pramudyaputrautama

Arsip untuk Juli, 2009

Gaya Kepemimpinan Tenang, Dunia Usaha Senang

In Catatan Dahlan Iskan on 27 Juli 2009 at 7:00 am

Senin, 27 Juli 2009
Gaya Kepemimpinan Tenang, Dunia Usaha Senang

Presiden baru sudah resmi terpilih. Gaya kepemimpinannya pun sudah lama kita tahu. Kalau toh masih ada pertanyaan: mungkinkah gaya asli SBY itu akan berubah? Kemungkinan pertama: tidak berubah. Itu bukan lagi sekadar gaya, tapi sudah karakternya. Bisa jadi SBY berpendapat bahwa apa yang dia miliki itu sudah benar. Untuk apa lagi harus berubah. Buktinya, rakyat menyenangi dan memilihnya.

Kemungkinan kedua: SBY berubah. Gencarnya kampanye JK yang mencitrakan SBY itu lambat dan peragu mungkin saja dia renungkan dalam-dalam dan siapa tahu kemudian dia diam-diam setuju bahwa negeri ini memerlukan percepatan pembangunan. Tapi, kemungkinan ini sangat kecil terjadi, mengingat dia sendiri selalu mengatakan untuk apa cepat tapi keliru. Ingat reaksi dia yang sangat cepat setelah meletusnya bom JW Marriott dan Ritz-Carlton?

Walhasil, kita sudah bisa menarik kesimpulan bahwa kita akan memasuki situasi lima tahun ke depan kurang lebih sama dengan apa yang sudah kita alami selama ini. Ini ada baiknya juga agar kita tidak perlu terkaget-kaget menghadapi perubahan. Read the rest of this entry »

Berharap U Hanya Dapat L?

In Catatan Dahlan Iskan on 16 Juli 2009 at 7:00 am

Kamis, 16 Juli 2009
Berharap U Hanya Dapat L?

Semester 2009 sudah lewat. Kesimpulannya jelas: skenario “U” dalam upaya pemulihan ekonomi tidak terjadi. Ketika negara-negara maju di seluruh dunia menggenjot stimulus ekonomi dengan dana yang luar biasa besar, dunia berharap perkembangan ekonomi akan mirip huruf “U”. Yakni, terjun ke bawah dengan sangat tajam, tapi segera naik lagi, pulih seperti sedia kala. Huruf “U” itu diharapkan mulai terlihat bentuknya di akhir semester I, 30 Juni 2009 lalu.

Kini para ahli sudah tidak berharap lagi akan mendapatkan “U”. Tiongkok sudah segera merumuskan strategi ekonomi yang lebih baru pada Juli ini. Langkah cepat dilakukan Tiongkok setelah melihat bahwa tidak ada tanda-tanda kenaikan permintaan dari Amerika Serikat. Tiongkok, yang tahun lalu memompa stimulus untuk proyek-proyek dalam negeri, kini lebih mempertajam pengembangan ekonomi domestik. Jumlah penduduknya yang seperlima penduduk dunia dalam masa krisis ini bisa menjadi kekuatan pasar untuk industri dalam negerinya. Read the rest of this entry »