pramudyaputrautama

Arsip untuk Oktober, 2008

Semua dalam Posisi Memegang Benang

In Catatan Dahlan Iskan on 28 Oktober 2008 at 7:00 am

Selasa, 28 Oktober 2008

Dahlan Iskan : Semua dalam Posisi Memegang Benang

Terlalu banyak pertanyaan seperti ini: Di saat Amerika Serikat dilanda krisis yang hebat seperti ini, mengapa dolarnya justru menguat? Mengapa harga emas justru merosot? Bukankah dalam suasana krisis mestinya harga emas naik? Read the rest of this entry »

Kapan Harga BBM Harus Turun

In Catatan Dahlan Iskan on 27 Oktober 2008 at 7:00 am

Senin, 27 Oktober 2008

Dahlan Iskan : Kapan Harga BBM Harus Turun

Sudah pasti harga bahan bakar minyak (BBM) harus turun. Persoalannya tinggal kapan waktu yang terbaik.

Tapi, ada yang lebih mendasar dari itu. Bisakah mementum BBM ini dimanfaatkan ”untuk nyalip di tikungan” dalam krisis global ini. Read the rest of this entry »

Definisi Uang yang Kian Panjang

In Catatan Dahlan Iskan on 18 Oktober 2008 at 7:00 am

Sabtu, 18 Oktober 2008
Dahlan Iskan: Definisi Uang yang Kian Panjang

Apakah uang?
Menurut orang biasa seperti saya, definisi itu sederhana sekali: uang adalah alat pembayaran untuk membeli barang atau mendapatkan jasa. Titik.

Tapi, di mata orang-orang tertentu, definisi uang seperti itu tidak cukup. Harus ditambah sesuai dengan kepentingan masing-masing Read the rest of this entry »

Dahlan Iskan : Mengapa Tidak Langsung Bangkit

In Catatan Dahlan Iskan on 16 Oktober 2008 at 7:00 am

Kamis, 16 Oktober 2008
Dahlan Iskan : Mengapa Tidak Langsung Bangkit

Ketika sepak bola Inggris kalah di Piala Dunia tahun lalu, siapa yang harus disalahkan?

”Margaret Thatcher!” teriak seorang politikus di sana.

Lho, apa hubungan sepak bola dengan wanita yang sudah sangat tua itu? Read the rest of this entry »

Dahlan Iskan : Benar-Benar Senin yang Melegakan

In Catatan Dahlan Iskan on 14 Oktober 2008 at 7:00 am

Selasa, 14 Oktober 2008
Dahlan Iskan : Benar-Benar Senin yang Melegakan

Dua jam kemarin pagi adalah dua jam yang paling menegangkan bagi siapa pun yang tidak menginginkan Indonesia terseret dalam krisis keuangan dunia. Senin kemarin menjadi hari yang penuh harap-harap cemas, karena merupakan hari kerja pertama setelah libur lima hari (bagi bursa saham) dan libur dua hari bagi bank nasional. Read the rest of this entry »

Cito! Cepat Selamatkan Dulu Bank!

In Catatan Dahlan Iskan on 11 Oktober 2008 at 7:00 am

Sabtu, 11 Oktober 2008
Cito! Cepat Selamatkan Dulu Bank!
Oleh Dahlan Iskan

Tujuh negara industri terbesar dunia berkumpul hari ini untuk mencari jalan keluar dari krisis moneter yang gawat ini. Tapi, para ahli sangat pesimistis mereka bisa menemukan jalan itu. Sudah begitu banyak masing-masing pemerintah menciptakan paket penyelamatan. Semuanya tidak bisa meredam kemerosotan pasar modal. Read the rest of this entry »

Saatnya Indonesia Nyalip di Tikungan

In Catatan Dahlan Iskan on 10 Oktober 2008 at 7:00 am

Jum’at, 10 Oktober 2008 , 07:06:00
Saatnya Indonesia Nyalip di Tikungan
Catatan Dahlan Iskan

Tepat sekali langkah pemerintah Indonesia menghentikan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia kemarin. Terlambat sedikit kita bisa lebih kacau. Inilah saatnya kita mendahulukan nasib bangsa sendiri. Kita tahu, perusahaan asing lagi perlu uang untuk menutup lubang mereka yang dalam di negeri masing-masing. Karena itu mereka perlu uang cepat. Salah satu caranya adalah menjual apa saja yang dimilikinya, termasuk yang di Indonesia. Dan yang paling cepat bisa dijual adalah saham di bursa. Read the rest of this entry »

Sebuah Kuburan Keruwetan

In Catatan Dahlan Iskan on 10 Oktober 2008 at 6:59 am

Jumat, 10 Oktober 2008

Sebuah Kuburan Keruwetan
Catatan Dahlan Iskan

Di kuburan besar itu tidak ada penjelasan siapa yang dimakamkan rame-rame di situ. Di tiap batu nisannya hanya tertulis kata-kata begini: penyebab kematiannya adalah keruwetan.

Oh…, tidak sulit menebak kuburan siapa gerangan itu: Lehman Brothers dan kawan-kawan! Read the rest of this entry »

Lantaran Reruntuhan Wall Street Menimpa Main Street

In Catatan Dahlan Iskan on 6 Oktober 2008 at 7:00 am

Senin, 06 Oktober 2008
Lantaran Reruntuhan Wall Street Menimpa Main Street
Catatan Dahlan Iskan

Seberapa besarkah krisis keuangan di Amerika itu sehingga negara tersebut sampai harus ”musyrik” dari agama kapitalisme dengan cara menyuntikkan dana negara USD 700 miliar? Bahkan sampai mau menelan ludah sendiri dengan cara melakukan ”nasionalisasi”? Read the rest of this entry »