posted by Megamampus Palaeongedabrus brus.. | 23 Februari 2013, 3:52 pm
  104. aneh bin ajaib setiap muncul MH selalu diikuti dengan kejadian kejadian yang aneh sesuai dengan topik yang dibahas, ambil saja contoh MH tentang sapi, maka kejadiannya SAPI menyeret pimpinan parpol tertentu…., saat MH tentang KESEHATAN muncullah berita tentang rumah sakit yang kurang kamar, sampai sampai mulai gubernur dan beberapa menteri turun gunung…

    Posted by Silla Keras | 23 Februari 2013, 9:40 am
  105. Hari Sabtu, besok Minggu …… deuh, dah gak sabar rasanya nunggu Senin. MH Baru, semangat Baru, sama hasilnya seperti minum obat lemah semangat dan sakit hati.
    Ayo ABAH Dis, bikin lagi tulisan baru, “sensasi” baru dan “kontroversi” baru, biar hidup jadi penuh kejutan dan berwarna-warni. Biarlah saya orang dusun ini menjadi saksi buat Abah, bahwa segala yang Abah lakukan intinya adalah buat ” menghidupkan mereka yang hampir bersiap mati “. Salam Selamat selalu buatmu Abah DIs, semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menjagamu dari tangan-tangan jahil dan orang-orang Hasud. Semoga Sehat selalu Abah, Demi Indonesi Wassalam
    ( Semoga ini bukan jadi komentar penutup untuk MH seri 65. )
    ” Orang Dusun bau Lisung”

    Posted by Manihot Ultissima | 23 Februari 2013, 12:00 pm
  106. @Silla keras MH sapi ada masalah sapi. MH kesehatan ada masalah rumah sakit. Kalau MH besuk mengenahi Jakarta, dijamin dech bakal ada masalah dengan Tugu Monas. Hehehe

    Posted by boedhy | 23 Februari 2013, 2:38 pm
  107. Mantap pak Dahlan..maju for presiden…

    Posted by praktisprint.com | 23 Februari 2013, 3:15 pm
  108. @BLI PUTU: …. salah bertindak PATEN BISA LARI KE LUAR NEGERI? apa EMANG GAK MIKIR APA…..za diPATENkan dulu donk…, apa sulitnya? Kan bisa …kerja sama dg BUMN sprti nuklir isotop, herbal kolesterol, dan diabet. Tp…,apa bs…wong gak memenuhi standar perPATENan? Dan bisa2nya Dahlan Iskan itu, wong SeHaT dibilang SaKiT koq za diem aja, mbok za komplin gt. Btw, s7 sekali ma komen bung aditam@putra, tliti banget analisany.

    Posted by rossy | 23 Februari 2013, 3:29 pm
  109. Hanya ide saja. Bagaimana kalo rekan Dahlanis bikin survey kecil-kecilan tentang elektabilitas Pak Dahlan, termasuk calon Presiden lainnya?

    Caranya dibuat mudah saja. Rekan2 dimana pun berada bertanya ke tetangga atau teman. Pertanyaannya mudah saja, seperti, kalau hari ini Pemilu Presiden, siapa yang Anda pilih jadi presiden?

    Setiap Dahlanis bertanya ke 10 orang (misalnya) teman2 atau tetangga. Jumlahnya bisa lebih atau kurang. Hasilnya bisa dishare ke sini, atau ke email rekan Dahlanis yang ditunjuk.

    Ini ide saja, berangkat dari rasa kurang percaya survei elektabilitas calon presiden yang dikeluarkan oleh lembaga survei.

    Bagaimana, tertarik?

    Posted by Dedy Armayadi | 24 Februari 2013, 10:10 am
  110. Tanggapan agar pak DI lebih berhati-hati. Karena berdasarkan informasi dari orang sepenting pak DI akan menyeret banyak orang untuk “ikut-ikutan” mencoba. Sementara prosedur itu masih belum teruji. BW sendiri setahu saya belum dilakukan uji tingkat binatang, jadi bisa saja para pasien yang mencoba BW itulah yang dijadikan media percobaan (langsung ditingkat manusia).
    Informasi tanggapan lain bisa di lihat disini :

    http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/02/22/brainwash-terobosan-atau-kecerobohan-medis–536121.html

    Posted by Intan Nurswida | 24 Februari 2013, 11:10 am
  111. si putu GOBLOK nya gak ketulungan ! merusak ctra dahlanis dan bikin malu para engineer ! alumni mana sih anda?

    Posted by silent reader | 24 Februari 2013, 2:55 pm
  112. Subhannallah.

    Apa saja yang dilakukan Dahlan Iskan;
    Sadar atau tidak sadar,semua “menantang”dan meng-“inspirasi” kepada Kita semua.

    Dahlan Iskan memberantas budaya pemerasan,semua ribut seperti kebakaran jenggot.
    Dahlan Iskan melakukan peningkatan gizi,semua ribut.
    Dahlan Iskan memproduksi mobil listrik,semua ribut.
    Dahlan Iskan melakukan kejujuran dan keberanian,semua ribut.
    Dahlan Iskan meningkatkan pangan,semua ribut.
    Dahlan Iskan meningkatkan transportasi darat-laut dan udara,semua ribut.
    Dahlan Iskan memproduksi listrik untuk seluruh indonesia,semua ribut.
    Dahlan Iskan siap mencalonkan diri jadi Presiden RI,semua ribut.
    Dan masih banyak yang telah dan akan dilakukan Dahlan Iskan,
    yang tidak sempat beta sebutkan satu persatu..

    Sekarang,Dahlan Iskan melakukan:cuci-otak,semua ribut.

    Dalam “hati” Dahlan Iskan,padahal beliau aslinya sedang : “melucu” sambil santai-santai.
    Yaitu: telah atau sedang mengumpulkan 4 (empat) “merzy” dirumahnya.
    ~·1(satu) merzy yang ada dalam tubuh : Yth.Ibu Nafsiah sabri.
    ~·1(satu) merzy yang sudah ada dirumah.
    ~·2(dua) merzy yang ada dalam tubuh : Yang Terhebat Dahlan Iskan.

    Dalam “hati” Dahlan Iskan,kenapa harus melucu dulu..?
    ~·Karena selama ini,tidak ada yang berani: mengawali..
    ~·Karena selama ini,tidak ada yang berani: ber-buat dan ber-tindak.
    ~·Karena selama ini,tidak ada yang berani: mengambil resiko,yang ada : kemapanan.

    Dalam “hati” Dahlan Iskan,bagaimana dengan yang ribut-ribut..?
    ~·Nggak apa-apa,itu semua “aset” kecerdasan Putra-putri Bangsa Indonesia.
    Negara Kita, khan Negara Demokrasi dan itu semua dibolehkan dalam Undang-Undang.

    Dalam “hati” Dahlan Iskan,bagaimana kalau kelak dilamar merzy lagi..?
    ~·Ha…ha…ha..a, br-arti, Dahlan Iskan akan memiliki 5 (lima) merzy.

    Amin Allahuma Amin..

    Semangat Dahlan Iskan, semoga Allah tambah sayang pada Kita semua. AMIIN.

    Posted by N. SORRI.. | 24 Februari 2013, 9:31 pm
    • Yg suka bikin keributan itu cuma dua kelompok, yg lainnya kawan mainnya. Kesatu, anak2 teka yg ditinggal di kelas tanpa pengawasan. Kedua, preman berebut lahan parkir.

      Posted by mang encep | 24 Februari 2013, 9:41 pm
      • Subhannallah,Kakak Mang Encep

        Yang ada dalam rumah kura2,masuk kelompok : dua-duanya donk…

        Insya Allah, hanya sebagian kecil saja (paling orangnya itu2 juga),
        sebagian besar : orang-orang cerdas yang masih mau memikirkan Kesejahteraan Rakyat-nya.
        Yaitu : kawan bermain Dahlan Iskan.

        Alhamdulillah,sarapan MH.66 dulu ach….

        Semoga Dahlan Iskan,selalu dilimpahkan kemudahan dalam ber-Ibadah. AMIIN.

        Salaaaam Dahlanis…

        Posted by N. SORRI.. | 25 Februari 2013, 6:03 am
  113. Selamat menantikan MH66.

    Posted by mang encep | 24 Februari 2013, 9:43 pm
  114. Kok ga begitu banyak komentarnya ya? Heheheheheehe

    Posted by M. Erick Antariksa SH | 24 Februari 2013, 10:29 pm
  115. Otaknya dipake, keren.. Lanjuuuut..

    Posted by naranara | 25 Februari 2013, 9:16 am
  116. Hehehehe

    Posted by naranara | 25 Februari 2013, 9:32 am
  117. wah baru tahu nih. Salam pak dahlan, semoga bapak selalu dikaruniai kesehatan dan kearifan. Aamiin…

    Posted by ikat | 27 Februari 2013, 7:14 am
  118. Wah baru tahu ada ini. Semoga pak dahlan iskan tambah sehat dan dapat lebih banyak berkontribusi untuk bangsa ini pak. Bangsa ini butuh banyak orang kayak bapak.

    Posted by kerudung | 27 Februari 2013, 7:29 am
  119. Wah belum isi absen di MH ini… Cuma ikut menyimak beberapa komen. Pokoknya saya mendoakan semoga Pak Dis, para orang hebat dan DahlanIs yang selalu positif thinking & optimis, untuk selalu diberikan kesehatan dan senantiasa dalam bimbingan/lindungan Allah SWT. Aamiin yra.. Salam DahlanIs..

    Posted by akadarisman | 27 Februari 2013, 12:06 pm
  120. NAMA SAYA PAK ALEX DARI PAPUA, SAYA HANYA INGIN BERBAGI CERITAH DENGAN KALIAN,PENGGILAH TOGEL, AWALNYA ITU SAYA HANYA KULIT BAGUNANG, ANAK SAYA DUA,ISTRI HANYA PENJUAL NASI BUKUS, EKONOMI KAMI SANGAT PAS-PASAN, HUTAN TAMBAH MENUMPUK, ANAK SAYA JUGA MAU BIAYA SEKOLAH, SAYA AKHIRNYA ADA TEMAN LANSUNG KASIH NOMOR HP KY SIRONG KATANYA DIA BISA MEMBANTU ORANG SUSAH JADI SAYA LANSUNG HBU KY SIRONG DAN MENCERITAKAN SEMUANYA,TENTENG KELUARGA KAMI AKHIRNYA DI KASIH ANGKA GAIB [4D ,[ 7921 ]TEMBUS,DENGAN ADANYA KY SIRONG,SAYA SEKELUARGA BERSUKUR SEMUA UTANG SAYA LUNAS BAHKAN SEKARANG SAYA SUDAH BUKA USAHA SILAHKAN ANDA BUKTIKAN. SENDIRI, INSYA ALLAH ANDA TIDAK AKAN KECEWA BAGI YANG BERMINAT HUB KY SIRONG DI NOMOR INI ; 082 345 387 205 terima kasih…??
    Balas

    Posted by PAK KAHAR | 21 Maret 2013, 6:43 pm
  121. Waaah pak Dahlan memang selalu memberikan contoh yang sudah banyak ditinggalkan . Selalu memberikan inspirasi

    Posted by erixesuzuki | 5 April 2013, 9:10 am
  122. Seharusnya dokter terawan diberikan wadah, utk mengembangkan kemampuannya pak? Karena metode ini satu2n ya di dunia, sehingga menjadi nilai jual di dunia kedokteran indonesia maupun dunia.

    Posted by kabulsuprapto | 8 Juni 2013, 7:16 pm
  123. Bagi anda yang punya masalah ekonomi silahkan Hub:-085-319-654-747 terima kasih

    Posted by Dewi Sifana Sifana | 4 November 2013, 8:29 am
  124. Selamat Datang di Website OM AGUS
    Izinkan kami membantu anda
    semua dengan Angka ritual Kami..
    Kami dengan bantuan Supranatural
    Bisa menghasilkan Angka Ritual Yang Sangat
    Mengagumkan…Bisa Menerawang
    Angka Yang Bakal Keluar Untuk Toto Singapore
    Maupun Hongkong…Kami bekerja tiada henti
    Untuk Bisa menembus Angka yang bakal Keluar..
    dengan Jaminan 100% gol / Tembus…!!!!,hb=085-399-278-797
    Tapi Ingat Kami Hanya Memberikan Angka Ritual
    Kami Hanya Kepada Anda Yang Benar-benar
    dengan sangat Membutuhkan
    Angka Ritual Kami .. Kunci Kami Anda Harus
    OPTIMIS Angka Bakal Tembus…Hanya
    dengan Sebuah Optimis Anda bisa Menang…!!!
    Apakah anda Termasuk dalam Kategori Ini
    1. Di Lilit Hutang
    2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel
    3. Barang berharga Anda udah Habis Buat Judi Togel
    4. Anda Udah ke mana-mana tapi tidak menghasilkan Solusi yang

    Jangan Anda Putus Asa…Anda udah
    berada Di blog yang sangat Tepat..
    Kami akan membantu anda semua dengan
    Angka Ritual Kami..Anda
    Cukup Mengganti Biaya Ritual Angka Nya
    Saja… Jika anda Membutuhkan Angka Ghoib
    Hasil Ritual Dari=OM AGUS, 2D,3D,4D

    Posted by joko | 26 Juni 2014, 8:12 am
  125. Hi there just wanted to give you a quick heads
    up. The text in your article seem to be running off the screen in Opera.

    I’m not sure if this is a formatting issue or
    something to do with browser compatibility but I figured I’d post
    to let you know. The design and style look great though!

    Hope you get the issue solved soon. Many thanks

    Posted by cara meluruskan rambut tanpa direbonding | 12 Juli 2014, 5:04 am
  126. kalau memang bisa mencegah stroke , mengapa kalangan kedokteran enggan mengakui? bila perlu uji klinis kan sudah terbukti banyak pasien yang tertolong oleh cara DSA ini. saya termasuk yang ditolak oleh kantor yang harusnya membiayai pengobatan cara DSA ini alasannya DSA termasuk kategori pengobatan seperti bioresonansi,urokinase, khelasi ,botox dan chiropractice yang belum teruji secara klinis katanya yang aneh padahal tidak tertulis DSA dalam kolom yang dilarang dalam kelompok bioresonansi,urokinase, khelasi ,botox dan chiropractice
    Padahal jelas2 hasil MRI saya dan meping otak menunjukkan penyumbatan pembuluh darah diotak yang sedari ber tahun2 yang l;alu saya alami sebagai sakit kepala sebelah

    Posted by Emmy Sri Amiyati | 8 Oktober 2014, 2:10 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.834 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: