>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Taiso dan Amanat Pahlawan Seroja

Senin, 21 Januari 2013
Manufacturing Hope 61

“Ini gara-gara BUMN,” ujar Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmao. “Gara-gara banyak proyek ditangani BUMN, jarang hujan di sini,” tambahnya.

Saya baru tertawa lebar setelah Pak Xanana meneruskan kata-katanya. “Rupanya, mereka pada membawa pawang hujan ke sini. Agar proyeknya cepat selesai,” katanya.

Setelah saya tertawa panjang, rupanya, beliau masih belum kehabisan stok humor. “Lain kali pawangnya harus lebih pintar ya. Yang dibuat tidak hujan cukup beberapa meter di lokasi proyek saja,” katanya.

BUMN, rupanya, sangat terkenal di Timor Leste, negeri yang baru berumur 10 tahun sejak lepas dari Indonesia. Kini banyak sekali proyek infrastruktur yang tender internasionalnya dimenangi BUMN seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika dan PT PP (Persero) Tbk.

Sore itu, Kamis lalu (17/1), begitu mendarat di Dili dengan pesawat BUMN Merpati Nusantara, dan setelah diterima PM Xanana, saya langsung ke Taman Makam Pahlawan Seroja. Di situ, saya merenungkan jasa dan pengorbanan para pahlawan yang jumlahnya lebih dari 3.000 orang itu. Di situ, saya meneguhkan tekad bahwa pengorbanan mereka tidak boleh sia-sia.

Tujuan mereka dulu adalah untuk membangun jajahan Portugal tersebut agar tidak terus-menerus menderita. Tujuan itu kini bisa diamanatkan untuk diteruskan BUMN: ikut membangun Timor Leste secara ekonomi. Maka, teman-teman BUMN bertekad untuk terus aktif memenangi berbagai macam tender proyek di sana.

Tender jembatan besar menuju Bandara Komoro dimenangi Wika. Demikian juga beberapa proyek jalan. Gedung baru kementerian keuangan yang 12 lantai di dalam Kota Dili dimenangi PP. Nilai proyek tersebut mencapai Rp 250 miliar. PP juga masih mengikuti beberapa tender internasional lainnya.

Pukul enam pagi, ketika matahari belum terbit, saya sudah berada di lokasi proyek itu. Teman-teman PP yang masih sangat muda-muda berada di sana mempertaruhkan nama Indonesia. Mereka bekerja keras untuk menyelesaikan proyek dengan kondisi yang amat berbeda dari di Indonesia. Hukumnya, adatnya, aturannya, kontraknya, dan seterusnya.

Tapi, dari diskusi dengan para pimpinan proyek pagi itu, di bawah pimpinan Robin Hasiholan yang lulusan Fakultas Teknik Sipil USU Medan, saya memperoleh kesan bahwa mereka sangat mampu. Robin memang contoh sistem rekrutmen yang tepat di PP. Dia sudah “diijon” oleh PP sejak masih semester tujuh. Diberi beasiswa dan diamati sampai lulus. Setelah itu dimasukkan ke “Universitas PP” enam bulan, lalu diterjunkan ke proyek dengan supervisi seniornya. Kini dia sudah dipercaya menangani proyek penting di Dili.

Tentu banyak sekali kendala yang mereka hadapi. Namun, mereka bertekad untuk menguasai keadaan. Penguasaan itu amat penting untuk menentukan langkah di proyek-proyek berikutnya. Kemampuan menguasai keadaan itulah yang menjadi keunggulan teman-teman BUMN, sehingga hampir selalu bisa mengalahkan peserta tender dari Portugal, Spanyol, Inggris, Jepang, dan Korea. “Saingan berat kami bukan mereka. Saingan berat kami sesama BUMN,” ujar Robin.

Teman-teman Wika juga mengakui itu. “Pesaing terberat kami adalah sesama anak buah Bapak,” ujar teman dari Wika.

Setelah dari proyek PP, saya beruntung pagi itu bisa ikut senam Taiso bersama teman-teman Wika. Mereka memang mempunyai prosedur tetap, sebelum memulai pekerjaan, harus melakukan Taiso lebih dulu sekitar 10 menit.

Saya pun minta agar tidak menularkan kebiasaan nyogok untuk memenangi tender di sana. Di dalam negeri pun, saya sudah menegaskan agar BUMN mengakhiri kebiasaan nyogok pada masa lalu. Tidak mendapatkan proyek dari APBN, ya sudah. Cari peluang lain. Karena itu, banyak BUMN yang kini mengembangkan proyek sendiri sebagai proyek investasi. Atau proyek sesama BUMN.

Bahkan, dengan berkembangnya proyek di luar negeri, andalan hanya mengejar proyek APBN bisa dikurangi. BUMN sudah bertekad untuk tidak ikut tender proyek APBN yang nilainya di bawah Rp 25 miliar. Biarlah proyek-proyek tersebut dikerjakan kontraktor swasta yang lebih kecil. Presiden SBY menyambut baik tekad BUMN tersebut sebagai upaya untuk pemerataan, sebagaimana dikemukakan beliau dalam forum HIPMI di Bali beberapa waktu lalu.

“Di sini sama sekali tidak ada keperluan untuk nyogok, Pak,” ujar Robin Hasiholan. “Juga, tidak ada pungutan apa pun di luar kontrak,” tambahnya. Itu, kata dia, karena semua tender proyek besar di Timor Leste menggunakan standar tender internasional.

Wika pun, yang kini amat bangga karena menjadi BUMN karya yang terbesar (tiga BUMN karya dijadikan satu pun belum bisa mengalahkan Wika), kian menonjol kemampuannya. Teman-teman yang mengerjakan proyek di Timor Leste tersebut, misalnya, banyak yang alumnus proyek Aljazair. Wika memang baru saja selesai mengerjakan proyek jalan tol sepanjang 400 km di Aljazair. Statusnya memang masih subkontraktor, tapi namanya sudah terkenal di sana.

Investasi reputasi itu membuahkan hasil. Wika tahun ini mulai menjadi kontraktor utama di sana dengan proyek hampir Rp 1 triliun. Yakni, proyek apartemen di Kota Constantinople, kota kedua terbesar di Aljazair.

Wika juga sangat serius masuk ke proyek-proyek minyak dan gas yang sampai saat ini masih dikuasai kontraktor asing. Tahun lalu mulai dipercaya beberapa perusahaan minyak asing di Indonesia untuk menjadi kontraktor EPC mereka.

Tentu saja saya ke Dili tidak hanya untuk itu. Yang utama adalah untuk menghadiri mulai beroperasinya layanan telepon seluler dari BUMN di sana. PT Telkom (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya, PT Telkom Internasional (Telin), juga memenangi tender internasional untuk menangani telekomunikasi nirkabel di Timor Leste. Selama ini, layanan telepon seluler di Timor Leste ditangani perusahaan dari Portugal dan Australia.

Mulai minggu lalu, Telkom datang! Telkom membawa nama Telkomcel (menggunakan C) untuk membedakan dari Telkomsel yang ada di Indonesia. Nama pimpinan Telkomcel di sana pun diganti oleh teman-temannya menjadi Dedi Cuherman.

Sambutan untuk Telkomcel memang mendadak dahsyat. Hari pertama saja langsung terdaftar 23.000 pelanggan. Kehadiran Telkomcel di Timor Leste memang sudah lama dinanti. Di antaranya karena tarif telepon seluler di sana selama ini kelewat mahal untuk masyarakat setempat, apalagi kalau dibanding tarif di Indonesia.

Bagi Telkomcel, hari pertama 23.000 pelanggan itu sangat istimewa. Sebab, dengan tarif yang lebih mahal dari di Indonesia (meski sudah jauh lebih murah dari operator lain di Timor Leste), jumlah pelanggan tersebut sama nilainya dengan memiliki 75.000 pelanggan di Indonesia.

Direksi PT Telkom, di bawah pimpinan Dirut Arief Yahya, memang menunjukkan kemajuan yang besar. Laba Telkom Group naik lebih dari satu triliun rupiah pada 2012. Menjadi lebih dari Rp 12 triliun. Padahal, perusahaan telekomunikasi sedang berada dalam persaingan yang amat ketat. Terutama dalam banting-membanting tarif.

PT Telkom sendiri, yang tahun-tahun lalu rugi (bisa untung karena didongkrak anak perusahaannya, Telkomsel), tahun lalu sudah tidak rugi. Anak perusahaan kini tidak lagi selalu mengejek induknya. Dan harga saham Telkom terus melejit.

Tentu, saya juga mengunjungi teman-teman Merpati dan Bank Mandiri di Dili. Merpati amat populer di sana. Apalagi Bank Mandiri. Bukan main ramainya kantor Bank Mandiri di Dili. Nasabah yang antre sangat banyak. Padahal sudah sore hari.

Kalau pagi, kata nasabah di situ, ramainya tidak keru-keruan. Gedung tiga lantai itu sangat sesak. Untung orang di sana terlalu mencintai Bank Mandiri, sehingga masih sabar menghadapi layanan seperti itu. Tentu perubahan harus segera dilakukan.

Bank Mandiri memang menjadi bank yang terbesar di Timor Leste. Memang ada dua lagi bank asing, tapi jauh tertinggal dari Bank Mandiri. Kalau dalam skala 1 sampai 10, Bank Mandiri di skala 10, sedangkan bank dari Australia di skala 6 dan bank dari Portugal di skala 5.

Tapi, Bank Mandiri tidak boleh lengah dan merasa besar sendiri. Bank-bank asing tersebut mulai membuka kantor di distrik-distrik di luar Dili. Sedangkan Bank Mandiri tetap saja baru punya kantor di Dili.

Kini Bank Mandiri sudah punya teman Telkomcel. Keperluan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk membuka jaringan kantor di luar Dili akan lebih mudah. Karena itu, malam itu, dalam acara peresmian Telkomcel yang dihadiri Perdana Menteri Xanana dan sejumlah menterinya, Bank Mandiri langsung mengikat kesepakatan untuk bekerja sama di sana.

Sebagai bank yang posisinya sudah sangat besar dan begitu dicintai masyarakat di sana, tidak sulit bagi Bank Mandiri untuk membuat posisinya tetap sulit dikejar.

Itu artinya, amanat para pahlawan di TMP Seroja Dili akan bisa ditunaikan dengan baik oleh BUMN. (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

271 thoughts on “Taiso dan Amanat Pahlawan Seroja

  1. Selamat pagi Indonesia

    Posted by Akmila | 21 Januari 2013, 5:47 am
    • bonceng dulu ah…
      ini nih pencitraan sejati…hahahaha

      Posted by sdwi | 21 Januari 2013, 5:49 am
      • asyiikkk pertamax di komen sub ke 3…

        Posted by mbah surip | 21 Januari 2013, 5:55 am
        • Timor Leste diinvasi Indonesia lagi tapi lewat BUMN!
          ayo cari negara lain lagi.
          masa Indonesia cuma jadi sasaran penjajahan model baru.
          gantian dong.

          Posted by adhi | 21 Januari 2013, 6:02 am
          • Tumben Mba Yuni gak pertamax…kemana beliau?

            Posted by JOWI | 21 Januari 2013, 6:45 am
          • Jiahaha .. ga kebagian ngojek tumpuk. Minta digendong ah …

            Posted by apasaja | 21 Januari 2013, 8:18 am
          • Teman-teman yang terhormat,

            Mari kita sampaikan aspirasi kita, usul kita secara pribadi kepada Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, agar beliau mempertimbangkan/menjadikan Pak Dahlan Iskan menjadi calon Presiden dari Partai Demokrat. SMS center SBY adalah 9949 ingat ya 9949 dan jangan takut untuk sms, ingatlah beliau dahulu membuka keran itu untuk menerima aspirasi dari rakyatnya. Saya sudah beberapa kali kirim sms ke SBY via 9949.

            Kirimkan sebanyak-banyaknya rakyat indonesia yang menghendaki kemajuan negara kita. Integritas dan Antusias. Presiden adalah takdir Allah. Semoga dengan kita kirim sms aspirasi ke Bapak SBY, menjadi jalan takdir untuk Pak Dahlan Iskan menjadi Presiden RI 2014~2019. Semoga itu menjadi salah satu kontribusi besar Bpk. SBY Demi Indonesia. Demi Indonesia Bismillah…

            Salam hormat,
            bonzo – jakarta barat

            REFERENCE :

            http://finance.detik.com/read/2012/11/27/141356/2102691/4/sby-banyak-dapat-sms-soal-demo-buruh-dan-dahlan-iskan

            SBY Banyak Dapat SMS Soal Demo Buruh dan Dahlan Iskan

            Wahyu Daniel – detikfinance
            Selasa, 27/11/2012 14:18 WIB

            Jakarta – Selama periode 16 Oktober-31 Oktober 2012 Presiden SBY banyak mendapatkan aduan dan tanggapan lewat SMS soal demo buruh dan soal tindakan Menteri BUMN Dahlan membersihkan BUMN dari kongkalikong anggaran dengan DPR.

            Staf Khusus Presiden selaku Pengelola SMS dan PB BOX 9949 JKT 10000 Sardan Marbun mengatakan, unjuk rasa buruh diharapkan dilakukan dengan tujuan untuk meluruskan hal-hal yang dinilai tidak benar, sehingga unjuk rasa dilakukan dengan baik. Sardan meminta agar aksi demonstrasi tidak memaksa dan mengganggu produksi sebuah perusahaan.

            “Pemaksaan serta dampak buruk terhadap produksi perusahaan merupakan hal yang perlu dihindari. Di lain pihak, kesejahteraan buruh perlu disesuaikan dengan kondisi yang memadai dengan UMR sekitar Rp 2 juta,” kata Sardan dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa (27/11/2012).

            Selama kurun waktu 16-31 Oktober 2012, pihaknya telah menerima 1.930 pengaduan masyarakat.

            Selain soal buruh, pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait adanya oknum anggota DPR yang melakukan praktik kongkalikong dan meminta jatah kepada sejumlah BUMN memunculkan aduan dari masyarakat kepada SBY.

            Secara keseluruhan terdapat 118 SMS (91,47%) yang mendukung Dahlan Iskan dan 11 SMS (8,53%) menentang. Contoh SMS yang mendukung: “Bpk. Presiden harap Menneg BUMN tetap dapat dipertahankan, jangan BUMN dijadikan sapi perah oleh oknum anggota dewan”.

            Sementara SMS yang menentang: “Tindakan Dahlan Iskan tidak mencerminkan sikap pejabat, justru melemahkan lembaga negara, sepantasnya pejabat macam itu diganti yang lebih bermoral.”

            Dikatakan Sardan , dengan diterimanya 1.930 pengaduan masyarakat, maka sejak Juni 2005 saat mulai Kabinet Indonesia Bersatu II hingga 14 November 2012, SBY telah menerima 3.406.275 SMS dan 113.344 pucuk surat melalui PO BOX 9949 JKT 10000.

            (dnl/ang)

            Posted by bonzo | 26 Januari 2013, 12:31 pm
      • ya,..dan itu tidak ada ruginya buat siapapun,tapi sangat banyak yang berharap degan tulisan dan kerja keras pak dahlan,…anda pengin terkenal seakan akan level beliau dengan memusuhinya,…bung sdwi.

        Posted by ben | 21 Januari 2013, 6:06 am
      • Selamat datang om.. Sendirian aja neh? Temen n “temen”-nya mana?? Laku ga laku yang jelas sharing di MH-nya diminati dan dikasih komen juga. Mantaaaaabbbb!! :)

        Posted by Aris Kadarisman | 21 Januari 2013, 9:37 am
        • Hehe, yang dikomenin kabur ya .. Didelete admin apa ditarik yang empunya tulisan nih?

          Posted by apasaja | 21 Januari 2013, 11:10 am
          • KA DAL. VS BUNG LON. ?
            sama saja

            (lucu aja baca komen di detik…)

            Posted by heidylorenzah | 21 Januari 2013, 3:44 pm
          • Dahlan Bebas, Ditilang Pun Tidak
            Senin, 21/01/2013 | 11:30 WIB

            http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=c39a7edea71c7c9fb626d5466a9c5a9c&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c

            Pak DI memang hebat, akhirnya polisi takluk !
            kerjain kerjain kerjain !

            Posted by disfan | 22 Januari 2013, 11:44 am
          • klo bebas wajarlah, wong tidak merugikan siapa2…yg kesenggol juga tak komplain…masalah tilang pasti dibayar itu pendapatan negara…salut untuk pak DI…kecewa bagi yang benci dan tak suka….TETAP SEMANGAT PAK…JAYALAH NEGERIKU..MAJULAH BERSAMA ANAK-ANAK MUDA YANG PEDULI DAN PUNYA POTENSI….abaikan mereka yang tidak peduli….

            Posted by ep sard | 22 Januari 2013, 12:17 pm
          • Akan Sulit memperkarakan DIS, Apalagi di Surabaya :
            1. DIS adalah Wong Suroboyo (Magetan) dan mempunyai kedekatan pada para Kyai disana…
            kalo dihitung2 haji mkn udh ga terhitung, wong tiap tahun ke Mekah…
            2. Pernah menjabat pengurus Persebaya, Bonek pun pernah ditraining ala supporter Chelsea. makanya bonek pada tertib skr (dedengkot bonek).
            3. DIS Salah satu pengusaha besar di Surabaya melalui JPPN Group, punya ratusan anak perusahaan… jadi sudah biasalah pegang BUMN yg 141 induk dan 400anak usaha.
            Polisi dan Pemerintahan disana tentunya tunduk dgn beliau.
            4. Pada Kasus Tucuxi, justru DIS menabrakan Mobil ke Tebing Demi mengurangi Resiko LAKALANTAS. dan itu murni karena rem blong.

            Untuk Tuduhan2 yg dicoba ajukan :
            1. Test Drive di jalan umum tanpa ijin –> buktinya bawa rombongan polisi dan wartawan waktu test drive
            2. Plat no tidak terdaftar –> coba cek plat nomer asli di jln (lambang polri) mkn hanya 30%, selebihinya buatan tukang ketok pelat (walau no sesuai STNK). kalo DIS diperkarakan byk rakyat juga bisa kena.
            Kalaupun mau ya ditilang, dan itupun pak DIS udah pasang badan dateng ke Polda sendiri.

            Kalau Pejabat dicintai rakyatnya, tentunya rakyat akan melindungi beliau…
            Tidak ada orang yg sempurna…
            Dilihat saja maksud dan Tujuannya…

            Buat orang2 yg ingin menjatuhkan DIS, silakan coba aja… jgn cuma ngemeng dan koar2 di blog/tweet.
            Hadapi… toh DIS sudah kibarkan bendera perang di DPR… (atau takut ketauan belangnya jadi maen aman???)

            Posted by PUTU | 22 Januari 2013, 9:20 pm
          • @ All raeders

            Saya setuju sekali dengan pernyataan Kang G. Hariyanto, bahwa kita investasi ke Timor Leste ini adalah karena salah perhitungan. Bung DI tergesa-gesa tanpa mengukur secara detail perhitungan terkait kondisi demografi Timor Leste. Hanya melihat peluang saja. BUMN mengira investasi ini menguntungkan. Padahal belum tentu!
            Menurut saya, Timor Leste baik dengan Indonesia hanya luarnya saja. Nanti kalau infrastruktur dll sudah tertata dengan baik maka akan mendepak kita dan welcome kepada Australia dan Portugal.

            Coba Anda perhatikan:
            @ bagaimana mungkin suatu negara yang dijajah setelah merdeka memilih identitas yang mengikuti negara penjajahnya? Fenomena ini cuma terjadi di Timor Leste, mereka memilih portugis sebagai bahasa nasionalnya, padahal mereka mempunyai bahasa sendiri yaitu Bahasa Tetun. Mengapa bisa demikian? Karena Timur Leste dikuasai keturunan Mestizo. Bukan Timor asli.

            @ bagaimana mungkin sebuah masyarakat yang baik tidak memiliki kosa kata MAAF dan TERIMA KASIH? Padahal esensi nilai bangsa dapat dilihat dari bahasanya, karena bahasa itu merupakan pola pikir dasar sebuah Bangsa atau masyarakat .

            Oleh karena itu, orang timor leste tak akan minta maaf kepada Indonesia jika bersalah, dan tak akan berterima kasih kalau ditolong?

            Salam untuk DahlanIs. www

            Posted by aditam@putra | 23 Januari 2013, 1:46 pm
          • Dalam MH61 terdapat dua kalimat yang mengandung perkataan investasi. Pertama dalam kalimat “Saya pun minta agar tidak menularkan kebiasaan nyogok untuk memenangi tender di sana. Di dalam negeri pun, saya sudah menegaskan agar BUMN mengakhiri kebiasaan nyogok pada masa lalu. Tidak mendapatkan proyek dari APBN, ya sudah. Cari peluang lain. Karena itu, banyak BUMN yang kini mengembangkan proyek sendiri sebagai proyek investasi. Atau proyek sesama BUMN.”. Kedua, “Wika pun, yang kini amat bangga karena menjadi BUMN karya yang terbesar (tiga BUMN karya dijadikan satu pun belum bisa mengalahkan Wika), kian menonjol kemampuannya. Teman-teman yang mengerjakan proyek di Timor Leste tersebut, misalnya, banyak yang alumnus proyek Aljazair. Wika memang baru saja selesai mengerjakan proyek jalan tol sepanjang 400 km di Aljazair. Statusnya memang masih subkontraktor, tapi namanya sudah terkenal di sana. Investasi reputasi itu membuahkan hasil. Wika tahun ini mulai menjadi kontraktor utama di sana dengan proyek hampir Rp 1 triliun. Yakni, proyek apartemen di Kota Constantinople, kota kedua terbesar di Aljazair.”
            Pengertian proyek menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah rencana pekerjaan dng sasaran khusus (pengairan, pembangkit tenaga listrik, dsb) dan dng saat (waktu-pen) penyelesaian yg tegas. Sedangkan Investasi diartikan, penanaman uang atau modal dl suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
            Pengertian proyek investasi dalam kalimat pertama tersurat pada anak kaimat yang terakhir yaitu “BUMN mengembangkan proyek sendiri sebagai proyek Investasi, atau proyek sesama BUMN”, contohnya Angkasa Pura I (AP I)punya pekerjaan membangun Bandara maka Wika atau PP (sebagai BUMN Karya)melaksanakan pembangunan tersebut tentu dengan biaya yang telah dianggarkan sebelumnya oleh AP I termasuk disain, RAB, jangka waktu pelaksanaan dan system pembayarannya yang tentu saja dituangkan dalam kontrak/perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Dengan demikian istilah proyek investasi dalam hal ini melekat pada AP I yang membangun infrastruktur sebagai investasi. Sedangkan Wika atau PP memiliki keahlian dalam melaksanakan proyek dimaksud, kalaupun ada investasi adalah modal awal proyek sebelum dibayar oleh user/pengguna dalam hal ini AP I, bahkan dalam perjanjian seringkali juga diberikan uang muka antara 20% sampai 30% oleh pengguna bersamaan dengan penandatanganan proyek yang akan dilaksanakan.
            Sedangkanpada kalimat yang kedua, pengertian “investasi reputasi” lebih kepada penegasan bahwa suksesnya pekerjaan Wika sebagai sub-kontraktor proyek jalan tol sepanjang 400 km di Aljazair membuahkan hasil menjadi kontraktor utama dengan proyek senilai hampir 1 trilyun di Negara yang sama. Kesuksesan melaksanakan pekerjaan dengan tingkat kepuasan yang tinggi merupakan investasi reputasi sehingga mendapat kepercayaan dari pihak pemilik modal/user/owner.
            Nah berkaitan dengan BUMN melaksanakan pekerjaan jembatan, jalan, pelabuhan, gedung misalnya di Timor Leste tentu saja para Direksi BUMN Karya tidak begitu saja mengikuti tender bila hitung-hitungannya tidak akan menguntungkan. Terlebih lagi tender yang dilaksanakan secara terbuka untuk diikuti oleh kontraktor asing terikat dengan hukum perjanjian internasional yang pada umumnya lebih ketat dan saling memberikan perlindungan kepada kedua belah pihak.
            Jadi, mungkin kita tidak perlu apriori tehadap keputusan BUMN mengerjakan proyek-proyek di Timur Leste.
            Salam.

            Posted by mang encep | 23 Januari 2013, 3:25 pm
          • Mang Encep, orang di BUMN itu pintar2… byk Lulusan ITB, UI dsb…
            soal hitung2an saya rasa tentunya profit… apalagi BUMN kontraktor yg jagoan semua…
            Serahkan pada ahlinya dah….
            Kalaupun merugi, nextnya pasti ga dilanjutin lagi. easy aja…

            Posted by PUTU | 23 Januari 2013, 6:13 pm
          • Se7 se X,
            Bli PUTU…..

            Posted by mang encep | 23 Januari 2013, 6:17 pm
          • Sangat sependapat Mang Encep.. keikutsertaan BUMN dalam tender proyek infrastuktur di TL adalah murni perhitungan bisnis.. TL tidak mampu membangun sendiri karena kontraktor lokal tidak punya SDM yang handal, akhirnya mengundang kontraktor dari luar negeri.. BUMN memiliki keunggulan dibandingkan pesaing karena memiliki pengalaman internasional dan mampu memberi harga yang sangat kompetitif.. Dalam jangka panjang akan membuat ketergantungan TL kepada Indonesia semakin tinggi.. Sukur-2 semua infrastuktur yang ada di TL dibangun oleh BUMN Karya.. berapa banyak devisa yang masuk ?!

            Khusus untuk investasi Bank Mandiri dan Telkom.. Bidang Keuangan dan Telekomunikasi adalah bidang yang sangat strategis bagi sebuah negara….. . Dengan BUMN menguasai kedua sektor tersebut, dalam jangka panjang akan sangat menguntungkan Indonesia baik dari sisi ekonomi keuangan maupun geopolitik dan hankam…

            Kita patut bersyukur di Indonesia kedua sektor strategis tersebut dikuasai oleh BUMN, sehingga pihak asing tidak bisa mendikte kebijaksanaan pemerintah dengan senjata penguasaan kedua sektor tersebut…

            Posted by cak-mat | 23 Januari 2013, 10:44 pm
          • @ Mang Encep, Bli Putu, Cak-Mat

            @ Apriori? Tidak, sama sekali saya tidak apriori terhadap keberhasilan Indonesia/BUMN berinvestasi ke TL, hanya saja khawatir. Khawatir kalau-kalau kemenangan tender-tender BUMN adalah kemenangan semu.Jangan-jangan Negara Australi maupun Portugis senagaja mengalah karena punya tujuan lain yang terselubung. Atau benar kata teman kita: “…seolah bumn berhasil berinvestasi di mancanegara TL dgn memenangi tender proyek mengalahkan berbagai negara lain. Padahal kalau kita telaah sebenarnya TL-lah yg mengemis kpd Indonesia. Pejabat TL itu lbh sering blusukan sampai ke pemda2 & swasta Indonesia agar mau berinvestasi di TL. – Anda masih ingat dengan kedatangan Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao ke PT Sri Rejeki Isman Tekstil (Sritex) Sukoharjo, Jateng terkait rencana pembelian seragam untuk kebutuhan militer maupun pegawai sipil negara yang dipimpinny. Seorang Xanana harus datang sendiri untuk membeli baju?
            Saya juga khawatir pengalaman pahit terkait TL terulang lagi. Kecewa lagi.

            @ Memang betul, orang-orang di BUMN itu pintar2… byk Lulusan ITB, UI dsb…soal hitung2an tentunya profit… apalagi BUMN kontraktor yg jagoan semua… Tapi bukankah datangnya kerugian itu tidak pernah terjadi pada saat awal perhitungan di atas kertas, namun setelah di lapangan? Kalaupun merugi, nextnya pasti ga dilanjutin lagi. Semudah itukah?

            @ Untuk proyek-proyek yang lain saya selalu optimis. Entah, terkait yang ini saya agak pesimis. Mf

            Salam untuk DahlanIS. www

            Posted by aditam@putra | 24 Januari 2013, 2:17 am
          • Keyakinan dan keberanian adalah awal suatu keberhasilan dalam dunia usaha, kalau sudah yakin lakukan!!! jangan ditunda” lagi karena 1detik waktu saja tidak bisa dibeli oleh dunia dan seisinya apalagi oleh uang!

            Siapa yang tau masa depan??? 1menit kedepan saja tdk ada yang tau kalo memprediksi silakan, semangat jangan dikempesi tapi dipertahankan kalo (agak) kempes justru harus dipompa lagi.

            Posted by uwek | 24 Januari 2013, 4:04 am
          • Setuju sekali….
            Pertama, keduanya adalah bidang strategis
            Kedua, siapa cepat dia dapat…masa sih dalam bisnis, seorang pengusaha mau melewatkan peluang?mungkin saja negara lain “menyengajakan” BUMN menang, tp klo BUMN gak ambil….terus kapan “belajar”nya?
            Toh org2 BUMN jg orang2 pintar yg siap mempertanggungjawabkan keputusanyg diambil
            Ketiga, investasi “pencitraan” sangat penting. It works d Aljazair
            Ke-empat, I love DISway…..

            Semoga BUMN Indonesia maju terus….
            Amin ya robbal’alamin

            Posted by noeng | 24 Januari 2013, 4:53 am
          • Selama mereka (TL) MEMBAYAR BUMN dan mengikuti kaidah BISNIS BILATERAL YANG WAJAR, saya rasa it’s Ok Bro….

            Kecuali kita INVEST saja dan mereka gak mbalikin uangnya… itu baru rugi.
            Untuk Perbankan misalnya… nggak ada ruginya, anggap mandiri punya cabang thats all, yang diputar juga uang warga TL…

            Semoga untuk tender mereka MAU BAYAR FAIR…. mari kita doakan ( n kita kawal beritanya…)
            Salam ACI. Gbu ….

            Posted by W. Ning | 24 Januari 2013, 5:50 am
          • wah pak aditam@putra agaknya kecewa ya , kenapa ngak ikut invest di timor leste saja…terlepas masa lalu yg kelam bagi negara ini memajukan sebuah profinsi termuda..semua source baik sumber manusia, uang dan juga fikiran sudah dicurahkan untuk kemajuan propinsi termuda negeri ini waktu dulu… kita ingat sejarah demi ambisi dr negara adidaya dengan memakai tangan bangsa ini agar wilayah tersebut tidak jadi negara komunis..akhirnya tetap saja perjuangan bangsa ini tidak mendapat apresiasi positif baik malah jadi bulan-bulanan..sungguh menyedihkan bukan dibantu malah dicaci… memang sudah waktunya penguasaan secara kekerasan tidak dipakai tapi kita bisa bantu mereka bahwa kita bukan saudara dekat yang melupakan saja masa dahulu walau sekarang sudah terpisah..dibidang ekonomi kita bisa ikut andil… dimana negara manapun untuk menarik investor ke negerinya tentu dia akan berjuang menawarkan kelebihan2 dan potensi yang bisa digarap dengan memberikan insentif yang menguntungkan bagi negara atau pengusaha yg sudah berinvestasi …terlepas ada indikasi ketidak pedulian sekarang negara2 yg dulu memprovokasi mereka untuk berpisah tentu kita jangan seperti itu, dianggap saudara yang kejam tidak peduli walaupun kepedulian bangsa kita dengan apbn yg begitu besar dahulunya untuk membuat TL bisa maju…

            @.pesan pak DI kepada BUMN adalah bentuk apresiasi agar pola-pola lama yg diterapkan dimasa lalu jangan terulang lagi..jadilah direktur yang idealis, jujur, bersih dan berkomitmen..buktikan kalau kita adalah anak bangsa yang bermartabat….

            Posted by ep sard | 24 Januari 2013, 9:57 am
          • @aditam
            kemampuan timor leste (TL) dlm membiayai proyeknya bs dilihat dr apbn nya. Th 2012 apbn TL sebesar 12,5 triliun (setara apbd jawa timur), itupun 80% atau sekitar 10 T untk belanja rutin (operasional) negara. Sedangkan untk pembangunan sekitar 2,5 T yg dibagi ke berbagai sektor. Itu blm untk membayar utang & yg dikorupsi. Sehingga sangat kecil kemungkinan untk membiayai proyeknya sendiri. Sy tdk paham skema pembiayaan spt apa atas proyek bumn di TL.

            Sektor perbankan juga akan sulit berkembang di TL. Melihat apbn & pendapatan perkapitanya akan sedikit masyarakat TL yg akan menanamkan modalnya di perbankan. Melihat angka pengangguran yg tinggi, penyaluran kredit perbankan akan banyak terserap ke kredit konsumsi drpd ke kredit modal, sehingga resiko gagal bayar menjadi tinggi. Selain itu, administrasi & birokrasi negara TL yg belum tertata menjadikan jaminan perbankan sulit memperoleh status legal formalnya. Masih banyak properti yg tdk bersertifikat dan yg bersertifikat palsu.

            Walau bagaimanapun investasi & ekspansi bumn ke TL adalah sebuah langkah maju. Meski ada kegagalan tdk akan merugikan menbumn karena bukan proyek pribadi. Ini kan proyek kita2 juga. Jadi terserah kita mau untung/rugi.

            Posted by G. Hariyanto | 24 Januari 2013, 10:05 am
          • Keraguan terhadap kemampuan pembayaran TL untuk proyek-2 infrastruktur yang digarap BUMN sama sekali tidak berdasar..Tentunya para direksi BUMN Karya tersebut sudah memperhitungkan kemampuan pembayaran proyek tersebut dan sudah dituangkan dalam perjanjian sebelumnya.. Tidak tertutup kemungkinan bahwa proyek-2 tersebut didanai dari bantuan luar negeri, mengingat TL sampai saat ini masih menggantungkan hidupnya dari bantuan luar negeri..
            Bank Mandiri dan Telkom membuka cabang di Dili untuk jangka panjang dan pertimbangan keputusan tersebut jelas didasarkan perhitungan proyeksi pertumbuhan ekonomi TL minimal 5 – 10 tahun kedepan, bukan hanya berdasarkan kondisi saat ini saja.. Juga tidak tertutup kemungkinan investasi ini merupakan keinginan dari pemerintah Indonesia berdasarkan pertimbangan kepentingan politik dan Hankam Indonesia terhadap TL dalam jangka panjang…

            Posted by cak-mat | 24 Januari 2013, 11:17 am
          • @cakmat
            pertumbuhan ekonomi tinggi suatu negara tdk ada artinya jika pertumbuhan inflasinya tinggi. Dlm 10th kemerdekaan TL, angka inflasinya stabil 2 digit (>10%). Itu artinya TL msh berpeluang menjadi negara gagal.

            Sy lbh setuju invasi bumn ke TL itu untk keuntungan secara geopolitik. Spt rumah tangga kita yg akan terganggu jika mempunyai tetangga bermasalah. Kita bisa mengatasi permasalahan itu dgn membantu atau memecat tetangga kita. Begitu jg TL yg bermasalah itu secara tdk langsung akan mengganggu keamanan & stabilitas sospol Indonesia. Terbukti ketika terjadi kerusuhan di TL, banyak pengungsi yg lari ke Indonesia. Hal ini membuat Indonesia secara tdk langsung hrs bertanggung jawab. Dgn cara ‘memerdekakan’ ekonomi TL atau menjajah bangsanya. Dan Indonesia telah berketetapan untk ‘memerdekakan’ TL sekali lg. Kesimpulannya, invasi bumn ke TL itu bukan mencari untung, tapi mencari teman.

            Posted by G. Hariyanto | 24 Januari 2013, 1:00 pm
          • Kalau mengikuti kata hati, saya lebih condong Pemerintah Indonesia menggarap intensif pembangunan infrastruktur untuk kemajuan perekonomian wilayah atambua yang menjadi etalasi Indonesia.. rakyat TL akan iri dan menyesal kenapa dulu memilih pisah dengan Indonesia.. hehehe

            Posted by cak-mat | 24 Januari 2013, 2:18 pm
          • Membangun negeri sendiri dengan tulus dan membantu pembangunan negeri tetangga juga dengan tulus pasti akan berdampak positif bagi keduanya. Tapi pikiran dan perasaan seperti itu sdh ga laku di jaman kiwari. Dibilang gila, aneh, lebay, pencitraan, dicurigai, dst. Masalahnya yg menggerakkan gairah hidup kebanyakan jin dan manusia sekarang bukan hati. Huruf T sudah lama diganti dgn huruf F. Tulus menjadi Fulus…. beuh !

            Posted by mang encep | 24 Januari 2013, 2:36 pm
          • Dgn pemikiran anda itu: tulus=fulus, berarti anda telah meragukan ketulusan idola anda sendiri. Yg dgn tulus ikhlas merogoh kocek pribadi membuat tucuxi, & dgn tulus pula menabrakkannya ke tebing agar tdk mencelakai orang lain. Pantas saja DI dibilang lebay & pencitraan, karena ia memang bekerja tulus.

            Posted by G. Hariyanto | 24 Januari 2013, 3:23 pm
          • Bung G. Hariyanto, mungkin ada kalimat saya yg keliru Anda mengerti. Memang beda tipis antara pemikiran dg pandangan dari hasil penilaian. Apa yg kita pikirkan itu adalah hasil proses dari penilaian terhadap sesuatu yg baik maupun yg tdk baik. Oleh karena itu apabila buah pikiran itu dituangkan dalam tulisan atau diucapkan secara lisan disebut sebagai pendapat.
            Contohnya, Dahlan Iskan berpandangan dari hasil penilaian bhw, BBM makin berkurang, akan jadi makin mahal, subsidi makin bengkak, padahal tren kepemilikan kendaraan bermotor makin bertambah sbg akibat dari kebutuhan dan meningkatnya kemampuan daya beli rakyat. Maka solusinya adalah mobil listrik. Tapi mobil listrik masih barang mewah, mahal dan ragu bisa apa ga bikinnya? Dahlan Iskan berpikiran, baiklah saya danai sendiri, saya cari ahlinya, saya buktikan bahwa kita bisa, saya uji sendiri dg segala risikonya saya tanggung sendiri. Kerja fokus, total, jelas arah tujuan, ditambah rasa dari hati nurani yg mendalam maka bergeraklah dg tulus walau harus menabrak tebing karena yakin hanya Allah yg punya hak prerogatif untuk menghidupkan atau mematikan makhluqnya. Itulah perujudan ikhlash.
            Sementara itu saya berpandangan dari hasil pernilaian kondisi sekarang, tulus itu sdh jarang, secara umum harus ada fulus dulu baru mau jalan. Saya berpandangan dari hasil pernilaian bahwa Dahlan Iskan digerakkan oleh hati yg tulus yg menginginkan bangsanya maju.

            Posted by mang encep | 24 Januari 2013, 5:03 pm
          • Baru lihat http://www.youtube.com/watch?v=WlwP2qz2JRw mantab mister Habibie, saya kira sinkron dengan Pak DI

            Posted by santosa | 24 Januari 2013, 6:57 pm
          • @ all readers

            TL antara Opportunities dan Threats

            Ok, memang perbedaan pandangan seperti ini akan selalu hadir di hadapan kita karena akan selalu ada perbedaan menempatkan indikator-indikator dalam analisa SWOT, khususnya mengenai pemilahan apakah indikator itu masuk Opportunities atau Threats. Begitu pula dengan keadaan demografi TL ini, apakah BUMN memasukkan dalam katagori O atau T, atau bahkan O sekaligus T sehingga BUMN mempunyai strategi yang bervariasi.
            Aggap saja BUMN ini adalah perusahaan Garmen yang akan ‘invasi’ ke pedalaman Papua. Keadaan masyarakat di sana yang masih memakai koteka bisa dianggap sebagai PELUANG besar atau sebaliknya sebakai ANCAMAN.

            Akhirnya, semoga setrengths BUMN mampu mengambil opportunities, mencegah weaknesses menjadi kenyataan, dan mampu mengatasi threats. Dengan pendekatan yang jujur, idilalis, dan bermartabat, yang berbeda dengan cara-cara orba, mudah-mudahan rakyat TL tidak melakukan ‘perlawanan’ ataupun ‘referandum’ jika suatu saat nanti Indonesia mampu ‘menjajah’ negri mereka. Amin YRA.

            Salam untuk DahlanIS.www

            Posted by aditam@putra | 25 Januari 2013, 6:07 am
          • Baru streaming mas Santosa….
            Wah Ngenes nih nasib bangsa….

            1). 17th tahun yg lalu sudah bisa bikin pesawat terbang, malah skr dilecehkan malaysia (baru bisa bikin esemka)
            2). Putra2 terbaik bangsa byk dibajak malaysia untuk industri aerospacenya.
            3). 60% rakyat indonesia msh pendapatan $2/hari.. OMG
            4). Pesawat N250 termasuk yg mutahir di kelasnya pada saat itu dengan new teknologi “fly by wire”.
            5). Padahal sudah direncanakana pembuatan perakitan pesawat tsb di beberapa negara spt Eropa/Jerman yg dalam 2th bisa beroperasi… malah hilang ditelan bumi…

            Kata2 mutiara beliau : Tidak Usah Menyalahkan siapa2, karena itu tidak ada gunanya…

            #Mudah2an Ada Habibie2 lain yg bisa menghidupkan AEROSPACE INDONESIA… (apakah Ilham Habibie???)

            Posted by PUTU | 25 Januari 2013, 8:13 pm
          • ini orang kerjanya cuma OMDO !

            Posted by disfan | 26 Januari 2013, 4:12 am
          • ini orang kerjanya cuma ngomong : “ini orang kerjanya cuma OMDO !”

            Salam Dahlanis

            Posted by Dwi P | 26 Januari 2013, 7:58 am
          • Dahlan Iskan Bebas dari Jeratan Hukum
            Penulis : Sandro Gatra | Jumat, 25 Januari 2013 | 20:32 WIB

            JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo mengatakan, tidak ada unsur pidana dalam kasus kecelakaan mobil listrik Tucuxi yang melibatkan Menteri BUMN Dahlan Iskan di Magetan, Jawa Timur. Dengan demikian, Dahlan bebas dari jeratan hukum.

            Kapolri mengatakan, tidak adanya unsur pidana dalam kecelakaan tersebut lantaran tergolong kecelakaan ringan. Apalagi, kata dia, tidak ada pihak lain yang menjadi korban.

            “Kan, diselesaikan kerugian materiilnya. Apalagi, kecelakaan sendiri. Dari sisi itu tidak ada (pidana),” kata Kapolri sebelum menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/1/2013) malam.

            Sebelumnya, Dahlan telah diperiksa oleh penyidik Polda Jawa Timur. Kesimpulan sementara tim gabungan Polda Jawa Timur ketika itu, Dahlan dianggap melanggar sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di antaranya Pasal 310 Ayat 1, Pasal 280, dan Pasal 64 Ayat 1.

            Pasal 310 Ayat 1 terkait kelalaian yang menyebabkan kecelakaan dengan ancaman pidana penjara maksimal enam bulan dan/atau denda maksimal Rp 1 juta. Adapun Pasal 280 dan Pasal 64 Ayat 1 terkait pelanggaran aturan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dengan ancaman penjara maksimal dua bulan atau denda maksimal Rp 500.000.

            Pelat nomor DI 19 yang dipasang pada Tucuxi ketika itu adalah pelat palsu. Dahlan menyebut pelat tersebut hanya aksesori.

            Editor :Tri Wahono

            Posted by hukum khusus buat pejabat yang tidak tahu malu ! | 27 Januari 2013, 10:07 am
          • @hukum khusus buat pejabat yang tidak tahu malu…kecewa dan sakit hati ya pak…ndak ada kerugian bagi orang lain, tidak ada korban orang lain..kerugian dan korban diri pak DI…wajarlah hanya kena teguran dan pasalnya juga rendah… apakah anda pernah berkoar-koar bagi pejabat negara yg korupnya milyaran u dihukum…tentu tidak bukan…klo saya liat ini koment negatif biasanya titipan dan dendam pribadi atas rasa ketidaksukaan terhadap seorang pak Dahlan Iskan…bagi beliau suka atau tidak suka tidak akan mengurangi niat beliau memberikan kontribusi terbaik bagi para anak2 anak bangsa yg punya potensi, idealis dan peduli dengan negara ini…perilaku beliau tentu menurut ukuran awam mungkin dianggap wajar tapi bagi para calon-calon pejabat, politisi, anggota dewan dianggap pesaing yang sangat menjengkelkan..dikarenakan source pak dahlan tidak sebanyak dan sekuat mereka punya, jadinya dengan cara mengintimidasi, memberikan citra jelek, menghasut dan mencaci maki adalah modal murah untuk menjatuhkan pribadi beliau…untuk jangka pendek mungkin berhasil tapi anda jangan lupa ada tangan-tangan lain dan do’a-do’a dari orang-orang yang masih peduli atas kerja keras beliau memanangerin orang2 yg menjadi bersih…berkarya, berdedikasi dan loyalitas serta jujur dan ikhlas bekerja demi kejayaan bangsa ini…

            Posted by ep sard | 27 Januari 2013, 7:54 pm
          • Komentar miring mah teu kedah dilayanan, kahayang manehna dikomentaran deui. Lain jadi sadar nu aya iluan sedeng. Cekap diaos teras jebean. Ngaran akun na wae teu jelas, nyumput tapi hayang katempo. Jalma kitu hate jeung beungeutna sarua moal jauh tina ramijud teu puguh rupa. (Mohon maaf bukan dengan bahasa nasional. Kalau ada yg bersedia membantu terjemahan dipersilakan). Bagi saya Dahlan Iskan adalah satu diantara ribuan zamrud khatulistiwa yg muncul ke permukaan dan akan menjadi magnit bagi ribuan mutiara yg mulai bermunculan. Amerika dan Eropa sedang dalam fase stagnan dan mulai meluncur ke titik nadir. Sementara Timur Tengah satu persatu rontok oleh panasnya suhu politik. Ibarat api dalam sekam menunggu terbakar dari dalam maka si jago merah akan membakar musnah segala yg ada di permukaan. Arang habis besi binasa.
            Indonesia dalam dua dekade ke depan akan tampil memimpin dunia dengan syarat ! Hukum mati koruptor dan pengedar narkoba !!

            Posted by mang encep | 27 Januari 2013, 8:44 pm
          • setujuuu ! Hukum mati koruptor dan pengedar narkoba juga pejabat yang tidak tahu ataupun tidak punya MALU !

            Posted by dis continued ! | 28 Januari 2013, 4:00 am
          • Perhitungan untung – rugi dalam dunia bisnis itu sudah biasa, tergantung metode yg dipakai apakah tepat atao salah…yg lebih penting lg tergantung yg melakukan perhitungan bisnis tersebut, kompeten atau tidak.

            Yang perlu digarisbawahi adl, secanggih apapun perhitungan untung – rugi investasi tidak ada yg bisa MENJAMIN kepastiannya.

            Kalo soal memilih, akal sehat saya lebih percaya perhitungan bisnis DI dari pada perhitungan yg mengandalkan asumsi.

            Siapa lagi yg bisa nolong Timor Leste kalo bukan kita, apalagi setelah australia dkk ternyata hanya ingin menjajah TL…mendapat kepercayaan dan kemudian berhasil membangun kepercayaan merupakan investasi yg tak ternilai dan hasilnya kedepan akan sangat LUAR BIASA…Bismillah.

            Posted by Ricky Gonzales | 24 Januari 2013, 11:58 am
          • tukang becak !

            Posted by azis | 23 Januari 2013, 11:37 pm
          • saya juga tukang becak,tapi
            gpp..yang penting halal…
            apakah anda ada masalah dengan itu??
            maaf kalo begitu.

            Posted by sdwi | 24 Januari 2013, 6:25 am
          • MUI Pertanyakan Ruwatan Dahlan Iskan
            Minggu, 06 Januari 2013, 09:38 WIB
            Republika

            Dahlan Iskan
            Berita Terkait
            Uji Kelaikan Bukan di Jalan Umum
            Heru Lelono Sarankan Ujicoba Kendaraan di Tempat Khusus
            Polda Jatim Selidiki Kecelakaan Mobil ‘Ferrari’ Tucuxi
            Pencipta Tucuxi Miliki Bukti Dahlan Langgar Perjanjian
            Dahlan Iskan Dituding Arogan

            REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Upaya menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, meruwat mobil listrik Ferrari Tucuxi dipertanyakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin. Menurut dia, ajaran Islam tidak mengenal tradisi ruwatan untuk menolak bala.

            Yang dibolehkan dalam agama, kata dia, adalah menggelar tasyakuran. Hal itu biasanya dilakukan dalam adat masyarakat ketika mendapat rejeki dengan menggelar selametan.

            “Tidak ada itu ruwatan (dalam ajaran Islam). Yang boleh itu syukuran,” katanya, Ahad (6/1).

            Ma’ruf mempertanyakan mengapa sekelas menteri melakukan hal seperti itu. Apalagi setelah prosesi ruwatan, mobil senilai Rp 1,5 miliar itu menabrak tebing di Magetan saat dikendarai dari Solo.

            Alhasil, mobil yang sudah dicuci denga air dari empat penjuru mata angin itu malah ringsek. “Saya tidak tahu ruwatan itu apa. Tapi, tidak perlu mobil diruwat,” imbaunya.

            Sebelumnya, Dahlan membuat sensasi aneh dengan menggelar upacara klenik. Dalam rilis yang diterima Republika, Sabtu (5/1), mobil listrik Tucuxi akan diruwat di Solo dalam sebuah upacara mandi kembang yang dilakukan dalang terkenal Ki Manteb Sudarsono. ”

            Acara Murwat Kolo itu dilakukan agar Mobil Tucuxi terhindar dari Segala bahaya, bala dan fitnah dari manapun,” kata keterangan itu. “Upacara Murwat Kolo tersebut akan diadakan tepat pada pukul 13:11 WIB. Karena, menurut hitungan Tahun Soko, itu saat yg paling tepat untuk upacara Murwat Kolo.”

            Selesai acara Murwat Kolo, mobil listrik Tucuxi akan dikendarai oleh Dahlan menuju Surabaya dengan melewati rute Tawangmangu. Tempat yang indah dengan udara nan sejuk dan nyaman di ketinggian sekitar 1.305 meter di atas permukaan laut.

            Redaktur: Didi Purwadi
            Reporter: Erik Purnama Putra

            Posted by setyo | 24 Januari 2013, 6:52 am
          • kalau “penggemar” abah DI orang islam mereka akan mendoakan dengan cara islam, bagi pemeluk nasrani, dan agama agama lain mereka akan mendoakan dengan keyakinan mereka masing masing, bagi mereka yang percaya dengan “ruwatan” mereka akan meruwat, dan mereka ini juga akan mengatakan untung sudah kami “ruwat” mobilnya pak DI, kalau tidak saya ruwat bisa bisa pak DI yang CELAKA, buktinya setelah saya ruwat kondisi pak DI tetep baik baik saja walau mobil yang dikemudikannya hancur, jadi dengan meruwat mobil bisa menyelamatkan nyawa pak DI…, jadi buat saudaraku semua, penjelasan dan penafsiran akan tergantung sisi mana kita melihat…jangan pertentangkan KEPERCAYAAN denga KEPERCAYAAN yang lain, saya rasa bila kita memposisikan dan saling menghormati akan lebih damai dan tentram, kecuali kalau memang maunya membuat “waton suloyo”, apapun bisa dijadikan sebab untuk menghujat ..

            Posted by Gallus Soloensis | 24 Januari 2013, 9:48 am
          • Basi nih beritanya… soal tucuxi udah slesai, tidak kena tilang dan kyai se jatim saja ga ada yg permasalahkan.
            lha itu berita tgl 6 january coy… skr udah 24 jan.

            Posted by PUTU | 24 Januari 2013, 10:09 am
          • masak MUI diadu sama kyai seJatim sih ? yang cerdas dong !!! jangan ikutan bloon

            Posted by jaihwacat | 24 Januari 2013, 4:13 pm
      • Salah SBY Pilih Orang Gila!

        Monday, 21 January 2013 13:43

        Effendi Simbolon: Dahlan Iskan gila (ist)

        itoday –  Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI Effendi Simbolon tak bisa menyembunyikan kekesalannya pada Menteri BUMN Dahlan Iskan yang mangkir di DPR.  Tak sekali ini, menteri yang suka membuat aksi kontroversial itu mangkir.

        Sedianya, Dahlan hadir guna membahas inefisiensi PLN periode 2009-2010 yang berpotensi merugikan negara sekira Rp37,6 triliun.

        Effendi pun menyatakan kekecewaannya ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang telah memilih mantan Dirut PLN tersebut menjadi Menteri BUMN.

        “SBY ada ada saja pilih orang gila kayak gitu,” ujar Effendi  di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/1).

        Meski demikian, DPR tetap melanjutkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kerugian PLN sebesar Rp37,6 triliun, tanpa kehadiran sang Menteri.

        “Ini kita lanjutkan RDP ini, sampai pukul 13.00 WIB,” katanya.

        Menurutnya, Dahlan dan Menteri ESDM Jero Wacik akan diundang kembali agar permasalahan ini segera cepat selesai. “Kita sudah undang Pak Dahlan, suratnya kita antarkan ke rumahnya dan rapat berjalan ini dengan catatan mereka diundang lagi,” tukasnya.

        Anggota DPR Komisi VII Risma juga mengatakan, rapat tersebut harus tetap dijalankan kendati tidak dihadiri Dahlan. “Kita sudah undang, tapi pak Dahlan tidak hadir. Entah dia mau hadir apa enggak. Kita tetap lanjutkan saja,” tandasnya

        Posted by huahahhhhaaaahahaaaa | 27 Januari 2013, 10:40 am
    • eh mana si dahlan??? biasanya bonceng komen no.1??? apa kebanjiran ya??? mdh bukan korban tragedi UOB…

      Btw Untuk BUMN sudah berada di Jalan yg benar… sudah mulai menginvasi negara2 terdekat, bahkan sampai alzajair… hmmm ruar biasa… sudah Go International…

      Kalau disatukan kekuatan BUMN memang POWERFULL bgt, TEMASEK mah udah lewat dari dulu2..
      kalau di perusahaan swasta peran CEO-lah yg menentukan.
      di NKRI peran DIS Persis Sebagai CEO BUMN NKRI… Berbagai Kebijakannya sangat menggairahkan darah2 MUDA di BUMN… :
      1). Memilih Dirut2 yang masih MUDA dan Potensial. itu merobek2 status quo, terutama di PG dan BUMN2 Dhuafa
      2). Memberi TARGET yg Jelas untuk arah BUMN yaitu : Sebagai Ketahan Pangan, Penggerak Perekonomian dan Kebanggaan Nasional.
      3). BELI BELI BELI, Yg Potensial tentunya, yg gajelas baru dijual… terutama diluar core no.(2)
      4). Menggunakan Kekuatan Internal, tidak menggunakan APBN,PNM dll, Deviden digunakan untuk perluasan investasi… cuma sayang, ada segelintir orang bodoh malah menjadikannya sebagai alasan klise, deviden BUMN berkurang… (berkurang ke mereka kaleee).
      5). SELALU TURUN TANGAN dan GENBA (Datang ke Tempat ybs, Melihat, Merasakan Aktual kondisi).
      6). Perencanaan dan ACTION sangat Cepat… Dengan Iklim Kooporasi… Speed adalah yg utama…
      7). FOCUS : Tender2 kecil <25M diberikan ke swasta,, BUMN lebih mikirin yg besar2…
      8). MERGER : BUMN2 yg sejenis Dijadikan satu sehingga Asetnya Membesar, Modal Lebih kuat, dan Tidak saling serang.
      9). Sistem RAYONISASI/Cluster untuk Semen dan Pupuk, sehingga tanggungjawab jelas dan tidak ada penimbunan oleh Calo Pupuk
      10). Sistem YARNEN yg membantu petani terhindar dari Rentenir…
      11). Sistem 1 JT SAMBUNGAN/hari bagi PLN… ratio elektrivikasi dinaikan maximal.
      12). Memanggil Putra2 terbaik bangsa "Putra Petir" untuk proyek Moblinas, dan lsg terlihat hasil, bukan wacana
      semata…
      13). Tidak ada SUAP2an…Tidak Ada KONG X KONG, Para Sapi dan Dhewan Meranaaa….msh diperlukan lagi ga yaaa???? "msh dong, buat nguras sungai ciliwung".

      Dan masih byk lagi, saya ga kuat nulisnya….. hahahaha….
      Pemikiran Beliau sangat Besar, Disini saya berusaha belajar, mengkopi dan merasakan cara berpikir seorang CEO Besar…. CEO JAWAPOS dan CEO NKRI… mudah2an ada nyangkut2 byk lah…

      Buat yg mau ngikut, Hayo Belajar sama2…
      Caranya dgn berkomentar yg bermutu, dan mencari referensi yg bisa dipertanggungjawabkan, jgn asal copas ya, dan jgn pake Aura Negatif. Kritik itu Penting, asal diberikan solusi juga. Saling Salah tanpa ada kejelasan hanya menguras Energi yg sia2.

      Salam,
      Putu

      Posted by PUTU | 21 Januari 2013, 7:07 am
      • dikutip dari : http://finance.detik.com/read/2013/01/19/131905/2147184/4/ini-saran-guru-besar-harvard-untuk-ekonomi-indonesia?f991104topweek

        Saran Guru Besar Harvard untuk Ekonomi Indonesia
        (cess bgt sarannya).

        Jakarta – Indonesia merupakan satu dari negara berkembang yang ada dunia. Banyak pihak yang tertarik untuk meneliti Indonesia, apalagi dengan sistem keuangan yang bagus dewasa ini.

        Guru Besar Harvard Business School Robert S Kaplan, tidak menapik hal tersebut. Namun secara keseluruhan, ada beberapa tips yang harus dilakukan pemerintah. Tidak hanya pusat, namun juga daerah, perusahaan ataupun unit organisasi lainnya.

        “Saya ingin memberikan contoh bagi Indonesia. Kalau anda tidak memulai tren ini anda akan ketinggalan. Anda bisa berubah dengan cepat karena sudah ada hasil dari penerapan negara lain,” ungkap Bob dalam paparan The Secret of Successful Strategy Execution di Auiditorium Setwapres, Sabtu (19/1/2013).
        (1)
        Pertama, menurutnya adalah pemimpin yang visioner. Visi, adalah proyeksi yang bisa terukur secara kinerja maupun hasil. Sehingga, evaluasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat dari hasil.

        “Ini yang membuat pemerintah kota provinsi menjadi lebih baik, efisien dan efektif. Begitu juga dengan perusahaan atau unit lainnya,” jelas Bob.
        (2)
        Kedua, lanjutnya adalah kemampuan untuk menterjemahkan strategi dengan cara yang nyata. Seringkali, disini pemimpin tidak bisa mengkomunikasikan apa yang diinginkannya dengan baik. Akibatnya, standar kesuksesan menjadi berbeda dari unit tersebut.
        (3)
        Setelah itu adalah pemahaman strategi dari kariawan itu sendiri. Bob, menilai ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) cenderung bermsalah dalam persoalan ini. Ia mengatakan, PNS terbiasa dengan bekerja untuk dibayar. Ada kesalahan paradigma, dimana melupakan posisi sebagai pekerja publik.

        “Jadi mereka tidak cukup untuk datang bekerja dibayar dan tidak melakukan hal yang merugikan. Harusnya mereka lakukan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
        (4)
        Kemudian adalah bagaimana ketepatan dalam mengalokasi sumber daya dan keuangan untuk masuk dalam strategi. Sedangkan yang terakhir adalah strategi yang berkesinambungan.

        Pada organisasi sektor publik, ada keterkaitan antara pemimpin, baik itu presiden, menteri, gubernur atau walikota dengan PNS dan masyarakat. Untuk mencapai target dari strategi, perlunya ada kerjasama.

        “Misalnya PNS yang dibuat sebuah strategi yang dapat membawa dampak dari entitas masyarakat tersebut. Ada keterlibatan pihak lain. Dan ada yang hrus memimpin dan pengikutnya,” cetus Bob.

        Baik merumuskan ataupun menjalankan, menurutnya adalah tanggung jawab di pelaksana organisasi tersebut. Sementara dirinya, hanya akn membantu memberikan arahan sesuai yang telah dilakukan di wilayah lainnya.

        “Saya hanya menulis artikel dan ceramah. Dan peta strategi itu harus mereka (pelaku) yang lakukan sendiri.karna itu yang cocok buat mereka,”tutupnya.

        Posted by PUTU | 21 Januari 2013, 7:14 am
        • Senangnya…ada teman berbagi ilmu… semoga yang memberi dan membaca sama-sama diberkahi… Gbu Bro…

          Posted by W. Ning | 21 Januari 2013, 3:59 pm
        • JIKA ANDA BUTUH ANKA GHAIB HASIL RITUAL 2D.3D.4D. SGP & HK DI JAMIN 100% JEBOL JIKA BERMINAT SILAHKAN HUB KI JAYA PATI DI NMOR (_0_8_2_3_3_4_2_2_2_6_7_6_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB then’z room’x sobat…………

          Posted by mansur | 21 Januari 2013, 6:35 pm
      • siipp n top markotob.

        Posted by www.hikmahuniversity.com | 21 Januari 2013, 7:42 am
      • 1000% setuju tulisan p.putu, p.DIS tdk ada duanya sbg ceo. Biarpun bumi gonjangganjing dukung terus P.Dahlan Iskan dgn doa, gagasan dan pemikiran yg positif demi kemajuan dan harga diri bangsa. apakah P.DIS adalah ‘satrio piningit’ yg ditunggu2 itu. salam dahlanis

        Posted by sulistiono | 21 Januari 2013, 7:53 am
      • Setuju…akuuur mas putu. Sebagai warga baru di MH (semoga bisa diterima dengan tangan terbuka oleh para warga dahlanisty, dismania dan warga MH seluruhnya) saya sangat menyukai komen mas putu dan rekan-rekan dengan komen-komen yang berbobot dan sangat menambah wawasan dan gairah hidup berbangsa dan bernegara.

        Salam,
        Sieta

        Posted by Sumartono Sieta | 21 Januari 2013, 8:05 am
      • Setuju Mas Putu. Makasih udah meresume …

        Posted by apasaja | 21 Januari 2013, 8:20 am
      • Mas Putu emang bermutu, pas banget list nomor 13 ….. “nguras sungai ciliwung”…., hmmm …, (bentar aq nyari kawan dulu buat ngakak nech …) hahahaaaaa …!

        Posted by mang encep | 21 Januari 2013, 9:11 am
      • Muaaannntappp kali komen bli Putu ini, asal kecepatannya disesuaikan dan terkontrol jangan terlalu wuzzzwuzzz

        Posted by erust | 25 Januari 2013, 2:16 am
  2. Msh tetep semangat…

    Posted by yuni | 21 Januari 2013, 5:49 am
  3. Semua project BUMN berjalan paralel di semua lini usaha. Pak Dis tidak bekerja sendiri, beliau meng-empower banyak jajaran BUMN untuk berkinerja dan berkontribusi, mewujudkan mimpi di berbagai lini usaha untuk membangun tonggak perekonomian bangsa. Kita tak sekedar butuh Pak Dis, tapi butuh banyak putera-puteri bangsa yang hebat yang berjiwa dan bermental positif untuk bahu-membahu memajukan bangsa ini. Maju Indonesia! Maju BUMN! Biarkan anjing menggonggong keras, khafilah BUMN tetap kerja kerja kerja. Semoga Pak Dis selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Salam DahlanIs.

    Posted by akadarisman | 21 Januari 2013, 5:49 am
  4. “Laporan” yang bagus sekali…..Ndan!

    Posted by daus | 21 Januari 2013, 5:51 am
  5. Banyak teman banyak rejeki

    Posted by Kka Kusnanto | 21 Januari 2013, 5:52 am
  6. pertamax plus aja deh..
    pencitraan terus pak dis…mantap..

    Posted by sdwi | 21 Januari 2013, 5:52 am
  7. Meskipun Timor Leste bukan lagi Indonesia namun membaca MH61 ini seakan Timor Timur adalah bagian dari Indonesia.

    Posted by mang encep | 21 Januari 2013, 5:59 am
  8. Semakin bergelora jiwa ini ketika membaca setiap MH, Maju terus pak DI, Kepakkan sayap Garuda ke segala penjuru dunia…

    Posted by 2nrae | 21 Januari 2013, 5:59 am
  9. kayaknya 10 besar
    Tau mlorotnya ke berapa…..
    Alhamdulilah

    Posted by novi | 21 Januari 2013, 6:00 am
  10. “INI gara-gara BUMN,” ujar Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmao. “Gara-
    gara banyak proyek ditangani BUMN, jarang hujan di sini,” tambahnya

    INi gara-gara MH,tiap senin pagi harus nongkrong, untuk mendapatkan ispirasi dan energi positif.

    Posted by Kka Kusnanto | 21 Januari 2013, 6:05 am
  11. absen gan

    Posted by edhi | 21 Januari 2013, 6:05 am
  12. Klo ingat Tim-tim jadi ingat jaman dulu ktika masih bersama…smoga mereka jga dapt menikmati kesejahteraan..seperti saudara2 lainnya yng menikmati di seluruh Indonesia..

    Posted by Sampurno | 21 Januari 2013, 6:05 am
    • Ada harga yg harus dibayar.
      Saya melihat perpecahan di TimTim adalah rekayasa Intel2 Australia, untuk memecah zona laut indonesia yg notabene ada MINYAKNYA….
      Setelah Pecah, ditinggalkan menderita begitu saja, harga2 pada mahal, tentunya mereka sangat menyesal…
      mudah2an kedepan bisa dibantu oleh NKRI juga…

      Posted by PUTU | 21 Januari 2013, 7:23 am
  13. hanya satu kata ‘ it is the best report… semangat indonesiaku… kita bisa bangkit dan menaklukkan negara2 tetangga…

    Posted by mahmudarifien | 21 Januari 2013, 6:07 am
  14. Pertamax stlh pertamax pertamax deh…..

    Setuju sekali abah…

    Posted by @ndokaja | 21 Januari 2013, 6:10 am
  15. Josss gandosss

    Posted by arik | 21 Januari 2013, 6:12 am
  16. negara yang hebat didukung dengan aparat yang hebat dan sdm yang hebat,bukan warga yang suka mendamprat ,mengeluh ,dan mencaci.karya yang bisa dirasakan manfaatnya kesesama…jaya selalu, pak dis…

    Posted by ben | 21 Januari 2013, 6:12 am
  17. Makin Semangat…..

    Posted by subedjo | 21 Januari 2013, 6:15 am
  18. awas, pak dahlan, gara gara menginvasi timor leste, anda dipanggil DPR lo

    Posted by edhi | 21 Januari 2013, 6:18 am
    • maksudnya dipanggil u apa, DPR mau minta komisi/fee krn nilai proyek di TimTim yg besar,kasih aja oleh-oleh khas Tim-Tim jk balik dr Dilli itu aja sdh cukup. he he he

      Posted by sulistiono | 21 Januari 2013, 8:00 am
    • gapapa dipanggil DPR…., paling2 DPRnya nanya : “gimana ngatasin banjir?”
      Nah ini ga usah dijawab Abah DI, yang jawab cukup Mas PUTU aja : “ayo kalian berbaris, kuras tuh sungai ciliwung…!” hahahaa……

      Posted by mang encep | 21 Januari 2013, 9:33 am
      • Ha….ha…..ha…..a….,
        Kakak Mang Encep.

        Si Blooo-On , mau panggil Abah DI sampai ke habisan jalan..
        Salah-besar dan O-on sekali, mengatakan Abah DI bisa kehabisan jalan..
        Mosok belum sadar2 juga,dgn pesan 2 dari Ketua Adat dari tanah Batak bbrp hari yang lalu..
        Ntar akan kalah : “telak” lagi sama Abah DI..

        On – Blooo – On, kapan anda akan segera sadar….

        Abah DI lanjutkan “Ibadah”-Mu..,salaaaam Dahlanis..

        Posted by N. SORRI.. | 21 Januari 2013, 2:04 pm
  19. senin pagi kalo gk nongkrong dulu di mari,berasa ada yang kurang,
    energi positif membanjiri otak saya nih,
    saatnya katakan tidak pada tidak mungkin

    Posted by adi sastra | 21 Januari 2013, 6:19 am
  20. Segernya, abis joging baca MH.
    Next, adus!

    Posted by Adit(pun) Bisa | 21 Januari 2013, 6:19 am
  21. Semangat pagi Indonesia, sebelum membaca absen dahulu.

    Posted by Andi Lala | 21 Januari 2013, 6:20 am
  22. Tetap cemangat

    Posted by Royyan | 21 Januari 2013, 6:21 am
  23. Pak DIS pernah bilang jika kerja adalah pencitraan mari kita pencitraan bersama-sama, mari kerja kerja kerja. Semangat senin pagi…. ^_^

    Posted by fris | 21 Januari 2013, 6:22 am
  24. Kerja kerja kerja lupakan politik…

    Posted by fris | 21 Januari 2013, 6:23 am
    • ralat dikit mas,
      mestinya: lupakan politik, kerja kerja kerja..
      (seperti yg pak dis sampaikan di awal MH, sebelum akhirnya dijadikan jargon MH dengan menghilangkan kata lupakan politik).
      hehehe…

      Posted by sdwi | 21 Januari 2013, 6:30 am
  25. BUMN Indonesia go internasional, generasi mudanya go internasional. Maju terus! Semangat Kerja kerja kerja!

    Posted by muklisin | 21 Januari 2013, 6:26 am
  26. Harus di contoh semangat ini … Hebat.

    Posted by Agoes | 21 Januari 2013, 6:30 am
  27. mantaaaap
    slalu ada semangat di senin pagi :)

    Posted by asep endra | 21 Januari 2013, 6:31 am
  28. Rekor mbak Yuni, putus. He..he.. Hee.
    Tetap semangat, mbak. Sebagaimana semangatnya ‘Bos BUMN’ kita.
    Ada nggak ya MH di Timor Leste???
    Salam buat temen2, peserta JAMNAS 91 dari TIMTIM, Thomas S. Tilman Cs (Barangkali ada yg monitor)
    Semangat Pagiii, untuk Dismania semua.

    Posted by Wanto Kdr | 21 Januari 2013, 6:31 am
  29. Ayo Pak….segera invasi singapur dan malaysia….dimulai dari mobil listrik…

    Posted by Ricky Gonzales | 21 Januari 2013, 6:33 am
  30. Wow, pagi yang cerah. Dg inspirasi yang luar biasa. Jayalah Indonesia. Terima kasih Pak Dis.

    Posted by Yanto Lurah Sastro | 21 Januari 2013, 6:37 am
  31. awas!!!
    gara2 BUMN juga nanti timur leste masuk indonesia lagi
    dan pak mentri d panggil DPR lagi

    Posted by wafiqumam | 21 Januari 2013, 6:45 am
  32. Hanya satu kata di pagi ini. . .
    Semangaaaaaat ! ! !

    Posted by Deny_kurnia | 21 Januari 2013, 6:54 am
  33. tanda- tandanya thun 2012b ini bumn akan setor deviden ke negara lebih dr target, saya yakin pasti over taget. hidup pak dahlan. KERJA KERJA KERJA

    Posted by darrennt | 21 Januari 2013, 6:56 am
  34. dimaki-maki di negeri sendiri, dipuji-puji di luar negeri… ku pikir hanya terjadi di tingkat lembaga atau institusi, ternyata di tingkat institusi negara alias BUMN juga terjadi… kesan BUMN sbg vampir penghisap APBN dan sapi perah yg menetek’i politisi/parpol mungkin tdk bisa segera hilang dgn berkutat pd proyek-proyek kecil di dlm negeri… strategi utk segera berekspansi ke luar negeri utk meraup mega proyek sembari menanamkan prosedur dan kultur kerja internasional memang patut diapresiasi… semoga seiring dgn makin naiknya laba yg disetor ke pundi-pundi negara, BUMN segera menjadi pahlawan ekonomi yg dielu-elukan oleh rakyat di negeri ini…

    Posted by Novrian Eka Sandhi | 21 Januari 2013, 7:03 am
  35. Semoga Bapak akan selalu menjadi yang terbaik dalam perjalanan kedepankan…salam…

    Posted by Ludmartin | 21 Januari 2013, 7:06 am
  36. kuasai ekonomi negara tetangga abah….

    Posted by abdul | 21 Januari 2013, 7:07 am
  37. Semangat, yakinilah kita bisa maju…!

    Posted by andimustafa | 21 Januari 2013, 7:09 am
  38. Pencitraan GLOBAL! Semakin mantaabz!

    Posted by mito | 21 Januari 2013, 7:16 am
  39. Satu lagi pengelompokan fungsi BUMN yang berhasil ” dijual” ke publik…. FUNGSI BUMN UNGGULAN…
    Tidak dapat proyek di APBN , tetap FIGHT untuk mengembangkan diri …justru menjadi UNGGULAN dan EKSIS di LUAR NEGERI.

    Ini adalah salah satu cara / jalan untuk memperkenalkan indonesia, tidak hanya lewat pariwisata saja, tapi juga lewat KARYA ANAK BANGSA.

    Semoga “pahlawan Seroja” diampuni kesalahannya . diterima amalannya dan keluarga yang ditinggalkan tetab bangga,mendapat berkah,bisa berkarya dan sejahtera…

    Aku Cinta Indonesia (ACI). Gbu all

    Posted by W. Ning | 21 Januari 2013, 7:16 am
    • aamiiin
      abah DIs melanjutkan perjuangan ayahku
      tetep sehat dan semangat

      Posted by mas ayu happy ending | 21 Januari 2013, 7:49 am
    • THE HOPE of LIFE
      (PENSIL KEHIDUPAN)

      JAKARTA dipenuhi air… air hujan, air sungai , air keruh yang akhirnya akan mengeluarkan air mata… . Saya tidak kebanjiran ( walaupun kerepotan karena sekolah saya bocor melulu), namun saya berusaha untuk tetap bisa BERBAGI dengan sahabat-sahabat disini.

      Saya ajak anda “ travelling” mengikuti proses pengembaraan dalam MENCARI ARTI KEHIDUPAN. Seperti biasa saya akan share sebuah cerita yang saya adopsi dari cerita inspirasi , kamudian saya ramu untuk “menyesuaikan” dengan pembaca di sini. Silahkan menyimak…
      *************
      Pada jaman dulu, pensil dibuat secara manual dalam arti tidak menggunakan mesin-mesin canggih seperti sekarang. Sebelum merakit pensil, seorang tukang pensil memilih kayu kecil yang benar-benar lurus dengan ukuran yang sesuai.

      Sesudah itu ia akan membelah kayu menjadi dua tepat di tengah. Di tengah-tengah belahan kayu tersebut dipasang batangan grafit. Sepasang kayu tersebut kemudian diolesi lem dan dikatupkan kembali.

      Proses itu pulalah yang dilakukan oleh Charles. Charles adalah seorang tukang pensil yang cukup terkenal. Memang, tidak banyak orang yang bisa membaca dan menulis waktu itu. Hanya orang-orang tertentu saja yang membutuhkan jasa Charles.

      Biasanya kaum bangsawan maupun keluarga kerajaan. Sehingga, kedudukan pembuat pensil di mata masyarakat waktu itu pun juga cukup terpandang.

      Tetapi ada yang unik dari Charles. Setelah selesai merakit pensil dan sebelum dimasukkan ke kotaknya, Charles selalu berkata-kata dulu pada pensil buatannya. Begini katanya:

      “Ada lima hal yang wajib kamu ketahui untuk menjadi pensil yang sempurna.” Ia melanjutkan,

      “Pertama, ingatlah bahwa kalian hanya bisa menghasilkan tulisan yang indah jika ada sebuah tangan yang menuntun kalian.

      Kedua, setiap akan dipakai kalian akan diraut dan dikikir. Ini adalah proses yang sangat menyakitkan. Tapi hanya itulah satu-satunya cara agar kalian bisa selalu tajam, sempurna, dan layak digunakan.

      Ketiga, jangan takut untuk berbuat salah karena kalian bisa memperbaikinya sekalipun tidak bisa menghapusnya.

      Keempat, bagian terpenting pensil terletak di dalam diri kalian, yaitu batangan grafit untuk menulis.
      Kelima, mungkin kalian tidak digunakan untuk menulis di atas kertas melulu, adakalanya di tembok, di kanvas, atau di tempat-tempat lain yang tidak seharusnya. Tetapi, tetaplah setia untuk menggoreskan grafitmu. Karena tugasmu hanyalah menulis, tidak peduli dimanapun kamu akan ditugaskan.”

      APA YANG BISA KITA AMBIL DARI CERITA ITU ?
      Pertama : kita akan bisa menghasilkan karya yang indah jika kita merelakan / membiarkan Tangan Tuhan membimbing kita.
      Dalam setiap karya APAPUN yang kita bisa produksi, usahakan untuk membuat sesuatu yang berguna…. Makin banyak yang bisa menggunakan hasil karya anda, makin BAIK /MULIA-lah anda…( baik di depan manusia, maupun di depanTuhan).

      Kedua : MASALAH itu ibarat rumput, TIDAK DITANAM TAPI AKAN TUMBUH / TIMBUL .…. Jadi jangan menghindari masalah, namun siapkan diri anda untuk berupaya bisa mengatasi masalah yang datang.….

      KEHIDUPAN ibarat SEKOLAH, dan Tuhan memberikan MASALAH sebagai UJIAN –nya. Kalau anda mengerjakan ujian dengan baik dan anda lulus, maka anda akan NAIK KELAS…( bagi yang juara ada hadiahnya bukan ? )
      Bagaimana kalau yang tidak lulus ? maka dia AKAN DIUJI LAGI dengan ujian yang sama ( karena tidak mau belajar dari pengalaman kegagalan) dan pastinya TIDAK NAIK KELAS.

      Harus diakui bahwa masalah-masalah tersebut membuat manusia bisa makin bertumbuh dan makin sempurna.

      Ketiga : setiap manusia bisa berbuat salah, tetapi setiap manusia juga bisa memperbaiki kesalahan sekalipun tidak mampu untuk menghapusnya.

      Berhentulah mengutuk, meratap dan menyalahkan pihak lain saat mengalami kegagalan/ mendapatkan masalah. Carilah AKAR PERMASALAHAN untuk diperbaiki…Dus! Bukan untuk jadi kambing hitam…..

      Keempat : Jangan meletakkan kebanggaan pada sisi luar anda, namun jadilah manusia yang bermutu dengan INNER BAUTY yang banyak…( sebaik-baik manusia adalah yang berguna untuk orang banyak )
      keindahan sejati manusia justru terletak pada bagian dalamnya, bukan pada sisi luarnya.

      Kelima : Kadang kita merasa keluarga lain LEBIH baik /enak daripada keluarga kita, atau kita “merasa” lingkungan kita kadang tidak mendukung , dan kita merasa BERADA DI TEMPAT YANG TIDAK SEHARUSNYA…

      Ingin pindah ? boleh tentunya… namun dimanapun kita berada, kita harus senantiasa bersyukur dan tetap setia dengan peran dan tugasnya di tempat-tempat tersebut.
      Mungkin Sang Pencipta memiliki rencana tersendiri kenapa manusia dibiarkan berada di tempat-tempat yang tidak seharusnya.

      Bila kita sedih, manangis dan merasa menderita karena UJIAN yang dirasa TERLALU BERAT, maka jujurlah pada Tuhan. “ Berdiloglah” denganNYA…
      katakanlah bagian –bagian mana yang anda sanggup pikul, bagian mana yang anda butuh bantuan serta bagian mana yang anda merasa tidak sanggup…
      Tidak apa-apa,” WE’RE JUST THE COMMON PEOPLE, RITE ?”

      Semoga bisa jadi perenungan…..dan membuat kita lebih menghargai kehidupan kita Salam hangat saya untuk orang-orang tercinta di sekitar anda. Gbu all.

      Yang ingin kontak personal bisa ke kontakwning@yahoo.co.id

      Posted by W. Ning | 21 Januari 2013, 11:31 am
      • luar biasa W. NING……,
        bikin hidup lebih hidup (pinjam moto iklan),
        sungguh jadi pelajaran berharga bagiku hari ini.
        terima kasih.
        salam kenal

        Posted by mang encep | 21 Januari 2013, 12:43 pm
      • Tidak diragukan lagi kemampuan Mbak Ning dalam meramu karya yang sarat makna.
        Sangat menginspirasi dan memotivasi.
        Salam hangat Mbak Ning.
        Selamat kerja, kerja, kerja buat seluruh Dahlanis

        Posted by Aldizy | 21 Januari 2013, 5:07 pm
      • Assalamu’alaikum Kakak Wning yang di Muliakan Allah…;

        Begitu “cerdas” dan “hebat” tulisan Kakak….
        Beta :1000% setuju sekali…
        Terutama, dalam tulisan yang mengatakan :
        “sebaik-baik manusia adalah: yang berguna untuk orang banyak”..
        Kalau Kakak, bisa meng-artikan nama belakang beta :
        InsyanAllah, itulah harapan : Ytc.Ibunda..

        Subhanallah..

        Ta bermaksud menyombongkan diri : ( hanya sbg bukti ).
        Alhamdulillah ;
        beta su saatnya menerima Pin Emas Donor-Darah yg ke 150x..,
        mulai th.87 dalam dompet beta sll ada Kartu Anggota Bank-Mata..,
        dll…..dll……dll……,
        semoga,semua membawa kebaikan buat “Kita” semua..
        AMIIN.

        Kakak Mang Encep dan Kakak Aldizt yang ganteng-ganteng ;
        Maaf,smpi berkali-kali beta baca tulisan Kakak Wning,
        sekarang baru berani merespone..
        Ach……, malu beta jadinya..mdh2an sonde apa-apa yaaa….
        Salam hormat dan salam kenal tu Kakak Aldizt.

        Hee…he…he…e…, terima-kasih 3x.
        Beta tunggu tulisan Kakak Wning, selanjutnya.

        Abah DI, lanjukan “Ibadah”-Mu,
        Allah tidak pernah tidur…

        Semoga, bermanfaat..

        Salam Dahlanis… Wassalam.WW.

        Posted by N. SORRI.. | 23 Januari 2013, 12:19 am
      • ijin share ceritanya mbak

        Posted by fajar. | 27 Januari 2013, 12:25 pm
  40. Terharu baca Pak DIS berkunjung ke makam seroja, hik…hikkk, ayahku gugur di sana, terima kasih Pak DIS

    Posted by Agoest N | 21 Januari 2013, 7:28 am
  41. setelah lama terbenam, ternyata ada seorang yang masih mau mengingat pahlawan SEROJA , siapa lagi kau bukan pak DAHLAN…., mudah mudahan pengorbanannya tidak sia sia silahkan didengarkan lagu seperti ini http://www.4shared.com/audio/5Rqa5XTi/Copy_of_Ebiet_G_Ade_-_The_Best.html

    Posted by beby | 21 Januari 2013, 7:30 am
  42. sudah saatnya para sipilis eh… sarjana sipil bekerja dg kepala tegak!! Buktikan bahwa doktrin-doktrin dosen anda dulu semasa kuliah salah. Buktikan bahwa tanpa ‘berkotor-kotor’ dahulu sarjana sipil tetap bisa sukses. Kalo habitat di dalam negeri masih seperti lumpur, bersaing saja di habitat yg lebih bersih, lebih fair, habitat internasional.

    Posted by akal sehat | 21 Januari 2013, 7:38 am
  43. cocok cak ! , ,
    Dan Putra bangsa pun jg ikut bangga . . :)
    . .
    Mana cangkul . .
    Mana laptop. .
    Mana pena . .
    AYO KERJA . . !

    Posted by wa gi man | 21 Januari 2013, 7:39 am
    • Setuju mas Wagiman, kata P.Dis.
      Di negara kita, sudah terlalu banyak orang yang NGOMONG.
      Maka yang dibutuhkan saat ini adalah orang yang KERJA, KERJA, KERJA.
      Mungkin ini sebabnya, P. Dis pilih KERJA ngurus SAPI BUMN dari hadir di forum NGOMONG2 Komisi VII.

      Posted by Wanto Kdr | 22 Januari 2013, 9:46 am
  44. SEBAGAI MANUSIA YG PUNYA AKAL DAN HATI PENCITRAAN ITU SANGAT PERLU,,,,KALO TIDAK TELANJANG SAJA SETIAP HARI GAK USAH PAKE BAJU,,,!!!!!!!!!!!!!!

    Posted by 06121971 | 21 Januari 2013, 7:40 am
  45. Bukanlah sesuatu yg istmewa jika BUMN Indonesia bisa berkembang dan menguasai sektor investasi dan bisnis di Timor Leste krn dr sisi historical, daerah tsb mempunyai hubungan yg sangat dekat dgn Indonesia. Sebagai bekas wilayah Indonesia, tentu saja kedekatan2 yg terbangun dimasa lalu akan membuat rakyat Timor Leste merindukan segala sesuatu yg bermerek Indonesia.
    Sebelum perusahaan2 yg Pak Bos sebutkan diatas eksis di Timor Leste, sebenarnya ada BUMN yg tdk pernah hilang dr kehidupan org Timor Leste baik ketka dlm masa peralihan sampai detik ini. BUMN tsb adl SEMEN TONASA. Semen ini sdh menguasai pasar sejak negara ini msh menjadi bgn dr INDONESIA hingga skrg. Hampir 95% kebutuhan semen di Timor Leste disupply oleh Semen Tonasa. Sekalipun ada bbrp merek semen dr Indonesia atau bahkan dr Cina yg masuk ke Timor Leste, ttp kebanyakan dr mrk masih mencintai Semen Tonasa.
    Jika saat ini ada BUMN konstruksi di Timor Leste mengerjakan proyek2 infrastruktur mk sebaiknya disinergikan saja proyek tsb dgn Semen Tonasa biar tambah kental Keindonesiaan di bekas wilayah Indonesia itu agar para pahlawan di Taman Pahlawan Seroja bisa tersenyum puas melihat karya anak2 Indonesia menghiasa kemajuan Timor Leste

    Posted by A. R. Noer | 21 Januari 2013, 7:47 am
  46. Mas Akadarisman, mas Wanto KDR, mas Novrian Eka Sandhi, Mba Yuni dll., dalam setiap MH saya selalu hadir dan mengikuti komen-komen para mas dan mbak dimana komen-nya sangat saya sukai dan menambah wawasan saya sehingga membuat saya akhirnya tidak tahan untuk tidak bergabung saking menariknya. Oke salam kenal di MH 61 kali ini dari saya SIETA_SUMARTONO kepada mas dan mbak semua. Semoga bisa diterima dengan tangan terbuka sebagai warga MH oleh rekan-rekan semua. Semoga orang sekaliber Bpk. Dahlan Iskan selalu diberi kesehatan, perlindungan dan umur panjang dari Allah SWT. hingga bisa membawa kita-kita semua untuk selalu menatap masa depan dengan semangat kerja…kerja…kerja sampai titik darah penghabisan.

    Posted by Sumartono Sieta | 21 Januari 2013, 7:48 am
  47. jajah kembali timor leste lewat ekonomi

    Posted by indra | 21 Januari 2013, 7:53 am
    • Bukan menjajah kali ya, istilahnya sama-sama memajukan yang pernah jadi saudara kita sendiri. Kita ga suka dijajah, dan kitapun ga boleh menjajah. Yang sekarang dilakukan adalah meningkatkan porsi kekuatan kita di lingkungan nternasional, dimulai dari ekonomi.

      Posted by apasaja | 21 Januari 2013, 8:33 am
  48. go bumn, go pak Dis, go Indonesia-ku…….hidup kerja….kerja…kerja……

    Posted by done | 21 Januari 2013, 7:53 am
  49. Mestinya timor Leste nggak usah merdeka , trus Xanana di jadikan gubernur, kasihan saudara kita yang hidup diperbatasan… mereka begitu cinta Merah Putih…..

    Posted by seno | 21 Januari 2013, 7:53 am
  50. Pencitraan jalan terus Abah DIS.

    Posted by Fortuna | 21 Januari 2013, 7:55 am
  51. selama ada orang2 seperti Anda..Indonesia akan tetap OPTIMISTIK!!!

    Posted by Grudo Paksi | 21 Januari 2013, 7:59 am
  52. Ciyus, Miyapah, Telkomcel.. haha.. lanjutkan!

    Posted by jujubandung | 21 Januari 2013, 8:01 am
  53. Dahlan Iskan, Jokowi, Ahok adalah pemimpin yang (mulai) menawarkan gagasan-gagasan baru dan segar, membuat pakem baru, menyengat sekaligus menggairahkan. Our Hope is really being manufactured. Semoga MH bisa terbit setiap Senin dan Kamis, biar baterai selalu terisi penuh. Kerja! Kerja! Kerja! Maju! Maju! Maju!

    Posted by Prasetyo | 21 Januari 2013, 8:07 am
  54. Pak admin, jangan di edit ya komen yang maki maki kenerja Pak Dis. saya pengen baca juga.
    kali ini kok saya nggak baca…. ada yang bilang Pak Dis pencitraan…..,atau gila seperti pendi blooon itu

    Posted by akik | 21 Januari 2013, 8:07 am
  55. mantap……….mulai meniru pak DIS,…..mudah2an bisa jadi agen perubahan, minimal untuk saya sendiri dan lingkungan unit kerja…………

    Posted by lubis | 21 Januari 2013, 8:25 am
  56. Menjelang akhir kepemimpinan khalifah Umar, Ustman bin Affan pernah mengatakan, “Sesungguhnya, sikapmu wahai amirul mukminin telah sangat memberatkan siapapun khalifah penggantimu kelak.”
    Sumber: http://bermutuabuzahlanjomb.guru-indonesia.net/artikel_detail-36416.html

    Semoga kerja dan karya dari Pak Dis dan Jokowi menginspirasi kita, rakyat indonesia, dalam memilih pemimpin di masa depan.
    Sungguh berat jadi pemimpin saat ini, karena sekarang kita punya benchmark yg masih hidup pada diri Pak Dis dan Jokowi.

    Posted by uyung | 21 Januari 2013, 8:25 am
  57. Baru separuh baca tadi kok merinding ya … Sampai ngga bisa lanjutin bacanya lagi. Begitu luar biasanya sesuatu dan seseorang ini nih. Tidak mungkin sebuah cerita bisa membuat gelora seperti ini kalau hanya sebuah fiksi atau “omdo”. Pasti hasil dari kerja nyata. Semoga masih akan lama dapat merasakan sentuhan-sentuhan Abah DIS ini, dan semoga semakin cepat dapat mengadopsi apapun keunggulan beliau. Semangat pagi

    Posted by apasaja | 21 Januari 2013, 8:28 am
  58. Luar Biasa..Bravo BUMN..Bravo TELKOMCEL
    Kami siap support untuk kibarkan Merah Putih di RDTL..
    Setiap jengkal tanah Timor akan ada Sinyal TELKOMCEL..Sinyal untuk Merah Putih..

    Posted by sukaalienbangets | 21 Januari 2013, 8:31 am
  59. Benar tebakanku….MH hari ini antara Bandara International Medan atau Timor Leste
    Mantap BUMN Indonesia, semoga selanjutnya bisa selalu istiqomah, amin

    Posted by NOENG | 21 Januari 2013, 9:09 am
  60. sebetulnya ada sindiran yang sangat halus tapi jelas, bahwa budaya pejabat Ri adalah harus disuap dan disogok jika mau sebuah proyek jalan, ujung ujungnya BUMN karya menaikan harga untuk menutupi cost suapan, terkadang oknum BUMN juga menikmati markup tersebut ,

    timor timur hanya sebesar atambua, tapi pak dahlan tidak hanya melahap timpor timur ,a tambua pun digarap, bahkan Ricky Elson membuat proyek kincir angin untuk listrik atas dana yang diberikan oleh pak dahlan Iskan, sebagai jasa beliau mau pulang ke tanah air untuk mega proyek kebangkitan teknologi nasional,

    2012b baru dimulai tapi panen raya sudah dimulai , sayang seribu sayang ibu kota tercinta kena musibah yang memalukan dan menakutkan,

    Posted by saeful | 21 Januari 2013, 9:09 am
  61. Uuuuyeee…!!

    Posted by Mugi Gombong | 21 Januari 2013, 9:17 am
  62. 99…
    ayo koment positif digenapin 100..

    Posted by sdwi | 21 Januari 2013, 9:19 am
  63. Kalau MH tidak sempat di posting di blog relawan ini…. kemana mencari MH dan tulisan2 Dahlan lainnya yg sudah ditata rapi ?

    Posted by wonokairun | 21 Januari 2013, 9:19 am
  64. Sekarang Timor Leste, kapan Indonesia bisa mengalahkan tetangga kita yang imut tapi membuat kita selalu tertunduk dan gemas yaitu Singapura. Mereka memiliki Key5 yaitu KOMITMEN, KEJUJURAN, KEDISIPLINAN, KERJA KERAS dan KARYA, tapi saat ini, indonesia belum lengkap memiliki 5 kunci itu, kekayaan alam dan sumber daya Manusia Indonesia yang besar tidak memiliki kekuatan yang berarti tanpa Kunci tersebut.

    Ayo pak Dahlan mari kita tunjukan keperkasaan Indonesia bukan dengan pamer senjata dan Tentara apalagi banyak bicara, tapi dengan maha karya anak bangsa melalui Key5 BUMN, saya memastikan kita bisa mengalahkan singapura secepatnya dimana pelabuhan Sabang, Batam dan sekitarnya akan padat dilsandari kapal – kapal besar mengangkut hasil olahan kekayaan Alam bumi Indonesia yang tidak lagi dijual bahan mentahnya dan Tata Niaganya tidak perlu lagi di atur oleh negara kecil yang bernama SINGAPURA.

    Posted by Ganesa | 21 Januari 2013, 9:23 am
    • spore tinggal nunggu harinya aja pak, kuala tanjung, kualanamu, new tanjung priok sudah jadi bayangin saja pelabuhan sama bandaranya sepi, tinggal bagaimana telkom mengambil alihnya

      Posted by saeful | 21 Januari 2013, 9:36 am
  65. Wehehehe… Menggunakan tekniknya singapura dan jepang. Boleh jadi scr administratif kita tidak di sana, tapi di segala bidang kita kuasai mereka, tanpa mereka merasa dikuasai. Mantab.

    Posted by Cukat | 21 Januari 2013, 9:26 am
  66. kalow Senin pagi bikin panas badan, luber ber dengan semangat MH. apalagi cerita tentang TelkomCel… qiqiqiqiqiq
    RDTL mestinya emang masih dipangkuan NKRI cuman antek-antek kolonial yang bikin curang referendum, jadinya lepas deh… tapi gak boleh putus tali kolor, sekarang saatnya buktiin ke rakyat RDTL bahwa Indonesia bener-bener ciyus bikin rakyat Timor maju dan sederajat dengan saudaranya di NKRI, lewat BUMN mimpi para pemimpin Indonesia dan para pemimpin Timor dulu saat Integrasi sangat mungkin terjadi. Jadi cuma satu kata buat BUMN dan sang sutradara ” Dahlan Iskan “, go go go we support you.
    Salam sampeu eu eu eu…… heheheheheh

    Posted by Manihot Ultissima | 21 Januari 2013, 9:39 am
  67. absennn ….

    satu hal yang bisa diambil pelajaran dari orang timtim, yaitu anti kkn, anti suap, anti nyogok.

    mantabbbbb.

    Ajari orang indonesia dong pak Timtim.

    Posted by nuryadid | 21 Januari 2013, 10:11 am
  68. Baru jam 10 sudah lebih dari 100 komen….!
    Mantaaap minus aura negatif !
    Kerja kerja kerja !

    Posted by mang encep | 21 Januari 2013, 10:12 am
  69. Hanya doa yang dapat saya bantu buat Cak Dahlan, semoga berhasil…merinding rasanya melihat semngat dan kobaran cara kerja Cak Dahlan……inilah bukti sederhana menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama..g kayak politisi dan menteri yang laen yang cuma NATO (never action talk only)…salam dari suroboyo

    Posted by mursyid Hadi | 21 Januari 2013, 10:17 am
  70. Subhanallah…

    Begitu besar “Kemauan” yang dilakukan Abah DI untuk : jualan pulsa,jasa konstruksi,jasa uang dll…dll…
    Mungkin kalau ada Emas yang berkarat : 1001 Karat, beta katakan,Abah DI bekerja dengan 1001 Karat..
    (Alias,tidak pernah: “duduk manis”,tidak pernah ber-pikir bagi-bagi: “korsi”..

    Semoga, “Amanah” para pemangku BUMN yang sdg berada di Timor Laste, Aljazaier maupun di Negara2 lain,
    tetap “membara”..,dan yang ter-penting mendapat Ridho Allah, demi :
    Nama: Merah-Putih, Nama para Pahlawan di TMP Seroja Dilli, Nama para Pahlawan di TPM Negara2 lain..

    AMIIN ALLAHUMA AMIIN…

    Demikian juga “Amanah” para pemangku BUMN yang sedang : “duduk-manis” di Indonesia,
    terutama : para Perencana : Phisik, maupun para Perencana : SDM di lingkungan Manajement AP.1 ;
    Jangan “Omong-Doaaaank….

    Mosok, sudah menyampaikan ke para Operator (Air-Line) : 2 Th yang lalu, kalau Bandara Internasional Eltari
    akan melakukan : Perluasan Terminal, Perluasan Apron, Penambahan Taxi….dll….dll….dll..
    bukti-nya, ma – naaaaaaaa…..?

    Sampai2 Transnusa Air Line,satu2nya Air-Line kebanggaan Prop NTT, yang Rencana akan mejadikan :
    Prop.NTT sebagai Base Operasi Transnusa Air di Prop.NTT sonde jad-jadi….
    (rencana Pswt Transnusa : 10 bh sesuai di AOC, sonde jadi2 karena Apron-Eltari su penuh…(100% lebih).
    (Transnusa Air hanya bisa Parkir-ron, cuma 3-4 Pesawat )..
    Ingeeeet : “Amanah” para Pemangku BUMN AP.1, selalu di tunggu2 Masyarakat di Prop.NTT..
    Kasian GM sekarang,blu ketiban “sampur” dari omongan GM yang lalu dlm Forum Rapat bersama Air-Line2..

    Malu donk….sama Abah Dahlan-Iskan, beliau sudah memetakan masalah secara Nasional :
    1).Kemiskinan….!
    2).Kemiskinan….!
    3).Kemiskinan….!
    4).Kemiskinan….!
    5).Kemiskinan….!
    6).Kemiskinan….!
    7).Kemiskinan….!
    8).Kemiskinan….!
    9).Infrastrukture.!
    dan
    10).Birokrasi…….!
    tapi para pemangku Perencana masih : “duduk manis” (santai-sok kuasa) di level : Birokrasi.
    Padahal,dari survey,design,perencanaan,analisa,pengawasan dll..dll, di serahkan ke pihak :
    2 (dua),3 (tiga) dan seterusnya……..

    Mudah2an, semua MH di-atas dapat sebagai :
    “Penyemangat” dan ” Motivasi” para pemangku di Lingkungan BUMN..
    kalau perlu : tumbuh dan kembangkqn lah, majement-royokan yang telah dibuat Abah DI..
    Demi Masyarakat Indonesia secara keseluruhan…

    Jaya – Indonesia…..Salaaaam dahlanis…

    Abah DI, lanjukan: “Ibadah”-Mu, tentu ALLAH akan selalu ber-sama-Mu.
    AMIIN……

    Posted by N. SORRI.. | 21 Januari 2013, 10:17 am
  71. Pak dahlan, klo mobil listriknya dah berhasil…ekspor juga ke timor leste, bisa ga?

    Posted by hendro | 21 Januari 2013, 10:22 am
  72. Mr dahlan emang top markotop….seyogyanya dia dijadikan RI-1 atau RI-2 …pati tambah Jaya Indonesia

    Posted by Aditya | 21 Januari 2013, 10:32 am
  73. Pulang dari Timor Leste abah DIS lsg tengok korban banjir.
    Sayangnya ide beliau untuk bikin waduk di Depok malah dicuekin si DJOKIR…
    (Yg ngerjain juga BUMN, Duitnya pake BUMN, yg mikir juga BUMN, tinggal bilang iya aja pasti jadi itu waduk… walaupun ga menyelesaikan 100%, walau 20% kan lumayan…)
    Link :
    http://finance.detik.com/read/2013/01/18/201742/2146895/4/kunjungi-korban-banjir-bareng-bos-bni-dahlan-iskan-dihadiahi-nasi-bungkus?f991104topnews

    Jakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan melakukan kunjungan ke lokasi pengungsian korban banjir Pasar Pesing Koneng, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Di lokasi posko bencana yang dikoordinir oleh PT BNI Tbk, Dahlan mengecek posko kesehatan dan dapur umum.

    Pada kunjungan yang berlangsung pukul 19.00 WIB, Dahlan mengecek ketanggapan program sosial milik perusahaan pelat merah ini.

    Dengan menggunakan sepatu boot, di lokasi dapur umum, mantan bos PLN ini berdiskusi dengan para ibu-ibu yang sibuk menyiapkan menu makanan seadanya untuk para penggungsi.

    Namun, tak disangka Dahlan memperoleh hadiah nasi bungkus yang dibuat untuk pengungsi. Dengan lahapnya sambil duduk bersila, ia menikmati menu telor dan tahu.

    “Enak makanan,” tutur Dahlan di lokasi pengungsian, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat Malam (18/1/2013).

    Aksi makan di lokasi pengungsian langsung diikuti oleh Gatot. Usai menikmati makan, para warga dan juga tim medis langsung mengerubuti meminta bersalaman dan berfoto dengan menteri BUMN ini yang baru saja tiba dari kunjungan kerja ke Timor Leste dan Atambua.

    Para warga menampakkan ekspresi kegemberian atas kunjungan Dahlan ini. Saat ditanya, apa program BUMN untuk penangan banjir Jakarta, Dahlan hanya menyebut BUMN karya sedang menyiapkan program untuk proyek penanganan banjir.

    “Saya nggak mau ngomong banyak, dan nanti dikira janji. BUMN pokoknya sedang menyusun program,” sebutnya.

    Di tempat yang sama, Gatot menjelaskan, BNI sebagai koordinator BUMN peduli bidang bencana menjelaskan, pihaknya mendirikan posko bantuan di 4 lokasi. Selain BNI, terdapat posko bantuan dari BUMN lainnya seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

    “Alhamdullilah bisa berikan bantuan banjir di Pasar Pesing, Jembatan Lima, Karet Tengsin, dan Cililitan. Kita ditunjuk oleh koordinator bencana alam, BNI dirikan 4 titik,” paparnya.

    Posted by PUTU | 21 Januari 2013, 10:38 am
  74. Setuju Bli PUTU, terutama progam yarnen sangat membantu petani. Bulan desember lalu saya pulang kampung ke Kal-sel (saya ada di Kal-tim) saya kaget begitu masuk rumah banyak sekali obat-obat pertanian,benih padi,aneka macam pupuk…rumah jadi seperti gudang. Kebetulan adik saya ketua kelompok tani. Program ini sangat membantu,karena sampai biaya tanam pun dipinjami 1,5 juta perhektar sawah. Yang paling penting bagi petani adlah anak anak sapi mereka aman dari tangan tengkulak,karena biasanya mereka menjual anak sapi untuk modal…. Sekarang modal sudah ada…tinggal petani untuk serius meningkatkan produksinya!

    Posted by Kausar ali | 21 Januari 2013, 10:45 am
    • Koment saya untuk Bli PUTU mlorot nih…..

      Posted by Kausar ali | 21 Januari 2013, 10:55 am
    • sama pak , di kampung saya juga (ciamis) semua petani dibagi pupuk, benih secara gratis pula, dan katanya nati ada penyemprotan hama dengan koordinasi kelompok tani masing masing, sekarang petani sedang di manja, awass ada yang bilang untu money politics

      Posted by saeful | 21 Januari 2013, 11:12 am
    • iya nih, kadang komen2nya melorot ga keruan…
      wah bagus ya pada jalan programnya…

      Kalau Kerja msh dibilang Pencitraan ama money politik tar ga pada kerja dong…
      apa itu yg diinginkan, duduk manis dan cuap2 di TV bahwa saya AKAN… blalbalbala… (OMDO)…
      Kalo Pencitraan dgn kerja dan ada hasil itu namanya TAULADAN…
      Rakyat udah cerdas lah,,, cukup sudah dibodohin bertahun2… Para mafia yg menamakan dirinya Anggota Dhewan yg Terhormat bentar lagi juga ga bakal kepilih lagi… skr orang lihat figur bukan partai lagi..

      Posted by PUTU | 21 Januari 2013, 2:19 pm
  75. Kurangi Mas gombalnya,he……..?

    Berlin Simarmata .

    Posted by berlin simarmta | 21 Januari 2013, 10:58 am
  76. Ditengah kondisi darurat banjir Jakarta yang diberlakukan sampai tanggal 27 Januari 2013, pak DI memberi konstribusi dengan mengerahkan sumberdaya bumn, salah satunya diberita ini http://finance.detik.com/read/2013/01/21/073041/2147865/4/dahlan-iskan-kerahkan-bumn-sediakan-pompa-dan-alat-pengolah-air-banjir-jadi-air-minum?.. Juga memberi kabar gembira kepada kita melalui MH 61 ini..
    tetapi kalau berita ini kabar apa ya? http://finance.detik.com/read/2013/01/19/175826/2147369/4/effendy-simbolon-cs-kembali-panggil-dahlan-iskan-soal-pln?

    Posted by cak-mat | 21 Januari 2013, 11:11 am
  77. Menurut duga-dugaan, fenomena komen melorot kemungkinan adalah karena komen pertama didelete admin atau dibatalkan sama si empunya tulisan. Jika itu yang terjadi, maka balasan komen sampai 70 turunan bakal melorot. Contohnya Citracitir ngasih komen, dikomentari Pak Aris Kadarisman. Ketika komen Citracitir ngga ada lagi, saya ngomentarin komennya Pak Aris jadi melorot. Tapi apapun yang terjadi, yang penting semangat kita ngga melorot ya … Kalau celana sih, memang harus rutin melorot hehe

    Posted by apasaja | 21 Januari 2013, 11:25 am
  78. Kenapa ya menurut pengamatan saya, umumnya teman-teman dahlanis selain appreciate kepada pak DI juga akan appreciate kepada Jokowi, tetapi teman-teman yang appreciate kepada Jokowi kecenderungannya malah tidak suka kepada pak DI..Aneh bin ajaib…:)

    Posted by Ardian | 21 Januari 2013, 11:34 am
    • Kita Lihat Hasil Kerja Jokowi 1th Kedepan, Baru Fair menilainya…
      Kalau saya Dosen Saya akan menilai 3 semester pa DIS dgn A+, karena hasil kerja sudah terlihat dalam 1 th…
      Pembangunan BUMN Meningkat Pesat, Asset BUMN Juga Meroket… (jgn lihat deviden coi)… orang akuntansi yg paling jago untuk itung2an begituan… kalo orang politik yg itung saya ga percaya… hahahaha…

      Posted by PUTU | 21 Januari 2013, 2:24 pm
    • Ada kemungkinan politik adu domba.. hati-hati

      Posted by cak-mat | 21 Januari 2013, 8:15 pm
    • Sepertinya memang begitu, Insya Allah dahlanis masih bisa lebih dewasa….

      Posted by sopyan Thamrin | 22 Januari 2013, 7:17 am
    • @Terimakasih atas penjelasannya mas Putu…Berarti kalau saya simpulkan sebenarnya pendukung Jokowi masih pada tingkat emosional (ikatan karena perasaan puas/suka yang timbul karena sifat humble dan suka blusukan) karena belum ada rencana dan program dari Jokowi yang bisa dinilai.

      Jadi kalau saya berselancar ke dunia komentar2 di detik.com, kadang di kompas.com juga (termasuk kompasiananya), berarti saya harus mengekang rasa emosi saya dan tetap mengedepankan logika berpikir dan positif thinking yang tinggi (karena bisa aja ikut terbawa emosi..:))…

      @Cak-Mat…Bisa jadi politik adu domba, tapi terus terang saya belum memahaminya….

      Posted by Ardian | 22 Januari 2013, 9:01 am
      • Kalau menurut pengamatan saya:
        1. Jokowi dianggap natural karena bukan orang pers, sementara DI karena dulunya orang pers, dianggap menggunakan media untuk pencitraan. Padahal jika diamati, banyak yang DI larang liput karena takut dikira pencitraan, tapi mau gimana lagi, kedua orang ini memang harus diakui jadi “media darling”, karena beritanya pasti menjual dan ditunggu orang banyak. (Pernah baca HNW juga terjun langsung saat banjir, tapi kok ngga diliput ya, gitu katanya … Ya sekali lagi media darling itu ngga dipaksakanpun ya tetep dicari beritanya).
        2. Banyak orang Indonesia ndak suka kegaduhan. Sementara DI kan ada-ada aja beritanya, DPR-pun dilawan, bikin gaduh. Ketika ada salah info, dll .. mereka menganggap “wah keliatan belangnya”, “cari sensasi”, dll. Kegaduhan yang masih dipertanyakan diantaranya Inefisiensi PLN, Tucuxi, kongklaikong DPR, dll.
        3. Sebagian mungkin iya, mendukung Jokowi dan menafikan DI karena pola fikir yang tidak mencerna motif perubahan apa yang mereka lakukan secara utuh, tapi lebih karena faktor suka atau tidak. Mungkin juga karena basis PDIP yang memang kebanyakan fanatis, bahkan rela pake cap jempol darah untuk Bu Mega. Kalau ada tokoh lain, mungkin kurang suka. Cuman kadang ya lucu sih, saking mendukungnya, program Lino untuk New Tanjung Priuk aja, yang sudah masuk Manufacturing Hope, ada yang bilang kalo itu ide Jokowi .. Hihi. Pokoknya apapun yang bagus di Jakarta pasti ide Jokowi. Ya ngga gitu juga kali ya …
        4. Provokator yang mengadu domba pasti iya ada, karena jika kedua bintang ini bersatu maka lebih susah orang berbuat curang. Dipecahlah pendukungnya, suruh berantem sendiri.
        5. Sebagian melihat karena Jokowi mau mindahin pedagang saja harus mengundang makan berpuluh-puluh kali, atas nama memanusiakan manusia (nguwongke wong), menyimpan peralatan pentungan SATPOL PP, dll, sementara DI orangnya strict ke tujuan, gimana caranya cepat, mungkin banyak yang sakit hati. Padahal AHOK yang tampak kejampun, juga tidak dipermasalahkan sama Jokowi dan pendukungnya tuh.
        6. Saya mengamati bahkan rekan saya yang biasanya berfikir logis dan luas wawasannya, tapi kok ya ada juga yang begitu mati-matian mendukung Jokowi, dan tetapi mati-matian juga ngga suka DI. Aneh ngga aneh, tapi itu realitanya
        7. Berbahagialah yang berada pada irisan keduanya, mendukung keduanya dan sesekali kritis jika ada program keduanya yang kurang tepat, karena berarti golongan ini adalah yang benar-benar rasional, optimis, positif dan menyukai Indonesia baru yang maju. Selayaknya jika kita termasuk di antara golongan ini, marilah bersama-sama ikut menjelaskan dan meredakan jika ada ketegangan, tanpa ikut emosi walaupun terkadang memang caciannya provokatif dan sarkas. Damailah Indonesia, dalam jalur yang benar pastinya, tanpa korupsi, penuh inovasi.

        Posted by apasaja | 22 Januari 2013, 10:14 am
        • saya setuju dgn nomor 3. saya melihat kedua sosok hebat indonesia ini dari sisi high level management (conflict management, humanis, egaliter, problem solver luarbiasa). perspective view hal ini mungkin -mohon maaf- tdk dimiliki oleh fans club Jokowi padahal fans club DI nyaris semuanya melihat seperti saya melihat beliau berdua. dengan kata lain tataran keilmuan fans club keduanya berbeda.

          Posted by wak mus | 22 Januari 2013, 11:39 am
        • Akhirnya tercerahkan juga :)…Thanks so much untuk bro Apasaja…..Setuju juga dengan mas Wak Mus (jadi aneh sebut mas lalu Wak…hehehe))…Dengan adanya pencerahan dr mas Apasaja, semoga bisa timbul pengertian dan pemahaman terhadap segala komentar2 miring / negative tentang pak DI terutama dr pemuja Jokowi atau komentar yang membanding2kan dengan tidak pada tempatnya kedua orang hebat ini…..

          Posted by Ardian | 22 Januari 2013, 1:04 pm
        • Saya akan dukung semu tokoh yg bekerja dgn tulus untuk NKRI, dan hasilnya terlihat nyata…
          kalo cuma OMDO go to hell aja…
          Pemimpin yg dibutuhkan itu ga sulit2 amat.
          1. Tegas
          2. Jujur
          3. Mau Bekerja Keras
          4. Pandai memilih bawahan
          5. Cepat Memutuskan
          Saya kira itu aja, ga muluk2 kan…
          Orang pintar itu byk, tinggal dicari dan dikasi gaji yg tinggi maka akan bekerja maksimal…
          #Prinsip ini dipakai oleh om Bob Sadino dan Om Liem (BCA), Bahkan Pak Harto…
          Beliau merekrut semua Putra Terbaik Bangsa di berbagai Belahan Dunia untuk dijadikan pejabat NKRI…
          Seperti Habibie, Emil Salim, Marie muhammad dan Beberap Jendral terbaik… alhasil pembangunan meningkat pesat… kalo sekarng didominasi partai yg notabene ga bisa kerja, cuma modal bacot ama duit sogokan aj..

          Gaya2 itu saya lihat juga di pak DIS, beliau merekrut Dirut2 yg capable, dan memanggil beberapa putra bangsa untuk memajukan Negri ini…

          Kalau Jokowi saya suka dgn kerendahan hati dan kejujurannya… tapi saya melihat kekurangan beliau adalah agak lambat memutuskan sesuatu.

          Kalo Mbok De Mega saya ga suka blas,,,, Darah Sukarno tapi menjual bangsa ke pihak Asing…. mkn juga karena orang2 dibelakngnya yg vampir penghisap duit negara…

          Silakan menilai masing2… baik atau buruknya anda sendiri yg akan menikmati…

          Posted by PUTU | 22 Januari 2013, 8:58 pm
  79. Maju terus…

    Posted by nurkolis marwanto | 21 Januari 2013, 11:38 am
  80. basmi korupsi dr bumi Indonesia demi anak cucu kita

    “Di dalam negeri pun, saya sudah menegaskan agar BUMN
    mengakhiri kebiasaan nyogok pada masa lalu. Tidak mendapatkan proyek dari
    APBN, ya sudah. Cari peluang lain.”

    Sekali prinsip tetep prinsip…

    Maju terus p.DI

    “Suro diro joyoningrat lebur dening pangastuti”

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 21 Januari 2013, 11:55 am
  81. Setiap kita buka MH kita merasa bangga dan terharu. Ternyata bangsa kita adalah memang bangsa besar dan bangsa yang bermartabat. Hanya sayang sudah terlalu lama dibius oleh keadaan yang memang dibuat oleh orang asing lewat lembaga keuangan internasionalnya untuk melakukan kolaborasi / kongkalikong suap untuk pinjaman yang dikucurkan , sehingga samapi sekarang mental itu sulit dilepaskan. Untung kita punya pak Dis yang segera menyadari betapa mental korup harus segera diakhiri. Kalau berhasil dengan gemilang, maka dari kawah condrodimukonya BUMN akan lahir calon-calon pemimpin bersih yang siap mengisi pos-pos menteri dan gubernur. Dari sinilah nanti Indonesia yang besih dari korupsi akan tercipta dan negara ” gemah ripah loh jinawi pun segera terwujud “

    Posted by koko | 21 Januari 2013, 12:15 pm
  82. Invasi bisnis BUMN di Timor Leste rasa bangganya tidak seberapa
    bila dibanding dengan
    invasi bisnis BUMN ke negeri jiran Malaysia

    mungkin ga Malaysia ditaklukkan BUMN kita sebagaimana Timor leste?
    perlu pembuktian

    Posted by inverter | 21 Januari 2013, 12:39 pm
    • Invasi bisnis itu tergantung proteksi negara yg bersangkutan. Coba saja lihat betapa susah membuka cabang bank disana. Harusnya invasi itu tergantung juga kesepakatan G to G. Klo kita punya posisi tawar yg bagus itu harusnya bukan jadi kendala

      Posted by isurachwanto | 21 Januari 2013, 1:56 pm
    • the next……………….Australia!!!

      Penasaran
      Menunggu jurus abah yg original…….apa lagi selain datang dan pergi (izin DPR)
      bikin si Bloon meradang, dan nyanyi……”kau datang pergi sesuka hatimu ………….”

      Mantab Abah
      jgn sampai dipolitikin si Bloon

      Pemilu 2014 cukup 20% dari kita aja yg coblos, biar politisi nggak jumawa.
      Dan selalu bawa bawa kata “rakyat”.

      Posted by novimaujadicalegpartaimanaygmau?kirimCVpartaimu | 21 Januari 2013, 3:14 pm
  83. bener juga, kok tidak ada yang negatif. padahal seperti bumbu pedas yang makin lezat kalo dimakan dan dinikmati

    Posted by misba | 21 Januari 2013, 1:02 pm
  84. semakin yakin dan bangga ber dis.

    Posted by rikiherdiansyah | 21 Januari 2013, 3:30 pm
  85. Komen TB Silalahi,
    Dahlan adalah Menteri BUMN yang mengelola lebih dari 140 perusahaan BUMN dan kalau ditambahkan dengan anak perusahaannya menjadi lebih dari 400 perusahaan. Boleh dikatakan aset bangsa ini berada ditangan Dahlan Iskan.

    Nah ini seperti Harimau kelihatan belangnya… sama sukunya saja dihujat habis2an…
    mau jadi pemimpin kok ga punya etika… malu2in aja.. (maaf OOT, habis kesel bgt ama nih orang…)

    Pemilih Cemaskan Karakter Effendi

    MEDAN- Para tokoh Batak asal Tapanuli Utara, Serdangbedagai, dan Pematangsiantar ramai-ramai menyerang Effendi Simbolon. Mereka yang juga vote getter untuk daerahnya masing-masing itu mengaku mendapat banyak pertanyaan dari para pemilih yang mencemaskan karakter cagubsu asal PDIP tersebut.

    Tokoh adat Taput Berto Pasaribu mengimbau Effendi Simbolon meminta maaf kepada masyarakat Batak. “Kalau secara pribadi, saya tidak akan mengemis maaf dari Bung Effendi. Tapi sebagai tokoh adat saya mengimbau dia minta maaf pada masyarakat Batak. Sebab penolakan atas pemberian ulos, bulang-bulang, dan replika Tunggal Panaluan itu kepada Pak Menteri BUMN Dahlan Iskan itu merupakan pelecehan adat Batak,” tegas Berto Pasaribu, kemarin di Siborongborong.

    Dia menyatakan kedatangan Effendi sebagai calon pemimpin di Sumut dinilai bukan membawa kesejukan dan kemajuan cara berpikir masyarakat, melainkan justru mengobok-obok dan merusak tatanan sosial dan kearifan lokal yang bertumbuh dengan baik. Dia menyesali pencalonan Effendi Simbolon di Pilgubsu malah membuat situasi politik di Sumut menjadi kisruh.

    “”Effendi itu datang ke Sumut seharusnya memperbaiki yang rusak, bukan merusak yang sudah baik. Kalau begitu, namanya dia si perusak bukan si pemimpin,”” kata Berto dengan nada keras.

    Effendi harus meminta maaf kepada masyarakat Batak karena melecehkan keputusan yang diambil oleh tokoh-tokoh adat Batak yang mangulosi Meneg BUMN Dahlan Iskan.

    Berto menyebutkan penjelasan tokoh masyarakat asal Tanah Batak, Letjen (Purn) TB Silalahi soal pemberian ulos kepada Dahlan Iskan sudah benar adanya.

    “Setelah saya baca koran apa yang dijelaskan pak TB Silalahi itu benar. Kami (tokoh adat) lebih dulu rapat untuk mempertimbangkan pemberian ulos, bulang-bulang, dan Tunggal Panaluan itu kepada Pak Dahlan Iskan,”” ungkapnya. Berto mengatakan pertimbangannya karena Dahlan Iskan adalah Menteri BUMN yang peduli sekali atas pembangunan Bandara Silangit.

    “”Nah, sebagai ungkapan terima kasih selayaknya masyarakat di Tapanuli memberikan ulos, bulang-bulang, dan Tunggal Panaluan. Kalau Effendi menggugat kontribusi Dahlan Iskan di Sumut, lho kami di sini jadi ingin bertanya, kontribusi Effendi Simbolon di Sumut ini apa” Berapa lama dia jadi anggota DPR” Katanya dia kan orang Batak” Apa yang sudah dilakukannya untuk tanah leluhurnya ini” Ayo, coba tunjukkan?” cetusnya.

    Sementara, tokoh adat Taput lain, Oppu Garuda Purba, kepada Metro Siantar (grup JPNN) saat dihubungi, Jumat (18/1), menegaskan, secara pribadi dirinya tak membutuhkan permintaan maaf dari Effendi Simbolon. “Kita tak butuh dia (Effendi Simbolon) minta maaf. Buat apa menyuruh orang yang tak paham meminta maaf?”” katanya.

    Tokoh Muda Batak Serdang Bedagai, Relifen Siahaan, justru mempertanyakan jati diri Effendi sebagai orang Batak yang tidak menghormati perbedaan, keramah-tamahan, dan berjiwa nasionalis.

    “Saya sangat terkejut ada seorang calon gubernur punya mentalitas rendahan. Memberikan ulos bulang-bulang kepada Dahlan Iskan, selain sebagai menteri, juga sosok pejabat yang jujur dan sederhana. Batak itu punya filosofi hidup “pardongan jala parholong roha”.

    “Banyak tokoh Batak yang berhasil karena mampu menggalang hubungan kultural, emosional, dan nasionalisme dengan suku-suku lain di Indonesia,”” ungkap Relifen yang juga Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Sergai ini, Jumat (18/1).

    Semakin aneh, lanjut Relifen, saat dia mendapat kabar bahwa Effendi Simbolon yang belum diketahui kiprahnya di Sumut ini justru menerima ulos dari pendeta di Siantar.

    “Jika yang bersangkutan mengatakan Dahlan Iskan tidak layak, lalu apa kelayakan dirinya menerima ulos? Apalagi itu diberikan institusi berbasis agama. Apa yang sudah dilakukannya terhadap Batak rupanya?” tanya Relifen.

    Dia melihat keberagaman Sumut sama dengan Indonesia yang memiliki banyak suku bangsa, agama, dan ras. “Kita ini hidup di alam yang pluralis. Sejak lama Batak dikenal sebagai suku yang bermartabat dan terbuka terhadap perbedaan,”” ujarnya.

    Menurut Relifen, di Kabupaten Sergai saja, orang Batak sudah mencapai 23 persen dan itu semua berbaur dengan suku-suku lain. “Jika pernyataan itu tidak ditarik Effendi tentunya banyak orang Batak, termasuk saya sendiri yang akan mendapat penilaian bahwa Batak itu alergi terhadap suku lain,”” katanya dengan nada ekstrim.

    “”Bagaimana Effendi yang mengaku dari partai yang nasionalis justru bertindak dan berpikir sebaliknya. Aneh ini. Berlakulah seperti kata bijak orang Batak “marsitijur tu ginjang, madabu tu ampuan”. Nah, sekarang coba tanyakan pada pak Effendi Simbolon, apa tahu dia artinya itu?”” katanya tergelak kepada wartawan.

    Dari Siantar, Pengurus Himpunan Masyarakat Batak Toba (Humatob) Pematangsiantar, Daud Simanjuntak, juga ikut mengecam keras pernyataan anggota DPR asal PDIP tersebut. “Apa-apaan itu? Tak ada larangan bagi siapa pun jika berkeinginan mengulosi seseorang,” ucap Daud berapi-api, Jumat (18/1).

    Dia mengatakan Dahlan Iskan adalah tamu yang datang ke Tanah Batak sehingga wajib dihormati. Harus dipahami, katanya, tamu itu raja dan pemberian ulos itu adalah penghargaan dan penghormatan warga Batak terhadap tamunya.

    “Paham nggak dia (Effendi, Red) filosofi orang Batak? Tamu itu adalah raja. Jadi pernyatannya itu bikin saya heran. Sebenarnya siapa yang gila?” sindir pria yang juga anggota DPRD Kota Pematangsiantar periode 2004-2009 tersebut.

    Effendi diingatkan agar paham terlebih dulu filosofi orang Batak sebelum melontarkan statement. “”Sebab apa yang dilontarkannya itu menjadi penilaian masyarakat pemilih atas kualitas intelektualitas dirinya,”” pungkasnya. (hsl/ara/smg)

    Posted by PUTU | 21 Januari 2013, 3:58 pm
    • Semoga masy sumut memilih selain si bloon…
      Ga kapok kapok itu si bloon bikin masalah…

      Posted by hendro | 21 Januari 2013, 7:18 pm
    • Ha…ha….ha….a…., blo’-on…..blo’- on…..

      Ternyata Masyarakat Tanah Batak mencatat ;
      Sudah bbrp Tahun Si Blo’-On jadi anggt DPR.RI,
      tapi konstribusi thd Tanah Batak sonde pernah ada sama sekali

      Ternyata payah juga ini orang….
      Kasiaaan dech lhooo……….!

      Tetap”semangat” and salaam dahlanis..

      Posted by N. SORRI.. | 21 Januari 2013, 10:57 pm
    • Abah jangan datang ke dHewan sebelum Coblosan di Sumut

      Ada yang mau numpang tenar.

      Pingin tau……….mau apa sih kalo gak datang terus?

      Posted by novi | 22 Januari 2013, 6:48 pm
    • rupanya megawati salah pilih nih…. belum perang sdh ancur duluan

      Posted by pur | 23 Januari 2013, 8:34 am
    • Sudahlah Om-om dan Tante-tante semua.. harap dimaklumi atuh
      Modal nyagub itu kan besar, jadi Pak Dis ngasih jalan, dia gak datang rapat biar nanti bisa rapat lagi.. dan rapat lagi. Kan katanya lumayan tuh uang rapatnya gede, bisa tuh buat nombokin buat biaya nyagub.
      Abisnya mau minta ke BUMN sekarang kan udah gak boleh ama Pak Dis
      Jadi udah ya Om-om dan Tante-tante yang baik.. :)

      Posted by tedi kp | 23 Januari 2013, 10:44 am
  86. Tentu banyak sekali kendala yang mereka hadapi. Namun, mereka bertekad untuk menguasai keadaan. Penguasaan itu amat penting untuk menentukan langkah di proyek-proyek berikutnya. Kemampuan menguasai keadaan itulah yang menjadi keunggulan teman-teman BUMN, sehingga hampir selalu bisa mengalahkan peserta tender dari Portugal, Spanyol, Inggris, Jepang, dan Korea. “Saingan berat kami bukan mereka. Saingan berat kami sesama BUMN,” ujar Robin.
    Luar biasa……justru sesama BUMN persaingan ketat

    Posted by Desi Anugrah | 21 Januari 2013, 4:03 pm
  87. CINTA TIDAK HARUS MEMILIKI Itulah TImor Leste. Biarpun DIA ingkar namun cintanya Indonesia tidk Luntur. dgn membantu membangun Timor Leste lewat BUMN dgn CEO abah DIS. Salam SEROJA, ( Lupakan politik Kerja Kerja Kerja ),

    Posted by Bmb GorengGareng | 21 Januari 2013, 4:14 pm
  88. ADA LAGI YANG MEMBUAT BANGGA
    (dari dalam negeri sendiri)

    Dari Antara.

    Dahlan: Berdikari Fokus Pengembangan Ternak dan Pangan

    Jakarta (ANTARA) – Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan PT Berdikari (Persero) telah mengalihkan bisnis dari perusahaan pembuatan mebel dan asuransi menjadi perusahaan yang fokus pengembangan peternakan dan pangan (Berdikari Integrated Farming/BIF).

    “Berdikari harus fokus pada usaha pengembangan sapi, sehingga tidak ada lagi bisnis meubel dan asuransi yang selama ini digeluti perusahaan ini,” kata Dahlan, seperti diungkapkan Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian BUMN Faisal Halimi, di Jakarta, Senin.

    Menurut Faisal, pengalihan bisnis Berdikari tersebut dirancang sejak pertengahan tahun 2012 terkait dengan program pemerintah mengurangi impor daging sapi dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri.

    Dahlan Iskan pada Senin pagi (21/1), meninjau lokasi pengengembanga Berdikari Integrated Farming di desa Bila River Ranch, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

    Di kawasan itu dikembangkan peternakan sapi terpadu dan pertanian sorgum yang melibatkan 400 peternak dan 800 petani.

    Khusus budidaya sorgum dikembangkan di lahan seluas 3.200 hektare, tanaman Jagung seluas 2.000 hektare, King Grass (rumput raja) seluas 400 hektare.

    Sorgum dalam bahasa latin Sorghum spp. adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri, sedangkan Rumput Raja (pennisetum purpureophoides) adalah jenis rumput yang memiliki daun sangat lebar dan bermanfaat untuk pakan ternak.

    “Program Berdikari Integrated Farming selain mengembangkan tanaman sorgum, mengkombinasikan sapi potong dan sapi perah, juga hasilnya bukan saja peningkatan daging, tetapi juga susu, serta tepung dan gula dari sorgum,” ujar Dahlan.

    Pengembangan BIF di Sidrap sendiri merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Hasanuddin, IPB, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 12 dan PTPN 14.

    Pencanangan program integrasi terpadu sudah berjalan di Sumba Timur, NTT, di mana Berdikari bekerja sama dengan PTPN IV menanam sorgum di lahan 4.000 hektare.

    Peternakan sapi idealnya menggunakan 1 ha untuk 1 ekor sapi, yang juga ditanami sorgum.

    Setiap hektar lahan sorgum menghasilkan 40 ton pakan sapi, dan dalam setahun bisa panen hingga tiga kali, sehingga dapat meningkatkan populasi sapi dalam peternakan enam hingga sembilan kali lipat.

    Menurut catatan, sorgum telah berkembang dan dibudidayakan di sejumlah negara seperti India, dan merupakan urutan panganan kelima, setelah padi, jagung, gandum, dan jelai. Adapun keunggulan sorgum lainnya ialah dapat diolah menjadi pengganti tepung dan gula.(rr)
    ****************************************************

    Karena saya dulu anaknya petani ( petani gurem / kecil), jadi saya suka program BUMN yang memberdayakan rakyat sekaligus menguntungkan BUMN…apalagi untuk ketahanan pangan. I like Dis… Gbu all

    Yang ingin kontak personal bisa ke kontakwning@yahoo.co.id

    Posted by W. Ning | 21 Januari 2013, 4:50 pm
    • Mantap….BUMN Indonesia
      Semoga banyak penerus Pak Dahlan Iskan yang mempunyai visi seperti Pak Dahlan Iskan
      sehingga kalaupun Pak Dahlan Iskan tidak menjabat lagi sebagai CEO BUMN Indonesia, ‘peninggalan’ Pak Dahlan Iskan terus berkembang, amin amin amin ya Robbal’alamin

      Posted by NOENG | 22 Januari 2013, 8:46 am
    • Subhannallah..
      Kata2 : memberdayakan rakyat dan apa lagi untuk ketahanan pangan…,
      sangat “menarik” sekali…

      Inilah, “Paradigma” yang harus di “Sosialisasikan” ke :
      para: Pemimpin Kita,terutama para: Eliet-Politik Kita…

      Mudah-mudahan, bisa menjadi “contoh-tauladan”,
      buat para Pemimpin dan para Eliet Politik..

      AMIIN ALLAHUMA AMIIN..

      Hanya : “Do’a yang bisa beta ucapkan untuk Proggres Abah DI.
      Semoga ALLAH melimpahkan Kemudahan dan Kesehatan kpd Abah DI..

      Salam dahlanis…

      Posted by N. SORRI.. | 23 Januari 2013, 3:04 pm
  89. Jika Hary Tanoe komit mendorong peran anak muda,
    saya percaya pada saatnya gerakannya akan bersinergi dengan pak DI .
    Abah sudah dan sedang menyerahkan tongkat tongkat perubahan BUMN
    pada banyak orang muda.

    Politik kita belum efektif untuk membangun negeri ,karena faktor manusianya.
    (bukti: IPO BUMN tersendat-sendat)

    masih tertarik masuk partai pak Hary Tanoe?

    Maju terus Dahlanis!!

    Posted by DWI P | 21 Januari 2013, 6:36 pm
  90. Reblogged this on belajar sampai gila! and commented:
    HEBAT. Hidup BUMN! Saya jadi semakin cinta Indonesia <3

    kapan yaa, progres psikologi Indonesia bisa sehebat progres BUMN :(

    Posted by fauziahamalia | 21 Januari 2013, 9:12 pm
  91. baru tahu ternyata banyak perusahaan Indonesia masuk ke Timor Leste.
    Mantaaaap

    Posted by attayaya @ RiauMagz | 22 Januari 2013, 12:30 am
  92. Kerja kerja kerja,pencitraan tauladan.gak usah ngurusin anak tk yang kebanyakan buang angin hehhee…he semangat pagi salam dahlanisti,dismania dll dll dll

    Posted by Abah | 22 Januari 2013, 7:25 am
  93. Terima kasih, Salam kenal balik, mas Sumartono Sieta.
    Semoga silaturrahmi kita membawa berkah.
    Semoga bangsa dan negara Indonesia segera dipenuhi dengan AURA POSITIF yang salah satunya melalui forum ini.
    Sukses selalu untuk panjenengan dan Dismania, wabil khusus P.Dis.

    Posted by Wanto Kdr | 22 Januari 2013, 9:39 am
  94. Semoga Telkomcel menjadi yang terbaik di Timor Leste

    Posted by Idiarto | 22 Januari 2013, 10:35 am
  95. semangat pagii..InsyAllh bsk Kamis jam 07.00 pagi kumpul didpn Mall Seasons City Pluit Dahlanis Jkt mengadakan bakti sosial banjir didaerah Pluit,mgkn tmn2 mau bergabung/berpartisipasi.Ayoo tunjukin jiwa Dahlanis kt skrg..!! (dress code : bebas rapi,bw pakaian ganti).

    Posted by koreksi diri | 22 Januari 2013, 10:48 am
  96. Saya yakin banyak yg belum tahu kondisi demografi timor leste, sehingga menyimpulkan investasi di mancanegara timor leste itu menguntungkan.

    Posted by G. Hariyanto | 22 Januari 2013, 1:01 pm
  97. MEMERDEKAKAN TIMOR LESTE

    Timor Leste (TL) mempunyai luas wilayah 14.874 m2 (3X p. Bali) dgn jumlah penduduk 1,1 jt jiwa. Pekerjaan utama penduduknya sbg petani & pekebun tradisional yg berkontribusi kecil thd pendapatan negara. Penyokong terbesar apbn TL adalah 87% dari royalti minyaknya yg dikelola australia. Kondisi geografis yg mayoritas berlahan tandus membuat TL kesulitan mengembangkan potensi daerahnya. Dgn pendapatan perkapita 2.368 $ (indonesia 3.716 $) dan inflasi 13%, menjadikan TL sbg negara termiskin seasia.

    Sebagai negara baru, banyak permasalahan yg hrs dihadapi TL, spt kemiskinan, kesehatan, pengangguran (sepertiga penduduk ), keamanan & sospol. Untk mengatasi berbagai persoalan itu, pemimpin TL gencar berpromosi untuk menarik investor dgn memberi kemudahan birokrasi & insentif pajak. Perdana menteri xanana gusmao seringkali melobi pemerintah & swasta Indonesia untk menanamkan investasinya ke TL terutama sektor infrastruktur. Ada banyak keuntungan yg diperoleh TL menjalin kerja sama dgn Indonesia daripada dgn negara lain. TL yg miskin dana sumberdaya itu bisa membangun & membuka lapangan kerja dgn bantuan indonesia. Keinginan menjadi anggota asean sbg pintu masuk kerjasama antar negara akan semakin mudah. Selain itu, perdagangan gelap di perbatasan TL – Indonesia yg sangat merugikan TL itu juga bs terselesaikan.

    Sebuah keberhasilan loby yg besar bagi TL, akhirnya pemerintah Indonesia mau berinvestasi. Tentu melalui bumn, karena swasta pasti berpikir panjang untk ikut serta. Sehingga sangat wajar kalau akhirnya hanya sesama bumn yg bersaing memperebutkan tender proyek. Apalagi proyek2 infrastruktur yg membutuhkan modal besar dgn pengembalian keuntungan yg lama.

    Bagi TL, Indonesia adalah dewa penyelamat di tengah negara2 pendukung kemerdekaannya dulu. Tidak hanya memberi kemerdekaan, tapi juga sesuap nasi bagi negara yg baru lahir. Sehingga tanpa kehadiran seorang menteri bumn pun, orang2 Indonesia akan disambut bak raja di TL.

    Posted by G. Hariyanto | 22 Januari 2013, 3:48 pm
  98. Kurs rupiah terhadap dolar naik tipis. Alhamdulillah. Bukti bahwa langkah DI melarang Pertamina dan PLN membeli dolar dari pasar bebas berpengaruh. Meskipun naik tipis kalau terus-terusan…… luar biasa.

    Posted by Widi | 22 Januari 2013, 8:34 pm
  99. Kalau membaca artikel tentang kecelakaan Dahlan Iskan di link ini http://hukum.kompasiana.com/2013/01/09/dahlan-iskan-segera-tersangka-523846.html .. mengingat pelanggaran yang dilakukan adalah pelanggaran ringan (Hanya melanggar UU Lalu Lintas saja) maka hukum yang diterapkan adalah ““restorative justice” .. dibebaskan dari segala tuntutan dengan pertimbangan orang sekaliber Dahlan Iskan lebih dibutuhkan negara..

    Posted by cak-mat | 22 Januari 2013, 11:45 pm
  100. siiip dah,… mas putu mang oke,.. maju terus pak dis,. salam dari abdullah_arjun,….

    Posted by abdulla_arjun | 23 Januari 2013, 6:32 am
  101. mas putu mang oke,.. maju terus pak dis,.. salam dari abdullah_arjun..

    Posted by abdulla_arjun | 23 Januari 2013, 6:34 am
  102. maaf OOT, ada yang punya bocoran/ beri pencerahan kemana arah ES dalam pernyataan abah DI
    “Saya tahu kemana arahnya dan tahu suasana kebatinan pak Effendi, yang tahu saya dan dirut PLN yang sekarang (Nur Pamudji),” tutur Dahlan di Kantor Pusat Bank Mandiri Jakarta, Selasa (22/1/2013). sumber : http://finance.detik.com/read/2013/01/22/142604/2149533/4/kasus-pemborosan-pln-dahlan-saya-sudah-tahu-arahnya-effendi-simbolon?991104topnews

    Posted by ajipungkasan | 23 Januari 2013, 6:59 am
  103. Di blog ini Anda bisa menemukan orang-orang muda yang hebat.
    Berani Jujur itu hebat !
    Indonesia bisa !
    http://kickdahlan.wordpress.com/category/86-mutiara-indonesia/

    Posted by mang encep | 23 Januari 2013, 10:18 am
  104. Dua alasan untuk tidak membeli mobil baru saat ini. Pertama, dananya belum tersedia. Kedua, menunggu mobil listrik diproduksi massal…, hehe.. pede abis dah…
    http://kickdahlan.wordpress.com/2013/01/22/mobil-listrik-jadi-kendaraan-operasional-apec-2013/

    Posted by mang encep | 23 Januari 2013, 10:22 am
  105. Haduh, Danet2… Egomu mengalahkan Rasiomu…
    Diberi peluang oleh DIS malah disia2kan… Bakalan ke embat oleh Dasep Ahmadi lah rejekimu… Salah siapa???
    (Jgn kau salahkan abah DIS ya… udah dikasi kesempatan 2x lho…)

    Link :http://kickdahlan.wordpress.com/2013/01/22/dahlan-minta-ahmadi-kembangkan-tucuxi-pakai-gearbox/

    JAKARTA – Pembuat mobil listrik Tucuxi Danet Suryatama hingga saat ini tetap bersikeras pada pendiriannya. Yaitu akan memproduksi mobil listrik tanpa menggunakan teknologi gearbox. Sehingga Menteri BUMN Dahlan Iskan yang gencar mendorong produksi mobil listrik berniat mengembangkan Tucuxi bersama ahli mobil listrik lainnya. Yaitu Dasep Ahmadi.
    “Mas Danet tetap pada pendiriannya, membuat mobil listrik tanpa pakai gearbox,” ujar Dahlan usai mengelar Rapat Pimpinan (Rapim) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (21/1).

    Niat Dahlan menggandeng Dasep lantaran selama ini ahli mobil listrik asal Bandung itu sebelumnya telah berhasil mengembangkan mobil listrik sekelas Hyundai Atoz dan menggunakan sistem gearbox.

    “Tapi nanti siapa yang mau pesan (tanpa gearbox-Red) saya bisa hubungkan dengan Mas Danet,” papar Dahlan. Sementara untuk mengembangkan mobil listrik sekelas sedan kecil akan dikerjakan oleh Ravi Desai.

    Di tempat yang sama, Dasep Ahmadi mengatakan akan menyanggupi permintaan Mantan Dirut PLN itu. Dia akan mengembangkan mobil Tucuxi yang menggunakan gearbox. “Iya, Pak Dahlan minta begitu, kita akan coba,” tukasnya.

    Seperti diketahui, Selasa pagi tadi (22/1) Dahlan mengadakan rapat dengan lima putra petir guna membahas kesiapan mobil listrik dalam ajang APEC Oktober 2013 mendatang, yang akan diselenggarakan di Nusa Dua, Denpasar, Bali pada pertengahan bulan nanti. (chi/jpnn)

    http://www.jpnn.com/read/2013/01/22/155403/Dahlan-Minta-Ahmadi-Kembangkan-Tucuxi-Pakai-Gearbox-

    .

    Tinggalkan Danet, Dahlan minta Dasep kembangkan Tucuxi
    Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini, Selasa (22/1), mengadakan rapat dengan 5 putra petir yang membahas kesiapan mobil listrik dalam ajang APEC Oktober 2013 nanti. Dalam rapat ini Dahlan tidak mengundang Danet Suryatama yang dahulunya telah membuat mobil listrik sekelas Ferrari yang diberi nama Tucuxi.

    Dahlan mengatakan dalam pengembangan mobil Tucuxi, ke depannya, akan dilanjutkan oleh Dasep Ahmadi yang telah berhasil mengembangkan mobil listrik sekelas Hyundai AtoZ. Mobil akan dikembangkan dengan menggunakan gear box.

    “Beliau (Dasep) kan berprinsip nggak pakai gear box. Saya mau pakai gear box. Tapi nanti siapa yang mau pesan saya bisa hubungkan dengan Danet,” ucap Dahlan di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (22/1).

    Dalam rapat tersebut Dahlan juga mengundang Ravi Desai yang akan mengembangkan mobil listrik sekelas sedan kecil. Sementara Dasep mendapat mandat untuk melanjutkan pembuatan Tucuxi yang memakai gear box.

    “Ravi juga datang akan produksi jenis mobil sedan kecil. Satu lagi mobil yang dibuat Dasep yaitu sekelas Tucuxi yang pakai gear box,” ucapnya.

    Di tempat yang sama, Dasep Ahmadi mengatakan akan menyanggupi permintaan Dahlan tersebut. Dia akan mengembangkan mobil Tucuxi yang menggunakan gearbox.

    “Iya, Pak Dahlan minta begitu, kita akan coba,” tukasnya.

    [rin]

    http://www.merdeka.com/uang/tinggalkan-danet-dahlan-minta-dasep-kembangkan-tucuxi.html

    Posted by PUTU | 23 Januari 2013, 1:39 pm
  106. @aditam
    sebenarnya masih ada potensi investasi di timor leste (TL), spt pertambangan minyak & mineral. Namun sayang sdh dikuasai australia sbg kompensasi dukungan kemerdekaan TL. Kemudian juga potensi jasa & perdagangan, yg secara tradisional telah dikuasai pengusaha kecil indonesia dgn menyuplai berbagai kebutuhan pokok di TL. Diluar sektor itu, investasinya masih beresiko tinggi.

    Perhitungan yg keliru jika menganggap telkom akan untung besar berinvestasi di TL meski hanya melayani max 1 jt pelanggan. alasan tarifnya lbh tinggi dari Indonesia mempunyai 2 arti. Pertama, daya beli masyarakatnya tinggi shg produsen bs menjual dgn harga tinggi karena konsumen msh mampu membeli. Kedua, suplay barang terbatas/lbh kecil dari permintaan shg melambungkan harga barang (inflasi). Kalo melihat pendapatan perkapita TL, bs dipastikan msh terjadi inflasi. Walau telkom untung besar dari penjualan tarif yg tinggi, tapi akan menanggung biaya tenaga kerja, pembangunan infrastruktur & pemeliharaan yg lbh tinggi dari pd di Indonesia. Sehingga keuntungan bersih bs jadi lbh kecil.

    Pada MH kali ini ada kesan menyesatkan seolah bumn berhasil berinvestasi di mancanegara TL dgn memenangi tender proyek mengalahkan berbagai negara lain. Padahal kalau kita telaah sebenarnya TL-lah yg mengemis kpd Indonesia. Pejabat TL itu lbh sering blusukan sampai ke pemda2 & swasta Indonesia agar mau berinvestasi di TL. Sehingga aneh kalo kita menyatakan akan ‘menjajah’ kembali TL. Mungkin menbumn hrs kembali ke seroja untk meminta maaf kpd para pahlawan, karena akan ‘memerdekakan’ TL sekali lagi.

    Posted by G. Hariyanto | 23 Januari 2013, 3:35 pm
  107. Dahlan Iskan tetep peduli dengan Banjir Jakarta, ini buktinya :
    Atasi Banjir Jakarta Utara
    Empat Jurus Dahlan Iskan Bantu Jokowi.
    http://www.lensaindonesia.com/2013/01/22/empat-jurus-dahlan-iskan-bantu-jokowi.html

    Posted by mang encep | 23 Januari 2013, 7:11 pm
  108. Kemarin pertemuan khusus, saya dengan Dirut Pertamina dan Dirut PLN membahas
    kenapa proyek geothermal yang besar belum jalan,
    mereka bilang karena belum ada kesepakatan harga.
    Pertamina minta jual dengan harga tinggi yakni US$ 9,7 sen per kwh
    dan PLN meminta harga serendah-rendahnya yakni US$ 9,1 sen per kwh.
    tutur Dahlan kepada wartawan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (23/1/2013).

    Saya minta berpatokan pada IRR (Internal Rate of Return), untuk menghitung harga,” tambahnya.
    Untuk memberikan kepastian harga ini, kedua belah pihak yakni Pertamina dan PLN
    menunjuk sebuah konsultan getohermal independen asal Selandia Baru.

    Dari situ, agar IRR bisa dihitung harga per kwh berapa.
    Dalam 3 bulan bisa ditandatangani (kesepakatan harga jual).

    dengan kesepakatan penentuan harga jual yang dilakukan kemarin di Kementerian BUMN,
    Pertamina akan melanjutkan pembangunan 9 proyek geothermal raksasa miliknya yang sudah puluhan tahun tersendat.

    Sambil menunggu itu, Pertamina bisa jalan untuk mengerjakan proyek geothermal supaya tidak kehilangan waktu,” tuturnya.

    Dengan kesepakatan ini, tidak ada lagi ada dasar atau konsep penetuan harga berdasarkan paksaan pemerintah
    yakni Kementerian ESDM sehingga bisa memberatkan satu pihak.

    “Ini dasarnya business to business. Ini baik karena murni bisnis. Ini nggak ada paksaan,” katanya.

    diringkas dari
    http://finance.detik.com/read/2013/01/23/122844/2150566/1034/dahlan-iskan-turun-tangan-pertamina-pln-langsung-deal-harga-geothermal

    ———————————————————————————————————————————–

    menyesaikan masalah BUMN dengan birokrasi puluhan tahun tidak ada hasilnya

    cara dahlan iskan cuma 3 bulan selesai

    hal semacam inilah yang membuat aku senang membaca berita tentang dahlan iskan
    tapi aku juga senang membaca tulisan orang yang mengeritik dahlan iskan
    untuk mencegah diriku mengkultuskan dahlan iskan menjadi yang maha benar
    sebab yang maha benar itu hanya ALLAH tuhan seru sekalian alam

    Posted by anang banjar | 23 Januari 2013, 7:43 pm
    • Setuju Mas Anang, ga mungkinlah para Dahlanis mengkultuskan DI, sedangkan nabi saja melarang mengkultuskan dirinya. Sepembacaan saya, ga ada tuh yg komen nadanya nyerempet2 ke arah pengkultusan. Yg mencela dan menghujat malah banyak, sebanyak yg membelanya.
      Dahlan Iskan memang pemimpin negara yg fenomenal, fikiran dan tindakannya original, dia keluar dari pakem birokrasi yg serba kaku dan cepat ambil keputusan pd moment yg tepat, hal inilah yg disukai rakyat disatu sisi tapi tdk disukai birokrat dan anggota dewan yg tidak terhormat disisi yg lain karena jelas mereka merasa tertinggal di belakang dg akselerasi DI yg di luar dugaan. BUMN sekarang tdk bisa lagi jadi sapi perahan, malah DI mau ternak sapi pedaging beneran. Kalau para petinggi parpol sedikit cerdik, segera lamar DI untuk capres mendatang, paling tidak akan mendongkrak suara di pemilu legislatif, tapi yakin DI akan menolak kalau harus bayar mahar.
      Lalu apa tugas para Dahlanis kalau memang setuju dg pikiran dan tindakan DI ? Antara lain dg menyebarkan luaskan prestasi BUMN melalui jejaring sosial misalnya. Tetap kritis dan beri masukan secara obyektif. Dan yg tidak kalah penting adalah membantu dengan doa.
      Salam kerja kerja kerja.

      Posted by mang encep | 23 Januari 2013, 9:18 pm
      • Siaaaap mendukung Kakak Mang Encep…….

        Pengkultusan : No..

        Insya Allah Abah DI pun, juga sonde senang di kultuskan..
        Kayaknya temen2 Dahlanis; mau dan senang menyerap subtansiya, menyerap polapikirnya,
        mengkritisi sepakterjangnya, dan mau dan senang mempertajam visinya……

        Dan teman2 Dahlanis,dapat membaca dan melihat : secara logika :
        Hasil nyata dari sepakterjang Abah DI tiap : detik,menit,jam,hari, apa lagi tiap bulan…
        Semua, demi : Bangsa yang lebih baik, Bangsa yang ber-martabat, Bangsa yang lebih terhormat.
        Aliaaaas ; demi rakyat, demi rakyat, dan demi rakyat , hanya karena Allah..

        Dmk and Salam Dahlanis..

        Posted by N. SORRI.. | 26 Januari 2013, 4:27 pm
    • Wah bagus artikelnya.
      Wong Metode yg dipakai Metode Coorporasi… dimana SPEED adalah yg utama…
      Kalau metode pemerintahan ya 5th jg ga kelar2… bahkan ada yg 15th juga msh mangkrat…
      Gimana mau maju kalau begitu…
      Disinilah fungsi DIS yg vital, yaitu memberi jalan keluar agar tetap win-to-win solution…
      semua menang kan enak… cakeplah…

      Posted by PUTU | 25 Januari 2013, 7:53 pm
  109. dear rekans…yang berminat dengan ANTENA TV RAKITAN-SUPER TV ANTENNA silakan berkunjung ke blogku…http://antenatv-rakitan.blogspot.com…terima kasih

    Posted by eddy suwantoro | 24 Januari 2013, 6:55 pm
  110. Boleh ni jadi referensi bacaan wajib, semoga web ini selalu dipantau ya oleh pak dahlan sendiri

    Posted by Doddy Hidayat | 25 Januari 2013, 5:34 pm
  111. “Misalkan saya presiden, saya harus tahu saya punya 2 alat. Alat yang satu adalah apbn, alat yang lain adalah bumn. Saya menyadari itu sehingga saya segera merumuskan bagaiman BUMN ini bergerak sesuai yang diperlukan oleh negara…”

    Siapa ya yang mengatakan demikian?

    ^^

    Posted by Wong Asor | 25 Januari 2013, 9:27 pm
  112. gak tahan juga jadi silence reader…
    ikut gabung menikmati indahnya PENCITRAAN ala Dahlan Iskan…
    pencitraan yg bikin cemburu..
    pencitraan yg susah ditiru..
    pencitraan yg tiada duanya..

    Peace & Love to all Dahlanis..

    Posted by smile | 26 Januari 2013, 1:01 am
  113. N250 in Memory..
    link putra Bapak Sumarwoto (mantan pilot N250):

    http://www.indoflyer.net/forum/tm.asp?m=484330

    Posted by smile | 26 Januari 2013, 10:04 am
  114. Jawaban dari tantangan Mobil Listrik dari Abah satu per satu terjawab.
    ITS Surabaya baru saja meluncurkan mobil listriknya :
    http://www.kaskus.co.id/thread/5103b44c0176086140000013/mobil-listrik-quotezzy-carquot-buatan-its-surabaya-diluncurkan/

    Posted by Riyanto Hoi Jayadi | 26 Januari 2013, 6:53 pm
  115. Dari 10 parpol yg lolos uk pemilu 2014 tak ada satu pun yg benar2 bisa dibanggakan. Tertangkapnya artis yg juga berstatus anggota legislatif sedang pesta narkoba .makin mengikis kepercayaan kpd parpol. Anggota parlemen yg sering tampil di tv juga kesannya sok kuasa banget, arogan. Rasa optimis dan kebanggaan sebagai bangsa masih sedikit tersisa dg kepemimpinan Jokowi dan Dahlan Iskan.

    Posted by mang encep | 27 Januari 2013, 7:39 pm
  116. Mantap sudah gebrakan DI. Indonesia beruntung punya pemimpin sekaliber DI.

    Posted by Dedy Armayadi | 28 Januari 2013, 2:06 am
  117. siap-siap pertamax yuk…
    wkwkwkwk…
    saya mundur teratur deh…

    http://m.jpnn.com/news.php?id=155924

    Posted by Wong Asor | 28 Januari 2013, 2:11 am
  118. Semoga proyeknya berhasil karena banyak pesaing di situ :)

    Posted by Jual Sepatu Futsal | 2 Februari 2013, 10:46 am
  119. Semoga proyeknya berhasil karena banyak pesaing disitu

    Posted by Jual Sepatu Futsal | 2 Februari 2013, 10:47 am
  120. kereta sritanjung macet pak. malah diambilkan loko dari jogja. kami macet dimadiun tanggal 20 februari 2013 sampai di madiun pukul 5.45 sore di tiket datang pukul 7.19 sore di jogja. kami malah disuruh sabar. mana kompensasi buat kami

    Posted by aswar anas | 20 Februari 2013, 8:28 pm
  121. Do you have a spam issue on this blog; I also am a blogger,
    and I was wondering your situation; many of us have developed some nice practices and we are looking to exchange techniques with other
    folks, why not shoot me an e-mail if interested.

    Posted by davidbackum398.fotopages.com | 9 April 2013, 7:43 am
  122. Amiiiiin pak dahlan iskan?! Maju terus BUMN, jayalah merah putih.

    Posted by kabulsuprapto | 8 Juni 2013, 8:14 pm
  123. It’s not my first time to pay a quick visit this web page, i am browsing this website dailly and obtain pleasant data from here every day.

    Posted by new | 25 Juni 2013, 1:37 am
  124. Nice article… di update lagi ya…

    Posted by Toko Bunga | 5 Maret 2014, 2:56 pm
  125. Hidup ini bukan hanya mencari yang terbaik namun lebih kepada menerima kenyataan bahwa kamu adalah kamu. Jadi dirimu sendiri.

    Posted by ELISABET HALIDA | 5 Juli 2014, 10:02 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.470 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: