>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan

Saatnya Putra Petir harus melawan

Minggu, 11 Maret 2012
Manufacturing Hope 17

Terbukti,
Setiap Presiden Indonesia terjerat oleh BBM.
Terbukti,
Siapa pun presidennya, kapan pun masanya, harus menaikkan harga BBM.
Terbukti,
Setiap terjadi kenaikan BBM menimbulkan kehebohan nasional.
Terbukti,
Setiap kehebohan menguras energi nasional.
Energi dihambur-hamburkan.
Energi terbuang-buang sia-sia.
Energi yang mestinya untuk mendorong maju menjadi energi yang habis untuk berputar-putar.

Karena itu:
Mari kita lawan BBM!
Mari kita tolak BBM!
Mari beralih dari BBM ke listrik!

Mari!
Kita lawan BBM!
Untuk penyelesaian yang tuntas jangka panjang.
Agar BBM tidak lagi menjerat-jerat presiden-presiden yang akan datang.
Agar BBM tidak habis-habisnya menimbulkan kehebohan nasional.
Agar tidak terus-menerus menguras energi nasional.

Mari kita lawan BBM!
Mari kita produksi mobil-motor listrik nasional.
Kita pakai kendaraan listrik.
Bukan kendaraan yang haus BBM.

Jangan ketinggalan.
Seluruh dunia mengarah ke kendaraan listrik.
Seluruh dunia akan beralih ke kendaraan listrik.
Seluruh dunia akan meninggalkan kendaraan BBM.

Jangan sampai kita ketinggalan lagi.
Hanya untuk terjerat-jerat BBM sepanjang masa.
Hanya untuk berheboh-heboh tiada habisnya.
Hanya untuk menguras energi semua manusia Indonesia.

Mari kita produksi kendaraan listrik.
Mari kita manfaatkan listrik murah ketika tengah malam.
Ketika semua orang tidur dengan lelapnya.
Ketika AC-AC kantor tidak bekerja.
Ketika TV-TV tidak menyala.
Ketika lift-lift gedung bertingkat beristirahat.

Listrik tengah malam.
Terbuang sia-sia.
Listrik tengah malam.
Alangkah bermanfaatnya bila untuk nge-charge kendaraan kita.

Mari kita produksi motor listrik nasional.
Mari kita produksi mobil listrik nasional.

Kita!
Putra-putri bangsa.
Pasti mampu merealisasikannya.
BUMN siap menjadi pelopornya.
BUMN siap menjadi pemrakarsanya.
Inpres hemat energi No 05/2006 harus menjadi nyata.

AYO!
Siapa pun Anda.
Yang merasa sebagai putra bangsa.
Yang sudah lama mimpi mobil-motor listrik nasional.
Yang memiliki konsep, bukan yang hanya bisa mengeluh.
Yang siap bekerja keras, bukan yang hanya bisa bicara keras.
Yang bisa melakukan R&D sendiri.
Yang bisa melahirkan kualitas motor listrik tidak seperti yang kita kenal hari ini.
Yang siap bikin blueprint dan working prototype untuk produksi mobil/motor listrik nasional.
Yang mampu menemukan teknologi tidak sekadar merakit yang sudah ada.
Yang siap melibatkan lembaga pendidikan nasional jangka panjang.
Yang siap untuk mengikuti sertifikasi pengujian nasional.
Yang kalau dipatenkan bisa diterima.
Yang siap membangun perusahaan nasional.

Dan tentu.
Yang siap bekerjasama dengan BUMN.

Ayo kumpul di BUMN.
Kita bicarakan bersama.
Kita wujudkan bersama.
Kita jalankan bersama.

Ayo kita lahirkan motor listrik nasional.
Ayo kita lahirkan mobil listrik nasional.

Ayo!
Jeratan nasional itu kita urai.
Kehebohan nasional itu kita cegah.
Pemborosan energi nasional itu kita akhiri.

Ayo.
Indonesia jangan ketinggalan lagi.

Mari!
Kita akhiri keluh-kesah.
Kita ganti dengan motor listrik nasional.
Kita ganti dengan mobil listrik nasional.

Mari kita songsong bersama.
Lahirnya……
Jabang bayi PUTRA PETIR ini!(*)

Dahlan Iskan
Menteri  BUMN

Keterangan :

  1. Tanggal 20 Mei 2012 adalah target kesepakatan mendirikan perusahaan nasional patungan BUMN-partner. Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
  2. Respons terhadap gagasan ini silakan email: dahlanlistrikiskan@gmail.com.
  3. Peminat serius menjadi partner usaha dan partner dalam konsep dan rancangbangun mobil-motor listrik nasional silakan email ke: dahlanmobillistriknasionaliskan@gmail.com paling lambat 21 April 2012 bertepatan dengan Hari Ibu Kita Kartini.
  4. Pertemuan-pertemuan intensif dilakukan antara 21 April 2012 sampai 15 Mei 2012
About these ads

Diskusi

538 thoughts on “Saatnya Putra Petir harus melawan

  1. Maju terus Pak Dahlan Iskan !

    Posted by Lukman | 11 Maret 2012, 9:45 pm
    • siap pak lukman…
      pokoknya selalu membawa energi positif, ide-idenya pak dahlan neh….

      Mari bergabung dengan:

      Gerakan mencari pemimpin Indonesia yang tidak haus kekuasaan, tidak haus harta karena semua sudah ada. Pekerja keras amanah dan memegang janji. Sehingga bisa fokus mengurus rakyat. Dahlan iskan tidak punya partai, inilah gerakan mendukung Dahlan Iskan untuk Presiden, setidaknya ada calon alternatif yang bisa membawa Indonesia kedepan dan lebih baik.

      http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/

      Posted by Fachrudin | 11 Maret 2012, 9:53 pm
    • energi dari hembusan angin, di indonesia belum ada ya? seperti negara lain yang punya kebun kincir angin .

      untuk mobil listrik, seandainya ditemukan baterai dengan kapasitas sekali isi penuh mampu berjalan sampai 400 km itu sudah setara dengan kapasitas tanki bbm mobil.,dari segi keandalan sudah apel to apel dengan bbm.
      Apalagi ongkos ngecarger listrik lebih murah daripada beli bbm, jalan deh konversi energi ini

      Posted by riful | 12 Maret 2012, 9:40 am
      • udah pernah dibahas, mslhnya kondisi angin di indo angin-anginan. nggak tentu jadi diabaikan

        Posted by temon | 12 Maret 2012, 12:04 pm
      • kalo pasang surut air laut bisa gak ya dijadikan energi,paling tidak air laut itu juga mengalir seprti angin bertiup lo..

        Posted by starter engkol | 12 Maret 2012, 12:38 pm
        • Starter Engkol,

          Saya bukan ahli, sarjana teknik, atau apapun yang canggih-canggih. Tapi saya juga punya pemikiran yang sama dengan anda. ENERGI GELOMBANG LAUT UNTUK MEMUTAR TURBIN!!!! Indonesia khan salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Kenapa kita gak memanfaatkan itu? Dan saya sering merenungkan hal ini pada saat saya melihat energi gelombang laut pantai selatan. Rasanya koq kita menyia-nyiakan potensi alam untuk membangkitkan tenaga listrik yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT.

          Untuk rekan-rekan sarjana teknik elektro yang tentunya ada di antara para pembaca blog ini. Apakah hal itu mungkin dilakukan? Mohon pencerahannya ….

          Posted by Tidak Mau Tergantung BBM | 30 Maret 2012, 3:53 am
          • energi gelombang pada prinsipnya bisa dilakukan ,sudah banyak dilakukan tapi dalam skala penelitian. Untuk aplikasi komersil sepertinya investasinya masih mahal dibanding listrik yang dihasilkan dan secara keekonomian dibandingkan dengan sumber energi lainnya , masih mahal juga

            Posted by riful | 30 Maret 2012, 2:52 pm
      • aku sudah tua….tapi kapan lagi aku bisa melihat mobil berseliweran tanpa asap hitam…..? ayolah GUNDALA PUTRA PETIR tampilkan tubuhmu…..bangun …bangun…..bangun…..sebelum ajalku tiba ..aku ingin sekali kota ini tanpa asap hitam….aku egois …masih wajar kan?

        Posted by Tomo Sutomo | 13 Maret 2012, 8:08 am
      • Bahasa tulisannya Pak Sutomo kok enak sekali ya. Ini muridnya Pak Dis atau saudara seperguruan ?

        Posted by uyung | 13 Maret 2012, 8:25 am
      • @Engkol
        energi laut sudah bisa dijadikan sumber listrik, yaitu melalui energi ombak
        silakan cari di google

        Posted by Tom | 14 Maret 2012, 10:30 pm
        • @Tom

          Maaf saya tidak melihat postingan anda, jadi saya ikut memberi komentar pada Engkol, yang sebenernya sudah menjawab rasa penasaran saya. Kapan ya kira2 hal ini bisa lebih diintensifkan?

          Posted by Tidak Mau Tergantung BBM | 30 Maret 2012, 3:58 am
      • pake tenaga matahari aja,, sekarang kan lagi panas-panasnya,, sistem kerjanya kaya pemanas air yang dirumah2 yang suka diatap rumah… jadi ada penyimpanan energi,, jadi yang diolah energi yang udah ada…

        Posted by ika | 20 Maret 2012, 10:08 pm
    • Hidup Listrik….
      Saya pergi pulang kantor naik KRL….
      Dukung gerakan bangun jalur rel kereta listrik.
      Bila perlu bangun jalur rel kereta listrik di sepanjang jalan tol.
      Wajibkan investor pembangunan jalan tol juga membangun jalur rel kereta listrik.
      Penumpang juga perlu jalur bebas hambatan…

      Posted by Made Asnaya | 12 Maret 2012, 4:02 pm
    • benar loo pak lukman dorong semangat anak bangsa ini sampai titik darah terakhir

      Posted by rent car in bali | 12 Maret 2012, 7:30 pm
    • pak dahlan, sy perkenalkan diri dulu sy dulu 1997 pernah mahasiswa juara LKTI Hemat Energi Nasional yg diselenggarakan diknas-deptemben-pertamina, dan peserta mahasiswa indonesia di Technogerman 2000, selanjutnya Menpora Bp. adhyaksa dault, anugerahkan sy PEMUDA PELOPOR bidang teknologi tepat guna 2007, dan Menpora Andi Malarangeng beri penghargaan Pemuda Andalan Nusantara (PANDU) 2009 dan pada 2011 yang lalu dapat REKOR MURI sebagai penemu teknologi hemat BBM tanpa mengurangi performa mesin ( MURI no 4716 tgl 1 Feb 2011)
      Rasanya saya ingin mendarmabhaktikan Karya-Karya saya tidak hanya sekedar Bisnis semata tapi juga bisa buah pikiran saya bisa saya sumbangkan tuk Tanah Air sy.
      saya melihat bapak punya kepedulian, maka jika bapak mengajak saya saya akan siap kembangkan mobil listrik dan mobil hemat energi.
      salam joko_istiyanto@yahoo.com, FB: Joko Femax Istiyanto

      Posted by joko | 13 Maret 2012, 8:27 am
      • Salut untuk Mas Joko, luar biasa sekali.. Selamat berjuang untuk bangsa Indonesia. Dengan reputasi seperti Mas Joko tentu sangat dibutuhkan khususnya dalam konteks mencari solusi atas masalah energi di negeri ini.

        Posted by Aris Kadarisman | 13 Maret 2012, 8:38 am
      • Kalau baru-baru ini kita mengenal Dhana, laki-laki di pintu surga. Ternyata sekarang muncul juga Mas Joko, Pemuda Harapan Bangsa.
        Maaf saya becanda mas joko, menyandingkan sampeyan dengan Pak Dhana. Tapi untuk Pemuda Harapan Bangsa itu serius.

        Mas joko, karena dalam MH ini Pak Dis, langsung ketujuan, tanpa memberikan kita latar belakang masalah. Apakah bisa kiranya saya dibantu diberi gambaran ttg ide Pak Dis secara bahasa tehnis (umum) ttg kesiapan ide tsb.

        Posted by uyung | 13 Maret 2012, 8:53 am
      • ayo mas Joko…langsung kirim email ke pak Dis :dahlanlistrikiskan@gmail.com. dahlanmobillistriknasionaliskan@gmail.com……jalan terang sudah di depan mata.ayo yg merasa putra putri Indonesia.yg bosan trs menerus di lecehkan negara tetangga.kita sudah menemukan nakhdoda yg tepat.ayo singsing lengan baju kerja…..kerja….kerja.”JAYALAH INDONESIA KU”

        Posted by bahtiar umar | 13 Maret 2012, 11:41 am
      • AYO MAS JOKO, PEPET TERUS PAK DIS…MUMPUNG LAGI ADA ORANG SEPERTI BELIAU (Limited Edition). AYO MAS MAJUUUUUUUU…..!!! SAYA BERHARAP ANDA BISA MENJADI BAGIAN DARI ORANG-ORANG “GILA”

        Posted by Nanang | 17 Maret 2012, 10:27 pm
    • Kenapa urusan BBM hanya disorot dari kendaraan pribadi ?
      Masalah BBM adalah kenaikkan harga kebutuhan pokok, kenaikkan listrik dll
      Apakah Mobil listrik akan mengatasi kenaikkan harga ? (justru menambah beban listrik)
      Mobil listrik hanya akan mengatasi masalah pengguna kendaraan pribadi. bukan rakyat banyak.
      Wajar kalau banyak energi terbuang untuk masalah BBM ini.
      Kalau BBM naik tapi harga kebutuhan pokok atau listrik tidak naik, saya yakin rakyat tidak akan membuang energi berlebihan untuk kenaikkan BBM ini.

      Cheers !

      Posted by Awan | 14 Maret 2012, 12:36 pm
      • Hehe.. Mbulet mas Awan.. Yuk kita mulai untuk menjawab dan mencoba mencari sendiri jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan. Walau bagaimana pun kita semua punya kepentingan dan sayangnya kita pun menjadi bagian dari masalah itu. Atau paling tidak menyimak satu persatu ide-ide dari kawan-kawan yang mulai tergerak untuk terbiasa mencari solusi atas segala masallah yang kita hadapi. Karena itu lah pak Dis mengajak siapa pun untuk bergabung. Ini adalah masalah kita bersama, mari kita pecahkan bersama. Salam. :)

        Posted by Aris Kadarisman | 14 Maret 2012, 12:49 pm
    • kesempatan telah dibuka lebar-lebar oleh Pak Dahlan Iskan, ayo putra putri terbaik bangsa tunjukkan bakat dan kemampuanmu pasti ada yang mampu dari berjuta-juta penduduk Indonesia…..ayo buktikan bahwa kita mampu jangan lebai…………….masak kita kalah dengan Malaysia malu dong………………….

      Posted by agus s | 15 Maret 2012, 9:37 am
    • Mohon maaf, saya tidak tahu harus menghubungi Anda kemana Pak,
      Saya mau laoprkan tentang pembangunan tower PAL TV di Palembang yang nota bene grupnya jawa pos yang berarti milik Anda.
      Pembangunan tower tersebut meneurut saya menyalahi AMDAL pak, jarak dari bangunan terdekat (Sekolah dan rumah) hanya 5 meter sedangkan berdasarkan AMDAL tower dengan tinggi 45 meter itu harusnya jarak dengan bangunan terdekat 15 meter.
      Yang saya khawatir kok bisa ya TOWER PAL TV tersebut berdiri?????
      Padahal Anda selalu menyuarakan kejujuran, membela kepentingan rakyat????
      Pak, anda tidak tahu???? pura2 tidak tahu??? atau anak buah anda yang keblinger???
      saya punya foto2nya, kalau anda mau saya akan kirimkan pada anda foto2nya pak
      tapi tolong lah di respon laporan saya ini, saya sudah coba hubungi anda melalui akun twwitter anda tapi tak ada tanggapan sama sekali????

      Posted by Chandra (@05ichan) | 10 April 2012, 2:27 pm
      • dear pak chandra
        mohon maaf saya nimbrung nih
        akun ini meskipun resmi tukisan pak dahlan tapi bukan dia yang mengurus secara langsung, saya takut keluhan bapak tidak dibaca atau tidak sampai ke pak dis yang menurut bapak harus ikut bertanggung jawab
        ujung ujungnya bapak menyalahkan dahlan karena tidak merespon apa yang bapak laporkan
        mungkin lebih tepat bapak melaporkan langsung ke PAL TV apabila memang menyalahi aturan berarti memang mereka salah, menyuarakan di daerah yang langsung terkena dampak saya akan lebih cepat reaksinya,
        apakah bapak sudah lapor ke PAL TV ?

        Posted by saeful | 10 April 2012, 2:43 pm
    • Yth: Bpk Dahlan Iskan, perkenalkan , nama saya Ronny , saya mohon petunjuk supaya bisa bergabung dalam pembuatan mobil Listrik , saya mempunyai Ide / rancangan orisinil Dinamo Brushless yg terkuat , tercepat , ter effisien untuk motor / mobil Listrik , selain itu juga management power nya , sehingga bisa menempuh jarak yang sangat jauh. atau cara supaya bisa men charge sendiri .
      HP saya 0813 – 8293 – 2880

      Posted by Ronny | 30 Juli 2012, 10:57 am
  2. memang luar biasa pak dahlan neh…
    selalu ada saja ide yang justru membuat orang lain bersemangat…
    semangat yg menular ke seantero nasional…

    Gerakan mencari pemimpin Indonesia yang tidak haus kekuasaan, tidak haus harta karena semua sudah ada. Pekerja keras amanah dan memegang janji. Sehingga bisa fokus mengurus rakyat. Dahlan iskan tidak punya partai, inilah gerakan mendukung Dahlan Iskan untuk Presiden, setidaknya ada calon alternatif yang bisa membawa Indonesia kedepan dan lebih baik.

    http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup/

    Jangan lupa yang pada ingin kaos dahlan iskan, sudah ada dan siap diorder digrup tersebut diatas. desain dan gambar bisa dilihat disana…

    mari kita kenalkan dahlan iskan ke orang sekitar kita…
    agar energi positif menyebar untuk negara kita

    Posted by maskam | 11 Maret 2012, 9:47 pm
    • ayo semua kita galakkan tekad, satu semangat untuk menjadi indonseia yang baru…..indonesia yang bersih,….indonesia yang jujur…dan indonesia yang makmur.

      Posted by hendro rafka | 12 Maret 2012, 10:54 am
    • setuju…..mulai kapan kita pakai kaosnya

      Posted by rent car in bali | 12 Maret 2012, 7:35 pm
    • maap mas maskam u gabung di fb bagaimana maklum gak familiar dng fb

      sekedar usulan yang sudah jadi DIS Fans bisa kampanye ide2nya pada orang sekitar,
      keluarga, sahabat dan rekan kantor. Jadi kalo ada fans 100 bisa gaet 2 orang maka sudah ada 300 orang
      model MLM gitu

      Termasuk yang mo pesen kaos kan bisa sekalian promosi juga
      yang suami belikan isterinya
      yang isteri belikan suaminya
      yang anak belikan bapaknya
      yang bapak belikan anaknya
      yang eyang belikan cucunya
      yang cucu belikan eyangnya

      Posted by Nur Muhis | 13 Maret 2012, 9:04 am
  3. mantap

    Posted by masji | 11 Maret 2012, 9:54 pm
  4. Setuju pak! setidaknya mengurangi pemborosan BBM, namun PLN juga perlu meningkatkan ke pelosok desa, karena terkadang mati lampu hingga 2 – 3 hari :(

    Posted by ndundupan | 11 Maret 2012, 9:56 pm
  5. inspiratif … bersama kita bisa

    Posted by hendito | 11 Maret 2012, 9:59 pm
  6. Kita buktikan disetiap kesulitan selalu diberi jalan kemudahan. Makacciiiihhh pa DI atas apolio pencerahannya yg datang lebih awal

    Posted by budi shohibuddin | 11 Maret 2012, 10:05 pm
  7. Ini baru langkah real seorang listrikiskan sejati. Saat didengungkan konversi bbm ke gas. Bpk kita satu ini udh follow trend global (mobil-motor listrik). Artinya biar hulunya saja yg konsumsi bbm (meski pembangkit mulai di rubah ke batubara),jd di hulu ga perlu ikut2 rebutan bahan bakar. Efeknya sangat luar biasa, tidak ada lg tetangga bengkel yg nguring2 gara2 motor bising, tdk ada lg pake motor kyk ninja (maskeran), tdk ada lg telat kantor krna antri dlu di SPBU. Dukung dunia akhirat (ikhtiar dan doa) utk program Dahlanlistriskan’nya. Greats amazing passion (lbh dr sekedar job). ((y)ˆ⌣’)(y)

    Posted by subhe | 11 Maret 2012, 10:06 pm
  8. Oke Pak, Pak Dis yang gebrak… masyarakat yang dukung… sekalian juga dukung PLN kurangi konsumsi BBM agar TDL tidak ikut-ikutan naik ya Pak…??!!!

    Posted by Erwin | 11 Maret 2012, 10:07 pm
  9. tulisan yang ini, jujur aja, nggak seperti biasanya. diriku pribadi merasa seperti ada nada kepanikan.
    di negara mana yang sudah sukses mengkonversi mesin kendaraan berbasis BBM menjadi listrik? apakah skala industrinya terpenuhi? benchmarknya di mana?

    solusi yang lebih pas buatku adalah mass rapid transit. bila MRT ujung ke ujung jakarta dan kota besar lainnya tersedia, berapa banyak BBM yang dapat dihemat? dan bila MRT betul-betul sudah tersedia, hanya yang kelebihan duit dan tak sudi berdesakan di jam sibuk saja yang pakai kendaraan pribadi. soal BBM mahal tanpa subsidi sama sekali, itu urusan dia. lihat new york, london, tokyo, singapore, berdesakan dalam MRT di jam sibuk adalah rutinitas yang layak dijalani.

    Posted by rizalean | 11 Maret 2012, 10:30 pm
    • MRT tetap solusi terbaik tranportasi di lingkungan perkotaan. Bersih cepat dan kapasitas angkut besar. Pembangunannya juga lama dan mahal tapi tetap harus dijalankan . Sementara mobil listrik lebih sederhana dan murah dibangun untuk transisi ke MRT dan untuk non kota besar. Dua duanya berjalan seiring . Trims bung Rizal untuk tetap memperhatikan MRT.

      Posted by Hari P | 12 Maret 2012, 7:00 am
      • iya, saya juga lebih setuju kalo transportasi masalnya di benerin dulu, berapa ribu angkot, metro mini, bus yang bs dihemat bbmnya apabila semuanya di alihkan ke train & mrt listrik. Sekaligus kemacetan bs dikurangin …. Kalo transportasi masal bagus, nyaman, murah, aman. saya yakin, masyarakat akan meninggalkan motor dan mobinyal di stasiun. Bs dibayangkan berapa banyak bbm jg yang bisa di hemat ….

        Posted by fifi | 12 Maret 2012, 11:22 am
    • Silahkan kirim respon anda ke dahlanlistrikiskan@gmail.com pak.
      Sapa tau gagasan anda bisa jadi kenyataan di tangan pak Dahlan

      Posted by dudut | 12 Maret 2012, 9:03 am
    • MRT mungkin hanya cocok diterapkan di jakarta, kalau diluar jakarta..orang (klas menengah bawah )cenderung pilih sepeda motor , masalahnya dari rumah menuju ke halte MRT mau naik apa?dari halte MRT ke parkiran kantor mau naik apa? itulah pertimbangannya ..saya kira jutaan orang /pekerja akan berpikir begitu

      Posted by riful | 12 Maret 2012, 9:14 am
      • Mas Riful..

        Percaya deh.. orang jepang rela jalan kaki s/d lebih dr 1km hanya untuk ke stasiun bis/kereta, jadi lebih sehat. sedangkan orang indonesia sekarang sangat manja. banyak diantara kita yg terkena obesitas karena jarang bergerak karena sedikit2 naik ojek atau angkot.

        Posted by Wahyu Prinandang | 13 Maret 2012, 3:21 pm
      • Satu sisi pendapat mas riful ada benarnya tetapi pendapat mas Wahyu prinandang juga tidak salah….mungkin tinggal dicari win2 solutionnya saja….Tetapi semua pendapat Mas2 bagus tuh…

        Posted by Ardian | 15 Maret 2012, 4:37 pm
    • Mngkn anda bisa lihat dari sudut pandang ini :

      1. BBM adalah produk yg terkait dgn Uang buanyaak, korporasi2 besar, juga negara-negara ingin “memainkan” ini

      2. Kepentingan untuk melindungi industri otomotif, kepentingan negara, strategi politik, dll yg terkait dengan BBM menjadi salah-satu akar dari masalah transportasi ini, sehingga “membuat transportasi tersandera” dan bermasalah.

      3. Apabila warga NY, tokyo, Singgapore, berdesakan dlm MRT itu adalah bukti bahwa Transportasi di dunia ini bermasalah.

      5. Saya setuju MRT jg merupakan solusi, tetapi itu saja tidak cukup, banyak sekali faktor yg harus diselesaikan.

      6. Paling tidak ketika kita mengkonversi Kendaraan BBM ke Listrik, satu persatu lingkaran chainnya kemudian akan diselesaikan. Misal kemudian kita kemuidan mikir solusi dapet listrik dari mana yg aman, kita tdk tergantung dgn industri otomotif luar, dst … dst … dst … ini kmudian akan terkait banyak hal, SDM, Ketahanan Negara, Inventasi, Lingkungan … dll .. dll ….

      7. Solusi Kendaraan listrik ini sangat cerdas, smoga Pak Dis di berikan kekuatan untuk menjadi kapten perubahan indonesia, take care pak Dis … ada bnyk pihak yg “tdk menyukai” langkah anda ini … saya akan mendukung anda …

      Posted by mazadi | 12 Maret 2012, 10:37 am
      • Pak DIS bukan tipe orang yang meminta pendapat mayoritas, seorang type pembaharu memang kadang harus bermula dari sendiri… asal menurutnya benar dan realistik.!!!.. Mobil/motor listrik…..Mengapa nggak???!!!..justru menurut saya sangat realisytis dan terjangkau tehnolobinya… saya haqqul yakin ilmu manusia sudah menjangkau itu…. hambatannya adalah adanya restriksi dari pihak2 yg sudah menguasiai jaringan bisnis dari industri mobil/motor BBM dan dst…dst..(kelompok pro ststus quo)…memang eksesnya akan luar biasa… skalanya bisa mnjadi REVOLUSI INDUSTRI…Rev.ekonomi…Rev.sos-pol- bud-hankam…dst….dst….. TETAPI Pak DIS melawan itu semua.(bukan tidak tau)…. Demi kemaslahatan Seluruh umat manusia… bukan hanya indonesia.. apalagi segelintir pemilik modal dan negara kaya(industri/sumberBBM)….Pak DIS menantang kita manusia indonesia khususnya untuk punya HOPE….mengatasi masalah yang ‘betul2′ tanpa masalah……oleh karena apa….? INDONESIA PUNYA ITU SEMUA…

        Posted by bandung bondowoso | 13 Maret 2012, 8:31 am
      • 1. Bukankah Indonesia terancam kekurangan Listrik ?
        2. Kendaraan Listrik hanya mengatasi masalah BBM tapi tidak akan mengatasi masalah transportasi, Sedangkan MRT adalah solusi BBM & Transportasi.

        Posted by Awan | 14 Maret 2012, 12:24 pm
        • kalau saya rasa sih solusi mobil listrik ini lebih santer didengungkan oleh pak dahlan karena lebih bisa dikembangkan oleh bumn.sedangkan mrt kan lebih ke menteri perhubungan.

          Posted by rhee | 8 April 2012, 9:16 pm
          • Mobil/motor disini yang dibangun perusahaannya. Otomatis tidak ada hubungannya dengan kemenhub! Pak Dahlan mau bikin perusahaan mobil/motor yang nantinya jadi milik BUMN dan partnernya. Kalo tidak sekarang, Indonesia tidak akan punya pabrik otomotif yg ide, bahan baku, perencanaannya dll 100% dari anak2 bangsa. Apa kita mau pakai mobil/motor listrik yg pabriknya milik asing terus seperti selama ini???

            Posted by saluqa | 16 Juni 2012, 5:55 am
    • SEPAKAT, ga seperti bisanya……
      sepertinya pak dahlan mau enaknya aja, kalo nanti running to RI 1

      Posted by hal-hal | 12 Maret 2012, 11:32 am
    • Yang menyebabkan kemacetan adalah mobil2 pribadi. Mengapa byk mobil pribadi pdhal busway sudah merupakan kendaraan masal? Krn naek busway harus berdiri sempit2an. Mana mau orang kaya beralih ke busway? Saya pribadi punya impian beli mobil krn busway tidak nyaman. Jika MRT harus berdiri. Setiap orang pasti pilih mobil pribadi. Bagaimana mengurangi pembelian mobil pribadi? Tingkatkan pajak mobil pribadi, negara maju pajak mobil sgt tinggi. Tapi astra pasti menolak usul ini & memberi uang pd pejabat spy usul ini ditolak. Mobil listrik akan jadi solusi, minimal jika tidak mengurangi kemacetan setidaknya menghemat bbm.

      Posted by david | 12 Maret 2012, 1:02 pm
      • Sebenarnya pajak kendaraan pribadi di negara maju (paling tidak USA yang saya tahu) tidak tinggi2 sekali, malah cenderung lebih murah dari di Indonesia. Tapi disini orang cenderung lebih senang naik MRT karena bisa diandalkan (tepat waktu, bersih dlsb) dan jumlahnya mencukupi. Juga disini nggak ada Jocky (paling tidak nggak demostratif) kayak di Jkt di daerah 3 in 1.

        Posted by sclab | 13 Maret 2012, 6:39 am
    • stepstone, u/ transportasi lebih baik, sudah dilakukan dgn langkah pertama: PT.KAI – DAMRI – PPD
      sebelum MRT,(entah itu subway,monorel, dll) dilanjutkan, kerancuan system sudah dibidik Pak Mentri ini, dgn melakukan hal diatas. Jadi,semua butuh waktu. Apalagi mr.Dis belum 1th menjabat, tapi kita bisa andalkan beliau.

      salam

      Posted by wawan | 13 Maret 2012, 7:23 am
    • Betul MRT bisa menjadi salah satu solusi… tapi solusi konkrit seperti apa model MRT itu? busway? subway? monorail? atau apa?

      Trus bagaimana model pengembangannya di Indonesia? beberkan disini… jangan cuma teriak bikin MRT…. tapi ga ada solusi konkrit dan seperti apa implementasinya…

      ngomong gampang… eksekusinya yang sulit…

      Posted by dulgenuk | 13 Maret 2012, 8:00 am
    • Bukannya malah bagus ya gak ada negara yang dijadiin benchmark, kita jadi bisa bebas berinovasi dan gak ada yang bakalan banyak protes sambil teriak-teriak kayak kasus Busway misalnya, ” Kok Busway di Jakarta gak sebagus di Bogota ya….” dan lain lain.

      Kalau belum ada negara yang sukses sebelumnya dalam konversi mesin otomotif berbasis BBM menjadi listrik, kenapa kita nggak coba proyek pak DIS dan kenapa kita nggak jadi yang pertama buat sukses? Sekali-sekali kita dong yang harus jadi benchmark, jangan negara lain mulu,

      Kalo misalnya gak berhasil, at least we tried and we had taken a leap of faith, and not became an old man, filled with regret, waiting to die alone…….

      Posted by Balaputradewa | 20 Maret 2012, 9:58 am
  10. akhirnya bisa comment di baris awal,.
    alamat emailnya buatan pk Dahlan yah,.
    kalo yang pengen dukung ajah, gk punya konsep and gk punya prototype bisa ikutan nimbrung juga kan????

    Posted by adi sastra | 11 Maret 2012, 10:33 pm
  11. pak Dahlan, salah 1 murid les privat saya ayahnya adalah dosen di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)… beliau sangat intens meneliti ttg mobil listrik, sdh lebih dari 2 tahun berjuang utk mendapatkan hak paten dan sampai detik ini belum ada tanda-tanda akan beres… padahal, semua universitas teknologi dan industri otomotif besar di Jepang siap ‘membeli’ beliau kapan pun dgn harga berapa pun, termasuk memberikan gelar doktor (saat ini beliau masih S2 yg sedang menyelesaikan disertasi)… namun beliau adalah seorang nasionalis yg idealis, bela-belain mempatenkan di Indonesia dan tak mau menjual teknologinya ke Jepang… mohon pak Dahlan bersinergi juga dgn direktorat jenderal HAKI di Kemenkumham… saya sendiri adalah lulusan Fisika Instrumentasi ITS, saat ini mengajar Fisika dan Matematika di tingkat SD dan SMP… saya siap membantu proyek mobil-motor listrik nasional ini, minimal dgn memberikan wawasan kpd murid-murid saya di kelas…

    Posted by Novrian Eka Sandhi | 11 Maret 2012, 10:38 pm
    • Wah bagus info ini diteruskan ke beliau, tidak ada yang kebetulan.

      sayembara ini udah kuteruskan juga ke temen-temen di belanda.
      di holland mobil listrik udah di uji coba sejak tahun lalu. saat ini di kota amsterdam ada 300 mobil listrik yg disewakan didalam kota (lihat link-gbr).

      sy lihat kedepan memang akan massal pindah ke mobil lsitrik semua. namun s.d negeri maju juga pengebor minyak, mereka berhati-hati (pelan-pelan) untuk pindah ke listrik. kalau gak harga minyak bisa ambruk.

      http://www.elektrischeauto.nl/

      Posted by syafiihkamil | 12 Maret 2012, 12:07 am
    • Pak Novrian, klo dah ada temen yg punya kemampuan dan tertarik buat konsep atau prototypenya ya udah cepetan kirim langsung ke e-mail Cak DI yg di bold merah di akhir tulisannya.

      Posted by erust | 12 Maret 2012, 12:10 am
    • Pak Novrian..ini, langsung ke email Pak DI aja pak..segera Pak !!..he…he….

      Posted by nutami | 12 Maret 2012, 4:29 am
    • Kalo dibeli sama luar, …. ada 2 kemungkinan :
      1. Kita akhirnya jadi konsumen lagi, gak dapet apa-apa, dan dalam keadaan payah
      2. Teknologi itu akan dikeluarkan nanti, ketika waktunya bagus menurut mereka ….. dan kita dlm keadaan payah

      Ayooo pak Novrian …… dikirim rancangannya, …. dipublikasikan juga, agar kita-kita tambah semangat … :)

      Posted by mazadi | 12 Maret 2012, 10:46 am
    • Langsung dilaporkan saja Pak ke Pak Dahlan…
      Kita harus lindungi orang-orang cerdas seperti ini, supaya tidak menjual ke luar negeri…
      kalo ndak, kapan Indonesia bisa ?

      Posted by reseofany | 14 Maret 2012, 10:32 am
    • Jumat (23/03), usai mengajar privat, saya kembali bincang dgn beliau, sebut saja pak EP… penuturan beliau, pak Dahlan Iskan sdh memerintahkan PT INKA utk membuka komunikasi dgn pak EP… benar PT INKA sdh telepon pak EP… tapi bahasa yg digunakan adalah: “mohon pak EP mengirimkan surat permohonan ke PT INKA utk mengembangkan proyek mobil listrik.”

      cobalah dirasa-rasa, apa gak kurang ajar PT INKA itu??? ciri khasnya mental pejabat feodal masih dipelihara… maunya pak Dahlan kan pihak PT INKA secara proaktif mengundang pak EP, yg memang di dunia riset electric vehicle sangat diakui kepakarannya… ini malah menyuruh pak EP bikin permohonan, seolah-olah pak EP yg butuh… :D

      pak EP juga sambat, disertasi doktornya dihambat-hambat oleh jurusan Teknik Elektro tempat dia kuliah, yg sayangnya almamater saya juga sih… padahal, publikasi beliau di jurnal ilmiah elektro dalam dan luar negeri jauh lebih banyak daripada dosen pembimbingnya sendiri… dgn agak emosi pak EP bilang, kalo Dahlan Iskan mau bereskan urusan gelar doktornya pak EP, dia mau bantu kasih konsep mobil listrik

      dpt bocoran sedikit dari anaknya, dia bilang pak EP sukses membuat terobosan penyimpanan listrik dlm bentuk arus bolak-balik (AC)…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 24 Maret 2012, 5:30 pm
    • kalo ada yg penasaran, siapa pak EP? ini saya kasih link salah 1 terbitan karyanya:

      http://docs.rapidlibrary.com/document.php?file=33170&desc=01+Era+Purwanto+PENGEMBANGAN+INVERTER+FUZZY+.pdf

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 24 Maret 2012, 5:33 pm
  12. wah buka sayembara :D.. jdi inget sarasehan anak negeri..
    saat kwek kian gie atau fuad bawazier menggugat keras, pdahal dah dikasih kesempatan berkuasa dan merubah, eh ternyata gak bisa ngapa2in…
    saat kurtubi atau ichanudin noorsy eksis, bersabda dgn bahasa dewa yg itu2 tiap taun, pdhal ykinlah klo dikasih kesempatan melempem jga sperti tren kritikus/aktifis klo dah duduk di kursi

    ini salah satu jawaban khas pak dis..cari hal2 kreatif yg out d box, gak ikut arus bising yg seakan2 cuma 2 pilihan pro vs kontra.. sehingga sekali merangkuh dayung 2 3 pulau terlampaui.. membangun industri mobil nasional.. dan mengurangi ketergantungan bbm..
    tentu gak cuma ini.. transportasi massal harus dibangun, diversifikasi energi hrus jalan

    come on.. dari segu suplai ..bbm barang langka, mahal, produksinya terbatas, kta dah net importir.. sementara dari sisi konsumsi.. penduduk tumbuh, ekonomi tumbuh, tiap taun jutaan mobil atau motor msuk jalan, yg semuanya makan bbm.. jdi bgaimanapun konsumsi gak akan kekejar.. tren bbm naik, sementara kita asik2 bakar habis smua subsidi ratusan triliun karena terbiasa dgn bbm murah.. gak bisakah subsidi dialihkan ke sektor produktif yg punya efek jangka panjang.

    Posted by Aris | 11 Maret 2012, 10:40 pm
    • masalah BBM itu sdh kronis dari hulu ke hilir yg penyelesaiannya butuh kekuasaan politik dan kepemimpinan yg benar-benar kuat dan teguh, seperti Hugo Chavez yg menasionalisasi perusahaan minyak asing… Kwik Kian Gie, Fuad Bawazier, Kurtubi, Ichsanuddin Noorsy, dan pakar-pakar yg lain bergerak di wilayah politik itu, aku tak bisa bilang mereka sepenuhnya gagal… tapi memang sebatas itulah daya-upaya mereka yg hanya berdiri sendiri, tak didukung partai politik kuat dan kekuasaan besar yg membela rakyat… beda dgn Dahlan Iskan, bapak kita yg 1 ini sangat menghindari arus politik, karenanya beliau bergerak dlm tataran praktis-aplikatif sebatas cakupan kewenangan beliau… kita hrs berjuang di semua lini dgn saling menguatkan dan mendukung… ttg BBM, jika memang hrs naik maka naik sajalah, jika memang hrs mahal maka mahal sajalah… naik dan mahal itu akan direlakan jika rakyat paham betul negara ini sdh benar-benar berdaulat dlm mengelola sumber daya energi strategis yg menjadi kekayaan bangsanya, yg nyatanya hingga hari ini kita adalah pengemis energi di negeri sendiri…

      Posted by Novrian Eka Sandhi | 11 Maret 2012, 10:58 pm
  13. Problemnya bukan di BBM…
    Tapi di transportasi untuk rakyat….
    Rakyat would careless about bbm if they have a decent transportation

    Posted by zhar aditya | 11 Maret 2012, 10:41 pm
    • setuju.. pemborosan bbm cuma hsil samping aza.. transportasi massal lah problem sebenarnya..
      pindahin lah subsidi ke transportasi massa (monorel kek, busway bertingkat/gandeng kek).. biar murah, nyaman, tepat waktu, ekselen layanannya

      200 triliun buat bakar2an koq bisa dan rela, tiap taun lagi.. eh bikin monorel (misal) 5 triliun yg bisa awet puluhan taun,koq gak bisa… pdahal klo subsidi bbm setaun dialihkan aza setengahnya bisa smua kota besar tuh punya monorel, bbm yg bisa direduksi jga banyak klo rakyat kemudian beralih….

      Posted by Deni | 11 Maret 2012, 11:01 pm
      • MRT mungkin hanya cocok diterapkan di jakarta, kalau diluar jakarta..orang (klas menengah bawah )cenderung pilih sepeda motor , masalahnya dari rumah menuju ke halte MRT mau naik apa?dari halte MRT ke parkiran kantor mau naik apa? itulah pertimbangannya ..saya kira jutaan orang /pekerja akan berpikir begitu

        Posted by riful | 12 Maret 2012, 9:21 am
    • bbm jg problem mbak….emg transportasi untuk rakyat g pk bbm.klw bbm naik.ongkos y psti naik…..

      Posted by bahtiar umar | 11 Maret 2012, 11:07 pm
      • Idenya bisa dibilang sangat jitu.
        Jujur, banyak pengendara kendaraan pribadi di jakarta sebenarnya terpaksa menggunakan kendaraan pribadi.
        Karena sistim transportasi massalnya tidak memadai.

        Coba lihat mantan gubernur pencetus busway beserta keluarganya, apa pernah mereka naik busway?

        Kalau sistim transportasi massal aman, nyaman, mudah, menyenangkan pasti pemakaian kendaraan pribadi berkurang. Dengan sendirinya konsumsi BBM berkurang. Artinya subsidi BBM juga berkurang.

        Saya punya teman di Hong Kong. Dia punya Ferrari, Nissan GT-R, dan BMW M3. Tapi sehari-hari ke kantor, hangout ke cafe, clubbing ke club dia naik transportasi umum tuh. Mobil hanya dipakai umtuk ngebut, untuk dinikmati. Bukan sebagai alat transportasi.

        Posted by M. Erick Antariksa | 12 Maret 2012, 2:35 am
    • Mass Rapid Transit juga diupayakan
      Mobil listrik juga jalan….
      Sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui….

      Buat pesawat (saat Pak Habibie) aja bisa
      Mosok buat mobil listrik gak bisa????

      Indonesia pasti bisa dong !!

      Posted by nutami | 12 Maret 2012, 4:34 am
  14. mantaaap…satu lg gagasan visioner dr pak DIS…kita bangsa yg cerdas, sumber daya alam melimpah, sdh saatnya kita mampu membuat lompatan kemajuan secara eksponensial…tdk sbg bangsa ‘follower’ tp bs jd ‘benchmark’ teknologi kendaraan listrik di dunia..maju terus pak DIS, pantang mundur!!

    Posted by abuyaisnain | 11 Maret 2012, 11:00 pm
  15. Galau ya Pak , melihat banyak energi terbuang cuma cuma ? Galau ya Pak , melihat Pemerintah dan Warga RI berheboh ria berebut benar ? Galau ya Pak, melihat kedua pihak tidak sedikitpun berintropeksi dan membenahi. Galau ya Pak, kalau melihat orang orang pintar berargumen tanpa kesantunan ? Galau ya Pak, melihat orang kaya yang ketakutan ( karena kehilangan bantuan dari negara ) dengan mengatasnamakan rakyat kecil. Galau ya Pak melihat bantuan untuk yang berhak direbut oleh orang orang yang tidak berhak.
    Yth Pak DI anda gak usah ikut panik, galau, resah, karena tidak semua masalah bisa anda pecahkan, sebab harus kita sadari bahwa kita hanyalah MANUSIA dengan segala keTERBATASANNYA.
    Andaipun BBM jadi NAIK saya akan pergunakan OBAT PENGIRIT BBM untuk mobil saya, dan tolong sampaikan pada Pemimpin jenengan agar juga menggunakan OBAT PENGIRIT APBN untuk NKRI.
    Untuk tulisan hari ini merupakan HOPE tanpa pangkal dan ujung, HOPE kepanikan dan HOPE ketakutan.
    Untuk itu mari BERDOA …….

    Posted by Jeng Sri | 11 Maret 2012, 11:13 pm
    • itulah contoh anak bangsa yg memikirkan nasib negara yg di cintainya.galau krn melihat rakyat kecil menderita.galau karena klw bbm naik,mk masyarakat bawahlah yg makin sengsara.galau krn melihat orang miskin tdk mampu untuk membeli OBAT PENGIRIT BBM…..

      Posted by bintang | 12 Maret 2012, 12:10 am
      • Yth, Mas Bintang OBAT PENGIRIT BBM yang ini gak usah beli dan dijamin GRATIS TIS TIS, hanya dengan modal mengurangi PAMER dan rasa GENGSI, dengan cara KENDARAAN BERMOTOR hanya dipergunakan seperlunya.
        Sedangkan dari Pak DIS dan Pemimpin negeri ini serta rekan2 nya yang berkuasa mengatur Negeri ini menghemat APBN dengan cara perbanyak BELANJA INFRASTRUKTUR dg mengurangi BELANJA PEGAWAI.. ( yang ini untuk rekan2 Pak DIS ) Jadi maksud tulisan saya itu adalah meski SUBSIDI berkurang, harga bbm naik tapi yang merasa sakit bukan Rakyat saja. Demikian mas Bintang terima kasih coment anda Salam.

        Posted by Jeng Sri | 12 Maret 2012, 10:32 am
    • Yg ga galau ngeliat derita masyarakat yg cuma bisa diskusi ama debat aja, ga ada solusi. Dr galau kita tergugah buat selesaikan masalah. Inilah galau yg bener.
      Perlu kita cerna kita smua adl manusia,adakah makhluk yg lbh cerdas dr itu?Yg mmbedakan manusia biasa masyarakat dg pejabat adl Pak Dis punya wewenang,punya amanah yg ga bs dijalani dg “biasa2″ aja. Mari kita ber(+)thinking dan berkarya utk yg lbh baik..

      Posted by subhe | 12 Maret 2012, 6:40 am
  16. keren jga kalau pemimpin mengajak rakyat berembug cari solusi.. bikin sayembara buat ide2 terbaik, n siap mengerahkan resource buat mewujudkan, meski tentu gak harus berhadiah avanza

    yg bisanya cuma demo bakal mikir klo ditantang berkarya

    Posted by Matthew | 11 Maret 2012, 11:18 pm
    • Bener bang matthew.
      Drpd demo ga jelas mending buat mikir bgmn caranya membantu pak dahlan.
      Demo klo bikin macet jalan khan bikin boros bbm, ekonomi jdi ikut2an macet.
      Lagian demo jga ga bakal digubris ma pemerintah yg sibuk buat 2014 (kecuali pak DIS yg bener2 mikirin rakyat. Oleh karena itu mari ide2 yg ada kita salurkan ke emailnya pak DIS. biar di cari solusinya…
      MRT merupakan salah satu solusi yg bagus…setuju.

      Posted by hendro | 13 Maret 2012, 5:41 am
  17. Bener bener out of the box, tapi inti masalah pemborosan bbm yang salah satunya penyebabnya terutama karena gagalnya pemerintah menyediakan, mengatur alat transportasi umum yang aman, nyaman, sehingga masyarakat akhirnya memilih memakai kendaraan pribadi yang berujung maceet..Jadi sudah saatnya pemerintah berani mengambil kebijakan yang radikal dan berani untuk merubah itu, perlu adanya 1 komando yang tegas dan konsisten dari presiden karena banyak dept yang berkaitan. Disini keliatan betapa jenius dan geregetannnya Pak Dis melihat hal yang terus berulang dan yang selalu menjadi korban adalah masyarakat. Moga moga nggak dimusuhin sama yang punya ATPM..;)

    Posted by jokotingkir | 11 Maret 2012, 11:20 pm
    • SETUJU !!!
      Di Bogota, kota tempat penemuan sistim transportasi Busway saat ini tengah dilanda kerusuhan massal. Halte-halte dan bus busway banyak yang dibakar. Warga Bogota marah kepada pemerintahnya karena gagal menyediakan sistim transportasi yang layak.
      Artinya, kita harus menemukan terobosan lebih jitu dari sekedar Busway yang telah terbukti gagal, setidaknya di kampung halamannya sendiri.
      Mudah2an, penggabungan Damri, PPD, dan PT KA dapat menjadi titik tolak pemberesan sistim transportasi yang Mudah, Aman, Nyaman, dan Murah. Aamiin

      Posted by M. Erick Antariksa | 12 Maret 2012, 12:11 am
      • Setuju Pak Erik, yang penting bisa memberikan solusi yang jitu bukan cuma menyalahkan. Salam MH…

        Posted by jokotingkir | 12 Maret 2012, 8:06 am
      • MRT mungkin hanya cocok diterapkan di jakarta, kalau diluar jakarta..orang (klas menengah bawah )cenderung pilih sepeda motor , masalahnya dari rumah menuju ke halte MRT mau naik apa?dari halte MRT ke parkiran kantor mau naik apa? itulah pertimbangannya ..saya kira jutaan orang /pekerja akan berpikir begitu

        saya usul kalau bikin jalur busway , jangan ambil jalur jalan yang sudah ada ..tapi bikin jalur baru sendiri..ini khan departemen perhubungan mau enaknya sendiri…mending bikin kusus jalur sepeda motor

        Posted by riful | 12 Maret 2012, 9:27 am
  18. Ayo temen-temen … ayo kaum muda … tunjukkan kebisaanmu …
    bukankah sudah banyak yang dipublikasikan ..
    maju saja ….. dari yang konsep kecil, konsep sedikit ….. kalau kumpul ….. insya allah akan menjadi besar…. menjadi banyak dan menjadi konsep yang matang …..
    Kita semua yakin… kita semua tahu …. kita semua percaya …. gagasan ini luhur …. gagasan ini bukan tendensius.
    Semaga Tuhan Yang Maha Kuasa dapat meridloi gagasan ini …. semoga penggagasnya diberikan hidayah untuk senantiasa Istiqomah …. Amiin.

    Posted by zaenal arifin | 11 Maret 2012, 11:33 pm
  19. Semoga berhasil pak. Sy hanya bisa membantu dengan doa

    Posted by ikhwannurahmad | 11 Maret 2012, 11:35 pm
  20. Rupanya harus begadang malam2 agar tak ketinggalan berita…. sudah 2 minggu ini postingan selalu terbit minggu malam. tetap semangat !!!

    Posted by aburachman | 11 Maret 2012, 11:35 pm
  21. Sudah ada namanya.. GUNDALA… Siputra petir.. :-)

    Posted by Khoiri | 11 Maret 2012, 11:46 pm
  22. memang sdah saatnya ketergantungan kita pada bbm kita tiggalkan.ayo kita dukung gerakan kendaraan berbahan bakar listrik.untk Indonesia jaya…..

    Posted by tio | 12 Maret 2012, 12:00 am
  23. ini hanya cara Pak Dis mengajak berpikir ke kita semua, ada problem ada solusi, usulan hal BBM dengan kaitan mobil-motor listrik, dari pada abstrak/ilusi, mengajak para teknokrat, yg berpikir realistis-konkret-logika bukan politis
    apakah dg BBM naik Listrik juga naik, ini linier ya pak, mungkin sebelum bicara motor-mobil listrik bagaimana bila Listrik nol BBM, pakai energi terbarukan 50%, sisanya gas, mungkin TDL Listrik bisa turun 50% juga,
    Transportasi mau pakai Listrik, gas, maka akan menurunkan biaya tarif 50%, akibatnya harga kebutuhan pokok yg 30% biaya transportasi bisa ditekan
    Rakyat yg 500 watt gratis, mau beralih yg 2000 watt utk home industri karena tarif TDL turun 50%, maka beralih menjadi kelas menengah, dan yang menengah ke kelas berkemampuan/pengusaha yg mampu meningkatkan roda ekonomi kita dengan demikian energi kita sekarang diarahkan mencari solusi, yg mampu ayo berkumpul sesuai tanggal dan tempat yg sudah diatur, sampaikan blue print, nanti cepat lambat akan ketemu solusinya juga, jangan menyerah, manusia Indonesia sudah terbukti otaknya encer-cerdas-kita doakan para pioner-inovator-perintis akan muncul saat krisis BBM saat ini

    Posted by edi | 12 Maret 2012, 12:18 am
  24. Di Tiongkok nun jauh disana……… lagi mengembangkan bus ngangkang dengan menggunakan energi kombinasi tenaga surya dan listrik dengan biaya US$74,5Juta / 40KM ini link nya:

    http://www.huffingtonpost.com/2010/08/02/3d-express-coach-pictures_n_667452.html

    Sepertinya Industri perkeretaan bisa mengembangkan Kereta Listrik ngangkang dengan bikin railway di atas jalur busway ( jadi ngangkangin BUSWAY…..sopan nggak ya…!!! ) . kalau mentok ya….NOWAY tapi masih bisa KERJA…..KERJA……KERJA

    Posted by Dudy | 12 Maret 2012, 12:26 am
  25. Di Indonesia bila konsumsi BBM naik 10 % maka ekonomi tumbuh 1 %. Sebaliknya di Jepang bila konsumsi BBM naik 1% maka ekonomi bisa tumbuh 10 %. Itulah Indonesia ….! . Lumayan dari pada PSSI 10-0. Indonesia boros energi…. ! Selain boros BBM kita juga boros beras, boros listrik, boros kertas, boros air dan boros2 lainnya. Air hujan yang tawar terbuang percuma ke laut, sementara pada musim kemarau kita kekeringan. Energi matahari yang melimpah sepanjang tahun terbuang percuma tidak bisa kita manfaatkan. Cuma untuk menjemur gabah dan baju. Ayo siapa yang bisa menemukan teknologi murah untuk memanfaatkan energi matahari. Ada UI, ada ITB, ada ITS, ada UGM ada Unibraw dll. Pemerintah harus mendongkrak (anggaran) penelitian. Pemuda kita banyak yang cerdas. Ayo bangun jangan mabuk saja. Sistem transportasi masal amat jelek dan kesadaran masyarakat untuk berhemat energi juga sangat rendah. BBM tidak untuk kegiatan produktif. Banyak yang menggunakannya untuk main-main dan hura-hura. Kita dimanjakan dan dininabobokan. “Jaman biyen sikil dinggo mlaku tanpa sepatu. Jaman saiki sikil dinggoni sepatu ning ra tau mlaku”. Dahulu kaki untuk berjalan meski tanpa sepatu. Sekarang meskipun kaki bersepatu tetapi tidak pernah berjalan. Naik motor terus. Kemana….kemana…..Kemana. Ayo jangan malu berangkat kerja jalan kaki atau naik sepeda onthel.

    Posted by SUKAMTO | 12 Maret 2012, 12:33 am
    • Betul bung KITA otaknya udah di transformasi budaya konsumerisme oleh kaum KAPITAL dengan berbagai fasilitas hasil kemajuan IT namun karena budaya disiplin rendah……maunya enaknya doang akhirnya Malas,Mari kita sebarkan semangat MH pak DI Kerja..Kerja..dan Kerja sesuai dengan profesi masing_2,,,,

      Posted by Anar | 12 Maret 2012, 7:41 am
  26. Saya sudah kirim respon ke alamat email tsb Pak.
    Semoga sukses sampai ke tanggal 20 Mei nanti dan seterusnya.

    Posted by qyulacleph | 12 Maret 2012, 12:41 am
  27. dijemput:konverter petir.baterai ageng selo penangkap petir.

    Posted by andri | 12 Maret 2012, 1:12 am
  28. lampu-lampu jalan tol juga mau diubah menggunakan energi tenaga surya,, kalo ga mau yang bersangkutan akan dicopot saja ama pak DI,,hhe

    http://economy.okezone.com/read/2012/03/11/320/590905/dahlan-kalau-tidak-mau-saya-copot-direkturnya

    *semangat deh bwt bapak-bapak yg dserahi amanah,, rakyat mendoakan slalu yg terbaik bwt bangsa ini kq :D

    Posted by Rifky | 12 Maret 2012, 1:44 am
  29. ide-ide bapak kalau di teruskan, maka indonesia bisa melebihi negara cina dalam bidang ekonomi dalam 10 tahun ke depan.

    Posted by yohan eko | 12 Maret 2012, 1:48 am
  30. Saya mau mencoba realistis tentang ide mobil listrik ini.
    Kebetulan saya adalah seorang car freak. Sepanjang pengetahuan saya (yang sangat minim dan terbatas), mobil listrik tidak begitu memberikan keuntungan finansial yang signifikan kepada penggunanya. Keunggulan mobil listrik lebih kepada lingkungan hidup. Lagipula, kalau tujuannya menghemat BBM, mobil listrik bahan bakanya kan listrik PLN, nah listrik PLN kan bahan bakarnya batubara, bukannya batubara kita lebih sedikit depositnya dibanding minyak? (CMIIW)

    Kalau tidak salah Pemda DKI sudah memiliki sebuah mobil SMART versi listrik keluaran Mercedes Benz, tapi jarang dipakai karena besar sekali pemakaian daya listriknya.

    Perusahaan mobil listrik terbesar dunia menurut saya adalah Tesla. Mereka memproduksi sport car mewah. Pembeli Tesla sangat terbatas kalangannya, hanya para orang kaya yang fanatik terhadap lingkungan hidup.

    Toyota Prius yang memiliki sistim hybrid (mengkombinasikan Bensin dan Listrik) di Jakarta masih mengkonsumsi bensin 1:15. tidak maksimalnya keiritan Prius karena pemakaian AC pendingin kabin mobil. Konsumsi bensin Prius di Jakarya tidak jauh beda dengan Vios dan Jazz.

    TATA India baru saja memperkenalkan Megapixel, sebuah mobil listrik. Memang Megapixel mendapat perhatian yang cukup besar. Tapi saya belum tahu apakah Megapixel akan diproduksi secara massal dalam waktu dekat.

    Kalau tidak ada tulisan MH 17 yang berisikan konsep, visi, misi pak Dahlan tentang mobil listrik, kok saya agak was-was yaa…

    Kritis itu juga bagian dari Dahlanisme kan??

    Posted by M. Erick Antariksa | 12 Maret 2012, 2:09 am
    • Saya bukan ahlinya namun sy curiga sbb:

      Dari judulnya cukup menarik: “saatnya putera petir (listrik) MELAWAN (bbm)”.

      sampai saat ini belum ada yang berani memproduksi mobil listrik secara massal. sy kira alasan utama adalah karena persediaan BBM masih cukup untuk puluhan tahun (?) kedepan. bisa dibayangkan kalau seandainya ada sebuah negara (perusahaan raksasa) yang berani produksi mobil listrik secara massal, maka pasar minyak akan jatuh. dan kita tahu bahwa minyak dunia dikuasai oleh perusahaan-perusahaan raksasa yang mempunyai pengaruh dimana-mana.

      sumber pembangkit listrik banyak cara. subsidi bbm yang jumlahnya ratusan trilyun bisa dialihkan untuk membangun pembangkit listrik (bisa juga dg tenaga nuklir).

      sy cuma membayangkan kota-kota besar spt jkt, sby, medan, semarang dll akan bebas polusi. jadi temen-temen gak usah pake masker lagi kalau naik motor..he..he…he…

      konklusi sy sementara: mengapa negara maju masih belum (greget) beralih ke listrik, karena mereka sbg pengebor2 (raksasa) minyak gemetar bila harga minyak jatuh.

      akankah pak dahlan iskan bener-bener berani melawan arus (monopoli) perusahaan raksasa minyak dunia?
      sy yakin bisa! Bismillah.

      Posted by syafiihkamil | 12 Maret 2012, 4:11 am
      • bayangkan berapa banyak orang di PHK karena tutup pabrik busi saja
        hiks

        Posted by trisnoadhy | 12 Maret 2012, 1:05 pm
      • Ki Ageng Selo dalam legenda jawa digambarkan sebagai orang yang bisa memegang petir. Ketika ada petir anak jawa era dulu teriak ” aku putune (cucunya) ki ageng Selo”. Inilah mimpi orang Jawa era dulu. Memegang maksudnya mengendalikan, menaklukkan dan bisa memanfaatkan. Meski sekarang petir sangat menakutkan saya percaya suatu saat akan lahir seorang ki Ageng Selo dalam arti sebenarnya. Bisa menangkap dan menyimpan energi listrik yang digengam petir. Pembangkit listrik tenaga petir (PLTP)…..! Ya telah diresmikan PLTP Ki Ageng Selo oleh presiden RI yang baru bpk DIS. Ha…ha… Kelihatannya mission impossible. Tiga abad lalu orang baratpun pasti tidak percaya ada orang bisa terbang. Padahal orang jawa sudah bisa terbang. Dialah Gatotkaca. Kenyataanya sekarang….? Bandara lebih ramai dari terminal bis atau stasiun KA. Itulah kekuatan mimpi. Mimpi adalah penunjuk jalan yang hebat. Selanjutnya wujudkan mimpi dengan KERJA….BELAJAR…..KERJA ….BELAJAR ….dan KERJA……. !

        Posted by SUKAMTO | 13 Maret 2012, 9:35 pm
    • Saya mau mencoba realistis tentang ide mobil listrik ini.
      Kebetulan saya adalah seorang car freak. Sepanjang pengetahuan saya (yang sangat minim dan terbatas), mobil listrik tidak begitu memberikan keuntungan finansial yang signifikan kepada penggunanya

      Komentar saya yg minim pengetahuan juga :

      Kalau kita punya industri otomotif kendaraaan listrik yg mandiri = :
      1. uang banyak bisa dihemat daripada membeli produk luar,
      2. punya paten mobil listrik, nggak perlu beli paten industri otomotif BBM
      3. bnyk SDM yg dapet kerjaan,
      4. Industri penunjangnya tumbuh,
      5. Industri listrik yg bisa diperbaharui tumbuh
      6. Pengguna mobil, membayar lebih murah untuk membeli listrik daripada BBM
      7. relatif irit sumberdaya alam, karena lbh sedikit komponen dari motor minyak
      8. lingkungan bisa diselamatkan

      kliatanya kok lumayan ya, … he he

      Posted by mazadi | 12 Maret 2012, 11:06 am
    • mnrtq….beliau mmg br melempar ide aja,pengen tau tanggapan/respon publik spt apa??

      Posted by Ahmad Zuhri | 12 Maret 2012, 8:36 pm
  31. Tugas kuliah saya sampai kelupaan Krn memaksa membaca tulisan2 bapak..
    Terima kasih sudah menjadi sumber inspirasi…

    Posted by Moersalijn | 12 Maret 2012, 2:20 am
  32. ini baru tantangan !

    Posted by romi | 12 Maret 2012, 3:02 am
  33. Setuju. Kita memiliki Sumberdaya Listrik: Air, Matahari, terkaya.

    Posted by Sofyan Yachya | 12 Maret 2012, 4:05 am
  34. Harus simultan Pak Dis, mobil listrik cukup menjanjikan, tp teknologi batere yg masih jadi hambatan. Bila riset batere hidrogen berhasil mungkin bs membuat lompatan. Itupum ga boleh terlalu berat ya reaktornya. Itb sdh concern pd riset ini, coba didukung penuh. Tp listrik dr batu bara jg ga selamanya, nuklir harus diriset jg. Setidaknya ada regenerasi ahli nuklir. Korea, jepang dan cina sdh kesana juga kan.

    Posted by Agung jember | 12 Maret 2012, 4:18 am
  35. Artikel yg sangat “emosional”, sayang tidak disertail pertimbangan rasional; sangat mencerminkan pola pikir bangsa Indonesia. Dari sekian banyak komentar, hanya tiga komentator yg berbicara dengan akal sehat dan common sense.

    Memecahkan masalah BBM dengan mobil listrik? omong kosong apa lagi ini? Tidak adakah yang bertanya, listrik untuk mengisi batere mobil2 listrik itu didapat dari mana?

    Posted by herrfz | 12 Maret 2012, 4:27 am
    • Kira-kira anda ada gagasan apa untuk mengisi mobil-mobil listrik itu?

      Kita kaya sumber energi matahari kok..

      Saya melihat sihh kita tuh sangat ketinggalan di bidang teknologi…pandainya cuma merakit dan menyontek.a
      Nah, itu yang Pak DI inginkan..kita menguasai teknologi..bukan hanya teknologi merakit dan menjiplak .

      Pak DIS, mungkin memang panik..tapi dia tidak berhenti di kepanikan…Dia selalu ingin keluar dari kepanikan..
      Dia memang tidak pandai semuanya..tapi dia mengajak kita berembuk untuk mencari penyelesaian dan keluar dari kepanikan dan keluar dari masalah yang tidak pernah ada ujungnya….

      Saya seorang dosen, dan saya sering menyarankan mahasiswa saya untuk selalu membaya NOTES nya Pak DI ini. Itulah yang bisa saya lakukan, kalau saya tidak bisa mengabdi ke negeri ini secara langsung

      Posted by nutami | 12 Maret 2012, 4:52 am
      • Usul Bu,

        Bagaimana kalau mahasiswanya tidak hanya disuruh membaca NOTES nya Pak Dis. Kalau perlu buat makalah untuk mengkritisi kekurangan dari ide Pak Dis. Alhamdulillah kalau bisa mengusulkan ide alternatif. 1 semester satu makalah, bisa dipilih dari berbagai topik yang ada.

        Tapi bagaimanapun juga semangat Ibu u/ menyebarkan virus MH, memang LUAR BIASA!!!! Di tangan generasi mudalah bangsa indonesia akan tumbuh.

        Posted by uyung | 12 Maret 2012, 5:01 am
      • Sdr Uyung,
        saya dr bidang kimia…Yup, materi penelitian kami diupayakan untuk menjawab dan menyelesaikan isu-isu strategis nasional.
        konversi energi dari konvensional ke energi terbarukan..
        sekarang trendnya kan itu digabungkang (didukung) dengan konsep green living..:-)
        Penelitian-penelitian seperti ini melibatkan banyak bidang ilmu..teknologi sampai sosial..
        jadi ayooo kita memang harus bekerja sama…gak bisa kerja sendiri-sendiri..
        Artinya kita harus kompak …:-)

        Capek kalo ngedengeri para politikus itu berkomentar…:-)

        Posted by nutami | 12 Maret 2012, 5:10 am
      • Yth. Ibu,

        Memang kita kaya “sinar matahari”. Tapi berapa persen dari cahaya matahari tsb yang bisa dikonversi untuk jadi energi listrik? Bahkan negara2 maju di dunia pun energi listrik matahari hanya mencover sepersekian persen dari kebutuhan listriknya.

        *Seandainya* pun energi listrik dari matahari bisa dikonversi secara efisien dan tersedia berlebih, apakah tidak lebih baik digunakan untuk fasilitas produksi? untuk mengatasi masalah “pemadaman terjadwal”? dibandingkan untuk “memberi makan” mobil-mobil listrik yang hanya akan menambah macet Jakarta yang sudah terancam gridlock?

        Di artikel di atas saya tidak melihat seseorang yang berpola pikir mencari solusi komprehensif. Mohon maaf, tapi saya percaya bahwa masalah kompleks tidak bisa dipecahkan hanya dengan solusi “naif” yang hanya didasari pertimbangan “emosi”.

        Posted by herrfz | 12 Maret 2012, 5:18 am
      • Sdr Uyung,
        Oleh krn itu, Pak DI ngajak kerja bareng :-)
        Spy masalah BBM bisa diselesaikan secara komprehensif..
        Saya membaca, Pak DI mengajak kita untuk mencari penyelesaian inti..
        Yaitu penguiasaan teknologi..
        Tentu tidak bisa instant kok..perlu waktu lamaaa..
        Nah, penletian-penelitian yg sudah pernah dilakukan dikoleksi, di tinjau ulang,, ditindaklanjtui. dst..dst..

        Ada penyelesaian jangka pendek..salah satunya, MRT yg nyaman …dan kita sebagai costumer di MRT itu harus memelihara kenyamanan tsb..jangan merokok, jangan membuang sampah dll….sedikit bertindak nyata dari 1 orang, kalo setiap orang melakukan hal tsb, pasti bisa lebih baik kok…daripada menuntut pemerintah ini itu…..kerjaan pemerintah itu buanyaakkkk….dan kita tahu gak semua Menteri itu memble..he..he…SBY juga gak memble kok…kalo semuanya harus dikerjaakn oleh SBY, apa guna menteri gubernur, bupati, dan Camat…????

        Dan ada penyelesaian jangka panjang..

        Coba dehh baca tulisan pak DI saat menyelesaikan masalah di D’Loyd (????) itu lho perusaan BUMN yg banyak hutangnya..:-)

        Posted by nutami | 12 Maret 2012, 5:36 am
      • yth. ibu nutami

        saya setuju pendapat ibu , kita harus menguasai teknologi .
        masalahnya ada gak perusahaan yang mau memproduksi massal ?
        seandainya Solar Panel mampu diproduksi massal tentu kita tidak akan membeli dari China dengan harga $US 3/watt padahal silika diimpor dari indonesia.
        atau mungkin batery Gel AVLR bisa diproduksi massal di sini sehingga kita gak perlu mengimpor dari india.

        Dengan Solar panel dan Batery yang lifetime panjang , tentu listrik bisa menerangi di 17 ribu pulau di seluruh nusantara …

        hiks…….kayaknya mimpi ini masih panjang dan lamaaaaaaaaaaaaaaa

        Posted by trisnoadhy | 12 Maret 2012, 1:22 pm
      • ….menurut saya Pak DI menyampaikan tulisannya adalah utk memancing kita lebih berpikir bagaimana cara terbaik mengurai/mengatasi masalah di negri ini….jd saya yakin kalo ada gagasan2 yg lebih baik dibandingkan gagasan beliau sendiri pasti akan diterima dengan baik…itulah makanya beliau mengundang siapapun yg memiliki ide dan pengetahuan utk menyampaikannya kpd beliau…

        Posted by Prihartanto | 15 Maret 2012, 10:37 am
    • Saya Lihat pak DI mengetahui ketimpangan penggunaan Listrik siang hari dan malam hari, terutama pada jam 22 malam hingga 6 pagi, banyak daya PLN yg mubazir ngak kepakai (walaupun ada pembangkit yg bisa dimatikan pd jam tsb tapi ada beberapa yg tidak bisa). untuk itu harus ada cara untuk menggunakan listrik mubazir tsb, salah satunya yah untuk ngecash batere.

      Posted by pekepeke | 12 Maret 2012, 7:35 am
    • Mas Herrfz….

      Baca pikiran Dahlan Iskan sejak dia mulai menjadi PLN 1 dan bahkan kalo perlu sebelumnya… Anda pasti akan menemukan kenapa DI punya inisiatif ini….

      Posted by dulgenuk | 12 Maret 2012, 8:01 am
    • Coba sya terangkan lagi,
      BBM = Bahan Bakar Minyak.

      Pembangkit listrik ada macem-macem : batubara, geothermal, solar, hydropower, dan ada juga yang BBM (solar), dll.

      Itu betul masih ada pembangkit yg pake BBM, tapi pembangkit2 ini akan dihapus.

      Jadi, klo mobil/ motor listrik ditanya listriknya darimana, ya yg jelas sbagian besar sudah bukan dari pembangkit BBM (solar) lagi.

      Posted by RWB | 12 Maret 2012, 8:21 am
    • Sdr herrfz, apakah anda sendiri tidak lebih emosional dari yg dituduh? Anda bilang omong kosong, tapi kok tidak tahu listrik itu didapat dari mana?

      Kita punya kandungan batubara yg besar sekali, selama ini lebih banyak diekspor ke luar. Andaikata ada mobil bertenaga batubara, masalah akan selesai. Tapi tidak ada toh.

      Selain itu kita punya gas, uranium, air, matahari, panas bumi, dst, yg bisa dikonversi jadi listrik. Sedangkan potensi minyak nasional semakin kecil. Kita banyak impor minyak untuk kebutuhan lokal.

      Masalah besar dari mobil baterai, sebenarnya mobil sekarang pun memakai listrik dari minyak, adalah di baterainya. Belum ada teknologi yg efisien dan efektif di sini. Produk2 gadget banyak yg mentok karena baterai ini. Saya juga berharap ada terobosan menarik di sini.

      Jelas bahwa penyelesaian harus komprehensif. Listrik bisa diberdayakan di MRT, sepertinya yg sudah berjalan di KRL. Pak DI sangat paham ini, dan juga sudah memberdayakan PT KAI. Semuanya harus serentak, termasuk rakyat, yg juga ternyata biang kerok penghambat pembangunan. Contoh, banyaknya mafia tanah untuk proyek2 infrastruktur. Ayo kita maju bersama.

      Posted by Oguds | 14 Maret 2012, 7:44 pm
    • Artikel yg sangat”emosional”……………

      To sdr AGUNG JEMBER, dr comment anda di atas,nampak sekali klo anda itu bukan orang tekhnis.Anda mgkin sudah sering lihat mesin (bahkan hampir tiap hari anda bisa lihat mesin) Tapi saya yakin Anda tidak tahu apa2 tentang mesin.Nampaknya ada 3 hal mendasar yg perlu anda ketahui:
      1.Kendaraan listrik tidak sama dgn kendaraan bbm.Kendaraan bbm,bensin/solar tetap mengalir walaupun kendaraan dlm posisi diam,sepanjang mesin tetap nyala.Kendaraan listrik,arus total tidak mengalir disaat kendaraan tidak bergerak.
      2.Sebuah generator pembangkit listrik kecil (kapasitas 5000 watt dgn mesin yanmar 8 PK sebagai penggerak)
      dinyalakan dengan output voltage 220 v 50 Hz,dinyalakan selama 1 hari ( 8jam ) dengan beban kosong,akan menghabiskan bbm sebanyak 6 liter.Jika dinyalakan selama 1 hari dengan beban penuh (puncak) maka akan menghabiskan 8 liter bbm.KESIMPULAN ; mesin yg sedang menyala, dibebani ataupun tidak dibebani,tetap sj banyak menyedot bbm.( Ini sebagai jawaban…mencharger battery pake pln,sedangkan pln tetap sj pake bbm )
      3.Beban puncak ( peak level ) pemakaian arus listrik pln adalah berada pada kisaran jam 18.00 s/d 22.00 .
      Setelah di atas jam 23.00 sampai dengan jam 04.30, beban pemakaian arus listrik hanya tinggal 50% dari beban puncak.Pada saat ini mesin2 pembangkit (generator) pln tetap sj menyala dan tetap menyedot bbm.Bisa dibilang pada kisaran jam 22.00 s/d 04.30 ada 50% energi listrik yg terbuang percuma.
      Dari 50% energi listrik yg terbuang percuma ini,saya berani jamin klo energi yg terbuang itu sangat mampu untuk MENCHARGER SELURUH BATTERY KENDARAAN LISTRIK SELURUH RAKYAT INDONESIA PADA SAAT YANG BERSAMAAN.
      Bagi anda2 yang merasa sbg pakar kelistrikan,monggo dihitung berapa nilai (WATT) dari 50% pasokan listrik yg dimiliki oleh pln?.Seandainya dipakai untuk mencharger battery yg kapasitasnya 700 watt,sanggup mencharger berapa puluh juta battery dalam waktu yang bersamaan?
      To sdr AGUNG JEMBEER…pertimbangan yang rasional akan lebih rasional lagi bila dibarengi dengan perhitungan yang matang dan ada data yang kongkrit.Tidak asal comment tanpa data dan fakta.
      Mari kita lihat dan buktikan…tidak lama lama lagi dunia ini akan dipenuhi oleh kendaraan-kendaraan listrik.Saya Yakin Itu…….! Maaf,sy bukan orangnya Dahlan Iskan,Tapi sy paling tidak suka dengan orang2 yang berjiwa fesimistis.

      Posted by GUSTI MOJOKERTO | 18 Maret 2012, 6:25 am
  36. saya bru lulus teknik elektro di bengkulu,scra pglaman saya masih cetej pak,tapi kalw soal semangat,visi,kemauan kedpan saya tak akan kekurangan…motor listrik,mobil listrik mslah mendsarnya yaitu: bgaimana merncang batere yg efisien dlm segi berat,ukuran dan daya yg dsmpan gede…pabrikan sekelas honda masih bgung mgtsi ukuran batre…

    Posted by roky pratama adytia | 12 Maret 2012, 4:31 am
  37. Bagus pak usulnya..kerenn…dengan listrik tidak ad polusi..dengan listrik ada kekurangan subsidi yang bisa sampe 100 triluan atau bisa lebih…tapi yang perlu dicermati segala infrastrukturnnya mulai dr spbu listriknya konversi mobilnya…yang mo saya tanyakan kenapa bapak tidak mencoba u mencoba gas…bukankah gas kita juga bannyak…kenapa bukan mobilgas motorgas nasional..

    Posted by caderkeren | 12 Maret 2012, 4:53 am
  38. Semua Program harus punya target waktu. Dan tgl 20 Mei 2012 adalah target waktu pengumuman Pendirian Perusahaan Patungan. Di saat itulah kita akan tahu kapan Target waktu Pembuatan Mobil Listrik secara Nasional dan Massal.
    Kalau melihat kondisi saat ini, memang kebutuhan jangka pendek kita adalah transportasi massal. Penggabungan KAI, Damri dan PPD merupakan langkah yg seharusnya bisa memberikan keberhasilan2 kecil agar kita yakin hope-hope lainnya juga akan terwujud.
    Tetapi langkah yang paling jitu dari pak Dahlan dalam edisis ini adalah sayembara, dimana kita para rakyat, dihargai. Kita diminta pendapat, langsung oleh penyelenggara kekuasaan tidak melewati DPR. Memang negara ini kita yang punya, seluruh rakyat Indonesia. Kalau kita ingin maju kita yang harus memulai bukan orang lain

    Posted by uyung | 12 Maret 2012, 4:54 am
    • Aspirasi rakyat memang seharusnya langsung dikirim ke e-mail penyelenggara pemerintah. Kita harus memaklumi bahwa kesibukan orang-orang senayan sudah cukup banyak sehingga tidak mampu menampung aspirasi rakyat.

      Posted by Darko Rahman | 12 Maret 2012, 7:52 am
  39. Indonesia kaya sumberdaya listrik: air, matahari sepanjang tahun. Ketergantungan BBM harus segera di ahiri!

    Posted by G&G | 12 Maret 2012, 5:02 am
  40. membangkitkan semangat!
    sangat inspiratif
    solutif
    (dan dilematis.. Kalo yg model2: ‘…Maafkan marwan ya!)
    omong2, @ emailnya, kemana? Apakah :…@bumn.go.id?

    sehat selalu pak dahlan!

    Posted by wawan | 12 Maret 2012, 5:07 am
  41. Setuju…!!!
    Indonesia kaya sumberdaya listrik: air, matahari sepanjang tahun. Jadi ketergantungan sama BBM harus segera diahiri.

    Posted by G&G | 12 Maret 2012, 5:08 am
  42. saya melihat beberapa komentar, menilai ini sebagai ‘galau’, ‘panik’ dll..
    tapi, saya melihat ini sebagai stepstone, fondasi pikir, benih yg sedang ditabur.
    apa jadinya pimpinan BUMN yg menabur ide ini? Dibanding seorang pakar listrik itu sendiri yg melontarkan ide? Pasti banyak ikan besar(brkualitas) terkail. (sebenarnya lbh dahsyat kalo presiden yg ngomong, meski secara jujur.. Liat2 presidennya jg)

    nah, ide ini, jangan sampe mubazir, sambut! Jangan sambit!

    guys, kemerdekaan itu diawali dari mimpi, diaplikasikan dgn kerjakeras,darah,nyawa!

    mobil-motor listrik inipun cuma mimpi, harus direalisasikan dengan:kerjakeras(dukungan masyarakat), darah(penelitan),nyawa(kerjakeras elemen pemerintah hingga DPR untuk realisasi!)

    apapun itu, entah ini seperti ‘jalan tak ada ujung’,tetaplah kita harus bergerak! Mungkin pom bensin (lho?!) ehm.. Pom listrik belum kelihatan,tp kalo ga bergerak, gimana mau mencapai tujuan?

    hope kali ini,(bagi sy) ‘mencurigai’ adanya niat BUMN, ngebagi CSRnya untuk banyak penelitian. Ayo ilmuwan indonesia, sambut ini!

    oee… Oee (kebayang aja,ada jabang bayi lahir)

    Posted by wawan | 12 Maret 2012, 5:39 am
  43. اللهم يسر ولا تعسر فإنك ميسر كل عسير

    Posted by musthofa moesawy | 12 Maret 2012, 5:43 am
  44. wah..wah..wah..seru sekali koment2nya.
    peradaban manusia akan sangat berubah bila 3 penemuan sudah diaplikasikan.
    1.energi fusi, dgn energi ini accu mobil sebesar saat ini bisa ribuan kali lipat kemampuannya dan tidak perlu di charge bertahun tahun.
    2.super konduktor yg bekerja pd suhu ruang, dgn bahan ini pemakaian energi listrik bisa sgt efisien sekali dan kecepatan prosesor komputer bs ribuan kali dr yg ada saat ini.
    3.kecerdasan buatan(artifical intelegent/AI), dgn AI mesin2 bisa berpikir sendiri secara otomatis tanpa perlu operator.

    dengan sayembara ini kita menuju ke penemuan yg pertama, di semua negara dan benua saat ini sedang berlomba lomba siapa yg terlebih dahulu menemukan ketiganya(semua),karena pemenangnya akan menjadi penguasa dunia.

    Posted by pakde | 12 Maret 2012, 5:54 am
    • Pak De, sy benar-benar berdoa indonesia akan menemukan ketiga-tiganya dan mungkin ada jenis energi lain yang lebih dahsyat. saya mengenal anak-anak indonesia bukan hanya cerdas secara IQ, namun ia biasa bertapa untuk mempertajam kecerdasan hati.

      kenapa Tuhan belum memberikan ijin atas penemuan2 tsb?
      Saya meyakini bahwa Tuhan akan memberikan ijin atas penemuan setelah indonesia benar-benar dipimpin oleh presiden yang adil. ia tidak akan menjadi raja dunia tapi ratu dunia. bukan presiden yang mengekang dunia, namun yang merangkul dunia. dan pada saat itu manusia berhenti berbunuh-bunuhan….:). pada saat itu semua manusia bersujud mengakui ke esaan Tuhan-nya. pada saat itu manusia menangis menjerit melihat dengan tatapan kosong akan kesombongan dan kesewenang-wenangannya selama ini. pada saat itu garis lurus tauhid diteggakkan dibawah pimpinan Nabi darurat Rasul ad hoc, begitu kata CN. Bismilah.

      Posted by syafiihkamil | 12 Maret 2012, 3:33 pm
  45. Dear All,,
    salah satu mendukung gerakan Manufacturing Hope,,silahkan pesan dan gunakan Kaos Manufacturing Hope sebagai kampanye Bahwa Indonesia Masih Banyak Memiliki Harapan untuk menjado lebih baik,,

    desain bisa dilihat di http://muhammad-nur-fahmi.blogspot.com/2012/03/up-date-design-3-dan-4.html

    ayo cepetan,,pre-order hanya tinggal 15 pasang lagi,,jangan sampai kehabisan..
    produksi terbatas….

    Indonesia Berharap
    Talk Less
    Do More,,

    Bekerja, Bekrja, Bekerja !!!!!

    Posted by FAHMI | 12 Maret 2012, 6:26 am
    • Saya tadinya tertarik membeli dan sudah kontak Pak Fahmi dan diinfokan bahwa harga kaosnya adalah 75ribu. Saya sebenarnya mampu membeli, tetapi perasaan menjadi tidak nyaman karena harga yang diberikan adalah diluar dari spirit menyebarkan manufacturing hope. Maaf ya Pak Fahmi, jika memang ikhlas untuk mendukung gerakan ini, tolong faktor bisnis dapat dinomorsekiankan. Terima kasih.

      Posted by Fendeavor | 12 Maret 2012, 10:41 am
      • Hehe.. Saya termasuk yang sudah order design 1 – 4 dan bisa dibilang maruk.. Walaupun secara pribadi saya juga sudah minta temen untuk membuat design lain dan order beberapa pcs untuk pendukung Manufacturing Hope, tapi ga apa-apa lah.. Saya terlalu bersemangat untuk hitung-hitungan harga.. Saya sih tidak terlalu berharap harganya turun tapi berharap mas Fahmi berkenan menyisihkan keuantungannya untuk membantu program-program MH. Hehehhehehe..

        Posted by Aris Kadarisman | 12 Maret 2012, 10:52 am
    • ok aku pesan 2

      Posted by Seno | 13 Maret 2012, 12:57 pm
  46. Mantap, berfikir ” out of the box ” tampaknya sudah menjadi kebiasaan pak DIS, bagaimana mewujudkannya, putra putri putri indonesia pasti sanggup, yang penting dukungan pemerintah melalui kementrian bumn sudah lampu hijau, mari generasi muda yang brilian, wujudkan mimpi2 pak DIS ini, mimpi2 kita semua, mimpi yang bisa membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju karena hakekatnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang ditakdirkan sebagai bangsa yang maju, makmur, berkelimpahan hanya sementara ini sedang berduka karena negeri ini salah urus, didepan mata kita sudah ada seseorang yang mampu mengurus negara ini dengan tulus ikhlas, mari kita dukung, mari kita ikut berpartisipasi, maju terus pak DIS.

    Posted by Eko legstyanto | 12 Maret 2012, 6:30 am
  47. Saya agak kaget dengan ide ini dan belum bisa kasih komen. Dengan keterbatasan wawasan yang saya miliki, sebenarnya saya sedikit heran juga, karena tullisan kali ini tidak dilengkapi dengan penjelasan lebih mendalam kenapa dipilih listrik sebagai alternatif substitusi BBM. Jujur saja saya belum berani mendukung atau menyanggah hope kali ini, saya berharap ada pejelasan lebih tentang hal ini. Dengan reputasi pak Dis saya percaya ide ini dilandasi niat baik untuk perbaikan dan kemajuan. Mungkin ada pihak-pihak lain yang akan “menyerang” pemilihan ide ini dan kenapa bukan cara lain dari sekian banyak pilihan yang sudah ada atau yang sedang dalam pengkajian. Apalagi di tengah hiruk pikuk keputusan pemerintah menaikkan harga BBM dan penolakan terhadapnya, ide ini bisa dianggap bernuansa politis dan memilih solusi yang sangat netral. Walau bagaimanapun saya akan selalu mendoakan kebaikan dan kesehatan untuk pak Dis dan kawan-kawan yang memiliki niat tulus terhadap kemajuan bangsa ini. Wassalam.

    Posted by Aris Kaddarisman | 12 Maret 2012, 6:38 am
    • Pak Aris, menurut saya, sebenarnya DI tahu potensi kelistrikan di Indonesia itu sangat besar… maklum dia mantan PLN 1… berapa besar potensi panas bumi, batubara, tenaga matahari, air dan lain sebagainya yang bisa memacu pengembangan kendaraan listrik…

      Sewaktu jadi PLN 1 dulu, DI berambisi untuk membuat motor listrik terutama untuk daerah terpencil yang kesulitan bbm, saatnya sekarang DI mengimplementasikannya… DI punya sumber daya (dana CSR mungkin?) yang bisa dipakai untuk penelitian… ataupun yang lainnya…

      Ingat… konsumsi listrik terbesar kita adalah siang hari… malam disaat kita tidur, konsumsi anjlok… dan listrik yang telah diproduksi pasti terbuang… oleh karena itu… kenapa di MH kali ini DI menulis….

      “Mari kita produksi kendaraan listrik.
      Mari kita manfaatkan listrik murah ketika tengah malam.
      Ketika semua orang tidur dengan lelapnya.
      Ketika AC-AC kantor tidak bekerja.
      Ketika TV-TV tidak menyala.
      Ketika lift-lift gedung bertingkat beristirahat.”

      Kalau kita runut ke belakang khususnya saat DI menjadi PLN 1, kita bakalan tahu kenapa DI berambisi membuat kendaraan listrik… Salam Kerja….Kerja….Kerja….

      Posted by dulgenuk | 12 Maret 2012, 7:58 am
    • membaca tenggat prusahaan patungan bumn yg hrus jdi mei.. ane merasa lbih kearah mobnas ya, meski awalnya kegalauan bbm.. mungkin prototipe selama yg ada blum memuaskan, itung2 diferensiasi dari produsen besar yg bsisnya bbm, jdi aza sayembara mobil/motor listrik..

      Klo msalah ngatasi bbm, ya cuma transportasi massal ama diversifikasi jawabnnya, moso iya dgn cara produksi mobil yg ujungnya acet n ngonsumsi energi lbih byk.. ane rasa pak dis ngerti lah..

      Hehe sotoy

      Posted by ompus | 12 Maret 2012, 8:37 am
      • Kalau digabungkan bagus juga idenya… dahsyat malah.
        Menggabungkan BUMN Mobnas Listrik dengan BUMN Angkutan Darat (PPD & Damri).

        Untuk tahap awal, BUMN Mobnas Listrik bisa fokus memproduksi mobil listrik jenis bis dan truk yang mayoritas dijual ke BUMN-BUMN, khususnya BUMN angkutan darat untuk mereka operasi kan sebagai sistim moda transportasi massal.
        Dari penggunaan oleh kalangan “internal” ini, bisa dipelajari apa-apa saja kekurangannya, untuk kemudian disempurnakan.

        Setelah mendapat cukup pengalaman, kepercayaan (baik kepercayaan diri sendiri maupun kepercayaan masyarakat), baruuu launch mobil listrik untuk penggunaan pribadi.

        Semoga Lancar

        Posted by M. Erick Antariksa | 12 Maret 2012, 10:35 am
    • Dear Dulgenuk dan Ompus, terima kasih atas pencerahannya. Terhadap pak Dis saya tidak bisa berpikiran negatif dan memilih percaya bahwa apa yang beliau lakukan adalah untuk kebaikan bangsa ini. Sementara ini yang saya langsung kagumi adalah langkah beliau untuk mengundang seluruh lapisan untuk memikirkan suatu pemecahan terhadap permasalahan. Ini langkah yang sangat inspiring dan perlu diteladani para pemimpin negewri ini untuk menciptakan ruang komunikasi yang hidup dengan rakyatnya. Mengenai konten ide yang beliau sampaikan saya memilih untuk memantau dan membaca masukan-masukan yang ada di blog ini sebagai tambahan ilmu bagi saya. Saya sudah menduga hal ini pasti menimbulkan pro dan kontra, mulai dari pendefinisian masalah sampai usulan solusinya. Ada yang menganggap ini masalah dalam konteks transportasi namun ada juga yang lebih luas. Namun apa pun itu saya memilih menjadi penyimak yang baik karena di forrrum ini lah saya bisa menyerap energi-energi positif dan ilmu-ilmu baru yang sangat bermanfaat. Luar biasa.. :)

      Posted by Aris Kadarisman | 12 Maret 2012, 11:22 am
  48. Jangan lupa pak DI:
    Terbukti, listrik adalah energi termewah; biaya bangkitkan listrik bisa berkali lipat lebih mahal dari bahan bakarnya
    Terbukti, pakai listrik paling efisien karena exerginya* paling tinggi
    Terbukti, masalah BBM juga karena sumber fosilnya tidak ramah lingkungan dan masa depan
    Terbukti, sumber energi terbarukan paling ramah lingkungan tapi masih disia-siakan
    Terbukti, kebangkrutan bangsa ini karena kita “terkunci” oleh garansi teknologi impor saja…..

    Saya percaya kapasitas kemandirian nasional yang jadi solusi masalah energi
    Maka setuju sekali untuk produksi motor-motor listrik nasional
    setuju sekali untuk produksi mobil dan sepeda motor listrik
    setuju berkali-kali untuk buat pembangkit listrik nasional
    setuju berkali-kali untuk pakai sumber-sumber energi terbarukan untuk bangkitkan listrik
    setuju berkali-kali untuk mengendalikan pola pemanfaatan energi di setiap pelaku
    setuju berkali-kali bahwa semua itu mahal karena investasi hingga masa depan
    biayanya ?
    hentikan ekspor Migas, Batubara, Mineral, CPO untuk menjadi bahan baku industri baru nasional; untuk produksi apapun yang kini diproduksi oleh para pembeli itu, dan mengekspor hanya produk jadi bernilai tambah
    waktunya ??
    kita perlu SDM bermental seperti Gundala si Putra Petir karangan Hasmi, bacaan saat saya SD dulu……
    Percaya, SDM seperti itu banyak…
    dan sementara ini masih terlupakan dalam hiruk-pikus politik dan democrazy

    M@MO

    *catatan: exergi adalah energi yang benar-benar bisa dimanfaatkan (useful energy)

    Posted by M.A.M. Oktaufik | 12 Maret 2012, 7:21 am
    • setuju dengan pandangan saudara..
      Masih Banyak energi alternatif jika kita browsing lewat om Google..
      bahkan kendaraan2 energi alternatif negara lain pun sudah banyak bisa dilihat fotonya di Om Google..
      diantaranya :
      1. Mobil tenaga surya/solar cell –> penyimpan daya di Accu, battery untuk menyimpan listrik
      2. Mobil tenaga Air –> intinya Air menghasilkan listrik dan disimpan utk kendaraan bergerak
      3. Mobil Tenaga Angin –> kendaraan di isi angin dalam tabung compressor dan kemudian angin dikeluarkan sedikit demi sedikit utk memutar kincir/baling2 agar dinamo menghasilkan listrik
      4. Mobil Tenaga Kinetik –> kendaraan yang mampu me”recycle” energy yang terpakai untuk dipakai lagi., karena energy tdk akan pernah hilang..kembali ke pelajaran Fisika dulu ttg “Hukum Kekekalan Energy”
      5. Mobil Tenaga Collaborate (perpaduan sollar cell, hybrid, udara/angin/ dan kinetik di tiap roda ban yg terputar), konsep sederhana sepeda ontel jama Indonesia dulu yg mampu menghidupkan balon lampu agar menyala.. keapa pada roda ban mobil/motor tidak dipakai, ?? itu adalah sumber energi di tiap Ban nya..

      dan masih banyak lagi energy lainnya., silahkan buka om Google utk gambarnya atau youtube untuk videonya dengan kata kunci :
      air car, water car, wind car, mobil tenaga matahari, electric car, dll

      Salam innovator

      Putra Petir (GUNDALA)

      Posted by rygunphotography | 13 Maret 2012, 7:47 pm
  49. Reblogged this on Kusumakomputer Blog.

    Posted by kusumakomp | 12 Maret 2012, 7:25 am
  50. Wah rupanya P DIS meniru Obama yang getol mendorong produksi mobil listrik. Saya sangat setuju ini daripada kembangkan mobil esemka bensin, karena saat mobil esemka nantinya mulai berkembang saat itulah para produsen mobil sudah memroduksi mobil listrik.

    Posted by yoyokal | 12 Maret 2012, 7:50 am
  51. subhanallah, mudah2an semua rencana itu dapat cepat terealisasi aamiiin! trimakasih pak dis untuk semangat yang selalu di tularkan !

    Posted by lela | 12 Maret 2012, 7:59 am
  52. Akan datang bangsa kecil dimana garis pertahanan terdepannya adalah ilmu pengetahuan. Itulah indoktrinasi anak anak yahudi di sekolah israel.
    Sudah saatnya ditiru anak anak Indonesia.

    Posted by akarbadai | 12 Maret 2012, 8:05 am
  53. Pak dis mengajak kita semua berfikir untuk sebuah masa depan, kalaupun bukan untuk kita mungkin anak2 serta cucu kita, kondisi dimana BBM habis, maka kita membutuhkan energi masa depan yang terbarukan : Air, Matarhari, Nuklir Dll, Semoga Selalu ada jalan atas ikhtiar yang telah dimulai….

    ” Tiga hal yang tidak boleh dihalangi (dari manusia) yaitu air, padang dan api” (HR Ibn Majah)
    ” Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api” (HR Abu Dawud, Ahmad, al-Baihaqi dan Ibn Abi Syaibah).1

    Posted by janatridwan | 12 Maret 2012, 8:14 am
  54. betul sudah saatnya mencari solusi…….jangan berkeluh kesah……

    Posted by beckhem | 12 Maret 2012, 8:22 am
  55. wong cilik bertanya?
    apakah semua itu solusi?
    mau BBM atau listrik? mau murah atau mahal kalau pendapatan warga negara positif dan menjangkau harga tidak begitu jadi masalah?
    kenapa tidak membenahi sistem neg lebih dulu?
    kalau sistem bagus ada harapan bisa membenahi yang lain?
    ada yang bilang sistem kita sudah bagus? tetapi mental aparatnya yang keropos? benarkah?
    Tuhan…begitu kusutnya problem neg ini? kapan mau maju?

    Posted by Wong cilik | 12 Maret 2012, 8:30 am
    • jangan mengeluh terus mas bro…ayo semangat!!

      Posted by bro | 12 Maret 2012, 10:13 am
    • Apa itu semua solusi ?
      => Ya
      Gimana biar jadi solusi
      => dengan tidak hanya berkeluh kesah saja. Tindakan tidak selalu menyebabkan perubahan yang cepat tapi tidak ada perubahan tanpa ada tindakan.
      Jadi mas Wong Cilik daripada cuma dipokar-pikir , mengeluhkan kenapa tidak membenahi dulu ini itu , banyak mas yang dikeluhkan, banyak yang gak sreg saking carut marutnya negeri ini maka ayo mas Wong cilik , dengan spirit manufacturing hope, mari buat perubahan walo cuma kecil ke negeri ini dengan melakukan tindakan sekecil apapun di lingkungan sekecil apapun deh misal ke keluarga kita dulu , tanamkan mental positif, jangan ikut2an mental keropos. Beri mereka pemahaman bahwa masih ada harapan bagi negeri ini di generasi mudanya, minimal di lingkungan keluarga kita sendiri, anak2 kita sendiri.
      Mari lakukan manucaturing hope mas Wong Cilik :)

      Posted by usil | 12 Maret 2012, 11:29 am
      • Semua yang disampaikan bagus. hanya saja wong cilik tak habis fikir dg problem yang kusut, bertumpuk dan berulang dlm kebodohan yang tengah terjadi membalikkan cita2 NKRI : tinggal landas menjadi tertinggal dan kandas. jangan sampai mobnas BBM saja nggak bisa, MOLISpun akhirnya juga gagal. daripada 22nya gagal harapan wong cilik, mobnas esemka ( yg sdh ber-embrio) juga bisa sedikit mengobati harapan masy pecinta negrinya. For all (pemikir, perancang dan cendekia ) buktikan semua mimpi menjadi kenyataan, masy wong cilik sudah jenuh dan terlalu lama menunggu para pemimpin dan putra bangsa terbaik melakukan karya yang nyata. untuk semua yg telah berfikir dan berkarya dgn ikhlas untuk NKRI, wong cilik do’akan smoga Allah selalu memberikan kekuatan dan perlindungan. aminn.. thanks appresiasinya mang usil, bro & dulgenuk.

        Posted by Wong cilik | 14 Maret 2012, 8:03 am
      • stop dreaming start action, jangan cuma bermimpi kalo negeri ini akan baik tanpa pernah action untuk perubahan, walaupun itu cuma selangkah demi selangkah, right?

        Posted by sofyan faizin | 15 Maret 2012, 4:32 am
    • Kenapa anda meminta perbaikan sesuatu yang besar dulu? kenapa tidak dari yang kecil dulu?
      Mengubah sistem negara dibutuhkan kerja keras seluruh rakyat Indonesia, karena ga mungkin mengubah itu tanpa campur tangan Legislatif, Eksekutif, Yudikatif dan Masyarakat….
      Dahlan Iskan cuma secuil bagian dari Eksekutif yang punya itikad baik untuk Indonesia… kenapa Anda berharap lebih dari seorang Dahlan Iskan?
      Perubahan dimulai dari diri sendiri? Sudahkah Anda berubah menjadi lebih baik?

      Posted by dulgenuk | 12 Maret 2012, 6:27 pm
  56. Tiba2 kok saya langsung teringat sama, mbah langganan charge aki.. si mbah ini punya mobil “go kart” yang beliau rakit sendiri.. tiap sabtu minggu sore lewat kompleks depan rumah ane.. mesinnya dari mesin bekas mesin cuci, trs bahan sumber tenaganya pake aki mobil biasa, biasanya klo jalan2 sore sambil pangku cucunya didepan, ga tau seberapa efisien “gokart listrik” si embah ini.. tapi lumayan lohh rmhnya si mbah juga aga jauh kok dari kompleks rumah saya di Surabaya. *diem diem Indonesia ne benernya banyak genius otodidak.. praktis biaya nya kecil banget mesin bekas mesin cuci, rangka bikin sendiri, aki tinggal comot aki bekas mobil.. mantab mbah..

    Posted by BNurIrawan | 12 Maret 2012, 8:32 am
  57. save our earth, Lets go, freedom OIL Now !!! I agree with Yur Dahlan’s Statements….

    Posted by Abi | 12 Maret 2012, 8:33 am
  58. Mantap pak.. Ayo kita dukung mobil dan motor nasional..bukan hanya berkeluh kesah..

    Posted by Royan | 12 Maret 2012, 9:03 am
  59. Semoga Beliau tetap istiqomah. Amin

    Posted by optimis_indah | 12 Maret 2012, 9:07 am
  60. kalo kita bisa bikin mobil listrik yang fungsi dan design nya mendekati mobil ini pasti banyak yang mau beli…

    http://www.bluecar.fr/en/pages-accueil/default.aspx

    Posted by yanuar | 12 Maret 2012, 9:11 am
  61. ide cemerlang!!!ayo anak-anak smk buat mobnas/motnas listrik untuk rakyat indonesia pumpung pak dais masih d bumn.

    Posted by muh mundir | 12 Maret 2012, 9:17 am
  62. …… Jadi terharuuu … ketika ada Pemimpin yang mau menghargai dan mengajak rakyatnya secara langsung untuk berpikir dan mencari Solusi atas masalah bangsa …. dengan tulus dan ikhlas …..

    SELALU INSPIRATIF …. OUT OF THE BOX …. SOLUTIF ….

    Maju terusssss Pak Dis ………

    He he he …. kemarin minggu pagi dapat kesempatan pelukan dan foto bareng ama Pak Dis di Airport ….. Woww …
    Low Profile dan humble …dan ramah …..

    Posted by Agandri | 12 Maret 2012, 9:20 am
  63. Melihat semakin banyaknya Motor & Mobil yang berbahan bakar Minyak (BBM), kita memang patut mensyukuri adanya ide dari Bapak Mentri BUMN ( Bpk. Dahlan Iskan ), yang menginspirasi tentang perubahan bahan bakar Motor & Mobil dari BBM ke Listrik. mengapa demikian ? sama -sama kita ketahui bersama semakin hari semakin besar kebutuhan BBM untuk kenderaan tsb, maka dari itu solusi yang ditawarkan oleh beliau merupakan jawaban yang di nanti – nanti oleh masyarakat indonesia dan merupakan hal yang sudah sangat tepat. jadi dengan begini kita tidak akan repot – repot lagi memikirkan kemana kita akan mencari bbm untuk kenderaan kita.
    Semoga apa yang direncanakan oleh Bapak Mentri BUMN dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat di indonesia ini, dan dapat terrealisasi secepatnya. sukses selalu buat bapak Dahlan Iskan.

    Posted by sudarto | 12 Maret 2012, 9:24 am
  64. Kita sambut putra petir dan kebangkitan bangsa kita INDONESIA RAYA siap berkumandang dan sebagai anak bangsa walau saya bukan seorang insiyur sangatlah mendukung hematlah BBM dan tenaga Listrik dan Surya jadi alternatif dan apalagi kalau bisa seperti cerita rakyat KI AGEN SELO yang bisa menagkap petir jadi energi kita akan lebih terhormat. Dan harus – harus ini dirumuskan bagaimana kita bisa menarik petir jadi energi dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan rakyat. Jadikan momentum di HARI KEBANGKITAN NASIONAL INI pasti dan banyak anak bangsa yang pandai dan cerdas siap dibelakang pak Dahlan.

    Posted by slamet mulyono | 12 Maret 2012, 9:34 am
  65. Untuk Manufacturing Hope 17 ini , Pak Dahlan mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama – sama mencari jalan keluar yang selama ini menjadi masalah utama di negeri ini. Kenaikan BBM telah membuat siapapun presiden kita selalu di caci maki, dianggap tidak pro rakyat , dianggap tidak becus bekerja , dan masih banyak hujatan – hujatan yang sangat tidak santun ditujukan kepada Presiden kita.
    Pada MH saat ini , pak Dahlan ingin ada solusi kongkret untuk penyelesaian masalah ini. Oleh karena itu bagi siapun punya hak yg sama untuk mewujudkan impian – impian itu. Yang siap bekerja keras, bukan yang hanya bisa bicara keras seperti yang ada di acara TV kemaren itu.
    Saya berharap ide ini bisa dirasakan manfaatnya bagi negara kita. Syukur – syukur ada ide yang lebih baik lagi dari yang ada ini. Semoga segera terwujud Pak ……………………..

    Posted by Hadi S | 12 Maret 2012, 9:35 am
  66. Ini curhat dan uneg2 ketika membaca tulisan pak Dis “Saatnya Putra Petir harus melawan” , sbb :

    1. Saya sungguh sangat setuju dgn gerakan motor listrik nasional (Molinas) ini, sebuah sebuah rencana gerakan yg super cerdas, saya yakin apabila diwujudkan akan membuat perubahan besar di indonesia

    2. Saya sudah “merancang sesuatu” untuk membantu ini terwujud, smoga bisa membantu meskipun tdk banyak, sesuai dgn kapasitas saya.

    3. Dari berbagai berita, tulisan dan artikel yang pernah saya baca, sebenarnya peradaban manusia sudah sampai pada penemuan-penemuan untuk mengganti BBM, tetapi memang karena BBM ini terkait dengan uang besar, korporasi-korporasi besar, negara-negara serakah dll, maka BBM memang sengaja “dimainkan”

    4. Dengan bergulirnya ide gerakan Molinas ini, kemudian saya sungguh khawatir dgn “Keselamatan” pak Dis, karena ini akan terkait dgn berbagai korporasi, kelompok, juga negara yang “suka menghalalkan apa saja” ketika kepentingannya terusik.

    5. Semoga kita dapat mewujudkan ini, tidak ada yg perlu ditakutkan, yang ada adalah kehati-hatian dan waspada

    Salam

    Posted by mazadi | 12 Maret 2012, 9:43 am
    • Tuhan sedang mempersiapkan skenario pergantian kekuasaan dimuka bumi (melalui pergantian energi bbm salah satunya), dan indonesia akan dipilih untuk memimpin peradaban akhir zaman ini.Bismillah.

      sy sangat yakin bahwa pak dahlan akan berhasil bersama tim-nya nanti yang akan dibentuk , untuk memberi solusi thd ketergantungan bbm. Alftaihah.

      Posted by syafiihkamil | 12 Maret 2012, 4:00 pm
  67. Dear All,,
    salah satu mendukung gerakan Manufacturing Hope,,silahkan pesan dan gunakan Kaos Manufacturing Hope sebagai kampanye Bahwa Indonesia Masih Banyak Memiliki Harapan untuk menjado lebih baik,,

    desain bisa dilihat di http://muhammad-nur-fahmi.blogspot.com/2012/03/up-date-design-3-dan-4.html

    ayo cepetan,,pre-order hanya tinggal 8 pasang lagi,,jangan sampai kehabisan..
    produksi terbatas….

    Indonesia Berharap
    Talk Less
    Do More,,

    Bekerja, Bekrja, Bekerja !!!!!

    Posted by Fahmi | 12 Maret 2012, 9:43 am
    • Saya tadinya tertarik membeli dan sudah kontak Pak Fahmi dan diinfokan bahwa harga kaosnya adalah 75ribu. Saya sebenarnya mampu membeli, tetapi perasaan menjadi tidak nyaman karena harga yang diberikan adalah diluar dari spirit menyebarkan manufacturing hope. Maaf ya Pak Fahmi, jika memang ikhlas untuk mendukung gerakan ini, mungkin faktor bisnis dapat dinomorsekiankan. Just my two cents.Terima kasih.

      Posted by Fendeavor | 12 Maret 2012, 10:50 am
      • mohon maaf atas ketidaknyamanannya.
        saya ambil untung ga gede koq karena berlandaskan menebar virus Manufacturing Hope tetapi dengan kualitas terbaik,,
        saya bisa saja jual yang harganya 30rb,,tetapi bahannya panas dan ga nyaman dipakai..

        Silahkan yang berminat bisa hubungi saya..:)

        Posted by Fahmi | 12 Maret 2012, 12:32 pm
    • kalo bs d buatkan yg lengan panjang pak fahmi, jd bs d pake ma jilbab….

      Posted by inne | 12 Maret 2012, 2:10 pm
    • Mas Fahmi, kalo bisa tolong yang design no. 2 nya tolong diusahakan bisa di produksi lagi ya.
      jadi ane pesan 3 pcs : no. 1,2,&3. dan tolong di kirim via PT. Pos Indonesia.
      Nanti uangnya ane transfer. Makasih banget.

      Posted by Bonzo | 12 Maret 2012, 8:34 pm
  68. energi dari hembusan angin, di indonesia belum ada ya? para pakar dibidang ini kemana ya?seperti negara lain yang punya kebun kincir angin , di indonesia apakah kurang hembusan angin..atau angin sepoi sepoi saja yang ada ?

    untuk mobil listrik, seandainya ditemukan baterai dengan kapasitas sekali isi penuh mampu berjalan sampai 400 km itu sudah setara dengan kapasitas tanki bbm mobil.,dari segi keandalan sudah apel to apel dengan bbm.
    Apalagi ongkos ngecarger listrik lebih murah daripada beli bbm, jalan deh konversi energi ini

    Posted by riful | 12 Maret 2012, 9:47 am
  69. Membaca tulisan pak Dis selalu membuat semangat, saya berpendapat pemikiran beliau sangat jitu dgn mencoba menyelesaikan salah satu benang kusut di perkotaan yakni kemacetan dan pemborosan BBM dengan mobil atau motor listrik selain krn teknonolgi paling siap dikembangkan juga murah dan cepat, beliau pasti lebih paham jika harus menyediakan rapid transport macam subway ataupun monorail sangat mahal, lama pembangunannya, dan belum tentu menyelesaikan masalah. Disamping itu juga bukan area beliau sebagai menteri BUMN ngurusin subway dan monorail. Tapi disisi lain yang tidak kita sadari bahwa sebagai menteri BUMN beliau sebenarnya sedang mempercepat pembuatan jalan tol jakarta sampai surabaya. Sadarkah kita bahwa kebanyakan pabrik2 banyak bertumpu di jabodetabek atau surabaya saja krn di kota tersebut ada akses tol yang mudah ke pelabuhan, akibatnya banyak pekerja yang datang ke jabodetabek atau surabaya. Logisnya dengan pendapatannya mereka dari bekerja kemudian membeli kendaraaan, akibatnya penuh sesaklah ibukota (jabodetabek dan surabaya). Jika proyek tol sudah menyambung jakarta s.d surabaya yg targetnya 2 tahun kedepan maka akan banyak pabrik2 yang akan relokasi ke daerah diluar jabodetabek terutama ke jawa tengah krn selain investasinya lebih murah, minim demo karyawan dan jauh dari preman2 ibukota yang kasar2. Dampak positif lainnya transportasi akan lebih murah, pungli di jalan2 semakin dipersempit, harga barang semakin murah dan kompetitif, pemerataan pembangunan akan terbentuk dan beban ibukota dalam bentuk penambahan kendaraan akan berkurang krn sudah beralih ke daerah dan lebih tersebar merata. Pada akhirnya ketika subway atau monorail sudah dibangun di ibukota, permasalahan kemacetan malah sudah teratasi sebelumnya. Maaf saya coba menebak pemikiran2 dari Pak Dis “out of the box”. Good job Pak Dis, Good bless u sir…….

    Posted by andre | 12 Maret 2012, 9:51 am
  70. Mantap deh,ini baru pemikiran pejabat yang pro rakyat.tidak hanya omomg doang.Jangan seperti yang di tv, biasa para politikus ( sering debat kusir tanpa action ).Apalagi kalo narasumbernya dari partai ” oposisi ” wah seru kayak dirinya yang paling benar. Tidak ingat ketika partainya berkuasa, lebih parah dari sekarang.Mari kita dukung ide dari pak dahlan untuk mengatasi krisis bbm.Masalah berhasil atau tidak, jangan diperdebatkan dulu. Yang penting niatnya untuk kepentingan rakyat.

    Posted by antok | 12 Maret 2012, 9:54 am
  71. Wah bisa dagang charger listrik untuk sepeda motor dan mobil

    Posted by Fajar | 12 Maret 2012, 10:05 am
  72. bumi ini bukan warisan dari nenek moyang kita, tp pinjaman dari anak cucu kita …..
    so, mari berpikir untuk jangka panjang, jgn hanya mikir jangka pendek saja …….
    salam …

    Posted by Teddy | 12 Maret 2012, 10:07 am
  73. Boleh ikutan pak…. SD Muhammadiyah 2 Surakarta siap!!!!

    Posted by sdmuhammadiyah2solo | 12 Maret 2012, 10:08 am
  74. Semoga tak dijegal perusahaan2 otomotif dan jaringannya, karena takut dimatikan bisnisnya…

    Posted by Mochamad Yusuf | 12 Maret 2012, 10:18 am
  75. brilian pak,… andaikan saya dn anak2 bangsa yg lain dberi kesempatan,mnuntut ilmu yg lebih pastina kami akan selalu mendukung dg brusaha mngeluarkan inovasi2 baru demi kemajuan bangsa kita jg pak.
    salah satu na ide bapak ini tentu saya akan sgt setuju sekali. mari kita ciptakan pintu2 penyelesaian lain, dsamping bkenaikan bbm yg trjadi hmpir setiap tahun. sy pun jg sudah jenuh,namun sy hanya cm bs diam atas kbijakan2 itu krn sam skali tdak pny kuasa atas kbijkan pemerintah trsebut.
    berikan jg kesempatan pda kami,pada anak2 bangsa yg hanya tau bekerja pada atsan demi mndapat upah unt mlanjutkan hdup yg seadana. berikan kami kesempatan untuk berkarya jg. bukan hanya dari golongan yg “berduit” saja yg bs berilmu dn mnunjukan bahwa kami jg ada niat berkarya mncipta karya dn inovasi tntu na unt kbangkitan bangsa. terima kasih. :)

    Posted by ayu | 12 Maret 2012, 10:19 am
  76. sebetulnya saat ini motor listrik (diaplikasikan utk apapun) blm bisa menandingi motor bakar untuk kekuatan tenaganya, saya sangat mendukung ide pak Dis ini ttp klo bs jgn motor/mobil listrik dulu,selain sosialisasinya lumayan susah jg suku cadangnya relatif lbh mahal dan spt yg saya bilang diatas utk keperluan tenaga besar spt dump truk/trailler saat ini riskan klo pake motor listrik, brapa PK motornya dan berapa besar accunya jg berapa lama tahannya..klo utk mobil/motor pribadi lumayan bisa lah..klo bisa BBG aja dulu karena kedepan bisa dipindah ke gas hidrogen dari air bukan dari gas alam lagi krn aplikasinya sama persis dgn BBG.
    untuk gas hidrogen ini insya allah tinggal tunggu waktu aja peluncurannya,alatnya sudah ada yg jual walau diluar negeri, kita nanti tinggal copas aja utk produksi klo mau gampangnya. dgn BBG ini kendaraan tidak mengalami perubahan di mesinnya, bahkan sudah ada motor yg dimodifikasi seorang guru menggunakan LPG dan tabungnya ditaruh di blkg sadel,coba dibuatkan tangki khusus utk gas yg menyatu dgn motor jd keren kan.

    Posted by pakde | 12 Maret 2012, 10:24 am
  77. semangat pak, .,..

    Posted by bukanperantau | 12 Maret 2012, 10:45 am
  78. langkah nyata dalam upaya jangka panjang…

    Posted by andi lubis | 12 Maret 2012, 10:53 am
  79. Kalau masalahnya untuk menurunkan tingkat ketergantungan terhadap BBM, kenapa tidak coba BBM Sintetis?

    kurang dari setahun yang lalu the University of Oxford di Inggris sudah berhasil menemukan dan juga memproduksi bensin beroktan 90 yang 100% sintesis. Biaya produksinya kalau dikurs ke rupiah hanya 3.000. rupiah per liter, sudah berikut packaging. Jadi sistim distribusinya dijual menggunakan botol dan bukan menggunakan SPBU.

    Ini bukan HOAX, berita benar. Tapi entah kenapa tidak ada yang memanfaatkannya. Mungkin kementrian BUMN bisa menggandeng kampus itu untuk memproduksi secara masal hasil penemuannya di Indonesia.

    Posted by M. Erick Antariksa | 12 Maret 2012, 11:05 am
    • pendapat yang kreatif mas Erik… kirimkan saja pendapat anda ke email pak DIS. untuk solusi menurunkan tingkat ketergantungan terhadap BBM, kenapa tidak coba BBM Sintetis? agar dapat diimplentasikan sebagai alternatif lain…….tanpa harus memproduksi mobil lagi yang akan menambah macetnya jalan.

      Posted by Anar | 12 Maret 2012, 12:19 pm
    • wah…..bakalan kolaps pertamina pak erick…
      PHK dimana mana….hiiiiiiiiiiiii…takut

      Posted by trisnoadhy | 12 Maret 2012, 1:28 pm
      • Mungkin itu jawaban kebingungan saya, kenapa penemuan dahsyat ini tidak dimanfaatkan…
        Tapi, kalau Pertamina konsekuen dengan ikrarnya yang sudah mereka cantumkan sebagai “tagline” yaitu Energi Terbarukan (eh atau semangat terbarukan ya?), langkah ini harus diambil.
        Dan karena pertamina sangat gemar memakai gambar kupu-kupu di hampir semua iklannya, ya pertamina harus bertransformasi. Kupu-kupu kan lambang transformasi. :D
        Oh iya, emisi yang dihasilkan bensin sintetis ini sangat amat minimal, jauh lebih kecil dibanding bensin fosil.
        …bisa-bisa Dunia menjadi adem ayem tanpa ada perang memperebutkan minyak….

        Posted by M. Erick Antariksa | 12 Maret 2012, 2:34 pm
      • Nah, yang lucunya, sebenarnya kalau mau kita pun bisa menciptakan sendiri varian bensin sintetik.
        Dan kita pasti bisa, kenapa? Karena Pindad (itu BUMN juga kan ya?) sudah bisa membuat dan memasarkan peledak sintetik kok. Nah, prinsipnya sebenarnya kan sama. Yang satu bahan ledak yang satu bahan bakar.
        Jadi dengan sedikit pemikiran out of the box PASTI kita bisa ciptakan dan langsung paten kan.

        Apabila kita bisa menciptakan dan memproduksi secara massal bensin sintetik, maka kita pasti bisa juga memproduksi solar sintetik. Nah, solar bisa dipakai sebagai bahan bakar untuk apa? …untuk Pembangkit Listrik !!!

        Dan kalau kita sudah bisa memproduksi bensin dan solar sintetik, maka apa yang dibilang oleh pemerintah sebagai subsidi BBM akan hilang kan?? Nah, berarti pemerintah punya “uang” ratusan trilyun yang bisa dimanfaatkan untuk riset dan pengembangan baterai nano teknologi yang bisa dipakai untuk menciptakan mobil listrik yang mumpuni. Saya juga yakin dari uang ratusan trilyunan itu masih banyak sisa yang bisa dipakai untuk penambahan ruas jalan, pembangunan jalan-jalan layang, dan pastinya penciptaan transportasi umum yang aman, nyaman, mudah dan murah…. Ya kaan???

        Coba ingat, betapa mudahnya hidup kita sebagai rakyat dari sebuah negara yang berswasembada BBM dan eksportir BBM… Dulu

        Posted by M. Erick Antariksa | 17 Maret 2012, 12:27 am
    • Pak Erick, mungkin benar BBM Sintetis bisa jadi solusi… tapi sampai kapan? apakah BBM sintetis tersebut memang benar-benar murah? coba hitung dulu cost lain yang perlu dikeluarkan untuk memakai teknologi seperti itu? royalti misalnya… atau mungkin kalo sudah dipatenkan perusahaan tertentu berapa biaya untuk menebus patennya?

      Listrik adalah solusi yang baik untuk jangka panjang… listrik pasti tetap ada di masa depan… dan tentunya banyak alternatif sumber daya pembangkit listrik yang murah… ini yang perlu kita manfaatkan sebagai penggerak kendaraan…

      Selain itu… inovasi dari bangsa inilah yang paling dahlan iskan tunggu… agar masyarakat indonesia tidak terjebak dengan retorika belaka, Indonesia bekerja… berinovasi…. kreatif… bukan Indonesia omong doang…

      Menunggu teknologi dari luar negeri hanya akan menjadikan kita konsumen terbesar

      Posted by dulgenuk | 14 Maret 2012, 9:29 am
      • Mas Dul, Salah satu kunci keberhasilan adalah dengan TIDAK MEMATAHKAN IDE lain, Semisal ada BBM Sintetis made in Kertosono atau made in wamena kira kira KEREN apa nggak ya ?

        Posted by Jeng Sri | 14 Maret 2012, 10:21 am
      • Kalau saya lebih cenderung melihat inti masalah ini…
        Pak Dahlan menawarkan Mobil Listrik sebagai jalan keluar dari krisis kekurangan BBM.
        Jadi menurut saya inti masalahnya adalah “krisis BBM”

        Menurut saya, produksi Bensin Sintetis merupakan jalan keluar paling tepat mengatasi kekurangan BBM.

        Production Cost, Royalty Fee, dan lain-lain bisa dibicarakan untuk dicari solusinya.
        Bisa saja dibentuk perusahaan patungan yang memproduksi Bensin Sintetik ini di Indonesia.
        Karena berdasarkan informasi yang saya dapat, para penemu Bensin Sintetik ini sudah mulai stress karena penemuan mereka tidak juga dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, menurut mereka (dan juga menurut saya) penemuan ini adalah penemuan yang sanggup menyelesaikan berbagai masalah dan kemelut di muka Bumi… Berapa banyak perang, kudeta, intrik di dunia ini yang ujung-ujungnya adalah Minyak Bumi.

        Memang, apabila ide produksi Bensin Sintetik ini dijalankan, pasti langsung akan berhadapan dengan preman-preman dunia.

        Ada yang masih tidak percaya akan posibilitas dari ide ini. Tapi coba pikirkan, kalau bahan peledak saja sekarang sudah bisa dibuat secara sintetik dengan efek dan daya ledak jauh lebih dahsyat, maka bensin pun seharusnya pasti BISA.

        Masalahnya cuma satu, berani atau tidak?
        Berani atau tidak berhadapan dengan preman-preman Dunia?
        Saya tidak tau Pak Dahlan berani atau tidak.
        Tapi bila beliau berani, yuuk rame-rame kita dampingi beliau. Kalau pun harus mati, setidaknya kita berusaha sampai mati.

        Posted by M. Erick Antariksa | 14 Maret 2012, 9:53 pm
      • @ Jeng Sri, kalau memang ada BBM made in Kertosono atau wamena, apakah sudah mememuhi kelayakan dari sisi komersial? sama seperti kasusnya mobil esemka… DI belum melihat perakitan mobil esemka itu bisa menjadi alternatif kendaraan pilihan masyarakat karena masih tahap “prototype” dan masih terkendala berbagai hal… lalu apakah BBM sintetis tersebut bukan sekedar “prototype”… apakah BBM sintetis tersebut tidak terkendala dengan berbagai macam paten maupun biaya-biaya yang tidak terduga lainnya? ini yang perlu dikaji…

        @ Pak Erick, IMO Dahlan sebagai pengusaha tentunya tahu, pasukan kecil ga bakalan bisa berperang langsung dengan kekuatan yang besar, makanya daripada berperang secara frontal yang belum tentu semua sumber daya kita bisa mengalahkan kekuatan besar tersebut.

        Dalam marketing juga ada istilah diferensiasi yang jadi modal dasar untuk meningkatkan penjualan… disaat semua orang panik dengan sumber daya BBM yang semakin terbatas, kenapa kita tidak tampil beda? pembedaan inilah yang ingin dibuat oleh DI…

        Dengan pengembangan kendaraan listrik… seandainya kita bisa fokus… dimasa depan kita bisa menjadi market leader di industri otomotif… karena tren kendaraan listrik semakin pesat… BBM boleh habis tapi listrik ga bakalan habis…

        Modal? bukankah bikin kendaraan listrik butuh modal gede? ya butuh modal besar… tapi kita punya SDM yang besar pula… dengan kebersamaan dari seluruh SDM tersebut… modal besar bisa diminimalisir… tinggal bagaimana SDM tersebut disatukan dalam sebuah “wadah kebersamaan” seperti yang sedang digaungkan oleh Dahlan Iskan…

        Posted by dulgenuk | 15 Maret 2012, 8:19 am
  80. mobil GEA ( buatan PT INKA ) apakah sudah pakai bahan bakar listrik………….?

    Posted by andre | 12 Maret 2012, 11:20 am
  81. saya sangat setuju dengan ide pak DIS, saya yakin anak anak bangsa sudah punya desain bahkan prototipe mobil / motor listrik.walaupun masih sewderhana. sekarang pak DIS ngasih kesempatan untuk semua bisa menyampaikan ide dan gagasannya kepada beliau.
    dan mohon maaf, Indonesia bukan cuma jawa saja. kereta listrik, monolrail, transjakarta dll itu hanya ada di pulau jawa. saya sekarang bekerja di pulau rote, NTT. pulau paling ujung selatan dari NKRI. alangkah bagusnya kalo gagasan pak DIS bisa diwujudkan. karena di Rote SPBU tidak ada sama sekali. BBM dipasok dan dikirim melalui truk tangki langsung ke pengecer. kalo mobil / motor listrik sudah ada pasti sangat membatu kami yang ada di rote. trims…kerja kerja kerja

    Posted by NTT | 12 Maret 2012, 11:30 am
  82. terlena aku dibuatnya,….

    Posted by ben vito | 12 Maret 2012, 11:35 am
  83. Saya sangat setuju dengan ide Bapak. Saya bidang saya bukan di situ. Saya berdoa semoga Bapak bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik.

    Sedikit catatan Pak:
    Saya lebih senang jika Pak Dahlan pake email korporatnya, bukan gmail. Misalnya; kementrian BUMN, gitu..
    Terima kasih.

    Posted by Ahmad | 12 Maret 2012, 11:52 am
  84. Ide brilian Pak Mentri… Teman2x, ayo kita dukung dan turut berpaya merealisasikan sesuai dengan kemampuan kita masing-masing ..

    Posted by harymulyadi | 12 Maret 2012, 11:54 am
  85. boleh coment sedikit …

    masalah daya listrik. saudara saya untuk tugas akhir kuliahnya membuat kompor berbahan bakar air…… jadi kalo di teruskan.. kayaknya bukan gak mungkin motor ato bahakan berbahan dasar air……..

    yg kedua.. “listrik dari magnet”,,, saya ada mellihat beberapa video di youtube tetang ini… jadi full efisiensi.. jangankan guna BBM.. gunakan listrik dari PLN oun gak…. ayo kita kembangkan din riset ini……..

    Posted by arias | 12 Maret 2012, 12:02 pm
    • Air sebagai bbm secara kimiawi mustahil pak, karena air dan co2 adalah hasil akhir dr reaksi pembakaran, jd entalpi nya sudah terendah.

      Posted by Agung jember | 12 Maret 2012, 8:45 pm
      • Betul pak Agung. Sangat tdk logis bila air seperti yg kita minum tiap hari ini bisa untuk bahan bakar. Mungkin yg dimaksud pak Arias”air” itu bukan H2O ttp “Zat Air” alias Hidrogen(H2). Hidrogen memang bisa “dibuat” dari air tetapi untuk saat ini…sangat tdk ekonomis..! Yang bisa buat hidrogen murah sgr daftar ke pak DIS.

        Posted by SUKAMTO | 12 Maret 2012, 9:49 pm
  86. Apapun idea nya selama itu untuk kebaikan rakyat dan umat kita wajib bersyukur punya pemimpin seperti itu. Sangat jarang kita bisa terlibat dengan rencana dan pikiran para pemimpin yang lain..tau-tau nanti masuk penjara saja karena menilep uang rakyat dengan dallih apa saja…. yang kita perlukan dukung dengan doa dan yang punya kemampuan dukung dengan ilmu dan pikiran serta tenaga..ga usah pesimislah ataupun pura-pura tahu tidak ada manfaat..emang udah di buktikan? jangan pesimis bro…. HIDUP pak DIS

    Posted by assifa | 12 Maret 2012, 12:18 pm
  87. saatnya indonesia bangkit…..

    Posted by mebelklaten | 12 Maret 2012, 12:18 pm
  88. cater-cater ngedukung perubahan ……

    Posted by mebelklaten | 12 Maret 2012, 12:21 pm
  89. Pejabat seperti ini yang membuat semangat bayar pajak….

    Pejabat seperti ini yang membuat semangat bersih – bersih ….

    Pejabat seperti ini yang membuat ikhlas berjuang demi negara….

    KERJA ….. KERJA….. KERJA……

    Posted by Darko Rahman | 12 Maret 2012, 1:01 pm
  90. Tentang nasionalis….emang orang BPPT nasionalis? Sdh tahu Mesin ESEMKA buatan Cina (mesin kasar) pasti kurang efisien dan pasti tidak lolos uji. Tapi cara mereka mengumumkan di Media secepat itu yang jadi pertanyaan?…Butuh waktu negara ini untuk terus bangun industrinya dan perlu Rakyat membeli dan bangga atas produksi sendiri. Riset terus dilakukan setelah barang dibeli terus oleh rakyat. Kalo cuma senang import dan banggain produk asing, mana ada kebangkitan di Negeri ini. Ide dan gagasan Pak Dahlan patut diapresiasi. Trus siapa yang menghambat Mega Proyek Nasionalisme ini??? Sdh terbukti Penguasa dan kepentingannya (termasuk Kepentingan Asing)

    Posted by Boy Iskak | 12 Maret 2012, 1:14 pm
  91. pak DIS ini seperti bung karno yg berjuang buat rakyat & bung tomo yg kobarin smgt rakyat. Spt hamengkubuwono ix yg sering berkumpul dgn rakyat. Lebih dari itu, pa DIS tidak ada kepentingan politik.
    Kalo pa DIS sbg menteri bisa hidup tanpa mengambil gaji, mengapa para anggota dpr sibuk minta naik gaji & perbaikan fasilitas gedung senayan ya? Apa yg sudah mrk hasilkan?

    Posted by david | 12 Maret 2012, 1:15 pm
  92. saya sih pada dasarnya mendukung aja, yang penting dana subsidi BBM itu jelas nantinya lari kemana!!,, jagan sampai dana subsidi BBM yang triliunan itu masuk ke kantong para pejabat….
    jujur saya sangat sinis melihat nengri tercinta Q ini…. sumberdaya di daerah kami kalimantan dikeruk,,,sementara pembangunan itu di pusat( pulau jawa)….. mungkin itu lah alasanya kenapa aceh,papua ingin merdeka.
    mobil listrik bagus… itu harus di implementasikan, menginggat orang indonesia adalah bangsa yang paling kere-aktif.

    Posted by meka53upriono | 12 Maret 2012, 1:18 pm
  93. sebagai orang yang suka bersepeda, alias PNS atawa penggaweane numpak sepedah, saya paling setuju kalau Pak Dis memberikan fasilitas petinggi2 di BUMN untuk alat transportasi ke kantornya pake sepeda, itung-itung menyehatkan dan mengurangi polusi kota

    Posted by s widodo | 12 Maret 2012, 1:19 pm
    • Setuju…sebelum ke mobil/motor listrik ke sepeda hybrid (listrik)..klo listrik hbs masih bisa gowes pke kaki…
      Bener, instansi pemerintah beri contoh dulu…

      Posted by hendro | 13 Maret 2012, 6:35 am
  94. Pak Dahlan, setuju banget dengan ide mobnas listrik, tapi jgn dengan kondisi PLN byar pet seperti sekarang ini. Selain itu, belum semua pelosok daerah negaraku ini tersentuh listrik. lha nanti kalo kehabisan listrik mo charge, piye? udah byar pet ga semua ada stasiun charging.
    Terus PLN mestinya juga sudah tidak tergantung dgn BBM untuk menjalankan rotor atau trubin penghasil listrik. Semua PLTU, PLTG, PLTA yang ada dimaksimalkan, Kemudian segera dibuka PLTG dan PLTU baru.di seluruh Indonesia.
    Baru deh saya yakin 100% kita siap produksi mobnas listrik.

    Posted by christo | 12 Maret 2012, 1:19 pm
    • Mas Christo… sebaliknya… malah kalo bisa sekarang kita semakin banyak pake tenaga listrik… dengan begitu PLN punya lebih banyak uang untuk bikin pembangkit listrik… :D

      Toh yang diminta DI nge-charge-nya di malam hari disaat konsumsi listrik sangat rendah… bukan di siang hari :D

      Posted by dulgenuk | 12 Maret 2012, 6:22 pm
  95. Dialog Trotoar Dahlan Iskan dengan Demonstran

    ’’Saya Dahlan…”

    ’’Anda demo ya?,” tanya Dahlan Iskan.
    ’’Iya Pak, kami lagi demo,” jawab beberapa mahasiswa.
    ’’Demo soal apa?” tanya Dahlan lagi.
    ’’Demo Pilkada Pak,” jawab mereka.

    Dahlan terus bertanya.

    ’’Supaya gubernur DKI yang akan datang lebih bagus Pak,” jawab
    mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta yang tergabung dalam BEM Jakarta
    Raya itu.

    ’’Bagus..bagus,” kata Dahlan.
    ’’Ini Pak Dahlan ya. Benar ini Pak Dahlan Iskan ya,” tanya Dadan.
    ’’Iya, saya Dahlan. Kenapa?” Jawab Dahlan.

    ’’Alhamdulillah, saya bisa bertemu langsung dengan Bapak. Selama ini
    saya hanya baca di online. Kita sering mendiskusikan berita tentang
    Bapak,” kata mahasiswa asal Padalarang, Bandung, tersebut.
    ’’Bapak baru abis olahraga ya?” tanya Dadan.

    ’’Tidak, saya baru abis kasih kuliah di situ,” kata Dahlan sambil
    menunjuk kantor Lembaga Pertahanan Nasional. ’’Di Lemhannas,” Dahlan
    menambahkan.

    ’’Kok pake sepatu kets Pak,” Dadan menimpali. ’’Jadi berita-berita Pak
    Dahlan pake sepatu kets itu benar donk,” ia melanjutkan pertanyannya.

    ’’Demonya sudah selesai?” Dahlan memotong pertanyaan soal sepatu kets..
    ’’Sekarang istirahat dulu Pak, mau salat dzuhur. Boleh pinjam tempat
    salat di sini Pak,” kata Dadan kepada Dahlan.

    ’’Salat di kantor saya saja. Ayo,” jawab Dahlan sambil berjalan agak
    cepat ke arah kantornya yang jaraknya sekitar 200 meter dari tempat
    mereka berdialog.
    ’’Kantor Bapak di mana? Jauh tidak dari sini,” tanya Dadan.

    ’’Itu, dekat,” kata Dahlan sambil menunjuk kantor Kementerian BUMN.
    ’’Anda makan dulu yah baru salat. Biar teriakannya kencang. Kita makan
    sama-sama di kantin,” kata Dahlan.

    ’’Kita sudah makan Pak. Terima kasih,” kata Dadan.
    ’’Benar sudah makan,” kata Dahlan lagi.
    ’’Sudah Pak. Kita semua sudah makan,” jawab Dadan.

    ’’Teriakan kami kencang Pak. Kalau tidak percaya boleh dicoba Pak,”
    timpal Yusuf Fauzi, salah satu demonstran dari BEM Universitas Negeri
    Jakarta (UNJ).

    ’’Kalau begitu kita salat saja ya. Mau di musalah atau di ruangan
    saya. Mana teman-temanmu yang lain,” kata Dahlan sambil berhenti
    sejenak.

    ’’Sebentar Pak, saya panggil mereka,” kata Dadan, lalu berjalan ke arah
    teman-temannya yang masih bertahan di depan kantor gubernur DKI.
    Dahlan menunggu di depan kantor Kementerian BUMN.

    ’’Mereka salat di sana Pak,” katanya setelah kembali.
    ’’Ayo, salat di ruangan saya saja,” kata Dahlan sambil berjalan menuju
    lobi kantornya.

    Dua mahasiswa demonstran itu pun masuk ke lift bersama Dahlan, ke
    lantai 19. Dahlan mengajak keduanya ke ruang kerjanya. ’’Ini kamar
    mandi, Anda wudhu di situ,” kata Dahlan kepada keduanya.

    Ketika Dadan dan Fauzi sedang berwudhu, Dahlan menyiapkan dan
    menggelar sajadah di sisi selatan ruang kerjanya.

    Setelah dua mahasiswa tersebut keluar dari kamar mandi, gantian
    Dahlan yang masuk untuk berwudhu. Sehabis wudhu, Dahlan langsung qomat
    dan mempersilakan Dadan menjadi imam.

    Usai salat, Dadan dan Fauzi turun bersama Dahlan ke lobi kantor.
    Keduanya kemudian kembali menemui teman-temannya di depan kantor
    gubernur DKI dan Dahlan menuju Hotel Borobudur untuk ceramah di depan
    ratusan direktur utama perusahaan Badan Usaha Milik Daerah.

    Itulah dialog antara Dahlan Iskan dengan dua demonstran Kamis lalu.
    Mereka bertemu secara kebetulan di trotoar depan Kantor Gubernur DKI
    di Merdeka Selatan.

    Waktu itu Dahlan Iskan baru saja selesai memberi
    kuliah kepada mahasiswa Lemhannas dan hendak menuju kantornya
    Kementerian BUMN dengan jalan kaki. Sementara Dadan dan teman-temannya
    (tampak sekitar 20 orang) sedang berdemo di depan Kantor Gubernur DKI.

    Dahlan memang sering jalan kaki kalau hendak dan dari kantor-kantor di
    sekitar Merdeka Selatan. Kalau ke Istana Wapres ia beberapa kali jalan
    kaki pergi-pulang. Begitu pula ke kantor Kementerian ESDM
    Dalam lift Dadan, yang cerewet itu, juga bertanya tentang rencana
    pemerintah menaikkan tarif BBM.

    Dahlan yang wartawan, menjawab dengan
    sangat tangkas. ’’Presiden pasti memikirkan yang terbaik untuk
    rakyat,” begitu salah satu jawaban Dahlan atas pertanyaan Dadan.

    Hal yang paling penting dari bertemunya Dahlan Iskan dengan mahasiswa
    demonstran ini adalah sikapnya dia melayani dialog mahasiswa
    demonstran itu.

    Juga sikap Dadan dan Fauzi yang begitu berbudaya
    bertutur sapa dengan Dahlan yang seorang menteri.

    Kedua mahasiswa tersebut malah salut dengan Dahlan yang mau melayani
    mereka sepenuh hati.

    Saya memang sempat khawatir akan terjadi caci-maki atau keluar
    kata-kata tidak sopan para demonstran itu kepada pemerintah. Sebab
    mereka sedang berhadapan dengan seorang menteri, di arena demonstrasi
    pula.

    Sebaliknya, mereka begitu sopan bertutur sapa, dan Dahlan pun melayani
    sepenuh hati. Dialognya begitu cair, saling menghargai, dan Dahlan pun
    memposisikan para demonstran itu sejajar dengannya pada saat terjadi
    dialog.

    Mereka bahkan memuji Dahlan yang meskipun sudah menjadi
    menteri tetap bersikap apa adanya.

    Posted by arist | 12 Maret 2012, 1:25 pm
  96. Rasanya sudah tepat dengan semua komentar yang ada diatas Saya pikir inilah kometar yang terbaik berimbang atara suport, pujian, saran, kritik dan penolakan dan terpenting dari semua itu kontribusi dari masing-masing individu

    Posted by miftah | 12 Maret 2012, 2:03 pm
  97. Tadinya saya agak apatis dengan ide Pak Dahlan tentang mobil listrik nasional ini… Tapi setelah membaca banyak komentar positif dari warga blog ini, lha jadi semangat juga saya… Malah ikutan banyak komentar…

    Selain Mobil Listrik Nasional dalam bentuk bus yang dioperasikan oleh BUMN sebagai sarana transportasi massal, lalu produksi Bensi Sintetik berharga murah. Ada satu hal lagi yang bisa dicoba…

    Kalau ingin menghidupkan Putera Petir… Ingin menggantikan mobil berBBM menjadi mobil listrik, dari pada memproduksi Mobil Listrik Nasional, akan jauh lebih cepat, mudah, efektif, dan menguntungkan jika memproduksi kit mesin tenaga listrik yang bisa dipasang di mobil biasa.

    Mengenai mobil listrik, saya pernah mempelajari bahwa di Los Angeles ada perusahaan yang bernama Hippy Motors.
    Mereka sudah 35 tahun menangani proses modifikasi mobil standar menjadi mobil listrik. Sudah banyak artis dan selebriti hollywood yang mereka tangani.
    Salah satu cara kerja yang mereka sering lakukan adalah mencopot mesin mobil berikut sistim transmisi dan mengganti dengan kit mereka. Jadi mobilnya mobil lama kita, tapi menggunakan mesin baru berdaya 100% listrik.

    Asyiiik kann… Kita bisa memilih mobil antik/tua, restorasi body interior dan kaki2… Mesin dan transmisi langsung pasang kit saja… Jadi deh mobil listrik.

    Bengkel2 konversi BBM ke Listrik bisa bermunculan…

    Posted by M. Erick Antariksa | 12 Maret 2012, 2:19 pm
    • mantep pak
      langsung kirim ide nya ke pak Dahlan aja
      lebih sip lagi kalo kit & pemasangan dari Ind juga

      Posted by yud | 12 Maret 2012, 3:26 pm
      • Saya bingung mau kirim yang mana, lantaran banyaknya komentar positif penuh semangat dari warga blog ini, akhirnya saya terpancing untuk menorehkan beberapa komentar. Setelah saya baca kembali komentar-komentar saya, kok saling kontradiktif antara satu sama lainnya yaa? Bodohnya saya. Pantesan kemarin ada yang bilang komentar saya kurang pantas. Hehehehehe

        Posted by M. Erick Antariksa | 12 Maret 2012, 5:56 pm
    • ha ha ha…biasa itu Pak Erik,yg penting unek2nya/pemikiranya bs keluar dl,nanti tinggal disortir kira2 mana yg paling relistis…slm kerja..kerja..kerja…

      Posted by Ahmad Zuhri | 12 Maret 2012, 8:57 pm
    • Ide bagus tuh, kalo saya melakukan itu nanti ditilang polisi gak ya?

      Posted by Asep | 29 Mei 2012, 1:53 pm
  98. Setuju banget pak…sbg ibu RT sy sll pusing kl BBM naik coz smua jd ganti harga bkn cuma naik pak,smoga byk yg mdukung,Amin

    Posted by iffah | 12 Maret 2012, 2:32 pm
  99. matoh tenan Pak Dahlan…semoga sukses dengan idenya semoga lahir putra-putra petir yang punya semangat spt Pak Dis

    Posted by inne | 12 Maret 2012, 2:34 pm
  100. Setuju banget pak…..sbg ibu RT sy sll galau kl BBM naik coz smua brg jd gnti harga bkn cuma naik….smoga byk yg mdukung….Amin

    Posted by iffah | 12 Maret 2012, 2:36 pm
  101. Tabea… Nice blog. Saya suka. Terima kasih infonya,-

    Posted by Rafans Manado | 12 Maret 2012, 2:37 pm
  102. Mantap… Informasi yang sangat bermanfaat untuk di simak. Salam kenal dan terima kasih,-

    Posted by Rafans Com | 12 Maret 2012, 2:38 pm
  103. Membaca MH kali ini menimbulkan beberapa pertanyaan di benak saya, karena tidak biasanya tulisan p DI sprt ini. Pertama, apakah ada alasan lainnya selain kenaikan BBM selalu menimbulkan kehebohan, pemborosan energi dan pikiran seperti yg dijelaskan di atas? mengingat tulisan/pemikiran dari p DI ini muncul setelah ada perdebatan dalam diskusi di metro ttg kemungkinan kenaikan BBM waktu lalu.
    Kedua, kalau memang p DI ingin mengajak kita segera beralih ke listrik, beliau tentunya sudah memikirkan masalah2 yg siap menghadang program / pemikiran beliau ini, apakah beliau sudah ada gambaran tentang program ini, jangan2 beliau sudah memikirkan hal ini jauh2 hari hasil seringnya beliau berkunjung ke luar negeri dan merasa saat ini adalah saat yg tepat untk mewujudkannya? Tak ada keraguan dari saya ttg p DI, setahu saya setiap beliau punya pemikiran akan segera beliau lakukan dan wujudkan walaupun itu sulit (kadang menurut sebagian besar orang itu impossible), termasuk idennya kali ini.
    Sangat menarik untuk dinanti, kelanjutan langkah yg di ambil p DI dalam mewujudkan ide2 dan programnya ini.
    Dukung perubahan demi kemajuan Indonesia !

    Posted by toro | 12 Maret 2012, 3:15 pm
  104. Pak Dahlan mobilnya diganti yang irit BBM dong, mobil mercy itu boros BBM hehehe

    Posted by Fajar Ali | 12 Maret 2012, 4:26 pm
  105. Subhanallah.
    Kalau selama ini kita dihadapkan pada persoalan yg dialami oleh BUMN & trik” pemecahannya. Mulai tulisan diatas kita mulai diajak untuk berkiprah & ikut merasakan menjadi bagian tim yg akan ikut membangun negara ini.
    Terus berjuang pak Dis.

    Posted by Areks | 12 Maret 2012, 4:56 pm
  106. REVOLUSI DAHLAN ISKAN
    Sebuah ikrar pendukung perubahan

    Pak Dahlan, anda adalah salah satu diantara 250 juta orang Indonesia, yang Jenius, Visioner, Inspiratif, dan penuh Action. Dan anda melakukan apa yang anda katakan, anda menepati apa yang anda janjikan. Tidak seperti kebanyakan beliau-beliau di televisi sana yang cuma bisa ngomong/bacot doang, kami malu lihat mereka banyak ngomong, tong kosong.

    Pak Dahlan, anda tidak usah resah dan gelisah dibilang orang pencitraan, karena kami membutuhkan pencitraan itu, pencitraan kesederhanaan, pencitraan kerja keras, pencitraan ketulusan/keikhlasan, pencintraan kejujuran, pencitraan kepedulian, pencitraan integritas dan antusias, cita-cita anda untuk kemakmuran negeri ini, anda adalah pemimpin dan pelayan negeri ini. Ajarilah kami semua hal tersebut, dan ajari semua pejabat negeri ini bagaimana menjadi pelayan terbaik untuk rakyat Indonesia.

    Pak Dahlan, ketahuilah bahwa kami ikhlas mendukungmu, berkorban mendukungmu untuk menjadikan negeri ini menuju kebaikan dengan perbuatan, ucapan, dan do’a. Dan do’a kami pada ALLAH Azza wa Jalla semoga anda selalu diberi rahmat, kesehatan, keselamatan, dan panjang umur dalam kebaikan.

    Pak Dahlan, terimakasih telah/akan mau menjadi pelayan negeri ini, menjadi pionir perubahan bangsa ini menuju kebaikan. Suatu saat nanti anda akan dicatat dalam sejarah emas Indonesia dalam kejayaan dan kemakmuran, semoga semua itu akan menjadi amal jariyyah buat anda. Itulah hidup yang berarti.

    Jadi teringat lagu bang Iwan Fals : Bung Hatta : ini jadi everlasting song.
    (sepenggal syairnya)
    Jujur lugu dan bijaksana
    Mengerti apa yang terlintas dalam jiwa
    Rakyat Indonesia…

    Terlintas nama seorang sahabat
    Yang tak lepas dari namamu…
    Terbayang baktimu, terbayang jasamu
    Terbayang jelas… jiwa sederhanamu

    Dari kami yang merindukan orang
    Sepertimu…

    Salam dari kami (pendukung perubahan) untuk Pak Dahlan Iskan dan keluarga.

    Posted by bonzo | 12 Maret 2012, 5:06 pm
  107. Atau yang lebih mudah lagi adalah menciptakan ECU (otak bagi mesin mobil) yang mampu memerintahkan mesin mobil untuk menggunakan satu atau dua silinder saja ketika mobil dalam keadaan macet. Baru setelah mobil mulai berjalan satu persatu silinder lain mulai bekerja.

    Sistim ini dipakai di Honda Accord V6 3500 yang tersedia di pasaran Indonesia. Konsumsi bensin bisa sangat irit, 1 :14. sangat irit untuk sebuah mobil bermesin 6 silinder 3500cc, coba bandingkan dengan S-Class pak Dahlan.

    ECU pengehemat kerja (bukan penghemat konsumsi BBM) ini bisa dihubungkan ke ECU yang sudah dimiliki setiap mobil injection (piggyback istilahnya).

    Honda menamakan sistim ini dengan Variable Cylinder Management (VCM) yang tugasnya mengatur jumlah silinder yang bekerja sesuai dengan kebutuhan dan kecepatan mobil. Misalnya pada kecepatan menengah, hanya 3 silinder pada satu sisi saja yang bekerja. Sedangkan untuk kecepatan 100 km/jam, hanya 4 silinder (2 di setiap sisi) yang bekerja.

    Mobil besar saja bisa sehemat itu konsumsi bahan bakarnya, bayangkan apabila sistim ini dipasang di Avanza, Xenia, Jazz, atau Vios yang sudah terkenal sebagai Fuel Saver.

    Dengan sistim ini, tidak terlalu banyak “kejutan” sosial yang terjadi. Secar teknis harusnya sangat simpel, bisa diibaratkan seperti mencolol USB ke komputer.
    Bisa banyak bengkel yang memberi pelayanan jasa pemasangan chip berisi program sistim ini.
    Chipnya pun bisa banyak dibuat didalam negeri.

    Murah, Mudah, Mengena… Asyiik kan?

    Posted by M. Erick Antariksa | 12 Maret 2012, 5:10 pm
  108. iya…., dipikir-pikir kereta yang begitu besar dan panjang dengan penumpang yang bejubel aja bisa ngebut di relnya, pasti kendaraan sebesar bus juga bisa melaju kencang dengan penggerak listrik ya…?

    Posted by Kang Encep | 12 Maret 2012, 5:48 pm
  109. Pemikiran yang bagus…….pemuda indonesia memang kreatif,menghasilkan sesuatu yang baru,tetapi pemerintah tidak pernah melakukan usaha untuk membantu mengembangkan usaha anak bangsa tersebut……….

    Posted by didinfraternite | 12 Maret 2012, 6:40 pm
  110. Dear All,,
    salah satu mendukung gerakan Manufacturing Hope,,silahkan pesan dan gunakan Kaos Manufacturing Hope sebagai kampanye Bahwa Indonesia Masih Banyak Memiliki Harapan untuk menjado lebih baik,,

    desain bisa dilihat di http://muhammad-nur-fahmi.blogspot.com/2012/03/up-date-design-3-dan-4.html

    ayo cepetan,,pre-order hanya tinggal 3 pasang lagi,,jangan sampai kehabisan..
    produksi terbatas….

    Indonesia Berharap
    Talk Less
    Do More,,

    Bekerja, Bekrja, Bekerja !!!!!

    Posted by FAHMI | 12 Maret 2012, 7:02 pm
  111. saya sendiri sangat setuju kl ada motor listrik nasional semoga itu bs terwujud. ayo semangat anak bangsa

    Posted by sewa mobil bali | 12 Maret 2012, 7:22 pm
  112. semoga ada jalan terbaik untuk bangsa ini untuk mengentaskan kemiskinan soalnya kl bbm naik bukannya nambah masyarakat susah….

    Posted by rent car in bali | 12 Maret 2012, 7:27 pm
  113. wahhh keren..

    Posted by kamiwierdhan | 12 Maret 2012, 8:46 pm
  114. Mau komentar apa ya??? Semua sudah pada komentar, bagus-bagus, pintar-pintar. Saya hadir sajalah.
    Bila tak ada BBM, Listrik pun jadi… Semoga putra petir mampu melawan. Semangat Pak DIS…. :-)

    Posted by Haris Al Khawaris | 12 Maret 2012, 8:50 pm
  115. gmana tEnTAnK kIta,,,,,,,,,,,,

    Posted by fadil azis thion | 12 Maret 2012, 9:43 pm
  116. Proyek ini pasti membutuhkan biaya yang besar, kami dari perbankan siap membantu melalui fasilitas pinjaman khusus yang melibatkan banyak perusahaan perbankan melalui skema sindikasi.Ini sangat menarik dan tantangan buat dunia perbankan untuk ikut serta dalam proyek ini.

    Posted by Orang bank | 12 Maret 2012, 10:10 pm
  117. OOT : Bapak Dahlan ternyata tidak ada matinya, beliau telah memangkas anggaran kementerian BUMN

    http://finance.detik.com/read/2012/03/12/224034/1865325/4/dahlan-iskan-pangkas-dana-rapat-dan-perjalanan-dinas-rp-31-miliar?f9911013

    Posted by Enzo | 12 Maret 2012, 10:44 pm
  118. Dahlan mengatakan, nilai Rp 2 triliun bagi BUMN sangat berarti karena bisa menghasilkan proyek strategis Rp 12 triliun.
    Padahal dari nilai Rp 2 triliun tersebut, kita bisa menghasilkan proyek strategis senilai Rp 12 triliun,” ujar Dahlan dalam rapat dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR

    http://finance.detik.com/read/2012/03/12/212436/1865304/4/dahlan-iskan-minta-dpr-tak-naikkan-setoran-dividen-bumn

    Posted by caderkeren | 12 Maret 2012, 11:05 pm
  119. Sekalian Pak MRT yg akan dibangun di DKI nanti disyaratkan pakai listrik dari solar dan wind farm. Bisa dicari 1 pulau kep. seribu untuk solar farm-nya. Semua technology hemat energi dipakai salah satunya LED untuk penerangan. Kita sudah sangat ketinggalan memanfaatkan energi terbarukan dibandingkan negara lain.

    Posted by Junedy | 13 Maret 2012, 12:15 am
  120. lanjutkan pak dahlan… kita rakyat indonesia mendukung sepenuhnya usaha bapak.
    dan semoga bapak bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru yang bisa menampung sarjana yang sedang menganggur.
    semoga perubahan ini menuju indonesia yang makmur dan bijak dalam konsumsi energi

    oh iya pak….. bagaimana kalau menambah lagi pembangkit listrik (PLTA) di daerah jawa dan kalimantan. biar kita tidak bergantung lagi dengan batubara

    Posted by De Mila Ar-Rahman | 13 Maret 2012, 12:35 am
  121. Ternyata postingan ini dah muncul di http://www.antaranews.com/berita/300868/saatnya-putra-petir-harus-melawan minggu pukul 19.58. Minggu depan cari cepet-cepetan, yuk! Kira-kira P DIS mo bahas apa ya??

    Posted by lutfi helmi | 13 Maret 2012, 1:17 am
  122. Pak DI, saya dukung 100%- cuman Energy Density baterai untuk mobil listrik sampai saat ini masih rendah jadi perlu diperhitungkan benar2 pak. Kalau merubah limbah2 biomasa seperti limbah kelapa sawit, bonggol jagung dll bisa jadi minyak diesel juga siap jadi alternatif Pak utk mengurangi ketergantungan pada petroleum (siap membantu jika dipandang perlu)

    Posted by PDI(Pendukung-DAIS) | 13 Maret 2012, 3:31 am
  123. Rame-rame dukung Dahlan Iskan, kayak dulu … rame-rame dukung SBY. Kecewa urusan belakang. Ketipu pencitraan terusss.

    Posted by paboe | 13 Maret 2012, 5:38 am
    • Kriteria pencitraan itu apa sih boe nurut kamu? Orang bekerja untuk kemajuan bangsa dengan tidak mengambil fasilitas dan hak – haknya masih dianggap salah. Yang bener harus nya seperti apa kalo emang kamu pintar????

      Posted by Hadi S | 13 Maret 2012, 7:53 am
    • pada saat itu ‘sby’ dizalimi megawati…
      porsi pak Dis, bukan dizalimi,tp mengajari kita. Untuk:
      1.kerja keras (apakah kerjakeras pak Dis sehingga BUMN,menggeliat luar biasa, juga pencitraan?)
      2. Jujur dan Antusias (apakah ketidak tahuan Pak Dis ttg listrik–pd saat di PLN,yg membuat beliau belajar ttg listrik juga, pencitraan?)
      3. Integritas(apakah, merealisasikan apa yang diucapkan,merupakan pencitraan? Apakan karena sudah merasa cukup dgn kekayaannya dan tak mau ambil gajinya,membuat Pak Dis disebut pencitraan?)
      4.jadilah sukses!
      (lain2… bisa ditambahkan sendiri)

      Jika kita tak pernah berani mengambil resiko, selamanya hanya akan jadi pecundang. (para pejuang kita sudah mengajarkan hal itu dgn buah kemerdekaan)

      sayapun akan mendukung pak Dis apapun konsekwensinya.

      salam

      Posted by wawan | 13 Maret 2012, 8:35 am
    • Salah satu yang ketipu mas ?

      Posted by citra | 13 Maret 2012, 9:21 am
    • Yang milih SBY sapa ya… yang ketipu sapa… situ saja kali Pak Bue. Makanya miih dan dukung pemimpin itu harus cerdas he he….bisa bedain yang pencitraan sama yang benar benar kerja…!

      Posted by Radiya | 18 Maret 2012, 11:08 am
  124. saya tetap ga setuju atas naiknya bbm.

    Posted by ady saputro jual filter air | 13 Maret 2012, 7:27 am
    • Saya setuju dengan Anda mas.. Saya juga tidak setuju dengan kenaikan harga BBM. Tapi saya sangat mengagumi kawan-kawan di blog ini yang tidak sekedar tidak setuju tapi mereka memberikan saran, usulan dan solusi untuk pemecahan terhadap masalah yang kita hadapii bersama. Mari kita hidup dengan penuh solusi.. Salam hormat :)

      Posted by Aris Kadarisman | 13 Maret 2012, 9:02 am
  125. PABOE,,,mungkin pabu belum mengenal Pak Dahlan sehingga mengambil kesimpulan bahwa beliau melakukan pencitraan. Menurut sy bukan pencitraan yang dibangun Pak Dahlan tapi memang begitu karakternya beliau,beda dgn SBY dulu.(maaf bukannya membanding-bandingkan). Klo menurut PABOE itu sebagai sebuah pencitraan, trus yang bagaimana di bilang bukan pencitraan. Dan untuk temen-temen yang mendukung Pak Dahlan menjadi presiden, sy kurang sependapat. Karna bagi orang awam mereka akan melihat bahwa Dahlan Iskan bekerja karna ingin jadi Presiden. Untuk saat ini, lebih baik kita perkenalkan sosok seorang Dahlan Iskan sebagai seorang pekerja keras yang ikhlas, yang mempunyai semangat untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik bukan sebagia calon presiden.Jadi yang harus kita kenalkan adalah semangat kerja beliau. Toh kalau tiba saatnya nanti, rakyat juga akan tau sendiri sapa yang layak jadi presiden. Kasian Pak Dahlan kalo kita bangun Opini masyarakat bahwa beliau bekerja karna ingin jadi Presiden….

    Posted by AHMAD AFANDI | 13 Maret 2012, 7:28 am
  126. Saya mah iya iya aja…

    buka ya bapak-bapak… triojostc15.wordpress.com

    Posted by TrioJoSTC15 | 13 Maret 2012, 8:00 am
  127. Jangan mengambil kesempatan untuk promosi diri…Sebenarnya seorang Dahlan iskan tak beda jauh dengan SBY, ataupun tokoh2 yg lain…ini kan cuma trik meraih simpati rakyat….

    Posted by Agus Suharto | 13 Maret 2012, 8:16 am
    • Mas Agus
      kalo hati dan pikiran kita sudah terkontaminasi oleh rasa iri dicampur dengan bumbu dengki plus sedikit buruk sangka. Ya begini jadinya.
      melihat ada orang yang berusaha memberikan solusi, malah dianggap pamer, dianggap pencitraan, dianggap cari simpati. Maka dari itu, mari berpikir positif, jangan buruk sangka. Tetap semangat dan cari solusi serta jangan dikit dikit mengeluh.. Oke bro!

      Posted by Abuzaid | 13 Maret 2012, 8:26 am
    • Setuju dengan Agus Suharto
      Ini cuma trik meraih simpati rakyat !
      Trik meraih simpati rakyat dengan melakukan inspirasi ke perubahan lebih baik.
      Harusnya para pemimpin daerah pun melakukan trik yang sama daripada cuma masang baliho.
      Harusnya daripada cuma bilang “Saya prihatin” mending melakukan trik ini.
      Dan ini yang terpenting , daripada bilang “Hidup ini tak seindah cocote Pak Mario” , sudahkan anda bertindak dan tidak cuma NYOCOT !!!

      Posted by citra | 13 Maret 2012, 9:34 am
    • Lek aku ngagumi Cak Dis kate lapo Koen ……????

      Posted by ali sadikin | 13 Maret 2012, 11:18 am
    • Maaf nee ya
      setau saya klo mau cari simpati rakyat itu orangnya dgn sengaja ngundang wartawan buat ngliput acr yg dibuat utk menarik simpati rakyat.
      Sekarang kita tanya rame2 ke wartawan yg ngliput kegiatan pak dahlan, biar tahu jawabannya ….
      Dibuat-buat ato ga kegiatan pak dahlan
      wartawan nya disuruh dtg apa atas kemauan sendiri dtgnya?
      gitu aja koq repot…

      Posted by hendro | 13 Maret 2012, 10:29 pm
    • Trik meraih simpati rakyat? Trik meraih simpati rakyat dengan memberikan sangat banyak solusi atas masalah kebangsaan (paling tidak masalah 141 perusahaan BUMN)? Trik meraih simpati rakyat dengan memberikan sangat banyak motivasi (hope) kepada sebagian rakyat bangsa ini yang rasanya sudah kehilangan kepercayaan kepada sebagian besar pemimpin? Trik meraih simpati rakyat dengan terus menumbuhkan martabat bagi sebagian rakyat yang rupanya sudah kehilangan kebanggaan kepada masyarakat dan negaranya?
      Klo Pak Dis menganggap dirinya sbg konsultan dan motivator, kira-kira sdh berapa banyak solusi dan motivasi yang diberikan?
      Mas Agus, klo kita analogikan dengan advokat, berapa kira-kira bayaran konsultan setiap kali memberikan solusi/advis? Berapa bayaran setiap kali memberikan motivasi? Berapa bayaran yang dapat kita berikan kepada Pak Dis karena telah memberikan sekian lama dan sekian banyak solusi serta motivasi? Kita sudah bayar? Mas Agus, klo belum bayar, patutkah penggunaan kata trik yang rasanya bernuansa negatif? salam

      Posted by guno | 15 Maret 2012, 12:46 pm
    • Mas Agus Suharto sangat benar.
      Saya setuju bahwa Pak Dahlan tak beda jauh dengan SBY.
      …SBY presiden RI ke 6, Pak Dahlan presiden RI ke 7
      Ga jauh kann hehehehehe

      (Horeee sudah Jumat)

      Posted by M. Erick Antariksa | 17 Maret 2012, 12:49 am
  128. Yang penting ini bukan ajang promosi diri..,
    saya yakin pak Dahlan Iskan tak akan berbeda jauh dengan SBY dan tokoh2 yang lain…
    jangan mencari kesempatan untuk meraih simpati rakyat….

    Posted by Agus Suharto | 13 Maret 2012, 8:22 am
    • Haqqul Yakin?????
      Betapa manusia sedang mencoba menjadi Tuhan

      Posted by uyung | 13 Maret 2012, 8:31 am
    • Komen semacam ini sudah sering muncul dan ternyata mereka adalah orang-orang yang belum mengenal dan jarang membaca pemikiran dan tindakan pak Dis. Tidak apa-apa, temen-temen di blog ini tidak berusaha untuk memaksa seseorang untuk mengikuti mengagumi, semua punya hak untuk berbeda. Di sini adalah forum belajar, tidak sekedar mengkritik tapi mengajukan solusi dan disini adalah tempat dimana kita akan bisa menyerap energi-energi positif yang saat ini mungkin jarang kita temui sumbernya. Salam hormat untuk anda pak Agus Suharto.

      Posted by Aris Kadarisman | 13 Maret 2012, 8:33 am
    • Lagi lagi Mas Agus,

      Kalo menurut Anda (jawab hlo ya)
      1. solusi apakah yang paling tepat dan paling pas serta kongkrit dan teknis bagi bangsa Indonesia untuk mengatasi krisis BBM? Sebutkan langkah langkahnya secara detail dan disertai rincian teknisnya. Tak tunggu jawabannya…Lah kan biasanya yang mengkritik lebih jago dari yang dikritik..Monggo Pak Agus..hehe Semangat!!!

      Posted by Abuzaid | 13 Maret 2012, 8:36 am
    • orang2 yg berfikiran positif memerlukan orang seperti mas suharto(yg berfikiran -) sebagai pembanding.klw tdk ada org seperti mas agus.kita tidak akan bs membedakan mana yg optimis dan mn yg pesimis…..salam…

      Posted by bahtiar umar | 13 Maret 2012, 12:37 pm
    • Seperti memperlihatkan orang yang mlempem, pecundang yang bisanya cuma ngritik orang tapi tidak ada juntrungannya gak ada solusi konkrit kayak DPR. semoga tidak banyak orang yang mengikuti jejak anda. Kalau tidak bangsa ini tetep akan menjadi bangsa mlempem.

      Mari kita kobarkan semangat hope untuk membangun negeri, biarkan anjing mengonggong tapi Bangsa indonesia harus tetep maju. gak mau kalah dengan bangsa lain.

      mari timbulkan kepercayaan dalam diri, bangga ma bangsa sendiri. bangga kalau bangsa ini bisa mandiri.

      Posted by Prasetyo Wijaya | 14 Maret 2012, 9:42 am
    • Yth. Pak Agus & Mbak Citra, moga mendapat petunjuk dan diterima di sisi-Nya. Salam

      Posted by wanto ngasem | 14 Maret 2012, 5:49 pm
    • Seandainya Pak DI tidak jd Dirut PLN mungkin yg kenal beliau hanya org yg berlangganan JawaPos aja, dan anak asuhnya/santri2 di pesantrennya aja. Tetapi dgn keteguhan dan keberanian P SBY mengangkat beliau jadi Dirut PLN mulai dari sinilah pemikiran Pak DI bisa diketahui publik secara lebih luas padahal di awalnya sangat di cemooh oleh banyak orang. Dan itu mengakibatkan CITRA nya semakin cemerlang tanpa di atur/diskenariokan dan ini otomatis jg memberi efek yg bagus bagi Pak SBY selaku presiden yg mengangkatnya. sepertinya Pak DI menggunakan motto “Tulislah apa yg kau kerjakan dan kerjakan apa yg kau tulis”. Sehingga orang lain (utamanya Bawahan/karyawan) tahu apa yg akan dikerjakan dan sedang dilakukan ini menghasilkan efisiensi waktu dan biaya, mhn saran jk kurang berkenan.

      Posted by asari | 17 Maret 2012, 12:20 pm
  129. Gagasan “Putra Petir” ini adalah gagasan yang telah sejak saya kuliah amat saya impikan, betapa besar dan berjayannya jika indonesia yang luas ini, mampu memanfaatkan sumberdaya alam sendiri, memanfaatkan sumber daya manusia cerdas sendiri, bukan oleh bangsa lain.

    Kita memiliki air yang deras, angin yang kencang, gelombang yang tinggi, bumi yang panas membara, matahari yang terus bersinar di pagi hari,semuannya dapat menjadi sumber energi yang takan pernah habis sampai ajal bumi tiba.

    Betapa banggangnya bila kita tak lagi mengimpor beras, yang sering menjadi pemicu jatuhnya presiden seperti Pak Sukarno dan pak Suharto, semoga tak perlu ada lagi presiden kita harus jatuh karena persoalan makanan di negeri yang subur”gemah ripah loh jinawi” ini.

    Kita punya mineral yang yang sangat lenkap, sudah sepantasnyalah kita mampu mengembangkan tehnologi pertambangan ,peleburan hingga produk akhir sendiri tanpa harus mengekspor bahan mentah ke luar negeri.

    Kita memiliki ikan yang banyak melimpah di lautan luas, sudah sewajarnya kita mampu mengembangkan transportasi laut dan tehnologi untuk nelayan, sehingga kekayaan alam di laut dapat kita manfaatnkan untuk kemakmuran seluruh rakyat indonesia, bukan oleh para nelayan lain. selain itu teknologi transportasi laut dapat sekaligus mengamankan kawasan dan kekayaan laut kita.

    Untuk semua itu, BUMN harus dapat menjadi inspirator dan motor pengeraknya.

    Semoga akan segera muncul anak-anak bangsa seperti Pak Dahlan Iskan, yang mampu menjadi inspirator dan motor bagi kehidupan bangsa yang lebih baik, lebih terhormat dan semoga akan menjadi negeri hamparan surga. Amiin

    Posted by SETIAWAN RAHARJO | 13 Maret 2012, 8:52 am
  130. mungkin percepatannya bisa seperti ini
    1. mewajibkan kepada atpm, atau manufacturer sepeda motor untuk migrasi ke teknologi listrik
    2. memastikan kepada pengusaha otomitof stok cadangan listrik untuk charge kendaraan siap dan tidak byar prettt
    3.tersedianya purna jual kendaraan bbm dituker ke motor listrik atau mobil listrik
    4. tidak dijual lagi kendaraan yg minum bbm
    5. kalo bisa pemerintahan wajib yang pertama melakukannya baru kroco kroco seperti kami mengikuti

    kendaraan pemerintah adalah hasil dari setoran pajak dari rakyat dan seumber yang lainnya, jikapun gagal tidak ada rakyat yang dirugikan.

    selam perubahan pak DIS, kami mengukung indonesia lebih sejahtera dan bermartabat

    Posted by saeful | 13 Maret 2012, 8:57 am
  131. yahh..saatnya produk lokal DIANGKAT……..

    Posted by kaosmontorklassik | 13 Maret 2012, 9:02 am
  132. Waktu saya masih anak anak ,saya tinggal di banyuwangi kota pesisir pantai. Para nelayan kalau melaut mencari ikan menggunakan kapal layar , memanfaatkan energi angin. Sekarang..kenapa nelayan tidak menggunakan layar lagi?..apakah malas atau kurang praktis, semuanya menggunakan motor tempel. BBM naik semuanya pusing? Para ahli kelautan tolong dikaji lagi penggunaan layar untuk kapal nelayan ,apa kelebihan dan kekurangannya? atau mungkin perlu kapal nelayan dengan energi hybrid. Motor tempel dan angin .

    Posted by riful | 13 Maret 2012, 9:07 am
  133. Ayoooo kita kembali menggunakan sepeda ke kantor
    Hanya butuh energi lemak hehehe

    Posted by K. Hadianto | 13 Maret 2012, 9:15 am
  134. Dear All,,
    salah satu mendukung gerakan Manufacturing Hope,,silahkan pesan dan gunakan Kaos Manufacturing Hope sebagai kampanye Bahwa Indonesia Masih Banyak Memiliki Harapan untuk menjado lebih baik,,

    desain bisa dilihat di http://muhammad-nur-fahmi.blogspot.com/2012/03/up-date-design-3-dan-4.html

    ayo cepetan,,pre-order hanya tinggal 3 pasang lagi,,jangan sampai kehabisan..
    produksi terbatas….

    Indonesia Berharap
    Talk Less
    Do More,,

    Bekerja, Bekrja, Bekerja !!!!!

    Posted by Fahmi | 13 Maret 2012, 9:33 am
    • Mas kalo bisnis jangan numpang orang yg sedang berjuang, biasaa aja kalee…..

      Posted by Hari P | 16 Maret 2012, 9:15 am
      • Mas Hari,
        Sebenarnya Mas Fahmi memproduksi dan menawarkan kaus Manufacturing Hope atas keinginan kita-kita penikmat setia tulisan-tulisan Pak Dahlan.
        Kebetulan Mas Fahmi memiliki waktu, kemampuan, dan semangat untuk mewujudkan keinginan kita tersebut.
        Apa alasan dan tujuan kita ingin punya kaus Manufacturing Hope, bisa dilihat di komentar-komentar kami pada MH-MH sebelumnya.

        Saya pribadi berterima kasih kepada Mas Fahmi yang telah mewujudkan keinginan kami.

        Posted by M. Erick Antariksa | 16 Maret 2012, 10:24 am
  135. perlu memasang aki yang banyak nih.

    Posted by wahyu nurudin | 13 Maret 2012, 9:42 am
  136. benarkah ini info dari pak dahlan langsung?sumber beritanya belum disebutkan?jika melihat ke web BUMN saya tidak melihat ada ajakan yg tertulis di web BUMN. mohon penjelasannya. . .

    Posted by joni | 13 Maret 2012, 9:55 am
  137. loh pak, selama energi listrik kita berasal dari fosil apa dhak sami mawon kotornya ?

    kecuali ratio kelistrikan kita diperbaiki – lebih desentralisasi lagi listrik2 mini per desa.

    Tapi emang sih – kalo macetnya jakarta sama kecepatan naek sepeda sekarang mungkin sudah sama, jadi mari kita ngontel aja

    Posted by balapan | 13 Maret 2012, 10:26 am
  138. Saya sebetulnya punya banyak konsep, konsep utk mengatasi kemacetan, banjir, pengangguran & kemiskinan, energi terbarukan, trnsportasi air (kapal tanpa baling2(propeler) sehingga kapal bisa manuver dgn cepat & aman serta hemat energi), menanggulangi radiasi SUTET,dll. banyak sekali dan yg sudah diaplikasi adalah pemasangan Count Down Timer yg ada ditraffic light saat ini (walau ini simple sekali setidaknya saya bisa menyumbang karya), sempet nangis saya dibawahnya saat pertama kali diaplikasikan di dpn KBS surabaya walau saat itu dgn model sangat sederhana sekali krn kita adalah yg pertama di dunia menggunakannya saat itu, walaupun sblmnya banyak yg meragukan manfaatnya.

    Itu semua bisa saya lakukan karena saya Out Of The Box, klo gak gitu susah kita bisa keluar dari persoalan/masalah..persis spt yg dilakukan p.Dis saat ini walaupun dulu sdh demikian..contohnya aja banjir..disemua kota(pemukiman) sering terjadi banjir selama ber tahun2, padahal tidak sedikit yg disebut sebagai para ahli/pakar yg ada disitu, tp solusinya itu2 aja.. hasilnyapun tentu itu2 aja jg, banjir masih terjadi. demikian pula kemacetan, pengangguran & kemiskinan, energi dan msh byk lg.
    byk para akademisi saat ini bangga dgn ilmu & gelarnya, setiap mslh selalu dirujuk dgn ilmunya..saat ada yg beda cara/pemikiran dianggap salah & tdk sesuai dgn kaidah2 keilmuan yg didptnya apalagi bila yg jd lawannya adalah orang yg tdk mengenyam pendidikan tinggi pasti di sangkal habis2an. ini yg menurut saya tdk bisa Out Of The Box.

    Dan yg jarang ditelaah oleh masyarakat adalah orang yg berpendidikan tinggi memberi solusi itu umum dan bahkan wajib krn dia berilmu(sarjana), pembimbingnya tentu para pakar. tapi bila yg memberi solusi adalah org biasa..ini luar biasa karena pembimbingnya siapa lg kalau bukan DIA yang Maha Kuasa, dan tidak mudah untuk mendapatkannya karena tdk bisa dibayar dgn uang SPP tentunya.

    Menurut saya Out Of The Box inilah yg saat ini sedang di ajarkan oleh p.Dis pd kita..tanggalkan dulu semua ilmu yg kita miliki saat ada cara/pemikiran baru jadilah cawan kosong yg selalu siap menerima masukan dan rasakan apakah cocok dgn kita, lingkungan kita, budaya kita, bahkan mungkin dgn keyakinan kita..dll. lalu berlakulah jujur terutama pd diri kita bila benar katakan benar bila salah perbaikilah..baru kita adu argumen dgn ilmu yg kita punya dan tentunya dgn cara yang santun sehingga terasa saling menghormati.(maaf bila terasa terlalu menggurui)

    JAYALAH BANGSAKU…JAYALAH NEGERIKU…

    Posted by pakde | 13 Maret 2012, 11:16 am
    • Untuk aplikasi count down timer traffic light ini sudah dirasakan sampai ke ujung barat pulau jawa pak. cilegon banten tepatnya. Cukup membantu kita mengantisipasi kecepatan kendaraan begitu mendekati traffic light. Ayo pakde trus munculkan konsep2 baru untuk trus menghasilkan manfaat buat kehidupan sehari-hari.

      Selamat bekerja dan berpikir out of the box

      Posted by Eko B | 13 Maret 2012, 4:00 pm
    • SEMPURNA DAN INI YANG DIMAKSUD PAK DIS

      Posted by Jeng Sru | 13 Maret 2012, 4:14 pm
  139. Saya orang humaniora. Saya bukan tukang insinyur. Saya mendukung saja. Apa pun sumber energi pengganti BBM boleh2 saja asal tidak menyusahkan rakyat.
    Saya pun ingin bertanya. Kalau semua pemimpin negeri ini terjerat persoalan BBM, apa yang salah dengan per-BBM-an di indonesia ini? Menurut hemat saya, kalau sebuah persoalan selalu diulang-ulang oleh semua yang pernah menjadi orang nomor satu di negeri ini, tentu ada “sesuatu” salah. Barangkali semua lupa akan akar masalah sebab yang selalu mencuat hanya kenaikan harganya… kenaikan harganya… kenaikan harganya.. dan selalu begitu..
    :) Salam,

    Mochammad

    http://mochammad4s.wordpress.com

    http://piguranyapakuban.deviantart.com

    Posted by Mochammad Asyhar | 13 Maret 2012, 11:22 am
  140. Nahb ini baru tulisan pak dahlan

    Posted by bangkit | 13 Maret 2012, 12:00 pm
  141. kenapa kok malah bikin mobil listrik pribadi sih, kenapa gak memproduksi kendaraan umum atau MRT yang banyak, tok dengan itu jalan gak macet, gak habiskan energi dll deh, lha kalo gan ti mobil listrik, sama saja menggantikan mobil pribadi bbm dg mobil pribadi listrik, mobil pribadi akan banyak juga, macet juga, buang energi juga, masalah lain timbul listrik naik harganya heboh lagi sama saja toh, kalo charger mobil listrik malam-malah, dan setiap rumah melakukannya bukannya sama gak hematnya ya jadi listrik yang terpakai siang sama dengan listrik yang terpakai malam, dimana hemat energinya?? well tapi ya bagus juga sih memeberikan solusi, dukung juga lah :)

    Posted by Link Vacancy | 13 Maret 2012, 12:14 pm
    • MRT hanya cocok utk di Kota Besar seperti Jakarta dan butuh waktu yg lama utk implementasinya. Nah skrg konsumsi BBM khan di seluruh Indonesia, gimana cara membangun MRT nya. Pak Dahlan memberikan solusi yang bukan Jakarta-sentris supaya seluruh rakyat sejahtera.

      Posted by Darko Rahman | 13 Maret 2012, 12:44 pm
  142. bagus-bagus..
    tapi ane lagi sibuk skripsi jew,, jadi belum sempet mikir mbuat mobil lagi..

    ijin share ya..

    Posted by mahasiswa galau | 13 Maret 2012, 12:46 pm
  143. amin. mudah-mudahan bisa terlaksana :D

    Posted by Nur Ali Muchtar | 13 Maret 2012, 12:53 pm
  144. Setuju pak menteri sy selalu mengikuti setiap perkembangan tulisan Batak

    Posted by Emi Rosilawati | 13 Maret 2012, 12:57 pm
  145. tulisan pak dahlan iskan ini memang menyejukkan hati.. disaat saya benci knalpot2 yang membumbungkan asap hitam yang menjadikan pejalan kaki sesak napas, ternyata ide bapak memberikan angin sejuk. sejuuuuk sekalii… saya siap bantu pak.. dengan apapun yang saya bisa.

    Posted by nurul anisak | 13 Maret 2012, 2:03 pm
  146. setuju..sudah saatnya bekerja secara think out of the box..extraordinary..
    sebagai orang yang pernah belajar teknik dan menghidupi keluarga dengan hasil crystalisasi teknik dimana ketika membaca tulisan cak D.Iskan terasa darah mengalir kencang…
    ingin ikut menyumbang pemikiran demi kelahiran M. putra petir…hehe jadi ketahuan deh umurnya dan jadi ingat film anak anak megalomen putra petir…

    Posted by seagate | 13 Maret 2012, 2:49 pm
  147. Setuja sekali Pak Dahlan, 4tahun yang lalu saya gagal diskusi kelompok masuk pegawai pln gara2 ide yang jarang dipilih orang. Ternyata saat ini muncul ide yang saya usulkan wkwkwkwkwkw…. okelah Pak Setuja bangetlah…. Bukan berpikir untuk dipakai sekarang, tetapi berpikir untuk merancang masa depan supaya tidak tertinggal… hehe… Maju Terus Pak… Salam JOSH buat Pak Dahlan..

    Posted by aryguitar | 13 Maret 2012, 4:03 pm
  148. bicara keras dan komentar pedas memang lebih mudah daripada mengadu kreativitas. Coba para komentator blog ini yang mengklaim komen di blog ini emosional adu kreativitas. Jangan hanya pintar komentar keras dan merasa paling rasional untuk menyumbangkan ide untuk solusi. bukan hanya bicara saja. JANGAN SOK LOGIS HERRZ sang komentator yang perlu unjuk kreativitas juga. TIDAK HANYA MENGHAKIMI

    Posted by harsia | 13 Maret 2012, 4:39 pm
  149. kalau ini bukan Dahlan Iskan, kok ada catatan ini:

    Tanggal 20 Mei 2012 adalah target kesepakatan mendirikan perusahaan nasional patungan BUMN-partner. Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
    Respons terhadap gagasan ini silakan email: dahlanlistrikiskan@gmail.com.
    Peminat serius menjadi partner usaha dan partner dalam konsep dan rancangbangun mobil-motor listrik nasional silakan email ke: dahlanmobillistriknasionaliskan@gmail.com paling lambat 21 April 2012 bertepatan dengan Hari Ibu Kita Kartini.
    Pertemuan-pertemuan intensif dilakukan antara 21 April 2012 sampai 15 Mei 2

    Posted by wijonoWijono | 13 Maret 2012, 5:34 pm
  150. Luar biasa.. sebenarnya masih banyak energy alam yg bisa dimanfaatkan.,

    sudah saatnya Bangkitnya “Putra Petir” Indonesia dengan inovatif ide dan aplikasi nyata yang mampu di wujudkan..

    Mari belajar dari negara Lain yang sudah membuat Mobil/motor hybrid, energi listrik , bahkan kendaraan bahan bakar udara dan energy matahari…

    saya yakin Indonesia mampu., inilah titik revolusi energy dari Indonesia untuk Dunia….

    salam Bangkitnya “PUTRA PETIR” INDONESIA (GUNDALA) …

    beberapa ide saya ada kirimkan ke email bapak Menteri BUMN.,
    terima kasih Bapak Dahlan Iskan yang sudah menciptakan Puisi Luar Biasa ini…

    salam Innovator..
    RyGuN

    website : http://rygunphotography.wordpress.com/my-portofolio/

    Posted by rygunphotography | 13 Maret 2012, 7:09 pm
  151. setuju pak Dis…. moga ja cepat terlaksana ide bapak….

    Posted by sri wahyuni | 13 Maret 2012, 7:38 pm
  152. Luar Biasa…!! Tetap Semangat bps…!!

    Posted by Yunasa | 13 Maret 2012, 7:49 pm
  153. kok email yang dahlanmobillistriknasioanliskan@gmail.com nggak exist?
    Mohon di koreksi pak dahlan. Saya siap bergabung

    Posted by syaroni | 13 Maret 2012, 7:51 pm
  154. Inilah tulisan pak Dis yang yg muak dgn para pakar ekonomi, ahli perminyakan,dpr,demonstran dan para elemen lainnya yang memperbincangkan soal kenaikan bbm yang banyak menguras energi,yang seharusnya energi itu bisa untuk hal-hal yang berguna lainny.karna soal kenaikan bbm ini,suka atau tidak suka memang harus terjadi setiap masa ke masa akan slalu kita hadapi .Makanya pak Dis mengajak kita semua elemen masyarakat INDONESIA untuk mencari solusi alternatif pengganti bbm dr pd ribut-ribut omong doank nggak jelas jluntrongnya dan banyak menguras energi yang sia-sia.
    Lanjutkan pak DIS perjuangamu aku d sini slalu berdoa untuk mu

    Posted by Ahmad | 13 Maret 2012, 7:53 pm
  155. siiiiiiiiiiiiip

    Posted by kurniawan | 13 Maret 2012, 8:11 pm
  156. Sya mau memaparkan alat yg sedang saya buat, yakni pembangkit listrik tenaga tekanan, tp emailnya kok ga bisa terkirim y ?

    Posted by amamil | 13 Maret 2012, 8:49 pm
  157. Sorry, we were unable to deliver your message to the following address.

    :
    Remote host said: 550 5.1.1 http://support.google.com/mail/bin/answer.py?answer=6596 r10si758297icw.54 [RCPT_TO]

    — Below this line is a copy of the message.

    TIDAK TERKIRIM BOZZ….EMAIL MANA YG BENAR ???

    Posted by amamil | 13 Maret 2012, 8:57 pm
  158. bener ga bisa masuk sudah di coba heuheuue mohon petunjuk bagi teman2 yang tau alternatif email lainnya

    Posted by onta | 13 Maret 2012, 9:01 pm
  159. Kalau boleh saya berkomentar.
    Lebih baiknya Indonesia mengurangi jumlah impor kendaraan bermotor bila perlu dihentikan impor kendaraan bermotor.
    Itu menurut saya merupakan tindakan real untuk mengurangi penggunaan jumlah BBM di Indonesia

    Posted by cahya | 13 Maret 2012, 9:38 pm
  160. saya sangat mendukung gagasan tersebut.
    apa yang baru saya mulai dengan menulis di wordpress adalah wujud dari itu.
    mencoba merubah mindset kebanyakan org bahwa motor bagus itu adalah motor jepang.
    jika itu berhasil menurut saya akan semakin mudah utk mewujudkan gagasan bapak di atas.
    bahkan mungkin juga utk mewujudkan mobnas ataupun motnas yang lain krn masyarakat akan mudah menerima jika mindsetnya sdh bergeser bahwa motor bagus tdk harus motor jepang.

    saya pernah bertemu dengan bapak di Graha Pena sekitar th 2004.
    saya ingin sekali menjabat tangan bapak saat itu tapi waktu itu bapak terlihat tergesa menemui tamu di ruang VIP r makan Graha Pena lt 5.

    Ayo terus berjuang bersama Pak Dahlan Iskan!
    MERDEKA!!!

    Posted by p200ns | 13 Maret 2012, 9:57 pm
  161. Bagaimana kalo mobil esemka dibuat menjadi mobil listrik. jadi nggak usah gagal uji emisi lagi…

    Posted by andi | 13 Maret 2012, 10:13 pm
  162. BNI, Pertamina, Wika ekspansi ke Myanmar

    http://www.antaranews.com/berita/301198/bni-pertamina-wika-ekspansi-ke-myanmar

    Ide Pak Dis diatas, menurut saya seperti makan bubur dari pinggir. BUMN diminta masuk melalui negara2 di sekitar Indonesia yg relatif belum berkembang. Jadi pembuka jalan. Sehingga dengan berkembangnya Negara itu maka BUMN bukan saja ikut berkembang tapi mungkin bisa mempengaruhi arah perkembangan ekonomi mereka. Ini sebenarnya “hanya” meng-Copas dari Jawa Pos yang terbukti berhasil menguasai media Indonesia lewat daerah, bukan masuk dari Jakarta dahulu.

    Jalan logika ini yang saya dapatkan melihat berita di atas. Tetapi untuk mobil listrik, kemampuan otak saya yg memang saya akui hanya rata2 saja, sehingga saya tidak mampu untuk melihat “out of box“ dari masalah . Sebenarnya masalahnya apa ya? Apakah masalah transportasi, masalah kelangkaan BBM atau kenaikan Harga BBB atau subsidi di APBN yg tidak adil dll????

    Jadi saya minta tolong, hal yg „out of box“ dr program mobil listrik ini bisa dijabarkan agak detail, sehingga saya bisa mendapatkan gambaran yg menyeluruh ttg program mobil listrik ini. Tolong sabar ya membimbing saya yg agak oneng.

    Posted by uyung | 14 Maret 2012, 5:30 am
    • Mobil listrik ini bisa dikatakan masih mimpi, tapi memang orang harus berani bermimpi dan bertekat besar untuk mewujudkan mimpinya. Sekalipun masih impian, jerman cina dan india sdh byk riset kesana. Kita belum…..
      Beda dgn makan bubur dr pinggir, disini pak dis coba langsung raih ayam yang tertimbun di tengah bubur panas….. Caranya bgmn, dia jg ga tahu, karena itu ngajak semua semua utk nemukan caranya.
      Kalau ayam tuh kita yang dapat duluan, kita bisa leading di automotif, ga jadi pengekor seperti mobil bbm. Bertandingnya ga cuma di level twknologi, tp jg manajemen. Susah tuh….. Semua sudah pada jauh di depan dan masih melaju kencang. Ga ada harapan tuk membalap. Mobil listrik inilah cara menyalip di tikungan. Tp saya jg pesimis, bisa ga ya? Sepenuh hati berdoa, mudah mudahan bisa.

      Posted by Agung jember | 14 Maret 2012, 8:18 pm
  163. Kalo melihat catatan terdahulu dimana beliau selalu memberikan solusi jangka pendek seperti waktu di PLN, maka untuk proyek mobil listrik ini, saya melihat solusi jangka pendeknya adalah mencoba menggantikan kendaraan umum seperti bus yang boros BBM dengan kendaraan listrik. Apalagi beliau mendesak PT KAI untuk mengakuisisi PPD dan DAMRI sehingga jika sudah di akuisisi maka mungkin beliau bisa minta agar semua kendaraan PPD dan DAMRI yang masih pake BBM diganti dengan kendaraan listrik.Dengan solusi ini akan membantu mengurangi penggunaan BBM dan juga ikut memperbaiki transportasi massal.

    Posted by zetha | 14 Maret 2012, 6:35 am
    • Saya sependapat…
      Saya sangat setuju kementrian BUMN mempersiapkan sebuah kendaraan listrik.
      Setuju sekali!
      Tapi jangan langsung jual ke publik.
      Jangan buru-buru pasarkan ke masyarakat luas.
      Pertama-tama siapkan sebuah mobil listrik jenis bus dan truk. Pasarkan ke BUMN-BUMN khususnya yang bergerak dibidang transportasi massal.

      Kenapa Bus dan Truk?
      Karena mudah, pabrik mobil listrik BUMN bisa fokus hanya membuat dan menjual rangka mobil berikut sistim penggeraknya. Body, cabin, box atau bak serahkan ke perusahaan karoseri. Itu kan yang menjadi kebiasaan di industri bus dan truk.

      Kenapa Bus dan Truk?
      Supaya bisa dibeli dan digunakan oleh BUMN-BUMN (dan Pemda-Pemda, jual sistim CD bajakan). Ada yang digunakan untuk moda transportasi massal rakyat (misalnya PT. KA, Damri, PPD dan Angkasa Pura), ada yang untuk mengangkut hasil perkebunan, hasil tambang, dan hasil produksi.
      Pasti sangat mudah melakukan penjualan ke kalangan internal BUMN ini. Tidak perlu showroom, tidak perlu tenaga salesman, tidak perlu iklan. Seluruh pendapatan masuk ke produksi dan pengembangan.
      Penjualan ke BUMN juga mempermudah pengecekan keadaan kendaraan, sekaligus mencari apa-apa saja kelemahan yang harus disempurnakan. Jadi semacam test uji-coba lapangan.
      Apple saja membagikan iPhone dan iPad ke karyawan2nya dengan perintah “cari kekurangannya!” jauh sebelum meluncurkannya ke pasar.

      Kenapa Bus dan Truk?
      Karena pemakaian sebagai pengangkut beban berat, dalam jarak jauh, dengan medan mendaki, dikendarai supir yang sembrono bagaikan NERAKA bagi mobil listrik. Ini bukan “keahlian” mobil listrik.
      Kecepatan adalah keunggulan dari mobil listrik, tapi bukan kekuatan (torsi).
      Saya berpendapat, untuk mendapat kepercayaan dan reputasi, mobil listrik nasional harus lebih dulu ditempa di “neraka”. Seperti Jabang Tetuko yang diceburkan ke kawah mendidih Candradimuka.
      Kalau sudah sukses dan sempurna menemukan formulasi dan settingan tepat sebagai mobil angkut berat, jarak jauh, jagoan tanjakkan, barulah mobil listrik nasional bisa menepuk dada.

      Lalu sudah boleh bikin dan jual mobil pribadi listrik??
      Jangan duluuu pak… Ojo kesusu kalau kata Ruhut.

      Setelah mendapatkan mesin listrik yang sempurna, yang bisa memadukan harmoni kecepatan, kekuatan, dan daya tahan, BUMN MoLiNas Petir meluncurkan terlebih dahulu 3 produk baru, yaitu :

      Pertama, Motor Listrik (yang bisa dimodifikasi menjadi motor gerobak).

      Kedua, Alat Transportasi Umum Kecil tenaga listrik untuk kawasan perumahan perkotaan (yang dioperasikan oleh BUMN) dengan konsep seperti Bemo.

      Ketiga, Replacement Kit, untuk mengganti mesin BBM konvensional sebuah mobil dengan mesin penggerak listrik.
      Jadi konsumen datang dengan mobil biasa, untuk kemudian dicabut mesinnya dan digantikan oleh sistim penggerak listrik. (Target market utamanya adalah mobil-mobil dinas/mobil negara).

      Sedangkan untuk truk dan bus, karena sudah ahli, sudah pakar, dan sudah terbukti serta teruji, maka sudah mulai bisa jual ke masyarakat. Full unit bahkan jualnya, sekalian mulai belajar membuat body, kabin, interior, dan sistim kelistrikkan mobil.

      Tahap kedua ini pasti sudah membuahkan keuntungan finasial yang memuaskan. Motor? Pasti laris bagaikan kacang goreng.
      Bemo Listrik, membantu memecahkan masalah kemacetan dan polusi, sekaligus membuka lapangan kerja, dan pasti banyak penumpang karena tertib, nyaman, aman, dan profesional.
      Replacement Kit? Wah kebayang pak, saya akan segera cari mercy tua yang murah, restorasi body, interior, kaki-kaki, lalu saya pasangkan sistim penggerak listrik. Bengkel2 cat mobil, bengkel2 per dan suspensi, bengkel2 ac, dan lain sebagainya hidup subur. Mobil-mobil patroli polisi yang sudah menjadi bangkai bisa bernyawa lagi dan dipakai patroli di siang hari. Terrano dan G-class pengawal menteri dan presiden yang selama ini super boros kini bisa berlari dengan jauh lebih irit.

      Posted by M. Erick Antariksa | 14 Maret 2012, 10:41 pm
  164. NAGA GENI – Mobil listrik prototipe D3 mesin ITS (2 seat) . . mumpung di kampus pas kemarin (13 maret 2012) saya coba , handling maknyusss, las2an nya bagus . . . . bikin ketagihan . . hehehehehe karena bobotnya ringan mungkin(nebak2 karena bukan tim risetnya). . . bahan bakar tinggal charge akumulatornya . . kurang lebih 40km/jam dapet dah . . . . :D
    pengen liat ???. . yang SBY datang ke car free day . . :P

    Posted by jafarpermana | 14 Maret 2012, 7:07 am
  165. Ngomong2 soal BBM, tahukah anda berapa duit yg harus negara ini bakar per-hari utk subsidi BBM “500 Milyar/hari” coy.. mantap ga tuh (sumber dari info teman yg ikut rapat di DJKN)

    Posted by donmarto | 14 Maret 2012, 8:23 am
  166. Indonesia harus maju dan berkembang. Jangan kalah dengan negara lain.
    Mereka saja bisa. Mengapa kita tidak?
    Mari kita bangun bersama negeri kita.

    Posted by MENULIS KARYA SASTRA | 14 Maret 2012, 8:24 am
  167. Putra Petir akan hadir di bumi tercinta INDONESIA……pasti pahlawan2 kita tenang di alam baka sana begitu melihat ada satu sosok teladan,tanpa pamrih dan sangat merakyat dan akan di ikuti oleh DI DI yang lain,kita selamatkan BBM untuk anak cucu kita kelak dengan terobosan yang sangat bagus ini….Kita bangun INDONESIA tercinta ini bersama sama,amin

    Posted by wachid | 14 Maret 2012, 8:48 am
  168. Setuju pak DIS untuk program motor-mobil listriknya, bersamaan dengan itu PLN harus konversi juga ke non BBM agar tidak naik terus TDL. Tapi saya setuju sekali ide membuat jalur MRT antar kota, Bagaimana kalau lahan-lahan sepanjang pinggir jalan tol dibuat jalur MRT, tanah / lahan punya BUMN, hambatan medan tentu sdh teratasi (karena jalan tol sdh jadi)Lalu tinggal lahan-lahan untuk stasiunnya, dari pada sekitar jalan tol semakin menjamur rest area yg tumpang tindih, lebih baik untuk transport masal ini. Salam hormat pak DIS dan sehat selalu. Amin

    Posted by Roberts Suryatno | 14 Maret 2012, 8:56 am
  169. Semoga Beliau selalu dalam lindungan Allah SWT, semoga beliau dikehendakiNya untuk memimpin bangsa ini di 2014. Semoga saja ………………………………..

    Posted by optimis_indah | 14 Maret 2012, 9:01 am
  170. di metrotv kapan hari itu”diskusi anak bangsa” semua para professor,dpr,ahli perminyakan dll terlihat begitu bodoh di hadapan Dahlan Iskan yg menunjukkan sesuatu yg nyata..kerja..kerja dan kerja..daripada harus berdebat yang ngga jelas ujungnya…maju terus pak dahlan, kalo Anda jadi presiden pecat semua itu orang yang banyak omong doank….rekrut anak2 muda yg belum terkontaminasi politik dan yg mau kerja keras. Bung Karno bilang “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” .

    Posted by wachid | 14 Maret 2012, 9:05 am
  171. Masalahnya listrikpun semakin mahal pak. Demand berlebihan di listrikpun akan menyebabkan naeknya harga listrik. Selain itu regulasi yg mendukung program kendaraan tenaga listrikpun belum maksimal (jika tidak mau dibilang tidak ada). Mobil2 hybrid harganya bs 2 kali mesin petrol ato gasoline. Saya setuju sekali dengan program pengalihan sumber energi fosil ke alternatif, hanya apakah regulasi mendukung?4

    Posted by santo | 14 Maret 2012, 9:06 am
  172. Jika motor dan mobil listrik bener-bener terwujud menjadi proyek motor dan mobil nasional, saya membayangkan seperti ini:
    #PLN akan menjadi sangat berkembang di industri listrik mungkin bahkan melampaui Pertamina di bidang minyak. Dan industri pembangkit listrik akan menjadi salah satu industri yang menjanjikan di masa depan. Sumber daya batu bara dan gas akan menjadi pemasok terbesar industri pembangkit listrik tersebut. Selain peluang potensi lainnya yang non minyak bumi (seperti panas bumi, arus laut, matahari, dll) akan makin berkembang. Ingatkah kita Indonesia memiliki semua potensi sumber daya itu.
    #Karena tumbuhnya pasar pengguna listrik baru (bahan bakar untuk motor/mobil listrik) menjadikan industri listrik akan berkembang dan lebih efisien. Industri listrik mau tak mau dituntut untuk lebih efisien dan mampu menjangkau jauh ke pelosok karena ada kebutuhan tambahan (tumbuhnya pasar baru) dari kendaraan listrik ini
    #Akan tumbuh bisnis stasiun pengisian listrik (spbl) baru seperti spbu (pom besin) yang ada sekarang. Dalam skala kecil, jika orang menjual kembali bbm yang dibeli di spbu secara eceran (orang biasa bilang 2tax), maka akan muncul ritel spbl-spbl dalam skala rumahan seperti bisnis air minum kemasan galon skala kecil.
    #Terutama untuk kota besar, penggunaan motor/mobil listrik akan secara siginifikan mengurangi polusi udara, disini salah satu isu lingkungan terakomodasi.
    #Jika saya coba hubungkan pernyataan Pak Habibie terkait dengan mobil nasional (http://otomotif.antaranews.com/news/1331104572/habibie-esemka-belum-dibuat-secara-profesional):”sebaiknya usaha membangkitkan industri otomotif dalam negeri dimulai dari pengembangan produksi sepeda motor”, “Indonesia ini adalah masyarakat terbesar yang memanfaatkan sepeda motor di bumi, kenapa kita tidak mengembangkan itu saja, sediakan anggarannya, lakukan riset yang menyeluruh, saya rasa itu lebih rasional” menjadi sangat relevan dengan pernyataan Pan DIS (http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/01/01/revolusi-ekonomi-sepeda-motor/) dan tentang mobil nasional (http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/01/16/jangan-paksa-tiba-tiba-makrifat/).
    Kebutuhan di Indonesia yang sangat besar akan sepeda motor, peluang pengembangan motor/mobil listrik serta wacana mobil nasional disamping isu lingkungan mengenai polusi (ecogreen) menjadi mengerucut menjadi Motor/mobil listrik nasional! Tumbuh Pasar Baru! Tumbuh Peluang Baru!
    Saya kira ke arah itu di Indonesia sudah ada yang memulainya seperti sepedalistrik.com atau segwayindonesia.com
    Saya kira bayangan ini bukan sekedar angan-angan, tapi sangat realistis.Maju Indonesiaku dan Tetap Semangat!

    Posted by islamet | 14 Maret 2012, 9:31 am
  173. Tejawab sudah beberapa pertanyaan saya :
    1. Kok kendaraan listrik sepertinya tidak dikembangkan di Indonesia ya? Apa pada nggak sadar kendaraan listrik itu bisa lebih dahsyat dari sports car sekalipun…
    2. Sudah beberapa puluh tahun, kereta api kok masih seperti itu-itu saja. Mudah-mudahan Maglev bisa dipakai di Indonesia. -> Eh rencananya Shinkansen Indonesia mau direalisasikan. Alhamdulillah. Bukan Maglev, Shinkansen pun jadi.

    Hebat nih pak DIS!
    keinginan selanjutnya : menjabat tangan pak DIS! mudah-mudahan terlaksana…

    Posted by wahya | 14 Maret 2012, 9:53 am
  174. setuju , :) pak dis …hrs nyri solusi jangka pnjang yaa….

    Posted by leegundi | 14 Maret 2012, 9:57 am
  175. wahhh baru hari rabu udah 300an lebih yg dah coment….kaya’nya bapak kita ini lgai GALAU…….galau melihat para pengamat kebijakan,para pakar2 ekonomi,para ahli2 perminyakan,jg yg gag ketinggalan yg paling ahli omong besar…anggota dewan kita yg paling terhormat kata’ny……pak DIz’ mungkin galu mndengar ,melihat,demo,kritik,kehebohan sana sini yg menguras energi sia-sia mereka,,yg mngkin mengatasnamakan demi kepentingan rakyat…alangkah baik’ny bila energi itu mereka salurkan untuk bagaimana cara’ny beralih konsumsi dari energi bbm ke energi alternatif yg lain’ny…..malah mereka sibuk ribut,berdebat dan berbuat hal hal yg memalukan atas nama rakyat..pak Diz….jngan ikut terpancing dengan kehebohan dan hiru pikuk yg hanya akan menjatuhkan Martabat bapak sebagai seorang negarawan dan pemikir bangsa.harus dengan aksi nyata seperti motto bpak selama ini…bekerja,bekerja dan bekerja……..mencari sumber sumber energi alternatif lain yg lebih murah dan dapat terjangkau oleh masyarakat kecil…semoga ide ide Pak Diz bisa terwujud demi sejahtera’nya seluruh rakyat negeri ini……Mari Bekerja,bekerja dan bekerja…..Salam Diz’Mania………

    Posted by wahyu | 14 Maret 2012, 10:06 am
  176. All Dear….

    Kenapa Judul ini pakai “HARUS MELAWAN”, siapa yang harus dilawan bangsa kita sendirikah, negara lainkah atau kebodohan…………..

    Siapa yang harus dilawan, pak DI pasti tahu apa arti kata “HARUS MELAWAN”, karena sudah banyak yang gagal para peminpin kita yang memperjuangkan KEJAYAAN BANGSA INDONESIA TERCINTA INI.

    Berjuanglah pak DI kami hanya bisa mendo’akan kesehatan dan keselamatanmu
    MERDEKA!!!!!

    Posted by Naufal | 14 Maret 2012, 10:11 am
  177. Yth Pak Dahlan Iskan, motor listrik bagus, tapi listrik kan juga butuh BBM pak? PLN masih tergantung BBM walau sudah mulai diganti gas. Saya usul pak, kenapa tidak kita galakkan penelitian tentang SOLAR CELL, di Indonesia apalagi di Surabaya minta ampuun panasnya, terbuang percuma, selain bisa buat motor/mobil, bisa untuk rumah, kantor, untuk saudara2 kita di pedalaman yg jauh dari PLN. SOLAR CELL tolong dikembangkan supaya harga terjangkau untuk masy. kelas bawah. Trims

    Posted by Juke | 14 Maret 2012, 11:12 am
  178. Saya ikutan mendukung penghematan BBM pak.. apalagi diversifikasi tenaga, dari BBM ke listrik atau campuran (hybrida). Namun sekarang masalahnya juga ada di pemerintah.. Pajak mobil listrik/hibrida juga tidak murah.. malah lebih mahal daripada pajak mobil mewah dengan mesin konvensional.. contoh : mitsubishi i-mev.. (pernah diulas di detik.com bahwa pajaknya jauh lebih mahal daripada mobil Fortuner sekalipun)
    Mohon sekiranya pak dahlan juga memperhatikan ini, dan klo mungkin melobi ke kemenkeu agar ada insentif untuk mobil hibrida/listrik yg terbukti lebih irit daripada mobil konvensional biasa..

    Posted by adele | 14 Maret 2012, 12:58 pm
  179. Saya akan membocorkan salah satu konsep saya yg menurut saya Out Of The Box pd rekan2 saat ini, yaitu mengatasi masalah banjir..untuk yg mengatasi masalah kemacetan nanti dl krn sebetulnya akan saya rembuk dgn rekan2 di ITS beberapa waktu lalu (smntara saya pending krn lg sibuk banget) untuk menengahi polemik antara pemkot dgn dprd surabaya mengenai cara mengatasi kemacetan di kota surabaya, krn saya tdk menggunakan konsep mereka berdua ttp spt biasa saya menggunakan cara Out Of The Box.

    sebelum membahas banjir kita harus mundur dahulu ke jaman pra sejarah..(nyeleneh kan..). Manusia pd jaman itu sudah merasakan sekali ketidaknyamanan berada dibawah hujan, utk itu mereka mencari tempat bernaung agar tetap kering hangat dan nyaman..ttp air hujan masih menggenangi tempatnya, ini membuat mereka tidak nyaman juga krn tempatnya jd dingin dan becek (gak ada ojek lg he he he…). lalu ditemukanlah cara mengatasinya yaitu air yg menggenang harus dijauhkan dgn cara apa..dibuatlah saluran ketempat yg lbh rendah spy air mengalir (klo dibuang ketempat lbh tinggi blm ada pompa saat itu apalagi listrik he he he…). dan cara ini efektif sekali bisa menghindarkan tempat itu dari genangan air, lalu ditirulah cara ini oleh byk org dan di turuntemurun kan pd generasi selanjutnya sampai sekarang..bayangkan beribu tahun cara tidak berubah.
    Nah hubungannya apa dengan banjir sekarang..dahulu populasi manusia masih sedikit tetapi sekarang berapa kalinya..bila semua manusia masih melakukan cara itu saat ini kemana air hujan akan mengalir spy tdk banjir..tentu ketempat lbh rendah tp disitu juga skrg sdh byk orgnya (pemukiman), bila orgnya marah lalu salurannya dibuntu yg diatas jg akhirnya ikut kebanjiran kan..

    Dan saat ini solusi para pakar untuk mengatasi banjir umumnya hampir sama, keruk saluran & sungai dari pendangkalan, buat situ/danau kecil, buat saluran/gorong2 baru atau besarkan saluran yg ada, ttp banjir masih terjadikan dan jawaban mereka adalah “tapi waktunya kan sdh berkurang dulu satu hari sekarang 22 jam bahkan kurang,inikan kemajuan”..tdk bisakah cuma sepuluh menit saja genangannya..jawabnya,”tidak mungkin, masa volume air segini byknya bisa langsung habis dibantu pompa pun blm tentu bisa karena kiriman air dari atas ngalir terus, jd harap maklum ya..” trus kita ngomong apa lagi..saluran dan sungai sudah dikeruk, saluran baru sudah dibuat dan yg lama dibesarkan, situ sudah dibuat, jd harus gimana lagi………………….(bersambung, bila berkenan..)

    disinilah kita harus Out Of The Box.

    Posted by pakde | 14 Maret 2012, 1:40 pm
    • monggo….silahkan disambung pakde.

      Posted by risqi | 15 Maret 2012, 3:46 am
      • terima kasih mas risqi..walaupun cuma sampeyan seorang yg bilang disambung tp waktunya itu yg bikin saya takut klo tdk disambung tulisannya, jam segitu adalah saat2 yg sangat istimewa sekali krn bisa jd itu perintah dariNYA melalui sampeyan amin…

        dengan memutus tulisan itu saya hanya mau menguji adakah org2 yg mau diajak berfikir Out Of The Box spt p.Dis..saya bukan guru/dosen dan bukan pula pakar, saya hanya memberi contoh sj klo salah maaf beribu maaf, itu krn kesalahan & kekhilafan saya tp bila ada benarnya itu krn bimbingan dan petunjuk dariNYA, krn saya melihat pembicaraan diblog ini mengarah pd pemikiran yg maju dgn merespon positif tiap tulisan (bisa disebut pemikiran) p.Dis yg pd akhirnya berharap adanya perubahan di negeri ini, minimal pd diri kita sendiri saat ini dalam pola berpikir utk mengatasi permasalahan yg ada baik saat ini maupun utk yg akan datang.

        baik saya lanjutkan tulisannya yg terputus, blia semua cara mengatasi banjir telah dilakukan (spt yg saya sebutkan sebelumnya diatas) dan itu adalah buah pemikiran kebanyakan para pakar saat ini ttp hasilnya kenapa masih terjadi banjir..ini artinya ada kesalahan yg di ulang2 krn hasilnya tetap sama, bisa jd disini sdh tdk banjir ttp pindah ketempat lain yg sblmnya tdk pernah banjir, ini namanya bukan mengatasi masalah tp hanya memindahkannya saja. dan kejadian ini banyak terjadi di mana2 bahkan di kota2 dinegara majupun masih terjadi bahkan sampai memakan korban jiwa.

        sebetulnya pola pikir kita yg salah selama ini, dimana cara ribuan tahun yg lalu masih kita gunakkan hingga saat ini..yaitu menjaukan air hujan sejauh jauhnya dari sekitar kita spy kita tetap kering hangat dan nyaman jg spy tdk menggenangi halaman rumah kita, trotoar dan jalan sehingga kita tetap bisa beraktifitas walau sedang hujan.
        seperti yg saya jelaskan sebelumnya, bila semua tempat telah dipenuhi orang (pemukiman) dimana saluran air sdh tdk bisa menampung limpahan buangan air hujan menuju kesungai lalu kelaut, apa yg terjadi..tentu air akan naik ke halaman kita, jalan,trotoar dan lalu masuk rumah kita klo masuknya cuma 1-2cm biasa nah klo masuknya sampe 1-3 meter habislah sudah. lalu bagaimana cara mengatasinya..ya harus Out Of The Box spt yg selalu p.Dis contohkan pd kita spy tdk jd blunder yg muter2 mlulu menghabiskan energi, keluarlah dari pemikiran pd umumnya memang itu sulit awalnya krn kita blm terbiasa menanggalkan ilmu yg kita punya saat melihat adanya penyelesaian yg sebenarnya sdh ditunjukkan oleh alam yg senarnya jg cikal bakalnya ilmu bila mau dipelajari spt newton,archimedes,boyle dll. kembali kemasalah banjir..banjir awalnya umumnya dari hujan (bukan banjir rob yg saya maksud) dan hujan terjadi (dgn prosesnya) karena utk keseimbangan alam! sekali lagi untuk alam bukan hanya untuk manusia saja! dengan cara2 diatas yg selalu menjauhkan air hujan apa haknya manusia melakukan itu..air hujan dibutuhkan alam untuk kelangsungan kehidupan yg ada didalamnya, hewan, tumbuhan, bahkan manusia, bila kita membuang air hujan sejauh jauhnya kelaut apa tdk dzolim namanya..baik trhdp alam maupun trhdp manusia itu sendiri…………………………………(bersambung lagi ya…klo terlalu panjang nanti dikira menyaingi p.Dis, he he he…ntar ada yg harus saya kerjaan dulu skrg,thanks.)

        Posted by pakde | 15 Maret 2012, 11:58 am
      • silakan lanjutkan, Pakde

        Posted by pincuk | 15 Maret 2012, 7:28 pm
      • makasih mas pincuk..baik saya lanjutkan, hujan adalah siklus yg harus terjadi di alam ini, akibatnya mau jd banjir atau tdk alam tdk mau tau. klo dahulu jarang ada banjir walaupun ada bahkan banjir besar sekalipun saat itu alam sedang menyeimbangkan dirinya, tp bila saat ini terjadi banjir terutama dipemukiman itu karena alam dihalangi keseimbangannya oleh manusia, bagaimana menghalanginya..air yg seharusnya utk bumi/tanah di halangi oleh semua bangunan apapun itu ( rumah,gedung,fasum, bahkan jalan) dan dibuang jauh jauh ke laut sehingga saluran & sungai over load maka terjadilah banjir lalu bagaimana seharusnya..banyak yg menyarankan diperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) (plus bio pori saat ini) supaya air hujan diserap oleh tanah, betul tetapi seberapa luas & seberapa byk RTHnya? sudah tidak memadai saat ini antara perbandingan RTH dgn jumlah pemukimannya karena pertimbangan ekonomis & profit terutama bila dilihat dari sudut pengembang, ini yg menyebabkan banjir masih sering terjadi saat ini.

        lalu bagaimana supaya berjalan keduanya..alam bisa tetap menyeimbangkan dirinya (siklus hujan lancar terjadi) dan manusia tetap bisa menjalankan aktifitasnya tanpa terganggu dengan adanya banjir baik itu di pemukiman maupun dijalanan yg menjadi sarana transportasi? tidak ada cara lain lagi selain mengurangi (bs jd meninggalkan) kebiasaan yg ribuan tahun itu dgn cara baru..yaitu kembalikan fungsi tanah sebagai media penyerap air hujan secara maksimal, bukan dengan membuat RTH atau bio pori karena tidak mungkin maksimal saat ini karena volume air yg begitu besar lalu dgn apa..ya buatkan sumur resapan! mengapa sumur resapan..bukankah sdh sering org2 mengatakan itu, memang tp tdk dilandasi alasan logis yg kuat yg bisa meyakinkan org untuk menjalankannya, ini yg akhirnya tdk menjadi perhatian org2.

        mengapa sumur resapan menurut saya tepat sekali mampu mengatasi banjir?..karena menurut pengamatan dan uji coba yg saya lakukan tidak pernah saya melihat sumur yg airnya sampai melimpah keluar dari mulutnya/permukaan tanah, paling mentok satu meter dari mulutnya itupun biasanya terjadi pd musim hujan dan sumurnya tdk dalam, bila makin dalam makin jauh permukaan airnya apalagi di dataran yg agak tinggi bisa puluhan meter airnya. pernah saya uji coba sumur saya isi dengan air dari mobil tangki 5000 liter dan menggunakan pompa mengisinya..aneh tidak bisa penuh airnya padahal dalamnya cuma 4-5 meteran, secara logika seharusnya lebih2 airnya karena volume sumur tdk sampai 4000 liter, lalu kemana airnya & bagaimana terjadinya? ternyata ini yg tdk pernah dijelaskan oleh orang2 itu pada masyarakat. Ternyata ada aplikasi hukum bernouli di dalam sumur, air dalam sumur tekanannya sama persis dgn tekanan sumber mata airnya jd bila air di timba terus akan menyebabkan tekanan sumber air lbh besar sehingga sumur selalu terisi selama kandungan air tanahnya msh ada, tetapi bila sumur kita isi terus hingga air naik maka tekana mata air jd lbh kecil sehingga air akan masuk ke dalam tanah, makin banyak air masuk sumur makin besar daya tekannya utk masuk ke dalam tanah makanya air tidak pernah penuh/meluap. Untuk ukuran sumurpun ternyata tidak sembarangan ada hitungannya begitu pula dgn lokasinya.

        Ini adalah gambaran kasar saja utk lebih detail semua hitungannya terlalu tehnis bila dibahas disini, pembuatan sumur ini bisa dimana saja bisa di halaman, teras, bahkan dalam rumah, juga ditepi jalan, fasum, gedung2, mall, bahkan ladang dan sawah sekalipun. Selain bisa mencegah banjir sumur ini bisa utk mencegah tanah longsor bila ditempatkan dilahan yg miring asal dengan posisi yg tepat. Selain mencegah banjir & tanah longsor sumur ini sebagai penambah kandungan air tanah dan mengurangi pemanasan permukaan bumi, coba isi plastik dgn air lalu bakar plastik itu dgn korek api..tidak akan bocor krn panas apinya diserap oleh air didlm plstik tsbt sama dgn tanah bila kena panas matahari krn kandungan airnya tinggi, dan msh byk manfaatnya yg lain.
        Lalu bila sudah ada sumur apa tidak perlu saluran..tentu masih yaitu sebagai pembuangan air kotor dari pemukiman dan limpahan air hujan bila sumurnya jenuh, dgn demikian volume air hujan bisa dikurangi yg masuk ke saluran pembuangan artinya saluran tidak over load banjirpun bisa dicegah.
        Ini adalah sekedar pemikiran saya saja yg saya anggap Out Of The Box, untuk energi alternatif seperti nuklir yg sering di bahas di blog (forum) ini saya rasa ada yg lbh dahsyat yaitu energi Fusi dingin (penyatuan/penggabungan partikel) karena efeknya lbh kecil dari pada nuklir yang merupakan energi Fisi (pembelahan/peleburan partikel), untuk menuju kesana manusia harus di beri pengetahuan bahwa energi itu bukan hanya panas tp dingin pun merupakan energi, hasil perhitungan saya justru rumus energi einstein yg terkenal itulah masalahnya (E=mC ²) yg menurut saya tdk bisa diaplikasikan pd energi Fusi dingin (bila saya tulis rumus barunya takut disalah gunakan), lagi2 harus Out Of The Box untuk memunculkan yg baru.
        Mudah2an bermanfaat..bila tidak ya maaf.. jadikanlah sbgai bacaan pengisi waktu luang saja.

        JAYALAH BANGSAKU…JAYALAH NEGERIKU…

        Posted by pakde | 16 Maret 2012, 2:04 pm
      • Terima kasih Pakde atas tulisannya yg mencerahkan. Apalagi dengan bahasa yg runtut, jadi walaupun panjang tidak bikin yg membaca bosan.

        Membaca uraian Pakde membuat saya teringat cerita ttg pembuatan alat tulis anti gravitasi untuk keperluan di antariksa oleh amerika dan soviet. Amerika dengan dana besar membuat pulpen anti gravitasi dan soviet cukup hanya menggunakan pensil. Atau cerita ttg kotak sabun kosong.
        Intinya (sependek penangkapan saya ) adalah kembali ke masalah dasar, akar masalah, bukan terpaku pada akibat dari permasalahan tsb. Dan dilanjutkan dengan runtutan logika insya allah kita akan menemukan solusi kalau mau membuka pikiran kita dari berbagai masukan.

        Kita kembali ke tema MH ini Mobil Listrik. Untuk masalah mobil listrik Nasional ini, saya membaca di media ttg keinginan Pak Dis yg ternyata cepat sekali. Dalam 4 bulan sudah pengen ganti ke mobil Listrik, dan untuk mewujkannya butuh 5 trilyun. Memang benar-benar orang ACTION. Sesuatu yang kita khayalkan, di tangan pak dis mungkin berupa cita2 dan target. Dan yg membedakan antara khayalan dan cita2 menurut saya hanyalah kerja keras.

        Antara Program membuat “Mobil Listrik” dan “Mobil Listrik Masal” adalah sesuatu yg berbeda. Sebagaimana proyek pembuatan Pesawat terbang. Yg mana teori lompatan katak telah dijelaskan oleh Pak Habibie. Itu hanya masalah Teknis, masalah manufakturing dan bukan masalah sosial yg melibatkan masyarakat luas.

        Tetapi ketakutan saya adalah bahwa program ini hanya akan menjadi program MERCU SUAR.
        Mobil listrik jadi.
        BUMN diwajibkan menggunakannya
        Masyarakat di luar Jawa gembira memakainya
        Berbagai persoalan kemudian muncul
        Perangkat2 Infrastruktur belum siap
        Jaringan purna jual berantakan
        Bateri yg sekali ngecharge bisa 500 km, mahal harganya
        Masyarakat mulai kecewa

        Saya percaya dengan lompatan teknologi, Tapi TIDAK dengan lompatan sosial.

        Apakah saya seorang yang pesimis? YA untuk program ini saya pesimis. Tapi Pak Dis, boleh ya sekali ini kita berbeda, walaupun anda tetap inspirasi saya.
        Semoga saya salah.

        Posted by uyung | 17 Maret 2012, 6:32 am
  180. mantab nih. solusi cerdas. sy cari ilmu dulu pak, nanti jika saatnya akan mengabdi juga. skrg doain sj.

    Posted by Khoirulz Umams | 14 Maret 2012, 2:02 pm
  181. Gimana para dahlanmaniac,kalau kita dukung pemerintah dengan progam listrik tenaga NUKLIR nya (saya cuma usul jgn sewot dulu) karna tenaga nuklir sangat2 murah costnya d bandingkan sumber energi lainnya kalau soal risiko emang tinggi tapi kita punya pakar-pakar dlm bidangnya kalau perlu kita panggil pakar luar negri untuk menimalisir risiko itu .Saya pernah baca Pak dahlan pun pernah singgung soal nuklir dan mendukungnya(lupa linknya) dan saya yakin pasti Indonesia kedepan punya PLTN, senang atau tidak energi nuklir akan menjadi kebutuhan pokok sebuah negara untuk memenuhi pasokan energinya.dan kita sbgai elemen masyarakat hrs berfikir cerdas gimana mengatasi energi lainnya yg semakin menipis dan perlu solusinya.Kita hrs sebarkan virus”SADAR NUKLIR” untuk membangun INDONESIA RAYA. Peace man…… Wassalam

    Posted by Ahmad | 14 Maret 2012, 2:56 pm
  182. Kenapa tidak dimaksimalkan dengan sumberdaya alam yang tak ada habisnya yang ada di Indonesia. TENAGA MATAHARI…….Indonesia dapat memanfaatkan sinar matahari yang menyinari bumi sepanjang tahun. Sayang untuk instalasi listrik perumahan menggunakan solar cell masih cukup mahal (bagi saya)….kalau tidak pasti saya sudah ganti dari PLN ke tenaga surya :D (PLN buat back up aja)

    Posted by Ha Ge | 14 Maret 2012, 3:15 pm
  183. yup pak DI . . . asal Pembangkit listriknya juga nggak pake minyak juga he he

    Posted by Taufik | 14 Maret 2012, 5:42 pm
  184. what a marvelous man!
    keren idenya, slalu menjadi solusi
    bukan hanya omong sana sini

    punya ide brilian
    diantara kesulitan

    maju terus pak!

    Posted by Nadiyah Rosita | 14 Maret 2012, 8:15 pm
  185. sy bukan ahli dibidang yg bpk bicarakan, sy hanya bisa mendukung gagasan bpk 100%. tp dgn 1 syarat, kt kerjakan dgn tangan kt sendiri, dgn keringat kt sendiri, tanpa satu org pun bule.

    Posted by didin sarasakti | 14 Maret 2012, 8:25 pm
  186. Gimana dengan bahan bakar sintetik? Keliatannya kurang mendapatkan perhatian. Konon kabarnya menurut pengembang, bahan bakar ini ga membutuhkan modifikasi engine di kendaraan2 bermotor yang sekarang ada dan menghasilkan 0 emisi karbon.

    http://www.gizmag.com/breakthrough-promises-150-per-gallon-synthetic-gasoline-with-no-carbon-emissions/17687/

    http://vanz21fashion.wordpress.com/2012/03/14/ramai-listrik-apa-kabar-bahan-bakar-sintetik/

    Posted by vanz21fashion | 14 Maret 2012, 8:35 pm
  187. Gw mendukung gagasan Pak DI ini
    Udah saatnya bangsa ini memulai langkah2 konkrit untuk MELAWAN jajahan BBM dgn memakai energi alternatif lain
    Namun pemerintah perlu mengeluarkan KEBIJAKAN YG MENDUKUNG hal ini (political will)
    Selain R&D, juga hal2 lainnya,
    Misalnya soal pajak mobil-motor listrik yg MASIH SANGAT MAHAL, seperti yg dibahas di link berikut :

    http://oto.detik.com/read/2011/04/15/152636/1618352/648/mahalnya-pajak-mobil-listrik-di-indonesia

    Posted by Andi Jack | 14 Maret 2012, 9:51 pm
  188. AH SAYA SUDAH MEMAPARKAN GAGASAN SAYA KE PADA PAK DAHLAN MELALUI EMAIL JUGA GA ADA TANGGAPANNYA….

    SEBENARNYA SERIUS GA SIH ??????

    Posted by amamil | 14 Maret 2012, 10:20 pm
    • @ mas/mbak amamil,
      makasih udah kirim gagasan, berarti anda dukung proyek ini. Tapi…., mungkin yang masuk ratusan gagasan atau ide. Jadi….., sabar yaaa.
      Salam Indonesia lebih baik !! Salam DISMANIA

      Posted by wanto ngasem | 15 Maret 2012, 7:43 am
    • Btw, beliau py keterbatasan waktu dan tenaga, jadi hal yg mustahil satu gagasan utk lgsg dtanggapi aplg responny terdiri ratusan gagasan…yg terpnting masny py niat tulus utk mmbwt bangsa ini lbh baik dan itu sudah mmbwt kita senang mendengarny :)

      Posted by Rifky | 15 Maret 2012, 4:07 pm
  189. Dear All,,

    berikut saya persembahkan Design terbaru Kaos MH,,sebagai dukungan untuk ide Pa DIS,,

    ayo lakukan pre-order sekarang,,sebelum kehabisan.

    http://muhammad-nur-fahmi.blogspot.com/2012/03/up-date-design-5-6-dan-7.html

    Kaos hanya akan diproduksi maksimal 25 pieces/design.

    Ayo hubungi saya untuk melakukan pre-order.

    Posted by FAHMI | 14 Maret 2012, 11:45 pm
  190. Jika motor dan mobil listrik bener-bener terwujud menjadi proyek motor dan mobil nasional, saya membayangkan seperti ini:
    #PLN akan menjadi sangat berkembang di industri listrik mungkin bahkan melampaui Pertamina di bidang minyak. Dan industri pembangkit listrik akan menjadi salah satu industri yang menjanjikan di masa depan. Sumber daya batu bara dan gas akan menjadi pemasok terbesar industri pembangkit listrik tersebut. Selain peluang potensi lainnya yang non minyak bumi (seperti panas bumi, arus laut, matahari, dll) akan makin berkembang. Ingatkah saudara bahwa kita Indonesia memiliki semua potensi sumber daya itu.

    #Karena tumbuhnya pasar pengguna listrik baru (bahan bakar untuk motor/mobil listrik) menjadikan industri listrik akan berkembang dan lebih efisien. Industri listrik mau tak mau dituntut untuk lebih efisien dan mampu menjangkau jauh ke pelosok karena ada kebutuhan tambahan (tumbuhnya pasar baru) dari kendaraan listrik ini

    #Akan tumbuh bisnis stasiun pengisian listrik (spbl) baru seperti spbu (pom besin) yang ada sekarang. Dalam skala kecil, jika orang menjual kembali bbm yang dibeli di spbu secara eceran (orang biasa bilang 2tax), maka akan muncul ritel spbl-spbl dalam skala rumahan seperti bisnis air minum kemasan galon skala kecil.

    #Terutama untuk kota besar, penggunaan motor/mobil listrik akan secara siginifikan mengurangi polusi udara, disini salah satu isu lingkungan terakomodasi.

    #Jika saya coba hubungkan pernyataan Pak Habibie terkait dengan mobil nasional (http://otomotif.antaranews.com/news/1331104572/habibie-esemka-belum-dibuat-secara-profesional):”sebaiknya usaha membangkitkan industri otomotif dalam negeri dimulai dari pengembangan produksi sepeda motor”, “Indonesia ini adalah masyarakat terbesar yang memanfaatkan sepeda motor di bumi, kenapa kita tidak mengembangkan itu saja, sediakan anggarannya, lakukan riset yang menyeluruh, saya rasa itu lebih rasional” menjadi sangat relevan dengan pernyataan Pan DIS (http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/01/01/revolusi-ekonomi-sepeda-motor/) dan tentang mobil nasional (http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/01/16/jangan-paksa-tiba-tiba-makrifat/).

    Kebutuhan di Indonesia yang sangat besar akan sepeda motor, peluang pengembangan motor/mobil listrik serta wacana mobil nasional disamping isu lingkungan mengenai polusi (ecogreen) menjadi mengerucut menjadi Motor/mobil listrik nasional! Tumbuh Pasar Baru! Tumbuh Peluang Baru!

    Saya kira ke arah itu di Indonesia sudah ada yang memulainya seperti http://www.sepedalistrik.com atau http://www.segwayindonesia.com

    Saya kira bayangan ini bukan sekedar angan-angan, tapi sangat realistis.Maju Indonesiaku dan Tetap Semangat!

    Posted by islamet | 15 Maret 2012, 3:30 am
  191. Terobosan an gebrakan yg perlu segera d realisasikan,,,

    Maju teruss paaak,,,

    DO’Aq akan mengiringi setiap niat baik anda,,,,
    آمِيّنْ آمِيّنْ يَ رَبَّلْ عَلَمِيّنْ

    Posted by febrian | 15 Maret 2012, 5:45 am
  192. Menberdayakan energi angin atau ombak?
    Perlu sumbangsih dari para peneliti konversi energi yang terbarukan, energi angin yang tepat kira kira didaerah mana? pantai selatan? Berapa kecepatan minimal angin ?berapa rata rata harian angin bertiup? untuk skala kecil/lokal mungkin bisa dicoba dulu?

    Energi ombak barangkali nilai investasinya tidak sebanding dengan hasilnya .Efisiensinya masih rendah.

    Para peneliti..yang ada di perguruan tinggi, BPPT, LIPI..tunjukan karyamu

    Posted by riful | 15 Maret 2012, 8:22 am
  193. Silahkan masuk ke http://muhammad-nur-fahmi.blogspot.com/2012/03/up-date-design-8-dan-9.html

    Kaos Manufacturing Hope Hadir dengan warna Baru dan lebih berani,,

    Ellegant dilihat, bisa dipake nongkrong, dan berlibur, enak dipakai dengan tetap ciri Khas Dahlan Iskan sebagai penebar Virus Manufacturing Hope.

    Goodbye BBM cars
    Welcome Electric Cars

    Saatnya Indonesia Bangkit

    Posted by Fahmi | 15 Maret 2012, 1:47 pm
  194. Saya yakin Pak Dahlan Iskan seorang nasionalis sejati . Rebut kontrol udara dari tangan SIngapura

    http://bisnis.vivanews.com/news/read/296507-dahlan-ingin-rebut-ats-ri-dari-singapura

    Posted by Darko Rahman | 15 Maret 2012, 2:17 pm
  195. indonesia penuh dengan sumber daya alam, terutama panas bumi……
    semoga dapat dimanfaatkan dengan maksimal….

    semangat Bah….
    Alloh selalu menjadi penolong utama….

    Posted by slamet mulyono | 15 Maret 2012, 3:37 pm
  196. Hmmm…
    ada yang memperhatikan gak, kenapa “sayembara mobil listrik” ini sepi-sepi saja di media massa nasional?

    Pak Dahlan juga sedikit sekali mengungkapkan pemikirannya tentang sayembara ini ke hadapan media.

    Sepertinya, hanya warga blog ini saja yang sibuk dan ramai menelaah “sayembara mobil listrik” Pak Dahlan.

    …kenapa ya?

    Jangan-jangan sayembara ini memang dirancang hanya untuk kalangan internal penganut Dahlanisme saja…

    MUNGKIN, mungkin Pak Dahlan memang tengah menggodok konsep sebuah mobil listrik, dan mengundang para Dahlanis-Dahlanis cerdas untuk ikut bekerja keras mewujudkan penciptaan si mobil listrik BUMN ini.

    MUNGKIN, mungkin juga Pak Dahlan tengah “menyaring” dan “mensurvey” kita, para penganut Dahlanisme di blog ini.
    Apakah kita tergolong penganut Dahlanisme sejati yang Kritis, Realistis… Atau kita hanyalah segerombolan suporter yang fanatis…
    Saya sangat bersyukur, para penganut Dahlanisme sejati di blog ini, yang di MH-MH sebelumnya banyak sekali menelaah dan mengkaji tulisan Pak Dahlan, tetap berusaha untuk realistis dan kritis menyikapi surat si putra petir.

    MUNGKIN, atau mungkin Pak Dahlan sedang mengajak kita berpikir dan merenung, mengolah pikiran dan membangkitkan kesadaran kita semua para Dahlanis sejati, warga blog ini mengenai krisis BBM, dan mengenai terbuangnya kapasitas listrik pada malam hari.

    Dengan memajukan konsep mobil listrik ini, kita semua jadi terpancing untuk belajar dan berbagi ilmu tentang BBM, tentang energi listrik, tentang baterai super, dan yang terpenting tentang sumber energi alternatif…

    Sepertinya hal terakhir inilah yang ingin disisipkan oleh Pak Dahlan ke benak kita.

    Ada banyak alternatif sumber energi yang dibahas di blog ini. Diantaranya Air, Angin, Matahari… Tapi di blog ini juga kita langsung mendapat penjelasan mengenai kesulitan dan hambatan untuk memanfaatkannya.

    Ada satu lagi sumber energi alternatif yang diusulkan beberapa komentator, Energi Nuklir.
    Mungkin ini sebenarnya maksud dan tujuan Pak Dahlan. Tanpa ingin menggurui, tanpa ingin memberi instruksi, Pak Dahlan ingin kita sendiri sadar bahwa alternatif sumber energi termudah, tercepat, termurah, dan terefektif adalah Energi Nuklir.
    Saya pun sependapat.

    Bangsa dan Negara ini butuh sumber energi alternatif yang murah, mudah, cepat, dan efisien. Energi Nuklir adalah jawabannya.

    Posted by M. Erick Antariksa | 15 Maret 2012, 4:35 pm
  197. “…bertepatan dengan Hari Ibu Kita KARTINI”
    coba diingat-ingat, atau tanya si oom gugel, apa nama reaktor nuklir kebanggaan Bangsa dan Negara kita

    Posted by M. Erick Antariksa | 15 Maret 2012, 4:50 pm
  198. Pak Dahlan, Jika putra bangsa mampu bekerja sama tanpa memikirkan pamrih yang di dapat, bergabung dalam satu tim, satu Visi, satu Misi menuju Indonesia yang lebih baik, pasti berhasil…..

    Mari Putra Putri Bangsa terbaik, terdidik, patriot, bergabung bersama Putra Petir untuk wujudkan hal ini.

    Posted by Barata Sutrisno | 15 Maret 2012, 5:50 pm
  199. Pak Dahlan,

    Jangan cuma tv, ac dan lift yang dimatikan. Reklame-reklame tengah malam sebaiknya dimatikan. Orang udah pada tidur, nggak banyak yang lihat reklame yang listriknya bisa ribuan watt.
    Setuju beralih ke listrik, namun PLN juga harus dibenahi agar menjadi perusahaan yang menghasilkan listrik dari sumber daya alam yang ada, kurangi cost untuk membeli BBM/Batu Bara.
    Dihulu dibenahi, di hilir juga harus dibenahi, jangan sampai program melistrikisasi dihulu yang menyebabkan peningkatan pemakaian listrik menyebabkan dihilir harus disubsidi untuk membayar cost BBM/Batu Bara.

    Just my 2 cents

    Posted by Admin | 15 Maret 2012, 5:55 pm
    • Alhamdulillah,

      Sebelumnya pak JK sudah melakukan konversi dari minyak tanah ke gas 3 kiloan, kalo gak, mungkin pemerintah didemo lebih pollll lagi.

      Moga2, kali ini terobosan pak dahlan bisa diwujudkan. Aminnn.

      Posted by Nuryadid | 15 Maret 2012, 6:12 pm
    • Bung Admin,Pak Dis secara tersirat mencari solusi agar listrik pada malam hari banyak yang menggunakan ( dengan mobil listrik untuk ngeces listrik pada malam hari yang penggunanya sedikit ) agar pln tidak merugi,selama ini pln memberikan diskon pada industri untuk pemakaian pada malam hari….pada jam 23.00-01.00kalau pada malam hari banyak yang tidak menggunakan listrik, sementara PLN menghabiskan BBM gak ada yang beli ( menggunakan) kan rugi.

      Posted by Anar | 16 Maret 2012, 7:45 pm
  200. Dear Partner, Untuk sekali ini saya menolak ide Pak Dahlan. Mohon ditolak juga ya sam-sama.

    http://news.detik.com/read/2012/03/15/175006/1868558/10/dahlan-iskan-beralih-ke-obat-lever-produk-lokal?991101mainnews

    Kenapa saya menolaknya ? Saya msh tidak percaya produk farmasi lokal apalagi bila digunakan untuk mengobati penyakit kronis seorang dahlan iskan, menteri yang jadi harapan banyak orang.

    Mhn comment di detik ya.

    Posted by Darko Rahman | 15 Maret 2012, 6:28 pm
  201. Saya sangat senang dengan konsep pak Dahlan Iskan untuk membawa electric vehicle ke indonesia , terlebih ide memproduksinya di Indonesia . Saya penggemar mobil motor listrik dan sebagai mahasiswa Teknik Elektro siap membantu !

    Posted by andi R | 15 Maret 2012, 8:26 pm
  202. Dalam sujud panjangku, hanya sebuah doa yang terucap
    Majulah Negeriku, Jayalah Bangsaku..
    Amin..

    Posted by bakti darmawan | 15 Maret 2012, 9:56 pm
  203. aku baru aja beli buku “Tidak ada yang tidak bisa” dan nggak sabar untuk mengetahui isi ceritanya. Ayo Pak Dis terus berbagi ilmu dan pengalaman sama kami ya! Terima kasih Pak Dis. Semoga Allah Swt selalu menjaga Bapak. Amin

    Posted by KaosInspiratif.com | 16 Maret 2012, 1:36 am
  204. Reblogged this on tu7uh Creative Design and commented:
    Non Blok adalah pilihan terbaik, jadi mengapa harus berpihak pada barat?? bukannya hutang tidak lunas dgn keberpihakan..

    Posted by akultu7uh | 16 Maret 2012, 4:25 am
  205. Mobil listrik ada macam-macam kelasnya. Ada yang kecil, sedang, sport. Nah kita mau bikin yang mana? http://en.wikipedia.org/wiki/Currently_available_electric_cars

    Posted by Iptek Mania | 16 Maret 2012, 5:36 am
  206. Kecuali Anda tinggal di Arab Saudi, Anda pasti akan menghadapi harga BBM meningkat setiap hari.

    Posted by sinip | 16 Maret 2012, 7:03 am
  207. SETUJU PAK DAHLAN. BASMI KETERGANTUNGAN TERHADAP BBM. PUTUS JERATAN TERHADAP KARTEL MINYAK YANG SUDAH TERJADI SELAMA 200 TAHUN TERAKHIR

    BIKIN SEMUA YANG BBM MENJADI SERBA LISTRIK.

    KALAU ADA YANG BILANG TEKNOLOGI BATERAI BELUM SEMAJU ITU, ITU CUMA MITOS!! ABAIKAN SAJA. TEKNOLOGI BATERAI TELAH BERKEMBANG SANGAT PESAT PADA DEKADE TERAKHIR INI

    LIHAT SAJA CONTOHNYA. SEPULUH TAHUN YANG LALU, BELUM ADA HELIKOPTER RC SEBESAR JEMPOL. SEKARANG? BANJIR DIMANA-MANA & HARGANYA JAUH LEBIH MURAH DARIPADA HELIKOPTER BENSIN. ITU KARENA APA? BATERAI SUDAH SANGAT MAJU !! SEHINGGA BISA MENYIMPAN ENERGI LISTRIK DALAM JUMLAH BESAR DALAM SPACE YANG SANGAT KECIL!! BELUM PERCAYA? LIHAT MOBIL-MOBIL KELUARAN EROPA. 1X CAS SUDAH BISA JALAN 500 KM.

    HENTIKAN OMONG KOSONG PARA PESIMIS YANG BILANG TEKNOLOGI LISTRIK BELUM LAYAK!

    MAJU TERUS PAK DAHLAN!!!

    Posted by gandula@yahoo.com | 16 Maret 2012, 9:04 am
  208. Saya tetap dukung pak. tapi lebih dukung lagi MRT nya. Kapaaaaaannnn DDT CIKARANG SELESAI PAK……….SAYA SUDAH SEKIAN LAMA MENUNGGU TAK KUNJUNG SELESAI….orang kecil seperti kami KRL andalan transportasi yg murah Dan cepat. Di tangan pak DIS saya yakin tahun ini harus Sudah mulai proyeknya

    Posted by yudi | 16 Maret 2012, 9:13 am
  209. Saya tetap dukung pak. tapi lebih dukung lagi MRT nya. Kapaaaaaannnn DDT CIKARANG SELESAI PAK……….SAYA SUDAH SEKIAN LAMA MENUNGGU TAK KUNJUNG SELESAI….orang kecil seperti kami KRL andalan transportasi yg murah Dan cepat. Di tangan pak DIS saya yakin tahun ini harus Sudah mulai proyeknya
    .

    Posted by yudi | 16 Maret 2012, 9:17 am
  210. Mohon konfirmasi ke admin blog ini, alamat email dahlanmobillistriknasionaliskan@gmail.com tidak bisa diakses. Saya coba sampaikan informasi mobil/motor listrik ini ke pihak yang selama ini sudah terjun ke bidang industri mobil/motor listrik nasional seperti Marlip Electric Vehicle dan Patra Electric Vehicle (Patrev) tipe golf car dan custom electric car, http://marlip.indonetwork.co.id/group+22055/mobil-listrik-marlip-all-type.htm (http://cvpatra.indonetwork.co.id/2990487/patra-electric-bus.htm) dan sepeda listrik (http://www.sepedalistrik.com/). Mohon dibantu

    Posted by islamet | 16 Maret 2012, 9:22 am
  211. BBM Naik siapa yang panik?
    isu kenaikan bbm berhembus bak angin prahara atau angin bencana, kenaikan bbm dianggap sebagai musuh yang membawa pedang terus menyerang,
    jelas ini adalah sebuah buah simalakama dari berbagai hal yang menyanjung teknologi mesin bbm yang membludak dan kebablasan.
    solusi solusi inovatif pun terus dibahas deri berbagai hal, apakah bisa bbm itu ditekan harganya atau bagaimana caranya?
    mari kita sedikit membahas solusi daripada setiap masa pemimpin yang menaikan BBm dianggap sebagai musuh rakyat dan tidak bijaksana
    1. pengkonsumsi bbm terbesar adalah perkotaan yang bbm dibakar begitu saja akibat kemacetan yang rutin bayangkan sehari 500 milyar rupiah uang itu dibakar dalam bentuk subsidi bbm
    sebagai contoh jika saya berangkat kerja dengan jarak 10 km memerlukan waktu satu jam perjalanan menggunakan motor dengan kemacetan yang luar biasa
    1 liter habis begitu saja padahal jika tidak ada kemacetan 20 menit sampai 1 liter bisa bolak balik,
    2. jika saya menggunakan motor sudah seperti itu perbandingannya apalagi pengendara roda 4 sudah berlipat lipat tentunya
    3. kendaraan yang sebut saja kadaluarsa yang boros bensin masih digunakan padahal katanya harga motor baru lebih murah, ini akibat tidak ada kebijakan kendaraan kadaluarsa
    sehingga seolah oleh satu motor untuk seumur hidup (hihihi)
    4. beralih ke teknologi gas dan mkendaraan listrik yang mentri bumn akan dibahas secara massal di seluruh indonesia 21 april nanti
    5. solar system untuk fasilitas umum seperti jalan tol jalan pemda dan protokol sehingga beban listrik berkurang.
    6. mematikan bilboard setiap tengah malam karena itu menyedot listrik lebih banyak ( bikin aja peraturannya) kan pemerintah berkuasa
    7. bisa tidak gaji PNS dikurangi yang selama ini jadi kesenjangan antara PNS dan para pegawai seperti kami swasta
    8. sadarkan masyarakat yang kaya dan wajib membayar pajak agar patuh dan taat, jika tidak patuh berilah hukuman yang layak
    9. sudah sepantasnya koruptor digantung agar tidak ada kebocoran lagi dana negara
    10. kompak dalam membangun negara jangan sampai setiap ada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah seolah olah salah besar, sehingga wajib ditantang bahkan digulingkan

    Posted by saeful | 16 Maret 2012, 9:33 am
    • Mas Saeful, mengurangi gaji PNS karena ada kesenjangan dengan swasta hubungannya dengan solusi BBM apa ya mas?
      ….lalu swasta mana ya mas?

      Posted by ktgno | 16 Maret 2012, 4:00 pm
      • double subsidi menurut sya gaji pns dari pajak dari swasta terus beli bbm bersubsidi lagi, jadi klo gaji pns naik terus dapet menikmati subsidi bbm nikmat bener yooo ( tp jika kinerjanya bagus no problemo sih pak)

        Posted by saeful | 17 Maret 2012, 1:30 pm
  212. Beginilah seharusnya seorang pemimpin :

    Yang Dilakukan Dahlan di Rumah Reyot Buruh Tani
    Besar Kecil Normal

    TEMPO.CO, Sragen – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan melakukan kunjungan kerja ke Sragen, Jawa Tengah, Jumat, 16 Maret 2012. Tiba di Sragen, Kamis, 15 Maret 2012 malam, mantan Direktur Utama PLN ini memilih menginap di rumah seorang warga di Dusun Karang Rejo, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

    Camat Ngrampal Rina Wijaya mengatakan, Dahlan menginap di rumah Marto Paino, seorang buruh tani. “Pak Dahlan menginap di rumah yang reyot,” ujarnya kepada Tempo, Jumat pagi, 16 Maret 2012.

    Selama di rumah warga, Dahlan menyempatkan berdialog seputar kehidupan buruh tani. Dahlan juga melihat kandang sapi dan mengambil telur ayam.

    Jumat pagi, sekitar pukul 06.15, Dahlan sudah keluar dari rumah Marto Paino. Kemudian Dahlan menjalankan aktivitas rutinnya, yaitu jalan cepat.

    Tak hanya jalan cepat, Dahlan ikut menanam benih padi di sawah milik warga. “Sebenarnya sudah dilarang. Tapi tetap ngotot. Katanya tidak apa-apa karena dulunya buruh nandur (menanam),” katanya.

    Selesai menanam padi, Dahlan lantas sarapan dengan menu ala kadarnya. Hanya nasi putih dengan sayur daun pepaya. “Beliau bilang tidak apa-apa. Bahkan, makannya nambah,” tuturnya.

    Selesai sarapan, Dahlan bertemu dengan para distributor pupuk di Sragen.

    Cek di : http://www.tempo.co/read/news/2012/03/16/219390598/Dahlan-Iskan-Nginap-di-Rumah-Reyot-Buruh-Tani

    Posted by Darko Rahman | 16 Maret 2012, 10:06 am
    • Di kaskus, banyak komentar miring dan sinis ttg aktivitas pak DI di sragen. Kita tidak bisa menebak2 hati seseorang apakah dia ikhlas atau tidak. Itu bukan urusan kita, tapi urusan seseorang itu dan Tuhannya. Mudah2an Pak Dahlan diberi istiqomah. Nanti juga sejarahlah yang akan menulisnya. Mudah2an…………..

      Posted by optimis_indah | 16 Maret 2012, 6:33 pm
  213. 398

    Posted by sleizarr | 16 Maret 2012, 10:13 am
  214. Dialog Trotoar Dahlan Iskan dengan Demonstran
    ’’Saya Dahlan…”

    ’’Anda demo ya?,” tanya Dahlan Iskan.
    ’’Iya Pak, kami lagi demo,” jawab beberapa mahasiswa.
    ’’Demo soal apa?” tanya Dahlan lagi.
    ’’Demo Pilkada Pak,” jawab mereka.

    DIALOG: Menteri BUMN Dahlan Iskan saat bertemu demonstran.
    ’’Pilkada di mana?,” Dahlan melanjutkan pertanyaan.
    ’’Pemilihan gubernur DKI Pak,” jawab Dadan Gundara, salah satu demonstran.
    ’’Mengapa Anda demo Pilkada DKI?,” Dahlan terus bertanya.

    ’’Supaya gubernur DKI yang akan datang lebih bagus Pak,” jawab
    mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta yang tergabung dalam BEM Jakarta
    Raya itu.

    ’’Bagus..bagus,” kata Dahlan.
    ’’Ini Pak Dahlan ya. Benar ini Pak Dahlan Iskan ya,” tanya Dadan.
    ’’Iya, saya Dahlan. Kenapa?” Jawab Dahlan.

    ’’Alhamdulillah, saya bisa bertemu langsung dengan Bapak. Selama ini
    saya hanya baca di online. Kita sering mendiskusikan berita tentang
    Bapak,” kata mahasiswa asal Padalarang, Bandung, tersebut.
    ’’Bapak baru abis olahraga ya?” tanya Dadan.

    ’’Tidak, saya baru abis kasih kuliah di situ,” kata Dahlan sambil
    menunjuk kantor Lembaga Pertahanan Nasional. ’’Di Lemhannas,” Dahlan
    menambahkan.

    ’’Kok pake sepatu kets Pak,” Dadan menimpali. ’’Jadi berita-berita Pak
    Dahlan pake sepatu kets itu benar donk,” ia melanjutkan pertanyannya.

    ’’Demonya sudah selesai?” Dahlan memotong pertanyaan soal sepatu kets..
    ’’Sekarang istirahat dulu Pak, mau salat dzuhur. Boleh pinjam tempat
    salat di sini Pak,” kata Dadan kepada Dahlan.

    ’’Salat di kantor saya saja. Ayo,” jawab Dahlan sambil berjalan agak
    cepat ke arah kantornya yang jaraknya sekitar 200 meter dari tempat
    mereka berdialog.
    ’’Kantor Bapak di mana? Jauh tidak dari sini,” tanya Dadan.

    ’’Itu, dekat,” kata Dahlan sambil menunjuk kantor Kementerian BUMN.
    ’’Anda makan dulu yah baru salat. Biar teriakannya kencang. Kita makan
    sama-sama di kantin,” kata Dahlan.

    ’’Kita sudah makan Pak. Terima kasih,” kata Dadan.
    ’’Benar sudah makan,” kata Dahlan lagi.
    ’’Sudah Pak. Kita semua sudah makan,” jawab Dadan.

    ’’Teriakan kami kencang Pak. Kalau tidak percaya boleh dicoba Pak,”
    timpal Yusuf Fauzi, salah satu demonstran dari BEM Universitas Negeri
    Jakarta (UNJ).

    ’’Kalau begitu kita salat saja ya. Mau di musalah atau di ruangan
    saya. Mana teman-temanmu yang lain,” kata Dahlan sambil berhenti
    sejenak.

    ’’Sebentar Pak, saya panggil mereka,” kata Dadan, lalu berjalan ke arah
    teman-temannya yang masih bertahan di depan kantor gubernur DKI.
    Dahlan menunggu di depan kantor Kementerian BUMN.

    ’’Mereka salat di sana Pak,” katanya setelah kembali.
    ’’Ayo, salat di ruangan saya saja,” kata Dahlan sambil berjalan menuju
    lobi kantornya.

    Dua mahasiswa demonstran itu pun masuk ke lift bersama Dahlan, ke
    lantai 19. Dahlan mengajak keduanya ke ruang kerjanya. ’’Ini kamar
    mandi, Anda wudhu di situ,” kata Dahlan kepada keduanya.

    Ketika Dadan dan Fauzi sedang berwudhu, Dahlan menyiapkan dan
    menggelar sajadah di sisi selatan ruang kerjanya.

    Setelah dua mahasiswa tersebut keluar dari kamar mandi, gantian
    Dahlan yang masuk untuk berwudhu. Sehabis wudhu, Dahlan langsung qomat
    dan mempersilakan Dadan menjadi imam.

    Usai salat, Dadan dan Fauzi turun bersama Dahlan ke lobi kantor.
    Keduanya kemudian kembali menemui teman-temannya di depan kantor
    gubernur DKI dan Dahlan menuju Hotel Borobudur untuk ceramah di depan
    ratusan direktur utama perusahaan Badan Usaha Milik Daerah.

    Itulah dialog antara Dahlan Iskan dengan dua demonstran Kamis lalu.
    Mereka bertemu secara kebetulan di trotoar depan Kantor Gubernur DKI
    di Merdeka Selatan.

    Waktu itu Dahlan Iskan baru saja selesai memberi
    kuliah kepada mahasiswa Lemhannas dan hendak menuju kantornya
    Kementerian BUMN dengan jalan kaki. Sementara Dadan dan teman-temannya
    (tampak sekitar 20 orang) sedang berdemo di depan Kantor Gubernur DKI.

    Dahlan memang sering jalan kaki kalau hendak dan dari kantor-kantor di
    sekitar Merdeka Selatan. Kalau ke Istana Wapres ia beberapa kali jalan
    kaki pergi-pulang. Begitu pula ke kantor Kementerian ESDM
    Dalam lift Dadan, yang cerewet itu, juga bertanya tentang rencana
    pemerintah menaikkan tarif BBM.

    Dahlan yang wartawan, menjawab dengan
    sangat tangkas. ’’Presiden pasti memikirkan yang terbaik untuk
    rakyat,” begitu salah satu jawaban Dahlan atas pertanyaan Dadan.

    Hal yang paling penting dari bertemunya Dahlan Iskan dengan mahasiswa
    demonstran ini adalah sikapnya dia melayani dialog mahasiswa
    demonstran itu.

    Juga sikap Dadan dan Fauzi yang begitu berbudaya
    bertutur sapa dengan Dahlan yang seorang menteri.

    Kedua mahasiswa tersebut malah salut dengan Dahlan yang mau melayani
    mereka sepenuh hati.

    Saya memang sempat khawatir akan terjadi caci-maki atau keluar
    kata-kata tidak sopan para demonstran itu kepada pemerintah. Sebab
    mereka sedang berhadapan dengan seorang menteri, di arena demonstrasi
    pula.

    Sebaliknya, mereka begitu sopan bertutur sapa, dan Dahlan pun melayani
    sepenuh hati. Dialognya begitu cair, saling menghargai, dan Dahlan pun
    memposisikan para demonstran itu sejajar dengannya pada saat terjadi
    dialog.

    Mereka bahkan memuji Dahlan yang meskipun sudah menjadi
    menteri tetap bersikap apa adanya.

    sumber : http://www.radar-bekasi.com/?p=26595

    Posted by eryph | 16 Maret 2012, 10:23 am
  215. very nice and interesting
    information, it make me very happy to know about a such tips, very cool

    Posted by johan Smith | 16 Maret 2012, 3:28 pm
  216. Terima kasih kepada semua saudara sebangsa dan setanah air yang telah memberi komentar di blog ini semuanya bagus inspiratif saya sangat menikmatinya lumayan buat nambah pengetahuan dan buat bung Dis semoga tetap sehat dan selalu dalam lindungan Alloh SWT amiiin

    Posted by ikin | 16 Maret 2012, 7:45 pm
  217. pak dahlan memang keren….

    http://www.timlo.net/baca/23011/ketika-pak-menteri-pilih-nginap-di-kampung/

    harta dan tahta tak mengalahkan kemanusiaannya.

    Posted by syafiihkamil | 16 Maret 2012, 11:13 pm
  218. Fantasi saya adalah…

    – Berangkat kuliah pagi dari rumah menuju kampus
    – Ambil sepeda di garasi lalu berangkat hati hati
    – Kemudian bersepeda asik di atas jalur khusus
    – Menuju stasiun kereta kota dengan happy

    – Sampai di stasiun cari parkir sepeda otomatis
    – Lalu rapihkan diri sambil jalan cari jurusan
    – Eh aduh tunggu sebentar pengen pipis
    – Lari ke toilet aduhai bersih sungguh kerasan

    – Di dalam kereta cukup penuh sungguh malang
    – Yah pegang erat saja tiang dekat sini
    – Karena kereta nyaman dan cepat tanpa bergoyang
    – Meskipun harus berdiri tahan kaki

    – Lihat map digital yang berkedip rapi
    – Buang jauh kekhawatiran akan tersesat
    – Tidak disini, tidak di kota canggih ini
    – Ini bukan Indonesia yang selalu terlambat

    Posted by Romadona | 17 Maret 2012, 1:48 am
  219. Filipina sudah mulai gerakan ini bisa dilihat disitus ini : http://www.mb.com.ph/articles/354447/batterypowered-bus-to-help-mitigate-climate-change

    mari kita juga pasti bisa! saya selalu mendukung sepenuhnya ide2 Pak Dahlan yang selalu luar biasa! :)

    Posted by arifrp | 17 Maret 2012, 8:16 am
  220. Terima kasih atas apresiasinya mas uyung, memang kita harus mencari akar masalahnya bukan di tangkai apalagi buahnya krn tdk akan ketemu solusi penyelesaiannya, karena selama akar masalahnya masih ada masih ada pula kemungkinan tumbuhnya masalah lagi.
    Sepertinya saya sama dengan anda mengenai MH kali ini, terlalu prematur untuk memecahkan masalah saat ini (maaf ya p.Dis), mobil/motor listrik blm bisa menjadi solusi jangka pendek tetapi untuk jangka panjang bagus sekali, seperti pepatah “seribu langkah diawali dari satu langkah” gagasan ini adalah awal dari pembebasan kita dari BBM maupun gas dan bisa jadi dari semua sumber energi dari tambang, karena listrik tidak selalu menggunakannya untuk menggerakkan pembangkitnya, alasan ini juga sebagai jawaban atas asumsi rekan2 yg menilai pembangkit listrik harus bahan tambang (klo semua pake listrik apa tidak makin boros pembangkitnya).
    Wah..wah..wah kayaknya saya juga harus mengutarakan solusi saya untuk mengatasi kemacetan di blog(forum) ini jadinya (mudah2an benar dan bermanfaat bagi semuanya), karena saya sempat membaca komentnya mas erik ada yg nyerempet solusi saya alias sama walau sekilas saja.

    Kalau di runut permasalahnya BBM ini adalah diawali dari selalu naiknya harga BBM karena berbanding terbalik antara produksi dgn kebutuhan (supply and demand) produksi turun tp kebutuhan naik, klo kebalik tentu makin enak jd murah, untuk itu kenapa dicari energi alternatif..tentunya supaya berimbang syukur klo kebalik itu tadi. Ini bila dilihat dari sisi energinya tetapi bila dilihat dari sisi sosial lain lagi..mengapa masyarakat mengkonsumsi BBM begitu besar saat ini..karena mereka sdh memiliki kendaraan (pengkonsumsi BBM) sendiri2, mengapa lebih menggunakan kendaraan pribadi (motor/mobil), kenapa tdk menggunakan kendaraan umum (masal) saja..jawabannya pasti “apa yg bisa diandalkan kendaraan umum saat ini”?..tidak bisa tepat waktu (ini yg utama) karena semua saat ini butuh cepat dan pasti siapa lelet kegencet, klo kita amati saat ini angkutan umum (angkot yg kecil maupun besar yg harus setoran) tidak ubahnya seperti odong2 dan kereta kelinci yg tujuannya untuk hiburan bukan bekerja, lajunya saat sepi/sedikit penumpang kalah dengan org yg berjalan penumpang ngomel percuma krn alasan sopir selalu benar bagi dia, lalu tidak nyaman..jorok/kotor dan malah saat ini jd tempat kejahatan maksiat, lalu ugal2an bila rebutan cari penumpang ..keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya diabaikan bila diingatkan cengengesan klo dah nabrak baru masuk ambulan krn byk dpt pukulan..rasakan! nah klo sudah gini siapa yg disalahkan?…apa salah bila masyarakat lebih suka menggunakan kendaraan pribadi, apa salah mereka mengkonsumsi BBM akhirnya sampai melebihi kuota?…maka jangan salahkan juga bila kemacetan terjadi di mana2, coba hitung jumlah angkot dan penumpangnya dengan kendaraan pribadi di jalanan saat ini, pasti sangat timpang!
    Untuk mengatasi masalah angkutan umum ini pemerintah menggunakan banyak cara, ada bus way, MRT, mono rel, mungkin sub way juga. Coba perhatikan langkah/cara2 ini (dan umumnya pun masyarakat sama/mengiyakan) ada sesuatu yg aneh tdk?..bila kita tdk berpikir Out Of The Box sulit melihatnya krn tampak wajar dan umumkan……………………..(waduh kepanjangan ya..disambung lg nanti aja ya…)

    Posted by pakde | 17 Maret 2012, 11:13 am
    • saya belum pernah ke jepang, tapi saya dengar MRT disana sukses dan cukup nyaman , mungkin yang tahu permasalahan disana bisa cerita banyak dan bisa menginspirasi untuk diterapkan di kota kota besar di inbdonesia.
      Apakah kantor kantor/ pabrik disana ngumpul perblok juga tempat tinggalnya dekat dengan halte atau station, atau di halte halte sana ada tempat tempat parkir, sehingga orang yang pergi naik MRT tidak kerepotan naik kendaraan apa dari rumah ke halte MRT? atau layout tatakota disana sudah demikian ideal sehingga mudah dijangkau MRT?

      Posted by riful | 17 Maret 2012, 11:31 am
    • Ada cara lucu yang walaupun kurang kreatif tapi bisa efektif memecahkan masalah macet dan jeleknya transportasi umum yang berbuntut pemborosan BBM, tapi sekaligus mengatasi banjir.

      Buat saja jaringan terowongan di dalam tanah.
      Panjaaaaang, lueebar, dan tinggi.

      Di dalam terowongan dibuat dua tingkat jalan, tingkat atas ada rel kereta api, tingkat bawah ada jalan 4 jalur. Nah, mulai terbantu masalah transportasi.

      Untuk banjir, apabila curah hujan mulai deras, air mulai menggenang, evakuasi semua pengguna jalan bawah tanah ini. Lalu alirkan air yang menggenang masuk ke dalam terowongan sehingga dia bisa menjadi tempat penampungan sementara air banjir.

      Setelah keadaan diatas normal, pompa keluar air yang ditampung ini ke sungai, bagian atas air (yang lebih bersih) bisa lebih mudah diolah menjadi air pam.

      Bagus ya idenya…
      Tapi sayang kurang kreatif, soalnya niru dari sistim terowongan bawah tanah di KL yang terbukti sudah berhasil.

      Posted by M. Erick Antariksa | 17 Maret 2012, 3:43 pm
    • Harus buru2 nih nyambungnya sebelum MH yg baru muncul…, solusi pemerintah untuk mengatasi kemacetan (dalam kota umumnya) saat ini banyak ragamnya seperti membangun jalan tol dalam kota, membuat bus way, menghadirkan MRT,mono rel, bahkan sub way, itu bagus…bagus sebagai masukan bagi saya saat ini, alasan mereka (pemerintah yg didorong oleh para ahli/pakar tentunya) dan masyarakat umumnya karena sukses/pernah sukses dinegara yg menggunakannya (byk jalan tol dlm kota dinegara lain akhirnya dirobohkan jg krn ternyata mengganggu lingkungan, membahayakan, dan merusak pemandangan dimasa selanjutnya) bahkan ada yg sampai saat ini sukses sekali, ini yg menjadi pertimbangan mereka mengadopsinya utk negeri ini. Intinya dengan cara2 itu diharapkan byk masyarakat mau beralih ke angkutan masal tsbt dari kendaraan pribadi spy jalanan tdk macet.

      Seperti yg saya sebut diatas ada yg aneh bila dipikir secara Out Of The Box (bukan saya apatis tp saya mencoba kritis) karena apakah bila dinegara lain sukses bisa sukses pulakah dinegeri kita ? karena byk faktor yg menentukan suatu kesuksesan, apalagi skala negara. Pertanyaannya adalah, apakah sama (kebiasaan) mereka dgn kita?, apakah sama lingkungan mereka dgn lingkungan kita?, apakah sama budaya mereka dgn budaya kita?, apakah sama keyakinan (semangat) mereka dgn kita? Jgn buang percuma tenaga,pikiran,biaya dan waktu kita bila nanti ternyata terbengkalai akhirnya, karena byk sudah contoh2 yg demikian, klo sdh terjadi.. penyesalan yg ada, dan yg paling menyakitkan adalah para pakar yg dulu getol mengajukan/mendorong malah diam seribu bahasa tp jg ada yg ngoceh mencari kambing hitam, karena inilah karena itulah tp percuma nasi sudah jd bubur.

      Menurut saya cobalah dilihat kedalam diri kita (negeri kita) adakah potensi diri yg bisa diandalkan jgn hanya mencontoh/menjiplak org lain (negara lain)? Begitu bodohnya kah kita sampai tidak bisa mencari suatu solusi yg sesuai dengan diri kita? Bila kita bisa alangkahnya bangganya kita dengan negeri kita, yg tdk menutup kemungkinan bisa menjadi trade mark (ciri khas) kita di dunia, iniloh..indonesia beda!…

      Menurut saya ada potensi dari kita sendiri yg bisa jd solusi untuk kemacetan (dalam kota ) saat ini dan ini terabaikan oleh org2 itu..malah ini bisa jd ciri khas negeri kita, yg belum ada dinegara lain bila kita memperbaiki dan mengembangkannya, unik jadinya. Apa itu?… angkot/bemo/bus mini/kopaja/atau apapun itu namanya!… kok bisa? Mereka (ankutan ini) dahulu pernah jaya..dahulu ya dahulu sebelum revolusi sepeda motor, mengapa bisa sekarang tenggelam dalam keterpurukan dan ketidak pastian?..itu karena kurangnya perhatian masyarakat (para pakar khususnya) terhadap mereka, org2 selalu melihat rumput tetangga lebih baik dari kita, sebetulnya bila rumput kita kita rawat,jaga,diperbaharui/rekayasa tdk akan kalah dengan tetangga, demikan pula dengan angkot kita.

      Angkot adalah sarana/moda transportasi yg handal, dia sdh memiliki trayek/jalur/line sendiri2, bisa masuk kampung2, lincah, dan sudah familier dengan bangsa ini. Mengapa harus digusur dengan sesuatu yg belum teruji dan terbukti di negeri ini? Mengapa kita tidak memperbaikinya bila ada yg salah saat ini? Bila mereka tergusur kemana ribuan sopir (yg ikhlas dan jujur mengabdi sebagai sopir angkot yg baik) itu akan mencari rejeki? Mereka adalah saudara2 kita mereka juga punya saudara dan keluarga yg harus dihidupi, ya..TUHAN terangilah hati kami,pikiran kami, tuntunlah kami di jalan yg benar dan lindungilah kami dan saudara2 kami……………………………………………………….amin.

      Kesalahan angkot sebenarnya bukan di orangnya (sopir) apalagi keberadaanya saat ini, kesalahan justru dari pemerintah (dan DPR juga tentunya sebagai wakil para sopir angkot)dan para pakar saat ini yg terlalu luar negeri oriented! Segala sesuatu yg menjadi hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara….bukankah begitu salah satu bunyi UUD kita? Klo angkot sudah menjadi hajat hidup org byk sepatutnyalah pemerintah turun tangan mengatasinya, bukan hanya regulasi dan tata tertib, bukankah ada BUMN (maaf p.Dis kebetulan beberapa bulan ini anda yg menjabat,tp bukan beberapa tahun lalu kan..), fungsikan DAMRI dan sejenisnya saat ini untuk menguasai dan mengatur angkutan kota bukan masyarakat (perorangan) lagi, rekrut para sopir yg baik,jujur dan ikhlas itu menjadi karyawan BUMN (DAMRI dan sejenisnya) upah mereka selayaknya seorang pegawai sehingga mereka tdk lg harus kejar setoran ke juragan, seleksi dan didik mereka jd sopir yg baik dan profesional, beli dan regenenerasi angkot2 yg layak jalan milik masyarakat bila perlu ganti dgn model baru yg lbh bagus dan layak (bukankah sekarang sdh ada model MPV yg dirancang utk bisa mengangkut byk dan lega)plus pasang Acnya spy nyaman(yg dr masyarakat bisa dileleng tentunya), tetapkan waktu tempuh rata2 antar terminal dan atur kecepatan rata2 angkot (melanggar ada sangsi) spy masyarakat lbh terjamin kepastian tempuhnya (sampai tujuan), batasi kemampuan muat angkot dan tutup pintu dan jendela saat jalan(tentunya dgn kaca terang)yg melanggar ada sangsi jg, gunakan pembayaran sistim E-card spy lbh aman dan menguntungkan krn pra bayar, dan masih byk lainnya utk perbaikan dan peningkatan pelayanan angkot kita, bila demikian alangkah nyamannya naik angkot, bersih,ber AC, tdk berdesakan, tepat waktu, sopirnya baik2 dan sopan dijalan, bisa masuk kampung2, pembayarannya mudah gak perlu buka dompet, menampung byk tenaga kerja dll. Bandingkan dengan yg akan didatangkan/diadopsi dari luar negeri.. ini INDONESIA bro…BEDA!

      Semoga ini bisa menjadi masukkan bagi kita semua (karena sdh dipublikasikan kayaknya urung deh rembukan dgn rekan2 ITS saat nanti), bila ada kekurangan maaf ini hanya pemikiran saya seorang yg masih jauh dari kata bisa apalagi pintar. (maaf terlalu panjang ya…tetap semangat)

      JAYALAH BANGSAKU…JAYALAH NEGERIKU…

      Posted by pakde | 18 Maret 2012, 9:35 am
  221. To : Mas Hari,

    Mas Fahmi dan beberapa yang lain (di FB) adalah teman-teman kita di komunitas blog ini yang mau, bisa, dan sempat membuatkan/produksi (design) kaos, topi, & stiker Manufacturing Hope Dahlan Iskan. Menurut ane tidak masalah beliau-beliau mengiklankan disini agar semakin cepat tersebar virus ini. Niat beliau2 adalah untuk memasyarakatkan / mengkampanyekan spirit/ide/gagasan/tulisan Pak Dahlan Iskan lewat merchandise seperti ini, yang Insya ALLAH dasar mereka adalah non profit oriented (minimal just a little bit profit – itu sangat wajar, biaya ongkos sibuk).
    Dengan menggunakan merchandise2 seperti ini kita akan ikut sedikit andil merubah wajah Indonesia :) semoga ini menjadi bagian kampanye pendukung perubahan. Amien.. Selamat berjuang teman-teman dengan apapun yang kita bisa.

    Terimakasih mas Fahmi, ane tunggu kiriman kaos ane, jangan telat ya.

    Salam hormat untuk teman2 semua.

    Posted by bonzo | 17 Maret 2012, 12:15 pm
  222. emailnya mental, gan

    Posted by Gundala | 17 Maret 2012, 12:36 pm
  223. Ijin share yang menggugah motivasi kita poro sedulur sekalian :

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/16/219390598/Dahlan-Iskan-Nginap-di-Rumah-Reyot-Buruh-Tani

    ***
    Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan melakukan kunjungan kerja ke Sragen, Jawa Tengah, Jumat, 16 Maret 2012. Tiba di Sragen, Kamis, 15 Maret 2012 malam, mantan Direktur Utama PLN ini memilih menginap di rumah seorang warga di Dusun Karang Rejo, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Sragen.

    Camat Ngrampal Rina Wijaya mengatakan Dahlan menginap di rumah Marto Paino, seorang buruh tani. “Pak Dahlan menginap di rumah yang reyot,” ujarnya kepada Tempo, Jumat pagi, 16 Maret 2012.

    Jumat pagi, sekitar pukul 06.15, Dahlan sudah keluar dari rumah Marto Paino. Lalu Dahlan menjalankan aktivitas rutinnya yaitu jalan cepat.

    Tak hanya jalan cepat, Dahlan ikut menanam benih padi di sawah milik warga. “Sebenarnya sudah dilarang. Tapi tetap ngotot. Katanya tidak apa-apa karena dulunya buruh nandur (menanam),” katanya.

    Selesai menanam padi, Dahlan lantas sarapan dengan menu ala kadarnya. Hanya nasi putih dengan sayur daun pepaya. “Beliau bilang tidak apa-apa. Bahkan makannya nambah,” tuturnya.

    Selesai sarapan, Dahlan bertemu dengan para distributor pupuk di Sragen.

    Posted by Sumarwoto Hadi | 17 Maret 2012, 2:31 pm
  224. Gila ini menteri, nggak ada habis-habisnya yang bisa dikupas. Kalo yg lain pasti panggil voreijder, beliau beda.

    Cek di sini yang benar-benar ringkas dan memberi inspirasi :

    TEMPO.CO, BANDUNG – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan pergi bergegas usai memberi kuliah umum di Aula Barat ITB, Sabtu 17 Maret 2012 sore. Ia langsung kabur mengejar pesawat Sriwijaya Air tujuan Surabaya dari Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung. Seorang mahasiswa membonceng Dahlan dengan sepeda motor bebek.

    Semula, Dahlan Iskan yang berkemeja putih, pantalon hitam, dan bersepatu olahraga itu dijadwalkan memberi kuliah umum dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB di Aula Barat ITB. Namun kuliah disertai diskusi dengan mahasiswa itu hanya bisa berlangsung hingga pukul 15.10 WIB. “Sebab Pak Dahlan harus mengejar pesawat di Bandara Husein,” kata Rektor ITB Akhmaloka saat membuka kuliah.

    Menurut asistennya, pesawat yang akan dinaiki Dahlan akan berangkat pukul 15.45. Saat diskusi tentang rencana bisnis Badan Usaha Milik Negara, seorang mahasiswa menawarkan diri mengantar Dahlan ke bandara dengan sepeda motor supaya tidak terkena macet. Dahlan menerima tawaran Geni Isno Murti, mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB itu dengan senang hati.

    Menurut Geni, tawaran itu spontan. “Kan Pak Dahlan suka yang aneh-aneh,” katanya kepada Tempo. Dia pun bergegas membawa motornya dan mencari helm pinjaman untuk Dahlan. Setelah motor Supra Fit keluaran 2005 milik Geni siap, Dahlan naik membonceng. Geni sigap membawa Pak Menteri membelah kemacetan akhir pekan di Bandung.

    Sebelum pergi, Geni yang mengaku deg-degan masih bisa memikirkan rute yang akan ditempuh. Dari Jalan Ganesha, kemudian ke Jalan Taman Sari, naik jalan layang Pasteur Suapati, turun ke Jalan Pasirkaliki, lalu Jalan Pajajaran menuju bandara. Segelintir polisi dan petugas keamanan ikut mengiringi perjalanan mereka. Mobil Dahlan yang bernomor polisi L 1 JP hari ini pun pulang ke Jakarta tanpa tuannya.

    http://www.tempo.co/read/news/2012/03/17/058390849/Dari-ITB-Dahlan-Iskan-Kabur-Naik-Bebek-Mahasiswa

    Posted by Enzo | 17 Maret 2012, 4:30 pm
  225. Semoga Pak Dahlan Iskan sedang tidak galau dengan rencana kenaikan BBM bersubsidi

    http://listrikgrosir.blogspot.com/2012/03/rakyat-autopilot-galau.html

    Posted by Eddys | 17 Maret 2012, 6:38 pm
  226. Pak Dahlan.

    Saya dukung walaupun banyak orang yang masih ingin menikmati “Kursi Empuk” (Comfort Zone), sehingga belum rela melihat mobil “Produk Indonesia” menggelinding di jalan raya. Pertarungannya akan merupakan pertarungan “David vs Goliath” otomotif di Indonesia.

    http://manajemenpembebas.wordpress.com/2012/03/05/kemana-perginya-esemka-mirip-hikayat-kelahiran-mobil-listrik-pertama-di-amerika/

    Posted by djadja | 17 Maret 2012, 7:42 pm
  227. Putra Petir pasti bisa melawan Konspirasi Korporasi dan Birokrasi seperti digambarkan dalam Film Dokumenter “Siapa yang Membunuh Mobil Listrik?” (Who Killed the Electric Car?)

    http://manajemenpembebas.wordpress.com/2011/10/04/siapa-yang-membunuh-mobil-listrik-who-killed-the-electric-car-korban-konspirasi-korporasi-dan-birokrasi/

    Posted by djadja | 17 Maret 2012, 7:52 pm
    • Dari zaman putra nabi adam habil dan qabil sampai sekarang sama. manusia ada kecendrungan rakus sama harta, tahta dan wanita..he..he…he..(materi). qabil membunuh habil juga karena cinta materi.
      Bila hati di isinya rakus maka segala cara akan ditempuh.

      Bumi ini akan damai bila dipegang kembali oleh orang-orang yang tidak cinta dunia. pak dahlan salah satunya : :), paling tidak itu doaku.

      namun yang perlu diyakini, kebenaran tak akan pernah kalah dg kejahatan. ada cerita david vs goliath, ada cerita badar, ada cerita bambu runcing, dan dajjal vs imam mahdi.

      salam
      sk

      Posted by syafiihkamil | 17 Maret 2012, 8:42 pm
  228. Reblogged this on Informasi Seputar Dunia Internet and commented:
    Di ambil dari dahlaniskan.wordpress.com

    Posted by boesta | 17 Maret 2012, 10:34 pm
  229. Sangat visioner,,,, maju terus pak dahlan iskan..

    Posted by irwan | 17 Maret 2012, 11:09 pm
  230. wuih, pedes kata katanya, salut buat pak dahlan :)

    Posted by Catatan Ardha | 18 Maret 2012, 12:03 am
  231. Tak tunggu-tungu dari tadi jam 10 malam sampai sekarang jam 2 pagi tulisannya Pak Dahlan kok gak muncul2 ya….

    Posted by Thoni | 18 Maret 2012, 1:47 am
  232. Kayaknya menteri kita makin sibuk aja …Jum’at di sragen nginap di rumah warga petani gubuk reyot,Sabtu di ITB kuliah umum mendorong Karier generasi muda potensial agar tidak dihambat ato dipacu agar negara cepat maju…dalam segala hal…trus mbonceng mahasiswa kebandara ngejar waktu…ke Surabaya.mobil pribadi di bawa ke Jakarta tanpa tuannya…he h e he salut pak DIS ! ( sempat nulis gak ya minggu ini? ) Kerja..kerja..kerja….Beliu sedikit bicara banyak kerja!

    Posted by Anar | 18 Maret 2012, 8:09 am
  233. Kira-kira judulnya apa ya nanti malam wuiiih lama sekali seperti udah satu tahun nih nunggu catatannya pak Dis. Kalau kemarin judulnya putera petir mungkin nanti malam judulnya putera matahari alias pangeran matahari alias wiro sableng kwak kwk kwk kwk

    Posted by ikin | 18 Maret 2012, 8:42 am
  234. “Jenjang karier anak muda perlu lebih dipercepat, tidak harus melalui tahap-tahap yang semestinya sudah harus ditinggalkan,” kata Dahlan Iskan di sela-sela kuliah umum di Kampus ITB Bandung, Sabtu.

    Percepatan jenjang karier itu kata Dahlan sangat diperlukan sehingga kaum muda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk membangun Indonesia, termasuk di BUMN.

    Dia mengatakan harus ada perubahan paradigma dalam perekrutan dan jenjang karier, sehingga anak-anak muda yang berpotensi lebih mendapat kesempatan untuk mengaktualisasikan dirinya.

    http://www.antaranews.com/berita/301840/dahlan-iskan–jenjang-karir-anak-muda-perlu-dipercepat

    http://www.antaranews.com/berita/301840/dahlan-iskan–jenjang-karir-anak-muda-perlu-dipercepa

    Posted by Anar | 18 Maret 2012, 12:53 pm
  235. entar kalo semua pake yg listrik pasti TDL (tarif dasar listrik naek)sama aja boong. . ..

    pertanyaan saya adalah apakah pemerintah menjamin dengan adanya kenaikan penggunaan lstrik diakibatkan masyarakat pada ber alih ke mobil listrik ..

    apakah mobil nya karyasendiri . . . ???
    ditakut kan ketika masyarakat sudah banyak yang memakai prodak anda tau2 nya jeroanya impor semua dan tidak diproduksi di indonesia. . . .

    Posted by izi kickfest | 18 Maret 2012, 2:01 pm
  236. Nampaknya Pak Dahlan Iskan sangat pintar dalam membuat sebuah puisi. Sebenarnya kalau apa yang menjadi semangat yang terkandung dalam puisi itu sangatlah mulia, dan sangat bermanfaat kalau semua yang tertuang disitu merupakan sebuah fenomena yang sesuai dengan fakta dilapangan.

    http://bukandahlaniskan.wordpress.com/2012/03/18/kritisi-tulisan-saatnya-putra-petir-harus-melawan-2/

    Posted by bukandahlaniskan | 18 Maret 2012, 5:13 pm
    • he..he…he…sampeyan mantan karyawan PLN/JP yang kena pecat ya mas. lagi ngendap di parpol mana neh? bagi-bagi donk kalau ada rejeki…he..he..he,,,
      tapi lumayan cukup kreatif usaha pencitraan bikinan sampeyan.

      pencitraan itu lain katanya adalah tipu daya. saya kira anda sekarang yang membuat tipu daya itu. terbukti anda pake nama samaran. anda bilang udah zaman reformasi gak perlu takut sama sapa-sapa. tapi kenapa anda pake topeng?

      saya tantang anda untuk membuka identitas anda secara benar, dan kita diskusi baik-baik diforum ini? ok?

      salam hangat dan jabat erat,
      syafiih.kamil@yahoo.com

      Posted by syafiihkamil | 18 Maret 2012, 5:59 pm
      • soal siapa saya, apakah saya dipecat dari PLN itu bukanlah masalah besar, tetapi silahkan saja cari data dan informasi, buktikan bahwa informasi yang saya sampaikan itu salah. jangan lihat siapa yang berbicara, tetapi fokus dengan apa yang dibicarakan dan disampaikan. kalau apa yang saya sampaikan adalah fitnah, silahkan saya dilaknat 7 turun. tetapi kalau itu fakta, silahkan untuk dibahas dan dicari jalan keluarnya.

        jangan kita memuja muja seseorang, sehingga orang tersebut tergelincir kedalam jurang kenistaan.
        lebih baik memberikan masukan agar yang bersangkutan melakukan instrospeksi diri dan memperbaikinya
        sehingga kedepan bisa lebih baik.

        – proyek 10.000 megawatt mundur dan tidak ada kompensasi yang diterima negara.
        – subsidi listrik ternyata juga sangat luar biasa besarnya dan tidak ada yang perhatikan
        – belum lagi buanyyaknya hutang yang dibuat oleh PLN ke luar negeri dalam bentuk SLA (soft Loan Agreement) yang ujung ujungnya harus dibayar oleh negara dalam bentuk pengalihan hutang tersebut ke negara dan diganti dengan penyertaan modal negara ke PLN.

        Menjadi Pemimpin itu tidak mudah.. dan perlu dukungan semua pihak. termasuk info info seperti yang saya berikan.

        semoga menjadi masukan kepada yang bersangkutan, tanpa maksud untuk mencari pencitraan.
        kalau saya mencari pencitraan, tentu akan saya kritik langsung dengan menyebutkan nama saya besar besar. karena semua yang saya kemukakan adalah fakta yang tak terbantahkan, dan fakta itu sebenarnya kita tahu semua karena diberitakan di media. tetapi karena mata tertutup oleh kekaguman sebagai hasil sebuah tulisan pencitraan yang mengagumkan, sehingga tidak terlihat kesalahan sebesar itu didepan mata… triliunan rupiah lo pak.

        dan belum lama juga PLN minta kenaikan TDL, siapa yang nanggung… tentu anda dan saya..

        silahkan pikirkan dengan hati jernih dan pikiran jernih tanpa emosi. logika dan pikiran waras.
        saya yakin sebagian anda akan menggangguk angguk dan berkata dalam hati bahwa apa yang saya sampaikan adalah sebuah fakta.

        Salam Putra Petir

        Posted by bukandahlaniskan | 18 Maret 2012, 9:13 pm
      • Bicara citra berikut salah satu definisinya:

        Citra adalah kesan seseorang atau individu tentang sesuatu yang muncul sebagai hasil dari pengetahuan dan pengalamannya (Soemirat & Adrianto, 2007:114)

        Bicara “kesan” tentu sangat subjektif, setiap individu mempunyai kesan bertingkat-tingkat sesuai kedalaman ilmu masing-masing termasuk anda.

        Pada diskusi sebelumnya sy pernah menulis manusia itu ada 3 macam: manusia INGKAR, Manusia SESAT, dan Manusia JUJUR. Ingkar thd pemahaman pencinptaannya, sesat thd pemahaman penciptaanya dan jujur thd penciptaanya.

        Baik dan benar adalah sesuatu yang jelas. misalnya mencuri atau korupsi. maka dari itu karena semua tahu bahwa mencuri itu adalah salah, maka tak ada satu manusiapun yang berani mencuri secara terang-terangan (tak ada yg berani menentang nilai).

        Maka dari itu butuh upaya “tipu daya” atau penyamaran atau pencitraan, shg maling tak disebut maling, serigala kelihatan domba dan lain sebagainya. Tipu daya disebut berulangkali dalam kitab suci. dan itu sangat berbahaya. Pekerjaan tipu daya adalah hobi manusia-manusia INGKAR yang saat ini menguasai seluruh muka bumi, terminologi agama menyebutnya dengan DAJJAL (alias bohong, tipu daya).

        Bukan hanya demokrasi dan pasar bebas, namun statistik, angka-angka dan bahkan idiom-idiom agama juga bisa menjadi alat yang menarik untuk menipu banyak orang. memang kadang sangat susah dan begitu jelimet membedakan mana racun mana madu, karena sama-sama berwarna kuning keemasan. susah membedakakan antara domba dan serigala yang berbulu domba.

        Saya teringat teori pareto, bahwa hanya 20% yang benar-benar memahami permasalahan. Namun yg 10% jahat dan 10% baik. sedangkan yg 80% terombang ambing mengikuti ombak.

        Yang 10% berusaha memberikan pencerahan dan pemahaman yang baik, yang 10% gemar membodohi dan menipu banyak orang. dan kekuasaan memang dipergilirkan kepada mansua 20% tsb.

        Manusia ingkar mempunyai tingkat kecerdasan lebih tinggi dari manusia sesat. shg manusia sesat ini bisa menjadi pion-pion manusia ingkar untuk menyebarkan tipu dayanya tanpa ia merasa. Pion-pion manusia sesat itu bisa berupa ekonom, politikus, ustadz, pastor dll. Kail yang dipakai bisa “demokrasi”, “kebebasan pasar”, agama dll. Mereka bisa memasang orang-orangnya untuk menguasai sebuah negara dan pasarnya.

        Perjuangan melawan tipu daya dajjal ini sungguh kelihatan amat berat, tapi sesungguhnya kekuatan mereka tak sekuat sarang laba-laba. paling tidak bagi mata manusia-manusia yg jujur.

        saya tak mau menggiring atau menentukan siapa manusia ingkar, sesat dan jujur itu.
        saya tak mau menggiring atau menentukan siapa pasukan mekah (abu jahal dkk), dan siapa pasukan madinah yang bertemu di daerah badar tsb.

        silakan ikuti dan pertajam hati masing-masing. karena tipu daya itu memang amat lembut dan tak kasat mata, namun kasat hati.

        Termasuk anda bebas memilih untuk ikut mencerahkan atau malah menambah kegelapan saat ini. itu hak anda.

        Posted by syafiihkamil | 19 Maret 2012, 12:01 am
    • Temen-temen,

      Bicara citra berikut salah satu definisinya:
      (Soemirat & Adrianto, 2007:114) memberikan definisi atau pengertian citra sebagai kesan seseorang atau individu tentang sesuatu yang muncul sebagai hasil dari pengetahuan dan pengalamannya,

      bicara “kesan” tentu sangat subjektif, setiap individu mempunyai kesan bertingkat-tingkat sesuai kedalaman ilmu masing-masing.

      pada diskusi sebelumnya sy mengenal manusia itu ada 3 macam: manusia INGKAR, Manusia SESAT, dan Manusia JUJUR. ingkar thd pemaham pencinptaannya, sesat thd pemahaman penciptaanya dan jujur thd penciptaanya.

      baik dan benar adalah sesuatu yang jelas. misalnya mencuri atau korupsi. maka dari itu karena semua tahu bahwa mencuri itu adalah salah, maka tak ada satu manusiapun yang berani mencuri secara terang-terangan (tak ada yg berani menentang nilai).

      maka dari itu butuh upaya “tipu daya” atau penyamaran atau pencitraan, shg maling tak disebut maling, serigala kelihatan domba dan lain sebagainya. tipu daya disebut berulangkali dalam kitab suci. dan itu sangat berbahaya dan kerjaan manusia-manusia INGKAR yang saat ini menguasai seluruh muka bumi, terminologi agama menyebutnya dengan DAJJAL (alias bohong, tipu daya).

      Manusia ingkar mempunyai tingkat kecerdasan lebih tinggi dari manusia sesat. shg manusia sesat ini bisa menjadi pion-pion manusia ingkar untuk menyebarkan tipu dayanya tanpa ia merasa. pion-pion manusia sesat itu bisa berupa ekonom, politikus dll. kail yang dipakai bisa “demokrasi” dan “kebebasan pasar” shg mereka bisa memasang orang-orangnya untuk menguasai sebuah negara dan pasarnya.

      perjuangan melawan tipu daya dajjal ini sungguh kelihatan amat berat, tapi sesungguhnya kekuatan mereka tak sekuat sarang laba-laba. paling tidak bagi mata manusia-manusia yg jujur.

      saya tak mau menggiring atau menentukan siapa manusia ingkar, sesat dan jujur itu.
      saya tak mau menggiring atau menentukan siapa pasukan mekah (abu jahal dkk), dan siapa pasukan madinah yang bertemu di daerah badar tsb. silakan ikuti dan pertajam suara hati masing-masing. karena tipu daya itu memang amat lembut dan tak kasat mata, namun kasat hati.

      salam hangat dan jabat erat untuk indonesia mulia
      syafiih kamil

      Posted by syafiihkamil | 18 Maret 2012, 6:52 pm
    • Mengkritisi boleh-boleh saja, apalagi di era teknologi informasi seperti sekarang. Namun coba saya kritisi tulisan di atas, tampak borok-borok yang sangat menonjol.

      Pertama, kita ada DPR yg berisiknya minta ampun. Siapapun akan dihajar bila berbuat salah. Jangankan subsidi PLN, maling pulsa saja digebuki. Jadi bohong besar bisa subsidi PLN yg besar itu tidak diawasi.

      Kedua, pernahkan anda membandingkan TDL PLN dengan negara tetangga seperti Malaysia? Di sana, per KWH itu sekitar Rp 1.200. Coba donk lihat berapa tagihan anda sendiri? Padahal harga minyak dunia sedang tinggi, dan sebagian pembangkit ditenagai dengan minyak.

      Ketiga, PLN sedang banyak membangun PLTU dengan tenaga batubara, bukan BBM. Indonesia kaya dengan batubara, yg selama ini banyak diekspor ke luar. Logika anda PLN penyedot BBM, jelas salah kaprah. Pembangkit listrik dengan BBM itu yang sedang dikonversi ke batubara atau sumber energi lain.

      Keempat, program pembangkit listrik 10rb MW itu sedang berjalan. Belum lama diresmikan PLTU Tanjungjati unit B 660 MW. Target tahun 2012 sebesar 2.929 MW. Semua selesai di tahun 2014. Pembuatan pembangkit yg terlalu cepat juga untuk apa? Tergantung daya serap juga. Surplus listrik bila tidak diserap, malah hasilnya kerugian. Harus benar-benar disesuaikan antara permintaan dan penawaran.

      Kelima, apa yg diajukan Dahlan Iskan dengan mobil listrik, ini sesuai pengalaman listrik di waktu malam tidak terserap efisien. Ada saat-saat beban puncak yg harus dilayani, tapi setelah itu listrik jadi mubazir. Namun saya juga menilai, ide mobil listrik memang perlu kajian sangat mendalam. Problemnya di baterai yg teknologinya belum mendukung. Lebih masuk akal menggalakkan mobil dengan tenaga gas.

      Posted by oguds | 19 Maret 2012, 1:34 am
  237. wow rupanya diskusi, komentar di forum ini semakin rame…
    sy melihat “semangat” ini akan menjadi momentum yang baik untuk menuju indonesia mulia. mungkin mulai MH ke 18 diskusi ini mesti lebih terarah. mas Pram mungkin bisa mengaturnya menjadi beberapa segmen, misalnya 1. diskusi s.d topik, 2.diskusi ttg makna tersirat dan tersurat (spirit) 3.serba serbi (jualan kaos, kampanye, apresiasi, dll) dst.

    kemudian dari hasil diskusi ini ada yang membuat rangkuman, bisa buat kita dan juga bisa dikirim ke beliau sbg respon atas isi tulisan beliau. saya mengajak temen-temen untuk bersama-sama menyumbang tenaga, pemikiran dan juga mungkin biaya untuk mendukung penuh “upaya-upaya” pak dahlan dalam membawa indonesia lebih baik.

    sy usul ada yang membuka rekening bersama untuk biaya menyebarluaskan ide-ide atau keteladanan mas dahlan. misalnya untuk bikin kaos secara massa dan kita berikan cuma-cuma kepada yg membutuhkan. kita gak meng-kampanye-kan sosoknya, namun nilai-nilainya yang diteladankan oleh mas dahlan, dg harapan akan muncul ratusan dan bahkan ribuan dahlan iskan yg membawa nilai-nilai yg sama.

    monggo bila ada usulan lain….

    untuk segmen diskusi sy akan beri contoh dibawah ini….

    Posted by syafiihkamil | 18 Maret 2012, 5:17 pm
  238. MH 18: Menuju Indonesia Mulia

    Posted by syafiihkamil | 18 Maret 2012, 5:20 pm
  239. Istighfar…

    Posted by ibnu muhammadin | 19 Maret 2012, 12:49 am
  240. Maaf ya buat pak DI, mohon SELESAIKAN dulu wacana bapak buat ngebenahin KCJ/KAI dan KRL Jabodetabek. Mana tuh janjinya? Wacana doang bisanya.

    Posted by Wacana | 19 Maret 2012, 10:35 am
  241. Reblogged this on hiraniblog.

    Posted by harisirani | 19 Maret 2012, 12:24 pm
  242. Saya sedikit nambah usulan : jangan lupa membuat electric-car-kit untuk mengantikan mesin-mesin mobil yang saat ini sudah ada. Saya kira ini penghematan yang luar biasa dibandingkan dengan menjual mobil BBM kemudian membeli mobil listrik. Saya sendiri dengan mobil tua saya ingin mengubahnya menjadi mobil listrik. seperti halnya Datsun 1972 diubah menjadi electric car dan MENGALAHKAN MOBIL SPORT!
    Ini buktinya : http://www.youtube.com/watch?v=UAYrsEOxqYc

    Posted by wahya | 19 Maret 2012, 3:04 pm
  243. Dukung Mobil Listri ESEMKA

    Posted by ardhy | 20 Maret 2012, 7:03 am
  244. pak Dahlan saya nge-fans banget dan selalu mengikuti tulisan2 bapak, sangat menggugah inspirasi ! Mudah2an tahun 2014 bapak jadi presiden dan bisa bekerja untuk menggerus contract2 yang merugikan negara terhadap pengelolaan sumber daya alam kita termasuk tambang emas, minyak, dan lain2 dan jangan lupa juga menciptakan regulator yang baik dan menguntungkan negara dalam hal pengolaan batubara dan sumber daya mineral lain yang potensinya ruar biasa Amiin aminn amiin.

    Untuk Indonesia lebih baik……

    Posted by anakyosi | 20 Maret 2012, 8:28 am
  245. lANJUTKAN….

    Posted by mwahyuni | 20 Maret 2012, 10:12 am
  246. akirnya, pak dahlan ngamuk, liat kinerja jasa marga… Huhu..

    Posted by wawan | 20 Maret 2012, 10:34 am
  247. Assw, ,,, pak dahlan maju terus putra indonesia, ,,,,

    Posted by gus ali | 20 Maret 2012, 2:15 pm
  248. Saya Setuju pak…kita liat realisasinya. tapi kalo boleh komen sedikit.
    kalo bisa di sampaikan ke bapak menteri BUMN .

    saya selaku Pekerja OUTSOURCING di salah satu perusahaan BUMN Terbesar menghasilkan uang bagi negara,
    tetapi saya dan rekan2 kami tidak bisa merasakan apanya status manusia. gaji, kelayakan kesehatan dllnya kami masih jauh di bwah2 Pekerja tetap perusahaan BUMN Minyak & gas terbesar. jika kita melawan atau mencoba negosiasi kita tinggal tunggu surat cinta pemecatan dari HRD, Jika ada lowongan buat pekerja tetap kita tidak pernah di ikutkan.
    tetapi ada beberapa sodara2 kami yang beruntung di salah satu anak perusahaan BUMN tersebut Yang dari tinggkat OB sampe Tinggat atas ( Admin DLL yang dulunya Outsourtsing / TJKP – Tenaga jasa Kerja Penunjang) diangkat jadi pegawai karena kebijakaan Presiden Direktur yang tidak Membedaka2n. disini banyak rekan2 kami yang sudah bekerja sampe puluhaan tahun tidak sama sekali di perhatikan./. jika ingin membuat perubahaan mohon lah…

    di lihat dulu dari Semua seluruh aspek BUMN… masih banyak kesenjangan sosial di tempat kami,

    Tapi saya Masih bersyukur atasan saya langsung masih suka memperhatikan kesejahteraan kami dengan membagi2 kan bonus tahunan mereka yang bisa sampe 2 x gaji. tapi itu hanya segelincir dari cerita kami..

    jika bapak2 disini berkenan, bisa bantu kami. minimal kesehatan kami di perhatikan, karena kesanya kita tak boleh sakit.
    untuk mengurus kesehatan harus ke puskemas dulu. (prosedurnya sangtat sulit).

    mohon…

    kami mohon…

    kami ingin mengadu…kami ingin berbagi cerita… gimana nasib kami.

    jika kami mengadu atau ber demo langsung dapat surat cinta dari HRD ( pemecatan)

    Intan
    Jakarta
    Tenaga kerja Jasa Penunjang / Outsource
    Salah satu BUMN Minyak & GAs

    Posted by Intan PS | 20 Maret 2012, 2:55 pm
  249. Ide yg tepat sekali Pak DIS. Sangat perlu mengurangi ketergantungan pengunaan BBM, terutama pada kendaraan bermotor. Yang namanya kepadatan lalu lintas yg menimbulkan kemacetan dan pemborosan BBM, pasti dan akan terjadi di kota2 besar dgn tingkat kepadatan penduduk dan mobilitas yang tinggi, bukan hanya di Indonesia saja.
    Pemerintah (BUMN bidang energi dan industri) bisa memberi dukungan yg nyata (financial dan bimbingan) pada pengembangan energi alternative, khususnya di bidang ketenaga kelistrikan tegangan rendah. Ada beberapa cara:
    1. Bimbing dan sediakan ruang utk kompetisi antar universitas dan lembaga2 applied research & development swasta, di bidang solar car (mengunakan solar cell /PV).
    2. Dorong dan berikan insentif kepada industri transportasi umum utk menggunakan energi listrik (city bus, mikrolet)
    3. Dorong dan berikan insentif kepada ATPM dan pengguna untuk menggunakan kendaraan dgn teknologi hybrid (fuel & electric) dalam bentuk pengurangan pajak BBN maupun STNK.
    4. Dorong dan berikan insentif kepada industri pembuatan solar panel dan battery dalam negeri, utk memproduksi solar panel dan battery yg khusus digunakan untuk kendaraan hybrid maupun solar cell /PV. Kuncinya adalah agar harga solar panel dan battery bisa lebih terjangkau.
    5. Dorong dan wajibkan kendaraan operasional instansi pemerintah maupun kepolisian untuk mulai menggunakan kendaraan dengan bahan bakar gas dan listrik.

    ps: pengunaan electric motor utk kendaraan roda dua, mungkin bisa mengurangi tingkat kecelakaan fatal akibat dari ngebut di jalan2 raya. Kecepatan maksimal electric motor di sepeda motor sekitar 40km/hr, juga bisa mengurangi polusi suara.

    Posted by Ali Saputra | 20 Maret 2012, 4:45 pm
  250. Pak Dahlan atau siapapun yang mendukung lahirnya PUTERA PETIR, di Kota Bandung ada yang namanya Kang Dicky Zaenal Arifin, tinggal di Jl. Rajamantri I No. 3 Bandung, Telp. (022) 7302816 .

    Beliau sudah memiliki PROTOTIPE BAHAN BAKAR DARI AIR dan sudah diujicobakan untuk GENSET, KOMPOR GAS, dan MESIN LAS. Tolong di FOLLOW UP. Penemuan Kang Dicky ini juga pernah ditayangkan dalam RAHASIA SUNNAH tahun 2011 yang lalu.

    Alangkah bersihnya udara ini apabila seluruh genset, boiler, pabrik-pabrik maupun kendaraan bermotor menggunakan ENERGI AIR sebagai bahan bakar.
    Semoga bermanfaat.

    Posted by putera biasa | 21 Maret 2012, 12:29 pm
  251. saya bukanlah siapa-siapa, hanyalah warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan selembar KTP…..apapun idenya…apapun bentuk perjuangan untuk negeri ini..saya dukung dengan segenap kemampuan saya……

    Posted by Waluyo Sejati | 21 Maret 2012, 1:26 pm
  252. Saya siap mendukung pak dahlan..

    Posted by Slamet riyadi | 21 Maret 2012, 4:11 pm
  253. Saya bangga dan salut masih ada pemimpin seperti bapak,, semoga pak dahlan bisa menularkan virusnya kepada para mentri dan pemimpin negeri ini agar indonesia kembali berjaya..

    Posted by Slamet riyadi | 21 Maret 2012, 4:18 pm
  254. Ini sejalan dengan kampanye saya dulu, dulu, sekarang sudah nyerah.
    Dulu saya selalu kampanye “Using More ELectricity to Save Energy”. Intinya, jika semua serba listrik, maka penggunaan energi nasional menjadi lebih hemat. Mobil listrik lebih hemat dari mobil konvensional. Kompor listrik lebih hemat dari kompor gas. Kereta listrik lebih hemat dari kereta diesel. dst.
    Untuk itu, infrastruktur kelistrikan harus dibenahi. Kita bisa mulai dengan terus memperbanyak pulau yang tersambung sistem kelistrikannya. Jika sebagian besar pulau tersambung, maka banyak sumber energi terbarukan bisa dimanfaatkan dengan baik tanpa pusing masalah batere.

    Posted by Pekik Dahono | 21 Maret 2012, 4:53 pm
  255. saya sangat setuju sekali dengan Rencana Bapak, dan saya dapat membayangkan apabila segalanya tidak lagi tergantung dengan namanya Kenaikan BBM yang mempengaruhi kenaikan segala kebutuhan hidup masyarakat Indonesia. Karena Listrik yang dipergunakan untuk produktifitas, dapat diciptakan dari Alam (Sinar Matahari, Angin, dsb).
    Namun itu semua tidak semudah diwujudkan, perlu hadirnya Pemimpin di negeri tercinta ini yang memiliki Pemikiran Brilian dan Berani mengambil Keputusan tegas.
    Selain itu jangan dilupakan Program Bapak harus didukung oleh Sumber Daya Alam yang sebenarnya di negeri ini sudah sangat kaya (meski pelan2 sudah hampir punah/dicaplok bangsa lain).

    Akhir kata saya sebagai satu dari Rakyat Indonesia yang mengharapkan Perubahan Lebih Baik bagi rakyat langsung hanya bisa berdoa, Semoga Bapak selalu Diberi Rahmat dan Berkah serta Kesehatan dalam menjalankan hidup ini dan Diberi selalu Rahmat Kebijakan sebagaimana Doa Raja Sulaiman kepada Sang Pencipta.
    Sukses dan kami akan selalu mendukung dalam Doa setiap Langkah Kebijakan Baik yang Bapak putuskan untuk negeri ini

    Posted by Andreas Gibson | 21 Maret 2012, 6:24 pm
  256. Saya sangat tertarik dg tulisan ini….tapi maaf ya Pak kalo bagi saya masalah BBM diganti Listrik itu hanya menyelesaikan satu masalah dan menimbulkan masalah yang lain pak…ini faktanya saya tinggal di Banjarbaru Kalimantan Selatan disini acaranya Hampir tiap hari kita mati lampu kisaran 3-8 jam/hari ini belum ditambahin beban mobil listrik yg akan bpk ciptakan…mgkn nantinya kita bisa hemat BBM dg resiko gelap gulita…kenaikan BBM kalo menurut saya tak perlu dibesar2kan kita disini sdh terbiasa beli BBM 6000-7000/liter Pak…bagi kami tak masalah yg jd masalah cuma stock aja kami selalu kehabisan…dr sini bapak bisa berpikir betapa tidak adilnya pemerataan energi dari BBM sampai Listrik kami jadi nmr sekian….jadi bagi kami kenaikan BBM itu biasa asal stock nya ª∂ά Pak…sekian pesan dari Kalimantan…Semoga saya diberi pencerahan tentang ide yg bapak berikan sehingga membuka wacana saya kedepan…Terimakasih….

    Posted by Eddy Purnomo | 22 Maret 2012, 2:54 pm
  257. Klau putra petir lahir dan hrgnya terjanko kantong saya, saya yg akan pertama membeli mobil itu.

    Posted by Budinurcahyo26 | 23 Maret 2012, 1:06 pm
  258. nice and very interesting information, see more…
    http://www.centplay.com/affiliate/id_1485/

    Posted by Shamoon (@Shamoon633206) | 26 Maret 2012, 4:05 pm
  259. yang penting proporsinal… benar2 meniadakan bbm juga akan berdampak, yang dibutuhkan adalah alternatif, dan masyarakat yang siap diberi alternatif.

    #belajar pada konfersi gas ke LPG.

    Posted by asma | 29 Maret 2012, 1:02 am
  260. Reblogged this on Yudhi Sektiadji and commented:
    Petir…Petirr…Petiiirrrrr…!!!! :)

    Posted by yudhisektiadji | 3 April 2012, 8:45 pm
  261. apakah PUTRA PETIR ini hanya di buat oleh 4 universitas di indonesia? apakah sudah tertutup bagi masyarakat umum yang ingin menyumbangkan idenya? maaf kalau komentar saya ada salah

    Posted by Shen Long | 5 April 2012, 1:12 am
  262. saya karyawan swasta rendahan, yang jelas saya cinta indonesia…saya lelah melihat kita selalu dijajah. saatnya kita bangkit!!! sekarang ato tidak sama sekali!!! saya bs bantu apa???? saya siap!!!! semoga Alloh memberkati cita2 mulia pak DIS…..

    Posted by rahmat kurniawan | 5 April 2012, 7:07 pm
  263. YESSS!
    SEPEDA LISTRIK KAYA DI NEGARA2 MAJU :D

    Posted by Toko D'shoes - Handmade Shoes - Bandung | 6 April 2012, 1:47 pm
  264. etm racing tuba lampung.selalu melakukan riset tampa batas tentang listrik mikro elektro maknet ,lmem,nah kbetulan jika ada lumbung riset klistrikan .di dalam bumn ,etm racing tuba lampung ,mau ikut didalam barisan putra petir ,etm mempunyai rancang bangun speda motor elektrik yg power nya dihasilkan dari mikro maknet jdi tam pa mlekukan ceijer batrai ,jdi msuk ke lstrik abadi .dn pengganti jeset ,karna jika mti lampu motor listrik trsbut sudah bisa menhasilkan arus 220./900wat,tampa mengurangi power motor tsb

    Posted by enggak bakti alam | 7 April 2012, 11:12 pm
  265. etm racing tuba lampung sebagai putra nkri ,mau msuk dlm barisan putra petir

    Posted by enggal bakti alam | 7 April 2012, 11:16 pm
  266. Saya mendukung sekali tentang pembuatan mobil listrik sekiranya bisa terwujud sehingga kita tidak pusing mikir BBM terus

    Posted by Rocky.h | 12 April 2012, 10:21 am
    • Setuju. sudah saatnya kita menggunakan energi alternatif listrik untuk kendaraan kita. Selain ramah lingkungan, Indonesia juga kaya dengan SDA untuk listriknya i.e listrik tenaga surya.

      Posted by alhakim | 26 April 2012, 11:18 am
    • Mari kita bekerja sama dengan smk – smk yang telah berhasil membuat mobil sehingga kita tinggal mengganti mesin konvensional dengan motor listrik sehingga kita bisa secepatnya mewujudkan mempunyai mobil listrik milik bangsa INDONESIA

      Posted by Rocky.h | 30 April 2012, 4:01 pm
  267. saya siswa smk n 1 magelang .kami sudah merakit sepeda listrik. dengan spesifikasi sebagai berikut:

    Mesin
    Tipe Mesin : Electric Engine
    Daya Maksimum : 1 PK
    Kopling : Sentrifugal
    Kecepatan Maksimum : 40 KPJ

    Output : 300 watt

    Kapasitas
    Kapasitas Batery : 12 Volt

    Transmisi
    Transmisi : Direct Power Train

    Dimensi & Berat
    Panjang X Lebar X Tinggi : 1.750 X 675 X 1.053 mm
    Jarak Sumbu Roda : 1.131 mm
    Jarak Terendah Ke Tanah : 159 mm
    Berat Kosong : 15 kg

    Rangka & Kaki Kaki
    Tipe Rangka : Tulang Punggung
    Tipe Suspensi Depan : Telescopik
    Tipe Suspensi Belakang : Lengan Ayun Monoshock
    Ukuran Ban Depan : 80/90 – 14 M/C 40 P
    Ukuran Ban Belakang : 90/90 – 14 M/C 40 P

    Sepeda Listrik 2 Roda Penggerak
    Mesin
    Tipe Mesin : Electric Engine
    Daya Maksimum : 3 PK
    Kopling : Sentrifugal
    Kecepatan Maksimum : 70 KPJ

    Output : 500 watt

    Kapasitas
    Kapasitas Batery : 12 Volt

    Transmisi
    Transmisi : Direct Power Train

    Dimensi & Berat
    Panjang X Lebar X Tinggi : 1.750 X 675 X 1.053 mm
    Jarak Sumbu Roda : 1.131 mm
    Jarak Terendah Ke Tanah : 159 mm
    Berat Kosong : 15 kg

    Rangka & Kaki Kaki
    Tipe Rangka : Tulang Punggung
    Tipe Suspensi Depan : Telescopik
    Tipe Suspensi Belakang : Lengan Ayun Monoshock
    Ukuran Ban Depan : 80/90 – 14 M/C 40P
    Ukuran Ban Belakang : 90/90 – 14 M/C 46P

    kami butuh respon dan dukungan dari bapak.semoga karya kami bisa bermanfaat bagi kemajuan bangsa..
    kami siap untuk ditantang membuat mobil listrik dengan konsep yang sudah diterapkan pada sepeda yang telah kami buat. hanya saja kami perlu investor yang dapat mendanai.

    Posted by hayu wicahyono | 20 April 2012, 8:13 pm
    • mantaff anak smk, tapi coba yang bisa ngecharge sendiri waktu jalan, atau
      paling tidak ngecarge supaya bisa menambah jarak tempuhnya dibanding hanya ngecharge di pln doank.

      Posted by irwan | 17 Juni 2012, 7:00 pm
  268. Reblogged this on serulingsakti.

    Posted by ssmamaze | 22 April 2012, 7:24 am
  269. saya maklum cara berfikir kebnyakan mahasiswa, harusnya lihat latar belakang seorng tokoh dan harus bersikap obyektif, tidak terlanjur cinta, pokoknya cinta, pokoke……Saat ini semangat tapi ketika mesuk dalam profesi atau pemerintahan emang bisa mempertahankan idealisnya. Memang sulit menyamakan pandangan dan justru disitulah kendalanya komunikasi, dan permasalahan timbul karena kualitas komunikasi. Semua pemimpin tersandung BBM, semua mahasiswa maunya mempermasalahkan BBM, yang sekarang menolak kenaikan BBM, ketika menjadi pemerintah juga menaikkan BBM, tidak bisa dihindari kenikan itu, kecuali pemimpin Indonesia berani menyingkirkan Liberasis, kapitalis, sosialis, dan pada umumnya banyak masyarakat dan mahasiswa yang tidak tahu, organisasi yang diikutu, yang penting, pokoke memberi peluang aspirasi dirinya tersampaikan dah titik

    Posted by wahyu hermawan | 24 April 2012, 9:21 am
  270. “Tidak hanya itu, Dahlan juga menceritakan kegagalan lainnya. Ia berkisah soal pengalaman buruknya saat mendirikan perusahaan penyedia layanan internet pada era 1990-an silam.

    “Saat itu saya mendirikan perusahaan internet provider terlalu awal, ketika internet belum banyak. Karena lama tidak menghasilkan keuntungan, saat krisis melanda saya jual. Tapi, justru setelah dijual perusahaan itu dapat keuntungan besar,” akunya.”

    Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/04/28/13523780/Akhirnya.Dahlan.Iskan.Hadir.dan.Membagi.Kisahnya.
    Ini yang saya takutkan kepada proyek Mobil Listrik.
    Secara jangka panjang memang kecendeunga akan berpindah kepada mobil listrik, tetapi itu akan membutuhkan proses yang tidak pendek. Selama harga BBM masih murah, teknologi batere masih mahal dan proses sosialisasi barang baru, maka perusahaan harus mempunyai nafas yg cukup panjang.
    Jangan sampai ketika perusahaan sudah bangkrut, produk mobil listrik ini baru diterima oleh masyarakat. Maka yang untung adalah produsen mobil yg sekarang2 juga.

    Semoga pemikiran saya ini salah.

    Maju terus Pak Dis untuk kejayaan Indonesia

    Posted by uyung | 28 April 2012, 3:56 pm
  271. Mari kita bergandengan tangan untuk dapat secepatnya mewujudkan kendaraan bebas bbm yang selama ini menghantui kita dengan adanya kenaikan bbm setiap tahunnya dan mari kita bekerja sama dengan smk – smk yang telah berhasil membuat mobil sehingga kita tinggal mengganti mesin konvensional dengan motor listrik sehingga kita bisa secepatnya mewujudkan mempunyai mobil listrik milik bangsa INDONESIA

    Posted by Rocky.h | 30 April 2012, 3:50 pm
  272. salam,
    kalo masih dicharge di pln engga seru, coba kalo yang bisa ngecharge sendiri, itu baru jempol pak !!

    Posted by irwan | 17 Juni 2012, 6:49 pm
  273. MBOK YO DIBANTU TU ORANG YG NGELAPOR TNTANG TV PAL,JANGAN KLO YG NYANJUNG DAHLAN DIPUJI
    TPI KLO YG MINTAK TOLONG DIOMONGIN PAK DAHLAN GAK TAU MUNGKIN NENGOK AKUN INI,KLO BISA YA ANDA YG BILANG ,MA DAHLAN GIMANA TO YG NGELOLA TEMPAT INI

    Posted by MUL | 11 Agustus 2012, 7:33 pm
  274. Yth Bapak Dahlan Iskan. Saya adalah salah satu penyuka naik sepeda onthel sejak SMP, ingin sekali untuk bisa ikut merealisasikan ajakan bapak yaitu memaksimalkan pemanfatan energi listrik sebagai salah satu alternatif pengganti energi minyak bumi dalam rangka mengurangi ketergantungan kita dalam mengkonsumsi BBM yang semakin langka dan mahal. Pemaksimalan pemanfaatan energi listrik yang akan saya lakukan adalah menerapkan penggunaan motor listrik dc untuk penggerak sepeda onthel. Memang bisa saja saya tinggal membeli sepeda listrik yang sudah jadi yang dijual di toko2 sepeda listrik, namun saya ingin merakit sendiri dan dapat menularkan kepada orang lain dengan memodifikasi sepeda onthel yang telah mereka miliki dengan biaya murah. Saya telah menyiapkan salah satu sepeda onthel saya (saya memiliki 4 sepeda onthel) untuk bahan eksperimen dan telah memulai merancangnya untuk saya ubah menjadi sepeda listrik. Setelah mempelajari beberapa referensi yang saya baca, saya mengalami kesulitan untuk memperoleh komponen sistem listriknya yaitu motor dc dan rangkaiannya. Komponen2 tersebut masih sulit didapat dan berharga mahal. Telah saya coba untuk mencari komponen2 tsb terutama motor listrik dc-nya di toko2 listrik maupun di pasar loak, namun belum saya peroleh. Kemudian saya juga mencari di info di internet, ada salah satu alamat di website yang menawarkan kit motor sepeda listik-nya namun harganya relatif masih mahal karena masih diimport dari China. Maksud saya adalah bisakah bapak memfasilitasi pemberdayaan pabrik2 komponen listrik di Indonesia untuk membuat motor listrik dc beserta komponen lainnya khusus untuk sepeda listrik? Harapan saya adalah bila motor listrik tsb dapat dibuat di Indonesia, maka harganya dapat ditekan dan bisa dibeli oleh masyarakat umum yang ingin merubah alat transportasinya dari yang bermesin (berbahan bakar minyak) ke motor listrik dan terutama sepeda onthel yang telah banyak dimiliki dan digunakan oleh masyarakat kalangan bawah menjadi sepeda listrik yang murah meriah. Saya bercita-cita ingin menjadikan sepeda listrik sebagai alat transportasi perorangan jarak dekat (bisa juga jarak jauh) baik bagi para pegawai kantoran, karyawan pabrik, para pelajar dan masyarakat umum lainnya yang murah meriah sekaligus mengurangi ketergantungan pengkonsumsian bbm dan mengurangi polusi udara, di satu sisi juga akan memaksimalkan pemanfatan energi listrik dan menyehatkan masyarakat. Mudah2an tulisan komentar dari saya ini mendapat perhatian dari bapak dan terima kasih atas perhatian bapak.

    Posted by Gangsir Ngenthir | 6 September 2012, 9:46 am
  275. Jangan selalu katakan masih ada waktu atau nanti saja. Lakukan segera gunakan waktumu dengan bijak.

    Posted by ELYA ANGGRAINI | 7 Juli 2014, 10:20 pm
  276. Nicе answer back in return of this іssue with genuine arguments and explaining everything regarding that.

    Posted by penggandaan vcd | 13 September 2014, 11:37 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Niat Mulia Hadirkan Putera Petir « TMCBlog – Motorcycle News - 13 Maret 2012

  2. Ping-balik: Berita Hari Ini… Antara New Vixion, Trelis Honda & Sedikit Nasionalisme « P200NS – Pulsar 200 (unofficial) Fan Site - 14 Maret 2012

  3. Ping-balik: Niat Mulia Hadirkan Putera Petir | Automotif ID - 14 Maret 2012

  4. Ping-balik: LIVING HOPE (1) : Gara-gara Pak Dahlan Iskan « meaninghunter - 15 Maret 2012

  5. Ping-balik: Catatan Dahlan Iskan dari Koran ke PDF « Pottonpunya - 16 Maret 2012

  6. Ping-balik: My Homepage - 6 April 2012

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.636 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: