>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan

Perjalanan Mengenang Tragedi Karbala

Jum’at, 24 Agustus 2012
Makkah-Aqsa-Baghdad (3-Habis)

Sunni berlebaran Minggu, Syiah keesokan harinya. Di Iraq, tidak ada gejolak atas perbedaan itu. Pemerintah tidak terlibat. Masing-masing golongan mengumumkan hari rayanya sendiri.

Hari itu saya salat Id di Masjid Syekh Abdul Qadir Jailani. Letaknya di tengah Kota Baghdad. Tidak sampai 15 menit naik mobil dari Hotel Isthar (dahulu Hotel Sheraton), tempat saya menginap. Hotel tersebut terletak di samping taman yang patung Saddam Hussein-nya dirobohkan itu.

Nama Syekh Abdul Qadir Jailani sangat terkenal di Indonesia. Dialah tokoh utama tarekat/tasawuf Naqsyabandiyah, khususnya aliran Qadiriyah. Sejak saya kecil, nama itu sudah saya hafal. Doa-doa yang diucapkan ayah saya selalu menyebut nama itu di bagian akhirnya.

Ke sinilah memang, ke makam Syekh Abdul Qadir Jailani ini, tujuan utama saya pergi ke Baghdad. Selama dua hari di Baghdad, tiga kali saya ke makam tokoh tasawuf tersebut. Tentu saya juga ziarah ke makam Abu Hanifah. Meski di Indonesia umumnya menganut mazhab Syafi”i, tidak ada salahnya ziarah ke makam pendiri mazhab Hanafi tersebut. Toh, letaknya juga di dalam Kota Baghdad yang terpisah hanya sekitar 5 km.

Dua makam itu sama-sama terletak di dalam masjid. Seperti makam Nabi Muhammad yang terletak di dalam Masjid Nabawi. Pengunjung tidak henti-hentinya ziarah.

Di Masjid Syekh Abdul Qadir Jailani, seusai salat Id, sebuah bendera hitam dengan tulisan Arab berwarna kuning emas diusung ke depan masjid. Ternyata, itulah bendera “kebangsaan” tarekat Naqsyabandiyah. Orang pun berebut menciuminya.

Pimpinan masjid itu, yang juga mursyid (pimpinan) tarekat Naqsyabandiyah Qadiriyah, adalah keturunan ke-17 Syekh Abdul Qadir Jailani. Masih muda, sekitar 35 tahun. Pagi itu, kami dijamu makan pagi khas Arab. Tentu diselingi diskusi mengenai tarekat Naqsyabandiyah.

Dia juga banyak bertanya mengenai pengikut tarekat tersebut di Indonesia. “Saya ingin ke Indonesia menemui mereka. Waktu ke Malaysia tahun lalu, saya ingin mampir ke Indonesia, tapi ada masalah visa,” katanya. “Keluarga kami sering ke Malaysia. Ayah kami meninggal di Malaysia tahun lalu,” tambahnya.

Orang-orang Iraq memang sangat mudah datang ke Malaysia. Tapi, masih sulit untuk mendapatkan visa ke Indonesia. Akibatnya, hubungan dagang Indonesia-Iraq tertinggal jauh dari Malaysia. Perdagangan Indonesia-Iraq baru USD 100 juta. Sedangkan Iraq-Malaysia sudah mencapai hampir USD 1 miliar. Padahal, Malaysia belum membuka kedutaan di Iraq.

Ekonomi Menggeliat

Kami juga ziarah ke pusat aliran Syiah: Najaf dan Karbala. Najaf terletak sekitar 300 km di luar Kota Baghdad. Atau 4 jam perjalanan dengan mobil.

Sebenarnya banyak yang mengingatkan agar saya tidak ke sana. Apalagi dengan istri, anak-anak, dan cucu. Iraq belum sepenuhnya aman. Ledakan-ledakan bom mobil masih sering terjadi. Sampai-sampai, mereka menyebut istri saya sebagai perempuan asing pertama yang berani berkunjung ke Iraq. “Mestinya istri Anda dapat sertifikat,” guraunya.

Saya merasa beruntung ziarah ke Najaf dan Karbala. Saya bisa melihat kondisi Iraq tidak hanya di ibu kotanya. Kalau melihat Baghdad saja, hampir-hampir putus harapan: gersang, panas, kering, dan berdebu.

Tidak terlihat geliat ekonomi baru sama sekali. Tidak banyak bangunan bekas perang yang sudah direnovasi. Jalan-jalan penuh dengan barikade militer. Kendaraan harus sering berhenti melewati pos bersenjata. Melewati jalan raya pun seperti memasuki terowongan: kanan kiri jalan dipagar dengan beton-beton knockdown setinggi 3 meter.

Tapi, begitu keluar dari Baghdad, ke arah selatan menuju Najaf, kesan saya tentang Iraq berubah. Ekonomi terasa mulai menggeliat di jalur itu. Hampir sepanjang jalan saya melihat pelebaran jalan, pembangunan jalan baru, dan pembuatan flyover. Di beberapa lokasi, seperti di Provinsi Babilon (di sinilah pusat kekaisaran Babilonia kuno), terlihat pembangunan perumahan rakyat. Bentuknya apartemen empat lantai yang terdiri atas ratusan blok.

“Sebetulnya rakyat kurang senang apartemen. Tapi, zaman modern harus diikuti,” ujar teman saya yang orang Iraq. “Kami sebenarnya senang dengan rumah biasa berlantai dua. Pada musim tertentu, kami terbiasa tidur di atas atap. Bisa terasa seperti tidur di padang pasir,” tambahnya.

Kami tidak berhenti di Babilon meski di situ ada makam Nabi Ayub. Kami langsung ke Najaf: ke makam Sayidina Ali bin Abi Thalib. Dialah sahabat utama Nabi Muhammad SAW yang menjadi khalifah ke-4 pada zaman Khulafaur-rasyidin. Dialah tokoh sentral golongan Syiah.

Luar biasa banyaknya pengunjung makam Sayidina Ali yang juga menantu Nabi Muhammad itu. Banyak sekali peziarah yang sangat emosional: meratap, mengusap, dan menciumi pintu makam yang letaknya di dalam Masjid Imam Ali tersebut. Setelah ziarah, kami salat dua rakaat di dekat makam itu. Tentu kami segera diketahui bukan orang Syiah lantaran kami salat tidak menggunakan thurob.

Thurob adalah tanah kering yang berbentuk bundar seperti kue mari. Thurob harus diletakkan di lantai, tepat di lokasi kening kita saat bersujud. Semua orang Syiah mengantongi thurob di sakunya. Ke mana pun mereka pergi dan di mana pun mereka salat, sujudnya harus di thurob itu.

Waktu pejabat tinggi Iran datang ke Jakarta beberapa bulan lalu dan saya bertugas menjemputnya di bandara, saya juga melihat itu. Waktu itu, sang pejabat minta salat di bandara. Saya jadi makmumnya. Saya lihat beliau merogoh saku dan meletakkan thurob di tempat sujud. Waktu saya ke Iran tahun lalu, saya juga membeli thurob di sana. Namun, ke Najaf kali ini, saya membeli thurob lagi karena yang dari Iran dulu diminta orang.

Masjid Imam Ali indahnya luar biasa. Interiornya gemerlapan karena campuran kristal dan potongan-potongan cermin yang dibentuk dengan indahnya. Dulunya masjid ini sangat kecil. Tidak lama setelah Saddam Hussein terguling, diperluas menjadi dua kali lipatnya.

Yang juga menarik, begitu banyak keranda yang dibawa masuk ke dalam masjid tersebut. Hanya untuk dilewatkan dekat makam Imam Ali. Hampir tiap 10 menit ada keranda yang lewat di makam itu. Tentu, maksudnya agar mendapat syafaat Imam Ali.

Begitu banyak yang meninggal? Ternyata, mayat itu tidak hanya dari Najaf. Mayat tersebut datang dari seantero negeri. Seluruh orang Syiah, di mana pun meninggal, mayatnya dibawa ke makam yang letaknya di sebelah Masjid Imam Ali.

Tentu makam itu sangat-sangat luasnya. Garis tengahnya 7 km! Pasti, itulah makam terbesar di dunia! “Ayah saya meninggal di Baghdad. Juga dimakamkan di sini,” ujar teman saya tersebut.

Dengan dimakamkan di situ, tidak saja bisa bersebelahan dengan makam Imam Ali (yang dipercaya juga sekaligus makamnya Nabi Adam dan Nabi Nuh), namun juga membuat kunjungan lebih praktis. Ziarah ke makam Imam Ali sekalian ke keluarga masing-masing.

Bagi warga Syiah, sekali datang ke Najaf juga harus ke Karbala. Dua kota tersebut berjarak 70 km. Itu mirip dengan orang yang ke Makkah sebaiknya juga ke Madinah. Bedanya, perjalanan ziarah Najaf-Karbala ini sangat demonstratif, atraktif, dan emosional. Di Karbala itulah anak Imam Ali, Sayidina Hussein, dimakamkan.

Setiap bulan Asyura, jutaan orang Syiah melakukan perjalanan suci dari Najaf ke Karbala. Mereka jalan kaki sambil merintih, menangis, dan memukul-mukul dada. Mereka mengenang penderitaan Sayidina Hussein dan solider atas penderitaan itu.

Menyusuri jalan dua arah yang sangat mulus itu, saya membayangkan betapa padatnya sepanjang jalan tersebut saat bulan Asyura. “Kami biasanya menempuh jarak Najaf-Karbala tiga hari,” kata teman saya itu. “Anda lihat, di sepanjang jalan ini banyak dibangun toilet umum dan rumah singgah. Kami bisa bermalam di sepanjang jalan ini,” tambahnya.

Kisah penderitaan Hussein di Karbala tentu tidak bisa hilang dari ingatan saya. Pelajaran tarikh (sejarah) Islam sewaktu di madrasah tsanawiyah, khususnya bab Karbala, sangat hidup di benak saya. Apalagi guru tarikh saya sangat pandai bercerita. Bagaimana Hussein dan rombongannya dikhianati, disiksa, dan akhirnya dibunuh dengan kejamnya diceritakan seperti dalang menceritakan babak perang Baratayuda. Bagaimana kepala Sayidina Hussein yang setelah dipenggal kemudian ditendang-tendang ke sana kemari menimbulkan imajinasi seperti permainan sepak bola dan kepala Hussein sebagai bolanya.

Ketika dewasa, saya menemukan dua buku yang bercerita sangat baik mengenai tragedi berdarah dalam sejarah Islam tersebut. O Hassem menulis dengan judul Karbala yang penuturannya penuh dengan gaya jurnalistik. Rupanya, ketika Hussein dan rombongan meninggalkan Makkah berjalan kaki berminggu-minggu menuju Khurasan (sekarang berada di wilayah Iran), ada seorang pencatat yang mengikutinya.

Pencatat itu, meskipun menguntit dalam jarak yang tidak dekat, masih bisa melihat dengan jelas tragedi apa saja yang menimpa Hussein dan rombongan sepanjang perjalanan tersebut. Catatan “jurnalistik” itulah yang jadi sumber penulisan O Hassem.

Baru belakangan saya tahu bahwa O Hassem yang meninggal di Jakarta pada 1990-an tersebut adalah seorang penganut Syiah di Indonesia. Begitu detail catatan itu sampai-sampai ketika di suatu tempat Hussein harus lari dari cegatan musuhnya, digambarkan bagaimana salah satu sandal Hussein tertinggal.

Buku satunya lagi adalah sebuah novel berjudul Jalan Menuju Khurasan. Saya lupa siapa penulisnya. Tapi, rupanya, itu novel terjemahan.

Ketika berada di makam Sayidina Hussein, saya merenungkan mengapa bisa terjadi tragedi seperti itu. Juga tragedi-tragedi berdarah lainnya. Sejak zaman Khulafaur-rasyidin hingga zaman setelah Abbasyiah. Bagaimana bisa terjadi, gara-gara politik kekuasaan, pertumpahan darah tidak henti-hentinya mengalir justru ketika umat Islam menganut paham pemerintahan kekhalifahan.

Permenungan saya terhenti karena tiba-tiba ada suara riuh rendah. Saya lihat ada atraksi yang menakjubkan di dalam masjid itu. Sekitar 50 orang berdiri membuat lingkaran. Mereka mengayun-ayunkan badan, mengalunkan puji-pujian, sambil menunjukkan gerakan memukul dada seperti penari saman dari Aceh. “Mereka itu peziarah dari Iran,” ujar teman saya. “Mereka menggunakan bahasa Parsi,” tambahnya.

Sejak Saddam Hussein yang Sunni tergusur oleh tentara Amerika Serikat, pemerintahan Iraq memang dikuasai golongan Syiah. Maka, kawasan padat Syiah seperti Najaf dan Karbala bangkit luar biasa. “Dulu tidak ada perhatian Saddam ke wilayah ini,” kata teman saya tersebut.

Sore itu saya kembali ke Baghdad. Puluhan barikade pemeriksaan bersenjata kembali harus kami lewati. Sore itu hari terakhir bulan puasa. Kami ingin berbuka puasa di Baghdad, di sebuah restoran terbuka di pinggir Sungai Tigris yang legendaris. Buka puasa terenak tahun ini. (…habis) (*)

About these ads

Diskusi

138 thoughts on “Perjalanan Mengenang Tragedi Karbala

  1. Perjalanan yang seru… Jd ikut menikmati pwrjalanan rohani ini..

    Posted by yuni | 24 Agustus 2012, 5:26 am
    • jd pingin tapi takut kecipratan bom he he he . . .

      Posted by muh mundir | 25 Agustus 2012, 8:00 am
    • Selama manusia masih ‘memerangi binatang’ secara sepihak (dijadikan makanan), maka tiada kedamaian di bumi ini. . . . .Pada suatu ketika Rasul Allah berkata kepada keponakan-Nya: “Ali, oh Ali, kamu semestinya tidak memakan daging. Jika kamu memakan daging selama 40 hari, maka kualitas itu akan masuk ke dalam dirimu. Karena itu, kualitas kemanusiaanmu akan berubah, kualitas welas asihmu akan berubah, dan inti sari tubuhmu juga berubah.”
      Demikian sharing saya untuk pertanyaan pak Dahlan…. mengapa terjadi tragedi-tragedi berdarah.

      Posted by Dharma. | 4 September 2012, 6:07 pm
  2. ternyata mindahnya kurang lengkap, sampai-sampai adminnya melanjutkan di kolom komentar.
    irak merupakan salah satu negara yg angka pertumbukan ekonominya tertinggi tahun ini.

    Posted by adhi | 24 Agustus 2012, 5:50 am
  3. Menjadi jelaslah bagi kita siapa Tangan kanan amerika yg berada Di dlm negeri Iraq ketika menumbangkan sadam husen & menyebabkan kehancuran & pembunuhan rakyak Iraq.
    dijaman kekhalifahan Islam di abad ke 7H pun telah tjd bhkn hmpr 2jt Muslim dibantai oleh tentara tar tar akibat penghianatan seorang menteri yg beraliran syiah shg terbunuhlah khalifah & keluarga nya.
    agar kaum muslimin berhati hati dlm menyikapi byknya aliran yg mengatas namakan Islam krn sebagian mrk Justru adalah penggembos Islam.
    perbedaan Sunni & syiah mmg sdh prinsed

    Posted by san | 24 Agustus 2012, 5:53 am
  4. Menjadi jelaslah bagi kita siapa Tangan kanan amerika yg berada Di dlm negeri Iraq ketika menumbangkan sadam husen & menyebabkan kehancuran & pembunuhan rakyak Iraq.
    dijaman kekhalifahan Islam di abad ke 7H pun telah tjd bhkn hmpr 2jt Muslim dibantai oleh tentara tar tar akibat penghianatan seorang menteri yg beraliran syiah shg terbunuhlah khalifah & keluarga nya.
    agar kaum muslimin berhati hati dlm menyikapi byknya aliran yg mengatas namakan Islam krn sebagian mrk Justru adalah penggembos Islam. adapun madam husen maka sdh rahasia umum Kalau partai nya di masa lalu adalah partai komunis.
    perbedaan Sunni & syiah mmg sdh prinsip & mustahil disatukan.

    Posted by san | 24 Agustus 2012, 5:59 am
    • terlalu cepat menyimpulkan sesuatu menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang menjadi kurang bijak…, karena kesimpulan anda kok kurang mendasar pak San, bahkan terkesan provokatif. untuk ulasan Pak Dahlan yang sangat singkat ini tidak menjelaskan apapun kecuali gambaran singkat tentang keadaan kota Najaf, makam syekh Abdul Qadir Jaelani, makam Sayidina Ali K.W, dan Padang Karbala…, saya rasa bahkan anda pun tidak mengetahui sejarah islam secara keseluruhan sehingga komentar anda menjadi sangat dangkal. wassalam

      Posted by kariyono | 29 Januari 2013, 3:30 pm
  5. Tiga hari, sarapan pagi…. menu yang spesial. ayam plus telurnya sekalian…hmmm….’lezaatt.!’ terimakasih Pk Dis..

    Posted by aburachman | 24 Agustus 2012, 6:25 am
  6. saya hnya menikmati indahnya perjalanan pak dahlan lengkap dengan ulasan sejarah islamnya, saya mencoba tidak terlibat dalam polemik politik di dalamnya apalagi polemik antara suni dan syiah karena saya memang belum begitu paham hehehe

    Posted by adima | 24 Agustus 2012, 6:35 am
  7. Cerita bersambung yang menarik

    Posted by caderabdul | 24 Agustus 2012, 6:37 am
  8. Pak Dis berusaha memahami atas kejadian sejarah yg telah terjadi dan menggunakannya untuk kemaslahatan kekinian..

    Posted by bandung bondowoso | 24 Agustus 2012, 8:01 am
  9. Ketika d ankt jd dirut pln, Sy sngt kwatir tdk bisa baca tulisan mengenai LN seperti ini.. Apalagi ketika d angkt jd menteri, sy makin pesimis sj.. Alhamdulillah ternyata d sela2 kesibukan beliau, masih bisa menyempatkan membuat tulisan ttg LN.. Utk liburan berikutnya mhn p dis pergi ke afrika.. Geliat ekonomi d sana menunggu untuk di liput pakdis..sebab hny pak Dislah yng berhak dan pantas menyampaikan kepada para jamaah dahlanisme..

    Posted by yudhy | 24 Agustus 2012, 8:33 am
  10. Komentator ke-11. Mayan … Biasa, baru baca deh

    Posted by apasaja | 24 Agustus 2012, 8:51 am
    • Baca selesai.
      Saya pernah mengedit Wikipedia mengenai timeline sejarah kekuasaan Islam, dan memang diwarnai intrik-intrik politik, yang berdarah tentunya. Saling menggulingkan, saling menguasai. Yang kalah menyingkir.
      Pada dasarnya, susah memang mempertemukan dua prinsip yang secara mendasar beda. Sunni menganggap khulafaurrasyidin ada 4 dengan kedudukan sama. Sedangkan Syiah menganggap yang harusnya memimpin adalah ahlul bait, dan dari Nabi Muhammad harusnya ke Ali. Masing-masing fihak pasti menganggap fihak lainnya sesat. Tidak masalah dengan itu, layaknya Utsman bagi Sunni tetaplah khalifah, tapi bagi sebagian orang lain dianggap korupsi.
      Semoga ke depannya bahwa saling mengatakan sesat ini tidak perlu berujung pada pertumpahan darah. Biarkan pengaruh pemahaman agama disampaikan dengan argumen, diskusi, wacana dan perang-peang pemikiran. Perang fisik, layaknya dihindari.
      Seperti FPI, bagusnya segera bertransformasi jadi media dakwah saja, yang tidak perlu menutup paksa kemaksiatan, tapi lebih ke himbauan atau perang di media elektronik. Tidak ada provokasi, tidak ada kekerasan.

      Posted by apasaja | 24 Agustus 2012, 9:16 am
  11. greatifull report…like dis

    Posted by afauziri | 24 Agustus 2012, 8:53 am
  12. catatan yg sangat menarik dan berbobot. suka

    Posted by fauzi benowo | 24 Agustus 2012, 9:08 am
  13. hadir…

    Posted by Eddy Hartanto | 24 Agustus 2012, 9:11 am
  14. Bung admin.
    Apa tidak sebaiknya cerita bersambungnya ini dipindah ke tulisan utama diatas. Trims.

    Posted by ARI S. | 24 Agustus 2012, 9:13 am
  15. Kisah perjalanan yg sangat menarik… ,jadi pengen lebih tau peristiwa “Tragedi Karbala”, googling ah …

    Posted by h@nief | 24 Agustus 2012, 9:18 am
  16. ya ALLAh hanya sedikit sekali orang 2 yg di beri kese,patan ziarah ke masjid AQSA (kiblat pertama orang islam)..semoga kami di berikan kenikmatan untuk bisa berkunjung kesana ..amin3x

    Posted by merry | 24 Agustus 2012, 9:53 am
  17. Memang Nekad nih Bung Dis, sy ikut ketir2 nih, gimana kalo terjadi sesuatu disono…bisa remuk kayak peyek…… kirai sambil ngliati sumur minyak yg dibeli pertamina itu…skalinya murni ziarah. Memang ngeri tuh…perjalanan Ali maupun Husein, sy merinding kalo lagi baca/ngaji hadist tentang hal itu. Kekuasaan itu memang bisa membutakan. Jangan sampe kita kayak gitu lah.

    Posted by Aba Musa | 24 Agustus 2012, 10:13 am
  18. Ikutan comment.. ah. Tulisannya sangat clear dan runtut.

    Posted by Khoiri | 24 Agustus 2012, 10:59 am
  19. Saya mengikuti catatan perjalanan ini sejak jilid pertama Pak Dis. Terima kasih. Serasa ikut jalan-jalan. Terus pengen tanya, sewaktu orang syiah melihat bapak dan rombongan shalat tak menggunakan thurob, apa reaksi mereka?

    Posted by Evi | 24 Agustus 2012, 11:37 am
    • iya, aku juga penasaran mengingat begitu tajamnya perbedaan prinsip antara sunni dgn syiah… tapi kalo pak Dahlan disana baik-baik saja, sepertinya kita memang perlu belajar cara bertoleransi dari mereka…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 24 Agustus 2012, 6:04 pm
  20. Subhanallah….oleh2 yg luar biasa, jd rindu sama Rosul…hiks..

    Posted by Ricky | 24 Agustus 2012, 11:57 am
  21. lewat kisah perjalanan bapak bangsa dengan santun dan bijak meng-antisipasi potensi konflik bangsa kita di masa depan…

    Posted by daya setiawan | 24 Agustus 2012, 1:16 pm
  22. saya jadi heran dengan orang2 yg menganggap pak dahlan sebagai masonic (anggota freemasonry)… meskipun jd anggota lions club belum tentu jd yahudi… apa ada org yahudi yg ziarah ke Syeh abdul qodir jailani dan saiyidina Ali…???? kemudian sholat, puasa dst… hanya orang sinting yg mengangggap demikian… jangan2 mereka golongan masonic…. tapi dari organisasi NII yg pemberontak tuh…

    Posted by muslim sejati | 24 Agustus 2012, 2:20 pm
  23. Hanya bermaksud menambahkan fakta tentang makam Nabi Muhammad SAW.
    Pada awalnya makam Nabi berada di luar area Masjid Nabawi.
    Menjadi masuk ke dalam area Masjid, karena Masjid Nabawi mengalami perluasan terus-menerus.
    Diantara makam Nabi saw dan Masjid Nabawi saat ini dibatasi 4 lapis tembok agar tidak seorang pun bisa melihat makam Beliau secara langsung.
    Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kemurnian Tauhid ummat Islam.
    Agar ummat Islam hanya menyembah dan meminta pertolongan kepada Allah SWT.
    Tuhan semesta alam.
    Semoga bermanfaat.

    Posted by Khoiri | 24 Agustus 2012, 2:24 pm
    • belakangan saya juga jadi berfikir dan benar-benar baru mengerti/ngeh(insyaAllah), itulah sebabnya kita punya dua kalimat Syahadat, kesaksian keesaan Allah dan kesaksian bahwa nabi Muhammad SAW adalah utusan, kita diminta bersaksi menerima bahwa nabi Muhammad benar-benar utusan, bukan seseorang yg patut disembah. mungkin jika tidak ada Syahadat umat islam sudah menyembah Rasulullah sejak jaman dulu karena begitu mulianya beliau dengan ajaran dan perilakunya,…lihat bagaimana bayak umat didunia ketika menemukan seorang yg begitu mulia lagi baik hati dan kecenderungan apa yg terjadi terhadap umat tersebut dan perlakuannya terhadap mereka baik ketika hidup maupun ketika mereka tiada, tak jarang pengkultusan dan pemujaan berlebihan terjadi, bukan salah umatnya dan bukan juga salah sang mansuia yg dipuja, tapi memang secara psikologis seperti itulah manusia, haus akan nuansa kebaikan dan ingin menjadi baik, haus akan ketentraman dan ingin menjadi damai, namun karena satu dan lain hal menjadi distorsi karena keterbatasan ilmu dll…Allah maha benar dengan Syahadatnya, dengan Syahadat manusia terhindar dari pengkultusan dan pemujaan terhadap Rasulullah SAW…

      Regarding tulisan pak Dis, begitu menginspirasi dan membantu saya melihat dan memahami belahan dunia lain dengan bahasa-bahasa yang lugas dan jelas, semoga beliau diberi kesehatan selalu, amin.

      Salam

      Posted by wahyudi | 27 Agustus 2012, 1:31 pm
    • Setuju bray! Tauhid yang utama,Alquran dan sunnah pegangannya.

      Posted by celepuk | 27 November 2012, 1:42 am
  24. Emosi seringkali mengalahkan nalar !

    Posted by Widi | 24 Agustus 2012, 4:17 pm
  25. Pada tulisan kali ini Pak DI mencoba untuk mengajak belajar dari sejarah bahwa perpecahan suatu negara akan mungkin terjadi dari dalam bangsa itu sendiri, sama seperti yang terjadi dengan bangsa kita. Sehingga mungkin bisa kita ambil manfaatnya bahwa bila ada perbedaan (SARA) ataupun perbedaan dalam satu agama tersebut ada pihak yang mengklaim dia paling benar harus lebih intropeksi dan mawas diri. Hubungan antar manusia sama pentingnya dengan hubungan dengan Tuhannya , jadi kita diajak oleh Pak DI untuk lebih bijaksana.

    Posted by bobby | 24 Agustus 2012, 5:13 pm
  26. kalo tdk mengutak-atik ajaran syiah sih, kunjungan macam yg dilakoni pak Dahlan ini bagi saya tdk ada masalah, sebuah perjalanan yg memberikan pencerahan dan pengayaan thd wacana pemikiran… tapi posisi saya sbg pengikut sunni thd aliran syiah adalah jelas (apa yg saya yakini benar, bagi mereka tdk benar. apa yg mereka yakini benar, bagi saya tdk benar), meski demikian saya tak perlu bersikap anarkis-provokatif, kecuali jika kaum syiah yg ngajak ribut duluan…

    Posted by Novrian Eka Sandhi | 24 Agustus 2012, 6:01 pm
  27. Pernahkah Rasulullah mengklaim ajaran Islam yang paling benar di depan kaum selain Islam atau Pak DI mengklaim ajaran Sunni atau Syiah yang dia anut di forum umum atau Syeh Siti Jenar menyalahkan ajaran lainnya? Mungkin tidak akan pernah kita temui kejadian saling klaim atau saling menyalahkan, yang ada pasti adalah contoh dari perbuatan mereka yang cenderung ke arah kebenaran dan kemaslahatan untuk seluruh umat yang beraneka ragam tanpa ada perbedaan SARA.

    Posted by Bobby | 24 Agustus 2012, 6:52 pm
  28. Kalau islam itu di ibaratkan lautan,maka aliran di dalam islam itu adalah sungainya..tujuannya sama,jalanya aja yang beda…bagi orang2 seperti pak DIS,perbedaan seperti itu no problem..

    Posted by Dahlanis sekayu | 24 Agustus 2012, 8:59 pm
    • Bukan hanya kelompok aliran islam, tapi kelompok aliran yahudi, kristen, budha, hindu, kongucu dan apapun golongan dan agamanya SEMUA SUNGAI (baca: FITRAH MANUSIA) mengalir ke samudera ILAHI. yang membedakan adalah ketika sungai2 itu terjadi pendangkalan dan bahkan tersumbat akibat banyaknya sampah kotoran yg memenuhi sungai tersebut. yang lebih gila lagi setelah sungai itu tersumbat kemudian membikin saluran baru tanpa arah dan petunjuk pemetaan yg jelas kemana arah samudera ilahi tersebut.

      aliran sungai ke samudera ilahi sudah paten, ayo kita jaga aliran sungai itu supaya tidak terjadi pendangkalan dan akhirnya penyumbatan.

      Posted by syafiihkamil | 24 Agustus 2012, 9:56 pm
  29. Gambaran saya pak Di msh tedus mencari ‘jati diri’ tenang islamnya… pengennya bsa d terima d mana2 ; Di suni iya, di syiah oke, tareqotpun welcome. Kita doakan Allah menuntun beliau k jalan al haq

    Posted by joko | 24 Agustus 2012, 9:57 pm
  30. ma’af nih..saya melenceng …..
    kapan ya… di tempat saya ada pemimpin seperti pak DIS..?
    di tempat saya KORUPSI nya sudah menggurita,saya jadi miris melihat nya…
    saya akui SUMATERA UTARA sarang nya KORUPSI…!
    ini saya ungkap kan agar orang2 seperti pak DIS di tempat saya muncul kepermuka an,
    dan memimpin ke arah yang lebih baik …. amin3x

    Posted by maoelana | 24 Agustus 2012, 10:37 pm
  31. artikel menarik dengan komentar yang seru, trims

    Posted by Info terbaru | 25 Agustus 2012, 12:56 am
  32. mantap!!!

    Posted by muh mundir | 25 Agustus 2012, 8:03 am
  33. Ah ane gak habis pikir sebagai rakyat biasa. Boro2 mikirin pak dahlan jd capres lah, IPO 8 lah, korupsi di PLN lah, terserah aja, ane tetap akan berusaha menghidupi keluarga, kalo perlu mempertahankan NKRI. Tp kalo PLN sdh sering matiin listrik saban hari, rasanya pala ane mau meledak saking emosinya. Ane benar2 kagak tahan dgn ulah amatiran PLN yg suka matiin listrik seenaknya. 1001 alasan bisa kalian buat bahlol. Kira2 siapa yg mau duluan ane maki2 ya? SBY kah? Dahlan Iskan kah? Direktur PLN kah? GM PLN WIL RIAU KAH? Pimpinan PLN Cab. Dumai kah? Ah, kurang ajar dah PLN. Buka matamu pak Dahlah iskan. Ini indonesia, ini Riau, ini Dumai yg berteriak pak, bukan irak atau palestina. Mikir dan berkomentarlah atas tindakan PLN DUMAI pak. Miris hati kami. Kami menderita karna ulah PLN DUMAI. Ngurus listrik saja gak becus, apalagi ngurus negara sendiri, apalagi ngurus negara org laen. Mikir lah yg laen. Mikir lah PLN yg monopoli listrik dan makan gaji rakyat tp yg gak becus kerjanya.

    Posted by Agus | 25 Agustus 2012, 8:51 am
    • sabar…pak DI bukan tukang sulap atau tukang sihir, gak mungkin PLN yang sakit parah langsung vit 100% dalam waktu singkat. ingat krisis listrik indonesia sebelum DI jadi dirut PLN?

      Posted by lukman bin Saleh | 25 Agustus 2012, 10:37 am
    • sepeninggal pak dis dari PLN banyak nilai2 kerja, integritas kerja yg sdh dibangun beliau tdk berkelanjutan….etos kerja, semangatkerja sdh mulai dilupakan lagi ….seperti di Dumai yg dahulu mgkn belum sempat tersentuh beliau mgkn bisa lebih parah lagi……PLN waktu itu belum siap ditinggalkan beliau…..sungguh merisssss PLN Dumai, pimpinannyawajib segera diganti !!!!!

      Posted by bewe_em | 26 Agustus 2012, 11:32 am
    • Pak agus ini pasti pendukung Soeharto dan sejenisnya, pendukung pemimpin2 korup. Tuhan kasih pemimpin yang bagus berprestasi malah dihujat. Selamat atas kebutaan hati anda pak Agus. Ya saya jgua mendoakan semoga urusan listrik anda segera selesai dan anda tidak perlu stress lagi.

      Posted by Alex Ramses | 29 Agustus 2012, 5:05 am
  34. mungkin maksudnya bukan nyerang pak DI bung lukman, tp hanya mencurahkan kekesalan hatinya terhadap PLN, jadi jgn terlalu dibesar2kan atau dibela2in lah itu pak DI, gak baik terlalu berlebihan menanggapi suatu kritik masyarakat bro. mending simak dulu komennya baru ngekomen gitu lho bung lukman (saya no offens ya, peace!). BTW skarang memang pak DI bukan lagi direktur PLN, melainkan malah naek jadi bosnya direktur PLN alias Menteri BUMN. Apa yg dialami oleh saudara agus dan masyarakat kota dumai perlu untuk disikapi oleh Direktur PLN (atau mungkin bosnya direktur PLN (atau mungkin lagi bosnya bos direktur PLN/ RI 1). BTW menteri BUMN palestina atau irak ada yg dengar/baca gak ya keluhannya pak agus? “Kerinduan dengan luka di bathin”. Peace!

    Posted by Romy | 25 Agustus 2012, 11:19 am
  35. Isi absensi…. Hadir.

    Posted by sofyan Usamah | 25 Agustus 2012, 12:52 pm
  36. negara Islam sekalipun kalo manusianya sudah dikuasai nafsu……..
    maka kehinaan dan perpecahan akan meruntuhkan martabat bangsa

    hik begitu?

    Posted by novi saja | 25 Agustus 2012, 9:53 pm
  37. Pak dahlah iskan yg terhormat, mohon bantuan bapak selaku petinggi dan pejabat yg berwenang di negara ini agar menegur direktur PLN juga GM PLN wilayah Riau ya pak. Kalo gak bisa ditegur ya mbok diganti aja dgn yg lebih kompeten kerjanya gitu. Bilangin ya pak kalo mau matiin listrik sekota ya mbok beritau dulu sama masyarakat dan jgn seenak jidadnya pak. Hari ini di dumai udah mati sampe 3 kali pak. Kmaren jg gitu. Ane berharap kalopun terpaksa matiin listrik karna ketidakmampuan mereka ngurus listrik ya mbok jgn malam2 lah pak. Kasian anak saya, gelap2, kepanasan sama digigiti nyamuk karna kipas dirumah ane gak nyala. Pagi sampe sore terserahlah, tp jgn malam2. Tolong bilangin ya pak sama mereka2 yg otaknya tumpul sepulangnya bapak jalan2 dari luar negeri ya pak. Ane mewakili masyarakat kota dumai ngirim via hp murah nokia c2-00 punya ane dan mungkin wilayah riau lainnya yg terimbas akibat ‘penjajahan’ PLN pak. Silahkan kroscek kalo perlu turun langsung kelapangan ya bpk dahlan iskan yg terhormat. Tembusan bpk presiden RI Susilo bambang yudhoyono yg terhormat. Rapor merah buat walikota dumai bpk khairul yg diam saja saat ribuan kepala keluarga menderita kegelapan saat dijajah PLN. Ingatkan pasal 33 UUD45 ya pak. Terima kasih. Tertanda, agus warga kota dumai provinsi Riau.

    Posted by Agus | 26 Agustus 2012, 1:22 am
    • Pak Agus ini orang bayaran untuk spam dan menjelekkan dahlan ya? Seperti pasukan nasi bungkus atau panasbung yang dibayar timses Foke untuk jelekin Jokowi itu ya? Semoga urusan listrik anda cepat selesai dan kipas nyala kembali pak Agus.

      Posted by Alex Ramses | 29 Agustus 2012, 5:07 am
  38. Hati-hati dg syiah rafidhah ya pak Dis. Karena pak Dis bercerita tentang tulisan seorang syiah, mari kita baca bagaimana kemunculan syiah dalam islam.

    http://muslim.or.id/manhaj/sejarah-kemunculan-syi.html

    http://muslim.or.id/manhaj/kemiripan-syiah-dengan-yahudi.html

    Posted by abdurrahman | 26 Agustus 2012, 2:46 am
  39. Tulisan perjalanan spiritual yg sangat indah, disertai dengan sejarah tempat yang dikunjungi beserta tokoh-tokoh utamanya. Sukses selalu pak …

    Posted by Noer | 26 Agustus 2012, 3:47 am
  40. gak tau apa hanya saya saja, tapi entah kenapa, rasanya rancangan tataletak yg baru ini agak terlalu ‘resmi/formal’. saya kehilangan rasa dan suasana akrab/informal dengan teman2. Masih adakah pertimbangan lain untuk membuatnya menjadi lebih sederhana dan bersahabat ?

    Posted by daya setiawan | 26 Agustus 2012, 10:01 am
  41. semua dimulai dari langkah kecil gan….

    Posted by firdaus | 26 Agustus 2012, 11:47 am
  42. Laporan bpk dahlan iskan. Listrik mati lagi saat ini sekota dumai. Demikian akan terus ane laporkan pak, agar bpk menteri bisa mengetahuinya dan bertindak. Demikian ane sampaikan. Silahkan aje trus lanjutkan pembahasan mengenai palestina, irak, syiah sunninya. Ane kagak terlalu mau tau hal itu ketimbang kebutuhan akan listrik keluarga ane dan tidaklah terlalu penting ketimbang apa yg menyangkut hajat hidup org banyak. Saran ane buat bpk direktur PLN jika tidak sanggup ngurus listrik segeralah mundur. Saran ane buat bpk dahlan iskan/menteri BUMN, jgn segan2 menindak direktur BUMN yg gak becus kerjanya. jika masih tdk sanggup juga pak dahlan ngurus BUMN, segeralah mundur dan jadi ustadz aje sehingga bisa fokus agama atau jadi guide tour aje ke palestina, irak dan kawasan timur tengah lainnya. Saran ane buat pak SBY, usahakan cari menteri yg cinta rakyat dan giat bekerja, punya solusi, dan tdk sering jalan2 keluar negeri. Satu lagi nih pak SBY, jgn segan2 ganti menteri yg gak becus kerjanya. Terima kasih. Silahkan dilanjut.

    Posted by Agus | 26 Agustus 2012, 11:58 am
    • pak agus ini temanya Ar Bi, paling, itu lho orang DPR yang mau mengintrpelasi pak DIS

      Posted by edhi | 27 Agustus 2012, 9:44 pm
    • Dia ke timteng kan rangakaian umrah, duit dia sendiri, bukan dalam rangka pura2 kungker. itu murni urusan ibadah dia, terus cerita dengan tulisan karena memang beliau penulis, kok anda sewot? Apakah anda sudah membaca dan mencari tahu tentang prestasi dahlan selama menjabat bos PLN? baca dulu biar tahu. Kalau kita dikasih pejabat yang baik dan berprestasi itu harus disukuri, itu tandanya tuhan mau kasih kebaikan pada bangsa kita. kalau rakyatnya butaaa semua seperti anda ini, ya bolak balik salah milih pejabat yang korup dan maling. Tandanya rakyat yang buta hatinya, karena buta hatinya tuhanpun kasih pemimpin yang busuk. Soal listrik mati, coba kamu hitung, berapa ratus kali setahun sebelum dahlan pimpin, berkurang berapa banyak dalam setahun? Ada datanya semua itu pak. Biar gak bodoh ya baca dan cari tahu. Proses pemasangan listrik baru yang sangat cepat juga adalah jasa Dahlan. Korupsi berkurang banyak di PLN juga karena dahlan. Maling2 di PLN kena gusur juga karena Dahlan. Loh, anda ini ingin pejabat yang baik kan? Tuhan kasih yang baik kok anda hujat? Mata hati anda buta pak. karena itu selalu diberi pemimpin maling oleh tuhan. Yang baik ditolak dan dihujat, ya dikasih maling.

      Posted by Alex Ramses | 29 Agustus 2012, 4:56 am
  43. Karna listrik masih blom nyala juga. Ane punya usul nih buat pak menteri. Begini pak, terus terang ane merasa ‘terpaksa’ membeli listrik dari PLN, karna yg jualan listrik di negara ini setahu ane cuma PLN. Mending kalo jualannya enak, dijamin pelanggan pasti puas dah. Tapi sayang sekali yg jualan listriknya pun melempem/mbeleo/plintatplintut makan ati. Ya sudahlah ane punya ide pak menteri, gimana kalo pak menteri ajak itu PLP (Perusahaan Listrik Palestina) atau PLI (Perusahaan Listrik Irak) atau kalo perlu ajak sekalian PLTNI (Perusahaan Listrik Tenaga Nuklir Iran) utk jualan listrik di Indonesia pak. Ane jamin pasti laku keras pak menteri. Selain yg jualan listrik pintar2, pelayanan mereka dijamin mantap pak. Ane yakin para nasionalis sekalipun akan beli listrik dari mereka pak. Karna kau nasionalis juga punya pandangan ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’. Kaum agamis jg bakal beli dr mereka pak soalnya ada hubungan persaudaraan sesama muslim yg erat dan saling membantu pak. Kaum pengusaha apalagi pak, mereka mana mau rugi karna PLN. Kaum rakyat menengah kebawah juga akan tertarik pak, soalnya listrik jualan mereka murah dan kualitasnya baik. Jadi cocok utk keluarga Indonesia. Jadi jgn lupa ya pak menteri, mumpung bpk lagi diluar negeri agar ajakin menteri BUMN Palestina, irak, dan iran berinvestasi listrik di indonesia ya pak. Bagaimana dgn PLRRC (Perusahaan Listrik Republik Rakyat China), tertarik utk berinvestasi di Indonesia? Ane dukung, yg penting keluarga dan rakyat indonesia tidak hidup dalam kegelapan. Pertimbangkan ide ane ini ya pak menteri BUMN.

    Posted by Agus | 26 Agustus 2012, 12:40 pm
    • saya ngga yakin, kalau tulisan segini banyaknya pakai hp. belum lagi pakai tanda petik dll yg butuh ketelitian dan super njelimet saat mengetik. dapat dipastikan beliau ini selalu hidup berkecukupan tinggal suruh sana-suruh sini, hingga ‘terbiasa’ tinggal tunjuk.

      Posted by aburachman | 26 Agustus 2012, 1:21 pm
    • Masalah pltn, pak dahlan sudah agak nekat sedang bangun kecil kecilan, karena sebenarnya kita mampu batantek sudah ready tinggal rakyatnya mau nggak di daerahnya dibangun pltn?, lalu kenapa asing tidak tertarik bikin pembangkit di ina? Birokrasi yang mahal dan harga listrik konsumsi yang sangat murah, itulah kendalanya, masalah mati listrik di dumai, karus dikonfirmasi sama yang bersangkutan, mengkritisi tidak menghakimi

      Posted by Saeful | 26 Agustus 2012, 2:16 pm
    • Sedikit koreksi Pak Agus. di Indo tidak hanya PLN yang jualan listrik, ada banyak perusahaan (bahkan grupnya Jawapos juga) yang jualan listrik. tentu saja harga swasta, namun kayaknya pelayanan juga swasta. Pak Agus kalau tidak mau pakai PLN bisa pake Genset Sendiri kok Pak. PLTM (Tenaga Mandiri maksudku). dengan melihat kemampuan Pak Agus, yakin deh pasti Pak Agus mampu untuk membikin Pembangkit listrik sekelas punyaknya Cikarang dan Bantar Gebang (mereka pake tenaga diesel dan sampah Pak, semacam gas methan gitu yang dipake). Yakin deh Pak Agus bisa.

      satu lagi Pak. Mengkritisi tidak harus menghakimi (mengutip commentnya Pak Saeful)

      Posted by CukatCukat | 27 Agustus 2012, 5:02 am
    • Karena orang bodoh dan buta seperti anda lah negeri kita dikasih pemimpin2 maling oleh tuhan. ada pemimpin baik dihujat. Mata hati anda buta. Kenapa gak baca data2 prestasi Dahlan selama jadi bos pln dan bumn? bandingkan dengan sebelum dia menjabat. Ingat yang anda tulis ini kalau ternyata hanya berdasarkan kedengkian dan niat jahat, anda akan mempertanggungjawabkannya sampai akhirat pak agus, apapun agama anda. Anda pasti pendukung pemimpin2 koruptor itu kan?

      Posted by Alex Ramses | 29 Agustus 2012, 5:02 am
    • Pak Agus, saya ikut prihatin dengan kondisi listrik byar pet yg ada disana, saya ingin sharing pemikiran aja, untuk kebutuhan listrik yg tidak terlalu besar (hanya untuk penerangan & kipas angin) bisa bangun listrik sendiri dirumah dengan tenaga matahari (solar cell), dipasaran sudah banyak yg jual, namun memang harga masih relatif mahal. Jika ingin membuat sendiri, anda bisa langsung beli bahan dari luar dan dirakit sendiri, dengan merakit sendiri harganya jauh lebih murah (bisa 1/3 atau 1/4 harga dipasaran). Bisa anda browsing di google atau youtube bagaimana cara merakitnya. Saat ini saya juga sedang merakit untuk kebutuhan dirumah saya sendiri.

      Posted by rudi | 30 Agustus 2012, 9:01 am
    • senasib nih banjarmasin kalimantan selatan dengan dumai ..tapi di banjarmasin lebih parah lagi pemadamamn listriknya ..mulai saya dari kecil sampai dwasa ga pernah beres pln nya byarrpyet terus …sapai skarang aja sering mati lisriknya ..siang malam mati terus listriknya

      Posted by Kendo Dojang | 8 Januari 2013, 10:32 pm
    • nah setelah petruk di ASDP ini, lanjut porter di pelabuhan-pelabuhan ya pak Dis. Dulu sekali (2001) saya pernah naik kapal laut dari pelabuhan balikpapan ke tanjung perak surabaya. Pengalaman menyenangkan karena pertama kali naik kapal dan terapung dilaut 2hari1malam, sekaligus pengalaman mengerikan ketika berebut dg penumpang lain naik kekapal ditambah desakan para porter yg membawa barang mereka. Para porter ini bahkan berebut naik kapal duluan untuk mengklaim tempat tidur penumpang biasa (non-kelas) lalu memperjual belikannya kepada penumpang yg naik. Rata-rata tiket penumpang saat itu kosong dibagian yg seharusnya tertulis no. dek dan no. tempat tidur. Saat naik dan turun kapal ini menjadi ritual horor bagi penumpang kapal saat itu. Dan porter-porter yg dg kasar menerobos antrean naik atau turun, berteriak-teriak menawarkan jasa porternya, atau menawarkan klaim tempat tidur di dek yg telah mereka kuasai serta perang mulut sesama mereka yg berebut daerah kekuasaan, menambah angker ritual horor tadi.

      Sebelas tahun berlalu, kini tahun 2012 mungkin sudah banyak berubah. Tapi begitu mendengar cerita kerabat yg baru balik dari mudik ke jember kampung halaman istrinya, saya pun tercengang. Kerabat yg berniat nostalgia dg sengaja naik kapal laut seperti yg mereka lakukan berpuluh tahun silam, mengalami ritual horor yg mirip dg saya. Harus berdesakan dan berjibaku melindungi istrinya dari himpitan manusia dan barang bawaannya. Rasanya tak percaya, tapi itulah kenyataannya, pelabuhan ibarat anak SD yg naik kelas dr kelas 2 ke kelas 3 nya butuh waktu 11tahun, lalu umur berapa dia lulus SD?lulus SMP?lulus SMA?atau bahkan kuliah?

      Sudah saatnya penumpang pelabuhan dan stasiun kereta api dihargai layaknya penumpang pesawat di bandara. Bisa? Pasti bisa, tinggal mau atau tidak!! (ini bukan pilihan bebas!! Harus mau!!!) Ayo pelabuhan indonesia, cari Supriyanto-Supriyanto yg lain, beri mereka kesempatan untuk membawa pelabuhan naik kelas.

      Posted by akal sehat | 27 Agustus 2012, 1:58 am
    • apa badan usaha yg bertanggung jawab atas pelayanan transportasi antar pulau tidak berada dibawah wewenang kementerian bumn? Apa mereka tidak mengikuti gerak langkah perubahan seperti bumn lain? apa untuk berubah harus ‘dipermalukan’ dahulu oleh DI? apa petinggi yg memimpin badan usaha tersebut tidak cerdas dan tidak mampu mengelola usaha? jangan2 hanya sekedar mengikuti dan belajar dari catatan DI (yg sebetulnya sebuah CEO note) mereka gak bisa… butahuruf?.. jadi petinggi? masyaAllah…astaghfirullah… MALU !!

      Posted by daya setiawan | 27 Agustus 2012, 6:16 am
      • langsung lega setelah baca mh no berikutnya… Walau masih ada satu ganjelan… Kenapa masih banyak yg harus digebrag dulu (baik oleh kemarahan pelanggan maupun DI dll.) baru berubah? kenapa gak coba berinisiatif sendiri dulu?.. apa harus nunggu DI dulu? nanti kalau gak ada DI lagi gimana?

        Posted by daya setiawan | 27 Agustus 2012, 6:35 am
  44. Hey aburachman bahlol, keliatan sekali hp, ipad, dan laptopmu mahal2 ya? Korupsi dr uang negara lagi itu? Mangkanya ente gak pernah tau pake nokia c2-00 dgn opera mini v.4 ya? Tau gak kapasitas nulis email via opera mini ada brapa huruf di hp ntu? 5000 huruf. Ente itung aja sendiri aburacmah bahlol. Ente juga bukan tinggal di dumai, mana ente mautau listrik mati sekota atau tidak? Tapi kalo listrik mati di palestina, ane jamin ente pasti mau tau dan percaya. Search pake ipad atau laptop ente dong bahlol. Walaupun ane org dagang pasaran tp ane seorang sarjana. Gagal cari kerja diperusahaan dijakarta dan bandung, bukan brarti ane nyerah pada nasib, ane tetap berusaha bertahan hidup dgn berdagang kecil2an. Bukan ngarapin uang negara apalagi kalo sdh dikasih negara, masih ada aja utk dikorupsi. Ane jg yakin tuh PLN sebenarnya punya smua sumber daya yg dibutuhkan, tp KKN lg biang keroknya. Tp apa peduli ane? Kagak ada bahlol, ane kagak peduli kalo PLN atopun ente mau korupsi, terserah ente aja, yg banyak ambil kalo perlu kalo masih kurang menurut ente, yg penting ane kagak disusahin. Yg nyusahin ane itu kalo listrik sdh mati saban hari di kota dumai. Gak siang gak malam. Ane punya keluarga dan anak kecil yg bergantung dgn listrik. Paling kesal kalo anak2 ane pada nangis malam2 karna panas dan digigiti nyamuk. Lu pernah merasakan gak hey bahlol? Kalo memang PLN sdh sedemikian parahnya dalam mengatasi listrik, knapa hanya dumai saja yg kena imbas, knapa tidak seindonesia saja pas mati listriknya? Knapa tidak ada yg punya solusi cepat? Apa guna direktur pln, menteri bumn, dan presiden? Yg selama tahun2 yg sdh berjalan ini telah dibayar cukup besar oleh rakyat utk menjalankan tugasnya? Jalan-jalan keluar negerikah? memperdalam ilmu agama? Naik jabatan? Ngincar jabatan? Silahkan saja bpk-bpk dan ibu-ibu yg saya hormati. Harapan kelurga kami hanya satu saja, atasi segera krisis listrik ini, agar kami tidak ngeluh dan berpikiran kalo negara ini sdh jadi negara cuex begoisme yg bertopengkan pancasila, uud45, bahkan bertopengkan ilmu agama. Dan jangan minta ane pake genset karna ane sdh pikirkan itu duluan dan sedang ngumpulkan piti/dana. Dan kalo kami warga kota dumai saban hari disuruh pake genset, gak apa-apa, tp bubarkan PLN Dumai, Riau karna gak guna dong. Kami juga kaya akan sumber daya alam. Alloh jg akan menjagai kami. Tp khusus hari ini, listrik dumai blom mati pak dahlan. Terima kasih, semoga bertahan sampe malam dan besok2 juga. Ane akan kasih tau lagi kalo listrik kami mati pak. Komplain ke PLN dumai selama ini gak pernah ditanggapi pak. Laporan selesai. Demikian juga penjelasan ane buat si aburachman bahlol. Dari 5000 huruf yg disediakan via opera mini v.4.2, ane masih menyisakan 2133 huruf lagi utk dipergunakan. Gak percayakah? Atau mungkin ente lebih percaya kalo ane bahas soal palestina dan irak? Dasar bahlol.

    Posted by Agus | 27 Agustus 2012, 10:31 am
  45. Buat saeful dan cukat-cukat. Ane kagak punya kharisma atau jabatan ataupun ketenaran yg bisa membuat kalian mati2an membela ane. Ane jg kagak kepikiran apalagi pernah ngasih sesuatu buat kalian utk mendukung ane punya masalah listrik. Sampaikan saja apa yg perlu kalian sampaikan. 1001 alasan bisa kalian buat apalagi diliat dari tingkat dukungan buta kalian thp seseorang yg ane rasa punya kepentingan juga dgn masalah krisis listrik ini. Tp kalian juga harus sadar kalo ane juga punya kekuatan sebagai rakyat indonesia utk ambil bagian dalam menyampaikan sesuatu, entahkah itu kritikan, penghakiman, atau bahkan kudeta/reformasi/amuk massa jika memang diperlukan terhadap pejabat2 negara dan atau pejabat2 BUMN dan atau PNS yg kerjanya tdk becus dan slalu diam saja saat ada masalah yg semestinya harus cepat diselesaikannya, sehingga hal tsb tdk berlarut-larut dan tidak berpotensi menyengsarakan rakyat. Jadi jgn sampai permasalahan yg menyangkut hajat hidup orang banyak seperti permasalahan krisis listrik ini kalian jadikan bahan dagelan murahan demi menunjukkan simpati kalian pada seseorang. Walaupun hal itu sah2 saja. Ane bukan kesal terhadap kalian, jadi sebaiknya simpan saja kemampuan berargumentasi kalian. Ane tegaskan sekali lagi kekesalan ane hanya terhadap kinerja PLN yg notabene adalah salah satu perusahaan BUMN yg ane anggap sudah menyengsarakan keluarga ane dan ribuan keluarga lainnya di kota dumai. Berharap ada tindakan dari pusat itu saja permintaan ane warga kota dumai di pantai timur pulau sumatera. Terima kasih.

    Posted by Agus | 27 Agustus 2012, 12:43 pm
    • Dear mas agus yg terhormat

      Sebagai manusia yg di beri akal dan pikiran,,,kenapa anda keberatan sekali dengan sebuah topik yg ga ada hubungan nya dengan listrik dan PLN.anda terlalu menuntut seseorang berbuat baik sementara anda tidak intropeksi diri.Apa kan anda yakin sekiranya pak DI yg bkn di PLN ,listrik di dumai akan hidup terus,Kalo anda yg di angkat menjadi DIRUT PLN apakah anda yakin anda akan lebih baik dari pak dahlan.Ternyata anda sendiri egois hny mementingkan diri sendiri dengan menyalahkan org membabi buta seolah2 apa yg di lakukan Pak DI sangat buruk dan itu salah dia.anda begitu gampang menilai org dan menghakimi seolah2 anda layak di perhatikan,,,,kalo mas agus mau instan usaha sendiri dong,,,pake genset kek buat pakai sendiri aja biar ga mati2 kan ga mesti PLN toh,,,,,,,gitu aja kok rempong.wkwkwkkwkwkkwkkw

      Posted by dani | 26 Oktober 2012, 1:13 am
  46. agus lucu banget….tapi maklum aja…namanya juga lagi kesel…

    Posted by santosa | 28 Agustus 2012, 12:45 pm
  47. Quote:
    Ketika berada di makam Sayidina Hussein, saya merenungkan mengapa bisa terjadi tragedi seperti itu. Juga tragedi-tragedi berdarah lainnya. Sejak zaman Khulafaur-rasyidin hingga zaman setelah Abbasyiah. Bagaimana bisa terjadi, gara-gara politik kekuasaan, pertumpahan darah tidak henti-hentinya mengalir justru ketika umat Islam menganut paham pemerintahan kekhalifahan.
    Unquote:

    Bung Dahlan ini lupa ya, Ketika Paham Pemerintahan Demokrasi diterapkan, USA bisa masuk ke Iraq seenaknya, berapa korban Umat Islam, begitu juga ketika USA masuk ke Afganistan berapa banyak umat Islam yang dibunuh, dan bagaimana dengan penjajahan Israel atas Palestina. Tentunya banyak negeri kaum Muslim yang di-injak2 sekarang ini.

    Penulisan yang bagus sehingga mencerminkan bahwa pemerintahan keKhalifahan tidak layak bagi anda.

    Posted by Buce | 28 Agustus 2012, 2:14 pm
    • Yg saya fahami dari kata kekhalifahan yg dimaksud Dahlan itu, kok kekejian2 itu bisa terjadi ketika umat islam masih dipimpin oleh para khalifah muslim, yang idealnya dalam pikiran kita perebutan kekuasaan dengan menghalalkan pembunuhan sesama muslim seharusnya tidak terjadi, Lha wong sama2 muslim dan dipimpin khalifah muslim kok bunuh bunuhan. Gitu Lohhh….

      Posted by Alex Ramses | 29 Agustus 2012, 4:44 am
  48. wow, pak, sebagai orang cerdas sepertinya harus tabayyun tuh sejarah yang ditulis O hasheem dengan buku sejarah lain !

    Posted by anhar | 29 Agustus 2012, 7:16 am
  49. Tulisan perjalanan yang sungguh bijaksana, terbuka, jujur, dan memikat. Sya salut pada ungkapan kalimat beliau yang selalu apa adanya. Membuat logika dan nalar kita berjalan turut menyusuri jalan2 di sana. Bukan ungkapan emosional dan teori2 yang lahir dari manusia yang hanya membaca teory tanpa merasakan aliran angin yang sesungguhnya. Pak dahlan telah merasakan sendiri jalan-jalan itu, bersentuhan dengan pasir dan debu-debu di sana. Tapi justru banyak yang hanya mendapat teori dari sini sana, justru menggurui dan berbilang banyaknya kesalahan ini dan itu. Seandainya kita semua sama2 merasakan deru angin, dan pasir di jalanan itu, mungkin kita akan bisa lebih bijak sedikit dari yang sebelumnya. Pak Dahlan sesungguhnya mengajak kita berbijak dengan kenyataan, bukan teori-teori kosong yang tak jelas berasal dari mana.

    Posted by metafo | 29 Agustus 2012, 2:48 pm
  50. tampaknya dari tulisan ini secara halus pak DIS menjelaskan jika kaum syiah memang berbeda dengan sunni, dan syiah memang tangan kanan amerika. bagi yang menganggap syiah benar maka mungkin dia adalah syiah karena lakum diinukum waliadiin, bagi yang menyamakan maka dia mungkin termasuk ke dalam orang-orang liberal seperti kaum JIL (jaringan islam liberal). dalam hal ini saya tidak sepakat dengan cara FIP dalam bernahi mungkar, karena dalam beragama haruslah seimbang amar makruf dan nahi mungkar. dan tentu tidak dilupakan bahwa dakwah dalam islam pada dasarnya adalah dengan lemah lembut

    andaikan pak DIS jadi presiden….

    Posted by Al-Atsari | 31 Agustus 2012, 10:00 am
    • semoga Alloh memberi Hidayah kepada anda… sesungguhnya melalui orang2 yg mempunyai pemikiran seperti anda ini para agen intelijen amerika memecah belah persatuan umat islam melalui perbedaan prinsip sunni & syiah. seperti yg sudah mereka terapkan pada penduduk Irak, sehingga negara Irak menjadi hancur seperti sekarang, dari ulasan Pak DIS yg berjiarah di Makam Sayidina Ali K.W lalu sholat tanpa Thurab dan Pak Dis selamat tanpa kurang suatu apa kembali ke Indonesia, padahal mereka yg hadir disana mayoritas Syiah. dari situ tersampaikan oleh Pak Dis bahwa kaum Syiah memiliki toleransi yang besar terhadap kaum Sunni. Bahkan yang mungkin belum anda ketahui bahwa Saddam Husein adalah tangan kanan Amerika untuk memulai perang Irak dengan Iran selama 8 tahun sampai perekonomian Irak & Iran Hancur. yg notabene Irak & Iran adalah negara muslim sama dengan kita. begitu Amerika sudah tidak memiliki kepentingan di Irak maka rezim Saddam di runtuhkan. pertanyaanya dimanakah Saddam sekarang? pernahkah anda melihat bukti bahwa Saddam mati dibunuh? yang ada & dibesarkan oleh Media adalah patung Saddam yg sdh Hancur…. saya rasa Pak Dis mau menyampaikan hal ini juga kepada pembaca tapi secara implisit, terimakasih Wassalam

      Posted by kariyono | 29 Januari 2013, 4:20 pm
  51. Syiah tak selalu berkompromi baik dengan Amerika, nyatanya pertikaian antara Iran yg notabeni Negeri Syiah dengan AS saat ini semakin sengit… Syiah dan Sunni justru kian diangkat jurang perbedaannya sebagai senjata AS agar Islam baik Sunni maupun Syiah saling menghancurkan…!!

    Posted by Safriel Achmed | 3 September 2012, 10:37 am
  52. ajak kami untuk melihat dunia

    Posted by achmad | 3 September 2012, 12:31 pm
  53. Maha suci Allah, maha pengasih dan penyayang kepada hambaNya Dahlan Iskan, sungguh dengan tarikh islam yang benar insyaAllah akan tercapai tingkat keimanan yang haq dan tertinggi terdekat denganNya Allah swt amiin3 YRA, selamat berjuang bagi rakyat, bangsa dan negara kesatuan republik indonesia serta seluruh ummat dunia Saudaraku yang tercinta Dahlan Iskan!!! salam doa…

    Posted by muhammad sanusi | 3 September 2012, 2:04 pm
  54. sangat inspiratif

    Posted by sriawani | 3 September 2012, 2:56 pm
  55. Pak Dahlan ….. Mantabss ….. Perjalanan ruhani yang luar biasa untuk menambah keteguhan iman islam, yang diceritakan kembali dengan santun dan bijaksana untuk menghindari friksi antara Syiah dan Sunni, semoga Allah SWT suatu saat mengijinkan saya pergi ke sana untuk berziarah ke makam para pemimpin islam tsb. Amin 99 X

    Posted by Y. Sugiharto | 5 September 2012, 10:06 am
  56. Allahuma shali ala Muhammad wa ali Muhammad

    Posted by sangabid | 9 September 2012, 2:01 pm
  57. Wahai Saudara kaum muslimin belajarllad dari sejarah, dengarkan rasa batinmu, gunakan kejernihan fikiranmu, selalu bersihkan dan sucikan setiap siksa dalam kalbu jiwamu. . . Teliti dan ikutilah cahaya ruh sucimu yaitu saksi dirimu yang selalu jujur tidak pernah bohong dan tdk bisa kau bohongi…teruslah berjihad utk kenikmatan batinmu dg menjadikan rasa penuh syukur sbg awal setiap aktifitas kehidupanmu…dan terus..teruslah..bersemangat..untuk menjadikan dirimu bermanfaat bagi dirimu dan segenap makhluk..stop..kebencian..merasa benar dan menyalahkan orang lain..,keberpura puraan..rasa putus asa..dan hentikan..harapan dan angan angan ..dan mulailah hari ini detik ini juga…

    Posted by moh.bisri | 9 September 2012, 3:37 pm
  58. Kira-kira bagaimana ya perasaan umat muslim saat itu yang menendang layaknya bola kepala Imam Husein ra. (cucu Rasulullah SAW)…???

    Posted by Amirullah | 11 September 2012, 9:53 am
  59. Dari 2 link ini banyak yang dapat kita petik untuk di-implementasi-kan dalam konteks INDONESIA RAYA.

    Sayyed Ali Khamenei Speaking on anti-Capitalist Movement in the USA

    The West Afraid of an ISLAMIC Iran, NOT a NUCLEAR Iran – Ayatullah Ali Khamenei

    Saatnya RAKYAT meraih kembali DIGNITY (HARGA DIRI) BUMN-BUMN sebagai
    badan usaha tangguh, berdiri pada kaki sendiri dan BERGOTONG ROYONG (bukan GONTOK-GONTOKAN)
    - Jangan menjilat pantat “para capitalists imperialist arogan berkulit coklat” yang ada di atas,
    - Jangan menyikut kawan-kawan seperjuangan di samping yang gigih bergotong royong, dan
    - Jangan buas, rakus dan tamak menjarah hak-hak wong cilik.

    Posted by M.t. Ali | 10 November 2012, 5:14 am
  60. Catatan pak Dahlan heboh dan seru. Bahkan sangat detail layaknya seorang antropolog. Semoga tulisan seperti ini dapat menginspirasi kita untuk hidup rukun dan damai antara sunni dan syi’ah. wassalam

    Posted by Muhammad Zain | 10 November 2012, 6:28 pm
  61. ya ALLAH berikanlah rezeki untuk berziarah kemakam imam HUSSAIN AS,ya ALLAH berikanlah shafaat IMAM HUSSAIN AS dihari akhir السلام عليك يا ابا عبداالله السلام عليك يا ابن رسول الله

    Posted by aminah | 11 Desember 2012, 4:32 pm
  62. sangat tdk jelas status muslimnya,saya benar2 meragukan kemuslimannya,sudah jelas syiah itu BUKAN ISLAM,TETAPI MUSUH DALAM SELIMUT DI TUBUH ISLAM……eh lha kok ….

    Posted by lv | 7 Januari 2013, 1:34 pm
  63. Subhanallah, kebencian hanya akan melahirkan kebencian yang lain, dengan berlaku baik orang lain akan menilai dan memandang baik, syi’ar dan dakwah untuk diri sendiri orang lain akan datang dan bertanya bila mampu jawablah bila tidak mampu lebih baik diam

    Posted by peace | 28 Januari 2013, 1:30 pm
  64. Pencatat itu, meskipun menguntit dalam jarak yang tidak dekat, masih bisa melihat dengan jelas tragedi apa saja yang menimpa Hussein dan rombongan sepanjang perjalanan tersebut. Catatan “jurnalistik” itulah yang jadi sumber penulisan O Hassem. <<> http://almanhaj.or.id/content/2606/slash/0/peristiwa-karbala-dalam-pandangan-ahlussunnah-wal-jamaah/ sepertinya lebih netral pak … :-)

    Posted by Fauzan Hidayat | 16 April 2013, 3:45 pm
  65. Pak Dahlan… saya kagum sama bapak

    Posted by Hayyin Suhairi | 1 Mei 2013, 5:07 pm
  66. catatan perjalanan yg inspiratif

    Posted by panglima Ringkin | 3 Mei 2013, 9:45 am
  67. Subhanallah. yang telah memberikan pak dahlan rezeki perjalanan ke tempat bersejerah islam.

    Posted by Arwan | 26 Juni 2013, 1:29 pm
  68. Kalau kemaksiatan seaungguhnya larangan semua agama.Namun pemerintahlah yang tidak tegas. Dan soal perbedaan sunni dan syiah, saya sependapat.

    Posted by Arwan | 26 Juni 2013, 1:33 pm
  69. Saudara2 perlu anda ketahui Syiah itu bukan Islam. mereka mengkafirkan Sahabat Rasulullah , mengkfirkan para istri nabi terutama Aisyah ra. mereka mengkafirkan kaum muslimin. rukun Islam dan rukun iman mrk beda dg kaum muslimin. mrk jg menganggap Al quran yg skrg sdh tdk asli. mrk menganggag Quran yg asli ad pd Imam mrk yg skr brsembunyi di gua. Sebaiknya pelajari buku tntang kesesatan Syiah keluaran MUI.

    Posted by ence | 11 November 2013, 2:24 pm
  70. baca ini, semoga Anda mengerti :

    Posted by Tanto Mas | 14 November 2013, 11:27 pm
    • Hallo Fuadqawwam, Aku adalah pemuja TUHAN YANG MAHA ESA dan memperlakukan semua ciptaanNYA dengan PRIKEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB. Bila kamu menginginkan kebenaran, silahkan hubungi saudara Muhammad Muslich ( Gus Mus ) di 085767634115 / 081392464320. Jangan tanyakan mengenai aku kepada beliau karena beliau tak mengenalku, kami hanya memiliki pandangan yang sama. Wassallam, Dharma.

      Posted by Dharma The | 15 November 2013, 3:50 pm
  71. Perjalanan yang cukup panjang dan detil sekali penceritaannya. seolah2 saya pun serasa berada disana dengan membaca tulisan ini saja.

    Posted by Greatnesia | 28 November 2013, 9:12 am
  72. “Sejak Saddam Hussein yang Sunni tergusur oleh tentara Amerika Serikat, pemerintahan Iraq memang dikuasai golongan Syiah. Maka, kawasan padat Syiah seperti Najaf dan Karbala bangkit luar biasa. “Dulu tidak ada perhatian Saddam ke wilayah ini,” kata teman saya tersebut.”

    maaf bapak..
    saddam husein bukan pengikut sunni.
    pada dirinya tidak ada ciri-ciri seorang sunni,
    dia thogut… membuat aturan sendiri untuk kelanggengan kekuasaannya.

    adapun sunni ciri-cirinya banyak terlihat di saudi,
    begitulah syiah.

    Posted by safril | 21 Desember 2013, 7:33 am
    • salam saudara safril….di saudi itu ciri2 sunni itu tidak banyak kelihatan,kerana di saudi bukan tem patnya org2 sunni…di sana tempatnya org2 wahabi yg krja nya mengkafirkan org2 islam yg tak wahabi dan menghalalkan darah org2 islam yg bukan goloangan wahabi,lihat lah di mekah dan madinah,apakah yg mereka telah lakukan pada makam2 para2 shuhadah uhud dan badar,rumah siti khadijah di tukarkan jadi tandas awam,makam rasulullah hendak di robohkan dan pelbagai2 kebejatan yg di lakukan oleh raja saudi atas dokongan ulamak wahabi….mereka bukan sunni…mereka ada lah extremis2 wahabi yg suka men gkafirkan umat islam

      Posted by Mat Gelap | 17 Maret 2014, 5:02 pm
      • Klo syiah dan yahudi musuh no wahidnya adlh saudi. Maka tak heran klo syiah yg akidahnya sesat sgt getol memfitnah negara tauhid tsb. Mrk yahudi dan syiah mmg satu dlm perjuangannya utk menghancurkan Islam. Hy org bodoh yg percaya dgn celotehan syiah.

        Posted by san | 17 Maret 2014, 6:10 pm
        • Love All ……..Serve All……… Help Ever………Hurt Never…………                                                  – Sai Baba -.

          Posted by Dharma The | 17 Maret 2014, 6:44 pm
          • syiah Hurt all people especially they hurt Allah, Rosulullaah shollallaahu ‘alaihi wasallaam and Muslim, because they spread their lier every day to the world until now and the true of Islam had been covered by them. No place for lier in our hurt.

            Posted by San | 17 Maret 2014, 8:02 pm
          • Dear brother San,

            You often desire that you must have peace. In fact, every being wants peace, but not many have it. They only see pieces everywhere. From where will you get peace? It is present right there, within you. Fill your heart completely with love – then you will merge in the peace present within your heart. There will be no agitation. An agitation-free mind will confer peace on you. What is truth? All that comes out of a loving heart is truth. What is Righteousness (Dharma)? All actions that emerge from the core of your heart, all actions done out of selfless love is Dharma. Love and Compassion must pervade your heart. Have faith that your heart is your temple and there is no bigger temple than that. In fact it is a permanent and pure place for the Allah, only you have to keep it that way. – ‘My Dear Students’, Vol 2.

            Posted by Dharma The | 17 Maret 2014, 10:40 pm
  73. Bahagia bukan berarti segalanya sempurna. Bahagia adalah ketika kamu memutuskan tuk melihat segala sesuatu secara sempurna.

    Posted by HARTY NURDIANA FAJRIN | 5 Juli 2014, 7:17 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.901 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: