pramudyaputrautama

Arsip untuk April, 2009

SBY-JK; Memuaskan dan Tidak Memuaskan

In Catatan Dahlan Iskan on 25 April 2009 at 7:00 am

Sabtu, 25 April 2009

SBY-JK; Memuaskan dan Tidak Memuaskan

Pasangan SBY-JK sebenarnya tetaplah yang terbaik. Bahkan, terbaik dalam sejarah hubungan presiden dan wakil presiden kita. Memang ada sedikit kesan negatif, yaitu kurang kompak. Tapi, juga muncul banyak kesan positif, yaitu citra berjalannya saling kontrol dan saling mengisi.

Intinya, pemerintahan selama lima tahun ini terbukti bisa berjalan sangat stabil. Bukan stabil-beku, tapi stabil dinamis -yang antara lain lahir dari kekurangkompakan itu. Hubungan SBY-JK boleh dikata ibarat hubungan dua orang yang sama-sama dewasa.

Mungkin, memang ada beberapa program yang kurang berjalan karena kesan kurang kompak itu. Tapi, juga banyak program yang berjalan lebih baik karena proses saling isi itu. Masyarakat nasional dan internasional sudah terbiasa dengan apa yang berjalan stabil-dinamis selama lima tahun terakhir. Read the rest of this entry »

Bernostalgia dengan Foto-Foto Hitam Putih Bung Karno

In Catatan Dahlan Iskan, Mencoba Hotel "Kempinski"Indonesia yang Baru on 3 April 2009 at 7:00 am

Jum’at, 03 April 2009 , 06:26:00

Mencoba Hotel ‘Kempinski’ Indonesia yang Baru (3-Habis)

Bernostalgia dengan Foto-Foto Hitam Putih Bung Karno

Usai mandi, saya ingin turun ke lobi. Teman saya sudah menunggu di lobi Hotel Kempinski Indonesia (d/h Hotel Indonesia) ini. Begitu keluar kamar, saya kembali terpikir bagaimana bisa membuat koridor ini lebih nyaman. Saya pun menyusuri koridor itu dengan perhatian penuh ke jendela-jendela tipuan yang terbuat dari kaca itu.

Sampai tiba di lift terdekat, tetap saja tidak keluar ide bagaimana membuat koridor itu terasa lebih lapang. Saya langsung masuk ke salah satu dari dua lift yang berjajar di situ. Lalu saya pencet tombol “L” yang dugaan saya pasti singkatan dari lobby. Eh, ternyata bukan. Tiba di lantai itu saya tidak mendapatkan lobby.

Saya naik kembali ke lantai enam. Keluar dari lift saya perhatikan tanda-tanda, jangan-jangan saya salah memilih lift. Logika saya mestinya tidak salah. Semua orang, menurut akal sehat, tentu akan selalu mencari lift terdekat. Maka itulah lift terdekat. Jadi, akal saya sebenarnya masih sehat. Apalagi, tidak ada petunjuk sama sekali bahwa penghuni tidak boleh menggunakan lift terdekat itu. Read the rest of this entry »

Kamar Bersih dan Nyaman, Sayang Sulit Buang Kulit Pisang

In Catatan Dahlan Iskan, Mencoba Hotel "Kempinski"Indonesia yang Baru on 2 April 2009 at 7:00 am

Kamis, 02 April 2009

Mencoba Hotel “Kempinski”Indonesia yang Baru (2)

Kamar Bersih dan Nyaman, Sayang Sulit Buang Kulit Pisang

Begitu masuk kamar, bau cat masih terasa. Tidak apa-apa. Memang Hotel Kempinski Indonesia ini (d/h Hotel Indonesia) masih belum genap satu bulan. Semuanya masih serba baru.

Begitu membuka pintu saya langsung terpana oleh lantainya yang kinclong. Seirama dengan hal-hal yang serba kaca di luarnya. Lantai kamar yang terbuat dari kayu itu juga sangat menyenangkan. Di samping nyaman, kesannya juga sangat bersih. Apalagi di sekitar ranjang dilapisi karpet. Saya suka lantai kamar seperti ini. TV-setnya juga sangat besar. Meja dan kursi kerjanya juga simple dan enak. Patung-patung kecil putih yang menjadi hiasan di kamar itu juga cocok sekali.

Tapi adanya dua lampu di samping tempat tidur itu terasa berlebihan. Di sisi kiri ada lampu duduk yang besar sekali, tapi masih juga ada lampu baca yang tangkai besinya terasa amat panjang. Di sisi kanan juga sama. Jadi, ada empat lampu di sisi ranjang. Apalagi lampu duduknya besar sekali. Begitu besarnya lampu duduk itu sampai menutup hiasan grafis (gambar beca susun dua) yang ditempelkan di dinding. Menurut saya lampu baca saja sebenarnya sudah cukup. Meja kecil di samping ranjang itu bisa digunakan untuk menaruh koran, majalah, kacamata atau barang-barang pribadi lainnya yang biasanya harus dilepas sebelum tidur. Read the rest of this entry »

Berdesain Minimalis dengan Dominasi Bahan Kaca

In Catatan Dahlan Iskan, Mencoba Hotel "Kempinski"Indonesia yang Baru on 1 April 2009 at 7:00 am

Rabu, 01 April 2009

Dahlan Iskan: Mencoba Hotel ”Kempinski” Indonesia yang Baru (1)

Berdesain Minimalis dengan Dominasi Bahan Kaca

Saya suka mencoba hotel baru. Termasuk ketika Hotel Indonesia dibuka kembali dengan nama baru: Kempinski Indonesia. Namanya saja mencoba, saya siap dengan dua kemungkinan: kekurangan dan kelebihan.

Saya tidak akan komplain kalau saja menemukan kekurangan. Saya sendiri yang sudah mendirikan begitu banyak surat kabar (100 lebih?), juga selalu mengecewakan pembaca setiap kali surat kabar baru itu mulai terbit. Lama-lama kekurangan itu dikoreksi dan akhirnya menjadi baik. Demikian juga ketika kami membuka usaha gedung perkantoran, pabrik kertas, dan PLTU. Di awal-awalnya selalu saja banyak kekurangan.

Kemungkinan kedua, saya akan langsung mengaguminya. Siapa tahu kehebatan hotel ini sama dengan mall Grand Indonesia yang lebih dulu dibuka. Toh hotel ini bukan saja menjadi bagian dari kompleks Grand Indonesia yang megah itu, pemiliknya pun sama: kelompok Djarum. Apalagi ada nama Kempinski di situ. Inilah jaringan hotel dari Jepang yang sudah sangat terkenal reputasinya. Saya juga sudah sering menginap di berbagai Hotel Kempinski di banyak negara. Saya sudah tahu standar dan reputasinya. Read the rest of this entry »