>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Kemauan 24 Karat Bersawah Baru di Ketapang

Senin, 24 Desember 2012
Manufacturing Hope 57

Telur besar ini akhirnya menetas juga. Rencana BUMN membuka sawah baru secara besar-besaran akhirnya terwujud. Rencana itu memang sempat tertunda enam bulan, tapi itu semata-mata karena harus pindah lokasi. Terutama karena pengadaan lahan di Kalimantan Timur tidak bisa secepat yang diprogramkan.

Akhirnya, lokasi yang tepat ditemukan: di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Luasnya bisa sampai 80.000 ha yang kelak bisa bulat menjadi 100.000 ha.

Senin, 17 Desember, penanaman pertama padi di lokasi itu dimulai. Inilah pembukaan sawah baru secara besar-besaran yang pertama di Indonesia dan dilakukan dengan sistem mekanisasi penuh. Mulai pengolahan tanah, penanaman, sampai ke panennya nanti.

Saya sempat termangu sebelum menerjunkan kaki telanjang ke sawah yang siap ditanami itu. Waktu remaja, saya memang pernah menjadi buruh ndaut dan menanam padi. Tapi, tidak begini. Waktu itu, saya harus menanam padi dengan menggunakan tangan yang dicelupkan ke tanah lumpur sambil berjalan mundur dengan badan membungkuk.

Tapi, Senin lalu sudah begitu berbeda. Menanam padi dengan mesin! Baru sekali ini saya melihat dan memegang mesin penanam padi yang disebut rice transplanter itu.

Ternyata mudah sekali dan sangat cepat. Tidak perlu belajar lama. Hanya dengan penjelasan beberapa kalimat, saya bisa langsung menjalankan mesin itu.

Penanaman tahap pertama ini akan mencapai 3.000 ha. Di 2013 yang segera tiba akan diteruskan menjadi 40.000 ha. Akhirnya, di 2014 bisa mencapai 100.000 ha. Untuk itu, BUMN akan mengusahakan dana sampai Rp 5 triliun.

Penanggung jawab proyek itu adalah salah satu BUMN pangan, PT Sang Hyang Seri (SHS). Dirutnya, Kaharuddin, sudah bertekad SHS yang selama ini hanya menangani benih harus menjadi BUMN pangan yang besar. Selama ini, PT SHS dan juga BUMN pangan lainnya seperti PT Pertani terlalu kecil untuk bisa diandalkan sebagai BUMN pangan bagi sebuah negara agraris yang sangat besar seperti Indonesia.

Dengan menggarap sawah baru ini, PT SHS mengalami transformasi besar-besaran. Kini SHS tidak hanya memikirkan benih, tapi sekaligus menanamnya. Tentu SHS tidak akan mampu menyiapkannya sendirian. Sebanyak “12 samurai” yang tergabung dalam Sinergi BUMN Peduli ikut mendorongnya dari belakang.

Ada yang membantu teknologi (seperti PT Batantekno dan PT Pupuk Indonesia), ada juga yang ambil bagian untuk land clearing dan penyiapan lahan (PT Hutama Karya, PT Brantas Abipraya), konsultan perencanaan dan pengawasan (PT Indra Karya dan PT Yodya Karya). Selama ini, BUMN karya itu dikenal ahli dalam merencanakan dan membuat infrastruktur jalan dan pengairan.

PT Brantas Abipraya sudah berpengalaman membuka sawah baru meski kecil-kecilan. “Kelas 1.000 hektaran,” ujar Bambang Esti Marsono, Dirut Brantas. Bahkan, “Indra Karya pernah membuat perencanaan sawah 16.000 ha di luar negeri. Yakni, di Papua Nugini,” kata Agus Widodo, Dirut Indra Karya.

Selebihnya, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, PGN, Pertamina, PT Indonesia Port Corporation (IPC), dan beberapa BUMN lain mendukung dari sisi pendanaan. Kekuatan para raksasa BUMN itulah yang akan diandalkan. Tak ayal, di sawah baru ini alat-alat berat seperti traktor, ekskavator, mesin-mesin bajak, dan mesin tanam terlihat di mana-mana. Tidak terlihat sama sekali, misalnya, kerbau atau sapi.

Sistem pembibitannya pun tidak lagi di tanah sawah. Bibitnya dibenihkan di baki-baki siap saji. Ketika berumur 15 hari, bibit itu sudah bisa dilepas dari bakinya untuk dimasukkan ke mesin tanam. Dalam waktu singkat, bibit sudah tertanam sekaligus empat-empat dalam barisan yang rapi.

Untuk sementara, proyek ini kami sebut “nonkapitalis farming”. Artinya, BUMN tidak membeli tanah itu dari rakyat. Tidak seperti kebun sawit. Tanahnya tetap dimiliki rakyat. BUMN hanya menjadi pekerja dan pemegang manajemennya. Yang akan menikmati hasilnya adalah para petani pemilik lahan.

Tanah-tanah di Ketapang itu selama ini praktis menganggur. Petani hanya menanam semampunya. Akibatnya, tanah-tanah di situ tidak produktif. Para petani pun tetap saja menjadi petani miskin. Itulah sebabnya, proyek ini juga dimaksudkan untuk sekalian membantu mengatasi kemiskinan di pedesaan.

Kebetulan Bupati Ketapang Drs Hendrikus MSi punya kebijakan bagus, yang seirama dengan sistem nonkapitalis farming-nya BUMN ini. “Kami tidak akan mau lagi memberikan izin untuk kebun sawit,” ujar Boyman Harus SH, wakil bupati Ketapang yang ikut hadir dalam acara tanam pertama sawah baru itu. “Kebun sawit hanya menyengsarakan rakyat kami,” tambahnya. “Program BUMN ini pas banget dengan kebijakan kami,” tambah Boyman.

Tiga bulan mendatang, saat panen pertama di sawah baru ini, kita akan tahu hasil yang sebenarnya. Semula hasil sawah baru ini diasumsikan tidak besar. Hanya sekitar 3 ton/ha. Begitulah doktrinnya. Sawah baru tidak bisa langsung produktif. Baru pada tahun-tahun berikutnya hasilnya bisa meningkat.

Namun, kami tidak menyerah pada teori lama seperti itu. Sains kami libatkan di proyek ini. Misalnya, diawali dengan menggunakan produk baru pupuk Indonesia, Kapurtan, untuk mengendalikan pH. Bahkan, PT Batantekno (Persero) dilibatkan untuk melakukan iradiasi nuklir pada benihnya. Kami berharap hasilnya kelak bisa langsung di sekitar 6 ton/ ha.

Setelah itu, terus dinaikkan ke angka 8 ton/ha. Toh, ini bukan lahan sawah pasang surut yang pengerjaannya lebih sulit.

Usai acara penanam pertama itu, di ruang tunggu Bandara Ketapang, kami melakukan rapat terbatas dengan para direksi BUMN yang terlibat di proyek ini. Ada Tri Widjajanto (Dirut HK), ada R.J. Lino (Dirut IPC), ada Bambang Esti Marsono (Dirut Brantas), Eddy Budiono (Dirut Pertani), Kaharuddin (Dirut SHS), dan beberapa yang lain.

Kami membulatkan tekad baru ini: langkah telah diayunkan, kaki telah dipijakkan, mimpi telah dikonkretkan, cita-cita besar mulai direalisasikan; ujungnya hanya satu: harus berhasil! (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

266 thoughts on “Kemauan 24 Karat Bersawah Baru di Ketapang

  1. Semoga negara ini bisa menjadi negara swasembada pangan, sehingga ketika musim panen tidak ada beras import yang masuk, yang mana harganya lebih rendah dari pada harga beras milik petani.
    Apabila murah pangan maka rakyat senang dan mereka akan semangat untuk kesawah, kerja, kerja, kerja.
    Dengan adanya rice tranplatasi biaya operasional pertanian dapat ditekan siminimal mungkin, mudah2an mesin – mesin tersebut nantinya dapat tersebar disemua wilayah Indonesia.Beras Vietnam No Way!

    Posted by Kka Kusnanto | 24 Desember 2012, 6:17 am
    • Nyelip amunisi buat Dahlanis dikit…

      “Macan” Penyerang Jokowi Ternyata di Sini

      OPINI | 24 December 2012 | 06:07Dibaca: 0 Komentar: 0 Nihil
      Masih ingat siapa yang menyerang pasangan Jokowi-Ahok ketika masa kampanye Pilgub DKI lalu? Salah satunya adalan akun anonim twitter @triomacan2000. Diindikasikan akun ini bukan milik perorangan tapi sebuah tim beranggotakan beberapa orang yang sekaligus menjadi admin. Sebelumnya akun anonim ini sangat populer dengan twit-twit politik. Berbagai tokoh nasional tidak luput jadi sasarannya. Isu-isu panas dilemparkan ke publik. Tapi popularitasnya mendadak runtuh setelah menyerang Jokowi-Ahok dan mengagung-agungkan AU Ketum partai terbesar saat ini. Terlebih setelah beberapa pihak melaporkannya ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Akun itu ditutup, mungkin untuk menghindari pelacakan.

      Setelah beberapa bulan menghilang ternyata admin TM2000 kembali lagi. Bahkan kita tidak sadar sudah 2 bulan mereka berada di tengah-tengah kita. Kali ini dengan membuat akun di Kompasiana. Mereka bergabung di Kompasiana pada tanggal 16 Oktober 2012 dan telah memposting artikel sebanyak 24 buah. Gayanya tidak berubah, tetap melempar isu-isu panas seputar tokoh-tokoh nasional dan mengangkat AU. Lihatlah judul2 artikelnya:

      @Abraham Samad Sang Banci KPK

      @Mahfud MD Sang Ambisius

      @Inilah Dosa-dosa Dahlan Iskan

      @Anas Dikudeta Demokrat Hancur Lebur 2014

      @Kepemimpinan Anas Diuji oleh Bocah Bernama Ruhut Sitompul

      @Segitiga Bermuda Dajjal Untuk Anas: Marzuki Alie – Sudi Silalahi – KPK

      @Penghancuran Anas Agenda Amerika Serikat ?

      @Para Jenderal Mengepung Anas

      @Anas Urbaningrum… Dibonsai Di Rumah Sendiri ? dan lain-lain.

      @Kapankah Dosa-dosa Hatta Rajasa Terungkap?

      @Ali Masykur Musa Adalah Penipu di BPK

      @Gita Wiryawan Sang Monster Anggaran

      @Infeksi Hasil Audit BPK Terhadap Hambalang

      @Kontroversi Hasil Audit BPK Terkait Hambalang… Dimanakah Andi Mallarangeng ?

      @Kebodohan Sudi Silalahi Sebagai Mensesneg

      @dll

      Lalu dari mana kita bisa meyakini kalau ini ulah TM2000? Bisa saja kan Kompasianer pada umumnya membuat artikel seperti itu? Memang bisa saja Kompasianer membuat artikel politik seperti itu, tapi kalau diteliti lebih seksama sangat kecil kemungkinannya. Bayangkan saja hanya dalam waktu 2 bulan mereka telah memposting 25 artikel. Artikel itu tidak sembarangan, menyerang tokoh-tokoh dengan data yang luar biasa banyaknya. Data yang diungkapkan-pun bukan hanya diambil dari berita yang sedang hangat, tapi data puluhan tahun yang lalu yang sulit untuk didapatkan. Banyak juga data yang tidak akan kita dapatkan di berita-berita karena memang tidak pernah dimuat. Mana mungkin Kompasianer melakukannya, ini adalah pekerjaan orang profesional. Butuh waktu dan ketekunan ekstra. Dan tidak cukup dilakukan satu orang, melainkan pekerjaan tim. Kalau Kompasianer, menulis artikel itu hanya sekedar hobi bukan profesi, karena Kompasianer tidak mendapat imbalan apa-pun. Untuk apa setiap hari duduk depan komputer mengacak-acak data begitu banyak tokoh nasional selanjutnya diposting untuk menjelek-jelekan mereka.

      Anehnya lagi walau mereka telah memposting begitu banyak artikel dan mendapat banyak komentar, mereka tidak begitu menanggapi komentar-komentar tersebut. Saya perhatikan dari 25 artikel tanggapan mereka hanya 9, sangat berbeda dari lazimnya Kompasianer. Kompasianer umumnya sangat senang menanggapi komentar yang masuk di artikelnya. Di sini semakin jelas kalau tujuan mereka bukan diskusi tapi sekedar melempar isu dengan maksud` tertentu.

      Yang lebih meyakinkan lagi kalau ini TM2000, adalah pembelaaanya terhadap AU. Walau ada sedikit serangan terhadap AU itu serangan yang lemah sekali. Artinya Mereka sudah yakin pembaca akan bisa mematahkan serangan itu dengan sendirinya. Sedangkan penonjolan akan kehebatan AU sangat dominan. Lihat artikel terbarunya yang diterbitkan kemarin yang berjudul “Siapakah Putera Mahkota SBY Sebenarnya?” Sangat vulgar mengangkat AU. AU digambarkan sebagai sosok muda Islam dan santun yang mendapat dukungan luas masyarakat untuk menjadi Capres 2014.

      Ciri berikutnya. Secara tidak sadar kebisaan TM2000 waktu memposting kultwit di Twitter dibawa saat memposting artikel di Kompasiana. Ciri yang saya maksud adalah memulai postingan dengan kata-kata unik. Dulu di Twitter dia bilang “eng ing eng” kalau di Kompasiana dia bilang “Salam Republik Wayangku tercinta”, selalu begitu di setiap postingannya. Begitu juga kalimat di profilnya “Berani ngomong benar, bukan berani ngomong salah” sangat identik dengan kalimat di profil TM2000 dulu.

      Lalu apa tujuan TM2000 membela AU mati-matian dan menyerang begitu banyak tokoh nasional? Seperti analisa-analisa sebelumnya tentang TM2000 yang kita baca diberbagai media online dan artikel, mereka ini tentu dekat dengan AU atau paling tidak mereka adalah orang-orang bayaran. Misi mereka adalah mengamankan pencalonan AU sebagai Capres dari partai terbesar saat ini. Sedang sampai sekarang partai tersebut belum menentukan Capresnya. Terlebih seperti pengakuannya sendiri pada artikel terakhir bahwa SBY kurang suka dengan AU. TM2000 ingin membersihkan nama AU sekaligus merusak tokoh-tokoh yang berpotensi merebut posisi Capres dari tangan AU. Lihatlah tokoh-tokoh yang diserangnya seperti Mahfud MD, Gita Wiryawan dan Dahlan Iskan. Menurut survei mereka adalah calon-calon presiden alternatif potensial. Lebih-lebih Dahlan Iskan yang sangat dekat dengan SBY, ini tentunya sangat bahaya bagi AU. Hal yang sama juga berlaku untuk Hatta Rajasa yang begitu dekat dengan SBY.

      Selain masalah Capres TM2000 juga menyerang tokoh-tokoh intern partai yang berseberangan dengan AU, contohnya adalah Ruhut Sitompul dan Marzuki Ali. Keluarga SBY yang berpotensi menyaingi AU juga diserang seperti Ani Yudhoyono, Edie Baskoro Yudhoyono, dan Agus Harimurti Yudhoyono. Untuk Abraham Samad dan Ali Masykur Musa, mungkin mereka diserang dengan maksud merusak imej KPK dan BPK. Karena begitu derasnya arus yang mendesak KPK agar AU dijadikan tersangka kasus Hambalang, begitu juga BPK di desak agar jangan tanggung-tanggung mengeluarkan hasil audit investigasi. Sedangkan Andi Malarangeng mungkin diserang dengan maksud dijadikan bemper kasus Hambalang, sehingga AU aman.

      Intinya semua yang dianggap merugikan AU akan diserang. Termasuk tokoh kampus, pengamat politik, lembaga survei atau media massa. Tidak tanggung-tanggung isu sara-pun menjadi salah satu andalannya, kebetulan AU adalah alumni HMI. Karena dinilai sering memberitakan AU terlibat korupsi Hambalang, Kompas/kompas.com dicap sebagai media pro Amerika, pro kapitalisme sekaligus anti Islam. Tapi ini tidak mengejutkan, memang sudah kebiasaannya. Dulu ketika menyerang Jokowi-Ahok TM2000 juga mengobarkan isu sara.

      Lalu kenapa tidak menyerang Jokowi-Ahok lagi? Jawabannya gampang: sudah tidak ada kepentingan denga Jokowi-Ahok. Dulu Jokowi-Ahok diserang karena bukan merupakan Cagub-Cawagub yang diusung partai AU. Kalau Cagub yang diusung partainya AU sampai kalah tentunya ini sangat memalukan bagi AU, sekaligus sebagai catatan kegagalan AU. Inilah yang dihindari hingga TM2000 menyerang pasangan Jokowi-Ahok habis-habisan. Tentunya untuk membunuh karakter keduanya, hingga tidak dipilih oleh masyarakat DKI. Walau akhirnya upaya pembunuhan karakter itu tidak berhasil. Jokowi-Ahok tetap menang pada pilkada DKI. Karena sudah menang, tidak ada gunanya lagi diserang. Nasi sudah menjadi bubur.

      Lalu siapa titisan TM2000 yang saya katakan muncul di Kompasiana? Mereka tidak lain adalah orang-orang yang menamakan dirinya Pradhabasu Bhayangkara, yang selanjutnya saya sebut PB. Kalau PB membaca artikel saya ini dan mau membantah dugaan saya, saya tantang dia untuk membuat artikel-artikel yang menyerang AU. Kalau dia berani berarti saya yang salah menganalisa, dan saya harus kembali ulang dari nol berusaha menganalisa siapa sebenarnya PB ini. Jangan beralasan tidak ada kesalahan AU yang bisa diekspos. Tokoh yang relatif terkenal bersih seperti Manfud MD, Dahlan Iskan, dan Abraham Samad dapat anda jelek-jelekkan, lalu apa susahnya menyerang seorang AU.

      Tapi kalau PB tidak mau menyerang AU, berarti analisa saya benar. Mereka sebenarnya adalah “gerombolan macan” yang sempat mau membunuh karakter Jokowi-Ahok ketika pilkada DKI. Sekarang mereka mau membunuh karakter tokoh-tokoh yang berpotensi jadi Capres 2014 atau apapun dan siapapun yang menghalangi AU jadi Capres 2014.

      Tapi saya yakin PB tidak akan sudi membaca artikel ini. Jangankan membaca artikel orang lain, menanggapi komentar yang masuk di artikelnya saja dia ogah. Dia terlalu sibuk mengerjakan artikel orderan yang diterimanya untuk mengangkat AU setinggi langit. Dia juga terlalu asik mondar mandir mencari data kesalahan orang-orang yang merugikan AU.

      Selanjutnya saya berharap Kompasianer jangan ada lagi yang percaya omong kosongnya apalagi ikut menyebarkan artikel fitnahnya. Mereka sangat ahli mencampur aduk kebenaran dengan kebohongan. Satu kebenaran mereka campur dengan seribu kebohongan. Anehnya hasil campuran itu nampak seolah-olah benar bukan fitnah. Begitu meyakinkan, sehingga banyak orang percaya dengan bualannya. Melihat dari jumlah pembaca artikelnya ada gejala PB ini akan mengulang suksesnya di Twitter ketika bernama TM2000.

      Kalaupun PB bukan “gerombolan macan”, saya tetap yakin PB ini satu spesies dengan “Macan” itu. Bukan Kompasianer pada umumnya, melainkan orang profesional yang terorganisir dengan baik untuk membuat artikel yang berisi isu-isu tertentu dengan maksud-maksud tertentu juga. Bukan sekedar hobi atau iseng seperti kita-kita, yang tidak mengharap imbalan.

      ***

      *Terimakasih untuk Pak Firdaus Masril yang telah membaca seluruh artikel PB yang panjang-panjang itu semalaman suntuk, sehingga memudahkan saya menganalisa. Semoga usaha kita bisa sedikit membendung badai fitnah PB, agar peristiwa di Twitter tidak terulang lagi.

      http://politik.kompasiana.com/2012/12/24/macan-penyerang-jokowi-ternyata-di-sini-519231.html#

      Posted by lukman bin saleh | 24 Desember 2012, 6:25 am
      • fitnah tdk harus dbls dgn fitnah yg lain…sebaiknya sblm trbukti, jgnlah menjudge sesuatu yg tdk kita ketahui
        salam dahlanis

        Posted by m0ojojojo | 24 Desember 2012, 7:08 am
        • Ngojek. Saya setuju, fitnah tidak dibayar fitnah. Tapi analisisnya boleh Mas Lukman, untuk menjadikan kita waspada. Mungkin lebih banyak harus dikatakan sebagai “diduga” kali ya. Semoga Mas Lukman dkk berhasil menjadi kurawa-nya twitter yang dapat menjadi penyeimbang TM2000. Kalau tidak, akan banyak orang yang jadi galau, apalagi melihat seolah semua itu data karena angka-angka dimasukkan ke dalam artikelnya. Salam

          Posted by apasaja | 24 Desember 2012, 7:23 am
        • Saya setuju. Manufacturing Hope sebaiknya bersih dari isu-isu intrik politik, yang selalu menjadikan orang malas kerja, Habis energi kita membaca aura negatif yang dipancarkannya : Curiga, Menghakimi, dan Fitnah. …Di Lapak MH ini hanya ada IMPIAN, HARAPAN, CITA-CITA, MIMPI, dan BUKTI KERJA NYATA..

          Posted by nutami | 24 Desember 2012, 9:05 am
          • Mimpi untuk mekanisasi pertanian dengan Traktor LISTRIK, alat tanam Listrik dan alat pertanian yg serba listrik.

            Keuntungan nya adalah tidak tergantung ke BBM yg subsisidunya 300+ trilliun Rp. Jangan sampai harga beras
            50% nya ongkos BBM seperti di Coal Mining. Mulai dari backhoe, excavator, bulldozer & truk raksasa semua minum BBM (mudah2x an bukan BBM subsidy).

            Motor listrik dpt menghasilkan torque yg cukup besar. ie: Kapal selam dng electric motor propeller. Kl jeep Off Road selalu ada electric wince yg dpt dikat utk menarik jeep atau kendaraan lain.

            Plus, battery yg dibutuhkan tidak perlu harus bisa menempuh 300 Km/ hari seperti di mobil listrik.
            Berat Battery diperlukan karena kerasnya tanah dalam membajak & luku.
            Pada malam hari traktor jarang sekali diperlukan sehingga dapat di charge 8 jam per malam.

            Pembangkit listrik matahari sdh semakin murah dan battery dapat di swap atau di charge.
            Petani tdk harus pergi 2 jam pp ke kota utk membeli BBM. Sinar matahari selalu tiba di rumah kita gratis.
            Hemat ongkos BBM & ongkos transport ke SPBU.

            Kl setuju, siapa yg mau & dapat mewujudkan Mimpi Traktor Listrik ini?

            Posted by sutben | 25 Desember 2012, 2:41 am
        • Ya idealnya memang begitu tapi realita terkadang memaksa kita untuk sinis sedikit, liat MH sebelumnya dicemari oleh komentar2 negatif. Bagi yang masih ragu2 akan MH bisa terpengaruh dengan komentar itu kalau tidak kita block dengan argumen juga…

          Posted by lukman bin saleh | 24 Desember 2012, 10:21 am
          • salah satunya yg dicap komen negatif sama akun apasaja itu saya :-)..pdhl cuma menyampaikan data apa adanya…intinya dari saya sih bukan mau menghilangkan optimisme atau semangat kerja keras yg mengilhami para pembaca MH.justru menebarkan semangat kejujuran dan gentle…kalo ada target yg tdk terpenuhi ya blg tdk terpenuhi bukan ditutupi kembang sana sini plus 1001 alasan nanti kayak orde baru lagi..ya ya ya saya tahu kayaknya bangsa ini sudah lama atau capek dengan pers yg terus2an isinya berita negatif miskin harapan tapi perlu diingat juga waktu jaman orde baru kita dicekoki yg bagus2nya aja terbius hingga nina bobo dgn nyamannya…so menurut saya ini spt pendulum saja kita sdg bergerak dari titik ekstrim negatif ke titik kematangan antara positif & negatif yg membawa kemajuan…semoga :-)…btw salut dgn semangat & hasil sinergisasi dari om Dahlan

            Posted by g | 24 Desember 2012, 4:41 pm
        • Saya tidak melihat Lukman bin Saleh ingin menyebar fitnah disini… analisanya berdasarkan data yang kuat dan valid serta bisa dipertanggung jawabkan… disamping itu, mengingat reputasi Lukman selama ini sebagai seorang DahlanIs sejati… saya menilai tulisan Lukman diposting disini memiliki tujuan semata-2 mengingatkan teman-2 yang beredar disini, bahwa saat ini sudah muncul kembali reinkarnasi TM2000.. dengan demikian kita harus lebih waspada dan hati-2 sehingga tidak mudah termakan isu atau opini nya… saya juga sudah membaca artikel-2 Pradhabasu Bhayangkara di kompasiana dan mendapatkan kesimpulan yang sama…

          Posted by cak-mat | 24 Desember 2012, 11:18 am
      • Ya ampuuuun, ditungguin sampai jam 4, nongolnya jam 6-an, ya pas berangkat di jalan raya deh. Ngojek ngojek … Absen absennn …

        Posted by apasaja | 24 Desember 2012, 7:08 am
      • luar biasa analisa pak lukman…top abis…sy sendiri justru angkat topi pada analisiws bapak dari pada si macan 2000..

        kembali ke topik..
        inilah langkah nyata seorang pemimpin, dimana ketika janji telah terucap, dengan daya upaya akan segera diwujudkan. kita telah tahu bbrp bulan lalu, DIS telah mempublikasikan tentang program peningkatan produksi beras ini (salah satunya pembukaan lahan sawah baru). setelah mendaptakan beberapa kendala akhirnya bisa terwujud juga..

        tahun 2014 masih setahun lagi, tapi terpaan dan terjangan untuk pak DIS sudah dilancarkan oleh pihak2 yang tidak menginginkan DIS muncul/maju lebih kedepan. memang susah orang jujur dan benar2 bekerja untuk rakyat hidup di indonesia..

        Dewan perkewanan rakyatpun juga berusaha mengganjal kepopuleran pak DIS, terutama isu kerugian dan korupsi di masa PLN dulu…

        huh….INdonesiaku..semoga rakyat mu tidak tertipu oleh ulah2 para koruptor di senayan…

        selamat berjuang pak DIS…

        Posted by mbah surip | 24 Desember 2012, 7:13 am
      • Thanks, mas Lukman. Ternyata jenengan termasuk penjaga gawangnya para Dahlanis.
        Selamat Jumpa lagi, setelah sempat gabung di Kompasiana, ngomentari PB.

        Posted by wanto kdr | 24 Desember 2012, 7:45 am
      • Hehehe… bisa jadi betul, bisa jadi salah… tapi jangan lupa, bagi DAHLANIS yg lain untuk selalu menyebarkan semangat positive ini ke seantero negeri ini!!
        Salam Positive!

        Posted by adhen | 24 Desember 2012, 7:55 am
      • Terus terang secara jujur saya katakan bahwa ucapan Nazaruddin tentang Anas Urbaningrum itu 80% bemar adanya katena ditinjau dari kekuasaan dan etnis ngak mungkin Nazar itu bisa ambil proyek dimana mana, apabila ngak ada centengnya, siapa centengnya ya Anas Urbaningrum.
        Apa kuasanya Nazar dibanding Anas, hanya seorang bendahara fraksi dan dari daerah sumatera lagi, terus etnisnya Nazar itu Tambi kata orang Palembang jadi kecil kemungkinan sangat dipercaya, jadi king makernya itu pasti orang kuat dan berpengaruh.
        Liciknya Anas memakai uangnya Andi Alfian Mallarageng dari Kemenpora mengganjal Andi Alfian Mallarangeng yang di dukung penuh Cikeas waktu pemilihan Ketum PD di Bandung
        Via Mahfud Surosolah uang dari PT. Adhi Karya bisa mengalir ke Anas
        Kesimpulannya TSK kan Ansa dan Mahfud Suroso, permainan ini berakhir…………… semoga

        Posted by Naga Beringsang | 24 Desember 2012, 8:33 am
      • Untuk mas Lukman Bin Saleh dan kawan-kawan lainnya, berikut ini kebohongan akunnya yang dibongkar oleh @kurawa :
        Membongkar @triomacan2000 oleh @kurawa

        Kultwit tentang Motif @triomacan2000 oleh @kurawa
        by agungrahutomo
        24 fav 53261 view
        Fav
        24

        ChirpstoriesOpen Menu

        eng ing eng sesuai janji krn @TrioMacan2000 sudah membuka “war front” maka saya terpaksa akan membuka semua motifnya di Twittland.
        kurawa 22/Jul/2012 08:34:41 PM PDT

        1. @TrioMacan2000 adalah akun yg punya misi sbg “corporate account” dimana akun ini layaknya perusahaan : terorganisir,terkonsep&komersil
        kurawa 22/Jul/2012 08:37:55 PM PDT

        2. Pemunculan awal @TrioMacan2000 dgn kultwit yg populis & menyenangkan dahaga dengan data2 yg diperoleh dari “orang dalam” di lingkungan –
        kurawa 22/Jul/2012 08:40:03 PM PDT

        3. – penegak hukum merupakan masa “invest period” dgn maksud memperoleh pengakuan sebagai “justice collaborator” semu, targetnya adalah –
        kurawa 22/Jul/2012 08:42:24 PM PDT

        4. – memperoleh followers sebanyak mungkin sehingga dapat menjadi “Buzzer Account”
        kurawa 22/Jul/2012 08:43:50 PM PDT

        5. Pola kerja @TrioMacan2000 adalah pengumpulan semua bahan penyelidikan milik aparat hukum dimana semua bukti2 masih sgt mentah namun –
        kurawa 22/Jul/2012 08:46:32 PM PDT

        6. – nama terduga dan tempat kejadian dapat disebutkan dgn baik, hal ini menimbulkan kekaguman bagi yg membaca/followersnya
        kurawa 22/Jul/2012 08:49:01 PM PDT

        7. Sbg Justice Collaborator Semu apakah pernah 1 aja kultwit @TrioMacan2000 dpt diproses ke penegak hukum?asalnya sj dr bhan penyelidikan
        kurawa 22/Jul/2012 08:51:28 PM PDT

        8. Serangan2 @TrioMacan2000 kpd tokoh yg dianggap antagonis menimbulkan simpati followers sehingga dgn waktu yg dirasakan cukup maka –
        kurawa 22/Jul/2012 08:54:12 PM PDT

        9. saatnya @TrioMacan2000 melakukan uji coba serangan kepada tokoh2 “baik/buruk” dgn maksud melihat Kedalaman Respon Followers
        kurawa 22/Jul/2012 08:56:36 PM PDT

        10. Pembelaan mati2an terhadap Anas dan serangan personal kpd DIS adalah bukti modus @TrioMacan2000
        kurawa 22/Jul/2012 08:58:20 PM PDT

        11. Tujuan @TrioMacan2000 dgn berperan sbg justice collaborator adalah adanya bargaining dari pihak2 yg punya masalah
        kurawa 22/Jul/2012 09:01:00 PM PDT

        12. Pilihannya yg ditawarkan : “Mau dibuat Bagus atau Jelek”, “Pencitraan atau Provokasi”
        kurawa 22/Jul/2012 09:02:40 PM PDT

        13. Selain berperan sbg Collaborator @TrioMacan2000 juga mengerjakan project Pilkada yg banyak akan dimulai thn 2012 – 2014 nanti
        kurawa 22/Jul/2012 09:04:55 PM PDT

        14. Jgn mudah percaya dgn statement @TrioMacan2000 kpd Figur tertentu dlm pilkada krn itu hanya meningkatkan “bargaining” bayarannya.
        kurawa 22/Jul/2012 09:06:57 PM PDT

        15. Pilgub DKI merupakan test case @TrioMacan2000 dimana dia berhasil bermain dgn 2 kaki .. bravo
        kurawa 22/Jul/2012 09:08:25 PM PDT

        16. diputaran 1 @TrioMacan2000 menjustifikasi Foke-Nara sbg Koruptor Kakap dgn 4 kultwit negatif, hasilnya Foke turun hingga 34% suaranya
        kurawa 22/Jul/2012 09:10:55 PM PDT

        17. Hal ini tentu membuat gerah timses Foke, diberbagai berita mereka akan fokus di cyberland hasilnya : @TrioMacan2000 digunakan? Wani Piro
        kurawa 22/Jul/2012 09:14:25 PM PDT

        18.Perhatikan anomali kultwit @TrioMacan2000 dimana Foke sbg koruptor kakap tp diputaran 2 disebut memiliki kelebihan :”pribadi mandiri” WTF
        kurawa 22/Jul/2012 09:17:48 PM PDT

        19. Logikanya jika koruptor byk melakukan pencucian uang tentu akan dilihat sbg kelebihan seperti: dermawan,Ini dijadikan pembenaran palsu
        kurawa 22/Jul/2012 09:21:02 PM PDT

        20. Koruptor tetap Koruptor apapun yg dilakukan adalah bentuk pengalihan dosa2nya @TrioMacan2000 menganggap ini sbg kemandirian. PICIK
        kurawa 22/Jul/2012 09:23:36 PM PDT

        21.di putaran1 pilihan @TrioMacan2000 disebut 2 yaitu:Jokowi&HNW, namun di putaran2 dia mengalihkan opini secara halus;terserah anda katanya
        kurawa 22/Jul/2012 09:26:31 PM PDT

        22. Serangan @TrioMacan2000 kpd ahok dgn menyinggung agama & korupsi sangat menggelikan terkesan dikarang dan dipaksakan
        kurawa 22/Jul/2012 09:28:48 PM PDT

        23. Ahok tdk amanah krn meninggalkan jabatannya? @TrioMacan2000 lupa Koruptor2 itulah yg suka berlama2 dgn jabatannya krn uang trus mengalir
        kurawa 22/Jul/2012 09:31:15 PM PDT

        24. Apakah Koruptor yg menghabiskan waktu bahkan minta tambah periode itulah yg @TrioMacan2000 maksud sbg panutan dan Amanah? shame on you
        kurawa 22/Jul/2012 09:33:25 PM PDT
        Content from Twitter

        25. @TrioMacan2000 di putaran 2 ini ingin merubah perkiraan pengamat2 bhw dia bisa membalikkan perkiraan tsb dan memenangkan kliennya (Foke)
        kurawa 22/Jul/2012 09:35:52 PM PDT

        26. @TrioMacan2000 ingin show force bahwa jasanya dpt membuat seorang calon di pilgub dpt dibantu dgn opini publik yg diciptakan
        kurawa 22/Jul/2012 09:37:53 PM PDT

        27. Setelah pilgub DKI ini akan menyusul pilkada2 di propinsi “kakap” dgn klien “Paus” seperti : Jabar,Sumut,Jatim,Makasar. @TrioMacan2000
        kurawa 22/Jul/2012 09:40:26 PM PDT

        28. Target terbesar @TrioMacan2000 adalah pilpres 2014 pasti berharga sangat mahal jika ada calon yg merekrutnya. Uang haram beredar luas
        kurawa 22/Jul/2012 09:43:19 PM PDT

        29. Indikasinya @TrioMacan2000 jualan di pilpres adalah jika ditanya siapa jagoannya? jawabnya nanti masih lama (menunggu klien dulu yah)
        kurawa 22/Jul/2012 09:45:10 PM PDT

        30. tweeps fakta ini dibuat bukan krn saya tdk suka jokowi-ahok dibully tp agar kita tdk mudah diadu domba oleh pihak yg merasa “suci”
        kurawa 22/Jul/2012 09:46:57 PM PDT

        31.semua yg disampaikan @TrioMacan2000 bermotif bisnis semata inilah usaha baru yg disebut : “Twitt Businees” dgn nilai uang yg besar
        kurawa 22/Jul/2012 09:49:05 PM PDT

        32. saya dapat info dari salah satu calon korban @TrioMacan2000 di Pelindo 2, ada seorang yg telepon yg mengaku marketing @TrioMacan2000
        kurawa 22/Jul/2012 09:51:01 PM PDT

        33. coba perhatikan pola ancaman @TrioMacan2000 pasti sebelum kultwit disebut dulu nama korbannya dgn harapan ada pihak yg mengontak
        kurawa 22/Jul/2012 09:52:44 PM PDT

        34. utk @TrioMacan2000 mohon maaf saya terpaksa buka kedok anda krn saya nilai sudah keterlaluan dan kejam
        kurawa 22/Jul/2012 09:54:54 PM PDT

        35. tweeps tdk perlu mengetahui siapa orang2 @TrioMacan2000 krn mereka adalah karyawan. kalo bossnya yah semua sudah tau kan di kasus lalu
        kurawa 22/Jul/2012 09:56:50 PM PDT

        36. oh yah @TrioMacan2000 saya bukan anonim yah, background saya di Forensik Auditor sdh berapa kali menangkap orang seperti anda- Wassalam
        kurawa 22/Jul/2012 09:58:41 PM PDT

        Posted by qohar69 | 24 Desember 2012, 9:36 am
        • Kalau melihat pola dan motif dari akun semacam TM2000 jadi pas dengan ramalan alfin toffler, kalo sekarang sudah masuk abad informasi..informasi skrg jadi komoditas..sama dengan abad industrialisasi dulu…yang bisa mengendalika informasi . Itu yg akan meraup keuntungan begitu banyak

          Posted by cornelius | 24 Desember 2012, 2:42 pm
      • Komentar berisi analisis cerdas macam ini layak diapresiasi dan perlu untuk wawasan kita. Bagi yang tidak bertarik tinggal di-skip aja. Wong disini kita bebas menerima berbagai warna komen yang semuanya bermanfaat untuk bahan belajar, termasuk komen yang “kritis” dan kadang-kadang negatif.
        Saya termasuk yang sempat berpikir sama seperti tulisan itu, namun berhubung saya bukan pengamat intensif tulisan-tulisan macam ini rasanya tidak layak menyampaikannya. Yang jelas mereka profesional dan intensitas akses+pantau dunia maya-nya tentu tinggi. Tidak menutup kemungkinan kan ada anggotanya yang ikut mampir disini.. Tinggal pakai nama samaran aja kan bisa kasih komen.. :)

        Posted by akadarisman | 24 Desember 2012, 11:04 am
      • miris sekali melihat orang-orang cerdas yg mendayagunakan akal, pikiran, waktu, tenaga, biaya, kreatifitas, dan intelektualitasnya utk melakukan hal-hal seperti itu, di saat bangsa ini sdh terjermus ke dlm jurang permasalahan begitu dlm dan butuh problem solver, bukan problem maker… semoga kita yg disini dpt segera mentransformasi diri menjadi para problem solver…

        Posted by Novrian Eka Sandhi | 24 Desember 2012, 12:13 pm
      • Udah kaya intel aja analisanya…
        Percuma menghabiskan waktu untuk menganalisa hal2 yg negatif… kalo tujuannya negatif, hasilnya pasti negatif…
        Mending energinya dipakai buat merealisasikan hope2 untuk negara ini…

        Saya Percaya adanya Yang Maha Kuasa… Yang Maha Mengetahui… Beliau tidak buta…
        Orang2 seperti itu tinggal nunggu waktu aja dilaknatnya…
        PENGHIANAT NKRI HARUS DIBUANG JAUH2…

        Posted by PUTU | 24 Desember 2012, 12:15 pm
      • sy 100% percaya analisa Om Lukman Bin Saleh…. memang begitulah yg seharusnya

        Posted by bandung bondowoso | 26 Desember 2012, 7:36 am
      • cuma bisa sambung doa saja…

        Posted by abdi negara | 26 Desember 2012, 8:46 am
      • Kan prinsipnya menebar kebaikan mencegah kejahatan. Tapi bagi teman2 yg hanya mau menebar kebaikan sy rasa bagus juga, bahkan mungkin hasilnya lebih bagus karena fokus. Namun biarkanlah kami mencegah kejahatan juga, dengan begitu mungkin kita sudah saling melengkapi….

        Posted by lukman bin saleh | 26 Desember 2012, 10:05 am
      • Asswrwb cak Lukman Bin Saleh : hmm…itukah secuil gambaran per POLITIKAN di negeri ini ???? saya sangat..sangat…sangat…tidak suka dn selalu akan membencinya…Wassallam..

        Posted by R I Molle | 28 Desember 2012, 4:40 am
    • arrghhh….telattt komen pertama

      Posted by Ricky Gonzales | 24 Desember 2012, 6:27 am
    • tapi harus tetep bijaksana pak penerapannya bs-bisa didemo kaum buruh tani karena telah mengurangi jatah kesempatan kerja mereka. untuk saat ini jasa borong tanam padi /tandur perhektar Rp 980.000 masih ngasih makan 2 x. dikerjakan oleh 12-15 orang dlm waktu sehari. di pedesaan buruh tani adalah pertanian adalah kegiatan padat karya…. makanya petani kita terhimpit.. dgn biaya produksi yg mahal & harga ketika panen jatuh krn impor.

      Posted by eyang kakung | 24 Desember 2012, 8:42 am
      • Petani sekarang seharusnya lebih melek teknologi..sudah tuntutan zaman hal seperti itu. Yang sudah terlambat (tidak bisa belajar lagi) dicari cara mengelola potensi mereka yang pas-pas an (gaptek). Saya membayangkan, para sarjana pertanian akan ramai turun ke desa (modern) untuk bekerja langsung mengaplikasikannya, tidak hanya berkutat di belakang meja jadi birokrat.

        Posted by nutami | 24 Desember 2012, 9:09 am
        • @nutami, sebagai bekas anak seorang petani, saya mengakui bahwa petani saat ini memang “gaptek”. Tetapi menurut saya, “gaptek” ini disebabkan kondisi lingkungan pedesaan, sperti kita ketahui persawahan adanya di pedesaan dan perkampungan bukan diperkotaan. Yang tinggal dipekotaan memang sangat mudah mencari informasi, terutama lewat internet yang mana akses internet sangat mudah (layanan 3G utk mobile internet, fix line untuk layan internet kantor, dsb), sehingga bisa berinteraksi dengan internet kapanpun dan dimanapun. Katakanlah anda diminta mencari mesin pengolahan hasil pertanian, misal alat pembuatan keripik buah, maka anda akan mudah mencarinya melalui internet. Berbeda dengan di desa atau perkampungan yang begitu susah layanan internet, jaringan 3G susah, warnet mahal untuk ukuran orang desa, ditambah ketidak tahuan orang desa akan apakah itu internet. Ada pengalaman saat saya mengelola sawah dengan orang tua saya. Disaat itu kita panen cabe merah, hasil panen memuaskan. Kita telah menerapkan cara2 menangani hama cabe dsbnya. Masalah muncul saat penjualan, dimana saat itu harga cabe dipasaran jatuh, hanya Rp 500 per kg. Salah satu penyebab harga jatuh dikarenakan dipasaran terlalu banyak cabe, sehingga harga jatuh. Setelah tanya sana-sini, penyebab terlalu banyaknya cabe dipasaran adalah hasil dari daerah lain masuk wilayah pemasaran hasil pertanian kami (salah satu nya kedatangan cabe dr brebes yang datang ke wilayah kami, sehingga merusak harga pasar diwilayah kami). Menurut saya, seandainya waktu itu saya tahu (mendapatkan informasi tentang pertanian wilayah lain), maka saya tidak akan menanam cabe, karena wilayah lain akan ada panen besar cabe, yang menyebabkan cabe berlimpah dipasaran sehingga menyebabkan harga jatuh. Ada lagi jeruk. Saat ini bisa dipastikan apabila ada panen besar jeruk dikalimantan, maka harga jeruk akan jatuh dikarenakan biaya produksi tanam jeruk di kalimantan lebih murah dr pada di jawa (kondisi lahan masih subur, dijawa perlu pupuk kimia).
          setelah itu saya berfikir, jika seandainya saya mengetahui segala informsi tentang pertanian di wilayah lain (apa yg sedang ditanam, masa tanamnya kapan, kondisi pasar) maka saya akan dapat memprediksi harus tanam apa dan harus kapan memulai menanamnya, dan juga kemana saya harus menjualnya. Informasi2 seperti yang tidak dapat diperoleh oleh petani2 seperti kami. Mungkin Pak DI bisa membatu melalui BUMN2 yang ada untuk memfasilitasi para petani mendapatkan informasi2 ini, misal kalo telkom sudah melakukan program internet untuk sekolah2, mungkinkah ada program internet untuk petani. PPL yang dulu hanya membahas masalah cara tanam. Skarang membahas juga masalah penerapan teknologi dipertanian, dr pemerintah mungkin bisa mengeluarkan peraturan tentang pemasaran hasil pertanian seperti yang sudah diterapkan pada pemasaran pupuk, mungkin ada BUMN yang mampu menyerap hasil pertanian sehingga mampu menjaga stabilitas harga (mungkin BULOG, tdk hanya beras, bahan pokok makanan yg lainnya), mungkin perlu kerjasama sinergi antara kementrian BUMN, kementrian pertanian dan kementrian perdagangan, dsb. Saya memiliki kenyakinan masalah2 ini bisa diselesaikan dengan cara Pak DI

          Posted by karto_inangun | 27 Desember 2012, 4:50 am
      • bukankah lahan itu sebelumnya lahan tidur? jadi gak ada buruh tani yang terbuang…

        Posted by lukman bin saleh | 24 Desember 2012, 10:56 am
      • Kenapa petani Indonesia miskin karena berpikir kecil spt itu…
        Tapi kita tidak bisa menyalahkan petani… negara ini harusnyalah yg memberdayakan petani itu sendiri…
        mudah2an panen Patih DI sukses sehingga para petani juga ikut menikmati hasilnya…
        sya yakin dgn dibukanya lahan tidur 100K akan menyerap byk tenaga kerja dan memberdayakan daerah itu…

        Di Jepang… bapaknya petani sungguh sangat bangga… bagaimana tidak, mayoritas petani di jepang adalah Milyader…. dgn punya sepetak sawah saja bisa menghasilkan duit yg lumayan… mereka mengerjakan sendiri menggunakan Mesin2 dan Teknologi… Saya sering Ke Jepang jadi tau dikit2 budaya disana…

        BRAVO BUMN PT. PANGAN INDONESIA… 2014 mudah2an SWASEMBADA BERAS LAGI….

        Posted by PUTU | 24 Desember 2012, 12:30 pm
    • Setuju Om Kusnanto. Ammiinnn… Sebagai negara yang dikaruniai tanah subur (tombak kayu pun jadi tanaman) kita harusnya mampu melakukan itu.

      Posted by karto_inangun | 27 Desember 2012, 3:39 am
    • Alhamdulillah ~ , Begitu Dahsyat Karya yg dihasilkan seseorang yg diberi kepintaran Memimpin didasari itikat Baik, Berjmaanya tidak hanya di Masjid, akan tetapi juga Menjamaahkan BUMN-BUMN untuk Mensejahterakan Rakyat dan InsyaAllah Swasembada Pangan. Aamiin

      Posted by Hariyadi Ibrahim | 14 Februari 2013, 8:36 pm
    • Boleh ikut nimbrung kelola limbah pertaniannya?
      Teknologi WTE dan fertilizer. Lumayan boleh ikut bersumbangsih menerangkan daerah terpencil jadi terang sekaligus lumbung padi.
      Dari anak perantauan Kalbar.
      Budy

      Posted by budy (@woodybudy) | 18 Mei 2013, 1:57 pm
    • Direksi SHS korup terutama Niswar dengan Rosidi. Bagimana bias tercapai tujuan DI ?????? Dirut baru Upik punya mata tapi tidak bisa lihat.

      Posted by Mataelang | 19 Mei 2013, 10:50 pm
      • Pak Menteri,satu yang saya tanyakan apakah 100% benar pemilik sawah yang sedang digarap itu murni milik petani setempat ? Bukan milik “para pejabat” di Ketapang ?

        Posted by Halim H. Anwar | 19 Mei 2013, 11:21 pm
  2. BUMN raksasa perekonomian Indonesia.. Maju terus.. :)

    Posted by akadarisman | 24 Desember 2012, 6:18 am
  3. Sejak kemarin saya mempunyai rencana untuk melakukan penyemprotan padi dengan urine kelinci dan Pagi ini setelah membaca MH#57 menjadi lebih bersemangat, karena adanya harapan baru bagi negara agraris yang import beras..he…he..he

    Posted by Kka Kusnanto | 24 Desember 2012, 6:19 am
  4. Akhirnya keluar juga MH Pagi ini………

    semangat pagiiiiiiiiiiiii…………….

    Posted by masnawie | 24 Desember 2012, 6:21 am
    • SEMANGAT PAGIIIII, juga untuk Masnawie dan Dahlanis semua.
      AYO BUMN.!!!!!!
      RAWE-RAWE RANTAS, MALANG-MALANG TUNTAS.
      Tengak-tengok Mas Citra jam segini kok belum nongol yaaa?

      Posted by wanto kdr | 24 Desember 2012, 7:53 am
      • Kan minggu lalu udah pamit. Mau pulang kampung kali Mas, lagi macet-macetan di jalan. Kali kali gitu. Tapi kalo ada yang nanyain kaya gini, mungkin aja terpanggil dan gatel untuk komen lagi. Apalagi dipanggilnya pake mantra, kaya CRC tuh …

        Posted by apasaja | 24 Desember 2012, 11:50 am
  5. Sipppp semoga ini menjadi awal yang indah menuju swasembada pangan tahun 2014. Memang begitu berat untuk memulai sesuatu yang baru. Besar..pasti akan banyak hambatan n tantangan..tantangan pertama adalah lahan..setelah menunggu beberapa lama. Akhirnya kalbar bersedia menyediakan lahan u padi..semangat indonesia menuju swasembada pangan.

    Posted by caderabdul | 24 Desember 2012, 6:24 am
  6. pertama kali coment masuk 10 besar, he…he… mantap DI

    Posted by Agoes N | 24 Desember 2012, 6:24 am
  7. rakyat pemillk tanah sudah menyerahkan pada ahlinya semoga berhasil……Amein.

    Posted by CAP MANGGA | 24 Desember 2012, 6:25 am
  8. Akhirnya Indonesia punya sawah modern kayak di Eropa n Amerika tu….

    Posted by lukman bin saleh | 24 Desember 2012, 6:26 am
  9. Kami membulatkan tekad baru ini:
    langkah telah diayunkan, kaki telah
    dipijakkan, mimpi telah
    dikonkretkan, cita-cita besar mulai
    direalisasikan; ujungnya hanya satu:
    harus berhasil!

    jangan lupa kalo sukses, teriak gaya dora. BER-HA-SIL horee….

    Posted by adhi | 24 Desember 2012, 6:27 am
  10. Pertamax

    Posted by arik | 24 Desember 2012, 6:29 am
  11. No comment.. cukup dengan tetesan air mata,,,,,

    Posted by Radiya | 24 Desember 2012, 6:33 am
  12. Ayo tandur ayo tandur. . . Ora mung omong wae

    Posted by Posag | 24 Desember 2012, 6:35 am
  13. Ga sabar nunggu maret.
    *nyambi smangat kerja dah, biar ga berasa lama

    Posted by Adit(pun) Bisa | 24 Desember 2012, 6:37 am
  14. Tidak ada kata lain selain harus berhasil. Memulai senin pagi dengan determinasi dan kegigihan yang kuat.

    Posted by akal sehat | 24 Desember 2012, 6:38 am
  15. setor jempol dari KSA :)

    Posted by Sofyan Faizin | 24 Desember 2012, 6:39 am
  16. Sungguh kemauan dan investasi yang besar sampai Rp5 trilyun. Bagaimana ini (gubernur &bupati) di kaltim kok bisa melewatkan peluang masuknya investasi sebesar ini, padahal kaltim tuh setiap thn masih kekurangan produksi beras,

    rasa ”bangga” juga buat pemprov kalbar & bupati Ketapang yg sudah memberikan lahan di daerahnya untuk mendukung tersedianya stok pangan nasional.

    Posted by Angel | 24 Desember 2012, 6:42 am
    • Saya baca/liat/dengar klo Pemda Kaltim nya mencla mencle kayanya..
      Karena pak dahlan org nya ga mencla mencle, jdi nya di pindah ke kalbar…mgkn krn birokrasi berbelit belit

      Posted by hendro | 25 Desember 2012, 4:41 am
    • kaltim terlalu pede dengan batubara, minyak dan gas saja,akhirnya jadi kapitalis mining yang menguntungkan segelintir orang dan menyusahkan rakyat sekitar dan lingkungan.
      begitu berpeluang ke agraria malahan ikutan jadi kapitalis farming,sawit….
      nonkapitalis ya dilewatkan…maaf ya rakyat…duit lebih berkuasa..kapitalis gitu..kasihan rakyat kaltim ya…

      Posted by sdwi | 25 Desember 2012, 6:27 am
      • Memang ironis ya Pak SDWI.. Justru kepala pemerintahan daerah yang dipilih langsung oleh rakyat atas dasar kepercayaan dan harapan, malah membuat kebijakan ekonomi yang memgarah pada keuntungan sekelompok pemodal dan bersifat jangka pendek daripada pemberdayaan masyarakat dan program yang ramah lingkungan. Sebagai putra borneo, saya ikut prihatin kepada masyarakat Kaltim yang pada dasarnya kaya akan sumber daya alam namun perlu bijaksana dalam pemanfaatannya agar tidak kemaruk/ cepat habis dan ramah lingkungan. Peluang sudah terlewat namun semoga ada peluang lain yang bisa dimanfaatkan walaupun tidak sebesar yang kemarin. Semoga pemimpin-pemimpin daerah pada umumnya di Indonesia dibukakan hatinya untuk membuat program-program kerja yang mensejahterakan rakyatnya secara jangka panjang. Salam DahlanIs.. :)

        Posted by akadarisman | 25 Desember 2012, 7:09 am
  17. saya hanya menyoroti bagaimana pak dahlan memaksakan sebuah ide dengan mensinergikan beberapa elemen besar, pekerjaan tidak mudah mensinergikan beberapa elemen besar yang sama sama punya kekuatan dan ego masing masing, sang dirgen harus betul betul menguasai tema lagu yang diusung, sang dirgen harus betul betul menguasai para pesuara yang mungkin saja ditengah jalan bisa bernada sumbang,

    bukan hanya itu mungkin saja ada yang sengaja menyanyikan lagu sumbang agar nyanyian terdengar kacau,
    sangat tidak mudah, sangat tidak mudah ……

    tapi bukti bukti kecil sudah mulai kelihatan

    tol benoa, pembangunan pelabuhan, pembangunan bandara, gula gula yang terasa makin manis, garam yang melimpah, sorgum yang sudah bisa dipanen, sapi sapi yang semakin gemuk, geliat mayat mayat perusahaan ,
    adalah bukti kecil sang dirgen punya kekkuatan dahsyat,

    nyanyian disawah saya tunggu hasil kecilnya empat bulan yang akan datang

    Posted by saeful | 24 Desember 2012, 7:02 am
    • sepakat mas saeful… kembali kita bisa menyaksikan demonstrasi kemampuan skill managerial, integritas dan leadership yang fenomenal dari seorang Dahlan Iskan… Yang terbayang di mata saya… di masa mendatang pola ini bisa dipakai untuk menggarap sekian juta hektar lahan tidur yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.. dan swasembada beras bukan lagi sebuah impian kosong…

      Posted by cak-mat | 24 Desember 2012, 11:38 am
      • Harusnya pak DI ini kalau secara akademis bukan setara bergelar MM, tapi sudah Doktor (Honoris Causa kali) ya, pada mana beliau mampu menciptakan teori leadership style tertentu yang urakan tapi menghasilkan. Semakin ingin dipelajari, kok ya semakin terasa jauh di atas ya kemampuannya.

        Posted by apasaja | 24 Desember 2012, 11:45 am
      • Kan udah pak DI mau dianugerahi doktor HC oleh Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim kemarin, pi beliau tolak…

        Posted by lukman bin saleh | 24 Desember 2012, 7:10 pm
      • P.Dis tiada duanya , kelasnya sdh profesor jk di bdg pendidikan dan ceo no wahid tingkat dunia u bdg usaha, hanya krn di mulai di indonesia shg lambat mendunia. tetapi skrg sdh kelihatan sepak terjang bumn di luar negeri. siapa dulu dirigennya!!! slam dahlanis

        Posted by sulistiono | 21 Januari 2013, 8:51 am
    • itulah sisi ‘leadership’ dari seorang pemimpin… kebanyakan pemimpin yg lain gak punya jiwa ‘leadership’, adanya ‘dealership’, heheheee… :)

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 24 Desember 2012, 12:17 pm
  18. sayang ya kaltim kehilangan kesempatan berharga. Di kaltim memang lahan serta hak guna usahanya sudah jatuh ke pengusaha tambang dan sawit. Rakyat kecil dan petani disekitar areal tambang sering jadi korban keserakahan mereka. Jadi tidak heran jika program itu dipindahkan dari kaltim ke kalbar, karena disini lahan hutan dan pertanian produktif dijual kepala daerah ke pengusaha lewat ijin yg diobral saat pemilukada. Rakyat diadu lawan pengusaha dan kekuatan uangnya serta preman bayaran mereka. Ini seperti bom waktu yg jika meledak akan menimbulkan konflik horisontal. Preman dan pekerja tambang vs masyarakat dan petani. Rakyat vs Rakyat. Sementara pengusaha menikmati uang dari jauh sambil tutup mata.

    Posted by wong kaltim | 24 Desember 2012, 7:05 am
    • saya turut bersedih dan menyesali karena kegagalan dikaltim sudah memundurkan rencana selama 6 bulan, coba saja jika 6 bulan yang lalu sudah beres mungkin sekali panen sudah dilaksanakan dan hasilnya bisa kelihatan,

      pelajaran bagi pak dahlan jangan diajak serius dengan orang yang hanya ingin main main hehehe

      Posted by saeful | 24 Desember 2012, 7:19 am
  19. Ayo Tandur= panTANg munDUR!!!

    Posted by ilman sidayu | 24 Desember 2012, 7:11 am
  20. harga mesin tanam padi ”Rice Transplanter” kira-kira berapa ya? Ada yg tau..?

    Posted by Angel | 24 Desember 2012, 7:18 am
  21. semoga cita-cita mulia ini dapat terwujud,….amien

    Posted by jatmiko | 24 Desember 2012, 7:23 am
  22. semangat pagi!!!
    akhirnya telah tiba saatnya untuk penanaman perdana.walaupun hasilnya diramalkan blm maksimal karena pengkondisian lahan, tp rakyat sdh merasa sgt dperhatikan dg tindakan nyata dlm hal ketahanan pangan. saya pribadi mengapresiasi tindakan nyata sejumlah pejabat bumn dan pak mentri. semoga menjadi pelajaran berharga untuk kaltim, semoga tdk hanya mengutamakan proyek basah demi meraup pendanaan kampanye.
    oiya, mobil listriknya bagus pak, tp…ada yg lbh sporty lg gak???kalo bs menyasar pasar menengah keatas

    Posted by m0ojojojo | 24 Desember 2012, 7:29 am
  23. Membaca tulisan ini saya terunggat kampung saya Palembang, dulu tahun 70 an, telah ada percobaan penanaman padi secara mekanis, malah nabur pupunya menggunakan peawat/ Kalau ngak salah yang ngerjain nya PT. Patra Tani, lokasi penanaman padi tersebut di jalan Palembang Indralaya.
    Proses ini pernah pula dilakukan saat zaman kejayaan Pertamina era Dr. Ibnu Sutowo, tapi bukan itu saja PT,Gembala Sriwijaya merupakan anak perusahaan Pertamina menggelola pertenakan sapi Australi.
    Syukurlah ide brilyan Pak Ibnu Sutowo bangkit lagi setelah mati suri 40 tahunan karena tidak efisien dan terlampau maju semoga berhasil proyek ini….
    Tolong Pak Dahlan, buat menambah gizi dan penghasilan masyarakat desa Tabur Benih ikan diawal Musim Hujan, maksudnya sebagai BUMN sisihkan uang Rp. 5 Milyar untuk ditebar disungai Batang Hari Sembilan yang induknya Sungai Musi. dengan uang itu dapat kira2 1juta benih berbagai ikan, patin, baung, lais, jelawat. gabus dll
    Nah dalam 6 bulan atau akhir musim hujan ikan itu telah bisa dinikmati atau dijual, masyarakat punya lauk Pak dari mancing, jala atau jaring artinya masyarakat punya kerja atau ikan milik bersama itu dimanfaatkan bersama,
    Semoga menjadi kenyataan…….

    Posted by Naga Beringsang | 24 Desember 2012, 7:36 am
  24. Lir ilir…, Lir ilir, Tandure wus sumilir…
    Mantaaaps.., semoga semua berjalan dengan baik.
    Harus berhasil….!

    Posted by Ridwan Rahmawan | 24 Desember 2012, 7:36 am
  25. semangat pagi!!!
    akhirnya telah tiba saatnya untuk penanaman perdana.walaupun hasilnya diramalkan blm maksimal karena pengkondisian lahan, tp rakyat sdh merasa sgt dperhatikan dg tindakan nyata dlm hal ketahanan pangan. saya pribadi mengapresiasi tindakan nyata sejumlah pejabat bumn dan pak mentri. semoga menjadi pelajaran berharga untuk kaltim, semoga tdk hanya mengutamakan proyek basah demi meraup pendanaan kampanye.
    oiya, mobil listriknya bagus pak, tp…ada yg lbh sporty lg gak???kalo bs menyasar pasar menengah keatas
    salam kerja kerja kerja

    Posted by m0ojojojo | 24 Desember 2012, 7:36 am
  26. Semoga semua cita-cita kita menjadi swasembada pangan berhasil dengan kerja … kerja … dan kerja keras.

    Posted by Andi Lala | 24 Desember 2012, 7:50 am
  27. Sentra pertanian SORGUM di Banyuwangi akan menyusul sebagai swasembada pengganti GANDUM di Indonesia!!
    KERJA.. KERJA.. KERJA….

    Posted by adhen | 24 Desember 2012, 8:03 am
  28. sangat menggugah semangat

    Posted by dmala | 24 Desember 2012, 8:13 am
  29. Alhamdulillah sekarang pemerintah yang memajukan dan mensejeterahkan rakyatnya terwujud. Tidak ada gusur menggusur, pemerintah hanya sebagai pengelola lahan pertanian, pemilik tetap sebagai petani.
    Salam dahlanis…

    Posted by Dedi TN | 24 Desember 2012, 8:13 am
  30. hhhhhhhhhmmmmmmmmmm…………dunia gak rame kalo gak ada orang konyol

    Posted by 06121971 | 24 Desember 2012, 8:15 am
  31. semoga terlaksana……………, dan jangan jd ladang properti di lain waktu

    Posted by rakhmat | 24 Desember 2012, 8:15 am
  32. ide sederhana… tapi manfaatnya luar biasa. Smoga hasilnya berlimpah ruah. Maju terus pak DIS….

    Posted by aidi aja | 24 Desember 2012, 8:21 am
  33. dahlanis sejati, dahlanis yg koment saat cuti bersama he2 citracitir dkk ternyata org gajian dia pas cuti bersama kgak nongol he2 semoga paneny melimpah amiiin :)

    Posted by ibenkeren | 24 Desember 2012, 8:25 am
    • Bilang aja kangen sama citracitir. Hehe. Emang udah cuti bersama? Diriku belum nih …

      Posted by apasaja | 24 Desember 2012, 9:48 am
    • kalo komen saat cuti bersama ato hari libur, yang beri gaji g kuat bos, lha jam kerja aja harus 8 jam. tpi emang kalo g da mereke jadi kayak makan g da krupuk, kurang ada rasanya. klo ada mereke kita diajak berpikir untuk counter mereka. kita liat aja hari rabu kalo muncul berarti bener dugaan kita

      Posted by misba | 24 Desember 2012, 6:52 pm
  34. tiap senin pagi, selalu senang tertular hope-nya Pak DI

    this hope is my dope lah….

    dan 3 bulan lagi, insyaallah

    Lir-ilir, lir-ilir
    Tandure wus sumilir
    Tak ijo royo-royo
    Tak sengguh temanten anyar

    Posted by wota | 24 Desember 2012, 8:28 am
  35. komen perdana setelah mengikuti MH dari pertama, membaca CEO Notes, membaca Ganti Hati, membaca banyak hal dari Pak DI, salam kenal untuk teman2 yang sudah (kepincut) setia dengan pak DI dan tulisan-tulisannya yang (insyaallah) mampu mengubah atmosfer pemikiran di negeri ini, saya (yang sekarang) bekerja di Batam, dengan latar belakang profesi yang berbeda sekalipun, namun tulisan pak DI tetap merupakan menu utama setiap awal pekan, salam perjuangan dan kasih sayang untuk semua…

    semoga Allah senantiasa memberikan pak DI kesehatan dan seluruh pendukung setianya…
    untuk para pejuang di Ketapang, salam teriring doa dari saya untuk anda semua, semoga 3 bulan lagi akan ada berita yang mampu para anak TK di senayan kesulitan kentut, haha

    Posted by arsyad syauqi | 24 Desember 2012, 8:36 am
  36. Ya Tuhan Allah Kayo;
    Engkau nan Maha Agung,
    Engkau nan Maha Esa,
    Engkau nan Maha segala-galonyo,
    Engkau pulo nan mengawal abah DI.
    System nDaut, sudah berganti Rice Transplanter,
    Non Kapitalis Farming su di Kibar-kan…
    Manajemen Royokan su di Kibar-kan….
    Selamatkan ya Tuhan Allah Kayo ;
    Rakyat dan Bangsa Indonesia,
    melalui para Pemimpin2 yang Istiqomah,
    seperti abah DI….
    AMIIIN.

    Posted by Najib anshori | 24 Desember 2012, 8:41 am
  37. Alhamdulillah…semoga semua berjalan lancar dan lahan seluas itu bisa disinergikan dengan usaha-usaha lainnya.
    Entah ikan, entah pupuk, entah peternakan, entah sumber listrik (pasti anginnya kenceng juga ya dg lahan seluas itu :)
    Semoga Pak DIS selalu mempunyai penerus yang pro rakyat dan perkembangan Indonesia
    kalau seperti ini G7 so pasti…. amin amin ya Robbal’alamin

    Posted by NOENG | 24 Desember 2012, 8:43 am
  38. Alhamdulillah…..
    Telah berkecambah semangat diri
    Telah membuncah gelora hidup ini
    Bukan Dahlan Iskan yang aku dukung
    Karena ia hanya manusia
    Tapi, kebenaranlah yang aku dukung
    Kebenaran yang berasal dari Allah
    Satu-satunya Dzat yang patut dipuji
    Namun….
    Memuji Allah yang terbaik adalah mendukung segala rencanaNya
    Mendukung apa yang menjadi wakilNya di muka bumi ini
    Maka saat ini, ketika Dahlan Iskan berbuat baik
    Aku dukung ia, sebagai wujud pujianku kepadaNya
    dan aku berlindung kepada Dzat yang maha suci
    Ketika anak manusia berbuat hasad, tak terkecuali Dahlan Iskan bila ia berbuat hasad
    (semoga Allah melindungi abah dari perbuatan hasad)
    Aku bangga…
    Dari tanah yang berlumpur muncul harapan baru
    Dari tanah yang menghitam, muncul benih-benih yang suci
    Berkecambahlah wahai jiwaku
    Tumbuhlah menggapai harapanmu
    Wahai Allah, berilah kami kekuatanMu untuk berbuat yang terbaik untuk diriku, diri kami, diri bangsa ini
    Wahai Allah, berikanlah kesejahteraan, keselamatan, kebahagiaan kepada semua hambaMu yang berbuat baik
    Berikanlah keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian di hari lahir kami, dihari wafat kami dan dihari ketika kami dihidupkan kembali

    Posted by Ayub Khan | 24 Desember 2012, 8:55 am
  39. semangat di ujung akhir 2012, kita menatap 2013 dengan semangat kerja,, kerja,,, kerja..
    meskipun sakit hari tetap harus semangat, bahwa masih ada harapan cahaya di ujung terowongan..

    Posted by arifkenthip | 24 Desember 2012, 9:00 am
  40. Ujungnya, harus berhasil…
    I like this.
    Kerja kerja kerja …

    Posted by Satuin Mawardi | 24 Desember 2012, 9:13 am
  41. Bravo dahlanis…sapa yg mo jatuhin abah DIS.., lawan saya dan rakyat indonesia yg akan bersatu. Maju terus abah…sejahterakan indonesia…sebentar lgi panen raya di kalbar….jgn lupa di posting lagi di MH. Salam dahlanis…!!!

    Posted by ndokaja | 24 Desember 2012, 10:03 am
  42. Semoga berhasil Pak apa yang menjadi tujuan mulia ini. Semoga Swasembada pangan bukan lagi angan – angan yang berada di langit. Dengan awal langkah yang pak Dis lakukan ini mudah – mudahan , membuat menteri pertanian tergerak hatinya untuk melanjutkan langkah -langkah berikutnya.

    Doa ku selalu kupanjatkan untuk kesehatan , keselamatan , dan ridho Allah SWT selalu diberikan kepada P Dis beserta keluarga.

    Posted by Hadi S | 24 Desember 2012, 10:22 am
  43. absen pagi. selalu baca MH tapi tumben absen. salam semangat
    semoga Allah selalu memberi kesehatan.

    Posted by Al-Atsari | 24 Desember 2012, 10:51 am
  44. alhamdulillah.. kalimantan semakin di perhatikan….

    Posted by zaki | 24 Desember 2012, 10:57 am
  45. Masih belum dijelaskan secara detail ttng keuntungan program bagi petani pemilik lahan. Apa penanaman padinya memakai sistem sewa lahan ato bagi hasil? Kalo bagi hasil, bagaimana jika gagal ato tdk mencapai target? Apa petani jg menanggung rugi? Karena program ini msh baru, tentu resiko kegagalan pun tinggi. Jangan sampai program besar ini gagal gara2 kurang mengantisipasi kendala yg mungkin muncul. Juga jangan sampai jika program ini sukses, petani tdk menikmati haknya secara adil. Karena dalam pertanian, hama yg paling susah diberantas adalah manusia.

    Posted by G. Hariyanto | 24 Desember 2012, 11:47 am
    • Selamat pagi Mas Hari. Lumayan nih ada komentator +/-, yang kadang tampak pesimis, kadang bisa dilihat sebagai optimis tapi waspada. Memang DI kan selalu mempraktekkan uji coba dengan intuisi dan hitungan yang cepat. Memang menyangkut uang banyak, tapi beliau pasti tanggung jawab kok jika langkah yang diambil dinyatakan salah oleh hukum, jika dan jika demikian. Pokoknya akhirnya adalah sukses Alhamdulillah, gagal coba lagi. Sebagian orang melihat itu sebagai kurang study kelayakan, dll. Tapi kalau enterpreneur kan, justru ini yang dianjurkan. Bersikap seperti anak kecil, jagan banyak perhitungan, lakukan. Ada kendala, selesaikan. Kalau ngga gitu biasanya dan seringnya sih, ngga akan pernah dimulai. Belum kalau ditambahi birokrasi. Biarkan langkah-langkah DI jadi penyeimbang kondisi yang selama ini ada. Dari situ kita belajar bersama.

      Posted by apasaja | 24 Desember 2012, 11:57 am
      • setuju dengan mas apasaja, saya yakin semua sdh ada perhitungannya. kl nunggu studi kelayakan yg teoritis akademis kayaknya bukan dahlan iskan banget deh. serial kewirausahaan beliau selama ini kan juga gitu, lakukan dulu, ketemu masalah diatasi, mentok gak bisa berarti gagal, kata beliau semua pengusaha hrs pernah gagal.

        utk sistem keuntungan dgn petani mungkin sdh dijabarkan petugas lapangan, MH ini dalam kerangka motivasi aja, gak harus detil kan teknisnya gimana…..

        Posted by wakmus | 24 Desember 2012, 12:34 pm
        • 1. Filosofi Korea, “cepat cepat” (palli palli) mungkin perlu diadopsi (sama Abah DI udah diganti jadi kerja, kerja, kerja, weiss kerjanya 3x hehe), atau jika sudah ada budaya cepat di kita ya tinggal kita kembangkan. Di beberapa daerah kita budaya cepat juga ada, jadi tidak lagi “alon-alon waton kelakon”. Ketoke luwih apik yen diganti “cepet-cepet kelakoni kabeh”.
          2. Agak beda dengan Jepang yang memang berhitung matang dan menyandarkan pada konsensus. Jika Korea perlu mencari 5 why dalam mencari akar permasalahan, Jepang bisa 25 why, atas nama kualitas tentunya. Pada jamannya Jepang pernah berkibar, tapi jaman kini yang serba cepat, rasanya kita harus lebih adaptif menyerap gaya bekerja dari luar.
          3. Tapi syarat utama model trial and error adalah, selain keberanian mencoba, juga harus berfikir dan bertindak cepat. Jadi saat ada kesalahan, segera diperbaiki. Walhasil, dengan lebih banyak kesalahan yang diperbaiki, masih akan sedikit banyak lebih baik daripada matang-matang direncanakan agar tidak ada kesalahan (yang kadang kesalahan itu tetap ada).
          4. Untuk negara kita, kit abisa belajar dari tokoh nasionalis kita, ayo ciptakan budaya kita sendiri, budaya kerja, yang cepat, tidak cegeng, tidak banyak menuntut ke pemerintah, mandiri, koordinatif dan yang terpenting kita punya akar yang baik yang membedakan dengan negara lainnya, yaitu “gotong royong” dan keramahtamahan. Jika itu dikelola secara baik, gotong royong sebagai bahasa lain dari kerja sama dan kebersamaan, pada tingkat tertentu akan menjadi nilai lebih kita dibandingkan negara lain yang individualistis. Hanya saja, jangan gotong royong dalam mencontek dan korupsi berjama’ah … Ini dia nih, kaprahnya kita.

          Posted by apasaja | 24 Desember 2012, 1:15 pm
  46. Berapa ya harga mesin rice tranplanter.Sekarang ini yang jadi kendala di tempat saya ponorogo kesulitan mencari pekerja untuk tandur.Mesti booking dulu pekerja sekitar 2 minggu karena terlalu sedikitnya pakerja tandur karena regenerasi pekerja tandur tidak ada.Para perempuan muda sudah tidak ada lagi yang mau ke sawah,karena memang tidak menarik,berpanas ria,belepotan lumpur kulit jadi hitam legam terbakar panas matahari.Kalau anak-anak bangsa bisa membuat sendiri,mohon Pak dahlan juga memfasilitasi agar mesin Rice Tranplanter ini bisa di produksi massal dan harganya bisa terjankau petani.Syukur-syukur ada bantuan ke kelompok tani di daerah saya.Jadi progam swasembada beras bisa tercapai dengan dukungan tehnologi maju.Saatnya kita peduli Petani dengan peralatan modern agar hasilnya bisa maksimal.

    Posted by Bapake Ahmad | 24 Desember 2012, 11:47 am
  47. Rasanya seperti sedang flash back ke zaman Pak Harto dengan program satu juta hektar sawahnya. Sayang program itu gak berhasil, semoga program kali ini dibawah bendera Abah DIs dapat menuai hasil berlimpah, buat kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia.
    Swasembada pangan memang mutlak diperlukan untuk menjaga maruah, ketahanan dan kesinambungan pembangunan, Jika Pangan tercukupi, maka bidang2 yang lain juga mesti di usahakan untuk swasembada juga, Energi, Alutsista ( alat utama sistem persenjataan), teknologi dirgantara, Teknologi angkasa dan lain sebagainya harus dikuasai agar cita-cita Pendiri Bangsa ini tercapai.
    Selangkah gerakan nyata lebih baik dari sejuta kata-kata. Bravo Abah DIs aylapyu weh pulllll
    sebagai orang desa mendukung seribu persen.

    Posted by Sofyan Usamah | 24 Desember 2012, 12:01 pm
  48. absen dulu, sorry telat, maklum liburan, heheheheee… :D

    Posted by Novrian Eka Sandhi | 24 Desember 2012, 12:05 pm
  49. @bapake ahmad
    kalau anda berjiwa bisnis, kendala kurangnya tenaga kerja pertanian bs menjd peluang usaha persewaan alat pertanian. Menurut hitungan sy, usaha ini cepat balik modal dan beresiko kecil. Petani harus mandiri, jangan banyak berharap kpd pemerintah.

    Posted by G. Hariyanto | 24 Desember 2012, 12:15 pm
    • @ G.HARIYANTO..Terima kasih atas perhatiannya mas.Masalahnya bagi petani kecil kendalanya ada di permodalan.Saya googling harga rice transplanter tersebut minimal 50 juta keatas,Memang kita tidak bisa berharap pada pemerintah,tapi ketika BUMN berada di bawah Pak Dahlan Iskan muncul sejuta harapan bahwa sektor Pertanian,peternakan didukung dengan tehnologi maju.Mungkin ada salah satu BUMN yang fokus kepada pembuatan alat-alat pertanian modern yang mungkin bisa dibeli dengan pola YARNEN(bayar setelah panen,seperti diulas di MH sebelumnya..edisinya lupa).Jadi ada keperpihakan kepada petani,bukan sekedar slogan petani pejuang pangan.

      Posted by Bapake Ahmad | 24 Desember 2012, 1:02 pm
      • Pak, rice transplanter tidak harus mahal kok.
        Ini link-nya..

        http://www.china-tractors.com/product/2Z-6300-Rice-Transplanter.html

        Dulu pake tangan, nancepin manual.. Di china udah kayak naek sepeda, muter2 sawah :D

        Posted by adhen | 24 Desember 2012, 3:00 pm
      • BAPAKE AHMAD.. disamping mengharap pola YARNEN.. bisa juga “diakali” dengan kepemilikan bersama beberapa petani kecil… beli patungan.. lebih baik lagi kalau petani pemilik sawah yang sehamparan.. dengan mekanisasi dan waktu tanam serempak.. biaya pengelolaan bisa lebih efisien.. selanjutnya seperti saran G.Hariyanto.. setelah dipake sendiri bisa disewakan… saya yakin petani Indonesia mampu menjadi businessman yang gigih dan mandiri.. tanpa menggantungkan diri pada uluran tangan pemerintah/BUMN..

        Posted by cak-mat | 24 Desember 2012, 3:13 pm
  50. Ayo BUMN semua bersatu padu mendukung program pak DIS, kobarkan semangat NKRI

    Posted by Hari Tjahjono | 24 Desember 2012, 12:16 pm
  51. memang saat ini, krn kita mengejar swasembada pangan, mekanisasi dan industrialisasi pertanian menjadi pilihan yg paling rasional… tapi, belajarlah juga dari negara-negara yg pertaniannya maju dgn mekanisasi dan industrialisasi, belajar apa saja problemnya, terutama yg terkait dgn dampak lingkungan, agar kita bisa antisipasi… jgn lupakan pula PERTANIAN ORGANIK, yg semuanya berbasis alam (pupuk kandang, kompos, tenaga manusia dan hewan, pestisida organik, dan serangga predator alami), krn yg satu ini adalah pangsa pasar khusus yg sedang berkembang di luar negeri bagi kalangan-kalangan yg berduit besar yg mencari makanan organik, bagi mereka harga bukan masalah… biar adil, mungkin yg pertanian mekanis-industrialis diserahkan saja kpd BUMN dan swasta raksasa, sedangkan yg pertanian organik diserahkan ke UKM-UMKM dan koperasi…

    Posted by Novrian Eka Sandhi | 24 Desember 2012, 12:24 pm
  52. semogakita segera ga makan beras negara lain…

    Posted by muh mundir | 24 Desember 2012, 12:38 pm
  53. Semoga Tanah Air kita bener2 Gimah Ripah Loh Jinawa – Amiiin
    Sukses Selalu Pak DIS !!!

    Posted by AFI | 24 Desember 2012, 12:55 pm
  54. Saya sangat Mengapresiasi segala bentuk aktivitas nyata untuk memajukan NKRI ini…
    SDA kita seperti SURGA buat negara lain… tapi negara sendiri tidak mengetahuinya…
    dan secara konspirasi negara ini sudah lama dibuat bodoh… (dari byk kebijakan yg ga jelas).

    Mudah2an kedepan para Generasi Muda Tidak hanya menyalah2kan, tapi juga memberi solusi dan tindakan nyata… dan tidak tercemar adat2 lama…

    Saya sangat suka salah satu filosofi Bung DI yaitu berikan kesempatan pada yg MUDA…
    Byk Dirut2 muda diangkat yg tentunya memberikan angin segar bagi BUMN dan NKRI…
    (Jepang mulai Stagnan karena Generasi Mudanya tidak terkaderisasi dgn baik…)

    KALAHKAN THAILAND DALAM HAL PANGAN…
    KALAHKAN SINGAPURA DALAM HAL LOGISTIC…
    KALAHKAN JEPANG DALAM HAL TEKNOLOGI… (lewat teknologi Radiasi isotop dan Mobil listrik).
    KALAHKAN CINA-KOREA DALAM JIPLAK MENJIPLAK…

    TIRU PEMIMPIN SINGAPURA, CINA DAN KOREA DALAM MEMBANGUN BANGSANYA…
    ###2025 KITA SUDAH HARUS MENJADI NEGARA MAJU… KELAMAANKAH??? TERGANTUNG KERJA KERAS KITA SEMUA….

    MERDEKAAA….!!!
    *inilah perang di generasi ini… bukan berdarah2, bukan bunuh2an, tapi adu teknologi…

    Posted by PUTU | 24 Desember 2012, 1:20 pm
  55. @bapake ahmad
    masalah permodalan adalah masalah klasik bagi orang yg tak ingin maju. Kalau bpk ingin pola pertanian modern, bpk hrs menggunakan manajemen modern pula. Dlm arti tdk menunggu modal cash terkumpul dulu ato menunggu bantuan pemerintah baru berusaha, tapi bisa bekerja sama dgn pihak lain (investor). Bpk bs pinjam modal ke bank/koperasi/kel tani. Atau Kalo ditempat sy, petani yg kreatif bs membuat alat pertanian sendiri dgn mencontoh alat pertanian yg sudah ada atau memodifikasi sesuai kebutuhan.

    Posted by G. Hariyanto | 24 Desember 2012, 1:30 pm
  56. sungguh membanggakan BUMN sekarang di bapah kepemimpinan bapak dahlan iskan, Semoga semagta terus berkobar untuk satu tujuan “indonesia Raya yang terbang tinggi di langit ASIA” Amin

    Posted by ismail ridwan | 24 Desember 2012, 1:46 pm
  57. @bapake ahmad/G. Hariyanto

    Pemerintah memberikan fasilitas/bantuan berupa PUAP yang besarnya 100juta diberikan kepada Gapoktan, uang tersebut dapat dibelikan alat dan disewakan, sehingga gapoktan mendapatkan pemasukan.

    Posted by Kka Kusnanto | 24 Desember 2012, 2:57 pm
    • Betul pak kusnanto. Dari dulu sy sarankan kpd petani kecil kalo ingin maju hrs membentuk kel tani/gapoktan. Spy mudah mengorganisir masalah modal, sarana pertanian, hingga pemasaran. Kedepan organisasi petani perlu diperkuat untk mengangkat nasib petani. Bukan malah memanfaatkan sbg kendaraan politik, spt iklan di tv itu.

      Posted by G. Hariyanto | 24 Desember 2012, 3:38 pm
  58. apakah ada dari rekan2 dahlanisme yg lokasinya dekat dg sawah modern tsb? mungkin bisa di foto lalu dipublikasikan via jejaring sosial. suwun

    Posted by teguhris | 24 Desember 2012, 4:01 pm
  59. Luar biasa tanggapan MH seri ini… sampai sekian ratus komentar tidak ada satupun komentar negatif.. yang ada komentar positif semuanya… dan yang paling menyenangkan adalah adanya banyaknya usulan-2 tentang banyak hal.. mulai perikanan di sumatra sampai keterbatasan modal.. dan semuanya disambung dengan diskusi hangat, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.. benar-2 mencerahkan.. bertambah lagi ilmu dan wawasan saya… terima kasih semuanya… Semoga Allah swt membalas semua amal anda semua…

    Posted by cak-mat | 24 Desember 2012, 4:11 pm
  60. Sangat penuh optimisme, khas Dahlan.. :)

    Posted by bona | 24 Desember 2012, 6:55 pm
  61. Tujuan utama program pencetakan sawah adalah swasembada beras. Tercapainya stabilitas persediaan beras nasional. Tapi apakah yg terjadi jika program ini benar2 sukses. Akankah terjadi oversuplay beras? Karena diawal musim hujan ini petani se Indonesia serentak menanam padi. Dan ketika serentak panen nanti bulog tdk sanggup membeli beras petani dgn harga normal. Akankah harga gabah makin jatuh ketika panen raya?

    Untuk itu pd lahan sawah milik bumn perlu diatur waktu tanam yg tdk sama dgn petani umumnya. Agar suplay beras menjd lancar tiap tahunnya dgn harga yg stabil. Atau bs juga memakai pola tanam berseling padi – jagung/kedele. Pola tanam berseling bertujuan untk menjaga kesuburan tanah dan memutus siklus hama/penyakit tanaman.

    Tapi sudah tahukah ‘calon presiden’ kita ttng ide ini? Mungkin benar kata sahabat sy, sebaiknya jgn merecoki pemerintah dgn ide2 nyeleneh sy. Biarkan pemerintah fokus menangani swasembada beras dulu. Toh program ini belum bs dikatakan berhasil. Dari target 100rb ha, dlm 1th sdh tercapai 3rb ha. Dan dlm 2th akan menambah 97rb ha. Hebat!
    Mungkin nanti kalau rakyat kita sdh tdk pusing memikirkan beras & singkong lg. Kita bs memikirkan makanan yg enak2. Spt makanan shabu2 yg dr cina itu. Biar tdk pegal2 lg setelah membajak sawah.

    Posted by G. Hariyanto | 24 Desember 2012, 6:59 pm
    • Gpp oversuply…
      Berarti programnya pak dahlan sukses…
      Klo terjadi oversupply cari pangsa pasar ke kuar negeri utk ekspor…
      Klo blm ada bisa buat cadangan bulog…
      Seumpama utk membantu korban banjir, gempa, bencana alam lainnya…

      Mending oversupply drpd impor…

      Posted by hendro | 26 Desember 2012, 12:35 am
  62. Pak G. Hariyanto,

    Sependapat dengan anda mengenai pengaturan waktu tanam sehingga bulog tidak kewalahan dalam menyimpan beras dan kita bisa merasakan panen sepanjang tahun, sehingga tidak akan ada lagi krisis pangan.

    Posted by Kka Kusnanto | 24 Desember 2012, 7:06 pm
  63. Bismillah, semoga sukses untuk Pak Dis dan semua yang terlibat.. Amin..Amin.. Amin..

    Posted by tonoraziz | 24 Desember 2012, 7:07 pm
  64. Inspiratif

    Posted by nurkolis marwanto | 24 Desember 2012, 7:10 pm
  65. Pengalaman hari ini setelah saya “nyemplung” sawah tanpa menggunakan alas kaki, sesaat setelah saya selesai melakukan penyemprotan, saya berjalan melalui “galengan” (pembatas antara sawah satu dengan yang lain), tiba2 clup kaki kiri saya terkena benda tajam, dan sobek hampir 1 cm.

    Setelah saya amati antara tanaman satu dengan yang lain dengan adanya pemberian kotoran kelinci sebelum penanaman, ada perbedaan yaitu tanaman yang diberikan kotoran kelinci tumbuh lebih hijau nan lebat, sedang yang tidak mendapatkan kotoran kelinci tanamanya kurus2.

    Posted by Kka Kusnanto | 24 Desember 2012, 7:18 pm
  66. Dahlan Iskan benar-benar titisan Gajah Mada…. Ongguen nekah, ta’ enggih?!

    Posted by Waklajere Paraona | 24 Desember 2012, 7:37 pm
  67. Pak kusnanto, untuk memperoleh hasil maksimal dlm pertanian, perlu adanya pemupukan berimbang, yaitu memberi unsur hara makro (pupuk kimia) & unsur hara mikro (pupuk organik). Dgn memberi kotoran kelinci & pupuk kimia, berarti anda tlh menerapkan pola pemupukan berimbang, shg akan memperoleh hsl maksimal.

    Untuk sistem pertanian organik msh mempunyai kelemahan kalau diterapkan dlm skala besar. Kelemahan pupuk organik adalah tdk praktis. Bayangkan 100kg ppk organik setara 1kg pupuk kimia. Dlm 1ha sawah dibutuhkan sekitar 200kg pupuk kimia. Jd kalau menerapkan 100% organik dibutuhkan setara 20 ton pupuk organik. Ribet bukan?
    Pertanian intensif kita kebayakan menggunakan pupuk kimia sj. Dlm jangka pendek akan meningkatkan hsl secara signifikan. Tapi jangka panjang akan menurunkan kesuburan tanah, karena dlm dosis tinggi ppk kimia menjd bersifat racun. Selain itu membuat petani makin bergantung pd pabrik pupuk. Terbukti kebutuhan ppk kimia perhektarnya makin meningkat, tapi hasilnya makin turun. Jd solusi terbaik tetap pd pola pemupukan berimbang.

    Posted by G. Hariyanto | 24 Desember 2012, 8:14 pm
  68. Dan lagi berdasarkan sharing dari para petani dan petugas penyuluh lapangan apabila terlalu banyak pupuk kimia menyebabkan tanah menjadi lebih keras.
    Siap ndan, sbeblumnya kami sudah menggunakan pupuk kimia, dengan anjuran 5:3:2 dosis dari pemerintah. meskipun petani menanam padi organik sekalipun tetap tidak bisa meninggalkan pupuk kimia, yang bisa hanya mengurangi persentasenya saja.
    Ada lagi pola pkir dari petani yang salah, yaitu ketika melihat tanamannya terlihat tidak se-hijau milik tetangga sebelahnya, mereka berusaha untuk memberikan pupuk melebihi anjuran yang sudah ditetapkan (sehingga menyebabkan over dosis).

    Posted by Kka Kusnanto | 24 Desember 2012, 8:26 pm
    • Ternyata di antara dahlanis di sini ada yang petani juga, shg komen2nya yg ada semakin hidup dan mencerahkan bagi yg bukan petani. Dugaan sy Pak G Hariyanto dan Pak KKA Kusnanto adalah praktisi pertanian. Sebagai “penyuluh pemupukan berimbang”, sy merasa terwakili oleh beliau berdua. Untuk itusy perlu juga untuk berteima kasih.

      Posted by mito | 28 Desember 2012, 7:31 pm
  69. mgkn kt udh trll kbnyakn berita2 buruk+pesimis ditv,sehingga kl ada org yg mencoba membenahi & brbuat baik sll kt curigai..ttp jernih & kritis dlm mensikapi stiap prmasalahan yg ada, optimis tp ttp rasional.Semangat malamm..kerja kerja kerja !! Demi Indonesia..

    Posted by koreksi diri | 24 Desember 2012, 8:48 pm
  70. AlhamduliLLAH.. Sengenge nyunar ono wetan, wes wayahe podo nyambut gawe.. Kerja,kerja,kerja

    Posted by mbahsjam | 24 Desember 2012, 9:23 pm
  71. Saya setuju proyek ini merupakan proyek Usaha Tani Non-Kapitalis (nonkapitalis farming). Yang ditandai dengan ketersediaan modal dan teknologi dari dalam negeri sendiri. Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, PGN, Pertamina, PT Indonesia Port Corporation (IPC), dan beberapa BUMN lain mendukung dari sisi permodalan, sedangkan dari sisi teknologi ada PT Batantekno dan PT Pupuk Indonesia. Bukan berasal dari negara-negara maju, misalnya dari Poultry Recovery Project (PRP) yang merupakan program bantuan yang didanai oleh pemerintahan Amerika Serikat melalui United State Departement of Agriculture (USDA). Yang bisa dipastikan, terdapat indikasi “kepentingan terselubung” dari negara donor.

    Harapan saya yang tentu juga menjadi harapan rakyat Indonesia adalah bahwa BUMN ini dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Sesuai dengan salah satu dari khittah BUMN adalah Bila memperoleh keuntungan, maka dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Bukan kesejahteraan BUMN saja. Sejalan dengan apa yang dikatakan Bung DI: “BUMN hanya menjadi pekerja dan pemegang manajemennya. Yang akan menikmati hasilnya adalah para petani pemilik lahan. Proyek ini juga dimaksudkan untuk sekalian membantu mengatasi kemiskinan di pedesaan.

    Mudah2an negeri ini menjadi negeri yang Gemah Ripah Loh Jinawi, Tata Tentrem Kerta Raharja. Negeri yang Baldatun Thayyibatun wa rabbun Ghafur. Amin ya Rabbal ‘Alamin

    Salam buat DahlanIS.www

    Posted by aditam@putra | 24 Desember 2012, 10:04 pm
    • Saya dan sebagian besar DahlanIs disini setuju dan bisa memahami ide nonkapitalis farming, antara lain dalam artian investasi dan pengembangan/pembinaan sektor ekonomi tertentu untuk hasil jangka panjang, yaitu swasembada dan kemakmuran bangsa. Namun siap-siap saja berhadapan dengan tanggapan dan pertanyaan dari pihak-pihak tertentu, politisi, LSL, pengamat dan komentator, yang selalu menuntut BUMN laba dan harus meningkat labanya serta menilai buruk Menteri BUMN jika laba BUMN turun tanpa melihat alasan-alasannya (tutup mata). Adakah DahlanIs disini yang bisa menjelaskan bagaimana kira-kira pola pengembangan program sawah modern ini dengan tetap dapat meningkatkan laba BUMN khususnya yang terlibat dalam program ini? Kira-kira dana yang keluar akan kembali atau berkembangnya seperti apa? Sehingga kita pun jadi tahu dan punya wawasan mengenai peran sosial BUMN sekaligus peran komersil/bisnis-nya.. Yang jelas kita memang akan selalu mendukung langkah-langkah perbaikan dan kemajuan bangsa ini yang seringkali pelaksanaannya dengan cara yang dianggap kurang wajar bagi oranmg awam (out of the box). Semoga Pak Dis selalu sehat dan senantiasa dalam bimbingan/lindungan Allah SWT. Aamiin. Salam DahlanIs dan semangat pagiiiiii.. :)

      Posted by akadarisman | 25 Desember 2012, 5:53 am
      • Kalo ngga salah dulu pak Dis pernah bertanya kepada pak SBY, yg kira2 redaksinya “mengapa harus ada BUMN ?”
        Atau mungkin buka kembali tujuan dibentuknya BUMN ?

        Menurut pendapat saya, itu cukup jd clue-nya.. re-definisi istilah laba BUMN.. secara akuntansi memang harus subjektif ke perusahaan.. tapi ingat, ada huruf “N” dibelakang nama “BUMN”, jd selain bagi perusahaan, harus ada laba jg ke RAKYAT, bisa karena RAKYAT menjadi customer si BUMN ataupun RAKYAT yang terkena dampak atas usaha BUMN dan Customer BUMN.

        Dan untuk masalah persawahan, ngga nanggepi aja deh, cz bukan dibidangnya :)

        TETEP SMANGAT PAK!!!

        Posted by tonoraziz | 25 Desember 2012, 8:40 am
  72. Tiga bulan lagi kita tunggu hasil sawah di Ketapang,semoga berhasil dengan gemilang,kalau gk berhasil dengan panen padi yang memuaskan..artinya anda belum beruntung,maka coba lagi..saya tut wuri handayani saja..

    Posted by Halim H. Anwar | 24 Desember 2012, 10:06 pm
  73. Sebelumnya saya mengucapkan ribuan terimakasih u/ pak DI yg sdh memilih ketapang.Sepengetahuan saya ada 2 pola dlm penggarapan sawah diketapang.
    1.petani mengolah sendiri sawahnya dg bibit,pupuk+keperluan lainnya di sediakan olah bumn.stlh panen semua hasil panen adlh milik petani,tetapi petani hrs menjual hasil panennya ke bumn.
    2.petani menyerahkan sawahnya untk dikelola olh bumn.Hasil panen nantinya 3 ton untk bumn,sisannya untk petani pemilik sawah(klo panennya 8 ton berarti petani dpt 5 ton,dst)

    Posted by Khairul | 24 Desember 2012, 10:11 pm
  74. Oot (out of topik) dikit boleh ya, bukan bermaksud pesimis, hama padi sudah bisa diatasi, tapi apakah hama yang satu ini sudah diantisipasi kedatangannya “BANJIR”, mohon pencerahan mungkin ada yang tahu lokasi yang dimaksud apa sudah aman banjir, kalo belum, ya kita sumbang pemikiran rame-rame.

    Posted by ajipungkasan | 25 Desember 2012, 3:03 am
  75. Saya slalu mendukung tiap program yang bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat Indonesia… Semoga “Negara Agraris” tidak menjadi sekdar nama kenangan/julukan Indonesia di masa Lalu.. Semangat pak dalam mengembangkan pertanian di Indonesia

    Posted by ferlisukses | 25 Desember 2012, 4:46 am
  76. Yang lebih hebat adalah pak SBY. Beliau dengan beraninya mengangkat pak DI menjadi menteri

    Posted by Aryu | 25 Desember 2012, 7:42 am
  77. Waduh, ketinggalan comment. Mantap abah,kirain MH-nya ikutan cuti bersama. Jadi lupa kalo ini udah hari selasa, ketinggalan 100an comment deh. Besok siap kerja menjelang tutup tahun, semangat….!!!!

    Posted by fris | 25 Desember 2012, 8:35 am
  78. Reblogged this on belajar sampai gila! and commented:
    Hiduplah Indonesia Raya *saya benar-benar terharu dengan kinerja ini. Sungguh menyemangati!

    Posted by fauziahamalia | 25 Desember 2012, 10:15 am
  79. Untuk bumn pangan, fungsi utamanya memang untk ketahanan pangan bukan untk bisnis berorientasi keuntungan. Walau begitu, jika ketahanan pangan sdh tercapai bumn pangan bisa masuk ke segmen bisnis, dgn cara diferensiasi produk. Bumn bs memproduksi beras kelas premium untk konsumen menengah atas, dgn mengambil margin yg lebih besar. Atau membuka bisnis pendukung pertanian, spt konsultan pertanian (disini blm ada), pergudangan, produk alat pertanian, jasa pengolahan hsl pertanian, dll. Yg jelas, sbg pelaku, jajaran bumn hrs lebih cerdas. Jangan cuma bisa membuka e mail pengaduan saja.

    Posted by G. Hariyanto | 25 Desember 2012, 10:37 am
  80. semoga yang Kuasa meridhoi semua niat baik kita semua, jayalah negeriku indonesia……..

    Posted by annas | 25 Desember 2012, 12:08 pm
  81. bangsa ini sedang belajar untuk tidak ber”politik” tapi bernegara dan berbangsa yang benar, so maju terus abah DIS. . .

    Posted by alfata | 25 Desember 2012, 2:19 pm
  82. Setuju sekali dengan komentar mas G Hariyanto.
    Sambil berjalan terus berinovasi, anggaplah untuk tahap awal keberanian membuka sawah baru di Kalbar menjadi pembuka program, kedepan seiring diversifikasi dan intensifikasi lahan pertanian, modernisasi teknologi pertanian merupakan sebuah keniscayaan. dan tugas ini sebenarnya adalah tugas utama mentri pertanian, bagaimana mencapai swasembanda pangan yang terus lestari, sedangkan BUMN memback up semua keperluannya, dari mulai Pupuk, Obat-obatan pertanian, teknologinya dan yang paling penting keterjamian pasar yang menguntungkan petani.
    Sekarang BUMN meng-overlap Mentan karena swasembada yang dicanangkan pemerintah tidak dapat dijalankan oleh Mentan dan jajarannya dengan menggunakan model lama. Dengan model korporasi yang non kapitalis model BUMN sekarang saya optimis swasembada yang dicanangkan dapat tercapai Insyaalloh.
    Tinggal sekarang bagaimana caranya Mentan dapat mensinergikan tarian swasembada pangan dengan komandan MenBUMN sehingga seperti kata Abah DIs, ” diserang dari segala jurusan”, dan jika ini terjadi Insyaalloh optimisme bertambah du kali lipat. Salam

    Posted by Sofyan Usamah | 25 Desember 2012, 2:32 pm
  83. Dalam MH ini Bung DI tdk sedikitpun “njawil” Institut Pertanian Bogor (IPB). Mengapa?

    Posted by aditam@putra | 25 Desember 2012, 3:04 pm
  84. aPa YaNG aKaN DiBuaT DI Ya JiKa JaDi GuBeRNuR JaKaRTa DaN DiSuRuH NaNGaNiN BaNJiR DaN MaCeT Di JaKaRTa?? KaLoW JaDi PReSiDeN? HeHee …

    Posted by ban serep | 25 Desember 2012, 3:27 pm
  85. Aku sangat bangga sebagai petani;petaninya tlg dilibat kan abah biar alih teknologi

    Posted by Abdillah | 25 Desember 2012, 11:53 pm
  86. Membrane untuk garam mana laporannya…jangan lupa di tengok

    Posted by seno | 26 Desember 2012, 7:17 am
    • Alhamdulillah.
      Kakak seno, beta sbg Masy.NTT su tunggu2 kedatangan Abah DI untuk meng-orbitkan program garamnya.
      Sambil tetap sabar, kita Do’a-kan saja,semoga segera ter-realisasi program garam di NTT….AMIIN.
      Tetap semangat,salam tu masyarakat Ketapang…..Wassalam.WW.

      Posted by Najib anshori | 26 Desember 2012, 1:19 pm
      • ya…. program yang disampaikan oleh pak dis disini..kan ..sudah jelas…nah tindak lanjutnya..atau realisasinya…ada di masyarakat…hasilnya….masih kita..tunggu..laporannya..banyak nih yang di garap pak Di….tapi saya liat ini base nya sudah bener….makmurkan dulu petani…, nelayan,…perkebunan,.peternakan,…. yang merupakan 70-80% penduduk indonesia.

        Posted by seno | 26 Desember 2012, 2:37 pm
  87. Kapan ya BUMN Bidang kehutanan masuk MH… padahal banyak sekali BUMN yang bergerak di bidang ini…. padahal sekali sentuh bisa masuk bidang ekonominya juga lingkungannya…

    Posted by aricsmlg | 26 Desember 2012, 8:06 am
  88. cuma bisa sambung doa saja

    Posted by abdi negara | 26 Desember 2012, 8:40 am
  89. Satu lagi karya pak Dis yang mensejahterakan rakyat bakal terwujud. Lama rasanya menunggu wartu-waktu pembuktian yang sangat bermanfaat untuk mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai bangsa yang agraris, dengan swasembada pangan seperti masa lalu yang pernah dialami oleh bangsa kita. Pak Mentri tenaga kerja dan transmigrasi tolong sinkronkan pragram pak Dis ini dengan pola transmigrasi, sehingga dapat mencapai kekuatan NKRI seperti dulu bangsa kita berbaur saling asah, asih dan asuh .-

    Posted by KOKO | 26 Desember 2012, 1:22 pm
  90. kepada keluarga korban tsunami di aceh 8 tahun yang lalu, semoga diberi keikhlasan dan kelapangan hati. Inna Lillahi Wa Inna Illaihi Rojiun.

    Posted by misba | 26 Desember 2012, 8:05 pm
  91. Ada yang tahu harga mesin ini?dmana belinya?apa merk yang dipake di Kalimantan?

    Posted by sampurno | 27 Desember 2012, 8:17 am
  92. Saya salah satu penggemar Pak Dis, dengan ide-ide brilliantnya. Klo boleh usul setiap ada kegiatan program yang telah dimulai oleh pak Dis, bisakah di lampirkan foto-foto kegiatan beliau atau link sourcenya, misalnya pada topik ini kondisi pembukaan sawah dan mesin penanam padi yang ada di Ketapang. Mungkin dari koleksi pribadi fotografer yang ikut beliau pada saat tugas ke sana. Sehingga Pak Dis tidak dikatakan hanya cari sensasi dan ketenaran, tapi turun langsung kelapangan. Kerja, kerja dan kerja.

    Salam Dahlanisti

    Posted by Hilal | 27 Desember 2012, 8:20 am
  93. maju Terus Pak DIS, kami semua mendukung program program pro rakyat yang Bapak canangkan

    Posted by Hari Tjahjono | 27 Desember 2012, 11:36 am
  94. apa yang kau buat dahlan iskan ? tarif listrik NAIK ! hanya untuk hemat subsidi 14 triliun, sementara ineffisiensi 37 triliun… ohh negeri para bedebah !

    Posted by gak perlu mikir kalau cuma mau menaikkan tarif, dasar bedebah ! | 27 Desember 2012, 12:25 pm
    • Ini kan keputusannya DPR sama Pemerintah. terus koq nyalahin pln nya.

      Posted by BEDEBAH SALAH TEMPAT | 27 Desember 2012, 12:46 pm
    • Apakah kita lupa bahwa DI pernah menantang DPR untuk MENGGRATISKAN Tarif Listrik tetapi dpr gak berani?

      Posted by boedhy | 27 Desember 2012, 1:11 pm
    • saya nggak perlu nambahin comment dah… sudah cukup teman-2 yang memberi pelajaran kepada oknum yang memiliki pengetahuan cupet seperti ini… hehehe

      Posted by cak-mat | 27 Desember 2012, 2:22 pm
      • saran buat bro cak-mat, jangan apa apa dikomen… nanti di skak-mat sama si Dahlan lho… MALU khan ? apalagi komen anda kayanya gak cerdas cerdas amat, yah pmdk lah alias persatuan mahasiswa dua koma. xxixixixxiiii

        Posted by silent reader | 27 Desember 2012, 4:16 pm
        • silent reader… terima kasih sarannya… masalahnya .. ngomong soal pln saya sudah ogah dan diatas ada komentar miring yang kualitasnya ecek-2.. saya juga tanggapi ecek-2 juga.. saya sudah memberikan ulasan saya tentang pln panjang lebar di MH sebelumnya.. bisa dicari sendiri…
          Soal kemarin di skak-mat sama dahlan?? apa iya?.. sudah saya tanggapi tapi waktu itu nggak bisa masuk.. munculnya baru sekarang.. nggak tahu kenapa, apa komputer saya atau blog nya yang overload.. kalaupun hasil akhirnya dia tetap dengan pendiriannya dan saya tetap dengan keyakinan saya .. tidak penting lagi buat saya..
          Fokus saya saat ini menganalisa komentar-2 negatif yang muncul dan saya mendeteksi bahwa yang membuat koment-2 negatif disini adalah sebuah gerombolan juga .. saya belum tahu apa se grup dengan gerombolan yang ada di kompasiana , yang sudah dihantam oleh Lukman bin Saleh dengan tulisannya di atas.. Kalau melihat MH ini koment negatifnya jadi sedikit sekali, tidak seperti biasanya.. bisa jadi yang koment negatif disini satu gerombolan dengan yang ada di kompasiana..

          Posted by cak-mat | 28 Desember 2012, 1:40 pm
    • @ Raskin = Beras Simalakama

      Penyaluran RASKIN (Beras untuk Rumah Tangga Miskin) sudah dimulai sejak 1998. Krisis moneter tahun 1998 merupakan awal pelaksanaan RASKIN yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga terutama rumah tangga miskin. Pada awalnya disebut program Operasi Pasar Khusus (OPK), kemudian diubah menjadi RASKIN mulai tahun 2002, RASKIN diperluas fungsinya tidak lagi menjadi program darurat (social safety net) melainkan sebagai bagian dari program perlindungan sosial masyarakat. Melalui sebuah kajian ilmiah, penamaan RASKIN menjadi nama program diharapkan akan menjadi lebih tepat sasaran dan mencapai tujuan RASKIN.
      Untuk sebuah programadhoc yang sudah berjalan hampir 14 tahun, Raskin semakin banyak menimbulkan masalah. Kasus kasus pidana karena penyelewengan dan korupsi, salah sasaran dalam penyaluran, serta jeleknya kualitas raskin. Pusat Telaah & Informasi Regional (Pattiro) menyatakan beras miskin alias raskin yang sampai ke masyarakat ternyata tidak layak konsumsi. Buruknya kualitas itu antara lain adanya tingkat patahan yang tinggi, warna beras kusam, berbau, serta berkutu. ”
      Sungguh malang nasib si miskin, makan raskin bagaikan makan beras simalakama. Jika dimakan ibu busung lapar, jika tidak dimakan bapak kelaparan.

      @ Raskin bertentangan dengan prambule UUD 1945 alinia ke-4

      Dalam Pembukaan UUD’45 menyatakan: “…negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, …”
      Bagaimana kehidupan bangsa –khususnya si miskin- akan bisa menjadi cerdas kalau yang dimakan setiap harinya adalah Raskin?

      Oleh karena itu mudah2an Bung DI senantiasa dikuatkan kekuatannya, disehatkan kesehatannya oleh Allah SWT sehingga dapat melaksanakan program2 yang pro-rakyat. Semoga langkah yg telah diayunkannya, kaki yg telah dipijakkan, mimpi yang telah dikonkretkan, dan cita-cita besar yang mulai direalisasikan dapat berhasil. Dan semoga rakyat miskin tidak lagi makan raskin yang cocoknya untuk makanan itik, tapi makan RASKINYA, beras bagi si miskin kualitas si kaya! Amin

      Salam buat DahlanIS. www

      Posted by aditam@putra | 27 Desember 2012, 2:24 pm
      • Kalau nanti rakyat sudah Sejahtera, RASKIN tidak diperlukan lagi…
        RASKIN, BLT, Ato program2 beri2 dari pemerintah mendidik anak bangsa menjadi pengemis..
        Kalau kata pak DI biar miskin asal BERMATABAT, dan Kaya BERMANFAAT… mengena sekali..
        mudah2an pembenahan diberbagai sektor dapat dinikmati beberapa tahun lagi, tidak ada yg instan, semua perlu proses… apalagi para pejabat kita otaknya msh kotor, harus dicuci dulu pelan2…

        Posted by PUTU | 28 Desember 2012, 5:19 pm
    • pln koq yang usul, berarti kong x kong !

      http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1871187/pln-usul-kenaikan-tdl-10-di-2013

      Posted by sesama bedebah dilarang saling lempar tanggung jawab | 27 Desember 2012, 4:04 pm
      • Olala le le.. kenaikan 10% itu seberapa sih… emang ada 1 jt pengeluaran listrikmu…
        kalau per 1 jt cuma naek 100rb saja…

        Saya bayar pajak puluhan juta tiap bulan aja ga komplen, yg penting penggunaannya jelas…
        tidak dikorupsi… kalopun dikorup saya doain aj moga2 cepat dikubur….

        Posted by PUTU | 28 Desember 2012, 5:23 pm
        • putu putu.. gayamu iku lho…songong ! bin alay ! berapa sih kekayaanmu ? katakan pajakmu puluhan juta, maksimum 99 juta = 35 % penghasilan. Berarti penghasilan kotormu perbulan tidak sampai Rp 300 juta perak ! sehari gak sampe Rp 10 juta perak !
          penghasilan segitu sama pemilik warteg aja putussss !!!
          dan anda pasti bukan dahlanist sejati ! cuma dolananist ya ? kwek kwek kwek kwekkk…

          Posted by warteg10 | 29 Desember 2012, 5:30 am
    • Terus pemimpin yg bagus, yg sesuai sama tipe kamu siapa le?
      aku pengen ngerti…hehe… Listrik naik? So What, yg penting gak mati listrik…

      Posted by adhen | 28 Desember 2012, 10:48 am
    • Ada orang bicara kok tidak pakai otak. Listrik itu infra struktur. Kalau semua pingin listrik ya subsidinya naik. Beli BBMnya ya naik. Soal tarif listrik naik, silahkan tanya DPR sama pemerintah. Lha beli bahan bakarnya naik, kok tarif listrik dilarang naik.

      Posted by Widi | 29 Desember 2012, 9:28 pm
  95. kata pepatah : bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Kalau sendiri-sendiri, para bumn dianggap sebelah mata, gampang diadu domba sesama bumn. Tapi kalau bersatu, walah … mantabs.

    Posted by nuryadid | 27 Desember 2012, 2:12 pm
  96. kerja yang sangat membanggakan untuk kemakmuran bumi pertiwi ……… salam super pak DIS do’a kami menyertai pejuangan dan pengabdian anda !!!

    Posted by mumunk | 27 Desember 2012, 3:11 pm
  97. Semoga hasil panen bisa makin besar sehingga mengurangi impor.
    Maju terus Indonesiaku !

    Posted by tas wanita | 27 Desember 2012, 6:06 pm
  98. meniru gusdurian” opo jare gusdur, maka dismania juga akan mengatakan yang sama ” opo jare dahlan ” mesti akeh benere, heheeheh

    Posted by edhi | 27 Desember 2012, 10:35 pm
  99. @G.Hariyanto & Kka Kusnanto

    Terkait dengan pengaturan waktu tanam antara masyarakat dan BUMN.
    @ Setahu saya Kota Ketapang seperti kota-kota lainnya yang berada di Provinsi KIalimantan Barat, pada musim kemarau sumber air sungai terintrusi air laut sehingga persawaan masih mengandalkan tadah hujan. Kalau toh ada irigasi, air irigasi belum optimal untuk mengairi pertanian sawah. Bagaimana mungkin bisa mengatur masa tanam jika persawaan masih mengandalkan tadah hujan? Bukankan jika masa tanam tidak tepat waktu –karena tadah hujan- akan mengakibatkan hasil panen secara kuantitatif ataupun kualitatif akan menurun? Apa memang lahan garapan BUMN ini didukung bendungan irigasi yang memadai?

    Posted by aditam@putra | 27 Desember 2012, 10:59 pm
  100. @ADITAM@PUTRA
    benar untuk itu harus ada pembangunan yang terintegrasi. Salah satu ide yang saat ini mengemuka adalah pembanggunan waduk raksasa, manfaatnya antara lain :
    1. Untuk menanggulangi banjir, sehingga waduk berfungsi sebagai tempat penampungan air pada waktu curah hujan tinggi/musim penghujan.
    2. Mengurangi musibah banjir.
    3. Dapat dijadikan sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dengan menggunakan Turbin Air dan Generator, dengan penggerak air ini maka dapat menekan biaya produksi.
    4. Pada saat musim kemarau air dapat digunakan untuk mengairi sawah, untuk itu perlu dibangun sistem irigasi
    (Seingat saya dulu jaman pak Soeharto, rajin membangun waduk, tapi setelah lengser belum ada waduk yang dibangun lagi).
    5. Seperti daerah diSukoharjo yang dekat dengan Waduk Gajah Mungkur, area sawah dapat panen 3x, padi, padi, palawija (jagung/ketela, dll)

    Posted by Kka Kusnanto | 27 Desember 2012, 11:54 pm
    • Sekarang pertanyaannya adalah: Bagaimana sistim pengairan yang dipakai oleh sawah baru BUMN tersebut, apa masih mengandalkan tadah hujan atau betul-betul sudah terintegrasi dengan hal-hal yg mencakup ciri-ciri pengelolaan sawah modern yang Bro Kka Kusnanto sebutkan?

      Posted by aditam@putra | 28 Desember 2012, 7:39 am
      • Yang namanya pembangunan pertannian sejak jaman kolonial Belanda dulu, ya satu paket sama pembangun irigasi. Kalau di Ketapang sekarang irigasinya belum memadai, mungkin pada tahap berikutnya. Masalahnya, untuk membuat bendungan pada jaman sekaraang ini, waoow bisa urusan sama Komnas HAM, LSM, DPR dll. Lain dengan jaman P Harto dulu, siapa yg tidak setuju dengan program pemerintah, jidatnya langsung distempel PKI. Semua ketakutan!

        Posted by mito | 28 Desember 2012, 7:46 pm
  101. semua yang ngak suka pak dahlan ketakutan setengah mati….karena pak dahlan saja sudah menggalami mati dan masih diberi kesempatan hidup u yg kedua kali..janji yg suci untuk pengabdian bagi negeri tercinta indonesia tanpa meminta upah seperserpun..gaji tak diambil malah diberikan kepada ahli2 muda indonesia untuk memotivasi mereka lebih berkarya dan menelurkan ide2 yang berguna bagi kepentingan masyarakat…walaupun dihati yg paling kecil penghujat pak dahlan sebenarnya mengakui hasil kerja beliau tapi malu mengakui karena kepentingan perut, jadi harap dimaklumi terlepas mereka orang indonesia ternyata setiap kebaikan itu belum tentu berbuah baik pasti ada saja cacatnya… tinggal waktu saja yg menilai ….

    Posted by esardine (@sardinces) | 28 Desember 2012, 7:13 am
  102. @aditam @hendro
    oversuplay beras patut kita syukuri, tapi efek negatifnya hrs diwaspadai. Indonesia msh kekurangan beras & impor, namun ketika panen raya seringkali harga gabah tingkat petani jatuh dibawah harga yg dipatok pemerintah. Ini membuktikan manajemen stok beras belum sempurna karena Bulog tak bs menampung semua kelebihan beras petani. Selain itu, pola waktu tanam yg bersamaan menyebabkan panen yg serentak pula. Kita tdk bs menyalahkan petani karena msh menggunakan sistem pertanian tradisional yg sangat tergantung pd cuaca/musim. Tapi kita bs menuntut pemerintah untk mengolah lahan sawahnya secara modern tanpa tergantung pd cuaca/musim.

    Untuk teknis budidaya sdh ada teknologi sistem pengairan yg modern. Sawah tadah hujan dpt disiasati dgn pembangunan waduk, embug, sumur pompa, irigasi tetes, dsb. Sistem tanam bs memakai SRI (System Rice Intensification) yg hemat air cuma 20% dr cara konvensional. Atau memakai benih padi gogo yg tahan kekeringan. Dan berbagai cara lain yg lbh maju.

    Pembukaan lahan yg luas tentu sdh memikirkan sistem irigasinya disegala musim. Saya yakin lahan 3rb ha itu masih dalam tahap uji coba, karena tahap pembukaan lahan baru itu minimal membutuhkan 1 th musim tanam (3x panen) untk mengetahui hasil rata2nya. Jadi kalo dlm 2 th bisa membuka lahan 97rb ha langsung swasembada beras, apakah realistis? Tapi jangan kuatir, kita bs menyiasatinya. Dengan merevisi target seperti biasanya.

    Posted by G. Hariyanto | 28 Desember 2012, 7:56 am
    • Kalau misalnya target berhasil tercapai dlam 2-3 tahun bisa swasembada beras. Bagaimana dengan nasib Mou yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan dan Menteri Perdagangan Kamboja Cham Prasidh pada sela-sela Pertemuan ke-44 Menteri-Menteri Ekonomi ASEAN di Siem Reap, Kamboja yang berjangka untuk 5 tahun. Demikian juga Kesepakatan dengan Cina, India, Pakistan, dan beberapa negara lainnya? Apa ini indikasi bahwa kurang adanya harmonisasi atau apalah namanya antara BUMN dan lembaga2 lain yang terkait sebagaimana rencana pembuatan waduk untuk mengurai permasalalan banjir di Jakarta?
      Solo run?

      Posted by aditam@putra | 28 Desember 2012, 10:11 am
  103. Setelah mengikuti diskusi diantara sahabat-2 saya .. G. Hariyanto; aditam@putra; Kka Kusnanto dan yang lain.. tentang dunia beras Indonesia .. saling bertukar informasi, bertukar ide, pemikiran dan pengalaman .. sangat menarik dan sangat menyenangkan diikuti..
    Dari diskusi tersebut ada beberapa hal yang ingin saya soroti:
    1. Tentang bumn-2 yang terlibat dalam program ini, dimana ada yang memberikan informasi bahwa orientasi bumn adalah mendukung program ketahanan pangan bukan profit.. Saya ingin menanyakan apakah teman-2 disini ada yang memiliki informasi sumber dana bumn-2 tersebut? apakah dana CSR dari masing-2 bumn ?mohon pencerahannya..
    2. Saya ingin menanggapi pemikiran aditam@putra yang khawatir nasib Mou yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan dan Menteri Perdagangan Kamboja Cham Prasidh pada sela-sela Pertemuan ke-44 Menteri-Menteri Ekonomi ASEAN di Siem Reap, Kamboja yang berjangka untuk 5 tahun…dst.. Menurut saya tidak perlu dikhawatirkan.. MoU tersebut tentunya berisi klausul-2 yang salah satunya “kemungkinan besar” menyebutkan bahwa perjanjian ini berlaku apabila Indonesia kekurangan beras saja… Jadi perjanjian tersebut bisa jadi merupakan rencana cadangan apabila terjadi kegagalan program swasembada beras…
    Kalaupun tidak ada klausul demikian di dalam MoU tersebut dan 2-3 tahun lagi Indonesia ternyata mampu swasembada beras maka ada beberapa alternatif terhadap impor beras tersebut, antara lain:
    1. Menjadi buffer stock pangan nasional.. guna menghadapi situasi darurat..
    2. Apabila jumlahnya terlalu besar.. beras impor tersebut bisa di ekspor lagi ke negara lain yang membutuhkan.. pasti ada negara yang mau menerima, terutama negara-2 di benua Afrika…… Saat ini dunia mulai terancam kekurangan pangan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk… Kalau saat ini konflik negara-2 di dunia seringkali diakibatkan berebut sumber energi minyak…. di masa mendatang banyak para ahli yang meramalkan konflik negara-2 di dunia disebabkan berebut sumber pangan dan air… Apabila di masa mendatang Indonesia mampu mengelola sektor pertaniannya dengan baik.. Indonesia akan memiliki peran yang sangat penting dan vital sebagai negara penyedia pangan dunia…. semoga…

    Posted by cak-mat | 28 Desember 2012, 4:08 pm
  104. Tidak ada yg salah jikalau indonesia nanti berswasembada, bahkan kalau perlu indonesia bisa mengembargo negaranya sendiri, sehingga kekayaan SDA indonesia betul2 dinikmati oleh rakyatnya…
    Indonesia yg surga ini byk menyisakan rakyat miskin karena tanah air kita dijual oleh pihak2 yg tidak bertanggungjawab… skr kita belajar dan mulai pintar sehingga niat2an busuk gampang dicium…

    dgn hope2 ini terbuka mata kita bahwa byk sekali yg bisa kita kerjakan, tidak hanya pesimis dan menyalahkan presiden yg katanya tidak becus…jika anda tidak mengerjakan apa2 maka anda tidaklah lebih baik dari beliau2 yg sudah memberikan sumbangsih untuk negara ini…

    Posted by PUTU | 28 Desember 2012, 5:31 pm
  105. @aditam
    inilah dunia perberasan kita. Tahun ini seharusnya kita bangga, diatas kertas sdh swasembada beras. Dari kebutuhan beras nasional sebesar 33 jt ton, petani kita sdh memproduksi 38 jt ton. Jd surplus beras 5jt ton (data deptan). Tapi ironisnya, pemerintah membuka impor beras melalui bulog sebesar 700rb ton dari target 1 jt ton. Sangat aneh ketika di masyarakat terjadi surplus beras, bulog malah impor beras. Terus apa yg dibanggakan dari capaian 3,1 jt ton stok beras (tertinggi dlm sejarah bulog) kalau 700rb ton masih impor? Ada apakah ini? Masih adakah mafia beras di bulog?

    Posted by G. Hariyanto | 28 Desember 2012, 8:02 pm
    • @G Hariyanto
      Makanya itu, jujur, saya ragu-ragu untuk optimis! Saya tidak ragu sedikitpun tentang kinerja Bung DI, toh dulu kita pernah swasembada beras di tahun1985,1986, dan 1993. Tapi apa Beliau mampu mengatasi masalah2 non-teknis? Berdasarkan data BPS, sejak tahun 2008 produksi beras nasional selalu surplus. Tetapi sejak tahun 2008 hingga kini, Impor beras terus dilakukan. Indonesia adalah penghasil beras terbesar ke-3 di bawah RRC dan India, tetapi merupakan pengimpor padi terbesar di dunia. Alasannyapun klasik: Cadangan untuk jaga-jaga karena produksi nasional setiap tahunnya kurang 2-3 juta ton. Ironis memang!!!

      Faktor-faktor non-teknis seperti itulah yang membuat saya ragu-ragu. Rakyat tentu senang jika Indonesia mampu berswasembada beras. Tapi bagaimana dengan “orang-orang” yang sudah bertahun-tahun diuntungkan dengan keadaan seperti ini, apakah mau menerima dengan legowo? Apakah “lawan-lawan politik(?)” Bung DI akan membiarkan begitu saja Beliau mendapat kesuksesan dan disanjung masyarakat? Kenyataannya tidak! Sepertinya, apapun persoalan di negeri ini Bung DI selalu dijadikan kambing hitam. Mudah sekali mencari contoh, lebih mudah dari pada memungut sampah di jalanan. Betapa tidak? Ada gorong-gorong di Bundaran Hotel Indonesia jln Thamrin yang mampet, Bung DI yang jadi sasaran tembak, sampai-sampai Beliau mengadakan siaran pers. Begitu pula dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR Effendi Simbolon, ada kenaikan TDL, dia mendorong SBY meminta Dahlan Iskan untuk menjawab semuanya. Tujuan apa? Tentu kita tahu jawabannya!

      Posted by aditam@putra | 28 Desember 2012, 10:38 pm
  106. Pak @Mito
    Menurut saya skrg ini sudah tidak jamannya lagi melanggar HAM, karena dengan dana yang ada maka lahan yang tidak

    produktif dapat diganti untung (bukan ganti rugi seperti dulu), seperti pembebasan lahan tol. Dengan pemasang pompa, apabila permukaan tanah dengan permukaan laut lebih rendah maka usaha tersebut tidak begitu memberikan dampak yang signifikan, akan tetapi dengan adanya pembuatan waduk, maka akan menjadi TPA (Tempat Pembuangan/Penyimpanan Air). Dan manfaat lain yaitu untuk pembudidayaan ikan, sebagai sumber protein, sehingga masyarakat sejahtera dan anaknya cerdas2.

    Posted by Kka Kusnanto | 28 Desember 2012, 10:03 pm
  107. Dunia perberasan Indonesia memang sangat rumit dan membingungkan……..
    Dari sisi pengadaan stock beras oleh pemerintah:
    1. Keberadaan Bulog diperlukan pemerintah untuk tujuan sosial-politik.. untuk itu Bulog harus memiliki stock beras minimal 1,5 – 2 juta ton sebagai cadangan untuk tanggap bencana.. sumbernya

    http://www.thejakartaglobe.com/business/indonesias-bulog-to-boost-rice-buffer-with-300000-tons-imported-from-vietnam/553965

    2. Target tahun 2012, Bulog memiliki stock beras sebanyak 4,1 juta ton sumbernya http://www.thejakartaglobe.com/business/indonesias-bulog-estimates-2012-rice-imports-could-reach-770000-tons/550486
    3. Dengan perubahan paradigma kerja Bulog yang sebelumnya birokratis menjadi korporasi, tahun 2012 Bulog berhasil melaksanakan pengadaan stock dari dalam negeri sebanyak 3,1 juta ton..
    4. Ada beberapa kemungkinan alasan kebijakan pembelian beras impor 700.000 ton di tahun 2012.. kemungkinan pertama untuk menambah jumlah stock beras Bulog untuk pengamanan/kestabilan pasokan mengingat tahun 2013 merupakan tahun panas politik dimana partai-2 politik sudah mulai memanaskan mesin-2 politiknya… kemungkinan kedua, perjanjian pembelian impor tidak bisa dibatalkan.. (bisa juga mafia impor beras masih bermain) .. yang jelas sumber di atas menyebutkan juga setelah September 2012 sampai April 2013 Indonesia tidak ada rencana impor beras..

    Di sisi lain, terdapat perbedaan angka tingkat konsumsi /kebutuhan beras antara pemerintah dan bps .. dalam hal ini pemerintah (deptan) menetapkan tingkat konsumsi beras rata-2 139 kg/kapita/tahun, sedangkan bps 113,5 kg/kapita/tahun.. berdasarkan sumber http://www.bisnis.com/articles/konsumsi-beras-terdapat-perbedaan-angka-pemerintah-dan-bps
    Kalau pemerintah tidak percaya dengan data bps, bagaimana bisa membuat perkiraan total konsumsi nasional untuk dijadikan dasar pembuatan kebijakan? … meskipun pemerintah memakai angkanya sendiri yakni 139 kg/kapita/tahun .. pemerintah tentunya memerlukan data bps yaitu berapa jumlah total penduduk Indonesia yang mengkonsumsi beras?? Apa 250 juta penduduk Indonesia semua mengkonsumsi beras…. Kita juga bisa meragukan validitas data bps tentang jumlah penduduk Indonesia yang sebenarnya,.. mengingat sampai saat ini banyak warga yang memiliki ktp ganda… hehehehe

    Saran saya,.. daripada kita pusing mikirin hal yang rumit kayak gini, lebih baik ikuti cara berpikir Dahlan Iskan saja.. cetak sawah baru sebanyak-2nya dan sesingkat-2nya untuk ketahanan pangan nasional.. terobosan ini merupakan langkah yang sangat efektif..untuk meningkatkan produksi beras.., juga secara tidak langsung membuka areal / pusat pertumbuhan ekonomi baru di pelosok wilayah Indonesia.. sekaligus juga mengimbangi laju konversi lahan persawahan/ pertanian menjadi lahan pemukiman, industri. dll..

    Posted by cak-mat | 28 Desember 2012, 10:07 pm
  108. @bli PUTU

    Mengembargo negaranya sendiri? Itu tidak mungkin bisa dilakukan! Hal ini dikarenakan globalisasi yang semakin memaksa Negara-negara untuk terbuka terhadap Negara lain, lebih2 pada era perdagangan bebas sekarang ini. Jangankan kita Indonesia, negara maju sekelas Amerika pun tidak akan sanggup melakukannya. Ibarat sepak bola, akan kena peluit pinalti. Bahkan bisa2 kita memasukkan bola ke gawang sendiri!
    Pada tahun 1998, terdapat kebijakan tarif impor nol persen. Kalaupun Negara Indonesia menerapkan tarif terhadap impor beras, tarif itu sangatlah rendah sehingga harga beras impor menjadi lebih murah dari beras lokal. Dengan kualitas beras impor yang berada di atas kualitas beras lokal, beras lokal pun menjadi kalah saing dengan beras impor. Jadi, sulit untuk berswasembada beras. Tetap impor, impor dan impor!
    Menurut saya yang harus dilakukan adalah:
    @ mendorong dan mendukung program2 seperti yang sedang dilaksanakan BUMN.
    @ membekali dan memfasilitasi petani dengan tehnologi bercocok tanam modern, sehingga beras yang dihasilkan punya kualitas yang mampu bersaing dengan beras impor.
    @ merevisi peraturan/perundang-udang ataupun apa namanya yang sekiranya menghambat dan mempersulit Indonesia untuk berswasembada beras.
    @ tetap kerja kerja kerja!

    Posted by aditam@putra | 29 Desember 2012, 6:23 am
  109. lanjutkan perjuanganmu pak

    Posted by Pencerah | 29 Desember 2012, 2:22 pm
  110. alhamdulillah masih akan makan beras.. ;)

    Posted by Lukisan Jogja milieArt | 29 Desember 2012, 4:08 pm
  111. Bro Aditam@putra, Bro G Hariyanto, Bro Cak Mat, Bro KKA Kusnanto dan Bli Putu.
    Saya mengapresiasi diskusi anda semua, sungguh menarik dan menambah pengetahuan bagi saya pribadi terutama dalam masalah perberasan Indonesia. Diskusi seperti inilah sesungguhnya yang diharapkan semua Dahlanis agar benar 2 bermanfaat, menjadi gizi dan protein otak, menyodorkan masalah lalu menacari titik temu yang kompleks. Demi MH ini saya rela tiap hari 1 sampai 2 jam nongkrongion PC agar HOPE ini lengkap dengan ilmu-ilmu yang menunjangnya.
    Terus terang saya kurang terlalu mengikuti perkembangan perberasan Nasional, dan Alhamdulillah dengan diskusi yang Bro semua lakukan menjadi ilmu baru. Semoga MH lain dan lain kedepan diskusi seperti ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan.
    Untuk alur Diskusi dan ilmu-ilmu Bro semua, saya ucapkan Jazakallohu.

    Posted by Sofyan Usamah | 30 Desember 2012, 10:00 am
  112. Jika ada yg mengatakan bahwa petani kita ketinggalan teknologi, memang ada benarnya. Bagaimana tidak? Menurut pengalaman sy pribadi yang tiap hari berkeliling dari satu daerah ke daerah lain untuk bertemu dengan kelompok tani, saya dapat merasakan langsung hal tersebut. Setiap kali ada pertemuan dengan kelompok tani, yang hadir selalu petani2 usia lanjut. Kalaupun ada petani muda biasanya hanya 2-3 orang saja. Kenapa? Generasi muda daari petani kita saat ini umumnya telah mengenyam pendidikan yang lebih baik dibanding orang tua mereka. Ironisnya, dengan pendidikan yang lebih baik, mereka malah enggan menjadi petani, lebih memilih kehidupan di kota dengan beragam profesi. Dengan kondisi seperti ini, tentu akan sangat sulit untuk memasukkan teknolgi kepadaa mereka. Jangankan IT, marketing, sistem tanam bergilir dll yang menguras pikiran, teknologi paling sederhanapun, (misalnya pemilihan benih bersertifikat, pemupukan berimbang, sistem tanam jajar legowo) membutuhkan kesabaran dan ketlatenan, agar mereka mau menerima.
    Dalam satu kelompok tani, biasanya memaang ada 1-2 orang yang menonjol perannya dalam kelompok. Merekalah orang2 yang gampang menerima teknologi baru dan dapat dipastikan mereka adalah petani yang berhasil. Dan biasanya mereka mempunyai latar belakang pendidikan yang lebih baik dibanding anggota kelompok lainnya. Kalaupun tidak lebih baik, petani tersebut adalah petani yang gampang dimotivasi, hingga memiliki keinginan dan semangat untuk maju.

    Posted by mito | 30 Desember 2012, 12:50 pm
    • Sangat setuju sekali bro Mito!

      Dan yang demikian itu tidak hanya terjadi pada sektor pertanian saja, tapi juga pada perikanan. Dua sektor itulah yang petani dan nelayan kehilangan penerus. Lalu apa artinya kita punya warisan negeri Agraris dan Maritim?
      Itu semua adalah kesalahan dari pemerintah kita sejak dulu kala. Kurang memperhatikan nasib para petani dan nelayan, sehingga profesi –klo boleh saya bilang pfofesi- itu dihindari oleh anak2 mereka sendiri. Mereke lebih memilih menjadi buruh pabrik ataupun TKI.
      Para orang tua petani dan nelayan merasa diri rendah, sehingga tidak menginginkan anaknya kelak mewarisi profesi mereka. Itu bisa kita tilik dari pitutur para petani/nelayan kepada anak2nya: ” Le, kamu sekolah yang pinter ya, le, biar jadi pegawai kantoran. Jangan jadi seperti Bapak, melarat!”. Dan kenyataannya?

      Posted by aditam@putra | 30 Desember 2012, 5:15 pm
      • Pak Mito dan Pak Aditam@Putra

        Setuju dengan hal yang disampaikan tersebut diatas.
        Kemungkinan besar saya adalah salah satu Sarjana Teknik Mesin, yang usianya baru 31 tahun dan ikut aktif dalam pertemuan Gabungan kelompok tani dan disetiap pertemuan saya adalah orang yang paling muda usianya, diantara orang2 yang hadir.

        sebagai contohnya kendala yang sering saya temukan adalah ketika berdiskusi dengan Bapak – Bapak Petani adalah ada informasi terbaru/cara/teknik seperti penggunaan pupuk organik, kemudian informasi tersebut disampaikan dalam forum, saya mendapatkan “suara” yang tidak mengenakan “Sebelum kamu lahir, saya sudah bertani, jadi jangan sok pinter”.
        Untuk itu saya mempunyai secuil tanah yang dulunya di garap orang lain, kemudian saya minta dan saya olah sendiri meskipun ada beberapa kegiatan seperti mencangkul masih saya serahkan orang lain. Satu hal yang memotivasi saya adalah saya ingin membuktikan bahwa informasi/teknik yang baru adalah lebih baik dibandingkan dengan cara2 yang sudah sejak dulu digunakan.

        Setelah saya pikir2 kembali, ternyata masyarakat kita ini tidak mau kita ajari, tetapi merekan mau mengikuti setelah melihat bukti secara nyata (diberikan contoh).

        Posted by Kka Kusnanto | 30 Desember 2012, 8:11 pm
  113. assalamualaikum
    waduh. sampai gari gini tetap semangat diskusi… bacanya jadi tambah wawasan.
    jadi pengen lomba nih dapat pertamax besok pagi.

    vote Dahlan for President

    Posted by Al-Atsari | 30 Desember 2012, 2:24 pm
  114. membayangkan pertaniannya pak DIS,
    kayak……….
    lahan lahan di Lampung. kalo nanas ya sejauh mata memandang ya nanaaaaaaas aja
    pas tahun 80 an…..ada film minggu pagi tuh di TVRI kisah petani AS yg lahannya luaaaaas
    dalam hati bertanya, kok di sini gak ada ya

    Nimbrung ngobrolnya bpk bpk,

    Petani dan Ahli kita sudah sangat mahir bertani. Yang bikin masih miskin adalah Tata niaganya Pak.
    Sudah jamak akhirnya lebih menguntungkan berdagang gabah dari pada bertani padi.

    Saya khawatir kalo BUMN produksi padi besar2 an petani belum tentu diuntungkan. (janji Pak DIS sudah dibaca).
    Saya percaya tata niaganya sudah dirancang. Tapi pelaksanaanya tetap lebih penting untuk diikuti.

    Selamat berkarya Pak DIS

    Salam
    Dwi, rakyat biasa yg ortunya petani tulen.
    lulusan pertanian 95, sekarang berdagang.

    Posted by Dwiprihanto | 30 Desember 2012, 8:37 pm
  115. @G Hariyanto
    *Kalau dalam 2 tahun bisa membuka lahan 97.000 ha langsung swasembada beras, apakah realistis?

    Ya, Jika uji coba yang sekarang ini berhasil, maka Indonesia menjadi negara yang berswasembada beras adalah sangat realistis!!!

    @ Kebutuhan beras nasional tahun 2012 sebanyak 32,5 juta ton.
    @ Hasil beras beras nasional tahun 2012 sebanyak 34,5 juta ton.
    @ Walaupun surplus 2 juta ton Indonesia tetap impor 1,95 juta ton.
    @ Target di thn 2014 dapat membuka lahan 100.000 ha
    Jika hasilnya kelak bisa langsung di sekitar 6 ton/ ha berarti dalam 1 thn 18 ton/ha.
    Jika terdapat lahan 100.000 ha, maka akan menghasilkan 1,8 juta ton dalam 1 tahun.
    Dan itu setara dengan impor beras di tahun 2012.

    Jadi, di tahun 2014 negara kita Indonesia betul2 menjadi negara yang berswasembada beras. Kecuali jika impor beras dinaikkan dari 1,95 juta ton menjadi 10 juta ton!!!

    Dari hitungan ini, terlihat jelas bahwa Bung DI membuka sawah baru ini betul2 dalam hitungan matang. Akhirnya mudah2an Allah SWT senantiasa memberkahi Beliau. Amin ya Robbal

    Posted by aditam@putra | 30 Desember 2012, 8:52 pm
  116. @aditam
    Hitungan pemerintah tdk spt itu. Kita dikatakan swasembada beras kalau sudah surplus 10jt ton sbg stok. Dan itu sebetulnya target bulog untuk memenuhinya. Makanya th ini walau sdh surplus 5 jt ton, blm dikatakan swasembada. Apalagi stok bulog yg masih 3,1 jt ton masih jauh dari yg seharusnya. Shg selalu dijadikan alasan impor beras.
    Untk itu bulog harus berusaha menampung surplus beras 5jt ton yg ada dimasyarakat. Sedangkan kekurangan 5jt ton di peroleh dari pembukaan lahan baru.

    Catatan: ini hitungan kasar karena hasil produksi beras tiap tahun berbeda.

    Posted by G. Hariyanto | 30 Desember 2012, 9:52 pm
  117. saya menambahkan sedikit.. jangan lupa menghitung pertambahan konsumsi beras juga.. bisa-2 pertambahan produksi dari lahan 100.000 ha yang diusahakan pak DI saat ini, semua habis untuk memenuhi tambahan kebutuhan akibat pertambahan jumlah penduduk.. tapi jangan minta saya yang ngitung lho ya ?!.. hehehehe

    Posted by cak-mat | 30 Desember 2012, 10:17 pm
  118. mencoba komen :)

    Posted by asep endra | 31 Desember 2012, 12:34 am
  119. coba komen

    Posted by asep endra | 31 Desember 2012, 12:35 am
  120. maaf dopost..
    lagi nunggu MH g muncul”.. padahal ni barupertama komen
    apadikata,mata dah ngantuk duluan..
    smoga MH hari ni membakar semangat..
    met mlm smua dahlanis..

    Posted by asep endra | 31 Desember 2012, 1:37 am
  121. MH menjelang tahun baru bisa kunjungi disini http://www.jpnn.com/read/2012/12/31/152399/Tahun-2013-yang-Juga-Tahun-Permen- met tahun baru Indonesia :)

    Posted by sofyan faizin | 31 Desember 2012, 2:58 am
  122. Semoga diskusi-diskusi dari para pemerhati pertanian untuk topok MH minggu ini bisa menambah wawasan dan ilmu bagi kita semua..Amiiinn, dan yang paling penting bagi saya adalah Manifacturing Hope dari abah Dis akan selalu membakar jiwa NASIONALISME saya terutama (yang terlalu sering merasa kecewa akibat korupsi dan ulah politisi dan media busuk) untuk mencintai dan selalu mencintai negeri.

    MERDEKAAA…….

    Posted by Ardiansyah | 31 Desember 2012, 9:56 am
  123. Saran saya untuk Pak Dis adalah hendaknya semangat berapi-api dalam mencetak sawah ditunjang dengan upaya dari sisi pengelolaan daya rusak air khususnya banjir. Setiap tahun kita mendengar berita kegagalan panen akibat sawah-sawah yang terendam. Kita tentu tidak mau sawah-sawah baru yang dicetak untuk mengatasi krisis pangan justru berimplikasi pada kerugian BUMN pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Sawah-sawah ini harus dilengkapi dengan sistem tata air yang menyeluruh sedemikian sehingga menjamin pasokan air di kala kering dan menjaga sawah tetap ‘kering’ di kala basah.

    Posted by Ferdy | 7 Januari 2013, 11:45 am
  124. nulisnya pada panjang panjang amat yakz….. :D

    Posted by arifudin | 13 Januari 2013, 8:00 am
  125. no comment saja deh dgn ambisi beliau di bidang ini. Namun sy tetap berdoa, semoga berhasil pak. saya petani juga loh pak.

    Posted by touringrider | 20 Januari 2013, 6:10 pm
  126. setujuuuu…

    Posted by ekoharyanto | 29 Januari 2013, 1:18 pm
  127. salam bonekmania cak

    Posted by ekohary | 29 Januari 2013, 1:21 pm
  128. Meskipun semangatku belum sebesar beliau namun aku pngin kelak 10-20 tahun yang akan datang, aku bisa menjadi seperti beliau. Trims pak dahlan engkau hadir bagaikan oase ditengah gurun yang sangat panas.

    Posted by Rumah Hijab Alfalia | 9 Februari 2013, 4:29 pm
  129. Kabar dari sawah, hari minggu kemarin saya sudah memanen padi saya, berikut laporannya :
    Luas sawah yang saya gunakan untuk pilot project = +/- 500 m2
    Harga bibit padi : 40.000
    Tenaga Olah Tanah : 1 orang x 1 hari x 40000 = 40.000
    Tenaga ulur/tanam : 2 orang x @ 25.000 (setengah hari, termasuk makan dan rokok)
    Harga Pupuk 20kg Urea = 36.000
    Harga Pupuk 10 Kg Phonska = 25.000
    Harga Pupuk 10 Kg SP-36 = 20.0000
    Harga Pupuk Organik (kotoran Kelinci) = Gratis (milik sendiri)
    Tenaga membersihkan rumput : 2 x @ 40.000 x 1.5 hari = 120.000
    Tenaga pemupukan : dilakukan sendiri (tidak dihitung)
    Tenaga Penyemprotan : dilakukan sendiri (tidak dihitung)
    Tenaga Panen (drep, erek, dan mengangkut) = 5 orang x 3 jam x 6000/jam = 90.000 (termasuk makan dan rokok)
    Total biaya operasional = 421.000

    Pendapatan
    200 Kg Gabah x @ 3.000 = 600.000 (sesuai harga pasar hari ini).

    Laba = 600.000 – 421.000 = 179.000
    Dengan keuntungan 179.000/500m2 harus menunggu selama 110 hari (3bulan 20 hari), hanya Rp. 1.63

    Apabila perhitungan biaya diatas untuk menghitung petani yang memiliki lahan 1 hektare (10.000m2) maka dikalikan dengan 20 kali, maka hasilnya 179.000 x 20 = 3.580.000. 3.6 jt terlihat besar pada saat panen, akan tetapi apabila melihat pekerjaan yang telah dijalaninya selama 110 hari maka penghasilan tersebut sangat kecil sekali.

    Hasil panen dari sawah project saya adalah 200Kg/500m2 atau 4ton/ha, hasil ini sedikit lebih banyak dibandingkan asumsi abah………………………
    Tiga bulan mendatang, saat panen pertama di sawah baru ini, kita akan tahu hasil yang sebenarnya. Semula hasil sawah baru ini diasumsikan tidak besar. Hanya sekitar 3 ton/ha. Begitulah doktrinnya. Sawah baru tidak bisa langsung produktif. Baru pada tahun-tahun berikutnya hasilnya bisa meningkat.
    ………………………………………………………………….

    Saran saya :
    1. Perlu diberikan pengetahuan dan teknologi pengolahan jerami, agar para petani bisa memanfaatkannya baik untuk pakan ternak sendiri atau bisa dijual kepada para peternak, sehingga memberikan tambahan penghasilan, tentunya pemilihan cara pengolahan ini harus lebih praktis dan ekonomis, agar para petani mau mengolahnya.
    (Saat ini banyak jerami yang tidak terpakai, hanya dibakar oleh pemilik lahan).

    2. Dengan teknologi yang sudah ada, berikan kepada petani benih yang tahan hama baik insectisida, fungisida maupun herbisida, sehingga biaya operasional petani tidak bertambah besar dengan pembelian obat2an.

    3. Jaga agar harga hasil bumi bisa stabil, seperti biasanya ketika musim tanam harga bibit, dan obat2an naik, sedangkan pada saat musim panel harga hasil bumi turun.

    Demikian pengalaman saya, mudah – mudahan tulisan ini dapat bermanfaat untuk semuanya.

    Hormat saya,

    S. Kusnanto, ST.
    Guru SMK Pelita Bangsa Sumberlawang,
    Sekretaris Gapoktan,
    Pemilik Toko Sarana dan Prasarana Pertanian,
    Percobaan urine dan kotoran kelinci pada lahan sendiri,
    Peternak Kelinci skala kecil

    Posted by Kka Kusnanto | 6 Maret 2013, 8:04 am
  130. Hi! I know this is kind of off topic but I was wondering which blog platform are you using
    for this site? I’m getting fed up of WordPress because I’ve
    had problems with hackers and I’m looking at options for another platform.
    I would be great if you could point me in the
    direction of a good platform.

    Posted by accomodation oudtshoorn | 15 Agustus 2014, 4:47 pm
  131. lhaaaaa kapan yaaa pak dahlan menghidupkan lagi KUD yang bangunannya ada disetiap kelurahan diseluruh indonesia,bekas peninggalan mbah harto,yang udah mangkraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak tak terpakai

    Posted by anis fathurohman | 14 September 2014, 7:34 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.642 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: