>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Ada Thabrani di Gracilaria, Ada Hamzah di Cottonii

Senin, 04 Februari 2013
Manufacturing Hope 63

Brebes, malam Minggu, pukul 22.00. Para petani rumput laut di Desa Randu Sanga masih bersila di halaman rumah tokoh masyarakat setempat. Laki-laki dan perempuan. Tua dan muda. Resminya, mereka menghadiri acara rutin keagamaan yang disebut Pengajian Padang Bulan. Saya pikir akan ada pemilik merek “Padang Bulan” Emha Ainun Nadjib di situ. Ternyata nama padang bulan sudah begitu generiknya.

Inilah pengajian yang tema pokok bahasannya adalah rumput laut. Bukan ditinjau dari segi agama, tapi bagaimana rumput laut menyejahterakan seluruh masyarakat Desa Randu Sanga yang dulu dikenal sebagai desa nelayan yang miskin.

Ada dua jenis rumput laut. Yang di Brebes ini, sebagaimana juga yang ada di daerah-daerah sebelahnya seperti Cirebon dan Indramayu, rumput lautnya disebut gracilaria. Bentuknya lebih kecil seperti rumput jepang dan kegunaan utamanya untuk agar-agar. Pasarnya sangat luas. Berapa pun akan terserap.

Dulu para petani tambak di Randu Sanga hanya mengandalkan hidupnya dari memelihara bandeng dan udang. Panennya hanya enam bulan sekali. Kalau penyakit ikan lagi datang, sangat menderita. Tidak bisa panen.

Untung, ada orang bernama Thabrani di Randu Sanga. Pendidikannya S-2 dan kini mengejar gelar doktor. Dia mendapat ilmu bahwa tambak tersebut bisa ditumpang sari dengan rumput laut jenis gracilaria. Dia sendiri, dari warisan orang tuanya, memiliki 15 ha tambak.

Saat itu Thabrani baru terkena musibah. Udangnya terkena penyakit dan panennya gagal total. Mulailah dia tergerak untuk memikirkan rumput laut. Dia tebar benih rumput laut. Hidup. Berkembang. Seluruh tambaknya penuh dengan rumput laut.

Hasilnya di luar dugaannya: Berkat rumput laut itu, bandengnya lebih cepat besar dan tidak terkena penyakit. Demikian juga udangnya. Dalam waktu yang sama bandengnya bisa tumbuh dua kali lipat lebih cepat.

Rumput lautnya sendiri bisa dipanen tiap dua bulan. Dijemur. Sampai mencapai tingkat kekeringan 16 persen. Dijual. Banyak pabrik agar-agar yang membelinya.

Dengan demikian, Thabrani dapat uang tiap dua bulan. Tidak lagi hanya punya uang tiap enam bulan. Dengan tambak yang sama, hasilnya menjadi berlipat.

Dua tahun lamanya Thabrani sendirian. Tidak ada tetangga yang mau mengikuti jejaknya. Padahal, Thabrani sudah berusaha merayu mereka. Kebiasaan turun-temurun memang sulit diubah.

Tapi, Thabrani tipe pejuang yang gigih. Dia tidak henti-henti mengajak petani lain mengikuti jejaknya. Bahkan, untuk meyakinkan mereka, Thabrani menjamin akan membeli rumput laut yang mereka hasilkan. Jaminan seperti itu yang kelak, di tahun 2012, membuat dia dikenal sebagai pengepul rumput laut terbesar.

Setelah ada jaminan itu, barulah satu per satu tetangganya tertarik. Kini, lima tahun kemudian, seluruh tambak di Randu Sanga sudah menjadi tambak three in one: bandeng, udang, dan rumput laut. “Bahkan, hasil rumput lautnya lebih besar dari hasil bandeng ditambah udang sekalipun,” ujar Thabrani.

Thabrani melangkah lebih jauh. Tiga tahun lalu dia mendirikan sekolah menengah kejuruan rumput laut. Dia ingin penduduk desanya menanam rumput laut dengan ilmu pengetahuan. Malam Minggu kemarin itu saya diajak Thabrani menghadiri pengajian tersebut.

Tapi, sebenarnya sayalah yang harus belajar di situ. Apalagi, Thabrani tidak berkeberatan kalau semangatnya itu ditularkan juga ke petani-petani tambak di seluruh pantai utara Jawa. Di pusat-pusat nelayan yang miskin.

Thabrani senang sekali melihat warganya kian sejahtera. Dia pun membuat gerobak pengangkut rumput laut yang bisa dijalankan di sela-sela tambak. Malam itu dia berbagi gerobak ke banyak petambak di situ “gerobak yang dia beri nama DI 99. Bahkan, saking senangnya, malam itu Thabrani dalam fungsinya sebagai pengumpul rumput laut”mengumumkan kepada warganya akan meningkatkan harga rumput laut dari Rp 4.000 per kg menjadi Rp 4.500 per kg.

Tentu itulah pengajian yang paling menyenangkan warga Randu Sanga. Ilmu-ilmu rumput laut dibeberkan malam itu. Apalagi, ada bonus kenaikan harga. Untung, ada Ki Dalang Enthus Susmono yang datang bersama saya. Di akhir acara Enthus memberikan tausiah agama. Enthus ternyata sangat piawai, tidak hanya dalam memainkan wayang, tapi juga sebagai pendakwah.

Kabar baik rupanya tidak hanya untuk petani rumput laut jenis gracilaria. Petani rumput laut jenis cottonii pun sebaiknya juga membaca kabar ini: Hamzah, anak muda dari Lawang, Jawa Timur, sudah berhasil mendirikan pabrik pengolah rumput laut cottonii menjadi karagenan. Yakni, tepung rumput laut yang kegunaannya bukan untuk agar-agar, tapi untuk kosmetik, bahan odol, kapsul obat, kue, bakso, dan seterusnya.

Kue-kue Jepang yang begitu lembut dan tidak bisa mengeras itu menggunakan tepung karagenan. Odol yang menggunakan karagenan tidak akan bisa kering meskipun tutupnya terbuka. Bakso yang menggunakan tepung karagenan memiliki kekenyalan yang sempurna.

Selama ini Indonesia hanya bisa mengekspor rumput laut jenis cottonii itu. Lalu, Indonesia mengimpor karagenan besar-besaran. Kenyataan itulah yang menggundahgulanakan pikiran Hamzah.

Sebagai sarjana teknik mesin yang tidak henti-henti berpikir, Hamzah bertekad menciptakan mesin yang bisa mengubah rumput laut menjadi karagenan. Pabrik pembuat karagenan itu menggunakan banyak prinsip: kimia, fisika, mekanis, hidraulis, dan elektronik.

Setahun yang lalu, ketika saya menemui Hamzah, dia belum yakin apakah penemuannya akan berhasil. Tapi, saya terus mendorongnya untuk tidak menyerah. Dia minta waktu satu tahun untuk membuktikannya. Sebenarnya, seperti biasa, saya tidak sabar. Tapi, saya memaklumi tingkat kesulitannya. Apalagi, itu mesin yang terkait dengan makanan. Harus memenuhi kriteria dan standar yang lebih tinggi. Dan itu mesin pertama yang dilahirkan di Indonesia oleh anak muda Indonesia.

Saya terus berkomunikasi dengan Hamzah. Saya terus memonitor perkembangannya. Akhirnya saya dapat kabar baik. Minggu lalu uji coba pabriknya di Pasuruan dan berhasil. Benar-benar bisa menghasilkan karagenan. Dengan mutu yang tidak kalah dengan karagenan impor. Bahkan sedikit lebih baik.

Pabriknya memang kecil. Hanya bisa mengolah rumput laut jenis cottonii sebanyak 5 ton sehari. Tapi, 5 ton adalah jumlah yang sudah bisa dipakai untuk menampung hasil rumput laut satu kabupaten. Misalnya Kabupaten Bulukumba di Sulsel.

Rumput laut jenis cottonii, sebagaimana rumput laut di Brebes, memang pilihan yang tepat untuk meningkatkan pendapatan para nelayan yang umumnya miskin. Lebih-lebih kalau lagi musim tertentu, ketika mereka tidak bisa melaut. Bank BRI kini telah membina nelayan rumput laut cottonii di Bulukumba, tapi ya baru sebatas untuk dijual ke pedagang.

Kini, dengan penemuan teknologi oleh putra bangsa kita yang bernama Hamzah itu, rumput laut kian mendapat muara di hilirnya. Pembinaan untuk nelayan rumput laut kini bisa lebih dimasalkan, termasuk oleh BUMN. Inilah senjata untuk mengentas kemiskinan di wilayah nelayan. Di samping mendapat hasil dari ikan, dalam waktu yang bersamaan nelayan juga mendapat uang dari rumput laut.

Sebagaimana yang saya lihat di Bulukumba, para nelayan di sana mulai bersemangat menanam rumput laut cottonii. Memang lebih rumit jika dibandingkan dengan rumput laut jenis gracilaria.

Tapi, laut-laut tertentu memang hanya cocok untuk rumput laut tertentu. “Di sini, kalau seorang nelayan bisa menanam rumput laut 2.000 bentangan, sudah cukup untuk hidup dan menyekolahkan anak,” ujar seorang nelayan di Bulukumba.

Begitu banyak jalan untuk meningkatkan kehidupan. Mulai banyak pilihan yang tersedia di depan kita. Tinggal kapan kita harus terus kerja, kerja, kerja! (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

375 thoughts on “Ada Thabrani di Gracilaria, Ada Hamzah di Cottonii

  1. Semangat pagi…..

    Posted by slamet | 4 Februari 2013, 5:14 am
    • bonceng dong pertamaxnya…
      salam pencitraan…

      Posted by sdwi | 4 Februari 2013, 5:38 am
      • saya ingin menanam rumput sungai. ada nggak jenis rumput sungai yg bisa dibuat bahan dasar agar2..:(

        Posted by mbah surip | 4 Februari 2013, 5:42 am
        • Ijin nunut gerobak rumput laut Pertamaxnya ya.

          Posted by JOWI | 4 Februari 2013, 6:20 am
          • nunut juga ah sekali sekali mbonceng ama penumpang pertamax

            Posted by SUjatmoko | 4 Februari 2013, 7:57 am
          • Teman-teman yang terhormat,

            Mari kita sampaikan aspirasi kita, usul kita secara pribadi kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, agar beliau mempertimbangkan/menjadikan Pak Dahlan Iskan menjadi calon Presiden dari Partai Demokrat. SMS center SBY adalah 9949 ingat ya 9949 dan jangan takut untuk sms, ingatlah beliau dahulu membuka keran itu untuk menerima aspirasi dari rakyatnya. Saya sudah beberapa kali kirim sms ke SBY via 9949.

            Kirimkan sebanyak-banyaknya rakyat indonesia yang menghendaki kemajuan negara kita. Integritas dan Antusias. Presiden adalah takdir Allah. Semoga dengan kita kirim sms aspirasi ke Bapak SBY, menjadi jalan takdir untuk Pak Dahlan Iskan menjadi Presiden RI 2014~2019. Semoga itu menjadi salah satu kontribusi besar Bpk. SBY Demi Indonesia. Demi Indonesia Bismillah…

            Salam hormat,
            bonzo – jakarta barat

            REFERENCE :

            http://finance.detik.com/read/2012/11/27/141356/2102691/4/sby-banyak-dapat-sms-soal-demo-buruh-dan-dahlan-iskan

            SBY Banyak Dapat SMS Soal Demo Buruh dan Dahlan Iskan

            Wahyu Daniel – detikfinance
            Selasa, 27/11/2012 14:18 WIB

            Jakarta – Selama periode 16 Oktober-31 Oktober 2012 Presiden SBY banyak mendapatkan aduan dan tanggapan lewat SMS soal demo buruh dan soal tindakan Menteri BUMN Dahlan membersihkan BUMN dari kongkalikong anggaran dengan DPR.

            Staf Khusus Presiden selaku Pengelola SMS dan PB BOX 9949 JKT 10000 Sardan Marbun mengatakan, unjuk rasa buruh diharapkan dilakukan dengan tujuan untuk meluruskan hal-hal yang dinilai tidak benar, sehingga unjuk rasa dilakukan dengan baik. Sardan meminta agar aksi demonstrasi tidak memaksa dan mengganggu produksi sebuah perusahaan.

            “Pemaksaan serta dampak buruk terhadap produksi perusahaan merupakan hal yang perlu dihindari. Di lain pihak, kesejahteraan buruh perlu disesuaikan dengan kondisi yang memadai dengan UMR sekitar Rp 2 juta,” kata Sardan dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa (27/11/2012).

            Selama kurun waktu 16-31 Oktober 2012, pihaknya telah menerima 1.930 pengaduan masyarakat.

            Selain soal buruh, pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait adanya oknum anggota DPR yang melakukan praktik kongkalikong dan meminta jatah kepada sejumlah BUMN memunculkan aduan dari masyarakat kepada SBY.

            Secara keseluruhan terdapat 118 SMS (91,47%) yang mendukung Dahlan Iskan dan 11 SMS (8,53%) menentang. Contoh SMS yang mendukung: “Bpk. Presiden harap Menneg BUMN tetap dapat dipertahankan, jangan BUMN dijadikan sapi perah oleh oknum anggota dewan”.

            Sementara SMS yang menentang: “Tindakan Dahlan Iskan tidak mencerminkan sikap pejabat, justru melemahkan lembaga negara, sepantasnya pejabat macam itu diganti yang lebih bermoral.”

            Dikatakan Sardan , dengan diterimanya 1.930 pengaduan masyarakat, maka sejak Juni 2005 saat mulai Kabinet Indonesia Bersatu II hingga 14 November 2012, SBY telah menerima 3.406.275 SMS dan 113.344 pucuk surat melalui PO BOX 9949 JKT 10000.

            (dnl/ang)

            Posted by bonzo | 4 Februari 2013, 10:10 am
          • Antri ngojek …

            Posted by apasaja | 4 Februari 2013, 10:20 am
      • Biasa Abah DIS Pencitraan dgn Keliling Indonesia…
        Plus ada oleh2nya buat Negri ini…
        2-IN-1 (PENCITRAAN & KERJA-KERJA-KERJA)…. hahahaha…

        LIKE DIS BGT….
        JGN LUPA VOTE DIS FOR NEXT PRESIDENT RI…

        Posted by PUTU | 4 Februari 2013, 7:02 am
        • Bonceng pak putu, salam ACI Foyaaa!!

          Posted by Mugi | 4 Februari 2013, 8:45 am
          • Kalau kata saya mah bukan demo buruh, tapi demo BUBARKAN DENSUS PELANGGAR HUKUM, PELANGGAR HAM DAN MESIN PEMBUNUH ORANG ISLAM ANTEK PENJAJAH DENSUS 88…..demo untuk bubarkan PENEROR MASYARAKAT INI…..

            Posted by BZ | 4 Februari 2013, 1:11 pm
    • mantap pak…begitu banyak mutiara-mutiara anak bangsa yg mulai bermunculan dengan kemampuan ide serta inovasi yang sangat membumi serta kepedulian yang sungguh luar biasa untuk ikut memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat..semoga muncullah tabhrani dan hamzah..lain yang sama-sama idealis, jujur dan tidak pelit berbagi ilmu demi kejayaan negeri ini…JAYALAH NEGERIKU…BANGKITLAH … DEMI HARKAT DAN BARTABAT BANGSA INI…..

      Posted by ep sard | 4 Februari 2013, 6:01 am
    • pgi……………………nunut ah

      Posted by novi | 4 Februari 2013, 2:45 pm
    • Semoga PAk Dahlan selalu sehat dan berada dalam lindungan Alloh. Amiin

      Posted by hanif | 4 Februari 2013, 3:29 pm
  2. Semangat pagi Indonesia. ..

    Posted by subedjo | 4 Februari 2013, 5:14 am
    • Semangat pagi kembali mas Subedjo, dan Dismania, salam kenal.
      Alhamdulillah, satu persatu permasalahan ‘wong cilik’ memperoleh solusinya.
      Alhamdulillah, Satu persatu mutiara putra bangsa ‘ditampilkan’ ke permukaan hingga bisa menjadi tauladan.
      Alhamdulillah, ‘pasukan’ perjuangan DI semakin merapakan barisan. Mas Hamzah, mas Thobroni, Mbak Ria, Dr. Ennya, dll. Satukan tekad angkat kemandiriaan bangsa.
      Alhamdulillah, Satu persatu, ‘penggembos’ perjuangan mulai terbuka kedoknya. Meskipun BSH akan mati satu tumbuh seribu.
      Semoga MH ini juga membawa ‘tumbal’ terbukanya ‘mafia perusak bangsa’ lainnya. Sebagaimana MH ‘Sapi’ kemarin.
      Salam Dismania.

      Posted by Wanto Kdr | 4 Februari 2013, 7:47 am
    • Economic chalenges metrotv mbahas soal sapi. Bukannya sy menafi’kan pendapt/diskusi beliau2 ini. Namun action kerjakerjakerja pak dis dkk nampak lebih nyata. Sapi-sawit sapi-berdikari-buli-buRia. Blum lagi gula garam padi sorgum. Dan mh skrg ini rumputlaut. Monggo disebut yg lainnya. Dan hebatnya lagi muncul sederet putraputri negeri indonesia yg berprestasi dg dirigen menteri bumn dahlan iskan. Love pencitraan ala dahlan style

      Posted by Fia | 4 Februari 2013, 10:45 pm
  3. Semsngat pagi….

    Posted by Lisa | 4 Februari 2013, 5:15 am
  4. Absen dulu…..

    Posted by Kausar ali | 4 Februari 2013, 5:15 am
  5. sektor riil semakin variatif kreatif bergairah…..Bismillah.

    Posted by syafiihkamil | 4 Februari 2013, 5:16 am
  6. Mantaaaaaaaaaaaaaap………..2 mentri nganggur .

    Posted by setro utomo | 4 Februari 2013, 5:21 am
  7. Balapan….bonceng aja lah

    Posted by noeng | 4 Februari 2013, 5:22 am
  8. Luar biasa …….tidak lama lagi kemiskinan akan hilang dari negeri kita

    Posted by narto | 4 Februari 2013, 5:24 am
  9. Alhamdulillah..

    Posted by N. SORRI.. | 4 Februari 2013, 5:25 am
  10. Alhamdulillah… kini nelayan mulai dilirik DI…. sesudah petani tebu, petani padi dengan pupuknya, pembukaan sawah baru besar-besaran… kini saatnya nelayan …

    Indonesia adalah negara bahari, kepulauan…” JALESVEVA JAYAMAHE” DILAUT KITA JAYA…..
    Semoga BUMN benar-benar sukses dalam meningkatkan ketahanan pangan…. Jayalah Indonesiaku.

    Salam ACI ( Aku cinta Indonesia). Gbu all

    Posted by w.ning | 4 Februari 2013, 5:27 am
    • Makin ACI bersama Abah …
      Met pagi Mbak W. NING….

      Posted by mang encep | 4 Februari 2013, 5:34 am
    • Kalau kita baca sebenarnya Pak Dis sudah lama concern dengan setiap potensi sumber kesejahteraan bangsa: partanian, perkebunan, kelautan dan lain-lain, mbak.. Sudah dari setahun lalu beliau berinteraksi dengan Mas Hamzah. Ternyata tidak semua sepak terjang beliau diekspos saking banyaknya karya beliau dan tak lelah beliau menggandeng orang-orang hebat yang masih kurang percaya diri dan karyanya seperti mutiara yang masih tertutup cangkang. Yuk terus perbanyak orang hebat dan orang positif di negeri ini yang diekspos untuk mendepak orang-orang yang punya kebiasaan mencela, menghujat dan menjatuhkan orang yang ingin Indonesia Maju. Salam ACI juga mbak :)

      Posted by akadarisman | 4 Februari 2013, 6:15 am
      • Like DIS Comment…

        Abah DIS Seperti Punya Antena & Radar yg bisa menjaring orang2 potensial…
        Para Penemu2 baik itu bergelar Doctor ataupun S3 (SD/SMP/SMA) kena sweeping abah…
        Semoga byk lagi orang2 hebat yg ter-ekspose Media, sehingga byk Pengusaha akan Memberikan modal…
        Kalaupun tidak ada BUMN Siap menjadi DONATURNYA…

        Dgn Byknya sumber lapangan pekerjaan, tentunya secara otomatis akan memberdayakan daerah sekitar…
        Pendapatan per-kapita meningkat dan kesejahteraan juga meningkat…
        efek domino ini secara massive akan membuat Bangsa Indonesia ” TERPAKSA MAJU”…
        Sesuai dengan Semangat ” MAJU TERUS, PANTANG MUNDUR”.

        Posted by PUTU | 4 Februari 2013, 9:38 am
      • Pak, sy selalu
        ikuti tulisan Pak DI’ sy juga dari keluarga nelayan di tuban jatim, apa bisa ya dituban di kembangkan rumput lautnya, krn nelayan yang musim tertentu paceklik, dan pendidikan kurang,, bgm ya bisa bantu nelayan2 dituban. tlg solusinya

        Posted by erni | 4 Februari 2013, 12:39 pm
        • Subhannallah.

          Salam hormat dan salam kenal untuk Kakak Erni dari beta..
          Senang membaca kemauan dan semangat Kakak, tentang rencana mau menumbuh kembangkan:
          Rumput Laut Di Tuban Jawa Timur demi Masyarakat Nelayan yang ada…

          Sabaaar yaa Kakak Erni…
          Ditunggu aja disini, biasanya yang Kakak tanyakan, akan segera di respone oleh Kakak Wning,
          Kakak Putu terutama Kakak Mang Encep…

          Salam jumpa Kakak Wning, Kakak Putu, Kakak Mang Encep dan semua Dahlanis…

          Tetap semangat dan Salam Dahlanis.. Wassalam..

          Posted by N. SORRI.. | 4 Februari 2013, 6:16 pm
          • Mbak Erni untuk wilayah pesisir Tuban perlu diketahui jenis rumput laut yang cocok. Karena tidak semua wilayah sesuai dengan rumput laut. Seperti kami di Jepara Jawa Tengah. sudah di lakukan uji coba untuk rumput laut gracilaria dan ternyata tidak cocok apalagi yang cottoni semuanya tidak cocok untuk laut utara Jepara. Termasuk yang dikembangkan di Randusanga Kabupaten Brebes di Jepara sudah diujicobakan dan tidak berhasil. Akhirnya pada kesimpulan untuk di kembangkan budidaya garam saja. Budidaya garam dengan penggunaan membran agar hasil garamnya bagus (kualitas pertama). sayang harga membrannya juga masih mahal dipasaran. Tapi masalah untuk garam adalah keterbatasannya modal untuk membeli garam dari para petani untuk mengurangi peran tengkulak garam. Solusi sementara ini adalah dengan membentuk koperasi sehingga garam petani bisa dibeli koperasi langsung dengan harga yang wajar untuk kemudian di proses untuk diberi yodium sehingga garam sudah siap pakai dan siap jual di pasaran. Inipun masih terbatas karena koperasi baru bisa membeli garam petani hanya 3%-nan dari total produksi garam yang dihasilkan petani. Mohon doanya temen2 semua dan para dahlanis kami sedang berusaha untuk meningkatkan perkuatan modal koperasi secara signifikan. Insya Alloh kalo ini berhasil akan memberi dampak kesejahteraan kepada petani garam yang lebih besar karena dari perhitungan kami tingkat profitnya tidak kurang dari 35% dari modal yang dikeluarkan. Jadi untuk mbak Erni kita bisa sharing dulu untuk bisa menentukan langkah yang harus ditempuh biar lebih tepat sasaran. Kami juga mengajak bagi yang tertarik untuk bekerjasama demi kebaikan (utamanya yang bisa membantu permodalan dengan bunga terjangkau) bisa komunikasi langsung ke kami melalui email. nurmuhisku@yahoo.com. Sekali lagi Mbak Erni tetep semangat ya.

            Posted by Nur Muhis | 6 Februari 2013, 7:25 am
  11. lanjutkan…

    Posted by Silla Keras | 4 Februari 2013, 5:29 am
  12. Subhanallloh

    Posted by offick | 4 Februari 2013, 5:31 am
  13. ALCHAMDULILLAAH
    semangat pagi Indonesia
    kerja ! kerja! kerja!

    Posted by mas ayu happy ending | 4 Februari 2013, 5:33 am
  14. Mantap sekalinya….itu kata anak saya :)
    Semoga ilmu2 anak bangsa bisa terdistribusi dg baik shg kesejahteraan masyarakat indonesia juga menjadi lebih baik
    Semoga banyak.Hamzah & Thabrani lainnya di Indonesia ini shg banyak pengusaha pengusaha baru tersebar
    Dan masyarakat nelayan terbantu dan makin sejahterta
    Amin

    Posted by noeng | 4 Februari 2013, 5:34 am
  15. Semakin lengkap bwat kemajuan negeri dengan berdikari hati hati jangan sampe di politisasi oleh anak negeri bikin sedih ibu pertiwi…..ssemangat pagi buat kejayaan RI

    Posted by perbaiki selalu | 4 Februari 2013, 5:37 am
  16. sekarang ada banyak pilihan buat nelayan, kalau laut sulit diarungi seperti sekarang, pendapatan jalan terus.

    Posted by adhi | 4 Februari 2013, 5:38 am
  17. semua jurus mengentaskan kemiskinan, dari tepi pantai, pegunungan, hutan, hingga wilayah terpencil dari negeri ini, dikerahkan…
    menggunakan potensi di wilayah masing-masing…
    ledakan kemakmuran sedang menanti…insya Allah…
    bagi yang suka, yuk kerja kerja dan kerja!

    yang gak suka, ke WC aja! hahahahha…

    cz klo sakit perut kan gk bisa kerja….hahahaha…

    Posted by Wong Asor | 4 Februari 2013, 5:40 am
  18. Luar biasa cara beliau memotivasi org,tentunya modal jg..saya yakin msh bnyk ‘kejutan2′ dr beliau,hrs sabar mnghadapi prosesnya.Bgitu bnyk ide usaha,tinggal kemauan kt utk kerja kerja kerja..Semangat Pagii..Demi Indonesia !!

    Posted by koreksi diri | 4 Februari 2013, 5:41 am
  19. semangattt……

    Posted by dinu | 4 Februari 2013, 5:42 am
  20. Abah DIs kalau memfasilitasi orang benar2 ditungguin, dipantau, didorong, dibimbing, dst sampai dia berhasil walaupun sampai harus satu tahun. Nelayan Thabrani dan Hamzah ini contohnya.
    Salam ACI bersama Abah DIs.

    Posted by mang encep | 4 Februari 2013, 5:44 am
  21. Subhanallah, mantab. Lanjutkan lanjutkan lanjutkan.

    Kalau setahun lalu pak dis udah komunikasi dan hasilnya sudah terlihat sekarang, maka komunikasi pak dis 11 bulan lalu akan terlihat hasilnya bulan depan. Alhamdulillah, enaknya bisa menemukan jalan yang tepat untuk mengembangkan kemampuan, dapat dukungan dan pemasaran yang pas. Ilmunya bermanfaat.

    Posted by Nuryadid | 4 Februari 2013, 5:44 am
  22. mantap surantap! orang kyk gini kok ada yg gk suka tanyaken apa?

    Posted by preachingon | 4 Februari 2013, 5:44 am
    • karena kalau abah terkenal maka yang lain tidak jadi terpilih jadi presiden, sehingga harus dihentikan “pencitraan” abah DI ini, walau dengan berbagai cara ,modusnya salahsatunya dengan merekrut tenaga kerja untuk menebarkan virus “kejelekan” disetiap berita, tulisan, dan semua informasi yang ada kata DAHLAN ISKAN disitu…

      Posted by Silla Keras | 4 Februari 2013, 5:53 am
  23. …..Semangat pagi Indonesia…

    Posted by yuni | 4 Februari 2013, 5:48 am
  24. Absen senin pagi,semangat dengan PKBL(CSR) BUMN… Waktunya BUMN berbagi ilmu & memberdayakan masyarakat…

    Posted by Fris | 4 Februari 2013, 5:51 am
  25. pertamax B

    Posted by jalmi alit | 4 Februari 2013, 5:58 am
  26. merangkap aja jadi menteri pertanian boss, khan sebentar lagi mungkin ada reshufle heehehhe

    Posted by edhi | 4 Februari 2013, 5:59 am
  27. Izin nyimak dulu.

    Posted by Andi Lala | 4 Februari 2013, 5:59 am
  28. Ok, OrangLawa ternyata sudah bisa nanam. Saatnya Blitar, Tulungagung, dan Kediri berkontribusi.

    “Makin Banyak Pilihan di Depan Kita”

    Posted by magungh | 4 Februari 2013, 6:00 am
    • hihihi…
      apa ya kontribusi kediri buat pertiwi?

      kurasa pertaniannya…holtikulturanya, produk sayuran.
      peternakan : bebek, ayam, kelinci, burung puyuh, kambing, sapi.
      perikanan : lele, dll
      cuma perlu penataan.
      perlu ada pemetaan komoditas, satu desa dengan karakteristik lahannya pantasnya di tanami sayuran apa saja.
      perlu penyeragaman tanaman pada satu daerah, tentu dengan pertimbangan penyerapan pasarnya bagaimana. perlu badan/lembaga yang mengkoordinir gilir tanam dan pengendalian hama-penyakit, juga pemasaran.

      pola tumpang-sari seperti pada tambak dan rumput lautnya bisa juga bisa diterapkan, dengan catatan petani memiliki luasan lahan yang memadai.
      sebagian besar lahan ditanami komoditas utama : modal besar, waktu panen sedang-lama, resiko besar, tapi untung juga besar; cabe, tomat, dll

      sebagian lain ditanami komoditas sampingan : modal kecil, waktu panen pendek, resiko kecil ; sawi, kangkung, dll
      lahan yang diperuntukkan untuk komoditas sampingan ini pun tidak ditanami dalam satu waktu. lahan ini dibagi menjadi 3-4 bagian, misal pada sawi, penanaman pada tiap bagian lahan itu diberi jarak sepekan. sehingga nantinya tiap pekan petani dapat memanennya. hasilnya bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari selama menanti hasil dari komoditas utama, atau untuk pembiayaan perawatan komoditas utama. pembagian penanaman pada komoditas sampingan diperlukan selain untuk tujuan tersebut di atas, juga untuk menjaga volume pasar, kalau terlalu banyak harga bisa hancur, yang pada akhirnya petani tidak bisa menikmatinya.

      saya kira model tumpang-sari seperti sudah ada yang menerapkan, tinggal sosialisasi dan pengarahan dari dinas terkait. yang terpenting di sini ada peran pemerintah dalam penjaminan harga komoditas. kebanyakan petani malas diatur ya karena mereka dibiarkan menanggung resiko pasar. jadi buat mereka mending pakai cara sendiri, toh yang menanggung juga mereka sendiri.

      salam Kerja Kerja Kerja

      Posted by Wong Asor | 5 Februari 2013, 1:55 am
  29. yes.. mantaaaap. PENCERAHAN PAGI yang menggetarkan.
    smoga abah dalam naunganNYA, tanpa henti berkarya untuk Kejayaan RI.
    Salam ACI.

    Posted by asta wangun | 4 Februari 2013, 6:00 am
  30. Gerobaknya bertuliskan DI19? Kok ? Apa sumbangan dari Abah atau memang inisiatif dari Pak Thabrani? Kalo sumbangan Abah, ntar dibilang curi start pencitraan….. Kalau dari Pak Thabrani ya syukur Alhamdulillah. Bisa jadi contoh para dismania melakukan sesuatu yang real….. ada yang bisa klarifikasi kah ?

    Posted by agungbsantoso | 4 Februari 2013, 6:01 am
  31. Kenapa menteri pertanian tidak serius mendukung swasembada sapi? terjawab sudah pertanyaan itu oleh KPK….

    Posted by ahmad | 4 Februari 2013, 6:03 am
    • hanya berbagi info

      – izin impor sapi diurusi oleh kemendag yg digugat oleh PBNU,
      http://www.dakwatuna.com/2012/12/25697/pbnu-akan-gugat-keputusan-izin-impor-daging-oleh-kemenag/
      – mentan menolak keras penambahan kuota impor daging tahun 2013,
      http://www.dakwatuna.com/2013/02/27496/konspirasi-dengan-target-pks-karena-lantang-menentang-impor-daging/

      Posted by kanankekiri | 4 Februari 2013, 8:16 am
      • JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan kasus suap impor daging sapi mengejutkan dan membuat Kementerian Perdagangan prihatin.

        Jika diperlukan KPK, Kementerian Perdagangan siap membeberkan proses dan alur importasi daging tersebut. Kami juga menyiapkan dokumen-dokumen jika suatu saat dibutuhkan.
        — Bayu Krisnamurthi

        “Jika diperlukan KPK, Kementerian Perdagangan siap membeberkan proses dan alur importasi daging tersebut. Kami juga menyiapkan dokumen-dokumen jika suatu saat dibutuhkan,” katanya.

        Dia menjelaskan proses impor daging diawali dari penentuan kuota impor nasional, yang dilakukan dalam rapat koordinasi lintas kementerian. Tahun ini kuota disepakati 80.000 ton.

        “Kuota itu turun dibandingkan tahun 2012 yang mencapai 85.000 ton. Setelah disepakati baru dirinci berapa yang berupa daging beku, berapa yang dalam bentuk sapi,” katanya.

        Menurut Bayu, proses selanjutkan adalah penentuan alokasi impor dan pemilihan perusahaan importir, yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Dalam rapat koordinasi teknis kami sudah disodori angka-angka alokasi tiap perusahaan.

        Perusahaan yang terpilih selanjutnya mengurus rekomendasi impor ke Kementan. Tahun ini PT Indoguna dapat alokasi impor daging beku sebanyak 2.965 ton atau 9,36 persen dari total kuota daging beku.

        “Rekomendasi itu lalu di bawa ke Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan surat persetujuan impor,” katanya.

        Editor :Robert Adhi Ksp

        Posted by cak-mat | 4 Februari 2013, 10:25 am
      • Justru dengan ngotot tidak mau menambah impor daging sapi menjadikan supply terbatas / kelangkaan di pasar dan mengakibatkan harganya melejit naik jadi 90 rb.kg.. importirnya panen raya.. fee buat partai jadi nambah.. semakin kelihatan belangnya.. hehehe

        Posted by cak-mat | 4 Februari 2013, 3:04 pm
        • fair saja … sebenarnya sy tidak suka nulis/debat yg beginian, yg tidak berhubungan dng isi forum ini.
          sy hanya memberi info berimbang daripak Ahmad

          kata pak Ahmad, mentan tidak mendukung swasembada sapi.
          setelah ada info kalo mentan mendukung swa sembada (dng cara tidak menambah kuota impor sapi) …
          ehhhh dikatakan suply terbatas dst dll, brarti pak cak-mat ini tidak membaca link diatas wkwkwk – lihat tuh kata Sekretaris Lembaga Pertanian Nahdlatul Ulama (LPNU) PB NU

          apalagi nulis fee sampai belang …. emang zebra pakai belang2
          tunggu hasil di pengadilan dulu bapakkk

          Posted by kanankekiri | 5 Februari 2013, 8:01 am
    • good point

      Posted by mira | 5 Februari 2013, 7:49 am
  32. Wah pamor ki Enthus makin naek, namanya disebut dlm tulisan pak Dis. Enak benar dia dpt promosi gratis dr pak Dis, secara dia kn calon bupati periode mendatang. Jgn2 dia yg nanti jd bupatinya. Dirut Dewi Sri bisa iri neh.. Hehehe…

    Posted by H@ris | 4 Februari 2013, 6:03 am
  33. Semakin optimis

    Posted by eyang kakung | 4 Februari 2013, 6:05 am
  34. “Begitu banyak jalan untuk meningkatkan kehidupan. Mulai banyak pilihan yang tersedia di depan kita. Tinggal kapan kita harus terus kerja, kerja, kerja!”… *Like this, Sir!!

    Ada pillihan kita untuk berpikir, berkata dan berperilaku positif atau membiarkan diri terjerumus dalam buruk sangka, berkata-kata dan bertindak negatif seperti aneka komen di blog ini adalah cerminan pribadi dan kehidupan masing-masing penulis komentar, menjadi seorang Pemenang atau Pecundang Sejati.

    Pak Dis tak lelah mengajari kita cara mencari solusi atas masalah yang dihadapi, tak lelah mengenalkan figur hebat yang selama ini kurang terekspos, tak lelah memberi contoh dengan keteladanan untuk membangun Hope, tak lelah menghadapi cemoohan dan cibiran dari barisan sakit hati dan orang yang tak suka padanya dan lain-lain sepak terjang beliau yang layak kita tiru. Walaupun di MH ini beliau tidak mengulas khusus tentang BUMN selain BRI yang men-support permodalan selebihnya adalah contoh swadaya rakyat yang mengagumkan.

    Semoga pek Dis, orang-orang hebat yang berkarya dan orang-orang berpikiran optimis+positif selalu sehat, tetap istiqomah, dalam bimbingan dan lindungan Allah SWT serta bisa bersatu-padu bergerak membangun Indonesia yang lebih baik. Aamiin. Salam DahlanIs dan Semangat Pagiiiii !!!

    Posted by akadarisman | 4 Februari 2013, 6:05 am
  35. sangat detil penjelasanya,teliti dan dan terus menerus pengerjaanya ,begitulah abah yang mewujudkan dakwah dengan langsung ke pokok masalah,membangun ekonomi dan kesejahteraan.iklas dan konsisten.baik didukung ditentang ,jika keyakinanya sudah mantap ,akan terus berjalan.

    Posted by ywanto70yus | 4 Februari 2013, 6:07 am
  36. Ada yang tahu email dari Bpk Hamzah kah?Saya berencana akan melakukan program CSR/PKBL salah satu BUMN dalam bidang pengelolaan rumput lau juga..
    Terimakasih

    Posted by Rasid | 4 Februari 2013, 6:12 am
  37. gimana kalo DIS mania adu konsep untuk meqngentas kemiskinan, tuh anak malang, keqc lawang jatqim saja bisa. seharusnya kita juga bisa. gimana2?????
    minggu depan saya tunggu

    Posted by cak wafi | 4 Februari 2013, 6:18 am
  38. salam kerja,kerja,kerja….

    Posted by anto | 4 Februari 2013, 6:23 am
  39. Subhanallooh…walhamdulillaah.serasa ndak sabar juga pingin merasakan kue hasil kolaborasi sorgum + karagenan (*bisa khan ya??)

    Posted by heri purwaningsih | 4 Februari 2013, 6:28 am
    • KAYAKNYA BISA MAS, masa kecil saya dulu banyak orang nanam sorgum ternyata
      tapi d desa nyebulnya BERAS CAKUL ATAU BERAS MUTIARA
      RASANYA ENAK.
      kalo SORGUM+KARAGENAN d gabungin mungkin jadi labih yummmy

      Posted by CAK WAFI | 6 Februari 2013, 4:53 am
  40. 50 Komentar jadi terasa singkat….
    sudah kecanduan…!

    Posted by aburachman | 4 Februari 2013, 6:33 am
  41. Sarapan yang bikin makin “kerja, kerja, kerja”
    Makasih Abah DIS…
    Yuk “kerja, kerja, kerja”

    Posted by Kenny | 4 Februari 2013, 6:36 am
  42. salam dismania…

    Posted by teguh | 4 Februari 2013, 6:42 am
  43. Mantaaaaap. Semangaaaat pagiii. !!!

    Posted by deny | 4 Februari 2013, 6:42 am
  44. Sepanjang tahun 2011, impor karagenan mencapai 1.380 ton, atau 70 persen dari total kebutuhan.

    Demikian dikemukakan Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Saut Hutagalung, di Jakarta, Selasa (17/7/2012).

    Selain impor karagenan, Indonesia juga mengimpor 800 ton tepung agar.

    http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/07/17/2041462/Impor.Rumput.Laut.Tinggi

    mudah mudahan tidak ada import lagi, dan mudah mudahan tidak ada kasus suap import lagi,

    MERDEKAA !!!!!!!

    Posted by saeful | 4 Februari 2013, 6:47 am
  45. Tips memilih partai :

    1. Kalau ingin Indonesia kaya dan makmur, pilih Golkar;
    2. Kalau ingin Indonesia taat beragama dan beriman, pilih PKS;
    3. Kalau ingin Indonesia bebas dari kemiskinan bagi rakyat kecil, pilih PDI P;
    4. Kalau ingin Indonesia bebas korupsi, bubarkan Demokrat
    5. Jgn pernah Golput, krn akan menguntungkan partai yg pendukungnya fanatik!
    6. Apapun pilihannya, minumnya tetep…teh botol Sosro!!

    Terimakasih.

    Posted by Ricky Gonzales | 4 Februari 2013, 6:50 am
    • mohon kalau bisa jangan mendiskreditkan salah satu partai karena kurang baik terhadap masa depan pak DI, jangan sampai kita suka sama pak DI tapi lupa PARTAI APA yang “memungut” beliau..

      Posted by Silla Keras | 4 Februari 2013, 7:38 am
      • pemberitaan di hampir seluruh stasiun televisi seperti itu!!

        Posted by Ricky Gonzales | 4 Februari 2013, 7:47 am
        • 1. Kalau ingin Indonesia kaya dan makmur, pilih Golkar;( saat dipimpin golkar pemerintah juga belum sepenuhnya kaya dan makmur)
          2. Kalau ingin Indonesia taat beragama dan beriman, pilih PKS;( maaf malah berita terakhir presidenya kena kasus korupsi, berarti tidak taat beragama dong)
          3. Kalau ingin Indonesia bebas dari kemiskinan bagi rakyat kecil, pilih PDI P;( saat memimpin pemerintah saya pikir rakyat kecil tetep aja miskin)
          4. Kalau ingin Indonesia bebas korupsi, bubarkan Demokrat ( hampir semua parta ada anggotanya yang korupsi , ini salah satu datanya a Partai Golkar sebanyak 64 Orang politikus atau setara dengan 36 %,b. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebanyak 32 orang politikus atau setara dengan 18 %,c. Partai Demokrat 20 orang politikus atau setara dengan 11 %,d. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebanyak 17 orang politikus atau 9,65 %,e. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebanyak 9 orang politikus atau 5 %,f. Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak 7 orang politikus atau 3,9 %,g. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebanyak 4 orang politikus atau 2,27 %
          h. Partai Bulan Bintang (PBB) sebanyak 2 orang politikus atau 1,14 % )

          jadi kalau mau indonesia bebas korupsi jangan salah satu partai diatas tapi hampir semua partai dibubarkan…lebih adil..

          Posted by Silla Keras | 4 Februari 2013, 8:09 am
          • untuk point no. 4, give me the link, please!

            Posted by Ricky Gonzales | 4 Februari 2013, 8:16 am
          • Memangnya Dahlanis pada rela kalo Dahlan Iskan diusung Demokrat ???

            Posted by rickygonzales | 4 Februari 2013, 10:41 am
          • Sebetulnya Partainya itu bagus ….. yang gak bagus kan orangnya …. niatnya gak baik..

            Posted by suhardi | 4 Februari 2013, 12:37 pm
          • Bung Ricky, kita harus realistis. Tidak mungkin mengajukan presiden kalau tidak dari partai politik, kecuali kalau MK mengabulkan permohonan uji materi utk memperbolehkan calon presiden independen. Apalagi dengan syarat minimal 20 persen kursi di DPR utk mengajukan calon, ya mau tidak mau harus ada parpol yang endorse DI. Tapi kalau sebetulnya lebih sreg kalau DIS masuk lewan Gerindra, jadi cawapres. Cos, kalau jadi presiden kebanyak seremonialnya. Lagipula, kalau dilihat kebijakan2 DIS selama ini lebih cocok dgn konsep ekonomi kerakyatan Gerindra.
            Salam DIS

            Posted by sonny | 4 Februari 2013, 3:21 pm
          • @sonny, saya juga setuju jika gerinda mau ambil pak DI jadi cawapres..anggaplah 5 tahun sebagai wakil layaknya pak JK waktu dulu…trus 5 tahun kedepan bisa regenerasi jadi RI 1…wah pasti percepatan ekonomi makin Ok dan wakilnya pak Jokowi…

            Posted by ep sard | 5 Februari 2013, 12:11 pm
          • Saat ini, waktu yg tepat untuk DI jd RI 1…Satu periode sudah cukup…kasih kesempatan DI untuk istirahat dgn keluarga…Semoga beliau selalu diberi kesehatan..Amin.

            Posted by Ricky Gonzales | 7 Februari 2013, 8:40 am
          • Mari kita gandakan penggalangan massa untuk mendukung Pa Dahlan Iskan menjadi RI 1 di tahun 2014 kepada anggota keluarga, tetangga, teman kerja dan seterusnya.

            Posted by mang encep | 7 Februari 2013, 9:35 am
          • Bener kan? Demokrat lagi yg kena….

            Posted by Ricky Gonzales | 9 Februari 2013, 3:28 pm
  46. Semangat pagi…..
    Indonesia itu sebenarnya sangat kaya, apa saja bisa jadi potensi dan peluang, cuma kita kadang tdk tahu bagaimana mengelola negeri yg berlimpah ini…. “Begitu banyak jalan untuk meningkatkan kehidupan. Mulai banyak pilihan yang tersedia di depan kita. Tinggal kapan kita harus terus kerja, kerja,
    kerja…..!” I like this…

    Posted by dmala | 4 Februari 2013, 6:52 am
  47. Semangat…
    SAY NO TO IMPORT!!!…
    SUDAH JELAS MOTIFNYA HANYA MNGEJAR KEUNTUNGAN SESAT…
    Bangsa ini KAYA SDA… MASA IMPOR MOLO…
    IMPOR BUAT ORANG YG MALAS, MEMBUAT RAKYAT MISKIN TAMBAH MISKIN DAN KEHILANGAN PEKERJAAN….

    COPOT AJA SI MENTAN GA-BECUS…
    TINGGAL NUNGGU WAKTU AJ BAKAL KENA PENALTI…
    #Sangatlah aneh kalau yg korupsi presiden PKS, dan notabene MENTRI orang PKS bilang ga tau apa2…
    emang mau suap dasarnya apa kalo ga calo???

    Posted by PUTU | 4 Februari 2013, 7:00 am
  48. Alhamdulillah .. ternyata sudah ada produk Karagenan made in anak negeri. Selama ini tidak ada pembuat bakso yang mau menggunakannya karena harganya mahal (maklum masih import), semoga harga keragenan made in Pasuruan ini bisa bersaing dengan bahan pengenyal kimia import yang lain yang selama ini dipakai oleh para pembuat pentol, meskipun dalam proses pembuatan keragenan masih ada proses kimianya tetapi masih lebih alami daripada bahan yang lain, berarti konsumen seperti kita ini juga ikut diuntungkan dalam segi kesehatan.
    Semoga hal ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, Amien.

    Salut juga kepada pak menteri BUMN yang sudah berhasil menjadi motivator khususnya bagi Cak Hamzah. Pak DIs itu ibarat “tukang Kompor” yang positif. karena pada dasarnya ada 2 tipe tukang kompor, yaitu yang tidak tahu cara kerja kompornya tapi langsung menyalakannya dan satunya yang tahu betul cara kerja sebuah kompor, sehingga saat dia mau menyalakan kompornya bisa membuat apinya megitu merata sehingga yang dimasak tidak hangus dan kompornya tidak meledak… …

    Posted by Cak Yudi | 4 Februari 2013, 7:07 am
  49. Alhamdulillah sydah sampai nelayan…..

    Posted by seno | 4 Februari 2013, 7:23 am
  50. Sepertinya porsi Pak DI membenahi sektor pertanian cukup besar. Mulai dari sapi, beras, sampai rumput laut. Hal ini masuk akal karena semaju atau sekaya apapun negara atau orang pada akhirnya pasti akan berhenti melakukan apapun untuk makan 3 kali sehari.

    Impak kekurangan bahan makanan sudah kelihatan dari hebohnya Partai Kesandung Sapi. Seumpama dari dulu peternakan sapi mampu mencukupi kebutuhan kita maka kejadian tersebut tidak ada. Maka dari itu usaha persapian P DI tidak hanya dimensi kebutuhan perut tetapi juga menjaga moral.

    Maaf ini hanya analisa tuk-gatuk-tapi-matuk.

    Posted by yoyokal | 4 Februari 2013, 7:25 am
  51. Pak Dahlan Iskan adalah pemimpin.

    Posted by akik | 4 Februari 2013, 7:30 am
  52. puji syukur pd Allah setiap kesulitan muncul kemudahan(jalan keluar) smoga tetap kerja, ja-ker kerja

    Posted by www.hikmahuniversity.com | 4 Februari 2013, 7:42 am
  53. tidak hanya berfikir tetapi berbuat berdasarkan pemikiran…..

    Posted by roni | 4 Februari 2013, 7:43 am
  54. bayangkan wilayah laut Indonesia dari Sabang sampai Merauke ketutup ama rumput laut-nya Nelayan Indonesia, weh weh weh…….hasilnya bisa buat beli tanah di Australia buat ngembangin sapi. boleh donk cita-cita!!! terima kasih mas Thabrani dan mas Hamzah, juga buat kompornya pak Dis. maju terus Indonesia-ku

    Posted by done | 4 Februari 2013, 7:48 am
  55. Mantap sekali untuk nelayan. Diharapkan dapat dikembangkan diseluruh Nusantara. Ditunggu pionir2 nelayan Kita untuk kemajuan. misalnya membentuk organisasi yg memoderenkan cara menangkap ikan nelayan Nusantara. Mesin2 perahu nelayan yg pakai sel surya, perahu2 penangkap ikan hemat energi atau kelompok nelayan dg kapal moderen yg langsung bisa bikin ikan kaleng atau apapun yg meningkatkan penguasaan laut….!

    Posted by andimustafa | 4 Februari 2013, 8:00 am
  56. Lapor gan.

    Posted by caderabdul | 4 Februari 2013, 8:01 am
  57. Subhanalloh…saya jd mikir,untuk ikut mengentaskan program kemiskinan di desa saya,apa yg bisa saya lakukan?????

    Posted by naina | 4 Februari 2013, 8:12 am
  58. mantaaappp! lanjutkan!

    Posted by Demi Indonesia | 4 Februari 2013, 8:16 am
  59. “Sekali lagi anak bangsa yang menekuni hal ini berhasil menciptakan teknologi yang sangat dibutuhkan negara yang sebagian besar wilayahnya adalah lautan. Indonesia juga tempat terbaik untuk menanam rumput laut terbanyak di dunia,” jelas Dahlan.

    Saat ini, China telah memiliki 600 pabrik karagenan sejenis. Di dunia, terdapat 11 titik tempat penanaman rumput laut terbaik dan enam ada di Indonesia.

    Indonesia memang kaya-raya….Lanjutkan..!!!

    Posted by aburachman | 4 Februari 2013, 8:29 am
  60. Pertamax

    Posted by arik | 4 Februari 2013, 8:35 am
  61. salam ACI Foyaaa!!

    Posted by Mugi | 4 Februari 2013, 8:43 am
  62. tambah dikit

    “Kalau ada direksi yang mengeluh dan tidak dapat mengembangbiakkan sapi akan saya pecat. Mereka digaji besar untuk memikirkan hal itu,” “dahlan iskan”.

    Posted by saeful | 4 Februari 2013, 8:46 am
  63. Pak DIS mantap banget…menemukan orang-orang yang sangat kompeten untuk kemajuan bangsa. Saya yang sedang berada di negeri sakura melihat sebenarnya negeri sakura bukan apa-apanya di banding Indonesia..tetapi kenapa Indonesia yang demikian kaya dengan alam baik darat laut tapi masih miskin..karena tidak ada usaha orang-orang pemerintahan untuk mensejahterakan Indonesia tercinta..pikiran mereka yang penting kocek pribadi..
    Saya lihat impor Jepang itu ada pada kebutuhan buah tropis…kopi…udang..(ini yang saya liat di barang-barang supermarket ya)..Udang Indonesia memang masuk Jepang..tapi kenapa di Indonesia sendiri harus nya lebih murah tapi malah orang kesulitan makan udang..padahal di sini orang jepang miskin pun bisa beli udang..untuk buah tropis..impor Jepang kebanyakan dari Thailand..kenapa Indonesia tidak bisa..dan kenapa orang miskin Indonesia sampai jarang makan buah karena semuanya mahal..kenapa tidak dikembangkan sehingga kebutuhan buah dalam negeri terpenuhi dan murah dan juga bisa di eksport…yang lain2..jepang mengandalkan dari sumber daya sendiri..kubutuhan ikan yang banyak dan berbagai jenis mudah ditemui karena (kecuali salmon yang masih ada impor) karena nelayan di Jepang sangat makmur..bisa punya perahu sendiri..bahkan kadang-kadang ada perusahaan kecil yang di kelola perorangan untuk penangkapan ikan dengan pekerjanya sebagian adalah kensushei Indonesia…juga kebutuhan rumput laut semua terpenuhi oleh nelayannya sendiri..semua kalau bisa adalah hasil jerih payah bangsa sendiri..
    Orang pinter Indonesia itu sebenarnya tidak sedikit..bahkan banyak orang pinter Indonesia yang tetep bertahan di negeri asing karena termasuk Jepang karena nggak ada wadah untuk menapung kreasi..membiaya riset mereka yang tentunya bakal menjadi ajang memperbaki negeri..apalagi riset dan kemudian terimplementasi untuk meningkatkan kesejahteraan..sepertinya seperti no way..riset hanya sekedar riset..setelah itu laporan hanya masuk perpustakaan..tidak ada realisasinya…
    Saya salut sama Pak DIS begitu gigihnya usaha beliau mencari orang-orang yang mau bekerja..bekerja..dan bekerja..untuk meningkatkan ilmu..penemuan yang praktis yang bisa dipraktekkkan oleh rakyat kecil supdaya Indonesia swasembada segala bahan pangan…harusnya semua bisa di akali…hanya pada mau atau tidak pemerintah untuk peduli pada rakyat sehingga tidak menjadi negeri yang selalu menjadi negera hanya berkembang..tapi nggak mekar-mekar menurut saya yang padahal kekayaan alamnya mampu menjadikan Indonesia adalah negara maju..kaya…serta di segani..
    Apakah masih ada kata-kata ynag teringat bahwa Indonesia adalah Jamrud katulistiwa…Gemah Ripah Loh Jinawi…mana buktinya..? Tetapi saya optimis..kalau banyak orang sperti Pak DIS..makan kata-kata itu bakal terwujud….
    Tapi bisakah kita bikin Pak DIS for next PRESIDENT?..ini yang belum bisa terjawab…

    Posted by bundashabrina | 4 Februari 2013, 8:56 am
    • setuju bunda shabrina,,penelitian mahasiswa juga kebanyakan hanya buat asal lulus mendapat gelar S1..setelah itu penelitian masuk perpustakaan dan mantan mahasiswa itu malah lebh memilih jadi pengangguran atau bahkan menjadi tukang ojeg..
      pertama tama kita harus ajak pihak akademik supaya penelitian lebih untuk memajukan bangsa dan bias direalisasikan..dengan program seperti itu percepatan kemajuan Indonesiapasti akan sangat cepat..:)

      Posted by Fahmi | 4 Februari 2013, 9:28 am
      • Seharusnya…menurut saya..ada perusahaan nasional berupa pabrik apapun bentuknya baik itu perusahhan pengalengan ikan misalnya..peternakan..perikanan yang berkolaborasi dengan university, sehingga mahasiswa fakultas dengan ilmu bidang2 yang terkait bisa mengaplikasikan hasil riset mahasiswa maupun dosen untuk di realisasikan dalam kenyataan..ini yang di lakukan oleh universitas2 di Jepang..atau bahkan RND mereka adalah Prof dan mahasiswa di Uinversitas di seluruh Jepang…juga di danai oleh pemerintah Jepang untuk kepentingan kebijakan yang di ambil oleh pemerintah terkait misalnya kesehatan..tidak hanya oleh departemen kesehatan saja tetapi juga oleh mahasiswa dan dosen di fak kedokteran dan farmasi misalnya…ayo gambarimashou..(mari kita bersemangat)..kerja…kerja..kerja…

        Posted by bundashabrina | 4 Februari 2013, 10:18 am
    • bunda sabrina

      mohon ditunggu revolusi orang sudah dimulai, import buah buahanpun sudah sedikit demi sedikit dibatasi, pisang, duren , manggis, PTPN 8 sudah merangkak

      Posted by saeful | 4 Februari 2013, 9:49 am
      • sip Mas saeful..tapi kalau bisa tidak hanya di situ saja..segala aspek yang berkaitan dengan kesejahteraan dan kesehatan harus di mulai..Makanya ayo jadikan DI for President biar mencakup semua aspek kemakmuran dan kesejahteraan rakyat…

        Posted by bundashabrina | 4 Februari 2013, 10:21 am
    • Setuju banget juga bunda,moga moga ada perubahan pemerintahan yang benar benar membuat rakyat makmur dengan hasil sendiri bukan di manjakan dengan menjual alam negeri ke bangsa lain terus di beli dengan hutang hutang yang tinggi

      Posted by perbaiki selalu | 4 Februari 2013, 9:51 am
  64. “semangat pagi” lam kenal smuanya, terutama buat, mbah mbah Dismania : mbak yuni, mbak wning dll SMOGA RAKYAT MAKIN INDONESIA MAKMUR SEJAHTRA, apalagi klo abah Dis jadi RI I. kerja kerja kerja

    Posted by damar rangkas | 4 Februari 2013, 9:18 am
  65. senang baca artikel ini.
    berharap Pak DI berkenan utk berkunjung ke petani rumput laut di daerah nusa dua bali.
    karena saya dengar gossip ada petani yg akhirnya bangkrut karena banyaknya hotel2 besar di bangun di sepanjang pantai/tebing nusa dua, dan menyebabkan air laut terkontaminasi baik oleh buangan proyek maupun limbah hotel.

    Posted by herda | 4 Februari 2013, 9:44 am
  66. Saya sempat mengira hari ini temanya orang indonesia bisa bikin monorel…ternyata Pak Dis lebih mengutamakan nelayan yg miskin

    Posted by agusteub | 4 Februari 2013, 9:50 am
  67. Lupakan Politik…
    Kerja…Kerja…Kerja…

    Posted by sdwi | 4 Februari 2013, 9:53 am
  68. Memang sudah bisa bikin monorel… sudah ditengok abah DIS pula di bekasi

    Posted by Abdul Qadir Jaelani | 4 Februari 2013, 10:08 am
  69. menteri kelautan dan perikanan yg dari GOLKAR itu kemana ya?

    Posted by Distributor | 4 Februari 2013, 10:20 am
  70. Mas Thabrani dan Mas Hamzah, du mutiara baru yang ditemukan Abah Dis, dipoles, diberdayakan dan minggu ini menjadi mutira buat Indonesia. Monggo Pak Dahlan Iskan, temukan lagi mutiara2 lain buat kejayaan Indonesia tercinta.

    buat para dahlanis, dahlanmania dan Dismania dimanapun berada, mari berlomba, ber-“fastabiqul khoirot “, mari menjadi bagian2 kemajuan dimanapun kita berada. sudah saatnya darah generasi muda bangsa ini mendidih memanaskan badan seluruh bangsa indonesia untuk maju bersama. bravo….. bravo saluuuuuuuuuut.

    Posted by Manihot Ultissima | 4 Februari 2013, 10:25 am
  71. saluut juga. mari kita duplikasi kinerja abah ketempat kerja kita. semangat kerja kerja dan kerja.

    Posted by anak ndeso | 4 Februari 2013, 10:37 am
  72. TETAP KERJA……SEMANGAT….

    Posted by Hendy | 4 Februari 2013, 10:39 am
  73. Kali ini Pak Dahlan harus mengakui kekalahan satu langkan dengan Pak Jokowi dalam hal kaderisasi kepemimpinan, terutama di BUMN. Pak DI jangan malu untuk mengikuti langkah pak Jokowi dan Ahok untuk mencari kader dengan melelang jabatan strategis Direktur / CEO BUMN, yang bermasalah dan lambat untuk maju, kepada putra/i terbaik indonesia yang cerdas, kompeten, memiliki hati nurani dan mau bekerja, bekerja, bekerja dengan satu tujuan mengabdi pada negara dan semangat mensejahterakan Rakyat Indonesia.

    Dalam hati ini bertanya, apakah hanya seorang Dahlan Iskan yang peduli dengan Nasib bangsa, Negara dan Kemiskinan rakyat Indonesia ??? Alangkah hebatnya bila ada 1000 Dahlan Iskan atau lebih yang mau mengabdi dan bekerja, bekerja, bekerja.

    Saya yakin, bila pak DI mau memulai niatan baik ini, BUMN segera akan menjadi pilar penyokong utama Ekonomi Bangsa dengan berlandaskan Ekonomi kerakyatan. Semoga Hal ini segera terwujud, Kasihan Rakyat Indonesia yang sudah 68 tahun merdeka, namun masih ada yang tidak menikmati arti kemerdekaan dan tidak pernah merasakan juragan / tuan rumah di negeri sendiri.

    Posted by Ganesa | 4 Februari 2013, 10:42 am
    • Bung GANESA,
      mungkin pernah buka tautan di bawah ini, silakan disimak mulai dari Manufacturing Hope seri 1 sampai 63.
      http://dahlaniskan.wordpress.com/category/catatan-dahlan-iskan/manufacturing-hope/
      http://kickdahlan.wordpress.com/category/01-manufacturing-hope/

      Posted by mang encep | 4 Februari 2013, 12:01 pm
    • jokowi , waduh kakang mas “ganesa”, sudah berkali kali saya nulis bahwa beliau jokowi “blusukan ” karena tim suksesnya menyarankan begitu, saat disolo dulu tidak seperti sekarang ini yang tiap hari blusukan, jangan dibandingkan dengan pak dahlan, beliau sudah blusukan saat masih jadi wartawan , bahkan penguasaan manajemennya top markotop, hampir 100 lebih perusahaan pernah beliau tangani , silahkan baca baca juga disini http://kickdahlan.wordpress.com/ ,rekam jejak beliau luarbiasa, perjalanan beliau yang dari pagi sampai malam, perjalanan dari aceh sampai papua, perjalanan dari myanmar sampai timor leste, perjalanan dari irak sampai iran tergambar disitu dengan jelas…jadi janganlah selalu mentertangkan antara anak bangsa yang sama sama berkarya ..

      Posted by Gallus Soloensis | 4 Februari 2013, 12:37 pm
    • semuanya bekerja dan pekerja keras saya rasa kurang manfaatnya membanding bandingkan, saya juga pendukung jokowi sama ahok, tapi tidak ingin membandingkan biarlah mereka berbuat yang terbaik , hehehe

      Posted by saeful | 4 Februari 2013, 12:58 pm
    • Kayaknya ga perlu dibanding2kan dengan sesama tokoh yg punya jiwa Memajukan Indonesia.

      Pak Dahlan copy-paste Pak Jokowi, begitupun Pak Jokowi copy-paste Pak Dahlan.

      Mereka sama2 berusaha membenahi Indonesia, dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki.
      Pak Jokowi ngurus DKI (yg notabene pusat pemerintahan), berdasarkan pengalaman ngurus Surakarta (Solo).
      Pak Dahlan ngurus BUMN, berangkat dari pengalaman ngurus ratusan perusahaannya.

      Jangan sampai Dismania terjebak mengagung2kan Pak Dahlan dengan meremehkan Negarawan Sejati yang lain. Merekalah sekian dari 1000 Dahlan Iskan harapan Dismania yg belum/tidak-mau terekspos.

      Mereka Negarawan Sejati, orang2 yg mengabdikan diri demi kemajuan Indonesia, perlu dukungan kita semua.

      Posted by Adit(pun) Bisa | 4 Februari 2013, 1:17 pm
      • Setuju dengan ADIT(PUN) BISA.

        Alhamdulillah, saya tidak terjebak mengagung2kan Pak Dahlan dengan meremehkan Negarawan Sejati yang lain.
        Kekaguman saya kepada Pa Dahlan Iskan sama kadarnya dengan kekaguman saya kepada Pa Jokowi, dan kepada orang2 yang sama kiprahnya kepada bangsa ini seperti mereka berdua.

        Masing-masing dari para negarawan sejati itu memiliki kelebihan dan kekurangannya. Hal itu manusiawi banget.
        Akan tetapi tidakkah lebih baik kita menjadi bagian dari mereka sesuai kapastas dan kewenangan yang kita miliki?

        Dengan demikian, maka pantaskah kita membanding-bandingkan mereka dengan diembel-embeli nada pelecehan kepada salah satunya? Akan terbuang enerji kita… sayang bukan?

        Kalaupun saya banyak mengungkapkan kata-kata kekaguman, doa dan harapan, apresiasi dan rasa haru kepada Pa Dahlan Iskan dalam blog ini, karena memang blog ini berisi Manufacturing Hope yang ditulis Pa Dahlan Iskan, sebagai pelaku langsung, bukan ditulis oleh Pa Jokowi. Seandainya ada blog serupa, tentu saja saya akan menjadi pembacanya pula.

        Seandainya kita dapat menyimak secara nalar dan netral mulai dari Manufacruring Hope ke-1 sampai ke-63 ini, maka kita akan mengikuti pikiran, harapan, impian dan cita-cita Pa Dahlan Iskan untuk kemajuan bangsa ini…, dan beberapa diantaranya sudah terwujud jadi kenyataan.

        Posted by mang encep | 4 Februari 2013, 1:44 pm
        • Sepakat dengan Mas Adit dan Mang Ecep…Saya Sangat kagum dengan sosok DI dan Jokowi…Mereka berdua adalah tokoh yang dibutuhkan bangsa ini..Sekarang beliau2 ini sedang mengabdi dengan jalurnya yang sedikit berbeda, Jokowi sebagai Gubernur lagi berproses untuk mengurusi dan melayani rakyat DKI, sementara DI sebagai MenBUMN lagi berproses untuk mengurusi BUMN supaya tumbuh baik dan sehat sehingga bisa ikut membangun dan melayani bangsa ini…

          Posted by Ardian | 4 Februari 2013, 2:25 pm
        • Mang Encep
          Ngiringan koment ah….
          saluuuut buat Mang Encep, saya sebagai seorang pembaca dan pendengar selama ini tidak pernah mengkotak-kotakan penilaian terhadap siapapun, bagi saya setiap manusia punya sisi plus dan minus, kelebihan Abah Dis-lah yang membuat saya kagum pada beliau. Demikian juga halnya Jokowi Ahok, kelebihan beliau berdua membuat saya juga kagum pada beliau. siiiip.

          Posted by Manihot Ultissima | 5 Februari 2013, 10:28 am
    • Pada prinsipnya kita nggak bisa memperbandingkan kinerja Jokowi dengan Dahlan Iskan karena orientasi kerja / tugas mereka berbeda.. Jokowi sebagai Kepala Daerah orientasinya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat semaksimal mungkin.. sedangkan Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN orientasinya mendapatkan profit semaksimal mungkin.. Secara sederhana saya bisa analogikan.. APBD DKI sebesar 50 T, orientasi kerja Jokowi .. bagaimana menghabiskan uang segitu untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada rakyat.. Sedangkan apabila 50 T dipegang Dahlan Iskan.. orientasinya bagaimana duit itu bisa mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin sehingga bisa beranak pinak menjadi 60 T, bahkan kalau bisa jadi 100 T.. kalau kita memaksakan untuk membuat perbandingan keduanya, nggak akan ketemu.. tolok ukur kinerja keduanya bertolak belakang..

      Posted by cak-mat | 4 Februari 2013, 3:11 pm
    • Saya belum bisa memberikan penilaian ke Jokowi…
      Karena Program Kerjanya msh belum terealisasi dan Resultnya juga belum ada…
      Tunggu 1th Pemerintahannya baru Fair menilai…
      1. Banjir
      2. Macet
      3. Kesenjangan Sosial/Kemiskinan dll
      4. Birokrasi/Pemerintahan

      Masalah Blusukan atau apalah namanya itu hanyalah Metode kerja… masing2 punya style…
      Kalo Jepang namanya GENBA… Check Aktual lapangan…

      Sebaiknya Jgn Diperbandingkan, karena scoupenya berbeda.

      SCOUPE JOKOWI DAHLAN ISKAN
      1. Area Kerja DKI JKT Seluruh Indonesia
      2. Perusahaan PEMDA BUMN (141 Induk, 400Anak dan cucu)
      3. Pengalaman Walikota Solo CEO Jawapos Group & Dirut PLN dll.
      4. Brand ESEMKA (ga nongol lg?) Ahmadi, Tucuxi & Putra Petir (launching mass pro mei’13)
      5. Lain2 Pengusaha Mebel Traveling ke Luar negri dan Fasih bahasa Mandarin
      6. Blusukan Kampung2 Se DKI Kampung2 dari Aceh sampai Ke Papua…

      Saya harapkan kedepan jgn dibanding2kan lagi ya…
      semuanya orang hebat yg berkontribusi untuk jabatannya masing2…

      Posted by PUTU | 4 Februari 2013, 4:26 pm
      • Memang mas dua-duanya tidak bisa di bandingkan..semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing..tapi yang jelas dua-duanya punya misi visi yang sama yaitu untuk kemajuan bangsa…anti korupsi dan sama-sama bersih..tinggal tunggu apa kata yang di atas..seperti Pak DIS bilang jadi presiden itu kan ada campur tangan yang di atas…

        Posted by bundashabrina | 6 Februari 2013, 9:58 am
    • kedua-duanya terbaik dibidangnya…

      Posted by ep sard | 4 Februari 2013, 7:17 pm
  74. makin terbukti klo indonesia tu kaya bgt,smg rakyatx makin sejahtera,n pak dis sehat terus…amien.

    Posted by muh mundir | 4 Februari 2013, 11:12 am
  75. mantap pak lanjutkan

    Posted by azham kkhairan | 4 Februari 2013, 11:52 am
  76. Mantap!!! sangat dan selalu inspiratif di setiap tulisannya, mudah2an bisa mencontoh dan menauladaninya pak
    Terima kasih

    heldi .net

    Posted by heldi.net (@heldi_bogor) | 4 Februari 2013, 12:12 pm
  77. Dulu Nelayan P7:( Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas Pasan) Akan ada masanya nanti menjadi P5B2: Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Besar Besaran. setuju?

    Posted by SIMA ABADI | 4 Februari 2013, 12:19 pm
  78. mantap…. selalu menambah semangat di senin pagi….. masih ada harapan di negeri ini …..

    Posted by p4ndan | 4 Februari 2013, 12:20 pm
  79. Mantap pak DIS…. aku selalu mendukungmu Jadi Yang terbaik…. bagi INdonesia Raya….. dari Aceh sampai Papua… YA ALLAH , LIMPAHKANLAH SELALU RAHMAT MU KEPADA BELIAU, JAGALAH SELALU BELIAU DARI HAL-HAL YANG TIDAK ENGKAU RIDHOI. AMIN YA ROBBAL ALAMIN.

    Posted by suhardi | 4 Februari 2013, 12:39 pm
  80. Silent reader, Like DIS banget…
    Pak DIS recruiter hebat..bisa menemukan dan memunculkan banyak potensi2 hebat anak negeri.
    Semoga bapak selalu diberi penjagaan dan perlindungan Allah. Aamiin.

    Posted by nique | 4 Februari 2013, 12:57 pm
  81. Minggu kemarin ngomongin sapi, eh ternyata meledak ……. Jangan jangan Pak Dis ini bagian dari konspirasi KPK ….. Apalagi waktu kapan itu sempat deket dengan pimpinan KPK dan juga ikutan negerespon edaran menteri DiPo……..

    Posted by agungbsantoso | 4 Februari 2013, 1:20 pm
    • Minggu kemarin ngomongin sapi, eh ternyata meledak ……. Jangan jangan Mas Agungsantoso ini bagian dari rakyat pada umumnya yang menginginkan KPK terus membongkar praktek-praktek korup oleh para pejabat negara ….. Apalagi ………. koq bisa nebak-nebak waktu kapan itu pa Dahlan sempat deket dengan pimpinan KPK dan juga ikutan negerespon edaran menteri DiPo……

      hehehe…….

      Posted by mang encep | 4 Februari 2013, 1:57 pm
  82. Yang paling menyebalkan dari DI adalah dia bisa sangat tdk peduli dgn komentar orang tentang apa yg dia kerjakan kemarin dan terus muncul dgn sesuatu yg ‘baru’ hari ini. Bravo!

    Posted by prasetyo | 4 Februari 2013, 1:25 pm
  83. I loVE UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU ABAAH

    Posted by ayi | 4 Februari 2013, 1:38 pm
  84. ganti panti pak DIS, ok q ikt aja

    Posted by ochim | 4 Februari 2013, 1:38 pm
  85. Mhh Rumput laut.
    Jangan jangan minggu ini KPK nangkap mafia ekspor rumput laut nih

    Posted by novi | 4 Februari 2013, 2:47 pm
  86. mantap

    Posted by jojo | 4 Februari 2013, 2:52 pm
  87. setelah pak dahlan ada dipemerintahan
    sungguh beruntung orang orang kreatif dinegeri ini
    sebab ilmunya dipakai untuk kesejahtraan banyak orang
    manusia terbaik adalah manusia yang bermampaat bagi banyak orang
    dan orang kretif indonesia telah menjadi orang orang terbaik dinegrinya sendiri
    karena ilmunya bermampaat bagi orang banyak
    Mudah mudahan hal semacam ini terus berlanjut selamanya
    Amin.

    Posted by anang banjar | 4 Februari 2013, 4:30 pm
    • Itulah Sesungguhnya Fungsi Utama Pemimpin…
      Ya harus MEMIMPIN… MEMBERI ARAHAN, MEMBERI SEMANGAT, MENCARI JALAN KELUAR…
      Kalo cuma terima laporan ABS, itulah yg terjadi sekarang… sungguh malang nasibmu oh INDONESIA…
      Negeri Surga SDA tapi Rakyat Merana… “Seperti Ayam Mati di Lumbung Padi”

      Posted by PUTU | 4 Februari 2013, 6:42 pm
  88. Hadir…

    Posted by @yama | 4 Februari 2013, 5:23 pm
  89. Menunggu tulisan potensi dari gunung……

    Posted by budi ind | 4 Februari 2013, 6:23 pm
  90. Ulasan tambahan dari kickdahlan : http://kickdahlan.wordpress.com/2013/02/04/lintasan-mh63-dahlan-tengok-pabrik-pengolahan-rumput-laut-di-pasuruan/

    Dengan potensi impor 1200 Ton/Y dikalikan $13/kg maka potensi daya serapnya bisa
    = 1.200 x 1000 x $13 = $15.600.000 = Rp. 156 Milyar
    (hmmm… menggiurkan buat petani dan anggota dhewan/partai, lebih wow dah)…
    ======================================================================
    Liputan6.com, Jakarta : Usai mengunjungi peternakan kelinci di Pasuruan, Jawa Timur, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan juga menyempatkan diri menengok di pabrik pengolahan rumput laut milik anak bangsa yang berada di Desa Kurung, Kecamatan Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur.

    Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi menjelaskan karagenan tersebut dapat digunakan untuk 500 produk turunan seperti makanan, kosmetik, untuk pengikat kapsul, serta penyatu antara air dan minyak.

    “Pabrik pengolahan rumput laut ini dapat menghasilkan karagenan yang sama dengan sama dengan milik asing,” ungkapnya saat mengutip pernyataan Dahlan, Minggu (27/1/2013).

    Dia menyebutkan setelah menjadi tepung, karagenan bisa dijual dengan harga US$ 13 atau setara Rp 120 ribu. Saat ini Indonesia tercatat masih mengimpor sekitar 1.200 ton per tahun.

    “Pabrik Karagenan di Indonesia hanya ada 3 pabrik saja,” tuturnya.

    Sementara pabrik rekayasa anak negeri rakitan Hamzah MB telah mempekerjakan sekitar 25 orang dan merupakan satu-satunya pabrik karagenan buatan dalam negeri. Sementara dua pabrik lainnya milik Jepang, dengan investasi Rp 70 miliar per unit dan seluruh produksinya diekspor.

    “Pabrik ini dapat menghasilkan 40 ton karagenan per bulan,” ujar dia.

    Pabrik milik Hamzah membutuhkan bahan baku sekitar 5 ton per hari untuk kadar kering antara 30-35 kadar air. Harga jual di petani sekitar Rp 6.000- Rp 8.000 per kilogram (kg) untuk kadar air 30-35 persen.

    “Sementara sampai ke pabrik milik Pak Hamzah dijual dengan harga sekitar Rp 10 ribu-Rp 11 ribu per kg,” katanya.

    Dahlan akan menjajaki kemungkinan BUMN bekerja sama dengan Hamzah untuk membangun pabrik pengolahan rumput laut di daerah penghasil dalam rangka mengentaskan kemiskinan masyarakat nelayan di Indonesia Timur.

    “Sekali lagi anak bangsa yang menekuni hal ini berhasil menciptakan teknologi yang sangat dibutuhkan negara yang sebagian besar wilayahnya adalah lautan. Indonesia juga tempat terbaik untuk menanam rumput laut terbanyak di dunia,” jelas Dahlan.

    Saat ini, China telah memiliki 600 pabrik karagenan sejenis. Di dunia, terdapat 11 titik tempat penanaman rumput laut terbaik dan enam ada di Indonesia. (Ndw)

    http://bisnis.liputan6.com/read/497630/dahlan-tengok-pabrik-pengolahan-rumput-laut-di-pasuruan

    Posted by PUTU | 4 Februari 2013, 7:13 pm
  91. Jokowi Masuk Daftar 25 Walikota Terbaik di Dunia

    JELAS mendunia ! unjuk prestasi bukan cuma cengengesan unjuk gigi… waaaaaaa….

    Posted by jowimania | 5 Februari 2013, 12:27 am
    • masih walikota terbaik dunia bung! belum gubernur terbaik dunia…
      jangan terlalu berpuas diri dengan prestasi masa lalu.
      pak jokowi juga kayaknya tidak peduli dengan prestasinya itu.

      jadi kalo jadi jowimania, jangan puas dengan prestasi..trus menerus unjuk gigi dengan kerja kerja dan kerja!

      Posted by Wong Asor | 5 Februari 2013, 2:21 am
      • Sekali lagi, mohon para Dismania jangan sampai terjebak “mengagung2kan P.DIS dengan meremehkan Negarawan Sejati yang lain”, yach..

        Mereka semua adalah tokoh2 Pembangun Bangsa/Negara Indonesia yang berangkat dari Panggilan Hati, dan dibekali oleh Pengalaman, serta kegelisahan hati melihat kesusahan bangsa/negara.

        Blog ini salah satu tempat berkumpulnya Dismania, yang memang pengagum sosok P.DIS. Jadi, apabila menemukan postingan yang mengagungkan tokoh lain, kita patut waspada. Analisa saya:

        1. Bisa jadi memang posting tersebut dibuat oleh para fans toko tersebut, yang memang sudah melihat/merasakan hasil kerjanya, dan ingin memberitahukan ke Dismania, bahwa ada lhoo toko seperti sosok P.DIS.

        Hal ini wajar saja, toh P.DIS juga sering menyinggung para menteri, tokoh masyarakat, serta mutiara2 bangsa dengan hasil kerjanya, bukan malah meremehkan, kan?

        2. Bisa jadi juga, ini salah satu cara untuk meng-Adu-Domba Fans Negarawan Sejati tersebut, sehingga menguntungkan para pihak yang berkepentingan.

        Untuk itu, kita musti hati2. Yang penting Kerja, Kerja, Kerja Demi Indonesia

        Salam semangat pagi

        Posted by Adit(pun) Bisa | 5 Februari 2013, 5:53 am
        • hehehe…maksud saya bukan mengagung2kn pak dis ato meremehkan pak jokowi…saya cuma mau ingat pak jowimania bahwa baik pak dis dan pak jokowi tidak terpikir dengan prestasi yang telah mereka raih. mereka tinggalkan semua prestasi itu sembari terus maju melangkah membangun negeri, sesuai kapasitasnya masing2, yang bikin gemes, tiap langkah mereka pun membuahkan terobosan hebat dan prestasi baru yang tentu sesuai kadar dan skup jabatan masing2…

          hehehe pish dismania dan jowimania…
          (^_^)d

          Posted by Wong Asor | 5 Februari 2013, 10:55 pm
    • sahabatku DAHLANIS inilah contoh komen dari pasukan “PROVOKATOR”, MEREKA AKAN SELALU MEPERTENTANGKAN ORANG ORANG TERBAIK DI INDONESIA…POLITIK ADU DOMBA….INGAT INGAT INGAT,

      Posted by Silla Keras | 5 Februari 2013, 6:19 am
      • Iya benar, komen provokator akan selalu ada untuk merusak suasana. Jadi biarkan saja, ga usah dibalas komen. Target mereka memang jahat, mengadu sapi dan bikin rusak hati. Kita konsisten saja kerja kerja kerja dan senyum menyambut indahnya pagi.

        Posted by mang encep | 5 Februari 2013, 8:45 am
    • Bang, disini bukan buat bangga2kan orang…
      Tapi belajar management, Leadership, Menangkap potensi2 Agraris dan Bahari… Mengenal para penemu indonesia…

      Saya tidak mengagung2kan DIS juga…
      Saya hanya suka style beliau dalam hal Tsb diatas…

      Jokowi sebagai walikota beliau sudah bekerja bagus, sehingga diharapkan dgn dipilih menjadi gubernur juga bisa bekerja semaksimal mungkin…
      Seperti komen saya sebelumnya, saya pribadi belum bisa menilai prestasi jokowi sebagai gubernur di 100hari pemerintahannya… kalau mau fair di 1th menjabat baru bisa dilihat…
      Dibanding FOKE saya lebih suka JOKOWI…

      note : Link-nya mana??? kalau ga ada link saya anggap HOAX aja komen Lo…

      Posted by PUTU | 5 Februari 2013, 8:47 am
    • om “JOWIMANIA”, pulang kerumah yang ini http://jokowicentre.blogspot.com/p/profile-jokowi.html ya, gak usah ganggu kami disini…piss

      Posted by Silla Keras | 5 Februari 2013, 8:55 am
    • Kasihan pak Jokowi…Banyak mempunyai pendukung dan penggemar seperti si jowimania yang otaknya cupet, ngga bisa berkontribusi apa2 (paling hanya mengharapkan dapat bantuan sembako dari Jokowi), tidak bisa membuat dirinya berubah menjadi lebih baik (yang ada virus Jokowi sepertinya malah membuat pendukungnya menjadi berpikiran lebih jelek dan negative ya..?)

      Posted by Ardian | 5 Februari 2013, 9:22 am
    • kita memang harus hati-2 adanya politik adu domba.. bisa jadi “jowimania” bukan pendukung jokowi tetapi orang bayaran yang berusaha membenturkan pendukung Dahlan Iskan dengan pendukung Jokowi.. sekali lagi HATI-HATI..

      Posted by cak-mat | 5 Februari 2013, 11:32 am
    • Mas jowi, silahkan membanggakan jokowi…
      Saya juga senang sama jokowi…
      Tetapi saya belum melihat hasil kerjanya secara signifikan karena membutuhkan waktu…dan jika sudah berhasil silahkan boleh di tulis di media…
      Soal banjir, belum tau apakah tahun dpn akan masih terjadi ato ga,
      Soal macet, apakah tahun dpn akan masih macet atao minimal berkurang banyak…kita belum tau
      Dan saya tau, itu bukan tugas yg sgt berat, udah berganti berapa kali gubernur masih aja blm hilang atao berkurang…mari kita dukung dan kita tunngu hasilnya

      Begitu juga dgn p dahlan, beliau sdg bekerja…kerja…kerja ikhlas utk kemajuan bumn khususnya dan negara pada umumnya,
      Seperti persapian, pergaraman, pergulaan, dsb…
      Bukan cuma utk jakarta saja tapi utk seluruh rakyat indonesia, dr sabang sampai merauke, dr miangas smpe
      pulau rote….

      Jadi klo soal jadi walikota terbaik itu bagus, tpi lebih oke lagi jika bisa membuat jakarta bebas banjir, bebas macet…minimal macetnya ga parah lah…

      Jadi mari kita saling bahu membahu mendukung idola masing masing, ga usah saling membanding bandingkan…
      walaupun klo dibandingkan p dahlan lebih banyak programnya krn memang scopenya lebih luas…
      itu saja pendapat saya…
      Trm kasih

      Posted by hendro | 5 Februari 2013, 11:44 am
  92. selamat pagi…
    jujur saya merinding membaca tulisan Pak Dahlan ini…
    selalu positif yang membuat hari senin terasa lebih cerah dari hari lainnya…
    semangat terus Pak…
    salam sukses

    Posted by bakti darmawan | 5 Februari 2013, 8:51 am
  93. dari tiap hope menghasilkan kesejahteraan buat rakyat kecil notabene pengentasan kemiskinan semakiin cepat, menjadi negara dengan kekuuatan ekonomi mandiri,akan semakin banyak tantangan buat berbakti bagi negeri,mengurangi impor dan korupsi tegak berdiri jayalah NKRI

    Posted by perbaiki selalu | 5 Februari 2013, 8:58 am
  94. Trima kasih pencerahannya..

    Posted by sampurno74 | 5 Februari 2013, 10:18 am
  95. mengkenye ana baca en nongkrongin nie Blog, biar otak tambah moncer, harapan tambah luber, trus rejeki-pun tambah tokcer. virus abah DIs emang kaga ade duenye….

    Posted by Manihot Ultissima | 5 Februari 2013, 10:36 am
  96. Apa lagi klu Kakak Manihok Ultissima,mau baca ber ulang2 : HM : 1-62.
    Wach…wach…wach…, Enaaaaak – Tenaaaaan.

    Salam Dahlanis…..

    Posted by N. SORRI.. | 5 Februari 2013, 12:20 pm
  97. Dear all reader…..hari ini saya ulang tahun yang ke 47… saya mohon doanya ya…. 1 saja
    “SEMOGA DOA IBU NINING DIKABULKAN…AMIN”

    Semoga temans berkenan untuk mengabulkan permintaan doa untuk saya, karena saya yakin makin banyak yang mendoakan makin baik….

    Salam Aku Cinta Indonesia. Gbu all

    yang ingin kontak personal ke kontakwning@yahoo.co.id

    Posted by w.ning | 5 Februari 2013, 12:48 pm
  98. Aku suka berbicara politik.
    SBY (mungkin) sebentar lagi menurunkan Anas. Setelah itu ditunjuk Sekjen sebagai PLT. Setelah Mahfud tidak di MK, maka dia masuk dewan pembina (mungkin bersama Dahlan Iskan). Setelah itu baru diadakan Rapat Luar Biasa (istilah tepatnya apa ya ?). Dalam rapat dengan misi utama mencari Ketua Umum Partai Demokrat itulah Mahfud MD dan/atau Dahlan Iskan terpilih.
    Saya berharap ramalan politik ini tidak terlalu menyimpang.
    Mengapa demikian.
    Menurut aku, SBY tahu persis menangnya sebuah partai dalam suatu pemilu berbanding lurus dengan presiden yang bakal diusung partai itu.
    SBY, tahu persis kapan sebuah keputusan harus diambil, termasuk menurunkan Anas lalu kapan dilakukan penggantian.
    Dahulu kala, saat SBY berhenti dari Menteri Pertambangan, Mahfudlah, menteri aktif yang berani menemani SBY. Hal itu sangat kelihatan saat Mahfud mengikuti pemakaman ayahanda SBY.
    Karena itu, dia tahu kemampuan teman sejatinya itu.
    Kalau DI, saya kurang tahu. Tapi, berdasar survey tingkat keterpilihan dalam pemilu sangat tinggi. Tidak ada kader demokrat yang menyaingi DI.
    Sebagai menterinya, SBY dia sangat tahu kualitas kerjanya. Kalo SBY memerintahkan masuk dewan pembina, DI tidak bisa menolak. Bagaimanapun DI sangat taat pada pimpinan Begitu juga kader Partai Demokrat tidak ada yang berani menolaknya.
    Akhirnya, kita tunggu saja apa yang dilakukan SBY.
    Kita lihat siapa saja yang sering diajak tampil di publik oleh SBY.

    Posted by Widi | 5 Februari 2013, 3:02 pm
    • Mas Widi.
      Anda mkn sudah baca komen saya di MH sebelumnya…
      Saya juga bisa merasakan bahwa skr PD Diujung Tanduk…

      Hasil Survey terbaru (hari ini di koran), menunjukkan bahwa tingkat Elektabilitas PD turun menjadi sekitar 8% saja…
      padahal sebelumnya sekitar 21%…
      Itu tentunya akan memicu Dewan Pembina untuk melakukan KLB…

      Soal kader, saat ini PD emang lagi Kosong… #ga mkn kan Anas atau Andi M dicalonkan :)
      DIS & Mahfud MD -lah harapan PD untuk bisa menang lagi di PILPRES 2014
      (entah DIS atau MMD jadi Presiden or wakil).

      Dalam 10th Kedepan PD akan menggembleng IBAS Untuk Jadi penerus Bapake…
      karena dari namanya saja sudah kelihatan dipersiapkan “Edhie BaskoRO”…
      Untuk DIS saya rasa dgn faktor usia dan kesehatan tentunya akan mundur pada saat tsb.

      Well, Kita Lihat saja peta perpolitikan yg akan bergejolak ini…
      Untuk Timing menurut saya yg tepat adalah setelah KTT APEC di BALI dibulan Mei…
      Kenapa setelah itu???
      Karena Segudang Prestasi DIS Akan Mulai DIresmikan, Seperti :
      1. Jalan Tol DI bali
      2. Mobil-Motor Putra Petir
      3. Kincir Angin Generator Listrik buatan Ricky Elson
      4. Bandara2 baru sudah mulai diresmikan
      dan msh byk lagi…
      Dengan Selebritas itu tentunya Media akan semakin menaikkan rating DIS dan tentunya juga elektabilitasnya…

      Saya Pribadi Berdoa dan Mendukung DIS/Mahfud MD sebagai next Leader of NKRI…
      Mudah2an PD Bisa cepat Meminang kedua orang Hebat tsb…

      Posted by PUTU | 5 Februari 2013, 3:43 pm
  99. Persiapkan pengawalan dari awal biar ga kecolongan ma konspirasi politikus yang gak mau calon baik buat maju salam kemajuan NKRI

    Posted by perbaiki selalu | 5 Februari 2013, 4:51 pm
  100. kalau saya berharap analisa Mas widi dan mas putu tidak terjadi
    Sebab kalau itu terjadi.
    Pak dahlan akan menjadi sasaran tembak yang empuk bagi banyak partai politik
    Mereka setiap hari akan mengulas kemungkinan demokrat memakai dana BUMN untuk biyaya kampanye

    lagi pula selama ini mayoritas pengamat berpendapat sebaiknya menteri BUMN tidak dijabat orang parpol
    Kalau pak Dahlan sampai terseret masuk dalam pengurus parpol
    kemungkinan besar pengamat yang netral sekalipun akan mengecam pak dahlan
    kalau itu terjadi berat sekali beban yang ditanggung pak dahlan
    Bahkan tidak tertutup kemungkinan kinerja BUMN akan terganggu

    Jadi aku berharap moga moga analisa Mas widi dan mas putu tidak terjadi

    Posted by anang banjar | 5 Februari 2013, 5:30 pm
    • buah simalakamalakamalakama ya Pak Anang Banjar. hehehehe… maju kena mundur saya yang gak rela nih…

      Posted by Manihot Ultissima | 5 Februari 2013, 6:49 pm
    • Serahkan pada Beliau2nya saja…
      Mereka CEO (DIS), Professor (MMD) dan Jendral Besar (SBY)…
      Tentunya pertimbangannya akan lebih Besar Pula..
      Analisa saya hanya ala wong cilik aja..

      Bahkan kalaupun pak DIS untuk next periode tetap jadi Meneg BUMN saya sudah bersyukur bgt…
      Karena dgn waktu 5th lagi memimpin, BUMN bisa MERAKSASA…

      Tinggal nunggu 6bulanan lagi kok, KOTAK PANDORA POLITIK akan terbuka lebarr…

      Posted by PUTU | 5 Februari 2013, 7:28 pm
  101. setahuku tidak ada aturan yang melarang partai politik mencalonkan orang yang bukan anggotanya jadi calon presiden
    partai yang berpikir jernih tentu saja akan mencari orang yang disukai masyarakat untuk diusung
    sebab itu sangat berarti menaikan jumlah suara partai yang bersangkutan

    Misal ada partai yang berjanji bila suaranya cukup memajukan seorang capres mereka akan mencalonkan dahlan iskan
    tentu mereka yang ingin pak dahlan jadi capres berbondong bondong memilih partai tersebut supaya suaranya suaranya cukup mencalonkan seorang capres

    jadi menurutku asal takdir pak dahlan memang jadi presiden, tidak usah jadi pengurus partai manapun tidak jadi masalah

    Posted by anang banjar | 5 Februari 2013, 8:11 pm
    • Yang ane heran nech mas Anang sampai sekarang dari 550 anggota dewan kagak ada satu pun yg berucap mendukung kebijakan pa Dahlan. Apakah mereka takut bicara atau memang semuanye marah karena kagak dapat jatah lagi dari BUMN?
      Masa sech dari sekian ribu para dahlanis dan dismania kagak ada satu pun anggota dewan yg denger?

      Posted by mang encep | 5 Februari 2013, 8:47 pm
      • DIS Bagai Virus Berbahaya buat anggota Dhewan Yg Terhormat…
        Karena bisa menyebabkan serangan jantung dan Kemiskinan bagi mereka…
        Kalo Keran2 Siluman sudah ditutup DIS, mau cari tambahan dari mana mereka… hahahah…
        BUMN & APBN yg selama ini bagai rekening bersama sudah dijaga ketat sekarang…

        Mkn ga semua sich… kalo saya kira2 bisa 80%…
        tinggal audit kekayaan sebelum dan setelah menjabat saja… kalo seperti ES yg sampai 57M tentunya patut dipertanyakan asalnya….

        Posted by PUTU | 6 Februari 2013, 12:01 am
  102. WAllahu ‘ Bisshowab.

    Posted by amin | 5 Februari 2013, 9:54 pm
  103. rasanya tidak semua anggota dewan yang benci terhadap pak dahlan
    coba baca ulang bagaimana sikap anggota dewan ketika pak dahlan
    minta maap karna salah menyebut nama dalam kasus DPR minta jatah
    bahkan pak dahlan pernah memjadi pembicara disalah satu acara PKS
    yang terakhir tadi rapat dengan komisi XI tentang IPO semen baturaja
    separoh anggota dewan mendukung kebijakan Pak dahlan

    jadi jangan kawatir saudaraku mang encep
    asal pak dahlan punya takdir jadi Presiden
    beliu pasti jadi presiden

    WAllahu ‘ Bisshowab.

    Posted by anang banjar | 5 Februari 2013, 10:20 pm
  104. Contoh sederhana bagaimana seorang pemimpin: menemukan masalah, mencari solusi, dan menjaga agar masalah tidak kembali lagi….

    “Saya sangat berterima kasih kepada Pak Dahlan, karena beliaulah pejabat pertama yang mengunjungi mesin pompa air di Waduk Pluit, ketika ketinggian air mencapai di atas dua meter. Apakah karena bisa berenang atau tidak, yang pasti beliau tiba dilokasi banjir ,” (cepat menuju permasalahan)

    “Kami tentunya mendoakan Pak Dahlan, agar tetap sehat. Kalau saja pak Dahlan tidak datang ke sana, mungkin pompanya belum bisa berfungsi sampai hari ini,” (cepat menyelesaikan masalah)
    -Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono.

    “Bambang didaulat memberikan sambutan terkait program penanaman 5.000 pohon sukun di KBN tersebut yang digagas Dahlan Iskan dan dijadikan percontohan penghijauan bagi BUMN lainnya di Indonesia” (inovatif dalam menjaga permasalahan tidak timbul lagi atau minimal mengurangi dampaknya)

    Pencitraan atau bukan, orang ini sudah menerapkan apa yang dimaksud dengan leadership code

    Posted by Zipcon | 6 Februari 2013, 9:00 am
    • Poin ini mungkin pak Jokowi harus belajar, langsung menuju poin2 sentral utk ditanggulangi pertama. Bukan hanya lihat tanggul jebol bolak-balik padahal sudah banyak yg handle disitu. Ada titik lain yg tersumbat, sehingga air meluap dan menjebolkan tanggul yaitu pompa yang hanya berfungsi sebagian.

      Klo pak Jokowi dan pak DI bisa di sinkronkan, Jakarta akan maju signifikan 5 tahun kedepan

      Posted by surontani | 6 Februari 2013, 10:31 am
      • Suka komen Mas Surotani…
        Cuma saya sedikit kecewa dengan Jokowi dan DJokir (Djoko Kirmanto/Men-PU)
        Pa DIS mencoba membantu via BUMN, dengan membuat 2 bendungan/waduk besar di Depok…
        Pembiayaan Semua dari BUMN, yg dibutuhkan hanya persetujuan dan Ijin Lahan…
        DAN ITU DITOLAK MENTAH2… (apa gengsi??)

        memang ada opsi lain dari Jokowi dan Djokir, tapi menurut hemat saya untuk benar2 total menghilangkan banjir dari Jakarta harus melakukan byk opsi dan kemudian disinergikan… misal :
        1. Perluasan Gorong2…
        2. Pembangunan Deep Tunnel spt malaysia…
        3. Penyambungan banjir kanal Timur dan Barat…
        4. Pembangunan Waduk2 Besar… (bisa multi fungsi untuk pengairan dan wisata juga).
        5. Pembuatan Daerah Resapan
        6. Perluasan dan Pembersihan Kali Ciliwung dan Kali2 yg lain…
        7. Aktifkan Gerakan Gotong Royong dan Kebersihan Lingkungan…
        8. Penataan Amdal pembangunan di DKI (yg semakin ancur)…
        9. Perkuat Komite banjir dari Hulu hingga Ke Hilir… (dari Bogor-jakarta-Bekasi-karawang)…
        10. Aktivasi Pompa2 SUPER BEsar dari Kapal2 Pompa milik BUMN pada saat hujan besar
        11. Sistem Pemindah hujan dengan menebar garam di awan (biaya 140jt sekali terbang).
        12. Undang Pakar Banjir dan Pengairan dari Negri Belanda… (daripada Kunker2 pejabat ga jelas)…

        Dengan Dana Bencana Banjir Hingga 2~10T dari Mentri Keuangan, saya rasa tidak ada alasan program2 tsb tidak dijalankan….

        Saya Bukan Pakar banjir, Diindonesia sudah byk pakar yg berbicara… Tapi hanya sebatas ngomong THOK…
        yg mau lsg ACTION dan BUAT RENCANA KERJA /SCHEDULE msh Sedikit…

        Ingat, Siklus banjir di JKT adalah per 5~7th… di 2007, 2012 dan next mkn di 2017…
        Kalau msh banjir juga… Saya akan salahkan itu GUBERNUR JAKARTA…!!!

        Salam,
        Putu

        Posted by PUTU | 6 Februari 2013, 11:47 am
        • Saya juga kecewa ditolaknya konsep Pa Dahlan untuk membuat bendungan raksasa di Depok. Saya yakin gagasan pa Dahlan bukan sekedar ide mengatasi banjir Jakarta dengan memiih Depok sebagai lokasi bendungan raksasa.
          Sebagai orang Bogor yang tidak jarang lewat wilayah Depok dan sekitarnya, dalam dua puluh tahun terakhir ini puluhan Danau, Situ, telaga, rawa, dan persawahan, perlahaaaaaaannnn tapi pasti…., telah menghilang dari kawasan Depok…..!
          1. Bila bendungan ini jadi, paling tidak sekian persen danau, situ, telaga, rawa, persawahan yang hilang tadi dikembalikan dan berfungsi sebagai resapan air.
          2. Kehadiran bendungan sudah pasti akan diikuti oleh manfaat lainnya, seperti wisata, perikanan air tawar, olahraga air, sumber air baku untuk PDAM Kota Depok dan DKI, dlsb.

          Posted by mang encep | 6 Februari 2013, 12:37 pm
          • Tapi saya melihat Pak DIS tidak Patah arang…
            Dgn Jiwa Satria beliau tetap menunggu…
            dan jika tetap tidak ada solusi, saya yakin mau ga mau beliau akan tetap bergerak…
            tentunya dengan persetujuan bosnya… pak SBY…

            Posted by PUTU | 6 Februari 2013, 3:41 pm
    • Saya Suka Ide Abah DIS untuk Nanam Sukun… itu ide yg Brilian/Out of the box…
      Mengapa saya bilang seperti itu…

      SUKUN ALIAS “BREAD FRUIT/BUAH ROTI”
      (1). Byk Rakyat Miskin/Gelandangan Kelaparan… Sehingga mereka menjadi sesat dan mencuri/Garong…
      Jika ada tanaman sukun gratis, itu bisa mereka makan, setidaknya mengenyangkan perut mereka…
      (2). Kondisi sekarang byk ditanami pohon akasia atau pohon peneduh, yg fungsinya hanya meneduhkan saja, tidak ada fungsi pangannya… dan daunnya kecil2 gampang jatuh, bikin kotor jalan.
      (3). Pohon Sukun, daunnya lebar, lebih rindang dan gampang perawatannya…
      (4). 2-IN-1 FUNGSI : Program Penghijauan dan Pengentasan Kelaparan….
      (5). Secara Gizi juga ga kalah dengan roti orang bule… Sarapan Sukun kedepan mkn akan jadi budaya baru..

      Mudah2an byk pejabat membaca MH juga sehingga terinspirasi untuk daerahnya masing2…
      (daripada nonton bokep atau tidur)…

      Serba serbi sukun :
      (1). http://eemoo-esprit.blogspot.com/2012/09/kandungan-gizi-buah-sukun.html
      (2). http://cynthiavenikalioe.com/kenali-manfaat-buah-sukun.html
      ====================================================
      Kandungan Gizi Buah Sukun
      Sukun adalah nama sejenis pohon dan sekaligus buahnya. Buah sukun tidak berbiji dan memiliki bagian yang empuk, yang mirip roti setelah dimasak atau digoreng. Karena itu, orang-orang Eropa mengenalnya sebagai “buah roti” (Inggris.: breadfruit; Belanda.: broodvrucht, dll.).

      Bakkara, begitulah sukun dikenal di daerah Sulawesi Selatan, merupakan buah yang biasa diolah menjadi gorengan yang selalu laku di jual, dikarenakan harganya yang relatif murah. Buah sukun (Artocarpus communis) merupakan bahan pangan alternatif yang kini mulai cukup populer dan dikembangkan diberbagai daerah. Buah sukun segar bisa langsung dimanfaatkan sebagai bahan pangan, lazimnya yaitu dengan cara menggoreng daging buahnya. Agar dapat disimpan lebih lama sebagai bahan pangan, buah sukun dapat diolah menjadi gaplek sukun, tepung sukun, pati sukun, atau tapai sukun, dll. Dengan adanya bahan-bahan dasar tersebut, maka aneka panganan dengan bahan baku buah sukun dapat dibuat dan dinikmati setiap saat.

      Sukun sesungguhnya adalah kultivar yang terseleksi sehingga tak berbiji. Kata “sukun” dalam bahasa Jawa berarti “tanpa biji” dan dipakai untuk kultivar tanpa biji pada jenis buah lainnya, seperti jambu klutuk dan durian. “Moyangnya” yang berbiji (dan karenanya dianggap setengah liar) dikenal sebagai timbul, kulur (bahasa Sunda), atau kluwih (bahasa Jawa). Di daerah Pasifik, kulur dan sukun menjadi sumber karbohidrat penting. Di sana dikenal dengan berbagai nama, seperti kuru, ulu, atau uru. Nama ilmiahnya adalah Artocarpus altilis.

      Kerajaan: Plantae
      Filum: Magnoliophyta
      Kelas: Magnoliopsida
      Ordo: Rosales
      Famili: Moraceae
      Genus: Artocarpus
      Spesies: A. altilis – Artocarpus altilis

      Buah Sukun yang sekilas kulitnya mirip buah Nangka

      Buah Sukun dan pohon Sukun

      Sukun sudah lama dikenal di tengah masyarakat Indonesia. Buahnya biasa digoreng dibuat keripik, atau direbus sebagai makanan kecil. Harganya yang tidak mahal menjadikannya makanan kecil yang banyak dijajakan.

      Buah sukun (tak berbiji) merupakan bahan pangan penting sumber karbohidrat di pelbagai kepulauan di daerah tropik, terutama di Pasifik dan Asia Tenggara. Sukun dapat dimasak utuh atau dipotong-potong terlebih dulu: direbus, digoreng, disangrai atau dibakar. Buah yang telah dimasak dapat diiris-iris dan dikeringkan di bawah matahari atau dalam tungku, sehingga awet dan dapat disimpan lama.
      Di pulau-pulau Pasifik, kelebihan panen buah sukun akan dipendam dalam lubang tanah dan dibiarkan berfermentasi beberapa minggu lamanya, sehingga berubah menjadi pasta mirip keju yang awet, bergizi dan dapat dibuat menjadi semacam kue panggang. Sukun dapat pula dijadikan keripik dengan cara diiris tipis dan digoreng.

      Sukun dapat menghasilkan buah hingga 200 buah per pohon per tahun. Masing-masing buah beratnya antara 400-1200 gr, namun ada pula varietas yang buahnya mencapai 5 kg. Nilai energinya antara 470-670 kJ per 100 gram. Tidak mengherankan bila sukun menarik minat para penjelajah Barat, yang kemudian mengimpor tanaman ini dari Tahiti ke Amerika tropis (Karibia) pada sekitar akhir 1780an untuk menghasilkan makanan murah bagi para budak di sana.

      Kandungan Gizi Buah Sukun
      Melayani Ukuran 100 gr (100 g)

      ——————————————————————————–

      Jumlah per Porsi
      Kalori 103 dari Lemak 1.80

      ——————————————————————————–

      % Nilai harian*
      Total Lemak 0.20 g 0.3 %
      Lemak Jenuh 0.100 g 0.5 %
      Kolesterol 0 mg 0.0 %
      Sodium 2 mg 0.1 %
      Total Karbohidrat 27.10 g 9.0 %
      Diet Serat 4.9 g 19.6 %
      Protein 1.10 g 2.2 %

      ——————————————————————————–

      Vitamin C 48.3 %
      Vitamin B1 Thiamin 6.0 %
      Vitamin B2 Riboflavin 1.8 %
      Vitamin B3 Niasin 4.0 %
      Vitamin B5 Asam Pantotenat acid 5.6 %
      Vitamin B6 15.0 %
      Kalsium 1.7 %
      Besi 2.8 %
      Kalium 14.0 %
      Fosfor 3.0 %
      Magnesium 6.3 %
      Seng 0.7 %
      Tembaga 4.0 %
      Mangan 3.0 %
      C Sistein 1.7 %
      F Fenilalanin 3.0 %
      I Isoleusin 4.6 %
      K Lisin 1.8 %
      L Leusin 2.4 %
      M Metionin 1.9 %
      T Treonin 5.0 %
      Tirosin 2.2 %
      V Valin 2.6 %
      W Triptofan 10.7 %
      * Nilai Persen harian berdasarkan diet 2.000 kalori. Nilai harian Anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan kalori Anda.
      Jumlah total lemak Kurang dari 65g
      Lemak jenuh Kurang dari 20g
      Kolesterol Kurang dari 300mg
      Sodium Kurang dari 2,400mg
      Jumlah Karbohidrat 300g
      Diet Serat 25g
      source : http://manycalories.com/id

      Posted by PUTU | 6 Februari 2013, 11:21 am
  105. JOKOWI MENGALAHKAN DAHLAN ISKAN !

    REP | 10 January 2013 | 06:44
    Persahabatan boleh saja jalan, tetapi rivalitas.., itu urusan beda, dan ujung-ujungnya, Dahlan Iskanpun dikalahkan oleh Jokowi.

    Semuanya bermula dari Solo, Cuma dengan cara yang berbeda. Dahlan Iskan dengan mobil sport Tuxuci kebanggannya, memilih Solo sebagai kota awal untuk uji coba perjalanan seribu kilometer mobil itu. Tujuan akhir rencananya adalah kota Magetan di Jawa Timur. Sebelum uji coba dimulai, mobil itu oleh Dahlan Iskan telah dikenalkan kepada publik “ Inilah mobil listrik mewah hasil karya anak bangsa “ dan dari segi tampilan, mobil seharga satu setengah milyar itu sudah terkesan banget mewahnya, dan wajar saja bila dihebohkan dan diberitakan oleh banyak media dimana-mana, dan Dahlanpun tampak puas dengan mobil itu.

    Perjalan dari Jogja ke Solo dengan kecepatan wajar sepanjang tujuh puluh kilometer berjalan lancar, dan setelah dido’a selamatkan oleh Ki Manteb di Solo, dimulailah perjalan uji coba itu, Dahlanpun dengan penuh keyakinan menyetiri sendiri dan disampingnya duduk seorang teman menemani. Tidak ada tanda-tanda akan terjadi bencana, semua berjalan sempurna ala mobil mewah, jalan raya yang ditempuh dalam kondisi mulus tanpa ada aspal yang mengelupas, tingkat keramaian juga wajar, apalagi disiang bolong terang benderang tanpa hujan, tentu nikmat dan nyaman sekali mengendarai mobil mewah itu. Lalu tiba-tiba saja mobil itu bermasalah dengan remnya, Dahlan membanting setir kekanan, menambrak mobil lain yang sedang berhenti berlawan arah, kemudian menabrak tiang, dan baru berhenti setelah menabrak tebing dengan wujut mobil yang hancur-hancuran. Tetapi Dahlan dan temannya selamat tanpa cidera yang berarti. Itulah keunggulan mobil mewah itu, tingkat keselamatan penumpang telah terbukti dapat dibanggakan, Dahlan Iskan beserta temannya meneruskan perjalanannya lagi.

    Jokowi juga punya mobil yang dibanggakan, Kiat Esemka Namanya, tetapi mobil itu berbeda dengan mobil mewah Dahlan Iskan. Mobil Jokowi bertype SUV adalah mobil murah hasil kerja sama antara anak-anak SMK dengan perusahaan karoseri kelas rumahan. Mobil itu dihebohkan karena memunculkan kontraversi, namun Jokowi cuek saja dengan kontraversi itu. Bilamana mobil itu lulus uji emisi, maka harga jual komersilnya diperkirakan berkisar seratus juta rupiah saja. Dan salah satu dari mobil itu telah dipakai Jokowi sebagai mobil dinas wali kota Solo.

    Untuk mendapatkan sertifikat lulus uji emisi, mobil Kiat Esemka itu dilakukan juga uji coba perjalanan. Kota yang dipilih sebagai awal uji coba adalah kota solo menuju ke Jakarta, Cuma tidak ada diberitakan tentang ritual acara selamatannya. Dalam perjalan uji coba, mobil itu disetiri secara bergantian oleh wakil wali kota Solo dengan seorang anggota DPR. Sepanjang perjalan uji coba, mobil itu dipacu dengan kecepatan wajar, semua berjalan lancar tanpa ada kendala, permasalahan yang ditemui adalah ketika mobil itu melalui uji emisi di Jakarta, ternyata mobil itu belum lulus uji emisi dan perlu penyempurnaan lagi. Pekerjaan penyempurnaan itu tentu lebih mudah, apalagi mobil itu juga tidak mengalami kecelakaan sampai hancur-hancuran kayak mobil Tuxoci Dahlan Iskan itu, Dan dalam soal permobilan, Jokowi ternyata telah unggul dari Dahlan Iskan. 

    Posted by JOKOWI MEMANG TOP! :dahlan iskan bolehlah jadi wakilnya... | 6 Februari 2013, 12:01 pm
    • berita ini bohong om…mobil SMKnya joko wee MOBIL CHINA doang, silahkan hub pakde sukat kalau gak percaya..beliau yang memperkenalkan pertama kali, pakde joko wee cuma numpang aja…

      Posted by charis | 6 Februari 2013, 1:03 pm
    • Pertama, ga ada kompetisi di sini mas – jadi ga ada yang menang dan kalah. Kompetisi yang sebenernya justru ketika kedua prototype mobil yang ada sudah diuji dan dipasarkan (artinya mereka berkompetisi terhadap dirinya sendiri). Jadi baik jokowi dan DI dikatakan kalah jika mereka berhenti mencoba atau menyerah..kita lihat saja nanti

      kedua, Secara visi sudah beda, DI menuju mobil masa depan, kalo mobil SMK visinya adalah mobil nasional kebanggan? Keduanya masih akan menempuh jalan yang masih jauh menuju mass produksi. Kalo pendapat pribadi saya mending saya menghabiskan waktu satu tahun untuk membuat produk yang lima tahun lagi akan booming, daripada menghabiskan waktu 6 bulan untuk produk yang lima tahun lagi bakal punah

      Posted by ZIPCON | 6 Februari 2013, 1:16 pm
      • ZIPCON : “Kalo pendapat pribadi saya mending saya menghabiskan waktu satu tahun untuk membuat produk yang lima tahun lagi akan booming, daripada menghabiskan waktu 6 bulan untuk produk yang lima tahun lagi bakal punah”,
        Pernyataan yang bagus, Jempol untuk ZIPCON
        Salam

        Posted by mang encep | 6 Februari 2013, 1:22 pm
      • betul mobil SMKNYA sekarang kurang pesanananya ….kalah sama buatan jepang…kasihan bengkelnya

        Posted by charis | 6 Februari 2013, 1:34 pm
      • Saudaraku sesama pecinta tanah air…. membandingkan JOKOWI dengn DAHLAN ISKAN adalah tindakan yang mengadu domba pengikutnya / pengagumnya….( hla wong mereka ber 2 aja bersahabat, saling mengunjungi kok…)
        Saya ajak anda ” menengok” ke jaman Penjajahan Belanda.

        Ingat tak- tik Belanda DEVIDE et IMPERA, PECAH BELAH (kemudian) KUASAI….

        Siapakah yang dipecah belah saat itu ? Raja VS Pangeran, Raja VS Bupati dll. Kalau mereka sudah dibuat perang saudara , yang perang mereka beserta rakyatnya, yang saling membunuh rakyat Indonesia ( belanda coma nonton sambil ngompori)…yg lemah dipersenjatai oleh Belanda( dengan kompensasi diujungnya tentunya),

        Yang namanya perang, menang kalah tetap rugi bukan… Akhirnya dua-duanya jadi kecil dan lemah…Lantas siapa yang diuntungkan ? Belanda tentunya. Ketika mereka perang ,yang besar kalah senjata, kemudian yang kecil menang menjadi raja TETAPI menjadi RAJA BONEKA…

        Karena politik balas budi, maka pemerintahannya tidak pernah mandiri dan selamanya bisa dikuasai…selama 350 tahun !!! Sampai beberapa pemuda yang mengenyam pendidikan “SADAR” dan bangkit dengan mempersatukan diri, melepaskan ego, mengutamakan kemerdekaan.

        Dengan SUMPAH PEMUDA, mereka menyatukan diri ibarat lidi yang bersatu sebagai sapu yang kuat…begitu kuatnya hingga bisa menyapu penjajah dari negeri ini…

        LANTAS APA HUBUNGANNYA DENGAN MEMBANDINGKAN JOKOWI DAN DAHLAN ISKAN ?

        JW dan DI adalah pangeran-pangeran pembangunan RI saat ini… mereka sama-sama telah menunjukkan hasil karya dalam rangka pengabdiannya pada rakyat, walau mereka punya JALUR yang berbeda…

        KE 2 nya sama baiknya ( diihat dari sisi prestasi). Ada kelebihan dan kekurangannya tentunya. Jokowi bisa membangun kalau DIBIAYAI PEMERINTAH…tapi DIPILIH OLEH RAKYAT. Dahlan Iskan “bisa” membiayai pembangunan dari intern perbankan di BUMN ( tidak tergantung dari pihak luar), tapi DITUNJUK OLEH PRESIDEN.

        SO ? JANGAN DIBANDINGKAN, namun dianggap SALING MELENGKAPI untuk pembangunan negeri ini. RI butuh pemimpin seperti Jokowi dan Penggerak seperti DI. Malah kalau bisa dicari lagi , putra-putri bangsa seperti mereka untuk jadi inspirasi kita.

        Sekali lagi, JANGAN MAU DIADU DOMBA ( emangnya kita kambing ? he he he)

        Semoga bisa jadi renungan dan tidak ada lagi ” gontok-gontok-an” tentang pengagum Jokowi dan DI.
        Salam ACI ( Aku Cinta Indonesia). Gbu all.

        Yang ingin kontak personal bisa hub. kontakwning@yahoo.co.id

        Posted by w.ning | 6 Februari 2013, 8:30 pm
        • betul.. betul… betul ..bu W.Ning….. kita tidak mau peristiwa jaman penjajahan dulu terulang lagi sekarang…. ayo temukan pangeran-pangeran, raja-raja yang biajksana saling melengkapi kekurangan dan memahami kelebihan masing masing sehingga Indonesia Raya berkumandang dijagat arena sesungguhnya……

          Posted by suhardi | 7 Februari 2013, 7:20 am
    • ………….Awas lagunya Bang Roir
      “Adu domba”!!!!

      Terlalu!!!!

      Posted by DWI P | 6 Februari 2013, 2:44 pm
    • Ha….ha….ha….a, saudaraku yang ganteng, salam hormat dan salam kenal dari beta..

      Senang,anda mau bergabung disini Kakak Jokowi Memang Top dst…dst..
      Tapi kayaknya anda harus banyak “membaca” MH.1 sampai 63 secara ber-ulang2..,
      supaya bisa “pinter” dulu…..
      Dmk, selamat belajar….mdh2an tambah semangat…

      Salam Dahlanis….

      Posted by N. SORRI.. | 6 Februari 2013, 5:32 pm
    • KALAHIN DULU BANG RHOMA… hahahahah

      http://news.detik.com/read/2013/02/06/184102/2163141/10/survei-pdb-rhoma-irama-tenar-sebagai-capres?9922022
      ============================
      Survei PDB: Rhoma Irama Tenar Sebagai Capres
      Elvan Dany Sutrisno – detikNews
      Rhoma Irama
      Jakarta – – Lembaga survei Pusat Data Bersatu (PDB) pimpinan Didik J Rachbini menggelar survei terkait tingkat keterkenalan masyarakat (top of mind) capres di tengah masyarakat. Siapa sangka, raja dangdut Rhoma Irama paling dikenal sebagai capres. Wow!

      “Ketika masyarakat diminta menyebutkan nama calon presiden yang diketahui (secara
      spontan, tanpa ada daftar nama), maka nama Rhoma menjadi nama yang disebut pertama kali
      oleh 25,8 persen masyarakat Indonesia,” demikian paparan survei PDB yang diterima detikcom, Rabu (6/2/2013).

      Setelah Rhoma Irama, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) yang mendeklarasikan diri Juli 2012 lalu ada di posisi 2 dikenal 16,9 persen responden. Sementara Prabowo Subianto di urutan ketiga dengan persentase sama seperti Ical.

      Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dikenal sebagai capres oleh 8,8 persen responden, di bawah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang dikenal sebagai capres oleh 12,2 persen responden.

      Survei tersebut dilakukan dari tanggal 3 Januari-18 Januari 2013. Wawancara dilakukan secara tatap muka terhadap 1.200 responden di 30 provinsi di Indonesia secara acak. Usia responden adalah 17 tahun atau sudah menikah. Survei ini memiliki margin of error 2,8 persen.

      Berikut 12 tokoh paling dikenal sebagai capres, berdasarkan survei PDB:

      1. Rhoma Irama 25,8 persen
      2. Aburizal Bakrie 16,9 persen
      3. Prabowo Subianto 16,6 persen
      4. Megawati Soekarnoputri 12,2 persen
      5. Joko Widodo 8,8 persen
      6. Jusuf Kalla 8,7 persen
      7. Mahfud MD 2,5 persen
      8. Wiranto 1,9 persen
      9. Surya Paloh 1,8 persen
      10. Dahlan Iskan 1,4 persen
      11. Joko Suyanto 0,3 persen
      12. Chairul Tanjung 0,1 persen

      Posted by PUTU | 6 Februari 2013, 8:09 pm
    • Anda jokowi mmg top…..,lagi ngelindur atau lagi apa sich…?

      Tolong yang agak “cerdas” dan “pintar” klu bergabung disini…
      Caranya sangat mudah,bersihkan hati kotor anda terlebih dahulu,
      jauhkan dari perasaan emosi dan bohong, jauhkan dari karekter provokative..
      dan simak dan pelajari : MH.01 sampai 63 ..

      Insya Allahanda nanti akan segera “sadar”..
      Ternyata apa-apa yang telah dilakukan Abah Dahlan Iskan, betul-betul bermuara
      permasalahan2 yang sangat mendasar..demi untuk kesejahteraan Masyarakat…

      Tapi beta senang anda bergabung disini,mdh2-an mendapat manfaat-nya…
      Demikian,salaaam Dahlanis…

      Posted by N. SORRI.. | 7 Februari 2013, 11:59 am
  106. SAYA YAKIN…… PARA CUKONG, PARA IMPORTIR, PARA KONGLOMERAT KOTOR, AKAN SELALU MENGHADANG LANGKAH PAK DAHLAN……………. kalo semua barang impor terpenuhi, kami jadi apa??? kalau semua pejabat jujur, bagaimana kami korupsi…. kalau semua pejabat kerja keras, kapan kami liburan keluar negeri dengan uang negara?? dahlan harus di hadang..titik..

    Posted by Rakyat kecil | 6 Februari 2013, 12:09 pm
  107. TERBUKTI SUDAH, pencitraan Dahlan TIDAK ADA APA2NYA di hadapan wakil rakyat. Rabu pagi ini dipanggil Komisi VII DPR masih juga Dahlan kabur ngibrit ke Kalsel. Dasar pengecut, Untuk Effendi Simbolon, teruslah bermental baja, berhati batu dan bermuka tembok untuk memburu Dahlan dan menghancurkan pencitraannya. Cuma kepada DPRlah harapan kami sisakan. Jangan seperti Sutan Bhatoegana yang sudah keok tersihir pencitraannya.

    http://bisnis.liputan6.com/read/505249/dpr-tak-akan-pernah-bosan-panggil-dahlan-iskan

    DPR Tak akan Pernah Bosan Panggil Dahlan Iskan

    Liputan6.com, Jakarta : Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali memanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan untuk meminta klarifikasi hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal inefisiensi senilai Rp 37,6 triliun saat Dahlan memimpin PT PLN (Persero).

    “Kami panggil jam 10 pagi ini. Kami undang lagi karena sudah 6-7 kali, dia tidak datang,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR, Effendi Simbolon saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (6/2/2013).

    Tidak hanya Dahlan, dalam rapat itu Komisi VII DPR juga memanggil Menteri ESDM Jero Wacik, Dirut PLN, Dirut PT Pertamina (Persero), Dirut PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Kepala Satuan Kerja Khusus Migas (SKK Migas).

    “Obyek yang diaudit BPK itu kan tiga yaitu Dirut PLN, Menteri ESDM dan Kepala BP Migas (sekarang SKK Migas-red). Jadi kami panggil untuk verifikasi,” jelasnya.

    DPR juga akan mendatangkan mantan Dirut PLN Fahmi Mochtar, yang merupakan bos PLN sebelum Dahlan.
    “Ini merupakan hasil rapat internal Komisi VII yang membutuhkan juga data-data dari dia,” tutur dia.

    Ketua Komisi VII DPR, Sutan Bhatoegana membenarkan soal dipanggilnya Dahlan Iskan dalam rapat di Komisi VII pada hari ini.

    Namun, secara pribadi Sutan sebenarnya mengaku dirinya menilai masalah ini sudah selesai. Seluruh keterangan yang dibutuhkan Komisi VII sebenarnya sudah diperoleh dari sumber lain seperti Dirut PLN Nur Pamudji, yang sebelumnya menjabat Direktur Energi Primer PLN saat Dahlan memimpin PLN.

    “Lagipula hasilnya dalam rapat terakhir, kami sudah meminta BPK untuk melakukan audit investigasi soal indikasi kerugian negara,” jelas dia. (Ndw)

    Posted by citracibir | 6 Februari 2013, 1:11 pm
    • Betoll sekali mas citracibir..kalo urusan pencitraan DI kalah jauh ama Effendi Simbolon yang berotot kawat, tulang wesi, rai gedek, untu pager hahahaha…
      slow aja lah – masih 6x kali khan, kata DI kalo mau jadi pengusaha yang sukses minimal rugi atau ditipu 10x,
      abisin aja dulu kuotanya, nanti dilihat DI mau datang ato engga..kalo engga datang juga berarti bukan jodohnya, cari obyekan/bisnis lain aja

      Posted by ZIPCON | 6 Februari 2013, 1:21 pm
      • Dipanggil DPR, Dahlan Mangkir Lagi

        Ini adalah KELIMA KALINYA Dahlan mankir dari panggilan rapat parlemen terkait dengan pemborosan di perusahaan setrum milik pemerintah itu. Agenda rapat dengar pendapat hari ini juga masih sama, yakni meminta penjelasan Dahlan ihwal temuan Badan Pemeriksa Keuangan mengenai adanya inefisiensi di PT PLN (Persero) sebesar Rp 37,6 triliun.

        http://www.tempo.co/read/news/2013/02/06/090459451/Dipanggil-DPR-Dahlan-Mangkir-Lagi

        Simbolon yang malang. Saking napsunya sampe lupa berapa kali Dahlan mangkir tidak datang ke DPR..

        Posted by koplakkoue | 6 Februari 2013, 1:40 pm
        • Menurut Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi, kepada tempo.com surat ketidakhadiran Dahlan telah dikirimkan ke Dewan sejak Senin kemarin. Didasari surat yang salinannya diperoleh Tempo, Dahlan tidak bisa hadir karena melakukan kunjungan kerja Ke Kalimantan Selatan dalam rangka evaluasi pelaksanaan gerakan peningkatan produksi pangan berbasis korporasi (GP3K) terkait dengan potensi pencetakan lahan 1.000 hektare.

          Tampaknya, agenda kunjungan Dahlan hari ini cukup padat. Pasalnya, selain agenda tadi, Dahlan mengunjungi SPBU Pertamina di Kabupaten Tapin Kota Rantau Kalimantan Selatan. Dahlan telah berada di sana sejak dinihari tadi. Bila waktu memungkinkan, menurut Faisal, hari ini Dahlan akan berkunjung ke PTPN XIII untuk meninjau perkebunan karet, sawit, dan sapi.

          Sejak dini hari pa Dahlan sudah kerja, kerja dan kerja….
          Daripada kongkow2 dengan anggota dewan berbual-bual soal yang sudah jelas (mau dibawa ke KPK kek, audit investigatif kek, silakan saja), lebih baik ngurus swasembada pangan, karet, sawit dan SAPI….!

          Semoga rakyat bisa menilai dengan jernih.

          Yaa Allah, semoga Pa Dahlan selalu dilimpahi kesehatan, dijauhkan dari fitnah dan mara bahaya…hiks…

          Posted by mang encep | 6 Februari 2013, 2:02 pm
    • “Kami panggil jam 10 pagi ini. Kami undang lagi karena sudah 6-7 kali, dia tidak datang,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR, Effendi Simbolon saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (6/2/2013).

      “.. sudah 6-7 kali, dia tidak datang”…. haaaa… Om Bolon ga hafal jumlah RDP yang dia jadwalkan sendiri!
      Bagaimana bisa ingat dengan jumlah rakyat yang dia wakili ???
      Kira2 apa saja ya yang ada dalam ingatan Om yang satu ini ?

      Posted by mang encep | 6 Februari 2013, 2:40 pm
    • Suka Comen bung Citracibir…
      bagian : “Berhati batu dan bermuka tembok…”
      Ntar pas abis PILKADA udah ga diundang lagi kok… uda selesai kampanyenya… hahahaha….

      Kalau diambil hikmah positifnya, semakin dicela dan dihujat DIS malah semakin dikenal….

      Posted by PUTU | 6 Februari 2013, 5:26 pm
  108. berkali kali sUdah dibilang kalau DPR tidak puas silahkan langsung melaporkan ke KPK, masalahnya kenapa dpr tidak SEGERA melaporkan ya…, aneh pasti ada sesuatu, saya senang besuk lagi kalau diundang mendingan lihat sapi lagi…….

    Posted by charis | 6 Februari 2013, 1:20 pm
  109. tinggalkan DPR dengan segala kegalauannya……tunggulah waktu yang akan bicara….

    Posted by heru | 6 Februari 2013, 2:28 pm
  110. DPR Tuding Dahlan Iskan Pencuri
    http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/02/06/mhs7bi-dpr-tuding-dahlan-iskan-pencuri

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — DPR RI kembali menuding mantan direktur utama PLN yang kini menjabat sebagai Menteri BUMN, Dahlan Iskan, sebagai pencuri listrik. Hal ini terkait peristiwa tahun 2001 lalu, saat tim operasi penertiban aliran listrik (opal) dari rayon PLN menemukan kekurangan bayar di gedung kantor Jawa Pos yang dipimpin Dahlan, Gedung Graha Pena Surabaya.

    Pencurian listrik tersebut mencapai 1.600 kilo volt amper (kVA) dan menyebabkan denda hingga Rp 2 miliar. “Bagaimana bisa pencuri menjadi dirut PLN, lalu menteri BUMN dan nanti mau jadi presiden,” kata anggota Komisi VII DPR Alimin di hadapan Rapat Dengar Pendapat DPR terkait inefisiensi PLN 2009 hingga 2011, Rabu (6/2).

    Ia pun menuding, Dahlan sebagai seorang Naga Bonar. “Naga Bonar itu preman yang menjadi jenderal, jadi nggak ngerti,” ujarnya.

    Buktinya, kata dia, Dahlan membuat keputusan yang berujung pada inefisiensi PLN. Dikatakannya, Dahlan membuat keputusan untuk melayani pelanggan baru, padahal energi yang ada belum siap.

    Sementara itu, Direktur Utama PLN Nur Pamudji membantah isu pencurian ini. “Yang ditemukan ada kerusakan kabel di gardu PLN, yang gardunya melayani Graha Pena,” katanya.

    Ini berpengaruh pada ukuran energi Gedung Graha Pena. Karena itu, ia menolak hal tersebut dikatakan pencurian, tapi hanya kekurangan daya.

    hmmmm……sungguh tendensius sekali…

    Posted by aburachman | 6 Februari 2013, 3:36 pm
    • Nafsu Syahwat DPR untuk menuduh Dahlan Iskan pencuri gede banget.. sebenarnya gampang aja menuduh Dahlan Iskan … pada acara di metro tv tempo hari, Dahlan Iskan sudah membuat pengkuan terbuka bahwa waktu kecil “nyolong” tebu milik BUMN untuk mengganjal perutnya yang kelaparan.. kenapa DPR tidak memanfaatkan pengakuan ini untuk melaporkan Dahlan Iskan sebagai pencuri ke KPK,.. pasti kena khan ???? hehehe

      Posted by cak-mat | 6 Februari 2013, 3:50 pm
      • Betul cak-mat, kalau mau dihitung termasuk besar korupsinya loh..contoh dia ngambil 3 batang tebu itu setara sekian kg gula, sedikit ilmu ngawur harga gula memakai metode net present value, dimana t = 50 tahun.

        nah coba itu staff ahli yang dimiliki masing2 anggota suruh hitung (Daripada dibayar mahal cuma bawain tas sama nyatet hasil rapat). pasti gede nilainya..ini aja yang dilaporkan ke KPK

        Posted by ZIPCON | 6 Februari 2013, 4:48 pm
      • ampun ……………………………………………..
        wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk
        ngakak guling guling guling..
        mas Cak-Mat sgitunya deh.

        Posted by Manihot Ultissima | 7 Februari 2013, 10:30 am
    • Saran saya gampang… TANGKAP SAJA DIS… (kalo bisa)…
      DPR Cuma gertak sambal doang…
      Giliran dibales dilaporkan ke BPK pada kebakaran jenggot…

      Kalo mau maen2 di media jgn sama DIS lah…
      kalo beliau menggunakan kekuasaan Media bisa runyam urusannya…
      Dgn Mempunyai JawaPos Group… Ribuan wartawan bisa dikerahkannya…

      Menjebak DPR sangat gampang…
      Cukup dgn duit 1M dan Gadis Cantik… (bukannya mau ngajarin lho… hahahaha)…

      Posted by PUTU | 6 Februari 2013, 5:34 pm
  111. Bagaimanapun inilah sistem di negara kita. Ada Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif.
    Sebobrok apapun DPR, ini adalah sistem kita. Dan tidak ada satu orangpun yg boleh berdiri melangkahi sistem ini.

    Posted by uyung | 6 Februari 2013, 4:01 pm
  112. komentar cak mat paling lucu
    moga moga tukul atau sule membacanya
    dan mereka jadikan bahan lawakan
    buat menyindir anggota dewan

    Posted by anang banjar | 6 Februari 2013, 6:08 pm
  113. Umur saya sudah 33 tahun, tp belum bisa memberdayakan orang-orang disekitar saya. Semoga saya bisa mengikuti jejak orang-orang yang diorbitkan oleh DI.. Mohon do’a para Dahlanmania supaya saya bisa mengikuti jejak-jejak para orbitan DI. Memberdayakan orang-orang disekitar kampung saya. 4 tahun lagi saya akan mewujudkan itu. Jejak itu sedang saya susun.. Mari berdayakan diri sendiri dan tidak lupa memberdayakan orang-orang disekitar kita. Supaya indonesia bisa mandiri. Amiin. ACI

    Posted by must abi | 7 Februari 2013, 2:03 am
    • I like this…. semoga diberkahi Tuhan Bro MUST ABI… Gbu.

      Posted by w.ning | 7 Februari 2013, 5:03 am
    • Saya dukung mas MU ST ABI, kita seumuran ya lebih dikit lah sama temen gak masalh. bisa share juga apa programnya siapa tahu saya bisa lebih kongkrit belajar dari mu. email ke nurmuhisku@yahoo.com ya.

      Posted by Nur Muhis | 7 Februari 2013, 7:14 am
    • Salut dan salam kenal dgn Kakak Must Abi dari beta di NTT.

      [....]
      Mari berdayakan diri sendiri dan tidak lupa memperdayakan orang-orang disekitar kita..
      [...]
      Dalam benak beta,kalimat ini yang sangat menarik…

      Mumpong masih muda,mari kita ikuti MH mulai awal,
      Insya Allah akan banyak meng-inspirasi kita dalam melangkah ke depan..
      AMIIIN.

      Selamat berjuang dan Salam Dahlanis..

      Posted by N. SORRI.. | 7 Februari 2013, 3:39 pm
    • saya doakan must abi, sya sendiri belum mampu untuk berbuat seperti itu.. mudah2an Allah membukakan jalan bgi kita semua.. amin.. semoga berhasil…

      Posted by suhardi | 8 Februari 2013, 3:46 pm
  114. selalu menjadi inspiasi anak negeri… salam dai gorontalo

    Posted by salam | 7 Februari 2013, 9:37 am
  115. http://www.bumn.go.id/wp-content/uploads/2012/06/presconQ1.pdf

    kinerja bumn ? PAYAH !!!
    menterinya gak focus neh, cengengesan melulu lage…

    Posted by bumn perlu diruwat kaleee...musyrik ! | 7 Februari 2013, 10:38 am
    • Kinerja BUMN Tahun 2011 ?
      Untuk kinerja tahun 2012 tunggu ya laporan di bulan Maret 2013.
      Kinerja tahun 2012 meliputi bulan Januari 2012 sampai Desember 2012.
      Menteri BUMN Dahlan Iskan dilantik Oktober 2011.
      Sebenarnya dengan Perkembangan Kinerja BUMN TB 2012: Asset & Ekuitas sebagaimna tampilan halaman 7 jelas ada kenaikan signifikan (target).
      Perhatikan di halaman 9 terdapat 6 BUMN masuk dalam “Forbes Global 2000” Tahun 2012

      Terima kasih atas infonya sebagai bahan perbandingan untuk menilai kinerja Dahlan Iskan tahun buku 2012 pada laporan bulan Maret 2013 nanti. Pasti kemajuannya akan lebih dahsyat baik dari sisi peningkatan aset maupun equitas. kalau dari sisi laba sudah kelihatan dari sekarang. beberapa BUMN yang kolaps sdh bernafas kembali dan membukukan laba disamping BUMN yang membukukan laba ratusan persen.

      Catatan : tujuan posting menjatuhkan Dahlan Iskan, namun dari data yang ada nampak sebaliknya !
      Ibarat pepatah : jangan abaikan hal positif walaupun keluar dari pantat ayam (maaf menyebut binatang peliharaan saya yang belum lama bertelur).

      Sekali lagi terima kasih dan Salam “Demi Indonesia” yang mulai beran “Berdikari”, kecuali segerombolan anggota DPR di pusat maupun Daerah yang cara berfikirnya masih primitif (maaf mengungkit-ungkit nenek moyang saya yang belum lama dibikin komiknya oleh Prof Etty Indriati Guru Besar UGM tentang Manusia Purba Sangiran).

      Posted by mang encep | 7 Februari 2013, 11:34 am
      • wakakaka

        mang encep pedes juga kalo komen, pas nanti dibuka datanya wueleh weleh ternyata penggerak ekonomi indonesia BUMN mengambil porsi terbesar, ternyata pendapatannya sampai 1500 T bujubuneeeeng

        Posted by saeful | 7 Februari 2013, 12:02 pm
        • Dengan izin Allah semoga demikian.
          Syaratnya memang berat, antara lain semua jajaran kementerian BUMN dan stake-holders BUMN dapat mengimbangi kerja keras dan kerja cerdas pa Dahlan Iskan.

          Posted by mang encep | 7 Februari 2013, 12:10 pm
        • Hahaha…., Kang Saeful… Komen Bli PUTU lebih pedes daripada komen saya tuh…
          Sama-sama penggemar masakan Padang barangkali ya..?

          Posted by mang encep | 7 Februari 2013, 4:46 pm
    • laporan begitu bagus dibilang jeblok…lihatnya pakai apa yaaaa?

      Posted by Gallus Soloensis | 7 Februari 2013, 12:37 pm
    • Mas lulusan mana ya??? ga bisa baca presentasi ya… padahal pakai bahasa indonesia juga…
      blm bahasa Inggris atau Jepang atau Mandarin…

      Patokan bagus tidaknya suatu usaha bukan dari deviden yg dibagikan… INGET ITU… (Tanya dosen ekonomimu deh)
      Tapi lihat dari liquiditas Modal dan Assetnya, apakah bertambah atau menurun…

      Management yg LICIK, berusaha menutupi kinerja perusahaannya yg bobrok dengan membagikan deviden yg besar… sehingga asset dan investasinya pasti akan berkurang ditahun berikutnya…

      Management yg pintar akan berusaha mengarahkan deviden akan bisa dipakai untuk investasi kembali…
      seperti bola salju, semakin lama akan semakin membesar… dgn catatan itu tidak DIKORUPSI…

      Untuk kasus BUMN, dari Awal pak DIS sudah NEGO ke Mentri Keuangan Pak Agus M. agar mengurangi deviden BUMN, sebab akan dipakai untuk pembiayaan BUMN lainnya, misal Jalan TOL SUMATERA, TOL BALI, BANDARA & PELABUHAN2.. dll… yg perusahaan swasta tidak berani masuk (karena balik modal bisa 20th lagi)…

      Dari Tahun lalu Target pak DIS mengurangi penggunaan APBN dan PMN untuk BUMN,
      dan secara Berdikari menggunakan Profit BUMN itu sendiri…

      Saran saya, dibanding anda MENCELA dan tambah BODOH,
      mending anda membaca dan Belajar menjadi pengusaha yg handal…

      Saya dgn pola pikir spt ini juga karena didikan online abah via MH…
      Saya baca semua progress sampai link2 terkecil dari MH itu… dan sungguh luar biasa…
      Jarang2 ada CEO Kelas Atas yg bagi2 ilmu manajerial gratis seperti DIS…
      Biasanya pada bikin buku dan Dijual Mahal…

      KEMBALI KE ANDA, APAKAH MAU BERUBAH MAJU ATAU JALAN DITEMPAT…

      Posted by PUTU | 7 Februari 2013, 2:29 pm
      • woooooooow hebat mas Putu….. ternyata yang mengkritik lewat laporan keuangan gak lulus kuliahnya sehingga cara membacanya ngawur…. kayak anak TK…… hebat bro….. emang sebaiknya deviden dari BUMN itu sendiri harusnya dipakai lagi menjadi tambahan modal agar nantinya tidak membebani APBN…. sehingga dapat membuat infrastruktur & prasarana dimana perusahaan swasta pasti mikir 50000000x untuk membuatnya…. jos bro putu

        Posted by suhardi | 8 Februari 2013, 3:55 pm
        • bro Suhardi
          mau cerdas itu gampang… Baca MH berulang2… dihayati makna dan tujuannya…
          dan positif thinking…
          tar pasti pinter dgn sendirinya…

          Otak itu kerjanya belajar tiap hari, mengingat, dan mengeluarkan gelombang otak….
          jika pikiran kita positif dan membaca hal2 yg positif, hasilnya akan super sekali….
          (note : otak kita juga paling baru kepake 3~5% aja… qiqiqiqi)…

          Posted by PUTU | 8 Februari 2013, 4:42 pm
  116. dilihat pakai kaca mata hitam untuk orang buta

    Posted by anang banjar | 7 Februari 2013, 1:44 pm
  117. begundalnya dahlan juga payah gak cerdas, dipancing mau saja…. dari mulai ngeles bahwa dahlan dilantik oktober 2011, lantas setelah itu dengan segala upaya bilang kinerja bumn bagus… dasar mental kere !

    Posted by kutu | 7 Februari 2013, 7:13 pm
    • Hehe… Om KUTU (busuk) sewot ya ngadimin eh ngadepin militansi Dahlanis. Slow aja Om ini khan forum diskusi jadi kelapa nya mesti dingin pake es dech… kalo dilihat dari bahasanya Om KUTU (busuk) karakternya sama dengan tokoh antagonis di sinetron tukang bubur yaitu mak Nong. Sirik. Semoga dapat hidayah.

      Posted by mang encep | 7 Februari 2013, 8:54 pm
      • bukan mak enok mang encep…. tapi haji dua kali yang gak tahu sopan santun gak tahu diri.,.. suka membenarkan dirinya sendiri…. yaitu Haji Muhidin…. yang klo dipanggil mesti lengkap… kayak anggota dHEWAN yang katanya terhormat……

        Posted by suhardi | 8 Februari 2013, 4:04 pm
        • ok se7 setali tiga uang dech… “mak enok” dan “haji dua kali muhidin” (maaf kalo ada yang namanya kebetulan sama, itu hanya tokoh antagonis dalam sinetron saja, mak enok dan haji muhidin yang sesunguhnya tidak demikian, kebetulan yang satu bibi saya dan satunya paman saya, beliau berdua sangat baik dan jauh dari sifat2 yang diperankan oleh kedua tokoh antagonis tersebut, hehe..)
          salam

          Posted by mang encep | 8 Februari 2013, 4:13 pm
    • semoga sadar ya mas, obatnya diminum dulu..sana cepet

      Posted by Silla Keras | 8 Februari 2013, 6:43 am
      • Saya setuju dengan Effendi Ghazali jika Dahlan adalah Jokowi yang dipercepat (fast forward) … Basic karaketer mereka sama, dengan kecepatan yang berbeda.@tvOne

        Posted by mssetiadi | 8 Februari 2013, 8:28 am
        • Beda Pengalaman bos…
          Bekal Wartawan beliau dan Ketekunan beliau tiada bandingannya…

          Dan sekali lagi, jgn memperbandingkan antara Dahlan dan Jokowi…
          Seperti membandingkan Durian dgn jeruk (bukan apple to apple), ga bakalan ktm…

          Harusnya dipersamakan positifnya….
          Yaitu sama2 merakyat, Jujur, dan Bekerja dgn Tulus….

          Posted by PUTU | 8 Februari 2013, 9:55 am
    • dari isi komentarnya, cara berpikir si kutu ini sama persis dengan cara berpikirnya anggota DPR effendi simbolon.. jangan-2 kutu=effendi simbolon???

      Posted by cak-mat | 8 Februari 2013, 12:51 pm
      • atau jgn2 pasukan nasi bungkus…
        Saya bingung dgn orang2 yg rela dibyar murah demi menyebarkan hal negatif….

        DIMANA LETAK NASIONALISME ANDA2 SEMUA SEBAGAI BANGSA INDONESIA…

        Ketika bangsa anda DIJAJAH, DIBODOHI, DIPERAS, DIKORUPSI….
        maka yg akan sengsara adalah orang2 yg ada di negara tsb…

        Cobalah Tengok negara2 maju yg rakyatnya makmur… Duit bisa byk, penghasilan melimpah, gampang cari kerja…
        Tiap tahun bisa liburan ke Luar Negeri… Apa ga iri???

        Entahlah… tergantung daya berpikirnya masing2…
        saya sih masih menaruh harapan besar untuk negeri ini,
        kalo ga udah dari dulu saya tinggal di jepang…

        Msh ACI euy….

        Posted by PUTU | 8 Februari 2013, 4:09 pm
        • @setuju dengan anda pak putu….untungnya pak DI adalah nasionalis sejati, juga punya kemampuan financial yang luar biasa, cintanya untuk negeri ini tidak terbantahkan..uang pribadi bisa keluar demi memberikan kesempatan anak2 negeri yang berpontensi untuk berkarya demi harga diri dan kejayaan negeri ini…jd dengan mencaci maki adalah harga yg paling murah, kalau konfrontasi tentu pasti kalah….

          Posted by ep sard | 8 Februari 2013, 6:02 pm
  118. “Begitu banyak jalan untuk meningkatkan kehidupan”…. SETUJU BGT…

    Posted by Kiptis | 8 Februari 2013, 3:56 am
  119. Selamat pagi pak.ternyata banyak inspirasi yang tersembunyi tanpa kita sadari.maju terus pak dis kami tunggu inspirasi** berikutnya.oh iya kok jarang menyapa kami di tweeter sekarang?

    Posted by azzam | 8 Februari 2013, 6:02 am
  120. Par DI sudah melangkah nyata, masih ada yang jual BLUE PRINT program swasembada sapi. Dialog FORBIS metrotv semalam. Siapsiap klu Pak DI ngejar BLUEPRINT nya. Applicable dan executable nggak. Butuhnya BLUE PINT apa real action?

    Posted by Fortuna | 8 Februari 2013, 8:47 am
  121. Indonesia bisa maju, dengan atau tanpa Pak Dahlan. Tapi kontribusi Pak Dahlan untuk memajukan negara ini tidak bisa diabaikan. Pak Dahlan berpikir dan bekerja keras untuk memecah kebuntuan. Banyak masalah yang selalu berulang tak kunjung berakhir. Soal impor pangan misalnya. Selalu rame kalau sudah diberitakan. Demikian halnya soal BBM. Banyak yang demo kalau harganya hendak naik. Begitu terus. Dan terus berulang. Pak Dahlan tidak mau masalah yang begitu2 terus berlarut. Harus ada upaya untuk mengakhirinya. Dan upaya-upaya itu mulai dilakukan, ditunjukkan, minimal untuk menegakkan akal sehat, mengikis sinisme dan apathisme publik, dan rasa pesimis yang berlebihan. Saya paling tidak suka mendengar orang2 yang menyebut kerja keras Pak Dahlan sebagai pencitraan, terlebih meremehkan, bahkan melecehkannya.

    Posted by Dedy Armayadi | 8 Februari 2013, 10:10 am
    • Dedy Armayadi super sekali

      Posted by mang encep | 8 Februari 2013, 12:52 pm
    • @ Sdr. Fortuna

      Ya, saya juga nonton dialog FORBIS metrotv semalam yang mengangkat tema: Swasembada Daging Sapi, mencari solusi terkait semrawutnya persapian di negri ini.
      Dan kesan saya: Lucu, banyak badut!
      Betapa tidak?

      @ Hari gini pada nawarin blueprint, apa pada gak baca MH 62 tuh orang-orang?

      @ Maunya cari solusi sapi, e… malah saling cari kambing. Hitam lagi!

      @ Tuh Viva Yoga Mulyadi, anggota Komisi IV dari Fraksi PAN mengatakan –kurang lebih begini: “…65% daging sapi dikonsumsi DKI Jakarta dan sekitarnya. Ngapain Dahlan Iskan buat ranch jauh-jauh di Desa Bila, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan? Mestinya kan cukup di daerah yang dekat dengan DKI Jakarta.” tanpa menunjukkan di mana areanya. Saat itu Bung DI di-closeup sedang tertawa geli bersama teman duduknya mendengar komen dpr itu. Mungkin pikir DI: “ di DKI Jakarta kan sudah ada tuh kandang sapi. Yang atapnya ijo itu” hahaha

      Salam tuk DahlanIS.www

      Posted by aditam@putra | 8 Februari 2013, 2:16 pm
      • hadooooh, wakil rakyat apa kandang sapi? terlalu nih komentar
        pak dahlan itu minta blue print itu mau membandingkan saja apa perlu departemen pertanian dibawah BUMN, secara pekerjaannya sudah bisa di handle

        tapi kata kata ini masih mendominasi ” pemerintah belum serius bla bla bla ……”
        yang serius kan DPR doang qiqiqiqiqiqi

        Posted by saeful | 8 Februari 2013, 2:54 pm
      • Aditam@putra : “di DKI Jakarta kan sudah ada tuh kandang sapi. Yang atapnya ijo itu” Super lucu !!!! Tapi ngepas banget….. dan mesti saya bilang wow ghitu?

        Sebenarnya saya prihatin mengapa “kualitas” wakil rakyat seperti itu bisa terpilih ya?
        1. Dari “kandang sapi” mana dia mendapatkan angka 65% daging sapi dikonsumsi DKI Jakarta dan sekitarnya?
        2. Apa dia gak mikir untuk beternak sapi itu selain memerlukan lahan yang cocok, ketersediaan pakannya dan masalah lingkungannya. Daerah mana yang dekat dengan DKI? Gedung yang “atapnya Ijo” itu kan cuma kandang sementara gak mungkin disitu bisa dijadikan pengembangbiakan ribuan ekor sapi beneran, wahai anggota dewan yang terhormat !!!!
        3. Nyata sekali anggota dewan yang satu ini asbun seolah lebih tahu dari ahlinya. Padahal kalau saja mau meluangkan sedikit waktu bertanya kepada Om Google paling tidak dia punya data yang bisa dipertanggungjawabkan. Meskipun data itu belum tentu 100% valid tapi lumayanlah supaya ga keliatan oon-nya.
        4. Saran saya (anggap saja sebagai aspirasi rakyat) : segeralah bertaubat karena sudah terlalu lama membohongi rakyat dan diri sendiri.

        Data Direktorat Jenderal Pertenakan, Kementerian Pertanian, menyebutkan produksi daging sapi di beberapa propinsi sentra penghasil daging sapi, kecendrungannya mengalami kenaikan setiap tahun. Tercatat Propinsi Jawa Timur pada 2011 produksi daging sebesar 112.447 ton dan mengalami kenaikan pada 2012 sebesar 2,05% (114.749 ton), dan di Propinsi Jawa Barat pada tahun yang sama sebesar 78.476 ton mengalami kenaikan pada tahun 2012 sebesar 7,20% (84.128 ton), sedangkan di Propinsi Jawa Tengah di tahun 2011 sebesar 60.322 ton naik sebesar 3,55% (62.462 ton) di tahun 2012.

        Dari total produksi daging sapi menurut propinsi di Indonesia secara keseluruhan tercatat untuk tahun 2011 sebesar 485.333 ton dan di tahun 2012 tercatat sebesar 505.447 ton dengan pertumbuhan kenaikan produksi daging sapi sebesar 4,15%. Secara agregat, produksi daging sapi di beberapa propinsi masih akan terus mengalami peningkatan produksi.

        Sedangkan untuk ketersediaan bagi propinsi sentra konsumsi daging sapi di Indonesia, berdasarkan data urutan dari jumlah permintaan yang tinggi, yaitu Propinsi Jawa Barat pada tahun 2010 permintaan untuk konsumsi daging sapi sebesar 344.267 ton, dan terbesar ke dua adalah Propinsi Jawa Timur sebesar 222.682 ton, selanjutnya Propinsi Jawa Tengah pada urutan ke tiga dengan jumlah permintaan sebesar 146.458 ton. Sedangkan Propinsi DKI Jakarta dan Bali serta Sumatera Utara jumlah permintaan untuk komsumsi rata-rata sebesar 80.000 ton.

        http://www.setkab.go.id/artikel-6396-.html

        Posted by mang encep | 8 Februari 2013, 3:07 pm
        • Saya lebih pilih mang encep daripada anggota dhewan… wkwkwwkwk…
          Coba ditanya dulu tuh, ijazahnya asli atau beli… soale dulu byk kasus ijazah palsu…

          kan udah dibilang DPR itu kayak anak TK oleh GUSDUR…
          cuma bisa merengek dan teriak2 doang… dan berantem… hasilnya??? kerjaan cuma 25% dari target…
          Giliran nyalahin paling cepet…

          Orang2 spt itu baiknya didoain aja agar cepet insyaf…

          Posted by PUTU | 8 Februari 2013, 4:15 pm
          • hehe Mas PUTU bisa saja.
            Saya sudah wakil rakyat koq.
            Cuma “wakil”nya hanyut kena banjir !
            hahaha…

            Posted by mang encep | 8 Februari 2013, 4:22 pm
        • Kakak Saeful,sebelumnya salam hormat dan salam kenal dari beta…

          Bicara mslh Kandang Sapi, beta harus “protes” ke Kakak Mang Encep dan Kakak Aditam@putra.

          Maaf Kakak Mang Encep dan Kakak Aditam@putra ;
          Kalau beta bilang : Gedung yang warna ijo itu, sonde cocok untuk Kandang Sapi,
          tapi yang cocok untuk Kandang Babi….

          Karena,dimana-mana, Kandang Babi tidak perlu area luas,cukup yang ada payungnya saja,
          supaya Babi-nya bisa gemuk-gemuk….

          Kw….kw….kw….kw….

          Tetap semangat and Salam Dahlanis…

          Posted by N. SORRI.. | 10 Februari 2013, 8:47 pm
    • Kata Goenawan Muhammad, Membangun Harapan Tidak Bisa dengan Diam-Diam

      Posted by surontani | 8 Februari 2013, 2:31 pm
  122. Kembali ke laptop (kata mas tukul)

    Pa Dahlan ini memang sangat bersahaja. Kalau kita amati betul, apa yang dia lakukan jauh dari tujuan pencitraan, malahan membantu suksesnya program kementerian lain.
    Buktinya beliau menindaklanjuti program kementerian lain sekaligus mensupport UKM dalam mewujudkan peluang bisnis rumput laut.
    Kementerian terkait mestinya mengucapkan terima kasih kepada rekan sejawatnya Menteri BUMN Dahlan Iskan.
    Ini linknya :
    http://rocana.kemenperin.go.id/index.php?option=com_phocadownload&view=category&download=252:2.-p&id=27:2010-p&Itemid=192

    Posted by mang encep | 8 Februari 2013, 4:06 pm
    • SETUJUUUUUUUUU SEKALI, KAKAK MANG ENCEP …

      Insya Allah,Kakak Mang Encep ;

      Kalau beta baca ber-ulang2 apa-apa yang menjadi Karya-Nyata (betul2-teejasdi) oleh :
      Abah Dahlan Iskan (MH:01 sampai 63 ini),
      Koq beta sama sekali tidak merasa ada secuil-pun, Abah Dahlan Iskan mau ber-Citra-Ria…

      Maaf,dari Kacamata beta: Abah Dahlan Iskan hanya mau ; “Ibadah” karena Allah semata…(ber-sahaja sekali).

      Dengan Jam Terbang Abah Dahlan meliki, beliau sangat-galau” / prihatin ;
      Kenapa Republik ini kekurangan: Garam,Pangan,,Daging,Gula…dll…dll…dll..?
      sementara ini-itu punya…

      Dengan Potensi,Capasitas, Kecerdasan dan Semangat yang di-miliki Abah Dahlan Iskan,
      beliau hanya : ber-Optimalisasi-Ria saja ;
      Melalui Potensi-potensi : Putra-Putri Petir Indonesia..
      Demi meningkatkan Kesejahteraan Rakyat,paling tidak Rakyat tidak kekurangan “Gizi”…,sehingga
      Rakyat bisa : Sehat, Cerdas dan selanjut bisa lebih Produktive lagi….

      Negeri ini Kekurangan Pangan, beliau bangkitkan Masyarakat melalui : Tanam Pasi,Jagung,Gandum dll…dll.
      Negeri ini Kekurangan Daging, beliau bangkitkan Masyarakat melalui : Ternak Sapi,Ikan, Kelinci dll…dll..
      Negeri ini Kekurangan Gula, beliau bangkitkan Masyarakat melalui Tanam Tebu, Operasi Pabrik dlll…dll…
      Negeri ini Kekurangan BBM, beliau bangkitkan Masyarakat melalui Professi/ke-Ahlian masing2…..
      Negeri ini memiliki banyak orang-orang : Pintar dan Cerdas2, beliau bangkitkan Potensi-nya..
      Negeri yang Kaya akan : Air,Matahari, Angin dll…dll, beliau Optimalkan…
      Negeri yang Kaya akan Laut, Kapal-kapal yang rusak2,beliu Optimalkan,bagaimana Kapal tsb,bs di Oerasikan,
      demi Masyarakat , demi Masyarakat, demi Masyarakat…

      Subhannallah…

      Tentang keberadaan Instansi lain,misal : Instansi Pertanian, Energi ,Perdagangan dan lain-lain….,
      Insya Allah,semua berjalan Parallel,cuman Abah jalannya lebih cepat,karena tidak melalui Rumah Kura-Kura…

      Mudah-mudahan,apa yang menjadi Karya-Nyata Abah Dahlan Iskan;
      dilimpahkan : Kemudahan, Bimbingan Perlindungan, Kesehatan dan Ridhlo dari Allah..

      AMIIN ALLAHUMA AMIIN..

      Salam Dahlanis….

      Posted by N. SORRI.. | 8 Februari 2013, 6:08 pm
      • Hehe…. Rumah Kura Kura = Atap Ijo = Kandang Sapi.
        Kalo bisa nitip tambahan penghuni buat staf ahli atau ahlinya staf yaitu Om KUTU (busuk) & Nona PUTUL (ketauan mau ngedompleng nama Dahlanis tulen)…, wakakaaaakkkk…. (bentar mau cari temen senyum), hmmmm….

        Posted by mang encep | 8 Februari 2013, 7:51 pm
        • Satu per satu anggota DPR masuk penjara. Mulai kasus Al-quran, sampai Sapi. Benar ternyata, DPR itu termasuk lembaga terkorup. Ternyata benar, banyak koruptor di DPR. Kita butuh DPR, tapi bukan DPR yang penuh koruptor. Pak Dahlan telah mengajarkan kita bagaimana melawan para koruptor di DPR. Cukup melempar isu pemalak di BUMN, sekarang anggota DPR korup mulai mikir2 mau malak BUMN lagi.

          Posted by Dedy Armayadi | 8 Februari 2013, 11:48 pm
  123. Saya Setuju dengan Pendapat Mang Encep…
    (wah daya pikirnya udah kena virus DIS nih)..

    Cuma saya lihat msh pada gengsian… padahal kalo disinergikan akan luar biasa sekali pergerakannya…
    BUMN lebih tepat sebagai penyalur…Memikirkan bagaimana menampung, memberi modal dan mendistribusian/menjual… dgn kekuatan modal BUMN yg ribuan Triliun, itu cuma seujung kuku saja…

    Kementrian lainnya sebagai penggerak yg lebih detail, bagaimana mengajarkan ke petani/nelayan, bagaimana mengajak, memberikan solusi2 thd masalah2 yg dihadapi petani… sehingga mereka bisa semangat lagi…

    karena tidak ada yg bergerak, maka abah terpaksa turut campur lebih dalam…
    program2 kerakyatannya sangat mengena sekali…
    mengentaskan kemiskinan di desa2… dgn cara
    1. Mengajak beternak Kelinci… dan membantu bibit kelinci unggul dari Cina
    2. Membuka lahan 100rb Ha,
    3. Petani gula sekarang tersenyum tiap panen karena ada jaminan rendeman, tidak ada calo2an
    4. Program yarnen dan Pro besar, GP3K buat petani padi
    5. Menanam sorgum sebagai pengganti gandum
    6. Membantu petani garam dgn membranisasi, sehingga garam melimpah dan Kualitas No.1 semua…
    7. Beternak SAPI SASA (Sapi sawit) dan sistem Ranch…
    8. Beternak Kambing Ettawa
    9. Menanam Rumput laut graciella dan cottoni.
    10. Penanaman Sukun secara masal di area lahan TOL

    Terima Kasih ya Tuhan,, engkau telah mengirimkan orang yg Tulus dan Cerdas untuk membantu membangun bangsa yg bobrok ini… semoga NKRI kelak menjadi bangsa yg benar2 berdaulat atas Bumi, Air, dan kekayaan yg terkandung didalamnya…

    Buat Dahlanis… Tolong cepat Ditularkan virus2 MH : KERJA KERJA KERJA….

    Posted by PUTU | 8 Februari 2013, 4:33 pm
  124. Dahlan Iskan: Saya Gagal Jadi Dirut PLN

    Selasa, 1 November 2011, 13:07 Nur Farida Ahniar, Iwan Kurniawan

    Nur Pamudji Akan Dilantik di Gardu Induk PLN
    Dahlan Tunjuk Nur Pamudji Pimpin PLN
    Pabrik Kertas Leces Dapat PMN Rp200 Miliar

    VIVAnews – Mantan Direktur Utama PLN (Persero) Dahlan Iskan merasa gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai dirut PLN karena tidak bisa mengalahkan lima musuh utama PLN. Untuk itu, Ia berharap Dirut baru
    PLN dapat menuntaskan pekerjaan rumah yang Ia tinggalkan.

    Musuh pertama PLN adalah krisis listrik, memang masih ada beberapa wilayah yang masih krisis listrik namun secara keseluruhan krisis listrik telah berhasil Ia selesaikan.

    “Musuh yang kedua menyelesaikan antrean daftar tunggu sebanyak 2,5 juta sambungan dan saat ini juga, sudah selesai,” katanya di Jakarta, 1 November 2011.

    Musuh ketiga terkait pemadaman yang terjadi akibat kerusakan trafo. Dulu dalam sebulan di sebuah kota kecil bisa 50 kali terjadi pemadaman karena trafo rusak, namun sekarang sudah turun menjadi sekitar 7
    hingga 9 kali.

    Musuh keempat yaitu gangguan penyulang dalam sebulan yang bisa mencapai 50 kali dan saat ini turun menjadi empat hingga enam kali. Dan musuh kelima adalah pasokan gas dan hingga Ia tidak lagi menjabat sebagai
    Dirut PLN belum terselesaikan.

    “Saya merasa gagal, musuh besar nomor lima yaitu PLN mendapatkan pasokan gas belum tercapai. Seandainya Pak Jero Wacik jadi menteri ESDM tiga tahun lalu, musuh kelima ini pasti sudah berhasil ditaklukkan,” katanya.

    Ia menjelaskan pasokan gas yang seret merupakan musuh PLN dan musuh negara karena membengkakan subsidi. Selama satu minggu Ia dan Jero Wacik menjabat, PLN telah mendapatkan pasokan gas 40 BBTUD.

    “Dalam satu hari saya SMS dengan Pak Jero bisa 10 kali menanyai pasokan gas, dan kemarin PLN sudah mendapat pasokan gas. Ini signal baik untuk kita semua,” katanya. (umi)

    © VIVA.co.id

    Mas kutu, anda ada benarnya ! yang bersangkutan saja pernah mengaku GAGAL koq para begundalnya masih saja membabi buta memuja muji… cuiiiiih…jijaiiii

    Posted by putul | 8 Februari 2013, 5:19 pm
    • @putul…menurut saya ucapan beliau adalah motivasi bagi penerus berikutnya karena kelima item yg disebut adalah masalah yg selalu berulang-ulang dan selama beliau menjabat kelima masalah diatas sudah bisa teratasi walau blm 100% karena keburu diangkat jadi menteri BUMN…so jadi bukan sesuatu kegagalan tapi prestasi yg patut dibanggakan, tidak ada orang yg hanya 2 tahun bs membuat PLN lebih berprestasi dan lebih berinovasi..jadi cemoohan anda adalah kebodohan dari anda memandang sesuatu masalah…nikmati saja kalau anda tidak suka tapi saya yakin kalau anda selama ini menikmati fasilitas PLN dengan begitu mudah serta nyamankan…

      Posted by ep sard | 8 Februari 2013, 5:47 pm
    • Anda ini bodoh sekali… Ga tau lagi disindir oleh Dahlan Iskan…
      PLN Merugi selama ini karena tidak dapat pasokan gas yg cukup, sehingga PLN menggunakan BBM yg notabene sangat mahal…

      GAS TANGGUH Dijual murah ke CINA semasa Pemerintahan Mbok De MEGA…
      Dijual US$ 3,35 per MMBTU, padahal PLN berani bayar US$ 7-9 per MMBTU (ada apa coba???)
      Dan Ga tanggung2, kontraknya selama 25~40th-an
      Kekayaan bangsa dijual demi memuaskan kantong2 pejabat PICIK…
      Sekarang Rakyat indonesia yg merasakan Deritanya…
      Mbo De sih kipas2, karena SPBUnya laku keras…

      Laen kali kalo mau Copas, jgn sampai di Kick Balik… kelihatan OON-nya…
      (ngomong2 anda dibayar berapa sich, mau2nya dijadikan bulan2an disini…)

      http://harmawankaeni.blogspot.com/2012/10/bukan-dahlan-iskan-tetapi-megawati.html
      =====================
      Bukan Dahlan Iskan tetapi Megawati
      Anggota DPR yang tidak suka dengan Dahlan Iskan seakan mendapat amunisi ketika audit BPK menyebut ada inefisiensi di PLN pada saat Dahlan Iskan menjabat sebagai Direktur Utama.
      Padahal inefisiensi tersebut menurut mantan Dirut PLN tersebut sudah berjalan lama sebelumnya dan tak terelakkan akibat kebijakan penjualan gas Tangguh dengan harga murah ke China.
      Berani nggak anggota DPR memanggil Megawati yang bertindak sebagai pangambil kebijakan penjualan gas Tangguh 100% ke China dengan harga murah sehingga PLN tidak kebagian?
      Silahkan mencermati tulisan berikut yang memuat tanggapan pengamat perminyakan Kurtubi.

      Pengamat Perminyakan Kurtubi menegaskan, pemborosan atau inefisiensi PLN 2009/2010 sebesar Rp 37 triliun bukan karena kepemimpinan Dahlan Iskan saat menjadi dirut PT PLN (Persero). Menurut Kurtubi pemborosan itu karena kebijakan yang salah diambil oleh pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

      “Penyebab inefisiensi itu bukan karena Dahlan, tetapi karena kebijakan yang salah yang diambil saat pemerintahan Megawati,” kata Kurtubi kepada detikFinance, Senin (29/10/2012).
      Kebijakan yang salah tersebut antara lain ketika Presiden Megawati menyetujui penjualan gas LNG ke luar negeri 100% pada Tahun 2002. Parahnya lagi dijual ke China dengan harga yang sangat murah sekali yakni hanya US$ 3,35 per MMBTU.

      “Produksi gas LNG dari Tangguh Papua dijual 100% ke luar negeri, saat itu menteri teknisnya adalah Purnomo Yusgiantoro (saat ini Menteri Pertahanan). Disetujui dijual sebagian ke China dengan harga yang sangat murah sekali yakni US$ 3,35 per MMBTU, padahal saat itu industri dalam negeri (lokal) termasuk PLN berani membeli dengan harga US$ 7-9 per MMBTU,” ungkap Kurtubi.
      Apalagi pada tahun 2002, PLN sudah memiliki pembangkit listrik tenaga gas, namun menurut Kurtubi, PLN tidak diberi setetes pun dari Tangguh oleh pemerintah saat itu.

      “Akibatnya pembangkit listrik gas PLN seperti di Muara Tawar, Tambak Lorok, Muara Karang dan banyak lagi tidak mendapatkan pasokan gas sehingga bisa terancam mati total, makanya pada saat itu oleh Dahlan Iskan diputuskan menggunakan BBM, kalau tidak Jakarta dan Sumatera gelap gulita,” ujar Kurtubi.

      Untuk itu kata Kurtubi, salah alamat jika inefisiensi PLN sebesar Rp 37 triliun ditujukan kepada Dahlan Iskan.
      “Bukan Dahlan Iskan yang salah, yang salah kenapa dalam negeri tidak diberi gas secuil pun dari Tangguh, dan malah di ekspor keluar negeri, padahal penjualan gas ke China dengan harga murah tersebut berpotensi merugikan negera miliaran dolar, ingat miliaran dolar,” tandas Kurtubi.

      Posted by PUTU | 8 Februari 2013, 7:37 pm
      • Penjelasan Bli PUTU di atas sangat telak. Fakta yg tidak terbantahkan. Sebenarnya kita tidak bermaksud mengungkit masa lalu dan mendiskreditkan seseorang tapi mengingat orang seperti Dahlan Iskan yg habis2an bekerja dilecehkan dan fitnah disebarluaskan maka khalayak berhak tahu yg sebenarnya dan bisa menilai secara obyektif.

        Posted by mang encep | 8 Februari 2013, 8:43 pm
      • @Bung Putu, saya sependapat dengan apa yang disampaikan Kurtubi. Penjualan gas dari Tangguh dengan harga murah ke China berpotensi merugikan negara miliaran dolar. Saya pikir, ini perlu diperdalam. Agak aneh, kalau Efendi Simbolon cs yang notabene anak buah Mega sangat ngotot dengan issue inefisiensi PLN yang sebenarnya bisa membahayakan pimpinannya. Sadar atau tidak, kalau saja Pak Dahlan ingin bermain, PDIP bisa kacau balau.

        Posted by Dedy Armayadi | 8 Februari 2013, 10:20 pm
      • SUBHANNALLAH.
        BETA SANGAT TERTARIK DENGAN CATATAN KAKAK PUTU,
        BETUL-BETUL SANGAT “CERDAS” DAN “LENGKAP” : CARA BERPIKIR KAKAK PUTU.

        TERNYATA,UJUNG2-NYA DARI TEMUAN BPK (INEFFISIENSIE : 37 T),
        ADALAH GARA-GARA KELAKUAN MBOK DE MEGA THOOO………….? .(mulai th.2002).

        MOSOK PLN (NEGERI SENDIRI) SUDAH MAU BELI “GAS” DENGAN HARGA : U$$ 7-9 PER MMBTU,
        TAPI, MALAH DIJUAL KE NEGERI “CHINA” DENGAN HARGA LEBIH MURAH : U$$ 3,35 PER MMBTU……?????

        PANTASAN; PADA ZAMAN MBOK DE MEGA JADI PRESIDEN, RAKYAT INDONESIA SEMAKIN-MISKIN…..!!!
        GIMANA SONDE MISKIN………?
        GAS-GAS INDONESIA PADA DIJUAL KE NEGERI CHINA SEMUANYA.
        SAMPAI2, 3 BUAH LEBIH PEMBANGKIT LISTRIK-DARI GAS MILIK PLN,
        HARUS MENGGUNAKAN BBM OLEH ABAH DAHLAN ISKAN.

        UNTUNG ADA MR.KURTUBI SEBAGAI ACHLI-NYA…..,
        SEHINGGA SEMUA,AKAN TERLIHAT TERANG-BENERANG OLEH : SELURUH RAKYAT..

        BETA TUNGGU, KOMISI VII (Si Blook-On) MEMANGGIL : ABAH DAHLAN ISKAN,
        KEMUDIAN MEMANGGIL MBOK DE MEGA..
        KATA KAKAK MANG ENCEP; S3NJATA MAKQN TUAN.

        GITU KOQ,MAU MAJU LAGI SEBAGAI CALON PRESIDEN RI..
        MAU JADI APA NEGERA REPUBLIK INI, KELAK…….????????

        MAKASIH KAKAK PUTU, ATAS INFONYA YANG SANGAT LENGKAP….
        TAMBAH SEMANGAT BERSAMA DAHLANIS…….

        Posted by N. SORRI.. | 9 Februari 2013, 7:33 am
        • sip bro N SORRI…
          Kalo Sibloon yg ngomong saya tidak akan percaya, dia sekolah apa bisa komentar spt itu…
          Kalo Kurtubi dia pakar perminyakan… mengerti dan layak untuk memberikan komentar sebagai saksi ahli…

          Saya akan Pilih Presiden ASAL BUKAN MEGA, ARB, SURYA PALOH… sudah jelas2 Sesat orang2 tsb…
          Ingin jadi presiden buat memperkaya diri sendiri…

          Posted by PUTU | 9 Februari 2013, 10:37 am
      • Potensi kerugian Negara diperkirakan sekitar 350~750 Triliun,,, setiap tahun akan naek… karena sekarang harga Gas adalah sekitar $ 20 /mmBTU…
        dan Effendi Simbolon yg koar2???…
        Say curiga, harga 57M yg dia punya akibat cipratan Gas Tangguh juga mkn…
        Semakin ES mencoba berkoar, borok2 Mbok De nya semakin kebuka…

        http://rektivoices.wordpress.com/2008/08/28/skandal-kontrak-gas-tangguh/======================================
        Tidak tanggung-tanggung kerugian Indonesia yang disebabkan oleh kontak LNG (bahan baku Elpiji) kilang gas Tangguh, Papua Barat, yang dibuat semasa pemerintahan Presiden Megawati. Akibat kontrak tersebut Negara dirugikan sekitar 350 Triliun Rupiah.

        Kontak LNG Tangguh merupakan kontrak ekspor LNG ke Provinsi Fujian, China yang disahkan tahun 2002 dan masih berlangsung sampai sekarang. Yang menjadi masalah adalah harga jual LNG kita yang terlalu rendah.

        Kontrak ekspor LNG Tangguh untuk China itu ditandatangani oleh Presiden Megawati pada tahun 2002 dengan mematok harga flat yang sangat murah, yaitu 3,3 dolar AS per juta british thermal unit (MMBU) selama 20 tahun. Nilai kontrak ini sangat jauh di bawah harga pasaran internasional LNG saat ini, yaitu sekitar 20 dolar AS per MMBU. Bahkan lebih rendah dari harga di ladang gas lain, seperti LNG Bontang yang di ekspor ke Jepang, Indonesia mendapat harga 20 dolar AS per MMBTU, dengan patokan harga minyak 110 dolar AS per barel.

        Sungguh malang nasib kita. Sebagai rakyat kita terpaksa membeli LPG dengan harga tinggi, sementara negara lain menikmati bahan baku Elpiji (LNG) kita dengan harga murah meriah. LNG murah dari negeri kita lantas mereka olah menjadi Elpiji yang kemuadian kita beli dengan harga pasar. Sungguh merupakan kebijakan yang irasional. Kemanakah sebenarnya otak para pejabat pemerintah. Tanpa rasa berdosa mereka mengungkapkan kenaikan harus dilakukan agar tidak mengalami kerugian. Namun sesungguhnya kontrak gila yang mereka sepakati itulah yang menyebabkan kerugian.

        Saat rakyat menjerit akibat harga Elpiji yang semakin melonjak, yang bisa dilakukan Pemerintah hanya saling lempar tanggung jawab. Mantan Presiden Megawati kali ini menjadi pihak yang paling disalahkan, namun bukankah Presiden Susilo Bambang Yodhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri ESDM Pornomo Yusgiantoro, juga termasuk dalam nama-nama menteri di jajaran kabinet Gotong Royong saat kontrak LNG Tangguh disahkan. Kontrak penjualan LNG kilang kepada China dengan harga jual yang sangat murah itu diputuskan secara kolektif, yaitu dalam rapat Kabinet Gotong Royong tahun 2002. Di dalam kabinet tersebut terdapat Jusuf Kalla sebagai Menko Kesra, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Menko Polkam, dan Purnomo Yusgiantoro sebagai Menteri ESDM.

        Sudah berpuluh-puluh tahun lamanya, produksi gas dalam negeri lebih banyak dijual ke pasar internasional dengan harga rendah melalui mekanisme ekspor. Data yang dihimpun BPPT menyebutkan ekspor gas yang dikemas dalam bentuk LNG menyita hampir seluruh produksi gas dalam negeri.

        Potret semacam ini tampak pada produksi gas PT Arun (Aceh) dan PT Badak (Bontang). Pada 2000 lalu produksi Arun mencapai 6.706.100 metrik ton, jumlah yang diekspor mencapai 6.747.000 metrik ton. Tak jauh berbeda dengan fenomena yang terjadi di ladang gas Badak, produksi ladang ini pada 2000 mencapai 20.614.900 metrik ton. Sebagian besar produksi dialokasikan untuk kepentingan ekspor, mencapai 20.243.100 metrik ton.

        Kondisi ini terus berlangsung hingga saat ini. Setidaknya data 2002 menyebutkan ekspor mencapai 6.249.700 metrik ton dari total produksi ladang gas Arun yang mencapai 6.242.600 metrik ton. Demikian pula dengan ladang gas Badak. Produksi ladang gas ini turun tipis hingga kisaran 19.942.200 metrik ton, namun kapasitas ekspornya melampaui produksi mencapai 19.964.800 metrik ton.

        Kontrak LNG Tangguh hanyalah satu dari sekian banyak kontrak merugikan yang disahkan di negeri ini. Hal ini tidak lepas dari pengaruh UU No.22 Tahun 2001 tentang Migas. Rendahnya harga jual gas Indonesia untuk kepentingan ekspor juga tidak terlepas dari kontribusi UU Migas yang tidak lagi mengoptimalkan perusahaan Migas nasional yang telah solid dalam penjualan migas seperti Pertamina. Transaksi ini justru diserahkan kepada perusahaan asing yang jelas-jelas memiliki kepentingan.

        Penjualan gas ladang Tangguh ke China merupakan contoh nyata, dengan harga masksimal US$3,2 per MMBTU oleh British Petroleum (BP). BP mempunyai saham di perusahaan gas Australia yang menjadi pesaing utama penjualan gas ke negara Tirai Bambu itu. Selain itu, BP juga memiliki saham pada receiving terminal atau pelabuhan penerimaan di China. Tidak heran harga jual gas kita begitu rendah.

        Walaupun Menteri ESDM menyatakan bahwa kita masih dapat melakukan negosiasi ulang, namun kerugian yang kita derita sudah terlalu besar. Lagipula negisoasi ulang hanyalah solusi jangka pendek yang tidak akan menyelesaikan masalah. Kita harus mulai merintis kemandirian dalam pengolahan sumber daya mentah. Bukankah akan lebih murah jika gas diproduksi didalam negeri. Jangan karena kita menganggap mengimpor Elpiji lebih praktis dari mengolahnya sendiri, lantas kita bertahan pada kemalasan yang berujung pada kerugian seperti yang kita derita sekarang. Sudah seharusnya pemerntah bisa belajar dari pengalaman. Jika dikatakan bahwa menengelola gas didalam negeri itu terlalu mahal, lalu apakah kerugian 350 Triliun itu bukan angka yang ’mahal’? Paradigma berpikir malas dan licik ala pemerintahan liberal saat ini harus kita buang jauh-jauh jika kita benar-benar menginginkan Indonesia yang lebih maju.

        Masih ada kesempatan untuk menyelamatkan negeri ini. Dan tampaknya, untuk menyelamatkan sesuatu yang menjadi prioritas, memang harus ada yang dikorbankan. Tinggal bagaimana pemerintah memilih mana sesuatu yang menjadi prioritas tersebut di samping manajemennya. Dan harus kita ingat, kekayaan yang di anugerahkan Allah SWT bagi Indonesia bukanlah komoditas ekonomi yang bebas dari pertanggung jawaban…

        Posted by PUTU | 9 Februari 2013, 10:21 am
    • @Putul. SIlahkan sampaikan mengapa Anda tidak senang dengan Pak Dahlan? Membenci itu hak seseorang. Tidak dilarang. Tapi ketika Anda bilang pengagum pak Dahlan sebagai para begundal, dengan artikel di atas (judul yang lebih menonjolkan kegagalan dari statemen yang sebenarnya adalah bentuk kerendahan hati Pak Dahlan) Anda termasuk orang yang kurang ajar. Bahkan termasuk salah satu orang yang layak ditempeleng. Bukankah menganggumi dan memuji seseorang itu juga hak.

      Posted by Dedy Armayadi | 8 Februari 2013, 10:00 pm
      • Tenang, santai saja bung dedi. Feeling saya, orang yang mengaku ngaku PUTUL sesungguhnya sama seperti anda juga kok. PUTUL juga pengagum DI, cuman kalo kasih komentar cenderung negatif semata mata hanya untuk mengukur sejauh mana reaksi DAHLANIS.

        Posted by OPTIMIS_INDAH | 8 Februari 2013, 11:44 pm
    • Merasa gagal belum tentu gagal. Sebaliknya merasa berhasil pun juga belum tentu berhasil.

      Posted by Fortuna | 9 Februari 2013, 10:18 am
  125. andai kata kita baca sebuah buku cuman halaman terakhir
    Apa kita bisa menyimpulkan isi buku
    data yang disampaikan pak putul itu benar
    hanya saja itu adalah halaman terahir dari tugas pak dahlan di PLN
    kalau kita tidak mengikuti ceritanya dari awal maka kata gagal itu tidak bisa diartikan

    karena kata gagal itu artinya dua macam pak putut

    1. gagal total
    setelah gagal tidak lagi diusahakan

    2. gagal yang berarti keberhasilan yang tertunda
    gagal tapi diusahai terus supaya berhasil

    kegagalan yang dimaksud pak dahlan tersebut adalah kegagalan jenis kedua
    kegagalan semacam ini bukan kegagalan yang pantas dicela

    Posted by anang | 8 Februari 2013, 9:01 pm
  126. ada lagi kegagalan pak Dahlan yang lain
    Gagal membikin sawah modern dikaltim
    tapi diusahai terus
    hingga akhirnya berhasil dikalbar

    mungkin banyak lagi kegagalan pak dahlan yang lain
    tapi pak dahlan ini sungguh manusia yang pantang menyerah

    Posted by anang | 8 Februari 2013, 9:09 pm
  127. TUL PUTUL bangun nak, jangan mimpi terus…sana mandi dulu…

    Posted by Gallus Soloensis | 9 Februari 2013, 9:01 am
    • Mandi lee
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

      Posted by dajjalmintaraga1 | 9 Februari 2013, 9:25 am
    • Dari Tulisannya si PUTUL itu mirip nick DAHLAN or, yg pake Nama Aneh2…
      KUTU lah, PUTUL lah…
      Maksud hati mau jelek2in nama saya malah hancur sendiri…
      Saran saya cepat insyaf, Ingat memfitnah itu lebih kejam dari pembunuhan…

      Jika motif anda (si KUTU/PUTUL) adalah duit, coba dipikir baik2 apakah sebanding dengan Dosa yg anda Terima… Itupun kalo anda msh beragama yg percaya akan dosa dan siksa neraka…

      Saya tidak dendam dgn anda, yg ingin saya bunuh ada pikiran negatif anda…
      karena sekali teracun dgn pikiran itu maka selamanya mata anda akan tertutup…

      Salam Dahlanis,
      Putu
      KERJA KERJA KERJA…

      Posted by PUTU | 9 Februari 2013, 10:33 am
  128. Senang Melawan Aturan, Dahlan Berbahaya Jika Jadi Presiden

    Written By Kontributor Santos on Jumat, 11 Januari 2013 | Jumat, Januari 11, 2013

    Jakarta,- Sangat berbahaya jika Menteri Dahlan Iskan benar-benar menjadi Presiden Republik Indonesia.
    Berkaca dari kecelakaan uji coba kasus Tuxcio yang berakhir kecelakaan itu, sikap Dahlan Iskan mengindikasikan bahwa ada 3 karakter yang berbahaya.

    “Yang pertama adalah senang melawan aturan,” ujar sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun kepada wartawan, (Kamis, 10/1/2013).

    Dalam uji coba Tuxuci saja, Dahlan tidak melanggar aturan dengan memakai plat nomor ilegal, DI 19. Selain itu, Dahlan menggunakan mobil listrik yang belum lulus uji coba Kementerian Perhubungan.

    “Yang kedua, Dahlan Iskan senang melakukan tindakan sensasional. Nah, yang terakhir, Dahlan tergesa-gesa demi ambisinya,” demikian Ubed, sapaan akrabnya.

    Seperti diketahui Dahlan mengalami kecelakaan saat mengendarai mobil listrik seharga Rp3 milia
    r tersebut. Mobil mewah tersebut ringsek menghantam pembatas jalan di Magetan. Beruntung Dahlan selamat dalam kecelakaan itu.(lindo)

    SETUJU !!!!….. ( para begundal siaaaaap graaak !)

    Posted by putul ente siap siap dikeroyok... hahahahaaaaa | 9 Februari 2013, 12:05 pm
    • Talk to my Hand!!!

      Posted by PUTU | 9 Februari 2013, 1:27 pm
    • Eeh Om KUTU (busuk) nongol lagi dengan akun baru pula.
      Belum sembuh juga, moga makin parah deh.

      Posted by mang encep | 9 Februari 2013, 1:35 pm
    • KUTU (busuk) : “Tul, kenape ye badan gw pada sakit semue nech!?”
      PUTUL : “Masa sech keliatannye baek2 aja tuh, cuma agak bau dikit”.
      KUTU (busuk) : “Iya nech kalau loe ga percaye, bagian manapun dari badan gw sentuh pake telunjuk pasti sakit banget”
      PUTUL :”Coba sini gw liat masa disentuh doangan ghitu sampai meringis kayak kucing ke injek”. “Oooo…, pantesan!! Bukan badan loe yg sakit, tapi telunjuk elo yg keseleo!!!”.

      Posted by mang encep | 9 Februari 2013, 2:01 pm
    • @Putul: Ada banyak berita yang menjelek2 kan Pak Dahlan. Tapi argumennya tidak kuat. Justru mengada-ada, bahkan berlebihan. Karakter berbahaya apaan itu? Yang bahaya itu, ya orang yang suka korupsi kayak anggota DPR, suka menjual aset-aset negaranya seperti BUMN, gas tangguh yang murah ke negara lain sepertihal yg dilakukan pemerintahan Megawati dulu, tidak peduli dan bertanggung jawab, cth kasus lumpur lapindo nya Abu Rizal Bakrie, suka bunuh bangsanya sendiri, kayak Prabowo S dulu. Nah itu yang berbahaya. Kalau alasan yang dibilang si Badrun itu mah biasa aja kali. Bahaya dimananya? Lagi pula 3 karakter yang dia sebut itu jauhlah dari diri Pak Dahlan.

      Posted by Dedy Armayadi | 9 Februari 2013, 10:37 pm
    • OM OBATNYA DIMINUM DULU YA..,TERUS PAKAI CELANA

      Posted by Silla Keras | 10 Februari 2013, 6:48 am
  129. kerja.. kerja.. kerja..!

    Posted by sakinul wadi | 9 Februari 2013, 3:18 pm
  130. Kasihan anas Urbaningrum, seperti dibunuh dengan racun sianida. Pelan tapi pasti keuar dari Ketum PD.
    Kisah ini seperti cerita Sun Go Khong, Kisah si raha kera. Dia menjadi raja, tapi rajanya kera. Tidak berpengaruh. Anas Ketua Umum Partai Demokrat, tapi kekuasaan di SBY.
    Ini mirip Jawa Pos kalau ingin mengeluarkan wartawan. Masih wartawan, tapi beritanya tidak pernah ditampilkan oleh redaktur. Akhirnya wartawannya pilih mengundurkan diri.
    Karena Ketua Umum tidak punya kekuasaan, Anas akhirnya malu dan mundur dari Ketua Umum. Kalau tidak orang jawa bilang rai gedhek, alias ora duwe isin bin tidak punya malu.
    Pertanyaannya, skenario apa yang dilakukan SBY setelah Ketua Umum lengser. Mungkinkah DI dan Machfud MD tampil ? Kita tunggu saja.

    Posted by Widi | 9 Februari 2013, 6:12 pm
  131. jelema gelo jeung ngewa mah teu kudu digugu jeung dilawanan, bisi kabawa gelo. antep we sina anteng dina kageloannana. kalawan muga-muga ditetepkeun kageloanjeung ka ceuceubanana teh ku Alloh SWT. Amin..
    ( Orang Gila jangan di ikuti dan jangan dilawan, nanti kita terbawa gila. Biarkan aja dia dalam kegilaannya dan semoga kegilaan dan kebenciannya itu di tetapkan oleh Alloh SWT dalam dirinya, Amin).
    Buat Para Dahlanis dan Dahlanmania dimanapun berada, mari kita lawan tanggapan dan penilaian miring orang lain terhadap sosok Abah DIs ( dimana kita termasuk orang yang ditilai miring oleh mereka ), dengan slogan nyata Kerja…kerja…. kerja, biar hasil nyata yang membuktikannya.

    Posted by Manihot Ultissima | 9 Februari 2013, 6:38 pm
  132. Selamat pagi Dahlanis ;

    Dalam “hati”beta ; Inovasi apa lagi dari Abah pagi hari ini……
    E…..eeee, tahunya sekaranga masih hari Minggu…

    Semangat dan Salam Dahlanis….Wassasalam.

    Posted by N. SORRI.. | 10 Februari 2013, 5:02 am
    • Hehe menunggu itu memang pekerjaan ringan tapi terasa berat karena seolah olah lama. Mungkin ini yg disebut rindu. Haha… selamat pagi juga. Semangat.

      Posted by mang encep | 10 Februari 2013, 6:38 am
      • Betul sekali Kakak Mang Encep ;

        Beta su rindu sekali naa…
        Rindu sama Abah DI, kalau menghadapi masalah :
        Sonde pernah kelihatan muram, tapi : selalu kelihatan “clear”..,quick..,responsive, dan inovative,
        demi kesenangan, keuntungan, kesejahteraan orang lain. (rakyat-banyak)..
        Tidak mau neko-neko, tidak suka birokrasi, siap mengabdi untuk “melayani” Masyarakat…

        Kita saja terkesan : ter-kaget-kaget bila memperhatikan, mencatat, mempelajari, membandingkan
        dengan “kebiasaan” para-Pejabat yang ada di muka Bumi ini… (yang suka birokrasi)..

        SUBHANNALLAH.

        ILMU INI, YANG SONDE ADA DI BANGKU-SEKOLAHAN..
        MUDAH2AN, SEGERA MENJADII “KEBIASAAN” KEPADA KITA SEMUA,
        UNTUK BISA MERESAPI, MENCERMATI, MENCONTOH : KETAULADANAN2 : ABAH DAHLAN ISKAN.

        INSYA ALLAH…AMIIN..

        SEMOGA ABAH DI; SELALU DILIMPAHKAN : KESEHATAN, KESELAMATAN, KESABARAN.

        Salam Dahlanis…

        Posted by N. SORRI.. | 10 Februari 2013, 7:25 am
        • Ini cuma perkiraan saja :
          Dahlan Iskan kalau dihubungkan dg arti nama berarti orang yg pernah memasuki kematian kemudian bangkit kembali untuk menyelesaikan segala urusan yg dilihatnya pada masa kematian itu.

          Kalau ini fakta :
          Setiap hari muncul gagasan baru yg dia tawarkan untuk menyelesaikan problem yg sedang dihadapi.
          Bukan hanya gagasan, tapi pergerakan fisiknya pun begitu cepat dari tempat yg satu ke tempat yg lain menemui orang2, memeriksa pekerjaan mitra kerja atau bawahan, membagi pengalaman dalam kuliah2 umum kpd berbagai kalangan, memberikan apresiasi dan bantuan bahkan sempat menghadiri pengajian.

          Adakah orang yg segesit dia di usia senja?
          Pagi masih di jawa timur, sore sdh muncul di jakarta, subuh sdh ada di mesjid di kota Banjarmasin, esoknya sdh press confren di kementerian, esoknya lagi sdh muncul di manado, beritanya belum naik cetak dia sdh di jakarta lagi. Sementara itu menteri yg lain bahkan presidennya ngurus partai.

          Posted by mang encep | 10 Februari 2013, 9:31 am
    • hehehehe….. saking kebeletnya baca lanjutan MH sampe lupa hari..
      moga-2 aja nggak sampai lupa ama istri.. hhahahahahaha

      Posted by cak-mat | 10 Februari 2013, 10:33 am
  133. Beda Nekad antara Dahlan Iskan dengan Bertha Benz

    Heboh kecelakaan mobil listrik Tucuxi yang dikendarai Dahlan Iskan di Magetan beberapa hari lalu memantik berbagai kontroversi. Secara hiperbolik saya menyebutnya sebagai kecelakaan multi dimensional yang berdampak sistemik ( hehe…macam politisi aja ya..). Ya, saya menyebutnya begitu karena banyak aspek yang menjadi kontroversi mengikutinya. Dari aspek supranatural, politik, hukum hingga teknologi. Bobot kontroversi bertambah terkait aktor utamanya Dahlan Iskan dan waktu kecelakaan bertepatan awal tahun baru pula. Lengkap sudah jika mau dijadikan ‘news maker’ .

    Kontroversi pertama soal supranatural adalah ‘ritual’ ruwatan tolak bala yang ironisnya dilakukan hanya beberapa jam sebelum kejadian. Walaupun ritual itu mungkin hanya dimaksudkan sebagai prosesi budaya untuk publisitas namun tetap mengundang komentar miring. Kontroversi hukum adalah soal belum dikeluarkan ijin dari Departemen Perhubungan untuk mobil tersebut melakukan uji coba di jalan raya. Ditambah pemakaian plat nomer polisi yang ternyata juga bodong! . Setahu saya sebelum uji coba ( test drive ) di jalan harus menjalani uji coba di sirkuit lebih dahulu. Sudahkah mobil tersebut menjalaninya? . Aspek politik tentu saja berkaitan dengan aktor utamanya Dahlan Iskan yang sedang menjabat sebagai Menteri pembantu Presiden yang mengurusi Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ). Saya tidak tahu apakah mobil listrik tersebut akan menjadi proyek BUMN. Yang jelas nilai politisnya adalah jika proyek itu sukses tentu akan jadi pencitraan yang dahsyat untuk yang bersangkutan. Apalagi banyak yang mengajukan DI sebagai capres alternatif 2014 walaupun dia selalu mengatakan tidak berambisi kesana. Tiga aspek tersebut sepertinya sudah banyak yang mengulas jadi saya lebih menyoroti aspek teknis dan teknologi.

    Kontroversi soal teknis berkaitan dengan tudingan sang pencipta Tucuxi, Danet Suryatama bahwa mobil tersebut sempat diotak atik dan diganti spare parts nya yang berakibat rem tidak berfungsi sehingga terjadi kecelakaan tersebut. Nama bengkel ‘Kupu Kupu Malam’ terdengar menggelikan namun yang lebih menggelikan adalah jika tudingan Danet tersebut benar. Bagaimana mungkin mobil yang masih dalam ujicoba di otak atik tanpa supervisi orang yang merancangnya ( penciptanya ). Saya tidak tahu bagaimana manajemen tim ujicoba tersebut bekerja. Namun jika hal tersebut terjadi jelas tidak ada koordinasi dan pengawasan dalam tim ujicoba. Harusnya ada tim yang secara penuh ( person in charge ) bertanggung jawab pada masalah engineering yang terdiri dari engineer dan teknisi lapangan dalam supervisi sang pencipta. Menjadi pertanyaan bagi saya apakah Danet dilibatkan secara langsung dalam tim. Menangani produk high tech senilai 1.5 Milyar koq serampangan bin acak kadut gini macam menangani mobil Tamiya! !!.Huhhh….

    Yang juga mengherankan saya adalah pemilihan ( atau penunjukkan diri? ) Dahlan Iskan sebagai test driver. Saya bukan orang yang terlibat dalam industri otomotif tetapi saya sering lihat tayangan proses pembuatan mobil dari proses rancangan ( desain ) , manufacturing, uji coba hingga dinyatakan lulus meluncur di jalan di saluran TV Nat Geo Channel. Untuk menguji semua aspek teknis dari kinerja mesin, ergonomi hingga safety diperlukan seorang penguji profesional yang sering disebut test driver. Peran test driver professional yang bisa memberikan advis improvement pada tim engineering sekaligus dia akan menjadi penilai akhir ( mewakili pemakai ) performa mobil secara keseluruhan. Seorang test driver juga harus punya basic technical knowledge tentang otomotif. Peran DI sebagai test driver patut dipertanyakan dari sisi teknis. Sepertinya aspek marketing ( publisitas ) lebih kental daripada aspek teknis.

    Bertha Benz semasa muda
    Tindakan DI yang berperan sebagai test driver mengingatkan saya pada tindakan nekad yang dilakukan oleh Bertha Benz. Bertha Benz adalah istri ( sekaligus ‘investor’ ) dari Karl Benz, salah satu pengembang mesin berbahan bakar minyak ( internal combustion engine ) yang diaplikasikan pada mobil buatannya. Pada tahun 1888, Bertha melakukan perjalanan bersejarah yang akan dicatat sebagai sebuah lompatan dalam perkembangan industri otomotif dunia dan Jerman khususnya. Pada saat itu, mesin berbahan bakar minyak masih kalah populer dengan mesin uap dan mobil masih dalam tahap awal pengembangan dan masih kalah pamor dengan kereta kuda. Sebenarnya saat itu yang disebut ‘mobil’ adalah kendaraan beroda tiga tanpa atap, tanpa pelindung, satu speed, bermesin satu silinder dan sistem kemudi yang masih sangat sederhana . Sehingga istilah yang dipakaipun saat itu ‘riding’ ( menunggang ) bukan ‘driving’ ( mengemudi ). Mobil masih sangat terbatas dan hanya dipakai pada perjalanan jarak pendek karena berbagai kendala teknologi. Untuk mendukung pengembangan mobil buatan suaminya dan menjadikannya bernilai bisnis, Bertha nekad melakukan test drive tanpa ijin suaminya. Pagi itu, 5 Agustus 1888 Bertha bangun lebih pagi dan mengajak 2 anak lelakinya dan ‘mencuri’ mobil suaminya dari garasi bengkel secara diam diam. Hari itu dia akan mengunjungi ibunya di Pforzheim dari tempat tinggalnya sekarang di Mannheim berjarak 106 km. Selain mengunjungi ibunya, dia punya misi menguji performa mobil sekaligus mendapatkan publisitas untuk marketing bisnis mobilnya.

    Dalam perjalanan dia mengalami berbagai masalah teknis berkaitan performa mobil. Ketika mobil kehabisan bahan bakar dia ‘memborong’ semua stok ligroin ( sejenis bensin ) di apotik. Sekedar diketahui, saat itu SPBU belum ada dan ligroin adalah barang mahal serta penggunaannya lebih populer sebagai cairan pembersih daripada sebagai bahan bakar. Saat ini apotik tempat Bertha memborong bahan bakar dibuatkan monumen dan mendapat sebutan ‘ SPBU pertama di dunia ‘ ( first fuel station in the world ). Masalah lain muncul yaitu rantai putus sehingga dia minta bantuan seorang tukang pandai besi ( blacksmith ) untuk memperbaikinya. Karena jauhnya perjalanan sehingga sistem rem tidak maksimal. Namun justru dari sini dia mendapatkan penemuan ketika meminta bantuan tukang sepatu untuk memasang kulit pada blok rem. Kelak dia akan mematenkan penemuan ini sebagai kampas rem yang bisa diganti tanpa membuang semua blok rem. Di jalan berbukit mobil tidak mampu melewatinya sehingga dia memberi masukan dan meminta Karl Benz untuk membuat roda gigi tambahan untuk medan yang lebih berat. Kelak sistem ini bernama transmisi atau gearbox yang mengatur power dan speed sesuai keinginan dan kebutuhan. Perjalanan itu sukses ketika Bertha dan dua putranya selamat tiba dirumah ibunya di Pforzheim dan dia baru mengabarkan ke Karl di Mannheim lewat telegram kemudian.

    Suksesnya perjalanan tersebut mendapat publisitas yang luas di Jerman dan sangat berdampak pada bisnis perusahaan Benz hingga melahirkan nama besar Mercedez Benz. Tindakan nekad Bertha Benz seolah mendobrak paradigma pada saat itu bahwa mobil belum bisa mengganti peran kereta kuda. Alhasil, Mercedez Benz menjadi pelopor industri otomotif dunia dan bertahan hingga sekarang tak lepas dari kenekadan seorang wanita bernama Bertha Benz. Sekarang rute yang dilewati Bertha dari Mannheim ke Pforzheim dijadikan Heritage bagi sejarah otomotif dunia. Kisah lengkap perjalanan Bertha silahkan klik di sini.

    Entah apakah DI tahu kisah Bertha Benz tersebut. Kenekadan Bertha jelas membantu marketing mobil buatan suaminya. Namun harus diingat pada masa itu belum dikenal profesi test driver profesional jadi peran dia wajar walau tergolong nekad. Saya tidak bisa menghakimi langkah DI sebagai test driver sebagai hal yang salah hanya sepertinya mobil tersebut masih perlu serangkaian uji coba oleh test driver sebelum DI melakukan. Tindakan DI mungkin juga dimaksudkan mendobrak paradigma sekarang yang masih menomor satukan mobil berbahan bakar minyak dibanding mobil listrik yang masih kalah secara performa. Pada akhirnya bahan bakar sebagai energi tak terbarukan akan habis sehinggs nantinya mobil listrik punya masa depan. Memang jika manuver DI ini sukses akan punya dampak positif baik buat DI maupun si Tucuxi dari sisi marketing. Sebenarnya saya juga lebih mendukung pengembangan mobil listrik ini untuk tipe keluarga bukan tipe sport sekelas Ferrari yang terkesan ambisius dan tidak membumi. Kalau masih taraf Research & Development ( R&D ) sih oke oke saja tapi kalau untuk produksi masal saya masih ragu. Apalagi dengan kecelakaan ini pasti bukan publisitas positif yang didapat.

    Jangan sampai pengalaman Pak Harto ( dan Habibie ) melalui PT. DI ( dulu IPTN ) yang mau memproduksi pesawat N-250 terulang. Sukses pada penerbangan perdana purwarupa (prototype) ternyata gagal pada proses produksi nya lebih karena bukan alasan teknis tapi politis. Saya percaya secara engineering orang Indonesia sudah mampu membuat mobil atau pesawat tapi kalau sudah masuk pada produksi massal bukan melulu soal engineering tapi banyak faktor yang mempengaruhinya dari dukungan politik ( negara ) hingga kultur masyarakat terhadap produk tersebut.

    Satu pelajaran yang dipetik dari peristiwa tersebut adalah jangan bermimpi membuat mobil jika cara kerjanya saja masih serampangan seperti membuat krupuk. ..

    Salam,

    Sumber :

    1. Discovery Channel

    2. http://en.wikipedia.org/wiki/Bertha_Benz

    3.http://www.daimler.com/dccom/0-5-1279103-1-1279436-1-0-0-0-0-0-17180-0-0

    Posted by jelas beda banget ! yang satu ori yang satu kawe !.... para begundal siaaaaap grak ! keroyoook... | 10 Februari 2013, 11:21 am
    • Weisy…., artikel nya mantap, informatif, dan memuat wawasan sejarah yg pantas dicatat .
      Pantas pula menjadi sejarah perjalanan panjang lengkap dengan suasana agak tegang dan dengan ending yg membanggakan bahwa mobil listrik made in Indonesia cukup lengkap, mulai dari motor listrik, jenis uk keluarga rancangan ahmadi, sedan rancangan ugm, bus buatan bppt, bahkan mobil mewah yg bersejarah itu karena diuji coba oleh penggagasnya itu dengan disaksikan dan dirasakan langsung ketegangannya oleh salah seorang putra petir. Cerita sukses mobil listrik Indonesia ternyata lebih heroik. Maka pantas Dahlan Iskan mendapat sebutan ORI tulen alias Orang Republik Indonesia sejati.
      Setuju jangan sampai gagal pada proses produksi oleh masalah politis seperti yg sudah2.
      1. Jangan melibatkan politisi dalam proses produksi karena tabiat mereka selain suka olahraga loncat pagar juga kebanyakan ngomong males kerja bolos kalau ada pertemuan penting, gampang tidur kalau membahas topik rapat yg sedikit memerlukan kecerdasan. Dan selalu minta komisi dan uang denger walaupun usaha belum untung. Kalau sukses mengaku pahlawan paling berjasa kalau gagal cuci tangan.
      2. Type orang nomor 1 biasanya merekrut orang bayaran untuk mengganggu proses awal produksi, proses sosialisasi, bahkan proses pemasaran dengan menjelekjelekan karya bangsa sendiri. Kalau gagasan dan penemuan itu muncul bukan dari kalangan mereka, maka serta merta mereka terampil menggalang opini menyebar fitnah agar gagasan itu gagal diwujudkan.
      3. Type orang nomor 1 dan nomor 2 seringkali menggunakan pihak lain untuk berkonspirasi jahat dengan ciri yg menonjol menggunakan nama samaran yg aneh2 dan selalu menganggap orang lain bodoh.
      4. Modus operandi type orang nomor 3 memang demikian selain untuk menghilangkan jejak juga memudahkan untuk melakukan lompat pagar bila penyandang dana mulai bangkrut.
      5. Type orang nomor 1 sampai dengan 5 mata pencahariannya berprofesi sebagai orang nomor 1 sampai dengan 4.

      Posted by mang encep | 10 Februari 2013, 2:01 pm
    • Ada 2 kemungkinan mereka yang suka mencela dan menentang sengit terhadap pengembangan mobil listrik Indonesia:
      1. mereka semua masih memiliki mental dan pola pikir inlander.. yaitu sikap mental dan pola pikir inferior dan pesimistis yang ditanamkan penjajah Belanda kepada rakyat negara jajahannya , yaitu hanya orang asing saja yang mampu menguasai teknologi tinggi, bangsa Indonesia tidak mungkin mampu..
      2. mereka bagian dari “kartel” perusahaan-2 minyak raksasa dunia dan “kartel” perusahaan raksasa otomotif dunia, yang akan terganggu bisnisnya dengan pengembangan mobil listrik.. bayangkan saja kalau Indonesia mampu memassalkan penggunaan mobil listrik ini.. berapa trilyun kerugian perusahaan-2 ini karena dagangannya nggak laku? Investasi milyaran dolar untuk pengeboran minyak atau investasi pengembangan mesin BBM akan terbuang sia-2.. karena itu mereka melawan dengan segala cara karena periuk nasinya bakal terguling… bentuk perlawanan perusahaan-2 ini termasuk membayar mereka-2 yang suka memberi koment miring/negatif tentang program pengembangan mobil listrik untuk membentuk opini publik.. bahkan membayar media dan politisi …

      Posted by cak-mat | 10 Februari 2013, 2:15 pm
      • Orang yg menyandang kemungkinan pertama akan sadar seiring dengan perjalanan waktu tepatnya usia yaitu bila tiba sakaratul maut.
        Sedangkan yg menyandang kemungkinan kedua ini yg agak sulit dihindari, mereka militan semilitan dana yg diterimanya. Akan tetapi bukan berarti mereka tidak bisa dilumpuhkan. Kecerdasan dan kesadaran bangsa untuk maju, kebersamaan dan bersatupadunya bangsa untuk melepaskan diri dari ketergantungan yg berlebihan seiring dengan meningkatnya kepercayaan diri untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri maka sehebat hebatnya kartel akan hancur oleh persaingan diantara mereka sendiri.
        Adapun politisinya akan kembali ke jalanan ngamen dg nada dan syair lagu yg fals. Mereka dibayar dg uang receh bukan sebagai penghargaan tapi supaya cepet berenti nyanyi karena nyakitin kuping persis komentar miring. Sementara itu medianya pasti ikutan bangkrut bahkan orang akan menganggap media seperti itu tidak pernah ada kecuali di bantar gebang yaitu tempat pembuangan sampah paling “harum”.

        Posted by mang encep | 10 Februari 2013, 2:59 pm
    • “jelas beda banget ! yang satu ori yang satu kawe !…. para begundal siaaaaap grak ! keroyoook.”..sana obatnya diminum lagi…ya

      Posted by Silla Keras | 10 Februari 2013, 4:05 pm
    • Semoga mobil ESEMKA yang di gagas pak Jokowi tidak menghilang….Sudah 4 bulan ini mobil ESEMKA yang digadang-gadang sebagai mobil nasional tidak terdengar lagi beritanya.

      Posted by Ardian | 11 Februari 2013, 2:45 pm
      • Bung Ardian, kalau lupa sech nggaklah…..
        Cuma khan dulu digadang-gadang itu sekalian numpang “pencitraan” juga.
        Dan yang menggadang-gadangnya khan sudah berhasil menjadi DKI1 dengan tugas dan problem ibu kota yang bejibun.
        Jadi mungkin ESEMKA bukan lagi prioritas Jokowidodo.
        Atau barangkali memang sudah dihitung ulang, bahwa ESEMKA memerlukan waktu sekian tahun untuk bisa diproduksi massal, seperti pabrik mesinnya, komponen lain dan suku cadangnya, dllsbnya. Nah apabila sdh diperhitungkan perkiraan waktunya, jangan2 memang lebih efektif dan rasional bahwa ke depan justru pengembangan mobil listrik lebih menjanjikan.
        Tapi wallahu’alam. .

        Posted by kangencep123 | 11 Februari 2013, 3:04 pm
  134. artikel tentang Bertha Benz sangat menarik
    terima kasih mau berbagi pengetahuan

    Posted by anang banjar | 10 Februari 2013, 8:15 pm
  135. Revolusi ala Dahlan Iskan menyiapkan serangan balik. Nikmati kekuatan serbunya !!!

    Posted by mang encep | 11 Februari 2013, 12:32 am
  136. sayang sekali tidak ada kontak person yang dapat dihubungi untuk belajar budidaya rumput laut, karena saya tertarik untuk mencoba menanam rumput laut di tambak saya di daerah gresik (Pantai utara)

    Posted by Abdullah | 19 Februari 2013, 2:18 pm
  137. Tidak disangka ternyata masyarakat Indonesia mampu menciptakan teknologi yang dapat mengembangbiakan rumput laut,
    bagus sekali Hamzah tuntaskan kemiskinan di negeri ini !

    Posted by Jual Sepatu Futsal | 5 Maret 2013, 2:59 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.475 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: