Catatan Dahlan Iskan, Dahlan Iskan, Tiongkok
In Sisi Susah Dua Perusahaan yang sangat sukses di Tiongkok on 26 Juni 2007 at 7:00 am
26 Juni 2007
Si Wanita Pedang yang Diserbu Jurus Serangan Pajak
Sisi Susah Dua Perusahaan yang Sangat Sukses di Tiongkok (2)
Tiongkok,- Catatan: Dahlan Iskan
Untuk memiliki rumah yang lagi ditawarkan di Shanghai ini, Anda harus punya uang sedikitnya Rp 40 miliar. Dan kalau itu satu-satunya uang Anda, maka ketika tinggal di rumah baru yang mewah itu nanti, Anda hanya akan bisa makan mi rebus seumur hidup Anda. Sebab, harga rumah yang ditawarkan tersebut Rp 39 miliar. Belum biaya lain-lain. Dari mana lagi Anda bisa membeli makanan yang lebih mahal daripada mi rebus?
Read the rest of this entry »
Catatan Dahlan Iskan, Dahlan Iskan, Tiongkok
In Sisi Susah Dua Perusahaan yang sangat sukses di Tiongkok on 25 Juni 2007 at 7:00 am
25 Juni 2007
Wahaha Berhenti Hahaha karena Partner Raksasa
Sisi Susah Dua Perusahaan yang Sangat Sukses di Tiongkok (1)
Catatan: Dahlan Iskan
Tiongkok,- Wahaha dalam bahasa Mandarin tidak ada artinya. Itu adalah suara anak-anak yang sedang tertawa terbahak-bahak. Kata itulah yang dipakai Zong Qinghou untuk merek minuman anak-anak, ketika pada 1980-an Zong mulai merintis usaha kecil-kecilan.
Read the rest of this entry »
Berkelana ke Dandong "Merauke"-nya Tiongkok di Perbatas, Catatan Dahlan Iskan, Dahlan Iskan, Tiongkok
In Berkelana ke Dandong on 8 Juni 2007 at 7:00 am
08 Juni 2007
Sinuiju Tak Kunjung Berubah Jadi Shenzhen Kedua
Berkelana ke Dandong, “Merauke”-nya Tiongkok di Perbatasan Korea Utara (2)
Hanya dipisahkan Sungai Yalu, perbedaan kota Dandong di Tiongkok dan Sinuiju di Korea Utara seperti bumi dan langit. Mengapa negeri yang dipimpin Kim Jong-il itu belum berhasil menerapkan komunisme tiga kaki seperti yang dilakukan Tiongkok?
Catatan:
DAHLAN ISKAN
Meski sudah pukul tujuh malam saya tiba di Dandong, matahari masih tinggi. Di musim seperti ini, di belahan bumi bagian utara, siang memang lebih panjang. Saya tahu banyak hotel bintang empat atau lima di ibu kota kabupaten ini. Tapi, saya ingin pilih tinggal di hotel yang menghadap ke Sungai Yalu. Kalau bisa di lantai 15 ke atas. Dari dalam kamar, saya bisa melihat daratan Korea Utara yang berada hanya di seberang sungai.
Read the rest of this entry »
Berkelana ke Dandong ’’Merauke”-nya Tiongkok di P, Catatan Dahlan Iskan, Dahlan Iskan, Tiongkok
In Berkelana ke Dandong on 7 Juni 2007 at 7:00 am
7 Juni 2007
Naik Mobil Omprengan, Tak Pernah Nyalip dan Disalip
Berkelana ke Dandong, ’’Merauke”-nya Tiongkok di Perbatasan Korea Utara (1)
Jaringan jalan tol di Tiongkok sudah meluas sampai ke pelosok. Bahkan, untuk menuju ke kota di ujung timur yang berbatasan dengan Korea Utara, perjalanan darat lewat jalan bebas hambatan pun terasa nyaman.
Catatan: DAHLAN ISKAN
Saya baru saja ke ’’Merauke”-nya Tiongkok. Yakni ke kota Dandong, ibu kota kabupaten yang berada di perbatasan dengan Korea Utara. Saya sudah pergi ke lima kota di Papua, tapi belum pernah ke Merauke. Jadi, tidak bisa membandingkan antara Dandong dan kota paling timur Indonesia itu. Read the rest of this entry »
Catatan Dahlan Iskan untuk Penganugerahan Otonomi Award, Dahlan Iskan
In Penganugerahan Otonomi Award on 6 Juni 2007 at 7:00 am
06 Juni 2007
Ketika Tak Ada Lagi Proyek Besar
Catatan Dahlan Iskan untuk Penganugerahan Otonomi Award 7 Juni 2007 (2-Habis)
Tidak ada lagi proyek besar di daerah! Itulah salah satu temuan The Jawa Pos Institut of Pro-otonomi (JPIP) tahun ini. Saya kira ini satu kemajuan. Terutama setelah dilihat bahwa yang dimaksud proyek besar selama ini adalah proyek yang tidak ada hubungannya dengan perbaikan ekonomi daerah. Misalnya, proyek “Paris”-nya Kediri atau juga GOR-nya Magetan. Atau gedung perpustakaan Bung Karno di Kota Blitar yang menelan biaya sampai sekitar Rp 40 miliar. “Paris” penting. GOR penting. Gedung perpustakaan juga penting. Tapi, bukan sekarang waktunya. Apalagi, seperti perpustakaan itu, ternyata memang hanya gedungnya yang diperhatikan. Isinya tidak.
Read the rest of this entry »
Catatan Dahlan Iskan untuk Penganugerahan Otonomi Award, Dahlan Iskan
In Penganugerahan Otonomi Award on 5 Juni 2007 at 7:00 am
5 Juni 2007
Birokrasi Tak Efisien, Parpol Ketinggalan Kereta
Catatan Dahlan Iskan untuk Penganugerahan Otonomi Award 7 Juni 2007 (1)
Dulu kita membayangkan, setelah ada otonomi, orang daerah akan dengan penuh inisiatif memikirkan kemajuan daerah masing-masing. Pimpinan daerah menjadi sangat bergairah karena merasa tidak lagi terbelenggu oleh pusat. Masyarakat juga menjadi sangat cerdas ketika harus memilih pemimpin mereka.
Kita bayangkan, yang terpilih jadi bupati atau wali kota adalah yang terbaik saja. DPRD-nya juga kita bayangkan terus memikirkan nasib rakyat yang mereka wakili. Daerah satu dengan daerah lain kita bayangkan berlomba untuk menjadi yang paling maju. Daerah yang satu akan bersinergi dengan daerah di sebelahnya untuk mengatasi masalah bersama.
Read the rest of this entry »