>>
Anda sedang membaca ...
Manufacturing Hope

Ada Brigade 200K di Pertamina

Senin, 26 November 2012
Manufacturing Hope 53

Malam Minggu kemarin bukan malam untuk hura-hura bagi direksi Pertamina. Malam itu mereka berkumpul di suatu tempat untuk menandai dimulainya pekerjaan besar yang rumit: menaikkan produksi minyak 200.000 barel per hari dalam waktu dua tahun!

Tekad itu seperti mengada-ada. Seperti menggantang asap. Tapi, Dirut Pertamina Karen Agustiawan, Direktur Hulu Muhamad Husen, Komisaris Utama Sugiharto, Komisaris Luluk Sumiarso, Dirut Pertamina EP Syamsu Alam, dan hampir 200 generasi muda Pertamina sudah membulatkan satu tekad: kerja keras mewujudkannya.

Mereka sudah bertekad untuk membuat Pertamina menjadi perusahaan kelas regional dalam waktu dua tahun! Mereka pun beramai-ramai membubuhkan tanda tangan di panggung dan berkomitmen untuk melaksanakannya.

Sebagai pelaksana di lapangan, direksi Pertamina membentuk apa yang mereka sebut “Brigade 200K” dan “Brigade 100K”. Brigade ini sepenuhnya terdiri atas anak muda Pertamina yang umurnya paling tua 29 tahun! Bahkan, ada di antaranya yang umurnya baru 25 tahun. Tujuh orang, seperti juga Dirut Pertamina: perempuan!

Brigade 200K sepenuhnya bertanggung jawab terhadap kenaikan produksi minyak 200.000 (200K) barel per hari. Sedangkan Brigade 100K bertanggung jawab akan lahirnya energi terbarukan melalui percepatan proyek geotermal sebesar (equivalen) 100.000 barel per hari.

Dengan tambahan produksi itu, Pertamina sudah bisa dibilang memasuki level perusahaan minyak kelas regional. Memang harus bekerja sangat keras. Keras sekali. Di situlah kuncinya. Tapi, mereka juga tahu bahwa capaian yang diraih melalui kerja keras akan tinggi nilainya. Tidak sama dengan sukses yang didapat dengan melimpahnya fasilitas.

Selama ini Pertamina memang ketinggalan jauh. Jauh sekali. Itu juga disadari dengan sesadar-sadarnya oleh insan Pertamina sendiri. Mereka pun bertekad sudah saatnya Pertamina berusaha menjadi kebanggaan rakyatnya. Sebagai perusahaan yang -Malaysia pun dulu belajar ke Pertamina- bisa diandalkan sebagai jagoan Indonesia di dunia internasional.

Tentu banyak sekali dalih yang bisa dikemukakan tentang mengapa Pertamina ketinggalan jauh dari perusahaan minyak negara tetangga. Banyak sekali kambing hitam yang bisa disajikan. Banyak juga salah-menyalahkan yang bisa dilakukan.

Tapi, saya tidak mau berputar-putar di situ. Hambatan adalah untuk diatasi, bukan untuk dikeluhkan. Halangan adalah untuk diloncati, bukan untuk diratapi. Rintangan adalah untuk diberantas, bukan untuk ditakuti.

Memang ada beberapa pilihan untuk membuat Pertamina bisa meningkatkan produksi minyaknya. Bahkan, ada pilihan yang mudah. Tidak perlu berbelepotan. Bisa dikerjakan sambil makan-makan di hotel bintang lima. Yakni, membeli perusahaan-perusahaan minyak asing. Atau membeli ladang-ladang yang sudah produksi di luar negeri. Semua itu bisa dilakukan di ruang-ruang ber-AC. Tawaran seperti itu banyak.

Tapi, harganya juga mahal-mahal. Belum tentu keuangan Pertamina bisa menjangkaunya. Risikonya pun besar. Bahkan, waktu sering habis terbuang karena hasilnya yang sulit diharap. Apalagi sering juga harus melewati tender “yang belum tentu Pertamina bisa memenangkannya.

Pikiran mengembangkan sayap ke luar negeri seperti itu boleh terus diupayakan. Tapi, upaya di dalam negeri juga tidak boleh kendur. Pertamina baru memegang peran 20 persen di dalam negeri. Yang 80 persen masih asing. Malaysia sudah 40 persen dan bahkan Brasil sudah 90 persen.

Pemerintah sudah tahu kondisi itu dan tentu akan ikut mengupayakan agar Pertamina bisa mendapat porsi yang lebih besar. Tapi, Pertamina tidak boleh hanya menggantungkan diri kepada apa yang akan diberikan oleh pemerintah.

Pertamina sendiri harus menunjukkan kerja kerasnya. Setidaknya dengan apa yang sudah ada dan sudah dimiliki. Kian kelihatan kerja keras Pertamina, kian mudah bagi pemerintah untuk memberikan kepercayaan yang lebih besar. Kian terbukti Pertamina mampu mendayagunakan kemampuannya, kian besar kepercayaan pemerintah untuk membesarkannya.

Saya sangat menghargai tekad baru Pertamina untuk menengok kembali kekayaan lamanya itu. Memang harus kerja keras, belepotan, dan mandi keringat. Tapi, itulah inti sebuah kebangkitan. Pembentukan Brigade 200K adalah kebangkitan Pertamina. Karena itu, hasil kerja Brigade 200K akan ikut menentukan bisa atau tidak Pertamina mendapatkan kepercayaan yang lebih besar.

Dengan Brigade 200K Pertamina akan menengok kembali sumur-sumur lamanya. Pertamina memiliki ribuan sumur tua seperti itu. Mereka akan bisa menjawab, mengapa sumur-sumur itu hasilnya tidak bisa maksimal dan bagaimana cara meningkatkannya.

Teknologi yang dipergunakan di sumur-sumur itu adalah teknologi zaman Belanda. Dengan pemikiran dan teknologi baru, mestinya bisa ditingkatkan hasilnya. Ini sudah terbukti di Sungai Lilin, Sumsel. Produksi sumur tua peninggalan Belanda itu berhasil ditingkatkan menjadi lima kali lipatnya! Dalam dua tahun produksinya naik dari 80 barel per hari menjadi 450 barel per hari.

Inilah sumur tua yang diusahakan Belanda pada 1936. Kini, dengan teknologi baru masih bisa ditingkatkan begitu besar.

Pertamina memiliki banyak sumur seperti itu. Ribuan jumlahnya. Salah satu anak perusahaannya saja, Pertamina EP, punya lebih 200 sumur sejenis. Sumur-sumur itu pasti lebih baik dari apa yang ada di Tiongkok Utara. Atau dalam istilah para ahli perminyakan, sumur-sumur lama Pertamina itu seperti gadis desa yang cantik, tapi belum dimasukkan salon.

Dengan menggunakan teknologi baru sumur-sumur itu akan bisa mendongkrak produksi minyak Pertamina. Biaya dan risiko tidak sebesar kalau melakukan drilling di ladang-ladang baru. Waktunya pun bisa lebih singkat karena tidak dimulai dari nol.

Jauh sebelum menjadi orang pemerintah, lebih dari 10 tahun lalu, saya sering sekali berkunjung ke Daqing di Provinsi Heilongjiang dan Panju di Provinsi Liaoning. Inilah dua provinsi yang disebut “Kuwait”-nya Tiongkok. Mereka dengan telaten, kerja keras, dan gemi mendayagunakan ribuan sumur tua.

Kondisi sumur-sumur minyak di sana umumnya jauh lebih jelek daripada yang dimiliki Pertamina. Apalagi di musim salju. Mereka harus memanasi sumur-sumur dan pipa-pipa itu.

Alangkah sulitnya. Bahkan, ada sumur yang minyaknya habis disedot dalam enam jam. Tidak layak lagi hasilnya disalurkan melalui pipa. Hasil sedotan enam jam itu ditampung di mobil tangki yang sengaja didatangkan. Mobil itu pergi setelah enam jam menunggu di situ.

Besoknya, setelah minyaknya mengumpul lagi, baru disedot enam jam lagi. Begitu seterusnya. Alangkah sulitnya. Alangkah repotnya. Tapi, mereka menekuninya. Setetes demi setetes. Itulah inti pelajaran dasar entrepreneur. Hemat pangkal kaya.

Negara yang begitu kaya saja masih melakukan usaha yang begitu gigih. Apalagi, kita yang masih harus berjuang keras untuk maju. Prinsip “bagaimana bisa mengerjakan yang besar-besar dengan baik kalau yang kecil-kecil tidak tertangani” adalah prinsip manajemen sehari-hari yang harus dipegang. Banyak orang yang setelah mimpi besar melupakan detail-detail yang kecil.

Pengusaha-pengusaha besar yang kukuh tidak ada yang pernah melupakan detail-detail kecil di bidang usahanya!

Kalau saja Brigade 200K berhasil dengan kerja kerasnya, alangkah bersejarahnya. Meningkatkan produksi 200.000 barel dalam dua tahun luar biasa nilainya. Itu juga berarti akan mengurangi impor minyak mentah 200.000 barel per hari. Alangkah menghematnya devisa negara.

Tentu saya akan memonitor Brigade 200K ini. Sambil mendoakannya dalam setiap malam-malam saya. (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

302 thoughts on “Ada Brigade 200K di Pertamina

  1. Belum membaca…hadir dulu…liat judulnya kok deg2an…

    Posted by yuni | 26 November 2012, 4:41 am
    • absen

      Posted by yud | 26 November 2012, 4:45 am
      • alhamdulillah

        — Mereka pun bertekad sudah saatnya Pertamina berusaha menjadi kebanggaan rakyatnya. Sebagai perusahaan yang -Malaysia pun dulu belajar ke
        Pertamina- bisa diandalkan sebagai jagoan Indonesia di dunia internasional.

        Tentu banyak sekali dalih yang bisa dikemukakan tentang mengapa Pertamina ketinggalan jauh dari perusahaan minyak negara tetangga. Banyak sekali kambing hitam yang bisa disajikan. Banyak juga salah-menyalahkan yang bisa dilakukan.

        Tapi, saya tidak mau berputa-putar di situ. Hambatan adalah untuk diatasi, bukan untuk dikeluhkan. Halangan adalah untuk diloncati, bukan untuk diratapi. Rintangan adalah untuk diberantas, bukan untuk ditakuti. –

        Posted by abdullah | 26 November 2012, 5:06 am
        • Ngojek ah

          Posted by apasaja | 26 November 2012, 9:30 am
        • saya berharap PERTAMINA LEBIH BAIK LAGI maksudku, selama ini jual bensin solar, gas, SAYA PUNYA HARAPAN JUGA JUAL BATERY maksudku batery mobil&motor LISTRIK. Ingat gara2 langka bensin saudara2 kami di Kutai Barat bentrok yg menjurus ke SARA, disisi lain kami mengerti bahwa BBM subsidi hampir habis, namun proses penghematan cara ini kurang pas di Kalimantan.
          1. Kalo jual batery Molis biasa hemat energi dan beban Listrik tak terpakai di malam hari bisa dimanfaatkan
          2. Akan otomatis hemat BBM, hemat anggaran dst.
          3. Knapa pihak Distamben gak terlibat urusi Batery ini, kmaren di kota kami ada dealer sepeda jual motor listrik, ini terjadi pada gelombang ke 2, saat gelombang 1, ga ada servis&spare partnya akhirnya death.
          4. Banyak anak2 usia SMP ditempat kami naik motor karena infrastruktur jalan&transportasi sangat tertinggal INGATLAH KALTIM 1,5X pulau Jawa, anda tau Jawa 6 Propinsi, kami gak perlu banyak propinsi seperti ada tambahan KALTARA ,malahan sy lebih senang geser patok batas tanah sehingga kami msauk malaya.SAYA SANGAT BENCI ORANG2 JAKARTA yg korup mementingkan disi sendiri,dst. Apalagi DPRnya…TOLONG BUBARIN AJA GOLKAR…( sy dulu juga anggota golkar loh..pernah bantui PDIP dan terakhir demokrat..maaf bukan kutu loncat tapi ikut yg menang sesuai arus perubahan jaman). Golkar/ketuanya mau gantiin Budiono… gak usahlah…sy bukan pembela budiono tapi gak usah diapa2in toh 2014 abis..mau bikin gara2 ya..golkar?
          5. Kami berharap sbenarnya selain agen/jual batery pertamina juga jual Solar Cell, saat ini dan sudah beberapa tahun ini saudara2 kami di perbatasan dengan malaya termasuk pelosoknya Kutai barat BENSIN 25.000/Ltr gula skitar 25rb/kilo. apalagi kalo langka BBM, air mahakam surut OTOMATIS harga lebih tinggi lagi. Dengan solar Cell, batery gak perlu Caspake PLN…..INGATlah saudara kami disana BELUM ADA PLN sejak indo merdeka sampe 65 th ini. Para pejabat dan DPR gak usah banyak omdo….mereka2 kalo keperbatasan just say helo gak ngapa2i, mereka gak tau sebagian warga pengen nyantet mereka…apalagi kalo mau minta komisi proyek segala…di jamin anda disantet….warga ada yg sukarla beli alat berat…untuk buka jalan sendiri menuju malaya demi kemudahan beli sembako. Ingat Pertamina bisa bernasib seperti PT.Pos gak laku ngurusi surat dll.. banyak berubah fungsi lebih mirip bank, kalo expedisi bisa juga tapi hampir kalah ma JNE ato swasta yg lain.
          6. Tolong jadi pejabat jangan dableg..apalagi macam DPR yg cuma OMDO kalo dotempat kami org macam itu jadi santapan santet.soale mau didemo segala malah kebal ndabeknya, moga2 omongan ini ada yg mendengar, org pertamina baca/org BUMN baca ato para dis mania nyampekan ksana. Kita2 ditempat ini nggak ngarep2 mereka, kami terbiasa survive, gak perlu cengeng dst…negara ini hanya formalitas…untuk kebutuhan hari2 kami gak tergantung pemerintah/negara indo 100% maksudnya kami bisa hidup dgn malaya lebih baik drpd ikut indo tau…
          Kami tetap mengagumi Bung Dis..SAYANG DINEGERI INDO INI KEJUJURAN DAN KERJA KERAS DISINGKIRKAN

          Posted by Bung Kar | 26 November 2012, 7:14 pm
          • jadi inget film “tanah surga katanya”
            mungkin film itu jadi gambaran nyatanya,
            semoga yg berkepentingan membaca tulisannya, memikirkan dan memperjuangkan.
            saya hanya bisa mendoakan…..

            Posted by c'Bob | 26 November 2012, 11:34 pm
          • masalah Molis tunggu launchingnya pak, masalahnya infrastrukturnya belum ada, hehe jangan lahir premature nantinya

            Posted by saeful | 27 November 2012, 6:54 am
          • gak perlu nunggu molis…kalo mobil listrik ya silahkan nunggu………kalo motor listrik dah banyak tuh gak perlu ngarep BUMN ato pemerintah…..motor listrk sudah eksis hanya perlu digencarkan, dimasyarakatkan, dirangsang lebih cepat….paling lama dibantu 5 th aj, batery baiknya 3bh skalian, 1 dipake,1 dibw buat cadangan,1 dicas dirmh jadi kendala abis setrum dijalanan bisa diatasi cepet. ok bro…

            Posted by aba musa | 28 November 2012, 6:22 am
      • saya termasuk salah satu pemakai produk pertamina setiap hari. semoga pertamina benar2 menjadi kebanggaan rakyat indonesia.

        Posted by mbah surip | 26 November 2012, 6:14 am
    • ikut yuni juga ah …, maksudnya deg2an apa ya ?

      Posted by ajipungkasan | 26 November 2012, 5:07 am
    • akhirnya pertamina….akhirnya ada komitmen yang serius di mesin uang yang satu ini…yessssss…. insyallah!!!!!!

      Posted by khan muda | 26 November 2012, 7:29 am
    • Wahhhh dapat juara pertamaxnya srikandi juga *senyum
      Salam kenal bu yuni *jabattangan

      Posted by Fia | 26 November 2012, 8:59 am
    • Hai teman2, mohon kesediaannya buat mereview tulisan saya dong hehehe

      http://andihendra.wordpress.com/2012/11/26/mari-memanen-energi-sampah-indonesia/#comment-2318

      Insya Allah bermanfaat..

      Posted by andihendra | 2 Desember 2012, 5:32 pm
  2. THE HOPE of NAME

    Kalau William Shakespeare mewakili orang barat mengatakan ‘Apalah artinya sebuah nama” . Tidak demikian dengan kita yang di Negara rimur. Di daratan China hampir semua nama biasanya ada artinya, di Indonesia juga , walau tertera dalam berbagai bahasa, bahasa Indonesia, maupun bahasa daerah. Dalam agama Islam bahkan
    dikatakan nama adalah doa…

    Oleh karena itu, anjuran untuk para Dahlanis, BIJAKLAH dalam memberikan nama-nama untuk anandanya… Nama yang bagus akan membuat anak menjadi bangga, dan juga nama adalah HOPE , harapan dari orang tua pada anaknya, yang tentunya berharap suatu saat HARAPANNYA akan menjadi nyata…
    Simaklah kisah berikut ini. Merupakan cuplikan dari blognya Iswandibanna, yang saya “ ramu” lagi agar lebih sesuai dengan blog Dahlanis dan lebih memberi inspirasi of HOPE.

    BIG ZAMAN

    Ya, namanya serius tertulis ‘Big Zaman’ di KTP dan berbagai kartu identitas lainnya.
    Perawakan dan tampangnya memang mirip anak baru lulus SMA, tapi siapa sangka bocah ini sudah diwisuda dari Kampus yang identik dengan yellow jacket-nya.

    Karena kisah seorang Big yang menggugah dan memberikan inspirasi hingga ia didaulat menyampaikan ‘Graduation Speech’ saat wisuda tahun lalu di Balairung UI September tahun lalu.Kalau diartikan dalam bahasa Indonesia BIG ZAMAN = besar di jamannya. Melihat nama yang western, biasanya kita mengira itu nama anak dari keluarga yang kaya, atau minimal terpelajar… Kalau anda berpikir demikian anda keliru…

    Big Zaman adalah anak penjual pecel di Surabaya. Ibunya tidak pernah bermimpi anaknya akan menjadi sarjana lulusan UI.

    Sekolahnya hampir saja gagal kalau dia tidak mendapatkan Pertolongan Tuhan….

    Betapa indah pertolongan Tuhan…, tanpa cinta-Nya Barangkali seorang anak laki-laki itu sudah berhenti di tengah-tengah pendidikannya. Selalu saja ada orang yang mau membiayai sekolahnya dari KEPALA SEKOLAH SD-nya, sampai seorang PEMILIK RESTORAN YANG TAK DIKETAHUI ASALNYA, selalu menebus semua pembiayaan pendidikannya dari SD hingga lulus SMA 5 Surabaya …

    Sejak SD SMP Big selalu kesulitan membayar uang sekolah, karena hidup yang serba kekurangan. Tapi entah mengapa selalu ada saja bantuan dari orang orang yang dia kenal maupun tidak. Saat SMA sang Ayah meninggal dunia dan hampir saja meruntuhkan impiannya. Bayangan lulus atau tidak dari SMA terus menghantuinya setiap hari…

    Barangkali anak laki-laki itu tidak pernah berpikir untuk melanjutkan kuliahnya bila Tuhan tidak mengirimkan teman-teman SMA yang sangat tidak logis :) yang sering kali membantunya dan di akhir kelas 3 SMA mau PATUNGAN SEKELAS hanya untuk membiayai uang bimbingan belajarnya.

    Betapa ajaib nikmat dariNya ketika anak laki-laki ini yang sudah diterima di kampus idamannya UI, namun nyaris gagal berangkat ke Jakarta karena masalah ongkos. Apa jadinya bila Tuhan tidak mengutus sahabat terbaik beserta keluarganya yang murah hati yang tiba-tiba datang MENJEMPUT ke rumahnya , MEMBERI TIKET dan menaikkan anak kampung ini untuk naik pesawat pertama kalinya! Ya, ke Jakarta!

    Bahkan ketika sampai di asrama UI, tempat pertama kali menginjakkan kaki di kampus itu , anak laki-laki itu hanya bermodalkan 3 STEL BAJU CELANA plus ijazah di tangan, mengalami sulitnya di masa-masa awal. Ya, lagi-lagi Tuhan mengirimkan keluarga pertama ASUI yang saat itu datang berkunjung dan membawakan SETENTENG KANTONG PLASTIK BESAR Ramayana berisi baju, sepatu, tas, dan sejumlah uang agar ia dapat tinggal dengan nyaman. Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang….

    Sesampai di Depok, dia memang tidak dikenakan biaya masuk sebesar 25 juta rupiah untuk Fasilkom UI, tapi dia harus membayar biaya DKFM, sebesar 700ribu rupiah. Big Zaman mengaku, saat ini pun dia masih ingat betul Ibu yg menagihnya dan mengultimatum akan mengenakan biaya 25juta rupiah jika tak membayar yang 700ribu itu. Sementara saat itu Big hanya membawa uang Rp.200 ribu saja. Tak ayal ia pun hanya bisa MENANGIS SAMBIL MEMBUKA DOMPETNYA….. seolah meyakinkan diri sendiri bahwa uangnya tak akan pernah cukup…

    Big Zaman bercerita, justru saat dia menangis dia bertemu satpam ( yang belakangan dia sebut bahwa sepertinya satpam ini adalah malaikat ). Satpam ini menganjurkan dia menemui seorang Ibu, yang akhirnya menjadi Dewi penolongnya atas Kehendak Tuhan tentunya…

    Saat itu pula, bisa jadi si anak laki-laki itu sudah di-DO sebelum memasuki perkuliahan karena 700 ribu uang DKFM yang belum dibayarkannya. Namun lagi-lagi tangan Tuhan terulur…seolah seperti ada bisikan di telinganya,

    “Kamu tidak sendiri, Big..”

    Begitulah Tuhan, dengan rasa cintaNya yang begitu besar menyelamatkan masa depan bocah cungkring itu… “ Kali ini seorang sosok mulia itu tiba-tiba memanggil saya yang sedang menangis di sekretariat untuk masuk ke ruangannya. Dengan lembut beliau menenangkan lalu mengatakan,

    “Semua akan baik-baik saja, kamu jangan takut ya Big..”

    NOL rupiahnya uang pangkal dan uang semester pun akhirnya dilengkapi dengan lunasnya DKFM saya saat itu. Hingga akhirnya kini ia bisa lulus dan wisuda.

    “ Mata saya pun meleleh setiap mengingat kejadian bersama ibu yang selalu saya cintai…, yang hingga saat ini pun masih memperjuangkan mahasiswa-mahasiswa yang kurang beruntung seperti saya. Terimakasih Bu… “

    Miracle will come when You believe….
    (Keajaiban akan datang jika kamu beriman / yakin)

    ———————————————————————————————————————

    Ini adalah kutipan dari goresan BIG ZAMAN sesudah wisuda.

    Terima kasih kepada dua bidadari cantik yang hadir di wisuda saya kemarin, mereka adalah ibu dan mbak yang terus memberikan doa tertulusnya tak pernah henti. Dan tentu sosok yang akan selalu saya kagumi, almarhum Bapak yang dari dulu selalu meyakini, suatu saat (BERHARAP) saya pasti jadi sarjana, jadi orang pinter, jadi orang besar di zaman yang besar nanti, begitu kan Pak DOAMU DALAM NAMAKU ?

    Salam Dahlanis.Gbu.

    Untuk yang ingin kontak personal ke kontakwning@yahoo.co.id

    Posted by W. Ning | 26 November 2012, 4:45 am
  3. Senang mendengar Pertamina mulai bangun dan bangkit dari tidur panjangnya. Dan makin senang dan bangga ketika yang menjadi pionirnya adalah anak-anak muda. Selamat berjuang Bung!!!!

    Posted by adiwijaya Nawahasta | 26 November 2012, 4:47 am
  4. pertamax…….. salam dari dahlanis cimahi…..

    Posted by Hilmie_Asgar | 26 November 2012, 4:47 am
  5. Ninggalin jejak dulu……….baru membaca….. :D

    meski ga pertamax koment yg penting di halaman depan…..

    Posted by masnawie | 26 November 2012, 4:49 am
  6. hore pertamax nya 2 srikandi….

    Posted by W. Ning | 26 November 2012, 4:49 am
  7. Go peramina , go

    Posted by Jrahmanto@gmail.com | 26 November 2012, 4:53 am
  8. Absen kedua …. sudah saatnya Pertamina melewati muridnya sendiri, Petronas, untuk membuktikan bahwa sang guru nggak bisa dikalahkan….

    Posted by Widi | 26 November 2012, 4:54 am
  9. Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan taufiq kepada waliyyul amri kami dalam menjalankan amanah yang begitu besar…dan semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan dan kesehatan kepada Pak Dahlan Iskan dalam menunaikan tugasnya…Amiin Yaa Mujiibas Saailin

    Posted by Abu zaid | 26 November 2012, 4:57 am
  10. awal minggu yang menyenangkan, madrid kalah, barcelona menang dan MH53 keluar :D

    Posted by akal sehat | 26 November 2012, 4:58 am
  11. Aku jg ikut berdo’a pak, meski tdk malam-malam. Mga aja allah mengabulkan sgl keinginan baik nan mulya. Amien

    Posted by musthofa moesawy | 26 November 2012, 5:01 am
  12. Inilah BEDA-nya menteri yang berasal dari politikus, sama menteri yang pengusaha “murni” ( bukan karena fasilitas pemerintah / warisan keluarga)

    BEDA-nya menteri yang sudah kaya dana ” mewakafkan” diri untuk kemaslahatan umat, dengan menteri yang ingin memanfaatkan jabatan untuk pribadi / partai…

    BEDA-nya menteri yang orientasinya JANGKA PANJANG, sama menteri yangberasumsi periode jabatan 5 tahunan..

    Abah DIS, merombak manajemen , memberikan orientasi baru, meletakkan VISI dan MISI sebagai acuan serta menggolongkan BUMN ke 3 golongan…. Semua tindakan itu dalam manajemen perusahaan adalah proses JANGKA PENDEK, MENENGAH hingga JANGKA PANJANG…

    Beliau TIDAK berpikir ” ntar masih menjabat apa nggak ya…?”
    ” ntar aku yang kerja keras, menteri selanjutnya yang menikmati…”
    ” ntar aku dikritik, disomasi karena aku menutup celah-celah pejabat buat ngobyek”

    Yang ada hanyalah mengabdi, memberikan seluruh ilmu dan pengalaman untuk perbaikan dan
    KERJA ! KERJA ! KERJA!

    Salam Dahlanis. Gbu all

    Posted by W. Ning | 26 November 2012, 5:07 am
    • Asswrwb mbak W.NING ; smoga cerahan ini bisa dan dapat di lihat dan dimengerti seluruh komponen masyarakat Indonesia , menjadikan semangat kebersamaan dan bahu membahu tuk berbuat yang terbaik buat IBU PERTIWI .. Semoga warga dpr di bukakan mata dan hatinya tuk benar= maju bersama demi rakyat INDONESIA….mau kah mereka ( dpr ) ????

      Posted by R I Molle | 26 November 2012, 6:15 am
    • Mendukung pendapat mbk Ning..

      Posted by Djoko Sawolo | 26 November 2012, 7:07 am
    • Mbak Ning.
      Kemarin, saya nonton konser Iwan Fals
      Ketika dia membawakan lagu ‘Kebaya Merah’, di tengah hingar bingar penonton, saya menangis, saya teringat pak Dis.
      Inilah salah satu lagu yang mewakili kegelisahan perasaan Pak Dis akan keadaan tanah airnya. Sebuah duka dan kemarahan anak negeri!.

      Kebaya Merah

      Kebaya merah kau kenakan
      Anggun walau nampak kusam
      Kerudung putih terurai
      Ujung yang koyak tak kurangi cintaku

      Wajahmu seperti menyimpan duka
      Padahal kursimu dilapisi beludru
      Ada apakah?
      Ibu

      Ceritalah seperti dulu
      Duka suka yang terasa
      Percaya pada anakmu
      Tak terfikir tuk tinggalkan dirimu

      Ibuku, darahku, tanah airku
      Tak rela kulihat kau seperti itu
      Ada apakah?
      Ibu

      Yang maha Agung pasti akan melindungi dan menjaga beliau……..

      Posted by qohar69 | 26 November 2012, 7:41 am
    • apa rame2 ndak usah milih DPR saja, sbab rata-rata DPR melihatnya hasil saat ini, instan seperti ‘tuku brambang nang pasar mulih nggawa brambang’

      Posted by eugeibran | 26 November 2012, 12:57 pm
  13. Hambatan adalah untuk diatasi, bukan untuk dikeluhkan..*kata-kata keren

    Posted by jujubandung | 26 November 2012, 5:11 am
  14. Senin pagi membaca MH
    Senin ini gerimis turun
    Semangat lagi bermodal harapan
    Jangan sampai kalah sama hujan…

    Maksa dikit yg penting semangat pagi… ^_^

    Posted by fris | 26 November 2012, 5:12 am
  15. Keikhlasan akan membawa kpd kemudahan, kerja keras akan membawa kpd keberhasilan, DOA yg tulus akan membawa kpd keridhoan Allah SWT ………………….Aamiin. Insya Allah

    Posted by Damarta | 26 November 2012, 5:13 am
  16. “Semangat pagi, Senin yang indah, KERJA! KERJA! KERJA!”
    Ayo, maju terus bangsaku, Indonesiaku!
    Untuk Yu Shi Gan semoga Allah SWT. senantiasa memudahkan langkah- langkahmu.
    Amin

    Posted by aditam@putra | 26 November 2012, 5:14 am
  17. bakal bisa sejuta barel perhari lagi.
    pertamina cuma dapat 20 persen saja, pantas BP migas selalu meragukan kemampuan pertamina.

    Posted by adhi | 26 November 2012, 5:15 am
  18. mencapai 200KpD Benar2 butuh perjuangan. Salut u/ pertamina.

    u/ temen2, sy mau tanya kok pak dis bilang,kontribusi di dlm negeri pertamina 20%
    malay 40%
    brazil 90%?
    apa ini terkait dgn import BB u/ pertamax? Tks.

    Posted by ssmamaze | 26 November 2012, 5:18 am
  19. Setelah BUMN semen go global, BP Migas bubar maka Pertamina mulai unjuk diri melakukan semangat perubahan untuk jadi tuan rumah di negeri sendiri. Kami juga akan ikut memantau om DIS. Kerja kerja kerja kejar harga diri bangsa.

    Posted by muklisin | 26 November 2012, 5:18 am
  20. raih politik energi yg berpihak pada kepentingan nasional…..salah satunya dengan membesarkan BUMN pertamina…sikat abis dan hapus system yg selalu menguntungkan asing dalam kebijakan energy…termasuk anggota dewan yg selalu membuat UU yg berorientasi kepada pemodal asing..dukung pak DIS dan kawan2 pertamina tuk maju……………….

    Posted by Dahlan alex | 26 November 2012, 5:33 am
    • muantaapppp, saya salut sekali dengan strategi Pak Dahlan atau malah Neng Karen ya…. setelah BPMIGAS dibubarkan baru jrengggggg….semoga sukses tanpa ada kendala apapun, terutama dari senayan

      Posted by erust | 27 November 2012, 2:58 pm
  21. mudah2an apabila semua itu tercapai subsidi bbm bisa ditekan agar tidak memberatkan apbn..
    Bravo abah dis
    Kerja,kerja,kerja…

    Posted by jalmi alit | 26 November 2012, 5:34 am
  22. Nanti lo 200 barelnya tercapai suruh effendy simbolon mandi pake minyak…

    Posted by lukman bin saleh | 26 November 2012, 5:36 am
  23. Excelellence, sekarang ini yang dibutuhkan yg detail dan mikro.yg kecil jadi besar.di industri manufacture juga begitu

    Posted by anom | 26 November 2012, 5:37 am
  24. Excellence detail,kecil, perfect

    Posted by anom | 26 November 2012, 5:41 am
  25. KSA hadiiirr… :)

    Posted by Naeem Khan | 26 November 2012, 5:46 am
  26. bantuin twit virus MH minggu ini ah

    @arrkurt :
    Rintangan adalah untuk diberantas,
    bukan untuk ditakuti. #MH53

    @arrkurt :
    Halangan adalah untuk diloncati,
    bukan untuk diratapi. #MH53

    @arrkurt :
    Hambatan adalah untuk diatasi,
    bukan untuk dikeluhkan. #MH53

    @arrkurt :
    Manufacturing Hope 53 by
    @iskan_dahlan – Ada Brigade 200K di
    Pertamina wp.me/pe92t-gR

    Posted by @arrkurt | 26 November 2012, 5:47 am
  27. Bismilllahirrahmaanirrahiim.. Merinding diri ini, berrgetar hati ini dan mengalir deras darahh ini, membayangkan kaum muda Pertamina berikrar untuk sebuah target dan cita-cita. Doa saya untuk teman-teman di Pertamina semoga apa yang diniatkan, direncanakan, dirancang, dilaksanakan dan diharapkan, semuanya dapat berjalan lancar dan sukses. Tidak mudah pastinya menjalankan suatu Perubahan bisnis/organisasi, apalagi sekelas, sebesar dan setua perusahaan Pertamina. Sudah pasti tidak semulus dan seindah tutur cerita pak Dis di MH ini. Tapi perubahan memang hharus dilakukan, demi kebanggaan, demi harga diri, demi sebuah harapan dan Demi Indonesia. Semoga pak Dis selalu sehat dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Aamiin yra.

    Posted by akadarisman | 26 November 2012, 5:48 am
  28. tetap semangaaaattt ^^

    Posted by cawah | 26 November 2012, 5:51 am
  29. absen dulu gan

    Posted by edhi | 26 November 2012, 5:53 am
  30. 200K Pertamina, strategi yang harus dippublikasikan, agar semua turut fokus ke arah yang sama..Terimakasih Mr DIS.

    Posted by Widodo Puji | 26 November 2012, 5:55 am
  31. Anak-anak muda
    adalah harapan bangsa
    Memiliki negeri yang mandiri
    adalah harapan rakyat ini
    dan…
    Doa-doa yang terpanjatkan di malam hari
    Adalah harapan tuk dikabulkan Ilahi Robbi
    semoga…
    Harapan menjadi kenyataan
    HIDUPLAH INDONESIA RAYA…
    Amin ya Robb al ‘alamin

    Posted by aditam@putra | 26 November 2012, 6:01 am
  32. Yakin ini bukan euforia anget anget tahi ayam….. Mudah mudahan enggak ya…. Ikut Pak Dis mendoakan dan tolong di infokan secara berkala berapa capaian dari brigade brigade itu ya…… Berharap banyak untuk Indonesia jaya.

    Posted by agungbsantoso | 26 November 2012, 6:15 am
  33. Saya juga turut berdo’a semoga program ini berhasil dan Pak Dis, diberikan kesehatan dan keberkahan. Amin

    Posted by Yanto Lurah Sastro | 26 November 2012, 6:15 am
  34. Pertamina dari dulu memang sapi perahan petinggi negeri. Mudah-mudahan di bawah pak Dis berubah. Bukan hanya perusahaannya saja, dana pensiunan pertamina juga dijarah. Uang pensiunan bikin merana para pensiunan. Sebagai anak pensiunan Pertamina, saya sangat merasakan derita ayah di masa sepuh beliau

    Posted by Keren Langanteng | 26 November 2012, 6:20 am
    • Asswrwb Keren Langanteng ; slm kenal cak,,,,,terima kasih infonya ya,,,,kita br tahu dari sampean lho ,,,smoga sampean bisa memberikan yang terbaik buat keluarga dan terutama ayah sampean…AMIEN ..

      Posted by R I Molle | 26 November 2012, 6:24 am
  35. hanya sayang pak. ………mzh banyak pegawai peftamina yg tidak baik men5alnya aliS kebiasaan korupsi. ..banyak permainan di kpl cRteran pertamina shg minyak pertamina bNyak yg berkurang. Permainan ini terjadi dari dulu sampai sekarang. Toleranzi zebdzar 0.1 persen zeharusnya tidak di beelakukan lagi. …bahkan ada juga titipan.klo zudah begitu apa gunanya brigade 200k klo minyaknya digerogoti oleh oknum2 yg tdk bertanggung jawB. Semoga pak Dahlan dpt membereskan zdmuanya. Aamiin

    Posted by prabu | 26 November 2012, 6:22 am
    • Itu lah, pak Dis pastinya sudah tahu itu, layaknya masyarakat umum mengetahui/menilai Pertamina yang sudah sangat lama operasi ttapi koq gitu-gitu aja ya, apalagi jika ada pembanding yang namanya Petronas. Bagi teman-teman yang di dalam Pertamina dan masih punya Hope, marilah berubah dan jadikan Pertamina kebanggaan dan kontributor utama pendapatan negara. Bagi teman-teman yang diluar sistem, monggo ikut memantau, ikut menyemangati dan ikutt mendoakan Pertamina semoga menjadi organisasi, bisnis dan insan-insan yang mampu menjawab harapan bangsa Indonesia. Maju Terus Pertamina.. Salam DahlanIs..

      Posted by akadarisman | 26 November 2012, 6:28 am
  36. Brigade 200K untuk mencapai 200.000 barel per hari dalam 2 tahun.. Wuiiihhhhh.. Jadi ingat Triomacan2000.. Hehehehehe.. Good bye..

    Posted by akadarisman | 26 November 2012, 6:23 am
    • Adikku Bro Akadarisman, jangan mancing disini…..
      mancing keributan, soalnya kalau si KUMAN datang, kamu n the gang jadi ribut…

      (atau jangan-jangan dikau sama si KUMAN benci tapi rindu ya…. he he he piss man )

      Posted by W. Ning | 26 November 2012, 8:41 am
      • Wkwkwkwkwk.. Awalnya sih dari liat kemiripan tipologi aja mbak.. 200K, B200, 2Yrs.. Jadi ingat TM2K deh.. Yah walau bagaimana pun orang-orang macam itu ada dan hidup mbak.. Suka tidak suka ya harus dihadapi dan dinikmati saja. Anggap aja terasi yang bisa bikin enak masakan. Hehehehe.. Salim mbak Ning. :)

        Posted by akadarisman | 26 November 2012, 8:46 am
  37. sungguh hebat…………..DAHLAN ISKAN yang begitu mampu menularkan VIRUS MH nya kepada masyarakat INDONESIA (kecuali yang SYIRIK & DPR). BRIGADE 200K ……BISA

    Posted by Jatmiko | 26 November 2012, 6:24 am
  38. Wes dah…pokok e KERJA..KERJA..KERJA…!! Berangkat!

    Posted by Arif Haliman | 26 November 2012, 6:27 am
  39. Setetes demi setetes. Itulah inti pelajaran dasar entrepreneur. Hemat pangkal kaya.
    #thanks to remind me of that

    PS. Sy gemas dan sebal pada anggota dewan yg terhormat yg kemarin mencecar bapak dengan pertanyaan dan logika ‘birokrat’ mereka. Kalau perlu semua nama mereka disebarluaskan biar g kepilih lagi. Amin3x

    Posted by Dearly Mira's Note | 26 November 2012, 6:33 am
    • Rayuan ala Si Raja Gombal….

      Cowok : “Bapak kamu anggota DPR, ya…?”
      Cewek : “Iya , kok tahu….?
      Cowok : “Karena kamu telah mengkorupsi hatiku…..”

      Hehehehehehehe….

      Posted by Jefyco Gueterez | 26 November 2012, 7:28 am
      • Hehe ..
        Cowok : “Bapak kamu Dahlan Iskan ya?”
        Cewek : “Lho kok? Sok tau! Kok bisa?”
        Cowok : “Soalnya kamu telah menyemaikan benih-benih harapan di hatiku …”
        Selamat menggombak Mas …

        Posted by apasaja | 26 November 2012, 9:49 am
        • Gombal lagi ah…

          Cowok : “Bapak kamu anggota DPR, ya…?”
          Cewek : “Loh , kok tahu….?
          Cowok : “Makanya mukanya kayak gombal mukiyo…..”

          Hehehehehehehe….

          Posted by Jefyco Gueterez | 26 November 2012, 1:24 pm
          • Cowok : “Abah kamu namanya Dahlan Iskan ya?”
            Cewek : “Kok tahu, dari mana?”
            Cowok : “Soalnya sikapmu membuat hatiku selalu tersenyum-senyum seperti Abahmu”.

            Posted by Djoko Sawolo | 27 November 2012, 3:01 pm
          • Cewe : “Bapak kamu anggota DPR, ya…!!!”
            Cowo : “Mmmmm…kasih tau ngak ya..??”
            Cewe : ” Dia lg kampanye di hatiku….!”
            Cowo : “what the *uck!!!!”

            Posted by ricky gonzales | 30 November 2012, 8:40 am
  40. Reblogged this on selalucintaindonesia and commented:
    Ada Brigade 200K di Pertamina

    Posted by yantoawaludin | 26 November 2012, 6:34 am
  41. Heuheuheu.. Saya salah satu yang iri dan sakit hati dengan orang-orang yang terpilih menjadi bagian dari Brigade 200K itu.. Usia saya sudah 36 tahun, sementara mereka beruntung masih berusia 25-29 tahun.. Hehehehe.. Kidding.. Itu lah perubahan, diperlukan Agents of Change.. Memang diperlukan darah-darah muda yang masih punya idealisme, semangat, pengetahuan, energi yang mampu menggerakkan roda perubahan agar bergulir deras dan menyebar keseluruh lapisan.

    Saya iri dan sakit hati kepada Brigade 200K tapi saya menumpahkan keirian saya dengan mendoakan teman-teman Pertamina agar maju, berubah menuju kondisi yang jauh lebih baik. Keirian saya tidak seperti temen yang ada di blog ini yang suka copas artikel yang dipilih-pilih (kadang baca judul doank) trus kasih komen sinis/pedas dengan mengaku-aku/mengatasnamakan “kritis”, sayang kalo dikritik ternyata ga terima… Ahahahahaha.. Salam DahlanIs.. Happy Monday !!! Semangat Pagiiiiiiiiii !!!

    Posted by akadarisman | 26 November 2012, 6:37 am
    • ya, namanya juga dosen pemulung pak
      kerjaannya ya cuman mulung berita, trus dikomen negatif
      biar dosen, tp mental masih pemulung, hehehe

      Posted by PRABOWO | 26 November 2012, 8:03 am
      • betul pak prabowo setuju bener saya juga dosen di jawa timur salam kenal.

        Posted by andre007 | 26 November 2012, 8:23 am
      • Sssstttttt.. Jangan keras-keras pak.. Ntar ada yang nyolot lho menjawabnya.. Ntar dibilang penjilat lah, oportunis lah, cari muka lah, main politik lah, sok tahu lah.. Hehehehehe.. Cuma bisa geleng-geleng dengan orang yang bangga berbersikap negatif.. :(

        Posted by akadarisman | 26 November 2012, 8:24 am
      • Pak Prabowo..nuwun sewu, ma’af ya…mbok jangan nyebut pemulung dg konotasi negatif gitu. Kan kebanyakan pemulung itu kepanjangan tangan dari pecinta lingkungan, mungut barang yg terbuang yg susah diurai bumi agar bisa diolah kembali menjadi barang yg bermanfaat…sepertinya pekerjaan mulia kan.
        Temen sekolah saya dulu bapaknya pemulung bonafit, sampai kapal tanker rusak pun di kiloin ama beliau hehehe

        Posted by JOWI | 26 November 2012, 10:42 am
    • Usia kita kok sama ya Mas? Dan iri kita juga sama. Sayang ya, Pak DI datang terlambat buat saya, dan sekarang ngga bisa mutar waktu ke belakang, sehingga usia ~36 yang rasanya sempat tersia-siakan dalam tanda kutip, karena usia yang nyaris tanpa harapan, yang menjalani hidup apa adanya, yang semangatnya gitu-gitu aja, yang hidup tanpa punya idola, dst dst … tidak bisa terenda dengan baik. Tinggal sisa umur ini yang ada, untuk berdoa akan kesuksesan untuk yang muda dan tercerahkan, dan memulai berbuat semaksimal yang bisa.
      Soal komentator “kritis”, jarno wae Mas. Ojo eyel-eyelan lah, yen raono pasare mengko yo ngalih dewe ..

      Posted by apasaja | 26 November 2012, 9:59 am
      • Setuju Mas. Kalau mereka muncul gak usah di-counter, buang-2 energi. Anggap saja gak ada, nanti kan keki sendiri. Yang pasti mereka juga mengikuti MH. Nah kita do’akan saja semoga dapat barokah dari MH ini.

        Posted by mito | 26 November 2012, 10:29 am
        • Amin. MH kan variatif ya. Dan pembacanya, semoga semuanya masih manusia. Manusia kadang tersentuh oleh sesuatu, kalau sudah tepat di hatinya, apapun bisa terjadi. Semoga walaupun sampai MH ke-52 kemarin masih negatif, di MH kesekian kalinya, bisa menjadi positif. Walaupun kalau sudah demikian mungkin sesekali akan terindukan peran antagonisnya :)

          Posted by apasaja | 26 November 2012, 11:34 am
          • Huaaaaaaa.. Sama dengan yang ada di pikiran saya.. Menjawab komen-nya mba Ning tadi. Prinsip sih selama kita meresponnya dengan niat baik, saya kira gak apa-apa. Tidak semua kita bisa langsung terbuka mata dan pikiran sertta berubah dari negatif menjadi positif. Biarkan semua megalir terang atau deras sesekali.. :)

            Posted by akadarisman | 26 November 2012, 11:40 am
        • saya setuju dg pak mito

          dan setuju dg pak siapa yg minggu lalu memberi nasihat, maaf saya lupa,

          ‘mereka itu hidup dg kesenangan mencaci maki, mengolok-olok, dan menghinakan orang lain, jadi stop memberi mereka kesenangan dg melayani mereka’

          kurang lebih begitu nasihatnya, dan memang benar semakin asyik meladeni mereka kita malah membuang-buang waktu kita untuk memberi mereka kesenangan gratis.

          Posted by andar | 26 November 2012, 4:10 pm
  42. Semoga berhasil. Masyarakat sudah lama merindukan bisa merasa bangga memiliki Pertamina.

    Posted by Djoko Sawolo | 26 November 2012, 6:40 am
  43. good luck pak Dahlan….

    Posted by danang | 26 November 2012, 6:43 am
  44. ABAH DAHLAN INI GA PERNAH LIBUR KALI YA…. MALEM MINGGU PUN BEGADANG DI LINGKUNGAN KERJA….
    MANTAAAAAAAAAAAAAAAAAAB MANTAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAB
    hem…… susah mengejar kecepatan beliau walau sudah tua
    IBARAT MOBIL, CASINGNYA 40 AN, TAPI MESINYA F1 2012
    pake pertamax nya pertamina kali ya…
    aku yang mencoba ga libur satu bulan ini
    FULLLL…. bahkan 3 hari melahap 4 pekerjaan besar d kota berbeda
    dan tidur hanya d bis umum antar kota
    hem…. luar biasa hasilnya…..

    munkin ini lah spirit yang aku buktikan sendiri
    aku ingin meniru para jenderal BATAN TEK
    mereka para ahli nuklir yang ga manja
    uadah pinter ga pake menja

    kalo abah dahlan….
    ga tau harus nyalip d mana…
    d trek lurus mak wus…..
    di tikungan tetep ada nge drift (maaf kalo salah ketik)

    AMPUN AMPUN….
    pokok e kerja keras…

    Posted by wafiq umam | 26 November 2012, 6:46 am
  45. Arahan bagus dari Abah, “Jangan sampai merindukan bulan namun punai (burung kutilang) di tangan dilepaskan oleh Pertamina”.

    Posted by Djoko Sawolo | 26 November 2012, 6:46 am
  46. Hari Minggu Malam / Senin Pagi yang selalu mencerahkan dan membakar Semangat ……. Ada Trend memang saat ini di level muda dan menengah Pertamina, terdapat orang-orang yang pintar dan memiliki idealisme yang tinggi untuk berkarya dan bekerja keras …. Mereka malu dengan kondisi pertamina saat ini ….. namun saat ini Para “golongan tua” masih banyak yang bercokol …sehingga sebagian mereka tersingkir dan tidak memiliki Jabatan Strategis dan Managerial.
    Semoga dengan adanya Pak Dis, Pak Husen, dan Pak Salam, Pak Salis ….. bisa lebih progresif dan lebih maju …

    Thanks Mbak Ning ….. atas cerita “Big Zaman” jadi terharu dan Menangis membaca ….. Kerja kerja kerja

    Posted by Agandri | 26 November 2012, 6:53 am
  47. Sebenarnya sdh lama ingin menulis tentang pertamina. Berhubung belum ada prestasi yg membanggakan, hanya kontroversi dan pandangan negatif saja yg ada, membuat niat mengulas pertamina terus tertunda. Akhirnya ada sedikit harapan ketika pertamina membentuk brigade baru untk mengeksplorasi lagi sumur2 tuanya. 200k dan 100k adalah julukan untuk menyemangati anak2 muda bagaikan sedang mengikuti lomba lari.

    Posted by G.Hariyanto | 26 November 2012, 7:01 am
  48. Pak Dahlan ,
    terima kasih sharing nya ….
    memang ada banyak sumur sumur yang di anggur kan oleh Pertamina sendiri dan itu sudah bertahun tahun …
    ini salah satu contoh nya ,

    https://plus.google.com/photos/117189376959258818925/albums/5433086815070316801/5440154372154452018?banner=pwa

    itu di daerah Cirebon – Indramayu , ada puluhan hingga ratusan model semacam itu …sedangkan kalau dilihat sumur-sumur itu masih bisa gunakan untuk di exploitasi kembali …

    ada baiknya tidak terpaku pada sekedar geothermal , sementara gas flare disekitar Cirebon – Indramayu tersebut juga dianggurkan …

    Disisi lain pertambangan rakyat juga harus dibina , bukan dibinasakan …di masa lalu , Pertamina justru yang membinasakan sumur-sumur tua tersebut , sementara kalau rakyat akan mengelola , dipersulit dengan berbagai alasan ..

    Posted by bsuhardiman | 26 November 2012, 7:06 am
  49. Akupun turun mendoakan selalu sukses! good idea n good job so good luck!

    Posted by herimiarto | 26 November 2012, 7:11 am
  50. Waduh…, Pertamina…..
    apo isoo yoooooo, gaji besar tidak berbanding lurus dengan kerja keras. Biasanya Gaji kecil berbanding lurus dengan kerja keras. Gaji besar berbanding lurus dengan kerja santai diruang ber AC Pak Dahlanis. Jika memang ini berhasil saya bilang Pak Dahlanis ini ini jelas mukzizat. It’s Miracale.

    Kita tidak bisa bicara bisnis perminyakan tanpa modal kapital, tanpa modal sdm yang unggul mentalitas dan kecerdasan.

    seperti kembalinya ke kehidupan diri Pak Dahlanis. ini jelas mukzizat. Kenapa tidak pertamina juga akan dapat mukzizat. semoga

    Posted by akik | 26 November 2012, 7:23 am
  51. seandainya kekuarangn 200K dalam sehari bisa didapatkan dari sumur tua dengan pemisalan contoh sumur Sungai Lilin, Sumsel. yang dari 80 ke 450 , maka jika ribuan itu di asumsikan 100 maka 200K ber hari yakin bisa terwujud.

    tapi yang saya takutkan adalah :
    1. anak muda yang di doktrin untuk menciptakan 200K itu dijegal oleh atas nama senioritas dan tidak mendapat dukungan dari manajemennya
    2. saya tidak tahu konsep yang akan dijalankan apakah mencek satu persatu sumur dan diterapkan teknologi baru yang disebutkan pak dahlan, atau berdasarkan skala prioritas?
    3. apakah sumur tua itu sudah sekarang dikuasai rakyat jelata atau mafia atau mangkrak begitu saja ?
    setahu saya sumur tua biasanya digunakan warga sekitar untuk mengambil minyak mentahnya,
    saya rasa inilah persoalan yang sesungguhnya, belum lagi di backingi oleh oknum aparat keparat

    tapi mudah mudahan insan pertamina sekarang lebih besir ingin majunya daripada memperkaya diri sendirinya

    Posted by saeful | 26 November 2012, 7:32 am
  52. Kalo tidak segera menjadi kebangaan bangsa Indonesia, ganti saja nama pertamina menjadi pertamini…hehehehe, lha kapasitasnya kecil…

    Posted by lukman | 26 November 2012, 7:42 am
  53. jangan lupa memberantas pencurian2 minyak yang salah satunya di sumsel, korupsi2 juga tentu harus diberantas habis….!

    Posted by andimustafa | 26 November 2012, 7:51 am
  54. ngisi dulu daftar hadir, biarpun gk Pertamax, tapi ikut hadir berbagi Hope….. kerja..kerja………kerjaaaaaaa…ayo!!!!!

    Posted by Manihot Ultissima | 26 November 2012, 7:57 am
  55. “Negara yang begitu kaya saja masih melakukan usaha yang begitu gigih. Apalagi, kita yang masih harus berjuang keras untuk maju. Prinsip “bagaimana bisa mengerjakan yang besar-besar dengan baik kalau yang kecil-kecil tidak tertangani” adalah prinsip manajemen sehari-hari yang harus dipegang. Banyak orang yang setelah mimpi besar melupakan detail-detail yang kecil.”

    jadi malu aku membaca tulisan pak Dis nih. tapi spt juga dendam, malu-pun bisa dibuat jadi pemacu semangat untuk maju…maju…maju….dengan kerja….kerja…kerja…..go Pertamina-ku…..go Indonesia-ku…..

    matur nuwun sanget bwt mbak Ning atas Big Zaman-nya. motivasi yg besar sekali. jadi inget kata2 orang bijak “GUSTI ALLAH MBOTEN SARE….”

    Posted by done | 26 November 2012, 7:59 am
  56. ayo Pertamina bisa, walaupun bermacam rintangan menghalangimu, seperti mafia – mafia minyak yang merajalela, maju terus, jangan takut !!!! Pertamina bisa .. Indonesia Jaya

    Posted by tegoeh | 26 November 2012, 8:06 am
  57. kalo yang ini, bener2 tulus atau pencitraan ya ?

    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/324441-ke-daerah–rieke-pilih-tidur-di-rumah-warga

    kayaknya niru2 style nya abah Dis,
    bagus juga, style abah juga sudah menular ke kalangan politikus (yg lg punya niat “nyalon”)

    Posted by PRABOWO | 26 November 2012, 8:08 am
    • tidak dikasih komen pun sudah jelas apa maksudnya…..secara dia ud jelas2 cagub jabar……

      Posted by yuni | 26 November 2012, 12:32 pm
    • kalau bukan pencitraan.. Seharusnya Itu sudah dilakukan pada awal2 menjabat sbg anggota DPR. tp baru sekarang.. Yah? Gpp deh.. Sudah ada rule model yg bisa dicontoh. :D

      lagi pula ‘mbak oneng’ ini, termasuk yg cerdas,kritis dan vokal.. PDIP beruntung punya kader spt itu. Jgn kaya yg gagal dapat restu nyalon di Sumut itu loh… :p

      Posted by ssmamaze | 27 November 2012, 4:30 am
      • 1 rumahnya msh ‘layak huni’ / bkn gubug, mnrt sy tdk ada yg istimewa
        2 sudah jelas disitu dipaparkan bahwa aksi menginap oneng adalah atas permintaan panitia sbg strategi utk mengambil hati rakyat

        walaupun sy pernah baca berita kalo onenk didukung oleh pak jokowi (karena mungkin sudah mengenal secara pribadi). sy pribadi secara feel tdk suka kalo rieke yg terpilih sbg gub jabar, karena mnrt sy onenk tdk cukup independent dari pengaruh partainya. dan karena partainya tidak cukup bersih dg berbagai kepentingan, maka ketidak independenan itu menjadi berbahaya. berbeda dg pak jokowi yg sdh sejak awal mendeklarasikan dirinya sbg milik semua orang (tdk hanya partai pengusungnya) dg baju kotak-kotaknya, bukan seragam partai

        semoga jabar mendapatkan gubernur yg terbaik, yg benar2 tulus berpihak pada rakyat.
        dan semakin banyak propinsi / daerah yg dipimpin oleh orang2 yg bersih, amiin

        Posted by cita | 27 November 2012, 3:32 pm
  58. pertamina….sapalah petronas dengan mantap dan dada tegap : selamat pagi cik petro…..!

    Posted by andimustafa | 26 November 2012, 8:11 am
  59. Gus Dahlan punya santri baru yg digadang-gadang besok klo sdh besar manfaatnya bisa dunia akherat… santri tiu terus dibimbing dan di sebut2 dalam munajatnya setiap malamnya..santri baru yg diharap kontribusinya utk kesejahteraan umatnya itu namanya “Brigade 200K”…. sy jg turut mendoakannya semoga santri itu bs belajar dengan cepat dan bisa segera dilepas utk kemanfaatannya… tentu….. santri2 yg lain tetap dalam pantauan dan daftarnya dalam do’a2nya tiap malamnya

    Posted by bandung bondowoso | 26 November 2012, 8:17 am
  60. mari kita kalahkan upin ipin …

    Posted by nuryadid | 26 November 2012, 8:20 am
  61. Alhamdulillah…akhirnya pertamax, eh pertamina nongol jga dengan “hope” nya stelah “ribut2 petrol”,smoga bsa berjaya di asia…terimakasih pak DIS,smoga anda selalu diberi kesehatan dan kebrkahan olehNYA…. Amiiiiin…..

    Posted by Anto | 26 November 2012, 8:21 am
  62. salut untuk PERTAMINA, mudah2an bisa menjadi kebanggaan INDONESIA …. KERJA KERJA KERJA !!!!!!!!!

    Posted by ms_yatno | 26 November 2012, 8:30 am
  63. Saya sangat merasa optimis jika ada langkah-langkah baru yang dibuat dilakukan pak Dis dan konco-konconya, kali ini tentang PERTAMINA yang saat ini memang sedang banyak diharapkan terobosannya oleh masyarakat Indonesia yang baru butuh sekali dengan bahan bakar minyak bumi ( BBM ), dimana dari waktu kewaktu kebutuhannya terus meningkat . Masalah ini memang bisa di jawab dengan 2 cara yakni penghematan disatu sisi dan peningkatan produksi di sisi lain. Walaupun keduanya saat ini baru dilakukan tetapi hambatan-hambatannya cukup banyak pula. Informasi diatas sangat menggembirakan karena ternyata ada upaya keras yang dilakukan oleh Pertamina dengan membentuk brigade 200 k dan 100 k. Memang pertamina sudah lama dimanja sekaligus dijadikan sapi peras di jaman orde baru, namun kini saatnya bangkit dan pro rakyat. Alangkah baiknya bagi Pak Dis untuk memaksa semua Direksi BUMN untuk menerapkan konsep : MESTAKUNG nya Prof. Yohanes Suryo yang telah terbukti membawa manfaat bagi prestasi dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia Internasional. Karena sejarah membuktikan bahwa bangsa kita ini memang harus dipaksa dulu atau dengan kata lain harus kepepet dahulu baru sadar dan bisa berkembang. Terus berkarya Pak Dahlan saya selalu mendoakan agar senantiasa sehat dan berkah. Amin.-

    Posted by KOKO | 26 November 2012, 8:30 am
  64. kita harus kerja kerja kerja dan berdo’a, i love pertamina, i hate pertamini.

    Posted by sandra | 26 November 2012, 8:37 am
  65. 100 besar….masuk ga nih.

    Posted by INHALER | 26 November 2012, 8:51 am
  66. Wewwww anggota brigade pertamina ternyata para srikandi. Masih muda2. Seger tur kinyis2. Mata memandang nampak bening2
    Jayalah pertamina
    Jayalah indonesia
    Kejar harga diri bangsa

    Posted by Fia | 26 November 2012, 8:54 am
  67. absen dulu ahhhhh

    Posted by ikin | 26 November 2012, 9:07 am
  68. Saya masih ingat sekali betapa bangganya temen saya ketika memakai mobil peugeot baru punya ayahnya yang katanya hasil pemberian rekanan, dan ayahnya tersebut bekerja di pertamina………..hohoho…….semoga yang seperti ini juga bisa dihilangkan.

    Posted by narti | 26 November 2012, 9:11 am
  69. Tambahan lagi pak : hukum seberat-beratnya para pencuri minyak yang melubangi pipa Pertamina dan juga para penimbun minyak, nggak peduli rakyat kecil atau besar.

    Posted by Nugraha Prakosa | 26 November 2012, 9:15 am
  70. ADA 2 MH PAGI INI……

    Posted by yuni | 26 November 2012, 9:24 am
  71. pertaminaa………..harus tetep bertamina…jangan sampai berubah menjadi pertamini…apalagi pertaminul…wkkkkk….bisa ngebor terus,,gak bisa ngolah,trus di ekspor….lama2 habis minyaknya diekspor….Shalut untuk setiap langkah yang dilakukan ABAH DAHLAN……..semoga abah selalu dilindungiNYA dan selalu diberi kesehatan olehNYA…

    Posted by rakyat kecil | 26 November 2012, 9:25 am
  72. sebenarnya, off the record. Keputusan MK membubarkan BP Migas, didasari diskusi intensif antara Mahfud MD dan DIS, yg sudah saling kenal sejak lama sekali. Bahkan sejak DIS masih wartawan tempo, dan Mahfud masih dosen baru UII.

    Posted by ANTI_ABU | 26 November 2012, 9:27 am
    • woow berarti ada kong X kong antara pak dahlan dengan mahfud MD untuk menyelamatkan negara, wuaah jika mafia tahu pasti jadi terget people nih 2 orang

      Posted by saeful | 26 November 2012, 11:15 am
    • Wahh … sepemikiran Mas Anti_Abu ….. info yang saya dapet juga begitu, jadi sejak Pak Dis di PLN dulu – ribut-ribut karena tidak dapet gas dan awal-awal masuk BUMN (karena K3S penghasil Gas adalah Prsh Asing), Beliau sudah mendiagnosis masalah BPMigas ini ….. maka dgn bubarnya BPMigas, yang paling happy sebenar Pak Dis. Beliau punya jiwa nasionalisme dan visi yg kuat.

      Kasarnya sih … pake tangan Ormas Islam, ahli perminyakan dan tangan Mahfud (MK) … bubar deh BPMigas dan tercapai tujuannya Pak Dis …… Ruarrrr biasa !!!

      Posted by Agandri | 26 November 2012, 11:21 am
    • mirip gosip investigasi ala si macan ya? terdepan dalam menebarkan fitnah? minim fakta dan banyak prasangka?

      Btw, ID nya serem amat ya? ANTI_ABU? Anti bapak? Anti saya ya :D

      Posted by bapak | 26 November 2012, 11:46 am
    • WOW……keren….. kongxkong demi keselamatan bangsa……

      Posted by yuni | 26 November 2012, 12:39 pm
  73. Membaca tulisan abah Dis selalu membuat darah ini mendidih, walaupun sy ndk begitu paham ttg pertamina, karena sy hanya seorang guru honorer. Semangat luar biasa. ..Makasih abah… Salam kenal buat semua Dahlanis..

    Posted by Triyanto | 26 November 2012, 9:39 am
  74. ya Alloh… trnyata kita cuma punya 20%…..

    Posted by muh mundir | 26 November 2012, 9:41 am
  75. ada yg ngikutin abah nih, kalo yang ini, bener2 tulus atau pencitraan ya ?

    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/324441-ke-daerah–rieke-pilih-tidur-di-rumah-warga

    kayaknya niru2 style nya abah Dis,
    bagus juga, style abah juga sudah menular ke kalangan politikus (yg lg punya niat “nyalon”)

    Posted by PRABOWO | 26 November 2012, 9:46 am
    • gak apa bagus itu, semoga juga tertular nanti gak ikut ngambil gaji nya seperti abah , he he he

      Posted by ajipungkasan | 26 November 2012, 9:52 am
    • Ga natural, lha dah diatur kok, masih milih yg bagus juga kok, bukan keinginan sendiri lagi………tp lumayan lah dah kena virus DI……

      Posted by narti | 26 November 2012, 10:13 am
    • beda Jaaauuuhhh laaaa…klo eneng nyang atu enih tidur di rumah warga karena lagi carmuk dan cari perhatian aliaaaaaaaaaasss pencitraan murni agar keinginannya tercapai untuk menjadi jabar 1, nah klo Pak Dahlan tidur di rumah warga kan emang dah menjabat and dah merupakan trade mark beliau.

      Posted by erust | 27 November 2012, 4:11 pm
  76. i love DIs day

    Posted by mira | 26 November 2012, 9:48 am
  77. Kenapa anggota brigade 200K isinya kaum muda maximum 29 thn? Usia fresh graduate dan experience max 7 thn, inilah bibit2 yg belum atau belum terlalu lama tercemari budaya kerja lama yg “mungkin sudah terlalu banyak berbau KKN”.
    200 bibit unggul yg terus diawasi oleh semua pihak termasuk Pak Dahlan. Bibit yg bisa diharapkan menjadi calon pembersih Pertamina atau istilahnya pemutus budaya korupsi.
    Sebenarnya kalau naik menjadi 200 Rb BPD dari yg sekarang 130 rban BPD sepertinya gak terlalu berat kalau dilihat pertamina menguasai 47% dari semua sumur di indonesia. Meskipun sumur tua tapi belum banyak yg sampai steam atau gas injection.
    Semoga yg dimaksud naik 200k menjadi 330k BPD, dan semoga sumur2 yg dikuasai asing yg habis kontrak bisa diserahkan ke Pertamina, gak pelu diperpanjang lagi, semoga Pemerintah dan pengganti BPMigas segera sadar setelah melihat kerja keras Pertamina era BRIGADE ini. aamiin.

    Posted by JOWI | 26 November 2012, 9:51 am
  78. Kusnanto Hadir Pak Guru,

    Tapi maaf belum bisa mengikuti materi pelajaran, karena sedang mengejar target untuk menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu.

    Posted by Kka Kusnanto | 26 November 2012, 10:15 am
    • komennya ngikooooott… (tapi masih sempet koq baca MH 1b nya tante W.Ning yang memicu semangat baru)
      gitu juga komen2 Om2 semua, Saeful (he he.. sudah denger lagikah progressnya yang listrik itu), Akadarisman (bener Om, udah atuh, jangan dipancing2 mulu, kan kasian), maaf gak disebut satu satu.. pokonya semua komennya dibaca koq.. tapi banyakannya dibales dalam hati aja.
      btw.. sejak 3-4 MH terakhir, rasanya silent reader yang turun gunung nya jadi buanyaaaakkk.. #hepi hepi hepi

      Posted by tedi kp | 27 November 2012, 8:56 am
  79. generasi 200K yang notabene anak2 muda yang belum terkontaminasi permainan kotor dibentuk karene “generasi orba” yang sekarang menjabat terlalu sibuk memikirkan bagaimana untuk mencuri kekayaan pertamina

    Posted by Ingersoll Rand | 26 November 2012, 10:15 am
  80. Laporan mingguan menteri yang mencerahkan dan membuat optimis memandang harapan masa depan yang lebih baik bagi negara ini. Semoga tidak ada lagi yang mengganggu kerja beliau (dpr dan lainnya) sehingga tidak mengganggu fokus kerja pak Menteri membenahi BUMN.

    Posted by cak-mat | 26 November 2012, 10:16 am
  81. Setahu saya kalau orang kerja di pertamina, gajinya “GEDHE” dan sudah saatnya hasil karya orang pertamina juga harus “SEGEDHE” gajinya. P. Dahlan sudah berjanji untuk memonitornya, semoga saja tidak ada orang yang sirik yang akan meresuffle beliau . Selamat berjuang P. DI

    Posted by alba | 26 November 2012, 10:28 am
  82. Saya masih ingat tulisan Pak Dahlan yg ini : “…bukan orang orang yang hanya berpikir, kalau saya kerja keras, saya dapat apa..?? “

    Posted by wonokairun | 26 November 2012, 10:40 am
  83. Reblogged this on belajar sampai gila! and commented:
    Hambatan adalah untuk diatasi, bukan untuk dikeluhkan. Halangan adalah untuk diloncati, bukan untuk diratapi. Rintangan adalah untuk diberantas, bukan untuk ditakuti.

    Saya juga anak muda. Jadi, percayalah :DD

    Posted by fauziahamalia | 26 November 2012, 10:41 am
  84. Mantab!
    Saya suka dengan alinea ini:

    “Tapi, saya tidak mau berputar-putar di situ. Hambatan adalah untuk diatasi, bukan untuk dikeluhkan. Halangan adalah untuk diloncati, bukan untuk diratapi. Rintangan adalah untuk diberantas, bukan untuk ditakuti.”

    Posted by Mochamad Yusuf | 26 November 2012, 11:01 am
  85. semoga dengan kemauan yang besar dan didasari strategi yang mantap, InsyaAllah target yang ditetapkan akan tercapai….Jayalah Pertamina….Jayalah Bangsaku….

    Posted by habib | 26 November 2012, 11:05 am
  86. Manajemen bisnis ala jawapos dicoba diterapkan di bumn. Pertamina mempunyai pasukan khusus yg 100% diisi anak muda, persis spt jawapos di awal jayanya. Minus pengalaman, banyak keunggulan pd anak muda:
    – mempunyai semangat, tenaga, daya tahan tinggi.
    – jika dibanding dgn mengcari/membeli ladang baru, lbh murah mengolah ladang lama. Jadi manajemen risk nya kecil. Urusan ini cocok untk anak muda.
    – fresh graduated, high inovation, but low payment.
    Jadi yg berusia 36 up masihkah ngiri…?

    Posted by G.Hariyanto | 26 November 2012, 11:19 am
  87. 1. Sedikit OOT, takut lupa apa yang beru kepikiran. Walaupun sudah banyak analisa, tapi baru kepikiran bahwa walaupun dilaporkan Poyuono, digosok-gosok orang banyak untuk lapor ke KPK, menurut “boros” saya, ga usahlah Pak DI yang lapor. Urutannya, Direksi BUMN lapor ke DI, lalu DI lapor ke BK. Kalau memang mau memberantas korupsi di dalam lingkungan sendiri, BK-lah yang kemudian harus melaporkan ke KPK. Kalo ditanya bukti, semua sudah pernah lihat bukti. Direksi pasti, DI dapet, sekarnag BK-pun sudah punya bukti itu, dan malah bukti itu di bawah pegangannya. Jadi kalo emang mau diproses ke KPK, atau kalaupun mau diselesaikan sebagai kasus etik saja, silakan deh BK proses. DI kembali aja kerja dan membenahi BUMN serta menindak kasus yang nyata-nyata korupsi di BUMN. Pokoknya, kalo bukan direksinya langsung yang laporkan sebagai korban pemerasan, ya BK-lah yang “punya” DPR.
    2. Untuk Pertamina, ayo buktikan kalo bisa menjadi perusahaan tambang minyak yang dapat diperhitungkan di Asia ini, dan di dunia juga, bersaing dengan perusahaan asing. Sebelum benar-benar bisnis minyak yang tak dapat diperbaharui dihentikan, buktikan dulu jadi yang terbaik. Besok kalau sudah maennya di bukan minyak, ga sempet lagi nanti Pertamina unjuk gigi.

    Posted by apasaja | 26 November 2012, 12:01 pm
  88. Mudah2an Pak BEYE ttp mendukung pak DI sampai 2014… dan sekalian didaulat untuk menggantikan beliau…
    Karena Berlianmu setitik bisa menyinari Malam yg gelap gulita ini…
    Tak ada yg sempurna,,, yg dibutuhkan hanya orang yg benar2 tulus mau membangun bangsa ini.

    Posted by PUTU | 26 November 2012, 1:30 pm
  89. This is excellent news. Great work to u sir. We all should concentrate more on progressing.rather than atrending thinga like DPR invitation for questioning.

    Posted by Toby | 26 November 2012, 1:33 pm
  90. Wahai Dahlanis,

    Mohon informasi produk Pertamina untuk oli motor dan mobil apa saja ya ? Yg recommended ya…
    Saya mau pindah ke olinya Pertamina nih, dari Top1 untuk motor saya dan oli jepang untuk mobil saya..

    Ditunggu pencerahannya..

    Posted by Arif Haliman | 26 November 2012, 1:37 pm
    • @Arif Haliman

      monggo silakan di ‘googling’ aja mas, banyak sekali.

      Posted by andar | 26 November 2012, 4:00 pm
    • Iya Arif …. kalo pertamina semakin membanggakan, Dahlanis pasti akan selalu membeli produk pertamina. Untuk apa membeli produk negara lain, bikin kaya negara mereka saja.

      Posted by Djoko Sawolo | 27 November 2012, 2:54 pm
    • cek buku manual kendaraan, disitu ada info kode viskositas oli yg dibutuhkan (disesuaikan dgn teknologi yg digunakan mesin, misal: suplai BBM karburator ataukah injeksi, suplai udara normal ataukah turbo/supercharge, katup OHV, SOHC, ataukah DOHC, pendinginan udara ataukah cairan/radiator)… trus lihat daftar produk oli Pertamina, cocokkan kode viskositasnya, trus pilih berdasarkan bahan dasar (oli mineral, oli sintetis, atau oli semi sintetis)… biasanya bahan dasar oli menentukan harganya, yg mineral lebih murah, yg sintetis paling mahal…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 28 November 2012, 4:42 pm
  91. Akhirnya kita sendirilah yang mengukir nama kita.

    Posted by Moch. Isnan Tjipto Nugroho | 26 November 2012, 1:41 pm
  92. Banggaaaaaa bangettt dehhh dengarnyaaaaa

    Posted by Bang Bir One | 26 November 2012, 2:00 pm
  93. akhirnya datang juga perubahan di pertamina, saya tunggu tanpa jemu Bos DI,kapan giliran pertamina? hari senin ini terasa indah sekali,harapan baru kembali tersemai.Lanjutkan Bos langkahmu,jangan pernah takut pada orang2 yang terancam kehilangan setoran,mereka pasti akan menggonnggong tapi sudah ompong…..Rakyat sudah cerdas dan pasti ada di belakangmu….!

    Posted by Tabri Waluyo | 26 November 2012, 2:30 pm
  94. Allahuakbar…! Maju terus Indonesia…! MERDEKA… :D

    Posted by Karida | 26 November 2012, 3:59 pm
  95. dahlanis rercinta bukti kongkrit akan dukungan kepada pertamina adalah dengan menggunakan produk pertamina untuk urusan kendaraan kita. TAPI INGAT ; BELINYA DI DEPOT RESMI PERTAMINA, atau di SPBU yang ada. yang dilain tempat biasanya sudah dipalsukan. kecuali di toko-toko terpercaya. Salam dahlainst !

    Zauhar, Yogya.

    Posted by zauhar | 26 November 2012, 4:00 pm
  96. Pertamina…..Pertamina…..Pertamina…….
    anda harapan 135 Juta rakyat Indonesia
    ” Niat” kan dalam segala hal,hanya karena Ibadah ke hadapan Allah,
    Insya Allah,kemudahan dan harapan akan bersama Kita . AMIIN.

    Posted by NAJIB ANSHORI | 26 November 2012, 4:10 pm
    • Asswrwb cak Najib Anshori ;,,,,,hmmmm….135 juta tuh khan lagunya Roma irama dulu cak ??? sekarang udah bertambah lahhh……..??

      Posted by R I Molle | 28 November 2012, 10:44 am
      • Wa’alaikumsalam WW teruntuk saudaraqu RI Molle yg cerdas…
        Maaf Kakak,…,sengaja beta tulis 135 Jt itu (sprti lagunya Rhoma),
        dalam benak beta : itu adalah:
        jumlah rakyat Indonesia yang Muda yang ber Karya,
        juml rakyat Indonesia yang ber-Penghasilan-Cukup kebawah,
        juml rakyat Indonesia yang Prodoktive,
        juml rakyat indonesia yang Cerdas,
        juml rakyat Indonesia yang Sayang dg Abah Dahlan,
        juml rakyat indonesia yang Cinta sama Abah Dahlan,
        juml rakyat Indonesia yang sll men-Doa kan Abah Dahlan,
        juml rakyat Indonesia yang tidak Suka Makan Gaji buta.
        juml rakyat indonesia yang Sederhana,
        juml rakyat Indonesia yang jujur,
        juml rakyat Indonesia yang Berani untuk Benar.,
        juml rakyat Indonesia yang Amanah…
        Dmk Kakak,mdh2an bisa dimaklumi.
        He….he….he….e….,Wassalam.

        Posted by n.anshori | 28 November 2012, 8:01 pm
  97. saya suka saya suka

    Posted by silvi | 26 November 2012, 4:31 pm
  98. Menunggu HOPE-nya P’ DIS nyampe ke PSSI.

    Posted by delta | 26 November 2012, 4:36 pm
  99. Saya karyawati senior BUMN (52 tahun) sangat mendukung Brigade 200 K di Pertamina dan berharap dibentuk brigade brigade muda di seluruh BUMN… karena tenaga kerja muda lebih hebat baik dari ilmu serta tenaga dari tenaga kerja senior… kami siap untuk sharing pengalaman….
    Kami pensiun sebentar lagi dan mengharapkan BUMN di tempat kami bekerja menjadi maju dan lebih maju lagi … Pak DIS hebat … sudah membuat contoh di Pertamina… semoga akan menyebar di seluruh BUMN…
    Hidup Pak DIS ….

    Mbak Ning saya yakin big zaman akan sukses dan tidak lupa kacang akan kulit ….

    Posted by dewi syahrul | 26 November 2012, 4:40 pm
  100. Hampir telat kasih koment hari ini.

    Posted by Royan | 26 November 2012, 4:53 pm
  101. test

    Posted by koreksi diri | 26 November 2012, 8:34 pm
  102. gara2 email eror jd telat ksh komennya..luar biasa,mnrt saya inilah BUMN yg trbnyk mafianya,saya prcya dibwh P.Dahlan akn bnyk pembenahan didlmnya.Manajemen ala JP jg diterapkn,diajak brfikir & krja lbh keras lg..semangat malamm !! Demi Indonesia..

    Posted by koreksi diri | 26 November 2012, 8:44 pm
  103. Salam kenal co…! Aku pak Guru yang siap menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk mendidik anak-nak bangsa.
    Segala daya dan upaya akan aku maksimalkan untuk menciptakan anak anak muda yang akan menjadi roda perubahan. Aku dukung program pak DIS dan aku siap menjadi pemasok generasi yang handal.

    Posted by Pak Pras | 26 November 2012, 9:07 pm
  104. Kehidupan surgawi dimulai tidak menunggu sedudah kematian atau sesudah kiamat. Ia dimulai disini, sekarang di dunia ini.Yaitu dengan membiasakan diri hidup dengan kebiasaan-kebiasaan para penghuni surga. Maka, siapapun hyang hidup dengan kebiasaan-kebiasaan pikiran,sikap, tindakan dan ucapan para penghuni surga, berarti dia telah memulai kehidupan surgawinya disini, sekarang. (mengenang guru tercinta Sumardi E. Ya ALLAH muliakanlah beliau di sisi Mu, ampuni dosa beliau dan terimalah amal ibadah beliau, Amin)

    Posted by ajipungkasan | 26 November 2012, 9:15 pm
  105. Tidak tahu soal perminyakan. Do’aku semoga brigade 200K berhasil mencapai niatnya.

    Posted by Widi | 26 November 2012, 10:20 pm
  106. maaf oot
    Pakde kemana ya? Apa kabar pembangkit listriknya? Apa ada temen2 yg tahu?

    Posted by ssmamaze | 27 November 2012, 4:14 am
  107. Hebatnyaaa…

    Posted by 2nrae | 27 November 2012, 7:18 am
  108. Mengapa cuma 20%,,,,?????harusnya dan maunya kita jadi tuan di negri sendiri,,,,mudah2an bisa dan yakin bisa,,,lankut pak DIS,,,,,,

    Posted by ahmadZakaria | 27 November 2012, 12:13 pm
    • Mengapa pertamina cuma menguasai 20%. Mungkin gak kuat bayar fee nya mas.

      Posted by G.Hariyanto | 27 November 2012, 2:55 pm
      • SAAT ITU, kita masih miskin…sementara negara-negara barat ( yang sudah lama merdeka )sudah mulai expansi…
        Pengeboran minyak membutuhkan MODAL yang sangat besar dengan RESIKO yang cukup tinggi ( kandungan minyaknya tidak tentu, sementara biaya pengeboran sudah pasti keluar…)

        Kita juga MAUNYA BERKUASA atas tambang di negeri sendiri, TAPI karena gak ada modal, jadilah tepaksa…DIBERIKAN HAK ke negara lain(pihak swasta LN ) dengan konsesi kita punya 20% kepemilikan.

        Dalam perkembangannya BUMN apalagi PERTAMINA dijadikan ” sapi perah…” oleh oknum pejabat… ini sangat tidak menunjang untuk kemandirian.

        BARULAH PERIODE DAHLAN ISKAN, BUMN dibenahi, kebocoran dibendung dan kinerja ditingkatkan… sehingga tercipta kondisi seperti yang ditulis Abah di atas.

        Demikian yang saya tahu, kalau ada yang melengkapi, saya sangat senang. Berbagi inspirasi.

        Salam Dahlanis. Gbu

        Posted by W. Ning | 27 November 2012, 6:10 pm
        • yups, setuju. tapi yang jelas birokrasi juga turut andil besar dalam menghambat majunya pertamina. kalau sekedar modal dan transfer teknologi tidak perlu sampai umur pertamina 60 tahun (lihat petronas). sebuah langkah cerdas ketika teknologi dan modal sudah dikuasai, tinggal hambatan birokrasi yang dibabat habis. bp migas yang selama ini sebagai regulator migas dibubarkan karena lebih berpihak kepada asing. tinggal pertamina yang harus mengambil kesempatan mengelola migas indonesia yang nilainya sekian ratus triliun itu. pembentukan brigade 200k adalah usaha yang nyata untuk mewujudkan cita2 itu. tapi mengapa ditarget dalam 2 th, hmmm… mungkin ada yg tahu?

          Posted by Dahlanis | 27 November 2012, 6:49 pm
          • birokrasi perminyakan memang perlu direformasi. masih ingatkah kita kasus perebutan blok cepu antara pertamina dan exxon. pemerintah memberikan hak operator kpd exxon dengan alasan lebih mampu dibanding pertamina. bukti ketidakpercayaan diri pemerintah. melihat kondisi perminyakan sekarang, mungkin sby jadi menyesal. tentang target brigade 200k yang 2 th itu, mungkin berhubungan dengan tahun politik. atau berhubungan dengan sifat minyak yang licin dan mudah terbakar….hehehe…

            Posted by G. Hariyanto | 27 November 2012, 10:00 pm
          • Seandainya DIS telah duduk jadi menteri BUMN sebelum terjadinya perebutan blok Cepu, tentu SBY akan diyakinkan oleh DIS bahwa Pertamina sanggup mengerjakannya. Betul kan mas Hariyanto …
            Salam

            Posted by Aldizy | 27 November 2012, 10:45 pm
          • 20% itu Pak Dahlan sebenarnya gak pingin bikin Pertamina terlalu malu, target Pertamina thn ini aja cuman 130KBPD, nasional sekitar 870KBPD, itu kan cuman 15%.
            Sementara yg 2 thn itu kan target durasi sebuah engineering design, pembelian dan konstruksi sebuah system yg membantu minyak agar bisa dipompa. Kebanyakan sumur pertamina adalah sumur kuno yg tekanan minyaknya gak terlalu besar atau bahkan gak nyampe mulut pompa…agar bisa dipompa diperlukan bantuan agar level minyaknya naik, bantuan itu bisa berupa air, uap air atau gas yg disuntikan kedalam sumur. Alat2 untuk nyuntik ini yg perlu duit dan waktu. Sementara dividen pertamina 35% dari laba, sisanya dipakai untuk operasi dan bayar karyawan tentunya gak terlalu banyak yg bisa dipakai untuk investasi baru, mungkin duitnya juga nunggu utangan atau laba tahun depannya.

            Posted by JOWI | 28 November 2012, 6:27 am
        • Komen yang sangat bagus dari rekan-rekan, membuat saya semakin lebih tahu tentang pertamina.

          Posted by Djoko Sawolo | 27 November 2012, 10:30 pm
    • Jawabannya krena kita bodoh… cuma dikasi fee aja sudah senang…
      Tak ada yg mau berpikir gimana kalau kita yg jadi mpunya dapet yg 80%…
      Dari dulu INDONESIA di hisap oleh bangsa sendiri, bangsa lain spt Singapura dan Malaysia…

      KALAU INDONESIA mau berpikir maju, Nasibnya ga jauh2 dari CINA dan KOREA… atau bahkan mkn lebih…

      Posted by PUTU | 27 November 2012, 5:20 pm
  109. Pertamina dengan 200k, seharusnya Indonesia ikut jejak dengan 500k ( 15 Tahun harus mencapai sasaran sebagai negara maju ) ayoooooo !!!!! kita bisa dengan menularkan virus HOPE ini kemana-mana, kita bikin indonesia maju dan merdeka dari KKN. sip lah.

    Posted by Sofyan Usamah | 27 November 2012, 1:25 pm
  110. pertamina maju pendidikan ikut terbantu. Pertamina sudah mulai memikirkan pendidikan anak negeri. Investasi cerdas oleh Pertamina. Semoga bantuannya di bidang pendidikan menjadikan laba pertamina barokah

    Posted by harsia | 27 November 2012, 6:49 pm
  111. Negara kita SDA minyak dan gas tersedia. SDM ada, yang perlu ditingkatkan adalah bidang penelitian. Karena pembangunan dan penelitian sisi mata uang yg tidak bisa dipisahkan.

    Posted by Fajar | 28 November 2012, 2:08 am
  112. Papernya Pak Kurtubi di Media Indonesia:
    Kurtubi : BP Migas Bubar Percepat Kemakmuran Rakyat!

    Kurtubi Alumnus Colorado School of Mines (CSM), Denver Ecole Nationale Superieure du Petrole et des Moteurs (ENSPM), Paris pengajar Pascasarjana FE UI Pertamina ke depan haruslah didorong menjadi perusahaan minyak nasional yang besar, efisien dan transparan yang bertugas menjamin pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri dan memaksimumkan pengelolaan kekayaan migas nasional bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

    BANYAK pihak merasa bahwa keputusan Mahkamah Kon stitusi (MK) yang membubar kan BP Migas bak halilintar di siang bolong. Mengagetkan karena tidak disangka-sangka. Suatu keputusan yang dirasakan sangat drastis.
    Sebuah lembaga negara yang dikenal luas oleh rakyat berkat iklannya yang banyak terpampang di hampir semua media cetak dan elektronik ternyata kini harus menerima kenyataan: bubar! Bubar terhitung mulai dibacakannya keputusan MK pada pukul 11.00 WIB 13 November 2012 karena keberadaannya dinilai melanggar konstitusi.

    Sebagai negara merdeka yang modern dan demokratis, seluruh kehidupan berbangsa haruslah didasarkan atas konstitusi, termasuk urusan pengelolaan kekayaan alam migas yang diatur dalam Pasal 33 UUD 1945, dengan ayat 3 menyatakan bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya (termasuk minyak dan gas yang ada di perut bumi) dikuasai negara dan dipakai untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

    Frasa `untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat’ merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tata kelola kekayaan migas yang harus dikuasai negara. Ini berarti bahwa tidak boleh ada sistem tata kelola yang tidak memungkinkan tercapainya pengelolaan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

    Saat ini, frasa `untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat’ mustahil bisa dicapai karena sistem tata kelola yang diserahkan ke lembaga nonbisnis, dalam wujud BP Migas. Contoh konkret yang paling aktual ialah biaya pokok penyediaan (BPP) listrik oleh PLN yang melonjak berakibat melonjaknya subsidi listrik yang berujung pada naiknya TTL (tarif tenaga listrik) yang harus dibayar rakyat dan kalangan dunia usaha. Melonjaknya BPP listrik disebabkan pembangkit PLN kekurangan gas. Pada saat yang sama, gas dari Tangguh Papua diekspor ke luar negeri dengan harga sangat murah.

    Ketiadaan gas untuk PLN dan terjualnya gas ke luar negeri dengan harga murah disebabkan status BP Migas sebagai pengelola kekayaan migas nasional, tidak bisa berbisnis, tidak bisa membangun pabrik LNG, dan tidak bisa menjual gas milik/bagian negara sehingga harus menunjuk pihak lain.
    Potensi pelanggaran Sewaktu British/Beyond Petroleum ditunjuk membangun train 1 dan 2, dan seluruh kapasitas pabrik sebesar 7,5 juta ton direncanakan diekspor ke China, Korea, dan Ame rika Serikat,

    di sini terjadi potensi pelanggaran hukum.

    Mengapa ?

    Sewaktu BP mengajukan POD (plan of development) ke BP Migas tidak ada satu tetes pun gas yang akan dihasilkan train 1 dan 2 dialokasikan untuk kepentingan dalam negeri?
    Padahal pembangkit PLN dan kalangan industri sangat membutuhkan gas.
    Kalau gas dari train 1 dan 2 sejak dini sebagian dialokasikan untuk dalam negeri, kebutuhan gas dalam negeri akan terpenuhi, tentu dengan terlebih dahulu membangun infrastrukturnya.

    Menurut BPK, PLN rugi Rp37 triliun hanya dalam tempo dua tahun karena kekurangan gas. Ketika LNG Tangguh dijual murah ke China, potensi kerugian sekitar Rp30 triliun/tahun yang kalau harga jualnya tidak diubah untuk mengikuti harga jual yang normal, negara bisa rugi sekitar Rp600 triliun untuk masa kontrak 20 tahun.

    Contoh lain kerugian negara dengan sistem tata kelola di bawah BP Migas ialah menyangkut blok produksi yang selesai kontrak. Hingga 2021, sekitar 12 blok produksi migas yang akan selesai kontrak, termasuk blok-blok besar seperti Blok Mahakam yang menghasilkan 34% dari produksi gas nasional, akan selesai pada 2017. Blok Rokan yang menghasilkan minyak mentah sekitar 47% dari produksi minyak nasional akan selesai pada 2021.

    Menurut ketentuan, blok produksi yang selesai kontrak dikembalikan ke negara dengan seluruh asetnya sudah menjadi milik/hak negara, baik berupa sisa cadangan migas yang ada di perut bumi maupun semua infrastruktur produksi. Mestinya blok yang sudah selesai kontrak dikembalikan dan dilanjutkan pengoperasiannya oleh negara. Namun, karena BP Migas bukan perusahaan, mustahil bagi BP Migas untuk melanjutkan operasi produksinya. Akibatnya, timbul rekayasa untuk diperpanjang atau dioper ke kontraktor lain.

    Memperpanjang kontrak blok produksi yang sudah selesai kontrak sama artinya dengan memberikan secara gratis (semacam sedekah) harta milik negara kepada kontraktor. Itu pasti melanggar konstitusi (Pasal 33), melanggar etika (karena rakyat Indonesia sendiri masih miskin), dan bahkan berpotensi melanggar hukum alias tindakan kriminal (dengan merekayasa/ kongkalikong).

    Contoh Blok MAHAKAM

    Pasalnya, meski kontraktor menjanjikan akan menginvestasikan dana besar, katakanlah dalam kasus Blok Mahakam misalnya mereka akan investasi US$5 miliar, toh seluruh dana yang diinvestasikan itu pasti akan dikembalikan sepenuhnya, lewat cost recovery. Jadi, kontraktor akan menerima uang gratis (semacam sedekah) dari Indonesia sebesar 30% dari nilai produksi gas setelah dikurangi cost recovery yang juga diterima utuh oleh kontraktor.

    Kalau nilai sisa cadangan gas yang bisa diproduksi US$20 miliar dan tambahan investasi oleh kontraktor sebesar US$5 miliar, dalam tempo lima tahun produksi, investasi US$5 miliar akan diterima kembali secara utuh oleh kontraktor lewat cost recovery dan kontraktor akan memperoleh uang gratis dari Indonesia sebesar = (US$20 miliar ­ US$5 miliar) x 30% = US$4,5 miliar atau sekitar Rp42 triliun! Hitungan yang disederhana kan itu juga berlaku untuk Blok Rokan yang akan selesai kontrak pada 2021 dengan nilai sisa cadangan minyaknya bisa mencapai lebih dari US$100 miliar.

    Agar blok produksi yang selesai kontrak (setelah dioperasikan kontraktor sekitar 50 tahun) bisa kembali 100% ke negara sehingga negara tidak `dipaksa’ untuk memberikan uang sedekah secara gratis kepada mereka, pihak yang diserahi mengelola kekayaan migas nasional dan yang menandatangani kontrak dengan kontraktor haruslah BUMN (Pertamina).

    Tuduhan bahwa Pertamina memerankan fungsi ganda, sebagai operator sekaligus regulator, sehingga menimbulkan conflict of interest, merupakan tuduhan yang tidak benar yang sengaja dihembuskan IMF dan pihak-pihak tertentu untuk mengegolkan RUU Migas di DPR 1999-2001.

    Pertamina tidak pernah sebagai regulator

    Pertamina berdasarkan UU No 8/1971 adalah pemegang kuasa pertambangan yang bertugas memaksimumkan kekayaan migas bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Pertamina bukan perusahaan migas yang harus bersaing dengan perusahaan asing di negerinya sendiri karena Pertamina mewakili negara sebagai `pemilik’ migas yang ada di perut bumi.
    Mendorong Pertamina Pertamina berkontrak dengan perusahaan asing sebagai kontraktornya, bukan sebagai pesaing. Sejak Pertamina lahir hingga hari ini, Pertamina tidak pernah berfungsi sebagai regulator.
    Yang membuat regulasi (regulator) dari dulu ialah pemerintah. Contoh sebelum UU Migas, produksi minyak masih tinggi, selalu di atas kuota OPEC. Setiap OPEC meminta Indonesia mengurangi produksi, pemerintahlah yang mengatur perusahaan-perusahaan mana yang harus mengurangi produksi.
    Demikian juga dalam hal harga BBM.
    Pemerintahlah yang memutuskan dan mengumumkan penaikan harga BBM.
    Bukan regulasi Pertamina! Kini kembali tuduhan serupa dihembuskan pihak-pihak yang menginginkan agar negeri yang rakyat miskinnya sekitar 60 juta orang (standar kemiskinan Bank Dunia) harus menyedekahkan hartanya kepada para kontraktor dengan cara kekayaan migas nasional tetap dikelola BP Migas dan sejenisnya meski BP Migas sudah dibubarkan MK! Solusi yang sangat sementara melalui Perpres No 95/2012 yang mengalihkan tugas dan fungsi BP Migas ke lembaga nonbisnis di bawah koordinasi Kementerian ESDM harus segera disempurnakan lewat perpres yang baru atau lewat peraturan pemerintah pengganti UU (perppu) yang mengalihkan tugas dan fungsi BP Migas ke Pertamina.

    Pertamina ke depan haruslah didorong menjadi perusahaan minyak nasional yang besar, efisien dan transparan yang bertugas menjamin pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri dan memaksimumkan pengelolaan kekayaan migas nasional bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Termasuk dibuka kemungkinan untuk memonetasi aset cadangan migas guna mengakumulasi dana untuk melunasi utang negara dan membiayai infrastruktur secara masif di seluruh Indonesia.

    Peluang itu mungkin, dengan memanfaatkan perkembangan empiris dalam ilmu ekonomi energi dan sumber daya alam dalam 30 tahun terakhir ini, yakni aset yang berupa cadangan migas dan tambang yang ada di perut bumi, bersifat bankable (bisa dijadikan agunan di bank) untuk memperoleh pinjaman, dan juga bersifat tradeable (bisa diperdagangkan) meski aset/cadangan migas dan tambang secara fisik masih berada di perut bumi.

    Yang bisa melakukan aksi bisnis seperti itu tentu pemilik dari aset tersebut yang harus diwakili BUMN, bukan oleh BP Migas dan lembaga sejenisnya yang tidak bisa berbisnis. Untuk itu, DPR dan pemerintah harus segera melahirkan UU baru yang meng atur tata kelola migas nasional yang menyatakan secara jelas bahwa kekayaan berupa cadangan yang ada di perut bumi dikuasai dan dimiliki negara. Kepemilikan oleh negara diserahkan kepada BUMN yang diberi tugas untuk memaksimumkan pengelolaannya bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat, termasuk dengan berkontrak dengan perusahaan asing/swasta dan dengan memonetasi aset cadangan migas.

    Posted by JOWI | 28 November 2012, 8:20 am
    • Asswrwb cak Jowi ; hmmmm…matur suwun iinfonya semakin menambah pencerahan pandangan kita terhadap kemakmuran rakyat Indonesia…

      Posted by R I Molle | 28 November 2012, 11:19 am
      • Wa’alaikumsalam saM; sepertinya ulasan pak kurtubi dan juga keputusan MK bisa dipakai sebagai Manufacturing Hope buat pemerintah, semoga saja bisa direalisasikan.

        Posted by JOWI | 28 November 2012, 1:01 pm
        • Gak perlu buat UU ke enakan tuh DPR, pake Peraturan Pemerintah aja, segera terbit, kalo belum sempurna nanti sambil jalan bisa disempurnakan. Jangan biarkan DPR mengobok-obok/minta buat undang2 soale otak DPR otak UNdang. Kelamaan keburu kacobalao, apalagi DPR mau aksa ikut nimbrung payah. OOooooiiiiiiiiii menteri ESDM ceput tuh bikin PP, suruh bantu bikin sama Perguruan Tinggi Tuh biar cepet. Dasar menteri dan pembantunya biasa lelet ada yg segera ditangani masih pura2 gak tau aja.kerja………..kerja……….kerja……..

          Posted by aba musa | 28 November 2012, 6:12 pm
    • Wah Bahaya ini, bisa jadi Ladang baru buat DPR… Harus Diamankan…
      Para investor Nakal biasanya menyogok DPR untuk membuat RUU sesuai pesanan mereka.

      Saya sangat yakin ini bisa dikelola oleh BUMN sendiri dan tentunya hasilnya untuk Indonesia ini…
      Mudahan tambah maju kedepannya.

      Putu

      Posted by PUTU | 28 November 2012, 1:36 pm
  113. Se7 Pak Jowi, memang bangsa Ini sudah terlalu lama berada dibawah ketiak bangsa lain dalam hal penguasaan tambangnya. Sudah saatnya kita dan terutama para pemangku kebijakan di negeri ini lebih berpihak kepada rakyatnya sendiri yang notabene merupakan pemilik legal dan kodrati kekayaan alam itu.

    Perlu sumbangsaran dari seluruh stakeholder pertambangan kepada pemerintah untuk membuat peraturan seperti itu dan tentu rakyat seluruhnya harus mendukung, bila perlu pasang badan.

    APA YANG DAPAT KITA PERBUAT SEKECIL APAPUN lakukanlah, sebagai setitik air dilautan, jika ada 250 juta titik air maka ia berubah menjadi lautan. bukan begitu Pak Jowi.

    Gak pake alasan macam-macam. sudah 60 tahun Indonesia merdeka, sudah saatnya kita mengejar ketertinggalan dari bangsa lain dengan cara mengoptimalkan seluruh kekayaan bumi, laut dan udara kita 100.000 persen buat kemakmuran dan kesejahteraan bangsa. TITIK

    Buat Dahlanis tetap semangat dan mari berbagi HOPE.. ayoooooooooo!!!!!

    Posted by Sofyan Usamah | 28 November 2012, 9:04 am
    • Bener Pak Sofyan..sbg warga yg nonton kita cuman bisa mendo’akan dan menyebarkan berita/harapan kesekitar kita bahwa anak negeri sebenarnya bisa berperan lebih besar lagi.

      Seperti yg diungkap Pak Kurtubi bahwa semua biaya investasi pembangunan dari kompeni asing yg berhasil menemukan minyak semua pengeluaran akan dikembalikan ke mereka. Dan juga biaya operasi termasuk semua biaya keluarga bule pekerja di pabrik itu juga ditanggung pemerintah melalui cost recovery…lha enak banget to si kompeni asing mengelola yg bisa dikatakan gak keluar duit tapi nantinya dapat bagian laba. Trus kenapa kalau kontrak mereka sudah habis kok msih diperpanjang lagi, kan klausalnya kalau sampai masa kontrak habis semua yg ada disitu jadi milik pemerintah. Kenapa gak diberikan pertamina untuk mengelola.

      Blok Rokan Riau dikuasai caltex yg sekarang ganti nama chevron dari thn 1939 padahal penyumbang lebih dari 40% produksi diperpanjang kontraknya sampai 2021. Blok Mahakam Kaltim sebagai penyumbang lebih dari 30% produksi indonesia dikuasai asing sejak 1920 dan rencana berakir thn 2017pun sepertinya masih mau diperpanjang lagi kontraknya….sepertinya kita semua harus lebih banyak mendo’akan biar pemerintah berani berbuat lebih baik di migas, biarpun ada mafia tapi tetep maju demi masa depan lebih baik anak cucu bangsa.

      Posted by JOWI | 28 November 2012, 9:32 am
      • kue kue besar itu sudah mulai diperhitungkan pak dahlan, tapi jangan pak dahlan yang menggembor gembor bahaya kalau pak dahlan jadi target attack mafioso, biarlah yang lain seperti pak kurtubi , LSM yang bukan pro asing sambil menunggu pertamina siap dari segi finansial dan SDMnya,

        disuruh merebut 200 T juga pertamina sudah megap megap, tapi kalau pemerintah berani subsidi 300 T BBM distop saja dalam kurun waktu 2 tahun dan di investasikan untuk mencgeksplorasi sumber daya alam dan memperbaiki infrastruktur , maka lahirlah nagara sejahtera gemah ripah loh jinawi,

        biarlah gas yang ada di pertu bumi jadi emas terpendam dulu menunggu anak bangsa yang ikhlas mengelolanya , bukan untuk dijual tapi untuk dinikmati anak cucu

        Posted by saeful | 28 November 2012, 11:13 am
        • Kalau SDM sepertinya sudah sangat siap pak karena banyak ahlinya yg tersebar diberbagai kompeni dan diberbagai negara, mungkin strategi pemerintah yg kurang pas. Contohnya BUMN tempat saya nguli, thn 33 baru berdiri sbg konsorsium kompeni asing yg diijinkan mencari minyak. Thn 73 pemerintah membeli 25% sahamnya, thn 74 beli lagi total jadi 60% dan akirnya th 80 semua saham dibeli dan 100% jadi milik pemerintah.
          Karena yg diijinkan hanya konsorsium itu otomatis semua ladang minyak jadi milik pemerintah dalam waktu 47 thn sejak ada explorasi. Sejak thn itu BUMN ini makin berkembang hingga membeli beberapa ladang minyak dinegara lain, hingga thn ini oleh Forbes di nobatkan sbg kompeni minyak terbesar didunia.

          Coba diindonesia sejak merdeka 67 thn lalu mempunyai kebijakan setelah kontrak dg asing habis langsung diambil alih, Insha Allah Pertamina dah maju juga.

          Kalau subsidi BBM mungkin sangat rawan Pak Saeful kalau ditiadakan dlm 2th, kan saat ini disubsidi 50% nah kalao dalam setaon harga BBM naik 25% bisa2 ada reformasi dari rakyat. Mungkin 10th masih bisa diterima.

          Sepertinya pemerintah sering bilang cadangan devisa yg hampir 1000 trilyun rupiah, bisa nggak yg 10% dipinjem dulu buat investasi.?

          Posted by JOWI | 28 November 2012, 11:54 am
          • bukankah kekayaan alam yang masih terkandung di perut bumi bersifat bankable dan tradeable, sehingga bisa digunakan sebagai permodalan. menurut saya masalah utamanya masih dibirokrasi/uu nya. menurut uud semua kekayaan alam harus dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat, secara teknis belum ada strukturnya. jadi perlu dibuat institusi khusus untuk mengelolanya, atau diserahkan saja kepada bumn.

            Posted by G. Hariyanto | 28 November 2012, 1:17 pm
          • Bener Pak Har bisa dijadikan agunan ke bank, cuman kalau sudah ketahuan berapa volumenya dari hasil analisanya.
            Dari foto satelit bisa dipetakan kemungkinan ada sumber minyaknya, tapi itu blum tentu bener, makanya perlu diteliti. Untuk satu sumur minyak perlu dana hampir 300milyar rupiah, seperti informasi Pak Priyono ex bos BPMigas, itupun blum jamin kalau ada isinya, kalau ada hasilnya dan dibor beberapa titik dan dianalisa volumenya baru deh bisa dijadikan agunan ke bank. Dari data BPMigas 2 thn terakir ada sekitar 42 sumur yg stelah di bor ternyata kosong, katanya 11 trilyun lebih duit investor hilang.

            Posted by JOWI | 28 November 2012, 1:55 pm
          • pak jowi terima kasih atas informasinya, hambatan yang kedua memang masih ada rasa curiga terhadap BUMN yang masih belum bersih, mudah mudahan kedepannya setelah ditata ada yang meneruskan semangat pak dahlan untuk meratakan pembangunan dan meratakan kesejahteraan,
            saya harap pak dahlan bisa membuat generasi selanjutnya di BUMN sebelum beliau barakhir masa jabatannya ya minimal ada 100 orang lah yang punya visi dan misi yang hebat dan tidak tergoyahkan dengan politik

            Posted by saeful | 28 November 2012, 3:03 pm
          • siap pak jowi, makin tahu tentang perminyakan. satu lagi dari opsi revitalisasi sumur tua dibanding dengan pencarian ladang baru, kira2 mana yang lebih efisien?

            Posted by G.Hariyanto | 28 November 2012, 6:50 pm
      • Ungkapan yang sangat bagus Pak Jowi, demi Indonesia sudah seharusnya semua ikut memikirkan dan bertindak nyata, tanpa basa basi kita sebagai anak-anak bangsa yang besar ini harus memberikan sumbangsih nyata, minimal kalau samapai 2014 semua tidak berubah, kita usung Pak Dahlan Iskan jadi RI 1 dan tanpa kompromi.

        kita semua sudah pada tahu bagaimana kualitas tokoh-tokoh yang digadang-gadang jadi calon RI 1, semua yang santer diberitakan kecuali Abah DIs adalah tokoh-tokoh neolib yang berkiblat pada korporasi manca negara, kapitalis tulen. maaf-maaf memang begitu adanya, jadi buat apa mengusung pemimpin yang tidak memikirkan kesejahteraan rakyatnya, lebih baik rusak kertas suara jika Abah DIs tidak tertera disana.

        Maaf komentar ini timbul karena kegusaran hati melihat kondisi bangsa, jadi jika tidak berkenan mohon diabaikan saja Pak. Salam

        Posted by Sofyan Usamah | 28 November 2012, 3:18 pm
  114. Asswrwb cak Rambli ; iki sampean cerita masalah per TOGEL an ya ??

    Posted by R I Molle | 28 November 2012, 10:49 am
  115. Reblogged this on pandeagus.

    Posted by guspande | 28 November 2012, 11:03 am
  116. Tapi, saya tidak mau berputar-putar di situ. Hambatan adalah untuk diatasi, bukan untuk dikeluhkan. Halangan adalah untuk diloncati, bukan untuk diratapi. Rintangan adalah untuk diberantas, bukan untuk ditakuti.”
    good quotes

    Posted by alfata | 28 November 2012, 1:13 pm
  117. Wah kok soyo sepi saiki…..sepinya dirimu tak se-sei hatiku hehehhee

    Posted by mbakku | 28 November 2012, 3:10 pm
  118. dont get distracted ! nah lo nah lo… nah lo nah lo….
    ada yang kena sentil… wadouwww !!!

    Posted by nahlo ! | 28 November 2012, 3:15 pm
  119. Timnas Indonesia saat ini. sangat menyedihkan namun mengharukan… disaat pemerintah hampir tidak mau menoleh, saat mereka ” ditinggalkan” oleh bapak-bapak mereka yang memilih egoismenya daripada nasionalisme…

    Mereka para pemain itu…seperti anak-anak yang saling menguatkan diantara mereka untuk tetap memberikan yang
    terbaik untuk Ibu pertiwi… hanya bekal ketulusan, kemauan dan DOA dari penggemar sepak bola di Indonesia, mereka bisa mencetak prestasi…

    Saat selesai sholat maghrib saya berdoa ” Ya Allah, kalau mereka bisa 0 , 0 ( kosong-kosong) saja sudah hebat… tapi kalau bisa menang itu LUAR BIASA !

    Dan ternyata timnas saat ini LUAR BIASA ! ! !

    Terima kasih sudah membuat rakyat bangga dan bahagia… doa tulus dari kami untuk kalian semua… Gbu All.

    Posted by W. Ning | 28 November 2012, 7:31 pm
  120. http://kickdahlan.wordpress.com/2012/11/28/dahlan-indonesia-harus-punya-pusat-peluncuran-satelit/

    Kalo ini terwujud, jadi kebanggaan Indonesia. Mudah-mudahan semua stakeholder bisa berkontribusi. Ayo LAPAN, BPPT, PTDI, Dahana bersimbiosis mutualisma, buat roketnya, jangan hanya punya tempat peluncurannya.
    Buat Dahlanis, adakah yang punya kompetensi bidang ini, mohon dishare bagaimana peta kekuatan kita di bidang ini.
    Salam

    Posted by Aldizy | 28 November 2012, 8:02 pm
  121. Tukang Fitnah !!!!

    Posted by komedi | 28 November 2012, 10:06 pm
  122. ada yang minta maaf lagi, tapi kali ini dirut bumn yang jadi pembisik minta maaf ke anggota dpr. oalaaahhh hanya satu kata : CEMEN !

    Posted by nahlo ! | 28 November 2012, 11:57 pm
  123. ??????????Desember 2012-Januari 2013 APINDO VS PEMERINTAH

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 29 November 2012, 6:50 am
  124. Kerja….kerja….kerja…!!!!

    Saat jenuh datang, main kesini, refresh!!!!

    Salam

    Posted by ricky gonzales | 29 November 2012, 7:24 am
  125. Wahai para Dahlanis, kalo ada yang mengkritik Pak DI, boleh dong, ada yang tahu jawaban? Saya bukan sejenis pencela buta ala CR or NL. Tapi pencari kebenaran saja. Jika ada jawaban rasional saya berterima kasih.
    1. Apa tanggapan Dahlanis terhadap salahnya lagi nama anggota DPR yang dituduh memalak? Pertama direvisi, salah, 2 nama diganti. Lalu penggantinya yang Muhammad Hatta itu, salah lagi kemudian. Ini kan jadi preseden buruk buat DI maupun jajaran BUMN.
    2. SBY walaupun tidak secara gamblang menyebutkan para menteri harus bekerja sesuai yang sudah direncanakan dalam APBN, intinya sesuai tupoksi ya. Jangan sampai yang pokok-pokok terlewatkan, dan lebih mengutamakan yang ngga pokok, yang ide sendiri, walopun bagus, walopun patut dikasih jempol. Kalau bukan DI siapa lagi yang dimaksud? Artinya SBY melihatnya tugas pokok Pak Menteri satu ini tidak dilaksanakan? Atau justru karena sudah dilaksanakanlah, kemudian sibuk dengan yang diistilahkan “pencitraan”? Gimana hayo tanggapannya?

    Posted by ban serep | 29 November 2012, 7:37 am
    • Jika memang ada nama yang tidak terlibat .. ya memang harus direvisi sekaligus jumpa pers untuk pemulihan nama baik. Bagi pembaca yang memang hidup bersih dari korupsi, mengapa harus risih??? Korupsi itu jahat … jangan sampai anak istri diberikan makan uang hasil korupsi.
      Mengenai komentar SBY, ya biarkan saja. BUMN tidak bisa dikelola dengan menggunakan “irama keroncong atau seriosa” .. terlalu lamban. Hal ini menjadikan BUMN tidak dapat bersaing di wilayah regional.

      Posted by Djoko Sawolo | 29 November 2012, 9:25 am
      • Berkali-kali kan DI bilang, kalo yang seperti ini tidak cukup dianggap bukti, saya tidak tahu harus bagaimana lagi memberantas korupsi di negara ini. Lha, buktinya saja salah terus, dan kesannya fitnah kan jadinya. Begitu gampangnya menyebut nama si anu tukang palak. Sekali sih OK. Ini dua kali lho. Kan kasian keluarganya yang sudah terlanjur dicap koruptor di masyarakat. Hati-hati deh kalo bicara.

        Posted by ban serep | 1 Desember 2012, 1:43 pm
        • Hanya orang bodoh yg tidak bisa melihat DPR sarang korupsi…
          Mereka jadi anggota DPR aja udah bayar mahal… Milayaran rupiah terkuras…
          Saatnya menebus duit yg keluar… hahahaha….
          Kalo sudah dipeti mati baru dah bicara jujur…

          Posted by PUTU | 1 Desember 2012, 5:17 pm
    • Secara pribadi sih saya tak tertarik dengan abah Dis yang diseret-seret ke politik, saya menganggap itu TIDAK PENTING. Yang saya apresiasi dari abah Dis adalah apa yang TELAH ADA DAN BISA SAYA LIHAT dan saya dengar, misalnya perbaikan BUMN pabrik gula, dimana bapak saya adalah petani tebu dan merasakan perubahan itu. Saya tahu karena saya membantu beliau dan juga memulai bertani tebu. Ada juga cerita teman-teman saya yang bekerja di INKA, PAL dan beberapa BUMN merasakan ada perubahan atmosfer semenjak abah Dis menjabat. Apakah itu pencitraan? Mungkin saja. Tapi kalau pencitraan semua pejabat seperti abah Dis, pasti Indonesia bisa maju, setidaknya ga separah sekarang.

      Kalau anda menyoroti sesuatu yang tidak bisa anda sentuh, yang ada hanyalah praduga dan praduga. Lantas kapan anda bekerja untuk bangsa?

      Posted by Harmony Magazine | 29 November 2012, 9:33 am
      • Tipis ya antara memajukan dan banyak menjanjikan. Ketemu ini, saya dukung, ketemu itu saya dukung. Ada kelinci saya dukung. Ada beras saya dukung. Ada kambing, saya dukung. Ada Pak Raden saya dukung saya kasih gaji. Ada ahli motor saya kasih gaji juga. Ada KPK, saya kasih gaji saya juga. Semua senang mendengarnya. Tapi semua itu harapan yang hangat-hangat tahi ayam atau memang ada monitoringnya? Mana coba hasil monitoringnya?

        Posted by ban serep | 1 Desember 2012, 1:48 pm
        • Kalo pengen melihat hasil pastinya tidak sekarang, semua berproses. Yang jelas saya merasakan proses secara langsung. Meskipun memang belum sesuai yang saya harapkan, tapi pabrik gula tempat biasa saya dan ayah saya “nggiling tebu” sudah berubah. Itu saja dah, yang lain saya tidak punya kapasitas karena tidak menyaksikannya secara langsung.

          Posted by Harmony Magazine | 1 Desember 2012, 7:23 pm
    • bosss, yang bikin rame kan DIPO, ya mau tidak mau dahlan kebawa bawa,
      harusnya dahlan ngurus BUMN DPR ngurus DPR nya

      sudah gitu dirut Merpatinya juga aduuuh ……
      laporan salah ke dahlan ya pasti dahlan melaporkan salah juga

      kalo SBY sudah tidak membutuhkan dahlan gampang tinggal resufhle, beres kan?
      dahlan alhamdulilah DPR sukaria , BUMN tidak perlu lagi kerja keras , korupsi bumn bisa dilanjut

      saya rakyat yang bego akan terus dibegoin, tidak boleh maju apalagi sejahtera, tidak boleh bangga punya BUMN dan negara yang maju,

      okelah kalo begitu pecat saja …..

      Posted by saeful | 29 November 2012, 1:37 pm
      • Wah kalo nyalahin Dipo parah lagi nih. DI kan tahu kalo ada pemalakan, dan itu menurut Mahfudpun kalo ada bukti seperti itu pasti akan dilaporkan ke KPK. analoginya, ada maling di tetangga sebelah rumah, ya laporkan aja ke polisi. Bukan ini malah cari ibunya si Maling trus dikasiin tuh maling ke ibunya. ya sama ibunya disuruh maling lagiiiiii. Belum kalo malingnya di kundan alias maling kundan alias maling di tanah sumatra, nyari ibunya jauh amat. maling ini mau diapain? dibiarin dulu sambil cari ibunya?
        Iya tuh anak buahnya salah, harusnya dicek dulu dong, jangan percaya gitu aja. cekricek gitu. jangan asal deh pokoknya. di perusahaan juga kalo salah nanda tangan lalu beresiko, ya drafter sampai approvernya kena. makanya hati-hati, cek dan ricek, jangan keburu nafsu.
        Yach, Mas Eful nyerah ya, kalo begitu pecat saja. Bela dong belaaaa. Masa dahlanis nyerah …

        Posted by ban serep | 1 Desember 2012, 1:57 pm
  126. Cek ricek itu ngangeni. Kemana dikau. Yang bikin rame dan banyak komentar itu jika ada yang berseberangan dengan pendukung Dahlan Iskan. Peran cekricek sulit digantikan.
    Orang Merpati, Dirut yang sekarang atau kemarin bisa kuwalat sama DI. Sepanjang dia menerima modal negara, kan bisa dicek untuk apa saja. DI pastilah seorang akuntan yang ulung. Melihat uraian sebentar saja dan dibuktikan dengan apa saja yang dibeli. lebih mahal atau wajar sudah tahu letak penyimpangannya. Kalau menyimpang kemana menyimpangnya. Setelah itu dirutnya akan ngomong ke Yang Terbangsat anggota DPR. Siapa. Kalau Dirut berani mengatakan tidak ada anggota DPR yang minta-minta ke MNA wah bahaya. DI akan mengajukan dia ke KPK. Dahlan iskan itu pernah menjabat ketua Bridge. itu dolanan kartu, tingkat Indonesia. Jadi dia tahu persis cara merahasiakan kartu dan kapan membuang kartu itu. Dia tahu persis cara mematikan kartu lawan. Makanya aku yakin DI punya kartu yang mematikan.
    Temanku itu pengurus organisisasi dolanan kartu tingkat kabupaten. Suatu saat ada kejurnas. Oleh Koni sudah disiapkan anggaran sekian ratus juta. Tapi, menjelang kejurnas tidak cair. Pasalnya orang Koni minta jatah sekian. Karena itulah, DI membiayai sendiri kejurnas itu. Meskipun tidak sebanyak yang dari KONI.
    DI memang pemain kartu remi yang ulung.
    Makanya perkara BK DPR bisa blunder. tonton saja apa kabarnya.

    Posted by Widi | 29 November 2012, 1:10 pm
  127. tumben ya gak ada yang komen negatif, alhamdulillah semoga sudah dibukakan pintu hati para pemberi komen negatif, jangan-jangan malu kali ye, atas kerja keras pak DI, wah saya bangga banget semoga pak DI dan keluarga selalu dalam lindungan-Nya, amin ya Robbal alamin! salam dahlanis, kerja……………kerja………….kerja!

    Posted by mbak Dian | 29 November 2012, 3:52 pm
  128. Pak Dahlan akan menghadapi semakin banyak musuh
    termasuk musuh dalam selimut
    KIB jilid lima

    Posted by I love facebook | 30 November 2012, 12:43 am
  129. Tidak ada yang tidak bisa asalkan ada kemauan dan kerja keras.Pak Dahlan dan Pejabat Pertamina saat ini telah membuktikan itu semua.Prestasi tidak akan kita capai bila hanya mengeluh dan menyalahkan pihak lain.Memang semua butuh waktu, tapi arah ke keadaan yang lebih baik dari sekarang telah berjalan.Tinggal dukungan dari kita semua untuk mencapai prestasi tersebut.Biarkanlah DPR rajin ” berkicau” dan sibuk dengan bersilat lidahnya,kita tidak usah meladeninya.Rakyat sudah lelah dan bisa memilih mana yang sungguh sungguh bekerja untuk rakyat dan mana yang hanya seolah olah untuk rakyat.

    Posted by antok | 1 Desember 2012, 9:22 am
    • orang spt itu namanya MUNAFIK… diperbudak oleh kekuasaan dan uang..
      apalagi membawa amanah rakyat…
      saya ngeri bayangkan pertanggungjawabannya mereka nanti…

      Posted by PUTU | 1 Desember 2012, 5:22 pm
  130. mudah-mudahan mulai 2013 kita gak usah terlalu banyak ngimport beras yaa!!
    trus mulai 2014 swasembada deh. amiin ya Robbal alamin

    http://kickdahlan.wordpress.com/2012/11/30/dahlan-iskan-akan-tanam-padi-di-ketapang/

    mari dukung gebrakan Abah Dis

    Posted by Sofyan Usamah | 1 Desember 2012, 9:50 am
  131. salut dan kagum akan ide dan contoh2 yang nyata dari PakDis,semoga banyak lagi pemuda2 jadi bridade pembangunan yg diorbitkan dan diesemangati oleh PakDIs,dalam komen ini saya mohon bantuan PakDis untuk bantu pemda DKI jokowi-ahok agar dapat mewujutkan tranfortasi massal murah/praktis dengan kerjasama PT.KAI,dimana ide MRT dibatalkan digantikan dengan Elevated/jalan layang(Rel + Jalan) 4 jalur 2 arah yang dibangun melingkari DKI+Botabek seperti spiral/ular tidur,sehingga rel KA semua yang dalam kota jadi satu(layang).inilah solusi yang sangat baik untuk anggkutan massal(kereta api/komuter line).semoga sehat selalu PakDis dan sukses.salam

    Posted by ttoga16@yahoo.co.id | 1 Desember 2012, 12:55 pm
  132. H-2

    Posted by apasaja | 1 Desember 2012, 5:10 pm
  133. Semakin Tinggi Pohon, semakin kencang juga anginnya… itu sudah disadari oleh pak DI dan kita…
    Buat yg mau kerja dan belajar disini tempatnya…
    Buat yg mikir ini pencitraan atau hal2 negatif, ngapain anda susah2 ke blog ini…
    kalo anda berharap saya jadi berpaling, anda SALAH BESAR,,,,
    Ibarat anak muda, saya ini JATUH CINTA dgn KEPEMIMPINAN seperti DAHLAN ISKAN…

    Kalopun Beliau suatu saat ada dalam pemilu… Saya pastikan SELURUH KEKELUARGA BESAR saya akan memilih BELIAU… ITU HARGA MATI…
    Kalaupun beliau tetap sebagai mentri atau bapak bangsa, saya berharap pemimpin yg lain bisa meniru KETEGASAN beliau… Seperti SUKARNO…

    MERDEKA ATAU MATI…
    GANYANG MALAYSIA (kalau menghina bangsa)…
    BERI AKU 10 PEMUDA, MAKA AKU AKAN MENGUBAH DUNIA…

    Sebentar lagi Generasi Tua akan habis umurnya, MATI dgn sendirinya…
    saatnya generasi MUDA yg MEMIMPIN…

    Posted by PUTU | 1 Desember 2012, 5:13 pm
  134. Komposisi sumber energy seharusnya Oil energy: Renewable Enegy: Nuclear energy (33%, 33%,33%) Kapan Indonesia mengarah kesana? Ideallnya semaksimal mungkin dari renewable energy. Ketercukupan energy yang stabil akan berdampak pada harga energy ke industry, sehingga produknya kita bisa lebih competitive, dan tentu saja gak banyak gejola social karena energy.
    BUMN adalah salah satu pengemban amanat pasal 33 UUD 45 ayat 3, untuk itu harus ditempatkan pada tempatnya, bukan semuanya hanya untuk individual, atau golongan saja yang bisa mengaccess, sehingga amat ironis Masyarakat disekitar natural resourses hanya dapat polusi, kesengsaran dari rusaknya lingkingan padahal mereka sudah turun-menurun hidup diatas tanah tersebut. Akhirnya merekapun ingin menuntut dengan caranya sendiri yang akhirnya jadi pesakitan atas ketidakadilan.
    Memang sumber minyak bumi Indonesia banyak sekali, tapi dibuat Party oleh asing, sehingga tinggal washing dish yang harus dilakukan Well Optimization untuk memanfatkanya. Itu dari Exploration action, bagaimana dengan Pengolahan hasil sampingnya. Ini jangan dianggap Peanut. Contohnya Px (Paraxiline), Px  PTA  Polyesther (Bahan textile kapas buatan). Apakah Pertamina menikmati setiap ada kenaikan harga Px, karena harga oil dunia naik? Siapakah yang punya PTA plant di Indonesia yang menguasai market Indonesia 95%? Jawaban semua Asing. Untuk Polyesther dan tektile plants ada asing dan nasional. Untuk Garmennya, disinilah untuk mendapatkan UMR saja dengan berdarah-darah. Kalau kita hitung kembali, berapa yang balik ke Negara dari Pajak, dan upah karyawan nasional dari plants tersebutnya. Jawabnya amat minim sekali, inilah Peanutnya.
    Bagaimana hasil samping lain seperti Nafta, Ethylene, Propylene, Etan, dkk, jawabannya swasta nasional tertentu yang sudah banyak menikmati madunya sumber alam kita dari perode sebelumnya. Pertanyaanya apakah mereka jujur bayar pajak yang seharusnya dibayarkan, dan capital hasil pengembangan tersebut balik lagi kebumi pertiwi, waktu telah menjawabnya.
    Apakah Pertamina tidak punya Plants tsb, punya, tapi kalau diibaratkan Processor komputer punya mereka processor Intel 8086/8088 sedangkan kompetitornya sudah Core Duo cs. Jadi capability hanya keep running, effisien atau meet tidak dengan benchmark market gak ada tuntutan. Jadi habis ditelan angin berlalu. Petrochemical dan Polymer plant kita wajib menguasai, karena kebetuhan akan hal tsb besar. Dan Negara kita potensial untuk pengembangan biopolymer.
    Angkatan muda dengan umur dibawah 30th adalah Golden age untuk dikembangkan, tapi diibaratkan kalau kita mau tanam kedelai, kita punya kedelai bagus, tapi airnya gak bagus untuk merendam maka bibit kedelai tidak siap untuk disemai disawah. Jika kita menuntut orang lain bersih maka kita harus lebih bersih.

    Posted by Jack | 2 Desember 2012, 5:16 pm
  135. saya marah bercampur sedih ada anggota DPR yg namanya tak asing lagi itu dia Si EFFENDI SIMBOL’OON,dia memberikan statement disitus okezone.com
    “Bahwa Dahlan Pembantu Presiden
    yang Harus Dibersihkan!”
    Bila saya punya kemampuan untuk melenyapkan dia,maka detik ini juga akan ku lenyapkan menjadi butiran debu dilangit atau kujadikan makanan trio macan..
    Sedih hati ini pemimpin idolaku,harapan negeriku,motivatorku,dilecehkan begitu saja..
    Ya Allah semoga engkau memberi taufik,hidayah dan inayah kepada org2 yg berbuat dzolim kepada abah,atau binasakan saja mereka seperti engkau membinasakan kaum nabi nuh dgn sangat hebat..
    Kabulkanlah doa kami ya Allah ya Rabb..Aamiiin..
    Alfatihah….

    Posted by jalmi alit | 3 Desember 2012, 4:50 pm
  136. Hambatan adalah untuk diatasi, bukan untuk dikeluhkan. Halangan adalah untuk diloncati, bukan untuk diratapi. Rintangan adalah untuk diberantas, bukan untuk ditakuti.

    Hambatan adalah untuk diatasi, bukan untuk dikeluhkan. Halangan adalah untuk diloncati, bukan untuk diratapi. Rintangan adalah untuk diberantas, bukan untuk ditakuti.

    Hambatan adalah untuk diatasi, bukan untuk dikeluhkan. Halangan adalah untuk diloncati, bukan untuk diratapi. Rintangan adalah untuk diberantas, bukan untuk ditakuti.

    Posted by BRODIIN | 6 Desember 2012, 11:09 am
  137. Reblogged this on M Zia Anggiawan.

    Posted by anggiawan23 | 26 Desember 2012, 12:08 pm
  138. Juni 18, 2013 pada 10:23 pm

    BUAT REKAN TOGEL YANG BUTUH ANGKA GHOIB 2D 3D ATAU 4D HASIL RITUAL HUB :KY SANTANU 0823 1787 7775 KALAU ANDA INGIN MENGUBAH NASIB,

    Posted by ramla | 19 Juni 2013, 11:50 pm
  139. Jika anda membutuhkan angka gaib 2D 3D atau 4D di jamin tembus 100% hubungi Akisagi ke nomor ini 085 378 038 999

    Posted by ramla | 20 Juni 2013, 12:10 am
  140. SAYA INGIN BERBAGI CERITA KEPADA SEMUA ORANG BAHWA MUNKIN AKU ADALAH ORANG YANG PALING MISKIN DIDUNIA DAN SAYA HIDUP BERSAMA .SUAMI DAN 3 BUAH HATI SAYA SELAMA 10 TAHUN DAN 10 TAHUN ITU KAMI TIDAK PERNAH MERASAKAN YANG NAMANYA KEMEWAHAN,,SETIAP HARI SAYA SELALU MEMBANTIN TULANG BERSAMA,ISTRI SAYA UNTUK KELUARGA SAYA NAMUN ITU SEMUA TIDAK PERNAH CUKUP UNTUK KEBUTUHAN HIDUP KELUARGA SAYA..AKHIRNYA AKU PILIH JALAN TOGEL INI DAN SUDAH BANYAK PARA NORMALYANG SAYA HUBUNGI NAMUN ITU SEMUA TIDAK PERNAH MEMBAWAKAN HASIL DAN DISITULAH AKU SEMPAT PUTUS ASA AKHIRNYA ADA SEORANG TEMAN YANG MEMBERIKAN NOMOR,AKI SANTANU ,, SAYA PIKIR TIDAK ADA SALAHNYA JUGA SAYA COBA LAGI UNTUK MENGHUBUNGI,AKI SANTANU. DAN AKHIRNYA,AKI SANTANU, MEMBERIKAN ANGKA GHOIBNYA, ,4D… DAN ALHAMDULILLAH BERHASIL..KINI SAYA SANGAT BERSYUKUR MELIHAT KEHIDUPAN KELUARGA SAYA SUDAH JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA,DAN TANDA TERIMAH KASIH SAYA KEPADA .AKI SETIAP SAYA DAPAT RUANGAN PASTI SAYA BERKOMENTAR TENTAN.AKI MURSANG BAGI ANDA YANG INGIN MERUBA NASIB SEPERTI SAYA SILAHKAN HUBUNGI AKI SANTANU
    DI:082 317 877 775

    Posted by asa | 19 Juli 2013, 9:50 am
  141. Jadi dirimu sendiri agar ketika seseorang mencintai kamu tak perlu takut jika dia akan temukan dirimu bukan orang yang ingin dia cintai.

    Posted by CANDRA SIAGIAN | 5 Juli 2014, 11:53 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.758 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: