>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Tekad Baru: Hidup yang Polos-Polos Saja

Senin, 04 Juni 2012
Manufacturing Hope 29

Saya tidak menyangka persoalan seperti utang negara, impor garam, dan sulitnya swasembada gula sudah menjadi bisik-bisik tetangga di desa. Padahal, desa ini berada di lereng Gunung Ciremai nun di Kabupaten Kuningan, Jabar. Saya beruntung Jumat malam lalu bisa bermalam di Desa Bunigeulis dan berdialog dengan ratusan penduduk setempat.

Mengapa penduduk desa sampai gelisah dan pusing memikirkan utang negara? Bahkan impor garam? Ternyata ada virus yang menjalar cepat: virus informasi setengah matang. Mereka hanya tahu sepotong tentang utang negara: jumlahnya yang meningkat.

Saya minta seorang peserta dialog untuk berdiri. Saya ajukan pertanyaan padanya: baik mana, Anda punya utang Rp 8 juta tapi kekayaan Anda Rp 10 juta atau Anda punya utang Rp 20 juta tapi kekayaan Anda Rp 100 juta.

Benar bahwa utang itu meningkat, tapi juga benar kekayaannya meningkat drastis. Inilah yang tidak pernah sampai ke masyarakat. Mungkin memang tidak sampai, mungkin juga sengaja disembunyikan.

Peserta dialog yang saya minta berdiri itu rupanya seorang humoris. Dengan nada bergurau dia menjawab, lebih baik kekayaannya meningkat, tapi tidak punya utang! Ini mah mirip khotbah Jumat yang pernah saya dengar: semua orang itu inginnya serbaenak. Waktu kecil dimanja, waktu remaja foya-foya, waktu muda kaya raya, waktu tua sehat bahagia, waktu meninggal masuk sorga!

Dari dialog di desa malam itu saya melihat penularan hope kalah cepat dengan penularan pesimisme. Begitu cepat virus pesimisme, sinis, keluh kesah, dan sebangsanya menjalar ke mana-mana. Ini tentu bahaya, mengingat hope adalah salah satu faktor utama untuk kemajuan bangsa.

Di sini hope menghadapi persoalan yang sangat berat. Menularkan pesimisme cukup hanya dengan kata-kata. Modalnya pun hanya gombal. Sedangkan membangun hope harus dengan kerja nyata plus hasil yang bisa dirasa. Setiap kesulitan harus diberikan jalan keluar. Setiap kebuntuan harus ada terobosan. Masyarakat yang ada dalam “kuldesak” yang terlalu lama hanya akan membuat virus anti kemajuan merajalela.

Serbuan virus hopeless dari kota inilah yang kini harus dilawan di desa-desa dengan bukti nyata. Karena itu, Bulog, Sang Hyang Sri, Pertani, Pupuk Indonesia, PT Garam, pabrik-pabrik gula, perhutani, dan banyak BUMN lainnya tahun ini harus bekerja all-out di lapangan.

Bulog, dengan pasukan semutnya, ternyata bisa. Dalam lima bulan ini saja Bulog sudah berhasil menghimpun 2 juta ton beras! Prestasi yang sangat membanggakan. Kerja lima bulan ini sudah sama dengan hasil pengadaan beras selama dua tahun (2010-2011).

Memang melelahkan. Tapi, itulah harga yang harus dibayar untuk memulihkan kepercayaan masyarakat. Memang harus muter terus -saya lihat sampai-sampai Dirut Bulog Sutarto Alimoeso kini ganti sepatu kets- tapi dengan hasil yang begitu nyata akan menambah kepercayaan diri kita.

Memulai kerja keras memang sangat berat. Tapi, kalau sudah terbiasa bekerja keras, semua pekerjaan akan menjadi mudah.

Dalam dua minggu ini saya juga sudah berkeliling 14 pabrik gula di tiga provinsi. Sudah pula tampak perubahan: bukan saja pocong-pocong sudah bermetamorfosis menjadi “Ayu-ayu Azhari”, tapi gigitannya pun sudah berotot. Semua pabrik gula sudah mampu meningkatkan rendemen awal. Semua pabrik gula juga sudah berani memberikan jaminan rendemen minimal kepada petani.

Hebatnya lagi, semua pabrik gula juga sudah berani memberikan uang jaminan kepada petani tebu. Selama ini petani tebu terjerat oleh pedagang gula. Ini bukan salah si pedagang, tapi karena pabrik gula sendiri yang tidak berdaya: baru bisa membayar sebulan setelah petani menyerahkan tebunya.

Sebaliknya pabrik-pabrik gula kini juga sudah berani menerapkan prinsip BSM kepada petani tebu: bersih, segar, manis. Tebu yang dikirim ke pabrik haruslah tebu yang bersih. Tidak tercampur pucuk-pucuknya, tanah-tanahnya, dan anakan-anakannya. Tebu itu juga tebu yang segar, yang fresh from the field.

Dan yang paling penting, tebu yang dikirim ke pabrik adalah tebu yang sudah cukup manisnya. Jangan menebang tebu sebelum dipastikan (diperiksa dengan alat pengukur) bahwa tebu tersebut sudah matang kadar gulanya.

Saya melihat semangat yang tinggi di semua manajer dan karyawan pabrik gula yang sudah saya kunjungi. Juga semangat untuk “polos-polos saja”. Semula dahi saya mengerut ketika mendengar istilah “polos-polos saja” itu. Saya tidak mengerti apa maksudnya. Ternyata itulah tekad baru untuk tidak mempermainkan angka. Angka rendemen, angka timbangan, angka pupuk, angka tanam, angka angkutan, dan angka-angka yang menggoda lainnya.

Saya paham, membiasakan diri untuk “polos-polos saja” juga sangat berat awalnya. Tapi, kalau sudah terbiasa, hidup ini akan dimudahkan jalannya.

Sang Hyang Sri, Pertani, dan Pupuk Indonesia (Pupuk Sriwijaya, Petrokimia Gresik, Pupuk Kaltim, dan Pupuk Kujang) juga bisa menjadi motor besar untuk menggerakkan hope di seantero desa: mendekatkan benih unggul, pupuk, dan pembasmi hama ke desa-desa. Puluhan ribu kios harus di bangun. Di mana-mana.

Jangan sampai petani kesulitan mencari pupuk yang akhirnya mendapat pupuk palsu. Sulit mencari benih unggul yang akhirnya menanam padi seadanya. Program mendekatkan benih-pupuk ke desa-desa memang akan memakan waktu, tapi harus istiqamah jalannya.

Garam pun sebenarnya juga penuh dengan hope. Terutama untuk garam yang dimakan manusia. (Sebagian besar garam diperlukan oleh pabrik kertas!). Sebetulnya, kalau hanya untuk manusia Indonesia, keperluan garamnya tidak banyak: 1,4 juta ton per tahun. Kita lebih menyukai yang manis-manis daripada yang asin-asin.

Saya berterima kasih bahwa Menteri Perindustrian, Bapak M.S. Hidayat, menemukan cara baru: membranisasi ladang garam. Begitu pentingnya program membranisasi ini sehingga saya usul ke Pak Hidayat penyertaan modal negara (PMN) untuk berbagai industri dikurangi saja. Lebih baik dikonsentrasikan untuk menolong jutaan petani garam di seluruh Indonesia. Triliun rupiah PMN untuk Merpati, misalnya, hasilnya begitu-begitu saja. Merpati harus dicarikan jalan sendiri. Jalan korporasi. Bukan jalan subsidi.

Kalau dari sekitar 20.000 hektare ladang garam di seluruh Indonesia bisa diberikan membran 10 persennya saja, hasilnya bisa mencapai 1,7 juta ton/tahun. Sudah melebihi keperluan garam untuk manusia Indonesia.

Tapi, membeli membran untuk 2.000 ha ladang garam memang memerlukan biaya besar. Tiap hektare memakan dana Rp 20 juta. Tapi, angka itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan PMN untuk bidang lain. Padahal, angka itu begitu besar artinya bagi petani garam. Belum lagi bagi harga diri bangsa yang selalu dihina dengan kalimat: garam pun harus impor!

Sambil menunggu PMN, saya akan minta bank-bank BUMN untuk menghitung. Mungkinkah skema kredit dilakukan untuk membranisasi itu. Menurut hitungan Dirut PT Garam, payback membran ini hanya dua tahun. Berarti petani garam bisa mengembalikan kredit itu dalam dua tahun. Apalagi kalau diizinkan menggunakan dana KPBL BUMN untuk membayarkan bunganya. Agar petani garam tidak dibebani bunga.

Membran adalah sejenis plastik yang dihamparkan di tambak garam. Dengan dihampari membran, keuntungannya dobel: proses pembuatan garamnya lebih cepat (air lautnya lebih panas sehingga lebih cepat menguap) dan semua garamnya menjadi garam kelas satu.

Tanpa membran, lapisan garam yang paling bawah pasti tercampur tanah dan lumpur. Ini membuat sekian persen garam menjadi garam kelas tiga. Sulit dijual. Murah pula harganya. Di Madura saja kini ada 350.000 ton garam jenis ini. Menumpuk. Tidak ada yang beli. Isunya pun negatif: BUMN tidak mau beli garam rakyat.

Membran adalah hope baru bagi petani garam. Ini juga belum banyak diketahui.

Selesai salat Jumat di sebuah masjid di pinggir jalan di Cirebon minggu lalu, ketika mulai mengenakan sepatu DI-19, saya didatangi camat dan kuwu setempat. Sambil melirik DI-19, Pak Camat mengemukakan bahwa di depan masjid itu ada aset BUMN yang sudah puluhan tahun menganggur. Itulah bangunan milik PT Garam yang sudah lama ditinggalkan.

Padahal, ada sekitar 1.000 petani garam di kawasan dekat masjid itu sampai ke Indramayu. PT Garam sebagai BUMN tidak pernah melakukan pembelian garam rakyat. Kepada Pak Camat, saya berjanji untuk menelusurinya. Saya juga bertanya: apakah sudah ada petani garam yang menggunakan membran. Ternyata belum. Bahkan, kata membran pun baru sekali itu dia dengar.

Sambil mengemudikan mobil ke Pabrik Gula Jatitujuh, saya hubungi Dirut PT Garam. Benar. Tidak ada pembelian itu. Bahkan sudah sejak 1992. Tapi, PT Garam yang baru mulai tahun ini bisa bernapas sudah bisa memberikan hope. Tahun ini PT Garam bisa membeli garam rakyat di Cirebon-Indramayu sebanyak 15.000 ton. Indikasi harganya pun sudah bisa disebut: Rp 700 hingga Rp 720 per kilogram, bergantung kualitasnyana. Ini sudah lebih baik daripada harga tahun lalu yang Rp 620 per kilogram.

Untuk garam, kawasan Cirebon-Indramayu memang tidak sebagus Madura. Di Indramayu, petani hanya bisa membuat garam sekitar empat bulan dalam setahun. Bulan ini, saat Madura sudah bisa menghasilkan garam, Indramayu masih hujan. Tentu di atas langit masih ada langit. Sebagus-bagus Madura masih lebih bagus lagi Kupang, NTT. Di sana garam bisa dibuat selama sembilan bulan dalam setahun!

Hanya belum ada ladang garamnya. PT Garam baru akan ke sana setelah napasnya genap. Mungkin tahun depan.

Hope memang tidak membuat perut terasa kenyang. Tapi, hope-lah yang bisa membuat hidup terasa lebih hidup!

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

481 thoughts on “Tekad Baru: Hidup yang Polos-Polos Saja

  1. pertamaxxx koment dulu baru baca, he3…

    Posted by Muthawif Online | 4 Juni 2012, 5:25 am
  2. Maju terus, Pk Dahlan

    Posted by Darko Rahman | 4 Juni 2012, 5:28 am
  3. Bung admin telad uplonya ya. Dah bc di bumn.co.id n tgu komentar sjk jam 1 q..he3 lmyn dpt urutan dua ni…

    Posted by Jack puspa | 4 Juni 2012, 5:30 am
  4. semangat pagi semuanya…..

    Posted by syaif | 4 Juni 2012, 5:32 am
  5. Masyaallah, bahkan Administrator saja gak dapat pertamax :(
    Ok, selamat pagi teman2, selamat ber-manufacturing hope, salam senin optimis, untuk Indonesia lebih baik. Amin

    Posted by administrator | 4 Juni 2012, 5:33 am
  6. terima kasih sudah bikin ‘hidup terasa lebih hidup’ I Love Dis Day!!

    Posted by akal sehat | 4 Juni 2012, 5:35 am
  7. I love DIS day, Smangat Pagi smuanya
    Ninggalin jejak dl sblum baca MH29 he he he

    Posted by Roy | 4 Juni 2012, 5:36 am
  8. kalo polos plus ga neko2 emang hidup,aman. Saya heran… Ga dikerjaan swasta, ga juga SPJ pns, Kenapa kebanyakan angka harus disulap si? :D ini kan seperti tanam virus di kepala sendiri. Sekarang ga ketahuan, pas ganti pimpinan.. Nah lo..

    Posted by wawan | 4 Juni 2012, 5:41 am
  9. haha.. Ini hebatnya virus MH. Saya pun awalnya baca MH jam 10an pagi, tapi makin lama makin pagi, akirnya jadi kebutuhan (addict pula)… Jam 12 malem – 2 pagi juga browsing antaranews.com

    semangat,pak admin!

    Posted by wawan | 4 Juni 2012, 5:45 am
  10. Baca sampai 3 kali…. begitu banyak harapan yang di tebarkan pak Dis, membaca MH menjadikan hidup terasa lebih hidup! seperti penggalan kalimat di atas…
    “Hope memang tidak membuat perut terasa kenyang. Tapi, hope-lah yang bisa membuat hidup terasa lebih hidup!”

    semoga pak Dis selalu di beri kesehatan untuk terus menularkan harapan2 ke kita semua. Amin…

    Posted by 2nrae | 4 Juni 2012, 5:46 am
  11. Bener2 mencerahkan tulisan Pak Dis ini. Semoga kedahsyatan MH bs menyusutkan pesimisme sesusut-susutnya.
    Ayo kerja, kerja, kerja.
    Lupakan politik, kejar harga diri bangsa..

    Posted by Didi | 4 Juni 2012, 5:48 am
  12. siiip

    Posted by awie | 4 Juni 2012, 5:49 am
  13. maju terus pak dis dgn guyuran hope tuk indonesia jaya

    Posted by adindahlan | 4 Juni 2012, 5:50 am
  14. agak oot, dulu waktu mentri kelautan (fadel muhammad), juga akan memulai sistem plasma ini, sebelum akirnya keputusan politik membuatnya di resuflle.. Syukurlah mentri pengganti melakukan hal tsb, meski telat cukup lama.

    Posted by wawan | 4 Juni 2012, 5:51 am
  15. Mantap…semoga kita bisa export garam bukan hanya bisa import doang. semoga para petani gatam akan lebih sejahtera di masa yang akan datang, Hidup pak DIS

    Posted by anton | 4 Juni 2012, 5:53 am
  16. I Love Disday. Makin mantap. Semoga Indonesia semakin gagah perkasa dalam segala sendi kehidupannya. Smg P.Dis sang motivator, selalu dalam lindungan-Nya.

    Posted by wanto kdr | 4 Juni 2012, 5:53 am
  17. Hope memang tidak membuat perut terasa kenyang. Tapi, hope-lah yang bisa membuat hidup terasa lebih hidup!

    Plaaak…..gedubrakkk….!!! Tamparan yang luar biasa untuk terus menjadikan “Hope” sebagai Pedoman untuk terus berusaha…. kerja…kerja….kerja

    Posted by Mas Bagoes Romy | 4 Juni 2012, 5:58 am
  18. I love Dis day

    Posted by bapak tho | 4 Juni 2012, 5:59 am
  19. semangat………pagi yg cerah bersama harapan baru Indonesia……..yg ga puasa..ayo sarapan…biar kerja..kerja,…kerja…makin mantap….

    Posted by bayu | 4 Juni 2012, 6:03 am
  20. Aq berharap semoga proyek membranisasi garam segera terwujud…karena tentang garam ini pernah disinggung mh awal awal muncul

    Posted by caderabdul | 4 Juni 2012, 6:05 am
  21. Smoga pak DIS diberi kesehatan, panjang umur dan panjang jabatan. Smoga bliau selalu diberi petunjuk oleh-Nya.
    Amin…..amin……..amin

    Posted by Heri suryo hadiwinoto | 4 Juni 2012, 6:07 am
  22. Mendengar kata2 hope jd teringat kata ‘putus asa itu salah yang benar berharap’.
    Dengan adany hope dalam hdup menjadikan possion dalam hidup tk mengejar mimpi besar seseorang.
    Hidup polos saja mungkin artiny menurut saya pribadi hidup yg segala sesuatuny sesuai dgn kebenaran, jujur, dan tdk macem2(sederhana).dan mungkin hidup seperti itu yg hrus dilakukan muslim (jujur n baik)
    ehm, kalo MH bkn addictief, iy juga y..setiap monday pg slalu pgn browsing n membacany…tp 1 pertanyan saya, apakah pak DIS dngan sengaja tiap senin dini hari tdk tdur n menyempatkan menulis MH ini y…trus tidurny jm brapa?

    Posted by ramadani | 4 Juni 2012, 6:08 am
    • Menurut saya , beliau adalah seorang yg ahli manajemen waktu. Tentu tulisannya sudah diberikan mungkin pada minggu malamnya. Beliau sendiri punya masalah dengan organ hatinya. Istirahat jam 12 hingga jam 4 adalah rutinitas baginya.

      Posted by Darko Rahman | 4 Juni 2012, 6:47 am
      • Bung Darko, Pak DIS itu nulisnya pake gaya bertutur, selain itu, sekali nulis langsung jadi. Tidak diedit lagi oleh beliaw. Diedit oleh asistennya untuk memperbaiki salah ketik. Hanya segelintir orang dikaruniai kecerdasan luar biasa seperti ini.

        Posted by Kickaryo | 4 Juni 2012, 8:04 am
      • mnrtq setiap hbs kunjungan beliau lgsg menulis MH,ga hrs nunggu mlm senin..beliau sndr prnh blg kl menjelang pagi “bertahajjud” didpn laptop,jgnkan tiap senin lha setiap hari kl beliau mau insyAllh pst bs.Sdg dioperasi/sakit aja beliau msh bs menulis (Ganti Hati)..jujur saya “jatuh cinta” sm tulisanya semenjak bc tulisan bersambung pas beliau ganti hati,akhirnya kecanduan smp skrg…..

        Posted by Ahmad Zuhri | 4 Juni 2012, 9:19 pm
      • jangan salah pak darko. hari ini p dahlan sudah dapat menguasai jurus baru yang dahsyat… bisa menidurkan matanya gantian satu persatu .. wakakaka

        Posted by mangun | 5 Juni 2012, 1:22 am
  23. Manis,asin,seger….

    Posted by sdwi | 4 Juni 2012, 6:08 am
  24. pa dis lagi apa ya pagi2 gini?
    Apa mungkin baca blog ini juga?

    Posted by richy | 4 Juni 2012, 6:10 am
  25. jEJAK DULU AH

    BARU BACA

    Posted by novi | 4 Juni 2012, 6:10 am
  26. I love DIS day…
    kerja…kerja…kerja…
    Lupakan Politik, Kita kejar harga diri bangsa….

    Posted by juraganacsby | 4 Juni 2012, 6:13 am
  27. Alhamdulillah, selalu ada Harapan Baru kalo kita mau berusaha. Di tengah keterpurukan bangsa ini, Pak DIS mampu membuat kita semua bangkit utk berbenah dan berbuat yang terbaik buat bangsa.
    Tetap Semangat Pak DIS !!!!!!

    We Love U !!!

    Posted by Bolo DW | 4 Juni 2012, 6:29 am
  28. RUARRRRRRRRRR BIASA

    jika saja semua komponen bangsa bisa bermanfaat, bersinergi, bergerak dalam irama mh
    kemajuan demi kemajuan, kejayaan demi kejayaan, PASTI kita rengkuh!!!

    Bismillah……….
    Indonesia sedang jalan cepat, jika anda lambat tentu ketinggalan

    tahun depan……………..saaatnya berlari cepat!!!!!!

    Habis baca meski kayak gini:
    Jantung bedegup agak cepat, tarik napas dalam dalam, nulis puisi atau apalah, dan tersenyum…..
    tersenyum…..

    “Ibu kok belum mandi……..????” suamiku setengah teriak dari luar sana

    Posted by noviSAJA | 4 Juni 2012, 6:30 am
  29. Rakyat berharap……..Kapan biroktrat kita bisa “Polos – Polos Saja ” tanpa memainkan angka yang dapat merugikan negara yang berdampak pada kemajuan bangsa terhambat?. Alhamdulilah pak DI dikementrian BUMN sudah merintis untuk tidak memainkan angka – angka! Semoga Virus MH menular pada Kementrian yang lain dengan semangat “MELAYANI”………..dan “Polos – Polos saja”.Amin

    Posted by Mustail | 4 Juni 2012, 6:33 am
  30. semoga pak dais slalu diberi kesehatan selalu ….amien

    Posted by muh mundir | 4 Juni 2012, 6:35 am
  31. Alhamdulillah.. MH kali ini mirip dengan situasi di blog Catatan Dahlan Iskan beserta komentar-komentar-nya. Bahwa menularkan pesismen lebih mudah daipada menebarkan optimisme dan itu pula yang terjadi di forum kita ini. Ada yang berusaha memasukkan virus pesimisme diantara kita para Dismania, Dahlanisti dan penganut Dahlanisme. Sekarang mari semangat postivisme dan optimisme yang ada di forum ini kita sebarkan ke lingungan kita masing-masing untuk Indonesia yang lebih baik. Semoga pak Dis sehat selalu. Amin.

    Posted by akadarisman | 4 Juni 2012, 6:41 am
    • Mas Akadarisman…. pesimisme sudah mulai 3 pemilu yang lalu tinggal nulis dan pesimislah semua. Tapi menumbuhkan Optimisme…… gak cukup dengan tulisan dan omdo. he he he

      Posted by Jeng Sri | 4 Juni 2012, 9:05 am
      • Forum ini juga merupakan tulisan dan ungkapan kata-kata yang bertujuan untuk menumbuhkan energi positif dan optimisme. Apalgi ditangan Pak Dis setiap kalimat dan penuturan saja sudah membangun optimisme kita. Bagi sebagian orang pun ada yang menyebut pak Dis omdo. Tapi bagi saya dan banyak teman Tdak, beliau ada adalah sosok yang utuh yang bisa menumbuhkan semangat dengan lisan, tulisan dan tindakan. Dan kita-kita pun harus belajar untuk menjadi optimis dan menebarkan optimisme dengan bahasa-bahasa yang baik dan positif. Semua dimulai dari hati (niat), perkataan/tulisan yang baik dan insya allah dengan segala kemampuan dan kekuatan yang kita miliki kita bisa bertindak, bekerja bekerja bekerja menteladani pak Dis. Salam Dismania. :)

        Posted by akadarisman | 4 Juni 2012, 9:32 am
    • Menurut pendapatku virus pesimistis memang akan berkembang dengan pesat di komunitas yang belum terjamah oleh HM, sedangkan virus tersebut akan kecil pengaruhnya di komunitas yang telah memahami MH, dikarenakan pemahaman MH yang sangat mendalam, Pak DI telah membuat MH, maka tugas kita, para Dismania, Dahlanisti, Dahlanisme untuk berlomba-lomba menyebarkan Virus MH di komunitas yang masih awam, jangan sampai kedahuluan virus yang lain. Namun juga ga perlu kawatir di komunitas yang sudah tercemar pun, Virus MH ini masih ampuh pengaruhnya. Bagaimana menurut anda?

      Posted by Budi Purwantoro | 4 Juni 2012, 7:53 pm
      • Seperti ditulis oleh pak Dis: ” Menularkan pesimisme cukup hanya dengan kata-kata. Modalnya pun hanya gombal. Sedangkan membangun hope harus dengan kerja nyata plus hasil yang bisa dirasa.”
        Kemudian pada MH28 kemarin sudah mulai beberapa akun anonim yang memberikan komentar-nya mulai dari yang secara terang-terangan menyerang figur atau ide pak Dis dan ada juga yang lebih halus, seolah-olah mendukung, setuju tapi diakhir komen tetap saja menyiratkan semangat pesimisme serta ada juga yang entah sengaja atau enggak memasukkan kometar-komentar yang tidak relevan yang seolah-olah asal masuk saja.
        Kalau temen-temen yang rutin komen di MH ini insya allah semuanya sudah lebih kuat terjangkit virus MH dan telah menjadi optimis, tapi ya itu tadi yang namanya pesimisme ini entah karena kondisi situasi yang membentuk maupun ada upaya yang secara sengaja membuat pesimis muncul kembali.
        Saya kira figur dan pemikiran pak Dis inilah yang menjadi penyemangat dan pemersatu kita untuk optimis. Mari kita jaga diri kita tetap tetap optimis, saling menjaga satu sama lain untuk tetap optimis dan mengajak orang-orang yang kita kenal untuk menjangkitkan dirinya ke virus MH yang terbukti bisa membangun optimisme kita. Salam Hormat, Salam Optimis, Salam Dismania. :)

        Posted by akadarisman | 5 Juni 2012, 5:23 am
  32. Garampun ternyata bermasalah dinegeri ini. Lanjutkan pak Dis, tetap semangat melakukan perubahan….

    Posted by jokovitch | 4 Juni 2012, 6:42 am
  33. Alhamdulillah, setiap minggu selalu keluar ide & solusi” yg baru. Tetap semangat….
    Ayo kerja, kerja, kerja

    Posted by Areks | 4 Juni 2012, 6:45 am
  34. Setiap membaca HOPE , saya merasa lebih mudah dan gampang menuju hidup makmur negara kita.Tetap semangat rakyat Indonesia , masa depan yg cemerlang ada di depan mata kita , ayo segera kita raih.

    Posted by Jaya Kusuma Hoo | 4 Juni 2012, 6:50 am
  35. Alhamdulillah, setiap minggu keluar ide & solusi” yg baru.
    Tetap semangat….
    Ayo kerja, kerja, kerja

    Posted by Areks | 4 Juni 2012, 6:51 am
  36. Ditambang membran hanya untuk menbuat lapisan pembuat tanggul agar kedap air dan juga untuk membuat parit agar air tidak bercampur dg lumpur.
    Ternyata bisa juga untuk proses pembuatan garam.
    Sekedar info membran itu yg ditambang berukuran 7m x 50m tebalnya 3mm ,berwarna hitam, bahan seperti plastik ember tapi kuat dan agak lentur. Dan juga tahan air,mudah dilipat atau digulung.
    Membran tersebut hanya akan rusak apabila terbakar dan disayat dengan benda tajam. . .
    Disini malah ada yg memanfaatkan untuk membuat kolam ikan. . .daripada harus pake semen atau terpal. .
    Alangkah baiknya kalo perusahaan besar didaerah yg membelikan petani garam membran tersebut sebagai bantuan untuk masyarakat daripada membayar ke perangkat desa yg kadang uang tersebut hanya menguap entah kemana.
    . . . Di 19 kapan yo ada dikaltim ?!

    Posted by Posag | 4 Juni 2012, 6:54 am
  37. MH virus penambah semangat di awal kerja

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 4 Juni 2012, 6:54 am
  38. jadi inget tulisan di sepatu dahlan….semangat pak!

    Posted by tikateacool | 4 Juni 2012, 7:12 am
  39. Baca Mh, sarapan. Baru kerja. kerja-kerja-kerja. optimis-optimis-optimis.

    Posted by Widi | 4 Juni 2012, 7:12 am
  40. Iya Pak, garam saja pake diimpor. Memalukan! Semoga hope bergulir diatad langit indonesia shg apa2 yg bisa kita produksi sendiri, terasa memalukan jika hrs diimpor.

    Posted by Evi | 4 Juni 2012, 7:18 am
  41. mungkin Pak dahlan juga tahu kenapa rakyat pesimis saya hanya menambahkan deskripsi saja
    ketika mengurus IUP, mendaftar PNS, mambuat SIM, Perpanjang STNK , bahkan membuat KTP masih menjadi budaya pungli,
    ketika menonton layar televisi isinya koruptor dan narkoba
    ketika melihat debat isinya hanya menghujat dan supah serapah
    ketika mau taat membayar pajak terlihatlah wajah gayus yang elok dan senang

    rasanya
    banyak terobosan pemerintah yang sudah polos polos saja sudah tidak dipercaya.
    mungkin itulah diskusi saya dengan sebahagian orang di sekitar saya kenapa bisa terjadi demikian
    para komentator disini harus berjibaku meyakinkan pada keluarga kita minimalnya
    indonesia masih banyak harapan, jangan sampai pak dahlan jadi korban politis lagi,
    jangan sampai harapan yang baru muncul habis karena intervensi

    I love DIS day

    Posted by SAEFUL | 4 Juni 2012, 7:18 am
    • Iya mas Saeful …Rakyat maunya Birokrat punya ” JIWA MELAYANI” yang selama ini mau melayani kalau ada upeti..yang menjadi pertanyaan adalah Maukah birokrat Melayani dengan iklas….( karena sudah merasakan manisnya madu…padahal mereka sudah digaji ).dengan semangat MH semoga mereka menyadari dan kerja,kerja,kerja….dengan iklas dan semangat MELAYANI….

      Posted by Mustail | 4 Juni 2012, 9:14 am
  42. I love DIS Day……
    Sarapan pagi yang mantap…
    “Hope memang tidak membuat perut terasa kenyang. Tapi, hope-lah yang bisa membuat hidup terasa lebih hidup!” saya suka kalimat ini…..
    Tambahan obat nih buat indonesiaku dengan KERJA KERJA KERJA…..

    Posted by sopyan Thamrin | 4 Juni 2012, 7:21 am
  43. Terima kasih Pak Dis !!! Anda telah memotivasi Bangsa ini.

    Posted by Tito | 4 Juni 2012, 7:25 am
  44. setuju p.DIS dari pada subsidi diberikan kepada orang2 yg pinter (merpati)nanti malah dipinterin mending di berikan petani (garam/tebu/padi/penggarap tanah/)yg mudah diatur&nurut asal yg ngatur jujur.

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 4 Juni 2012, 7:32 am
  45. Apa yg ditulis Pak DIS bkn saja Manufacturing Hope tapi lebih tepatnya INDONESIAN HOPE.
    Bener2 membuat hidup lebih hidup.

    Posted by Dwi AJ | 4 Juni 2012, 7:44 am
  46. Di Madura saja kini ada 350.000 ton garam jenis ini. Menumpuk..hny gara2 kurangnya sosialisasi tentang tambang garam yg benar ke petani…..
    lha kalo Tidak ada pembelian itu dr PT garam sudah sejak 1992..itu karena apa ya..???

    Posted by merry | 4 Juni 2012, 7:56 am
  47. walo telat tetap semangat nunggu

    Posted by on air | 4 Juni 2012, 7:57 am
  48. Tulisan2 dari Pak DIS memang slalu membawa semangat dan memberikan pencerahan buat kita semua. Apapun bidang kita harus selalu optimis karena harapan akan selalu ada asal kita mengerjakannya dg hati

    Posted by ShafaIcha | 4 Juni 2012, 7:58 am
  49. Mh-nya ‘polos-polos saja’. Sepolos ayu azhari. He..he..

    Posted by Disfans | 4 Juni 2012, 7:59 am
  50. I love Diz day…Hope itu selalu bikin Hidup lebih Hidup…sperti Kopi tanpa gula dan sayur tanpa Garam…Pak Diz menjawab tegas kali ini buat para Pesiminista yg suka tebar2 isu2 gag jelas dan menyesat’kan….Maaf Yeeee…buat kaum pesimis yg suka ngrecokin di blog ini maupun di forum2 laen yg suka kerja,kerja,kerja dan lgi Semangat2ny mengejar Harga Diri Bangsa kami…lebih baik kalian Lapor ma Monyet2 majikan Kalian kalo Ide bodong’ny gag bisa Jalan….Oke nyetttt…Monyettt….Buat temen2 Dahlanisti,Diz’mania,DI’lovers sebumi Nusantara…Salam semangat Pagi….Lupa’kan Politik dan Politikus Taikk kebo..Kejarr Harga Diri Bangsa…Dan Rapat’kan Barisan dari Monyet2 PesimiNiztaaa…

    Posted by wongcilik | 4 Juni 2012, 8:00 am
  51. setelah “pahit”nya gula diumbar oleh abah dis, kini “hambar” nya garam pun diurai oleh abah, tapi berkat HOPE yang disebar abah juga, InsyaAllah, yang pahit akan menjadi manis, pun yang hambar mnjadi gurih, caiyoooo……….. semangat senin pagi, salam utk semua dismania, dahlanisti ataupun dahlanisme -stelah skian lama hanya membaca, akhirnyaaa komentar juga…. :)

    Posted by eva mardi | 4 Juni 2012, 8:01 am
  52. baca di JPNN tak afdol tdk komentar di mari…plok..plok…plok

    Posted by @yama | 4 Juni 2012, 8:07 am
  53. Indonesia masih mempunyai harapan, kita tunggu pemimpin lain yang berorientasi kepada rakyat kecil

    Posted by gadogadonyong | 4 Juni 2012, 8:07 am
  54. Hope memberikan solusi untuk tumbuh kembang bangsa ini.. solusi yang tepat guna dan dapat dirasakan hasilnya dalam waktu dekat… itu hope yang profesional..
    politisi memberikan hope selangit tanpa realisasi… hanya sekedar hope demi tercapainya tujuan individu…
    bangsa ini membutuhkan hope profesional untuk bangkit dari kertepurukan…
    Salahkan saya bila selama ini pesimis dengan situasi bangsa ini pak DIS ? sehingga untuk memanfaatkan hak suara saya dalam pemilu saja enggan… karena politisi tidak menawarkan hope yang realistis tapi hanya menawarkan hope selangit demi terpilihnya mereka ?
    majulah kaum profesional indonesia.. bangun negeri ini… jangan mau kalah dari para politisi… niscaya saya akan menggunakan hak suara pemilu saya untuk mendukung para kaum profesional…

    Posted by Martin | 4 Juni 2012, 8:09 am
  55. Everything is okay, except this one:
    Sambil mengemudikan mobil ke Pabrik Gula Jatitujuh, saya hubungi Dirut PT Garam.
    Menurut pemahaman saya, Pak DI mestinya nelpon pake HP nih selagi mengemudi…..Bahaya pak… please don’t do that again…OK. secara tidak langsung Bapak kurang mendukung penerapan UU Lalulintas dan Angkutan Jalan.

    Posted by suhendra | 4 Juni 2012, 8:10 am
    • Kali mobilnya Alphard ya pasti ada fasilitas bluetoothnya. Tinggal connect ke hpnya…udh bisa ngobrol kaya sopir ngobrol sama orang sebelahnya. Dan ini tdk berbahaya…..Klo tdk salah beliau bawa Alphard dari stasiun….

      Posted by surachwanto | 4 Juni 2012, 9:08 am
    • luar biasa!
      kita jadi menuntut kesempurnaan untuk tokoh idola kita..

      dan itu sangat wajar.
      Merupakan realitas
      akan kerinduan terhadap sosok pimpinan (mendekati) sempurna.. Insya Allah

      Posted by wawan | 4 Juni 2012, 10:31 am
    • setau saya pak DI pake sopir…

      Posted by RYAN | 4 Juni 2012, 12:08 pm
    • Alah mas, gitu aja dimasalahin
      Kapan maju kita sebagai bangsa kalo hal2 kecil dicari untuk disalahkan pada pemimpim harapan rakyat indonesia

      Salam Dahlanisme,
      Monday is DIS day
      I love DIS day

      Posted by gabriel | 5 Juni 2012, 9:49 am
      • mas suhendra alay deh. ketika yg laen menyoroti roh tulisan MH, mas suhendra malah mempersalahin hal beginian. hadeh…

        Posted by wakmus | 6 Juni 2012, 8:41 am
        • Pak Wakmus yth. apakah yang bapak maksud dengan roh tulisan MH itu? apakah bapak sudah mendapatkan dan mengerti roh tulisan MH2 yang lainnya? Silahkan dilihat MH2 dan tulisan pak DI yang lain, dan simak komen2 nya. terimakasih

          Posted by suhendra | 8 Juni 2012, 9:29 am
  56. SELALU ADA HARAPAN….. Like DIS dach pokoknya

    Posted by bandung bondowoso | 4 Juni 2012, 8:12 am
  57. MEMANG BEDA POLITISI YANG NGOMOMG DENGAN WARGA NEGARA YANG JUJUR DAN INGIN MELIHAT KEJAYAAN NEGERI. BEGITU JUGA BEDA ANTARA TELEVISI YANG DIMILIKI POLITISI DENGAN MEDIA MASSA YANG DIMILKI PEJUANG SEJATI. INFORMASI BISA DIPLINTIR KEMANA-MANA UNTUK MENUMBUHKAN PESIMISME YANG MERUPAKAN RACUN DALAM DUNIA PENDIDIKAN. ANAK-ANAK BANGSA HARUS TERUS DIKOBARKAN OPTIMISMENYA BUKAN DIJEJALI DENGAN PESIMISME DENGAN INFORMASI YANG SETENGAH MATANG. TRIMAKASIH PAK DIS MASIH ADA ORANG YANG PUNYA NURANI UNTUK MASA DEPAN GENERASI NEGERI INI. PARA PEMILIK MEDIA DAN WARTAWAN YANG BENAR-BENAR PUNYA NURANI TOLONGLAH BERBERFLEKSI. INFORMASI SETENGAH MATANG APA SAJA YANG DITIUPKAN KEPADA GENERASI UNTUK MEMPROVOKASI PESIMISME. HANCURNYA SEBUAH BANGSA JIKA GENERASINYA PENUH PESIMISME DAN PRASANGKA. BANGKIT INDONESIAKU. LAKUKAN APA YANG KITA BISA UNTUK INDONESIA DI BIDANG KITA MASING-MASING. VIRUS KRITIS TAPI PENUH SOLUSI DAN OPTIMISME ALA DAHLAN ISKAN PERLU DITULARKAN PARA PENDIDIK NEGERI INI. TRIMAKASH PAK DIS. ALLOH SLL MENYAYANGIMU SEPERTI KAMI MENYAYANGIMU.

    Posted by harsia | 4 Juni 2012, 8:16 am
  58. Untuk itu…mari sama-sama kita basmi virus pesimis….kita kembangkan virus hope….maju bersama..pasti bisaaa…..!!!!!!

    Posted by WIR | 4 Juni 2012, 8:21 am
  59. I love u full pak dis,,,, menjadi hidup lebih hidup……………merdeka….

    Posted by susiindriyani | 4 Juni 2012, 8:24 am
  60. Membaca MH memang membuat kita jadi lebih bersemangat utk berkarya ….. saya ingin ikut nimbrung masalah gula. Persoalan rendemen memang menjadi inti permasalahan selama ini. Rendemen dihitung bukan berdasarkan berapa jumlah gula yang dihasilkan dari sejumlah tebu yang digiling, karena hal tsb tidak mungkin dilakukan oleh pabrik. Pabrik tidak mungkin berhenti setiap kali mau menghitung rendemen. Oleh karena itu, rendemen dihitung berdasarkan nilai nira perahan pertama dan tingkat efisiensi pabrik. Tebu yg memenuhi kategori BMS (bersih, manis dan segar) akan menghasilkan nira yg baik, namun hal tsb menjadi tidak berarti jika efisiensi pabrik (kemampuan pabrik menggiling tebu dan menghasilkan gula) rendah. Demikian pula, masalah keterbukaan manajemen dalam penetapan angka rendemen seringkali menjadi sumber kecurigaan petani tebu yg bermuara dengan suasana yg tidak kondusif. Berkat pak DIS, manajemen pabrik sudah mulai berbenah diri dan menuju keterbukaan…. Insya Allah rendemen mulai membaik dan petani menjadi sejahtera serta pabrik tetap untung. Terima kasih pak DIS !!. untuk kedepan, mungkin tetap harus ada program revitalisasi pabrik guna memperbaiki tingkat efisiensi pabrik, karena untuk masalah on-farm sdh ada program perbaikan kualitas tebu oleh Kementerian Pertanian. Kerja … kerja …. kerja.

    Posted by Jahudin | 4 Juni 2012, 8:26 am
  61. rakyat tenang kalo perut kenyang… fokus BUMN untuk meningkatkan produksi basic needs rakyat spt gula, garam, beras dll sehingga bisa diperoleh rakyat dengan murah dan mudah mudah2an bisa bikin rakyat senang dan pemerintah tenang.. Pak DIS.. youre on the right track.. keep on istiqamah.

    Posted by ade firman | 4 Juni 2012, 8:31 am
  62. Hope memang tidak membuat perut terasa kenyang. Tapi, hope-lah yang bisa membuat hidup terasa lebih hidup!

    Posted by bahliran | 4 Juni 2012, 8:35 am
  63. komen ah…

    satu, awas bahaya buat pegawai yg hobinya minta nota/bon pembelian barang kantor yg polosan, hanya ada stempel dan tanda tangan vendor sedangkan bagian ‘harga barang’ diisi sendiri. polosan yg model begini hrs dibasmi tuntas. aku sendiri juga sering diutus hunting barang buat keperluan kantor, kalo belanja pas ketemu orang kayak begitu, mentholo pengin njejelkan nota kosong itu ke mulutnya.

    dua, “menularkan virus pesimis jauh lebih mudah daripada hope”, betul sekali, pak DiS. sbg guru aku sendiri mengalami hal itu, 10 kebaikan yg kita contohkan akan lenyap tak berarti di hadapan murid hanya krn guru khilaf sekali. krn itu mohon pak DiS utk menyempatkan diri menyentil sesama kolega menteri dan sang Presiden sekalian. ingat kembali ribut-ribut rencana kenaikan BBM yg batal kemarin. BBM naik lho buatku bukan masalah. tapi pendekatan yg dilakukan oleh pemerintah dan partai pendukungnya itu yg bikin pesimis. bagaimana rakyat gak boleh pesimis kalo presidennya melooow gitu??? seolah-olah kalo BBM gak naik APBN jebol lalu negara kolaps. padahal para ekonom sdh mengingatkan agar pemerintah tdk memandang subsidi sbg beban, tapi sbg stimulus perekonomian rakyat yg utk sementara memang hrs tetap diberikan. nanti pd saat yg tepat, BBM tak perlu lagi disubsidi, terutama kalo karya para putra petir sdh bisa membanjiri pasar otomotif nasional.

    tiga, terima kasih utk pelajarannya hari ini, pak DiS

    I love DiS day…

    Posted by Novrian Eka Sandhi | 4 Juni 2012, 8:41 am
  64. buat bapak2 dosen….kalo bisa…. blog ini jadi referensi wajib para mahasiswanya….
    biar masa depan semakin cerah,… secerah ayu azhari (makin lama makin antik)…prikitiwwww

    Posted by mantaf | 4 Juni 2012, 8:43 am
  65. the Real penyambung lidah rakyat, and the real problem solver, DPR ???? apaan tuh ya, semoga menteri-menteri lain dan pejabat-pejabat lain (dari tingkat RT sampai Presiden) mau membaca MH, ga usah gengsi, biar belajar punya hope syukur2 mampu menularka hope, jangan cuman ngeluh tok!

    pa dis, matur suwun sanget, sudah membuat hidup pagi ini terasa lebih hidup, semangat kerja..kerja..kerja!!!

    ada yang masih mau bilang ini juga bagian dari PENCITRAAN????!!!

    Posted by Nanang Slamet | 4 Juni 2012, 8:44 am
    • yg masih nekat bilang ini pencitraan…berarti dia musuh kita bersama!!

      Posted by bewe+em | 4 Juni 2012, 4:47 pm
      • ya g gitu juga mas…. bagaimanapun kita perlu pencitraan… bahkan perlu “pencitraan hope” secara besar-besaran….
        tanpa pencitraan sulit rasanya virus Hope bisa menyebar ke seantero negeri… semoga kita bisa secepatnya mengejar harga diri bangsa kita yg telah lama terkekang oleh ulah Pesimis-nizta dan kroni2nya…

        Posted by Oezh | 6 Juni 2012, 10:26 am
  66. Mau komen lagi ah….. tapi bukan masalah gula, saya ingin komen masalah pupuk. Kita sudah Merdeka lebih dari setengah abad tapi mendekatkan pupuk ke petani agar pupuk selalu tersedia buat petani dalam jumlah yang cukup aja suuzzzaahnya setengah mati. Kalau saya perhatikan, persoalannya bukan karena produksi pupuknya kurang, tapi karena adanya pupuk bersubsidi dan non subsidi. Disini terjadi permainan di tingkat distributor dan pengecer yg menjual pupuk bersubsidi ke perusahaan2 perkebunan/sub sektor yg tidak boleh menggunakan pupuk bersubsidi, dgn tujuan memperoleh untung besaarr. Kalau boleh usul, sebaiknya subsidi pupuk tidak diberikan ke produsen tetapi langsung ke konsumen (petani) dalam bentuk block grant atau BLM. Dengan demikian harga pupuk dimana-mana sama saja, tetapi petani dapat menikmati subsidi pupuk secara langsung kalau dana subsidi tersebut ditransfer langsung ke rekening kelompok. Dana tsb hanya boleh digunakan untuk pembelian pupuk, dalam hal ini pihak Dinas Pertanian setempat dan Bank penyalur berfungsi sebagai controller penggunaan dana. Semoga dgn cara ini permasalahansubsidi pupuk dpt teratasi dan tidak lagi terdengar adanya pupuk bersubsidi yang lari ke sektor non subsidi. Semogaaaa………….. !!

    Posted by Jahudin | 4 Juni 2012, 8:46 am
    • di musim tanam pupuk langka harga komoditi menggila… di musim panen pupuk beronggok harga komoditi anjlok… mungkin bisa juga pakai skema subsidi yg lain, pabrik pupuk dpt subsidi negara belakangan setelah pupuknya terjual ke petani berdasarkan volumen pupuk yg terjual… tapi syaratnya, hrs mau ‘hidup yg polos-polos aja’ kayak kata pak DiS… kalo gak gitu, waduh laporan penjualan pupuk bisa bodong semua…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 4 Juni 2012, 9:01 am
      • Memang udah Bodong karena kwitansi polos-polos aja yang ada stemlel dan tanda tangan vendor…angka-angka masih kosong ( disi belakangan utk dipermainkan…).SEmoga kedepan Birokrat mau berubah kearah yg lebih baik dengan Jiwa melayani….dengan semangat MH kerja,kerja,kerja….

        Posted by Mustail | 4 Juni 2012, 9:45 am
    • Setuju dg usul bung jahudin.
      Harga pupuk sama tp subsidi disalurkan melalui kelompok. Seperti bantuan rehabilitasi SD di Sumedang yg disalurkan lgsung ke Sekolah utk mealkukan rehab sendiri daripada diserahkan ke pemborong. Walaupun ada kemungkinan Korupsi tp bs diminimalisir dg membentuk kluster SD SD terdekat utk saling mengawasi. Dan rasa bangga bs memberikan yg terbaik n efisien utk rehab bangunan SD masing2.

      Posted by budi ind | 4 Juni 2012, 11:39 am
  67. Saya salut sama pak DI, karena sering melihat langsung kepelosok desa shg tahu kekayaan yang masih belum tergali, dengan datangnya pak DI maka ada pemikiran2 baru atau terobosan yg bisa diperbuat untuk memberdayakan kekayaan Indonesia agar lebih memberikan manfaat untuk rakyat, tidak muluk2 tapi kerja…kerja…kerja. Saya tidak memuji tapi sosok pemimpin yg demikian yang diperlukan Indonesia saat ini.

    Posted by Widodo Rahardja | 4 Juni 2012, 8:47 am
  68. Sepanjang MH terbit, berapa kali ya nama “Ayu Ahari” disebut?
    Gak pa pa lah, Ia emang bener-bener……….. kok

    Posted by Kickaryo | 4 Juni 2012, 8:57 am
  69. Terkadang sya merasa,kemana Menteri Pertanian kalau Gula, Beras sampai Garam diurusi oleh Pak DIS…

    Posted by elfataruqani | 4 Juni 2012, 8:59 am
    • InsyaAlloh mereka juga lagi bekerja….(positif thinking)…..bukankah Pak DIS beberapa kali seolah2 jadi humas mentri yg lain….mungkin saja mereka lemah dalam sisi ini….mudah2an mereka tetap bekerja….

      Posted by surachwanto | 4 Juni 2012, 9:17 am
    • Saya cuma ingin mengingatkan ke Elfataruqani …. Kementerian Pertanian gak kemana-kemana kok… permasalahan Gula dan Beras ditangani pak DIS melalui BUMN sedangkan petani tebu dan permasalahan pertanaman padi di lahan pertanian (on-farm) ditangani Kementerian Pertanian. Jadi bagi-bagi tugas…. untuk masalah pabrik/off-farm (pengolahan dan sebagainya) kewenangan Kemeneg BUMN, sedangkan masalah produksi bahan baku (padi, tebu, dsb) di lahan pertanian menjadi pekerjaannya Kementerian Pertanian. Jadi pada saat masih berupa tanaman tebu atau tanaman padi persoalannya ditangani oleh Kementerian Pertanian, tetapi begitu dia sudah dipanen maka kewenangannya ada di KemenegBUMN….. begitulah Negeri Tercinta ini… yang seperti itu aja gak bisa satu atap.

      Posted by Jahudin | 4 Juni 2012, 9:42 am
  70. Tumben Manufacturing Hope kali ini lebih lambat terbitnya, sy tunggu hingga jam 03.00 WIB belum terbit. Sampai terpikir, “ada apa dg pak Dahlan, apkh sdg sakit?”. Alhamdulillah akhirnya terbit jg MH hari ini. Respect untuk pak Dahlan…

    Posted by Djoko Sawolo | 4 Juni 2012, 9:07 am
    • Pak Djoko, di website lain sdh keluar jam 01.00 Pak. Klo disini belum keluar mungkin adminnya lagi ngantuk. He..he..he…
      Tp memang yang paling ramai MH ya disini, di tempat lain gak seramai disini.

      Posted by arief | 4 Juni 2012, 10:57 am
    • Sebetulnya salah satu penyebabnya juga karena pak DIS sanggup menulis pada jam2 diluar kerja, itu artinya tengah malam hingga pagi… akan tetapi akhir2 ini beliau pada jam2 diluar kerja banyak menjawab “gombalan” para dahlanisti dan DISMANIA via twitter jadi agak lambat terbitnya ke masing2 situs..

      Kalo g salah pas nulis MH ini pak DIS sedang konsen dengan salah satu pemuda di bengkulu yg berhasil menarik perhatian pak DIS. namanya Jufry.. pak DIS sampai malam itu juga menghubungi “Rakyat Bengkulu” sebagai kepanjangan tangan beliau. alhasil berikut petikan twit beliau:

      “Urus anak Bengkulu yg sakit kaki itu. Mau tahu ceritanya? Baca twitku di loksi lain.”@muhreza: Mana tidak muncul malam ini pak @iskan_”

      “Anak Bengkulu itu (12thn) main bola 2 thn lalu. Kakinya patah. Dibawa ke RS diputuskan diamputasi. Ayahnya menolak. >2″

      “Anak itu, jefry, dibawa ke dukun terkenal 11 km dari rumahnya. Kakinya membusuk. Sdh dua tahun jefry di tangan dukun itu. >3″

      “Jefry terus tergeletak tapi badan dan pikirannya sehat. Dia tidak bs sekolah di SMP kelas 2, tapi ngotot ikut SMP terbuka belajar sendiri >4″

      “Skrg Jefri tamat SMP dg kaki busuk dan hanya di rumah. Dia ingin sek SMK. Dg cara belajar sendiri di rumah. Dia anak ke5 dr 6 bersodara >5″

      “Wartawan Rakyat Bengkulu yg sy tugasi ke rmh Jefri menemukan anak itu perlu ditolong. Sdh ditawarkan dibawa ke RS dg biaya yg sy usahakan>6″

      “Ayah Jefri menolak tawaran ini dan ngotot biar tetap ditangani si dukun. Ayah jefri adlah penjaga toko bahan bangunan. Tdk rela diamputasi>7″

      “Kita semua tdk bs memaksa sang ayah. Apakah komnas perlindungan Anak yg perlu turun tangan?(¤)”

      Posted by Ali M. Fauzi | 4 Juni 2012, 1:26 pm
  71. Reblogged this on PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Bandung and commented:
    Sesuatu yang sangat nyata di lingkungan sekitar kita “Dari dialog di desa malam itu saya melihat penularan hope kalah cepat dengan penularan pesimisme. Begitu cepat virus pesimisme, sinis, keluh kesah, dan sebangsanya menjalar ke mana-mana. Ini tentu bahaya, mengingat hope adalah salah satu faktor utama untuk kemajuan bangsa.”

    Posted by arifqodari | 4 Juni 2012, 9:08 am
  72. Ayu azhari senyum’nya semanis Gula…tpi kalo gi nyaprut…….?se-asin garam madura………hope..hope..hope…==== kerja..kerja..kerja..====cemungutt…cemungutt..cemungutt……..

    Posted by wongcilik | 4 Juni 2012, 9:22 am
  73. Strategi menyebarkan virus Hope MH ke seantero putra-putri bangsa Indonesia.
    1. Ajak teman dan keluarga yang sudah Baligh untuk membaca MH lewat media cetak atau online.
    2. Bagi yang profesi guru dan dosen lebih gampang untuk merekomendasikan murid dan mahasiswanya untuk membaca MH tiap minggu.
    3. Bagi yang punya pengaruh (jabatan) untuk mewajibkan anak buahnya untuk membaca MH tiap senin.
    4. Bagi yang punya grup BBM, facebook dan twitter broadcast link MH: dahlaniskan.wordpress.com sesering mungkin.
    5. Yang punya akses di media elektronik untuk membahas MH supaya banyak di tonton oleh Rakyat Indonesia.
    6. Terserah mau di tambah apa boleh (sudah kehabisan ide…..)

    SEMANGAT INDONESIA, HARGA DIRIMU AKAN SEMAKIN BESAR KARENA BANYAK ORANG INDONESIA MEMBACA MH.
    MR DI ANDA LAYAK MENJADI PEJUANG HARGA DIRI BANGSA…… I LOVE DIS DAY……

    Posted by f@lys | 4 Juni 2012, 9:28 am
  74. Seandainya bisa diringkas jadi 1-2 paragraf? Terima kasih

    https://inginpunyarumah.wordpress.com/

    Posted by salatiga2012 | 4 Juni 2012, 9:31 am
    • Sesuatu yg disingkat tdk akan mengena isi dan misinya……sebaiknya kita meninggalkan sesuatu yg serba instan….proses dan usaha selalu lebih baik dari yg instan…

      Posted by surachwanto | 4 Juni 2012, 5:00 pm
  75. Salam taklim buat Pak Dahlan, pak jangan lupa siapkan kader penerus perjuangan Bapak, jangan samapi keberhasilan ini seperti keberhasilan pak Harto dalam hal swasembada beras yang sekarang ini tinggal kenangan dan orang tidak pernah lagi bicara bagaimana Pak Harto bisa berhasil swasembada beras, saya orang kampung hanya bisa bertanya, DULU BISA KENAPA SEKARANG TIDAK, Dan Bapak nggak usah takut sama politisi yang bisanya hanya ngrecoki dan ngomong besar seolah dirinya paling pintar dan paling benar , tapi tidak punya karya nyata buat bangsa ini, walaupun segala kebutuhan hidup sekeluarga dan familinya di biayai oleh uang negara yang notabene uang tersebut di pungut dari hasil keringat para buruh pabrik yang hidupnya di rumah kontrakan yang jauh dari kata layak dan nyaman, MAJU TERUS PANTANG MUNDUR, terasa keyakinan hari esok lebih baik telah muncul diufuk timur, semoga Alloh SWT selalu membimbing dan melindungi

    Posted by H. Abdul Syukur | 4 Juni 2012, 9:36 am
  76. baca di berita, katanya petani tebu sudah “malas” menanam tebu, soale panennya lama dan hanya 1 thn sekali, meraka lebih mau menanam padi, karena bisa 3 x/thn panen..klo begini terus, bisa2 swasembada gula bakal gagal..

    ada solusi dari pak DI atau yg lain..?

    Posted by Doni | 4 Juni 2012, 9:40 am
    • He he he pak Doni… jangan salah persepsi…. Tebu sebagian besar ditanam pada lahan-lahan marjinal dan bukan kompetitor padi. Saya optimis swasembada gula pasti tercapai…. lha wong tahun 2009 aja produksi gula sudah melebihi kebutuhan gula konsumsi (swasembada gula konsumsi) tapi tahun 2010 dan 2011 kembali mengalami penurunan karena anomali iklim (kemarau berkepanjangan dan iklim yg tidak menentu) dan menurunnya efisiensi pabrik. Jadi langkah-langkah yg diambil pak DIS sudah benar kok … tinggal kalo ada dana lebih baik digunakan untuk perbaikan mesin pabrik, pasti hasilnya lebih josss. Pak Doni, justeru yang perlu dikhawatirkan adalah Swasembada Beras …. karena banyak lahan-lahan sawah produktif yg beralih fungsi menjadi pemukiman, dsb.

      Posted by Jahudin | 4 Juni 2012, 9:49 am
  77. I love DIS day….
    BTW jum’at kemaren aq jg ke Cirebon, waaaah ga tau sih klo Pak DIS lg disana jg. Tau gitu aq kan bisa minta tanda tangan hehehe

    Posted by Viannita | 4 Juni 2012, 9:45 am
  78. USUL…!
    Ada komen yg nyebut semangat pagi…, apakah ini sudah menjadi “trade mark” para penyebar “hope” di sini? Kalau belum ini usul saya: Kita ganti ucapan selamat pagi/siang/sore/malam dan sebagainya dengan “Semangat pagi…!” (idem siang/sore/malam/dsb). Cara mengucapkannya bukan dengan nada naik turun seperti kalau anak-anak SD mengucapkan selamat pagi ke guru mereka… “Seelaamat paagi buuu”, tetapi dengan tegas bila berjumpa sama lain, “Semangat pagi, bung!”, seperti saat kita mengucapkan “Merdeka!”.
    SETUJU….?

    Posted by g2-064d5636425c5e4f205a5ca718579b16 | 4 Juni 2012, 9:48 am
  79. Tekad “polos-polos saja”=Clean&clear
    Say no to pesimisme coz hope membuat hidup lebih hidup
    Terus istiqamah kerja kerja kerja
    Trima kasih pak dis
    SANGAT TERCERAHKAN
    Very inspiring

    Posted by Fia | 4 Juni 2012, 9:51 am
  80. Wewwwww tnyt yg nun jauh di arabsaudi ndisiki
    Melekan tenan

    Posted by Fia | 4 Juni 2012, 9:56 am
  81. memang saat ini zamannya teknologi informasi, jadi sangat mudah menularkan hope apalagi hopeless…saya pikir, rakyat Indonesia sudah cukup pintar memilah mana yang baik, hanya saja sering ada counter dari sekelompok orang yang merasa cemburu dengan kemajuan yang dilakukan pak DI yang ternyata mendapat respons positif dan cepat oleh masyarakat. saya menghimbau semua pembaca untuk mengurangi melihat atau menonton acara yang banyak mengulas tentang pesimisme.hal kecil inilah yang paling realistis yang bisa kita lakukan.
    mulut bisa berbohong, hati nurani pasti menolak berbuat keburukan
    lupakan politik busuk, kejar harga diri bangsa!!! semangat kerja kerja kerja!!!

    Posted by m0ojojojo | 4 Juni 2012, 10:06 am
  82. macaaaaaan

    Posted by Cukat | 4 Juni 2012, 10:08 am
  83. wah ada yg belum pak DI ceritakan kalau sepatunya itu dibuat sumbangan membuat balai desa ini link beritanya

    http://kuningannews.com/index.php/kuningan/tentang/politik-dan-pemerintahan/8859-sepatu-dahlan-iskan-laku-10-juta.html

    Posted by Yanto Maryanto | 4 Juni 2012, 10:18 am
  84. oiya…
    SEMANGAT PAGI!!!!!
    kerja kerja kerja!!!!

    Posted by m0ojojojo | 4 Juni 2012, 10:19 am
  85. semoga selalu dilimpahkan rahmat kepada pak DIS, sehingga program turun mesin (perbaikan) bangsa ini bisa tercapai.

    Posted by Pawiro | 4 Juni 2012, 10:21 am
  86. orang yang tidak punya harapan mati aja.

    Posted by sihamul 'aziz | 4 Juni 2012, 10:29 am
  87. tidak hanya untuk hidup saja,namun hidup yg berguna bagi orang lain,itulah “hidup yang benar~2 hidup”. wow… salam hope

    Posted by wakmin | 4 Juni 2012, 10:30 am
  88. Masih banyak yg blom sarapan coment nih! Liat mh kemarin tembus 600 rekor. Keep like dizday!

    Posted by Disfans | 4 Juni 2012, 10:45 am
  89. Mencari wartawan sejati seperti wartawan-wartawan senior memang tidak mudah. Banyak media yang seakrang menampilkan berita secara tidak utuh sehingga menimbulkan persepsi yang negatif dikalangan masyarakat. Situs2 berita online banyak yg memotong-motong berita seenaknya. Bahkan berita dari MH dikutip tidak utuh sehingga menimbulkan komen2 negatif dari pembaca. Mereka seolah tidak memikirkan pertanggungjawaban moral dari berita yang mereka bikin, yang penting up date banyak pembacanya. Bukannya membangkitkan semangat malah membuat sikap pesimis. Memang bukan yang baik-baik terua yang harus diekspose, tapi tidak juga yang negatif saja yang ditampilkan, harus ada keseimbangan, karena hidup yang sesungguhnya juga sebuah keseimbangan.

    Posted by Narti | 4 Juni 2012, 11:02 am
  90. Terima kasih Pak DIS

    Posted by Mursyid | 4 Juni 2012, 11:25 am
  91. Punten bade ngiring komen sekeudik
    1. Bagi para petugas negara (pns) mohon utk belajar langsung ke pihak perbankan khususnya dalam hal pelayanan dan disiplin. Tiap2 pns rasanya uda punya rekening di bank,jadi pasti tiap bulan datang ke bank. Cobalah utk melihat, menggali info, mempelajari, mengcopy paste pelayanan terbaik utk bisa di terapkan di lingkungan kerja Pns. Karena perbankan sekarang punya standar layanan yg sama di semua outlet.
    2. Saya beberapa kali ketemu Pegawai PLN (pejabat teras,menengah dan frontliner) rata2 mengatakan bahwa sekarang PLN bersih. Tidak ada “under table”. Saya jd ingat Pak Dis. Mungkin ini angin perubahan yg diwariskan beliau waktu singgah memimpin PLN. Demikian juga dengan temen2 di Telkom,uda mulai bersih2 kerja dan kerja2 bersih.
    Masak sih orang2 yg ngurus negara (digaji gede,dpt pensiun,bs study banding sambil nglencer) tp kerjaannya kalah ama yg non PNS…?
    3. Saatnya kita memberdayakan pabrik gula,garam dan pupuk utk berjaya di rumah sendiri.
    Bravo MH dan Pak Dis!!!!!!

    Posted by budi ind | 4 Juni 2012, 11:27 am
    • Yup … benar mas Budi … Salah satu cara untuk mengubah layanan dan disiplin PNS (seperti yang dilakukan di perbankan) adalah Mystery Shopper. Orang yang berperan seakan-akan menjadi “nasabah” biasa, tetapi bertugas untuk “memata-matai” dan “menilai” layanan / pengetahuan petugas. Hasilnya kemudian diumumkan secara terbuka.

      Hal serupa sepertinya bisa diterapkan di PNS, namun yang mendesak saat ini adalah “mystery shopper” untuk mengetahui “tingkat korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) nya”. Kalau ketahuan melakukan KKN segera singkirkan petugas tersebut, ganti dengan yang lain.

      Posted by suhartonoutama | 4 Juni 2012, 12:41 pm
  92. tiada dream tanpa hope…
    tiada hope tanpa action…
    tiada action tanpa do’a…
    Maka,
    dream + hope + do’a + action : result

    Posted by Bang Tajir | 4 Juni 2012, 11:34 am
  93. Kalo BUMN makin maju, banyak rakyat jadi sejahtera…. Dan setelah tahu penyebabnya DI. Salahkah rakyat kalo menginginkan presiden DI? Memang bapak gak butuh jabatan, kedudukan, gengsi…cuma pengin kerja kerja kerja tnp ada pamrih…tp rakyat yg butuh bapak….. Setuju brow?

    Posted by Jack Puspa | 4 Juni 2012, 11:38 am
    • sangat setuju,pak Dahlan dibutuhkan Rakyat Indonesia untuk mewujutkan Hope yg tertuang dalam Pancasila,tahun 2014 Hope itu akan bersinar diseantero Nusantara.

      Posted by toga | 6 Juni 2012, 2:40 pm
  94. Virus “polos-polos saja” harus menjalar kesemua instansi pemerintahan.
    thanx P’ DIS…..udah ngebuka ketidakpolosan angka.

    Posted by delta | 4 Juni 2012, 11:44 am
  95. Hal Pertama yg harus dilakukan Pak DIS setelah diangkat jadi Presiden RI adalah memberikan grasi kepada Antasari Azhar dan mengangkatnya menjadi Jaksa Agung.

    Kerja kerja kerja….. lupakan politik, kejar harga diri bangsa.

    Posted by Ian | 4 Juni 2012, 12:12 pm
  96. hope awal menjalani hidup

    Posted by rojib | 4 Juni 2012, 12:18 pm
  97. sssssssssssssssssssssiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiipppppppppppppppppppppppppppppppppppppp. manaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaataaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppppppppppppppp

    Posted by afif | 4 Juni 2012, 12:31 pm
  98. hope to real……….optimis ! optimis ! optimis ! optimis…………….

    Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 4 Juni 2012, 12:33 pm
  99. Manteb Pak,,, smg dilindingi اَللّهُ SWT selalu!!! آمِّينَ يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ .

    Posted by robby | 4 Juni 2012, 1:04 pm
  100. Reblogged this on Kusumakomputer Blog and commented:
    Inovasi, Motivasi

    Posted by kusumakomp | 4 Juni 2012, 1:33 pm
  101. mantap pak, I LOVE DIS DAY!

    Posted by M ARAFAT | 4 Juni 2012, 1:54 pm
  102. Hope memang tidak membuat perut terasa kenyang.
    Tapi, hope-lah yang bisa membuat hidup terasa lebih hidup!

    Hopeless membuat hidup terasa mati!

    Posted by M. Erick Antariksa SH | 4 Juni 2012, 1:54 pm
  103. Optimis bisa from HOPE to Hero…plok-plok HORE …. Moga2 para Dir BUMN bisa menularkan optimisme pd anak buahnya kalo ga bisa di DIS…kualifikasi ajaaa.. pak Dis..

    Posted by Ardiyanto | 4 Juni 2012, 1:54 pm
    • Sekarang Pak Dahlan melakukan “Manufacturing HOPE”.
      Untuk menjadikan Pak Dahlan RI-1 2014 kita semua melakukan “Manufacturing HERO”.
      Setelah terpilih sebagai RI-1, Pak Dahlan dan kita semua bersama-sama melakukan “Manufacturing HORE” demi kejayaan, kemuliaan, kemakmuran, kesejahteraan bangsa.

      Manufacturing HOPE » Manufacturing HERO » Manufacturing HORE

      Cerdas sekali Mas Ardiyanto

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 5 Juni 2012, 3:33 am
  104. Oh iya…
    Di MH ini Pak Dahlan juga menggunakan kata “virus”, sebuah kata yang sering kita gunakan dalam blog ini.
    Pesimisme yang sering menyusup dan menyerang kita, terutama di MH minggu kemarin, juga diulas di MH ini…
    Saya jadi semakin yakin kalau Pak Dahlan sering mengikuti dan membaca komentar-komentar warga negara blog ini.

    Posted by M. Erick Antariksa SH | 4 Juni 2012, 2:03 pm
  105. Wehhh?hari pertama jam 13:00 udah tembuzz 147km yg coment….

    Posted by wongcilik | 4 Juni 2012, 2:18 pm
  106. Seperti biasa, merinding membaca artikelnya, apalagi baca komentar2nya. Tak terasa mata berkaca2. Sangat banyak yg terdorong semangatnya. Begitu juga yg semakin bangga dgn Kejayaan bangsanya. Semua ini cuma hanya karena 1 orang. Betapa hebatnya…. Sayapun dulu berandai2 ketika saya jadi Menteri dgn ratusan perusahaan didalamnya, pasti pusing duluan, betapa rumitnya. Apalagi dgn warisan rusaknya perusahaan2 itu. Tapi ini tidak berlaku utk Mr. DI. Bahkan dengan kata2nya semua bisa takluk hanya dalam hitungan bulan. Alhamdulillah, Indonesia mempunyai warga seperti ini. Gak terbayang bila menjadi warga Singapura dll, maka Indonesia akan semakin sulit mengejar ketertinggalan. Salam DIS Mania.

    Posted by wahyu | 4 Juni 2012, 2:38 pm
  107. tulisan pak dahlan selalu membuat semangat untuk terus mencintai negara dan bangsaku, indonesia…

    Posted by andrew | 4 Juni 2012, 2:45 pm
  108. Ada yg ngikuti perkembangan polling di http://bursapresiden.com g?
    sekedar masukan…. termasuk salah satu cara untuk menyebarkan hope adalah dengan berpartisipasi pada polling tersebut… tiap hari kita bisa ikuti polling tersebut.. setidaknya bs menyebarkan hope dengan memunculkan harapan baru utnuk kemajuan bangsa kedepan..

    Posted by Ali M. Fauzi | 4 Juni 2012, 3:35 pm
  109. Semangat yang ditularkan oleh p dis memang luar biasa. Enyehlah pesimisme! Selamat datang harapan baru. Hidup indonesiaku!!! Nanti, di MH ke 97 kita akan melihat kemakmuran yang semakin nyata di bumi pertiwi ini………

    Posted by lutfihelmi | 4 Juni 2012, 3:36 pm
  110. Membiasakan diri untuk “polos-polos saja” juga sangat berat awalnya.
    Tapi, kalau sudah terbiasa, hidup ini akan dimudahkan jalannya…..

    Semangatlah saudaraku sebangsa…….

    Posted by ali sadikin | 4 Juni 2012, 3:42 pm
  111. DIS day, always hopefull, I love you full ………..!!!!!

    Posted by R. Awal Priyono | 4 Juni 2012, 3:43 pm
  112. Hiksss.. Baru bisa komen, semangat Tapi ahhhhh….

    Posted by ridwan | 4 Juni 2012, 3:52 pm
  113. Perubahan besar sedang terjadi dibangsa ini ……..bersama DI
    Salam hormat Pak DI

    Posted by priyo | 4 Juni 2012, 3:52 pm
  114. Klo yg ini pasti ada tentara bayarannya….dan dananya jg gak sedikit. Saya ingat kata2 pak DIS, klo saya jadi presiden pasti ada campur tangan Tuhan. Artinya InsyaAlloh tdk akan ada money politik…..volunteer2 seperti Anda2 inilah yg jd penggeraknya….tanpa bayaran…..

    Posted by surachwanto | 4 Juni 2012, 5:06 pm
  115. Super sekali … salut untuk bapak … sedikit nyimpang pak .. saya salah satu pengguna jalan pantura barat, cirebon – subang, saya perhatikan, setiap kali perbaikan jalan, proyek pengerjaan bisa lama sekali, padahal kemacetannya bisa parah sekali, begitu banyak BBM kendaraan yang terbuang percuma, begitu besar subsidi negara untuk kendaraan2 yang kena macet,

    saat malam hari juga tidak ada pengerjaan, padahal kalau mau dikebut seharusnya bisa selesai lebih cepat, dan parahnya meski tidak ada pengerjaan, badan jalan masih juga ditutup, sehingga saat malam kadang terjadi kemacetan yang sia – sia…..

    saya kurang tahu apakah ini masuk wilayah jasa marga, hanya mencoba menjadi warga negara yang peduli, pak …

    Sukses selalu untuk bapak

    Terimakasih

    Posted by aji | 4 Juni 2012, 5:11 pm
  116. polos-polos saja..
    itu yang saya harapkan dari birokrasi negara ini, secara umum…
    dengan birokrasi yang polos-polos saja, masa depan cerah, bukan impian…

    maju terus pak DI..

    Posted by lare | 4 Juni 2012, 5:14 pm
  117. Gula, garam, terigu, daging sapi, ikan, bahkan buahpun sekarang diimpor. Bangsa ini seperti kehilangan jati diri sebagai bangsa maritim dan agraris. Pacu petani, peternak dan nelayan untuk meningkatkan produksi dgn memberikan subsidi pada sarana produksi mereka, dan jamin pasar tetap kondusif saat panen raya berlangsung.

    Posted by Andang ilato | 4 Juni 2012, 5:46 pm
  118. Mari kita sebarkan virus MH ini setiap minggu ke keluarga kita, trus kita emialkan keseluruh kontak email kita, blog dan fb kita masing-masing. Agar seluruh orang mengetahui dan merasa bahwa negara ini masih punya harapan yang mulai dibangun melalui tangan seorang Dahlan Iskan. Mari Kita Kejar Harga Diri Bangsa Kita. Kita tinggalkan dan lupaka saja orang-orang yang tidak memperdulikan harga diri bangsanya karena berarti dia juga tidak punya harga dirinya .

    Posted by yeri | 4 Juni 2012, 6:37 pm
  119. oke deh… polos polos aja dah… ^^

    Posted by nita | 4 Juni 2012, 7:07 pm
  120. agar nambah semangat optimisme buka juga… http://goodnewsfromindonesia.org

    Posted by Ktgno | 4 Juni 2012, 7:36 pm
  121. thanks pak, Bapak sdh banyak memberi wawasan buat saya.. tetap semangat!

    Posted by lebox | 4 Juni 2012, 8:40 pm
  122. Baca MH 29 hari ini yg ke 3 kali’nya…seperti minum obat aja di kala sakit…Like Diz yooo….Cemungut…Cemungutt…Cemungut…biar kerja lembur ttep Cemungut….Demi Harga Diri Bangsa’ku….

    Posted by wongcilik | 4 Juni 2012, 9:25 pm
  123. Reblogged this on pamanpriyorohansum and commented:
    mantap

    Posted by rohansumwidodo | 4 Juni 2012, 10:08 pm
  124. “Memulai kerja keras memang sangat berat. Tapi, kalau sudah terbiasa bekerja keras, semua pekerjaan akan menjadi mudah.” Sungguh inspiratif buangetsss…. semangat semangat semangat….

    Posted by Haris al Khawaris | 4 Juni 2012, 10:44 pm
  125. terima kasih Pak DIS atas pencerahannya….

    Posted by GolekBuku.Com | 4 Juni 2012, 11:02 pm
  126. Saya melihat semangat yang tinggi di semua manajer dan karyawan pabrik gula yang sudah saya kunjungi. Juga semangat untuk “polos-polos saja”. Semula dahi saya mengerut ketika mendengar istilah “polos-polos saja” itu. Saya tidak mengerti apa maksudnya. Ternyata itulah tekad baru untuk tidak mempermainkan angka. Angka rendemen, angka timbangan, angka pupuk, angka tanam, angka angkutan, dan angka-angka yang menggoda lainnya.

    ———–
    Terima kasih Pak DIS sudah mampir ke kampung ku, Buntet Pesantren, Cirebon setelah dari pabrik Gula Sindang Laut

    Posted by M. Kurtubi | 4 Juni 2012, 11:39 pm
  127. Semua rakyat Indonesia seharusnya benar-2 punya Hope yang besar untuk memajukan negeri ini, alangkah ironi kalo rakyat sendiri tidak mau membangun negerinya sendiri (bukan malah menyembelih perlahan2) yg notabene diperjuangkan sungguh2 oleh pahlawan2 kita dulu, jangan sampe anak cucu kita kelak hidup “ngontrak” di rumah sendiri tanpa bisa berbuat apa, Ayo……kita dukung memiliki jiwa MH yg ditularkan Pak DI, semoga negeri kita tercinta ini INDONESIA jadi Gemah Ripah Loh Jinawi Tata Titi Tentrem Kertoraharjo nantinya, Semoga……!!!!

    Posted by Cak Ben | 5 Juni 2012, 12:39 am
  128. Membran yang dimaksud ini adalah lembaran plastik kan ya?
    Mungkin ga ya kalau dibuat dari plastik daur ulang?

    Posted by M. Erick Antariksa SH | 5 Juni 2012, 1:24 am
  129. Pak Dahlan menggandeng KPK untuk membersihkan BUMN-BUMN dari korupsi…
    whuaaaaahhh, pasukan Pesimis bakalan bergabung dengan pasukan Sinis menyerbu blog ini.
    Tapi siapa takut?
    Bersama, kita libas habis mereka!!
    Siaaaap saudara saudari ideologis ku??!

    Posted by M. Erick Antariksa SH | 5 Juni 2012, 2:33 am
  130. dari dulu yg saya tau soal BUMN ya perusahaan gede2 yg dijual keasing itu..kalau perusahaan garam dll kayaknya memang ga direken sm pemerintah..andaikata dulu pak DI sdh jd mentri BUMN ga akan ada cerita BUMN di jual ke asing..dibenahi dulu internalnya..pasti langsung profit..terlanjur.!!

    Posted by merry | 5 Juni 2012, 7:02 am
  131. sudah baca di Jawa pos kemarin, hidup polos-polos saja : hidup narimo ing pandhum

    Posted by Terapi QOlbu | 5 Juni 2012, 7:37 am
  132. Saudaraku……………
    Marilah kita mulai menghargai niat baik dan kerja nyata anak bangsa ini
    Terlepas dari agama-suku-golongan-partai mana dia berasal
    Kita butuh bersatu untuk menjadi bangsa yang besar
    Hilangkanlah sifat iri-dengki-berprasangka-pesimis
    Hentikanlah hujat-menghujat
    Sudah lama Ibu Pertiwi menangis melihatnya
    Yang lalu biarlah berlalu
    Kita sosong masa depan yang lebih baik
    hope…hope…hope……
    polos…polos…polos……
    kerja…kerja…kerja……
    semoga di akhir
    plok…plok…plok……
    Insya Allah
    Aamiin………………

    Posted by doetsz | 5 Juni 2012, 7:48 am
  133. Dear All,,

    saya persembahkan kaos Desain 20 untuk mendukung Gerakan Pa Dahlan..

    dengan Tema “DI 19 For Indonesia, Hope memang tidak membuat perut terasa kenyang. Tapi, hope-lah yang bisa membuat hidup terasa lebih hidup!”

    Silahkan kunjungi

    http://mohbusinessman.wordpress.com/2012/06/05/desain-20-di-19-for-indonesia-polo-dan-oblong/

    tersedia dalam kaos POLO dan Oblong..
    silahakn hubungi Fahmi 0856 9133 3174 atau mhclothings@gmail.com

    Ayo order sekarang sebelum kehabisan……..

    Posted by mohbusinessman | 5 Juni 2012, 8:52 am
  134. Astaghfirullah…ada aja kelompok2 yang tidak ingin melihat kemajuan bangsa Indonesia!

    cek disini:

    http://www.al-khilafah.org/2012/05/10-kebohongan-besar-dahlan-iskan-di-its.html#.T8tMRqoRcHM.blogger

    Posted by wong ndueso | 5 Juni 2012, 9:12 am
    • Ada usul mas bro, blog2 yg seperti ini gak usah buka, gak usah dibaca, gak usah ditanggapi, gak usah di share. Pokoknya cuekin ajalah, nanti juga tewas sendiri.

      Posted by jokovitch | 5 Juni 2012, 10:43 am
    • Kalo yg seperti itu gak usah diperhatiin….khilafah?…suruh mereka hidup di Afghanistan yg menganut paham seperti itu. Mau tiap hari perang? Saya punya teman yg bekerja disana, karena ingin mendalami keberagaman muslim. Dan….sungguh dia amat bersyukur hidup di Indonesia….meskipun karut marut tapi tetap tenang dan penuh harapan untuk lebih baik…..

      Posted by surachwanto | 5 Juni 2012, 4:11 pm
    • Biarkan aja…

      Posted by Iwan | 6 Juni 2012, 7:19 pm
    • nah model gini nih yang bikin indonesia ngga maju-maju. isi otaknya pesimis melulu.
      tolong admin tulisan yang model gini jangan dimuat.
      kalau ngga mau ikutan memajukan, pergi sono ke afghanistan sekalian latihan perang. tapi jangan balik ke indonesia lagi ya. sekalian saja jadi warga sono.

      Posted by kawulo alit | 8 Juni 2012, 11:46 am
  135. Semangat, jangan banyak keluh kesah, yang tepenting kita usaha ( Prosesnya yang benar), mengenai hasil tidaknya itu kita serahkan kepada TaqdirNYA..

    Posted by Teguh Wibowo | 5 Juni 2012, 9:32 am
  136. membaca twit pak dhe Dahlan ketika membantu Jefry…..trenyuh,terharu sampe menetes’kan air mata..Jefry…pangeran kecil dri bengkulu.yg berjuang demi kesembuhan kaki’nya yg membusuk karena salah penanganan pengobatan alternatif..tpi semangat jefry membuat saya berdecak kagum dan angkat 2 jempol buat dia..di tengah keterbatasan fisik’nya yg di dera patah kaki.tpi dia masih mau melanjut’kan cita2nya untuk bersekolah dan belajar,belajar,belajar.ketika jefry minta bantuan pak Diz lwat twitt dan lngsung di respon pak Diz jg saat itu dengan minta menyebut’kan alamat rumah’nya.saat itu pasukan pak Dahlan dari wartawan bengkulu menelusuri jejak rumah jefry dan akhir’nya ketemu..meskipun ada sedikit perbedaan pemahaman dengan orang tua jefry..tpi semoga jefry lekas dpat tertolong….SEMOGA LEKAS SEMBUH JEFFRY…dan melanjut’kan cita2mu..andai’kan kamu jdi di operasi kaki dan golongan darah’mu sama dengan’ku Insya Allah aku siap kapan saja bila kamu membutuhkan’nya…….SETELAH KAU SEMBUH NANTI JEFF,,lanjut’kan sekolah dan menjadi orang sukses….jangan patah semangat…..raih kembali harga diri bangsa’mu…SEMANGAT JEFFFFFFFFFFFFFFF………….semakin bangga aku dengan Bapak’ku ini…cepat,tanggap dan siap 24 jam ketika rakyat miski membutuhkan’nya…INI lah sosok yg benar2 mewakili rakyat miskin seperti kami2 ini……..anda Benar benar sosok NEGARAWAN SEJATI pak DAHLAN…………..dan buat kaum “PESIMIS’NIZTA” monyet bayaran yg selalu mendiskredit’kan pak Dahlan dengan cara2 picik……NYungsep’lah sana ke Lapindo….tpi inget!!!!kalo mo nyungsep kepala DUluan yaa?biar ntar lho bisa ngaca muka loe kaya gimana nyetttt…….

    Posted by wongcilik | 5 Juni 2012, 9:44 am
    • Ada warga blog ini yang bermukim di Bengkulu berdekatan dengan si Jefry?
      Bila adfa, tolong bantu!
      Sebagai warga negara yang taat hukum, kita wajib melaporkan ayah Jefry yang patut diduga telah melakukan penelantaran dan tidak memberikan hak Jefry untuk mendapatkan layanan kesehatan yang sangat dibutuhkannya. Itu semua merupakan perbuatan yang mengandung unsur kejahatan KDRT dan Perlindungan Anak.
      Semua warga negara yang mengetahuinya wajib melaporkannya pada Kepolisian setempat.
      Ayoo Bengkulu, LAPORKAN AYAH JEFRY !!!

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 5 Juni 2012, 12:53 pm
    • Mas wongcilik twitternya apa?

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 6 Juni 2012, 6:10 pm
  137. Doaku selalu untuk mu pak dahlan,

    Monday is DIS day,
    I love DiS day

    Posted by gabriel | 5 Juni 2012, 9:52 am
  138. Reblogged this on enceendang.

    Posted by enceendang | 5 Juni 2012, 10:16 am
  139. Banyak orang bergelar motivator, bahkan sampai ada motivator termahal !!! tapi kata-katanya koq itu itu saja, beda dengan Pak DI, kata-katanya apa adanya, aktual, tapi mampu membangun semangat kepada siapapun yang membacanya.
    SALUT FOR DI

    Posted by Agus | 5 Juni 2012, 12:24 pm
  140. …ajaran Pak Dahlan: Jangan kompromi dengan kompetitor, walau mereka kawan…

    Itu cuplikan dari tulisan Pak Djonn DWO (Djonno W Oesman), seorang mantan wartawan Jawa Pos yang sangat dibanggakan Pak Dahlan sebagai penulis terhebat Jawa Pos.

    Dari kalimat itu terlihat jelas bagaimana “keras” dan “tegas”nya karakter seorang Dahlan. Tidak ada kompromi dengan kompetitor, meskipun mereka kawan.

    Kalimat itu diucapkan kala Pak Dahlan masih memimpin Grup Jawa Pos. Pak Dahlan menekankan pada seluruh jajarannya agar tidak sedikitpun berkompromi, berkerja sama, juga saling bantu dengan wartawan koran/majalah/media kompetitornya. Kompetitor adalah lawan yang wajib ditaklukan, kompetitor adalah musuh yang harus dikalahkan.

    Saat ini Pak Dahlan bukan lagi pemimpin media, tapi Pak Dahlan sudah menjelma menjadi pemimpin bangsa (walaupun belum resmi menjadi pemimpin negara). Nah, pertanyaannya siapa kompetitor (musuh/lawan) bangsa yang sama sekali tidak boleh kita ajak berkompromi (harus kita taklukan/kalahkan) ?
    …koruptor?
    …kaum pesimis?
    …kaum sinis?
    …kaum pemalas?
    …kaum kapitalis pemuja uang?
    …kaum radikalis pemuja agama yang melupakan Tuhan?
    …kaum oportunis yang hobi gonta-ganti jaket partai?

    Siapa lagi…?

    Posted by M. Erick Antariksa SH | 5 Juni 2012, 12:42 pm
    • kelompencibir pak erik masukin,
      waktu di jawa pos dahlan mengajak pasukannya untuk memaknai kompetitor adalah sebagai titik keberhasilannya,
      tapi sewaktu jadi mentri saingannya adalah bagaimana menumbuhkan BUMn menjadi titik terang bangsa dan asset yang benar benar asset bukan liability
      tapi jika dia jadi presiden saya harap seluruh komponen bangsa bersaing dengan bangsa lain, dan ini adalah the true hope

      Posted by SAEFUL | 5 Juni 2012, 1:04 pm
      • Dari kicauan Pak Dahlan di twittland kita bisa menyimpulkan bahwa sang kepala BUMN melihat “BUMN” milik negara asing sebagai kompetitor.
        Besar harapan menanti Pak Dahlan sebagai kepala Negara melihat negara asing sebagai kompetitor.

        Ingin sekali memiliki kepala negara seperti kancil.
        Yang bisa cerdas menaiki punggung buaya untuk menyeberang sungai, dan menunggangi singa untuk menerabas belantara.
        Bukan seperti kerbau yang dicocok hidungnya dan menurut ditarik kesana kemari.

        Posted by M. Erick Antariksa SH | 5 Juni 2012, 2:41 pm
    • Kompetitor terdekat adalah Pak Erick Antariksa

      Posted by Widi | 5 Juni 2012, 10:17 pm
  141. Pasti yang suka menularkan pesimisme adalah anak buah si Mbok….contohnya Effendi Simbolon yang selaluuuuu saja bicaranya pesimis dan apa yang dilakukan pemerintah salah. Bahkan pernah mengata-ngatain Wamen ESDM kampungan….padahal dia sendiri kampungan. Lihat tampangnya pengin nglemar tai.

    Posted by widhi | 5 Juni 2012, 12:47 pm
  142. Pokoknya semua yang ada dipermukaan bumi ini selalu ada “hope” begitu kira kesimpulannya…

    Posted by Sam | 5 Juni 2012, 5:03 pm
  143. Teabreak smbil baca coment di blog penuh harapan….meskipun lmbur lgi tetap Cemungut,Cemungut,Cemungut,,,alhamdulilah Jefry dah di operasi…Cepat Sembuh dan Raih Cita2mu Jefff…selalu Cemungut belajar dan meraih kembali Harga diri bangsa kita….

    Posted by wongcilik | 5 Juni 2012, 5:04 pm
  144. jgn pernah berhenti..
    utk membangun negeri..

    semangat tak pernah padam
    sukses tah terbantahkan

    @pg punya cara manis buat yg manis

    Posted by Tozex Proton Hero | 5 Juni 2012, 7:00 pm
  145. Memunculkan semangat baru dalam memulai hari

    Posted by Besi&Baja | 5 Juni 2012, 7:24 pm
  146. Sepi seng Coment Rame dho nyambut gawe…..Kerja,Kerja,Kerja,……Cemunguuuuuuuuuttttt

    Posted by wongcilik | 5 Juni 2012, 9:48 pm
  147. sepi ing komen rame ing gawe (DI)

    Posted by pri | 5 Juni 2012, 11:58 pm
  148. Terima Kasih Pak, inspirasi dan motivasi bagi saya, semoga Allah SWT, memberikan kesehatan dan panjang umur. Amin.

    Posted by Hagya | 6 Juni 2012, 9:12 am
  149. Inilah hebatnya pribadi Pak DIS……”Saya concern memperbaiki bukan membongkar praktik2 kecurangan BUMN terdahulu”……selalu energinya tercurah untuk ke depan, bukan mikirin yang sdh terjadi……Good Job Pak. Pemikiran Anda betul2 sumber inspirasi bagi orang yg waras….. http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/06/324379/284/1/KPK-Siap-Usut-Dahlan-Ogah-Bongkar-Korupsi-Proyek-BUMN

    Posted by surachwanto | 6 Juni 2012, 9:19 am
    • coba ya itu, ogah bongkar korupsi koq dibilang waras?
      coba ya ditelusuri (tapi secara hati hati), ada lho karena merasa pernah ditolong dari kebankrutan lantas ?
      coba ya dipikir pikir kalau merasa benar koq tidak berani mempertahankan surat keputusan yang sudah dikeluarkan ? berarti menjilat ludah sendiri ? dan takut kehilangan jabatan ?
      coba ya kalu mau berbuat kan tidak harus menjabat ? katanya punya pendirian yang kuat ?
      ah, mafia bunglon !

      Posted by cobaya | 6 Juni 2012, 10:39 am
      • @cobaya
        mas… perhatikan dan baca yg TELITI…..

        Para dahlanisti…. AWAS ADA PENYUSUP….

        Pesimisme harus dilawan
        Lupakan Politik, kita kejar harga diri Bangsa…
        Kerja… Kerja… Kerja…

        Posted by juraganacsby | 6 Juni 2012, 10:49 am
        • kenapa anda blingsatan kaya monyet begitu ? bagian dari mafia bunglon ya ? maksudnya buat baik mau, korupsi ya mau, jabatan ya mau, kalau tidak sejalan hajar, kalau teman yah cincailah… begitu?

          Posted by cobaya | 6 Juni 2012, 11:27 am
        • eh..pingin nggak komentar..kok tiba-tiba ngliat ada bahasa sampah nongol disini……hadeh…bahasa ginian ..nulis di blog yang lain aja mas…

          Posted by Seno | 6 Juni 2012, 12:22 pm
          • biar anda tahu information technology itu borderless, koq malah nyuruh nulis di blog lain, ya suka suka lah… yang penting tidak korupsi ! tidak bunglon ! bukan bagian dari mafia dan kalau pun jadi sampah bisa direcycle menjadi lebih bermanfaat. ayolah kalau punya data lapor ke kpk ! jangan pura pura pake strategilah, smart lah, apalah.
            korupsi itu mencuri hak rakyat untuk hidup lebih baik dan bangkit dari kemisknan struktural !

            Posted by cobaya | 6 Juni 2012, 12:38 pm
          • Siaaaappp Ndan !!!!!!!……..

            Posted by surachwanto | 6 Juni 2012, 12:57 pm
      • dasar penganut paham pesimisme…….

        Posted by syaif.... | 6 Juni 2012, 11:29 am
      • ‘coba ya kalu mau berbuat tidak harus menjabat?’. maaf, anda tidak mengenal pak dis..atau anda salah satu dari orang yg TERUSIK oleh gebrakan2 pak dis melalui jabatannya????

        Posted by miranda nasuton | 7 Juni 2012, 7:42 am
        • terusik ? jauh kawan ! saya rakyat biasa saja ! dalam konteks ini kan katanya mau hidup polos polos saja, lantas kenapa tergantung jabatan, tertunduk dan terlongo longo oleh kekuatan politik, sementara piawai berpoliticking. ach omdo lah semua kalau sudah menyentuh soal korupsi sesama teman lantas beralasan macam macam.
          katakan yang benar walau itu pahit !

          Posted by cobaya | 7 Juni 2012, 9:54 am
          • bkn org terusik?? waah.. kalo bgt anda org yg blm mengenal dahlan iskan dong?!? KENALILAH dulu pak dis melalui tulisan2nya. tak kenal maka tak sayang!!

            cm sy jadi membayangkan.. seandainya pak dis bkn menteri(pejabat) bumn, apa ada y yg peduli dg nasib petani tebu, petani garam, impor gula, impor garam, impor sapi, swasembada pangan dll (yg tdk bs disebutkan satu persatu), dsb?? bahkan sekedar mendengar curhatan mereka (utk mendapatkan solusi yg tepat sasaran)???

            seandainya pak dis bkn (pejabat) menteri bumn, apa iya aksi beliau di jalan tol tempo hari bs mengurai kemacetan di jalan tol jakarta, dan bs menjadi shock terapi utk sektor pelayanan publik yg asal2an?? ato malah bs2 menyeret beliau ke penjara?!?

            seandainya pak dis bkn (pejabat) menteri bumn, mgkn hanya orang jatim khususnya surabaya yg tau dan merasakan dampak sepak terjang beliau, dan bukan nasional!!

            pak dis bukan TUHAN yg tinggal berkata JADI maka JADILAH! semua butuh proses. beliau sdg bekerja keras utk memperbaiki rakyat dan negeri ini. kalo beliau ada ‘kekurangan’, kewajiban kitalah utk me’nutupi’nya. KITA.. termasuk ANDA!!

            Posted by miranda nasuton | 7 Juni 2012, 9:36 pm
          • Surabaya memang lbh beruntung. Dulu pak DIS jg mengurusi puluhan BUMD disana. Dan sekarang kiprahnya diterusin anaknya,Mas Azrul Ananda. Walau cuma lewat jawa pos. Tapi cukup memberi support bagi kegiatan2 pemkot surabaya yg bersinggungan langsung dgn masyarakat. Banyak menarik sponsor utk bergerak disanal lwt dana CSRnya…..utk itu kenapa Surabaya khususnya Jawa Timur.umumnya relatif kondusif dan aman2 aja ditengah gejolak2 politik spt akhir2 ini dan terdahulu.

            Posted by surachwanto | 8 Juni 2012, 5:38 am
          • dan seandainya pak dis bkn (pejabat) menteri bumn, apa iya akan ada ribuan orang, termasuk saya, yang jadi melek bumn? beserta permasalahan2nya scr umum beserta solusinya

            Posted by miranda nasuton | 7 Juni 2012, 9:40 pm
    • judul terlalu provokatif. pak dis tidak ada tuh kata2 ogah bongkar korupsi. pak dis bilang mau memperbaiki.
      dan urusan membongkar korupsi adalah tugas kpk, dan pak dis mempersilahkan kpk untuk mengaudit bumn..http://www.jpnn.com/read/2012/06/04/129474/Dahlan-Buka-Pintu-untuk-KPK-

      Posted by recht | 6 Juni 2012, 9:40 pm
  150. Bukan begitu maksudnya…..tugas mengungkap itu tugasnya KPK. Pak DIS itu cm mentrigger aja, bahwa memang ada yg gak beres di BUMN. KPK yg hrs bekerja. klo pak DIS sibuk ngurusi itu energinya akan hbs. saya yakin beliau tdk akan menghalang2i jika KPK mencari data2 tsb. Tapi bkn beliau yg hrs ngurusin….lagian bisa jadi bulan2an DPR kalo beliau yg mengungkap. Energinya akan semakin habis. Bukankah sdh jd rahasia umum titipan2 itu asalnya dr mana? Justru ini yg saya kagumi dari seorang DIS. Strateginya smart….yg dilawan gajah soalnya.

    Posted by surachwanto | 6 Juni 2012, 11:11 am
    • kalau punya data ya kasih ke kpk! paling juga nyuruh anak buah. terlalu banyak alasan!

      Posted by cobaya | 6 Juni 2012, 11:31 am
      • tralala trilili, sabar pak bos, kalo sekaligus bisa bubar BUMN, atu atu lah biar kepentingan publik nggak terlalu terganggu banget, masalahnya sudah jadi adat istiadat (hahahaha)
        contoh kecil, pungli di pelabuhan merak dengan adanya jalur tembak, kalo masih antri jalur tembak masih ada, makanya perlahan lahan digedein kapasaitasnya,
        kalo bikin peraturan di interpelasi sama DPR dibikinlah 12 larangan BUMN diantaranya no cincay, no parpol ini juga orang BUMN masih ada yang tidak setuju
        kalo ada mafia minyak di petral fungsi pertralnya dirubah
        kalo ada mafia impor gula, jangan ada impor gulanya
        kalo ada mafia import sapi sapi lokal harus mencukupi,

        semuanya juga sudah tahum seperti group karya BUMN jangan munaroh laaah,
        tuh yang kasus hambalang, KPK beresin dulu atu saya yakin pak dahlan tidak akan bela tuh meskipun anak buahnya
        KPK , Kejaksaan, POLRI ayo doong geraaak (jangan jangan , disana juga curut kabeh)

        Posted by SAEFUL | 6 Juni 2012, 12:54 pm
        • maksudnya paling tidak cak Dis bisa bekerja lebih optimal jika semua personil di BUMN bekerja polos polos saja. jadi tidak usah terlalu jauh cukup lewat informasi dari kontraktor yang dimaksud berhubungan dengan personil brengsek BUMN yang mana. Yah bersih bersih rumah gitu, biar tamu investor yang datang yakin dan percaya serta mencapai hasil yang optimal. tks

          Posted by cobaya | 6 Juni 2012, 2:45 pm
          • Pendapat orang awam nich Boss
            Menghadapi raksasa2 yg udah bercokol bertahun2 tentunya butuh strategi yang jitu
            Klo gak, ya ancur sendiri.
            Indonesia butuh orang seperti DI, yang bisa menunjukan ke arah mana organisasi (BUMN) akan dibawa. Malah bisa memunculkan optimisme anak bangsa yang sudah lama tidur. Memang gak ada manusia yang sempurna.
            Sebagai orang yang mengamati dari jauh, kayaknya sih Beliau OK, polos-polos saja, kaya judul tulisannya kali ini
            Harus ada orang yang bisa memperbaiki dari dalam
            Semoga….

            Posted by doetsz | 6 Juni 2012, 3:07 pm
          • biar tahu saja bos, orang orang disekitar pak DIS di BUMN gayanya saja sudah petentang petenteng apalagi merasa dekat dengan beliau, sembari ngikuti gaya gulung lengan baju cuma ngak pake sepatu keds, memuakkan!

            Posted by senutsenut | 6 Juni 2012, 3:29 pm
          • Hehehe………..
            Biasalah Boss, gaya orang kan lain2
            Mungkin saja, gaya kita dipandang orang lain begitu juga
            Klo saya seh cuma mencoba memperbaiki diri dan berkarya sesuai perannya
            Mencoba untuk ikut menumbuhkan optimisme
            Dan berdoa semoga kita semua sebagai bangsa bisa menjadi lebih baik

            Posted by doetsz | 6 Juni 2012, 3:53 pm
          • Tidak semua orang BUMN disekitar Pak Dahlan seperti itu kok mas senutsenut.
            Memang tidak sedikit yang kutu kupret, tapi jauuuh lebih banyak yang haus perubahan, dan sudah mulai berbaris mengikuti jejak langkah Sang Dahlan. Terutama generasi muda BUMN

            (Eh, lucu juga ya bila ada “Komunitas Generasi Muda BUMN” …siapa yang siap memulai? Dari RNI mungkin?)

            Posted by M. Erick Antariksa SH | 6 Juni 2012, 5:46 pm
  151. Amiiiiin. Setuju Sekali Mass.
    Kadang saya ber-andai2, seandainya P.DIS
    1. Punya ‘DENSUS 19′, yang anggotanya berintegritas tinggi. Siap ‘menyamar’ masuk di BUMN, mungkin dengan jadi penumpang KAI, GIA, MNA dll, atao jadi rekanan usaha, pemberi order dll. Yang tugasnya ‘menangkap basah’ yang tidak ‘polos’. Atau memberi informasi yang sebenarnya (kesehariannya) tentang BUMN, bahkan kalau bisa solusinya.
    2. Punya Team dan alamat khusus, tempat Dismania, ikut membantu menyampaikan hal2 yang perlu dibenahi di BUMN yang ia Jumpai.
    Atau ‘mas Admin’ menyediakan lagi ‘satu rumah’ untuk Dismania tentang hal ini.
    Ahh . .. Alangkah indahnya.
    Salam Dismania.

    Posted by wanto kdr | 6 Juni 2012, 11:44 am
    • Di sini ini tempatnya…di blog ini
      mulai dari masalah antri tiket KA, pelayanan Bandara, dlsb…
      tumpahkan di sini… pasti terserap dengan baik oleh Pak Dahlan

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 6 Juni 2012, 2:05 pm
      • masalah tiket kereta pak Erik ,seperti biasa kalo saya pengen pulang kampung pasti seminggu sebelum berangkat lg ke Jakarta saya minta tlg istri saya untuk antri tiket kata istri saya ternyata sebelum loket dibuka si tukang loket ini sudah ngeprin banyak tiket padahal antrian baru dapat sekitar 5 orang tp printout sudah lebih dr 10,kata petugas tiket nya sich….biar cepet (katanya……).e…..gk tau nya begitu saya berangkat lg ke Jakarta banyak tukang ojek ternyata dia jd calo dr.Alhamdulillah sekarang berlaku aturan satu Ktp untuk satu orang nach……kalo si calo td bawa banyak copyan KTP gmn ???????

        Posted by kawulo alit PJKA (pulang jum'at kembali ahad) | 7 Juni 2012, 6:11 pm
  152. Nggak Comment ah …Hadir aja…

    Posted by Seno | 6 Juni 2012, 12:09 pm
  153. semoga P.DIS diberikan kesehatan kekuatan dan umur panjang….. amiiin..

    Posted by atef | 6 Juni 2012, 12:36 pm
  154. Waduh Pak Dahlan,saya sangat terharu dengan terobosan yg bapak lakukan,klo ada 5 orang aja Mentri yg berbuat / bekerja/peduli dan berpikiran seperti bapak dinegara ini,negara ini akan makmur.Semoga Sukses dan sehat selalu Pak dan HOPE yg dari bapak jadi HOPE nya Rakyat Indonesia yg cinta kejujuran.

    Posted by toga | 6 Juni 2012, 1:59 pm
    • Ketika nanti Pak Dahlan sudah berkuasa penuh untuk memilih seluruh menteri kabinet, mudah-mudahan tidak hanya ada 5 menteri yang seperti Pak Dahlan, tapi semua menteri akan seperti Dahlan Iskan, Presiden RI.

      Oh iya, seumur-umur saya cuma kenal satu orang yang namanya Toga. Adiknya Tora (yg dulu suka ada di transTv itu).

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 6 Juni 2012, 4:25 pm
  155. indonesia,,sungguh malang nian nasibmu kwkwkwkwk

    Posted by Asasi | 6 Juni 2012, 2:31 pm
  156. Siang2 masuk blog teman seperjuangan…Ehhhhh malah ketemu anonym @cobaya??pdahal Cobaya kan bisa singkatan dri CONGOR’nya BAHAYA…bsa jg CONGORNYA BUAYA… Ato jg CONGORnya DISUMPEL KEBAYA wkwkwkwkwkwk…hadeuhhh…hadeuhhh…siang2 udah ada penyusup…?mana nama’nya cobaya lgi…NYUNGSEP aja sana KeLapindo Bozzz…Inget kpala duluan yaa?ntar trs naik nyari kaca yg paling gede…jng lupa bwa sisir Boz klo Ngaca….

    Posted by wongcilik | 6 Juni 2012, 2:54 pm
  157. andai dari dulu sudah Polos Polos saja, pasti negara ini sudah MAJU LUAR BIASA BUKAN HAMPIR BINASA ( Karena Korupsi )

    Posted by BIMA CETTA WIDYATAMAKAima | 6 Juni 2012, 2:55 pm
  158. Ada yg belum beli dan baca novel sepatu dahlan? ini resensi dari orang okezone

    http://suar.okezone.com/read/2012/06/06/285/642325/kesahajaan-dalam-sepatu-dahlan

    ….. Krn saya tdk bisa meresensi sendiri. Yg jelas cukup bagus….meski saya lebih menyukai tulisan dari pak DIS sendiri (yg buku2nya jg best seller)

    Posted by surachwanto | 6 Juni 2012, 4:08 pm
  159. Sekedar info…..buat kaum Dahlanisti,Diz’mania,Di’lovers sebumi Nusantara….mas Erick,mas Surachwanto,mas Doezt,mas Daya,mas Kawulo alit,mas Arif,dan All warga negara Blog ini…setelah saya analisa dan telaah dngan berbagai telusuran..anonym2 ini mempunyai 1 Id yg sama.dn dri satu sumber yg sama jg,mskipun memakai berbagai anonym nama..itu’pun saya teliti jg dngan berbagai coment2 negatif tntang pak Dahlan di berbagai Media’Net…rupa’nya Blog kita ini sudah bnyak di pantau Kaum2 Pesimis’NISTa…tpi gpp jg..wong mereka2 ini baru salah jalan dan salah melangkah.ibarat’nya blm kembali ke jalan yg benar,tpi dengan Semangat HOPE mari kita buktikan bahwa Bersama Pak Diz kita bisa Memberi warna Di Negara kita ini.meskipun hanya sekedar saran,kritik,ide2 kreatif untuk membangun Negeri Ini,semangat itu harus kita Kobar’kan.dan Alhamdulilah,bnyak skarang teman2 kantor saya yg sudah tertular Virus2 Optimisme dri pak Dahlan..awal’nya mereka jg banyak mencela.tpi setelah bnyak melihat dan membaca berita dri berbagai media tntang gebrakan2 dan kesederhanaan pak Dahlan,satu persatu temen2 saya bnyak yg memperbincang’kannya.apalagi ketika salah satu teman kantor saya di Follback beliau..semua jdi rajin bikin accaount twitter..agar bsa di Follow jg ma pak Dahlan.hehehe…bahkan ada teman sekantor jg yg rajin memposting di account FB’ny tulisan MH pak Dahlan..blm lgi tetangga2 di komplek saya yg tiap malam ngeronda bareng ato teman ngobrol malam,psti sering memperbincang’kan aksi dan kesederhanaan pak Dahlan..VIRUS OPTIMISME sudah menjalar ke perbagai Lapisan mulai dri anak smp,sma,mahasiswa,ibu-ibu yg biasa’ny cuman rajin belanja dan senam,petani,nelayan,pedagang,pekerja,buruh,Inilah awal kebangkitan rakyat Indonesia..untuk Lebih OPtimisme menatap masa depan Bangsa…VIRUS OPTIMISME…..HOPE,HOPE,HOPE….kerja..kerja..kerja…Bersama2 Membangun dan mengembalikan Harga DIRI Bangsa….SEMANGAT…….

    Posted by wongcilik | 6 Juni 2012, 7:14 pm
    • Mantaps Mas Wong
      Sorry saya bikin panggilan sendiri ya Mas, hehehe………….
      Semangat malam

      Posted by doetsz | 6 Juni 2012, 7:43 pm
    • Salut buat Mas Wongcilik !!!
      Anda Dahlanis sejati yang siap setiap saat menyebarkan Virus Hope sekaligus membasmi Kuman Pesimisme.

      Mungkin kaum pesimizta itu secara lahiriah hanya tampak seperti para kritikus yang memberikan komentar negatif terhadap gebrakan pemikiran dan tindakan Pak Dahlan, tapi secara bathiniah sejatinya mereka sedang membunuhi jiwa kita semua.

      Saya teringat sepenggal puisi Alm. Adam Malik, yang kalau tidak salah berbunyi “Manusia Tanpa Mimpi Sama Dengan Mati…”
      Pak Dahlan sedang mengajari kita untuk berani bermimpi dan berani bangun dari tidur kita untuk bergerak mewujudkan mimpi kita.

      Telah begitu lama kita mati tanpa berani untuk sekedar bermimpi.
      Kini saatnya kita bermimpi, dan bangkit untuk mewujudkan mimpi kita bersama, sebuah Indonesia yang berjaya, berdaulat, adil, dan Makmur

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 6 Juni 2012, 7:58 pm
    • Yang penting tetap istiqomah di jalan yg benar. Perjuangan memang berat karena begitu seringnya kita dicekoki sesuatu diluar akal sehat. Jgn terprovokasi dgn menghujat kaum pesimistis, apalagi dgn kata2 kotor….kalau kita melakukan itu, apa bedanya kita dgn mereka. Saya blm pernah mendengar Pak DIS memojokkan musuh2nya. Begitu hebatnya pribadi beliau…meski saya percaya juga pasti ada jg sih sifat jelek beliau (tapi saya blm tahu yg ini), karena beliau jg manusia biasa….seharusnya kita bisa mencontohnya. Bukan hanya di blog ini, bahkan di twitter pak DIS pun ada lho penghujat2 yg masuk. Dan balasan beliau selalu membuat saya tersenyum dan semakin salut….like DIS. Menang tanpo ngasor-ake.

      Posted by surachwanto | 6 Juni 2012, 11:12 pm
  160. wuihhhh….kaum pesimista udah gelap mata rupanya….
    ayukkk kita rapatkan barisannn….

    Posted by Arief Fauzi | 6 Juni 2012, 7:39 pm
  161. Membangun komunikasi dengan masyarakat sehingga mengerti arah dan progress kerja, tidak perlu pidato ala pejabat yg penuh basa-basi. Memberi motivasi dan inspirasi bagi sebagian orang yg menginginkan perubahan : lebih baik! Salut!

    Posted by Jet Silver (@jetsilvers) | 6 Juni 2012, 8:18 pm
  162. Absen bos…. Comennya seru seru… Untuk dahlanis abaikan hujat menghujat orang lain…

    Posted by pak kul | 6 Juni 2012, 9:25 pm
  163. Tokoh yg paling siap jadi kandidat presiden 2014 adl pak dis. Walau tanpa parpol, sebenarnya dis pny ‘partai’ yg menyebar diseluruh nusantara. ‘partai radar’nya dis punya wartawan sbg kader & intelijen yg loyal, militan, dan serbabisa. Mereka sangat2 siap mendukung pak dis jadi presiden. Tinggal tunggu perintah dr pak bos saja. Mungkin sekarang msh belum waktunya krn pak dis baru dikenal dan blm bgt populer. Sbg test case, dis sering turun ke daerah2 yg persiapanny selalu didukung radar di daerah tsb. Dan selama ini selalu sukses, dis makin populer di mata rakyat. Selain itu pak dis pny tim marketing & management yg handal untk ‘menjual’ dirinya. Guru marketing pak dis adalah hermawan kartajaya yg terkenal dgn new wave marketingnya. Hermawan selalu menyarankan agar tdk ‘jualan’ dgn cara yg biasa2 saja. Perlu cara yg luarbiasa (mungkin aneh) agar laku keras. Makanya pak dis lebih suka naik ojek/krl, tdr dirmh petani, makan iwak peyek dll sbg publikasi (not pencitraan) yg jitu. Sbg strategi new wave marketing, sekarang ini pak dis gencar menarik simpati 3 kel ini:
    1. kaum muda, dgn sering mendatangi kampus.
    2. Wanita, dgn sering senam & mjual sembako murah.
    3. Netizen, dgn menbuat akun twitter.
    Dgn strategi itu, dis ingin seperti fenomena obama di amerika. Fenomena dahlan adalah Hope bagi rakyat Indonesia. Hope akan kesejahteraan. Hope akan kejayaan Indonesia…I hope.

    Posted by Disfans | 6 Juni 2012, 10:28 pm
    • maaf mengkoreksi….Pak DIS dan hermawan kertajaya itu tumbuh bersamaan pd saat itu, pak DIS merintis jawa pos yg udh mau tewas krn oplahnya sangat sedikit, dan hermawan barusan merintis Mark Plus. Klo dikatakan guru saya kira kurang tepat, lebih tepat teman diskusi. Karena saling membutuhkan. Bahkan dulu hermawan diberi kolom khusus di jawa pos yg tdk dpt dipungkiri menjadikan mark plus lebih terkenal…..Tapi keduanya orang hebat, sebuah contoh tentang ke-istiqomah-an di bidangnya yg membuat mereka sukses.

      Posted by surachwanto | 6 Juni 2012, 11:32 pm
    • Antara marketing dan “produk” harus sejalan
      “Produk” yang bagus tanpa marketing yang bagus, kurang laku
      Marketing bagus tanpa “produk” yang bagus, hasilnya hanya bersifat sementara
      Hanya saja……….
      Kalo menyangkut orang, kayaknya masyarakat awam agak alergi terhadap kata “marketing”. Sepertinya kata tersebut mempunyai arti “negatif”
      Oleh sebab itu, usul saya…….
      Biarlah arti pentingnya “hal” tersebut cukup dipahami dan dilaksanakan saja.
      Karena menurut saya, pada dasarnya Beliau melakukan semuanya dengan niat baik untuk melakukan perbaikan. Kalau kemudian mempunyai “efek samping” menjadi populer, ya itu cuma bonus saja.
      Semangat pagi

      Posted by doetsz | 7 Juni 2012, 7:49 am
  164. Baru tahu kenapa pak DIS ingin BUMN expansi ke myanmar setelah baca ini

    http://goodnewsfromindonesia.org/berdarah-darah-di-myanmar/

    ….opini pribadi, tapi alasan yg mungkin jg masuk akal. Benar2 pak DIS seorang yg visioner….seperti di Jawa Pos, mana ada pengusaha media dulu yg melirik Indonesia Timur? dan ini sekarang terbukti jaringan JP sdh dari sabang sampai merauke

    Posted by surachwanto | 6 Juni 2012, 11:52 pm
  165. Bagi teman2 yg belum follow twitternya pak DIS ini ada kabar menarik :

    Baru pulang rekaman Kick Andy. Msh di tol. “@tasroh_sam: Sugeng dalu pak mentri @iskan_dahlan dereng sareh,menopo teksih tugas ??” –DahlanIskan (@iskan_dahlan)

    katanya tayang jumat minggu depan……WAJIB TONTON….hehehe

    Posted by surachwanto | 7 Juni 2012, 12:08 am
    • Seperti twitt Pak Dahlan barusan : “Jauh di mata, dekat di twitter!”
      Hehehe

      Kick Andy Jumat jam berapa yaa?

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 7 Juni 2012, 1:23 am
      • Betul wajib nonton Kick Andy, pak. Klo jumat jam 9:30pm. Trus minggu ada tayang ulang jam 3:30pm.

        Posted by januarvs | 7 Juni 2012, 3:32 am
      • Untuk teman2 ketahui, mas Antariksa ini jg cukup aktif di twitlandnya pak DIS….dan sudah menggelorakan/mengenalkan salam “Semangat pagi!” kpd pak DIS……dan respon pak DIS ok lho……

        Posted by surachwanto | 7 Juni 2012, 4:28 am
        • Kick Andy yang ada Pak Dahlannya yang episode minggu depan yaa (Jumat, 16 Juni)…. bukan Jumat ini. begitu kata Pak Dahlan di twitter.

          Mas Akadarisman punya ide bagus tuuh untuk nonton acara ini bareng-bareng sambil kumpul-kumpul

          Posted by M. Erick Antariksa SH | 7 Juni 2012, 4:27 pm
          • Ini pasti lokasinya Jabodetabek ya?….mohon maaf nitip absen dan update review acara kopdarnya aja….soale saya di gerbang kertasusila( baca: suroboyo) tempat dimana pak DIS memulai merintis kerajaan bisnisnya….hehehe

            Posted by surachwanto | 7 Juni 2012, 4:41 pm
          • Surabaya bikin juga saja…
            ada komunitas arek pejuang Pak Dahlan (kalau tidak salah) namanya “Like DIS Rek! “di Facebook
            mereka sangat aktif, bahkan sering mertamu dan makan bersama Pak Dahlan di rumah beliau di Surabaya.

            Posted by M. Erick Antariksa SH | 7 Juni 2012, 4:46 pm
  166. wah, jurus mata sharingan bukan?
    Iy gaya tlisan enak, seakan kt merasakan.jujur emang pribadi dis itu hebbat.
    Kharismany juga kuat, awalny sy juga liat gebrakany hny tk popularitas, tp semakin sy ikuti eh ternyat saya malah suka gaya ‘koboi’ seperti itu.
    Buah kerja keras n pengalanan manajemen bisnis n jurnalistiknxa yg buat beliau seperti sekarang, Hebbat..
    Btw sy pgn bgt loh, dgrin lngsung beliau wakt jd pembicara, gmana cranya y?
    Adakah kmunitas+Dis,

    ramadani radas,

    Posted by ramadani | 7 Juni 2012, 9:24 am
  167. pak Dis mohon sering-sering sidak ke Pertamina (utamanya unit RU VI Balongan & Marine Region III Balongan), saya kebetulan bekerja disalah satu perusahaan kontraktor lokal, disana terjadi KORUPSI, KOLUSI dan SUAP MENYUAP yang sangat MASIF, (dari tingkat USER, BUYER, SATPAM, BAGIAN PENERIMAAN, KEUANGAN), hampir disemua lini dan divisi mohon segera ditindaklanjuti, kalo saja ini bisa ditekan (dengan cara yang polos-polos saja) mungkin kiranya betul bahwa harga BBM tidak perlu naik, karena dengan sendirinya itu akan mengurangi komponen biaya produksi bukan!!!

    Posted by Nanang Slamet | 7 Juni 2012, 9:34 am
    • pak nanang slamet, kalo bisa bocorkan sedikit kegiatan menyeleweng disana, nanti kita blow up disni, rame rame kita komporin dan cari jalan keluarnya, jangan takut jangan sungkan, siapa lagi yang akan memperbaharui negara ini kecuali kita sendiri, demi generasi kita, mumpung ada bemper pak dahlan yang anti korupsi, ditungguu

      Posted by SAEFUL | 7 Juni 2012, 10:15 am
      • betul sekali komentar mas Saeful, mungkin bisa dibuka dulu di sini.
        nanti kita “goreng” rame-rame

        Posted by M. Erick Antariksa SH | 7 Juni 2012, 4:32 pm
        • Digoreng-goreng kayak main bola kaki, pak Erick. Hehehe…
          Ngomong2, kalo di-blow up di sini, gimana mensiasati spy tidak diserang balik dgn “pencemaran nama baik”, dllsb?

          Posted by januarvs | 7 Juni 2012, 4:50 pm
          • suoaya tidak diserang balik dengan poencemaran nama baik, bisa dengan jalan menuliskan paparan sebagai “dugaan” atau “patut diduga”
            ketimbang ‘tuduhan”
            ditambah dengan penggunaan inisial para pihak yang diduga melakukan penyelewengan. (jangan menggunakan nama)

            Posted by M. Erick Antariksa SH | 7 Juni 2012, 5:10 pm
  168. Dahlan Iskan “Bersihkan” Tender Proyek Pemerintah

    Rabu, 14 Desember 2011 23:20
    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan membersihkan tender-tender proyek di lingkungan Kementerian dan perusahaan BUMN.

    Ia segera melakukan pembicaraan dengan kementerian dan perusahaan BUMN yang proyeknya dinilai masih tidak bersih.

    Dahlan Iskan hari ini melakukan rapat dengan seluruh BUMN karya. Dalam rapat tersebut, ia menyebar kuesioner untuk mencari tahu apakah masih ada tender-tender yang tidak bersih. Dalam kuesioner tersebut terkuak bahwa masih ada beberapa tender yang masih banyak “diatur”.

    “Salah satu agendanya adalah bagaimana kita memulai hidup lebih bersih, bagaimana menciptakan tender-tender bersih,” kata Dahlan Iskan di Jakarta, Senin 21 November 2011.

    Menurutnya, BUMN karya tidak bisa disalahkan sepenuhnya untuk mengikuti tender yang telah ‘diatur’. “Karena kalau tidak ikut, mereka tidak mendapatkan kerjaan,” ujar Dahlan.

    Dalam kuesinoer tersebut, ternyata masih ada beberapa kementerian yang tendernya diatur. Untuk itu, ia akan membicarakan langsung dengan menteri bersangkutan untuk mencari solusi agar tender di kementerian-kementerian bisa lebih bersih.

    Selain itu, dari hasil kuesioner tersebut, juga terkuak bahwa tender-tender di perusahaan BUMN di semua sektor juga masih “diatur”. Untuk itu, ia segera mencari jalan keluar agar tender-tender proyek perusahaan BUMN dapat lebih bersih seperti bagaimana menyusun dokumen tender dan bagaimana membuat rumusan tender.

    “Untuk perusahaan BUMN, saya tidak sekedar menegur tapi juga mencarikan jalan keluar. Menegur saja tidak cukup, karena kalau sekedar menegur akan sekedar angin lalu,” katanya. “Kalau nanti setelah diberikan jalan keluar tidak lebih baik, akan ada sanksi,” tambah Dahlan. ( berita VIVA news)

    hmmmmm….
    sekarang sudah tanggal 7 juni 2012 ?

    Posted by cobaya | 7 Juni 2012, 10:35 am
    • abang, jika kejadian korupsinya sesudah dahlan jadi mentri saya setuju dengan abang
      tapi jika kejadian korupsinya sebelum dahlan jadi mentri ini yang harus dibereskan,
      terus maksud abang kenapa dahlan belum meringkus cecunguk di BUMN itu ? atau memecat cecunguk yang korupsi itu?
      nanti maen pecat pecat aja dibilang apaan ini maen pecat pecat belum tentu salah?

      padahal sy miris jika dahlan datang ke KPK seolah olah ngadu
      hei KPK niih di kantor ane banyak curut … tangkepin doooong,

      Posted by SAEFUL | 7 Juni 2012, 10:50 am
      • ke kpk mengadu ? tidak tidak tidak ! itu mah cuma diundang diskusi mingguan

        Posted by cobaya | 7 Juni 2012, 10:54 am
          • baca yang jeli dong akhi… itukan baru ‘akan membawa ke kpk’, realisasinya kita atau saya belum tahu tuh…

            Posted by cobaya | 7 Juni 2012, 11:15 am
          • JAKARTA : Menteri BUMN Dahlan Iskan akan memerintahkan PT Antam Tbk untuk segera mengajukan kasus pencaplokan lahan tambang nikel miliknya di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara ke KPK.

            “Tindakan selanjutnya ke KPK, seperti kasus Bukit Asam [PTBA],” ujarnya ketika ditemui di sela-sela acara seminar Menyoal Penyaplokan Tambang Negara di Konawe, hari ini.

            Menurut Dahlan, pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan swasta, yakni PT Duta Inti Perkasa Mineral (bagian dari Harita Group) di atas lahan tambang milik Antam, sudah sangat jelas.

            DIPM diketahui milik konglomerat Lim Haryanto Wijaya Sarwono. Pjs Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman pada 2007 diketahui memberikan KP eksplorasi kepada DIPM, yang wilayahnya merupakan bagian dari wilayah KP milik Antam, yang sudah mendapatkan izin sejak 1999.

            “Nanti saya perintahkan dulu [ke Antam] karena ada pelanggaran peraturan, segala macam, sudah sangat jelas,” tambah Dahlan.

            Menurut Dahlan, banyak KP-KP (Kuasa Pertambangan) milik BUMN seperti PTBA, PT Timah Tbk, dan Antam yang dicaplok pihak swasta, akibat dari pemberian izin oleh bupati. Hal ini banyak terjadi akibat dari BUMN yang tidak memiliki dana untuk mengawal kegiatan pertambangannya di daerah.

            “Kami ngga punya dana untuk pengawalan, kalau dana untuk pengacara ada lah,” tutup Dahlan.

            Posted by SAEFUL | 7 Juni 2012, 11:25 am
    • Ada apa dengan tanggal 7 Juni 2012 ?

      Posted by Revolusi | 7 Juni 2012, 2:20 pm
  169. kembali lagi beritanya ‘ akan memerintahkan PT Antam TBK’ … ok we’ ll wait alias http://www.com (world wide wait. cuma omongan ?)

    Posted by cobaya | 7 Juni 2012, 11:39 am
    • nanti kalo dahlan ngamuk seperti di tol dianggap pencitraan, mungkin ANTAM sedang mempersiapkan data administrasinya biar anda tidak bilang grasak grusuk tidak karuan, tunggu yaaa, nanti pas masuk KPK , KPK nya bilang tunggu yaaaa,

      Posted by SAEFUL | 7 Juni 2012, 11:52 am
    • Ada apa dengan kembali lagi bertanya ?

      Posted by Revolusi | 7 Juni 2012, 2:23 pm
    • Pak Dahlan kan bukan penegak hukum (yudikatif).
      Menteri itu kan penyelenggara negara (eksekutif)

      masalah penegakan hukum, itu urusannya yudikatif.
      kalau soal copot mencopot, sudah banyak kann Dirut dan Direktur BUMN yang dicopot Pak Dahlan.

      masalah bersih bersih, coba silahkan tanya orang-orang BUMN yang selama ini sudah puluhan tahun terbiasa bermain kotor, sekarang mereka sedang stress dan dendam kesumat sama Pak Dahlan ga ? hehehe

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 7 Juni 2012, 4:42 pm
  170. SEMANGAT SIANG.. !!! Keep spirit.. Keep Optmist.. Keep Positive.. Keep Sharing.. Teruskan positive comment and sharing info yang membangun semangat kita. Tak perlu terjebak di polemik, tak perlu terpengaruh aura negatif dan aura pesimis.. Kepada siapa pun yang masih meragukan Pak Dis tapi sudah berkenan mampir di blog ini, baca dan kasih komen, kita ucapkan terima kasih.. Salam Dismania, Dahlanisti, Dahlanisme dan siapa pun yang ingin Indonesia menjadi lebih baik. :)

    Posted by akadarisman | 7 Juni 2012, 11:58 am
    • ga tau best seller atau bukan, tapi yang jelas sekarang semua penerbit buku berebutan mencari penulis untuk menulis buku tentang Pak Dahlan. sampai-sampai buku komik tentang Pak Dahlan pun sedang ada yang menggarap.
      jadi, menulur nalar sehat anda (jika punya), kira-kira buku-buku Pak Dahlan masuk kategori bestseller ga ya?

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 7 Juni 2012, 4:10 pm
      • nah ini, anda buta ya ? lihat dong cover buku dimaksud, langsung disitu tertulis best seller. kapan itu ? koq bisa bisanya mengklaim best ‘teler’… eh best seller…

        Posted by investigate | 7 Juni 2012, 5:11 pm
        • lha, tanya saja ke penerbitnya, sampul buku batch pertama ada logo best sellernya atau engga yaa

          yang gampang, liat foto-foto peluncuran buku itu, ada logonya ga/

          hehehehe

          Posted by M. Erick Antariksa SH | 7 Juni 2012, 5:21 pm
          • Semangaaattt Siangggg !!!!
            Sabar Pak, Sedang menghadapi ujian, Tampaknya. Mga sukses gaet dedengkotnya ‘kaum sebelah’. Umar bin Khattab aja bisa berubah, kok, Pak. Moga Sukses.
            Salam Dismania,

            Posted by wanto kdr | 9 Juni 2012, 10:33 am
  171. Untuk teman2 semua yg pengin baca tulisan DI di PLN dan Gantihati silahkan download di link berikut…

    http://www.ziddu.com/download/19593014/CEOsNOTPLN.zip.html

    http://www.ziddu.com/download/19593019/GantiHatiDahlanIskan.zip.html

    File aku rangkum dari kickdahlan.wordpress & dikonvert jd file ebook extensi prc..biar mudah dibuka di HP ato PC.
    Untuk aplikasi ebook reader silahkan donlod di

    http://www.mobipocket.com/en/DownloadSoft/default.asp?Language=EN

    Pokoke DI mantaf gan.!!!

    Posted by Jack Puspa | 7 Juni 2012, 12:15 pm
  172. http://pipl.com/directory/name/Hartanto/Hady/

    maksudnya yang iniiii

    Posted by investigate | 7 Juni 2012, 12:39 pm
  173. bisakah dahlan iskan mengatasi ini: silahkan lihat di youtube: Who Killed The Electric Car

    Posted by sapii | 7 Juni 2012, 1:27 pm
    • silahkan baca MH kemarin, ‘the revenge of the electric car !!!’
      sekarang di MH ini kita sedang membahas pembunuhan terencana terhadap kuman pesimisme

      Posted by M. Erick Antariksa SH | 7 Juni 2012, 4:02 pm
  174. maaf, saya ulangi lagi silahkan periksa ini:

    http://www.whokilledtheelectriccar.com/

    Posted by sapii | 7 Juni 2012, 1:35 pm
  175. apakah pak DIS bisa melawan ini:

    http://www.whokilledtheelectriccar.com/

    Posted by jayalah indonesia | 7 Juni 2012, 1:35 pm
  176. ikutan jadi penyusup ah : kaya sapii & JAYALAH INDONESIA

    Posted by sapii-JAYALAH INDONESIA | 7 Juni 2012, 3:12 pm
  177. GILE BENER !!!

    LANSUNG ADA YANG NGEBLOCK !

    http://www.lionsclubsd307b.org/clubs/sby-surya/default.asp?topic=member&speak

    kasian masbro….

    Posted by kaypang | 7 Juni 2012, 3:26 pm
    • Ini yg saya maksud dalam tanggapan saya terdahulu, bahwa ada indikasi serangan secara bergerombol untuk membingungkan (going nowhere), melelahkan (exhausting), yang kalau ditanggapi hanya akan melelahkan dan buang waktu karena bermain di wilayah abu2 (grey area). Mereka hanya melempar artikel panjang lebar yg harus ditelusuri dan dipilah dulu dan ternyata tidak punya kaitan langsung dengan konten blog ini (tapi mereka punya kepentingan tertentu terhadap blog ini !). Seperti artikel mengenai pengangkatan DI sebagai pejabat non eksekutif yg setelah diikuti ternyata adalah pelaporan kepada publik (mirip berita negara) yg isinya mengenai status hukum seseorang (spt. surat kelakuan baik tetapi lebih rinci) dan isinya ternyata DI adalah orang baik!. Sementara mengenai trailer film di youtube mengenai siapa yang ‘membunuh’ mobil listrik sudah lama sekali kita tonton dan bahkan di blog ini sdh kita jadikan referensi bahasan (telat sekali mereka? capek kan kalo nanggapin orang ‘telmi’?). dan untuk issue lionsclub yg buat saya sendiri juga adalah hal yg sangat penting untuk menjadi pertimbangan keberpihakan saya, saya sudah lama konfrontir dengan orang terdekat DI. Jawabannya : ketika jawapos masih diawal usianya DI memang pernah melakukan pendekatan2 bisnis dengan pengusaha2 besar yg notabene nyaris semuanya anggota lionsclub, setelah jawapos sukses DI secara pribadi masih berteman tetapi tidak ada hubungan dng. lionsclub, ybs. juga mengingatkan saya bahwa rasul sekalipun melakukan hubungan dagang (hubungan antar sesama manusia) dengan orang yahudi (bukan negara israel/zionis). Hal penting lain yg ingin saya sampaikan adalah : kita juga jangan meng’kultus’kan DI, tetaplah dukung dia dalam koridor nalar sehingga kita ikut menjaganya dari kesulitan dan bencana (pujian berlebihan hanya menggorok leher saudaramu). Setelah tanggapan saya ini mungkin saja ada serangan2 kecil (gempa bumi susulan). Saya memang merasa tidak perlu menanggapinya karena hampir pasti hanya ber-putar2, melelahkan dan umpatan kotor. Silahkan saja dikeroyok atau di’cuek’in karena lagi2 isinya tidak ada dan kalau adapun sudah basi. Saya sangat yakin bahwa para dahlanisti semakin cerdas dan lebih memilih berbagi rasa dan membahas pelajaran dari guru kita. Mengenai keanggotaan DI di lionsclub insyaAllah saya akan konfirmasi lagi ke ‘kubu’ DI. tetap pertahankan keberadaan kita di, saling percaya (hati2, kalau2 ada yg ‘nyatut’ nama saya lagi), jangan tinggalkan blog ini (karena itulah tujuan mereka). TETAP SEMANGAT

      Posted by daya setiawan | 7 Juni 2012, 5:13 pm
      • Tetap Semangat Mas Daya Setiawan (yang asli)!!!

        Posted by M. Erick Antariksa SH | 7 Juni 2012, 5:25 pm
      • Setuju sekali Bung Daya
        Kepada ada koment dari yang selama ini disebut para pengkritik/penyusup/kaum pesimis dan suka berprasangka dll, marilah kita handle dengan sebaik2nya
        Kalau dirasa perlu menjawab, jawab seperlunya saja
        Kita juga gak perlu menghujat tokoh lain, karena ini akan membawa energi negatif
        Sudah terlalu banyak media seperti itu
        Marilah jadikan blog ini tempat kita mendapat energi positif setelah lelah seharian berkarya

        Posted by doetsz | 7 Juni 2012, 5:30 pm
      • Terima kasih saudaraku ….”Telah mengingatkan”
        Ada HOPE …..bikin hidup tambah hidup!! Semangat Senin pagi!

        Posted by Mustail | 7 Juni 2012, 8:37 pm
      • Saya ingin lebih menguatkan kepada teman2 untuk tetap berfikir jernih. Kita tidak perlu menanggapi kaum psimisme. Biarlkan ia berlalu begitu saja. Why? Karena tanggapan, jawaban apalagi kata sepah serapah yang dilontarkan hanya buang-buang energi saja, shg dapat menurunkan kadar optimisme yang tadinya positif menjadi kurang positif, akhirnya menjadi negatif -psimis. So, apa bedanya dengan mereka-mereka itu? Tanggapan apapun akan membuatnya bangga lagi bahagia karena akan membesarkan namanya, ia merasa akan menjadi “seseorang” yang memiliki “sesuatu”. Semangkin besar tanggapan semangkin ia merasa berhasil. Adanya orang-orang semacam ini telah dideteksi dini oleh Pak Dis, diantaranya tentang teori 10-10-80 nya itu. Juga lahirnya MH itu sendiri. Pernahkah kawan befikir sejenak kenapa MH lahir

        Posted by Kickaryo | 8 Juni 2012, 8:36 am
      • Tetap Semangat…

        Kaum Pesimitis harus di lawan…

        Semangat Kerja… Kerja… Kerja…
        Lupakan Politik, kita kejar harga diri Bangsa…

        Posted by juraganacsby | 8 Juni 2012, 10:04 am
    • Masalah dicari solusi dengan dampak seminim mungkin dan dengan hasil maksimal itu pemikiran Cerdas .Bukan hanya memaparkan masalah saja….. di BUMN dengan 141 perusahan dengan problematik dan karaketristik masalah unik,berlangsung sejak lama, tak dapat diselesaikan dengan waktu singkat Oleh DI sendiri, ,harus ada sinergi dari kementrian terkait…..,bukan dengan membalikkan tangan BIM Salabim…..Semua masalah selai.Namun Beliau dengan Semangat Manufacturing Hope….Bekerja keras Tanpa pamrih ( dengan tidak mengambil gaji dan fasilitas negara) dengan Optimisme berusaha dengan KERJA.kerja,kerja untuk memperbaiki keadaan indonesia yang carut marut Dengan menularkan Virus HOPE…..kepada seluruh warga negara indonesia. ( Bukan hanya dengan Omong saja tanpa perbuatan nyata..)

      TEKAD BARU : ‘HIDUP YANG POLOS – POLOS SAJA’
      ANDAI dapat dilaksanakan disemua departemen…….Rakyat Indonesia sejahtera dengan NYATA! bukan hanya dalam Slogan semata.

      Posted by Mustail | 7 Juni 2012, 5:44 pm
  178. mangtafffff

    Posted by Pencerah | 7 Juni 2012, 5:58 pm
  179. sempatjuga rasanya pesimis tehadap negara RI, hingga memilih hengkang keluar negri, tapi setelah melihat kemunculan Pak Dahlan jadi rindu kampung halaman. Hope memang tidak membuat perut terasa kenyang. Tapi, hope-lah yang bisa membuat hidup terasa lebih hidup!. hidup NKRI, semangat kirim remit ke indonesia.
    Keep it up Bro dahlnisti. we are suupurt from out side.

    Posted by Kudry | 7 Juni 2012, 8:50 pm
  180. Semangat malam all dahlanis..dahlanisti..dizmania,DI’lovers se bumi nusantara.
    Sekedar info:
    Ternyata bukan hanya beras sja yg mahal…ternyata limbah dan sampah’nya pun jg mahal dan jdi rebutan2 pabrik2 dan industri.mulai dri masa panen,padi setelah di rontok’an batang padi ternyata jg bsa laku dan di beli oleh peternak2 besar untuk di jadikan pakan ternak.setelah gabah kering dan di selep di penyelepan gabah,kulit gabah ternyata jg masih laku jg.dan bnyak di gunakan oleh industri2 untk proses dapur pembakaran mesin ketel uap di samping menggunakan batu bara.satu truck yg biasa’ny di muat 150 karung kulit gabah di beli oleh industri2 dng harga 1jt.tergantung hasil musim tanam’nya,kalo hasil gabah sdikit dri petani berpengaruh jg di penyelepan padi’nya.pernah satu truck limbah gabah hasil selepan mencapai 2jt yg di beli industri.blm lgi pembuat bata merah,genteng dan kerajinan2 lain’nya yg menggunakan bahan tanah untk proses pembakaran’nya.itu baru kulit ksar gabah’nya,blm kulit ari yg paling halus.yakni katul,ini malah lebih malal lgi rp 1500/kg.untuk pakan ternak.
    Petani tebu jg bnyak hasil dri tambahan limbah tebu,daun tebu yg kering pun laku di jual ke pembuat2 genteng dan gula merah.satu truck. Daun kering tebu bisa mencapai harga 450rb..daun2 ini nnti di bakar untuk proses pembakaran genteng dan pengolahan gula merah.
    Ini baru padi dan tebu…
    Pucuk daun tebu ato orang desa menyebut momol…ini justru yg paling laku dan di minati para peternak2 dng skala besar.
    Sawit…mulai dri lahan,batang pohon,buah dan pelepah’ny bisa di manfaat’kan
    Lahan sawit di antara sela2 pohon sawit bisa di tanami rumput gajah..untuk program sasa sapi sawit buat pakan sapi..di samping pelepah daun’ny yg di buat pakan sapi’nya…
    Dan masih banyak lgi2 sampah2 hasil pertanian yg bisa di manfaat’kan..ini’lah HOPE yg di ingin’kan pak Dahlan,membangun sektor pertanian’pun bisa berkaitan dengan industri2 lain’nya.bisa dengan peternakan,perikanan,pengarajin2 bata merah,genteng dan gula merah’pun bisa saling berkaitan dan saling membutuh’kan.
    Waktu’nya membangun harapan untuk peningkatan ekonomi yg lebih baik lgi…Kerja…kerja..kerja…Semangat semua’nya…lupakan politik.karena gag bakalan kenyang kalo makan politik hehehe.

    Posted by wongcilik | 7 Juni 2012, 10:11 pm
  181. ninggalin jejak biar bisa dapet email info terbaru ah…..

    Posted by Udin | 7 Juni 2012, 10:51 pm
  182. Semoga apa yg bpk cita2 untk kebaikan bangsa dan rakyat,terkabulkan amin

    Posted by Arenk | 7 Juni 2012, 11:20 pm
  183. Reblogged this on L45me’s Weblog.

    Posted by l45me | 8 Juni 2012, 4:20 am
  184. Penjahat bicara seolah-olah baik banyak sekali kita dengarkan, tetapi orang baik bicara kebaikan jarang diperdengarkan.

    Yang perlu kita resapi adalah dari isi MH itu dan coment yang bisa membangkitkan optimisme kita khusunya dan bangsa pada umumnya.

    Posted by Naufal | 8 Juni 2012, 8:59 am
  185. kepada DIs’ers semua
    sudahlahhh …
    ndak usah dikomentari copas2 yg bernuansa tidak positif,
    biarkan mereka berkubang dilumpur energi non positif
    disini khan menginginkan energi positif dari hope & action pak DIs
    dan mudah2an semua orang akan menjadi menara positif yg bermanfaat untuk orang lain

    Posted by yud | 8 Juni 2012, 9:51 am
  186. APANYA YANG POLOS ?
    BOHONG !!!

    Posted by bosui | 8 Juni 2012, 10:04 am
    • sampeyan mas yg polos kl lagi mandi. cepetan gih mandi. semaaaaaaangat pagii broo.
      sembahyang, jalan pagi and ready to action not only talk. like Dis yoooo.
      biar wong ndeso isoh jadi pahlawan devisa.

      Posted by kudry | 8 Juni 2012, 10:14 am
      • woooiii komen lo jam 10.14, apanya yang semangat pagi, sembahyang okelah mungkin dhuha, tapi jalan pagi, dan baru ready… weleh weleh, udah terlambat cak ! rejeki lo udah keburu dimakan ayam! hehe becanda…

        Posted by kerangalam | 8 Juni 2012, 11:24 am
  187. SEDIKIT YANG BISA DISADUR DARI BUKU : SEPATU DAHLAN ISKAN……

    Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

    Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

    Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR

    Seorang yang dekat dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada air mata

    Seorang yang TAAT pada TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN

    Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa masa SULIT

    Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena TUHAN TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK

    Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN

    Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN

    Ketika hatimu terluka sangat dalam……, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN

    Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

    Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN

    Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH – HATIAN

    Tetap semangat….

    Tetap sabar….

    Tetap tersenyum…..

    Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN 

    TUHAN menaruhmu di “tempatmu”  yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”…… 

    Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.

    MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA……

    Selamat pagi.. ;;)

    Posted by caderabdul | 8 Juni 2012, 10:17 am
  188. Semangaattt siank…..3 hari lgi MH 30…hadeuhhh?lama euuyyy.

    Posted by wongcilik | 8 Juni 2012, 11:10 am
  189. Mas Cader….wuiihhh…begitu dalem dan menyentuh…plok..plok..plok…salut buat anda mas cader….I like Dizz……semangat dlm menjalani kehidupan,dlm belajar,berusaha,bekerja,berikhtiar,jatuh bangun dlm menjalani hidup memang hal biasa.justru itu sumber ilmu paling berharga ketika kita jatuh dlm berusaha….sperti hal’nya motivasi yg di berikan pak Dahlan…Hope..hope..hope..CeMunGuuuuuuuutttttt

    Posted by wongcilik | 8 Juni 2012, 11:23 am
  190. Ternyata masih banyak hope di bangsa kita ini. Hanya saja, seperti yang pak Dahlan katakan, penularan pesimisme lebih cepat. Semoga dengan tekad yang polos-polos saja ini bisa membuat kita lebih jujur kepada siapa saja, sehingga kepercayaan juga meningkat.

    Posted by Rizqi Fahma | 8 Juni 2012, 12:28 pm
  191. Wongcilik bukan wongndeso ya..? Benar mas, petani dulu sdh punya kearifan lokal. Semua limbah pertanian mulai kotoran ternak yg hangat, jerami rumput yg renyah, dan dedak yg crispy, msh bs dimanfaatkan. Paling tdk untuk pupuk & pakan ternak. Masalahnya sekarang petani kurang ‘bersahabat dgn alam’. Proses daur ulang alami terputus dgn pemakaian pupuk kimia & pestisida berlebih. Tanaman menjd rentan thd hama & cuaca ekstrem. Oleh karena itu tepat skali bumn pupuk melakukan pendampingan (sebetulnya tugas deptan) thd petani untk memakai pupuk organik & kimia berimbang.
    Selain itu produk pertanian kita bnyk kalah bersaing dgn produk cina, walau di negeri sendiri. Coba bandingkan jeruk dari banyuwangi di jakarta dijual harga 12rb/kg, sementara jeruk dr cina cuma 5rb. Jauh! Itu karena ongkos produksi tinggi & hasil blom maximal. Dan juga kita lebih suka beli produk luar. Makanya kita galakkan pakai produk pertanian sendiri, berilah hope pd petani. Hidup petani.! Hidup pahlawan bangsa..!

    Posted by Disfans | 8 Juni 2012, 1:35 pm
  192. http://oto.detik.com/read/2012/06/08/130122/1936242/1207/komponen-mobil-listrik-nasional-diambil-dari-4-negara?hlutama

    lho impor? jarene polos nasional ? sak karepelah, bener dong BOHONG!

    Posted by karepmuopo | 8 Juni 2012, 1:35 pm
  193. saya sangat suka…

    Posted by daya setiawan | 8 Juni 2012, 2:38 pm
  194. I like DI pooooooooooooool

    Posted by KAREPMUOPO&SAPII | 8 Juni 2012, 3:03 pm
  195. suka, karena kemarin sebuah group terbuka anti DI dengan pengikut lebih dari 6000 resmi gulung tikar. Adminnya juga secara terbuka mohon maaf atas perbuatan tidak menyenangkan yg mereka lakukan. Pembersihan mereka lakukan sendiri (kemarin masih tersisa 4). Jadi teman2 dahlanisti tidak usah terlalu terganggu kalau ada segelintir penyusup baru, mereka cuma anak ayam kehilangan induk -> panik. Omongannya juga tetap gak berubah : cacimaki (kita terlalu terhormat untuk menanggapinya), celetukan basi (yang tanpa argumentasi), copas (yg semua orang juga bisa lakukan/gak perlu otak), dlsb. Jadi ya itu tadi : mereka kalap karena kehilangan lapak. dengan mengetahui penyebab munculnya beberapa ‘laler-ijo’ mudah2an hati dan pikiran para dahlanisti tidak terganggu lagi dan bisa lebih nyaman. tetap positif, TETAP SEMANGAT.

    Posted by daya setiawan | 8 Juni 2012, 3:29 pm
    • Cuma usul…kalo ada yg mau menanggapi, boleh aja. Tapi batasi cuma sekali dan dgn bahasa yg santun. Harapannya hati mereka tercerahkan dan tdk tersesat lagi. Jgn ditanggapi lebih dari sekali, karena mereka memang menginginkan spt itu. biar terjadi debat kusir yg gak ada hbsnya. Ciri khas seorang provokator……Buat teman2 tetap istiqomah dijalan yg benar, dan jgn musyrik (meminjam istilah Pak DIS)

      Posted by surachwanto | 8 Juni 2012, 3:38 pm
      • SETUJUUUU sekali, mas. Semoga bisa menjadi ‘kode etik’ DISMANIA, di Blog yang kita hormati ini, yang mampu memberikan energi positif untuk kita.

        Posted by wanto kdr | 9 Juni 2012, 5:36 pm
    • Link nya apa ya Mas Daya…..

      Posted by Darko Rahman | 8 Juni 2012, 5:24 pm
  196. Sudah baca http://politik.kompasiana.com/2012/06/08/manipulasi-polling-presiden/ ….

    Ada yg putus asa karena gagal memberi vote disaat bersamaan vote lain masuk…

    Posted by Oezh | 8 Juni 2012, 4:35 pm
  197. Buat yang di Surabaya, sayang banget kalau sampai tidak datang…
    Acara Peluncuran Buku “Dahlan juga Manusia” sekaligus gathering komunitas Pejuang Dahlan Iskan.

    Ini infonya.
    Talk Show dan Launching buku “Dahlan Juga Manusia”
    Tanggal 27 Juni di Gramedia Fair 2012, di Gramedia Expo.

    Posted by M. Erick Antariksa SH | 8 Juni 2012, 6:06 pm
  198. Sebelum nnton ehh’Urrrooo..nyambangi blog penuh harapan dlu…..

    Posted by wongcilik | 8 Juni 2012, 7:46 pm
  199. Thx info’nya mas Erick….

    Posted by wongcilik | 8 Juni 2012, 8:00 pm
  200. slogan pejabat itu kan… PENDERITAANMU (BACA : RAKYAT) ADALAH KEBAHAGIAAN KAMI

    Posted by ali | 8 Juni 2012, 9:03 pm
  201. ini linknya, tentu anda harus dapat persetujuan adminnya :

    http://m.facebook.com/groups/289839881034427?slog=1226430501&seq=1540910659&fbtype=69&refid=46

    Mdh2an anda berhasil

    Posted by daya setiawan | 9 Juni 2012, 6:09 am
  202. atau search saja di mbah google :
    GERAKAN RAKYAT DAN
    FACEBOOKER MENDUKUNG
    DAHLAN ISKAN JADI
    PRESIDEN
    Selebihnya wewenang pak admin nya

    Posted by daya setiawan | 9 Juni 2012, 6:19 am
  203. ujung ujung nya politik juga ! dasar mafia, freemason, dan PENJILAT !

    Posted by kazar | 9 Juni 2012, 9:32 am
    • Begini Bung……..

      Masyarakat Indonesia (minimal sebagian besar dari yang mengunjungi blog ini) sekarang ini sudah tidak percaya lagi pada tokoh2 politik/partai yang ada. Bahkan kepada tokoh dari partai yg dulu dianggap bersih (tokoh yg sekarang ada di DPR), banyak yang sangat kecewa dengan tingkah polahnya dalam berpolitik.

      Kemudian muncul seorang tokoh dari luar partai, yang mempunyai pendekatan yang berbeda/segar/unik/apa adanya/original, yang ternyata berhasil mengatasi permasalahan di organisasi tersebut yang begitu besar dan kompleks. Karena keberhasilannya itu, beliau kemudian diberi tanggung jawab yg lebih besar lagi. Beliau mampu mengkomunikasikan program kerjanya dengan baik, juga jelas sasaran2 yang ingin dicapai, baik jangka panjang-jangka menengah-maupun jangka pendek. Komunikasi itu tidak hanya pada organisasi yang dipimpinnya, tapi juga kepada masyarakat, dan ini memunculkan hope,
      Hope akan kejayaan negeri ini jika dipimpin Beliau
      Banyak yang kemudian menelusuri masa lalunya.
      Ternyata Beliau dari dulu ya begitu gayanya, juga punya track record yang baik, mempunyai keluarga yang baik, dan secara ekonomi sudah berada di puncak.
      Sebagai manusia biasa, tentunya bisa saja kalau mau mencari kelemahannya.
      Karena itu marilah bersifat obyektif, jangan menjelekan terus, jangan pula ada kultus individu.
      Saya sendiri berpendapat, Beliau sangat layak untuk menjadi RI 1,
      Semoga Beliau tetap amanah & istiqomah

      Jadi kalau akhirnya “politik juga”, ya gak masalah. Politik hanya alat. Bisa untuk kejahatan, bisa juga untuk kebaikan. Tergantung siapa yang menggunakannya.
      Di negara demokratis, untuk melawan politik/politikus busuk harus dengan politik juga (tentunya politik/politikus yang baik).
      Semoga……

      Posted by doetsz | 9 Juni 2012, 10:55 am
  204. Senang saya bacanya..

    Posted by Miftahul Jannah | 9 Juni 2012, 10:06 am
  205. Begini Bung……..

    Masyarakat Indonesia (minimal sebagian besar dari yang mengunjungi blog ini) sekarang ini sudah tidak percaya lagi pada tokoh2 politik/partai yang ada. Bahkan kepada tokoh dari partai yg dulu dianggap bersih (tokoh yg sekarang ada di DPR), banyak yang sangat kecewa dengan tingkah polahnya dalam berpolitik.

    Kemudian muncul seorang tokoh dari luar partai, yang mempunyai pendekatan yang berbeda/segar/unik/apa adanya/original, yang ternyata berhasil mengatasi permasalahan di organisasi tersebut yang begitu besar dan kompleks. Karena keberhasilannya itu, beliau kemudian diberi tanggung jawab yg lebih besar lagi. Beliau mampu mengkomunikasikan program kerjanya dengan baik, juga jelas sasaran2 yang ingin dicapai, baik jangka panjang-jangka menengah-maupun jangka pendek. Komunikasi itu tidak hanya pada organisasi yang dipimpinnya, tapi juga kepada masyarakat, dan ini memunculkan hope,
    Hope akan kejayaan negeri ini jika dipimpin Beliau
    Banyak yang kemudian menelusuri masa lalunya.
    Ternyata Beliau dari dulu ya begitu gayanya, juga punya track record yang baik, mempunyai keluarga yang baik, dan secara ekonomi sudah berada di puncak.
    Sebagai manusia biasa, tentunya bisa saja kalau mau mencari kelemahannya.
    Karena itu marilah bersifat obyektif, jangan menjelekan terus, jangan pula ada kultus individu.
    Saya sendiri berpendapat, Beliau sangat layak untuk menjadi RI 1,
    Semoga Beliau tetap amanah & istiqomah

    Jadi kalau akhirnya “politik juga”, ya gak masalah. Politik hanya alat. Bisa untuk kejahatan, bisa juga untuk kebaikan. Tergantung siapa yang menggunakannya.
    Di negara demokratis, untuk melawan politik/politikus busuk harus dengan politik juga (tentunya politik/politikus yang baik).
    Semoga……

    Posted by doetsz | 9 Juni 2012, 10:46 am
  206. logika anda kebalik balik, baru baca alinea pertama dari komentar anda saja sudah manipulatif ! belum apa apa sudah meng klaim ! gimana mau dpercaya ? sudahlah ini hari sabtu, sono gih liburan menenangkan fikiran, kontemplasi, cari hidayah Insya Allah lebih bermanfaat !

    Posted by kazar | 9 Juni 2012, 10:55 am
    • kebalik balik…. ???
      Kok gaya bahasanya mirip…….. jangan jangan…………..
      Hehehe…………..
      Okelah., ikut saran anda…
      Ini hari sabtu, saya mau liburan dulu, menenangkan fikiran, kontemplasi, cari hidayah, Insya Allah lebih bermanfaat
      Dan……. Anda harusnya begitu juga ya
      Wassalam

      Posted by doetsz | 9 Juni 2012, 11:33 am
  207. aku juga senang membacanya…

    Posted by pintuneraka | 9 Juni 2012, 10:59 am
  208. Hehehe…ternyata cepot jg Tanya Manufacturing Hope…ayo kang cepott…sebar’kan Virus Hope ke smua Masyarakat.Biar’pun kita rakyat Miskin tpi masih berani bermimpi dan punya Harapan….HOPE…HOPE…HOPE…kerja…kerja…kerja…Cemunguttttt.

    Posted by wongcilik | 9 Juni 2012, 12:03 pm
  209. Oke mas doetz setuju. tanks atas pencerahannya. I love dis day

    Posted by Ka zar | 9 Juni 2012, 12:28 pm
    • Eitsz…………….
      Ada yang meniru namanya ya Mas
      Bener2 dach ya Mas, ada yang sampai mau meniru id orang lain
      Hehehehe……….
      I love dis day juga

      Posted by doetsz | 9 Juni 2012, 3:51 pm
    • Oh ya Mas Ka Zar, ada yang terlupa
      Id saya ada “s” nya. Jadi bukan “doetz”, tapi “doetsz”
      Jaga2 sapa tahu ada yg iseng meniru Id saya
      Hehehe……….
      Kalau diamati, Id nya tidak sama persis
      Tapi kalaupun sama, bisa juga dibedain dari gaya bahasanya

      Posted by doetsz | 9 Juni 2012, 10:29 pm
  210. Rupanya ini blog orang Parpol ! Kumpulan para Opportunist ! Muntaaaaah… weeek !

    Posted by wonglicik | 9 Juni 2012, 1:19 pm
  211. Pas kemarin liat RCT* lagi nayanginmobil listrik eh ternyata nongol tuh Pak Dahlan hihihi kenapa cepet banget ya beritanya. Liat mobilnya sih kayak avanza tipe terbaru didalamnya Udah ada AC, TV dll. Dan dibuat nyaman banget. Tapi yg buat aku yakin Pak Dahlan bilang kalo bisa harganya sama atau lebih murah tidak boleh lebih mahal. Terus untuk pengisian akan ada SPBU bekerja sama dengan PLN untuk chargernya dan kalau bisa cuman 30 menit. Semoga sukses Pak mobilnya (walaupun aku gak mungkin mampu beli, maklum kawula cilik heheheh)

    Posted by panji | 9 Juni 2012, 3:34 pm
  212. Alhamdulillah. Seiring waktu pak dis bs membuktikan klo semua cuma kerja, kerja, kerja. Bukan pencitraan. Amiin

    Posted by Triokwekkwek. | 9 Juni 2012, 6:53 pm
  213. hahahaaa panic attack !

    Posted by triokwekwek | 9 Juni 2012, 7:06 pm
  214. Marilah kita sama2 berpikir positif dgn apa yg dilakukan pak DI. Jarang ada pejabat yg mempunyai banyak terobosan.

    Posted by Pikirkerjapikirkerjapikirkerja. | 9 Juni 2012, 7:44 pm
  215. Mobil listrik karya Dasep Ahmadi telah jadi. Nunggu dikasih nama sama Sby & Dahlan. Ada ide kasih nama apa yo…?

    Posted by Disfans | 9 Juni 2012, 8:29 pm
  216. 2 hari lgi MH 30….

    Posted by wongcilik | 9 Juni 2012, 9:22 pm
  217. Semangat Malam teman2 warga negara Blog penuh harapan…kaum Dahlanis,Dahlanisti,Diz’mania,Di’lovers…
    Ternyata anonym saya di bajak….
    Mas saeful..jng terprovokasi dlu mas…rupa’nya penyusup2 sekarang mulai meng-Copas I’d kita masing2..dengan mencoba memecah belah kebersamaan dan rasa seguyub di blog kita ini.mohon teman2 blog,mas erick,mas doetz,mas saeful,mas kawulo alit,mas surahcwanto dan smua teman2 blog yg tdk bisa saya sebut’kn satu2..penyusup2 ini mencoba meng-Copas I’d kita dng menyebar’kan hasutan2 dan menngembosi mental perjuangan Blog kita ini….untuk menyebar’kan Virus Virus Hope ke masyarakat…

    Posted by wongcilik | 9 Juni 2012, 9:32 pm
    • Iya Mas Wong
      Waspadalah…….. waspadalah…………… kata Bang Napi
      Hehehe……….
      Oh ya, Id saya ada “s” nya. Jadi bukan “doetz”, tapi “doetsz”
      Jaga2 sapa tahu ada yg iseng mbajak Id saya
      Hehehe……….
      Kalau diamati, Id nya tidak sama persis
      Tapi kalaupun sama, bisa juga dibedain dari gaya bahasanya

      Posted by doetsz | 9 Juni 2012, 10:30 pm
  218. Buat teman2 di blog penuh harapan….
    Sekedar info..
    Ternyata para penyusup dan kaum Pesimis’NIZTA…mulai berusaha memecah belah persatuan dan kebersamaan di blog kita ini untuk menyebar’kan Virus Virus HOPE…dengan mengCopas id nama kita…
    Buat penyusup yg mulai ngeFans dng saya…semoga anda kembali ke jalan yg benar bozz…
    Lupakan Politik dan Poli’TIKUS….saat’ny kita Kerja,,kerja,,kerja….Dan Meraih kembali Harga diri Bangsa Kita….CemuNguuuttt….

    Posted by wongcilik | 9 Juni 2012, 9:43 pm
  219. Pak Dahlannn…Jago’nya Belanda kalah pakk…..

    Posted by wongcilik | 10 Juni 2012, 1:00 am
  220. Wis rasah digubris mas ono sing seneng ono sing benci, iku jenege isih urip nang ndonya……. sudah biasa dapat obyekan tibatiba hilang, sudah biasa dapet ticket VIP tiba tiba jadi executive class sipa orangnya yg nggak marah mass…yen tak pikr yo mung wong kuwi sing komen ora jelas.
    Tetap semangat like DIS…..

    Posted by Kudry | 10 Juni 2012, 1:33 am
  221. Dua Jempol buat Pak Dahlan Iskan….

    Posted by Supriadi | 10 Juni 2012, 1:29 pm
  222. Tuan Presiden, Tuan Iskan, Laut Kita Sumber Energi Luarbiasa
    Eddi Santosa – detikNews
    Sabtu, 09/06/2012 21:24 WIB
    Delft Wilayah lautan Indonesia yang sangat luas ternyata menyimpan potensi kekayaan sangat luarbiasa. Semboyan jalesveva jayamahe (di laut kita jaya, TNI AL), kelak bisa meluas maknanya menjadi jaya fisiknya, jaya kemakmurannya.

    Bukan cuma potensi perikanan dan seisi laut atau isi dasar lautnya berupa potensi migas, tetapi ada dimensi kekayaan baru sangat luarbiasa menyangkut kelautan kita, yakni sebagai sumber energi terbarukan yang tidak akan ada habisnya!

    Dimensi baru laut sebagai sumber energi terbarukan yang tiada habis itu terjawab dengan teknologi Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC), yang dikembangkan para insinyur Delft University of Technology, Belanda.

    Sebuah pusat pembangkit energi listrik terbarukan berbasis OTEC telah sukses didirikan di perairan Curacao di bawah bendera Bluerise sebagai technostarter dan inkubator bisnis universitas teknologi ‘ibunya’ ITB ini.

    Prinsip kerja teknologi ini, sebagaimana dijelaskan Chief Technology Officer (CTO) Bluerise, Berend Jan Kleute dalam bincang-bincang dengan detikcom di aula Delft University of Technology awal Mei lalu, adalah menggunakan perbedaan temperatur yang tersedia secara alamiah antara permukaan dan lapisan dalam lautan. Dari perbedaan temperatur tersebut energi dapat diekstraksi.

    Air permukaan lautan yang panas digunakan untuk menguapkan fluida kerja, misalnya amonia. Uap tersebut selanjutnya menggerakkan turbin pembangkit energi listrik. Sedangkan air dingin yang diambil dari lapisan dalam lautan kemudian digunakan untuk mengembunkan uap tadi, sehingga dapat digunakan ulang. Begitu seterusnya siklus kerja teknologi ini, berkelanjutan dan ramah lingkungan.

    Dikelilingi oleh lautan tropis, Indonesia mempunyai kondisi ideal untuk pembangunan OTEC. Temperatur rata-rata permukaan laut di Indonesia jarang turun lebih rendah dari 27C dan laut dalam bertemperatur dingin relatif dekat dengan pantai, terutama di wilayah timur, selatan, dan barat Indonesia. Sebelumnya survei oseanografi telah mengidentifikasi beberapa lokasi di Indonesia, yang berpotensi tinggi untuk implementasi teknologi ini.

    Menurut Jan Kleute, pusat pembangkit energi ini bisa disesuaikan kapasitasnya. Di Curacao, yang perairan lautnya berkarakter tropis seperti Indonesia, pembangkit energi terbarukan ini memiliki kapasitas 100MW sesuai kebutuhan lokal. Teknologi ini juga bertemu dengan konsep otonomi daerah.

    Dari paparan Jan Kleute, terbayang oleh saya bahwa daerah-daerah kepulauan yang jauh dan belum terjangkau oleh jaringan PLN, sebut saja gugus kepulauan Weh di ujung barat sampai Merauke di ujung timur, akan mandiri memiliki pusat pembangkit energi sendiri. Akan terjadi ledakan pertumbuhan sangat luarbiasa, yang sejalan dengan sasaran MP3EI.

    Dengan garis pantai sepanjang 95.181km, salah satu terpanjang di dunia, yang jika ditarik garis lurus setara 8,6 kali jarak Jakarta- Amsterdam, Indonesia melalui daerah-daerah dengan kewenangan otonomnya dapat membangun pusat-pusat pembangkit energi di perairan lepas pantainya masing-masing.

    Apalagi jika kita amati hamparan kepulauan Indonesia, desain Tuhan satu-satunya di planet bumi dengan gugusan sedemikian rupa dan terletak di koordinat ideal dan strategis di kawasan panas tropis katulistiwa, hampir semua pulau di Indonesia mempunyai akses ke lautan, ke sumber energi tiada tara dan tiada habisnya, kecuali matahari berhenti bersinar!

    Anugerah Tuhan kepada bangsa Indonesia dengan desain alam berupa ribuan kepulauan seluas 5,8 juta km2 atau 2/3 dari luas seluruh wilayah teritorial 8 juta km2 (Puslitbang Geologi Kelautan), dengan mengadopsi teknologi ini bisa berlimpah energi, terbarukan pula, percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi akan mendapat booster, terutama stabil dari permainan spekulan.

    “Lautan merupakan pengumpul terbesar tenaga surya di bumi. Jika kita dapat memanfaatkan sebagian kecil saja dari energi ini, maka kita akan memiliki sumber energi tak terbatas dan terbarukan, yang dapat mencukupi kebutuhan energi global di bumi,” tegas Jan Kleute.

    Manfaat lainnya, di samping menghasilkan energi listrik, teknologi ini juga menawarkan kemungkinan untuk menghasilkan produk bermanfaat lainnya, seperti air minum segar, nutrisi untuk meningkatkan budidaya ikan, rumah hijau dengan pengairan dari air lapisan dalam laut (tawar) untuk produksi pangan di daerah tandus.

    Tak kalah penting, ada rantai manfaat yang dapat ikut dipetik dari sisi iptek oleh perguruan tinggi, sebut saja ITB, ITS, dan seterusnya, yang dapat ikut terlibat dalam riset, pengembangan dan pembangunan pusat-pusat energi berbasis teknologi ini. Karena sifatnya yang desentralistik, manfaat teknologi ini juga akan cepat merata dirasakan oleh daerah- daerah.

    Sudah niscaya bahwa sumber-sumber energi fosil seperti batubara, minyak dan gas bumi akan habis dan sesuai hukum ekonomi harganya akan terus membubung tinggi dengan segala dampak sosial, ekonomi, politik dan keamanan yang ditimbulkannya. Kabar telah saya sampaikan. Semoga para penentu kebijakan membawa Indonesia ke pilihan tepat, sehingga dapat segera terwujud negara yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja, baldatun thayyibatun wa rabun ghaffur.

    Mekelweg, 8 Mei 2012

    http://news.detik.com/read/2012/06/09/212435/1937174/103/tuan-presiden-tuan-iskan-laut-kita-sumber-energi-luarbiasa?9922032

    Keterangan penulis: Penulis adalah koresponden detikcom di Belanda. Tulisan ini tidak mewakili kebijakan redaksi.
    (es/es)

    Posted by syafiihkamil | 10 Juni 2012, 2:48 pm
  223. Kira2 kang DIS mau mbahas apa ya di MH 30 nanti malam???

    Posted by lutfihelmi | 10 Juni 2012, 4:18 pm
  224. Gak jauh2 dari pertanian. Pot…pot…pot..!

    Posted by Kang cepot | 10 Juni 2012, 5:14 pm
  225. saya kurang tahu (dan ingin tahu) seberapa jauh usaha yang telah dilakukan oleh PT Garam, tapi yang saya dapatkan dari kuliah, ada baiknya PT Garam tidak hanya memproduksi garam meja untuk makan saja, namun memproduksi produk-produk lain yang bahan bakunya adalah air laut. (Kata dosen saya), laut merupakan sumber garam-garam dan logam-logam yang bernilai ekonomi cukup tinggi, sehingga jika dapat dimurnikan, maka dapat dijual dengan harga yang jauh lebih mahal.. Dari pengolahan air laut yang baik kita bisa mendapatkan garam untuk dapur, NaCl untuk industri, KCl untuk industri pupuk, senyawa-senyawa seperti brom, garam magnesium, dan iodium.. InsyaAllah akan banyak manfaatnya untuk industri dan kesejahteraan orang banyak.. Lebih lanjut bahkan kita bisa mendapatkan air bersih yang tidak asin yang umumnya sulit didapatkan di daerah pesisir.. mungkin orang-orang yang baca komen ini bisa tertarik dan googling sendiri, apalagi kalo rumahnya deket laut.. semangat mengembangkan industri garam~ Tentunya ini adalah peer PT Garam, tapi peer ini bukan hanya milik PT Garam, tapi kita semua sebagai warga negara yang diliputi laut ini..
    Semangat semuanya~ :D

    Posted by Dita | 10 Juni 2012, 5:39 pm
    • Di tempatku kerja sumber airnya hanya air laut, sebagian besar untuk pendingin dlm plant sebagian lagi dibuat air tawar untuk keperluan operasi and kebersihan. Untuk merubah air laut menjadi tawar diperlukan steam sebagai pemanas + vacum. steam dihasilkan dari heat recovery gas turbine. jadi kalo jakarta kekurangan air bersih bisa dibuat desalination di pembankit listrik yg sudah pakai gas turbine……….
      just info di GCC hampir semua air bersih asalnya dari pembangkit listrik dan selalunya perusahananya bernama perusahaan listrik dan air negara…
      Like DIS brooo………

      Posted by Kudry | 11 Juni 2012, 3:46 pm
  226. Nnton bola smbil begadang nungguin MH 30…wasyekkk….Cemunguttttt

    Posted by wongcilik | 10 Juni 2012, 6:31 pm
  227. Pluuaaaakkkk !!! ampuunnnn Pak !!!!, semoga mentri perindustrian fokus bekerja demi putra petir juga….plok ! plok ! plok ! halahhhh teeelllattt jaaaaauuuuhhhh rek !

    bulan depan Pak DI bakal pake si putra petir ya Pak, katanya pengen nyaingi mobil berlogo Jaran Jingkrak ?! wuihhh penasaran…yg jadi masalah di jalan (fasilitas) nya bisa dipakai wuzzzz wuzzzz gak ya?

    Posted by erust | 10 Juni 2012, 7:49 pm
  228. sedikit melegakan setelah baca tulisan ini… semoga masih banyak lagi hal-hal yang melegakan lainnya

    Posted by demoterasi | 10 Juni 2012, 11:17 pm
  229. Nungguin MH 30 nongol, jam1:30, :)

    Posted by juraganacsby | 11 Juni 2012, 1:13 am
  230. wah, mh30 surprise ! Bukti lagi ! Garuda melejit ! Melampaui thai, air france & mas ! Batantek pemasok radioisotop utk cina, jepang dst.!

    Posted by daya setiawan | 11 Juni 2012, 5:05 am
    • garuda melejit ? biji duren melejit… dari waktu mulai IPO setahun lalu memang udah segitu nilainya 18 triliun. malah sebenarnya kalau mau fair, waktu IPO nilainya gak sampai 5 Triliun, karena harga saham garuda sebenarnya cuma dibawah Rp 150, _ saja

      Posted by idx | 13 Juni 2012, 6:42 pm
  231. Nunggu pertamax…ssttt admind msh tidur

    Posted by Disfans | 11 Juni 2012, 5:30 am
  232. Senang semua bergairah mengejar hope…

    Posted by Mochamad Yusuf | 11 Juni 2012, 11:48 am
  233. Triliun rupiah PMN untuk Merpati, misalnya, “hasilnya begitu-begitu saja…”
    pak dahlan sungkan untuk mengatakan bahwa hasilnya hanya dinikmati segelintir pejabat untuk dikorupsi…
    sebab hasil nya bukan begitu-begitu saja tapi malah tekor. menurut saya lebih baik merpati di tutup saja serahkan ke citilink untuk penerbangan perintis.

    Posted by Java'Stee | 12 Juni 2012, 7:55 am
  234. info dari teman :

    http://www.al-khilafah.org/2012/05/dahlan-iskan-next-masonic-president.html

    Banyak tokoh yang muncul ke permukaan dengan pencitraan yang aduhai. Salah satunya ialah Dahlan Iskan, Mentri Badan Umum Milik Negara (BUMN). Begitu menjabat, banyak gebrakan di lakukan sehingga menuai pujian dari berbagai kalangan. Namanya melambung. Belakangan dahlan sudah mulai digadang-gadang sebagai calon Presiden Indonesia.

    Tapi tahukah anda, Dahlan Iskan tercatat sebagai anggota dari Lions Club Indonesia. Ia tercatat sebagai anggota organisasi yang berafiliasi ke Yahudi itu dengan nomor 83335. Ia menjadi anggota dari District 307B Indonesia-Surabaya Surya. Ia sempat menjadi ‘President’ District tersebut. Kini ia menjabat sebagai salah satu direktor.

    ….adakah temans yg bisa menjelaskan hal ini?? apakah tuduhan, fitnah atau kebodohan kita….

    Posted by bewe+em | 14 Juni 2012, 9:13 am
    • untuk memuktikan itu benaratau gak, mudah saja bro kita dorong orang 2 yg disebut temenya yahudi tadi jadi president akan kah hubungan diplomatik dibuka dengan israel..???. kalo gak kita bantai tuh orang yg buat fitnah….
      coba anda lihat semua penjahat selalu berbaju muslim kalo sudah ketangkap.. artinya orang ini sami mawon dengan penjahat 2 yg sedang jadi tersangka di indonesia.. berkedok agama isalm tapi menyerang orang yg rajin semabyang dan brsedekah, semoga Allah dan malaikatnya melaknat orang ini dan memanjang kan umur dankarunia kesehatan pada pak DIS…
      Allh selau memerintahkan jita berfikir dalam ayat2-Nya.
      Like DIS bro
      semangaat pagiiiii.

      Posted by Kudry | 22 Juni 2012, 2:53 am
  235. Reblogged this on pelangipagihari.

    Posted by tatatitik | 14 Juni 2012, 9:41 am
  236. Alhamdulilah.
    Positif sekali, Pak DIS.
    Semangat HOPE semakin mengakar ke dalam hati & pikiran..
    Btw, kalimat ini paling sy suka: Memulai kerja keras memang sangat berat. Tapi, kalau sudah terbiasa bekerja keras, semua pekerjaan akan menjadi mudah.
    Smga pnjng umur dan sehat2 selalu, Pak.

    Dahlanisti,

    muhsin-budiono

    Posted by rmbudiono | 16 Juni 2012, 9:07 am
  237. Walhamdulillah semoga semangat ” polos polos saja ” ini menular ke seluruh BUMN dan instansi pemerintah….
    Maju terus pak DIS……barakallahu fikum…

    Posted by abah Alya | 18 Juni 2012, 6:17 pm
  238. memang lebih baik kita menumbuhkan HOPE… walaupun miskin harta, tetapi haram miskin “HOPE”… sukses selalu pak Dahlan!

    Baju Menyusui

    Posted by Rinta | 19 Juni 2012, 10:40 pm
  239. Hope = Berhenti :-D

    Posted by Ainur Rofiq | 21 Juni 2012, 12:09 pm
  240. Thanks Pa D.I.S …. harusnya virus hope ini di sebarluaskan lagi di media TV dan cetak…

    Posted by emhazed | 23 Juni 2012, 10:17 pm
  241. ikut mendukung PAK DIS. Terus berjuang pak. . . Hope selalu ada. Pesimis adalah virus Hope yg selalu mengerogoti tubuh Hope :D

    Posted by kingsuak | 24 Juni 2012, 11:35 am
  242. ikut mendukung PAK DIS. . . . Hope selalu ada. Pesimis adalah virus Hope yg selalu mengerogoti tubuh Hope :D

    Posted by kingsuak | 24 Juni 2012, 11:37 am
  243. Semoga kelak bapak bisa jadi presiden RI ya! Semangat bangun bangsanya luarrr biasaaa! Two thumbs up

    Posted by amanda dianky, dr. | 1 Juli 2012, 4:32 pm
  244. Hidup pah Dahlan Iskan……bagi yang ingin indonesia maju ……kita harus dukung pak dahlan…..Hope indonesia menjadi macan asia sebenarnya

    Posted by dekdo | 7 Juli 2012, 9:10 am
  245. Pokonya pak dahlan iskandar top markotop..ane siap dukung di 2014 pak…

    Admin.
    Puisi CintaCerpen CintaCerita Lucu

    Posted by BeritaRemaja.Com | 25 Oktober 2012, 5:36 am

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.584 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: