>>
Anda sedang membaca ...
Catatan Dahlan Iskan, Manufacturing Hope

Yang Tidak Akan Selesai dengan Keluhan dan Gerojokan

Senin, 30 Januari 2012
Manufacturing Hope 11

Rasanya sangat sakit hati ini: harus bekerja keras untuk menolong perusahaan yang lagi sakit keras, tapi kesulitan itu sebenarnya dibuat sendiri oleh direksinya. Contohnya, Djakarta Lloyd.

Perusahaan pelayaran yang pernah memiliki grup band terkenal D”Lloyd itu kini bukan main sulitnya. Sampai-sampai tidak mampu membayar karyawannya.

Pemerintah, bersama DPR, sebenarnya sudah berkali-kali mencoba menyelamatkannya. Yakni dengan cara menggerojokkan ratusan miliar uang negara ke dalamnya. Tapi sia-sia. Palung kesulitan Djakarta Lloyd sudah terlalu dalam rupanya. Uang ratusan miliar itu seperti batu kecil yang dilempar ke lautan dalam.

Kini perusahaan itu masih memiliki utang kira-kira Rp 3,6 triliun!

Kalau saja palung kesulitannya tidak terlalu dalam, sebenarnya Djakarta Lloyd masih bisa diselamatkan. Saya tahu caranya. Sewaktu masih menjabat Dirut PLN, saya sudah diminta ikut memikirkannya. Jalan keluar yang disiapkan waktu itu mestinya bisa menyehatkan Djakarta Lloyd dengan cepat: beri saja pekerjaan mengangkut batubara PLN sekian juta ton setahun!

Ternyata, ada masalah: Djakarta Lloyd sudah tidak punya kapal sama sekali. Mau diangkut dengan apa batubara itu? Tentu masih ada jalan lain. Djakarta Lloyd bisa menyewa kapal. Yang penting perusahaan yang sedang pingsan itu segera memiliki aktivitas yang menguntungkan. Agar karyawannya bisa segera gajian. Tapi,  cara ini sungguh bukan cara bisnis yang sehat.

PLN sebenarnya bisa juga menolong Djakarta Lloyd agar perusahaan itu bisa membeli kapal. Caranya: PLN menjamin Djakarta Lloyd akan selalu mendapat pekerjaan mengangkut batubara.

Masalahnya:  tidak ada lagi orang yang percaya kepada Djakarta Lloyd. Padahal,  kepercayaan, dalam bisnis, adalah segala-galanya. Tidak punya uang pun sepanjang masih dipercaya sebenarnya masih bisa membeli kapal.

Tapi, kepercayaan itu sudah lama terempas. Bahkan, secara teknis Djakarta Lloyd sudah tidak boleh memiliki kapal. Begitu ada yang tahu perusahaan ini memiliki kapal, kapal itu akan langsung jadi rebutan: disita oleh orang yang punya tagihan ke Djakarta Lloyd. Membeli lagi disita lagi. Membeli lagi disita lagi.

BUMN memiliki dua perusahaan pelayaran. Djakarta Lloyd dan Bahtera Adhi Guna. Dua-duanya mengalami kesulitan besar. Namun, Bahtera tidak sampai ke kasus hukum sehingga bisa diselamatkan. Yakni dijadikan anak perusahaan PLN. Tugasnya: mengangkut batubara jutaan ton milik PLN.

Ketika PLN ditugasi menyelamatkan Bahtera, perombakan direksi segera dilakukan. Hanya satu direksi lama yang masih dipertahankan. Selebihnya sudah orang baru pilihan PLN. Pelan-pelan kondisi perusahan itu membaik. Bahkan, sejak bulan lalu, Bahtera Adhi Guna sudah memiliki kapal-kapal besar untuk mengangkut batubara.

Tentu, saya tidak mau cara yang sama dipergunakan untuk menyelamatkan Djakarta Lloyd. Saya tidak mau Djakarta Lloyd menjadi anak perusahaan BUMN mana pun. Kasus-kasus utangnya, kasus hukumnya, kasus masa lalunya bisa menyeret induknya sampai ke neraka.

Saya juga tidak setuju kalau negara kembali menggerojokkan uang ke dalamnya. Apalagi saya lihat Komisi VI DPR juga sudah sangat jengkel dengan persoalan seperti ini. Lebih jengkel lagi kalau tahu bagaimana kesulitan itu dibuat oleh para direksinya di masa lalu.

Dan, kasus seperti Djakarta Lloyd ini di BUMN tidak hanya satu.

Sebenarnya, kita harus kasihan kepada direktur utama Djakarta Lloyd yang sekarang, Syahril Japarin. Orangnya cerdas, gigih, dan mau bekerja keras. Dia juga tahan menderita: sejak diangkat menjadi Dirut setahun yang lalu belum pernah gajian.

Dia memang bertekad belum mau mengambil gaji sebelum Djakarta Lloyd mampu menggaji karyawannya. Postur badannya yang kecil dan bakat kurusnya membuat saya lebih iba lagi melihatnya.

Tapi,  persoalan Djakarta Lloyd memang terlalu berat. Kalau dipertahankan,  pengorbanan tidak gajian itu akan terlalu lama. Bahkan bisa sampai seumur hidupnya. Padahal, dia tidak memiliki pekerjaan lain.

Juga, menurut pengakuannya, tidak memiliki tabungan yang cukup. Nasionalisme dan geregetanlah yang menantangnya untuk mau menjadi Dirut Djakarta Lloyd.

Tapi, persoalannya tidak lagi cukup dengan pengorbanan. Tanggung jawab dan nasib Syahril Japarin sudah persis seperti syair lagu Sam D”lloyd, berjudul “Apa Salah dan Dosaku”:
Aku tak sanggup lagi
Menerima derita ini
Aku tak sanggup lagi
Menerima semuanya
Apa salahku dan dosaku
Sampai ku begini
– ” – ” – ” – ” – ” – ” – ” – ” – ” – ” “
– ” – ” – ” – ” – ” – ” – ” – ” – ” – ” – ” – ” – ” – “
***

Karena itulah, perusahaan BUMN seperti pabrik kertas Leces di Probolinggo atau Industri Kapal Indonesia (IKI) di Makassar harus belajar banyak dari pengalaman Djakarta Lloyd. Dua perusahaan ini juga sangat-sangat sulit. Juga sampai tidak mampu menggaji karyawannya. Namun, masih ada cahaya kecil di kejauhan sana. Cahaya itulah yang harus dikejar.

Dua perusahaan ini tidak akan bisa diselamatkan hanya dengan cara menggerojokkan uang dari negara. Komisi VI DPR memang sudah menyetujui pemberian dana ratusan miliar rupiah kepada keduanya, namun saya memilih membenahi dulu manajemennya. Penggerojokan itu sudah pernah dilakukan, toh tidak bisa menolong banyak.

Karena itu, untuk Leces, saya minta banting setir dulu. Boiler baru yang sedang dibangun itu tidak perlu untuk menggerakkan mesin-mesin kertas. Boiler itu lebih baik untuk membangkitkan listrik.

Saya melihat 4 buah turbin lama yang menganggur di PLN. Masing-masing 10 MW. Ini bisa dipakai di Leces. Setelah menghasilkan listrik 60 MW, listriknya jangan untuk menggerakkan mesin-mesin kertas, tapi dijual saja ke PLN. Industri kertas sekarang lagi sulit. Apalagi ada krisis Eropa dan Amerika.

Dengan menjual listrik ke PLN, setidaknya gaji untuk karyawan akan cukup. Demikian juga pabrik sodanya. Soda itu tidak perlu untuk membuat kertas. Jual saja sodanya ke pasar. Akan ada tambahan penghasilan lagi. Setelah karyawan bisa gajian, perusahaan akan lebih tenang. Manajemennya bisa sedikit bernapas sambil mencari akal apa lagi yang bisa dilakukan. Tentu, saya tetap terbuka untuk ide baru dari direksi dan karyawan Leces yang lebih baik.

Demikian juga IKI di Makassar. Perusahaan ini harus dihidupkan dengan memperbaiki dasar-dasar manajemennya. Bukan dengan tiba-tiba menggerojokkan uang besar-besaran. Perusahaan ini seharusnya tidak sulit. Sebab, pasarnya sangat besar. Banyak kapal yang antre untuk diperbaiki. Masalahnya, dok milik IKI sudah hancur. Dermaganya sudah rusak. Tempat peluncuran kapalnya sudah keropos.

Saya sudah minta perusahaan BUMN yang di Surabaya, PT Dok Perkapalan Surabaya (DPS), untuk turun tangan. Dirut DPS Firmansyah saya tugasi memperbaiki manajemen IKI. Juga menjadi penjamin perbaikan-perbaikan fasilitas dok yang rusak. DPS yang kinerjanya sangat bagus tentu bisa menularkan kemampuannya kepada IKI. Toh bidang usahanya persis sama.

PT Semen Tonasa, BUMN yang ada di Makassar, juga turun tangan. Pabrik semen yang lagi membangun unit yang ke-5 itu membutuhkan crane besar. Kebetulan, IKI memiliki crane yang sudah 10 tahun lebih menganggur. Daripada Tonasa membeli crane lebih baik memanfaatkan crane milik IKI yang sangat besar: 450 ton. Saya minta crane ini disewakan ke Tonasa. IKI bisa dapat pemasukan puluhan miliar.

Bahkan, Dirut Semen Tonasa M. Sattar Taba yang selama membangun tambahan pabrik semen memerlukan tenaga kerja sanggup menampung 100 orang karyawan IKI yang belum bekerja karena masih menunggu perbaikan sarana dok. Kelak, ketika pembangunan pabrik semen sudah selesai, perbaikan dok sudah selesai juga. Mereka bisa kembali bekerja keras di IKI.

Kalau IKI nanti kembali hidup,  kapal-kapal di Indonesia Timur yang kalau rusak harus diperbaiki di Surabaya atau Jakarta cukup dikirim ke Makassar. Tentu, saya salut dengan karyawan di Leces dan IKI. Di samping cukup sabar, mereka juga rajin ikut berpikir apa yang terbaik yang bisa dilakukan.

Malam Idul Adha yang lalu saya bermalam di Leces. Paginya, setelah salat Id, saya berdialog dengan karyawan yang ternyata memang sangat memprihatinkan. Hampir 2.000 karyawan tidak memiliki pekerjaan karena mesin-mesin pembuat kertas itu sudah lama berhenti.

Bagaimana galangan kapal IKI Makassar? Saya sudah dua kali meninjau IKI. Tanpa memberi tahu siapa pun. Yang pertama tengah hari. Yang kedua nyaris tengah malam, minggu depannya.

Kedatangan saya yang pertama akhirnya memang diketahui beberapa karyawan. Mereka lantas tergopoh-gopoh bikin poster. Mereka berdemo. Mungkin karena tergesa-gesa, beberapa poster tidak bisa dibaca. Saya pun mendatangi mereka untuk mengingatkan bahwa memegang posternya terbalik.

Sepusing-pusing Leces dan IKI, kelihatannya tidak akan sepusing pabrik gula. Bukan hanya satu atau dua pabrik gula yang sulit. Tapi satu rombongan! Kini ada sekitar 25 pabrik gula milik BUMN yang keadaannya sangat sulit. Akibatnya,  Indonesia harus impor gula. Mau diapakan pabrik-pabrik gula ini?

Saya sudah mempelajarinya. Sakitnya pabrik gula ini sudah seperti sakit komplikasi. Mulai dari lahan, tanah, tebang, angkut, giling, bibit, pupuk, rendemen, sampai ke manajemen.

Persoalan ini tidak mungkin lagi dipecahkan lewat keluhan, omelan, marah, seminar, rapat kerja, sidak,  atau mutasi pejabat. Karena itu,  5 Februari nanti saya akan mengadakan acara yang saya namakan “bahtsul masail kubro pabrik gula”. Saya terpaksa meminjam istilah para ulama NU itu untuk menandai betapa sudah rumitnya persoalan pabrik gula ini. (*)

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

About these ads

Diskusi

264 thoughts on “Yang Tidak Akan Selesai dengan Keluhan dan Gerojokan

  1. Semoga Alloh Ta’ala memberikan taufiq dan kekuatan pada Pak DI dalam menjalankan amanah yang begitu berat…

    Posted by Abuzaid | 30 Januari 2012, 7:52 am
    • etuju pak abuzaid…semoga Allah memberi jalan untik menjadi RI 1
      mari bergabung dg gerakan rakyat dan facebooker mendukung Dahlan Iskan menjadi Presiden

      http://www.facebook.com/groups/dahlaniskangroup

      Posted by deden hapsari | 30 Januari 2012, 9:18 am
      • gk usahlah.. biarkan bliau jadi mentri BUMN dulu. periode selanjutnya juga. biar BUMN bener2 beres res res.. takutnya klo jadi presiden, malah BUMN nya kaco lagi.
        cmiimw

        Posted by arw | 31 Januari 2012, 9:17 am
      • Jangan jadi Presiden Pak,.. Bapak ini orang yang sangat pas untuk pengembangan sektor perekonomian (yg notabene sekarang sangat penting untuk dibangkitkan),. saya menilai Pak DI ini orang yang sangat “Strategis” dalam manajemen dan expert. Kalau jadi presiden akan “eman-eman” karena tugas presiden ini terlalu General.

        Posted by mystupidwordsShofi | 31 Januari 2012, 2:48 pm
      • Setuju jangan jadi presiden, matangkan benih2 yg baik di BUMN biar tumbuh dan tahan terhadap badai.
        Ini kan baru tahap menyemaikan HOPE, masih belum tumbuh benar … ingat ini baru tahap membangun HOPE

        Posted by santosa hw | 4 Februari 2012, 8:35 am
      • iya, pak jangan maju jadi RI 1. Masih banyak BUMN yang butuh sentuhan menegement dari bapak. Kami slalu berdoa yang terbaik untuk Bapak, Salam dari Surabaya. :)

        Posted by rohman | 5 Februari 2012, 9:39 pm
      • JANGAN TAKUT TERHADAP MASALAH….,DENGAN KAPASITAS INTELEKTUAL, KREATIFITAS, KEJUJURAN MASALAH AKAN TERTANGANI.
        JADI BERIKAN KESEMPATAN Mr.D.I MENYELESAIKAN MASALAH RI DENGAN SEGENAP YANG DIMILIKINYA DARI TUHAN, INSYA ALLOH TUNTAS….

        Posted by Iwan B.Mahbub | 9 Februari 2012, 10:48 am
      • Pak DI sepertinya cocok di mana-mana. Beliau berangkat dari enterpreuner, makanya pemikiran strategis yang disampaikan sampai membuat orang geleng-gelang kepala. Simple, mengena dan mudah dipahami dari jajaran atas sampai paling bawah. Jadi RI1 sepertinya cocok juga, biar negara ini punya manajemen yang bagus. Manajemen yang di atas bagus, insyaALLAH yang di bawah akan ikut bagus juga. -Just my opinion-

        Posted by Dony Eko Saputro | 9 Februari 2012, 3:08 pm
      • saya melihat dan mengamati bahwa Bapak DI ini salah satu yang actionnya greget dan mengena..semoga Bapak dimudahkan dalam menangani dan membenahi management perusahaan-perusahaan BUMN..berapapun banyaknya dana yang dikucurkan pemerintah, jika managemennya masih semrawut dan tidak mau bekerja keras membangun perusahaan, akan betul seperti ungkapan bapak : seperti membuang batu di dalam lautan..sukses selalu pak dahlan iskan.

        Posted by kurniawan | 21 Februari 2012, 6:42 am
      • amin. tp sy rasa jgn jadi presiden dulu. benahi BUMN dulu & jadikan BUMN benar2 mandiri, nggak perlu mengiba kesana kemari & memiliki keuntungan tentunya. tularkan jg semangatnya pada yg lain.

        Posted by sam celeng | 24 Mei 2012, 11:49 am
        • Awalnya saya punya pikiran yang sama dengan Pak Sam ini.. Sebagai anggota masyarakat dan insan BUMN, saya pun punya pemikiran agar Pak Dis biar fokus dulu membenahi BUMN sebagai tulang punggung perekonomian bangsa. Namun akhir-akhir ini melihat dinamika dan perkembangan perjuangan pola pikir+akal sehat melawan tekanan politik dan kepentingan kelompok tertentu, sepertinya memang kita harus sama-sama sepakat bahwa perubahan harus dimulai dari pemimpin tertinggi negara ini, dan salah satu figur yang bisa kita yakini adalah pak Dis. Salam.

          Posted by akadarisman | 24 Mei 2012, 12:21 pm
    • Tapi di http://www.detik.com setiap ada pemberitaan tentang pak DI selalu ada yg menghina dan mencaci maki beliau..coba tmen2 sesekali lo ada kesempatan mampir ke sana.kita bantu pak DI dengan cara memberikan penjelasan kepada orang2 yg mencaci maki beliau sesuai dengan fakta yg kita ketahui…kasian orang yg setulus pak DI jadi bulan2an fitnah dan caci maki

      Posted by lukman | 30 Januari 2012, 2:31 pm
    • YA GITULAH BERATNYA BUNG DIS,MENGHIDUPKAN KEMBALI BUMN YG PINGSAN,JUMLAHNYAPUN LUMAYAN BANYAK, ITU WARISAN DAN ULAH POLITIKUS YG LALU,YG NGIBULI PARA DIREKSI NYA,LAGIAN DIREKSINYA MUNGKIN JUGA POLITIKUS. MOGA2 BUNG DIS SUKSES MENGATASI, KALAUPUN TAK BERHASIL, MASYARAKAT SUDAH TAHU,KONDISINYA MEMANG GITU. SETIDAKNYA BUNG DIS SUDAH BERHASIL MEMBERITAHUKAN DAN MENYADARKAN MASYARAKAT TENTANG KONDISI SEBENARNYA BEBERAPA BUMN YG PINGSAN. SEMOGA BUNG DIS TETAP IKHLAS, ISTIQOMAH, KAMI SELALU MENDOSKAN. SEMOGA TUHAN MEMBERIKAN KETEGUHAN DAN KEBERHASILAN AMIN.YAROBBAL ‘ALAMIN.
      SALAM SEJAHTERA DAYAKINDO

      Posted by DAYAKINDO | 31 Januari 2012, 6:16 pm
    • Kepedulian dan perjuangan Bapak DI akan kita dukung bersama, tentu dengan pembelajaran masa lalu para direksi perusahaan terkait, shg bisa mengutang sampai diluar kemampuan perusahaan & terus mengandalkan APBN untuk selalu menutupi kekurangan tersebut.
      Seandainya Bapak dari dulu di BUMN, mungkin akan banyak perusahaan BUMN yang terselamatkan di masanya & tdk menjadi beban besar bagi negara.

      sukses buat Bapak & semua perusahaan BUMN, semoga BUMN yang ‘pingsan’ bisa segera pulih kembali, dgn mekanisme pembagian pekerjaan yg sudah dipaparkan di atas…amiin
      selamat datang Indonesia Baru dengan para pemimpinnya, yang selalu ber-empati kepada masyarakat & utk kesejahteraan bang Indonesia, bukan utk kepentingan pribadi/golongan semata..

      Hidup Indonesia..

      Posted by edi | 2 Februari 2012, 8:54 am
    • “JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Dahlan Iskan optimistis masalah perburuhan nasional dapat diatasi dengan baik. Hanya, syaratnya, semua pihak, yaitu pemerintah, pengusaha, dan buruh, dapat melakukan komunikasi intensif”. Itu kutipan dari kompas.
      Dan banyak kesan yang mengagumkan tentang sosok seorang Dahlan Iskan tapi tidak bagi kami yg bekerja di salah satu anak perusahaannya yaitu PT. CFK, disini banyak hal yg menyedihkan tentang perburuhan contohnya Direktur Operasional (Banu P.) yg merubah Peraturan Perusahaan (PP) yg masih berlaku dengan kebijakan yg menguntungkan mereka (mengabaikan kesejahteraan karyawan) ironis sekali seseorang yg tidak lulus tes SPV di IPP Surabaya bisa…???
      Bahkan kebijakan yg tidak populer kepada penduduk kampung sekitar. Sebuah perusahan yg asetnya milyaran Rp tidak memiliki akses jalan darat kasihan karyawannya kerja lewat sungai. Demikian tulisan singkat ini menjadi perhatian bagi Pak Dahlan atas nama buruh CFK salam.

      Posted by Riky | 5 Februari 2012, 9:51 am
    • Amin. Insya Allah, Allah swt bersama hamba-Nya yang selalu berjuang di jalan kebenaran.

      Kalau ada yang mau menyimak tulisan saya tentang Oligarki Opini…monggo

      http://catatanpendekwinu.blogspot.com/2012/02/oligarki-opini.html

      Terima kasih…

      Posted by Winu Adiarto | 5 Februari 2012, 7:04 pm
    • Assalamu’alaikum Bapak,

      saya adalah salah satu karyawati DL yang resmi masuk sejak 1993. Saya cukup lega Bapak sudah tahu sedalam itu namun sebagai manusia yang merasakan penderitaan 13 bulan lebih bekerja tanpa gaji, saya mohon kiranya Bapak bisa cepat menyelesaikannya. Meski saya masih ingin bekerja namun saya pasrah jika harus di PHK asal semua termasuk pesangonnya sesuai dengan aturan yang ada daripada kami terus berada dalam ketidak pastian seperti ini.

      Wassalamu’alaikum

      Wina

      Posted by wina | 7 Februari 2012, 12:00 pm
  2. Selamat berjuang pak DIS! Demi pembangunan bangsa yang lebih baik!

    Posted by ndundupan | 30 Januari 2012, 7:53 am
  3. Semoga sebagian sukses Pak DI ditularkan ke ane. hihi

    Posted by wong deso | 30 Januari 2012, 7:54 am
  4. Luar biasa,,,
    Masyarakat sekarang jadi tau apa saja yang jadi permasalahan di BUMN kita.
    Bapak semoga bisa memperbaiki kapal rusak ini menjadi kapal yang sanggup berlayar kembali.

    Salam hangat,

    Posted by Ray Aray | 30 Januari 2012, 7:55 am
  5. Tetap istiqomah, pak Dahlan. Doa saya selalu ada bersama Anda. Semoga sehat selalu.

    Posted by ARFI | 30 Januari 2012, 8:00 am
  6. Semoga batsul masail Pak DIS Bisa menyelasaikan masalah “Tanpa masalah” bukan diselesaikan dengan Masalah hahah…

    Posted by nofanridzkynf | 30 Januari 2012, 8:02 am
  7. dengan tulisan yang mencerahkan ini, saya jd tahu betapa permasalahan2 di bumn kita.
    smg team Pak DIS segera dapat menyembuhkan penyakit kronis bumn-bumn yang sekarat

    Posted by kyaine | 30 Januari 2012, 8:05 am
  8. Allahu Akbar…. sedemikian luar biasa besarnya masalah yang terjadi. jadi begitu keadaannya. namun setitik cahaya dikejauhan selalu terlihat oleh Pak Dis. Mari kita kejar cahaya itu bersama-sama entah sebagai apa kita sekarang. jayalah indonesiaku. Makasih Pak Dis atas semua yang telah diberikan.

    Posted by syaif | 30 Januari 2012, 8:05 am
  9. Do’a dari kami semua…

    Posted by rahmat | 30 Januari 2012, 8:11 am
  10. Pak Dis I love you Fullllllllllllllllllllllllllll

    Posted by Hamzah Yahya | 30 Januari 2012, 8:12 am
  11. Lanjutkan Pak DIS… Khusus untuk Pabrik Gula mohon bapak dapat memilih orang-orang yang masih belum “tercemar”…

    Posted by PG Mania | 30 Januari 2012, 8:12 am
  12. Assalamu’alaikum, selamat pagi Pak Dahlan.
    Doa kami rakyat Indonesia untuk perubahan demi kebaikan bangsa Indonesia.
    Amiiinn…

    Posted by sule prikitiw | 30 Januari 2012, 8:15 am
  13. wah saya jadi tahu persoalan BUMN kita. terima kasih Pak Dahlan

    Posted by Edi Sanmpana | 30 Januari 2012, 8:16 am
  14. Bapak mesti bawa peresenjataan lengkap kalau mau memasuki hutan belantara pabrik gula, hutan belantaranya feodalisme. Semoga berhasil. Amin.

    Posted by optimis_indah | 30 Januari 2012, 8:25 am
  15. Sekarang aktivitas rutin Senin pagi adalah melototin Catatan Dahlan Iskan sampai ke komentar-komentarnya. Bisa jadi bekal semangat dan inspirasi untuk satu minggu. Terima kasih pak DI…..

    Posted by wafaaalayyubi | 30 Januari 2012, 8:27 am
  16. Saya masih kagum dengan kejeniusan pak dahlan iskan menangangi perusahaan BUMN yang bidangnya beranekaragam dengan cara yang tepat.

    Posted by Berlin Sianipar | 30 Januari 2012, 8:29 am
  17. PAK DAHLAN YTH
    Tak terasa AIR MATAKU berlinang memBACA SURATMU.

    PAK DAHLAN TIDAK PERNAH BERCERITA TENTANG TANGISNYA MENGETAHUI ITU SEMUA!
    ALANGKAH BODOHNYA BANGSAKU!!
    ALANGKAH MALANG NASIB BANGSAKU!
    SUNGGUH PELAJARAN BERHARGA BUAT BANGSA INI!

    DO’A KAMI MENYERTAI PERJUANGANMU PAK DAHLAN. SEMOGA ALLAH SWT, SENANTIASA MEMBERIKAN PENCERAHAN, KEKUATAN LAHIR DAN BATIN kepada PAK DAHLAN UNTUK MENGHADAPI DAN MENYELESAIKAN ITU SEMUA. AMIIIN

    JIKA BANGSA INI JAYA,
    BUKAN UNTUK HIDUP KITA SEKARANG, TETAPI UNTUK ANAK-ANAK KITAAAA! BUAT CUCU KITA!

    MARI KITA DUKUNG PAK DAHLAN!!!!

    Posted by idjo | 30 Januari 2012, 8:29 am
  18. semoga dimudahkan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan kunci di BUMN pak Dis.

    Posted by MasNovanJogja | 30 Januari 2012, 8:31 am
  19. Pak Dis, smoga ALLAH SWT selalu memudahkan langkah bapak. amin

    Posted by n0egrah | 30 Januari 2012, 8:31 am
  20. Saya suka kalimat yang ini:

    “Kedatangan saya yang pertama akhirnya memang diketahui beberapa karyawan. Mereka lantas tergopoh-gopoh bikin poster. Mereka berdemo. Mungkin karena tergesa-gesa, beberapa poster tidak bisa dibaca. Saya pun mendatangi mereka untuk mengingatkan bahwa memegang posternya terbalik.”

    Posted by maulanasamantha | 30 Januari 2012, 8:35 am
  21. Sugeng enjang Pak Dahlan…..
    Semoga Allah peparing kesehatan, Amiiiiien.

    Posted by udin | 30 Januari 2012, 8:35 am
  22. ya Allah, Tuhan kami serta Tuhan Semesta Alam
    berikan lah kepada pak DIs
    keselamatan dan kesehatan
    kekuatan dan kemampuan
    UNTUK merubah apa yg jadi kewajibannya

    kepada semua orang …
    bagaimana caranya agar CEO BUMN Note bisa sampai pada karyawan2 (kecil) di BUMN ?
    agar semua karyawan bisa mendapat HOPE & bisa berubah serta merubah lingkungannya
    sy yakin hanya beberapa saja yg selama ini membuat BUMN tidak bisa hidup
    tapi masih banyak yg bisa berbuat serta berharap untuk membesarkan BUMN

    Posted by yudi | 30 Januari 2012, 8:41 am
    • Mungkin dibuatin buletin ja Pk, dari kementrian BUMN trus di bagikan kepada semua BUMN. So dengan demikian orang-orang banyak yang tahu kalo ada tulisan yang bagus kayak gini……

      Posted by AA | 1 Februari 2012, 1:07 pm
  23. Persoalan bangsa memang rumit, yang sayangnya disebabkan oleh kelalaian sendiri. Tinggal kerja keras penerusnyalah yang dapat menyelesaikan.
    Tetap semangat, Pak Dahlan. Saya membantu dari jalur lain. ^_^

    Posted by g4z4li | 30 Januari 2012, 8:42 am
  24. Jadi Jkt Lyoid sebaiknya di euthanasia sajakah? Apakah pemerintah sbg pemegang saham harus tetap bayar utang kalO dia dibunuh. Hutang segitu itu apa bener jujur semua, ga ada yang abal abal?

    Posted by Agung jember | 30 Januari 2012, 8:44 am
  25. Kok gak ada capenya, bapak kita yg satu ini ya……
    semoga sehat selalu, terus dalam lindungan Alloh SWT..

    Posted by mas J | 30 Januari 2012, 8:52 am
  26. Subhanallah!
    Sudah menjadi style pak Dis, setiap ada persoalan selalu ada solusi pemecahannya yg ces pleng. Kami do’akan semoga semua berhasil dg baik shg Indonesia terus maju & berkembang.
    Jaga kesehatan pak, tugas lebih berat menanti di 2014.

    Posted by Areks | 30 Januari 2012, 8:53 am
  27. SMOGA BANYAK PEMIMPIN LAIN TERINPIRASI OLEH PAK DAHLAN

    Posted by MUHAMMAD DASUKI | 30 Januari 2012, 9:07 am
  28. Luar biasa…

    Sekarang saya mulai paham apa kerjaannya Menteri BUMN. ternyata teramat sangat sulit…

    Tidak semua menteri mau membuka penderitaan BUMN yang dipimpinnya….

    Semoga Tuhan memberi kekuatan utk pak DIs.

    Posted by firmansahate | 30 Januari 2012, 9:09 am
  29. saya jadi bertanya2.. Apa pekerjaan mentri BUMN sebelumnya? Jika ternyata Pak Dis bisa melihat solusi.. Artinya:
    1. sebelum mendapatkan Pak Dis, pak SBY ini waktu nunjuk mentri ‘asal’ saja. (asal=deal politik,etc)
    2. Orang yg dipilih (sebelumnya), no integrity, no antusiasm, no nationality, and honestly, we don’t need him.
    3. Jika tekanan ada pada politik, partai apapun yg terlibat disini tak layak untuk dipilih lagi (menurut sy demokrat juga dah hilang nilai jual,kadernya basi semua.. Anggotanya pinter omong doang, bukan partai yg cocok untuk dipilih jika kita butuh berlari kencang mengejar ketertinggalan)
    4. Dengan memilih Pak Dis, SBY ternyata sudah ‘siuman’, resuffle kemaren jadi ada artinya.

    dan untuk pak Dis, saya berdoa pada Allah SWT,semoga senantiasa memberi kesehatan,keselamatan dan pikiran yg lurus untuk pak Dis sekeluarga. Selamat berjuang pak, kami mengiringi dengan doa, dan atittude yg lebih besar dalam bidang kami. Amin.

    Posted by seruling sakti | 30 Januari 2012, 9:10 am
  30. 1 masalah, ribuan pemecahan. ribuan masalah, jutaan pemecahan. Maju terus Pak Dahlan, semoga Allah SWT senantiasa memberi jalan yang terbaik untuk bapak.

    Posted by kusumakomp | 30 Januari 2012, 9:11 am
  31. Begitu kronisnya masalah yang ada di sebagian BUMN ini, memang menjadi persoalan yang membutuhkan pemikiran yang matang untuk menyelesaikannya. Semoga Bapak mampu menyelesaikan tugas yg sangat berat ini , karena masih ada cahaya kecil di kejauhan sana. Sehingga BUMN – BUMN yang sakit ini bisa sembuh , walau tidak bisa semuanya. Doa saya selalu menyertai langkah – langkah mu Pak Dis…………

    Posted by Hadi S | 30 Januari 2012, 9:11 am
  32. memang TOP BGT bapakku yang satu ini.. jadi tau kenapa kok masih impor gula terus.. ternyata begitu rumit permasalahan di pabrik gula kita ini…

    Posted by aria212 | 30 Januari 2012, 9:21 am
    • bagaimana ga bangkrut pabrik2 gula itu.. lihatlah betapa karyawan pabrik gula dimana2 mendapat fasilitas yg mewah..lihat perumahan pabrik yg mewah..buka giling 4-5 bulan aja mereka tetap dapat gaji besar… maka yg terjadi habis manis sepah dibuang..

      Posted by joko winarto | 2 Februari 2012, 9:08 am
  33. Salut utk Pak Dis. Kami tunggu jurus Bapak utk membenahi Djakarta Lloyd dan pabrik2 gula. Yang jelas, saat ini mesin2 produksi yg ada di pabrik2 gula kita umurnya sdh tua2. Mereka sdh di-install sejak jaman Belanda dulu.

    Posted by Mohamad Nufel | 30 Januari 2012, 9:25 am
  34. satu kebijakan yang saya rasa paling tepat dalam pemerintahan pak sby, mengangkat pak dis jadi pejabat negara.. semogo banyak pejabat meniru beliau.

    Posted by gembell gaul | 30 Januari 2012, 9:28 am
  35. Selamat berjuang Pak Dis, dari tulisan-tulisan Bapak selama ini, masyarakat jadi mengetahui kondisi BUMN, bahkan saya yakin ada yang baru sadar/tahu bahwa perusahaan yang selama ini diketahui/tidak diketahui itu ternyata BUMN, semoga semakin banyak yang tahu semakin banyak yang bisa memperbaiki untuk lebih baik…..

    Posted by Erz | 30 Januari 2012, 9:28 am
  36. Banyak sekali yang mesti diajari bahkan sampai cara memegang poster untuk demo.

    Posted by Simon | 30 Januari 2012, 9:32 am
  37. Sudah terlalu lama Menteri2 BUMN ini dipimpin sama orang2nya Parpol yang hanya mementingkan setoran kepada partainya, majikannya dan kantong pribadinya tanpa melihat permasalahan perusahaan2 BUMN yang sesungguhnya…Semoga Pak DIS bisa melakukan perubahan signifikan terhadap perusahaan2 plat merah ini.. perbaikan sistem pd perusahaan yg bermasalah masih belum cukup tanpa di imbangi dengan pemimpin yang memiliki moral dan integritas.. msalah yg terjadi di BUMN selam ini kebanyakan dari pemimpinya yg tidak kuat menahan godaan..semoga Pak DIS tetap AMANAH..Amin..God Bless U..

    Posted by Anwar | 30 Januari 2012, 9:37 am
  38. “Target yang di share adalah kekuatan” mugkin ini satu ideologi yang paling saya pegang sampai hari ini..jadi tak hanya tujuan yang dishare tapi segala permasalah dalam mencapai target perlu juga di share..
    dalam lingkup lebih luas persoalan BUMN yang sebagian sakit kronis maupun komplikasi apabila dishare ke seluruh rakyat indonesia saya yakin akan menjadi lebih baik..

    Posted by smt yamaha | 30 Januari 2012, 9:39 am
  39. “Bagaimana galangan kapal IKI Makassar? Saya sudah dua kali meninjau IKI. Tanpa memberi tahu siapa pun. Yang pertama tengah hari. Yang kedua nyaris tengah malam, minggu depannya”

    ini jawab real bwat yang selama ini iri n menganggap apa yang pak Dis lakukan selama ini hanya pencitraan, harus saya katakan sekarang “MAAF BUNG ANDA TERLALU BODOH KALAU BERANGGAPAN PAK DIS DEMIKIAN!!!” emangnya “BOS”-nya ente!

    Pak Dis “THE RIGHT MAN IN THE RIGHT PLACE”!!!, yang laen?????????
    Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan kesehatan dan keselamatan bwt beliau, lahir bathin, dunia akherat!, amiiien!

    Posted by Nanang SLamet | 30 Januari 2012, 9:40 am
  40. yaaa alloh Akuu selalu menunggu tulisan tulisan yang tidak hanya sekedar tulisan….tapi ini tulisan yang membuat pembacanya akan merasa bahwa indonesia punya HOPE untuk maju, punya HOPE bahwa bumn bisa maju.. saya yakin seandainya beliau dikasih kesempatan u mimpin negara ini…insaalloh indonesia akan maju……

    Posted by caderkeren | 30 Januari 2012, 9:50 am
  41. masya allah…ternyata BUMN itu banyak ya, ane taunya yg gede doank..klo yg sekarat hampir mati itu ane nggak pernah denger namanya..

    melalui blog ini lah ane belajar banyak, ternyata pengolalaan BUMN itu sulit bgt, banyak yg musti di tata lagi, banyak yg sekarat, ini butuh kerja keras..

    berarti selama ini BUMN yg sekart2 itu tidak belajar banyak, atau emang direksi nya masa bodo aja…?

    pemikian yg bagus dari pak dahlan, menolong BUMN dengan BUMN, jadi subsidi silang jadi sesama BUMN saling membantu, jgn egois, mentang2 kaya, dsb..

    Klo BUMN kuat negara akan bergerak kearah ekonomi maju…dan rakyat pun sejahtra

    mudah2an pak dahlan diberi kesehatan, untuk selalu memberikan yg tebaik untuk bangsa ini, walaupun tidak di expose oleh media, yg penting ikhlas, insya allah ada balasnnya kelak

    Aminnn

    Posted by Doni_tea | 30 Januari 2012, 9:51 am
  42. Mendukung dengan sepenuh hati terobosan-2 dari DI semoga Allah melindungi.. Amin..

    Posted by dwiasmorohadi | 30 Januari 2012, 10:00 am
  43. sudah lama kita merindukan orang seperti bapak, semoga langkah bapak dpt berjalan mulus, tetapi tetap waspada, pasti banyak juga orang yg tidak suka dengan langkah bapak

    Posted by eko legstyanto | 30 Januari 2012, 10:03 am
  44. Mari bekerj,bekerja,bekerja utk Indonesia

    Posted by sukadi | 30 Januari 2012, 10:09 am
  45. Selalu bangga setiap kali membaca uraian dari Bapak, semoga setiap kita menjadi pribadi yang pantang mengeluh, karena keluhan selalu menjauhkan kita dari solusi. Mungkin, bangsa kita seperti sekarang ini juga salah satunya karena “andil” dari kita-kita yang gampang menggerutu, mengeluh, hingga lupa akan kewajiban bersyukur. Semoga ALLAH melimpahkan ampunan dan perlindunga-NYA untuk kita semua. Salam Sukses Pak DIs !!!

    Posted by hartanto | 30 Januari 2012, 10:27 am
  46. always inspiring, be positive, be solutive

    Posted by hartanto (@amrunofhart) | 30 Januari 2012, 10:29 am
  47. memang begitulah kondisi sebagian besar BUMN kita..jaman dulu buat bancakan direksi, komisaris ma penguasa sebagai sapi perahan, akhirnya ketika hampir menemui ‘ajal’ uang rakyat lagi yg disedot untuk jadi tumbal…semoga pak DIS dan teamnya diberi kemudahan oleh Alloh untuk memperbaikinya…saya yakin pak DIS ‘ikhlas beramal’, tidak tergoda dengan 2014..

    Posted by kiigedhe | 30 Januari 2012, 10:34 am
  48. Smangat maju terus Pak…
    Sedikit berkata banyak bekerja bukan NATO (not action talk only), sikap yang kebanyakan dimiliki oleh pejabat kita. Andaikan ada 10 orang saja seperti Bapak di negara ini, pasti Indonesia sudah menjadi negara yang maju sekarang.

    Posted by ReNaDwIn | 30 Januari 2012, 10:38 am
  49. Tidak ada seseorang yang merendahkan diri karena Allah saw melainkan Allah saw akan mengangkat derajatnya.’

    Allah swt Maha Mulia dan menghendaki agar hamba-hamba-Nya menjadi orang-orang yang mulia, bahwa luasnya kemuliaan mereka tidak merasa lebih tinggi di atas saudara-saudara mereka. Maka saat itu ia merasa bangga terhadap diri sendiri, merasa di atas yang lain, dan merendahkan kedudukan mereka.

    Posted by ifan | 30 Januari 2012, 10:39 am
  50. Pak Dahlan memang luar biasa…semangat, ikhlas, istiqomah, sederhana, cerdas….pokok e semuanya, membuat qt semua selalu mendukung dan mendoakan bapak semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungi bapak…amien

    Posted by inne | 30 Januari 2012, 10:48 am
  51. Pak Dahlan memang luar biasa..semangat, ikhlas, istiqomah, sederhana, cerdas…pokok e semuanya, kalopun bapak punya kelemahan itu tak lebih karena qt cuma manusia biasa….selebihnya TOP!! salut untuk apa yg pak Dahlan lakukan untuk negeri tercinta..saya pribadi sangat menyukai gaya dan tulisan pak Dahlan, Semoga Allah SWT selalu menjaga dan melindungi pak Dahlan…amien

    Posted by inne | 30 Januari 2012, 10:59 am
  52. saya yakin masih banyak orang ekerja keras dan berwawasan luas seperti pak DIS di negeri ini, tapi sedikit dari mereka (apalagi pejabat) yang menuliskan pikiran dan wawasan mereka ke dalam artikel .

    Salut pak, saya menghormati orang yang banyak menulis daripada yang banyak berbicara, dengan menulis, merupakan satu langkah kemajuan sebelum berbuah menjadi aksi dan tentu saja menambah wawasan pembaca

    Posted by hamka | 30 Januari 2012, 11:05 am
  53. Bapak ini berbanding terbalik dengan menteri BUMN zamannya bu Mega yang rajin jualan perusahaan-perusahaan milik negara kepada negara asing dengan harga yang murah.

    Posted by Abu Ghiyaath | 30 Januari 2012, 11:09 am
  54. sesulit apapun memang harus diselesaikan. Maju terus pak!
    Dan yg heran kenapa kok banyak bumn yg sangat parah. Kenapa kok ndak dari dulu diperbaiki?
    Jika pasar masih lebar saya yakin semuanya akan bangkit lagi.

    Posted by romi | 30 Januari 2012, 11:47 am
  55. “Masalahnya:  tidak ada lagi orang yang percaya kepada Djakarta Lloyd. Padahal,  kepercayaan, dalam bisnis, adalah segala-galanya. Tidak punya uang pun sepanjang masih dipercaya sebenarnya masih bisa membeli kapal.” –> tulisan ini ada benang merahnya dg tulisan sebelumnya terkait kriteria mutlak pimpinan/direksi BUMN yaitu integritas dan antusias. Saya usual agar kementerian BUMN segera menyiapkan institut utk menyiapkan calon-calon pemimpin BUMN yg memiliki standar spt harapan pak DIS. Siap diterjunkan di BUMN-BUMN yg mengalami masalah utk menjadi transformer/agent of change. Kalau stok SDM yg memiliki kompetensi spt harapan pak Dis, semoga pak Dis mjd makin terbantu dan tdk terlalu harus turun tangan terus serta bisa memikirkan masalah yg lebih besar. Kalo ada sekolah itu, saya mau melamar deh pak. :)
    Bravo pak Dis, di musim hujan ini tulisan dan sepak terjang bapak membuat dunia terang benderang dan hangat penuh semangat. Semoga bapak selalu sehat, dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT. Amiin yra.

    Posted by Aris Kadarisman | 30 Januari 2012, 12:07 pm
  56. ealahhh…………buanyak banget BUMN negeriku yang sudah sakit keras, mudah2 an pak DIS selalu diberi kesehatan oleh Alloh.

    Posted by ziyan | 30 Januari 2012, 12:08 pm
  57. ass.. saya hanya sekedar usul
    bapak kan gajihya gak diambil
    kalo bisa ambillah gajihnya…bikin buat biaya percetakan buku…bagikan ke yang layak memerlukannya…
    ato kalo bisa..uangny langsung dipakai ke rakyat…bikin dahlan iskan foundation ato apalah…..gunakan buat pelatihan rakyat2 kecil (biar langsung kena)…. ambil tiap wilayah satu ato dua org..biar org2 itu nantinya bisa menularkan pd yg lain
    hanya sekedar curhat buat pak dahlan…kkkkk

    Posted by abdee we | 30 Januari 2012, 12:26 pm
  58. Virus yang Pak Dis sebarkan telah menginfeksi saya menjadi seorang yang lebih bersemangat bekerja dan berpikir positif, terimakasih Pak Dis.. Saya mendukung Bapak sepenuhnya.

    Posted by Luky Saldhytia | 30 Januari 2012, 12:26 pm
  59. te o pe banget ni blog. btw, beliau adalah idola saya sejak dulu. tenang,tegas dan berwibawa.

    Posted by ragomgawi | 30 Januari 2012, 12:34 pm
  60. Ternyata masih ada orang seperti Pak syahril Japarin. Salut akan keikhlasan dan semangatnya.
    Ternyata masih ada orang yang seperti beliau.

    Posted by dewi | 30 Januari 2012, 1:12 pm
  61. Selamat berjuang pak DIS, seluruh rakyat indonesia berdoa untuk perjuangan pak DIS yg bgitu berat.
    Semoga Allah selalu melindungi Bapak..
    Tetap istiqomah Pak,

    Salam hangat pak DIS

    Posted by umar rohadi | 30 Januari 2012, 1:23 pm
  62. Keep Istiqomah Pak Dahlan..
    Semoga Allah selalu memberikan petunjukNya, semoga usaha keras Bapak berbuah hasil.
    BUMN yang sudah rusak parah, bisa segera bangkita lagi.

    Posted by arifqodari | 30 Januari 2012, 1:27 pm
  63. Subhanallah…
    ternyata jadi menteri BUMN tak segampang yang dibayangkan banyak orang. Maju terus pak DI saya selalu berdoa yang terbaik bagi bapak, moga ke depan bumn kita lebih baik. aminn

    Posted by Hasbi indradamai | 30 Januari 2012, 1:58 pm
  64. Yaa Allah…. lahirkanlah seribu orang lagi…yang menyebar seantero indonesia ini ….orang yang seperti pak DIS. dan Semoga Allah senantiasa memberi kesehatan pada beliua.
    Selamat berjuang Pak…!!!

    Posted by Moh. Hamzah | 30 Januari 2012, 2:09 pm
  65. Semoga Pak DIS slalu diberkahi ϑαη diberi umur panjang,,teruskan perjuangan seandainya sepertiga menteri kita seperti bapak negara ini akan maju,,

    Posted by johan | 30 Januari 2012, 2:20 pm
  66. Bangsa ini memerlukan sosok kepemimpinan seperti bapak yang masih terus memikirkan BUMN yang sakit. Semangat terus Pak DIS. Semoga Allah SWT melindungi Bapak didalam mengemban tugas ini.

    Posted by julida siregar | 30 Januari 2012, 2:25 pm
  67. semangaaaad P Dis…!!!

    Posted by taufik bachtiar | 30 Januari 2012, 2:29 pm
  68. Tapi di http://www.detik.com setiap ada pemberitaan tentang pak DI selalu ada yg menghina dan mencaci maki beliau..coba tmen2 sesekali lo ada kesempatan mampir ke sana.kita bantu pak DI dengan cara memberikan penjelasan kepada orang2 yg mencaci maki beliau sesuai dengan fakta yg kita ketahui…kasian orang yg setulus pak DI jadi bulan2an fitnah

    Posted by lukman | 30 Januari 2012, 2:29 pm
  69. Analisa dan solusi praktis dengan hasil yang signifikan. Catatan Mr. Dahlan memberikan inspirasi saya untuk berpikir lateral dalam menyelesaikan permasalahan yang complicated. Saya terus mendalami karakter bapak melalui tulisan – tulisan ” Manufacturing Hope “. Tidak ada sedikit pun pikiran negatif terlintas dalam otak saya, karena memang tulisan ini membawa setiap pembacanya being possitive! Lebih cerdas, dan responsif. Selamat bekerja pak Menteri! Kerja, Kerja, Kerja!

    Posted by blogonlinebisnisindonesia | 30 Januari 2012, 2:57 pm
    • go..go..go.. kita kerja,,kerja,,kerja,, sudah dtg pemimpin yg dinanti,, kita pun jgn smpe ketinggalan lari,, sblum bliau bnr2 dinobatkn jadi pemimpin kita nanti (ngarep.com… aamiin) mari kita mulai dari skr berubah dahulu,,

      Posted by edwar | 30 Januari 2012, 9:01 pm
  70. Pak Dis ternyata sudah ikut mencari solusi untuk Djakarta Lloyd semenjak masih menjabat sebagai dirut PLN. Dan hingga kini setelah menjadi menteri BUMN masih juga membuat pusing. Apalagi dengan masalah ang berlapis-lapis seperti itu….

    Jalan keluar selalu ada dan butuh pengorbanan yang tidak sedikit , dan butuh waktu yang lama.

    Mencermati tulisan Pak dis sungguh membuka mata kita untuk lebih prihatin dan berjuang lebih kreatif dalam menuntaskan persoalan, perlu kerjasama yang lebih mengikat antar BUMN dan bila dirasa belum cukup maka merger saja dengan BUMN lain semisal Pelindo dsb.

    Kualitas BUMN memang sangat beragam bahkan hanya nama besarnya saja yang masih akrab di telinga, padahal didalamnya keropos sekali. Mulai dari pabrik kertas, pabrik gula, hingga kualitas pelabuhan yang ada di Indonesia Timur.

    Bila kualitas BUMN menjadi lebih baik maka ekonomi rakyat akan tumbuh cepat dengan sendirinya.

    Semoga berhasil Pak Dahlan Iskan, anda layak dapat gelar DOKTOR HONORIS CAUSA.

    Posted by Zulkifli Iskandar | 30 Januari 2012, 3:20 pm
  71. Semoga Selalu dimudahkan segala urusannya..

    Posted by sitho | 30 Januari 2012, 3:22 pm
  72. BUMN yg harusnya memberikan keuntungan pada negara malah ngabis2in duit negara.
    sebagai pelaku usaha saya heran kalo melihat sebuah BUMN yg dg suport dana yg besar dan d backing oleh negara tiba2 merugi bahkan gak mampu menggaji karyawanya.
    padahal kita sebagai pelaku usaha yg gak pernah dpt bantuan ataupun bimbingan dr pemerintah aja masi bisa survive d tengah persaingan yg ketat.
    ini jelas akibat BUMN terlalu dimanja oleh pemerintah.
    kayak anak kecil yg minta apa2 selalu diturutin oleh ortunya, pada akhirnya anak tsb pasti gak bisa survive. yg dia tau cuma minta, abisin,minta lg, abisin lg dst.

    Posted by tasirfanna | 30 Januari 2012, 3:30 pm
  73. bagi orang surabaya, dari dulu memang begitulah gaya pak Dis, cerdik, solutif, egaliter, sederhana.
    tiap kali baca artikelnya, kita seperti sedang menyaksikan stand up comedy, yang solutif, inspiring, dan motivating..
    ada cerita menarik tentang sifat sederhana beliau :
    mertua teman saya adalah penjahit langganan pak Dis, tiap kali beliau menjahitkan pakaian, beliau selalu sabar menunggu gilirannya untuk diukur, dan selalu ngobrol dengan langganan lainnya. sang penjahitpun tidak tahu bahwa orang yang sedang diukurnya adalah bos Jawa Pos Grup.
    baru setelah beliau jadi Dirut PLN dan suatu saat melihatnya di TV, sang penjahit bilang:
    “Ya Allah, ini kan Pak Dahlan Langgananku ! Subhanallahu , gak ngomong kalo dia itu bos”

    Posted by qohar | 30 Januari 2012, 3:35 pm
  74. sangat yakin dengan kemampuan pak DIS mengelola BUMN,pantau telkomsel jga pak,kami pengusaha server dibuat kelabakan dengan kebijakannya yg berusaha mematikan server pulsa

    Posted by imgempol | 30 Januari 2012, 3:58 pm
  75. itulah gaya kepemimpinan yg baik bisa kasih solusi yg tepat tuk mengatasi masalah yg pelik dan bisa jadi inspiring bagi para pemimpin di bngsa ini

    Posted by ahmad | 30 Januari 2012, 4:46 pm
  76. Alhamdulilah.
    Kita patut bersyukur ada Menteri seperti Pak Dahlan.
    Benar-benar sosok yang berintegritas dan pengusung harapan kemajuan untuk bangsa ini.
    Kesempatan hidup untuk kali kedua pasca operasi transplantasi hati yang dijalani Beliau benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Pak DIS.
    Betapa barokahnya umur beliau.
    Namun entah kenapa saking kagumnya pada Pak DIS saya khawatir suatu hari ada orang/golongan yang membenci sepak terjang beliau membenahi bangsa ini kemudian membuat celaka atau -lebih parah lagi- membunuh Pak DIS.
    Ah, semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa melindungi Pak DIS sekeluarga dan menjaga kesehatan beliau.
    Lets vote Pak DIS for the Next President.

    @ Pak Pramudya (yang bikin klipblog ini) : Terimakasih. Barokallahu li wa lakum.

    Tetap istiqomah.

    muhsin-budiono

    Posted by muhsin budiono | 30 Januari 2012, 4:54 pm
  77. aku suka ini: “Persoalan ini tidak mungkin lagi dipecahkan lewat keluhan, omelan, marah, seminar, rapat kerja, sidak, atau mutasi pejabat. Karena itu, 5 Februari nanti saya akan mengadakan acara yang saya namakan “bahtsul masail kubro pabrik gula”. Saya terpaksa meminjam istilah para ulama NU itu untuk menandai betapa sudah rumitnya persoalan pabrik gula ini”

    sedulur2ku yg saya cintai, sy semakin curiga bahwa pak dahlan akan mengikuti jejak nabi yusuf a.s paling tidak ini doaku untuk keselamatan indonesia dan dunia:

    ——————————————————————————————————————————–
    ingat pak dahlan, ingat nabi yusuf a.s

    Keputusasaan manusia Indonesia bisa dibilang sudah memuncak. Berkali-kali memilih pemimpin namun lagi-lagi dihianati , yang ada hanya tipu daya. Memang sulit membuktikannya, namun se-abrek permasalahan besar yang tak pernah tuntas ujung pangkalnya cukup menjadi sinyal terang adanya kebohongan yang didesain oleh penguasa. Survey membuktikan baru-baru ini bahwa kepercayaan masyarakat terhadap penguasa RI saat ini semakin menipis dan cendrung hilang. Kebohongan atau tipu daya semakin jelas dibaca bukan hanya oleh kelompok manusia “terdidik” namun masyarakat dikampung-kampung sudah merata bisa merasakan bau tak sedap itu.

    Keadaan ini menuai kegelisahan jiwa sby dan ia meresponnya dengan resuffle kabinet. Tentu banyak analisis mengapa sby melakukan hal tsb. Saya termasuk yang meyakini bahwa aksi sby ini salah satunya adalah untuk merespon kegalauan masyarakat dan ia sadar bahwa cukup “NGERI” bila ia nantinya harus dihujat bak soeharto, karena 3 tahun lagi ia akan menjadi manusia biasa lagi. sby ingin sekali meninggalkan bau harum walau tak semerbak, yang akan menjadi penetralisir bau bangkai yang berceceran dimana-mana. Karena saat ini bangkai-bangkai itu udah tercium apalagi nanti setelah ia lengser.

    Satu hal yang dia tak boleh main-main adalah pengurusan lumbung nasional, walau dalam hal ini saya tak bilang bahwa aspek lain tak penting. Pengelolaan lumbung nasional (BUMN) secara benar akan mendatangkan berkah luar biasa. Dan Alhamdulillah ia cukup cerdik dan bisa jadi ia mendapat ilham dari Tuhan dengan memilih Pak Dahlan untuk mengurusi BUMN yang sudah membusuk. Dengan kehadiran pak Dahlan dalam kabinet menurut penerawangan saya bahwa akan menjadi salah satu sumber bau harum pemerintahan sby setelah ia nanti lengser.

    Mendengar pak Dahlan diangkat menjadi menteri BUMN, saya spontan teringat peran Nabi Yusuf ketika mendampingi raja mesir waktu itu untuk mengurusi katahanan lumbung nasional, berhubung Mesir akan menghadapi masa paceklik panjang (krisis ekonomi), maka dari itu harus mempersiapkan lumbung negara yang memadai, seperti halnya dunia saat ini terus menghadapai krisis ekonomi global yang juga bisa berdampak bagi Indonesia. Hal ini tentu bisa dicegah salah satunya dengan pengelolaan BUMN dengan baik. Tugas ini sangat berat berhubung kultur dalam BUMN sudah sedemikian rusaknya. Maka dari itu butuh orang tidak hanya cakap dan pintar namun keberanian untuk mengubah kultur yang membusuk. Bukan hanya kepandaian dalam korporasi namun diatas itu butuh sosok yang mempunyai integritas yang benar-benar mengabdi kepada rakyat (Tuhan) atau manunggaling kawulogusti. Dan sepertinya pak Dahlan mempunyai kesaktian itu untuk membenahi BUMN yang telah menjadi sarang srigala tsb. BUMN adalah aset Negara yang luar biasa dahsyat.

    Masuknya orang yang berfihak kepada kebenaran satu persatu dalam jajaran penguasa ini, menandakan bahwa Tuhan akan menyelamatkan Indonesia dan bukan sebaliknya. Dan bisa jadi 2014 tak akan ada pemilu lagi namun Tuhan akan mengambil alih sepenuhnya kekuasaan di Indonesia dan bumi pada umumnya dengan menggantikan kepemimpinan saat ini yang dipenuhi dengan tipu daya (dajjal), dan harapannya tentu tanpa huru hara yang menakutkan.

    Alfatihah.

    Posted by syafiihkamil | 30 Januari 2012, 5:13 pm
  78. semoga Tuhan selalu memberkti bapak dahlan iskan

    Posted by caderkeren | 30 Januari 2012, 6:16 pm
  79. yang menarik adalah cara Pak Dis memandang pada suatu masalah yg relatif rumit.. begitu di sederhanakan ,, sehingga terlihat enak dlm memberi solusi.. salam kompak buat Pak Dis,, sekali2 bagi donk otak encer nya.. hihiii

    Posted by edwar | 30 Januari 2012, 7:15 pm
  80. Ternyata Pak Dahlan lahir pada tanggal 17 Agustus 1951. Mungkinkah hanya bangsa Indonesia benar-benar merasakan kemerdekaan oleh orang yang lahir pada tanggal 17 Agustus . Wallahualam bi shawab

    Posted by Enzo | 30 Januari 2012, 7:31 pm
  81. Ckckckck….1 hari belum lewat, sudah 99 komen aja. Bagus…bagus…bagus. Semakin hangat aja blog ini. Mungkin juga karena tulisan Bung Dis yang semakin hot.

    Hmmm…ngeri juga ya waktu baca tulisan diatas. Tubuh BUMN kita banyak yang penyakitan, bahkan tidak sedikit yang sudah busuk. Klo boleh meminjam ilmu management Jack Welch, bisnis yang tidak bisa menjadi no. 1 ato 2, mending dijual ato dilikuidasi aja, lebih2 klo ada bisnis yang busuk, ya harus diamputasi, karena klo tidak maka akan ‘merembet’ ke bagian tubuh yang lain (seperti kata Pak Dis, bisa menyeret sampai ke neraka).

    Sedangkan untuk bisnis yang berpenyakit, sepanjang sudah ditemukan obatnya ya lebih baik diobati aja, tapi klo tidak, yang berpotensi membusuk mending dijual aja dan hasilnya bisa untuk tambahan modal bagi yang lain.

    Posted by Jend. Naga Bonar | 30 Januari 2012, 8:02 pm
  82. Betul juga pendapat Pk DI mengenai Penyebab Palung PT.Djakarta LLOyd,.namun tidak sepenuhnya betul karena seandainya mau jujur, oknum oknum di Kementrian BUMN dan Perhubungan pun ikut ambil bagian,menerima upeti dari grojokan uang negara waktu itu,,bahkan sampai saat ini masih ada Komisaris masa lalu yg hingga saat ini tak tergantikan ,,padahal tanggung jawab kehancuran PT.Djakarta Lloyd juga tanggung jawab komisaris.itu.utk diketahui Kacab PT.Djakarta LLoyd Tanjung Priok saat ini pun merupakan bagian masa lalu , Kroni Direksi dahulu dan Komisaris yg sekarang masih menjabat,,penggelapan Asset asset dan uang muatan serta Ilegal Logging..namun mereka semua tidak tersentuh,,mengapa dibiartkan ?? korbanya adalah Karyawan biasa..

    Posted by jendul | 30 Januari 2012, 8:28 pm
  83. pabrik gula di Bahtsul masail kan…itu langkah tepat pak. sebagai manusia yg perah mengenyam pendidikan di sebuah institut Pertanian,saya sangat miris ketika kunjungan ke pabrik gula. mesin tua semua..bagaimana kualitas dr mesin spt ini? belum lagi, kebiasaan kolonial dari pejabat PG yg masih mewah..dan kalau saya pikir pakai pikiran sederhana..dengan profit dari gula itu gag cukup unt mereka, tapi mereka bs bahagia seperti itu…semoga sukses,,dan PG di Indonesia bs diremajakan

    Posted by Nurul Inayah | 30 Januari 2012, 8:54 pm
  84. Kalo boleh berpendapat saat baca tulisanapa yang dikerjakan Pak Dis, aku jadi bisa membedakan mana pejabat yang OD (omong Doang / Politikus)dengan pejabat yang benar – benar bekerja untuk rakyat….. maju terus pak

    Posted by Agus | 30 Januari 2012, 8:58 pm
  85. Idem … BApak yang satu ini selalu dapat menginspirasi

    Posted by Agus | 30 Januari 2012, 9:05 pm
  86. Dahlan Iskan sudah menjadi role model bagaimana menjadi pemimpin yang punya integrasi. Bak nabi dipuja-puja dan telah ditunggu-tunggu setelah sekian lama. Selama beliau masih memiliki kekuasaan di pemerintahan, alangkah arifnya semua yang aware untuk mulai mencontoh gaya kepemimpinan beliau.

    Bung Karno pasti senang jika bisa diberikan 10 Dahlan Iskan untuk mengguncangkan dunia. Sekarang baru ada 1 DI dan juga 1 Jokowi. Apa yang akan terjadi jika 2 orang ini sudah tiada? Apa kita akan kembali menunggu?

    Regenerasi “the next” DI dan Jokowi sangat diperlukan di tengah-tengah orang Indonesia yang sudah putus asa dengan tingkah laku pemerintah dan DPR. Yang komen di blog ini mungkin “The Next DI”?

    Posted by Winnu Ayi | 30 Januari 2012, 9:19 pm
  87. Tetap semangat pak menteri
    masih ada setitik cahaya di depan sana, mari kita kejar bersama sama

    Posted by annisaskincare | 30 Januari 2012, 9:40 pm
  88. Salam pak Dis…saya selalu mendukung,selalu percaya,dan kadang selalu saya fikirkan…
    Orang2 yg selalu hujat pak dis di detik.com dll,klo saya amati dr tulisan mereka itu adalah orang2 suruhan…entah siapa dalangnya,ktk mengkritik ya itu2 aja…saya sampe mangkel pd mereka,apa gak ingin negara ini maju ?…ingin sekali ku jelaskan pd mereka,tp apa mereka mau dengar,
    permasalan mendasar bangsa ini adalah mental…dan ini udah kronis sekali,di tempat apapun di indonesia…jd kita butuh batsul masa’il dr pusat sampe rakyat dg pokok bahasan ‘mau pengen jd apa bangsa ini+terus di bawa kemana’…kita butuh bahas ini 1 bln sekali/ 1 minggu sekali..di daerah2,kota2,pemerintahan..utk cari solusi lebih baik…
    Akhir,moga tetap semangat,jaga kesehatan,tetap nulis,dan jgn dulu keluarkan jurus 9 matahari pak dis…hehe…biar saudara2 angkat pak dis di cina,thailand,singapore,teman2 amerika…tdk usah buru2 turun gunung utk bantu pak dis…hehe

    Posted by Kholil lasso | 30 Januari 2012, 9:41 pm
  89. Setelah membaca laporan mingguan pak Dizz…baru saya tahu dan paham.trnyata tugas yg bpk emban bukan masalah sepele dan kecil..bnyak perusahaan2 plat merah di bawah kendali BUMN bnyak yg lgi sakit,bahkan ada yg tahap kritis dan koma.smoga Allah slalu memberikan kekuatan dan keteguhan dlm menjalankan tugas pak Dizz..maaf pak Dizz saya hanya ingin mengungkap’kan ide apa yg mau saya sampai’kan ke bapak…kalo’lah perusahaan2 yg sedang sakit dan kritis tersebut memang ingin di rombak.ada baik’ny perusahaan2 itu menggandeng sekolah2 kejuruan ato EsEmKa..di samping para Siswa2 ESEMKA kita bisa memperoleh tempat dan job untuk mengasah kemampuan dan menerap’kan disiplin ilmu yg mereka pelajari jg bisa mempraktek’kanny lngsung di perusahaan2 yg sedang kritis tersebut bila perusahaan trsebut sdang mempunyai proyek.ada simbiosis yg sangat menguntung’kan bila bisa berjalan bersama,sekolah kejuruan tdak bingung menempat’kan siswa2ny untuk praktek kerja lapangan,dan siswa2 ESEMKA kita jg punya tmpat untuk praktek kerja lapangan.perusahaan jg tdk bnyak keluar biaya untuk menggaji siswa2 trsebut,hanya sekedaar uang saku untuk imbal balik keringat dan peluh mereka dalam praktek kerja lapangan.murid2 EsEMKa kita rasa’ny mampu dan mau untuk bisa bersama2 membangun kembali harapan perusahaan2 yg sedang koma…mungkin kelak jika perusahaan trsebut bisa sadar dari tidur panjang dan bangkit dri masa kritis’ny..ada sedikit kebanggaan dan menaik’kan gengsi siswa2 ESEMKA kita pak…wassalam…smoga Allah selalu melindungi dan memberi hidayah,kekuatan kpada Pak DIzz…salam Dizz’Mania

    Posted by wahyu | 30 Januari 2012, 10:01 pm
  90. sangat mengerikan melihat manajemen yang seperti itu…

    sbg rakyat kecil, kami sekarang hanya bisa berdoa, dan meneladani apa yang baik dari mereka untuk di amalkan di skitar kita.semoga para pemimpin layaknya pak DI ini di beri kemudahan dalam segala hal. terlebih untuk urusan ummat.smga Tuhan slalu meridloinya.amien….

    Posted by az | 30 Januari 2012, 10:22 pm
  91. Salam pak DI.

    Menurut Saya, kalau soal kritikan kepada Pak DI di detik.com, itu tidak jadi masalah. Karena Pak DI itu mantan wartawan, jadi dia juga sudah akrab dengan kritikan itu, bukan hanya mengkritik tentunya, santai pak DI, hehehehehe.

    Justru dengan adanya kritikan, meskipun itu ada yang menilai hujatan, barangkali itulah cara orang untuk menyampaikan pesannya pada Pak DI. Saya yakin Pak DI tidak tersinggung.

    …………..

    Soal tulisan di blog ini, yang juga diterbitkan pada koran grup jawapos, saya selalu ikuti. semoga jadi barokah bagi kita semua dan kekuatan tulisan Pak DI, semoga menjadikan kita generasi yang, beruntung kalau seperti atau melebihi pak Di kelak, tapi kalau hanya mirip2 juda tidak apalah, hehehehe…

    Salam hangat dari tanah Sumatera Pak DI…..

    Posted by islahudin | 30 Januari 2012, 10:44 pm
  92. alhamdulillah… terima kasih atas pelajaran pak Dahlan hari ini…

    Posted by Novrian Eka Sandhi | 30 Januari 2012, 10:45 pm
  93. sama..saya juga.. Hari senin jd mengasyikan

    Posted by yudhy | 31 Januari 2012, 1:53 am
  94. Pak DI di posisi mentri BUMN sangat strategis, dia bisa menjangkau beberapa masalah bangsa

    1. Walau bukan mentri pertanian, tapi melalalui BUMN di bidang pertanian (PTPN, PT.Sri Hyang Padi) bisa mengupayakan swasembada beras, kabarnya akan buat lahan sawah puluhan ribu hektar.
    2. Walaupun bukan mentri perdagangan, pak DI bisa menjaga harga-harga bahan pokok. Bila program-program seperti revitalisasi pabrik gula, tentunya kana berdampak pada harga gula yang murah, program percepatan bongkar muat kapal di indonesia timur bisa menekan harga oprasional bahan pokok di indonesia timur, dll
    3. Walau bukan mentri perhubungan, melalui BUMN, PT. KAI, Jasa marga, dll. Pak DI sekali lagi secara tidak langsung membatu kelancaran trasnportasi. PT. Jasa marga mulai akan bangun tol-tol di luar jawa, PT.KAI mulai bertranformasi menjadi perusaan transportasi yang baik dan tepat waktu, selain itu bisa melalui PT.Garuda dan merpati untuk mampu menjangkau daerah-derah terpencil.
    4. Walau bukan mentri pariwisat, melalui BUMN di bidang perhotelan, seperti di bali. pak DI secara halus menyiapkan fasilitas untuk wisatawan agar nyaman berwisata di indonesia.
    5. Walau bukan mentri ESDM, melalui Pertamina, Pt.Antam, dll. Pak DI secara perlahan mendorong BUMN tersebut untuk ekspansi “menggarap” lahan tambang di negri sendiri, selama ini kalau mentri esdm malah mengizinjan perusaaan luar untuk garap lahan tambang kita
    6. Walau bukan mentri perinsustrian, pak DI dengan PT. Dirgantar, INKA, PAL, dll perlahan menunjukan bahwa kita bisa memprduksi barang2 yang selama ini di Impor. Pak DI, sangat konsisten agar BUMN Industri Fokus pada bidang masing2, jangan Musyrik Manajemen istilahnya
    7. Dan masih banyak lagi..

    Kapasitas nya walau sebagai mentri BUMN tapi bisa menyentuh bidang2 lain dan ternyata lebih efektif dari mentri yang fokus pada bidang itu, menunjujan pak DI mempunyai kapasitas untuk memimpin Indonesia secara keseluruhan..

    Posted by Egi abdul Wahid | 31 Januari 2012, 3:34 am
    • wah…..aq suka sekali dengan koment anda bos….Pak DI mengurus BUMN ibarat mengurus sebuah Negara….sudah mencakup semua….semoga Beliau dikasih kesempatan Oleh Tuhan Untuk memimpin Indonesia yang akan Datang

      Posted by caderkeren | 31 Januari 2012, 7:29 am
    • hebat komennya…..

      Posted by syaif | 31 Januari 2012, 8:56 am
    • i like this comment.

      ngeliat jamnya, sepertinya Pak Egi ini abis lembur ato ga bisa tidur karena ikut juga mikirin carut-marutnya negara ini…..hehehehe……
      ——————————————————————————————————————————–
      mungkin Bung Dis juga sudah gregetan melihat Indonesia yang sudah lama mismanagement, sehingga beliau all out membenahi seluruh sektor melalui BUMN yang sekarang berada dibawah tanggung jawab Beliau.

      Yaa itung2 ini akan menjadi amal (action/kerja) kongkret Bung Dis dalam mensyukuri second chance yang sedang diberikan Yang Maha Kuasa kepada Beliau. Kan kita semua tidak pernah tau (termasuk Bung Dis) sampe kapan kita diberikan kesehatan dan kesempatan dalam dunia yang tidak kekal ini.

      Posted by Jend. Naga Bonar | 31 Januari 2012, 11:01 am
    • i like this….setuju!!!

      Posted by bwmursito | 1 Februari 2012, 1:49 pm
    • benar sekali pak, thumbs up!!

      Posted by nana | 3 Februari 2012, 9:50 am
  95. Saya bangga dengan anda Pak DIS, energi anda memang terkuras mengurusi BUMN yang sangat rugi dan rugiii. Namun anda memandang itu adalah tantangan yang anda taklukan.. dengan cara mencari solusi dan jalan keluar tanpa harus mendapatkan pujian. dan Alhamdulilahnya anda tidak pernah membusungkan dada dengan capaian yang anda telah capai dan terlaksana dengan sempurna.
    Tangan dingin dan sentuhan hati anda sangat cespleng untk menyelesaikan segudang permasalahan yang mendera. dan anda tidak pernah mengeluh, dan anda selalu buka simpul simpul yang kusut dan sangat – sangat kusut. dengan hal hal yang sederhana dan agak jenaka dalam mengungkapkan segala hal pemecahan suatu permasalahan.
    Saya terharu, dan selalu berkaca – kaca membaca koment koment di Blog ini

    Memang anda layak untuk memimpin negeri ini, dan membawa negara ini maju dan mendunia. Saya berjanji Apabila Anda mencalonkan RI 1 saya akan menjadi jurkam anda, di tingkatkan keluarga besar kami… hehehe. dan saya berjanji seluruh keluarga besar saya akan memilih anda Pak DIS.

    Posted by yudo | 31 Januari 2012, 5:12 am
  96. Pak DI jangan mau dijadikan ketua demokrat

    Posted by bagus | 31 Januari 2012, 6:14 am
    • sepertinya Pak Dis, akan bilang begini :
      “Nazarudin sudah cukup menghibur saya, cukup sudaaaah…..” (sambil menyanyi)
      “kalau ketambahan demokrat, mungkin saya bisa terpingkal-pingkal…”

      gimana menurut anda? :D

      Posted by seruling sakti | 1 Februari 2012, 2:54 am
  97. trims atas pelajaran berharga dari bpk……..sangat inspiratuf………….

    Posted by Dedy Sulaiman | 31 Januari 2012, 7:23 am
  98. Selamat Berjuang pa, kita mendoakan bapak supaya tetap sehat walafiat dalam menjalankan amanah, dan selalu cerdas dalam menyelesaikan persoalan2 bangsa.. jgn mau bergabung dengan kaum2 politik pa… soalnya kami rakyat kecil… sudah muak dibohongi oleh elit2 politik… bagi kami yang penting orang yang memimpin kami itu amanah… dan hanya takut kepada Alloh SWT..

    Posted by agienthea | 31 Januari 2012, 8:10 am
  99. Salut utk Pak DI, saat sudah tdk dibutuhkan lagi rapat, diskusi, seminar dll yg tidak diikuti tindaklanjut, saya yakin masalah seperti ini sdh lama namun kenapa, menteri BUMN sebelumnya tdk melihatnya. Apakah tidak mampu melihat atw tertutupi sehingga tdk terlihat. Bila hal kedua yg terjadi maka saran kami Pak DI dapat mewaspadai penyebab tidak terlihatnya borok, penyakit dll yg dimiliki BUMN maupun kementrian BUMN sendiri.

    Selamat berjuang Pak DI, kami siap mendukung dan mendoakan, untuk Indonesia yang lebih baik, wassalam.

    Posted by Rivai | 31 Januari 2012, 8:11 am
  100. Bangkrutin aja Pak. Daripada jadi beban taxpayer seperti kita. Kalau memang cuman bikin susah bangkrutin aja BUMN-BUMN yang ga guna seperti itu. Kami sudah bosan memberi makan benalu. Hidup Pak Dahlan!

    Posted by taxpayer | 31 Januari 2012, 8:27 am
  101. Semoga esok lebih baik ya Pak. Amin.

    Posted by Irfan Handi | 31 Januari 2012, 9:20 am
  102. Kiprah DI sebuah “tamparan” untuk kaum “perisai-kiri imperialis” (left-cover for imperialism) yg awal th 2012 gelar demo besar2an dbp aktivis “kiri” yang kini “kutu loncat”, yang kini anggota DPR. Demo yg dg nada nyaring memojokkan kaum kapitalis mengatasnamakan perbakan upah “dicampur” perdesaan yg minta (akses) tambahan duit, dst.

    Padahal setuju tdk setuju kaum pemodal inilah yg berkontribusi menjadikan pertumbuhan ekonomi RI 5-6,5%.

    Sementara RRT yg perkasa dan sosialis itu, merangkul habis para saudagar, membuat pedagang2 itu masuk deretan orang terkaya dunia; tapi berbarengan memiliki BUMN tangguh (dan tentu saja sehat walafiat).

    Kiat RRT? Menurut hemat kami, mereka–dg ideologi ML yg “berkarakteristik Tiongkok”–justru sedang menerapkan “Demokrasi Terpimpin” (dgn PKT sebagai “pemimpin” atas 8 partai non komunis lainnya) ala Soekarno yg berbasis kuat Pancasila&UUD1945 itu.

    Lamun, kita, sejak reformasi diplintir dg revolusi lewat UUD2002 (istilah Prof Sofian Effendi utk amandemen UUD1945), Pancasila pun (isitlah Kiki Syahnakri) tertransplantasi gen darah demokrasi liberal.

    Jadi, hemat kami, sementara “perjalanan sejarah” akan melahirkan lebih banyak lagi sosok seperti DI juga Djokowi, salah satu tugas seorang warga negara RI yg paling sederhana dan bertanggung jawab adalah: menuntut hapusnya UUD2002!

    Tentu, tidak sesederhana itu. Pasalnya, ada yg masih suka menggapil (campur tangan). “Para pembohong dan agresor,” istilahnya Presiden Zimbabwe Robert Mugabe. Dan kaum itu memiliki konco2nyaknya (atau setidaknya “sepaham”) di RI yg juga cerdas, beken, macam teman kita yg di atas itu.

    Posted by dasarkita5sila17845 | 31 Januari 2012, 9:31 am
  103. Ayo, berikan saran/usulan/desakan supaya Pak Dahlan Iskan tidak menyetujui penjualan Garuda ke Asing.

    PRESS RELEASE IRESS: Tolak Asing Masuk Garuda

    Beberapa minggu terakhir Kementrian BUMN dan ketiga perusahaan sekuritas penjamin emisi IPO saham Garuda Indonesia (GI), yakni Bahana Sekuritas (BS), Danareksa Sekuritas (DS) dan Mandiri Sekuritas (MS) aktif menegosiasikan penjualan 10,88% saham GI kepada investor potensial, termasuk investor asing. Deputi Menteri BUMN Parikesit Suprapto mengakui proses negosiasi memang sedang dilakukan dan rencana penjualan sepenuhnya diserahkan kepada manajemen BS, DS dan MS.

    Ternyata Menteri BUMN Dahlan Iskan pun telah menyetujui rencana tersebut. Dahlan mengatakan tidak masalah jika saham itu dijual kepada asing. “Saya serahkan ke direksinya dan saya tinggal menyetujuinya,” kata Dahlan di Jakarta (24/11/2011). Dahlan menyatakan hal tersebut merupakan aksi korproasi yang didukung Kementrian BUMN. Dahlan memastikan manajemen GI setuju memberikan kursi direksi kepada investor asing. Kata Dahlan: “Ya saya setujulah. Mereka [manajemen GI] juga sudah bilang jika di posisi Direktur Keuangan pun mereka senang. Mereka kan perusahaan penerbangan besar, jadi tidak masalah jika ada upaya untuk lebih profesional”.

    Restu Menteri BUMN atas rencana penjualan tersebut sangat disayangkan, dan harus dibatalkan karena akan merugikan negara baik secara ekonomi, finansial, manajemen dan kontrol, maupun secara politik, strategis, kemandirian, ketahanan dan kedaulatan bangsa.

    IPO Garuda
    Penawaran saham perdana (IPO) GI telah terlaksana pada 11 Februari 2011. Jumlah saham yang ditawarkan 6,35 miliar lembar atau 26% dari total saham GI, dengan harga Rp 750 per lembar. Ternyata hanya 3.327.331.275 lembar saham (52,5%) yang terserap pasar dan sisanya 3.008.406.72 lembar (47,5%) harus diserap ketiga penjamin emisi. Total dana yang diperoleh dari IPO adalah Rp 4,751 triliun. Karena 10,61% dari 26,67% saham GI yang dilepas adalah milik Bank Mandiri (piutang kepada GI), maka pembagian dana hasil IPO adalah Rp 3,3 triliun untuk GI dan Rp 1,451 triliun untuk Bank Mandiri. Nilai saham yang harus diserap penjamin emisi sekitar Rp 2,5 triliun dari target penjualan Rp 4 triliun. Saat ini saham yang dimiliki ketiga sekuritas 2,46 miliar lembar atau 10.88%. Besarnya kerugian penjamin emisi tergantung harga dan waktu saham dijual. Kerugian pun bisa hilang jika pemerintah mengatur untuk menjual kepada BUMN atau lembaga lain milik negara.

    Diduga penyebab gagalnya IPO GI antara lain adalah 1) Karena pemilihan waktu yang tidak tepat; 2) Harga minyak dunia yang sedang bergejolak sehingga tidak kondusif bagi bisnis penerbangan GI; 3) Kementrian BUMN mengabaikan konsep sinergi BUMN karena menjual 10,61% saham GI milik Bank Mandiri di GI; 4) Belum optimalnya manajemen GI dan pemerintah meningkatkan kinerja dan laporan keuangan GI; 5) Kisruh informasi, administrasi dan manajemen pelaksaanaan IPO di Kementrian BUMN; 6) Dugaan intervensi berbagai oknum di lingkar kekuasaan yang yang berburu rente dari IPO GI.

    Mengapa Menolak Asing

    Audit atas pelaksanaan IPO harus segera dilakukan. Mantan Menteri BUMN layak digugat karena tidak menghiraukan Surat DPR No.01/5972/DPR RI/XI/2009 tentang Persetujuan Privatisasi GI yang antara lain meminta agar privatisasi GI memerhatikan situasi dan kondisi pasar yang tepat, harga dan jumlah lembar saham yang dilepas sesuai dengan tahapan yang dipilih, sehingga diperoleh nilai penjualan saham yang optimal. Mantan Menteri BUMN pun tidak mendukung konsep sinergi BUMN.

    Dengan berbagai penyelewengan di atas, sudah sepantasnya penjualan 10,88% saham GI ditunda. Patut diduga penjualan tersebut dilakukan untuk menghilangkan jejak penyelewengan, sekaligus membebaskan pelaku dari tanggungjawab kerugian negara. Hal-hal ini harus terlebih dahulu dituntaskan oleh Kementrian BUMN, DPR dan lembaga terkait lainnya, sebelum penjualan 10,88% saham dilakukan.

    Menteri Dahlan Iskan harus membatalkan persetujuan atas masuknya asing ke GI, bahkan rela memberikan kursi Direktur Keuangan, antara lain karena:

    · Bisnis penerbangan adalah sektor strategis yang dijamin konstitusi untuk dikuasai negara;

    · Sektor penerbangan yang dikelola Garuda menyangkut pertahanan, ketahanan dan kedaulatan negara yang harus dikelola penuh oleh BUMN;

    · GI adalah flag carrier kebanggaaan rakyat Indonesia yang harus steril dari tangan-tangan asing;

    · GI memperoleh berbagai hak istimewa, privilege, dari negara;

    · Jangankan kursi direksi, privatisasi GI saja sebenarnya sudah ditolak rakyat, sebagaimana konsistennya penolakan tersebut atas rencana IPO Pertamina atau PLN.

    Dengan menyatakan direksi GI “senang” atas diberikannya kursi Direktur Keuangan kepada asing karena lebih profesional, berarti direksi GI dan Menteri BUMN juga telah meremehkan kemampuan bangsa sendiri. Padahal banyak SDM kita yang terbukti mampu bersaing dengan SDM asing. Masalahannya bukan pada kemampuan SDM, tetapi pada keinginan dan komitmen kita untuk mandiri, bebas dari pengaruh investor, kapitalis dan pemburu rente.

    Menteri BUMN menyatakan privatisasi BUMN bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan mencapai predikat good corporate governance (GCG). Dengan terlaksananya IPO, maka tujuan tersebut sebenarnya telah tercapai. Jika akibat ulah oknum BUMN dan pemburu rente IPO GI menyebabkan 3 BUMN penjamin emisi merugi, maka jalan keluarnya bukanlah dengan mengorbankan dan memaksa GI menerima manajemen asing.

    Sebagai alternatif IRESS mengusulkan agar 10,88% saham penjamin emisi dijual kepada BUMN, BUMD dan berbagai lembaga pensiun. Dengan demikian gagasan sinergi BUMN dan BUMD, serta Indonesian Incorporated yang telah dicanangkan dapat terwujud.

    Banyak kalangan pada Forum Ekonomi Dunia (WEF, Davos, 25 Januari 2012) menyalahkan dan mengecam sistem kapitalisme dunia yang ada saat ini, dan mengakui semakin penting dan strategisnya peran negara dalam perekonomian. Mengapa pula kita harus repot-repot melayani keinginan para kapitalis mengambil keuntungan dari BUMN kita?

    Akhirnya, IPO GI yang telah terlaksana dalam jerat birokrasi dan perburuan rente, bukan dalam kaidah korporasi, dan telah pula merugikan negara. Para pelakunya harus dituntut secara hukum. 10,88% saham GI milik BS, DS dan MS harus dibeli oleh konsorsium BUMN, BUMD dan berbagai lembaga pensiun sebagai perwujudan Indonesia Incorporated, bukan dijual kepada asing.

    Jakarta, 26 Januari 2012

    Marwan Batubara

    Direktur Eksekutif IRESS

    Posted by bedjo | 31 Januari 2012, 9:51 am
    • kalo saya sih lbh percaya kepada pak Dahlan titik

      Posted by andre007 | 31 Januari 2012, 12:48 pm
    • Bung Marwan,

      Ini yg kami maksudkan “perjalanan sejarah” kita. DI jangan didesak untuk melakukan sesuatu yg bukan “porsi”-nya: menghapus atawa menerjang “tembok” UUD2002 (istilah Prof Sofian Effendi utk amandemen UUD1945). Apatah artinya asing masuk ke Garuda dibanding asing yang (sudah) “masuk ke UUD 1945″ dan merevolusikannya menjadikan RI mungkin satu2nya di dunia dg 2 konstitusi: UUD 1945 & UUD 2002? (Simak Kiki Syahnakri “Ancaman Kebijakan Salah” Kompas 6/1/11). Dan “asing” yang macam ini levelnya ya yg disebut Mugabe Zimbabwe “para pembohong dan agresor” di Irak dan Libia itu! Perjuangan melawan yang begini ini, tdk bisa spontan, sektoral, dan dalam waktu singkat. Kudu rakyat bersatu padu. Apalagi konco2 mereka di RI ya, teman2, tokoh2 kondang negeri ini juga!

      Makanya, ayo kita hapus UUD 2002! Kemenangan 17/8/45 bukan yg pertama dan terakhir!

      Posted by dasarkita5sila17845 | 31 Januari 2012, 4:08 pm
      • Adalah porsi Pak DI untuk menolak privatisasi Garuda sebagai BUMN yang sehat.
        Pak DI janganlah meniru para pendahulu Anda, yang mengobral BUMN aset negara kepada pihak Asing dengan murah. Saya yakin nasionalisme pak DI sangat tinggi. Saya hanya khawatir langkah Pak DI yang menyehatkan semua BUMN akan ditindaklanjuti oleh penerusnya dengan mengobralnya ke pihak Asing. Ayolah Pak DI tutup celah Asing menguasai negeri ini melalui perekonomian. Dukungan rakyat akan semakin besar untuk Anda.

        Posted by bedjo | 31 Januari 2012, 4:25 pm
      • Pak DI mestinya sdh mafhum. Ini sekadar “putar ulang”.

        Apakah energi kita akan dihabiskan untuk mengobati satu per satu berbagai penyakit yang muncul di sekujur badan kita akibat tetransplantasi darah yang keliru (Kiki Syahnakri: gen darah demokrasi liberal; bukan gen darah Pancasila) atau meski sulit, tak sebentar, bahkan nyawa taruhannya, kita coba obati tuntas penyebab penyakit itu: kembalikan gen darah yg asli lewat transplantasi ulang yang benar: hapusnya UUD 2002!

        Namun, sementara “perjalanan sejarah” itu berlangsung (baca: UUD 2002 belum bisa dirobohkan!) greget berjuang utk melawan kekuatan (bukan sekadar kapitalis tapi imperialis) asing yg suka menggapil itu makin terinspirasi dg integritas para kapitalis RI yang Pancasilais macam DI dan Djokowi. Mereka yg tak perlu diajari soal “tarik-ulur” di lapangan, di dunia Indonesia yang (meminjam Arief Budiman, HIPIS 1984) berformasi sosial kapitalistis, terlebih ketika para pembohong dan agresor itu makin cemas menyaksikan para saudagar RI yg siap mendukung habis2an perekonomian RI begitu kita menemukan kembali jati diri (baca: hapusnya UUD2002!); persis seperti “sejawat”-nya d utara: RRT–yang merangkul habis para saudagar!

        Maka peluang kita (populasi terbesar no4 dunia) untuk bergabung ke BRIT (Brasil Rusia India Tiongkok) bukan mustahil. Sekian miliar penduduk dunia yg mewujudkan dunia yg terpolarisasi. Kesejahteraan kita adalah duka cita kaum imperialis; carut marut kita adalah suka cita mereka.

        Posted by dasarkita5sila17845 | 31 Januari 2012, 5:45 pm
    • Maaf saya tidak paham dengan pasar saham . tetapi bagaimana dengan kasus British airways yang merupakan kebanggaan rakyat Inggris , tetapi tetap dijual juga sahamnya oleh PM. apakah nasionalisme itu sama dengan memiliki produk kebanggaan ?

      Posted by trisnoadhy | 3 Februari 2012, 5:09 pm
  104. Pak Dahlan punya account twitter nggak ya?

    Posted by ghani | 31 Januari 2012, 10:21 am
  105. Pak Dahlan Iskan punya account twitter nggak ya?

    Posted by ghani | 31 Januari 2012, 10:22 am
  106. Pak DI, smoga anda selalu berada dalam lindungan-Nya, dianugrahi kesehatan, kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas. Amin Ya Rabb…

    Posted by TH | 31 Januari 2012, 11:44 am
  107. Saya jadi merinding membaca komentar-komentar disini, betapa kita rakyat indonesia butuh pemimpin yang mumpuni dan mampu mengemban amanah rakyat.
    Semoga do’a kami mampu menjadikan pak Dis selalu semangat, ikhlas dan Allah memberikan perlindungan kepada pak DIs

    Posted by Mulyanto | 31 Januari 2012, 12:21 pm
  108. yg kritik kok gak ada yo.kok muji2 semua. pabrek gula rugi tapi direksinya mamur.menurut katanya banyak GULA yg tak bertuan lo……..setiap musim giling.petani malas tanam tebu karena rendemen tebu selalu dipermainkan.waktu dipegang KSO rendemen tebu min 9.kalau dipegang londo jowo max 7,5.

    Posted by djoko | 31 Januari 2012, 1:44 pm
  109. saya sangat setuju atas rencana Pak DIS untuk mencari solusi perbaikan atas kinerja rombongan PG PG yang sangat buruk. 10 permasalahan yg telah Bapak investigasi benar adanya! Dan dari ke-10 masalah tersebut kecukupan kuantitas dan kualitas bahan baku adalah yang paling krusial, karena untuk kinerja pabrik walau diakui bahwa efisiensi tidak sebagus PG PG dengan peralatan saat ini tetapi secara garis besar sebenarnya teknologi yang dipakai di PG sederhana sehingga kuanta dan kualitas produk sangat ditentukan oleh kuanta dan kualitas bahan baku. Pak DIS untuk membenahi PG memang perlu energi ekstra dan waktu yang mungkin tidak sesingkat membalik telapak tangan. Tetapi kalau kami boleh usul, langkah pertama yang harus segera Bapak ambil adalah Melarang PG PG menggiling tebu dari luar daerah binaannya (Tebu Luar Daerah). Bapak harus mengintruksikan kepada para ADM untuk menolak menggiling tebu-tebu tersebut jika tidak ada rekomendasi dari PG dimana tebu tersebut berasal. Dan bagi yang tidak patuh harus disangsi !Hal ini untuk mencegah broker-broker tebu yang notabene bukan petani penggarap di kebun. Langkah ini untuk mengidentifikasi kemampuan riil PG tersebut menbina petani di wilayahnya. Langkah ini juga untuk menyaring petani petani yang sesungguhnya di kebun sehingga lebih memudahkan pembinaan untuk kembali ke baku teknis pengelolaan tebu. Ada 2 kerugian besar dengan maraknya tebu luar daerah yaitu: 1. Pemborosan energi (BBM), karena lalu lalang armada pengangkut tebu untuk jarak yang hampir tidak realistis, > 100 km dan ini terus menerus selama musim giling entah oleh berapa ratus bahkan ribuan truck. 2. Kehilangan potensi perolehan gula karena gula ter-inversi karena tertunda giling, tebu hilang kesegaran karena menempuh jarak berpuluh atau beratus km dan mengalami tunda giling > 1 hari.
    Yang terakhir, semoga Alloh SWT slalu memberi nikmat kesehatan kepada Bapak sehingga apa yg kita semua inginkan, industri gula nasional yang membanggakan, mampu kita wujudkan !

    Posted by Kang Tomo | 31 Januari 2012, 2:21 pm
    • pak..saya dulu 20 tahun yg lalu tinggal di CUKIR dekat pabrik gula…karyawan dan keluarganya hidup sangat mewah…disediakan fasilitas perumahan yang sangat mewah…dan akibatnya mereka terlena untuk memikirkan masa depan pabrik gula…jadilah sekarang pabrik gila tersebut hidupsegan mati tak mau…karena habis manis sepah dibuang

      Posted by joko winarto | 2 Februari 2012, 9:13 am
      • setuju pak ! tapi beliau2 yg dulu merasakan manisnya PG sdh byk yg pensiun bahkan sdh meninggal……skrg sebagian besar karyawan adalah generasi muda yg mau tdk mau mewarisi kondisi sulit saat ini. Tanpa campur tangan pemerintah mustahil PG PG itu dpt bangkit, padahal konsumsi gula akan trus naik. Oleh sebab itu mari bersama kita dukung langkah Pak DIS untuk merebut kembali kejayaan PG Indonesia !

        Posted by kang tomo | 2 Februari 2012, 1:15 pm
  110. Lho, yang dijual sama menteri BUMN dulu emangnya kapalnya Lloyd ya?

    itulah bedanya antara “asal jadi kerja”, sama yg “asal jadi duit” ha ha ha….

    Om DI, itu Century bisa di bail out 6.7T, masa ini cuma 3.6T kagak bisa dicariin bail out nya?

    Posted by Ian | 31 Januari 2012, 2:25 pm
  111. as a wonder boy, I am wondering gimana mencak2nya Om DI ketika nanti jadi presiden baru tahu bahwa utang negara kita udah sedalam palung pantai selatan…. ha ha ha…

    lihat tuh, Jakarta, baru dapat pinjaman dari bank dunia 136jt dollar untuk mengatasi banjir? ha ha ha…. udah terbukti bahwa ahlinya jakarta aja nggak ngerti gimana ngurus Jakarta, ini malah mau dikasi utang 136jt dollar pula lagi…

    udah…. sebelum telat, dan utang nambah terus kagak jelas kemananya, sekarang aja Om DI memanage Indonesia, nggak usah nunggu 2014….. wakakak

    Posted by Ian | 31 Januari 2012, 2:29 pm
  112. Saya Setuju kalo DL ( Djakarta Lyoid )di bangrutkan aja. krn mentalitas pegawai di sana uda bobrok, mulai dr level OB sampai ke atas. saya uda ikhlaskan semua tagihan DL ke Saya pak. Semoga bapak bisa memberikan yang terbaik bagi kita semua dan Pak Dis, selalu berada dalam lindungan-Nya, dianugrahi kesehatan, kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas. Amin Ya Rabb…

    Posted by ali sadikin | 31 Januari 2012, 2:35 pm
    • wah mantap pak ali sadikin….andaikan semua rekanan yang kaya melakukan spt itu maka mungkin DL akan cpt bangkit.

      Posted by immstso | 1 Februari 2012, 4:45 pm
    • saya sebagai salah satu pegawai DL tersinggung lho Pak dibilang bobrok semua karena insyaallah saya tidak seperti itu hanya nasib sehingga saya jadi ikutan di ujung tanduk sekarang ini bak makan simalakama. Saya tahu persis dulu banyak rekanan yang biasa saja tapi setelah bermain di DL jadi kaya raya jadi???

      Posted by wina | 8 Februari 2012, 12:06 pm
    • Saya kecewa dengan ucapan anda (ali sadikin)…kta ini hanya orang bawahan yg tdk tau menahu, kta ini hanya pekerja lalu dibayar, bkn masalah dri level OB sampai keatas yg udh bobrok!! Saya jga tahu waktu rekanan masuk ke DL blom punya apa2 kan…tpi setelah bermain menjadi punya segalanya, mungkin itu yg pantas di bilang ‘BOBROK’

      Posted by Subarkah | 9 Februari 2012, 9:56 pm
  113. Mantapzz nian ulasannya, Saya akan berdoa semoga semua usaha bapak jadi berkah, sehat walafiat ya paak…

    Posted by Marwan Michaels | 31 Januari 2012, 3:30 pm
  114. Salam Sukses Pak DI !!!!

    Saya sangat interest dengan cara dan gaya kepemimpinan pak DI dan itulah talenta yg Tuhan berikan untuk membangun Bangsa dan Negara ini semoga pak DI diberikan kesehatan dan pemikiran yang lebih lagi mengatasi BUMN2 yg sakit dan bahkan sudah ” K R O N I S ” ulah para Direksi2 yg sebelumnya hanya mengrogoti kantong negara seperti Tikus2 Liar yang kelaparan dan tidak mengerti efek perbuatannya dan akhirnya sekarang menjadi beban Pak DI. Tapi…. dengan perbuatan Pak DI yang iklaslah menjadi Panutan generasi anak bangsa ini untuk masa yang akan datang agar takut kepada sang pencipta.
    Sebagai masukan pak DI mis komentar tentang DJAKARTA LLOYD yang sudah lama pingsan dan tak bangun2 krn penyakitnya dan hanya kasihan terhadap Direktur Utama/Syahril Japarin dan bagaimana dengan Pegawai Darat dan Laut kurang lebih 1.400 pegawai ditambah para Pensiun yang belum dapat gajian selama 1 TAHUN 5 BULAN bahkan lebih ? Tolonglah segera diambil kebijakan dan keputusan yang tepat. Negara Republik Indonesia sudah Merdeka 67 tahun yang lalu tapi…. rakyatnya masih TERJAJAH sekarang seperti Karyawan/Ti Djakarta Lloyd. Mereka juga Manusia Hak-Haknya juga harus kita hargai, Kalau tidak sanggup lagi pembiayaan gaji keseluruhan Karyawan segera ambil keputusan sebagian besar lsg PESANGON saja dan jajaran Direksi dapat memilih karyawan yang cakap yang dapat dipercayai kalau memang MALU memilih “PAILIT”. Saya kira ini adalah solusi yang tepat daripada menyiksa para Karyawan dan keluarganya, atau apakah Uang Negara Republik Indonesia ini tidak dapat membayar Uang Pesangon sebanyak 1.000 orang ditambah PENSIUNAN maka RESTRUKTURISASI GAGAL ? Karena 400 orang akan dipekerjakan lagi untuk membangun kembali Kejayaan DJakarta Lloyd seperti DAHULU. Saya pikir Komisi VI DPR pasti meluluskan Anggaran Pemerintah dengan pertimbangan KEMANUSIAAN asal dari hati yang tulus menyampaikannya.
    Inilah tantangan yang berat buat Pak DI semoga amanah yang diemban bisa berjalan dengan mulus
    Wassalam

    Posted by Edu | 31 Januari 2012, 4:20 pm
  115. Ga sabar menunggu hari senin, Ga sabar menunggu tulisan Pak DI… I like Monday…

    Posted by alfi | 31 Januari 2012, 4:25 pm
  116. Semoga Pak Menteri ini tetap berjuang untuk rakyat dan tidak mudah menjual/privatisasi BUMN strategis. Bangsa ini sudah cukup belajar banyak dengan keberadaan pemodal asing yang mengeruk kekayaan di Tanah Pertiwi dan kelak hanya meninggalkan lubang-lubang neraka dan kota-kota Hantu. seperti freeport, newmont dan perusahaan tambang lainnya.

    Posted by murnianto | 31 Januari 2012, 5:07 pm
  117. http://m.okezone.com/read/2012/01/31/320/566661 semoga yg memimpin holding perkebunan adalah figur yg berkarakter spt pak Dis: memiliki integritas dan antusias.

    Posted by Aris Kadarisman | 31 Januari 2012, 5:21 pm
    • Dahlan Iskan Sudah Kantongi Nama Direksi Holding BUMN Perkebunan
      R Ghita Intan Permatasari – Okezone
      Selasa, 31 Januari 2012

      JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menuturkan telah mendapatkan nama direksi untuk holding perusahaan perkebunan.

      “Kita sudah dapat namanya. Tapi belum bisa diumumkan dulu. nanti saya umumkan,” ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan usai Rakor Privatisasi BUMN di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (31/1/2012).

      Nama-nama tersebut nantinya akan diajukan ke pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk disetujui. Dia menegaskan tidak ada calon alternatif lainnya, karena nama-nama tersebut sudah benar-benar diputuskan. “Tidak ada calon alternatif lainnya. Namanya sudah fix,” paparnya.

      Seperti diketahui, BUMN telah menunjuk PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) menjadi holding (induk Usaha) dari penggabungan BUMN perkebunan. Hal tersebut diputuskan, setelah Direktur Utama PTPN IV Dahlan Harahap memilih mengundurkan diri sebagai direksi BUMN pada tahun ini.

      “Pada waktu itu, dirut PTPN IV merekomendasikan bahwa PTPN III juga pantas menjadi holding perkebunan. Jadi ya PTPN III,” ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan beberapa waktu lalu. (wdi)

      sumber : http://economy.okezone.com/read/2012/01/31/320/566661/redirect

      Posted by BlackBeard | 31 Januari 2012, 7:28 pm
  118. semangat pak iskan,,

    Posted by agungph | 31 Januari 2012, 6:27 pm
  119. Bangga jga jdi orang indonesia klu dipimpin oleh orang seperti pak DIS,.maju terus pak kami selalu mendoakanmu.

    Posted by arya sutha | 31 Januari 2012, 6:45 pm
  120. PERHATIAN!!! Semua pejabat Tinggi ato rendah wajib buat tulisan seperti DIS biar rakyat tahu semua

    Posted by Antonius Honey Niononi | 31 Januari 2012, 7:02 pm
  121. Yang bisa kami lakukan adalah mendoakan pak DAHLAN, agar slalu diberkahi kekuatan utk mengentaskan BUMN yg mau bangkrut. Dan diberkahi kslamatan dr tangan2 usil yg coba halangi kerja beliau. Smoga pegawe2 itu nurut kinerja pak DAHLAN Biar rejeki tdk kian surut.

    Posted by Jafar sodiq | 31 Januari 2012, 8:49 pm
  122. enak jadi perusahaan besar. kalo udah begini, pemerintah akan bantu habis-habisan. hehe.

    Posted by Fishbone | 1 Februari 2012, 2:18 am
  123. Begitu berat beban yg ditanggung menteri BUMN RI skrg ternyata!!

    Semoga dgn ‘manufacturing hope’ ini bisa menyelamatkan & mensejahteraan rakyat indonesia kedepannya, amien!!

    Sukses pak DI… !!

    Posted by Ro33y | 1 Februari 2012, 2:34 am
  124. JAKARTA – Di awal kepemimpinnya sebagai menteri BUMN yang baru, Dahlan Iskan berencana membentuk holding tiga BUMN pada 2012 mendatang.

    “Akan ada tiga holding BUMN di 2012 mendatang yaitu holding BUMN perkebunan, farmasi, dan kehutanan,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (25/10/2011).

    Dia menambahkan, untuk holding BUMN di sektor perkebunan akan dibentuk pada 30 Januari 2012. Selain itu, holding BUMN kehutanan akan efektif berjalan pada 28 Februari 2012 dan holding BUMN farmasi pada 30 Juni 2012.

    Adapun tujuan daripada holding tiga BUMN tersebut agar lebih efektif dan efisien sehingga kinerja daripada BUMN-BUMN tersebut bisa lebih baik lagi ke depannya. Juga untuk meningkatkan daya saing. Menurutnya, sebelum tanggal yang telah ditetapkan holding harus sudah terbentuk dan berjalan. (wdi)

    http://economy.okezone.com/read/2011/10/25/320/520200/dahlan-iskan-pastikan-holding-3-bumn-terbentuk-di-2012

    Posted by caderkeren | 1 Februari 2012, 7:20 am
  125. setiap habis baca tulisan pak Dis, hanya bisa mengurut dada, dan akhirnya berdoa semoga selalui dalam lindungan Yang Maha Kuasa….amin

    Posted by tituk astuti | 1 Februari 2012, 8:37 am
  126. menteri dahlan, selalu berpikir kreatif dan out of box, menteri terbaik di kabinet SBY…

    Posted by yudi wahyudin | 1 Februari 2012, 1:33 pm
  127. Begitu mulia hatinya pak DIS…dia bisa saja membongkar penyelewengan bekas direktur perusahaan di bawah naungan BUMN dan bekas menteri2 BUMN….tapi ini tidak dilakukan pak DIS…salut pak, sy bangga jadi warga negara krn bapak…..

    Posted by parisabdi | 1 Februari 2012, 2:17 pm
  128. Dua hal saya sangat kagumi dari Pak DI, selalu melihat adanya “harapan” untuk menjadi baik biarpun permasalahannya begitu rumit dan yang kedua tetap berorientasi pada banyak orang (terutama orang kecil, baca “karyawan”, karena dibelakang karyawan ada begitu banyak orang yang juga berharap sumber nafkah keluarganya menjadi lebih baik). Semoga Tuhan memberi kesehatan, kekuatan dan kemampuan pada Pak DI dalam mengemban tugas dan amanah ini. Dan semoga banyak pimpinan kita yang lain terbuka mata hatinya dan menjadi “malu” manakala mereka tetap hanya berpikir untuk dirinya, keluarga dan kelompoknya saja, semoga. Amin Salam hormat untuk Pak DI.

    Posted by Roberts Suryatno | 1 Februari 2012, 3:13 pm
  129. Orang sehebat Menteri BUMN Dahlan Iskan sekalipun, terpaksa menyerah menghadang gurita kapitalisme global di negeri ini. Buktinya, tahun 2012 ini akan diprivatisasi 5 BUMN, yaitu PT Inti Telekomunikasi, PT Industri Sandang Nusantara Persero, PT Industri Gelas Persero, Semen Baturaja dan Bank Tabungan Negara (BTN). Bagaimana Bapak Dahlan Iskan? Kenapa Bapak Dahlan Iskan yang biasanya sangat kritis jadi diam dan manut saja kepada agenda asing? Apakah Bapak memang sudah cukup nyaman berposisi sebagai pelayan kepentingan asing?

    Posted by pasiriancom eko trist | 1 Februari 2012, 4:37 pm
    • @*%&26(%/’!;%8*#&@539%-&;(#&@426

      Posted by syaif | 1 Februari 2012, 5:59 pm
    • Dengan segala maaf Bung Pasiriancom, begitu anda menyebut gurita kapitalisme global sebagai ganti imperialisme maka “serta merta” DI dianggap “pelayan kepentingan asing”.

      Sadar tdk sadar dengan tuduhan seperti di atas, sang imperialisme yg tak lain kaum pembohong dan agresor (istilahnya Presiden Zimbabwe Robert Mugabe di SU PPB thn lalu menanggapi invasi ke Irak & Libia) yg ternyata juga menggapil (campur tangan) dalam membidani lahirnya UUD 2002 (tengara alm Prof ASS Tambunan) membuat kita memiliki 2 konstitusi (istilah Prof Sofian Effendi: UUD 2002 bukan amademen UUD 1945), bukanlah biang kerok carut marut kita–untuk tdk mengatakan bukan “musuh bersama” kita.

      Artinya, yg ingin kami tekankan, UUD 2002 hasil “revolusi-borjuis” sang imperialis–yg seperti yg sdh2 bekerja sama dg konco2nya di RI–itu yg harus kita perjuangkan untuk dihapus.

      Mengapa? Sederhana jawabannya. UUD 2002 itulah yang “mengangkangi” UUD 1945 membuat gen darah Pancasila kita tertransplantasi gen darah demokrasi liberal (istilahnya Kiki Syahnakri). Sehingga konsekuensi logisnya, ya negara (& juga sebagian besar wakil rakyat) lebih berpihak pada kaum imperialisme itu ketimbang rakyatnya sendiri…maka privatisasi 5 BUMN bukanlah kejutan–dlm konteks ini.

      Jadi sangatlah tidak adil, kita “membiarkan” DI sendirian berhadapan dg kekuatan mahadahsyat itu, sementara kita “berlaga pilon” dg sang imperialisme itu.

      Lalu? Menurut hemat kami, masing-masing kita hendaknya berupaya menuntut: hapusnya UUD 2002! Dan kita sokong DI dlm berhadapan dg kekuatan mahadahsyat itu, sementara kita sadar dan percaya bahwa “DI tahu apa yg hrs ia lakukan”–dlm mengarungi “perjalanan sejarah” ini

      Tentu saja, begitu tuntutan tsb menyebar, menggumpal, siap merobohkan UUD 2002 itu, maka kami berani pastikan kaum pembohong & agresor itu tidak tinggal diam.

      Di sinilah kita perlu belajar dari kematian 2 pemimpin negara di thn 2011 lalu: Khadafi Libia (penuh hina dina) dan Kim Jong-Il Korut (penuh duka cita sekaligus respek tinggi dari massa rakyatnya–warita yg ditutup-tupi/dipelintir pers Barat sebagai “sudah diatur”).

      Kebesaran sebuah RI yg bermartabat era Soekarno kudu direvitalisasi dlm kekinian. Sebuah perjalanan masih panjang, melelahkan, bahkan nyawa taruhannya.

      Posted by dasarkita5sila17845 | 1 Februari 2012, 10:35 pm
    • Privatisasi dibaca menjual (sebagian) saham kepada masyarakat. Ini justru hal yg baik, yaitu lebih terbuka dalam manajemen karena bertanggungjawab pada investor publik. Toh, BUMN tetap menjaga mayoritas kepemilikan pada pemerintah.

      Contoh, Bank BTN yg IPO tahun 2009, menjual 30% saham. Siapapun di blog ini bisa ikut membeli sahamnya, asal punya uang. Nah, kabar privatisasi lanjutan BBTN adalah rencana right issue. Ini hal yg sangat biasa di pasar modal.

      Makanya, sebelum ngomong berbusa2 (sampai ada yg menyinggung UUD 2002), cobalah buka wawasan. Silakan ikut investasi di pasar modal. Jangan cuma jadi penonton, apalagi menuduh yg bukan2. Bertindaklah dengan cerdas.

      Posted by Oguds | 2 Februari 2012, 1:27 am
      • setuju Pak oguts….Pokoke klo bunyinya privatisasi dianggap jualan ke asing dah, makanya ex. Menteri BUMN tanri abeng bilang “sebaiknya masyarakat diberi penjelasan apa yg dimaksud privatisasi itu” yg jelas beda kasus dengan Indosat zaman mbak Meg.

        Posted by erust | 2 Februari 2012, 2:53 am
      • justru sekarang dipertanyakan adalah orang2 kaya indonesia berjiwa nasionalis? karena seharusnya mereka yang beli saham BUMN yg di IPO kan sehingga orang2 kaya berjiwa nasionalis dpt mengontrol, mengawasi BUMN saat ini kalau dengar istilah privatisasi larinya ke asing,asing terus.terus

        Posted by pur | 3 Februari 2012, 9:43 am
  130. Kok baru skrg Pak Dahlan diserahi BUMN, kl udah dr dulu pasti udah sejahtera negara ini. Anyway salut ama Pak Dahlan, semoga Allah slalu mencurahkan kesehatan dan kekuatan

    Posted by Aman S | 1 Februari 2012, 8:07 pm
  131. saya ingin minta foto bareng dan tanda tangan nya pak DIS di kaos kesayangan saya..

    Posted by edward | 1 Februari 2012, 9:18 pm
  132. Bagi saya sih asal BUMN (baca: pemerintah) tetap mayoritas pemegang saham sih dak masalah, toh kalau ada RUPS, pemerintah tetap pemegang keputusan tertinggi. Justru itu baik untuk kemajuan BUMN itu, karena menjadi terbuka, akuntabel, dan dak koruptif, karena yang awasi publik.
    Kalau pengen bukan asing yang kuasai, ya kita borong aja sahamnya. Kongkretnya, terutama bagi yang merasa anti-asing di atas-atas itu, kita borong aja sahamnya, itu bukti nyata bahwa anda peduli.

    Posted by pro-ri | 2 Februari 2012, 7:39 am
    • Setujuuuu…… Privatisasi tidak mesti modal asing, justru yang sok anti asing itu sudah ikut beli belum saham2 BUMN yg diprivatisasi tsb. Yang pemegang saham mayoritas tetap pemerintah, insya Allah BUMN tetap dalam kendali negara RI.

      Posted by pakto | 4 Februari 2012, 10:57 am
  133. luar biasa…pak dahlan

    semoga sukses

    Posted by maRio | 2 Februari 2012, 8:22 am
  134. Apa yang kami utarakan terkait UUD 2002, justru ajakan untuk berpikir tidak “teknis” semata tapi juga “ideologis”. Lantaran sdh ada bukti. RRT yg perkasa itu konstitusinya satu, dan makin diperkaya oleh pemimpin2nya pascaMao. Keengganan kita, alergi kita bicara ideologi atau politik, suka tidak suka adalah salah satu warisan buruk rezim junta militer masa lalu kita dukungan sang pembohong dan agresor dengan ideologi mereka yg “demokratis” dan membela “HAM” itu. Butuh waktu memang, untuk kita sama2 menyadari bahwa polarisasi dunia, adalah urusan pilihan ideologi yg berpihak pada rakyat. Dengan menghapus UUD 2002, hemat kami, RI (dg UUD 45 & Pancasila, populasi no 4 dunia, berlimpah SDA, tak kurang2 SDM kelas dunia, juga kaum kapitalis nasional sekelas DI & Djokowi, misalnya) lebih berpeluang untuk masuk dalam rombongan yg kini sudah dijalur itu: BRIT (Brasil Rusia India Tiongkok).

    Posted by dasarkita5sila17845 | 2 Februari 2012, 8:50 am
  135. mudah2an bapak senantiasa diberkahi kesehatan dan kekuatan…
    saya terharu sekali pak…
    khususnya mengenai pabrik gula…
    saya tidak pernah merasakan masa kecil di kampung, namun saya pernah merasakan pulang ke kampung halaman yang memiliki kebun tebu yang lahannya untuk stock pembuatan gula di pabrik gula…
    saya sempet bermain dengan anak-anak sebaya di kebun tebu itu..
    betapa indahnya…

    saya mendoakan agar usaha bapak terwujud untuk membangkitkan produk gula dalam negeri dengan membuka lahan tebu seluas-luasnya…
    dan barangkali anak-anak saya atau cucu-cucu saya nanti akan merasakan betapa indahnya bermain di kebun tebu…

    betapa indahnya…
    anak-anak bermain di kebun tebu berlarian berkejar-kejaran..
    petani dan penduduk setempat dapat merasakan manfaat adanya pabrik gula di wilayahnya…
    negara indonesia dapat menjadi pengekspor gula
    semoga…
    ya ALLAH berkahilah negara kami
    amin ya rabbal alamin…

    Posted by sagawarnabudi wiratno | 2 Februari 2012, 9:33 am
  136. pak DIS, L A N J U T K A N …

    Posted by s.mawardi | 2 Februari 2012, 10:37 am
  137. Tapi, persoalannya tidak lagi cukup dengan pengorbanan. Tanggung jawab dan nasib Syahril Japarin sudah persis seperti syair lagu Sam D”lloyd, berjudul “Apa Salah dan Dosaku”:
    Aku tak sanggup lagi
    Menerima derita ini
    Aku tak sanggup lagi
    Menerima semuanya
    Apa salahku dan dosaku
    Sampai ku begini

    D”lloyd sudah meramal nasib pimpinannya kedepan he he he

    Posted by Fajar | 2 Februari 2012, 12:11 pm
  138. Pak Dahlan,

    coba sekali direksi2 pabrik gula milik BUMN datang ke pabriknya “Gulaku” milik Sugar Group Companies yang iklannya sering muncul di TV. Pabriknya di Lampung sana, hebat sekali ya kalo swasta yang mengelola. Apa perlu direksi + manajemennya Sugar Group diboyong ke BUMN sekalian ??

    Posted by Isadewa | 2 Februari 2012, 7:13 pm
  139. liatin komentar yang lain….kug jadi semangat untuk ngikutin komentar2nya…yg inspiratif juga

    Posted by caderkeren | 2 Februari 2012, 9:26 pm
  140. Kami sebagai org awam yg sll mengikuti tulisan2 n program2 pak dis hanya mampu mendukung dari kejauhan diseberang lautan n sll mendo’akan akan cpt tercapai smua hope yg diazamkan dg cpt n sukses amin

    Posted by Hendrix siswanto | 3 Februari 2012, 3:18 am
  141. kalo ada 10 org saja seperti pak DI di indonesia ini pasti jaya indonesia ku…….. belajarlah seperti pemikiran2 beliau wahai generasi2 bangsa…..

    Posted by melsi | 3 Februari 2012, 10:22 am
    • tidak usah 10 orang tp diawali 2 org aja yg melakukan sm dgn pak DIS ( orang kebanggaanku) maka sedikit demi sedikit lorong yang gelap dalam segala problem yg dihadapi bangsa ini akan menemukan cahayanya msg2. Semua pejabat dan pemimpin kita cukup ditularkan VIRUS DIS+ maka bangsa ini akan jauh lebih maju dari RRT. Pak DIS i love u fuuuuuuuuullllllll

      Posted by B. Piet Sulistiono | 4 Februari 2012, 9:28 pm
  142. i love you full pak dahlan…

    Posted by obat herbal penyakit | 3 Februari 2012, 1:18 pm
  143. sedikit demi sedikit mulai terbuka isi dapur BUMN kita yang ternyata sudah kosong melompong…malah punya beban hutang warisan direksi zaman orde baru…

    Posted by Sole Age | 3 Februari 2012, 2:46 pm
  144. Untung ada pak DIS sehingga rakyat tahu apa aja kerjanya pejabat dan menteri2 selama ini….coba pejabat/menteri bisa meniru gaya kerja pak DIS ini pasti Indonesia tidak jadi negara importir segala macam sandang pangan macam sekarang…

    Maju terus pak DIS…

    Posted by Alumumba | 3 Februari 2012, 4:31 pm
  145. Edaannn!!! sungguh orang yang sangat cerdas dalam memimpin. Mampu membuat sinergi yang saling mengunguntungkan dari satu BUMN ke BUMN yang lain. Pak DIS, kalo besok diusulkan jadi presiden RI… aku dukung 1000%!

    Posted by SyamSyah | 3 Februari 2012, 4:37 pm
  146. MENYONGSONG HADIRNYA AREN DAN LENGSERNYA TEBU DARI TAHTA INDUSTRI GULA NASIONAL

    Oleh : Dian Kusumanto

    Pada edisi 17-23 Juni 2009 No. 3308 Tahun ke 39, Tabloid Sinar Tani memuat tulisan mengenai Gula dengan judul “Rendemen Naik, Produksi Gula Meningkat”. Ada salah satu alinea menyebutkan bahwa, Pemerintah berencana membuka perkebunan tebu, pabrik gula baru dan industri berbasis tebu di beberapa daerah.

    (Foto kiri : Bapak Presiden SBY sedang meresmikan Pabrik Gula Baru; Kanan : Bapak Ahmad Manggabarani, Dirjen Perkebunan DEPTAN)

    Pada tulisan tersebut Dirjen Perkebunan Deptan, Bapak Ahmad Manggabarani juga mengatakan bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan ini adalah untuk mewujudkan Indonesia menjadi eksportir Gula pada tahun 2014 mendatang. Selama tahun 2009 ini, Indonesia sudah memenuhi sepenuhnya kebutuhan atas swasembada gula kristal putih untuk konsumsi dan sudah menghentikan impor.

    Bapak Dirjenbun juga melaporkan bahwa luas areal perkebunan tebu bertambah dari 427.178 hektar pada tahun 2007 menjadi 441.318 hektar pada tahun 2009. Produksi tebu naik dari 33,066 juta ton tahun 2007 menjadi 34,756 juta ton pada tahun 2009. Sedangkan produktivitas tebu berhasil ditingkatkan dari 77,4 ton/ha menjadi 78,8 ton/ha.

    Pada tahun 2008 yang lalu saya juga pernah menulis tentang hal semacam ini dengan judul ”Pabrik Gula Berbasis Aren, Kenapa Tidak? Adalah berawal dari repotnya Pemerintah kita yang memaksakan diri untuk tetap menjadikan tebu sebagai harapan utama produksi Gula Indonesia. Ibarat makan Buah Simalakama, susah sekali menggantikan tebu sebagai bahan baku pabrik gula kita. Pemerintah seolah tidak berniat mencari solusi atau alternatif bahan baku gula selain tebu.

    Mari kita coba untuk menghitung dan menimbang kelayakan tebu sebagai andalan gula Indonesia. Pertama dari sisi produktivitas yang rata-rata hanya mencapai 78,8 ton/ha, taruh kata rendemennya mencapai 10%, maka gula yang diperoleh hanya sekitar 7,88 ton/ha/musim. Padahal rendemen gula kita sangat sulit sekali mencapai angka dua digit itu, paling-paling hanya sekitar 8 – 9 %. Jadi hanya menghasilkan gula antara 6 – 7 ton/ha/musim.

    Upaya-upaya sudah terlalu banyak dilakukan, hasil-hasil penelitian juga yang mana lagi yang belum dijalankan. Semua untuk mendongkrak produktivitas tebu menjadi naik dan berproduksi tinggi. Namun sampai sekarang masih belum mampu merubah keadaan, ternyata produktivitas tebu malah semakin menurun. Padahal pada jaman Kolonial dulu sekitar tahun 1930-an produktivitas tebu mencapai puncaknya yaitu sebesar 17 ton gula/hektar/musim.

    Waktu itu memang bisa terjadi karena dengan tanam paksa, pihak kolonial bisa memaksakan untuk menanam tebu di lahan-lahan sawah nomor satu, di lahan-lahan yang paling subur, kalau perlu penanaman padi dialihkan dulu dan dipentingkan tanaman tebu. Maka wajar saja pada era itu Belanda menikmati hasil yang sangat besar dari Gula yang berbasis tebu, sehingga mereka bisa membiayai perang, membangun negerinya dengan memeras tebu untuk menjadi gula. Namun tidak hanya tebu yang diperas, lahan-lahan sawah kita yang dulu subur makmur diperasnya, tenaga-tenaga petani kita juga diperas dengan kerja paksa. Memang penjajah Belanda sangat kurang ajar!!!

    Sepeninggal kolonialisme Belanda industri dan perkebunan tebu diambil alih oleh Pemerintah Indonesia yang dikelola oleh BUMN bidang perkebunan tebu dan pabrik gula. Pengambilalihan secara penuh baru selesai pada tahun 1950-an, yaitu tepatnya 1957, pada hal kita merdeka pada 17 Agustus 1945, jadi baru setelah 12 tahun dari kemerdekaan kita baru bisa mengambilnya.

    (Foto : Pabrik Gula berbasis Tebu)
    Yang kedua tebu juga mengambil alih lahan pangan yang lain. Sampai sekarang pun lahan-lahan tebu ini masing saling bersaing dengan tanaman pangan, yaitu dengan sawah-sawah yang mestinya ditanami padi dan palawija, di lahan-lahan kering atau tegalan yang juga biasa ditanami sayuran, kacang-kacangan, ubi-ubian, dan bahkan buah-buahan. Jadi lahan tebu yang 441.318 hektar tadi secara nasional, sebenarnya seluruhnya bersaing dengan lahan tanaman pangan lainnya.

    Maksud saya begini, seandainya tanaman Aren bisa menggantikan peran tebu untuk memenuhi kebutuhan dan produksi gula selama ini, maka lahan-lahan tadi yang luasnya hampir 450 ribu hektar bisa ditanamai tanaman pangan, seperti padi, palawija, kacang-kacangan, sayuran dan tanaman pangan lain yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan tebu.

    Seandainya setiap hektar lahan dalam satu tahun dapat ditanami padi dua musim dan satu musim palawija dengan hasil misalnya 6 ton beras dan 4 ton jagung, maka ada bahan pangan tambahan dari 450 hektar, yaitu 2,7 ton beras dan 1,8 juta ton jagung. Ini peluang yang sangat berarti untuk mendukung kecukupan pangan dan bahan baku pakan dan mengurangi ketergantungan impor bahan pangan dan pakan.

    Dari sisi petani pun penerimaan dari usaha tani tebu juga sudah kalah dengan komoditi pangan lainnya. Hanya untuk petani yang tidak punya modal, pilihan yang paling mudah adalah menyerahkannya kepada pihak lain untuk ditanami tebu, dan nanti petani tinggal mendapatkan hasilnya meskipun tidak seberapa. Kalau untuk usaha tani komoditi lain sendiri modal kurang, walaupun hasilnya memang lebih tinggi. Keadaan inilah yang banyak dialami oleh petan sehingga harus menyerahkan lahannya pada pihak perkebunan tebu dan pabrik gula atau KUD-KUD. Sebenarnya kalau petani punya modal dan tenaga dalam usaha tani mereka pasti memilih komoditi lain yang lebih menguntungkan.

    Lalu apa Aren bisa diolah menjadi gula putih? Untuk yang hal ini Saudara saya Bapak Slamet Sulaiman sudah membuktikan dengan alat mesin pabrik gula mininya. Pabrik gula mini dengan bahan baku nira aren sudah dibangun antara lain di Minahasa Selatan. Uji coba untuk menghasilkan gula putih telah berhasil dilakukannya. Artinya tidak masalah seandainya nira aren diolah menjadi gula putih.

    Namun secara perhitungan sebenarnya tidak menguntungkan sebab untuk mengolah gula menjadi putih memerlukan bahan yang lebih banyak, siklus proses yang lebih panjang dan lebih rumit. Dengan demikian biaya produksi jauh lebih tinggi, nilai rasio konversi bahan baku menjadi produk jadi lebih kecil. Dilihat dari harga jual juga tidak jauh berbeda antara gula putih dan gula merah tradisional. Namun kalau gula putih pangsa pasarnya sangat besar dan seolah tidak terbatas, karena selama ini memang kebutuhan gula didominasi oleh gula putih.

    Berbeda dengan gula merah atau brown sugar dari tanaman palma, yang selama ini belum menjadi produk massal dunia karena keragaman produknya sangat luas dan terbuka. Nilai jualnya juga sangat beragam harganya. Seolah harga dapat diciptakan sedemikian rupa tergantung pada pemilik brand atau merek. Karena memang pangsa pasarnya juga belum luas.

    Berbeda dengan Gula dari pohon Maple. Di Negara aslinya Canada dan Amerika bagian utara, gula tersedia kebanyakan dalam bentuk cair, berupa syrup dari pohon Maple, atau sering disebut sebagai Maple Syrup. Di sana justru gula putih kalah populer dengan Maple Syrup. Gula putih yang berasal dari tebu dianggap gula tingkat rendah, yang kurang nilai gizinya. Bahkan gula putih dianggap biangnya penyakit diabetes di seluruh dunia. Oleh karena itu mereka lebih memilih Maple Syrup dari pada Gula Putih yang asalnya dari Brazil itu.

    Trend beralihnya pola konsumsi gula dari gula putih hablur ke gula berbentuk cair atau syrup sudah terjadi di luar negeri. Jepang, Korea, Eropa seperti Belanda dan Jerman juga sudah lama mengevolusi pola konsumsi gulanya. Di dalam negeri sendiri sebenarnya juga sudah lama terjadi, khususnya pada industri makanan dan minuman. Maka lambat atau cepat trend itu akan terjadi, artinya kita harus mengantisipasinya dengan penyiapan industri gula palma kita juga mengarah ke gula cair atau Sugar Palem Syrup, Coconut Sugar Syrup dll.

    Kalau dilihat potensinya sebenarnya Aren yang punya peluang besar menggantikan peran tebu sebagai bahan baku Gula atau bahan pemanis. Sebab Aren memiliki produktifitas paling hebat, paling tinggi dalam menghasilkan Gula. Dalam setiap hektarnya Aren bisa menghasilkan Gula sampai 77 ton per/tahun/hektar. Bagaimana bisa terjadi ? Uraiannya sebagai berikut :
    a. Dalam satu hektar ditanam 200 pohon Aren.
    b. Setelah 6-7 tahun dapat dipanen air nira dari sekitar 75 % populasi pohon, atau 150 pohon. Atau ada 25 % pohon yang beristirahat menghasilkan nira.
    c. Jika produksi nira rata-rata adalah 10 liter/phon/hari, maka nira yang dihasilkan adalah 10 liter/pohon x 150 pohon/ha = 1.500 liter/hektar/hari.
    d. Jika untuk membuat gula 1 kg diperlukan nira 7 liter, maka jika semua nira diolah akan menjadi gula sebanyak : 1.500 liter/ha/hari : 7 liter/kg = 214,3 kg/hektar/hari.
    e. Produktivitas Gula dari setiap hektar kebun Aren adalah :
    Setiap hari : 214,3 kg/hari;
    Setiap bulan : 6.428,6 kg/bulan;
    Setiap tahun : 77.142,8 kg/tahun; atau 77 ton/tahun.

    Keunggulan tidak hanya pada aspek produktivitas, sebagaimana hitungan di atas, tapi juga banyak keuntungan-keuntungan di aspek yang lain, yaitu :
    a. Dengan menggantikan tebu dengan Aren, maka lahan yang diperlukanlebih sedikit (seper sepuluhnya) kita sudah dapat memenuhi swasembada gula nasional.
    b. Kontinyuitas produksi pabrik berjalan sepanjang tahun, dan pabrik tidak ada masa istirahat karena bahan baku tersedia secara koninyu setiap hari sepanjang tahun. Pada Pabrik Gula berbasis Tebu biasanya hanya beroperasi selama sekitar 150 hari atau 5 bulan dalam setahun, berarti 7 tahun pabrik tidak beroperasi.
    c. Biaya investasi pembangunan pabrik gula berbasis Aren jauh lebih murah dibandingkan dengan pabrik gula berbasis tebu. Bahkan seandainya Pabrik besar belum dibangun pun, industri gula rakyat sudah bisa mengatasi masalah pengolahan bahan baku yang dihasilkan masyarakat.
    d. Lahan tanaman tebu sekarang juga sangat bersaing dengan tanaman pangan. Maka di era dimana ketahanan pangan menjadi prioritas baik karena program pemerintah, atau permintaan pasar yang terus meningkat. Maka cepat atau lambat komoditi Tebu diperkirakan akan terdesak oleh dorongan ekonomis dan politis yang semakin kuat.
    e. Beda dengan tanaman Aren yang sangat fleksibel, bisa ditanam di lahan-lahan miring, lereng lereng bukit, tepi-tepi sungai, daerah bekas hutan yang ditinggalkan, atau lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif. Maka dengan kehadiran tanaman Aren bisa menjadikan lahan lebih produktif dan berfungsi ganda sebagai penyelamat linkungan dan pencegah longsor.
    f. Dll.

    Jadi tinggal kemauan dan kesadaran politik saja yang akan merubah kebijakan industri gula nasional ini berhijrah dari yang semula berbahan baku tebu ke arah pada pabrik gula berbasis perkebunan Aren. Maka sebelum terjadi keterpaksaan dalam merubah kebijakan tersebut, sebaiknya dengan sadar para penentu kebijakan itu mengambil tongkat komando untuk secara bertahap menyiapkan lengsernya tebu dalam tahta industri pergulaan nasional. Dan segera menyiapkan segala sesuatunya untuk menyongsong perkebunan Aren yang tampil dalam tahta tertinggi industri gula nasional kita.

    Sumber : http://kebunaren.blogspot.com/2009/08/menyongsong-hadirnya-aren-dan.html

    Posted by Dian Kusumanto | 3 Februari 2012, 8:03 pm
  147. bagaimana dengan PAL ? tagihan proyek saya belum lunas sejak awal tahun 2010 ?

    Posted by Fathullah | 4 Februari 2012, 12:04 am
  148. Subhanalloh, ternyata masih banyak PR yang harus diselesaikan oleh P. Dahlan.
    Bukan manajeral asaja, tapi orang-orangnya juga. Mudah-mudahan diberi kesehatan, dan selalu mendapat petunjuk yang baik dari Alloh, Amin.

    Posted by dhieka | 4 Februari 2012, 6:16 am
  149. Pak Dahlan, you are indeed a great orchestrator!! Dgn tujuan ingin menghasilkan harmoni besar dari seluruh sumberdaya potensial bangsa; alam, manusia, modal, beliau mensinerjikan elemen2 harmoni yang dimiliki bangsa, saat ini utamanya BUMN. Dgn gesit, lincah & passionate ia bergerak kesana-kesini mempertemukan supply & demand, peluang & tantangan, si lemah & si kuat, si besar & si kecil dst utk bersinerji. Motivasi & inspirasi terus diuangkapn dr hati yg genuine & pikiran yg jernih krn tidak dibebani oleh ego utk mengedepankan kehebatan diri tetapi utk kemashalatan luas. Sudah terlalu lama bangsa kita telah terjerembab pada ego individualistis yang tidak proporsional sehingga begitu banyak pemimpin2 (mereka yang berada dalam jabatan struktural memimpin, namun sesungguhnya kurang memiliki jiwaa, sikap maupun kemampuan kepemimpinan yang sesungguhnya) berpikir & berperilaku egois & sektoral. Makanya mrk sulit skl mengambil peran strategic problem solver, sebagai Strategic HR & Orgz Culture Cosultant yang terus intes mengamati perilaku berbangsa & bernegara, egoisme yg berlebihan juga dikarenakan sdh terlalu lama kita menjadi manusia2 yang bnyk di-drive oleh tekanan luar tanpa berupaya utk membangun kekuatan diri untuk menjadi pribadi yang utuh. Untuk menjadi pemimpin yng hebat memerlukan keutuhan diri memlalui proses pemikiran ke dalam diri dan keluar secara berimbang & berkesinambungan. Seseorang baru dapat berlaku bijak dalam menciptakan harmoni & sinerji, ketika ia sdh mantab dengan dirinya, sudah tahu betul hakekat diri sebagai mahluk Tuhan yang dilahirkan untuk memakmurkan bumi. Harapan tulus saya kepada Pak Dahlan utk terus mejadi great orchestrator sekaligus mengembangkan orchestrator2 yang sesungguhnya bangsa kita memiliki potensi besar. Hidup Indonesia!

    Posted by Tini Moeis | 4 Februari 2012, 1:12 pm
    • wah akhirnya bisa juga baca komen nya ibu Tini. selain Ulasan Pak Dahlan komen seperti ini yang banyak memberikan pelajaran bagaimana kita bijak dalam menyikapi masalah. salam kenal ibu……

      Posted by syaif | 4 Februari 2012, 8:04 pm
      • Pak Saif, ada permasalahan mendasar bangsa kita yg sdh terlalu lama meninggalkan pembangunan manusia, melulu fokus pd pembangunan fisik & material sehingga banyak anggota masyarakat menjadi kurang memahami diri sendiri, apa lagi orang lain & kehilangan visi & makna kehidupan. Semoga kita bukan tergolong orang2 yg demikian, melainkan bisa bermanfaat & bermakna utk bangsa. Wassalam

        Posted by Tini Moeis | 4 Februari 2012, 11:30 pm
  150. tidak perlu 100 orang pekerja dan pemikir seperti Bung DI, cukup 10 saja + KPK yang berani saya yakin Indonesia bisa menjadi baik

    Posted by ida | 4 Februari 2012, 2:03 pm
  151. sy tdk setuju pak DIS kelak jadi RI 1 , krn akan terbatas pola kerjanya , biarkan beliau berkiprah seperti sekarang. Mengapa? krn sy ngeman beliau biar tdk terlalu berat pikirannya oleh masalah politik shg kesehatan akan lebih terjaga dan tdk stres di dorong politik dr kanan kiri yg belum tentu kebenarannya

    Posted by tutiono | 4 Februari 2012, 9:39 pm
  152. Mantap! Tulisan ini bener2 inspiratif dan menambah wawasan.. Semoga BUMN cepat sembuh dari sakit kerasnya ya.. Selamat bekerja Pak Dis dan direksi2.. Tuhan memberkati! :)

    Posted by Ruth | 4 Februari 2012, 11:11 pm
  153. Kami menyayangimu pak dahlan,,, tapi anda tidak terlihat seperti orang tua,,,,
    Hehehehe,,,,,

    Semmaaangaaaaatttt………………………………

    Posted by Noto Aksoro | 5 Februari 2012, 4:16 am
  154. Saya salut sama kerja keras bapak…
    sebagai mahasiwa saya menilai bapak adalah satu diantara sekian banyak bejabat yang sangat ulet dan bersemangat dengan sungguh2 untuk membangun bangsa ini.. Saya harap semoga kekuatan dan ketabahan selalu bersama bapak serta semoga bapak tidak terjebak oleh permainan2 politik dari pihak2 yang tidak menyukai gaya dan karakter bapak yang begitu merakyat……… :D

    Posted by aci | 5 Februari 2012, 10:37 am
  155. Saya salut dengan perjuangan bapak memang BUMN khususnya Pabrik Gula sudah tidak sejaya pada jamnnya dulu. kalau saja bapak Dahlan Iskan berkenan untuk datang menginspeksi ke beberapa pabrik gula, mungkin bapak akan miris melihat keadaannya. beberapa pabrik gula yang sudah tutup bahkan sudah tidak terawat sekali, besi-besi hilang,padahal besi-besi tersebut merupakan aset bagi perusahaan. tidak hanya tersebut perumahan-perumahan banyak yang tidak terawat. Produksi gula tahun lalu juga mengalami penurunan dan akibatnya mengalami kerugian bertriliun-triliun. hal ini jua disebabkan berkurangnya lahan. Kurang lebih 7 tahun yang lalu, ketika saya melewati jalanan di daerah saya masih terlihat tanaman tebu di kanan-kiri jalan. tetapi sekarang,..sudah sangat jarang sekali terlihattebu diganti padi,lombok dan jagung. mungkin ada krisis kepercayaan dari para petani. ditambah lagi sekarang banyak tebu impor..lalu bagaimana nasib pabrik gula dan petani tebu.

    semoga pertemuan hari ini dengan para direksi hari ini berlangsung dengan baik dan bapak dahlan iskan selalu diberi kemudahan dalam menjalankan tugas bapak amin :)

    Posted by meme santoso | 5 Februari 2012, 2:36 pm
  156. semoga di negeri ini semakin banyak pemimpin yang nyata mau berjuang untuk bangsa ini seperti bapak Dahlan Iskan, dengan ide2 kreatifnya untuk memajukan bangsa, ga hanya pemimpin yang ribut demi kepentingan kelompok dan golongannya saja.

    Posted by ulyah | 5 Februari 2012, 8:14 pm
  157. yang mmemimpin bumn memang harus yang berjiwa wiraswsta, yaitu orang yang gigih mau memajukan usahanya, bukan mencari gaji besar dengan tidak ada tanggung jawabnya. Probo Sutejo pernah mengatakan ” apa susahnya memimpin bumn” Klau begitu menjadi dirut BUMN itu hanya ingin menjadi Pegawai bukan menjadi Pengusaha.

    Posted by Hudaibi | 6 Februari 2012, 2:28 pm
  158. Tutup aja pak jkt loyd nya (dipailitkan) dan bentuk perusahaan baru utk menampung karyawanya

    Posted by luqman joyo kartono | 7 Februari 2012, 8:27 pm
  159. Assalam-Mualaikum Pak Dahlan…Semoga Allah memberikan kesehatan, kekuatan dan ketabahan dan panjang umur dalam mengabdi kepada Tanah Air yang bernama Indonesia ini. dan perlu ditiru oleh generasi selanjutnya.

    Posted by Alfiandi | 9 Februari 2012, 5:36 pm
  160. Assalamualaiku wr wb….

    Pak Dahlan Iskan yg terhormat…
    Saya salah satu karyawan PT. Djakarta Lloyd sejak tahun 1998…sampai saat ini PT.DL mati suri karna tdk ada kejelasan, saya sudah capek pak dengan semua ini karna sudah 13 bln tdk di gaji!
    Kami butuh kepastian dari bpk….mau dibawa kemana PT. DL? Anak kami butuh mkn pak, butuh biaya sekolah dan butuh yg lainnya, karyawan/ti sudah tidak bsa menafkahi keluarganya, diusir dri kontrakan bahkan sudah ada yg bercerai akibat tidak ada penghasilan! Saya tahu bahwa bpk orangnya arif dan bijaksana…untuk itu kami butuh bantuan bpk untuk menyelesaikan permasalahan PT.DL…kami ingin pesangon aja pak sesuai ketentuan yg berlaku biar tidak pusing memikirkan PT.DL.
    Saya sangat berharap sekali bantuan bpk untuk menangani permasalahan PT. Djakarta Lloyd…semoga bpk dapat memperhatikan nasib kami karyawan/ti PT.DL, dan semoga bpk mendapatkan keberkahan dan ke ridhoan dri ALLAH SWT…amiiin

    Wassalamualikum wr.wb.

    Posted by Deddy S | 9 Februari 2012, 9:38 pm
  161. baca catatan pak dahlan bagai mengikuti film yang jalan ceritanya hidup dan bikin penasaran.. salute.

    Posted by wirosembodo | 10 Februari 2012, 3:35 am
  162. Banyak motivator di negeri ini,tp sedikit yg bisa mjd inspirator… Pak DI punya kedua2 nya….

    Posted by Aidil Adha | 11 Februari 2012, 9:14 pm
  163. Djakarta Lloyd di delete aja(dipailitkan).. yang dipelihara Bahtera. Jadi BUMN pelayaran cukup satu tapi gede.

    Posted by rachmad | 12 Februari 2012, 7:51 pm
  164. kalaulah separuh saja yang ngurus negeri ini seperti pak dahlan, insya Allah aman keadaan

    Posted by sudirman | 16 Februari 2012, 1:10 pm
  165. Aslkm wr wb?

    Smg selalu sehat dan semakin bernafsu membuat perubahan yg renyah pak!

    Setelah saya baca buku
    “CEO NOTE” saya menjadi lebih kenal dan merasa dekat dengan bapak Menteri.

    Jujur apa adanya, kadang emosional, dan nyleneh yg intelek merupakan refreshing bagi saya.

    Gaya bahasanya juga saya sangat suka banget pak.

    Aplg yg disini “saya menghampiri pendemo dan mengatakan kalau posternya terbalik”

    sumprit kocak abis pak.

    “direktur D’Loyd dengan bakat kurusnya”

    ada2 saja pak.

    *dengan pemimpin ngeblog maka akan lebih dekat dengan masyarakat.

    Kami merindukan pemimpin yang idealis, tidak maruk harta dan jabatan, dan berkiblat pada perubahan.

    Semoga Alloh SWT menjaga bapak dr sakit n bahaya didunia maupun diakhirat.

    Amien?

    Sekali lagi terima kasih atas harapan baru untuk bangsa ini yang telah bapak berikan.

    Wassalamu’alaikum wr wb?

    Posted by Rido Sandi Atmanto | 18 Februari 2012, 3:12 pm
  166. Bung DIS !!!,
    Anda satu-2 nya alasan saya tidak jadi membeci para pejabat (setidaknya cukup anda saja yang tidak saya bentji) karena hedonis dan haus kekuasaanya!

    Posted by Enceps | 20 Februari 2012, 4:49 pm
  167. Komentar saya ttg Kartu e-Toll Pass
    e-Toll Pas merupakan salah satu solusi kemacetan di Jakarta, membuat transaksi di tol lebih praktis, juga bisa jadi pemasukan besar bagi Bank Mandiri. Saya melihat upaya dari Bank Mandiri utk meningkatkan penjualan e-Toll Pass ini sudah lumayan baik namun tidak efisien dan juga tidak berhasil.
    Masyarakat kita masih belum siap, masih ragu dan juga takut menggunakan e-Toll Pass krn memang banyak yg belum tau tata cara pemakaiannya. Mulai dari pembelian, pengisian dan penggunaannya.
    Saran saya utk meningkatkan penjualan e-Toll Pass ini cukup di pasang spanduk di tiap gerbang tol yang berbunyi :

    “Mulai tanggal 1 April 2012, setengah gerbang tol ini hanya melayani pembayaran dengan e-Toll Pass”

    Masyarakat kita tipe masyarakat yg harus agak sedikit dipaksa.
    tentunya dibarengi dengan iklan via Televisi ttg tata cara penggunaan e-Toll Pass (memang butuh modal besar tapi hasil yang maksimal.
    Mudah2han tulisan ini sampai ke Dirut Bank Mandiri.

    Posted by Putra Pratama | 21 Februari 2012, 3:36 pm
  168. ya menurut saya bisa dicoba aja karena sapa tau dengan adanya e-Toll Pass bisa mengguranggi kemacetan di negara jkita ini

    Posted by godbless | 23 Februari 2012, 2:49 pm
  169. Melihat jutaan masalah di BUMN, kita sepantasnya menghargai apa yang telah di lakukan oleh Pak DI…..(kira-kira siapa yang sanggup menyelesaikan BUMN yaa) kalau bukan Pak DI???? Semoga Pak DI dalam lindunganNYa dan selalu diberi kesehatan. Amin

    Posted by Andri | 4 Maret 2012, 2:57 pm
  170. wah,,,knapa ya saya baru nemu blog ini…ga kemaren-kemaren…hehehe
    smangattt terus pak dahlan,,,tuntaskan dahulu masalah ekonomi di negeri ini melalui reformasi BUMN,
    klau bisa jangan jadi RI 1 dulu,,,
    ekonomi di Indonesia kompleks masalahnya, banyak juga aparat bermental ke***** yang memanfaatkan sektor swasta buat mengeruk keuntungan,
    GOOD IS THE ENEMY OF THE GREAT
    maju terus pak Dahlan……

    Posted by ichsan dyant | 14 Maret 2012, 2:36 pm
  171. Miris banget Pak.. melihat perusahaan pelayaran nasional kita, kebenaran saya sedang mengumpulkan data tentang informasi perusahaan pelayaran yang ada di Indonesia, terlihat jelas perusahaan pelayaran milik BUMN tidak terlihat sama sekali ke-profesionalannya, contoh kecil Pak, dari alamat email saja sudah jelas untuk kontaknya perusahaan pelayaran kecil milik asing sudah menggunakan alamat email dengan alamat domain perusahaan mereka, tapi coba bapak jalan-jalan ke situs Bahtera Adhiguna saja Pak, untuk kontak email masih menggunakan akun email gratisan di ya*oo.com, ya*oo.co.id, ho*mail.com.

    Posted by Info Pelayaran | 16 April 2012, 1:00 am
  172. Reblogged this on Indahnya berbagi,,,,,.

    Posted by taufikruna | 19 Juni 2012, 9:37 pm
  173. Mari teman-teman semua, ikuti pepatah jawa “mikul dhuwur mendhem jero”, artinya kalau ada yang jelek dimasa lalu ya sudahlah, itu semua sudah kehendak yang Allah swt, jangan menjelek-jelekkan, sama saja kita-kita ini dengan mereka, ayo songsong masa depan bersama pak Dahlan………….insya Allah

    Posted by Alba | 20 Juni 2012, 1:04 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: dahlan iskan: yang tidak akan selesai dengan keluhan dan gerojokan | his randomness - 31 Januari 2012

  2. Ping-balik: YANG TIDAK AKAN SELESAI DENGAN KELUHAN DAN GEROJOKAN « Pabrik Gula Semboro - 4 Februari 2012

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.831 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: