>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Membrane di Bawah Bulan Purnama Kapat

Senin, 01 Oktober 2012
Manufacturing Hope 45

Bulan purnama lagi mejeng dengan sangat menornya di atas langit ladang penggaraman yang luas di selatan Sampang, Madura. Orang-orang Bali merayakannya sebagai purnama kapat dengan sembahyang di pura. Orang Tionghoa sedunia merayakannya sebagai zhong jiu yue dengan saling membagi kue bulan yang terkenal itu.

Tapi, di Madura, di ladang garam ini, para petani sedang meradang: Harga garam mereka sedang jatuh-jatuhnya. “Di satu pihak harga garam turun drastis, di lain pihak ongkos angkutnya naik,” ujar Haji Ulum, seorang petani garam di situ. “Tahun ini kami seperti terpukul dari kanan dan kiri,” tambahnya.

Malam Minggu kemarin itu, di bawah sinar bulan purnama kapat yang menor itu, saya memang lagi weekend di Sampang. Kombinasi pancaran sinar bulan yang terang dengan langit biru yang cerah dan hamparan luas putihnya garam yang mengkristal membuat suasana malam itu seperti lagi di alam maya: tidak siang, tidak malam, tidak pagi, dan tidak senja.

Pencipta puisi seperti Taufiq Ismail pasti akan bisa menggambarkan kemayaan suasana malam itu sebagus puisinya tentang padang savana Sumba yang dibacakan penyair Umbu Landu Paranggi itu!

Sayangnya, kelompok-kelompok petani garam di Madura ini bukan seperti bait-bait puisi. Mereka justru seperti lagi kompak menyenandungkan tanya: Mengapa di saat panen garam seperti ini, impor garam terus terjadi!

Memang secara teori, garam luar negeri itu hanya untuk industri. Tapi, semua bersaksi bahwa garam impor itu juga masuk ke pasar konsumsi. Maka, panen raya garam yang luar biasa tahun ini (berkat kemarau yang terik), yang semula menimbulkan harapan besar untuk penghasilan yang lebih, berakhir dengan hampa.

Tentu bukan berarti tidak ada hope. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sudah memutuskan menghentikan kebijakan lama. Mulai tahun depan, tugas mendatangkan garam untuk industri hanya bisa dilakukan oleh BUMN PT Garam (Persero). Dengan demikian bisa lebih terkontrol. Hanya, memang harus menunggu tahun depan. Izin-izin lama impor garam itu baru berakhir pertengahan 2013.

Hope yang lain adalah ini: membranisasi ladang garam. Program yang saya promosikan tahun lalu itu kini sudah mulai ada hasilnya. Saya sengaja ke Sampang malam itu memang khusus untuk melihat dan mengevaluasi percobaan penggunaan membrane tersebut. Saya ingin tahu keadaan yang sebenarnya. Yang tidak hanya berbentuk laporan di atas kertas.

Diam-diam dan agak mendadak saya meluncur ke Sampang. Kesimpulannya -meminjam istilah pelawak Tukul- ruaarrrr biasa!

PT Garam sudah mencoba geomembrane itu di tiga lokasi: Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Semuanya di Madura, Jawa Timur. Di Sampang, geomembrane dipasang di area seluas 30 ha. “Hasilnya naik 40 persen,” ujar Yulian Lintang, Dirut PT Garam yang malam itu mendadak saya ajak ke Sampang.

Bukan hanya jumlah produksi yang meningkat, tapi juga kualitas garamnya. Dengan geomembrane, tidak ada lagi garam kualitas dua atau kualitas tiga. Semuanya kualitas satu. Bahkan dengan geomembrane itu, PT Garam sudah mulai bisa menghasilkan garam pada bulan Mei. Tanpa geomembrane, panen pertama baru terjadi di bulan Juli.

Geomembrane seperti lembaran plastik tipis yang sangat lebar, selebar petak-petak ladang garam. Ukurannya sekitar 30 meter x 60 meter. Lembaran membrane tersebut dihampar di dasar ladang. Seperti tambak udang. Lalu, air laut yang akan dijadikan garam dialirkan ke petak tersebut. Dalam waktu lima hari, kristal-kristal garamnya sudah mulai terlihat dan mengendap.

Itu beda dengan cara tradisional yang dasar ladangnya adalah tanah. Dua bulan lamanya petani harus membuat dasar ladang garam. Yakni dengan cara membiarkan dan meratakan garam-garam awal musim berkali-kali. Setelah itu, barulah bisa membuat garam yang sebenarnya. Itu pun ketika panen masih saja ada yang tercampur dengan tanah. Itulah yang menyebabkan munculnya garam kualitas dua dan tiga.

Begitu PT Garam sudah bisa panen di bulan Mei, petani garam di sekitar lokasi tambak BUMN itu terperangah. Bagaimana mungkin di bulan Mei sudah bisa panen. Mereka pun berbondong-bondong melihat teknologi baru itu. Apalagi ketika melihat seluruh garam di atas membrane itu berkualitas satu, para petani pun terpana.

“Saya langsung mendaftar untuk mendapatkan geomembrane itu,” ujar Haji Taufik, seorang petani yang malam itu berbincang dengan saya.
“Mendaftar ke mana?” tanya saya.
“Ke Dinas Perindusterian Sampang,” jawab Taufik.
“Memangnya akan ada pembagian geomembrane?” tanya saya lagi.
“Saya dengar begitu. Tapi, entahlah,” jawab Taufik.

Bukan hanya Taufik yang tergiur dengan teknologi geomembrane BUMN. “Saya juga sudah mendaftar,” ujar Haji Wasil, 43 tahun, petani garam yang lulusan FISIP Universitas Muhammadiyah Malang.

Bagaimana dengan Haji Ulum, 37 tahun, yang juga bertani garam di situ” “Saya pun sudah mendaftar,” katanya.
“Lho! Semuanya sudah mendaftar?” tanya saya.
“Iya, Pak. Total ada lima kelompok yang sudah mendaftar. Kira-kira 50 orang,” ujar Ulum, yang mengaku hanya tamat madrasah ibtidaiyah (setingkat SD), namun berkat ketekunannya bertani garam kini sudah memiliki sebuah Honda Jazz, satu pikap, dan dua truk.

Melihat hasil penggunaan geomembrane yang begitu nyata, saya memutuskan agar PT Garam menggunakan geomembrane 100 persen tahun depan. Yulian, Dirut PT Garam yang asli Lintang, Lahat, Sumsel, dan baru menjabat mulai Juli lalu, bertekad akan melaksanakan keputusan itu. Bukan saja untuk BUMN sendiri, tapi juga untuk memberikan contoh kepeloporan bagi petani garam secara keseluruhan.

“Dari mana uangnya?” tanya saya kepada Yulian Lintang.
“Bisa dari pinjaman bank, Pak,” jawab Yulian.
“Bisa mengembalikan bunga dan pokoknya?” tanya saya lagi.
“Dalam dua tahun pinjaman sudah bisa lunas. Asal, musimnya sebagus tahun ini,” jawab dia dengan tegas.

Mendengar dialog tersebut, para petani garam juga tersulut. Mereka bertekad menempuh cara yang sama. “Kalau memang tidak ada pembagian, saya juga mau lewat kredit,” ujar Haji Taufik, petani garam tamatan sekolah pendidikan guru agama 6 tahun yang sehari-hari naik Honda CR-V. Taufik yang pernah diangkat menjadi guru agama tapi mengembalikan surat pengangkatannya itu memang petani garam yang cerdas.

Taufik tidak hanya berladang garam. Dia juga mendirikan pabrik garam. Dia beli garam-garam kualitas tiga dari para petani sekitar. Dia beli mesin pencuci garam seharga Rp 500 juta. Dia cuci garam tersebut sehingga bisa naik menjadi kualitas dua. Atau dia cuci garam kualitas dua untuk bisa menjadi kualitas satu.

Bahkan, Taufik sebenarnya tidak ingin menunggu pembagian atau kredit. “Kalau saja harga garam tahun ini tidak jatuh, saya akan langsung membeli geomembrane,” ujarnya.

Haji Ulum punya pikiran yang sama. “Sayangnya, harga garam tahun ini jatuh. Saya lagi mikir lagi bagaimana bisa mendapatkan geomembrane,” katanya.

Dengan geomembrane, peningkatan suhu air laut memang bisa lebih cepat. Suhu air laut yang disedot dan dimasukkan ke ladang garam hanya 3 derajat. Suhu itu harus terus dinaikkan. Caranya: Air diputar-putar (dialirkan) dari satu petak ke petak lain sampai suhunya mencapai 20 derajat. Semua itu karena panas matahari.

Dalam proses pindah-memindah air laut itulah terjadi juga pengendapan unsur-unsur kimia seperti Fe, CaCO3, dan Ca sulfat. Zat-zat itu harus ditinggal agar mutu garam bisa lebih baik. Artinya, dengan mengurangi zat-zat tersebut, NaCl dalam garam bisa sangat tinggi.

Setelah mencapai suhu 20 derajat itulah, air dimasukkan (dialirkan) ke petak/kolam terakhir. Hanya petak terakhir itulah yang perlu dilapisi geomembrane di dasarnya. Di petak terakhir itu air akan dibiarkan mencapai suhu 25 sampai 28 derajat. Itulah suhu yang bisa menghasilkan garam. Penggelaran geomembrane di dasarnya ikut membuat peningkatan suhu tersebut lebih cepat.

Dalam lima hari, air laut di atas membrane tersebut sudah berubah menjadi kristal-kristal garam. Saat itulah ditentukan apakah garam yang dihasilkan akan dibuat menjadi kristal-kristal kecil atau kristal-kristal besar. Sesuai dengan keinginan pasar.

Melihat tumpukan garam hasil dari ladang ber-geomembrane itu rasanya seperti melihat mutiara-mutiara yang indah. Apalagi diterpa sinar bulan purnama yang sempurna.

Maka, seandainya BUMN dan semua petani garam di Madura sudah menggunakan geomembrane, Madura saja akan mampu memproduksi 1,2 juta ton garam setahun. Tinggal kurang 200.000 ton lagi untuk bisa mencukupi kebutuhan garam konsumsi secara nasional. Kekurangan itu bisa diperoleh dari Cirebon, Indramayu, dan Medan. Itu kalau semua petani di tempat-tempat tersebut juga ketularan menggunakan geomembrane.

Kalau semua kebutuhan garam konsumsi sudah bisa dipenuhi, tinggal kita memikirkan kebutuhan garam untuk industri. Sayangnya, kebutuhan garam untuk industri itu jauh lebih besar daripada kebutuhan garam untuk konsumsi: 1,8 juta ton. Itulah yang masih harus diimpor.

Sampai kapan?

Harapan satu-satunya adalah NTT. Ada 5.000 ha lahan yang bisa dipergunakan untuk ladang garam di Kabupaten Kupang. Hampir sama dengan luas seluruh ladang garam Madura. PT Garam sudah siap ekspansi ke sana. Namun, lahan tersebut masih harus diselesaikan.

Menyelesaikannya pun mungkin tidak mudah. Sebab, pemerintah telanjur memberikan izin hak guna usaha (HGU) kepada sebuah perusahaan dari Jakarta. Perusahaan itu ingin membuat ladang garam raksasa dengan cara modern.

HGU itu sudah diberikan 27 tahun yang lalu. Tapi, sampai 27 tahun kemudian, hari ini, lahan tersebut masih tetap sama dengan 27 tahun yang lalu.

Garam rasanya memang asin. Tapi, kalau jumlahnya sudah mencapai 3,2 juta ton, manisnya bukan main. (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

223 thoughts on “Membrane di Bawah Bulan Purnama Kapat

  1. Berbeda dengan kita yang relatif mempelajari dan mengurus hal-hal yang relatif fokus dan spesifik, Pak Dis wawasan dan cakupan urusannya sangat luas. Begitu banyak aspek yang harus beliau pikirkan dan kerjakan untuk membuat sebuah perbaikan dan perubahan. Kita para DahlanIs ini memang harus banyak sekali belajar walaupun kualitas kita tidak sekalas Pak Dis hehehe.. Tapi hal itu bisa kita mulai dengan sikap open mind dan ppositive thinking.

    Sudah terlalu banyak orang-orang dengan mentalitas negatif dan berpikiran buruk dengan kalimat-kalimat picik yang membuat bangsa ini tidak sekedar mandeg tapi “ruwet-mbulet” dengan peliknya permasalahan tanpa jalan keluar. Bisanya cuma mengkritik, meledek, menghardik, cemooh dan berbagai ungkapan negatif tanpa kontribusi dan penyelesaian masalah. Orang-orang macam ini buang saja ke bak sampah. Hehehehe.. Maaf agak sarkasm.

    Indonesia dengan kondisi kekayaan alam dan laut yang luas tentu punya hak untuk bermimpi menjadi raja-nya garam di dunia ini, dan itu harus segera terwujud. Setelah memenuhi konsumsi dalam negeri selanjutnya berpikir konsumsi industri dan kemudian bisa ekspor (Hoping). Saat ini sudah mulai banyak orang sibuk berkarya di berbagai lini dibawah aransemen konduktor Pak Dis: perkebunan, kelautan, pelabuhan, penerbangan dll. Para pimpinan di masing-masing lini lah yang harus berlari setelah menyambut tongkat estafet dari pak Dis. Dan kita DahlanIs terus memantau progress-nya sambil mendoakan untuk Indonesia yang lebih baik. Dan doa saya selalu untuk kesehatan dan perlindungan Allah SWT kepada Pak Dis. Salam DahlanIs.

    Posted by akadarisman | 1 Oktober 2012, 6:18 am
  2. Hebat, Pak Dahlan sungguh hebat, bisa merubah rasa garam menjadi manis. Hehehe

    Posted by Yanto Lurah Sastro | 1 Oktober 2012, 6:18 am
  3. komen dulu,,, tumben telaaat?

    Posted by Nichoz Ahmad | 1 Oktober 2012, 6:20 am
  4. saking asinnya garam malah belum ada comment

    Posted by BEJO | 1 Oktober 2012, 6:22 am
  5. Alhamdulillah masih di urutan 4 besar…iya nih tumben jam segini baru terbit.

    Posted by Lando Jr | 1 Oktober 2012, 6:23 am
  6. nomer 5 wes

    Posted by Sofyan Faizin | 1 Oktober 2012, 6:23 am
  7. begadang mulai jam 12 waktu saudi, he3 baru terbit, alhamdulillah :)

    Posted by Sofyan Faizin | 1 Oktober 2012, 6:24 am
  8. Absen dulu…wah mh kali ini agak telat…tp lumayan lah kabupaten sampang masuk tulisan pak dis..tapi aku skrg lg nyari rejeki di kupang ntt

    Posted by caderabdul | 1 Oktober 2012, 6:25 am
  9. absen dulu …..

    Posted by ajipungkasan | 1 Oktober 2012, 6:30 am
  10. Luar biasa, rumus2 kimia dalam proses pembuatan garam pun beliau kuasai….Seorang lulusan madrasah yg lintas fakultas ilmunya….Salut pak dis…jaga kesehatan.

    Posted by iwan | 1 Oktober 2012, 6:34 am
  11. menyejukkan hati

    Posted by Ajibsusilo | 1 Oktober 2012, 6:35 am
  12. bgitu bnyk solusi yg dibagikan lwt MH,tinggal pelaksanaanya yg kt cermati brsm..Dahlanis hrs mau bljr & trs bljr.Semangat pagi..kerja kerja kerja !!

    Posted by koreksidiri | 1 Oktober 2012, 6:37 am
  13. Garam tdk selamanya asin,bisa manis juga ya..hehe
    maju trus pak!

    Posted by elfataruqani | 1 Oktober 2012, 6:40 am
  14. alhamdulillah akhirnya nongol jua, biar telat tp menyejukan n nambah semangatttt

    Posted by masyoed | 1 Oktober 2012, 6:41 am
  15. alhamdulillah nongol jua, biar telat tp bikin semangat jg menyejukan

    Posted by masyoed | 1 Oktober 2012, 6:42 am
  16. Harapan memberikan kekuatan yang luar biasa

    Posted by eyang kakung | 1 Oktober 2012, 6:43 am
  17. Suka dengan kalimat penutupnya…. :-)

    Posted by dony | 1 Oktober 2012, 6:44 am
  18. Petani harus diberi insetif teknologi ini, karena cukup mahal untuk pengadaan membran tersebut.

    http://kickdahlan.wordpress.com/2012/10/01/petani-garam-rakyat-minta-dibantu-pengadaan-geo-membran/

    Posted by kickdahlan | 1 Oktober 2012, 6:45 am
  19. menyimak sambil menikmati bulan purnama kapat…

    Posted by 2nrae | 1 Oktober 2012, 6:46 am
  20. pernah dapat tawaran ekspor garam ke jepang,tp liat industri penggaraman menyedihkan….

    Posted by morin | 1 Oktober 2012, 6:49 am
    • Betul, sebetulnya kesempatan eksport hasil bumi dari indonesia itu buaaaannnnnyaaakkkkk, masalahnya selalu pada proses produksi belum lagi kalau mau di keluarkan (dieksport) terganjal birokrasi, wis ini lagu lama dan masih berlanjut sampai sekarang.

      Posted by erust | 5 Oktober 2012, 6:57 pm
  21. Teruskan Pak Dis…semoga bisa ikut jejak Pak Dis melakukan perubahan

    Posted by aji sujarwo | 1 Oktober 2012, 6:50 am
  22. “Biaya panen garam tinggi karena ada ongkos pikul, memasukkan garam ke karung, dan mengangkut dari tambak ke tepi jalan raya. Ongkos pikul satu karung Rp 2.000. Satu ton garam membutuhkan 20 karung.”
    Sekedar ide, bisa tidak pak Dis menantang para pembuat mesin2 otomatis untuk membuat mesin pemanen, sekaligus langsung memasukan ke karung. Kalo petani padi punya alatnya, seharusnya tidak susah juga untuk membuatmesin buat petani garam.

    Posted by Budhi | 1 Oktober 2012, 6:54 am
    • Idea bagus……. Tapi bagaimana berbagi rejeki pada buruh pikul? Dengan jumlah penduduk miskin yang demikian besar dan kesenjangan, mungkin biarlah dulu proses pengangkutan seperti sebelumnya, perlu waktu untuk menggeser tatanan sosial. Tidak hanya efisiensi yang perlu diperhatikan, tapi juga kesetimbangan tatanan sosial.

      Posted by Papae Dido | 1 Oktober 2012, 7:43 am
    • bisa! bilang aja ke anak-anak SMK dan mahasiwa-mahasiswa jurusan teknik se-Indonesia Raya, ntar dibuatkan… biar energi mereka teralurkan utk belajar dan membangun…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 1 Oktober 2012, 4:20 pm
  23. begadang dari jam 12 baru nongol pagi, kali ini MH sudah bisa sedikit ketebak karena pergerakan pak dahlan sudah termonitor media 24 jam,

    selangkah lebih maju untuk menyadarkan bahwa kita seharusnya bisa export garam bukan malah import,
    para petani garam akan mengupgrade teknologi tentang penggaraman sehingga garam menjadi manis melebihi manisnya gula,

    tinggal sarana transportasinya yang harus digenjot jangan sampai terjadi seperti apel malang lebih mahal dari apel china karena cost untuk transportasinya muahalll,

    saya rasa satusatunya adalah pelabuhan yang bisa langsung mengangkut garam untuk distribusi ke berbagai daerah tanah air , pelabuhan pelabuhan akan menjadi higway overseas untuk menekan biaya expedisi ,

    ayoo para petani garam ini adalah referensi wajib yang harus dibaca dan diterapkan untuk mengupgrade teknologi biar lebih sejahtera,
    jangan mau dibodohi oleh oknum mafioso pengimpor garam, merdekaaaa!!!!!!!

    Posted by saeful | 1 Oktober 2012, 7:01 am
    • Ini orang kok ngerti cem macem dan nembaknya tepat pada masalah masalah krusial ya…… Wah wong pinter tenan Pak Saeful nih….. Hormat grak Pak……..

      Posted by Papae Dido | 1 Oktober 2012, 7:39 am
    • “Nasib” Apel Malang, persis yang pernah saya lihat di Berastagi Sumut Mas Saeful…

      Saya ga habis pikir, melihat jeruk “Berastagi” atau jeruk “Medan” sangat melimpah [sepanjang jalan seberang kiri/kanan dari perbatasan NAD (Singkil) s/d menjelang kota Medan, sejauh mata memandang], tp tdk bs maksimal keuntungan yg diterima petani karena masalah transportasi. Waktu saya tanyakan ke para sopir yg membawa jeruk tersebut ke “kota”, kata mereka angkutan menjadi salah satu kendala yg mereka hadapi. Baik dalam jumlah maupun prasarana jalannya…Padahal tekstur dan “tampilan” jeruk Berastagi sangat mengundang selera…

      Pada awal “menggeliat” perekonomian China, mereka sangat memperhatikan jalan sebagai pendukung transportasi. Tol di mana-mana. Faktanya, hal tersebut bisa menggenjot perekonomian China. Saya yakin hal ini bisa dilakukan di Indonesia. Jadi, nanti tidak kebingungan “menjual” apel malang, jeruk nambangan, salak pondoh maupun salak bali, jeruk medan, nanas bangkinang, durian binjai, duku palembang, rambutan aceh, mangga indramayu dan saya yakin masih banyak buah-buahan yang bisa dihasilkan di seantro negeri…

      Gimana Mas Saeful…

      Jangankan apel, nanas, jeruk, lha wong garam saja di tangan Pak DI bisa jadi manis kok…

      Posted by Hibatillah's | 1 Oktober 2012, 1:13 pm
    • Amat disayangkan sejak dulu selalu ada ” Oknum Birokrat berpasangan mesra dengan Pengusaha ” yang tidak ambil pusing dampak yang di timbulkan mematikan usaha petani garam maupun yang lain. Yang penting mereka meraup untung dengan regulasi……..kasihan Rakyat!

      Posted by Mustail | 1 Oktober 2012, 1:57 pm
    • kenyataannya memang masalah transpor yg bikin high cost. orang Surabaya yg pengin jualan apel malang hrs angkut pakai truk. sedangkan orang Cina yg mau expor apel kemari, di pelabuhan sdh ditunggu oleh aparatur pemerintahnya dgn berbagai sarana dan kemudahan expor, lalu diangkut ke kapal dlm jumlah besar, makanya ekonomis. sebetulnya kita juga jgn berputus asa lalu bawa-bawa isu nasionalisme. kalo kita dibanjiri produk negara lain, kenapa gak kita balas banjiri negara lain dgn produk kita??? kalo memang ongkos kirim jeruk Medan ke Surabaya mahal, sudah kirim aja jeruknya ke Malaysia… :)

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 1 Oktober 2012, 4:28 pm
  24. alhamdulillah, senin penuh semangat.

    Posted by akal sehat | 1 Oktober 2012, 7:03 am
  25. Eksekusi ide yang Pak Dis dulu pernah sampaikan benar2 terwujud. Meskipun harga anjlok- njlok, di bawah sinar bulan purnama kapat yang menor itu masih punya harapan.The power of dream, The power of action. and Dream comes true. Good job. good MH.

    Posted by herimiarto | 1 Oktober 2012, 7:05 am
  26. pejabat yg memberikan ijin import tidak peduli kepada rakyatnya. inikan aneh negara tropis kok import garam . pejabat yg tidak peduli rakyatnya atau koruptor kalau mati timbun pakai garam ajah.

    Posted by CAP MANGGA | 1 Oktober 2012, 7:10 am
    • Impor garam memang masih perlu Pak, untuk kebutuhan industri yang belum tercukupi oleh produksi dalam negeri. Yang jadi masalah seperti diuraikan diatas adalah tipu tipu pengalihan fungsi, garam industri diubah juga menjadi garam konsumsi. Perlu ada telaah tata niaga garam, kenapa garam impor bisa lebih murah dari garam lokal ? Perlukah pajak untuk impor garam sebagai proteksi industri garam lokal. Tapi juga harus memperhatikan kepentingan konsumen, jangan lah harga garam jadi mahal.

      Posted by Papae Dido | 1 Oktober 2012, 7:47 am
    • solusi yg diberikan instan & krg mendidik..

      Posted by koreksidiri | 1 Oktober 2012, 11:55 am
  27. Alhamdulillah….akhir nya di folllow up juga nasib para sodara kita petani garam kita di Madura.
    Kalo p.Dis udah angkat bicara kita tunggu aja keajaiban2 untuk sodara2 kita di Madura
    Terima Kasih p.Dis
    ya Alloh berikan lah p.Dis selalu kesehatan agar bs selalu memotifasi anak bangsa demi kemakmuran Indonesia & anak cucu kita,amin.

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 1 Oktober 2012, 7:10 am
  28. tetap semangat!!!!

    Posted by ridlon ansori | 1 Oktober 2012, 7:11 am
  29. Berarti 2 thn lagi indonesia bisa swasembada garam. Nek berhasil tak cium bathuke pak dis. Salam dis mania.

    Posted by Jay kertomas | 1 Oktober 2012, 7:12 am
  30. Gula, Beras, Garam, Ternak… mudah mudahan konsisten sampai 2 tahun kedepan …untuk diletakkan sebagai dasar kekuatan pangan, Transportasi darat, udara……..Laut….pak dis …jangan lupa, laut….Nelayan dan sistem transportasi laut….di genjot supaya 2 tahun kedepan bisa leading…….kerja..kerja…kerja.

    Posted by Seno | 1 Oktober 2012, 7:13 am
  31. Semangat pagi…
    salut sama pak Dis. segala bidang ilmu bisa beliau kuasai.yg terpenting solusi beliau yg sangat jitu. semoga Allah SWT slalu memberikan kesehatan kpda beliau. aamiin.

    Posted by anriefarel | 1 Oktober 2012, 7:15 am
  32. aku cari cari setiap senin pagi… gak ada MH rasanya hari seperti hampa… jadi kurang semangat… komputer sampai tak pntengi terus… semoga next time gak telat lagi… Gbu

    Posted by W. Ning | 1 Oktober 2012, 7:18 am
    • sepertinya ini untuk mengimbangi terbitnya versi cetak Manufacturing Hope di Jawa Pos Grup bu, klo selalu terbit sebelum subuh seperti biasanya kasihan agen koran. Lebih bijaksana klo beli juga versi cetaknya tiap senin pagi, jadi oplahnya naik. Hehehehe….

      Posted by Fris | 1 Oktober 2012, 9:48 am
    • Dengan terbit selepas jam 6 pagi, sepertinya pak Dis bermaksud win-win solution dengan agen koran …

      Posted by Djoko Sawolo | 2 Oktober 2012, 5:00 pm
  33. Like DIS dgn 2 paragraf trakhir !
    Bisnis garam dgn skala kebutuhan 3,2 Juta ton/thn memang manis bagi pengimpornya … miris !
    HGU yg 27 thn itu bikin sy geleng2 kpala … gile !

    Posted by Amir | 1 Oktober 2012, 7:21 am
  34. Tiga hari yang lalu Pak Dis menyatakan bahwa 5-10 tahun lagi Indonesia akan termasuk 10 besar negara maju, karena sebagian besar masyarakat kita sudah masuk kelas menengah atas: walaupun penghasilan tidak berlebih, setidaknya kebutuhan dasarnya sudah bisa mereka penuhi. Ciri-cirinya: sulit diajak hemat dan maunya serba cepat.
    Nah agar ramalan beliau terwujud, para Dahlanis punya tugas mengawalnya jangan sampai lepas. Jangan lepas ramalannya, jangan lepas perannya di negeri yang butuh sosok seperti beliau ini.

    Posted by mito | 1 Oktober 2012, 7:31 am
  35. Dengan binaan dari pemimpin yang tepat dan kerja serius, Indonesia bisa jadi pengekspor Garam, buah – buahan, kerajinan tangan, batik tik tik, dan lain – lain. Menurut saya, dengan menghijaukan kembali hutan – hutan, memelihara kebudayaan dan melatih moralitas yang baik akan menghasilkan income baik di sisi pariwisata, di + ekspor hasil bumi, wah sepertinya cukup mampu mensejahterahkan rakyat kita. Itu juga yang selalu saya ajarkan pada 3 anak saya. Bekerja untuk negeri, bekerja untuk kebahagiaan orang banyak. Arus ‘ yang bener ‘ di negeri ini rasanya sudah mulai menyembul beriringan dengan sinar mentari pagi… Semoga semakin banyak yang terinspirasi, Bekerja untuk Negeri…!! Semoga segera lahir Dahlan Dahlan yang lain………Semangat yokkkkk…….

    Posted by okiem | 1 Oktober 2012, 7:34 am
    • Suka komentarnya…

      Benar Mas Okiem, memang semua ada di negeri ini…

      Jaman kita sekolah dulu, kebutuhan primer diajarkan pada kita, paling tidak ada tiga kebtuhan. Sandang (pakaian), pangan (makanan) dan papan (perumahan). Saya yakin kita semua sadar bahwa semuanya ada di negeri ini. Mudah lagi nyarinya. Kalo ada kekurangan pasti karena pengelolaannya yang tidak tepat…

      Sandang, betapa banyak industri tekstil yang ada di nengeri ini dengan bahan baku yang hampir semuanya ada. Mulai yang rekayasa sampai yang dari alam. Hasilnya sangat fashionable. Kerajinan batik membuktikannya. Mulai dari Solo, Yogya, Pekalongan, bahkan saya pernah diberi oleh teman saya dari Papua, satu set baju batik yang sangat cantik. Belum lagi kaos Dagadu (Yogya), Joger/Krisna (Bali), Dadung (Solo), C-59 [Bandung(?)] dan masih banyak lagi…

      Pangan, betapa banyaknya hamparan sawah dan perkebunan di negeri ini, mulai dari NAD s/d Papua. Yang paling terkenal tentunya beras solok dan beras cianjur. Protein juga ga perlu kekurangan. Ikan dari lautan ga bakal habis kalau kita memaksimalkan dan benar dalam pengelolaannya… Telor ayam/bebek di Brebes banyak..

      Papan, kayu banyak di Acerh dan Kalimantan. Kita semua pasti berharap dan berjuang ke depannya pengelolaannya lebih bagus dari sekarang. Kalau memanfaatkan kayu semaunya sendiri, untuk kepentingan pribadi/kelompok pasti akan menyengsarakan semuanya. Di samping bencana mengintai, pemerataan pasti tidak maksimal. Semen banyak (walupun mahal) mulai dari Padang, Gresik s/d Makassar…

      Mudah-mudahan segera terwujud, kemajuan dan yang lebih penting pemerataan…

      Posted by Hibatillah's | 1 Oktober 2012, 1:37 pm
      • Sangat sangat setuju…… Bahkan kita tidak perlu mem bor bumi indonesia secara berlebihan di bidang pertambangan, oil dll yang cenderung merusak lingkungan.

        Selain itu produk – produk seperti pelestarian budaya dan pariwisata dengan menjual kehijauan bumi Indonesia, justru akan memberi dampak baik pada lingkunga. Go Green jalan, income masuk, rakyat bisa mengembangkan produk traditional yang cenderung ramah lingkungan, budaya pun terpelihara dan terjaga.

        Apalagi kalau mengembangkan pertanian, perkebunan, : ) Wah rasanya rakyat kita tercukupi pangan nya dari Ujung ke ujung yah…. Karena kalau sudah bisa ekspor, pastinya kita sudah tercukupi duluan : )

        Semoga Semua niat baik dan usaha akan membawa kesejahteraan buat bumi pertiwi dan bangsa kita……

        Semangat !! : )

        Posted by okiem | 2 Oktober 2012, 12:24 pm
  36. RUAAARRRR BIASAA KALO 2014 BLM BISA NAIK JD PRESIDEN SIAPAPUN PRESIDENYA HRS AMBIL BELIAU UNTUK TTP JD MENTRI BUMN , KALO INDONESIA INGIN MAJU DAN SEJAHTERA BENERAN,TAPI KITA SEMUA HARUS DORONG BELIAU UNTUK BS JD RI 1 OKEEE…?????

    Posted by 06121971 | 1 Oktober 2012, 7:34 am
  37. garam memang asin tapi kalau sudah 3, 2 juta ton, akan sangat amnis rasanya……….! hebat. negara kepulauan yg sudah mulai buat garam sendiri. kapan garam kita ekspor ?

    Posted by andimustafa | 1 Oktober 2012, 7:41 am
  38. rasa manisnya garam harus bikin indonesia jadi eksportir garam nomor wahid. ayo indonesia ku….manfaatkan semangat pak DIs mu………

    Posted by done | 1 Oktober 2012, 7:41 am
  39. betul pak, sikat aja para makelar garam yang cuma memikirkan untung dengan cara cepat dan mudah
    tidak mau investasi. megajukan hgu untuk mendirikan pabrik garam hanya akal akalan utk bisa menjadi importir garam.pada kenyataannya yg dilakukan hanya mengimport garam bukan mendirikan pabrik garam.

    Posted by Beyond Steel | 1 Oktober 2012, 7:42 am
  40. maaf sedulu2 keluar dr topik……
    Dari dulu sampai sekarang kalo ada kebakaran yg disalahin listrik….mulu.listrik mulu….kata nya konsleting
    nanti kalo ada orang yg nama nya Ahmad Listikanto dia bisa ganti nama lho ya……
    Kalo kita pikir2 listrik itu kan benda mati tergantung benda hidup nya gmn ngatur nya.
    Selama ini yang ada di desa2 cuma penyuluhan tentang bertani,berkebun,berternak dll
    kalo berlistrik gk ada penyuluhan nya dan kalo terjadi kebakaran kan hasil dari bertani,berkebun,berternak bisa ikut ilang ????????????
    Knp terjadi konsleting listrik ??????? krn orang2 males manggil petugas PLN cuma gara2 nyambung kabel
    karena hanya nyambung kabel nyetrum nya ke masalah kantong yang beli kabel lah….yang ngasih uang rokok lah uang kopi lah uang uang dan uang lg……
    Sekedar masukan aja gmn kalo penuluhan berlistrik mulai di galakan di desa2,dikota2,dipasar2 pokok nya daerah2 pengguna padat listrik jadi orang awan pun mengerti cara pemasangan listrik dengan baik dan benar agar terhindar dari kebakaran akibat konsleting listrik.
    Jika nanti masyarakat mengerti akan kelistrikan dan kebakaran listrik sudah tidak ada lagi
    Nach…..kita potong tumpeng untuk si Ahmad Listrikanto karena nama nya di ganti “Ahmad Listrik Amanto”
    Terima Kasih

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 1 Oktober 2012, 7:42 am
    • setuju pak, sebetulnya sih kurang pemahaman aja. Atau malah terlalu menganggap remeh. Coba lihat di Jakarta kayaknya kebakaran hampir tiap hari. sedih….

      Posted by Sopyan Thamrin | 1 Oktober 2012, 8:59 am
    • ide yg cerdas Mas,kyknya udh mulai tertular out of the box ala DI ini..setuju bgt,ayo yg pny akses ke Jokowi – Ahok lgsg diteruskan,lbh mantap lg kl lgsg ke PLN biar disosialisasikan dikota2 slrh Indonesia.Btw kl syukuran gnti nama nnti saya diundang lho ya..wk wk wk..

      Posted by koreksidiri | 1 Oktober 2012, 11:50 am
    • mau ikutan sharing masalah listrik, mudah2an teman2 pln ada yg baca. Jumat lalu di palaran samarinda ada petugas pln yg mengalami kecelakaan kerja saat melakukan perbaikan di sutet, tergantung-gantung lama di tali pengamannya. Bahkan sempat jd objek foto oleh masyarakat sekitar. Yang aneh menurut saya adalah kenapa dibiarkan lama tergantung?bisa saja korban masih bisa diselamatkan kan?rekannya mengatakan menunggu polisi dulu?? Bagaimana sih SOP petugas lapangan pln? Korban telah meninggal saat berhasil diturunkan.

      Posted by wong kaltim | 1 Oktober 2012, 1:28 pm
    • polisinya yg males mikir, pak… cari gampangnya aja, tiap ada kebakaran: akibat korsleting listrik… jangankan kebakaran di pemukiman padat, lha kemarin kapal perang trimaran konsep seharga 116 milyar terbakar alasannya juga krn korsleting listrik… kok yo nemen tho yo…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 1 Oktober 2012, 4:34 pm
  41. HGU diberikan 27thn yg lalu dan smp hari ini kondisinya sama spt 27thn yg lalu????? Ckckckckckckckck bener2 ngenesno
    Ntar kalo ada peminat, mentang2 punya HGU(walo dianggurin 2generasi) trus mempersulit. Kebangeten tenan

    Posted by Fia | 1 Oktober 2012, 7:44 am
    • Demi kepentingan nasional, Hgu itu harus dibatalkan, setuju ? Bisa diinvestigasi ga siapa pemegang hagu itu dan siapa beking nya. Kalau pemegangnya ngotot pakai preman atau jalur hukum, kita lawan dengan kekuatan sosial media. Kalau udah 27 tahun itu pasti warisan kroni nya Babe Soeharto……

      Posted by Papae Dido | 1 Oktober 2012, 9:39 am
    • yang pegang HGU mungkin dulu makelar

      Posted by sulistiono | 1 Oktober 2012, 10:57 am
    • kalo di Kalimantan dan Sumatera modusnya adalah perusahaan berlagak mau bikin kebun sawit… kan harus membuka lahan hutan, tuh… tapi aslinya mereka cuma pengin ambil kayu-kayunya… trus lahannya dibiarkan nganggur bertahun-tahun jd padang ilalang dan tak ada penindakan sedikitpun dari penegak hukum…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 1 Oktober 2012, 4:39 pm
  42. Pak Dahlan,

    Apakah susah mencabut HGU tsb, orang jakarta lagi. Sudah 27 tahun mangkrak tak termanfaatkan harusnya bisa dicabut HGU nya, karena tidak digunakan sama sekali. Di Cuaabbuutt… wae Pak, ben mengko nek ke pangadilan kita juga pingin tahu siapa sih yang bikin lahan terlantar itu.

    Salam,

    Posted by Achmad Saifullah | 1 Oktober 2012, 7:53 am
  43. hadir dulu

    Posted by Royyan | 1 Oktober 2012, 8:15 am
  44. Saya nunggu dari jam 4 waktu Japan..gak muncul-muncul…sampai saya harus menutup laptop saya karena harus segera berangkat ke kampus..waktu buka kembali si kampus ternyata sudah 50 yang antri pertamax..ya sudahlah ..tapi paling tidak kata Pak Dahlan garam sekarang sudah jadi manis..he..he..jadi saya gak perlu nyirik garam lagi…benar-benar mengembangkan ukm…seperti yang dilakukan pemerintah jepang kepada para ukmnya…

    Posted by bundashabrina | 1 Oktober 2012, 8:17 am
  45. Senin pagi … Slalu semangat pagi dgn MH…
    Jaga kesehatan p DIS….

    Posted by h@nief | 1 Oktober 2012, 8:23 am
  46. maju terus oreng medure,bantu negri ini biar ga makan garam asing lg,we love garam madura!!!

    Posted by muh mundir | 1 Oktober 2012, 8:34 am
  47. tulisan dan ulasan yang menarik…yang perlu dicermati adalah: 1. Kenapa garam import yang harusnya untuk industri bisa bocor ke pasar konsumen? ini pun harus diusut agar memperkecil ruang gerak oknum-oknum pencari keuntungan dari sektor import garam ini. 2. Terbukti dengan geomembrane, hasil panen garam secara kuantitas dan kualitas menaik. Hal selanjutnya adalah bagaimana dengan pengadaan geomembrane ini dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Jangan sampai teknologi yang sudah terbukti ini, malah dijadikan lahan untuk mengeruk keuntungan dengan harga jual yang tinggi dan sulit… 3. Salam kenal buat semua dahlanis….

    Posted by robby fernandez | 1 Oktober 2012, 8:43 am
  48. Alhamdulilah / Puji syukur atas berkah Allah yang maha pemberi rejeki, Senang rasa hati ini bila melihat, saudara kita para petani garam yang berada di pesisir, yang selalu identik dengan kemiskinan dan kemelaratan bisa bangkit dan bisa hidup sejahtera dari hasil bumi indonesia yang kaya ini. Mudah mudahan nikmat ini selalu disyukuri dengan tetap menjaga alam dan lingkungan kita.

    Mudah mudahan tahun depan kita sudah tidak melihat dan mendengar lagi petani garam selalu meratapi nasib nya akibat dipermainkan harga jualnya saat panen oleh para cukong cukong yang tidak berperasaan.

    Ya Allah, terima kasih engkau telah kirimkan hamba pilihan mu, putra bangsa ini yang selalu peduli atas nasib orang kecil dan nasib bangsa nya, lindungilah dia dan berikanlah kesehatan dan panjang umur kepadanya, Amin.

    Posted by Ganesa | 1 Oktober 2012, 8:47 am
  49. Kenapa produk impor (termasuk garam) lebih murah dr produk lokal dipengaruhi oleh efisiensi proses produksi. Garam di luar negeri tdk dibudidaya tapi ditambang. Garam kualitas satu tinggal diambil, dipacking & dikirim, shg ongkos produksi rendah. Beda disini garam hrs dibudidaya dgn ongkos produksi tinggi & membutuhkan waktu lama, shg harga garam menjd lbh mahal.
    Menaikkan pajak impor bukan solusi permanen. Solusi terbaik adalah dgn efisiensi & peningkatan produksi garam, salah satunya dgn membranisasi. Swasembada garam akan mudah Karena Indonesia beriklim tropis yg mempunyai sumber garam melimpah. Selain itu garam hsl budidaya tdk akan habis tdk spt garam hsl tambang.

    Posted by Disfans | 1 Oktober 2012, 8:48 am
    • kalo dilihat dari segi geografis, sebetulnya letak indonesia yang berada di daerah tropis kaya akan sinar matahari, tetapi sebetulnya untuk produksi garam kurang menguntungkan (–kecuali beberapa daerah seperti Madura dan NTT–) karena di tropis udaranya lembab dan curah hujan tinggi sehingga salinitas air lautnya rendah berbeda dengan daerah subtropis yang mempunyai udara kering dan curah hujan sedikit sehingga salinitas air lautnya lebih tinggi.Hal ini akan menentukan efektifitas pembentukan garamnya. Maka tak heran jika negara seperti India, Thailand yang berada di subtropis, mereka bisa expor garam. Tetapi kekurangan ini harus dilawan dengan teknologi sehingga akan efisien dan bernilai ekonomi tinggi. Banyak jalan menuju ke Roma, Belanda yang negerinya secuil saja bisa menjadi exportir bahan makanan apalagi Indonesia dengan segala kelebihannya harus bisa memenuhi kebutuhan pokoknya. Maju teru Indonesia!

      Posted by Najib | 1 Oktober 2012, 10:08 am
  50. 27 tahun HGU ngganggur ? jangan cem macem tak iye !

    Posted by sandra | 1 Oktober 2012, 8:55 am
  51. Semoga daerah Rembang dan sekitarnya juga tersentuh membranisasi……

    Posted by narti | 1 Oktober 2012, 8:58 am
  52. Peningkatan Garam Madura dengan Geo Membrane-nya sungguh membuat hati adem. tinggal gimana caranya menyumbat kran import garam dan menstabilkan harga ditingkat konsumen. biar petani garam sejahtera, rakyat gak kekurangan yodium., karena harga tiba-tiba naik. Hidup Pak DIs. aylapyu pull…………, ayo sikat mafia garam import, kami dukung.

    Posted by sofyan Usamah | 1 Oktober 2012, 9:00 am
    • kenapa menteri perdagangan nggak sekreatif beliau ya? tapi alhamdulillah Allah memberikan manusia seperti pak DIS ke bangsa indonesia. ayo contoh beliau

      Posted by abdullah | 1 Oktober 2012, 9:07 am
  53. kenapa metoda membrane yg demikian sederhana harus pak DIS juga yang mikirkan ya?…. kenapa? kenapa? dari dulu kok gak terpikir?

    Posted by mahmudarifien | 1 Oktober 2012, 9:21 am
    • kate Mpok Nori kok ga kepikiran ya?? He he..btw setauq HGU itu masa berlakunya 30 thn,kl skrg udh 27 thn brarti krg 3 thn lg hbs (mhn koreksinya kl slh).Slm kenal semua..slm dahlanis.Demi Indonesia yg lbh baik lg..

      Posted by koreksidiri | 1 Oktober 2012, 11:33 am
    • lho, jangan salah… sebetulnya membranisasi ide bukan ide asli pak Dahlan, coba aja cek MH terdahulu… lucunya, ketika ide ini diangkat pak Dahlan, buanyaaaaaak yg menghujat, mas Bro… semoga yg dulu menghujat itu sekarang gagu, heheheee… :)

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 1 Oktober 2012, 4:44 pm
  54. moga ide pak dis tentang pasar komoditas dengan rangkaian gudang yang super besar dan online bisa segera terealisasi, biar semua petani gak selalu rugi setiap masa panen…

    Posted by faizal | 1 Oktober 2012, 9:39 am
  55. Garam itu rasanya manis jenderal..!!! hehhee…Selamat Hari Kesaktian Pancasila.

    Posted by iwan | 1 Oktober 2012, 9:53 am
  56. Senin pagia awal bulan Oktober tidak jadi ASEM akhirnya ASIIIIN….
    Kirain ndak muncul, tiwas uisuk-isuk bangun ndak tahunya asin.

    Posted by Satrio Hatmoko | 1 Oktober 2012, 10:15 am
  57. rrruuaarrr biasa…
    terus terang saya tadi loyo luar biasa. tapi membaca tulisan p.dis saya jadi malu. saya masih muda tapi semangat saya sering kendor. tulisan ini menjadi sarapan jiwa bagi saya. menambah energi untuk berbuat bagi bangsa dan negara. SEMANGAT PAGI SAUDARA2.

    Posted by dityo | 1 Oktober 2012, 10:24 am
  58. Senin pagi belum baca MH pak Dahlan seperti makan sayur tanpa Garam……parkir nama dlu achh….

    Posted by wongcilik | 1 Oktober 2012, 10:52 am
  59. Wah, yang memberikan ijin HGU itu harus bertanggungjawab. 27 tahun tanpa menghasilkan apa/memberikan dampak bagi warga sekitarnya.

    Posted by Mochamad Yusuf | 1 Oktober 2012, 10:56 am
  60. 27 tahun masih dalam kondisi yg sama??? itu mah termasuk tanah terlantar dong…BPN ke mana nich???

    Posted by bundaarie | 1 Oktober 2012, 11:02 am
  61. ijin sudah keluar 27 tahun yang lalu dan sampai skg belum diapa- apakan ?, gak niat blasss itu,kenapa nggak dibuat klausul tambahan….misal “jika dalam waktu 1 th lahan belum dikerjakan ijin akan dicabut”……..gitu aja kok repot…..

    Posted by heri | 1 Oktober 2012, 11:14 am
  62. Suatu secerca cahaya yang mulai terasa hangat diufuk timur, untuk para Petani Garam yang selama ini bagaikan bui-bui ombak yang terbawa arus gelombang menerpa pantai dan karang-karang. Dengan langkah membranisasi ladang garam para petani, diharapkan PT Garam sebagai BUMN bisa memainkan ekonomi Garam di negara kita secara significant, karena selama ini Kita bak Anak Ayam mati dilubung padi.

    Posted by Jack | 1 Oktober 2012, 11:18 am
  63. Dear All Customer MHClothings,,

    Ready Stock Desain Joger 15 dan Polo Joger (Desain 16) Serta Jaket HOPE dan KERJA, KERJA, KERJA..
    Untuk sosialisasi Gambar dan Foto Pa Dahlan ke semua kalangan masyarakat supaya lebih mengenal pa Dahlan..:)

    SIlahkan hubungi Fahmi 0856 9133 3174 dan PIN BB 29EB50ED atau email ke mhclothings@gmail.com

    Ayo order sebelum kehabisan..:)

    Posted by Fahmi | 1 Oktober 2012, 11:29 am
  64. untuk lihat desain silahkan check lapak di http://mohbusinessman.wordpress.com/

    Posted by Fahmi | 1 Oktober 2012, 11:29 am
  65. HGU itu sudah diberikan 27 tahun yang lalu. Tapi, sampai 27 tahun kemudian, hari ini, lahan tersebut masih tetap sama dengan 27 tahun yang lalu……. “O M G…..”

    Posted by yuni | 1 Oktober 2012, 11:32 am
  66. mgkn HGU itu sbg kedok agar garam yg diimpor diakui sbg garam produksi HGU nya sehingga aman2 aja slma ini..btw ada yg tau berita trkini prkembangan kasus P.Fadhel wkt msh jd Mentri KP mmbuka paksa gudang penimbunan garam diMadura dl itu ga ya?

    Posted by koreksidiri | 1 Oktober 2012, 11:41 am
  67. saya petani garam dijepara pak.dimana saya bisa dapatkan itu geomembrane pak?

    Posted by ahmad | 1 Oktober 2012, 1:49 pm
  68. Pandai nian Bapak ini menyindir orang madura. Kerjaannya hanya petani garam. Yang harus banyak dibelaskasihani. Tapi semua petani garam yang disebut memakai sebutan Haji. Tidak hanya ditulis dengan H kemudian diikuti titik. Kemudian kemana-mana naik CRV dan sebagainya. Bukan kendaraan orang tidak punya uang. Sindiran halus. ……..

    Posted by Widi | 1 Oktober 2012, 2:36 pm
    • orang Madura juragan besi rongsokan dekat makam WR Supratman Surabaya, mobilnya juga serba Honda mulai dari CR-V, Jazz, Freed, dan Civic… intinya, jgn meremehkan profesi yg ‘nampaknya’ kecil dan sepele… buktinya bisa naik haji dan beli mobil-mobil mid-class… :)

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 1 Oktober 2012, 4:48 pm
      • Di Gresik ada seorang Madura. Dulunya pemulung yang keluar masuk kampung mencari barang bekas sambil membawa keranjang di punggung, kemudian “naik pangkat” menjadi pengepul barang bekas dari teman-temannya. Berikutnya menjadi milyader karena berhasil menjadi “jagal” kapal-kapal yang rusak. Sekarang menjadi mitra bisnis BUMN ternama, karena memiliki pabrik pupuk organik di tanah kelahirannya Bangkalan!

        Posted by mito | 2 Oktober 2012, 10:31 am
        • Beliau adalah Haji Sukri ….

          Posted by Djoko Sawolo | 2 Oktober 2012, 11:22 am
        • dari kisah-kisah sukses mereka, rasanya terlalu bodoh jika kita merasa rejeki begitu sempit, hingga hrs menghalalkan segala cara demi uang… dan kita yg lulusan sekolahan begitu bodoh jika hanya menggantungkan nafkah dari berharap pekerjaan dari orang lain… salut kpd keuletan mereka…

          Posted by Novrian Eka Sandhi | 3 Oktober 2012, 12:24 am
  69. gile bener gue belum lahir sampai udah punya anak 2 nggak diapa2in, busyet 27 taon

    Posted by azham kkhairan | 1 Oktober 2012, 2:55 pm
  70. HGU lahan garam asyik juga didiskusikan, bagaimana dengan HGU kebun sawit di KAL SEL yaa?.

    Tapi kalau dipikir-pikir ngapain juga mikirin HGU kebun sawit, biarkan saja dia tumbuh berkembang dengan sendirinya meski tanpa HGU yang resmi.

    Yang terpenting saat ini KAL SEL masih aman tidak ada kerusuhan. Gitukan?, maunya pejabat kita heheheeee,,,

    Posted by Birhasani. HB | 1 Oktober 2012, 2:58 pm
  71. Kalau proses pembuatannya dibikin kontinyu, mungkin ngga petani garam bisa panen setiap hari ?

    Bisa ngga ya kita berkontribusi.

    Petani Garam

    Posted by petanigaram | 1 Oktober 2012, 4:45 pm
  72. nah….sekarang hasil tani garam nya udah bagus sekarang tinggal pemerintah nya miring ke kiri apa ke kanan ni………

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 1 Oktober 2012, 6:32 pm
  73. Pak DI memang ruaaaaar biasa……. maju terus utk indonesia jaya

    Posted by gunawan | 1 Oktober 2012, 8:20 pm
  74. Mantap om dis

    Posted by abdul | 1 Oktober 2012, 8:34 pm
  75. mencari pemimpin cerdas memang sulit, apalagi yang punya daya kreatif, lebih sulit lagi yang mempunyai inovatif, inovatif adalah pengejahwentahan dari kreatifitas yang bernilai ekonomi, sayangnya bangsa ini belum banyak pemimpin yang mempunyai inovasi dalam beberapa tingkatan, baik pemimpin formal maupun informal. membaca mh setiap senin pagi, betapa kita disadarkan bahwa betapa sangat kurangnya pemimpin tang inovatif itu. salah satu yang membuat terheran2 adalah fungsi jamsostek (saya termasuk salah satu anngotanya). Ketika jamsostek merencanakan rumah sakit pekerja di kawasan jabodetabek, saya jadi termenung lama dan bertanya-tanya. selama ini kenapa tidak pernah dilaksanakan atau dimimpikan agar jamsostek punya rumah sakit pekerja disetiap propinsi ? sehingga pekerja dan keluarganya dilayani secara maksimal kesehatannya. padahal jamsostek tahu bahwa pelayanan jamsostek yang bekerja dengan rumah sakit lain selalu anggotanya tidak dilayani dengan baik (atau jamsostek pura-pura tidak tahu) ………….. sungguh banyak kasus lainnya terhadap bumn. yang pemimpin dinegeri ini sering lupa adalah amanah itu akan dipertanggung jawabkan baik di dunia maupun di akhirat … semoga awal kebangkitan kebenaran dan kejujuran mulai nampak dan seperti hilangnya embun pagi ketika matahari terbit …. tetap semangat wahai indonesiaku

    Posted by sugeng riyanto | 1 Oktober 2012, 10:02 pm
  76. Inovasi pak DIS ini bikin saya kagum tak berakhir. Pemikiran Beliau yang komprehensif memang banyak menyelesaikan masalah. Maju terus…
    Heran aja sama mentri2 yang dulu sukanya import aja.

    Posted by Alris | 1 Oktober 2012, 11:31 pm
    • menteri yang import walau produk dalam negeri cukup adalah menteri yg tidak profesional, mungkin ditempatkan bukan di bidangnya hingga kurang menguasai medan ( menteri titipan/ dari partai …?) yang hanya bekerja berdasarkan laporan data di balik meja… (kurang amanah n cinta tanah air) dan mungkin juga tidak rajin
      pastinya beda sama Abah Dis yg saya pikir sejak sembuh dari sakitnya , beliau “MENGHIBAHKAN” dirinya di jalan Tuhan untuk kemaslahatan umat…. makanya bukan tidak mungkin, jika amanah menteri ini sukses, Tuhan akan memberi amanah pada beliau yang lebih besar lagi…RI 1.

      Posted by W. Ning | 2 Oktober 2012, 6:28 am
  77. tidak hanya petani garam yang meradang pak, mungkin saat ini juga petani jagung, karena saat ini sedang panen harganya juga mulai turun.

    Menteri Perdagangan sudah menghentikan kebijakan lama, yang akan berakhir pertengahan tahun 2012. Mudah-mudahan kebijakan yang dihentikan tidak hanya seputar garam, akan tetapi semua komoditi yang sesunggunhnya di negara ini melimpah.

    Posted by Kka Kusnanto | 2 Oktober 2012, 4:46 am
  78. Indonesia punya semua… sumber daya alam melimpah,
    Sumber daya manusia… banyak tuh para ahli di berbagai bidang yang tak diperhatikan di dlm negeri akhirnya bekerja di luar negeri.
    Kalau tidak percaya, coba diingat proyeknya prof. Y Surya yg mencoba mengambil anak-anak Papua (bukan anak-anak terpandai di sana lho, tp sengaja diambil yg kepandaiannya rata-rata saja) setelah ditraining beberapa saat
    terus diikutkan Olimpiade Fisika ternyata bisa jadi juara.
    Negeri ini cuma kurang pemimpin & tokoh yg Peduli.
    Diantara yg sedikit itu diantaranya: P. D Iskan, prof. y Surya ada jg P. Anis Baswedan dg program pengiriman Sarjana berprestasi sebagai guru di berbagai pelosok pedalaman Indonesia, respect buat mereka & semoga warga di sini mau mengikutinya.

    Posted by Satrio Hatmoko | 2 Oktober 2012, 6:09 am
  79. Dear All Customer MHClothings,,

    Ada Yang terbaru nich untuk Jaket dan Kaos MH nya….
    Silahkan di check di http://mohbusinessman.wordpress.com/

    dan silahkan pre-order ke Fahmi 085691333174 atau email mhclothings@gmail.com atau PIN BB 29EB50ED

    Posted by Fahmi | 2 Oktober 2012, 9:37 am
  80. Dear Customer dari Bandung dan Jakarta yang kemeren SMS dan sudah transfer,,Mohon SMS konfirmasi lagi..Semalem HP saya error lagi dan semua data SMS hilang dan Kaos akan saya kirim hari ini.
    Mohon maaf atas ketidaknyamanannya..:(

    Posted by Fahmi | 2 Oktober 2012, 11:26 am
  81. Salut dan kagum buat DI,dengan alasan kepentingan dalam negri sebaiknya imfor garam saat ini ditinjau ulang demi petani garan agar petani tatap bersemangat dan banyak lagi orang jadi berminat jadi petani dari pada pegawai.mudah2an terobosan Pak DI dan perlindungan terhadap pertanian makin banyak generasi muda mau jadi petani karena lebih sukses.

    Posted by toga | 2 Oktober 2012, 11:58 am
  82. pola pikir seorang dahlan iskan emg membuat kita bisa menelisik permasalahan dari sudut yang berbeda, bukan memojokkan suatu masalah tapi memberi titik terang didalamnya… gudlak kang.. :)

    Posted by baqiberbagi | 2 Oktober 2012, 1:02 pm
  83. Mju terus pak boss…untuk INDONESIA RAYA…..

    Posted by edysantoso | 2 Oktober 2012, 1:57 pm
  84. “Garam rasanya memang asin. Tapi, kalau jumlahnya sudah mencapai 3,2 juta ton, manisnya bukan main”
    bener – bener muanis pak :-)

    Posted by orderdesign | 2 Oktober 2012, 2:58 pm
  85. mudah mudahan para petani sudah mulai bertindak untuk meningkatkan derajat hidupnya, kalau dulu petani sekarang pengusaha tani, kalau dulu pengusaha tani sekarang menjadi investor tani dan seterusnya . . . .

    Posted by bocah223 | 2 Oktober 2012, 6:27 pm
  86. jangan-jangan setelah produksi melimpah harga jatuh

    Posted by PJ Jeding | 2 Oktober 2012, 7:58 pm
  87. Jamannya p Dis g ada jualan / obral perushn BUMN ya?… Kl inget waktu itu,jadi senyum2 ndiri. (Bahkan p Amien Rais pun kehabisan kata2 saat ada yg jual perush BUMN).

    Posted by budi ind | 2 Oktober 2012, 10:12 pm
  88. jangan katakan mencintai indonesia kalo tdk baca tulisan pak dis..

    Posted by rita | 2 Oktober 2012, 11:35 pm
  89. Pantesan pak Padel Muhammad mati-matian menolak impor garam, tapi syang beliau gak bisa main cantik sehingga terpental dari kursi kabinet. Beliau terlalu kaku, hanya bisa memainkan satu jurus. Coba seperti pak DI yang pandai memainkan semua jurus termasuk jurus mabuk sehingga sulit ditundukkan musuh-musuh. Bahkan celakanya lagi pak Fadel sekarang dikriminalkan, kasian beliau sudah jatuh tertimpa ember pula…

    Posted by lukman bin saleh | 3 Oktober 2012, 2:47 am
  90. Hati-hati….pejabat disistem pemerintah mulai membuat gerakan untuk menjatuhkan pak Diz dengan melakukan tindakan-tindakan yang merusak hasil kerja pak Diz……., dan itu sudah di mulai dengan menaikkan harga tarif listrik.., menaikkan tarif kereta api…., sebentar lagi akan meng obok-obok transportasi laut….kemudian petani-petani….yang selama ini mereka manfaatkan untuk kepentingan tertentu……waspadalah….waspadalah….kerja…kerja…kerja

    Posted by Seno | 3 Oktober 2012, 7:10 am
  91. bung admin (mas pram), website sebelah, http://www.dahlanis.com kok suspend kenapa yah ? ada masalah atau gimana ? atau kawan2 disini ada yg copy ?

    Posted by CEKRICEK | 3 Oktober 2012, 8:30 am
  92. Halo semua yg suka komen di blog ini, saya sering ikuti komen2 dari anda semua. Tapi saya mau tanya kenapa ya komennya tdk berurutan jam dan tanggalnya. Soalnya saya kadang2 baca komennya 2hari sekali. Jadi kadang saya sulit menemukan mana yg sdh dibaca mana yg belum. dan kadang memakan waktu lama utk melihat satu per satu. Mohon penjelasannya. Terimakasih.

    Posted by sima abadi | 3 Oktober 2012, 9:13 am
  93. Wow, komentar-komentar di semua berita dahlan iskan di berbagai media jumlahnya melonjak drastis. Mungkin gara-gara release survei tv swasta kemaren ya :p , dahlan iskan melejit di urutan pertama capres alternatif, padahal kan gak pernah pesan survei hehe. Ckckck, sebegitu takutnya ya sama kakek-kakek mantan pasien cangkok organ yg gak punya parpol? Lanjutkan saja yg sedang anda lakukan pak Dis, niatkan saja buat ibadah. Puji-pujian tidak akan membuat kita kenyang, begitupun celaan, hinaan anggap saja pelengkap setia yg mengiringi setiap perjuangan. Ingatlah bagaimana Rosulullah diludahi dan dilempar batu ketika menyerukan Tauhid. Jangan berkecil hati.

    Posted by indomietelor | 3 Oktober 2012, 4:01 pm
  94. maaf OOT Pak Dis, sebagai laporan saja, udh hampir seminggu ini listrik di pangkalpinang byar pet, sehari kadang 3 atau 4 x mati, suruh mundur aja manajer PLN nya pak, bikin malu saja

    Posted by kangjamjam | 3 Oktober 2012, 4:04 pm
  95. lama ditunggu2, akhirnya nongol juga MH edisi 45,.. kali ini tentang garam rupanya. tapi kok blom ada satu komen pun yang masuk ya, berarti saya pertamax dunk hohohoho…..

    Posted by SueperdueperrR | 4 Oktober 2012, 7:54 am
  96. Semangat terus pak DIS semoga Allah selalu menaungi Bapak dengan kesehatan dan keberkahan amin…www.alatketerampilanedukatif.blogspot.com

    Posted by mansur | 4 Oktober 2012, 11:44 am
  97. melihat sepak terjang pak dahlan iskan yang spektakuler, saya malah jadi gamang, apakah ini saatnya pak dahlan bisa naik tahta di indonesia, atau nunggu 2019? soalnya masih banyak bumn yang harus dikasih motivasi agar bisa menjadi mesin ekonomi dan bukannya menjadi mesin perah parpol. Apakah waktu yang tinggal 2 tahun ini semua bumn sudah bisa disembuhkan dari sakit? butuh seorang leader yang sangat tangguh untuk menyembuhkan bumn bumn yang sedang sakit itu. jika pak DI naik tahta, lantas siapa kandidat yang pantas menduduki bumn yang larinya secepat pak dahlan? tapi apapun yang terjadi saya juga setuju kalau pak dahlan menjadi orang nomor satu di indonesia. pastinya beliau akan bisa memberikan motivasi yang lebih luas melalui caranya sendiri yang sangat revolusioner. Semoga dibawah kepemimpinan pak dahlan, bangsa indonesia bisa mengejar dominasi cina disegala bidang. Dan modal itu sudah ada pada diri pak dahlan. secara komunikasi, cina sudah dikuasai pak dahlan. Kita masih kekurangan pemuda-pemuda hebat seperti yang diimpikan bung karno. Bung karno meminta 10 pemuda untuk menggemparkan dunia. dan saat ini baru ada 3 orang yang menurut saya pantas mengisi lowongan itu. yang pertama sudah pasti pak DI yang bisa menjadi komandan ekonomi, kedua pak mahmud yang bisa menjadi dewa keadilan, dan ketiga adalah jokowi yang bisa menjadi pengayom rakyat. Siapa yang bisa menyusul mereka bertiga?

    Posted by agustinus kusnendiarkoro | 4 Oktober 2012, 11:59 am
  98. Kasihan kalo p. dahlan jadi presiden, presiden jabatan politik dan politik itu kotor, penuh tipu muslihat dan kadang menjijikkan. Kita ingat dengan prof bj habibie, orang yang sangat pandai, jujur tapi tidak lihai dalam berpolitik dan guru bangsa gus dur yang yang tidak punya motivasi pribadi menjadi presiden bahkan dia kemana-mana ndak pernah pegang uang alias ndak punya dompet akhirnya gugur dipolitisasi. Biar saja p dahlan menjadi menteri bumn, sudah pas sesuai dengan profesionalisme yang dia miliki. Daripada kita sedih melihat dia dipolitisasi dan dijatuhkan oleh musuh-musuh politiknya dan sangat bahagia melihat p. dahlan yang sebenarnya orang sakit tapi bisa menjadi menteri dan masih bisa menulis dengan sangat bagus.

    Posted by as'ari | 4 Oktober 2012, 1:02 pm
    • salut buat A’SARI… yang dukung DI secara tidak karuan sambil memuja muji, hanyalah para pemain politik murahan ! politicking ?

      Posted by cekricek | 4 Oktober 2012, 1:21 pm
      • lalu bagaimana dg yg kerjanya cuma nyela doang?? gw harus push up 100x sambil bilang WOW gitu

        msh mending kalo ente punya sesuatu buat dibanggakan, misal ente punya mobil listrik dan hybrid dg desain lebih unggul baru deh cuap-cuap atau jgn2 ente mau bikin mobil sport bertenaga congor ya? wkwkwk

        Posted by crott markocrott | 4 Oktober 2012, 1:59 pm
      • Betul mr. Crott Makocrott,, congor cekricek yg satu ini mending dilego aja. tapi dilegopun gaada yg mau beli.. soale bau busuk.

        Posted by CEKRICEK | 4 Oktober 2012, 2:06 pm
      • masih mending pemain politik murahan, kalo pemain politik mahalan, rakyat yg diperes
        saya bagian bantu meres congornya CEKRICEK aja, Radya kalo mau diperes juga monggo..

        Posted by CEKRICEK | 4 Oktober 2012, 2:11 pm
        • cek ricek Palsu !!! otak nya kw ! hahahahaaa

          Posted by crott markocrott | 4 Oktober 2012, 3:03 pm
          • oh maafkan, dg mengatakan otak cek ricek palsu atau kw, saya telah melakukan fitnah.

            karena sesungguhnya cek ricek tidak punya otak. xixixi…:D

            Posted by crott markocrott | 4 Oktober 2012, 3:16 pm
        • hehehe si cek ricek (huruf kecil) memakai akun anonim saya, lalu berniat menghina CEKRICEK (dg huruf kapital) tapi dia lupa pake capslok wkwkwkwk, akhirnya menghina diri sendiri deh wkwkwkwk

          adu domba yg gagal, hati2 mas CEKRICEK si cek ricek bau busuk hehe

          Posted by crott markocrott | 4 Oktober 2012, 3:23 pm
    • Setuju bang,
      Tapi pada akhirnya kebajikan harus berani unjuk gigi. masuk surga jangan sendirian.
      Soal politik, saya percaya Mahfud MD bakal jadi benteng yang kokoh.

      Semoga Indonesia jadi lebih baik
      Anak cucu bangsa ini biar nggak merugi……..

      Posted by novisaja | 4 Oktober 2012, 5:16 pm
  99. crott markocrott otaknya palsu ???

    Posted by cekricek | 4 Oktober 2012, 3:06 pm
  100. capslok ??? salah kaleee… capslock yang bener !!! dasar bego belajar bahasa Inggeris sono !!!

    Posted by cekricek | 4 Oktober 2012, 3:55 pm
  101. salah ketik doang :p buktinya diatas gw bener capslock

    nah kl ‘inggeris’ ejaan yg baru ya?? xixixixi…:D

    ngaca cek wkwkwkwkwk

    Posted by crott markocrott | 4 Oktober 2012, 5:25 pm
  102. Reblogged this on A u t u m n B o y and commented:
    Pak Dahlan Ke MADURA….????

    Posted by I' am | 4 Oktober 2012, 5:37 pm
  103. ambil yang baik buang yg buruk

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 4 Oktober 2012, 5:39 pm
  104. enak neh… ada anak kecil baru mulai maen politik dan dukung mendukung, mana emosional lagi… jadi asoiii buat bahan gocekan…puuuusss ck ck ck sini crott….

    Posted by cekricek | 5 Oktober 2012, 8:33 am
  105. Kok jadi forum debat kusir. Debat gak sehat gini yah? Debat tak berakal sehat begini yah? Lama lama jadi gak asik forum ini.

    Posted by ruli | 5 Oktober 2012, 8:47 am
  106. anda benar ! mas ruli, dari awal juga blog ini sudah tidak sehat ! dimana setiap kritik diklaim sebagai pikiran negatif. politicking diberi toleransi sangat besar apalagi dalam konteks pencitraan DI. soal bikin citra baik siapa yang bakal melarang ? silahkan silahkan, tetapi harus siap dikritisi… memang benar kritik bisa sehat bisa tidak, bisa membangun bisa menjatuhkan… jauh lebih penting adalah kesiapan dan kepiawaian menghadapi dan mengolah kritik menjadi inspirasi positif. bukan malah setiap kritik dirubung rame rame berbalas kritik sampai kalau perlu mengadu domba lewat copy Id. jadilah debat preman bukan debat kusir, debat kusir cepat berlalu, karena masing masing kusir cuma berselisih dijalan. debat preman penuh kesumat, modal kuat kuatan, tanpa manfaat kosong akal fikiran. tks.

    Posted by cekricek | 5 Oktober 2012, 9:30 am
    • ini baru cekricek ori ! gaya tulisannya itu lho, kemana aja bos ?

      Posted by slamet | 5 Oktober 2012, 10:20 am
    • dahlan iskan tidak anti kritik, justeru menantang kritik, termasuk pendukungnya seperti saya,
      saya juga sering menulis kritik akan tetapi bukan berarti ngmomong masalah tapi tidak dengan solusi,
      bahasa bahasanya cenderung kasar, contoh # bego #goblok #bodoh #idiot , #buta

      duhh seperti tidak ada kata yang lebih santun deri itu ,
      saya bergabung dan suka komentar disini tidak hanya ingin muji , dengan segala kata kata manis, tapi saya juga ingin melihat lebih apakah seperti yang ditulis pak dahlan sesuai dengan kenyataan atau tidak,

      jika tidak kita wajib memberitahu permasalahan yang ada dengan kalau bisa dengan solusi solusi ,
      jangan bilang terus apa gunanya dahlan jika solusi itu harus kita yang mengeluarkan memangnya pak dahlan tidak mau mikir?

      please berfikir positif , jika sistem berjalan dengan benar negara ini sudah sejahtera,
      tapi buktinya tidak kan? masih saja banyak yang memanfaatkan celah sedemikianrupa sehingga harta negara dinikmat oleh sebagian mafia,

      saya setuju dengan administrator yang sering menghapus komentar komentar sampah yang cenderung memancing orang untuk ikut muter dalam komentar tidak perlu

      saya setuju jika komentar komentar yang muncul adalah komentar yang memberikan solusi,

      saya sangat setuju apabila kita akan memberikan kritik biasakanlah menggunakan bahasaa yang tidak provokatif

      merdeka

      Posted by saeful | 5 Oktober 2012, 11:03 am
  107. manisnya harapan akan swasembada asinnya garam kita :)

    Posted by intenratna | 5 Oktober 2012, 3:16 pm
  108. xixixixi…:D waktu ada pembagian otak cekricek gak datang ya :p

    tukang kritik yg gak mau dikritik, ngata2in orang tp dia ngamuk kalo dikata2in wkwkwkwk

    akun anonim crott markocrott ini memang khusus saya dedikasikan untuk bersenang-senang dg cekricek

    cek ricek ≈ crott markocrott

    gw ikutin persis gaya dia komentar xixixixi…:D

    Ternyata gak sanggup balas :p

    Posted by crott markocrott | 5 Oktober 2012, 5:43 pm
  109. xixixixi…:D waktu ada pembagian otak crott markocrott gak datang ya :p

    tukang kritik yg gak mau dikritik, ngata2in orang tp dia ngamuk kalo dikata2in wkwkwkwk

    akun anonim crott markocrott ini memang khusus saya dedikasikan untuk bersenang-senang dg cekricek

    cek ricek ≈ crott markocrott

    gw ikutin persis gaya dia komentar xixixixi…:D

    Ternyata gak sanggup balas :p sanggupnya cuma crott…

    Posted by crott markocrott | 5 Oktober 2012, 5:59 pm
  110. Pak Dhe. Benarkah Anda Pak Danet ?

    Posted by Widi | 5 Oktober 2012, 8:38 pm
  111. perilaku si cekricek terang2an dikritik (baca: disindir) di komentar om saeful diatas

    cuma sayang, entah cekricek menganggap dirinya malaikat yg gak buat pernah salah ATAU memang dia gak bisa mikir karena memang gak pernah punya otak, sepertinya sih yg kedua xixixixi….:D

    ayo cek, yg ini diklon jg komennya, sdh kehilangan akal ya wkwkwkwk

    Posted by crott markocrott | 5 Oktober 2012, 9:05 pm
  112. pake klon nama ane buat komen dan jiplak isinya, sudah kehilangan akal ya cek xixixixi….:D

    katanya jago cek :p elo lebih hebat dan jago mengatasi masalah ketimbang dahlan iskan yg menurut elo pencintraan doang kan? gak malu tuh ama bayangan lu dicermin wkwkwkwk

    Posted by crott markocrott | 5 Oktober 2012, 9:15 pm
  113. pertamax DI

    Posted by ariek | 6 Oktober 2012, 7:58 am
  114. sungguh seneng melihat perkembangan positif di dunia pergaraman…tetapi jadi sedih, kebijakan impor garam masih menghambat kemajuan para petani garam…tapi salut sama para petani garam, walau diserang dari berbagai arah mulai dari impor garam, harga garam jatuh dll…tp mereka masih bisa hidup makmur punya mobil :)

    Posted by samson | 6 Oktober 2012, 4:45 pm
  115. Dengan adanya membranisasi Garam di Indonesia dan pengaturan Import garam oleh PT. Garam Indonesia, sehingga diharapkan dan diwajibkan PT Garam bisa mengolah garam rakyat menjadi Garam kwalitas Industry sehingga bisa mengurangi ketergantungan garam dari luar. Saya kira technology pemurnian NaCl diatas 90% bisa diwujudkan oleh PT. Garam Indonesia sebagai BUMN yang bisa berkoordinasi dengan BUMN lainnya dan Universitas.

    Posted by Jack | 7 Oktober 2012, 11:14 am
  116. ternyata masalah garam pelik juga ya…. tapi di tangan pak Dahlan, masalah sepelik apapun masih ada titik harapan. semoga harapan itu menjadi nyata :)

    Posted by Iklan Gratis | 7 Oktober 2012, 8:11 pm
  117. Buat administrator
    Tolong dong jangan dibuat komentar2 sampah yang ngga ada artinya
    komentar kan untuk lebih memahami apa yang ditulis.
    kalau mau debat kusir di topix.com.
    jangan disini

    Posted by anang | 7 Oktober 2012, 11:47 pm
  118. Belum ada yg baru ya? semangat pagi belum lengkap tanpa MH. :)

    Ayo teman-teman di daerah yg dekat dg lapangan dan lingkungan sekitar bumn, bisa sharing masalah, informasi, atau kemungkinan penyimpangan biar kita bisa sama-sama mengawasi kinerja bumn. Jangan biarkan pakde dahlan bekerja sendirian.

    Posted by tsabit tsaqib | 8 Oktober 2012, 3:42 am
  119. Menunggu pertamax

    Posted by Disfans | 8 Oktober 2012, 5:16 am
  120. Selalu semangat tiap kali baca artikel pak DIS… Maju Terus Indonesiaku!!!

    http://www.GPSSbandung.com
    Ganesha Public Speaking School, Bandung
    Pelatihan Public Speaking & Presentasi Bandung Indonesia.

    Posted by damar (Ganesha Public Speaking School) | 10 Oktober 2012, 10:08 am
  121. semoga pembebasan tanah itu cepat terealisasi supaya masyarakat di kabupaten kupang terutama oesapa tidak lagi hanya menjual garam kualitas 3 dengan harga murah di pinggir jalan lg !!
    Hope

    Posted by ez13 | 20 Oktober 2012, 10:47 am
    • BETA TUNGGU REALISASI DARI PT.GARAM {PERSERO)
      UNTUK PROP.NTT SBG SENTRAL PRODUKSI GARAM NASIONAL..

      SET…SET…SET…

      DEMI INDONESIA, SALAM DAHLANIS..

      Posted by NAJIB ANSHORI | 16 April 2013, 5:52 pm

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.577 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: