pramudyaputrautama

Arsip untuk Mei, 2007

Dulu Dikenal karena Nama, Kini Terkenal karena Kaya

In Kisah Debu Menuju Kota Seratus Juta Yuan on 27 Mei 2007 at 7:00 am

27 Mei 2007

Dulu Dikenal karena Nama, Kini Terkenal karena Kaya
Kisah Debu Menuju Kota Seratus Juta Yuan (2-Habis)

Tiongkok,- Bukan hanya debu yang mengembara dari Ningxia. Orang-orangnya juga “mengalir” ke mana-mana. Meski jumlah total orang Hui hanya sembilan juta, komunitasnya ada di kota mana pun di Tiongkok.

Catatan Dahlan Iskan dari Tiongkok

Beda dengan suku minoritas Uygur yang juga Islam, suku Hui sulit dibedakan dengan suku Han yang menjadi mayoritas di Tiongkok. Kalau Hui mayoritas tinggal di Ningxia, Uygur tinggal di Xinjiang, sebelah baratnya.

Wajah orang Hui, sosok badannya, dan bicaranya tak ubahnya orang Han. Apalagi, kalau mereka sedang tidak mengenakan identitas Hui yang khas itu: Topi putih di ubun-ubun.
Read the rest of this entry »

Tertutup Lumpur, Kota Kaifeng Sekarang Lapis Tiga

In Kisah Debu Menuju Kota Seratus Juta Yuan on 26 Mei 2007 at 7:00 am

26 Mei 2007

Tertutup Lumpur, Kota Kaifeng Sekarang Lapis Tiga
Kisah Debu Menuju Kota Seratus Juta Yuan (1)

Tiongkok,- Debu bisa terbang ke mana-mana, ikut pergi ke mana pun angin membawa. Debu juga bisa membawa perubahan, memberi makna di balik penderitaan.

Catatan Dahlan Iskan dari Tiongkok

Bulan Mei seperti ini perabot rumah harus sering dilap. Mobil tak perlu dicuci karena sebentar lagi juga akan berdebu. Itulah debu amat lembut kiriman dari Gurun Gobi. Yakni dari wilayah Mongolia atau Ningxia yang baru saya kunjungi.

Gurun Gobi, salah satu gurun terkenal di dunia setelah Sahara di Afrika, memang sering membuat warga Beijing, Tianjin, dan sekitarnya lebih sering bersin.
Read the rest of this entry »

Partai Komunis Kalah Pamor oleh Partai Uang

In Perjalanan di Sekitar Libur Emas Tiongkok on 19 Mei 2007 at 7:00 am

20 Mei 2007
Partai Komunis Kalah Pamor oleh Partai Uang
Perjalanan di Sekitar Libur Emas Tiongkok (4-Habis)

Tiongkok siap bertarung pada ajang teknologi ramah lingkungan. Menteri ilmu pengetahuan dan teknologi yang baru, Wan Gang, menjadi andalan. Dia adalah menteri pertama yang bukan anggota partai komunis.

Catatan Dahlan Iskan

Pergantian menteri juga terjadi di Tiongkok dua pekan lalu. Hanya, latar belakangnya yang berbeda. Empat menteri yang diganti bukan karena tidak mampu. Melainkan umurnya sudah memasuki 65 tahun. Di Tiongkok memang ada aturan, untuk pejabat tingkat menteri, umurnya maksimal 65 tahun.

Di antara empat menteri baru tersebut, ada seorang yang paling menarik perhatian. Dia adalah Wan Gang, menteri ilmu pengetahuan dan teknologi. Dialah orang pertama yang bukan anggota partai komunis yang menjadi menteri.
Read the rest of this entry »

Menunggu Pesawat Pribadi Boleh Berseliweran

In Perjalanan di Sekitar Libur Emas Tiongkok on 19 Mei 2007 at 7:00 am

19 Mei 2007

Menunggu Pesawat Pribadi Boleh Berseliweran
Perjalanan di Sekitar Libur Emas Tiongkok (3)

Hindari pergi ke kawasan wisata utama Tiongkok di hari-hari libur panjang. Sebab, dengan penduduk di atas 1 miliar, bisa dipastikan tempat-tempat itu akan penuh sesak dengan turis domestik.

Catatan DAHLAN ISKAN

JANGAN ke Hangzhou di hari-hari libur panjang. Seperti di sekitar hari buruh awal Mei lalu, saya yang sudah berkali-kali ke sana kaget melihat kota turis terkemuka di Tiongkok di hari-hari seperti itu.

Padatnya bukan main. Wilayah sekitar Danau Xihu yang indah dan bersih itu penuh dengan manusia. Termasuk jalan-jalan yang bermuara di danau itu. Maklum, seminggu sejak 1 Mei lalu, Tiongkok “libur emas”. Yakni libur satu minggu untuk hari buruh.
Read the rest of this entry »

Pandai Mengincar Uang Gratis Rp 45 Triliun

In Perjalanan di Sekitar Libur Emas Tiongkok on 18 Mei 2007 at 7:00 am

18 Mei 2007
Pandai Mengincar Uang Gratis Rp 45 Triliun
Perjalanan di Sekitar Libur Emas Tiongkok (2)

Pergi ke gurun sebaiknya jangan punya target waktu yang ketat. Meski sudah kaya Tiongkok masih kerja keras. Kita debat yang makin keras.

Catatan Dahlan Iskan

UNTUK negara-negara miskin, tahun lalu, dunia menyediakan dana subsidi Rp 4,5 triliun khusus bagi yang mau membuat program pengurangan emisi. Itu satu alasan mengapa saya ingin sekali ke wilayah barat Tiongkok. Saya ingin sekali melihat ”perkebunan” pembangkit listrik tenaga angin.

Saya setuju dengan istilah ”perkebunan” karena pembangkit listrik tenaga angin itu berupa ”pohon-pohon” besar terbuat dari baja, yang di atasnya terdapat ”daun-daun” berupa kipas angin. Jumlah ”pohon” itu begitu banyak, sehingga seperti hutan saja.
Read the rest of this entry »

Hindari Keramaian, Melihat Perkebunan Angin di Tengah Gurun

In Perjalanan di Sekitar Libur Emas Tiongkok on 16 Mei 2007 at 7:00 am

16 Mei 2007

Hindari Keramaian, Melihat Perkebunan Angin di Tengah Gurun
Perjalanan di Sekitar Libur Emas Tiongkok (1)

Catatan Dahlan Iskan

Tiongkok baru saja menjalani Libur Emas. Aktivitas menurun drastis, sehingga tinggal di kota bukanlah pilihan yang menarik.

MENGISI Libur Emas, saya memilih pergi ke Ningxia, sebuah provinsi jauh di bagian barat Tiongkok. Tidak banyak alasan tinggal di kota, karena kegiatan menurun drastis selama libur panjang pada awal Mei tersebut.
Read the rest of this entry »